Tag: blockchain

  • GSR Akuisisi Autonomous dan Architech, Perkuat Treasury

    Perusahaan trading kripto global GSR resmi mengakuisisi dua firma, yaitu Autonomous dan Architech, dengan total nilai transaksi mencapai US$57 juta.

    Langkah ini dilakukan untuk memperluas layanan advisory token, capital markets, serta manajemen treasury bagi proyek kripto.

    Akuisisi ini menandai fase baru dalam evolusi industri, di mana layanan profesional dan terintegrasi semakin dibutuhkan untuk mendukung peluncuran dan pengelolaan token secara berkelanjutan.

    Baca Juga: Mastercard Akuisisi BVNK $1,8 Miliar, Perluas Akses Stablecoin Global

    Bangun Platform Terintegrasi End-to-End

    Melalui struktur baru ini, Coindesk melaporkan bahwa GSR berupaya menggabungkan berbagai layanan penting ke dalam satu platform terpadu.

    Beberapa layanan utama yang akan diintegrasikan meliputi desain tokenomics; fundraising dan capital markets; akses likuiditas dan market making; manajemen treasury; serta strategi distribusi token.

    Tujuan utamanya adalah mengurangi ketergantungan proyek kripto terhadap banyak penyedia jasa yang sering kali memiliki insentif berbeda dan tidak selaras.

    Dengan pendekatan ini, proyek dapat mengelola seluruh siklus hidup token dalam satu ekosistem yang lebih efisien dan terkoordinasi.

    Fragmentasi Layanan

    Selama ini, banyak proyek kripto harus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meluncurkan token, seperti konsultan tokenomics, market maker, bursa kripto, penyedia likuiditas, atau manajer treasury.

    Masalahnya, masing-masing pihak memiliki kepentingan sendiri, yang terkadang saling bertabrakan.

    Hal ini dapat menciptakan risiko seperti distribusi token yang tidak optimal, tekanan jual berlebihan setelah listing, dan pengelolaan dana yang kurang efisien.

    Dengan mengintegrasikan layanan ini, GSR mencoba mengatasi salah satu kelemahan struktural dalam industri kripto.

    Adopsi Infrastruktur Semakin Matang

    Langkah GSR ini mencerminkan pergeseran besar dalam industri kripto, mulai dari fase eksperimental menuju fase yang lebih matang dan profesional.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa akuisisi ini merupakan sinyal kuat adopsi, bukan sekadar perkembangan bisnis biasa.

    “Pesannya simpel: pasar makin dewasa, dan proyek kripto sekarang butuh bankir bayangan serta operator treasury yang proper, bukan cuma tokenomics cantik dan market maker dadakan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa kebutuhan industri kini telah berubah, dari sekadar inovasi menjadi eksekusi yang terstruktur dan berkelanjutan.

    Peran Baru: “Bankir Bayangan” Kripto

    Dengan layanan terintegrasi seperti ini, perusahaan seperti GSR mulai berperan layaknya “bank investasi” dalam dunia kripto.

    Mereka tidak hanya membantu peluncuran token, tetapi juga mengelola likuiditas pasar, mengatur distribusi token, mengoptimalkan penggunaan dana proyek, dan memberikan strategi jangka panjang.

    Peran ini semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas pasar kripto dan masuknya investor institusional.

    Dampak bagi Proyek Kripto

    Bagi proyek kripto, kehadiran platform seperti ini dapat memberikan sejumlah keuntungan:

    1. Efisiensi Operasional

    Mengurangi kebutuhan koordinasi dengan banyak pihak.

    2. Strategi yang Lebih Terarah

    Seluruh aspek peluncuran dan pengelolaan token dapat dirancang secara holistik.

    3. Pengelolaan Risiko Lebih Baik

    Menghindari konflik kepentingan antar penyedia layanan.

    Namun, di sisi lain, proyek juga perlu memastikan transparansi dan akuntabilitas dari penyedia layanan terintegrasi.

    Tren Industri: Menuju Profesionalisasi

    Akuisisi ini merupakan bagian dari tren yang lebih besar, yaitu profesionalisasi industri kripto. Beberapa indikator tren ini antara lain masuknya pemain institusional, meningkatnya kebutuhan kepatuhan dan transparansi, serta fokus pada keberlanjutan proyek.

    Dalam konteks ini, layanan advisory dan treasury menjadi komponen penting dalam ekosistem.

    Baca Juga: Pumpfun Akuisisi Vyper, Potensi Harga PUMP Capai $0,00300

    Akuisisi Autonomous dan Architech oleh GSR senilai US$57 juta menjadi bukti bahwa industri kripto semakin berkembang menuju struktur yang lebih matang dan profesional.

    Dengan membangun platform terintegrasi untuk advisory token dan manajemen treasury, GSR mencoba menjawab kebutuhan baru pasar yang semakin kompleks.

    Ke depan, proyek kripto tidak lagi cukup mengandalkan ide dan hype semata.

    Eksekusi yang solid, pengelolaan dana yang baik, dan strategi pasar yang terintegrasi akan menjadi faktor penentu utama keberhasilan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MEXC Luncurkan Prediction Market Peristiwa Dunia

    Bursa kripto global MEXC resmi meluncurkan platform prediction market, sebuah fitur baru yang memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak berbasis hasil dari peristiwa dunia nyata.

    Melalui produk ini, pengguna dapat berspekulasi terhadap berbagai outcome, mulai dari geopolitik, peristiwa makroekonomi, hingga milestone dalam industri kripto.

    Langkah ini menandai ekspansi besar dalam use case exchange, dari sekadar perdagangan aset menjadi perdagangan berbasis probabilitas.

    Baca Juga: Token $0.12 Ini Melonjak 212%! Prediction Market Mulai Berguncang

    Mengubah Berita Menjadi Aset yang Bisa Diperdagangkan

    Prediction market pada dasarnya mengubah informasi dan peristiwa global menjadi instrumen finansial.

    Dalam platform MEXC, pengguna dapat mengambil posisi berdasarkan kemungkinan suatu kejadian terjadi atau tidak.

