Tag: blockchain

  • Yuk, Kenalan dengan Mata Uang Digital Populer di Indonesia!

    Akhir Desember 2020 hingga awal tahun 2021, bitcoin menjadi topik yang ramai diperbincangkan oleh warganet di Twitter. Kenaikan harganya yang sangat fantastis membuat sebagian warganet semakin kepo untuk mengulik lebih dalam dan bahkan tak jarang ada yang langsung membelinya. Lantas, bagaimana cara kerjanya dan apa saja mata uang digital yang populer di Indonesia? Yuk, kita bahas!

    Cara Kerja Mata Uang Digital

    Aset kripto merupakan mata uang digital yang digunakan untuk bertransaksi melalui jaringan internet. Pemerintah Indonesia sendiri melegalkan aset kripto sebagai aset yang dapat diperdagangkan di bursa efek berjangka, bukan sebagai alat pembayaran.

    Tidak seperti fiat currency yang diterbitkan oleh pemerintah dan memerlukan pihak perantara untuk melakukan transaksi, aset kripto dibuat dari sistem komputasi dan terdesentralisasi yang artinya tidak ada pihak yang dapat mengaturnya. Selain itu, ada salah satu teknologi yang membuat transaksi aset kripto menjadi aman, yaitu blockchain

    Secara sederhana, blockchain merupakan teknologi yang terdiri dari blok dan berfungsi untuk mencatat setiap transaksi yang dilakukan oleh pengguna aset kripto. Masing-masing blok tersebut saling terkait melalui kriptografi dan membentuk jaringan yang tidak dapat diubah maupun dihapus (immutable).

    Konsep desentralisasi yang telah disebut di atas juga membuat transaksi bitcoin semakin aman, karena informasi transaksi akan disimpan di banyak tempat dan tidak membutuhkan pihak ketiga. Apabila seseorang ingin membobol aset kripto, berarti Ia harus membobol setidaknya kurang lebih 1 juta komputer pengguna yang bekerja sebagai miner (penambang).

    Mata Uang Digital yang Populer di Indonesia

    Setelah mengetahui cara kerja aset kripto, yuk, simak mata uang digital yang populer di Indonesia beberapa waktu belakangan ini!

    Memasuki tahun 2021, banyak ahli mengatakan BTC akan memiliki masa depan yang cerah. Bagaimana tidak, BTC berhasil bertengger di harga $47,066 USD dengan nilai rupiah sebesar Rp 659 juta per btc pada 9 Februari 2020. Padahal Juli 2020 BTC berada di level harga $11,200 atau setara dengan Rp 162 juta.

    Kenaikan BTC yang sangat fantastis terjadi sehari setelah Tesla, perusahaan mobil asal Amerika Serikat yang dipimpin oleh Elon Musk membeli BTC senilai 1,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 21 Triliun. Karena itulah, BTC menjadi buah bibir warganet dan menjadi trending topic di Twitter.

    Meskipun sempat mengalami penurunan harga, dua bulan setelah pembelian dalam jumlah masif oleh Tesla, BTC berada di level $58,644.49 atau 850 juta rupiah. 

    Koin dengan logo Shiba Inu ini diciptakan oleh dua orang yang ingin mengubah stigma serius dari aset kripto, yaitu Jackson Palmer dan Billy Markus. Popularitas DOGE dimulai pada Juli 2020 lalu melalui unggahan tiktok dari akun “Jamezg97”. Hanya dalam sehari saja,  DOGE menguat dari harga 33 rupiah menjadi 61 rupiah.

    Sempat berada di harga stagnan, 9 Februari 2021 DOGE meroket hingga mencapai harga 1.143 rupiah. Melesatnya harga DOGE tersebut juga diakibatkan oleh melonjaknya harga BTC setelah pembelian oleh Tesla dalam jumlah besar.

    Dikarenakan jumlah koin yang beredar relatif banyak, ETH memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Mengikuti jejak BTC, harga ETH juga meroket. 6 Desember 2020 lalu ETH berada di level $590.89 atau setara dengan 8 juta rupiah. 

    Empat bulan berselang atau 6 April 2020, ETH berhasil menyentuh di harga $2,120.60 atau 30 juta rupiah. Hal itu membuat segelintir masyarakat membicarakannya dan mencoba untuk terjun langsung dalam dunia investasi aset kripto.

    BNB merupakan aset kripto yang diterbitkan oleh Binance Exchange dan diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di jaringan ethereum. Pada awal perkembangannya, BNB hanya diperuntukkan untuk biaya perdagangan, biaya pencatatan, biaya pertukaran, dan biaya lainnya pada Binance Exchange.

    Perkembangan harga yang pesat menjadikan BNB berada di peringkat #3 setelah BTC dan ETH. Menurut Coinmarketcap, per hari Rabu (07/03/2021), BNB berada di level harga $405.44 atau setara dengan 5,8 juta rupiah. BNB termasuk koin yang banyak dicari masyarakat karena memiliki likuiditas yang baik.

    Toko Token (TKO)

    TKO merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menghadirkan model token hybrid unik dengan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi) yang telah diluncurkan awal April 2021 kemarin.

    Proyek ini didukung langsung oleh Binance sehingga menjadikan TKO sebagai salah satu mata uang digital yang populer di Indonesia. Yang lebih mengejutkan, TKO bahkan mengalami kenaikan lebih dari 3000% dalam 30 menit pertama pada saat listing di Tokocrypto. Wow!

    Gimana, tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang TKO? Simak informasi terbaru kami di instagram TKO dan dapatkan TKO di sini!! Salam to the Moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbedaan yang Perlu Diketahui antara Koin dan Token pada Aset Kripto

    Bagi Anda yang sedang menggeluti dunia aset kripto tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah token dan koin. Kedua istilah tersebut sering diasumsikan sama. Padahal keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas, lho. Perbedaan koin dan token didasari oleh definisi, pembuatan, tujuan serta kegunaanya. Yuk, simak ulasan lengkapnya!

    Perbedaan Antara Koin dan Token

    Koin merupakan aset digital yang memiliki blockchain-nya sendiri, seperti bitcoin yang bekerja di blockchain bitcoin atau ethereum yang bekerja di blockchain ethereum. Sedangkan token aset yang diterbitkan oleh suatu project yang kemudian bisa digunakan untuk pembayaran agar dapat menikmati layanan yang disediakan oleh project tersebut.

    Koin sendiri dibuat melalui proses mining atau penambangan dengan mekanisme Proof of Work atau Proof of Stake. Koin dihasilkan setelah proses tertentu yang dilakukan di blockchain, setelah proses berhasil maka akan menghasilkan coin sebagai imbalan. Sedangkan token dibuat dalam aplikasi terdesentralisasi (dApps) ter-hosting di blockchain lain seperti ethereum.

