Category: Tokocrypto

  • BlockFills Bangkrut, Industri Crypto Lending Kembali Jadi Perhatian

    Industri pinjam-meminjam aset digital kembali menghadapi tekanan setelah platform crypto lending BlockFills mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat.

    Langkah ini diambil setelah perusahaan sebelumnya menghentikan layanan deposit dan penarikan dana pelanggan pada bulan lalu.

    Pengajuan kebangkrutan tersebut dilakukan oleh entitas operasional perusahaan, Reliz LTD, bersama tiga perusahaan terkait lainnya. Proses restrukturisasi ini diajukan melalui pengadilan kebangkrutan di Delaware.

    Perusahaan menyatakan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya untuk menstabilkan bisnis, menjaga nilai perusahaan, serta memaksimalkan pemulihan bagi para pemangku kepentingan (stakeholders).

    Baca Juga: Crypto Lending: Perkembangan dan Dampaknya di Indonesia

    Apa Itu Chapter 11?

    Chapter 11 merupakan salah satu mekanisme dalam sistem hukum kebangkrutan di Amerika Serikat yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan restrukturisasi utang sambil tetap melanjutkan operasional bisnis.

    Berbeda dengan likuidasi penuh, proses ini memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk:

    • Menyusun kembali struktur utang
    • Menegosiasikan kewajiban dengan kreditur
    • Melindungi aset perusahaan selama proses restrukturisasi

    Dengan kata lain, tujuan utama Chapter 11 adalah memulihkan perusahaan agar tetap dapat beroperasi, sekaligus memberikan peluang pemulihan bagi kreditur dan pihak terkait.

    Latar Belakang Penghentian Layanan

    Krisis di BlockFills mulai mencuat ketika perusahaan secara mendadak menghentikan akses deposit dan penarikan dana pengguna beberapa waktu lalu.

    Langkah tersebut biasanya menjadi sinyal awal masalah likuiditas di industri kripto, terutama pada sektor yang bergantung pada model bisnis pinjam-meminjam aset digital.

    Dalam model ini, Cointelegraph menyebut platform biasanya meminjamkan aset kripto kepada pihak lain dengan imbal hasil tertentu.

    Namun ketika pasar mengalami tekanan atau kepercayaan pengguna menurun, platform dapat mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan penarikan dana secara besar-besaran.

    Situasi ini pernah terjadi pada beberapa perusahaan kripto besar sebelumnya yang akhirnya juga masuk ke proses kebangkrutan.

    Dampak bagi Sektor Crypto Lending

    Kasus BlockFills kembali menyoroti risiko struktural yang masih melekat pada sektor crypto lending.

    Model bisnis pinjam-meminjam kripto sering kali bergantung pada likuiditas pasar dan kepercayaan pengguna.

    Ketika kondisi pasar memburuk atau terjadi ketidakpastian, tekanan penarikan dana bisa meningkat secara drastis.

    Jika platform tidak memiliki cadangan likuiditas yang cukup, maka pembatasan penarikan dana menjadi langkah yang sering diambil untuk mencegah keruntuhan yang lebih cepat.

    Namun langkah tersebut justru sering memperburuk sentimen pasar karena dapat memicu kepanikan pengguna.

    Pandangan Analis Industri

    Menurut tim riset dari Tokocrypto, kasus kebangkrutan BlockFills lebih tepat dilihat sebagai isu regulasi dan hukum, bukan sekadar masalah operasional perusahaan.

    “Ini jelas masuk kategori regulasi karena inti ceritanya adalah proses hukum restrukturisasi dan perlindungan kreditur, bukan sekadar masalah operasional biasa,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Menurutnya, dampaknya juga jelek buat sentimen sektor crypto lending, karena kasus seperti ini terus menegaskan bahwa model bisnis pinjam-meminjam kripto tetap rapuh saat pasar memburuk dan kepercayaan pengguna bisa runtuh sangat cepat begitu akses dana dibatasi.

    Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di industri kripto mengenai stabilitas platform lending.

    Industri Masih Dalam Fase Pemulihan

    Sektor crypto lending sebenarnya masih berada dalam fase pemulihan setelah sejumlah krisis besar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

    Runtuhnya beberapa perusahaan besar di industri kripto sebelumnya telah memicu pengawasan regulasi yang lebih ketat serta meningkatkan tuntutan transparansi terhadap platform keuangan berbasis blockchain.

    Banyak investor kini lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjam-meminjam kripto, terutama pada platform yang tidak memiliki sistem manajemen risiko yang kuat.

    Baca Juga: Euler Finance: Protokol Lending Modular yang Siap Dominasi DeFi

    Pengajuan kebangkrutan Chapter 11 oleh BlockFills menjadi pengingat bahwa sektor crypto lending masih menghadapi tantangan besar terkait likuiditas, manajemen risiko, dan kepercayaan pengguna.

    Meskipun proses restrukturisasi dapat memberikan peluang bagi perusahaan untuk pulih, kasus ini berpotensi kembali memicu kekhawatiran di kalangan investor terhadap stabilitas platform pinjam-meminjam kripto.

    Ke depan, perkembangan kasus ini akan menjadi perhatian penting bagi pelaku industri dan regulator, terutama dalam menentukan bagaimana model bisnis crypto lending dapat dibuat lebih tahan terhadap gejolak pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Missouri Majukan RUU Cadangan Strategis Bitcoin

    Negara bagian Missouri kembali menjadi sorotan dalam perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat setelah House Bill 2080 (HB 2080) berhasil lolos dari tahap komite legislatif.