    Beberapa contoh use case yang ditawarkan antara lain hasil pemilu atau keputusan politik, kebijakan suku bunga global, peristiwa besar di industri kripto, hingga pencapaian milestone proyek blockchain.

    Dengan kata lain, berita yang sebelumnya hanya menjadi konsumsi informasi kini dapat diubah menjadi peluang trading.

    Fitur Unggulan: Tanpa Biaya dan Eksekusi Cepat

    Untuk menarik pengguna, Cryptobriefing mengabarkan MEXC menawarkan sejumlah fitur kompetitif dalam platform ini, termasuk:

    • Zero trading fees (tanpa biaya transaksi)
    • Eksekusi dalam hitungan milidetik
    • Integrasi langsung dalam satu akun exchange

    Pendekatan ini membuat prediction market lebih mudah diakses oleh trader ritel, tanpa perlu menggunakan platform terpisah.

    Tren Prediction Market Semakin Kuat

    Peluncuran ini tidak terjadi dalam ruang kosong. Dalam beberapa waktu terakhir, prediction market mulai mendapatkan perhatian besar di industri kripto dan fintech.

    Konsep ini dianggap sebagai salah satu frontier baru karena menggabungkan informasi dan trading; menawarkan peluang diversifikasi di luar aset tradisional; serta menciptakan pasar berbasis sentimen dan probabilitas

    Beberapa platform besar bahkan mulai mengintegrasikan fitur serupa, menandakan bahwa prediction market berpotensi menjadi bagian penting dari ekosistem keuangan digital.

    Bukan Sekadar Inovasi

    Tim riset dari Tokocrypto menilai langkah MEXC sebagai bentuk adopsi nyata, bukan sekadar eksperimen produk.

    “Ini jelas ekspansi produk nyata dan perluasan use case exchange dari spot/derivatif ke event-based trading. Kalau traction prediction market terus naik, MEXC sedang memposisikan diri di jalur yang sama dengan pemain besar lain yang melihat “outcomes” sebagai frontier baru monetisasi trading, bukan cuma aset semata,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini seakan menegaskan bahwa exchange kini mulai mencari sumber pertumbuhan baru di luar perdagangan kripto tradisional.

    Dampak bagi Industri Exchange

    Langkah MEXC berpotensi memicu perubahan besar dalam cara exchange beroperasi. Jika prediction market berhasil menarik pengguna, maka:

    1. Diversifikasi Produk

    Exchange tidak lagi bergantung pada spot dan derivatif sebagai sumber utama volume.

    2. Peningkatan Engagement

    Trader memiliki lebih banyak alasan untuk tetap aktif di platform.

    3. Monetisasi Baru

    Outcome-based trading membuka peluang model bisnis baru.

    Tantangan dan Risiko

    Meski menjanjikan, prediction market juga menghadapi sejumlah tantangan:

    • Regulasi: Beberapa negara menganggapnya sebagai bentuk perjudian
    • Validitas data: Keakuratan outcome menjadi krusial
    • Manipulasi pasar: Risiko spekulasi ekstrem

    Selain itu, keberhasilan produk ini sangat bergantung pada likuiditas dan partisipasi pengguna.

    Dari Aset ke Outcome

    Jika tren ini terus berkembang, dunia trading bisa mengalami pergeseran besar, dari fokus pada aset menjadi fokus pada outcome.

    Dalam skenario ini, trader tidak hanya bertaruh pada harga Bitcoin atau Ethereum, tetapi juga pada keputusan bank sentral, peristiwa global, dan perkembangan teknologi.

    Ini membuka dimensi baru dalam dunia keuangan digital yang lebih luas dan kompleks.

    Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Trading Kripto?

    Peluncuran prediction market oleh MEXC menjadi langkah strategis dalam memperluas ekosistem trading kripto.

    Dengan mengubah peristiwa dunia nyata menjadi instrumen finansial, exchange ini mencoba menangkap peluang baru di tengah persaingan yang semakin ketat.

    Jika adopsi terus meningkat, prediction market berpotensi menjadi salah satu pilar utama dalam evolusi industri kripto—mengubah cara kita melihat trading, dari sekadar aset menjadi prediksi masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank AS Gandeng Matter Labs untuk Deposito Tokenized

    Langkah besar menuju integrasi blockchain dalam sistem perbankan tradisional kembali terjadi. Cari Network memilih infrastruktur Prividium dari Matter Labs untuk membangun jaringan deposito tokenized bagi bank regional dan menengah di Amerika Serikat.

    Inisiatif ini menjadi salah satu contoh paling nyata bagaimana institusi keuangan mulai mengadopsi teknologi blockchain untuk meningkatkan efisiensi operasional tanpa mengorbankan kepatuhan regulasi.

    Baca Juga: Kapitalisasi Tokenized US Treasurys Naik Lebih dari $1 Miliar, Ada Apa?

    Deposito Tokenized: Evolusi dari Stablecoin?

    Platform yang dikembangkan oleh Cari Network dirancang agar bank dapat menerbitkan dan mentransfer deposito dalam bentuk token secara real-time, bahkan selama 24 jam nonstop.

    Berbeda dengan stablecoin yang biasanya diterbitkan oleh entitas non-bank, deposito tokenized ini tetap tercatat sebagai liabilitas di neraca bank.

    Artinya, dana nasabah tetap berada dalam sistem perbankan tradisional, bukan berpindah ke luar sistem.

    Menurut laporan Cointelegraph, fitur utama dari sistem ini meliputi transfer dana instan 24/7, penyimpanan dana tetap di bank, dan lingkungan permissioned (tertutup dan terkontrol).

    Pendekatan ini memungkinkan bank mendapatkan manfaat efisiensi blockchain tanpa kehilangan kontrol atas dana nasabah.

    Lima Bank AS Sudah Terlibat

    Sebagai tahap awal, lima bank di Amerika Serikat telah bergabung dalam proses desain dan pengujian sistem ini.

    Keterlibatan langsung institusi keuangan menunjukkan bahwa teknologi ini bukan sekadar konsep, melainkan sudah memasuki fase implementasi.