    Tujuan serta kegunaan dari keduanya memiliki perbedaan. Jika koin memiliki karakteristik seperti uang sehingga dapat dijadikan sebagai alat pembayaran, dan investasi. Sedangkan token biasanya digunakan sebagai alat tukar ketika menjalankan sebuah layanan project yang menyediakan token.  Walaupun token memiliki nilai pasar, namun teknisnya token bukanlah mata uang.

     Jenis-jenis Token

    Ada 4 jenis token menurut definisi regulator keuangan Swiss FINMA, yakni sebagai berikut:

    Token ini digunakan untuk mendapatkan askes ke bagian tertentu dari sebuah project, seperti untuk mengakses produk atau layanan tertentu.

    Token ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan koin, tetapi lebih spesifik sebagai satu-satunya penggunaan pembayaran untuk layanan atau barang.

    Token ini merupakan token yang dikeluarkan oleh penjualan token awal (ITS) atau ICO, yang digunakan orang untuk menginvestasikan uang mereka dengan tujuan

    Token ini adalah token yang mewakili ekuitas atau saham di perusahaan.

    Tren Token dan Coin di 2021

    Dilansir dari Kompas, aset kripto hingga kini semakin digandrungi oleh banyak orang. Tren penguatan yang terjadi sejak tahun lalu menjadikan aset kripto memiliki daya tariknya tersendiri. Selain itu, penguatan harga juga terjadi karena tingginya minat investor ritel hingga korporasi.

    Inilah beberapa tren token dan coin yang terjadi di tahun 2021:

    Jenis koin pertama yaitu, bitcoin. Raja aset kripto ini terus menampilkan kilaunya. Tahun ini bitcoin sudah berhasil mencatat rekor harga yang mengesankan. Bahkan pada Minggu, (21/02/21) bitcoin akhirnya menyentuh harga $57.489 atau 809 juta rupiah.

    Menyusul kepopuleran bitcoin, ethereum yang merupakan salah satu jenis koin ini menjadi aset kripto terpopuler nomor dua. Harga ethereum terus mengikuti bitcoin. Biasanya, jika harga BTC naik, maka harga ETH juga naik.

    ETH berhasil naik ke atas $500 pada tahun 2020, lonjakan ini disebabkan adanya pertumbuhan keuangan yang terdesentralisasi dan peluncuran Ethereum 2.0. Harga ETH sendiri di tahun ini pun diprediksikan akan naik kembali.

    Litecoin yang merupakan salah satu jenis koin ini memperlihatkan beberapa perkembangan yang menarik sepanjang tahun 2020. LTC bukan kripto paling bullish dan hanya memiliki harga $67,56. Namun dengan kapitalisasi pasar $4.451.393.965 dan pertumbuhannya yang kuat, LTC bisa dijadikan pertimbangan bagi Anda yang ingin berinvestasi aset kripto di tahun ini. Platform CoinSwitch memperkirakan jika harga LTC mampu mencapai $600 pada tahun 2021.

    TRON didirikan pada 2017. Token yang bermula di jaringan ETH ini, sekarang ia telah beralih ke platform blockchain independen untuk memproses transaksi. Banyak investor yang berspekulasi bahwa TRON memiliki masa depan yang cerah di tahun 2021. Hal ini karena semakin banyak organisasi yang mengadopsi platform blockchain TRON, sehingga nilai TRX akan meningkat.

    Mata uang kripto lainnya yang menarik untuk diinvestasikan pada tahun 2021 adalah koin Ripple (XRP). Kini XRP merupakan aset kripto terbesar keempat di dunia, dengan harga yang rendah hanya sekitar $0,27 per koinnya. Walaupun harga yang sempat turun di awal tahun 2021, masih banyak pihak yang optimis harga XRP kembali pulih.

    Itulah perbedaan yang ada antara koin dan token. Nah, bagi Anda yang ingin berinvestasi maupun trading aset kripto, yuk daftar di www.tokocrypto.com untuk investasi dan trading yang aman. Selain itu, pada Tokocrypto Anda bisa melakukan berbagai transaksi jual beli mata uang digital dan aset kripto mulai dari  BTC,ETH,TRX, sampai XRP serta masih banyak jenis yang lainnya,lho!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hal yang Anda Perlu Ketahui tentang BAT (Basic Attention Token)

    Bagi Anda yang aktif bertransaksi pada jaringan blockchain, tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah basic attention token, kan? Nah, sebenarnya apa sih BAT itu? Atau apakah Anda penasaran dengan sejarah dari kemunculan BAT itu sendiri? Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai BAT di bawah ini!

    Sejarah Kemunculan BAT (Basic Attention Token)

    BAT (Basic Attention Token) dirancang oleh salah satu pendiri Mozilla dan Firefox, Brendan Eich. Berawal dari banyaknya masalah yang semua orang hadapi ketika menggunakan Web, yakni masalah iklan digital.

    Iklan kerap muncul di semua momen dan sering tidak relevan memanglah hal yang menjengkelkan. Kebanyakan orang mungkin akan memilih mengatasinya dengan memasang ekstensi blokir iklan.

    Seiring terus berkembangnya blockchain dan mata uang digital, perusahaan telah mencari cara baru dan menerapkan teknologi yang inovatif pada masalah dan kendala lama, yakni penelusuran web dan iklan berbasis web tersebut.

    Nah, disinilah BAT masuk dengan menggunakan teknologinya dalam mengatasi masalah tersebut. Yakni melalui penggunaan teknologi blockchain dalam upaya meningkatkan keamanan, keadilan serta efisiensi iklan digital.

    Pendistribusian BAT di mulai dari diluncurkannya 300.000 BAT ke pengguna baru dari program Brave Payments dari peramban web Brave pada awal Desember 2017. Inilah putaran pertama yang disalurkan oleh tim pengembangan, yang dimana dana didapat dari hibah dana pertumbuhan pengguna.

    Pertengahan Januari 2018, token BAT senilai US$ 1 juta dikeluarkan oleh tim kepada pengguna sebagai promosi, semua hibah ini diklaim dalam waktu sepuluh hari.

    Bulan selanjutnya, perusahaan meluncurkan program rujukan senilai US$ 1 juta kepada para pengguna yang telah berhasil membawa pengguna baru untuk peramban Brave yang aktif selama setidaknya 30 hari. Setiap pengguna akan dihargai dengan pemberian BAT senilai US$ 5.

    Pengertian dari BAT (Basic Attention Token)

    BAT atau basic attention token adalah token ERC-20 yang menggunakan blockchain ethereum, di mana token ini berusaha memberi penghargaan kepada pengguna dan pengiklan. BAT adalah cara untuk memonetisasi perhatian, yang terkadang juga disebut sebagai “ekonomi perhatian”.

