Tag: defi

  • Ini Dia Program Senpai Anime Sebuah Kolaborasi NFT dan Anime

    Pengadopsian NFT telah memasuki hampir seluruh sektor. Setelah berhasil booming pada teknologi dan seni, kini kabar pengadopsian NFT pada ranah pop culture pun juga mencuat. Sebut saja JYP dan SM Entertainment, sebagai sedikit bagian dari yang telah bergabung dan merilis NFT KPop-nya. Di sisi lain, anime sebagai salah satu pop culture dari Jepang yang banyak peminatnya ini pun turut menghadirkan NFT. Senpai anime adalah aliran anime dipilih yang kemudian menjadi titik awal proyek yang bernama Project Senpai.  

    Supaya gak penasaran, yuk, baca terus artikel ini!

    Baca Juga: Tak Mau Kalah, JYP dan SM Entertainment Ikut Rilis NFT KPop

    Kenalan dengan Senpai Anime

    Sebelum berbicara mengenai Proyek Senpai-nya, mari kita bahas anime terlebih dahulu. Anime adalah animasi atau kartun dari Jepang yang mempunyai keunikannya tersendiri.  Istilah senpai sendiri sangat sering ditemui di anime. Sebenarnya senpai sendiri adalah ungkapan panggilan yang dikhususkan untuk seseorang yang dianggap lebih lama atau tua. Biasanya, ini ditujukan untuk menunjukkan rasa hormat. 

    Dilansir dari Honey’s Anime, terdapat beberapa senpai anime punya karakter yang kuat dan terkenal. Salah satunya adalah Tomoe Mamie dari anime Madoka Magica. Senpai anime yang telah rilis di tahun 2011 ini memiliki 12 episode. Tomoe Mamie melakukan bagiannya sebagai senpai untuk Madoka dan Sayaka. Di anime ini Mamie, mengajari keduanya untuk menjadi gadis penyihir.

    Proyek Senpai? Apa tuh?

    Project Senpai anime

    Sumber: https://whitepaper.projectsenp.ai/

    Dilansir dari NewsBTC.com, Proyek Senpai adalah penciptaan ekosistem NFT pada anime bersama kripto, yang juga dilengkapi dengan beberapa fitur Decentralized Finance (DeFi). Proyek ini berdiri di blockchain Ethereum, sehingga pada ekosistemnya mencakup token utilitas ERC20 bernama SENPAI dan token sekundernya bernama KOHAI. Gak hanya itu, pada proyek ini pun terdapat kartu NFT anime Waifus ERC-1155 serta desain cat air anime yang terlihat nyata. 

    Berdasarkan Official Website-nya, proyek ini bermula dari pengumpulan konsep dan ide di bulan Januari 2020. Seiring berjalannya waktu dan pengembangannya, akhirnya NFT pertama terjual di bulan Maret tahun ini. Masih di bulan yang sama, token utilitasnya yang bernama SENPAI pun dibuat, dijual, dan di-listing pada platform Uniswap, Coinmarketcap, dan juga Coinpaprika . Barulah selang sebulan berikutnya, token SENPAI juga listing di Coingecko. 

    Apa yang Bisa Dilakukan pada Proyek Senpai?

    Anime Senpai chan

    Sumber: Photo Credit by Whitepaper Project Senpai

    Nah, setelah tahu proyeknya, lalu apa aja sih yang bisa kita lakukan di Proyek Senpai, program penggabungan NFT dan anime tersebut?

    Saat ini, setidaknya ada 2 hal utama yang bisa Anda lakukan di proyek ini. Pertama, Anda bisa mengoleksi kartu NFT dan juga melakukan proyek pada tokennya, SENPAI. Sedangkan itu, hal lain yang masih menjadi pengembangan dari proyek ini adalah hadirnya Club Senpai

    1. Koleksi NFT 

    Pertama-tama, rasanya gak lengkap kalau kita gak berbicara tentang koleksi NFT yang ada di Proyek Senpai! Nah, pada proyek ini ada dua format berbeda yang bisa Anda pilih untuk dikoleksi. Pertama, koleksi NFT yang bergaya chibi, dan kedua adalah koleksi yang berbentuk desain cat air (namun masih bergaya chibi). 

    Yang menarik adalah keduanya tetap dibuat dengan style khas Jepang. dibuat dengan tangan, dan tentunya terbatas. Setidaknya, tiap desain butuh waktu mulai dari 2 hingga 4 minggu, lho! Lalu, kartu NFT ini diklasifikasikan ke dalam 4 kategori sesuai dengan kelangkaannya: perunggu (50 mint), perak (25 mint), emas (5 mint), dan hitam (1 mint).  

