Tag: defi

  • Menjelajahi Polkadot Sebagai Platform Potensial Untuk DeFi

    Setelah pasar bullish yang terkenal di tahun 2017, pasar cryptocurrency mengalami pasar bearish yang sangat panjang dan keras. Meskipun hal ini membuat periode yang rumit bagi investor, ini tidaklah menjadi tragedi secara total. Walaupun jika harganya megecewakan, namun disisi lain harga aset kripto tidak pernah sekuat ini. Alam blockchain tidak pernah seinovatif dan sekompetitif ini sebelumnya. 

    Dalam artikel ini akan dibahas mengenai Polkadot sebagai salah satu project inovatif blockchain. 

    Solusi interoperabilitas DeFi terbaik

    Polkadot adalah salah satu projek interoperabilitas yang menjanjikan. ICO-nya merupakan salah satu ICO terbesar di tahun 2017, mengumpulkan $145 juta. Hampir $91 juta ETH dibekukan setelah Parity Bug. Tampak jelas bahwa Polkadot telah melalui masa pasang surut, namun tim tetap berkomitmen untuk memenuhi janji proyek. 

    Proyek Polkadot didukung oleh tim teknis yang baik yang dipimpin oleh Gavin Wood, salah satu pendiri Ethereum. Melalui fitur interoperabilitasnya, Polkadot akan memungkinkan transfer data dan nilai diantara berbagai blockchain ekosistemnya. Ini adalah proyek yang sangat berorientasi pada pengembangan dan banyak tim telah memilih untuk membangun Substrat, teknologi Polkadot untuk membuat blockchain. 

    Baca Juga: Polkadot Hadir di Indonesia Melalui Tokocrypto, Bisa Diperdagangkan dengan BIDR

    Oleh karena itu, Polkadot merupakan pesaing serius bagi Ethereum, dengan tim Polkadot berusaha keras untuk membuat platform mereka seramah mungkin untuk pengembang. 

    Dari segi Interoperabilitas, Polkadot didasarkan pada konsep “Relay Chain” atau rantai induk dan rantai yang dibangun diatasnya disebut “Parachain”. Rantai saling terhubung melalui relay chain dan setiap parachain dapat bergabung dengan ekosistem hanya dengan mengikat dan menahan DOT. Hal ini membantu memperkuat jaringan dan kepercayaan diantara rantai. Polkadot memanfaatkan kepercayaan ini dengan membangun model keamanan bersama yang memfasilitasi komunikasi dan pertukaran data dan nilai antara rantai yang berbeda. 

    Jika dilihat dari segi teknologi dan aplikasi, Polkadot dapat dikatakan menonjol karena pengembangan blockchain dan platform DApps mereka. Polkadot menggunakan bahasa Rust, namun juga menggunakan WebAssembly seperti yang digunakan oleh Google dan Microsoft. 

    Polkadot mencoba menarik para developer dan proyek untuk membangun diatas blockchain Polkadot dengan membuat platformnya semudah mungkin untuk dikembangkan. Polkadot membangun ekosistem besar dengan batasan yang lebih sedikit. 

    Baca Juga: Mengenal Polkadot dan Solusi Interoperabilitas yang Ditawarkannya



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Koin DeFi Teratas Merosot, Meski Bitcoin Melaju ke $12.000

    Beberapa hari terakhir ini merupakan hari yang sulit bagi pasar DeFi. Pasalnya, meski kinerja Bitcoin (BTC) relatif kuat dalam beberapa waktu terakhir, koin-koin teratas dari platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) sepertinya sulit untuk melaju naik.

    Padahal, dalam tiga hari terakhir BTC bahkan sudah naik lebih dari 5% dari kisaran $11.300 ke nilai tertinggi baru-baru ini di $12.000. Peristiwa ini juga dirasa cukup unik, lantaran altcoin tidak ikut ke dalam aksi harga BTC yang kuat ini untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir. Analis memperkirakan, hal ini disebabkan terjadi pergeseran terhadap cara investor kripto mengalokasikan modal mereka ke pasaran.