    Namun, bagaimana caranya? Proyek ini menggunakan teknologinya dengan cara memblokir iklan yang memang dikehendaki oleh pengguna yang memutuskan untuk berinteraksi dengan iklan berdasarkan pilihan. Jadi ketika Anda menyetujuinya, Anda akan mendapatkan imbalan atas partisipasi dengan token BAT, yang kemudian bisa Anda belanjakan nanti.

    Apa itu Brave Browser?

    Brave browser adalah browser open-source yang berpusat pada privasi yang dirancang untuk memblokir pelacak, cookie invasif, dan malware. BAT adalah token asli untuk browser Brave.

    Seperti yang sudah disebutkan diatas, browser ini menggunakan teknologi blockchain. Nah, teknologi blockchain ini berfungsi untuk melacak perhatian pengguna secara anonim dan aman, yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk hadiah bagi penerbit.

    Penerbit iklan digital diberi hadiah berdasarkan perhatian pengguna dengan BAT. Semakin efisien konten yang mereka buat dalam menghasilkan perhatian pengguna yang berkelanjutan, maka akan semakin besar pendapatan yang diterima penerbit. Nah disaat yang bersamaan, pengiklan juga memperoleh keuntungan atas investasi yang lebih baik, karena iklan mereka tepat sasaran.

    Pengembang Brave dan BAT sendiri telah membangun sejumlah langkah keamanan ke dalam browser dan sistem token digital mereka. Hal ini tentunya dilakukan untuk mengantisipasi kekhawatiran tentang penipuan dan masalah privasi. Cara yang digunakan oleh para pengembang adalah melalui penggunaan kriptografi, integritas sisi klien yang lebih baik, dan transparansi yang dicapai melalui sumber terbuka.

    Itulah penjelasan mengenai basic attention token. Nah, sekarang Anda tak perlu bingung dengan BAT lagi. Jika Anda tertarik untuk melakukan trading maupun investasi di aset kripto lainnya, yuk daftarkan diri Anda segera di www.tokocrypto.com!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup dengan Kripto

    Kehadiran kripto di tengah-tengah masyarakat memang masih jadi sebuah perdebatan yang cukup intensif. Pasalnya, banyak orang yang menilai, jika mata uang digital ini dapat memberikan pengaruh buruk.

    Padahal, di balik sentimen negatif berita tersebut sudah banyak hal positif yang bisa diberikan oleh kripto. Bahkan, kini muncul produk kripto terbaru yang bisa menjadi salah satu upaya untuk melestarikan lingkungan.

    Crypto Utility dari Melchor Group

    Untuk mendukung pelestarian lingkungan, Melchor Group meluncurkan sebuah terknologi terbarukan yakni crypto utility. Teknologi ini sedikit berbeda dengan cryptocurrency yang beberapa waktu ini dikabarkan dapat merusak lingkungan.

    Crypto utility justru sebaliknya, karena kripto ini akan berperan dalam menghitung restorasi hutan, termasuk di dalamnya penyerapan, perhitungan, dan perdagangan karbon yang sesuai dengan pemerintahan di Indonesia.

    Peter F. Gontha, yang merupakan CEO Melchor Group menuturkan bahwa ini merupakan inovasi pertama di dunia. Utility akan berjalan seiringan dengan perhitungan serapan karbon yang dikembangkan oleh Jejak.in yang merupakan anak perusahaan dari Melchor Group.

    Peter F. Gontha, CEO Melchor Group.

    Peter F. Gontha, CEO Melchor Group. Foto: Instagram @petergontha

    Peter juga menjelaskan jika crypto utility terlahir dari hasil mengkombinasikan pendekatan ekologis, teknologi digital, dan ekonomi. Ia pun menambahkan jika produk ini berbasis digital dalam bentuk virtual. 

    Jika produk ini berhasil, Indonesia bisa menjadi pionir penghitungan dan perdagangan karbon di dunia. Peter juga menilai jika saat ini, Indonesia masih memiliki cadangan karbon dengan jumlah yang cukup banyak.

    Persediaan karbon ini yang menjadi inspirasi Melchor Group untuk kemudian menciptakan perekonomian hijau di Indonesia melalui perdagangan karbon. Nantinya, produk crypto utility ini akan menggunakan teknologi berbasis blockchain dan artificial intelligence atau yang biasa disebut dengan kecerdasan buatan.

    Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

    Dalam ungkapannya, Peter mengatakan jika ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk melestarikan lingkungan dengan melalui pendekatan ekonomi yang dikombinasikan dengan teknologi digital.

    Karbon sendiri merupakan salah satu gas rumah kaca yang bisa menyebabkan peningkatan pemanasan global. Hal ini akan menyebabkan pelepasan karbon ke udara semakin besar sehingga menyebabkan pemanasan global terus berlangsung. 

    Business Model Donvestment dari Bumoon.io

    Bukan hanya crypto utility yang digadang-gadangkan akan menjadi produk kripto yang bisa membantu pelestarian alam. Bumoon.io juga menciptakan sebuah terobosan baru yaitu business model donvestment.

    Terobosan terbaru ini juga diharapkan dapat berjalan selaras dengan tujuan dari The United Change atau UNFCCC yang menjadi framework negara-negara di dunia dalam upaya meningkatkan kesehatan lingkungan saat ini dengan cara menurunkan emisi karbon.

    Ilustrasi Bumoon.io.

    Ilustrasi Bumoon.io. Foto: Dok. Bumoon.io.

    Chief Marketing Officer Bumoon.io, Happy Murdiantoro, mengatakan jika mereka akan berkomitmen dengan pemerintah untuk menurunkan pemanasan global yang saat ini menjadi suatu permasalahan yang besar bagi masa depan manusia.

    Hal ini selaras dengan perkataan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam upayanya untuk menangani pemanasan global akibat perubahan iklim. Jokowi, menuturkan jika dampak dari perubahan tersebut sudah tampak nyata.

    Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi secara virtual dalam Konferensi Tingkat Tinggi Climate Adaption Summit 2021 pada Januari tahun lalu. Bumoon.io sendiri dikembangkan oleh developer asal Indonesia. 

    Mereka menciptakan sebuah terobosan baru dalam dunia kripto dengan ide yang cukup sederhana, namun tepat sasaran yaitu sesuai dengan pain point global warming yang saat ini menjadi perhatian pemerintah Indonesia.

    Ilustrasi Bumoon.io.

    Ilustrasi Bumoon.io. Foto: Dok. Bumoon.io.