    Sebagaimana dilaporkan Coin Bureau, rancangan undang-undang tersebut kini bergerak menuju pembahasan di full House floor, setelah mendapatkan dukungan melalui voting 6 berbanding 2 di tingkat komite.

    RUU ini mengusulkan langkah yang cukup inovatif, yakni memberikan izin bagi pemerintah negara bagian Missouri untuk memegang Bitcoin (BTC) sebagai bagian dari cadangan treasury negara bagian.

    Selain itu, rancangan aturan tersebut juga membuka kemungkinan bagi warga untuk membayar pajak menggunakan aset kripto.

    Jika nantinya disahkan, Missouri berpotensi menjadi salah satu wilayah di Amerika Serikat yang secara resmi mengintegrasikan Bitcoin ke dalam kebijakan keuangan publik.

    Baca Juga: Indiana Dorong RUU Pro-Kripto ke Gubernur, Usung Tiga Poin Utama

    Missouri Ingin Jadikan Bitcoin Bagian dari Treasury

    House Bill 2080 secara eksplisit mengusulkan agar pemerintah Missouri dapat menempatkan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan aset negara.

    Konsep ini sering disebut sebagai strategic Bitcoin reserve, yaitu pendekatan di mana pemerintah atau lembaga publik menyimpan Bitcoin sebagai bagian dari portofolio cadangan mereka.

    Selama ini, cadangan treasury pemerintah biasanya terdiri dari aset tradisional seperti obligasi pemerintah, mata uang fiat, emas, dan instrumen keuangan lainnya.

    Namun dengan meningkatnya popularitas aset digital, beberapa pembuat kebijakan mulai mempertimbangkan Bitcoin sebagai alternatif penyimpan nilai jangka panjang.

    RUU tersebut juga memberikan fleksibilitas bagi pemerintah negara bagian untuk menerima pembayaran pajak dalam bentuk kripto, sebuah langkah yang dapat memperluas penggunaan aset digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

    Proses Legislasi Masih Berlanjut

    Meskipun telah lolos dari tahap komite, House Bill 2080 masih harus melalui beberapa tahap legislasi sebelum resmi menjadi undang-undang.

    Langkah berikutnya adalah pembahasan di House floor, di mana seluruh anggota legislatif negara bagian akan memberikan suara terhadap RUU tersebut.

    Jika disetujui, RUU tersebut juga masih harus melewati proses di Senat negara bagian sebelum akhirnya dapat ditandatangani oleh gubernur Missouri.

    Proses ini menunjukkan bahwa adopsi Bitcoin di tingkat pemerintahan masih memerlukan diskusi yang mendalam, terutama terkait aspek risiko, regulasi, dan stabilitas keuangan.

    Tren Adopsi Bitcoin oleh Pemerintah

    Dalam beberapa tahun terakhir, diskusi mengenai peran Bitcoin dalam kebijakan keuangan publik semakin meningkat.

    Sebagian pihak melihat Bitcoin sebagai aset digital yang memiliki karakteristik unik, seperti suplai terbatas dan sifat desentralisasi, yang membuatnya menarik sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

    Selain itu, penggunaan kripto dalam pembayaran pajak juga dianggap sebagai langkah untuk mendorong inovasi teknologi finansial.

    Jika Missouri benar-benar mengadopsi kebijakan ini, negara bagian tersebut bisa menjadi salah satu pionir dalam integrasi kripto ke dalam sistem keuangan pemerintah di Amerika Serikat.

    Pandangan Analis tentang Dampaknya

    Analis industri kripto menilai perkembangan ini sebagai langkah penting dalam evolusi regulasi aset digital.

    Menurut tim riset dari Tokocrypto, proses legislasi seperti ini menunjukkan bahwa diskusi mengenai peran Bitcoin dalam kebijakan publik mulai bergerak ke tahap yang lebih konkret.

    “Dari sisi regulasi, perkembangan ini penting karena menunjukkan bahwa adopsi Bitcoin di level negara bagian AS mulai bergerak dari wacana ke proses legislasi yang lebih konkret. Jika disahkan, Missouri bisa menjadi contoh bagaimana Bitcoin diposisikan bukan hanya sebagai aset investasi, tetapi juga sebagai bagian dari kebijakan treasury publik dan sistem pembayaran negara,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa langkah Missouri dapat memiliki dampak yang lebih luas bagi cara pemerintah memandang aset digital.

    Potensi Dampak bagi Industri Kripto

    Jika RUU tersebut berhasil disahkan, dampaknya tidak hanya terbatas pada Missouri.

    Keputusan ini dapat memicu diskusi serupa di negara bagian lain di Amerika Serikat, terutama terkait kemungkinan penggunaan Bitcoin dalam cadangan negara atau sistem pembayaran publik.

    Langkah ini juga berpotensi meningkatkan legitimasi Bitcoin sebagai aset keuangan yang diakui secara institusional.

    Selain itu, penerimaan pajak dalam kripto dapat memperluas penggunaan aset digital di sektor publik sekaligus meningkatkan adopsi teknologi blockchain dalam sistem administrasi pemerintah.

