Tag: defi

  • Perbedaan Decentralized Finance (DeFi) dan Keuangan Tradisional

    Decentralized Finance (DeFi) atau keuangan terdesentralisasi adalah industri baru yang menjanjikan adanya revolusi sektor keuangan tradisional. Kebutuhan akan sistem keuangan yang terbuka, transparan dan aman adalah pendorong utama suksesnya DeFi menjadi obrolan dalam dunia teknologi Blockchain setahun belakangan ini. Tidak heran jika akhirnya, DeFi muncul sebagai alternatif dari sistem keuangan saat ini. 

    Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, DeFi adalah sektor keuangan terbuka yang berjalan diatas perangkat lunak yang dibangun diatas blockchain dan memiliki kemampuan untuk menjadi alat keuangan yang berada diluar kendali pemerintah dan regulasi. Penciptaan sistem keuangan yang sepenuhnya terdesentralisasi dan independen terus berkembang pesat di tengah meningkatnya seruan untuk keamanan data dan privasi. 

    DeFi memanfaatkan seperangkat alat yang progresif untuk memberikan kontrol kepada pengguna. Fakta bahwa tren DeFi ini menawarkan fungsi ekstra selain mengurangi resiko operasional menjadikan DeFi sebagai pengganti ideal untuk sistem keuangan saat ini. 

    Berawal pada tahun 2018 ketika 15 proyek berbasis Ethereum datan bersama untuk membangun sistem keuangan yang independen, aman dan terbuka, sejak saat itulah DeFi terkenal sebagai pengganti sistem keuangan tradisional. 

    Baca Juga: Mengenal DeFi (Part 2): Manfaat dan Kegunaan DeFi 

    Lalu, apakah perbedaan antara Decentralized Finance dan Keuangan Tradisional?

    Ada beberapa poin utama yang membedakan antara keduanya, yaitu:

    • Dalam Decentralized Finance, blockchain berperan utama mengatur segala pengerjaan di sektor keuangan. Sebaliknya, pemerintah publik yang memerlukan hukum dan lembaga keuangan yang teregulasi bertindak sebagai sumber kepercayaan yang mengatur semua kegiatan dalam keuangan tradisional.
    • Decentralized Finance sangat menarik perhatian sejumlah kalangan karena sistemnya yang lebih terbuka dan transparan daripada keuangan tradisional. Siapapun dapat mengambil bagian dalam membuat layanan dan alat finansial diatas teknologi blockchain. Sebaliknya dalam keuangan tradisional, seseorang harus memiliki lisensi dan otorisasi dari pihak yang berwenang atau regulator, sehingga hal ini membatasi inovasi-inovasi dalam sistem keuangan tradisional. 
    • Dalam Decentralized Finance, user dapat melakukan transaksi tanpa perantara, sehingga prosesnya akan lebih cepat dan mudah. Hal ini menyebabkan DeFi juga membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan keuangan tradisional

    Dari poin-poin diatas, dapat dikatakan bahwa kehadiran DeFi dapat menjembatani kesenjangan yang ada dan memungkinkan industri finansial dapat dinikmati oleh segala kalangan, setiap orang tanpa adanya batasan. DeFi membuka peluang besar bagi para pengguna untuk mengakses beberapa instrumen finansial tanpa adanya batasan-batasan umur, ras, agama, kewarganegaraan hingga masalah geografis. 

    Baca Juga: Tokocrypto Angkat Topik DeFi di Indonesia Blockchain Week



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • DeFi Berperan Jaga Harga Bitcoin?

    Bitcoin meresahkan banyak investor, sebab pergerakan harganya tidak berubah banyak setelah Halving III pada Mei 2020 lalu. Telah banyak narasi yang dituduh jadi penyebabnya, tetapi belum ada analis yang menyoroti harga Bitcoin bisa longsor lebih dalam jika tidak ada peran lonjakan US$3 miliar di sektor DeFi.

    DeFi (Decentralized Finance) memiliki beragam bentuk, termasuk peminjaman, derivatif, bursa dan pembayaran. Sektor yang baru dan seru ini menyebabkan token protokol DeFi mengalami lonjakan dan penurunan harga yang luar biasa.

    Siklus gelembung terbaru dalam DeFi adalah di bidang liquidity mining (penambangan likuiditas). Hal ini adalah program insentif oleh protokol DeFi untuk menarik pengguna baru. Program ini umumnya menyebarkan governance token (token pengaturan) kepada penyedia likuiditas yang disebut dengan yield farmer (“peternak” imbal hasil).

    Kendati tidak baru, program insentif DeFi merupakan metode pertumbuhan yang menghasilkan lonjakan partisipasi dalam jaringan, total modal yang disetor, serta kapitalisasi pasar governance token.

    Contoh yang paling terkenal adalah Compound, protokol peminjaman desentralistik di mana pengguna bisa meminjam dan meminjamkan aset jaminan (collateral). Modal yang disetor dalam Compound serta kapitalisasi pasarnya meroket setelah penambangan likuiditas dan distribusi token pengaturan COMP dimulai, dengan nilai masing-masing US$668 juga dan US$497 juta.

    Penambangan likuiditas tampak memiliki korelasi dengan pergerakan harga Bitcoin. Agar “peternak imbal hasil” menerima imbalan governance token, mereka harus berpartisipasi dalam jaringan sebagai peminjam atau pemberi pinjaman.

    Hal ini membutuhkan penyetoran, di mana peminjam bisa menarik dana jika mereka memberikan agunan yang cukup. Pemberi pinjaman bisa meraup bunga pinjaman di atas harga pasar ditambah cuan dari peningkatan harga token COMP.