    2. Proyek pada Token SENPAI

    Adapun 3 cara yang bisa Anda lakukan pada token SENPAI antara lain, staking token SENPAI, trading card game, dan holding token SENPAI. Pertama, pada staking SENPAI nantinya Anda akan mendapatkan insentif untuk memegang setiap token SENPAI dan mendukung ekosistem proyek. Nah, staker akan menerima token KOHAI yang baru dicetak. 

    Kedua adalah dengan NFT trading card game, di mana Anda akan memperoleh SENPAI dengan farming menggunakan token SENPAI. 

    Terakhir, pemegang token SENPAI akan berpotensi mendapatkan hadiah token SENPAI holding di masa yang mendatang setelah proyek ini terus berkembang. Nah, SENPAI holding ini akan terdiri dari token KOHAI dan juga ETH (diperoleh dari pembelian NFT KOHAI saja), serta persentase dari biaya yang diperoleh dari penjualan NFT marketplace di NFT OpenSea. 

    Baca Juga: Wajib Tahu, Inilah Ragam NFT Jenis NFT yang Diperjualbelikan!

    Tak hanya keseruan yang dihadirkan pada senpai anime yang menjadikan cikal bakal Project Senpai.  Hadirnya Proyek Senpai yang merupakan proyek penggabungan antara NFT dan anime ini untuk menciptakan ekonomi berbasis NFT pada sektor pop culture. Mengingat, JPop sendiri mempunyai penggemarnya di seluruh dunia dan Indonesia. Jadi, gimana? Tertarik untuk segera terjun untuk koleksi NFT? 

    Yuk, daftarkan diri Anda di NFT marketplace Indonesia, TokoMall milik Tokocrypto sekarang juga! Kunjungi https://mall.tokoscape.com/ untuk informasi lengkapnya. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tiga Altcoin Platform Smart Contract yang akan Moncer di 2022

    Decentralized Finance (DeFi) mendapat lampu sorot yang besar sepanjang tahun 2021. Di samping NFT yang juga tak kalah meriahnya di sepanjang tahun ini. Tapi, jangan lupakan platform smart contract, di mana kedua ekosistem tersebut akan berjalan jika ada blockchain layer-1 yang menawarkan layanan smart contract.

    Hingga saat ini, Ethereum masih menjadi blockchain layer-1 yang banyak digunakan dalam ekosistem crypto. Meski, belakangan ini banyak yang mengeluhkan tentang biaya gas yang terlampau tinggi. Di samping, saat ini banyak platform layer-1 yang menawarkan biaya gas lebih rendah seperti Avalanche, Binance Smart Chain, dan lainnya.

    Persaingan platform kontrak pintar di tahun 2022 nampaknya akan semakin ketat. Sejumlah jaringan saat ini tengah berbenah dan terus upgrade teknologi mereka untuk bersaing menjadi platform yang menguasai ekosistem crypto.

    Berikut beberapa protokol layer-one berperforma baik di Q4 2021 dan bagaimana potensi mereka di tahun 2022:

    Baca jugaDua Alasan Solana akan Menjadi Aset Paling Diperhitungkan di 2022

    Algorand

    Algorand (ALGO) adalah jaringan blockchain layer-one proof-of-stake (PoS) murni yang dirancang secara mandiri namun sangat scalable. Jaringan ini mampu menangani beban transaksi yang berat dengan biaya minimal.

    Di Q4, developer meluncurkan Algorand Virtual Machine yang memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (DApps). Pengembangan ini secara langsung akan mendukung proyek DeFi dan NFT dalam jaringan Algorand.

    Potensi Algorand ini pun terlihat dari sejumlah stable coin yang telah diluncurkan dalam jaringan tersebut seperti Theter (USDT) dan USD Coin (USDC). Sehingga, platform DeFi jaringan ini  akan relatif lebih mudah dalam meningkatkan likuiditas.

    Selain itu, peluncuran 150 juta ALGO Viridis Fund oleh Algorand Foundation juga dirancang untuk mempercepat pengembangan ekosistem DeFi di jaringan.

    Proyek ini juga didukung oleh sejumlah investor institusional. Borderless Capital telah menyuntikan dana $500 juta untuk membantu mengembangkan DApps di Algorand. Selain itu, Hivemind Capital Partners juga memilih protokol tersebut sebagai mitra teknologi pertamanya.

    Elrond (EGLD)

    Elrond (EGLD) adalah platform blockchain untuk aplikasi terdistribusi yang bertujuan menjadi ekosistem teknologi untuk “internet baru”.