    Partisipasi bank regional dan mid-sized juga menjadi sinyal penting, karena kelompok ini sering kali lebih fleksibel dalam mengadopsi inovasi dibandingkan bank besar.

    Strategi Bank: Lawan Dominasi Stablecoin

    Munculnya proyek ini tidak lepas dari meningkatnya tekanan terhadap sektor perbankan akibat popularitas stablecoin.

    Aset digital seperti USDT dan USDC memungkinkan transfer nilai secara cepat tanpa melalui sistem perbankan tradisional.

    Dengan membangun jaringan deposito tokenized sendiri, bank berupaya mempertahankan relevansi mereka dalam era digital.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai langkah ini sebagai bentuk adopsi nyata, bukan sekadar wacana regulasi.

    “Yang sedang terjadi di sini bukan debat aturan di atas kertas, tapi bank-bank mulai membangun rel onchain sendiri supaya tidak dikudeta issuer stablecoin dari luar sistem perbankan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa bank kini tidak hanya bereaksi terhadap perubahan, tetapi mulai membangun solusi mereka sendiri.

    Peran Prividium dan Matter Labs

    Teknologi Prividium dari Matter Labs menjadi fondasi utama dalam proyek ini.

    Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung sistem blockchain yang aman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan institusi keuangan.

    Dengan pendekatan permissioned, hanya pihak tertentu yang dapat mengakses dan berpartisipasi dalam jaringan, sehingga lebih sesuai dengan standar kepatuhan perbankan.

    Dampak untuk Industri Keuangan

    Jika berhasil diimplementasikan secara luas, jaringan deposito tokenized ini berpotensi mengubah cara bank beroperasi. Beberapa dampak yang mungkin terjadi:

    1. Efisiensi Transaksi

    Transfer antar bank dapat dilakukan secara instan tanpa bergantung pada sistem lama seperti SWIFT.

    2. Kompetisi dengan Stablecoin

    Bank dapat menawarkan layanan serupa stablecoin, tetapi dengan dukungan regulasi dan kepercayaan institusi.

    3. Transformasi Infrastruktur

    Sistem pembayaran tradisional dapat beralih ke model berbasis blockchain secara bertahap.

    Tantangan yang Masih Ada

    Meski menjanjikan, proyek ini juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti integrasi dengan sistem legacy perbankan, standarisasi antar bank, hingga adopsi oleh nasabah.

    Selain itu, keberhasilan proyek ini juga bergantung pada seberapa cepat bank dapat mengedukasi pasar tentang manfaat deposito tokenized.

    Baca Juga: Mana yang Lebih Aman? Investasi Kripto atau Deposito?

    Kolaborasi antara Cari Network dan Matter Labs menjadi bukti bahwa adopsi blockchain oleh institusi keuangan semakin nyata.

    Dengan membangun jaringan deposito tokenized, bank berusaha tetap relevan di tengah disrupsi yang dibawa oleh stablecoin.

    Langkah ini menunjukkan bahwa masa depan keuangan kemungkinan besar akan menjadi hibrida—menggabungkan kekuatan sistem tradisional dengan efisiensi teknologi blockchain.

    Jika tren ini terus berlanjut, batas antara bank dan teknologi kripto akan semakin tipis, membuka era baru dalam sistem keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ironlight Raih $21 Juta, Institusi Masuk Aset Tokenisasi

    Perkembangan signifikan kembali terjadi di sektor sekuritas tokenized setelah Ironlight Group berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar $21 juta dalam putaran Series A.

    Sebagaimana dikutip dari Cryptobriefing, dana ini akan digunakan untuk memperluas platform Ironlight Markets, sebuah alternative trading system (ATS) yang beroperasi di bawah kerangka regulasi Amerika Serikat.

    Platform ini dirancang untuk mendukung penerbitan, distribusi, dan perdagangan sekuritas tokenized: mulai dari private equity hingga real estate, dalam lingkungan yang sesuai dengan regulasi.

    Baca Juga: Regulator AS Tegaskan Kesetaraaan Sekuritas Tokenisasi

    Fokus pada Infrastruktur Sekuritas Tokenized

    Ironlight Markets beroperasi di bawah pengawasan U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) melalui Regulation ATS, serta diawasi oleh Financial Industry Regulatory Authority.

    Dengan status ini, platform Ironlight dapat menjadi jembatan antara teknologi blockchain dan sistem keuangan tradisional.

    Pendanaan baru ini akan difokuskan untuk memperkuat infrastruktur yang mendukung berbagai jenis aset, seperti private equity, fixed income, structured products, private credit, dan real estate.

    Langkah ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets / RWA), yang dianggap sebagai salah satu narasi besar dalam industri kripto saat ini.

    Tokenisasi: Dari Konsep ke Implementasi

    Selama beberapa tahun terakhir, tokenisasi sering dianggap sebagai konsep futuristik. Namun kini, tren tersebut mulai bergerak ke arah implementasi nyata.

    Dengan tokenisasi, aset tradisional dapat diubah menjadi token digital di blockchain, yang memungkinkan likuiditas lebih tinggi, akses investor yang lebih luas, dan proses transaksi yang lebih efisien.

    Ironlight berupaya memanfaatkan momentum ini dengan membangun infrastruktur yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memenuhi standar regulasi yang ketat.

    Adopsi Institusi Mulai Terlihat Nyata

    Masuknya dana sebesar $21 juta menjadi indikasi kuat bahwa investor mulai melihat potensi besar dalam sektor sekuritas tokenized.

    Lebih dari sekadar eksperimen teknologi, tokenisasi kini mulai dilihat sebagai solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi pasar keuangan tradisional.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa perkembangan ini merupakan sinyal jelas adopsi, bukan sekadar isu regulasi.

    “Fokus utamanya adalah ekspansi infrastruktur dan kesiapan institusi mengadopsi sekuritas tokenized dalam skala lebih besar. Pesannya jelas: bottleneck sektor ini bukan lagi ide tokenisasi, tapi siapa yang bisa membangun rel teregulasi yang cukup aman buat dilalui uang institusional sungguhan,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menyoroti bahwa tantangan utama kini bukan lagi pada teknologi, melainkan pada kesiapan infrastruktur dan kepatuhan regulasi.