    Baca Juga: 5 Tahun dari Sekarang, Bitcoin Diprediksi $1 juta/BTC

    Koin DeFi Turun Saat Bitcoin Naik

    Saat penulisan artikel, koin DeFi sedang mengalami tren turun meskipun Bitcoin melonjak naik dan berkonsolidasi untuk melaju ke angka $12.000 lebih.

    Sayangnya, bulls tersebut sepertinya hanya untuk BTC dan tidak pada altcoin DeFi lainnya. Menurut data dari Coinmarketcap, pasar DeFi sudah turun sebanyak 28,16% dalam sehari terakhir.

    Kinerja ini dirasa yang terburuk dalam beberapa bulan terkahir setelah kemunculan platform DeFi di dunia crypto.

    Fundamental DeFi Kuat

    Meski banyak yang khawatir akan keberlangsungan koin-koin DeFi ini, banyak dari para analis yang tetap percaya akan dasar dari ruang DeFi ini. Tentunya, beberapa peristiwa seperti pengguna aktif MetaMask yang terus bertambah dan peningkatan tren on-chainpengguna DeFi.

    Tidak hanya di luar negeri, di dalam negeri pun banyak pengiat DeFi yang terus melakukan inovasi. Misalnya saja baru-baru ini kerjasama antara Indodax dan Tokenomy mengeluarkan platform DeFi open source bernama Tadpole Finance beserta koinnya TAD.

    Baca juga: Tadpole Finance, DeFi dari Indonesia Ciptaan Indodax dan Tokenomy

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tren Selanjutnya Untuk Game NFT: Popop World, Platform Mini Games Pertama

    Popop World telah resmi diluncurkan, menjadi bagian dari NFT yang akan merevolusi dunia gaming karena proyek ini dianggap sebagai proyek mini gameFi pertama didunia.

    Hype tentang NFT akan datang dan pergi. Gelombang hype yang terjadi di tahun 2021 dimana artis membeli NFT sudah memudar. Ribuan koleksi digital yang baru selalu ditambahkan ke ekosistem setiap minggu, termasuk pasar NFT baru, dll.

    Nah, Popop World juga akan bergabung untuk menambah Hype. Bagusnya, game ini juga memberikan uang (Play-to-Earn).

    Bagaimana Cara Kerja Game Play-To-Earn

    Game NFT yang berbasis Play-To-Earn memberikan pemain kesempatan untuk mendapatkan uang ketika bermain.

    Biasanya, pemain akan dihadiahkan token dan NFT semakin lama mereka bermain. Token tersebut biasanya akan digunakan untuk melakukan crafting atau upgrade equipment yang digunakan.

    Memberikan token lebih konsisten karena token bisa diperoleh secara konsisten melalui gameplay, sedangkan NFT Drops lebih random.

    Perbedaan Popop World Dengan Game NFT Lainnya

    Popop World adalah platform pertama yang menawarkan berbagai mini games yang dapat dimainkan semua devices.

    Pemain dapat bermain sendiri atau bersaing di seluruh dunia. Setiap pemain menggunakan strategi unik untuk menang.

    Perbedaanya dari game NFT laiinya adalah banyaknya game yang tersedia untuk dimainkan semua orang dan semua umur.

    Menangnya platform ini adalah game-game yang hadir disini sangat simple.

    Popop World menggabungkan manfaat dari NFT dan DAO, menghasilkan model ekonomi dan bisnis baru untuk applikasi yang terdecentralisasi yang fokus pada game kasual.

    Ini akan menambahkan value (nilai) bagi seluruh dunia virtual dan blockchain ekonomi.

    Kenapa Popop World Dianggap Sebagai Tren Baru GameFi

    Tidak heran jika game NFT menjadi trending di dunia sejak pandemi Covid.

    Bagaimana tidak, dengan banyak bisnis yang bangkrut dan ribuan orang di PHK membuat mereka mencari penghasilan dalam bentuk apa-pun.

    Game NFT menjadi sasaran mereka sebagai mata pencaharian.

    Namun, apakah tren selanjutnya di dunia game NFT?

