Tag: blockchain

  • Pengaruh Vaksin Covid-19 Pada Pasar Cryptocurrency

    Pendukung Bitcoin, Robert Kiyosaki mengatakan jika vaksin Covid-19 ditemukan, Bitcoin dan investasi andalan lainnya, seperti emas dan perak, akan turun harga.

    “Apa yang terjadi ketika vaksin pandemi divalidasi? Bitcoin, emas, perak akan runtuh. Ini berarti kesempatan untuk membeli. Masalah sebenarnya BUKAN Pandemi.

    Masalah sebenarnya adalah jumlah utang AS yang sangat besar. AS bangkrut. Dia memiliki utang neraca 28 triliun dolar. Ada kewajiban sosial di luar neraca $ 120 triliun. Emas, perak, dan Bitcoin adalah investasi jangka panjang terbaik,” kata Kiyosaki di Twitter.

    Kiyosaki juga membuat daftar arah pasar dan pentingnya Bitcoin dalam menghadapi situasi seperti sekarang ini. Menurutnya, kaum Millenial berada dalam situasi yang sulit, berbeda dengan kaum boomer dan Gen Y.

     

    “Generasi tua yang kita sebut generasi BOOMER itu mudah. Banyak pekerjaan – real estate berbiaya rendah – pasar saham yang meningkat. Generasi MILLENNIUM berada dalam situasi yang sulit.

    Krisis 9/11, kehancuran real estat tahun 2008 – sekarang Covid-19. Ada kabar baik juga. Sepertinya Generasi Y paham teknologi. Bitcoin-Blockchain-Mata uang digital memberi Gen Y awal yang baik di masa depan,” Kiyosaki menambahkan.

    Pendukung Bitcoin yang terkenal ini percaya bahwa Bitcoin, emas, dan perak bisa membuat orang pintar menjadi lebih kaya.Harga Bitcoin melambung tinggi karena banyak orang membeli untuk menjadi aset nilai lindung.

    Baca Juga: Ethereum Dapat Membantu Ekonomi Global Sembuh Dari Resesi COVID-19

    Guru investasi dan penulis buku “Rich Dad, Poor Dad” ini mengatakan bahwa ‘Fed Yang Korup’ telah mempertemukan mantan investor emas dan pemuda-pemuda penggemar Bitcoin. Kiyosaki juga beranggapan bahwa Fed AS sebenarnya bekerja untuk Wall Street, bukan untuk kepentingan umum.

    Jadi Kiyosaki menilai Bitcoin, emas, dan perak yang disebut-sebut sebagai lindung nilai inflasi, kini ia sebut bisa membuat orang pintar semakin kaya dan kuat untuk melawan Fed.

    Buktinya, Microstrategy, membeli Bitcoin sebanyak $425 juta dalam dua bulan terakhir. Perusahaan ini percaya bahwa Bitcoin adalah aset bagus menjadi nilai lindung dan juga investasi.

    Disisi lain, vaksin Covid-19 adalah sesuatu yang harus segera dikeluarkan demi masyarakat banyak. Adanya virus ini, membuat semua hidup orang susah.

    Baca Juga: Blockchain Permudah Penyimpanan Hasil Test Covid-19

     





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah yang Harus Anda Ketahui Tentang Blockchain

    Blockchain adalah jenis basis data (database) yang relatif baru yang telah menjadi solusi trendi untuk menyimpan informasi digital dengan lebih aman. International Data Corporation bahkan baru-baru ini memperkirakan bahwa perusahaan dan pemerintah akan menghabiskan US$2.1 miliar pada teknologi blockchain selama tahun 2018, lebih dari dua kali lipat apa yang dibelanjakan pada tahun lalu. Tetapi, jika Anda bertanya kepada mereka atau bahkan kepada orang-orang yang bekerja dengan blockchain sekalipun untuk mendefinisikan teknologi ini, maka Anda mungkin akan mendapatkan respon yang beragam dan masih banyak yang kesulitan dalam menjawabnya. Untuk itu, artikel ini hadir agar Anda yang masih bingung dapat perlahan-lahan memahami tentang teknologi blockchain ini. Apakah blockchain ada hubungannya dengan Bitcoin? Ya. Blockchain pertama adalah database tempat setiap transaksi Bitcoin disimpan. Sejak Bitcoin dimulai pada tahun 2009, blockchain telah datang untuk menyimpan lebih dari 160 gigabyte data tentang transaksi Bitcoin antara dua dompet digital. Mengapa ini disebut blockchain? Dalam dokumen asli yang menjelaskan Bitcoin, basis data baru mata uang virtual itu tidak disebut sebagai blockchain. Tapi, dari waktu ke waktu nama tersebut kemudian digunakan karena semua transaksi yang masuk ke jaringan dikelompokkan ke dalam blok data dan kemudian dirantai bersama menggunakan perhitungan matematika canggih. Menurut para akademisi, sistem ini pada dasarnya telah ada sebelum Bitcoin, namun Bitcoin membawanya menjadi terkenal seperti sekarang ini. Bagaimana blockchain berbeda dari database lain yang digunakan untuk menyimpan transaksi? Sebagian besar database yang digunakan untuk menyimpan catatan keuangan dikelola oleh lembaga pusat. JPMorgan Chase, misalnya, bertanggung jawab untuk melacak berapa banyak uang di semua akun pelanggannya. Dengan basis data blockchain Bitcoin, buku besar (ledger) disimpan dan diperbarui secara bersama oleh semua komputer yang terhubung ke jaringan Bitcoin. Sifat blockchain Bitcoin yang dikelola secara bersama-sama ini dapat diperbandingkan dengan Wikipedia, yang bergantung pada jaringan kontributor penulis yang luas, bukan satu penulis. Dikarenakan rekamannya yang disimpan secara bersama inilah, maka tidak ada satu pun komputer atau lembaga yang bertanggung jawab. Sifat bersama dari blockchain Bitcoin itu kemudian digunakan untuk menciptakan mata uang virtual, karena pencipta Bitcoin yang dikenal sebagai Satoshi Nakamoto ingin menciptakan mata uang tanpa otoritas pusat yang terlibat. Apakah semua proyek blockchain terkait dengan Bitcoin dalam beberapa cara? Tidak. Sebagian besar blockchain tidak ada hubungannya dengan Bitcoin. Setelah blockchain Bitcoin telah beroperasi selama beberapa tahun — berhasil menyimpan setiap transaksi Bitcoin dan bertahan dari berbagai serangan peretas — banyak programmer dan pengusaha yang bertanya-tanya apakah rancangan blockchain Bitcoin dapat direplikasi untuk membuat jenis buku besar yang aman lainnya, yang tidak terkait dengan Bitcoin. Apakah blockchain hanya digunakan untuk mencatat transaksi mata uang virtual? Tidak. Sebagian besar upaya awal untuk meniru blockchain Bitcoin dilakukan oleh para programmer yang ingin menciptakan mata uang virtual dengan karakteristik yang sedikit berbeda dari Bitcoin. Dan itu membutuhkan database mereka sendiri untuk menyimpan semua transaksi. Seiring waktu, beberapa mata uang virtual baru ditambahkan juga fitur baru yang signifikan yang akhirnya memperbarui konsep blockchain sehingga dapat menangani lebih banyak jenis informasi. Contohnya saja, mata uang virtual yang paling berharga selain Bitcoin adalah Ether, yang berjalan pada blockchain Ethereum. Selain mencatat transaksi mata uang virtual, blockchain Ethereum dapat merekam dan mengeksekusi program sederhana. Hal ini dimungkinkan, misalnya, membuat program pada blockchain Ethereum yang akan memindahkan Eter antara dompet hanya setelah kejadian tertentu. Tidak hanya itu, baru-baru ini, banyak perusahaan dan pemerintah yang juga tertarik menggunakan blockchain untuk menyimpan data yang tidak ada hubungannya dengan transaksi mata uang virtual, atau transaksi apapun. Bank membangun blockchain yang dapat melacak pembayaran antar rekening. Pemerintah bereksperimen dengan menggunakan blockchain untuk menyimpan catatan dan penilaian properti. Itulah 5 dari 10 hal yang harus Anda ketahui tentang Blockchain. Untuk Anda yang ingin mendapatkan lebih banyak informasi lain seputar berita cryptocurrency dan blockchain, Anda dapat mengakses beberapa artikel lain di situs www.coindaily.co.id.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • TokoMall 101: Saatnya Kreator Indonesia Bergabung Jadi “Exclusive Partner”