    Kompetisi Infrastruktur Semakin Ketat

    Dengan semakin banyaknya pemain yang masuk ke sektor tokenisasi, persaingan dalam membangun infrastruktur menjadi semakin intens.

    Platform seperti Ironlight harus mampu menjamin keamanan dan kepatuhan regulasi, menarik institusi ke dalam ekosistem, dan menyediakan likuiditas yang cukup.

    Dalam konteks ini, regulasi justru menjadi keunggulan kompetitif, bukan hambatan.

    Potensi Dampak Jangka Panjang

    Jika tren ini terus berlanjut, sekuritas tokenized berpotensi mengubah cara pasar keuangan global beroperasi.

    Beberapa dampak jangka panjang yang mungkin terjadi digitalisasi aset tradisional secara masif, integrasi antara blockchain dan sistem keuangan konvensional, hingga akses investasi yang lebih inklusif.

    Namun, adopsi luas tetap membutuhkan waktu, terutama karena institusi besar cenderung bergerak secara hati-hati.

    Baca Juga: SEC: PoW Bukan Sekuritas, Peralihan Ethereum ke PoS Diperdebatkan

    Pendanaan $21 juta yang diperoleh Ironlight menjadi bukti bahwa sektor sekuritas tokenized semakin matang dan siap memasuki fase adopsi yang lebih luas.

    Dengan fokus pada infrastruktur yang teregulasi, Ironlight mencoba menjawab tantangan utama industri: bagaimana membawa dana institusional ke dalam ekosistem blockchain dengan aman.

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa masa depan keuangan tidak hanya digital, tetapi juga semakin terhubung dengan teknologi blockchain, dan sekuritas tokenized bisa menjadi salah satu pilar utamanya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Korea Selatan Perketat Sita Kripto dan Pantau Privacy Coin

    Otoritas penegak hukum di Korea Selatan semakin serius dalam menangani aset digital.

    Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, Kepolisian Nasional negara tersebut dilaporkan tengah menyusun draft pedoman baru untuk penanganan aset kripto sitaan, termasuk kategori sensitif seperti privacy coin.

    Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih terstandarisasi dalam proses penyimpanan, pengelolaan, dan pengamanan barang bukti digital, yang selama ini dinilai masih memiliki banyak celah.

    Baca Juga: Diam-Diam Ngebut, 3 Privacy Coin Ini Catat Kenaikan Harga Signifikan

    Dipicu Kasus Hilangnya 320 BTC

    Penyusunan pedoman ini tidak lepas dari insiden sebelumnya yang cukup menghebohkan, di mana sekitar 320 BTC sempat hilang dari penyimpanan kejaksaan.

    Meskipun aset tersebut akhirnya berhasil ditemukan kembali dan dijual untuk masuk ke kas negara, kasus ini menyoroti kelemahan serius dalam sistem custody aset kripto oleh aparat hukum.

    Insiden ini menjadi alarm bahwa tanpa prosedur yang jelas, aset digital yang disita berisiko hilang atau disalahgunakan, tidak tercatat dengan baik, serta menimbulkan masalah hukum lanjutan.

    Fokus pada Standarisasi dan Keamanan

    Pedoman baru yang tengah disusun bertujuan untuk mengatur berbagai aspek penting dalam penanganan aset kripto sitaan, di antaranya:

    • Prosedur penyitaan aset digital
    • Metode penyimpanan yang aman (custody)
    • Proses pencatatan dan audit
    • Penanganan aset dengan teknologi khusus seperti privacy coin

    Dengan adanya standar yang lebih jelas, diharapkan aparat penegak hukum dapat meminimalkan risiko kesalahan operasional.

    Privacy Coin Jadi Sorotan Utama

    Salah satu fokus utama dalam pedoman ini adalah penanganan privacy coin, yaitu jenis kripto yang dirancang untuk menyembunyikan identitas penggunanya dan detail transaksi.

    Aset seperti ini dikenal lebih sulit dilacak dibandingkan kripto konvensional seperti Bitcoin, sehingga membutuhkan pendekatan teknis yang lebih canggih.

    Dengan dimasukkannya privacy coin dalam pedoman resmi, hal ini menandakan bahwa:

    • Pengawasan terhadap aset anonim akan semakin ketat
    • Aparat akan mengembangkan kemampuan teknis yang lebih maju
    • Ruang gerak transaksi anonim bisa semakin terbatas

    Dampak terhadap Regulasi dan Industri

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai perkembangan penting dari sisi regulasi.

    “Ini regulasi yang jelas karena fokusnya adalah tata kelola penyitaan, custody, dan penanganan aset digital oleh aparat penegak hukum. Semakin formal prosedurnya, semakin kecil ruang improvisasi bodoh yang bikin aset sitaan hilang, tapi sekaligus menandakan privacy coin bakal menghadapi pengawasan yang makin teknis dan agresif di Korea Selatan.”

    Pernyataan ini menegaskan bahwa regulasi kripto kini tidak hanya berfokus pada perdagangan, tetapi juga pada manajemen aset dalam konteks hukum dan penegakan aturan.

    Profesionalisasi Penanganan Aset Digital

    Langkah Korea Selatan mencerminkan tren global di mana negara mulai memperlakukan kripto sebagai aset bernilai tinggi.

    Upaya ini juga dinilai sebagai pengembangan prosedur hukum yang setara dengan aset tradisional, sehingga meningkatkan kapasitas institusi dalam menangani teknologi blockchain.

    Dengan kata lain, aset kripto kini telah menjadi bagian dari sistem hukum modern yang membutuhkan pendekatan profesional dan terstandarisasi.

    Risiko dan Tantangan ke Depan

    Meskipun pedoman ini membawa banyak manfaat, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, diantaranya:

    1. Kompleksitas teknis dalam menangani berbagai jenis kripto
    2. Kebutuhan pelatihan aparat agar memahami teknologi blockchain
    3. Potensi konflik privasi, terutama dalam penanganan privacy coin

    Selain itu, peningkatan pengawasan juga dapat memicu kekhawatiran di kalangan pengguna yang mengutamakan anonimitas.