    Berdasarkan website resmi proyek, Elrond menggunakan teknologi sharding untuk memungkinkan pemrosesan 15.000 transaksi per detik (TPS) dengan biaya transaksi rata-rata $0,001.

    Reli harga akhir tahun yang terlihat pada token EGLD asli protokol terjadi setelah peluncuran program insentif likuiditas $1,29 miliar oleh pertukaran desentralisasi Maiar (DEX) yang berbasis di Elrond.

    Sebelum peluncuran program likuiditas, harga EGLD meningkat berkat peningkatan penggunaannya sebagai bentuk pembayaran digital, termasuk kemitraan dengan festival musik Rumania Untold , yang mengumumkan bahwa tiket untuk festival tahun 2021 dapat dibeli menggunakan EGLD.

    Baca jugaHydra Bakal Bawa Cardano Naik Dua Kali Lipat?

    Tezos (XTZ)

    Tezos ( XTZ ) adalah blockchain proof-of-stake fleksibel yang dirancang untuk berkembang dari waktu ke waktu tanpa perlu menjalani hard fork. Di Q4, entitas keuangan tradisional seperti Arab Bank Swiss bermitra dengan protokol untuk meluncurkan layanan staking, trading, dan kustodian untuk token native jaringan ini, XTZ.

    Pada 7 Desember, proyek tersebut menjadi berita utama setelah memperluas ekosistem NFT dengan bermitra dengan Ubisoft, sebuah perusahaan game besar. Platform Ubisoft Quartz menggunakan blockchain Tezos , dan para pemain Ghost Recon: Breakpoint akan dapat membeli dan memperdagangkan NFT khusus game di pasar.

    Pada 15 Desember, Rarible, pasar NFT yang populer, juga mengumumkan integrasi blockchain Tezos ke dalam ekosistemnya. Ini berarti pengguna Rarible dapat membeli, menjual, dan memperdagangkan NFT Tezos di lingkungan yang jauh lebih murah daripada pasar berbasis Eter Rarible.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto Semakin Diminati Institusi, Ini Alasannya!

    Minat terhadap derivatif crypto melonjak, setelah investor dan sejumlah institusi menunjukkan demand pada pergerakan harga Bitcoin tanpa benar-benar harus memegang aset tersebut.

    Jumlah ETF Bitcoin yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC) adalah contoh yang utama.

    Volume dan open interest dari Bitcoin Futures telah melonjak sejak peluncuran ETF pertamanya di ticker BITO.

    Produk ETF Bitcoin Futures, seperti exchange trade note (ETN) yang diluncurkan oleh Eurex, serta European derivatives exchange, merupakan produk utama yang memicu derivatif crypto untuk berkembang.

    Sementara itu, volume dari Bitcoin Options juga tak mau kalah! Menurut data yang dilansir oleh Skew, notional value dari Bitcoin Options telah bernilai 12 miliar dolar di crypto exchanges.

    Baca jugaUNICEF Terbitkan NFT di Ethereum, Buat Apa?

    Pendorong Ekspansi Crypto

    Ekspansi didorong oleh pertumbuhan financial derivative di pasar over-the-counter (OTC) sebesar 40 persen per-tahun. Dan pada saat ini, kapitalisasi pasar crypto OTC keuangan terdesentralisasi (Defi) mencatat $140 miliar.

    Namun jika melihat perkiraan pasar derivatif yang berukuran lebih dari $1 kuadriliun, jumlah tersebut tidak ada apa-apanya. Menurut Bank of International Settlements, pasar derivatif OTC pada 2020 bahkan berhasil mencapai $15 triliun.

    Jumlah lonjakan yang berbeda tersebut, didorong oleh semakin ketatnya regulasi crypto akhir-akhir ini. Terlebih, Amerika Serikat belum lama ini juga mengumumkan akan memperketat regulasi aset digital tersebut.

    Sementara itu, peluncuran ETF Bitcoin Futures yang sukses adalah kesempatan emas bagi cryptocurrency untuk tumbuh lebih besar dalam derivatif crypto.

    Baca JugaEksekutif Crypto Bimbing Kongres Soal Aset Digital

    Inovasi dari ISDA

    Asosiasi Swap dan Derivatif Internasional (ISDA) mengembangkan standar untuk menyelesaikan dan menghapus derivatif digital. 

    Standar tersebut secara khusus dirancang untuk mengatasi hard fork (peningkatan teknologi blockchain) dan soft fork (blockchain yang ditetapkan berdasarkan aturan baru) yang dapat menyebabkan aset kripto yang dinilai secara tidak konsisten.