    Situasi pandemi saat ini yang terjadi hampir di seluruh dunia tentunya berdampak pada terbatasnya akses dan ruang bagi para pelaku kreatif untuk berkarya serta memasarkan karya seni yang dimiliki. Naiknya tren non-fungible token (NFT) beberapa waktu ini menjadi angin segar dan opsi yang bisa dipilih oleh para pelaku kreatif untuk mengeksplor cara baru dalam menawarkan karya yang dimiliki.

    Di Indonesia sendiri, para pekerja kreatif bisa mulai beralih ke NFT dan mencoba platform NFT marketplace dari Tokocrypto yaitu TokoMall. 

    “Hadirnya TokoMall diharapkan dapat mendorong perkembangan pasar NFT di Indonesia dan mengajak pekerja kreatif untuk mulai mencoba NFT dan melakukan monetisasi atas karyanya kepada pasar lebih luas, tidak hanya di Indonesia melainkan juga di pasar global”

    Pelaku kreatif baik pelukis, digital artist, fotografer, videografer, musisi, content creator, influencer, ataupun brand lokal bisa bergabung di TokoMall sebagai exclusive partner yang akan dibagi menjadi beberapa kategori seperti TKO Lifestyle, TKO Creative, dan TKO Stars.

    Apa sih yang dimaksud dengan exclusive partner?

    Exclusive partner di TokoMall merupakan para pelaku kreatif yang mendaftarkan diri sebagai merchant dan telah melewati proses verifikasi dari tim internal TokoMall untuk bisa menawarkan karyanya dalam bentuk NFT kepada para kolektor.

    Meskipun dinamakan eksklusif partner, tetapi siapapun yang bergerak di industri kreatif Indonesia bisa bergabung. Karena TokoMall ingin memberi peluang pada seluruh kreator lokal berbakat di Indonesia.

    Lalu, apa keuntungannya jika pelaku kreatif mengeksplor NFT dan menjadi exclusive partner di TokoMall?

     

    • Meminimalisir replikasi atau duplikasi karya seni

     

    Dengan beralih ke NFT, para pekerja kreatif bisa memastikan keunikan atau kelangkaan karyanya sebagai nilai lebih yang ditawarkan kepada para kolektor. Mengapa? Kelangkaan dalam digital art terjadi pada saat para kreator melakukan minting karyanya ke NFT.

    Saat itu kepemilikan tercatat di blockchain sehingga tidak mungkin diduplikasi atau replikasi. Hal ini bisa menjadi jawaban atas permasalahan hak cipta dan royalti yang biasa dihadapi kreator jika melakukan pemasaran di dunia nyata. 

     

    • Mendapatkan skema royalti secara berkelanjutan

     

    Royalti menjadi salah satu permasalahan yang juga sering ditemui oleh para pelaku kreatif di Indonesia. Skema NFT di TokoMall menawarkan pembagian royalti secara berkelanjutan kepada kreator, setiap karya NFT yang dimiliki berpindah dari tangan kolektor satu dan lainnya.

     

    • Proses minting lebih cepat

     

    TokoMall memungkinkan kreator untuk melakukan proses minting dengan jumlah banyak sekaligus (bulk upload), sehingga prosesnya akan lebih cepat.

     

     

    Karya NFT sendiri bisa didapatkan oleh kolektor dengan menukarkan sejumlah koin/token kripto. Sayangnya dengan kecenderungan nilai kripto yang sangat fluktuatif, hal tsb bisa berpengaruh pada harga NFT yang ditawarkan oleh pelaku kreatif selaku kreator.

    TokoMall memberikan opsi penawaran harga dilakukan dalam Rupiah (fixed price) yang nantinya akan dikonversi secara otomatis ke TKO, dimana konversi tsb akan mengikuti harga pasar pada saat proses “redeem” terjadi.

    Dengan skema ini, diharapkan bisa menguntungkan kreator karena NFT yang dikoleksi senilai dengan harga yang ditetapkan. Tidak bergantung pada pergerakan nilai TKO di pasar.

    Kamu pelaku kreatif yang tertarik dengan NFT? Yuk, bergabung di TokoMall dengan mengikuti langkah – langkah di sini. 

    Cek Ini: Mulai Berkarya di TokoMall, Sign Up Yuk!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini 3 Kartu Pokemon Termahal. Mau Koleksi Juga? Baca Ini!

    Siapa yang di sini penyuka Pokemon? Tahukah Anda, Shadowless Charizard cetakan pertama resmi menjadi kartu Pokemon termahal saat ini. Pada Februari 2021 lalu, TGC atau trading card game dari universe Pokemon tersebut berhasil terjual dengan harga yang tak biasa, sekitar US$300.000. Cek berikut apa saja kartu Pokemon termahal yang sudah pernah terjual.

    Daftar Kartu Pokemon Termahal Hingga Saat Ini

    Berikut kami hadirkan 3 kartu pokemon termahal yang ada dunia.

    1. First-Edition Shadowless Charizard Holo (sekitar US$ 300.000)

    Kartu pokemon ini menjadi mahal karena ia memiliki hologram yang dapat bersinar dan berkilau. Kartu ini pun tersedia dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan kartu yang lainnya. Istimewanya lagi kartu ini merupakan cetakan pertama tanpa bayangan.

     2. No. 2 Trainer Promo Card (US$ 200.000)

    Kartu pokemon No.2 Trainer Promo Card merupakan salah satu kartu pokemon yang cukup langka. Untuk Gold Card-nya sendiri bisa diperkirakan bernilai sekitar US$200.000!