    Implikasi Global

    Langkah Korea Selatan ini berpotensi menjadi referensi bagi negara lain dalam menyusun kebijakan serupa.

    Jika berhasil diterapkan, model ini dapat menjadi standar internasional dalam penanganan aset kripto sitaan, sekaligus meningkatkan transparansi dalam proses hukum dan mengurangi risiko kehilangan aset digital oleh negara.

    Baca Juga: Sah! Regulator Korea Selatan Denda Bithumb $24,6 Juta dan Suspensi

    Penyusunan pedoman baru oleh Kepolisian Nasional Korea Selatan menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola aset kripto dalam sistem hukum.

    Dengan fokus pada custody, standarisasi, dan pengawasan privacy coin, kebijakan ini tidak hanya meningkatkan keamanan aset sitaan, tetapi juga menandai era baru dalam regulasi kripto yang lebih teknis dan terstruktur.

    Di sisi lain, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa ruang anonimitas dalam dunia kripto semakin menyempit, terutama di yurisdiksi yang agresif seperti Korea Selatan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Phantom Dapat Lampu Hijau CFTC: Sinyal Masuk Pasar Regulasi?

    Industri kripto kembali mendapat sinyal penting dari regulator Amerika Serikat.

    Wallet populer Phantom dilaporkan berhasil memperoleh no-action relief dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC), sebuah langkah yang berpotensi membuka jalan baru bagi integrasi layanan kripto dengan sistem keuangan teregulasi.

    Keputusan ini memungkinkan Phantom untuk menjalankan fitur trading tertentu tanpa harus mendaftar sebagai broker resmi, selama tetap mematuhi syarat dan batasan yang ditetapkan regulator.

    Baca Juga: Phantom Bikin AI Bisa Swap Token Sendiri, Solana Makin Ngebut?

    Apa Itu No-Action Relief?

    Dalam konteks regulasi AS, no-action relief berarti otoritas seperti CFTC menyatakan tidak akan merekomendasikan tindakan penegakan hukum terhadap aktivitas tertentu selama pihak terkait mematuhi ketentuan yang diberikan.

    Dengan status ini, Phantom kini dapat menyediakan software yang menghubungkan pengguna ke berbagai entitas keuangan terdaftar, termasuk:

    • Futures Commission Merchants (FCM)
    • Introducing Brokers (IB)
    • Designated Contract Markets (DCM)

    Artinya, Phantom tidak bertindak sebagai perantara langsung, tetapi sebagai penyedia infrastruktur teknologi yang menjembatani akses pengguna ke pasar derivatif.

    Dampak Besar untuk Wallet Self-Custodial

    Langkah ini dinilai sebagai perkembangan penting dalam evolusi wallet self-custodial.

    Selama ini, wallet seperti Phantom lebih dikenal sebagai alat penyimpanan dan interaksi dengan aplikasi terdesentralisasi (dApps), bukan sebagai pintu masuk ke pasar keuangan teregulasi.

    Namun dengan adanya no-action relief, batas antara dunia DeFi dan TradFi mulai terlihat semakin kabur. Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa keputusan ini lebih dari sekadar izin operasional terbatas.

    “Ini masuk dalam kategori regulasi karena pemicu utamanya adalah lampu hijau terbatas dari otoritas, bukan ekspansi produk biasa. Kalau relief seperti ini jadi template, wallet self-custodial bisa mulai menyusup lebih dalam ke pasar keuangan teregulasi, tapi tetap di bawah pagar syarat yang sewaktu-waktu bisa dipakai regulator buat menarik rem darurat,” papar Tim Research Tokocrypto.

    Peluang dan Risiko: Dua Sisi Mata Uang

    Di satu sisi, langkah ini membuka peluang besar:

    • Akses lebih luas: Pengguna wallet bisa langsung terhubung ke pasar derivatif tanpa melalui platform terpusat.
    • Inovasi produk: Wallet dapat berkembang menjadi platform finansial yang lebih komprehensif.
    • Legitimasi industri: Keterlibatan regulator meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem kripto.

    Namun di sisi lain, ada risiko yang perlu diperhatikan:

    • Ketergantungan pada regulator: Status no-action bukan izin permanen dan bisa dicabut kapan saja.
    • Batasan operasional: Phantom tetap harus beroperasi dalam kerangka aturan yang ketat.
    • Potensi preseden selektif: Tidak semua wallet akan mendapatkan perlakuan serupa.

    Awal Era Baru?

    Laporan dari Crypto Briefing menyebutkan bahwa langkah ini bisa menjadi preseden penting bagi industri.

    Jika model ini diadopsi lebih luas, wallet kripto berpotensi berevolusi dari sekadar alat penyimpanan menjadi gerbang utama ke berbagai layanan keuangan global.

    Meski demikian, pendekatan ini tetap bersifat eksperimental. Regulator kemungkinan akan memantau implementasinya dengan ketat sebelum memberikan kelonggaran lebih luas ke pemain lain.

    Baca Juga: Cara Transfer Crypto dari Phantom Wallet ke Tokocrypto

    No-action relief yang diperoleh Phantom bukan sekadar perkembangan teknis, melainkan sinyal awal perubahan struktur industri kripto. Integrasi antara wallet self-custodial dan pasar keuangan teregulasi kini bukan lagi sekadar wacana.

    Namun seperti yang disoroti oleh Tim Research Tokocrypto, peluang ini datang dengan batasan yang sangat ketat.

    Regulasi tetap menjadi faktor penentu, bukan hanya sebagai penghambat, tetapi juga sebagai enabler yang dapat membuka jalan baru, sekaligus menutupnya sewaktu-waktu.

    Jika tren ini berlanjut, masa depan wallet kripto bisa jauh lebih kompleks dan lebih dekat dengan sistem keuangan global daripada sebelumnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • DeFi Diserang Lagi! Venus Protocol Kehilangan Jutaan Dolar Sekejap

    Platform decentralized finance (DeFi) Venus Protocol dilaporkan mengalami serangan yang menyebabkan kerugian lebih dari US$3,7 juta. Insiden ini terjadi akibat dugaan eksploitasi “supply cap” yang memanfaatkan celah dalam sistem likuiditas platform.

