Tag: defi

  • Mengenal Non-Fungible Tokens (NFT) part 2: Kelebihan NFT

    Dari artikel part 1 sebelumnya, kita sudah belajar memahami tentang NFT. Namun, dengan didasari oleh teknologi Blockchain, tentu saja NFT memiliki beberapa kelebihan dan tentu saja dapat dikoordinasikan. Apa saja kelebihannya?

    Standardization

    Yang berarti setiap pembuatan NFT memiliki standarisasi untuk bisa diperjual-belikan di pasaran, standarisasi ini biasanya diterapkan di smart contract atau Blockchain.

    Interoperbalility

    Dengan tekhnologi Blockchain, NFT yang di buat oleh para pengembang bisa di jual-belikan di market NFT manapun. Jadi lebih mempermudah para pengembang jika ingin menjual NFT-nya.

    Tradeability

    Karena memiliki nilai dan kelangkaan daripada NFT, maka NFT bisa di tradingkan di pasaran dengan mengharapkan menyimpan NFT saat ini dan mendapatkan pertumbuhan nilai di masa depan.

    Liquidity

    Untuk para seniman, apalagi yang kurang ternama, mungkin agak sulit jika harus menjual karya seninya melalui pelelangan karya seni. Namun dengan teknologi Blockchain, likuiditas dari karya seni akan semakin mudah dengan adanya pasar terbuka yang memperjual-belikan NFT didalamnya, contoh pasar yang memperjualbelikan NFT adalah opensea.io, rarible.com, enjinx.io

    Immutability

    Sifatnya yang memiliki ketetapan hak cipta pada Blockchain terhadap NFT-nya, membuat NFT tidak bisa di duplikasi atau di replika.

    Programmability

    Karena bahasa pemrograman yang sudah disediakan oleh smart contract, membuat semua kalangan masyarakat bisa membuat NFT-nya dengan mudah.

     Baca Juga: Mengenal Non-Fungible Tokens (NFT) part 1: Apa itu NFT?

    Protokol yang populer digunakan oleh para pengembang NFT masih berasal dari blockchain Ethereum, seperti protokol ERC 721, ERC 998, ERC 1155. Karena sebagian besar NFT di keluarkan di Blockchain Ethereum, dan saat ini Ethereum memiliki kendala dengan mahalnya gas fee, membuat pengembang mengeluarkan fee yang cukup besar dibandingkan dengan Blockchain lainnya.

     

    Untuk saat ini kegunaan dari NFT masih diadopsi mencakup dunia gaming dan karya seni digital, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa kedepannya NFT bisa juga digunakan untuk sertifikasi, seperti surat tanah, akte kelahiran, akte kematian, ataupun lisensi dari sebuah lembaga atau perusahaan.

     

     

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • YFI Coin Turun, Apakah Bisa Naik?

    Penurunan pada token Yearn.finance terjadi meskipun ada tren fundamental positif untuk proyek dan semua ruang DeFi.

    Yearn.finance adalah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada memungkinkan pengguna memperoleh pengembalian tertinggi atas setoran cryptocurrency mereka. Ini juga berkembang ke sejumlah segmen pasar lainnya termasuk pinjaman desentralisasi, pertukaran desentralisasi, dan asuransi terdesentralisasi.

    Seperti yang anda lihat, support sudah terlihat di sekitar Rp 270 juta-an. Kurangnya time frame di YFI, sangat sulit untuk memprediksi apakah YFI bisa naik kembali.

    Harga YFI coin pada awal maret 2021 adalah di kisaran Rp 493 juta dengan market cap sebesar Rp 18 miliar.

    YFI coin memiliki kinerja yang fantastis sejak pertama kali diterbitkan. Hal inilah yang membuat YFI coin menjadi pesaing bitcoin. Kenaikan harga YFI coin salah satunya disebabkan oleh DeFI yang saat ini sedang ramai digunakan.

    Fundamental Yearn.finance yang Berkembang

    Ada sejumlah pengumuman dan perkembangan positif untuk cryptocurrency dan ekosistemnya masing-masing.

    Jajaran produk utama Yearn.finance, Vaults, telah mengalami peningkatan selama beberapa minggu terakhir. yBTC, yETH v2, dan strategi investasi lainnya sedang diluncurkan yang telah menarik banyak modal dari investor yang ingin mendapat untung dari investasi mereka.

    Dalam beberapa minggu ke depan, akan ada pengumuman positif.

    Yang paling utama, ada beberapa gerakan untuk menambahkan YFI coin sebagai jenis jaminan untuk ekosistem Maker DAO. Ini akan menjadi tambahan yang saling menguntungkan yang akan memungkinkan Maker DAO mendapatkan jaminan dan akan memberi YFI lebih banyak utilitas.

    Setelah itu, pengembang sedang mengerjakan peningkatan versi ke situs Yearn.finance yang akan membantu meningkatkan kegunaan, sehingga ini tentu akan semakin membuat ekosistemnya semakin fungsional dan menarik.