    3. #4 Kangaskhan – Parent/Child Promo Card ($133,000)

    Kartu #4 Kangaskhan – Parent/Child Promo Card merupakan salah satu kartu paling bergengsi dunia. Banyak orang yang memperebutkan kartu ini. Setidaknya saat ini kartu unik ini di harga sekitar US$133.000

    Tak hanya itu, kartu pokemon termahal datang juga dari koleksi yang sudah di-NFT-kan. Sebut saja koleksi dari Logan Paul yang berhasil mengumpulkan uang hingga US$504.990 dari total penjualan koleksinya. 

    Koleksi Kartu Pokemon Digital

    Koleksi Kartu Pokemon DigitalDunia sudah berubah dan teknologi terus berkembang. Hal-hal yang dulu dilakukan secara manual, kini menjadi lebih praktis dengan format digital. Salah satunya adalah aktivitas mengoleksi kartu Pokemon. Dulu, untuk mengumpulkan kartu Pokemon, Anda harus membeli fisik kartu. Namun, kini kartu-kartu tersebut hadir dalam format digital, lho!

    Lalu, apa bedanya kartu berformat digital dengan file gambar yang bisa diunduh di internet secara gratis? 

    Kartu Pokemon digital tersebut lebih dari sekadar file gambar karena telah terhubung dengan sistem NFT atau Non-Fungible Token. Dengan pengadopsian NFT, kartu Pokemon memiliki sertifikat autentikasi khusus yang sulit untuk dipalsukan. Katakanlah Anda memiliki satu kartu Bulbasaur first edition yang telah mengadopsi mekanisme NFT, maka yang bisa dikatakan sebagai pemilik kartu tersebut di dunia ini hanyalah Anda seorang. Kecuali jika ada kartu Bulbasaur first edition lain yang didaftarkan sebagai NFT.  

    Awal Mula Perkembangan NFT Kartu Pokemon

    Perkembangan kartu koleksi kartu Pokemon termahal sebagai aset NFT tentu tidak terjadi begitu saja. Transformasi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor penyebab. Faktor pertama adalah naiknya minat untuk mengoleksi kartu Pokemon itu sendiri.

    Data dari eBay menunjukkan bahwa transaksi jual beli TGC meningkat hingga 142% pada 2020. Artinya, ada lebih dari 4 juta kartu koleksi yang terjual di platform jual-beli tersebut. Pokemon sendiri menjadi TGC terlaris dengan peningkatan hingga 574% yang kemudian diikuti kartu koleksi basket dan bisbol.

    Faktor kedua adalah industri blockchain yang semakin ramai. Teknologi blockchain memungkinkan para kolektor dapat “mengamankan” koleksi kartu mereka. Melalui NFT, mereka bisa melekatkan nomor seri yang sulit ditiru dan dipalsukan pada tiap kartu. Adanya NFT berfungsi sebagai semacam sertifikat yang memastikan keaslian sekaligus kepemilikan kartu koleksi digital.

    Baca Juga: Sotheby’s Siap Merambah Menjadi Rumah Lelang Seni NFT

    Kesuksesan Kartu Pokemon Termahal Sebagai NFT

    Box Break NFT - Logan

    Photo Credit: Logan Paul Status on Twitter

    Kombinasi antara popularitas kartu Pokemon dengan teknologi NFT berhasil dibuktikan oleh Logan Paul. Paul yang merupakan seorang influencer dan YouTuber asal Amerika Serikat melakukan minting pada koleksi kartunya di bulan Februari 2021 lalu. Kartu Pokemon hasil minting tersebut kemudian dilelang sebagai NFT.

    Lelang yang merupakan kolaborasi Paul dengan Bondly Finance tersebut menawarkan kartu Pokemon Booster Pack edisi pertama. Tiap NFT pada koleksi yang dikeluarkan oleh Wizards of the Coast ini memiliki tingkat kelangkaannya masing-masing. Beberapa bahkan tergolong sebagai kartu Pokemon termahal yang sangat sulit untuk didapatkan.

    Mulai Koleksi Kartu Pokemon NFT

    Bagi Anda yang memang tertarik untuk mengoleksi kartu Pokemon NFT, tak harus repot-repot mengumpulkan kartu fisiknya dan melakukan minting sendiri. Pasalnya, kini sudah tersedia layanan yang memang menyediakan kartu Pokemon NFT untuk dikumpulkan dan dikoleksi. Anda bahkan bisa menjadikan kartu koleksi tersebut sebagai aset investasi digital.

    Layanan tersebut bisa Anda temukan di OpenSea. Hingga artikel ini ditulis, OpenSea sebagai NFT marketplace menawarkan 60 jenis kartu Pokemon NFT seperti Snivy, Pansage, Virizion, Lilligant, dan Gensect. Untuk harganya sendiri, seluruh kartu ditawarkan dengan harga awal 0,1 ETH.

    Selain OpenSea, Anda juga bisa mulai berburu kartu Pokemon NFT melalui Digible. Situs yang satu ini memang mengkhususkan diri untuk menyediakan platform NFT khusus barang-barang koleksi. Jenis kartu Pokemon yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari Pokemon Jungle 1st Edition hingga Pokemon Gym Heroes 1st Edition.

    Penerapan mekanisme NFT yang didukung blockchain terbukti mampu meningkatkan nilai kartu Pokemon. Bukan hanya itu, kartu Pokemon NFT juga lebih terjamin karena autentikasinya bisa langsung dipastikan ketika Anda membelinya.

    Ingin mulai terjun di dunia NFT atau ingin mengoleksi kartu Pokemon termahal seperti Logan Paul? Anda bisa mulai dari TokoMall. Di TokoMall, Anda bisa menemukan NFT edisi terbatas eksklusif dari brand dan artist Indonesia pilihan. Yuk, dapatkan koleksi NFT pertama Anda melalui TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Karya Seni Rupa Murni dan Potensinya di Dunia NFT

    Apakah Anda sering mengunjungi pameran seni rupa? Jika sering, maka sudah saatnya Anda mengetahui bahwa bentuk karya seni yang Anda temui kemungkinan besar terdiri dari dua jenis, yaitu karya seni rupa murni dan karya seni rupa terapan. Keduanya memang serupa, tapi tidak sama, lho. Yuk, simak penjelasan lengkapnya beserta perkembangannya dalam adopsi NFT!

    Pengertian Karya Seni Rupa Murni

    Mengutip dari Kompas.com, karya seni rupa murni adalah karya seni rupa yang diciptakan dengan mengutamakan keindahan dan estetika dari karya seni itu sendiri dibandingkan dengan fungsi. Umumnya, seniman menciptakan jenis karya seni rupa ini untuk memuaskan dirinya sendiri, dengan memanfaatkan aliran serta gaya yang dimiliki oleh seniman itu sendiri.