    Baca juga: Mengenal Berbagai Kelebihan Aset Kripto

    Bumoon.io mengembangkan energy as a service dan software as a service menjadi middleware. Kini, telah didirikan sebagai sebuah perusahaan legal yang menjadi mediator dalam perhitungan penghematan energi yang dibangun. Misalnya, panel surya, konversi listrik, daur ulang sampah, hingga carbon trading.

    Bukan hanya itu saja, Bumoon.io juga memiliki produk eco-living token. Token ini merupakan sebuah token kripto, dimana pemiliknya bisa memiliki bisnis secara real dalam bidang energi terbarukan, garbage mining seperti membeli sampah plastik dan lini bisnisnya adalah carbon trading.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Kecanggihan dan Manfaat Blockchain Layer 2

    Dewasa kini sudah banyak industri yang telah menggunakan blockchain sebagai solusi teknis untuk masalah mereka. Beberapa dari solusi ini telah berhasil, sementara yang lain telah menghadapi beberapa keterbatasan asli blockchain.

    Skala adalah masalah besar, dengan blockchain root seperti Ethereum hanya dapat memproses 15-20 transaksi per detik yang sederhana. Ada masalah lain juga, termasuk biaya gas fee yang tinggi dan privasi yang dipertanyakan. 

    Jadi bagaimana menerapkan solusi blockchain untuk skala, privasi, dan efektivitas biaya tanpa mengorbankan desentralisasi? Di situlah teknologi blockchain Layer 2 masuk.

    Ilustrasi blockchain layer 2.

    Ilustrasi blockchain layer 2. Foto: matob.web.id

    Apa itu Teknologi Blockchain Layer 2?

    Teknologi blockchain Layer 2 sering disebut sebagai solusi “off-chain”. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kapasitas transaksi blockchain sambil mempertahankan manfaat desentralisasi dari protokol terdistribusi. Memecahkan masalah skalabilitas akan secara signifikan membantu adopsi arus utama blockchain.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 9 Februari 2022: Pasar Kripto Mulai Bullish?

    Untuk membangun ekosistem blockchain yang baik, kita memerlukan beberapa hal dalam arsitektur untuk menyeimbangkan kebutuhan keamanan, desentralisasi, dan skalabilitas. Sistem teknologi blockchain Layer 2 adalah sistem yang menghubungkan Ethereum, dan mengandalkannya sebagai lapisan dasar keamanan dan finalitas.

    Cara Kerja Teknologi Blockchain Layer 2

    Platform dan protokol lapisan 2 dari blockchain ini memproses data dengan cara yang mengurangi beban yang biasanya ditanggung oleh lapisan dasar (chain root). Dengan memindahkan transaksi dari chain utama ke platform lapisan 2, jaringan blockchain dapat menangani throughput transaksi yang jauh lebih tinggi.

    Jika blockchain layer 1 diibaratkan seperti jalan tol, maka blockchain layer 2 ini sepeti jalan tol layang yang berdiri terpisah, sehingga dapat meningkatkan dan mempercepatkan kendaraan yang berjalan bersamaan.

    blockchain memimpin globalisasi

    Ilustrasi blockchain layer 2.

    Perbedaan Blockchain Layer 1 dan Layer 2

    Jaringan Blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum menghadapi keterbatasan penskalaan yang melekat. Ethereum memproses sekitar 15-20 transaksi/detik dibandingkan dengan Paypal dan Visa dengan masing-masing beberapa ratus transaksi/detik dan beberapa ribu transaksi/detik.

    Mengapa arsitektur blockchain ini tertinggal dalam pemrosesan?

    Ketika transaksi terjadi, harus ada konsensus global di seluruh jaringan yang terdesentralisasi. Semua node di jaringan menyimpan salinan lengkap transaksi untuk memvalidasi transaksi di jaringan. Ini dirancang untuk memecahkan masalah pengeluaran ganda tanpa bergantung pada perantara.

    Jaringan Blockchain dapat berfungsi sebagai lapisan 1 (yaitu lapisan dasar) dari ekosistem web yang terdesentralisasi. Tujuan akhirnya adalah untuk ‘mendesentralisasikan kembali’ infrastruktur, protokol, aplikasi, dan berbagai lapisan web di seluruh dunia.

    Baca juga: Cara Teknologi Blockchain Lawan Informasi Hoaks

    Solusinya berjenjang. Lapisan 1 berfungsi sebagai lapisan keamanan yang menahan transaksi data dengan cara yang tidak dapat diubah, diamankan secara kriptografis tanpa otoritas pusat. Elizabeth Starks dari Lightning Labs mengacu pada blockchain sebagai “lapisan dasar untuk Internet yang terdesentralisasi.”

    Layer 2 memungkinkan kamu untuk secara besar-besaran mengurangi pemrosesan data di blockchain dengan menjalankan komputasi di luar blockchain. Blockchain dasar masih akan menjadi arbiter ketika ada perselisihan.

    Manfaat utama dari blockchain layer 2 adalah meminimalkan jumlah penyimpanan data pada lapisan dasar. Mengambil transaksi dari lapisan dasar, sementara masih terikat padanya, akan membebaskan sumber daya pemrosesan untuk melakukan hal-hal lain sambil tetap mendapatkan manfaat keamanan dan desentralisasi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Teknologi Blockchain Lawan Informasi Hoaks

    Di zaman sekarang ini, ketika seseorang menunjukkan kepada kita berita, video, atau gambar dari suatu peristiwa, bagaimana dapat mempercayai keasliannya? Tampaknya publik kehilangan kepercayaan pada media karena kurangnya referensi fakta yang dapat diandalkan.

    Akses gratis untuk membuat dan berbagi informasi di platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan platform digital lainnya telah memunculkan masalah baru informasi palsu atau hoaks. Dan dengan kemajuan teknologi seperti artificial intelligence (AI), animasi digital, dan rekayasa sosial, batas antara konten palsu dan asli akan semakin kabur.

    Tak seorang pun yang sempat mengecek keaslian pesan atau video yang diteruskan di WhatsApp atau platform media sosial lainnya. Begitulah cara orang jatuh ke dalam perangkap untuk berita palsu. Oleh karena itu, menjadi penting untuk mencapai keaslian informasi, yaitu dari mana asalnya dan siapa yang menciptakannya.

    Ilustrasi blockchain.

    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    Dengan sifat blockchain yang dapat dilacak dan transparan, dimungkinkan untuk memverifikasi keaslian informasi atau sumbernya dan membangun kepercayaan pada berita yang ditampilkan di Internet. Blockchain dalam industri berita memungkinkan konten diproduksi dan didistribusikan melalui internet dengan cara yang tidak dapat diubah dan aman.

    Apa itu Hoaks?