    ISDA mengelola derivatif crypto, dengan cara yang sama seperti mereka membenahi suku bunga, FX, komuditas, serta equity derivative.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenalkan Penyimpanan Terdesentralisasi, Crust Bermitra dengan BSC

    Crust Network, proyek penyimpanan terdesentralisasi yang mendukung arsitektur data & file gaya Web 3.0, bermitra dengan Binance Smart Chain atau BSC untuk memperkenalkan paket solusi penyimpanan terdesentralisasi berbasis IPFS yang praktis, kuat, dan ramah pengguna kepada pengguna dan pengembang BSC.

    Crust Network siap untuk memfasilitasi gaya Web3.0. Pengalaman penyimpanan terdesentralisasi untuk pengguna dan pengembang BSC dengan 6.000+ node IPFS dan sekitar.

    Kapasitas penyimpanan yang tersedia 2.000 Petabyte. Semuanya dicapai hanya dalam waktu lima minggu sejak peluncuran mainnet Crust Network pada tanggal 1 September.

    Baca jugaOmicron, Si Token COVID-19 yang Naik 700%

    Keuntungan Crust Network untuk BSC

    Crust Network pada dasarnya menyediakan paket solusi penyimpanan terdesentralisasi yang komprehensif untuk pengguna akhir dan pengembang Web3.0.

    File — aplikasi Web3.0 ringan dan open-source yang menyediakan ruang penyimpanan terdesentralisasi untuk pengguna penyimpanan.

    Dengan masuk dompet kripto dan hanya dengan beberapa klik, file atau folder kamu dapat diunggah dan disematkan ke IPFS (untuk penyimpanan IPFS jangka panjang) dan dapatkan lusinan replika dengan jaringan penyimpanan terdesentralisasi Crust.

    Fitur Utama Crust Network

    • Akses multi-wallet, sekarang mendukung akun MetaMask dan BSC
    • Enkripsi file end to end
    • Bagikan tautan dengan mudah ke teman
    • Penyimpanan jangka panjang dengan banyak replika IPFS
    • Ambil file di mana saja, kapan saja
    • Sumber terbuka untuk turut berkontribusi dalam pengembangan

    Pin — aplikasi Web3.0 sederhana yang mendesentralisasikan pin untuk setiap CID (IPFS Content ID) yang diberikan ke IPFS untuk penyimpanan jangka panjang.

    Pin sangat bermanfaat bagi pengguna NFT dan pengembang aplikasi terkait NFT karena Pin memecahkan masalah kritis dalam membuat metadata NFT permanen di web.

    Host [Segera Hadir]– aplikasi Web3.0 sederhana yang membantu hosting terdesentralisasi untuk konten web tertentu, halaman web statis, dan front-end.

    Sebelum ini, Crust Network telah menyediakan solusi hosting terdesentralisasi untuk Uniswap dan IPFS Docs yang digunakan secara nyata dalam beberapa bulan terakhir.

    File, Pin, dan Host semuanya bersama-sama membuat portofolio yang cukup lengkap untuk setiap pengguna akhir dan pengembang di dunia Web3.0 untuk menikmati integrasi penyimpanan yang terdesentralisasi dengan mudah.

    Di masa depan BSC, File, Pin, dan Host akan benar-benar gratis untuk pengguna BSC. Dalam jangka panjang, akan ada kontrak pintar khusus untuk menempatkan pesanan penyimpanan langsung dari rantai.

    Dan lebih banyak lagi, Developer — membantu integrasi yang cepat dan sederhana dari kemampuan penyimpanan terdesentralisasi ke dalam aplikasi Web3.0.

    * Crust GitHub Actions: untuk pengguna alur kerja GitHub untuk mempublikasikan (oleh IPFS Upload Action), pin atau host (oleh Crust Pin Action) DApps/Website ke IPFS melalui IPFS Gateways dan Layanan Pinning Crust.

    * Paket Crust Pin Node: memungkinkan pengguna NodeJS untuk menyimpan file dengan Crust.

    * IPFS W3Auth Gateway: layanan otentikasi berbasis Web3 yang ringan berdasarkan gateway IPFS dan proxy terbalik.

    * Layanan Pinning W3Auth IPFS: layanan otentikasi berbasis Web3 yang ringan berdasarkan layanan pinning jarak jauh IPFS dan Crust Network.

    Baca jugaAdidas Kepincut Metaverse dan Gandeng Coinbase dan Mungkin Sandbox (SAND)?

    Tentang Crust Network

    Crust Network pada dasarnya adalah protokol lapisan insentif IPFS dan blockchain berbasis substrat yang membangun jaringan penyimpanan terdesentralisasi dari ekosistem Web3.0.