    Dikarenakan karya seni ini cenderung dibuat dengan preferensi seniman, maka seringkali apresiasi seni yang bisa dilakukan terhadap seni rupa murni hanya dengan menikmati visual yang disajikan saja. Sebab, seni rupa murni tidak dibuat untuk memenuhi tugas tertentu dan berfungsi bagi kehidupan sehari-hari.

    Perbedaan Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

    Perbedaan Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

    Meski selalu berdampingan, seni rupa murni dan terapan adalah dua hal yang berbeda. Berikut ini beberapa perbedaan di antara keduanya:

    1. Definisi

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seni rupa murni merupakan jenis seni rupa yang lebih memfokuskan pada nilai keindahan dan sifatnya cenderung bebas atau freehand, sesuai dengan keinginan seniman. 

    Sebaliknya, seni rupa terapan merupakan jenis seni rupa yang mengutamakan nilai teknis dan penerapannya dalam kehidupan. Meski begitu, seni rupa terapan juga tetap memperhatikan nilai estetika, hanya saja tidak sedominan seni rupa murni.

    2. Tujuan

    Seni rupa murni memiliki tujuan yang cenderung lebih personal, yaitu untuk memenuhi kepuasan senimannya. Hal ini sesuai dengan nilai yang ditanamkan saat menciptakan karya seni rupa murni, yaitu mencapai keindahan sesuai dengan preferensinya. Seni rupa yang satu ini tidak bertujuan untuk menjadi sebuah karya seni yang fungsional.

    Sementara itu, seni rupa terapan berbanding terbalik. Seni rupa terapan justru dibuat berdasarkan tujuan yang ditetapkan di awal. Tujuannya bisa bermacam-macam tergantung pada kemampuan dan kebutuhan sang seniman, tetapi umumnya untuk komersial dan menjadi sesuatu bisa diterapkan dalam kehidupan.

    3. Bentuk

    Dari segi bentuk, seni rupa murni yang banyak ditemukan adalah berupa lukisan, patung, pahatan, kriya, gerabah, koreografi, hingga masih banyak lagi. 

    Di sisi lain, seni rupa terapan biasanya berbentuk fotografi, arsitektur, ukiran, batik, seni grafis, hingga fashion. Berbeda dengan seni rupa murni, bentuk seni rupa terapan lebih bersifat komersial dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Perkembangan Adopsi NFT oleh Seni Rupa Murni

    Perkembangan Adopsi NFT oleh Seni Rupa Murni

    Jika melihat beberapa waktu ke belakang, adopsi NFT sedang gencar-gencarnya dilakukan di seluruh dunia. Selain menandakan bahwa masyarakat sudah mulai terbuka dengan teknologi blockchain, hal ini juga menandakan adanya perubahan bagi dunia seni.

    Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya penjualan NFT yang ada di seluruh dunia. Dilansir dari DappRadar, volume penjualan NFT di seluruh dunia pada Q3 2021 tercatat senilai 10,3 miliar USD, naik 10 kali lipat dari Q1 dan Q2.

    Para seniman yang tertarik untuk menerbitkan NFT secara bersamaan harus mendigitalisasi karya seni miliknya. Meski begitu, hal ini tidak menutup kesempatan bagi para seniman rupa dan konvensional untuk ikut bergabung dan mengadopsi NFT. Hal ini diawali dengan tokenisasi karya seni rupa murni milik Andy Warhol, seniman pop-art ternama, berjudul “14 Small Electric Chairs” pada tahun 2018.

    14 Small Electric Chairs

    Mengutip situs Gemini, lukisan senilai 5.6 juta USD ini berhasil digitalisasi ke blockchain dibantu dengan lelang 30% bagian dari lukisan oleh Maecenas, kemudian menghasilkan penjualan senilai 1.7 juta USD.

    Para kolektor dapat membeli sebagian dari karya seni tersebut dengan BTC, ETH, juga ART koin. Para kolektor memiliki kepemilikan atas sebagian lukisan tersebut, lengkap dengan kode unik yang akan menjamin keasliannya.

    Peristiwa lain yang juga mendorong peningkatan adopsi NFT adalah penjualan seni digital karya Beeple, berjudul “Everydays: The First 5000 Days”, dalam bentuk NFT di Christie’s pada Maret 2021 lalu. NFT tersebut berhasil terjual di Christie’s seharga 69 juta USD, lho! Berkat peristiwa tersebut, adopsi NFT terus meningkat sampai sekarang dan juga merambah ke dunia seni rupa murni atau fine art.

     Francesco Clemente

    Selain digitalisasi fine art menjadi NFT, kini juga sudah ada NFT marketplace yang secara khusus dibuat untuk para seniman rupa murni yang ingin terjun ke dunia NFT, bernama ArtOfficial. Marketplace ini merupakan hasil kerja sama antara gallerist Vito Schnabel dan biro konsultan VaynerNFT. Koleksi NFT yang diluncurkan di Art Official berasal dari lukisan hasil karya fine artist ternama asal Italia, Francesco Clemente. 

    Masa Depan Seni Rupa Murni dalam NFT

    Tidak bisa dipungkiri, karya seni rupa murni telah ada sejak lama dan menjadi objek pertukaran dan jual-beli oleh para kolektor juga pegiat karya seni. Melihat kehadiran NFT, tidak menutup kemungkinan bagi fine artists untuk merilis karya seni miliknya dalam bentuk digital atau NFT, khususnya karya seni lukisan. 

    Mengingat banyak sekali fine artists yang terus-menerus hidup dalam seni konvensional, tidak ada salahnya untuk mencoba peruntungan di NFT. Dengan NFT, seniman konvensional bisa merasakan sensasi pameran dan penjualan karya seni yang tentunya lebih cepat dan praktis berkat peran teknologi blockchain.

    Akan tetapi, dalam migrasi dari fine art ke NFT, diperlukan perubahan sikap dan pandangan dari para seniman rupa juga kolektor seni konvensional. Dengan NFT, para kolektor tidak bisa lagi menilai suatu karya seni hanya dari keterampilan dan bahan baku yang digunakan saja. Sebab, akan banyak hal baru yang ternyata berpengaruh dalam menentukan value dari karya seni NFT. 

    Baca juga: Serba-Serbi Kolektor Seni dan Caranya dalam Mendapatkan Cuan

    Jadi, sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia NFT, pegiat karya seni rupa murni harus tetap memiliki perencanaan yang matang dan sesuai dengan segala pertimbangan yang ada, ya! Bagi Anda para fine artists yang tertarik dengan NFT, cari tahu lebih lanjut dengan mengunjungi www.tokomall.io dan registrasi akun TokoMall Anda sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mirip Animal Crossing, Begini Cara Main Game Alice Crypto

    Hadirnya teknologi blockchain ternyata membawa banyak perubahan dalam kehidupan, dari mulai cryptocurrency seperti Bitcoin hingga ke dunia game. Sudah banyak game berbasis blockchain, salah satunya adalah game Alice crypto yang disebut-sebut mirip dengan Animal Crossing. Di game ini, Anda bisa bermain sambil mengumpulkan aset kepemilikan. Ingin tahu lebih lengkapnya? Simak penjelasannya berikut!