    Informasi yang tidak memiliki fakta dibaliknya, tetapi disajikan secara faktual akurat dan dikonsumsi oleh jutaan orang melalui televisi, radio, situs web atau media sosial didefinisikan sebagai berita palsu.

    Hoaks atau informasi palsu dapat menghancurkan reputasi manusia atau industri mana pun termasuk politik, kesehatan, saham, olahraga, dan keuangan. Berita bohong tidak hanya terbatas pada politik, tetapi juga dapat mempengaruhi bidang lain seperti kesehatan, liburan, dan bisnis.Tidak mudah untuk mengenali sebuah berita palsu, karena ada beberapa jenis konten yang beredar, seperti:

    1. Satire atau Parodi – Ketika cerita palsu diposting di situs hanya untuk hiburan tetapi tidak berpotensi menipu orang.
    2. Koneksi yang salah – Ketika konten berita tidak relevan dengan headline, caption, atau visualnya.
    3. Konteks salah – Ketika konten yang relevan dibagikan dalam konteks yang salah.
    4. Konten palsu – Ketika sumber sebenarnya meniru dengan sumber palsu atau dimanipulasi.
    5. Konten yang dibuat-buat – Saat berita dibuat untuk menghasilkan uang atau mendapatkan publisitas.
    Ilustrasi blockchain.

    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Daftar Film Tentang Bitcoin yang Wajib Kamu Tonton

    Bagaimana Blockchain dapat Kurangi Masalah Hoaks?

    Solusi berbasis blockchain memiliki potensi untuk mengubah cara informasi diproduksi dan disebarluaskan sambil memainkan peran utama untuk mengatasi disinformasi dalam jangka panjang. Mari kita pahami bagaimana teknologi blockchain dapat memerangi berita palsu.

    Teknologi Blockchain dinyatakan sebagai teknologi yang muncul untuk merevolusi cara informasi diproduksi dan disebarluaskan. Karena sifat keterlacakan, transparansi, dan desentralisasi dari blockchain, masalah berita palsu dapat ditangani secara efektif.

    Platform berkemampuan blockchain dapat memberi pembaca online cara yang andal untuk memverifikasi konten dan sumbernya.

    Teknologi Backend:

    1. Komponen Blockchain
    2. Layanan Mikro Diprogram menggunakan Node.js
    3. IPFS (Interplanetary Filesystem), digunakan untuk menyimpan data dalam database terdistribusi.

    Platform berkemampuan blockchain dapat digunakan untuk memverifikasi informasi apa pun mengenai acara berita langsung, gambar viral, dan moderasi konten.

    Ilustrasi blockchain.

    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Bagaimana Cara Menambang Ethereum? Ini Dia 3 Caranya!

    Keuntungan Platform Berita Berbasis Blockchain

    • Transparansi dalam Berita

    Karena blockchain dapat memberikan transparansi, dunia akan dapat menemukan berita itu palsu atau tidak. Keaslian berita akan didasarkan pada kriteria khusus yang ditentukan dalam kontrak pintar, yang menghasilkan kepercayaan dan transparansi di seluruh dunia.

    Aplikasi berkemampuan blockchain dapat melacak keaslian berita dari awal hingga sekarang dan juga di masa depan. Ini akan mencegah pembaca untuk jatuh untuk berita palsu.

    • Pendekatan Desentralisasi

    Dengan pendekatan platform berita terdesentralisasi, masalah berita palsu dapat diselesaikan. Selain itu, tidak adanya sentralisasi untuk menyimpan data memastikan tidak ada satu pun titik kegagalan. SPOF (single point of failure) didefinisikan sebagai bagian dari komputer dan kegagalannya akan menyebabkan seluruh sistem jatuh.

    Konten berita, video, atau gambar yang disimpan di blockchain tidak dapat diubah karena tidak dapat diubah, diubah, atau dihapus.

    Blockchain adalah teknologi tangguh yang dapat memberikan pendekatan halus untuk mengatasi tantangan berita palsu. Karena berita adalah bagian integral dari kehidupan setiap orang, maka kita dapat mencapai keterlacakan dan transparansi dengan menggunakan blockchain sebagai layanan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Teknologi Hyperledger dalam Blockchain

    Hyperledger adalah proyek open source yang dibuat untuk mendukung pengembangan buku besar terdistribusi berbasis blockchain. Hyperledger terdiri dari upaya kolaboratif untuk menciptakan kerangka kerja, standar, alat, dan perpustakaan yang dibutuhkan untuk membangun blockchain dan aplikasi terkait.

    Sejak Hyperledger dibuat oleh Linux Foundation pada tahun 2016, proyek ini telah mendapat kontribusi dari organisasi seperti IBM,Intel, Samsung, Microsoft, Visa, American Express, dan startup berbasis blockchain seperti Blockforce. Secara keseluruhan, kolaborasi tersebut mencakup perbankan, manajemen rantai pasokan, internet of things (IoT), manufaktur dan bidang berbasis produksi.

    Sejarah dan misi Hyperledger

    Linux Foundation mengumumkan pembuatan Proyek Hyperledger pada tahun 2015, satu tahun sebelum peluncurannya. Brian Behlendorf ditunjuk sebagai direktur eksekutif. Behlendorf menyatakan bahwa proyek Hyperledger tidak akan pernah membangun cryptocurrency sendiri.

    Pada tahun 2016, proyek ini juga mulai menerima proposal untuk inkubasi basis kode dan teknologi elemen inti lainnya. Dua dari basis kode kerangka kerja blockchain awal yang diterima adalah Hyperledger Fabric dan libconsensus. Kemudian, buku besar terdistribusi Intel, Sawtooth, diinkubasi.

    Pada tahun 2018, Sawtooth 1.0 siap produksi ditambahkan. Pada tahun 2019, versi dukungan jangka panjang dari Hyperledger Fabric diumumkan.

    manfaat blockchain

    Ilustrasi teknologi blockchain.

    Baca juga: Inilah 3 Brand Termahal di Dunia yang Mengadopsi NFT

    Fungsi Hyperledger

    Hyperledger bertindak sebagai hub untuk kerangka kerja dan perpustakaan buku besar terdistribusi yang berbeda. Dengan ini, bisnis dapat menggunakan salah satu kerangka kerja Hyperledger, misalnya, untuk meningkatkan efisiensi, kinerja, dan transaksi dalam proses bisnis mereka.

    Hyperledger bekerja dengan menyediakan infrastruktur dan standar yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem dan aplikasi blockchain. Pengembang menggunakan Hyperledger Greenhouse (kerangka dan alat yang membentuk hyperledger) untuk mengembangkan proyek blockchain bisnis. Semua peserta jaringan saling mengenal dan dapat berpartisipasi dalam proses pembuatan konsensus.