    Dilaporkan Cointelegraph, pihak Venus Protocol mengonfirmasi adanya aktivitas perdagangan mencurigakan yang berfokus pada pool token Thena (THE), sehingga memicu langkah darurat untuk membatasi potensi kerugian lebih lanjut.

    Serangan Berawal dari Manipulasi Token THE

    Dalam pernyataan resminya, Venus Protocol menyebut aktivitas abnormal terjadi pada pool likuiditas token THE dan CAKE.

    Tim segera mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas peminjaman (borrowing) dan penarikan (withdrawal) untuk token THE.

    Langkah ini dilakukan guna mencegah penyalahgunaan lebih lanjut selama proses investigasi berlangsung.

    Baca juga: PancakeSwap Rilis Pancake Town, Padukan AI Agent dan DeFi

    Modus “Supply Cap Attack” Rugikan Platform

    Menurut analisis dari Allez Labs, serangan ini dilakukan melalui dua tahap utama.

    Pertama, pelaku mengakumulasi sekitar 84% dari total kapitalisasi pasar token THE. Selanjutnya, token tersebut digunakan sebagai jaminan untuk melakukan aksi peminjaman dalam jumlah besar.

    Melalui metode ini, pelaku berhasil meminjam berbagai aset digital, termasuk 6,67 juta CAKE, 1,58 juta USDC, 2.801 BNB, serta 20 Bitcoin.

    Total kerugian dari insiden ini diperkirakan mencapai lebih dari US$3,7 juta.

    Platform Perketat Akses untuk Cegah Risiko Lanjutan

    Sebagai langkah tambahan, Venus Protocol juga menghentikan sementara aktivitas pada beberapa aset lain dengan likuiditas rendah.

    Keputusan ini diambil untuk menghindari potensi eksploitasi lanjutan di area yang rentan.

    Sementara itu, harga token THE tercatat turun lebih dari 17% dalam 24 jam terakhir, mencerminkan dampak langsung dari insiden tersebut terhadap pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kasus ini penting secara onchain karena menunjukkan bahwa risiko DeFi tidak hanya datang dari smart contract bug klasik, tetapi juga dari manipulasi likuiditas dan konsentrasi supply pada aset berkapitalisasi kecil.

    “Fakta bahwa Venus sampai harus menghentikan borrow dan withdrawal untuk pasar THE serta beberapa market lain seperti BCH, LTC, UNI, AAVE, FIL, dan TWT menegaskan bahwa ancaman berbasis desain pasar dan collateral composition masih sangat nyata di protokol lending besar,” analisanya.

    Ancaman Keamanan DeFi Semakin Kompleks

    Insiden ini kembali menyoroti risiko keamanan yang masih menjadi tantangan besar dalam ekosistem DeFi.

    Seiring pertumbuhan industri, metode serangan juga semakin kompleks, mulai dari eksploitasi smart contract hingga manipulasi likuiditas.

    Meski nilai kerugian akibat peretasan kripto sempat menurun dalam beberapa bulan terakhir, laporan terbaru menunjukkan peningkatan pada metode penipuan lain seperti phishing dan social engineering.

    Perkembangan ini menjadi pengingat bagi pelaku industri dan pengguna untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sistem keamanan dalam menghadapi risiko di dunia kripto.

    Baca Juga: BNB Bertahan di $668, Didukung PancakeSwap dan Strategi Binance


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Startup Akuntansi Kripto Raih $45 Juta, Sinyal Masuknya Institusi

    Startup akuntansi aset kripto Cryptio berhasil mengamankan pendanaan sebesar US$45 juta dalam putaran pendanaan Series B. Investasi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan institusi terhadap sistem yang mampu mencatat dan merekonsiliasi transaksi berbasis blockchain untuk keperluan audit, pelaporan keuangan, dan kepatuhan regulasi.

    Dilaporkan Cointelegraph, pendanaan tersebut dipimpin oleh BlackFin Capital Partners dan Sentinel Global, dengan partisipasi dari sejumlah investor lain seperti 1kx, BlueYard Capital, Alven, serta Ledger Cathay Capital.

    Permintaan Infrastruktur Akuntansi Kripto Meningkat

    Cryptio mengembangkan perangkat lunak yang memungkinkan perusahaan mengintegrasikan aktivitas blockchain ke dalam sistem akuntansi tradisional.

    Platform ini membantu perusahaan merekonsiliasi transaksi dari berbagai sumber seperti dompet kripto, kustodian, dan bursa aset digital. Data tersebut kemudian diubah menjadi catatan akuntansi yang dapat digunakan untuk pelaporan keuangan, audit, serta kepatuhan regulasi.

    Perusahaan mengklaim telah melayani lebih dari 400 klien institusional dan memproses transaksi senilai lebih dari US$3 triliun.

    Beberapa kliennya berasal dari sektor kripto seperti Circle, Gemini, dan Securitize, serta lembaga keuangan tradisional seperti SG-Forge milik Société Générale.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, yang menarik di sini bukan cuma angka pendanaannya, tapi fakta bahwa tokenized finance sedang menciptakan kebutuhan infrastruktur back-office yang nyata.

    “Dengan nilai aset real-world asset non-stablecoin yang disebut telah melampaui US$26 miliar dan permintaan banyak datang dari private credit serta US Treasuries tokenized, pertumbuhan onchain kini tidak hanya butuh likuiditas dan issuance, tapi juga sistem akuntansi dan pelaporan institusional yang matang,” jelasnya.

    Pasar Software Akuntansi Kripto Mulai Berkembang

    Cryptio bukan satu-satunya perusahaan yang bergerak di bidang ini. Sejumlah startup lain juga mengembangkan solusi serupa untuk membantu perusahaan mengelola transaksi blockchain secara akuntansi.

    Beberapa nama yang berada di sektor yang sama antara lain Lukka, TaxBit, Bitwave, dan CoinLedger.

    Munculnya perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan bahwa pasar infrastruktur akuntansi kripto mulai berkembang seiring meningkatnya aktivitas institusi di industri aset digital.