    Jawabannya adalah mini-game. Kenapa?

    Jawabannya simple, karena platform tersebut menargetkan untuk semua pasar artinya pemain untuk semua umur dan dimana saja untuk menghabiskan waktu atau rilex. Dan, bermain Popop World akan membuahkan anda uang.

    NFT Dari Popop World

    Popop World juga mempunyai NFT sendiri, yang dinamai Popman dan POP.

    Popman

    Popman adalah tiket untuk bermain Popop World. Pemain harus membeli Popman dan platform memiliki 10.000 Popman yang unik.

    Popman NFT juga bisa didapat dari invites, gacha dan aktivitas di dalam game.

    Terlebih lagi, Popma NFT juga mempunyai beda jenis: B, A, S, SS dan SSS. Semakin tinggi levelnya, semakin susah untuk mendapatkan dan semakin hebat.

    Setiap NFT mempunyai level dan tampilan yang berbeda. Seperti semua game, SSS adalah yang terbaik dan keuntungannya adalah bonus EXP yang lebih tinggi daripada jenis lainnya.

    POP Token

    POP adalah token ERC dalam Polygon chain (Matic). Ketika bermain, pemain dapat memperoleh nilai aktivitas/ kontribusi dan menukarkan dengan POP untuk berbelanja di game mall dalam game.

    Disamping itu, anda juga bisa stake POP untuk mendapatkan governance, dan berbagi pendapatan game.

    Peluncuran NFT pada bulan Oktober

    Popop World diperkirakan akan diluncurkan bulan Oktober di OpenSea. Pemain yang tertarik bisa berpartisipasi dalam kontes untuk membuka gacha dan mereka bisa membeli disini dan akan diarahkan ke OpenSea.

    Gacha akan memberikan anda Popman yang unik, semakin tinggi jenis, semakin tinggi EXP yang didapat.

    Popop World’s Social Media Channels:

    Website: https://www.popop.world/

    Telegram channel: https://t.me/popopworldchannel

    Telegram group: https://t.me/popopworldcommunity

    Twitter https://twitter.com/popop_world

    Facebook: https://www.facebook.com/popopworld

    Discord: https://discord.com/invite/y7UCGWWM3v

    Medium: https://popopworld.medium.com/

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Senat Australia: Blockchain Akan Bernilai US$3 Triliun Tahun 2030

    Penerapan teknologi blockchain semakin nyata. Buktinya, senat Australia memprediksi teknologi itu akan bernilai US$3 triliun pada tahun 2030.

    Negeri Kangguru itu memang terkenal ambisius bergerak memanfaatkan blockchain untuk pertumbuhan ekonominya.

    Sebelum pengumuman oleh senat itu, Australia sudah menerbitkan roadmap khusus blockchain yang fokus pada perubahan infrastruktur perbankan, ekspor dan pendidikan.

    Selain itu, Bursa Efek Australia sedang membangun sistem penyelesaian (settlement) dan kliring berbasis blockchain. Mereka bermitra dengan iSignthis.

    Dua perkembangan itulah yang mendorong Fraksi Teknologi Keuangan di Senat Australia membuat kajian soal potensi penerapan blockchain di masa depan

    Menurut senat blockchain bisa mendukung kemajuan dalam teknologi keuangan dan teknologi peraturan. Hal itu menyoroti apa yang bisa menjadi peluang yang terlewatkan sejauh ini, yakni akses terhadap modal, yang sangat efektif dikumpulkan melalui penawaran koin awal (ICO).

    Senat juga mencatat angka yang sama yang dinyatakan dalam pengumuman roadmap Blockchain Nasional pada Februari 2020 lalu. bahwa teknologi blockchain akan menghasilkan US$175 miliar dalam nilai bisnis global pada tahun 2025 dan total lebih dari US$3 triliun pada tahun 2030.

    Michael Bacina dari Piper Alderman di hadapan senat mengatakan sebagian besar proyek teknologi keuangan dan teknologi peraturan akan dibangun terutama pada teknologi blockchain atau banyak digunakan dalam 10 tahun ke depan.