    Baca Juga: Apa Itu Yearn Finance? Semua Yang Anda Harus Tahu

    Semua DeFi Tengah Bertumbuh

    Guna meningkatkan protokol Yearn.finance dan mata uang crypto yang mendasarinya, semua DeFi saat ini tengah bertumbuh.

    Spencer Noon, kepala DTC Capital, baru-baru ini mengomentari pertumbuhan dari semua DeFi:

    “Latar belakang fundamental yang kuat untuk  #crypto  – yang tidak seperti pasar Bullish sebelumnya – adalah ada miliaran crypto dollar yang datang secara on-chain untuk menggunakan  #DeFi . Kecuali hal itu menunjukkan tanda-tanda melambat, kami berada di jalur untuk kapitalisasi pasar agregat multi-triliun dolar untuk ruang tersebut.”

    Itulah beberapa alasan yang mendasari kenapa YFI coin mengalami penurunan .Ingin berinvestasi cryptocurrency dengan mudah dan aman? Yuk gabung dengan Tokocrypto.com. Tokocrypto merupakan exchange berbagai macam aset cryptocurrency seperti dogecoin, bitcoin, ethereum, dan sebagainya. Tokocrypto.com merupakan platform dengan peringkat pertama cyber security di Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Resistance Ditembus, Analis Prediksi Harga Ethereum ke Rp 10 Juta!

    Ethereum (ETH) meledak lebih tinggi sejak posisi terendah di wilayah Rp6,9 juta dan sempat hampir menyentuh wilayah Rp8,2 Juta. Saat penulisan dilakukan Ethereum diperdagangkan di kisaran Rp8 juta.

    Aksi harga ETH ini diperkirakan akan bergerak ke lebih tinggi lagi dalam beberapa hari atau minggu mendatang menurut beberapa analis. Ada sejumlah tren teknis dan fundamental yang diprediksi dapat mendorong ETH jauh lebih tinggi lagi, seperti peluncuran jaringan ETH2, pertumbungan ruang DeFi, dan jika dilihat dari tren teknis, hambatan koin tersebut menuju Rp10 Juta sangat sedikit. Tidak hanya itu, keadaan pasar Bitcoin yang bullish diperkirakan juga dapat menjadi pendorong harga ETH melonjak.

    Harga Ethereum Hari Ini
    Harga Ethereum Hari Ini

    Baca juga: Ethereum Buat All-Time-High Baru dengan Tembus $500!

    Analis: Harga Ethereum Akan Meledak Lebih Tinggi

    Analis berpendapat Ethereum dapat diatur agar bisa mendaki harga yang lebih tinggi lagi saat berhasil menembus kisaran makro dan resistensi makro terdahulu yang pernah dicapai pertama kalinya sejak 2018. Mengacu pada grafik di bawah ini, ada indikasi terkait dengan terobosan aksi harga makro ETH,

    Baca Juga: Indeks Fear and Greed Crypto Meningkat, Apakah Beli Bitcoin Saat ini Tepat ?

    “$ETH/USD mengalami penutupan harian bullish yang sangat besar, jika mingguan ditutup di kisaran ini, dan level resistensi selanjutnya akan berada di $750 (Rp10 Juta lebih)… Bagaimana tidak bullish jika saat ini seperempat juta ETH terkunci selama lebih dari satu tahun…”

    harga ethereum

    Tekanan Jual di Masa Mendatang

    Sementara pandangan jangka panjang mengenai Ethereum jauh lebih baik selama beberapa minggu terakhir, seorang trader membagikan grafik di bawah ini.

    Grafik tersebut mengindikasikan catatan pemesanan ETH di bursa teratas. Rupanya, ada banyak tekanan jual yang mengarah ke bawah.

    “Pembelian pasar yang serius sedang terjadi, tetapi di sisi lain permintaan (jual) menumpuk. Saya tidak terlalu berharap ETH menembus 600 (USD) hari ini,” ujar salah satu analis dengan data tersebut.

    harga ethereum

    sumber.

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • DeFi Semakin Tokcer, Koin Digital Ini Diprediksi Subur

    Di tengah-tengah pandemi Covid-19 tidak semua sektor bisnis terimbas, melainkan ada pula yang semakin menunjukkan peningkatan dari sisi penghasilan. Salah satunya yakni proyek DeFi. Proyek ini mulai dikembangkan sejak 2019 lalu.

    Baca Juga: Visa Gunakan Blockchain, Bantu Integrasi Mata Uang Digital Bank Sentral

    Namun mulai mendunia selama pandemi ini berkat meroketnya salah satu aset DeFi, YFI, yang mampu mengalahkan keperkasaan koin digital Bitcoin baru-baru ini dengan menyentuh harga Rp 567 juta/YFI. Hal yang paling fenomenal lainnya adalah koin ini baru listing kurang dari 3 bulan lamannya dan sudah mampu meroket hingga Rp 567 juta/YFI. Kenaikan aset-aset digital YFI juga disebabkan perkembangan proyek DeFi di luar sana untuk meningkatkan inklusi keuangan lewat sistem keuangan tertutup. Di mana, sektor yang paling aktif digarap oleh proyek DeFi yakni pinjaman cryptocurrency.