    Baca Juga: Oklahoma Lebih Dekat Sahkan RUU Cadangan Strategis Bitcoin

    Masa Depan Bitcoin dalam Kebijakan Publik

    Perkembangan di Missouri menunjukkan bahwa peran Bitcoin dalam sistem keuangan global terus berkembang.

    Dari awalnya hanya dianggap sebagai aset spekulatif, Bitcoin kini mulai dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi keuangan pemerintah di berbagai wilayah.

    Meskipun masih berada dalam tahap legislasi, proposal seperti HB 2080 memperlihatkan bahwa integrasi kripto dalam kebijakan publik bukan lagi sekadar wacana.

    Jika tren ini berlanjut, Bitcoin dapat memainkan peran yang semakin besar tidak hanya dalam pasar investasi, tetapi juga dalam arsitektur keuangan negara di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Wall Street Serbu ETF Solana, Dana $540 Juta Mengalir ke SOL

    Investor institusional dari Wall Street dilaporkan mengalirkan lebih dari US$540 juta ke produk exchange-traded fund (ETF) Solana di Amerika Serikat pada kuartal keempat 2025. Data tersebut menunjukkan meningkatnya minat lembaga keuangan terhadap aset kripto alternatif di luar Bitcoin dan Ethereum.

    Informasi ini berasal dari analis ETF Bloomberg, James Seyffart, yang mengolah data dari laporan kepemilikan institusional (13F filings) yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

    Institusi Besar Jadi Pembeli Utama

    Menurut data tersebut, perusahaan modal ventura Electric Capital dan bank investasi Goldman Sachs menjadi dua pembeli terbesar ETF Solana.

    Dilaporkan Cointelegraph, Electric Capital tercatat memiliki eksposur sekitar US$137,8 juta, sementara Goldman Sachs memegang sekitar US$107,4 juta dalam produk ETF tersebut.

    Beberapa institusi lain yang juga masuk dalam lima besar pemegang ETF Solana termasuk Elequin Capital, SIG Holding, dan Multicoin Capital.

    Selain itu, lembaga keuangan besar seperti Morgan Stanley dan Citadel Advisors juga tercatat membeli ETF Solana setelah peluncuran produk tersebut di Amerika Serikat.

    Penasihat Investasi Dominasi Kepemilikan

    Jika dilihat berdasarkan kategori institusi, penasihat investasi menjadi kelompok investor terbesar dalam ETF Solana.

    Kelompok ini menguasai lebih dari US$270 juta dari total kepemilikan ETF. Sementara itu, manajer hedge fund berada di posisi kedua dengan nilai investasi sekitar US$186,4 juta.

    Perusahaan holding dan broker tercatat memegang sekitar US$59,5 juta dan US$20,3 juta. Sementara bank memiliki porsi yang lebih kecil dengan sekitar US$4,5 juta.

    Secara keseluruhan, kepemilikan ETF tersebut setara dengan sekitar 4,3 juta token SOL.

    Menurut Tim Research Tokocrrypto, secara onchain dan pasar, arus dana sebesar ini penting karena memperkuat kasus bahwa Solana mulai masuk radar alokasi institusional, bukan cuma tema retail dan ekosistem onchain.

    “Jika arus seperti ini berlanjut dan didukung aktivitas jaringan yang sehat, SOL bisa membangun fondasi valuasi yang lebih kuat, meski dalam jangka pendek harga tetap sensitif terhadap kondisi likuiditas dan rotasi pasar crypto secara keseluruhan,” katanya.

    Nilai Investasi Turun Seiring Harga SOL

    Meski minat institusional terlihat kuat, nilai pasar dari kepemilikan tersebut mengalami penurunan seiring melemahnya harga Solana.

    Sejak akhir kuartal keempat 2025, harga SOL dilaporkan turun lebih dari 30%, dari sekitar US$124,95 menjadi sekitar US$86 pada saat data terakhir dicatat.

    Penurunan harga ini otomatis mengurangi nilai pasar dari kepemilikan institusi dalam ETF tersebut.

    Arus Dana ETF Tetap Stabil

    Meski harga Solana melemah, arus dana ke ETF Solana tetap menunjukkan stabilitas.

    Analis ETF Bloomberg lainnya, Eric Balchunas, menyebut bahwa aliran dana ke produk ETF Solana tetap kuat dalam beberapa bulan terakhir.

    Sekitar 50% aset ETF Solana saat ini dimiliki oleh institusi yang wajib melaporkan kepemilikan mereka melalui dokumen 13F, yang menunjukkan bahwa basis investor produk tersebut didominasi oleh pelaku pasar profesional.

    Data dari Farside Investors juga menunjukkan bahwa sejak diluncurkan di Amerika Serikat pada Oktober 2025, ETF Solana telah mengumpulkan sekitar US$952 juta arus dana masuk secara kumulatif.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak

    Aktivitas jaringan Ethereum mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, meskipun pergerakan harga aset kripto tersebut masih menunjukkan tren yang beragam. Data terbaru menunjukkan jumlah alamat aktif di jaringan Ethereum mencapai salah satu level tertinggi dalam sejarahnya.

    Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya partisipasi pengguna di dalam ekosistem Ethereum, bahkan ketika kondisi pasar kripto masih mengalami volatilitas.