    Modal paling besar yang disetor di DeFi berbentuk token Ether (ETH) senilai US$715 juta, disusul Bitcoin senilai US$141 juta.

    Salah satu token paling panas di Ethereum saat ini adalah WBTC atau wrapped BTC, sebuah token ERC-20 yang dipatok 1:1 terhadap Bitcoin.

    WBTC diburu peternak imbal hasil agar mereka bisa turut serta dalam jaringan Compound dan meraih token COMP.

    Jika Bitcoin dan WBTC digabung, maka ada Bitcoin senilai US$241 juta yang disetor dalam DeFi, mengurangi suplai di pasar terbuka dan menopang harga Bitcoin.

    Selain itu, partisipasi dan pertumbuhan harga di sektor DeFi selama tiga bulan terakhir membantu kembalinya alt season, yaitu musim di mana harga altcoins melonjak.

    Sebagian besar altcoins diperdagangkan dengan Bitcoin. Investor baru yang memasuki sektor kripto harus membeli BTC sebelum membeli altcoinsehingga menjadi faktor tambahan yang mendukung Bitcoin.

    Kendati demikian, DeFi juga membawa risiko. Sebagai contoh, pasar aset kripto sangat fluktuatif, sehingga sentimen yang mendorong harga melambung tinggi akan berbalik arah.

    Katalis yang menyebabkan perubahan arah termasuk eksploitasi kode dalam protokol desentralistik yang sering terjadi selama ini, atau berakhirnya musim altcoin.

    Tidak pasti bagaimana gelembung DeFi akan meletus, tetapi kemungkinan besar Bitcoin akan turut diseret jika hal itu terjadi. [forbes.com/ed]

    Baca Juga: Cartesi Token Resmi Diperdagangkan di Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Toko Token (TKO): Inisiatif DeFi Pertama di Indonesia

    Jakarta, Oktober 2020 – Sejak tahun lalu, Decentralized Finance atau DeFi menjadi pusat perhatian banyak pihak di industri blockchain, Pasalnya, DeFi berkaitan erat dengan aspek keseharian masyarakat, yaitu aktivias keuangan. DeFi, sesuai namanya mengacu pada sistem finansial/keuangan yang terdesentralisasi yang menyediakan berbagai layanan keuangan (tabungan, pinjaman, asuransi, dll) yang bersifat terbuka, unregulated, transparan, fleksibel, dan tersedia bagi setiap saja tanpa perlu adanya pengawasan terpusat dan perantara.

    Banyak proyek DeFi baru bermunculan di berbagai negara untuk menarik pengguna (nasabah) baru dengan menyediakan layanan keuangan baru yang inovatif dan menarik, sert berbasis teknologi blockchain.

    Baca Juga: Hal yang Harus Diketahui Sebelum Membeli Bitcoin atau Aset Kripto Pertamamu!

    Berdasarkan data DeFi Pulse per tanggal 15 Oktober 2020, jumlah valuasi aset kripto (value Lock in) mencapai nilai US$ 11,37 milliar yang terdistribusi dalam 39 aplikasi, yang mencakup sektor/kategori DEX (decentralized exchange), lending, derivatif, hingga aset. Sektor DeFi yang paling populer dan berkembang pesat adalah lending atau pinjaman. Sektor ini mirip dengan bank dalam sistem keuangan tradisonal, dimana pengguna (kreditur) meminjamkan uang dan mendapatkan bunga dari pengguna lain yang meminjam asetnya (debitur).

    Bagaimana dengan di Indonesia? Perkembangan DeFi mulai mendapat momentum besar setelah Tokocrypto, sebagai pedagang aset kripto pertama yang terdaftar resmi di BAPPEBTI, untuk pertama kali kalinya melakukan inisiatif DeFi melalui Toko Token (TKO). Inisiatif DeFi tersebut secara resmi diluncurkan di pembukaan acara Indonesia Blockchain Week 2020 (IBW 2020) pada bulan Agustus lalu. Ini menandai resminya Toko Token bisa diakses dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia dala mengakses akse kripto. 

    “Tokocrypto memberikan kemudahan untuk mengakses aset kripto dan teknologi Decentralized Finance, sejalan dengan misinya yaitu untuk menjangkau masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses terhadap layanan finansial”, kata Pang Xue Kai, CEO dan CO-Founder Tokocrypto. 

    Sebagai proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia, Toko Token (TKO) yang awalnya mendistribusikan sistem reward bagi nasabah baru bergabung dengan Tokocrypto,  kini mulai menawarkan model token hybrid yang unik dengan berbagai macam manfaat (utilitas). Tokocrypto optimis dapat memposisikan DeFi project perdana ini agar siap bersaing dengan DeFi project lainnya, baik yang berlingkup lokal maupun internasional.

    Berikut adalah berbagai manfaat TKO yang dapat dinikmati nasabah Tokocrypto:

    Token Platform Pertukaran

    TKO menawarkan berbagai manfaat kepada para pemegang token ini, diantaranya adalah diskon biaya perdagangan, hak airdrop, penukaran merchandise dan berbagai penawaran menarik lainnya. Token ini lebih dilatarbelakangi untuk mendorong adopsi dalam penggunaan pertukaran dengan sejumlah penawaran, reward, atau insentif menarik lainnya.