    Senat juga mencatat bahwa teknologi blockchain bisa menguntungkan banyak industri Australia. Sementara industri keuangan dan asuransi menduduki puncak daftar, yang lain termasuk “layanan profesional, ilmiah dan teknis dan perdagangan eceran, tetapi bidang lain termasuk perawatan kesehatan dan bantuan sosial, pertanian, serta layanan real estat.

    Memperbaiki kondisi ICO
    Di bagian lain laporan tersebut, senat berfokus pada peningkatan ICO dan modal yang mereka kumpulkan dan mengapa Australia tidak menuai lebih banyak keuntungan darinya.

    Dr Jemma Green, Pendiri dan CEO Power Ledger Australia menyarankan kepada senat bahwa kondisi peraturan saat ini di negara tersebut tidak kondusif untuk menarik para perusahaan yang menggelar ICO.

    “Banyak negara, misalnya Swiss, konsep ICO diadopsi untuk untuk mendapatkan pajak atas modal, termasuk pemasukan pajak. Sedangkan di Australia, ICO malah dikenakan pajak atas pendapatan,” kata Green.

    Baca Juga: Indonesia Disarankan Terapkan Rupiah Digital Berteknologi Blockchain



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hester Peirce: SEC Uji Coba Regulasi DeFi

    Dalam sebuah wawancara, Hester Peirce, regulator yang dikenal sebagai “Crypto Mom” yang bulan lalu dilantik sebagai komisaris di Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyatakan rencananya untuk lima tahun ke depan dan mengungkapkan beberapa hal terkait dengan regulasi DeFi.

    Keuangan terdesentralisasi atau DeFi memang menjadi topik hangat di kalangan pemangku kepentingan dan juga industri mata uang kripto. Ini mengingat proyek-proyek DeFi menjadi proyek berharga miliaran dolar bahkan lebih dan masih terbilang sangat baru.

    SEC sendiri merasa topik ini akan sulit untuk ditangani terkait dengan sistem protokol pinjaman non-kustodian, aset dan bursa sintetis, dan belum lagi referensi-referensi lainnya. Beberapa pengacara mengajukan kajian terkait dengan distribusi aset dalam DeFi. Namun, jelas DeFi mengusung protokol desentralisasi, yang kontrol dan kendali dalam jaringan bukan dibebankan kepada hanya satu entitas.

    Baca Juga: Perbedaan Decentralized Finance (DeFi) dan Keuangan Tradisional

    Prioritas Utama Hester Peirce

    “Tujuan DeFi, dari perspektif yang saya pahami, adalah untuk menghilangkan perantara dan memungkinkan orang untuk terlibat satu sama lain secara langsung,” ujar Hester Peirce. “Dan biasanya, cara regulator mengatur sistem keuangan adalah dengan mengatur perantara (yang terlibat) tersebut.”

    Dikenal sebagai salah satu pendukung mata uang kripto, Pierce ingin mengubah peraturan yang ada, untuk lebih memudahkan masyarakat Amerika dalam mengakses pasar mata uang kripto yang telah diregulasi. Nantinya, regulasi ini akan membuat lebih banyak perusahaan kripto untuk mengatur dan menggalang dana dalam kerangka kerja yang wajar.

    “Prioritas utama saya, terkait banyak hal, dan bukan hanya mencakup lingkup kripto, adalah membuat cara untuk memungkinkan banyak orang di pasar untuk terlibat dalam transaksi yang saling menguntungkan.” ujarnya.

    Salah satu rencata utama Peirce untuk lingkup kripto adalah melakukan revisi draf kebijakan “safe harbor” yang akan memberikan perusahaan mata uang kripto waktu selama tiga tahun untuk mengalihkan kekuasaannya kepada komunitas yang mereka miliki.

    Di luar semua hal tersebut, banyak orang di dunia kripto berharap Peirce akan menjadi penyelamat industri ini. Namun, Peirce sendiri hanya bisa mengikuti kebijakan yang ada. Terlebih masih banyak rekan komisaris lain yang sikapnya kurang mendukung industri ini.