    Didanai oleh DCF (Decentralized Cloud Foundation), Ini dirancang untuk membangun ekosistem cloud terdesentralisasi yang menghargai privasi dan kepemilikan data.

    sumber. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terungkap! Inilah Alasan Kenapa Pasar Crypto DeFi Naik Tajam Sejak Juni

    Selama pandemi crypto DeFi kian diperhitungkan sebagai alternatif investasi cryptocurrency selain Bitcoin. Berdasarkan catatan dari DeFipulse bahwa pasar crypto DeFi sudah mengalami lonjakan hingga lebih dari 1.000% dari Juni hingga saat ini, dari $1 miliar menjadi $10,71 miliar.

    Salah satu hal yang membuat lonjakan nilai pasar crypto DeFi yang begitu besar adalah adanya investor yang menggelontorkan dananya dalam jumlah besar ke Compounds, YAM, Chainlink, Uniswap, Cream Finance, dan Melon.

    Baca Juga: DeFi Semakin Tokcer, Koin Digital Ini Diprediksi Subur

    Tiga Alasan Mengapa Investor Berbondong-Bondong Membeli Aset Digital DeFi

    • Menggunakan teknologi DeFi, seseorang bisa membangun smart contract dengan kode yang memfasilitasi tindakan perantara, termasuk mengelola dan menerima simpanan, menanggani pinjaman yang dijaminkan, dan melakukan likuidasi aset jaminan sesuai smart contract, jika nilainya mengalami fluktuasi.
    • Walaupun beberapa hari lalu mengalami koreksi harga karena dolar rebound danoverbought. Namun, koin-koin digital DeFi masih berada di tren bullish gegara investor DeFi meningkatkan pembelian aset mereka untuk sementara waktu.
    • Tingkat keuntungan dari bunga pinjaman cryptocurrency lewat platform DeFi lending lebih tinggi dibanding bunga pinjaman yang ditawarkan oleh bank tradisional.

    Konsep dari DeFi adalah untuk menghilangkan perantara dengan menggantikannya dengan kode smart contract dan menurunkan biaya layanan keuangan. Lantaran, mampu membagi beban kerja dan risiko saat memproses suatu transaksi karena tidak berpusat pada satu komputer saja melainkan ribuan komputer yang ada di berbagai belahan dunia sana. Sehingga, tidak ada otoritas yang mengendalikannya dan berbeda dengan sistem keuangan saat ini yang bersifat tertutup dengan adanya bank sentral sebagai pembuat kebijakan moneter.

    Baca Juga: Visa Gunakan Blockchain, Bantu Integrasi Mata Uang Digital Bank Sentral



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Segala Hal Tentang Yearn Finance yang Harus Anda Tahu

    Proyek ini membuat pengguna tidak perlu membuka beberapa situs DeFi untuk mendapatkan keuntungan. Yearn memecahkan masalah ini dengan mengintegrasikan banyak protokol blockchain yang berbeda. Jadi, Anda hanya perlu mempertaruhkan token sekali dengan Yearn untuk mendapatkan akses ke banyak protokol blockchain yang menghasilkan bunga. Untuk memaksimalkan keuntungan, protokol Yearn akan terus menyesuaikan saat peluang panen hasil bergeser.

    YFII adalah cabang dari YFI yang dibentuk oleh komunitas crypto China. Token YFII merupakan mata uang yang paling digandrungi di ekosistem DeFi China. Token ini sengaja dibuat oleh pemerintah untuk memperkenalkan proposal YIP-8. Namun sayangnya, proposal tersebut gagal lolos. Oleh karena itu, YFII dibuat untuk mengiplementasikan proposal tersebut.

    Dengan kata lain YFII punya 98% kode yang sama dengan YFI, sementara pasokan maksimum YFII dipatok hanya 40.000 token saja. Pada awalnya, YFII sempat dianggap penipuan karena Balancer pernah memasukannya ke daftar hitam. Namun ternyata, kinerja YFII cukup baik dengan all time high senilai $ 6.000.

    YFValue (YFV)

    YFV adalah cabang dari YFII. Tujuannya untuk membuat panen hasil dapat diakses oleh semua pengguna di seluruh dunia. YFV membuat panen hasil lebih inklusif untuk mencapai misi aksesibilitas mereka yaitu “menghadirkan pertanian untuk semua orang”.

    Token YFV memberi pemiliknya hak suara untuk mengontrol pasokan dan sistem rujukan dengan pembakaran dilakukan di dalam blockchain secara otomatis. Pasokan maksimum token YFV adalah 15.750.000.