    Token Centralized Finance (CeFi)

    Fitur ini memungkinkan para nasabah Tokocrypto untuk bergabung dalam inisiatif finansial kripto yang lebih terpusat. CeFi adalah salah satu produk yang cocok bagi nasabah pemula yang ingin berpartisipasi dalam dunia kripto namun belum percaya diri atau sepenuhnya yakin  untuk terjun dalam Decentralized Finance yang relatif baru. Dengan kata lain, token ini bisa menjadi ‘jembatan’ bagi investor tradisional untuk bertransisi ke DeFi. Pada Token CeFi ini, TKO akan berfokus untuk memberikan fasilitas berupa Tabungan (saving), Deposit, dan Cashback. 

    Baca Juga: Analis: Sedikit Modal, Dapat Dorong Bitcoin Capai Kapitalisasi Pasar $ 1 Triliun

    Token Decentralized Finance

    Sebagai sistem keuangan/moneter terbuka yang dibangun di atas teknologi blockchain, DeFi memungkinkan terjadinya transaksi lebih cepat, mudah, dan murah tanpa adanya perantara atau pihak ketiga. Dengan begitu jika dibandingkan dengan keuangan tradisional, aktivitas staking dan lending DeFi akan menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi. 

    Fungsi-fungsi tersebut akan diluncurkan secara bertahap dimulai dari fungsi token platform pertukaran. Untuk token Centralized Finance dan Decentralized Finance sendiri masih dalam pengembangan dan akan diumumkan secara terpisah dimasa yang akan datang.”, ujar Kai. 

    Seperti halnya teknologi Fintech yang telah membuka kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mudah dalam mengakses layanan keuangan, DeFi memperluasnya lagi dengan mendesentralisasikan proses layanan keuangan dengan dukungan smart contract dan dApps (decentralized applications). Misalnya untuk proses lending (pinjaman). Harapannya, tingkat keamanan, akuntabilitas, dan transparansi pada setiap layanan keuangan akan menjadi lebih baik bagi semua pihak.

    Saat ini, TKO bisa didapatkan oleh para nasabah Tokocrypto melalui program referral yang diadakan Tokocrypto. Dengan mengajak kerabat untuk melakukan registrasi dan KYC di Tokocrypto melalui kode referral, masing-masing pemberi dan pengguna referral akan mendapatkan 75 Toko Token. 

    Tentang Tokocrypto 

    Tokocrypto Digital Exchange adalah pedagang aset kripto teregulasi dan salah satu yang terbesar di Indonesia. Didirikan pada 2018, Tokocrypto lahir dari sekelompok kripto antusias dengan keyakinan kuat pada manfaat yang ditawarkan teknologi blockchain kepada publik. Tokocrypto bertujuan untuk menjadi pedagang aset kripto terdepan di Indonesia dengan menyediakan pelanggan dengan platform yang mudah, sederhana, instan, dan aman untuk bertransaksi dengan percaya diri. Tokocrypto juga merupakan pusat pendidikan dan berita tentang teknologi blockchain melalui kolaborasi erat dengan komunitas blockchain di Asia Tenggara, universitas, dan pemerintah di Indonesia. Untuk berita terbaru tentang Tokocrypto, bergabunglah dengan Telegram kami dan ikuti kami di Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube.

    Untuk informasi lainnya, kunjungi: https://tokocrypto.com





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Ketahui Cara Memulai Investasi Bitcoin di 2021!

    Saham, obligasi, dan deposito adalah beberapa instrumen investasi yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Seiring berkembangnya teknologi di bidang finansial, terdapat salah satu instrumen investasi berbasis digital yang telah dilegalkan oleh BAPPEBTI. Apa lagi kalau bukan aset kripto! Yuk, kita bahas bagaimana perkembangan aset kripto khususnya bitcoin dan cara mulai investasi bitcoin di 2021!

    Kondisi Bitcoin di Awal Tahun 2021

    Dibalik pandemi yang belum usai dan kondisi ekonomi makro yang melemah, harga bitcoin justru merangkak naik saat memasuki tahun 2021. Pada 1 Januari 2021, bitcoin berada di level harga $29,248 atau setara dengan 426 juta rupiah.

    Satu bulan berselang atau saat perusahaan mobil asal Amerika Serikat, Tesla membeli bitcoin senilai 1,5 miliar dollar AS, bitcoin berada di harga $46,633 pada 9 Februari 2021 atau setara dengan 679 juta rupiah. Padahal sehari sebelumnya, bitcoin masih berada di harga $38,585 atau 562 juta rupiah.

    Seakan tidak puas memberi kejutan bagi para pecinta bitcoin, pada 14 Maret 2021 bitcoin naik sebesar 32% yaitu berada di level $61,215 atau setara dengan 892 juta rupiah! Tentu hal tersebut merupakan angin segar bagi para investor dan trader.

    Alasan Kripto Semakin Diminati

    Selain harganya yang meroket pada awal tahun 2021, beberapa alasan mengapa aset kripto semakin diminati masyarakat adalah:

    • Fiat Money Rentan Inflasi

    Seperti yang kita ketahui, fiat money atau mata uang yang digunakan sehari-hari untuk bertransaksi bersifat rentan terhadap inflasi. Akhirnya, banyak masyarakat yang beralih kepada aset kripto karena tidak terpengaruh oleh inflasi seperti fiat money.

    Jika sistem keuangan konvensional rawan pencurian atau pembobolan, pada aset kripto terdapat teknologi yang bisa meminimalisir kejahatan, teknologi tersebut adalah blockchain.