    Baca Juga: Rusia Bangun Sistem Pemantauan Transaksi Kripto Gunakan AI

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin yang Dikunci dalam Protokol DeFi Terus Bertambah

    Jumlah BTC yang dikunci dalam protokol DeFi meningkat lebih dari 30% dalam seminggu terakhir meski harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sedang dalam penurunan.

    Dalam sepekan terakhir, Total Value Locked turun dari nilai all-time-high-nya di $9,6 miliar pada 2 September lalu menjadi $6,11 miliar pada 10 September 2020 sebelum naik kembali ke $7,28 miliar.

    Baca Juga: Cara dan Saat yang Pas untuk Jual Bitcoin

    Menurut data dari DefiPulse, jumlah BTC yang dikunci meningkat dari 67.038 BTC pada 2 September lalu ke level all-time-high-nya saat ini di 87.752 BTC. Ini meningkat sebesar 30,9% dan mungkin akan terus bertambah. Lebih dari itu, jumlah ini setara dengan 20 kali lipat jumlah BTC yang dikunci di Lightning Network.

    Lebih dari 50% BTC atau 51,295 BTC yang terkunci di jaringan Ethereum DeFi tersebut berbentuk WBTC. Ini menyumbang 63% peningkatan sejak 2 September lalu dan setara dengan 13.000 WBTC baru masuk ke dalam jaringan.

    Tidak hanya itu, RenVM yang memungkinkan penggunanya untuk memasukan koin BTC mereka di Ethereum telah mengunci sekitar 17.630 BTC, bertumbuh lebih dari 2.500 BTC sejak awal bulan ini.

    Sebaliknya, Lightning Network menyumbang hanya 1,2% atau 1.061 BTC dari total BTC yang terkunci di protokol DeFi. Pertumbuhan dalam Lightning Network hanya sebesar 0,02% atau 4 BTC sejauh bulan September ini.

    Berbeda dari BTC, koin ETH berada di urutan pertama dengan 5,6 juta koin terkunci di dalam protokol DeFi. Nilai ini setara dengan lebih 2 miliar USD.

    Baca Juga: Momentum untuk Bitcoin Jika Tembus Level Ini

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Baru Rilis, UNI Sudah Jadi 20 Token DeFi Teratas!

    Token UNI dari Uniswap yang dibagikan kepada para pengguna lama Uniswap, membuat nilai token tersebut terus meningkat. Terdapat beberapa prediksi yang mengatakan nilai token tersebut akan turun, mengingat 75.235 pengguna sejauh ini berlomba-lomba untuk mencaikan token UNI atau menukarkannya dengan koin lain. Namun, nilai UNI masih tetap berada di kisaran $3,80 hingga $5,40 dalam 12 jam terakhir.

    Berita Terkait: Efek UNISWAP, Return Token Dalam Protokol Melambung Tinggi

    Nilai Token UNI Terus Melonjak

    Token UNI yang baru beberapa hari rilis ini langsung masuk ke 3 besar token DeFI berdasarkan kapitalisasi pasar DeFi. Menurut DeFi Pulse, peringkat Uniswap sebagai protokol DeFi menjadi yang pertama dengan total value locked sebesar 1,40 miliar USD meningkat 81.10% dalam sehari.

    Terlebih, dengan kinerja yang sangat baik dari Uniswap selama ini, tidak mengherankan jika harga UNI terus melonjak.

    Dalam satu hari, UNI telah terdaftar di lebih dari 12 bursa pertukaran, dan memiliki hampir lebih dari 40 pairing, dan telah berhasil mendapatkan lebih dari $1,8 miliar volume perdagangan. Kondisi ini membuat UNI menjadi aset crypto yang masuk tujuh besar aset crypto yang paling banyak diperdagangkan dalam 24 jam terakhir menurut CoinGecko.

    CoinGecko juga memberi peringkat Uniswap sebagai token DeFi terbesar ke-16 berdasarkan kapitalisasi, berada di bawah Kyber Network (KNC) dan di atas Balancer (BAL).