    Alamat Aktif Ethereum Capai Level Tinggi

    Dilaporkan Crypto Quant, jumlah alamat aktif merupakan salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur aktivitas di jaringan blockchain. Peningkatan jumlah alamat aktif menunjukkan semakin banyak pengguna yang melakukan transaksi atau berinteraksi dengan aplikasi di jaringan tersebut.

    Data terbaru menunjukkan bahwa alamat aktif Ethereum meningkat secara signifikan, menandakan aktivitas jaringan yang semakin padat. Lonjakan ini menjadi salah satu sinyal bahwa penggunaan jaringan terus berkembang.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kenaikan alamat aktif ini mencerminkan meluasnya penggunaan Ethereum di area seperti DeFi, stablecoin, dan interaksi smart contract otomatis.

    “Secara onchain, divergensi antara harga yang belum sepenuhnya kuat dan aktivitas jaringan yang terus naik adalah sinyal konstruktif: adopsi dasar jaringan bisa saja sedang menguat lebih dulu sebelum sepenuhnya tercermin ke valuasi ETH di pasar,” jelasnya.

    Baca juga: Data Futures Ungkap Tekanan Jual Ethereum Belum Mereda

    Peningkatan Penggunaan di Berbagai Sektor

    Pertumbuhan aktivitas jaringan Ethereum sebagian besar didorong oleh meningkatnya penggunaan di berbagai sektor dalam ekosistem blockchain.

    Beberapa di antaranya termasuk sektor decentralized finance (DeFi), penggunaan stablecoin, serta berbagai interaksi otomatis melalui smart contract.

    Aplikasi-aplikasi ini memerlukan transaksi yang terus berjalan di jaringan Ethereum, sehingga turut mendorong peningkatan jumlah alamat aktif dan volume aktivitas secara keseluruhan.

    Adopsi Jaringan Tetap Kuat Meski Harga Berfluktuasi

    Menariknya, peningkatan aktivitas jaringan terjadi di tengah pergerakan harga Ethereum yang masih menunjukkan ketidakpastian.

    Fenomena ini menunjukkan adanya perbedaan antara dinamika harga di pasar dan perkembangan fundamental jaringan.

    Beberapa analis menilai bahwa meningkatnya aktivitas jaringan dapat menjadi indikasi bahwa adopsi Ethereum terus berkembang, yang berpotensi memperkuat fundamental jangka panjang dari aset tersebut.

    Dengan semakin luasnya penggunaan di berbagai sektor, aktivitas jaringan yang tinggi dapat menjadi faktor penting dalam mendukung ekosistem Ethereum di tengah volatilitas pasar kripto.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Momentum Terjaga BTC ke $73.000

    Pasar kripto hari ini, Senin (16/3) mengawali pekan dengan sentimen positif setelah Bitcoin kembali menembus level $73.000. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya selera risiko (risk-on) investor meskipun ketegangan geopolitik terkait konflik Iran masih menjadi perhatian global.

    Pemulihan aset berisiko turut mendorong arus dana kembali ke pasar kripto, meski analis mengingatkan bahwa leverage tinggi pada Bitcoin dan Ethereum dapat memicu likuidasi massal jika momentum penguatan melemah. Karena itu, banyak trader mulai memperketat strategi melalui penggunaan stop loss dan lindung nilai untuk mengantisipasi volatilitas. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Prospek Altcoin Potensial di Awal Pekan

    • G melesat 33% dan kini diperdagangkan pada level $0,00458.
    • RENZO menguat 19%, membawa harga ke posisi $0,003855.
    • PSG naik tajam 14%, saat ini mencapai angka $0,85757.

    BTC tembus $73.000 Berkat Sentimen Risk-on dari Konflik Iran

    • Aset berisiko pulih, dorong BTC ke level $73.000 meski tensi global tinggi.
    • Leverage tinggi BTC & ETH rawan picu likuidasi massal jika momentum melambat.
    • Trader perketat strategi via stop loss dan lindung nilai guna hadapi volatilitas.

    Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*

    ETH Naik 5% Seiring Lonjakan Open Interest (OI) di atas $30 Miliar

    • OI ETH naik 9% jadi $30,4 miliar mengikuti harga di atas $2.180.
    • Konsentrasi OI di bursa besar memperbesar risiko jika terjadi gangguan sistem.
    • Tren OI-harga yang refleksif rawan memicu deleveraging mendadak jika stagnan.

    Michael Saylor Isyaratkan Beli BTC Lagi Lewat Unggahan Sosmed

    • Saylor beri sinyal pembelian Bitcoin terbaru dalam pratinjau hari ini.
    • MicroStrategy miliki 738.731 BTC senilai $53 miliar dari 102 kali pembelian.
    • Harga BTC di $71.300, naik 1,15% dalam 24 jam terakhir.

    Baca juga: Riset Kripto 9-13 Mar 2026: Inflasi AS Stabil, Bitcoin Masuk Fase Sideways


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Coinbase Resmi Luncurkan Futures Kripto di 26 Negara Eropa

    Bursa kripto Coinbase resmi meluncurkan perdagangan kontrak berjangka (futures) Bitcoin dan aset kripto lainnya untuk trader di 26 negara Eropa. Langkah ini menandai pertama kalinya Coinbase menawarkan produk derivatif secara langsung kepada pengguna di kawasan tersebut.