    Selain itu, YFV juga memiliki ‘asuransi’ dengan tujuan untuk menggunakan perbendaharaan asuransi tim YFV dan dana komunitas untuk melibatkan dan mengintegrasikan protokol asuransi. Contohnya seperti Nexus Mutual, agar mengurangi risiko atas nama semua pemangku kepentingan YFV.

    Yearn Finance Link (YFL)

    YFL adalah versi modifikasi dari YFI. Proyek ini memanfaatkan tata kelola DeFi untuk mencapai hasil yang lebih banyak bagi komunitas Chainlink. Dengan kata lain, tim YFL mengadaptasi YFI untuk digunakan pada LINK, sehingga banyak analis beranggapan YFL adalah penghubung YFI dan LINK.

    Pasokan maksimum YFL dibatasi pada 85.000. YFL juga memiliki 5 kelompok yang berbeda dengan konfigurasi uniknya. Salah satu contoh adalah Anda dapat menyetorkan token LINK dan YFLINK ke dalam pool Balancer, sehingga Anda mendapat token BPT. Selanjutnya, token BPT tersebut dapat dipertaruhkan dengan kumpulan YFLINK. Artinya, Anda bisa mendapatkan YFLINK dari kumpulan YFLINK dan BPT dari kumpulan Balancer.

    Yearn Fuel (YFuel)

    YFuel membuat YFI bisa diakses oleh semua orang, baik oleh whale maupun investor kecil. Fitur uniknya di antara lain berupa hak suara mengontrol tingkat inflasi dari penawaran dan hak memilih sistem rujukan. YFuel juga menerapkan model ekonomi baru dari pembakaran token bernama Grafuel.

    Grafuel membakar 1% dari total pasokan token per bulan setiap tanggal 15, hal ini kemudian akan meningkatkan likuiditas.

    Baca Juga: Mengenal Smart Contract

    Itulah semua tentang proyek Yearn Finance yang perlu Anda ketahui.

    DeFi memang sedang berkembang sangat pesat pada saat ini. Selain Yearn Finance, project DeFi lain yang terkenal di seluruh dunia yaitu MakerDAO, Compound, dan juga Uniswap. Berbeda dengan Indonesia, perkembangan DeFi di Indonesia masih sangat terbatas, terutama untuk project-project lokal.

    Dengan perkembangan DeFi yang baik dapat memicu pertumbuhan pengguna kripto di Indonesia, hal ini juga yang menjadi tujuan dari Tokocrypto. Untuk membangun ekonomi token di Indonesia, dengan cara menghadirkan Toko Token (TKO).

    Toko Token ini akan menjadi project aset token hybrid lokal pertama di Indonesia dengan utilitas mulai dari exchange platform token, CeFi, dan DeFi yang memiliki tujuan untuk memberi kemudahan kepada masyarakat yang belum memiliki akses ke fasilitas layanan perbankan. Yuk cari tau selengkapnya tentang Toko Token dan dapatkan di sini!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Kita Siap Untuk Pialang Terdesentralisasi?

    Tether secara langsung membekukan 13 juta USDT terkait dengan peretasan dan memblokir sementara alamat dengan 20 juta sebagai tindakan pencegahan.

    Pertukaran lain berkomitmen untuk melacak dana, dan Silent Notary mengatakan mereka akan membakar semua token SNTR yang dirampok dan menggantinya dengan yang baru.

    Secara tidak langsung, ini telah menunjukkan masih pentingnya memiliki tingkat sentralisasi tertentu dalam sebuah protokol, sesuatu yang sangat krusial bagi keamanan dana crypto.

    Sentralisasi memang membawa risiko penyensoran, tetapi pengguna memiliki ketenangan pikiran bahwa suatu entitas akan menjaga kepentingannya. Padahal, jika terjadi masalah, dalam hal ini, korban bisa ke pengadilan untuk menuntut ganti rugi.

    Sama halnya beberapa minggu lalu, dimana orang salah mentransfer BNB dan meminta bantuan ke CEO Binance untuk mengembalikan koin tersebut.

    Jika benar-benar terdesentralisasi, orang atau investor yang menyimpan koin di Kucoin akan hilang, sama seperti orang yang mentransfer BNB. Dan, tidak ada orang yang mengurus hal ini.

    Baca Juga: Singapura Memiliki Uang Digital, Indonesia Kapan?

    Inilah sebabnya mengapa banyak yang menganggap persetujuan ETF Bitcoin dan pembuatan layanan bagi investor institusional menjadi penting untuk seluruh ekosistem crypto.