    Baca Juga: Perbedaan Forex Dan Cryptocurrency Yang Wajib Anda Ketahui

    artikel ini dapat anda baca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Binance Harapkan Lebih Banyak Defi Berbasis Ethereum Untuk Bergabung

    CEO Binance Changpeng Zhao mengharapkan lebih banyak proyek DeFi berbasis Ethereum untuk bergabung dengan platform Binance Smart Chain. Zhao mengutarakan hal ini dalam sebuah diskusi dengan pengguna Twitter lain.

    Menurut Zhao, langkah ini akan mengurangi beban di jaringan Ethereum yang pada saatnya akan menurunkan biaya gas Ethereum.

    Zhao kemudian menekankan bahwa Binance Smart Chain bukanlah pengganti atau pesaing jaringan Ethereum, melainkan Binance kompatibel dengan Ethereum. Zhao menambahkan bahwa Binance Smart Chain justru memberikan pembuat kontrak pintar lebih banyak pilihan.

    “Binance Smart Chain tidak pernah bertujuan untuk menggantikan ETH, Binance Smart Chain hanya kompatibel dengan ETH. BSC memberi penggunanya lebih banyak pilihan. Opsi dengan biaya lebih murah,” kata Zhao.

    Baca Juga: Ketahui Cara Trading yang Simple Tapi Untung

    Zhao menyimpulkan komentarnya bahwa volume transaksi Binance Smart Chain baru-baru ini mencapai 10% dari jaringan Ethereum beberapa hari yang lalu.

    Platform Binance Smart Chain diluncurkan pada 1 September dengan dana investasi $ 100 juta yang dikhususkan untuk proyek yang dibangun di Smart Chain.

     

    Dalam Tweet terpisah, Zhao berbicara tentang keputusan Binance untuk menambahkan proyek DeFi terbaru bahkan saat perusahaan gagal mendaftarkan SushiSwap.

    Binance Smart Chain sekarang menjadi tuan rumah BurgerSwap dan melihat sejumlah besar transaksi hanya dalam 24 jam dalam proyek DeFi terbaru itu.

    “Di masa lalu, saya biasanya mencoba untuk tidak mengomentari proyek atau koin tertentu. Untuk selanjutnya, saya akan Tweet lebih banyak tentang proyek di #BinanceSmartChain. Itu bukan dukungan. Hanya cara untuk mempromosikan komunitas,” ungkap Zhao.

    Dia juga menambahkan bahwa di balik sebagian besar proyek DeFi yang gagal, investor tidak disarankan untuk menginvestasikan uang jika tidak sanggup kehilangan uang tersebut.

    “Beberapa mungkin menawarkan keuntungan jangka pendek, tetapi mereka juga memiliki risiko yang sangat tinggi. Jangan menginvestasikan uang yang Anda tidak bisa kehilangan (uang tersebut),” kata Zhao menegaskan.

    Baca Juga: Yearn Finance Hadirkan Inovasi Baru Berupa StableCredit



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Survei: Ethereum Tetap Akan Menjadi Platform DeFi Terbaik

    Membahas masa depan DeFi, CryptoCompare menemukan bahwa sebagian besar hasil survei mengatakan “Ethereum (ETH) tidak akan digantikan dalam jaringan blockchain DeFi ” setidaknya selama 3 tahun ke depan.

    Penyedia data pasar crypto tersebut mengumpulkan respons dan data melalui sebuah survei yang dilakukan pada beberapa protokol DeFi seperti : Augur (REP), Argent, DDEX, Balancer (BAL), Nexus Mutual, Kyber Network (KNC), Loopring (LRC), dan Staked.

    Ketika pertanyaan survei mengarah ke Ethereum : akankah Ethereum digantikan dalam jaringan DeFi selama 3 tahun ke depan?

    Baca Juga: Paus Ethereum Bertambah Saat Penurunan Harga Terjadi

    Sebanyak 62,5% responden menjawab sangat tidak setuju dan 25% netral. Ini menandakan bahwa hampir semua responden masih percaya bahwa ETH masih menjadi raja untuk platform DeFi.