    Teknologi berbasis hyperledger bekerja menggunakan lapisan ini:

    • Lapisan konsensus, yang membuat kesepakatan tentang pesanan dan mengonfirmasi apakah transaksi dalam satu blok benar.
    • Lapisan smart contract, yang memproses dan mengotorisasi permintaan transaksi
    • Lapisan komunikasi, yang mengelola transportasi pesan peer-to-peer (P2P).
    • Application Programming Interface (API), yang memungkinkan aplikasi lain untuk berkomunikasi dengan blockchain.
    • Layanan manajemen identitas, yang memvalidasi identitas pengguna dan sistem.
    Ilustrasi teknologi blockchain.

    Ilustrasi teknologi blockchain.

    Baca juga: 4 Game Ikan Populer, dan Ada Juga yang Berbasis NFT dari Indonesia, Lho!

    Mengenal Hyperledger Fabric dan Sawtooth

    Dua dari kerangka Hyperledger yang paling terkenal adalah Hyperledger Fabric dan Sawtooth.

    Hyperledger Fabric

    Fabric adalah salah satu proyek paling populer di Hyperledger. Hyperledger Fabric adalah infrastruktur blockchain yang diizinkan yang digunakan untuk membangun produk, perangkat lunak, dan aplikasi berbasis blockchain. Hyperledger Fabric dibuat bekerja sama dengan IBM dan Digital Asset. Hyperledger Fabric menyediakan arsitektur modular yang mendefinisikan peran antara node, pelaksanaan smart contract dan layanan konsensus yang dapat dikonfigurasi. 

    Fitur Fabric termasuk penggunaan smart contract, serta protokol konsensus Hyperledger Fabric yang dapat diaplikasikan. Fabric juga mendukung berbagai bahasa pemrograman melalui pemasangan modul. Hyperledger Fabric digunakan dengan proyek integrasi yang membutuhkan buku besar terdistribusi.

    Hyperledger Sawtooth

    Sawtooth adalah platform blockchain modular yang diizinkan dan disumbangkan oleh Intel. Organisasi menggunakan Sawtooth untuk menyebarkan, menjalankan, dan membangun big book yang didistribusikan. Hal ini dapat membantu bisnis yang mengalami kesulitan bekerja dengan teknologi blockchain. 

    Fitur Sawtooth meliputi: Dynamic Consensus, Transaction Famillies. Proof of Elapsed Time (sejenis algoritma konsensus), Parallel Transaction Execution (yang memungkinkan pembuatan rantai inpidual) dan Private Transaction (Transaksi Pribadi). Hyperledger jenis ini juga mendukung Smart Contract Ethereum. Software Development Kit (SDK) untuk Python, Go, JavaScript, Rust, Java, dan C++ juga tersedia. Sawtooth dimaksudkan untuk bisnis yang membutuhkan platform blockchain yang diizinkan dan modular.

    Ilustrasi server blockchain.

    Ilustrasi server blockchain.

    Baca juga: Ekosistem Teknologi Blockchain Bisa Atasi Perubahan Iklim

    Alat dan Proyek Hyperledger Lainnya

    Hyperledger Fabric dan Sawtooth bukan hanya dua proyek yang dimiliki Hyperledger. Hyperledger menawarkan beberapa proyek dan alat yang saat ini aktif atau dalam inkubasi, yang berarti mereka memerlukan kriteria keluar tertentu sebelum dinyatakan aktif dan siap produksi. Beberapa proyek tersebut antara lain:

    Hyperledger Iroha 

    Kerangka kerja blockchain yang digunakan untuk berintegrasi dengan jaringan yang ada. Iroha memiliki desain modular, akses berbasis kontrol, akses ke banyak perpustakaan, serta manajemen aset dan identitas. Ini digunakan di bidang-bidang seperti layanan keuangan, perawatan kesehatan dan pendidikan.

    Hyperledger Indy 

    Kerangka kerja yang dibuat untuk identitas yang terdesentralisasi. Muncul dengan komponen, set alat dan perpustakaan. Ini juga mencakup kedaulatan diri, yang secara aman menyimpan semua dokumentasi berbasis identitas.

    Hyperledger Besu 

    Basis kode Ethereum open source yang dapat berjalan pada platform yang diizinkan secara pribadi atau jaringan publik Ethereum. Ini fitur Ethereum Virtual Machine (EVM), algoritma konsensus, API yang dihadapi pengguna dan pemantauan.

    Ilustrasi blockchain.

    Ilustrasi blockchain.

    Hyperledger Caliper 

    Alat benchmark blockchain. Caliper digunakan untuk mengevaluasi kinerja implementasi blockchain. Namun, itu tidak datang dengan standar yang telah ditentukan karena implementasi blockchain semuanya mungkin memerlukan set standar yang berbeda.

    Hyperledger Explorer

    Alat utilitas dasbor yang memungkinkan pengguna untuk memantau, mencari, dan memelihara blockchain dan data yang terkait. Dengannya, masyarakat ataupun organisasi dapat memeriksa node, blok, transaksi, dan smart contract. Ini juga memungkinkan pengguna untuk membuat perubahan kode.

    Cello Hyperledger

    Toolkit blockchain sebagai layanan yang digunakan untuk membuat, menghentikan, dan mengelola layanan blockchain.

    Hyperledger Burrow

    Node blockchain kontrak pintar Ethereum yang diizinkan. Ini menangani transaksi dan eksekusi kode kontrak pintar pada EVM.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ekosistem Teknologi Blockchain Bisa Atasi Perubahan Iklim

    Apakah kamu tahu jika teknologi blockchain memiliki potensi yang besar dan telah lama menarik perhatian global. Baru-baru ini, dapat kita amati jika beberapa tahun terakhir ada beberapa industri yang mulai mengadopsi teknologi ini.

    Industri tersebut mulai dari otomotif, pertanian, perbankan, keuangan, asuransi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi sektor lainnya. Banyak negara juga memiliki optimisme yang tinggi mengenai teknologi yang mendasari cryptocurrency ini. 

    Tujuan akhir dari adanya teknologi ini ialah untuk memungkinkan informasi digital dapat direkam dan didistribusikan tanpa bisa diedit. Selain itu, para ahli juga percaya jika teknologi blockchain mampu mengatasi perubahan iklim.

    Bisakah Blockchain Melawan Iklim?

    Saat ini, krisis iklim sedang begitu hangat diperbincangkan. Hal ini karena lebih banyak diskusi mengenai bagaimana menghentikan atau mengurangi masalah yang saat ini sedang berlangsung.