    Tokenisasi Aset Dorong Permintaan Baru

    Pertumbuhan Cryptio juga didorong oleh meningkatnya minat institusi terhadap tokenisasi aset.

    Tokenisasi memungkinkan berbagai aset tradisional seperti obligasi, kredit, atau instrumen keuangan lainnya direpresentasikan dalam bentuk token di blockchain.

    Menurut Sidra Pervez dari perusahaan tokenisasi Securitize, pencatatan keuangan yang akurat menjadi semakin penting ketika pasar modal tradisional mulai beroperasi menggunakan infrastruktur blockchain.

    Institusi Keuangan Mulai Terlibat

    Sejumlah lembaga keuangan global juga mulai aktif dalam pengembangan infrastruktur tokenisasi.

    Bank besar seperti HSBC, BNP Paribas, dan Goldman Sachs diketahui mendukung Canton Foundation, sebuah organisasi yang mengembangkan jaringan blockchain khusus untuk pasar keuangan yang teregulasi.

    Selain itu, State Street juga telah meluncurkan alat tokenisasi baru yang memungkinkan klien membuat produk keuangan seperti dana pasar uang, ETF, dan deposito dalam bentuk token berbasis blockchain.

    Nilai Aset Dunia Nyata yang Ditokenisasi Terus Bertumbuh

    Data industri menunjukkan bahwa nilai total aset dunia nyata yang telah ditokenisasi — tidak termasuk stablecoin — telah melampaui US$26 miliar.

    Sebagian besar permintaan datang dari sektor kredit swasta dan instrumen keuangan yang didukung oleh obligasi pemerintah Amerika Serikat.

    Segmen lain yang berkembang pesat adalah tokenized money market funds, yaitu versi berbasis blockchain dari dana pasar uang tradisional yang biasanya berinvestasi pada instrumen utang jangka pendek dengan risiko rendah.

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa integrasi antara sistem keuangan tradisional dan teknologi blockchain semakin meningkat, sekaligus mendorong kebutuhan akan infrastruktur akuntansi yang mampu menjembatani kedua dunia tersebut.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Glitch Aave Picu Likuidasi Rp400 Miliar

    Platform pinjam-meminjam kripto berbasis decentralized finance (DeFi), Aave, mengalami likuidasi besar-besaran senilai sekitar US$27 juta atau lebih dari Rp400 miliar dalam waktu 24 jam pada 10 Maret 2026. Peristiwa ini diduga dipicu oleh kesalahan sementara pada sistem oracle harga yang digunakan protokol untuk menentukan nilai jaminan pinjaman.

    Data blockchain yang dianalisis oleh perusahaan manajemen risiko Chaos Labs menunjukkan lonjakan likuidasi yang tidak biasa dalam periode tersebut. Beberapa pengamat pasar menduga masalah ini berkaitan dengan perbedaan harga token wstETH terhadap ETH yang dilaporkan oleh sistem oracle Aave.

    Lonjakan Likuidasi di Platform Aave

    Dilaporkan Coindesk, likuidasi terjadi ketika nilai jaminan pinjaman pengguna turun di bawah ambang batas keamanan yang ditentukan oleh protokol. Dalam kondisi tersebut, posisi pinjaman otomatis ditutup untuk melindungi sistem dari risiko kerugian.

    Menurut data Chaos Labs, lonjakan likuidasi terlihat jelas dalam grafik aktivitas selama 24 jam terakhir. Nilai total likuidasi mencapai sekitar US$27 juta, menjadikannya salah satu kejadian paling signifikan di Aave dalam beberapa waktu terakhir.

    Namun, pihak Aave menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berdampak pada keamanan protokol secara keseluruhan.

    Dugaan Masalah pada Harga wstETH

    Beberapa analis mengaitkan kejadian ini dengan perbedaan harga wstETH yang dilaporkan oleh oracle Aave dibandingkan harga pasar sebenarnya.

    wstETH merupakan token yang diterbitkan oleh Lido sebagai representasi dari ether yang telah di-stake. Karena token tersebut terus mengakumulasi imbal hasil staking, nilainya biasanya sedikit lebih tinggi dibandingkan ETH biasa.

    Saat kejadian berlangsung, oracle Aave dilaporkan menilai 1 wstETH sekitar 1,19 ETH, sementara harga pasar saat itu berada di sekitar 1,23 ETH. Selisih harga ini menyebabkan sistem menilai jaminan pengguna lebih rendah dari nilai sebenarnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, peristiwa seperti ini penting karena menyorot risiko laten pada infrastruktur DeFi yang sering diabaikan saat pasar tenang.

    “Bagi Aave dan sektor lending secara umum, price glitch yang berujung likuidasi massal bisa mengikis kepercayaan pengguna dan mengingatkan pasar bahwa efisiensi protokol tetap harus dibayar dengan ketergantungan tinggi pada akurasi data harga,” ungkapnya.

    Baca Juga: Uniswap Gelar UNIfication Jadi Mesin Pendapatan DeFi, Dampak Harga?

    Masalah Konfigurasi Sistem Oracle

    Chaos Labs kemudian menjelaskan bahwa sumber masalah bukan berasal dari data harga utama, melainkan dari konfigurasi sistem CAPO risk oracle yang digunakan Aave.

    Sistem tersebut dirancang untuk membatasi seberapa cepat nilai token berbasis yield seperti wstETH dapat meningkat. Namun, parameter dalam smart contract tidak diperbarui secara sinkron, termasuk nilai referensi kurs dan timestamp.

    Akibatnya, sistem sementara menghitung nilai maksimum wstETH lebih rendah dari harga pasar sebenarnya, sekitar 2,85% lebih rendah. Penurunan nilai ini membuat sejumlah posisi pinjaman terlihat lebih berisiko dari kondisi sebenarnya, sehingga memicu likuidasi otomatis.

    Tidak Ada Kerugian Protokol

    Meskipun likuidasi terjadi dalam jumlah besar, Chaos Labs menegaskan bahwa protokol Aave tidak mengalami bad debt atau kerugian sistemik.