     

    Kemudian pertanyaan mengarah pada kekurangan Ethereum dalam kondisi saat ini, responden menyatakan mereka paling khawatir dengan keamanan Ethereum di DeFi, pengalaman pengguna, pemasaran, dan kekurangan infrastruktur untuk produk yang benar-benar terdesentralisasi.

    Sebanyak 50% responden, memberikan nilai 8 dari 10 atas kekhawatiran soal keamanan Ethereum di masa depan. Sementara, sebanyak 37% lainnya memberikan nilai 10 untuk pentingnya asuransi terhadap hlangnya dana, tapi ada juga yang memberikan nilai 3.

    CryptoCompare mengatakan hal tersebut seperti: menunjukkan perbedaan yang jelas dalam pendapat tentang masalah ini.

    Terkait kenaikan biaya transaksi yang tinggi juga masih menuai perbedaan pendapat. Banyak responden tidak melihat biaya tinggi sebagai masalah yang paling mendesak.

    Beberapa responden “menunjuk ke solusi penskalaan lapisan dua” karena biaya transaksi yang lebih tinggi akan “menciptakan lebih banyak urgensi pada solusi.”

    Sementara yang lain mengatakan bahwa biaya tinggi merupakan beban bagi sebagian pengguna, dan bukan masalah bagi yang lain, seperti bagi pengguna aktif bulanan “yang menyetor selama berbulan-bulan”.

    Seorang Manajer Pemasaran di protokol likuiditas on-chain Kyber Network beranam Shane Hong, mengatakan bahwa, “menurut pendapat saya, adopsi massal memang sulit dicapai mengingat kondisi biaya transaksi saat ini. Tetapi akan selalu ada grup pengguna yang mencari peluang menghasilkan keuntungan bahkan dengan biaya tinggi.”

    Tetapi, Argent mengatakan bahwa masih ada kebutuhan untuk “membangun kasus penggunaan yang memecahkan masalah yang signifikan bagi audiens arus utama”.

    Ledakan DeFi terjadi, menurut CryptoCompare karena bisa mengambil pinjaman yang didukung crypto; menabung dan mendapatkan bunga atas kepemilikan seseorang yang dapat dikaitkan dengan nilai USD berkat stablecoin.

    Survei tersebut dilakukan CryptoCompare dengan menanyakan kepada Top DeFi. Namun, pihak CryptoCompare tidak memberitahukan nama-nama DeFi tersebut.

    Baca Juga: Semula Hanya Lelucon, Token $MEME Jadi Proyek Crypto Miliaran Dolar



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Serum (Part 2): Serum Token

    Serum (SRM) adalah token yang didukung oleh tata kelola Serum berdasarkan blockchain Solana, namun sebagai alternatif juga memiliki versi Ethereum atau ERC-20. 

    Sekitar 10 Miliar SRM dicetak sebagai pasokan maksimum pada awal, dimana sekitar 175 juta token akan beredar pada awalnya dan akan menjadi 180 juta token saat IEO. Jumlah ini kemudian ditetapkan untuk tumbuh sekitar 15% setiap tahun. Ini memberi kekuasaan tata kelola atas ekosistem Serum kepada pemegang token. 

    Baca Juga: Mengenal Serum (Part 1): Apa Itu Project Serum?

    SRM dapat di stake dan juga dapat digunakan untuk membayar biaya. Selain itu, 90% dari semua token SRM dirancang untuk penahanan atau penguncian jangka panjang.

    1 Juta SRM akan membentuk 1 MSRM, yang merupakan jumlah yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam mengoperasikan staking node yang membantu desentralisasi jaringan dan menawarkan dukungan dalam validasi penyelesaian transaksi. 

    Harga token asli SRM naik dari $0,11 menjadi $5, meningkat hampir 2000% dalam 24 jam. Menurut Coingecko, volume perdagangan SRM mencapai $178.134.183 dalam 24 jam terakhir. 

    Baca Juga: Inisiatif Decentralized Finance, Tokocrypto Rilis Token SERUM



    Sumber : news.tokocrypto.com