    Produk futures ini tersedia melalui platform Coinbase Advanced dan ditawarkan melalui entitas Coinbase yang telah terdaftar di bawah regulasi MiFID di Eropa, sehingga sesuai dengan kerangka regulasi pasar keuangan Uni Eropa.

    Trader Eropa Dapat Akses Derivatif yang Teregulasi

    Dilaporkan Bitcoin Magazine, peluncuran ini mencakup trader di sejumlah negara besar di Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.

    Sebelumnya, banyak trader Eropa yang mengakses produk derivatif kripto melalui platform luar negeri yang tidak selalu berada di bawah pengawasan regulator lokal. Kondisi tersebut sering kali menimbulkan risiko operasional dan ketidakpastian regulasi.

    Dengan produk futures yang teregulasi, Coinbase berupaya menyediakan alternatif yang lebih aman dan transparan bagi investor di kawasan tersebut.

    Menurut Tim Resesarch Tokocrypto, dari sisi regulasi, ekspansi ini penting karena memperlihatkan bagaimana exchange besar tidak lagi hanya mengejar volume, tetapi juga legitimasi pasar melalui produk yang diawasi secara formal.

    “Jika penetrasi derivatif teregulasi terus tumbuh, Eropa bisa menjadi salah satu pusat pengembangan pasar crypto yang lebih selaras dengan kerangka hukum dan partisipasi institusi besar,” jelasnya.

    Jenis Kontrak Futures yang Ditawarkan

    Coinbase menyediakan dua jenis kontrak futures utama bagi trader di Eropa.

    Jenis pertama adalah kontrak bergaya perpetual dengan masa berlaku hingga lima tahun. Kontrak ini menggunakan mekanisme funding rate per jam untuk menjaga harga tetap selaras dengan aset dasar dan melakukan penyelesaian harian.

    Jenis kedua adalah kontrak futures dengan tanggal jatuh tempo tertentu, yang tersedia dalam periode bulanan atau kuartalan. Kontrak ini juga dinilai ulang setiap hari dan akan diselesaikan secara tunai ketika kontrak mencapai jatuh tempo.

    Selain Bitcoin dan Ethereum, Coinbase juga menawarkan kontrak futures yang terkait dengan indeks saham dan aset kripto, termasuk produk yang disebut “Mag7 + Crypto Equity Index Futures”.

    Produk ini menggabungkan eksposur terhadap perusahaan teknologi besar, saham Coinbase, serta exchange-traded fund (ETF) kripto.

    Leverage Hingga 10 Kali

    Trader yang memenuhi syarat dapat menggunakan leverage hingga 10 kali pada beberapa kontrak, termasuk Bitcoin dan Ethereum.

    Produk lain menawarkan tingkat leverage yang lebih rendah, umumnya berada di kisaran 4 hingga 5 kali.

    Biaya perdagangan futures di platform ini dimulai dari sekitar 0,02% per kontrak, belum termasuk biaya tambahan seperti biaya bursa dan kliring.

    Untuk mengakses produk tersebut, pengguna harus melewati proses verifikasi identitas (KYC) serta pemeriksaan pengalaman trading sebelum dapat mendanai akun menggunakan euro atau stablecoin USDC.

    Bagian dari Strategi Ekspansi Coinbase

    Peluncuran futures di Eropa merupakan bagian dari strategi Coinbase untuk memperluas layanan menjadi platform perdagangan yang lebih luas.

    Perusahaan sebelumnya juga memperkenalkan fitur perdagangan saham bagi pengguna di Amerika Serikat, memungkinkan transaksi saham seperti Apple dan Tesla sepanjang waktu.

    Selain itu, Coinbase juga menjalin kerja sama dengan platform prediksi Kalshi untuk menghadirkan pasar prediksi serta mengembangkan roadmap tokenisasi aset tradisional agar dapat diakses melalui teknologi blockchain.

    Ekspansi di Tengah Pasar Kripto Melemah

    Langkah ekspansi Coinbase di Eropa terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih mengalami tekanan.

    Total kapitalisasi pasar kripto global diperkirakan turun sekitar 50% dari puncaknya pada Oktober 2025.

    Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan geopolitik global, ketidakpastian kebijakan perdagangan di Amerika Serikat, konflik di Timur Tengah, serta kekhawatiran pasar terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

    Meski demikian, Coinbase menilai permintaan terhadap produk derivatif kripto yang teregulasi tetap tinggi, terutama dari investor yang mencari akses pasar dengan perlindungan regulasi yang lebih jelas.

    Baca Juga: Bos Coinbase: Pasar Boleh Guncang, Masa Depan Kripto Tetap Cerah


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Thailand Bekukan 10.000 Akun Kripto Terkait Pencucian Uang

    Platform kripto di Thailand dilaporkan telah membekukan lebih dari 10.000 akun yang diduga digunakan untuk aktivitas pencucian uang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperketat pengawasan terhadap transaksi aset digital dan menekan praktik penipuan keuangan.

    Pembekuan akun terjadi setelah operator platform kripto menerapkan prosedur pemeriksaan yang lebih ketat terhadap transaksi yang dianggap berisiko tinggi.

    10.000 Akun Diduga Digunakan untuk Pencucian Uang

    Menurut laporan Bangkok Post, operator kripto di Thailand berhasil mengidentifikasi dan membekukan lebih dari 10.000 akun yang diduga merupakan “mule accounts”.