    Teknologi Blockchain dan Perluasannya ke Dunia Gaming

    Di era sekarang, teknologi blockchain sangat marak digunakan, khususnya dengan hal yang berkaitan dengan dunia cryptocurrency. Cryptocurrency atau yang lebih dikenal dengan aset kripto ini sedang booming dalam beberapa tahun ke belakang, karena dianggap dapat mewadahi aktivitas investasi masyarakat dan membawa keuntungan yang besar. 

    Selain cryptocurrency, blockchain juga mulai merambah dengan pengembangannya ke dunia game. Penggunaan teknologi blockchain ke dalam dunia gaming dianggap membawa banyak perubahan besar. Hal ini juga mendorong banyak pengembang proyek yang melakukan ekspansi dengan menciptakan game berbasis blockchain, sambil menggabungkan dengan crypto yang juga berbasis blockchain.

    Namun, seiring perkembangannya, game berbasis blockchain cenderung bersifat niche dan dirasa kurang berhasil menarik perhatian masyarakat awam, termasuk komunitas gaming yang lebih luas. Hingga akhirnya muncul satu game yang bernama My Neighbor Alice, sebuah game berbasis blockchain yang memiliki daya tarik bagi masyarakat luas. 

    Kenalan dengan Game Alice Crypto atau My Neighbor Alice

    Bagi Anda yang gemar bermain game Animal Crossing, Stardew Valley, hingga Minecraft, game Alice crypto ini pasti cocok untuk Anda mainkan. Game Alice crypto atau yang lebih dikenal dengan nama My Neighbor Alice, merupakan sebuah game yang berbasis teknologi blockchain. 

    Game yang diciptakan oleh studio game Antler Interactive ini memungkinkan para pemain untuk membangun pulau virtual dan mendekorasinya dengan beragam item yang disediakan di dalam game. Selain itu, pemain juga dapat melakukan aktivitas lain seperti memancing hingga berkebun.

    Sekilas, My Neighbor Alice memang memiliki tampilan dan aktivitas serupa dengan game Animal Crossing. Perbedaannya terletak pada elemen keuangan yang terdesentralisasi (DeFi), menyebabkan game ini tergolong lebih niche. Selain itu, item dalam game juga didominasi oleh Non-Fungible Token (NFT) dan dapat dimiliki secara penuh oleh pemain. Bentuk dan tingkatan NFT dalam game juga beragam, seperti aset lahan biasa yang dijual bebas hingga item dekorasi yang limited edition.

    My Neighbor Alice dianggap sebagai game blockchain yang bisa menarik masyarakat awam untuk bermain, karena memiliki tampilan dan jalan cerita yang menarik. Ditambah lagi, game ini bisa mewadahi para pemain yang ingin mengoleksi atau memperdagangkan aset kripto berupa NFT. Hingga saat ini, game ini masih dalam tahap pengembangan, rencananya akan selesai dan tersedia untuk umum pada awal tahun 2022.

    Sekilas tentang Gameplay dan Cara Bermain My Neighbor Alice

    Selayaknya game multiplayer-builder pada umumnya, My Neighbor Alice mengusung tema dunia terbuka, sehingga para pemain dapat secara bebas mengunjungi banyak tempat dan berpindah pulau. Sambil melakukan perjalanan, pemain juga dapat berinteraksi dengan sesama pemain.

    Tiap pemain diwakili oleh sebuah avatar yang nantinya bisa didandani sesuai dengan keinginan. Selanjutnya, para pemain dapat langsung membeli sejumlah lahan yang nantinya akan menjadi pulau virtual dan dimiliki sepenuhnya oleh pemain. Selain itu, game juga akan memberikan seperangkat quest atau tugas yang harus diselesaikan. Setelah berhasil, pemain akan diberikan reward oleh game.

    Sambil bermain, para pemain juga dapat merancang dan mendekorasi pulau tersebut dengan berbagai aset, seperti bangunan, tanaman, hingga hewan. Nah, setiap aset yang dimiliki pemain inilah yang merupakan NFT, sehingga dapat dijual kembali atau diperdagangkan di marketplace NFT yang ada di dalam game maupun di blockchain lain.

    Dalam permainan, pemain dapat memanfaatkan token ALICE yang merupakan token tata-kelola (Governance Token) dari keseluruhan ekosistem game My Neighbor Alice. Terdapat 4 fungsi utama penggunaan token ALICE di dalam game, yaitu sebagai tata-kelola game, pembelian aset di dalam game, serta sebagai reward atas partisipasi pemain di event game dan lama durasi staking.

    Jika Anda ingin mendapat profit lebih, Anda bisa menyewakan aset NFT yang dimiliki kepada pemain lain untuk periode tertentu. Selain itu, Anda bisa memilih opsi lain yaitu NFT collateral dan membuat akun anda terasosiasi dengan NFT tertentu. Tujuannya agar Anda bisa mendapatkan sejumlah persentase hasil penjualan NFT tersebut dalam bentuk token ALICE.

    Itulah penjelasan mengenai game Alice crypto, game berbasis blockchain dengan cerita yang menarik dan menggunakan NFT sebagai aset dalam game. Seperti yang kita ketahui, NFT sedang booming di Indonesia terutama dalam aspek seni digital. Kini, telah hadir marketplace NFT di Indonesia yaitu TokoMall. Bagi Anda yang ingin menggali lebih jauh tentang serba-serbi NFT, daftarkan diri Anda di TokoMall sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perusahaan Investasi: Blockchain Akan Memimpin Globalisasi Digital

    Xiao percaya bahwa sebelum pandemi, globalisasi mampu menguntungkan banyak orang, termasuk China, Wall Street, dan perusahaan multinasional.

    Namun, globalisasi juga akan memakan banyak korban seperti kelas menengah dan pekerja industri di banyak negara maju. Dia menjelaskan bahwa:

    Namun, Xiao percaya bahwa setelah globalisasi digital tanpa batas COVID-19, ini akan menguntungkan negara-negara berkembang dan negara-negara maju. Dia menjelaskan:

    “Dengan bantuan teknologi digital, tenaga kerja dapat diperjualbelikan mulai sekarang, dan karyawan tidak perlu pindah dari Amerika Serikat ke China, meskipun industri ini pindah ke China. Lalu ada pendidikan. Internet English Teaching telah mengubah hal-hal yang tidak dapat diperdagangkan menjadi hal-hal yang dapat diperdagangkan.”

    Ia juga berpendapat bahwa globalisasi digital akan berdampak pada sistem manajemen organisasi banyak perusahaan, dengan lebih banyak perusahaan yang akan memindahkan operasinya secara online.