    Namun dari banyaknya proyek DeFi yang digarap saat ini, ada salah satu cryptocurrency yang mendapatkan durian runtuh dari semakin banyaknya proyek DeFi di luar sana. Kira-kira teman-teman Coinvestor ada yang tahu nggak koin apa itu? Koin digital tersebut adalah cryptocurrency yang diciptakan oleh Vitalik Buterin, yaitu Ethereum (ETH).

    Menurut kamu, bagaimana sepak terjang Ethereum (ETH) sepanjang tahun ini? Tokcer, bukan? Berdasarkan pantauan Coinvestasi, harga Ethereum sepanjang 2020 sudah mengalami lonjakan hampir 200%. Salah satu penyebab utama dari kenaikan harga Ethereum (ETH) adalah proyek DeFi di luar sana banyak menggunakan platform blockchain dengan layanan smart contract-nya. Belum lagi, Ethereum (ETH) bisa dijadikan jaminan aset crypto untuk mendapatkan stablecoin. Tren bullish Ethereum dimanfaatkan oleh banyak investor untuk menjaminkan ETH di platform DeFi lendinguntuk mendapatkan stablecoin.

    Dengan harapan jaminan Ethereum (ETH) tersebut bisa mengalami peningkatan harga dan investor tidak perlu bingung untuk membayar bunga pinjaman tersebut. Sehingga, bunga pinjaman bisa ditutupi oleh kenaikan harga Ethereum di waktu-waktu mendatang.

    Menurut Josh Olsewicz, Analis, Brave New Coin, pada awal Juni 2020, memprediksi bahwa harga ETH bisa mencapai $750 atau Rp 10,4 juta/ETH. Tentunya prediksi ini bisa melihat dari fundamental dari platform Ethereum itu sendiri yang sudah digunakan selama bertahun-tahun, belum lagi adanya peningkatan dari proyek DeFi yang saat ini memang menjadi sektor blockchain teraktif di dunia.

    Baca Juga: Efek UNISWAP, Return Token Dalam Protokol Melambung Tinggi

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Cara DeFi Diadopsi Semakin Luas Lagi!

    Situs web metrik Ethereum Dune Analytics melalui laporan terbarunya menunjukan ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) sekarang memiliki lebih dari 1 juta alat Ethereum. Angka ini meningkat lebih dari 10 kali lipat dari yang tadinya hanya 91.000 alamat pada 6 Desember 2019 silam.

    Baca Juga: Harga ETH Akhirnya Tembus ATH, Bakal Naik Terus?

    Meskipun pertumbuhan DeFi terbilang sangat pesat, beberapa ahli memperingatkan untuk tidak menjadikan hal ini sebagai acuan adopsi DeFi yang meluas. Pasalnya, untuk DeFi benar-benar dapat sepenuhnya mendobrak kondisi mainstream yang ada, strategi komunikasi dan jangkauan komunitas mereka juga harus dipertimbangkan.

    Hal tersebut juga bisa disebabkan banyak pengguna DeFi yang menggunakan beberapa alamat untuk melindungi privasi mereka saat bertransaksi di jaringan publik Ethereum. Dilansir dari Cointelegraph, Brian Flynn, salah satu pendiri startup yang berfokus mendorong pastisipasi di DeFi, Rabbithole, menunjukkan jumlah peserta dalam DeFi sebenarnya jauh lebih rendah.

    “Kenyataannya adalah jumlah pengguna unik hanya 10-15% dari itu. Itulah metrik penting sebenarnya.”

    Spekulan Sebagai Peserta

    Jadi bagaimana DeFi menjangkau satu juta pengguna dan seterusnya? Flynn menjelaskan bahwa langkah pertama dalam menarik lebih banyak pengguna unik hanya akan membuat “aplikasi pembunuh yang berfokus pada spekulasi” mirip dengan platform perdagangan CeFi Robinhood. Ketika itu platform tersebut mengalamii ledakan partisipasi yang luar biasa selama Pembatasan Sosial diberlakukan.

    Namun, agar dapat berlangsung jangka panjang, cara yang dirasa paling tepat adalah memberi insentif kepada pengguna agar berpartisipasi dalam elemen tata kelola dan lapisan infrastruktur DeFi.

    “Banyak pengguna memahami cara memperdagangkan token di Uniswap atau agregator, tetapi tidak memahami cara kerja protokol ini di belakang layar,” ujarnya. “Misalnya, dari semua alamat yang telah berdagang di Uniswap, hanya sebagian kecil yang pernah menyediakan likuiditas. Sebaliknya pada Compound, banyak pengguna yang hanya menempatkan likuiditasnya untuk mendapatkan bunga dan hanya sebagian aset yang dipinjam untuk diambil pinjamannya oleh pengguna lain.”