    Dilaporkan Cointelegraph, Mule accounts adalah akun yang digunakan untuk memindahkan dana hasil aktivitas ilegal agar sulit dilacak oleh otoritas.

    Att Thongyai Asavanund, CEO KuCoin Thailand sekaligus ketua Thai Digital Asset Operators Trade Association (TDO), menyatakan bahwa pembekuan tersebut terjadi setelah penerapan sistem penyaringan transaksi yang lebih ketat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sudut regulasi, pembekuan massal seperti ini menegaskan bahwa compliance kini menjadi medan utama pertarungan industri crypto dengan regulator.

    “Semakin keras penegakan AML di pasar regional, semakin besar pula tekanan bagi platform untuk meningkatkan monitoring, verifikasi, dan sistem pengawasan transaksi secara real-time,” tuturnya.

    Pemeriksaan KYC Diperketat

    Langkah ini juga mencakup penambahan prosedur Know Your Customer (KYC) sebelum transaksi kripto tertentu dapat diproses.

    Transaksi yang dianggap berisiko kini memerlukan verifikasi tambahan serta proses pemeriksaan yang lebih panjang. Tujuannya adalah memperlambat transfer mencurigakan dan mencegah penyalahgunaan platform kripto untuk aktivitas ilegal.

    Operator kripto di Thailand juga diminta untuk meningkatkan pemantauan terhadap pola transaksi yang tidak biasa.

    Kolaborasi Regulator dan Industri

    Upaya ini merupakan kelanjutan dari kerja sama antara Securities and Exchange Commission (SEC) Thailand dan asosiasi operator aset digital TDO.

    Pada Februari 2025, SEC Thailand bersama berbagai lembaga lain termasuk Bank of Thailand, Cyber Crime Investigation Bureau, Central Investigation Bureau, Anti-Money Laundering Office, serta Thai Bankers’ Association mengembangkan mekanisme baru untuk mendeteksi akun mule.

    Hasil dari kerja sama tersebut cukup signifikan. Sepanjang 2025, operator aset digital di Thailand dilaporkan telah membekukan sekitar 47.692 akun mule.

    Peningkatan Berbagi Data Antar Lembaga

    Dalam upaya memperkuat pengawasan, regulator dan pelaku industri juga sepakat untuk memperluas mekanisme pertukaran data antara platform kripto, bank, dan aparat penegak hukum.

    Langkah ini memungkinkan lembaga terkait untuk lebih cepat mengidentifikasi transaksi mencurigakan dan menghentikan aliran dana ke akun yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal.

    Pemerintah juga memperkuat implementasi aturan Travel Rule, yang mewajibkan penyedia layanan kripto mengumpulkan dan mengirimkan informasi identitas pengirim serta penerima transaksi aset digital.

    Bagian dari Kampanye Anti “Gray Money”

    Pembekuan ribuan akun kripto ini merupakan bagian dari kampanye pemerintah Thailand untuk memberantas apa yang disebut sebagai “gray money”.

    Program ini bertujuan menutup celah pencucian uang tidak hanya di sektor aset digital, tetapi juga di pasar emas fisik dan sektor keuangan lainnya.

    Dengan pengawasan yang semakin ketat, pemerintah Thailand berharap dapat meningkatkan transparansi dan keamanan ekosistem kripto sekaligus melindungi investor dari praktik penipuan dan kejahatan keuangan.

    Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Konsolidasi di $70K, Waspada Lonjakan Supply Shock

    Struktur pasar Bitcoin saat ini menunjukkan titik penting yang dapat menentukan arah pergerakan harga selanjutnya. Data on-chain terbaru menunjukkan adanya tekanan suplai yang semakin menyempit, sementara permintaan dari investor institusional tetap kuat.

    Dilaporkan Crypto Quant, sejumlah analis menyebut kondisi ini sebagai fase “coiled spring”, yaitu situasi ketika pasokan koin yang tersedia di pasar semakin terbatas, sehingga berpotensi memicu lonjakan harga apabila permintaan meningkat.

    Level $70.417 Jadi Titik Penting Pasar

    Harga Bitcoin yang mampu bertahan di sekitar level US$70.417 dinilai menjadi titik infleksi penting dalam struktur pasar saat ini.

    Pada level tersebut, pasar menunjukkan indikasi perpindahan risiko dan likuiditas dari investor ritel ke investor institusional. Kondisi ini terjadi ketika tekanan jual dari investor ritel mulai melemah, sementara institusi justru memperkuat posisi mereka.

    Fenomena ini menciptakan profil risiko dan peluang yang tidak seimbang bagi investor, karena jumlah koin yang tersedia di pasar semakin terbatas sementara permintaan tetap tinggi.

    Data On-Chain Tunjukkan Ketimpangan Permintaan

    Sejumlah indikator on-chain memperlihatkan adanya ketimpangan antara suplai dan permintaan di pasar Bitcoin.

    Data menunjukkan bahwa investor ritel saat ini mengalami tekanan besar dengan kerugian realisasi sekitar 68,95% dalam volume transaksi yang tercatat.

    Di sisi lain, investor institusional justru menyerap sekitar 42.200 BTC, jumlah yang sekitar 5,7 kali lebih besar dibandingkan akumulasi investor ritel yang tercatat sekitar 7.300 BTC.