    Baca Juga: Amankan Masa Depan Anda dengan Investasi Bitcoin

    Cara yang biasa dipakai perusahaan untuk mengukur kinerja mereka akan menjadi kurang penting, dan kerangka kerja penetapan tujuan yang baru dapat menggantikannya sebagai struktur manajerial yang paling penting. Dia mengatakan bahwa kerangka kerja seperti itu akan disebut “Tujuan dan Hasil Utama”, atau OKR. Xiao pun mengatakan:

    “Karena kita perlu melakukan satu hal bersama dalam ruang dan waktu yang berbeda. Kami harus transparan dan menyelaraskan tujuan kami, jadi kami membutuhkan alat OKR.”

    Dia juga mengklaim bahwa dampak digitalisasi lainnya akan membuat bisnis mengalami perombakan total dalam cara mereka melakukan praktik usaha mereka.

    Xiao mengatakan bahwa revolusi industri telah mencapai tingkat utilitas marjinal yang semakin berkurang. Dalam ilmu ekonomi, hukum utilitas marjinal yang semakin menurun menyatakan bahwa utilitas marjinal barang atau jasa menurun seiring dengan meningkatnya pasokan yang tersedia.

    Pelaku ekonomi mencurahkan setiap unit barang atau jasa yang berurutan untuk mencapai tujuan yang semakin berkurang, dan blockchain hadir untuk mengatasinya.

    Negara tirai bambu sangat berpengaruh terhadap harga Bitcoin dan seluruh cryptocurrency. Secara historis, apa yang mereka katakan akan membuat harga naik atau turun drastis.

    Seperti ketika presiden Tiongkok mengatakan bahwa mereka akan menggunakan teknologi blockchain, harga BTC naik Rp 50 juta-an dalam 1 minggu pada tahun 2019.

    Pada tahun 2018, mereka juga mengatakan bahwa mereka melarang penjualbelian cryptocurrency. Tahun 2018 adalah tahun yang sangat jelek untuk industri cryptocurrency.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meta versus Metaverse dan Masa Depan Dunia Virtual

    Facebook berganti nama menjadi Meta. Platform media sosial nomor satu dunia ini bahkan makin serius menggarap perangkat realitas virtual (virtual reality atau VR) mereka, yang makin mencengangkan saja kemampuannya. Facebook tidak baru-baru ini saja latah dengan dunia virtual. Akuisisi Oculus, perangkat virtual asal California, sudah dilakukan sejak 2014 dengan nilai raksasa, yakni USD2,3 miliar dalam bentuk tunai dan saham.

    Perangkat VR adalah salah satu prasyarat utama bagi pengalaman virtual yang lebih imersif. Perangkat VR yang dipasang di alat penglihatan dan sarung tangan haptics akan mengirim gambar dan sinyal sentuhan ke dunia virtual yang dikembangkan Facebook, sehingga interaktivitas sosial tidak akan lagi dibatasi oleh jarak dan waktu.

    Rapat di kantor, misalnya, tak lagi perlu berada dalam ruangan yang sama, sehingga memberi banyak keuntungan. Waktu yang dihabiskan di jalanan, risiko kesehatan, dan biaya, tentu saja dapat ditekan seminimal mungkin.

    Yah, tentu saja kalau memang tak berniat untuk menghabiskan anggaran, seperti yang lazim terjadi di instansi pemerintahan.

    Metaverse, dunia virtual yang diilhami oleh novel Snow Crash karya Neal Stephenson di tahun 1992, memungkinkan konvergensi konektivitas dunia fisik dan virtual dalam ruang maya.

    Metaverse, istilah yang baru-baru ini semakin populea, sebenarnya cukup banyak terwujud di sekitar kita, terutama dalam bentuk gim. Ada Roblox, Minecraft, atau bahkan Animal Crossing.

    Animal Crossing, gim imut yang menugasi pemain untuk mengelola sebuah pulau untuk menjadi pulau destinasi wisata, memberikan keleluasaan bagi pemain untuk mendesain ruang eksterior dan interior dari bangunan tertentu.

    Tak hanya itu, versi daring dari gim ini memungkinkan pemain untuk mengunjungi pulau milik temannya!

    Baca juga : Shiba Inu (SHIB) Menjadi Token Paling Dicari di CoinMarketCap

    Metaverse Kripto

    Naiknya kepopuleran metaverse yang dipicu oleh Facebook (Meta) ini juga berdampak pada beberapa produk aset kripto seperti Decentraland.

    Produk utama Decentraland adalah dunia tiga dimensi, yang bisa diakses di komputer desktop. Komponen utama dari Decentraland adalah ruang tiga dimensi itu sendiri, yang dinamai LAND.

    Ruang tiga dimensi ini jadi bahan jualan utama Decentraland. Setiap orang dapat mengakuisisi sepotong tanah di Decentraland, yang teridentifikasi dengan koordinat Cartensian x dan y, yakni koordinat dua dimensi yang terpetakan menggunakan satu sumbu horizontal (x) dan satu sumbu vertikal (y). Seseorang bisa membeli satu blok tanah yang disebut dengan parcel, ataupun gabungan beberapa parcels yang disebut estate.

    Harga properti di Decentraland tidaklah murah. Saat ini, satu parcel termurah dihargai 4000 MANA. MANA adalah native token dari Decentraland. Satu MANA saat ini bernilai USD3,73, sehingga satu parcel dapat dikonversi menjadi USD14.920 atau lebih dari 211 juta rupiah!

    Tak hanya tanah saja yang dapat dijual di Decentraland. Barang-barang virtual lain yang berupa kolektibel yang terdiri atas produk fashion, juga tersedia di marketplace. Penutup kepala, baju, hingga alas kaki, tersedia dalam ragam dan harga yang bervariasi. Barang-barang ini bisa dipakai untuk memodifikasi avatar pengguna, yakni karakter yang menjadi representasi si pengguna dalam dunia digital.

    Facebook Meta vs Metaverse Aset Kripto

    Persaingan Meta dengan produk metaverse aset kripto seperti Decentraland sesungguhnya sedang terjadi. Produk-produk ini memiliki “bahan jualan” yang serupa.

    Meskipun, saya tidak yakin kalau Meta nantinya ikut berjualan petak tanah virtual, akan tetapi jangan lupa bahwa Facebook dahulu pernah bereksperimen dengan produk mata uang kripto bernama Diem, yang kini bernama Novi.

    Bisa jadi, mata uang kripto Novi yang digadang-gadang lebih condong ke stablecoin ketimbang aset kripto lain seperti Bitcoin dan Ethereum, menjadi alat pembayaran di dalam ekosistem Meta besutan Facebook.

    Titik fokus Meta dan Decentraland mestinya tidak sama. Meta bisa mengadopsi pola bisnis Facbook saat ini yang mengutamakan konektivitas antar-orang yang membentuk ekosistem sosial (dan berjualan data pengguna dalam bentuk iklan dan algoritma recommender produk-produk komersial).

    Sementara itu, Decentraland lebih ditujukan pada manajemen aset virtual dan kolektibel. Bila Meta menyediakan aksesibilitas untuk sebanyak mungkin orang. Decentraland akan dihuni sekelompok eksklusif orang yang mampu membayar mahalnya barang-barang yang dijual.