    Namun, saat ini diskusi tersebut sudah mulai berubah menjadi produk teknologi baru yang muncul dengan perannya masing-masing. Terutama dalam beberapa tahun belakangan ini, Konvensi Kerangka Kerja PBB (UNFCCC) mengenai Perubahan Iklim mulai menyoroti betapa pentingnya teknologi blockchain dalam mengatasinya.

    manfaat blockchain

    Ilustrasi teknologi blockchain.

    Baca juga: Jadikan Hari Valentine Lebih Seru dengan Hadiah NFT Ini!

    Organisasi tersebut mempercayai bahwa teknologi blockchain dapat membantu mengatasi perubahan iklim secara global. Menurut secretariat UNFCCC, efektivitas biaya, transparansi, dan keuntungan efisiensi akan mengarah pada integrasi pemangku kepentingan dalam skala yang lebih besar.

    Selain itu, adanya peningkatan penciptaan barang publik global saat ini akan dilihat sebagai suatu potensi manfaat utama. Hal ini juga tetap menjadi beberapa kasus penggunaan yang tidak terlewat dari rincian sekretariat UNFCCC.

    Teknologi besar yang telah terdesentralisasi memiliki potensi yang tinggi dalam membantu mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) dengan menyusun pendekatan konvensional. Hal ini akan membantu menopang pembangunan dengan memanfaatkan potensial dari teknologi tersebut.

    Khususnya, pada tahun lalu kita telah melihat sendiri bagaimana beberapa negara telah berpindah haluan ke teknologi terbaru dalam melawan krisis iklim. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi plastik dengan tujuan akhirnya adalah mengurangi emisi karbon.

    Sejak awal tahun ini, dapat kita amati jika penambangan Bitcoin menjadi sebuah aktivitas yang banyak diminati masyarakat. Baik itu dalam maupun luar cryosphere, yang saat ini menjadi topik pembahasan.

    Pada dasarnya memang faktor tersebut telah memaksa beberapa media global utama untuk berbicara mengenai daya yang dikonsumsi BTC begitu tinggi, disertai dengan emisi karbon. 

    Ilustrasi penambang kripto

    Ilustrasi penambang kripto.

    Baca juga: ChainFlowers, Seni Merangkai Bunga Secara Digital

    Saat ini para ahli di cryosphere sedang mendiskusikan pro dan kontra mengenai mining Bitcoin ini. Para ahli juga telah membandingkan emisi karbon dengan produksi dengan limbah dari energi global.

    Dari perbandingan tersebut ditemukan, jika konsumsi energi mining Bitcoin tidak begitu berdampak pada perubahan iklim. Perlu digaris bawahi bahwa pemrosesan logam seperti emas, perak, dan baya akan lebih menghabiskan banyak uang, sumber daya, dan energi.

    Smart Contract Bisa Jadi Cara Lawan Perubahan Iklim

    Menurut petugas pemasaran di Chainlink Labs, Adelyn mengatakan di balik banyaknya individu yang sukarela mengubah kebiasaan mereka untuk melawan perubahan iklim, perubahan konsumsi global memang dibutuhkan.

    Meskipun pergeseran seperti itu pada dasarnya dibutuhkan untuk mendorong perubahan perilaku berikutnya. Khususnya, pada smart contract yang dijalankan dengan otomatis melalui kombinasi blockchain dan jaringan oracle, dan memiliki potensi untuk mengoptimasi sistem intensif.

    Perlu Anda ketahui jika kampanye dunia hijau dari Universitas Cornell bekerja untuk memperkenalkan smart contract yang saat ini menggunakan satelit. Meskipun begitu, pada akhirnya sistem meregenerasi bidang tanah dengan meningkatkan kualitas pohon, memperbaiki kualitas tanah, dan menerapkan praktik restoratif pertanian lainnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Kerja DeFi yang Jadi Revolusi Layanan Keuangan Dunia

    DeFi merupakan singkatan dari decentralized finance yang artinya keuangan terdesentralisasi. Layanan keuangan ini tentu berbeda dengan keuangan konvensional layaknya seperti bank, karena tidak ada yang memimpin dan mengatur layanan DeFi.

    DeFi bekerja dengan bantuan smart contract berupa seperangkat aturan yang sudah terprogram dengan baik. Tugas dari smart contract ini ialah untuk menerima dan membayar uang serta menyesuaikan perubahan pasar.

    Apa itu DeFi?

    Decentralized finance merupakan sebuah platform berbasis blockchain yang bertugas untuk melakukan transaksi keuangan tanpa perantara dengan menggunakan sistem smart contract atau kontrak pintar.

    Platform DeFi akan memutus perantara dan memberikan ruang kontrol yang lebih leluasa bagi pengguna dengan fleksibilitas yang tinggi, kecepatan transaksi lebih baik, dan fee yang lebih kecil.

    Baca Juga: DeFi dan NFT Masih akan Moncer di Tahun 2022, Apa Saja Proyek yang Bagus?

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Cara Kerja DeFi

    Cara kerja dari decentralized finance yaitu mengumpulkan informasi dari blockchain terlebih dahulu. Selanjutnya, DeFi melakukan tindakan berdasarkan informasi yang didapatkan tersebut dengan menggunakan sistem yang sesuai dengan smart contract.

    Blockchain merupakan sebuah database yang bisa memungkinkan pengguna untuk melihat, mengakses, hingga memverifikasi informasi yang diunggah. Blockchain akan membagikan data pada beberapa komputer yang disebut dengan node

    Dengan adanya pengaturan node ini, data di blockchain tidak akan bisa diubah sembarangan. Sehingga, ketika pengguna telah memasukan ke blockchain data tersebut akan bersifat permanen karena tidak dapat diubah oleh siapapun. 

    Blockchain akan merekam informasi berupa data logistik dan berbagai macam informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Selain itu, data yang sudah ada di blockchain lebih mudah untuk diakses oleh pengguna yang membutuhkannya.

    Proses transaksi ini tidak lepas dari campur tangan smart contract, sebuah bahasa pemrograman pada komputer yang akan menjalankan fungsinya tergantung pada kondisi ekonomi tertentu. Apakah kondisi ekonomi tersebut sudah terpenuhi atau tidak. Itulah sebabnya, smart contract juga dijuluki sebagai mesin penjual otomatis.

    Manfaat DeFi

    Decentralized finance ini memiliki banyak manfaat. Ketika menggunakan DeFi, kamu tidak akan lagi membutuhkan broker hingga riwayat kredit. Platform ini akan tersedia di blockchain untuk umum sehingga bisa diakses oleh siapapun tanpa penjagaan seperti layaknya bank konvensional.

    Ditegaskan oleh ketersediaan universal bahwa aplikasi DeFi ini dapat memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Adapun manfaatnya yaitu berupa fasilitas layanan keuangan yang terbuka untuk semua orang tanpa harus mengakses layanan perbankan.