    Selain itu, entitas besar juga dilaporkan telah mengakumulasi sekitar 33.902 BTC dalam periode 60 hari terakhir.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, inti sinyalnya adalah asimetri supply-demand: koin makin sedikit tersedia di pasar, sementara permintaan institusional tetap tangguh.

    “Jika level US$70.417 mampu dipertahankan, kombinasi retail capitulation, outflow tinggi, dan akumulasi entitas besar bisa memicu supply shock yang agresif dan membuat risk-reward BTC menjadi sangat menarik bagi allocator modal besar,”

    Aliran Bitcoin Keluar dari Bursa Meningkat

    Data aliran dana juga menunjukkan peningkatan arus keluar Bitcoin dari bursa kripto.

    Netflow harian mencatat sekitar 6.667 BTC keluar dari bursa, yang biasanya menandakan bahwa investor memindahkan aset mereka ke penyimpanan jangka panjang.

    Penurunan pasokan di bursa sering kali dipandang sebagai indikator berkurangnya tekanan jual dalam jangka pendek.

    Sementara itu, indikator Puell Multiple yang berada di level 0,68 juga menunjukkan kondisi yang secara historis sering dikaitkan dengan fase dasar siklus pasar.

    Potensi “Supply Shock” di Pasar Bitcoin

    Dengan semakin sedikitnya koin yang tersedia untuk diperdagangkan dan meningkatnya aktivitas akumulasi oleh institusi, sejumlah analis menilai pasar Bitcoin berpotensi menghadapi apa yang disebut sebagai “supply shock”.

    Supply shock terjadi ketika permintaan meningkat sementara pasokan yang tersedia sangat terbatas, sehingga harga dapat bergerak lebih cepat untuk menyesuaikan keseimbangan pasar.

    Kombinasi antara likuiditas yang semakin menipis dan permintaan institusional yang stabil membuat sebagian pelaku pasar menilai bahwa tekanan kenaikan harga berpotensi meningkat dalam periode mendatang.

    Namun demikian, arah pergerakan harga Bitcoin tetap akan dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global serta dinamika permintaan investor di pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $71.335, Momentum Menguat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Startup Akuntansi Kripto Raih $45 Juta, Sinyal Masuknya Institusi

    Startup akuntansi aset kripto Cryptio berhasil mengamankan pendanaan sebesar US$45 juta dalam putaran pendanaan Series B. Investasi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan institusi terhadap sistem yang mampu mencatat dan merekonsiliasi transaksi berbasis blockchain untuk keperluan audit, pelaporan keuangan, dan kepatuhan regulasi.

    Dilaporkan Cointelegraph, pendanaan tersebut dipimpin oleh BlackFin Capital Partners dan Sentinel Global, dengan partisipasi dari sejumlah investor lain seperti 1kx, BlueYard Capital, Alven, serta Ledger Cathay Capital.

    Permintaan Infrastruktur Akuntansi Kripto Meningkat

    Cryptio mengembangkan perangkat lunak yang memungkinkan perusahaan mengintegrasikan aktivitas blockchain ke dalam sistem akuntansi tradisional.

    Platform ini membantu perusahaan merekonsiliasi transaksi dari berbagai sumber seperti dompet kripto, kustodian, dan bursa aset digital. Data tersebut kemudian diubah menjadi catatan akuntansi yang dapat digunakan untuk pelaporan keuangan, audit, serta kepatuhan regulasi.

    Perusahaan mengklaim telah melayani lebih dari 400 klien institusional dan memproses transaksi senilai lebih dari US$3 triliun.

    Beberapa kliennya berasal dari sektor kripto seperti Circle, Gemini, dan Securitize, serta lembaga keuangan tradisional seperti SG-Forge milik Société Générale.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, yang menarik di sini bukan cuma angka pendanaannya, tapi fakta bahwa tokenized finance sedang menciptakan kebutuhan infrastruktur back-office yang nyata.

    “Dengan nilai aset real-world asset non-stablecoin yang disebut telah melampaui US$26 miliar dan permintaan banyak datang dari private credit serta US Treasuries tokenized, pertumbuhan onchain kini tidak hanya butuh likuiditas dan issuance, tapi juga sistem akuntansi dan pelaporan institusional yang matang,” jelasnya.

    Pasar Software Akuntansi Kripto Mulai Berkembang

    Cryptio bukan satu-satunya perusahaan yang bergerak di bidang ini. Sejumlah startup lain juga mengembangkan solusi serupa untuk membantu perusahaan mengelola transaksi blockchain secara akuntansi.

    Beberapa nama yang berada di sektor yang sama antara lain Lukka, TaxBit, Bitwave, dan CoinLedger.

    Munculnya perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan bahwa pasar infrastruktur akuntansi kripto mulai berkembang seiring meningkatnya aktivitas institusi di industri aset digital.

    Tokenisasi Aset Dorong Permintaan Baru

    Pertumbuhan Cryptio juga didorong oleh meningkatnya minat institusi terhadap tokenisasi aset.

    Tokenisasi memungkinkan berbagai aset tradisional seperti obligasi, kredit, atau instrumen keuangan lainnya direpresentasikan dalam bentuk token di blockchain.

    Menurut Sidra Pervez dari perusahaan tokenisasi Securitize, pencatatan keuangan yang akurat menjadi semakin penting ketika pasar modal tradisional mulai beroperasi menggunakan infrastruktur blockchain.