    Mereka ini adalah kelompok yang telah berhasil memenuhi kebutuhan primer dan sekunder, dan kini memburu barang-barang tersier seperti NFT dan lahan LAND (yang juga berupa NFT). Dunia virtual LAND bisa menjadi media untuk memamerkan kekayaan virtual dengan menanggalkan identitas dunia nyata.

    Facebook yang telah memiliki basis pengguna sangat besar, rasa-rasanya tak akan kesulitan untuk mendorong pengguna untuk memakai Meta, dengan asumsi bahwa perangkat dan fasilitas telah tersedia luas.

    Sementara itu, Decentraland dan sejenisnya masih harus berjibaku untuk meyakinkan orang untuk membeli MANA, apalagi menginvestasikan sejumlah besar MANA untuk membeli sepetak tanah virtual dalam LAND yang harganya setara mobil Xpander baru.

    Akan aneh rasanya, menggunakan ruang virtual Decentraland tanpa memiliki aset apapun baik dalam bentuk tanah ataupun fashion.

    Decentraland mestinya sadar bahwa ia bukan satu-satunya metaverse yang beroperasi di dalam aset kripto. Dengan harga transaksi yang mahal dalam platform Ethereum dan munculnya metaverse lain pada platform dengan biaya transaksi lebih murah, rasa-rasanya tak masuk akal untuk membeli LAND saat ini, bila memang tidak tajir melintir.

    Baca jugaMengenal Karya Seni Rupa Murni dan Potensinya di Dunia NFT

    Tanah Virtual dan Risikonya

    Soal karakter sentralistik, meski Decentraland memiliki komponen blockchain, ia tak akan berarti banyak tanpa komponen off-chain yang memungkinkan orang berinteraksi di dunia tiga dimensi.

    Komponen inilah yang pastinya memerlukan bantuan pihak ketiga untuk menjalankan dan mengelolanya, yang tentu saja, tersentralisasi. Maka banyangkan bila pihak ketiga ini berhenti beroperasi; bagaimana nasib tanah dan aset virtual lainnya yang telah dikumpulkan oleh pengguna metaverse tersebut?

    Jumlah petak tanah pada Decentraland memang sangat terbatas; tentunya menimbulkan potensi keuntungan besar bagi para investor, seperti halnya bisnis properti tradisional. Namun, dengan sifatnya yang virtual dan ketergantungannya pada pihak ketiga untuk memastikan bahwa dunia virtual tersebut dapat diakses dengan baik. Rasa-rasanya jenis investasi tanah virtual ini berisiko amat-sangat-tinggi sekali.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 4 Mural Artists yang Berhasil Menjual Karyanya Sebagai NFT

    Istilah ‘mural’ tidak jarang menimbulkan konotasi negatif. Padahal, mural merupakan jenis karya seni, lho, dan tidak semua berkaitan dengan vandalisme. Para mural artists juga memiliki keterampilan khusus dalam menggambar, tidak kalah dengan seniman rupa. Terbukti dengan banyak di antara mereka yang sudah mulai berkiprah di dunia NFT dan berhasil meraup banyak dari penjualan karya seninya. Penasaran siapa saja?

    Eits, sebelum itu, mari kita bahas mengenai mural secara umum terlebih dulu. Yuk, baca terus artikel ini!

    Apa Itu Mural?

    Mengutip situs Imural, mural adalah sebuah karya seni berupa gambar atau lukisan yang memanfaatkan media yang luas dan ‘terlihat’, seperti pada dinding, tembok, hingga tidak sedikit pula yang melakukannya di atas jalanan. Seniman di balik mural biasanya disebut dengan mural artists. Sudah banyak seniman mural yang terkenal di dunia, seperti Banksy, Lady Pink, dan masih banyak lagi.

    Mural sendiri masuk ke dalam golongan street art, di mana umumnya karya seni ini dibuat sesuai dengan hukum alias legal, meskipun sebenarnya peraturannya tetap bergantung pada masing-masing negara. Selain itu, mural juga lebih memungkinkan para seniman untuk mendapatkan bayaran atas karya seni miliknya tersebut. 

    Sebagai contoh, kini mural sudah berkembang tidak hanya digambar di dinding bangunan bagian luar saja, tetapi juga bagian dalam dari bangunan atau ruangan. Sudah banyak bisnis dari berbagai sektor yang menggunakan jasa mural artists untuk meramaikan ruangan miliknya. Selain itu, seniman mural juga sudah banyak yang ikut merambah ke seni digital.

    Perbedaan Mural dan Graffiti

    Perbedaan Mural dan Graffiti

    Dikarenakan menggunakan media yang sama dengan graffiti, masih banyak yang belum mengetahui bahwa mural sebenarnya berbeda dengan graffiti. Dilansir dari situs Columbia Edu, seni graffiti sudah ada sebelum munculnya street art dan mural. Namun, keduanya memang saling berkaitan karena inspirasi gaya seni mural juga tak lepas dari graffiti.

    Perbedaan lainnya adalah dalam pendekatannya. Jika mural lebih terstruktur dan mengutamakan gambar, maka graffiti lebih mengambil pendekatan teks sebagai ekspresi langsung dari masyarakat. Hal inilah yang membuat graffiti memiliki pengaruh besar dalam perkembangan budaya. Mayoritas graffiti juga digambar secara bebas dan tidak selalu memiliki makna yang jelas, bergantung pada keinginan pembuatnya.

    Partisipasi Street Art dalam NFT Melalui Mural

    Seiring perkembangan teknologi terlebih blockchain, banyak seniman yang memperluas jangkauannya, salah satunya dengan menjual karya seni miliknya lewat NFT. Tidak hanya seniman rupa hingga visual saja, tetapi juga sudah mulai banyak street artist yang ikut terjun ke NFT, lho! Hal ini menunjukkan bahwa adopsi seni terhadap NFT sebenarnya bersifat tidak terbatas.

    Baca juga: Atasi Era Digital dengan Digitalisasi Karya Seni 2 Dimensi

    Migrasi street art ke NFT ini tentunya diawali dengan banyaknya mural artists ternama yang menjual mural miliknya ke dalam NFT. Jadi, dilakukan digitalisasi karya seni untuk kemudian menerbitkannya ke dalam NFT. Umumnya, para seniman menaruh karya seni tersebut dalam sebuah lelang. Hal ini tentunya menambah daftar adopsi NFT oleh seni konvensional, dalam hal ini adalah street art.

    4 Mural Artists yang Menjual Karyanya Menjadi NFT

    Nah, berikut ini terdapat 4 seniman mural Artists yang menjual karyanya menjadi NFT:

    1. Loro Masnah (Another Flex on the Wall)

    Pada Oktober lalu, seorang seniman mural asal Kolombia bernama Loro Masnah bersama timnya menggambar mural di tembok di Williamsburg, berupa replikasi dari koleksi NFT ternama yang telah terjual sebelumnya. Proses penggambaran mural ini tentunya bisa terjadi setelah mendapatkan izin dari para pemilik gedung juga kolektor NFT.