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Baca Juga: 5 Proyek DeFi Potensial 2022

    Berdasarkan hasil studi World Bank’s Global Partnership soal inklusi keuangan Tahun 2021, saat ini sudah tercatat lebih dari 1,7 miliar orang di negara berkembang tidak dapat melakukan akses layanan bank. 

    Hal tersebut dikarenakan layanan dari bank konvensional relatif lambat. Bagaimana tidak? Untuk bisa memproses sebuah transaksi, bank konvensional membutuhkan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu. Di sinilah peran DeFi hadir, yang akan menyelesaikan semua transaksi dalam hitungan menit saja. 

    Ketika kamu menyimpan uang di bank konvensional atau broker, dana tersebut akan disimpan dalam sebuah rekening. Nantinya, dana tersebut akan digunakan oleh mereka untuk jaminan, atau meminjamkannya kepada orang lain kemudian mendapat keuntungan dari bunga yang ditetapkan.

    Berbeda halnya ketika menggunakan DeFi sebagai layanan keuangan, semua dana akan kamu pegang dan kontrol sendiri. Hal ini juga berlaku pada saat kamu berinvestasi, biasanya nasabah akan dipaksa untuk mempercayai manajer investasi dan manajer keuangan.

    Sedangkan ketika menggunakan DeFi, kamu yang akan memutuskan sendiri bagaimana pengelolaan investasi tersebut. Dengan begitu, peran DeFi ini sangat penting dalam setiap proses transaksi keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dapatkah Cardano Bersaing Dengan Ethereum di Bidang Smart Contract?

    Telah banyak korban yang kehilangan banyak waktu dan dana hanya untuk sebuah perantara, sebelum akhirnya mereka mencapai kesepakatan. Untuk mengatasai fenomena tersebut maka hadirlah smart contract agar perantara hilang dan sistem bisa bekerja lebih transparan.

    Dari sekian banyaknya smart contract yang ada di sistem blockchain, ada dua aset kripto yang selalu bersaing menjadi yang terbaik yaitu Cardano dan Ethereum. Meskipun kedatangannya lebih dulu Ethereum, Cardano ternyata adalah saingan berat Ethereum. Bahkan sampai mendapat julukan “Ethereum Killer”.

    Anda pasti bertanya-tanya, jika mereka bersaing manakah yang akan lebih unggul? Cardano atau Ethereum? Untuk bisa mengetahui jawabannya, berikut kami akan uraikan penjelasan mengenai Cardano dan Ethereum.

    Mengenal Apa itu Cardano 

     

    Cardano

    Ilustrasi Cardano pesaing Ethereum dalam smart contract.

    Cardano merupakan platform blockchain yang sudah ada sejak tahun 2017. Platform ini menciptakan native token yang disebut dengan ADA. Platform ini hadir berkat Charles Hoskinson, yang sekaligus merupakan co-founder dari Ethereum. 

    Hal penting dari setiap platform blockchain ialah algoritma yang digunakan platform tersebut dalam membuat blok dan memvalidasi proses transaksi. Sistem Cardano berjalan dengan menggunakan protokol konsensus Proof-of-Stake Ouroboros

    Baca Juga: Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Cardano Coin!

    Cardano sendiri dibuat dengan tujuan untuk bisa menjadi platform pengembangan aplikasi terdesentralisasi pada multi-asset ledger dan smart contract Cardano dapat terverifikasi. 

    Sebagai informasi, Cardano merupakan blockchain pertama yang menggunakan sistem peer-reviewed, yakni produk yang dirilis merupakan hasil ulasan dari para tim ahli yang ada di organisasi Cardano.

    Mengenal Ethereum

    Ilustrasi Ethereum pesaing Cardano untuk smart contract.

    Ilustrasi Ethereum pesaing Cardano untuk smart contract.

    Ethereum atau ETH merupakan salah satu platform blockchain yang telah ada sejak tahun 2015. Adapun Founder dari platform ini yaitu Vitalik Buterin. Ethereum memiliki bahasa pemrograman sendiri yaitu Solidity.

    Ethereum mampu mengolah transaksi dengan waktu yang lebih singkat dari pada Bitcoin. Bagaimana tidak, platform ini mampu mengelola hingga 30 tps sedangkan Bitcoin hanya mampu 7 tps saja.

    Ethereum dapat dijadikan sebagai aset, namun tujuan utama diciptakannya Ethereum yaitu agar bisa menjadi platform aplikasi yang telah terdesentralisasi. Ethereum juga merupakan decentralized ledger yang memiliki fungsi untuk memverifikasi dan mencatat setiap proses transaksi.

    Selain itu, Ethereum bisa digunakan sebagai metode pembayaran dan sebagai media smart contract. Smart contract merupakan fitur utama dari Ethereum. Dengan Ethereum, user dapat membuat smart contract dengan lebih efesien.

    Baca Juga: Inilah Alasan, Mengapa Ethereum (ETH) akan Melonjak pada Bulan Juli?

    Cardano vs Ethereum

    Setelah mengenal secara singkat Cardano dan Ethereum, mungkin Anda merasa penasaran jika keduanya bersaing akan lebih unggul yang mana. Berbicara mengenai perbandingan Cardano dengan Ethereum, ternyata Cardano tidak jarang dijadikan sebagai pengganti alternative Ethereum.

    Hal tersebut terjadi karena platform ini bisa digunakan pada aplikasi yang serupa, seperti smart contract. Selain itu, kedua platform ini juga memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membangun sistem yang terdesentralisasi.

    Di balik itu semua, Cardano dan Ethereum memiliki konsensus blockchain yang berbeda. Jika Cardano menggunakan konsensus Proof-of-Stake, sedangkan Ethereum menggunakan konsensus Proof-of-Work.

    smart contract

    Ilustrasi smart contract.

    Kemampuan Proof-of-Work pada Ethereum sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Agar blockchain Ethereum tetap berjalan, jaringan miners akan melakukan penghitungan yang kompleks.

    Sedangkan pada konsensus Proof-of-Stake yang dimiliki Cardano, tidak lagi membutuhkan miner untuk penghitungan karena Cardano memiliki validator. Dengan adanya validator, proses validasi tidak akan memakan banyak energi sehingga sumber daya menjadi lebih hemat.

    Ouroboros atau Proof-of Stake hanya memerlukan bebeapa pemegang token ADA agar bisa memvalidasi transaksi dan menjaga koneksi jaringan dengan baik. Itu artinya, transaksi dapat berjalan dengan murah dan cepat. Dengan demikian, Cardano dianggap lebih unggul.



    Sumber : news.tokocrypto.com