    Baca juga: Semakin Luas, Polkadot Luncurkan Aliansi DeFi dengan Chainlink

    “Kami membutuhkan pengguna untuk dapat melangkah lebih jauh ke dalam rabbit hole dan berpindah dari spekulan menjadi peserta dalam perekonomian terbuka. Begitulah cara kami mendorong adopsi yang nyata.”

    Profil Pengguna yang Berbeda

    Mendorong pengguna untuk menjadi aktor yang lebih aktif dalam lanskap DeFi adalah salah satu langkah menjanjikan menuju adopsi yang lebih luas, tetapi ada langkah lain yang mungkin menarik pengguna secara lebih luas lagi.

    Patrick Rawson, salah satu pendiri di DAO engineering dan blockchain eksperimen outfit Curve Labs, mengatakan pengalaman pengguna saat ini di DeFi disesuaikan dengan demografi yang sangat spesifik.

    “Orang-orang yang menggunakan mekanisme ini, mereka cenderung laki-laki, mereka condong lebih muda, mereka condong ingin mendapatkan keuntungan […], mereka cenderung menjadi ahli teknis,” kata Rawson. “Profil pengguna ini akan menuntut apa pun yang membuat mereka paling untung.”

    Jika DeFi benar-benar ingin menjadi “bank yang tidak memiliki rekening bank” dan mencapai “mil terakhir” pengguna, mereka mungkin harus memikirkan strategi penjangkauan baru, kata Rawson.

    Rawson mengatakan bahwa untuk mencapai perubahan ini, DeFi harus menyesuaikan dirinya dengan “struktur kelembagaan lokal yang mencerminkan nilai-nilai lokal.” Salah satu contoh yang dia tawarkan adalah kredit Sarafu, sebuah eksperimen “mata uang komunitas” di Kenya yang sebelumnya bermitra dengan Bancor.

    Flynn setuju dengan pendapat tersebut. Ia merasa berfokus pada keuntungan di atas segalanya mungkin menjadi cara yang agak terbatas untuk bisa secara luas diadopsi. Terlebih, pengguna juga harus bisa memainkan peran penting sebagai agen informasi dalam membangun keberlanjutan DeFi.

    “Kita perlu berhenti berfokus pada harga, dan lebih fokus lagi mengenai bagaimana jaringan crypto dan desentralisasi menjadi cara baru dalam membangun komunitas saat ini.”

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Kerja DeFi yang Jadi Revolusi Layanan Keuangan Dunia

    DeFi merupakan singkatan dari decentralized finance yang artinya keuangan terdesentralisasi. Layanan keuangan ini tentu berbeda dengan keuangan konvensional layaknya seperti bank, karena tidak ada yang memimpin dan mengatur layanan DeFi.

    DeFi bekerja dengan bantuan smart contract berupa seperangkat aturan yang sudah terprogram dengan baik. Tugas dari smart contract ini ialah untuk menerima dan membayar uang serta menyesuaikan perubahan pasar.

    Apa itu DeFi?

    Decentralized finance merupakan sebuah platform berbasis blockchain yang bertugas untuk melakukan transaksi keuangan tanpa perantara dengan menggunakan sistem smart contract atau kontrak pintar.

    Platform DeFi akan memutus perantara dan memberikan ruang kontrol yang lebih leluasa bagi pengguna dengan fleksibilitas yang tinggi, kecepatan transaksi lebih baik, dan fee yang lebih kecil.

    Baca Juga: DeFi dan NFT Masih akan Moncer di Tahun 2022, Apa Saja Proyek yang Bagus?

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Cara Kerja DeFi

    Cara kerja dari decentralized finance yaitu mengumpulkan informasi dari blockchain terlebih dahulu. Selanjutnya, DeFi melakukan tindakan berdasarkan informasi yang didapatkan tersebut dengan menggunakan sistem yang sesuai dengan smart contract.

    Blockchain merupakan sebuah database yang bisa memungkinkan pengguna untuk melihat, mengakses, hingga memverifikasi informasi yang diunggah. Blockchain akan membagikan data pada beberapa komputer yang disebut dengan node

    Dengan adanya pengaturan node ini, data di blockchain tidak akan bisa diubah sembarangan. Sehingga, ketika pengguna telah memasukan ke blockchain data tersebut akan bersifat permanen karena tidak dapat diubah oleh siapapun. 

    Blockchain akan merekam informasi berupa data logistik dan berbagai macam informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Selain itu, data yang sudah ada di blockchain lebih mudah untuk diakses oleh pengguna yang membutuhkannya.