    The wall

    “Street Cool Cat “The Beast” 2665” oleh Another Flex on the Wall

    Masnah membuka kesempatan bagi para kolektor untuk mendapatkan jatah karya seni mural di atas tembok tersebut, dengan cara membeli koleksi NFT spesialnya yang diberi nama “Another Flex on the Wall” terlebih dulu. Beberapa koleksi NFT yang berhasil di-recreate oleh Masnah, antara lain “Cool Cat “The Beast” 2665” dan “Board Ape “CryptoPainter” #768”.

    2. Pascal Boyart

    Seniman mural yang satu ini awalnya dikenal dengan muralnya yang bertajuk “Liberty Leading the People”. Tidak hanya di atas tembok saja, ia kemudian mengubah karya seni tersebut ke dalam versi digital dan di-mint menjadi NFT. 

    Nft project

    “Contemplations of the Red Jester” oleh Pascal Boyart

    Tidak sampai situ saja, Boyart juga menjual versi digital dari muralnya yang lain ke dalam bentuk NFT yang bertajuk “Contemplations of the Red Jester”. NFT tersebut berhasil terjual di harga USD 112.000 pada akhir Februari lalu. Hingga saat ini, Boyart sudah mendigitalisasi lebih dari 10 mural miliknya menjadi NFT.

    3. Jason Peterson

    Seniman yang satu ini sebenarnya merupakan seorang fotografer asal Amerika Serikat, tetapi berhasil berkolaborasi dengan seniman Tubszilla dalam menggambar sebuah mural dengan konsep potret dari Kanye West. Untuk mengapresiasi jutaan pengunjung yang telah mendatangi lokasi mural di West Loop Chicago, Peterson akhirnya memutuskan untuk menjadikan mural tersebut menjadi NFT.

    Mural NFT art street

    “41°53’07.9″N 87°39’04.9″W Mural NFT” oleh Jason Peterson

    Hal unik dari NFT ini adalah Peterson juga menyediakan QR code pada mural, yang jika di-scan maka akan muncul siapa saja para pemilik dari NFT tersebut. NFT ini berhasil dilelang pada bulan Oktober lalu dan terjual di harga 1512 AVAX atau sekitar 119.296 USD (harga fluktuatif).

    4. Austin Zucchini-Fowler

    Pada Maret lalu, seniman mural Austin Zucchini-Fowler meluncurkan NFT berupa versi digital dari mural miliknya yang sangat terkenal, bertajuk “Healthcare Hero”. Mural yang terletak di Colfax Avenue ini mengisahkan perjuangan tenaga kesehatan dalam melawan pandemi COVID-19.

    Mural digital

    “Healthcare Hero” oleh Austin Zucchini-Fowler

    Zucchini-Fowler kemudian menjadikan mural tersebut ke dalam versi digital dan melelangnya sebagai NFT. Pelelangan ini berlangsung mulai tanggal 31 Maret hingga 12 April 2021 lalu. Hingga kini, Zucchini-Fowler telah merilis banyak NFT yang merupakan versi digital dari mural miliknya.

    Ternyata, partisipasi para mural artists terhadap blockchain khususnya NFT sudah mulai meningkat. Hal ini membuktikan bahwa NFT tidak terbatas hanya untuk seniman rupa saja, tetapi seniman lain juga bisa ikut serta menjual karya seninya dalam bentuk digital. Bagi Anda yang tertarik dengan NFT, segera daftarkan diri Anda sebagai Official Partner (Kreator) dan juga Creator (Kolektor) di TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Karya Seni Berbasis NFT Digandrungi?

    2021 menjadi tahun dimana karya seni digital mengalami ledakan popularitas. Hal itu didukung teknologi NFT yang memungkinkan bukti kepemilikan benda di dunia virtual.

    NFT memanfaatkan blockchain dan berdampak besar terhadap keuangan, seni, musik, properti intelektual serta barang-barang mewah. Berkat blockchain, semua transaksi karya seni dilacak setelah penjualan terjadi sehingga memudahkan pembayaran royalti.

    Sebagai contoh, Robert Zumkeller, desainer grafis yang membuat ilustrasi digital, menerima royalti 10 persen atas setiap transaksi karya seninya. Hal itu tidak mungkin terjadi melalui karya seni berwujud fisik, jelas Zumkeller.

    Di alam digital, karya seni berbentuk berkas data yang dapat memiliki banyak salinan. Berkat NFT, kepemilikan atas karya asli dapat dibuktikan kendati karya tersebut berbentuk digital.

    Baca jugaIntel: Metaverse Perlu Pembaruan Besar-besaran

    Secara keseluruhan, pasar NFT melambung selama 12 bulan terakhir dengan peningkatan 700 persen dari kuartal kedua hingga kuartal ketiga menurut platform analisa Dappradar.

    Gelembung ini mengkonfirmasi sifat spekulatif aplikasi blockchain dan kripto, dimana Bitcoin (BTC) meningkat 100 ribu kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir.

    Claudio Tessone, profesor teknologi blockchain di Universitar Zurich, berkata keputusan desain pada teknologi NFT menyebabkan maraknya spekulasi, sebab itu NFT digandrungi.

    “Penciptaan aset kian mahal sehingga mendorong peningkatan nilai mereka, mirip seperti minyak tanah yang naik ketika semakin sulit digali. Hal ini mengakibatkan insentif untuk berinvestasi di blockchain dan menjadi pola yang mendukung spekulasi,” jelas Tessone.

    Konsumsi energi aplikasi blockchain menjadi topik yang diperbincangkan. Teknologi proof of stake menjadi harapan arsitektur baru bagi blockchain agar konsumsi listrik hampir tidak ada.

    Kendati demikian, berkata arsitektur baru ini bisa menghasilkan problem baru. Blockchain proof of stake memberi imbalan bagi pengguna yang menaruh deposit sehingga mendorong spekulasi.

    Baca jugaJoin Mataverse, Nike Beli Perusahaan Sneakers Virtual!

    Tessone berpendapat saat ini sulit membayangkan blockchain tanpa spekulasi. Ia ingin komunitas kripto lebih memerhatikan ekonomi kripto dengan ekonomi yang berfungsi di masa depan.

    Sebagian besar berita NFT menyoroti sisi spekulasi. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya percobaan untuk kegunaan ideal menurut Catherine Tucker, profesor MIT.

    Satu permasalahan soal anonimitas pada teknologi blockchain adalah penipuan finansial. Sebagai contoh, seorang seniman dapat berkonspirasi dengan pembeli untuk mendorong harga karyanya.

    Kendati demikian, Tucker berkata NFT tidak sepenuhnya dapat disalahkan. Hal tersebut adalah gejala pengguna di lingkungan yang belum jelas dengan biaya transaksi tinggi.

    “Pada akhirnya, teknologi hanyalah teknologi,” tandas Tucker.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com