    Sebaliknya, para likuidator, trader atau bot yang menutup posisi pinjaman bermasalah, justru memperoleh keuntungan dari bonus likuidasi. Secara total, mereka memperoleh sekitar 499 ETH dari bonus dan selisih harga selama kejadian tersebut.

    CEO Chaos Labs, Omer Goldberg, menekankan bahwa sistem risk oracle merupakan infrastruktur penting bagi Aave untuk mengelola pasar yang sangat volatil.

    Sementara itu, kontributor dari Lido juga menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan mekanisme wstETH maupun protokol Lido itu sendiri.

    Sebagai langkah lanjutan, pihak pengembang menyatakan bahwa pengguna yang terdampak oleh kejadian ini akan mendapatkan penggantian penuh atas kerugian yang terjadi.

    Baca Juga: Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Persaingan Visa vs Mastercard di Dunia Kripto Semakin Panas

    Raksasa pembayaran global Mastercard resmi meluncurkan Crypto Partner Program dengan menggandeng lebih dari 85 perusahaan aset digital. Program ini bertujuan membangun infrastruktur pembayaran baru berbasis kripto, termasuk untuk transfer lintas negara, pembayaran antar bisnis (B2B), dan sistem pembayaran global.

    Dikutip Crypto Briefing, langkah ini menjadi salah satu ekspansi terbesar Mastercard ke dalam ekosistem aset digital, terutama di tengah meningkatnya penggunaan stablecoin yang mulai menantang sistem pembayaran tradisional.

    Mastercard Bangun Ekosistem Pembayaran Berbasis Kripto

    Program kemitraan ini dirancang untuk menghubungkan berbagai pelaku industri kripto, mulai dari bursa aset digital, penyedia wallet, penerbit stablecoin, hingga perusahaan infrastruktur blockchain.

    Semua pihak tersebut akan terhubung melalui platform Mastercard Multi-Token Network (MTN), sebuah jaringan yang memungkinkan penyelesaian transaksi secara real-time menggunakan berbagai jenis aset digital.

    Melalui jaringan ini, bank tradisional dan perusahaan kripto dapat memproses transaksi pada infrastruktur yang sama. Salah satu institusi keuangan besar yang telah terhubung ke jaringan ini adalah JPMorgan Chase, yang menggunakan sistem tersebut untuk penyelesaian transaksi stablecoin.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, langkah Mastercard penting karena memperluas legitimasi crypto sebagai komponen infrastruktur pembayaran, bukan hanya aset spekulatif.

    “Jika kolaborasi dengan puluhan mitra ini menghasilkan produk nyata, adopsi crypto di pembayaran global bisa bergerak lebih cepat lewat rel yang sudah dipercaya pengguna dan institusi besar,” jelasnya.

    Lonjakan Penggunaan Stablecoin Dorong Inovasi

    Ekspansi Mastercard ke sektor kripto terjadi di tengah pertumbuhan pesat penggunaan stablecoin di seluruh dunia.

    Pada Februari 2026 saja, volume transaksi stablecoin mencapai sekitar US$1,26 triliun, dengan USDC menyumbang sekitar 70% dari total aktivitas tersebut.

    Secara tahunan, transaksi stablecoin bahkan telah mencapai sekitar US$27,6 triliun sepanjang 2025. Nilai ini disebut telah melampaui total volume transfer yang diproses oleh jaringan pembayaran tradisional seperti Visa dan Mastercard.

    Selain itu, penggunaan stablecoin untuk pembayaran melalui kartu meningkat tajam. Pada 2025, transaksi kartu berbasis stablecoin mencapai sekitar US$4,5 miliar, meningkat sekitar 673% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Baca juga: Gagal Akuisisi Rp32 Triliun, Mastercard Kini Bidik Investasi Strategis Kripto

    Pembayaran Antar Perusahaan Tumbuh Pesat

    Salah satu segmen yang berkembang paling cepat adalah pembayaran business-to-business (B2B). Nilai transaksi stablecoin untuk pembayaran antar perusahaan kini diperkirakan mencapai sekitar US$226 miliar per tahun.

    Pertumbuhan ini mencapai sekitar 733% secara tahunan, menunjukkan bahwa stablecoin mulai digunakan dalam aktivitas bisnis nyata seperti pembayaran vendor, pengiriman dana lintas negara, dan pengelolaan kas perusahaan.

    Mastercard menilai teknologi ini dapat mempercepat proses pembayaran global yang selama ini masih bergantung pada sistem perbankan koresponden yang memakan waktu tiga hingga lima hari.

    Dengan stablecoin, pembayaran lintas negara berpotensi diselesaikan dalam hitungan detik.

    Persaingan Raksasa Pembayaran Semakin Ketat

    Mastercard bukan satu-satunya perusahaan pembayaran global yang berinvestasi dalam teknologi kripto.

    Visa juga telah memperluas layanan penyelesaian transaksi stablecoin ke lebih dari 40 negara, dengan volume penyelesaian yang mencapai sekitar US$3,5 miliar pada 2025.

    Di sisi lain, pasar stablecoin juga semakin kompetitif dengan munculnya berbagai penerbit baru. Ripple telah meluncurkan stablecoin RLUSD, sementara SoFi memperkenalkan SoFiUSD yang menjadi stablecoin pertama dari bank nasional di Amerika Serikat.

    Meski demikian, USDC yang diterbitkan oleh Circle masih menjadi salah satu stablecoin terbesar di pasar.

    Stablecoin Jadi Infrastruktur Keuangan Baru

    Dengan semakin banyak perusahaan besar yang mengintegrasikan stablecoin ke dalam sistem pembayaran mereka, teknologi ini mulai dipandang sebagai bagian dari infrastruktur keuangan global.

    Mastercard menilai bahwa masa depan pembayaran global akan melibatkan kombinasi sistem keuangan tradisional dan teknologi blockchain.

    Melalui kemitraan dengan puluhan perusahaan kripto, Mastercard berharap dapat membangun jaringan pembayaran baru yang lebih cepat, efisien, dan dapat diakses secara global.

    Baca juga: Visa Mulai Pakai Stablecoin untuk Settlement Global


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com