    Proses transaksi ini tidak lepas dari campur tangan smart contract, sebuah bahasa pemrograman pada komputer yang akan menjalankan fungsinya tergantung pada kondisi ekonomi tertentu. Apakah kondisi ekonomi tersebut sudah terpenuhi atau tidak. Itulah sebabnya, smart contract juga dijuluki sebagai mesin penjual otomatis.

    Manfaat DeFi

    Decentralized finance ini memiliki banyak manfaat. Ketika menggunakan DeFi, kamu tidak akan lagi membutuhkan broker hingga riwayat kredit. Platform ini akan tersedia di blockchain untuk umum sehingga bisa diakses oleh siapapun tanpa penjagaan seperti layaknya bank konvensional.

    Ditegaskan oleh ketersediaan universal bahwa aplikasi DeFi ini dapat memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Adapun manfaatnya yaitu berupa fasilitas layanan keuangan yang terbuka untuk semua orang tanpa harus mengakses layanan perbankan.

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Ilustrasi DeFi (decentralized finance).

    Baca Juga: 5 Proyek DeFi Potensial 2022

    Berdasarkan hasil studi World Bank’s Global Partnership soal inklusi keuangan Tahun 2021, saat ini sudah tercatat lebih dari 1,7 miliar orang di negara berkembang tidak dapat melakukan akses layanan bank. 

    Hal tersebut dikarenakan layanan dari bank konvensional relatif lambat. Bagaimana tidak? Untuk bisa memproses sebuah transaksi, bank konvensional membutuhkan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu. Di sinilah peran DeFi hadir, yang akan menyelesaikan semua transaksi dalam hitungan menit saja. 

    Ketika kamu menyimpan uang di bank konvensional atau broker, dana tersebut akan disimpan dalam sebuah rekening. Nantinya, dana tersebut akan digunakan oleh mereka untuk jaminan, atau meminjamkannya kepada orang lain kemudian mendapat keuntungan dari bunga yang ditetapkan.

    Berbeda halnya ketika menggunakan DeFi sebagai layanan keuangan, semua dana akan kamu pegang dan kontrol sendiri. Hal ini juga berlaku pada saat kamu berinvestasi, biasanya nasabah akan dipaksa untuk mempercayai manajer investasi dan manajer keuangan.

    Sedangkan ketika menggunakan DeFi, kamu yang akan memutuskan sendiri bagaimana pengelolaan investasi tersebut. Dengan begitu, peran DeFi ini sangat penting dalam setiap proses transaksi keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pendiri Alibaba: Mata Uang Digital Adalah Masa Depan

    Miliarder asal China dan Pendiri market place Alibaba, Jack Ma mengatakan bahwa mata uang digital adalah masa depan. Menurutnya mata uang digital dapat memainkan peran dalam sistem keuangan global yang baru – sekaligus “menyerang regulasi keuangan dunia.”

    Baca Juga: Ethereum, Blockchain Pertama dengan Transaksi $1 Triliun Setahun

    Melansir dari decrypt, Jack Ma menyampaikan komentar tersebut dalam sebuah pidato di acara Bund summit di Shanghai.

     

    “Mata uang digital bisa menciptakan nilai dan kita harus memikirkan tentang bagaimana membangun sistem keuangan jenis baru melalui mata uang digital,” kata Jack Ma.

    Meski Jack Ma mengatakan demikian, tapi dia tidak spesifik mengatakan jenis mata uang digital yang dimaksud. Jadi, hal ini membuat komunitas crypto cepat berspekulasi tentang apa yang Jack Ma maksud dengan mata uang digital.

    Vitalik Buterin, penemu Ethereum, menanggapi pidato Jack Ma dengan menulis komentarnya di Twitter. “Apakah yang dimaksud adalah cryptocurrency atau mata uang digital yang lebih terdesentralisasi?”

    “Secara literasi yang dia maksud adalah ‘mata uang digital’. Dalam bahasa Mandarin bisa tergantung interpretasi,” balas pendiri Binance.

    Zhao juga menegaskan kata-kata ini sengaja ditulis seperti itu karena masih rahasia dan menjelaskan lebih detil bisa membuat Jack Ma dalam masalah.

    Cryptocurrency dilarang di China, tetapi Bitcoin dan aset digital lainnya masih bisa ditambang dan diperdagangkan di wilayah tersebut. Mungkin saja maksud Jack Ma adalah Central Bank Digital Currency (CBDC), seperti yuan digital.Negara-negara di seluruh dunia berlomba untuk mengembangkan mata uang digitalnya yang terdesentralisasi, dan China sudah sampai ke tahap pengujian.

    Dalam pidatonya, Jack Ma juga mengatakan peraturan global, khususnya Basel Accords (kerangka pengawasan perbankan internasional yang mulai diperkenalkan pada tahun 2010), sudah ketinggalan zaman dan seperti klub orang tua.

    Dia menyebutkan peraturan di seluruh dunia menghambat perkembangan di China dan tidak memikirkan peluang kaum muda atau negara berkembang lainnya.