    Dengan keamanan yang tinggi, apabila ada seseorang yang ingin membobol bitcoin, maka Ia harus membobol kurang lebih 1 juta komputer pengguna yang berperan sebagai penambang atau miners

    Selain itu, kegiatan transaksi akan tercatat secara otomatis dan bisa dilihat semua pengguna. Namun jangan khawatir,  identitas Anda akan tetap terjaga rahasianya dengan susunan alfabetis dan numerik yang unik bagi setiap penggunanya.

    Sejak awal diciptakan, bitcoin memiliki jumlah maksimum, yaitu 21 juta koin. Dilansir dari Coinmarketcap, pada 9 April 2020 terdapat 18,677,481 koin BTC yang telah beredar. 

    Sesuai dengan prinsip ekonomi, jumlah koin yang menipis tentu menjadikan koin BTC menjadi langka dan mengakibatkan harganya kian melambung dari waktu ke waktu.

    Ini adalah satu dari sekian faktor mengapa bitcoin semakin dicari dan tentunya harganya pun semakin meningkat. 

    • Tidak Membutuhkan Storage Fisik

    Instrumen investasi yang diminati masyarakat salah satunya adalah emas. Untuk penyimpanan emas sendiri, seseorang membutuhkan tempat penyimpanan atau storage. 

    Lain halnya dengan aset kripto yang berbasis digital, dimana tidak membutuhkan storage fisik dan semua data akan tersimpan pada jaringan internet, sehingga lebih efisien.

    Cara Investasi Bitcoin

    Memilih exchange terpercaya dan telah mendapat izin dari BAPPEBTI dapat meminimalisir risiko kejahatan serta kerugian yang tidak dapat diprediksi. Salah satu exchange yang terdaftar di BAPPEBTI tentu saja Tokocrypto!

    Setelah memilih exchange yang aman, Anda bisa langsung membuat akun dan menyelesaikan proses KYC (Know Your Customer) yang meliputi pengisian identitas serta bukti foto diri.

    Sesudah akun terverifikasi, Anda dapat melakukan deposit dengan memasukan sejumlah dana yang Anda inginkan. Proses deposit ini wajib dilakukan apabila Anda ingin melakukan trading atau investasi bitcoin.

    Sebelum memutuskan untuk berinvestasi bitcoin, Anda harus memperhatikan pergerakan pasar. Pada umumnya para investor dan trader menggunakan analisis fundamental dan analisis teknikal agar mendapat harga terbaik.

    • Beli Bitcoin untuk Investasi

    Usai memerhatikan pergerakan pasar dan mendapat harga terbaik, Anda bisa langsung membeli bitcoin menggunakan dana yang telah didepositkan di awal.

    Toko Token (TKO)

    Selain berinvestasi dengan bitcoin, ada salah satu koin yang dinantikan para investor dan trader, yaitu TKO. Diluncurkan awal April 2021 kemarin, TKO merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menghadirkan model token hybrid unik dengan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

    TKO juga memiliki fundamental yang bagus. Selain didukung langsung oleh Binance, fitur TKO sebagai salah satu coin DeFi juga akan terus bertambah dan pastinya akan menguntungkan trader yang memiliki TKO ini, salah satunya yaitu: jika Anda menyimpan TKO di Tokocrypto maka anda dapat mendapatkan bunga dari TKO, dan masih banyak lagi fitur yang akan dirilis ke depannya.

    Gimana? Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang TKO? Simak informasi terbaru kami di instagram TKO dan dapatkanTKO di sini!! Salam to the Moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Laporan Penting Situasi Market Kripto Kuartal III 2022

    Situasi market kripto di kuartal III 2022 menjadi hal penting untuk melihat tren ke depan di tengah crypto winter yang melanda. CoinGecko, agregator aset kripto independen terbesar di dunia, baru saja merilis Quarterly Cryptocurrency Report yang menjadi penting untuk trader, investor, dan pelaku usaha.

    CoinGecko Quarterly Cryptocurrency Report telah mengumpulkan kinerja pasar kripto pada kuartal ketiga tahun 2022. Sebagian besar market dalam mode konsolidasi, pasar kripto relatif sepi, dengan total kapitalisasi pasar menutup kuartal di di bawah US$ 986 triliun.

    Laporan Kuartal Market Kripto

    Bobby Ong, COO dan salah satu pendiri CoinGecko, menjelaskan laporan dibuat untuk memeriksa lanskap pasar kripto secara keseluruhan, termasuk kinerja Bitcoin dan kripto versus kelas aset utama seperti ekuitas dan mata uang utama.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto.

    Laporan juga membongkar keadaan Ethereum sebelum dan sesudah The Merge, bersama dengan pergerakan harganya, dan meninjau bagaimana Decentralized Finance (DeFi) yang bangkit, sementara volume perdagangan Non-Fungible Token (NFT) secara keseluruhan terus menurun dari Q2.

    “Kuartal terakhir, kami melihat pasar kripto bergerak sideways di tengah gejolak makroekonomi. Meskipun, ada beberapa turbulensi regulasi, kami berharap ada kejelasan seputar peraturan yang bergerak maju,” kata Ong.

    “Secara keseluruhan, kami memperkirakan sementara dalam jangka pendek akan tetap menantang, kami tetap bullish jangka panjang pada industri.”

    1. Market Kripto Sedikit Lebih Tinggi

    Market kripto sedikit lebih tinggi pada kuartal III 2022. Foto: CoinGecko
    Market kripto sedikit lebih tinggi pada kuartal III 2022. Foto: CoinGecko.