    Institusi Keuangan Mulai Terlibat

    Sejumlah lembaga keuangan global juga mulai aktif dalam pengembangan infrastruktur tokenisasi.

    Bank besar seperti HSBC, BNP Paribas, dan Goldman Sachs diketahui mendukung Canton Foundation, sebuah organisasi yang mengembangkan jaringan blockchain khusus untuk pasar keuangan yang teregulasi.

    Selain itu, State Street juga telah meluncurkan alat tokenisasi baru yang memungkinkan klien membuat produk keuangan seperti dana pasar uang, ETF, dan deposito dalam bentuk token berbasis blockchain.

    Nilai Aset Dunia Nyata yang Ditokenisasi Terus Bertumbuh

    Data industri menunjukkan bahwa nilai total aset dunia nyata yang telah ditokenisasi — tidak termasuk stablecoin — telah melampaui US$26 miliar.

    Sebagian besar permintaan datang dari sektor kredit swasta dan instrumen keuangan yang didukung oleh obligasi pemerintah Amerika Serikat.

    Segmen lain yang berkembang pesat adalah tokenized money market funds, yaitu versi berbasis blockchain dari dana pasar uang tradisional yang biasanya berinvestasi pada instrumen utang jangka pendek dengan risiko rendah.

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa integrasi antara sistem keuangan tradisional dan teknologi blockchain semakin meningkat, sekaligus mendorong kebutuhan akan infrastruktur akuntansi yang mampu menjembatani kedua dunia tersebut.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Data Futures Ungkap Tekanan Jual Ethereum Belum Mereda

    Aktivitas pasar derivatif Ethereum menunjukkan tekanan jual yang masih mendominasi dalam beberapa bulan terakhir. Data dari indikator ETH Binance Futures Smart Money CVD (90 hari) mengungkapkan perubahan struktur permintaan di pasar futures Ethereum, terutama di platform Binance.

    Meskipun dalam sesi perdagangan terbaru terdapat sedikit keunggulan pada aktivitas beli agresif, data jangka menengah masih menunjukkan dominasi tekanan jual dari pelaku pasar besar.

    Perbedaan Tipis Antara Pembeli dan Penjual

    Berdasarkan data terbaru, volume pembelian agresif Ethereum futures di Binance mencapai sekitar US$4,583 miliar. Sementara itu, volume penjualan agresif tercatat hampir setara, yaitu sekitar US$4,576 miliar.

    Dilaporkan Crypto Quant, selisih harian antara keduanya, yang dikenal sebagai Taker Delta, mencatat nilai positif sekitar US$7,15 juta. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas beli agresif sedikit lebih tinggi dibandingkan aktivitas jual dalam sesi perdagangan tersebut.

    Namun, keunggulan ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan dinamika pasar secara keseluruhan dalam periode yang lebih panjang.

    CVD 90 Hari Masih Negatif

    Jika dilihat dalam rentang waktu yang lebih luas, indikator Smart Money CVD selama 90 hari masih menunjukkan nilai negatif sekitar minus US$5,71 miliar.

    Nilai negatif ini menandakan bahwa selama tiga bulan terakhir, total aktivitas penjualan agresif di pasar futures Ethereum lebih besar dibandingkan aktivitas pembelian agresif.

    Secara umum, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar besar masih lebih aktif melakukan penjualan atau membuka posisi short di pasar derivatif.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, artinya, meski ada pembelian agresif sesaat, tekanan jual kumulatif selama tiga bulan terakhir masih dominan dan belum benar-benar dipatahkan.

    “Secara onchain dan derivatif, kondisi ini sering mencerminkan fase di mana buyer mulai menyerap pasokan tanpa langsung mampu membalikkan tren, sehingga ETH masih berada di zona rapuh sampai ada konfirmasi demand yang lebih konsisten,” jelasnya.

    Baca juga: ETF Ethereum Staking Pertama BlackRock Catat Debut Kuat di Pasar

    Dominasi Penjual di Pasar Futures

    Dalam struktur pasar derivatif, nilai CVD negatif biasanya menandakan dominasi penjual agresif yang mengeksekusi transaksi melalui market order.

    Perilaku ini sering mencerminkan dua kemungkinan, yaitu trader yang menutup posisi lama atau pelaku pasar yang membuka posisi short baru sebagai respons terhadap kondisi pasar.

    Meski demikian, dominasi penjual tidak selalu berarti harga akan langsung turun dalam waktu dekat.

    Potensi Fenomena Liquidity Absorption

    Dalam beberapa situasi, pasar dapat mengalami fenomena yang dikenal sebagai liquidity absorption.

    Fenomena ini terjadi ketika pembeli menempatkan limit order dalam jumlah besar untuk menyerap tekanan jual yang masuk ke pasar. Akibatnya, tekanan jual dapat tertahan tanpa langsung mendorong harga naik secara signifikan.

    Kondisi seperti ini sering muncul pada fase konsolidasi pasar, ketika pembeli dan penjual sama-sama aktif namun harga bergerak dalam rentang yang relatif terbatas.

    Dengan struktur pasar yang masih menunjukkan tekanan jual dalam jangka menengah, pergerakan Ethereum dalam waktu dekat kemungkinan akan dipengaruhi oleh keseimbangan antara tekanan jual dari pasar derivatif dan kemampuan pembeli untuk menyerap likuiditas tersebut.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com