    Baca Juga: Zcash Halving: Apa Yang Anda Harus Tahu (November 2020)

    Jika Jack Ma menyetujui penggunaan mata uang digital, maka harga uang digital tersebut akan naik karena perusahaan Alibaba mempunyai ratusan juta customer.

    Kemungkinan besar, uang digital yang dimaksud adalah Yuan Digital.

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PewDiePie Promosikan Game Crypto serupa Pokemon-Go

    Gamer dan YouTuber PewDiePie dalam salah satu videonya mempromosikan sebuah game mirip Pokemon-Go yang bisa memberikan crypto ke para pemainnya.

    PewDiePie telah mendemonstrasikan game berbasis Augmented-Reality baru bernama Wallem yang memungkinkan pemain untuk mengumpulkan crypto.
    Game ini memiliki fitur dompet cryptocurrency dan pemain dapat mengumpulkan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan cryptocurrency lainnya.

    Baca Juga: Ketahui Perbedaan Trading Binary dan Trading Aset Kripto

    Sebelumnya YouTuber ini juga pernah mempromosikan sebuah platform live streaming berbasis blockchain bernama DLive, meski setelah itu ia kembali lagi ke habitat YouTube nya.

    Pewdiepie menunjukkan game berburu harta karun berbasis blockchain ini kepada para subscribers di channel YouTube nya. Game Wallem menggunakan peta 3D dan teknologi augmented reality (AR), untuk menempatkan objek virtual di dunia nyata.

    Dalam game ini terdapat dompet cryptocurrency dan memungkinkan penggunanya untuk menemukan dan mengumpulkan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan cryptocurrency lainnya, yang dapat ditransfer ke dompet eksternal dan kemudian dijual di bursa.

    “Anda bisa berjalan-jalan di luar dan mendapatkan token. Berdasarkan tempat tinggal Anda, mereka akan muncul di sekitar Anda,” jelas PewDiePie dalam video tersebut.

    Game Wallem, yang tersedia di iOS dan Android, memberi penghargaan kepada pemain dengan token ERC-20 berbasis Ethereum yang disebut Pteria (PTE,) dan menampilkan acara khusus dengan hadiah dari merek-merek besar termasuk Armani dan Motta.

    Tidak hanya itu, game ini juga masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut. Penemunya, Andrea Bempensante, mengatakan bahwa versi game yang akan datang akan memungkinkan pemain untuk mencuri token dari pemain lainnya.

    Baca Juga: Hindari Sanksi AS, Iran Gunakan Bitcoin untuk Impor

    Selain itu, Game ini juga memungkinkan penggunanya untuk mengumpulkan NFT atau non-fungible token dalam bentuk skin. PewDiePie pun menjual ” PewDiePie skin” miliknya sendiri sebagai token non-fungible (NFT).

    NFT dan dunia virtual berbasis blockchain saat ini sedang ramai nih. Hanya dalam seminggu terakhir, hampir $ 1,5 juta telah dihabiskan untuk penjualan NFT.

    Pada bulan Mei, L’Atelier, sebuah perusahaan riset yang merupakan bagian dari grup perbankan internasional Prancis BNP Paribas, mengidentifikasi pasar platform game senilai $ 100 miliar seperti Fortnite dan Minecraft, dan dunia virtual seperti Decentraland. Dan sekarang, bahkan para YouTuber arus utama pun ikut-ikutan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • DeFi dan NFT Masih akan Moncer di Tahun 2022, Apa Saja Proyek yang Bagus?

    Tahun 2022 baru berjalan sekitar tiga hari. Meski pasar crypto sedang lesu di awal tahun ini dengan performa Bitcoin yang masih berada di level $46-47 ribu, namun potensi aset kripto diharapkan masih akan terus berkembang di tahun ini.

    Decentralization Financial atau DeFi dan Non Fungible Token (NFT) dinilai masih akan menjadi sektor yang menonjol dari ekosistem ini. Di mana perkembangan web 3 dan gameFi yang semakin pesat akan berpengaruh pada dua platform tersebut.

    Belum lagi gaung metaverse yang sudah dimulai sejak pertengahan 2021 pun akan berpengaruh pada sektor DeFi dan NFT. Berdasarkan data Dappradar, tahun 2021 terdapat peningkatan nilai total yang terkunci (TVL) di DeFi sebesar lebih dari 767% dari tahun sebelumnya.

    Baca JugaDogecoin Foundation Ajak Pendiri Ethereum Buat Mekanisme Staking DOGE

    Sepanjang tahun 2021, TVL DeFi berada di level $189 triliun. DeFi yang berada di jaringan Ethereum masih menguasai industri ini.

    Sementara itu, ekosistem NFT pun mendapat sambutan yang sangat besar di tahun 2021. Secara keseluruhan pada tahun 2021, pasar NFT memiliki mendapatkan  volume perdagangan lebih dari $23 miliar.