    Bukan karena uang yang akan masuk, tetapi karena kepercayaan investor akan mengetahui bahwa uang mereka aman yang tentu saja menjadi alasan utama.

    Apakah hal dalam crypto yang masih muda ini memang memerlukan sentralisasi untuk keamanan yang lebih baik, mengingat banyaknya peretasan yang sulit diselesaikan karena sifat desentralisasi? Bagaimana menurut Anda?

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum, Blockchain Pertama dengan Transaksi $1 Triliun Setahun

    Munculnya ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi) di industri crypto mengakibatkan jaringan Ethereum (ETH), jaringan dasar DeFi, memproses lebih dari dua kali volume transaksi harian Bitcoin (BTC).

    Baca Juga: Kapitalisasi Pasar USDC Tumbuh Lebih Cepat Dibandingkan Tether

    Menurut data dari platform aggregator pasar crypto Messari, transaksi rata-rata harian selama 30 hari terakhir pada jaringan Ethereum berada di kisaran $7 miliar. Jika tren ini terus berlanjut, Messari memprediksi Ethereum akan menjadi blockchain publik pertama yang memecahkan rekor transaksi sebesar $1 triliun hanya dalam satu tahun.

    Ryan Watkins, salah satu petinggi di Messari, mengatakan lonjakan besar volume transaksi Ethereum berkaitan juga dengan peningkatan volume stablecoin ERC-20. Ditambah juga transaksi Tether (USDT) yang sekarang ada di jaringan Ethereum.

    Watkins juga menambahkan booming-nya platform likuiditas on-chain dari Decentralized Exchange (DEX) seperti Uniswap dan Curve menghasilkan lebih dari $20 miliar volume gabungan hanya pada bulan September.

    Baca Juga: Hal yang Harus Disiapkan untuk Menambang Bitcoin dengan PC

    Jika angka tersebut terus bertambah, bukan tidak mungkin Ethereum akan mencatatkan rekor baru dengan transaksi lebih dari $1 triliun hanya dalam satu tahun.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Twitter: Tim akan Fokus pada Crypto, dApps, NFT dan Teknologi Blockchain

    Salah satu pendukung garis keras crypto, Jack Dorsey, tampak semakin berfokus pada teknologi crypto dan blockchain melalui salah satu perusahaannya, Twitter.

    Diketahui, Twitter bertekad untuk meningkatkan industri teknologi terdesentralisasi dan telah menciptakan tim crypto khusus yang berfokus pada pengembangan solusi untuk crypto, dApps dan DeFi.

    Insinyur Tess Rinearson akan memimpin tim. Sebelum bergabung dengan Twitter, Tess terlibat dalam pengembangan Tendermint Core, juga bekerja dengan Chain.com, Interchain Foundation, dan Cosmos.

    Baca jugaETH Dibakar, Bagaimana Harga Selanjutnya Untuk Ethereum?

    Seperti yang dijelaskan Tess Rinearson dalam sebuah utas, tim akan bekerja di bidang cryptocurrency, blockchain dan teknologi terdesentralisasi lainnya untuk menciptakan solusi yang tidak selalu terkait dengan domain keuangan.

    Tim berharap untuk menyempurnakan platform pemberian tip Bitcoin dan layanan bukti identitas yang diumumkan melalui NFT.

    Lebih jauh lagi, Rinearson berencana untuk bekerja pada dukungan untuk dApps dan solusi berorientasi identitas lainnya, kepemilikan aset dan pembangunan komunitas.

    Di bawah nama “Twitter Crypto,” tim akan bertanggung jawab untuk menangani semua yang terkait dengan Web 3.0, dan meskipun tidak ada daftar pekerjaan. Tess telah membuka DM-nya untuk siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dalam proyek untuk melamar.

    Twitter mungkin adalah jejaring sosial paling ramah kripto di luar sana. Filosofi perusahaan sejalan dengan visi CEO Jack Dorsey bahwa Bitcoin dapat menjadi mata uang internet dan teknologi blockchain dapat merevolusi masa depan umat manusia.

    Baca jugaGame Blockchain Solana Siap-Siap Terima US$100 Juta

    Untuk mendorong pengembangan teknologi ini. Baru-baru ini Twitter telah menerapkan fungsionalitas untuk mengirim dan menerima tip dalam Bitcoin melalui Lightning Network. Inisiatif ini menempatkan Bitcoin di liga yang sama dengan bentuk pembayaran lainnya seperti Cash App, Patreon dan Venmo.

    Selain itu, Dorsey juga meluncurkan inisiatif Bluesky, yang berfokus pada desentralisasi jaringan sosial.