    Market cap atau kapitalisasi pasar kripto mencapai level terendah US$ 875 miliar pada 19 Juli, kemudian naik hingga US$ 1,2 triliun pada pertengahan Agustus, sebelum jatuh lagi untuk mengakhiri kuartal III pada US$ 986 miliar, meski begitu ada peningkatan 6,5% quarter-on-quarter (QoQ).

    Setelah penurunan signifikan Q2 sebesar 50% QoQ, pasar tampaknya telah menemukan dukungan dan terutama dalam mode konsolidasi di Q3. Bagaimana di Q4?

    Baca juga: Kenal Kripto Aptos (APT), Project Blockchain Pesaing Solana yang Viral

    Market cap stablecoin. Foto: CoinGecko
    Market cap stablecoin. Foto: CoinGecko.

    Kapitalisasi pasar 15 stablecoin teratas tetap relatif mirip dengan kinerja Q2, kehilangan 3% QoQ, atau US$ 4,7 miliar secara absolut. Lima stablecoin teratas, yaitu Tether (USDT), USD Coin (USDC), Binance USD (BUSD), Dai (DAI) dan Frax (FRAX) juga telah mempertahankan posisinya.

    Setelah US Office of Foreign Assets Control (OFAC) menyetujui Tornado Cash, kapitalisasi pasar USDC turun 16% atau US$ 9 miliar QoQ, karena penerbitnya yang berbasis di AS, Circle membekukan USDC di alamat Tornado Cash yang disetujui. BUSD membukukan keuntungan terbesar pada 18% atau US$ 3 miliar QoQ, dan USDT juga sedikit meningkat sebesar 2,5% atau US$ 1,7 miliar QoQ.

    3. Bitcoin Ungguli Semua Aset Utama

    Bitcoin ungguli semua aset utama. Foto: CoinGecko.
    Bitcoin ungguli semua aset utama. Foto: CoinGecko.

    Fluktuasi di Q3, nilai Bitcoin (BTC) turun 1% QoQ, dan mengungguli semua aset utama kecuali Indeks Dolar AS (DXY), yang naik 7% QoQ. Namun, secara year-to-date (YTD), BTC tetap menjadi aset dengan kinerja terburuk dengan kerugian terbesar sebesar 58%.

    Apapun, mata uang fiat telah berkinerja buruk terhadap USD, dengan EUR dan GBP hampir mencapai paritas terhadap mitra AS mereka.

    Baca juga: Terra Classic (LUNC) Bakal Upgrade Jaringan, Kapan?

    4. Hambatan Makroekonomi Global dan The Merge Ethereum

    Hambatan makroekonomi global dan The Merge Ethereum. Foto: CoinGecko.
    Hambatan makroekonomi global dan The Merge Ethereum. Foto: CoinGecko.

    Pada kuartal III, Ethereum mencapai babak baru dengan adanya, The Merge, peningkatan teknis yang berhasil diterapkan. Meskipun, diharapkan menjadi peristiwa paling bullish untuk Ethereum, kenaikannya singkat dan konsensus industri menjadikan The Merge sebagai peristiwa bersejarah yang berhasil.

    Ethereum (ETH) reli di awal kuartal, memuncak pada US$ 1.982 pada pertengahan Agustus, sementara gagal menembus resistance US$ 2.000. ETH naik lagi dua minggu sebelum The Merge pada 15 September, tetapi lingkungan makroekonomi yang menantang dan pedagang ‘selling the news‘ menghasilkan aksi jual beberapa hari sebelumnya.

    Pasca The Merge, emisi token Ethereum melambat secara signifikan, dengan penurunan 95% rata-rata emisi bersih harian YTD, dari 9.587 ETH menjadi 560 ETH. Sementara, ETH belum menjadi aset deflasi, ini memberikan kepercayaan pada antisipasi sebelumnya dari “triple-halving.”

    Meskipun, reli harga anti-klimaks menjelang The MErge, ETH berhasil menutup kuartal dengan pengembalian harga positif 26% di US$ 1.329, tetapi secara keseluruhan tetap turun 64% YTD.

    5. Market Cap DeFi Rebound

    Market cap DeFi rebound. Foto: CoinGecko.
    Market cap DeFi rebound. Foto: CoinGecko.

    Industri DeFi rebound di Q3, dengan total kapitalisasi pasar meningkat 31% QoQ. Semua sektor DeFi berhasil membalikkan arus keluar likuiditas dan menumbuhkan kapitalisasi pasar, kecuali untuk manajemen aset.

    Kapitalisasi pasar exchange terdesentralisasi (DEXs) tumbuh sebesar 37% QoQ mencapai US$ 10,9 miliar, memperkuat posisi DEXs sebagai sektor terbesar di DeFi, dengan pangsa pasar 45% berdasarkan kapitalisasi pasar di Q3.

    Ini dapat dikaitkan dengan peningkatan volume perdagangan dan volatilitas untuk token tata kelola liquid staking protocols, sebagian besar didorong oleh narasi The Merge. Sektor pertaruhan likuid itu sendiri tumbuh 272% QoQ yang signifikan untuk mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$ 1,54 miliar di Q3, mewakili 6,3% dalam pangsa pasar DeFi.

    Baca juga: Bank DBS: Bitcoin Masih Merupakan Peluang Besar

    6. Musim Dingin NFT

    Musim dingin NFT. Foto: CoinGecko.
    Musim dingin NFT. Foto: CoinGecko.