    Sedangkan, platform berbasis metaverses blockchain mendapat lebih dari $500 juta dalam volume perdagangan dan aset dalam game yang direpresentasikan sebagai NFT mengumpulkan $4,5 miliar dalam volume perdagangan.

    Ethereum dan Jaringan Dapp masih akan Moncer

    Apabila merujuk pada tren tersebut, di tahun 2022 sepertinya tren tersebut masih akan berlanjut. Jaringan yang memiliki platform aplikasi terdesentralisasi akan mendapat perhatian yang lebih serius.

    Di tahun 2021 Ethereum masih menjadi raja industri ini. Meski, di tahun tersebut pula bermunculan jaringan yang menawarkan layanan yang menyaingi Ethereum, seperti Solana, Avalanche, dan lainnya.

    Baca jugaPendiri Reddit: Lima Tahun Lagi, Game Kripto Berkuasa

    Namun, Ethereum masih akan menjadi salah satu blockchain terpenting di tahun ini. Jaringan ini bahkan telah mengalami perubahan struktural penting dan terus berkembang, salah satunya telah mengubah sistem jaringannya ke Proof of Stake.

    Namun, jaringan Layer-2 akan menjadi tuan rumah DeFi penting terutama bagi layanan dapp play-to-earn yang diperkirakan akan mendapatkan perhatian lebih besar di tahun ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Proyek DeFi Potensial 2022

    Banyak investor crypto yang mulai panik menuju Tahun 2022 akibat adanya potensi koreksi yang cukup signifikan.

    Sehingga mulai muncul perbincangan mengenai cara mengamankan dana dan bagaimana caranya agar tetap bisa menghasilkan uang.

    Salah satu alternatif yang dituju adalah sektor Decentralized Finance atau DeFi sebagai cara untuk menghasilkan keuntungan.

    Dalam artikel ini akan diberikan lima proyek DeFi potensial dari sisi token dan juga kegunaannya untuk mencari keuntungan di 2022

    Aave (AAVE)

    Pertama adalah Aave, protokol DeFi yang membuka jalan kepada ketenaran DeFi saat ini.

    Aave adalah sebuah aplikasi terdesentralisasi yang bergerak dalam Blockchain Ethereum dan telah berdiri sejak 2018.

    Saat ini Aave telah terintegrasi dengan Blockchain Polygon dan Avalanche.

    Tujuannya adalah untuk memberikan akses penggunaan dengan kecepatan yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah.

    Aave merupakan sebuah protokol yang berfungsi untuk sistem pinjam meminjam crypto secara terdesentralisasi atau tanpa pihak ketiga.

    Baca JugaFakta Menarik XRP, Aset Kripto Diklaim Paling Moncer untuk Investasi

    Aplikasi Aave mempermudah pihak yang ingin meminjam crypto untuk bertemu pihak yang ingin meminjamkan crypto secara cepat.

    Nantinya , semua akan terjadi secara otomatis melalui smart contract dan pihak yang memberi pinjaman mendapat keuntungan dan yang meminjam dikenakan biaya yang wajar.

    Pada Tahun 2021, proyek ini masih memimpin dunia DeFi dengan dana terkunci atau TVL pada $11,88 Miliar.

    Akibat kesuksesan hingga saat ini, banyak investor yang percaya bahwa harga Token AAVE dan proyeknya akan tetap kuat di 2022.

    Dari sisi harga, tidak dapat dipungkiri harganya akan terimbas. Tapi kemungkinan besar proyek ini akan tetap stabil dan berpotensi pulih dengan cepat.

    Dengan potensi perkembangan teknologi dan juga integrasi dengan blockchain lain, kemungkinan Aave akan menarik perhatian di 2022.

    Compound (COMP)

    Selanjutnya adalah Compound, salah satu proyek yang berdiri pada masa awal DeFi dan menjadi salah satu pemimpin utama.

    Sebelum ada Aave, protokol pinjam meminjam pertama adalah Compound dimana tampilannya yang mudah membuat ketertarikannya menarik.

    Compound juga menjadi tempat untuk investor meminjam dan meminjamkan crypto secara cepat dan murah tanpa pihak ketiga.

    Pilihan crypto yang tersedia di Compound juga relatif simpel, sehingga memudahkan penggunanya sejak 2017.

    Compound berdiri pada Blockchain Ethereum, dan umumnya mayoritas proyek DeFi Ethereum relatif akan bertahan lama.

    Dari platform ini pengguna dapat menghasilkan keuntungan melalui meminjamkan crypto yang dimilikinya dan menerapkan pembayaran suku bunga.

    Saat ini Compound telah memiliki sebanyak $9.8 Miliar dalam bentuk crypto yang tersimpan dalam protokolnya.

    Dari sisi harga, melihat kuatnya COMP melewati bear market 2018 dan telah kembali pulih, COMP kemungkinan akan kuat di 2022.