    Jack Dorsey membayangkan masa depan di mana pengguna dapat memilih apa yang mereka lihat di jejaring sosial dengan memilih algoritme rekomendasi favorit mereka, daripada mengandalkan satu perusahaan untuk mengendalikannya.

    Idenya sudah dikembangkan sejak 2019 tetapi belum diimplementasikan. Jika berhasil, Bluesky dapat menjadikan dirinya sebagai contoh jaringan sosial yang sukses secara global.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bull Run Ethereum Lampaui Bitcoin 2022

    Ethereum alami bull run dan naik 57% sejak awal Oktober, sementara Bitcoin membengkak sekitar 50%.

    Kemarin, Ethereum mencapai harga tertingginya sepanjang masa secara singkat melewati $4.700 pada 8 November 2021. Dan tepat hari ini, Bitcoin menyusul rekor tersebut.

    Mengapa Tren Bull Run Terus Terjadi?

    Kejayaan baru kembali terlihat oleh jaringan Ethereum. Hal ini meliputi keuntungan besar lebih 800% dari tahun ke tahun, yang sebelumnya $567 pada November 2020, kemudian meroket menjadi $4.757 pada hari Senin kemarin.

    Namun, keuntungan Bitcoin selama periode yang sama juga tidak kalah memukau. Dari yang sebelumnya diperdagangkan di harga $18.000, berhasil meroket menjadi hampir 1 miliar hari ini.

    Analis Kyle Rodda, mengatakan inflasi dan penurunan produksi telah menarik perhatian trader untuk membeli aset emas dan cryptocurrency karena mereka tidak membayar kupon.

    Baca jugaBinance Smart Chain Lampaui 1,5 Miliar Transaksi!

    Rodda menambahkan, bahwa meningkatnya minat di antara lembaga keuangan dan kurangnya penegakan oleh regulator juga telah berkontribusi pada tren bullish dalam cryptocurrency akhir-akhir ini.

    Sampai saat ini, Bitcoin masih menjadi mata uang digital terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Namun, banyak analis yang percaya jika kemajuan pesat dari ETH sebenarnya memiliki kesempatan untuk melampaui mata uang kripto raksasa tersebut.

    Pada Minggu malam, kapitalisasi pasar Ethereum mencapai $554,5 miliar. Ya, masih sekitar setengah dari $1,226 triliun milik Bitcoin.

    Tetapi, jika dilihat dari tren dan teknologi, tampaknya dalam jangka panjang ETH akan meroket setelah naik 31% selama sebulan terakhir dan 535% selama tahun ini.

    Saat beradaptasi dengan situasi baru yang lebih cepat daripada yang lain, Ethereum telah memulai tren baru di dunia kripto, dengan DeFi atau keuangan terdesentralisasi yang jaringan miliki.

    Ini adalah jenis keuangan berbasis blockchain yang melewati perantara keuangan pusat yang digunakan dalam perbankan atau regulasi.

    Alasan lain untuk kenaikan Ethereum yang terus-menerus adalah karena token non-fungible (NFT) yang menyimpan catatan kepemilikan untuk barang-barang seperti seni online.

    NFT di jaringan Ethereum telah menyaksikan lonjakan aktivitas dengan penjualan token dengan rekor $69 juta di Christie’s Maret ini.

    Baca jugaEthereum dan Projek DeFi Semakin Didekati Investor Institusional

    Akankah Ethereum Menggantikan Bitcoin pada 2022?

    Tidak ada yang pasti di dunia ini, termasuk ruang cryptocurrency yang menyuguhkan banyak fenomena tak terduga sepanjang tahun ini.

    Meski begitu, Ethereum sepertinya tetap baik-baik saja. Mungkin cukup untuk mendefinisikan realitas baru di pasar crypto.

    Ethereum meluncurkan peningkatan gradasi bulan lalu yang disebut Altair. Pada tahun depan, Ethereum dikabarkan untuk sepenuhnya beralih ke model Proof of Stake (PoS). Sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dari mekanisme Proof of Work (PoW) yang ada.

    Cryptocurrency terbesar kedua tersebut bermaksud untuk bergabung dengan Beacon Chain, blockchain PoS baru yang akan mendukung sistem Ethereum 2.0 yang baru.

    Karena inovasi positif tersebut, membuat banyak pakar crypto memperkirakan masa depan paling cerah aset cryptocurrency ada pada Ethereum

    Rahul Rai, manajer dana lindung nilai kripto, mungkin terdengar lebih ambisius dan agresif karena meyakini ETH bisa menyalip BTC sebagai mata uang kripto teratas sekitar pertengahan tahun depan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com