    Pasar NFT mencatat penurunan signifikan 71% dalam total volume perdagangan QoQ, di 5 pasar NFT Teratas OpenSea, Magic Eden, LooksRare, X2Y2 dan CryptoPunks. Berbeda dengan tren penurunan month-on-month (MoM) dalam volume perdagangan para pesaingnya, Magic Eden adalah satu-satunya pasar NFT yang tumbuh pada bulan September, menggandakan volume MoM dari US$ 0,07 miliar menjadi US$ 0,13 miliar.

    Pangsa pasar Magic Eden berdasarkan volume perdagangan naik dari 9% di Q2 menjadi 22% di Q3, mendapatkan pangsa pasar OpenSea yang turun dari 90% di Q2 menjadi 60% di Q3.

    Wash trading terus berlangsung di X2Y2 dan LooksRare. Menurut data September, sekitar 87% volume LooksRare dan 85% volume X2Y2 berpotensi berasal dari perdagangan pencucian. Jika volume perdagangan pencucian telah dimasukkan, X2Y2 akan melampaui OpenSea untuk mengambil posisi teratas.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Defi 2.0 dan Alasannya Penting

    Defi (Decentralized Finance) 2.0 adalah rangkaian proyek yang bertujuan untuk mengatasi masalah yang ada dalam Defi 1.0. Meskipun Defi telah berhasil membawa keuangan terdesentralisasi ke khalayak massal, tetapi masih terdapat beberapa masalah yang perlu diatasi, seperti skalabilitas, keamanan, sentralisasi, likuiditas, dan aksesibilitas informasi. Defi 2.0 berupaya untuk menyelesaikan masalah ini dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik. Jika berhasil, Defi 2.0 dapat mengurangi risiko dan kompleksitas yang membuat pengguna kripto ragu untuk mengadopsinya.

    Sudah hampir dua tahun sejak Defi pertama kali muncul pada tahun 2020. Sejak itu, banyak proyek Defi yang berhasil, seperti UniSwap, yang menawarkan platform perdagangan dan keuangan terdesentralisasi, serta peluang baru untuk mendapatkan bunga dalam dunia kripto. Meskipun Defi telah mencapai kesuksesan, seperti Bitcoin (BTC), masih ada beberapa masalah yang perlu diselesaikan dalam domain yang relatif baru ini. Inilah mengapa konsep Defi 2.0 menjadi populer sebagai generasi baru aplikasi terdesentralisasi (DApp) Defi.

    Saat ini, meskipun peluncuran penuh Defi 2.0 masih dalam proses pada bulan Desember 2021, kita sudah dapat melihat perkembangannya. Artikel ini akan menjelajahi hal-hal yang perlu diperhatikan dan mengapa Defi 2.0 penting untuk menyelesaikan masalah yang ada dalam ekosistem Defi.

    Namun, penting untuk diingat bahwa proyek Defi dapat dipengaruhi oleh peraturan dan regulator. Meskipun adopsi tata kelola dan desentralisasi DAO sedang meningkat, regulasi masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Pengguna dan investor harus menyadari potensi perubahan layanan yang mungkin terjadi sebagai respons terhadap peraturan baru.

    Defi 2.0 menawarkan potensi besar untuk memperbaiki ekosistem Defi. Meskipun masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, langkah-langkah menuju Defi 2.0 sangat penting dalam menyelesaikan masalah yang ada dan memperluas manfaat yang ditawarkan oleh keuangan terdesentralisasi.

    Apa Itu Defi 2.0?

    Defi 2.0 merupakan gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan dan memperbaiki masalah yang muncul dalam gelombang Defi pertama. Defi adalah revolusi dalam menyediakan layanan keuangan terdesentralisasi bagi siapa saja yang memiliki dompet kripto, namun masih memiliki kekurangan-kekurangan tertentu. Hal ini sejalan dengan apa yang terjadi dalam dunia kripto dengan generasi blockchain kedua seperti Ethereum (ETH), yang merupakan perbaikan dari Bitcoin. Defi 2.0 juga perlu menanggapi peraturan dan persyaratan kepatuhan baru yang mungkin diberlakukan oleh pemerintah, seperti Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML).

    Mari kita lihat contohnya. Pool likuiditas (Liquidity Pool/LP) terbukti sangat sukses dalam Defi karena memungkinkan penyedia likuiditas untuk memperoleh imbalan dari staking token.

    Namun, jika rasio harga token berubah, penyedia likuiditas berisiko mengalami kerugian (kerugian tidak permanen). Protokol Defi 2.0 dapat menyediakan asuransi terhadap hal ini dengan biaya yang terjangkau. Solusi ini memberikan insentif yang lebih besar untuk berinvestasi dalam LP dan memberikan keuntungan bagi pengguna, staker, dan ekosistem Defi secara keseluruhan.

    Apa Saja Kendala Defi?

    Sebelum kita menjelajahi lebih dalam mengenai manfaat Defi 2.0, mari kita pahami masalah-masalah yang ingin diatasi. Banyak masalah ini serupa dengan tantangan yang dihadapi oleh teknologi blockchain dan mata uang kripto pada umumnya:

    1. Skalabilitas: Protokol Defi di blockchain dengan tingkat lalu lintas dan biaya gas yang tinggi sering kali menyediakan layanan yang lambat dan mahal. Tugas yang seharusnya sederhana dapat memakan waktu yang lama dan menjadi mahal.
    2. Oracle dan informasi pihak ketiga: Produk keuangan yang bergantung pada data eksternal memerlukan oracle (sumber data pihak ketiga) dengan kualitas yang lebih tinggi.
    3. Sentralisasi: Meskipun tingkat desentralisasi yang lebih tinggi menjadi tujuan dalam Defi, sebagian besar proyek masih belum menerapkan prinsip-prinsip DAO.
    4. Keamanan: Sebagian besar pengguna tidak memahami dan mengelola risiko yang ada dalam Defi. Mereka melakukan staking pada smart contract senilai jutaan dolar tanpa kejelasan mengenai tingkat keamanannya. Meskipun audit keamanan dilakukan, tindakan ini menjadi kurang berarti seiring berkembangnya teknologi.
    5. Likuiditas: Pasar dan pool likuiditas tersebar di berbagai blockchain dan platform, sehingga likuiditas terpecah. Menyediakan likuiditas juga mengunci dana dan nilai totalnya. Dalam sebagian besar kasus, token yang di-stake dalam pool likuiditas tidak dapat digunakan di tempat lain, menciptakan inefisiensi modal.

    Mengapa DeFi 2.0 Penting dan Bagaimana Manfaatnya?

    DeFi (Decentralized Finance) dapat menjadi konsep yang sulit untuk dipahami, bahkan bagi pengguna kripto yang berpengalaman. Meskipun begitu, DeFi bertujuan untuk mengurangi hambatan masuk dan menciptakan peluang pendapatan baru bagi pemegang kripto. Ini memberikan kesempatan kepada mereka yang mungkin tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman dari bank konvensional untuk memperoleh pinjaman melalui DeFi.

    DeFi 2.0 memiliki peran penting karena mampu mendemokratisasikan sistem keuangan tanpa mengorbankan tingkat risiko. Selain itu, DeFi 2.0 juga berusaha untuk mengatasi masalah yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga meningkatkan pengalaman pengguna. Dengan upaya dan insentif yang tepat, DeFi 2.0 memiliki potensi untuk memberikan manfaat kepada semua orang.

    Manfaat DeFi 2.0

    Kita tidak perlu menunggu lama untuk melihat manfaat DeFi 2.0. Sudah ada proyek-proyek yang menyediakan layanan DeFi baru di berbagai jaringan blockchain, termasuk Ethereum, Binance Smart Chain, Solana, dan berbagai blockchain lainnya yang mendukung smart contract. Di bawah ini adalah beberapa contoh penerapan DeFi 2.0 yang paling umum:

    Membuka Nilai Aset yang Di-stake

    Jika Anda pernah melakukan staking pada pasangan token dalam pool likuiditas, Anda mungkin telah menerima token LP sebagai imbalan. Dalam DeFi 1.0, Anda dapat melakukan staking pada token LP dan mendapatkan imbalan farming untuk meningkatkan penghasilan Anda. Namun, sebelum DeFi 2.0, nilai dari aset Anda terkunci dalam brankas likuiditas, sehingga potensi untuk meningkatkan efisiensi modal masih terbatas.

    DeFi 2.0 melangkah lebih jauh dengan menggunakan token LP dari hasil farming sebagai jaminan. Jaminan ini dapat digunakan untuk memperoleh pinjaman kripto dari protokol peminjaman, atau bahkan untuk mencetak token baru dengan menggunakan mekanisme serupa MakerDAO (DAI). Meskipun mekanismenya dapat bervariasi tergantung proyeknya, konsepnya adalah membuka nilai dari token LP Anda untuk peluang baru sambil tetap menghasilkan tingkat pengembalian tahunan (APY).

    Asuransi untuk Smart Contract

    Melakukan audit yang komprehensif terhadap smart contract merupakan hal yang sulit, terutama jika Anda bukan seorang pengembang yang berpengalaman. Hal ini menghasilkan risiko yang signifikan bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam proyek DeFi. Dalam DeFi 2.0, ada kemungkinan untuk memperoleh asuransi DeFi untuk smart contract tertentu.

    Misalkan Anda menggunakan pengoptimasi yield dan melakukan staking pada token LP dalam smart contract tersebut. Jika smart contract tersebut mengalami pelanggaran keamanan, Anda dapat kehilangan seluruh setoran Anda. Dengan proyek asuransi, Anda dapat mendapatkan perlindungan terhadap setoran Anda melalui dana yang diperoleh dari farming, dengan membayar premi asuransi yang sesuai. Penting untuk diingat bahwa ini hanya berlaku untuk smart contract tertentu, dan biasanya tidak mencakup kerugian pada kontrak pool likuiditas. Namun, jika kontrak farming terdampak dan dilindungi oleh asuransi, kemungkinan besar Anda akan mendapatkan pembayaran klaim.

    Asuransi terhadap Kerugian Tidak Permanen

    Ketika Anda berpartisipasi dalam pool likuiditas dan melakukan kegiatan farming, perubahan dalam rasio harga antara dua token yang dikunci dapat menghasilkan kerugian keuangan. Fenomena ini dikenal sebagai kerugian tidak permanen, dan DeFi 2.0 mengeksplorasi metode baru untuk memitigasinya.

    Sebagai contoh, bayangkan Anda menambahkan satu token ke dalam LP di satu sisi pool likuiditas yang tidak memungkinkan Anda menambahkan pasangan token. Lalu, protokol menambahkan token asli sebagai pasangan di sisi lainnya. Anda akan menerima biaya dari swap yang terjadi pada pasangan tersebut, dan demikian juga dengan protokolnya.