    Yearn Finance (YFI)

    Ketiga adalah Yearn Finance, salah satu proyek yang juga telah berdiri sejak Tahun 2020, menanggapi meledaknya ketenaran dari Sektor DeFi.

    Yearn Finance merupakan salah satu crypto yang valuasi atau harga tokennya, yaitu YFI, memiliki harga yang mendekati Bitcoin.

    Yearn Finance adalah proyek platform aggregator DeFi, terutama yang bergerak di Blockchain Ethereum.

    Umumnya, untuk membandingkan beberapa proyek DeFi, pengguna diharuskan untuk membandingkan secara manual dengan membuka beberapa aplikasi.

    Platform YFI mempermudah pengguna untuk membandingkan produk DeFi dalam satu platform yang sama.

    Sehingga proses tersebut mempermudah pengguna menemukan produk dengan terbaik dan sekaligus langsung menggunakannya tanpa harus pindah platform atau aplikasi.

    Sejak 2020 hingga saat ini, YFI masih terlihat bergerak terus positif, dan penggunanya juga terlihat masih setia sejak DeFi Summer.

    Baca JugaApa itu Yearn Finance? Panduan untuk Pemula

    Jumlah dana yang terkunci pada produk-produk yang tersedia di Yearn Finance, terlihat telah mencapai $5.44 Miliar.

    Angka tersebut juga disandingkan dengan pertumbuhan teknologi Yearn Finance, dimana proyeknya telah terintegrasi dengan beberapa blockchain.

    Blockchain-blockchain yang dimaksud adalah Binance Smart Chain, Blockchain Fantom, Avalanche, dan beberapa blockchain lainnya.

    Melihat kekuatan dan pertumbuhannya, banyak yang percaya YFI masih akan terus tumbuh di 2022.

    Curve Finance (CRV)

    Berikutnya adalah Curve Finance, proyek DeFi yang saat ini sedang cukup mendominasi dunia DeFi dari sisi kegunaannya.

    Curve Finance adalah sebuah proyek DeFi yang bergerak sebagai decentralized exchange dan sekaligus tempat penyimpanan berbunga untuk stablecoins.

    Pengguna dapat menukarkan stablecoins seperti USDT, DAI, dan lainnya di Curve Finance sekaligus juga menyimpannya untuk mendapatkan bunga per tahun.

    Keuntungan yang diberikan juga melebihi keuntungan yang didapatkan dibandingkan menyimpan uang di bank.

    Kemungkinan besar hal tersebut yang membuat ketenarannya meningkat, terutama di 2021 saat suku bunga bank relatif terus turun.

    Saat ini Curve Finance juga terlihat telah menyediakan jasa untuk tokenisasi emas.

    Banyaknya stablecoin yang masuk bisa jadi adalah hasil fiat dari bank yang dikeluarkan oeh investor institusional.

    Untuk saat ini, jumlah total dana yang terkunci di Curve Finance adalah dana terbesar dibandingkan platform DeFi lainnya.

    Jumlah total dana yang terkunci yang sebagian besar adalah stablecoin, terlihat berada pada $16.74 Miliar.

    Melihat perkembangan teknologi seperti implementasi Automated Market Maker dan fitur Governance, CRV dapat menjadi salah satu proyek yang kuat di 2022.

    Maker (MKR)

    Terakhir adalah Maker, proyek DeFi yang berfokus kepada stablecoin bernama DAI untuk tempat penyimpanan dan peminjaman, layaknya perbankan.

    Maker merupakan sebuah proyek yang ingin menggantikan sistem perbankan namun bergerak secara terdesentralisasi atau tanpa pihak ketiga yang berkuasa.

    Sejak dicetuskan dalam Blockchain Ethereum pada 2015 dan berdiri di 2017, Maker telah melewati banyak perkembangan dan masalah.

    Namun hingga saat ini, Maker masih menjadi salah satu proyek yang kuat bertahan dan telah menjadi pusat untuk fitur governance di Blockchain Ethereum.

    Untuk saat ini Maker memiliki beberapa aplikasi dalam ekosistemnya dimana salah satu yang saat ini paling utama adalah Oasis.

    Oasis digunakan untuk menjadi platform peminjaman dan penyimpanan crypto, termasuk stablecoin DAI untuk mendapatkan keuntungan secara pasif per tahun.

    Suku bunga yang ditawarkan juga relatif bervariasi, dimana rata-rata suku bunga tersebut lebih menguntungkan dibandingkan sistem perbankan konvensional.

    Saat ini jumlah dana yang terkunci di aplikasi tersebut adalah sebanyak $11.71 Miliar, peringkat keempat dalam jumlah dana terkunci, atau TVL, di Sektor DeFi saat ini.

    Dengan pergerakan MKR yang sudah melalui satu bear market dan kemudian pulih, MKR diprediksi dapat bertahan kuat di 2022.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com