    Seiring berjalannya waktu, protokol menggunakan biaya yang diperoleh untuk mengumpulkan dana asuransi yang akan melindungi setoran Anda dari dampak kerugian tidak permanen. Jika dana tersebut tidak cukup untuk menyeimbangkan kerugian, protokol dapat mencetak token baru untuk menutupi kekurangan tersebut. Jika ada kelebihan dana, token tersebut dapat disimpan untuk penggunaan di masa depan atau dimusnahkan guna mengurangi pasokan.

    Pinjaman dengan Pelunasan Mandiri

    Biasanya, mengambil pinjaman melibatkan risiko likuidasi dan pembayaran bunga. Namun, DeFi 2.0 menghadirkan konsep pinjaman dengan pelunasan mandiri. Misalnya, Anda meminjamkan kripto senilai US$ 100 dari pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman memberikan kripto tersebut kepada Anda, namun membutuhkan jaminan senilai US$ 50.

    Setelah Anda memberikan jaminan, pemberi pinjaman menggunakan jaminan tersebut untuk menghasilkan bunga yang akan melunasi pinjaman Anda. Setelah pemberi pinjaman menghasilkan US$ 100 dari kripto Anda, ditambah premi tambahan, jaminan dikembalikan. Selain itu, tidak ada risiko likuidasi yang harus dihadapi. Jika nilai jaminan mengalami penurunan, proses pelunasan pinjaman hanya akan memakan waktu lebih lama.

    DeFi 2.0 memperkenalkan solusi inovatif dan berbagai manfaat baru bagi pengguna. Meskipun terus berkembang, DeFi 2.0 memberikan potensi untuk menghadirkan perubahan signifikan dalam dunia keuangan terdesentralisasi, dengan tujuan akhir mendemokratisasikan akses ke layanan keuangan bagi semua orang.

    Siapa yang Mengendalikan DeFi 2.0 dan Bagaimana Menghadapi Risikonya?

    Dengan semua fitur dan manfaat yang ditawarkan oleh DeFi 2.0, penting untuk menanyakan siapa yang mengendalikannya. Desentralisasi selalu menjadi tren dalam teknologi blockchain, dan hal yang sama berlaku untuk DeFi. Salah satu proyek DeFi pertama, yaitu MakerDAO (DAI), menetapkan standar untuk pergerakan ini. Saat ini, sangat umum bagi proyek-proyek untuk memberikan hak suara kepada komunitas mereka.

    Banyak token platform juga berfungsi sebagai token pengelolaan yang memberikan hak voting kepada pemiliknya. Wajar untuk berharap bahwa DeFi 2.0 akan membawa lebih banyak desentralisasi dalam aspek ini. Namun, peran kepatuhan dan peraturan yang semakin mempengaruhi DeFi juga semakin penting.

    Apa Risiko DeFi 2.0 dan Bagaimana Mencegahnya?

    DeFi 2.0 memiliki risiko yang serupa dengan DeFi 1.0. Berikut adalah beberapa risiko utama dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk melindungi diri Anda:

    1. Smart contract yang Anda gunakan untuk berinteraksi mungkin memiliki pintu belakang, kelemahan, atau bisa diretas. Meskipun adanya audit, tidak ada jaminan keamanan penuh untuk sebuah proyek. Lakukan penelitian sebanyak mungkin tentang proyek tersebut dan pahami bahwa investasi selalu memiliki risiko.
    2. Regulasi dapat mempengaruhi investasi Anda. Pemerintah dan regulator di seluruh dunia semakin tertarik pada ekosistem DeFi. Meskipun regulasi dapat memberikan keamanan dan stabilitas bagi industri kripto, beberapa proyek mungkin perlu mengubah layanan mereka sesuai dengan regulasi baru yang terbentuk.
    3. Risiko kerugian tidak permanen. Meskipun ada asuransi kerugian tidak permanen, risiko tetap tinggi jika Anda terlibat dalam mining likuiditas. Risiko ini tidak dapat sepenuhnya dihilangkan.
    4. Kesulitan mengakses dana. Jika Anda melakukan staking melalui antarmuka pengguna (UI) di situs web proyek DeFi, sebaiknya lacak juga smart contract di blockchain explorer. Jika tidak, Anda mungkin tidak dapat menarik dana jika situs web tidak aktif. Namun, Anda akan memerlukan pengetahuan teknis tertentu untuk berinteraksi langsung dengan smart contract.

    Penutup

    Meskipun telah ada banyak proyek yang berhasil dalam bidang DeFi, kita masih belum melihat potensi penuh dari DeFi 2.0. Topik ini masih rumit bagi sebagian besar pengguna, dan penting untuk tidak menggunakan produk keuangan yang tidak sepenuhnya dipahami. Masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyederhanakan proses, terutama untuk pengguna baru. Meskipun telah ada kemajuan dalam mengurangi risiko dan menghasilkan tingkat pengembalian, kita harus menunggu dan melihat apakah DeFi 2.0 dapat sepenuhnya memenuhi janjinya.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu DeFi (Decentralized Finance)? Pelajari Selengkapnya Disini!

    Apa itu DeFi? Decentralized Finance atau biasa dikenal dengan sebutan DeFi telah menjadi topik yang hangat dibicarakan di dunia blockchain di seluruh dunia, tidak terkecuali DeFi coin Indonesia. Pada dasarnya, DeFi adalah sebuah sistem yang bertujuan untuk menghadirkan layanan keuangan terbuka dan transparan.

    Menariknya, DeFi menawarkan sebuah keunggulan dimana individu dan lembaga dapat memanfaatkan akses yang lebih luas ke aplikasi keuangan tanpa memerlukan perantara pihak ketiga.

    Secara umum, DeFi adalah bentuk upaya untuk mendesentralisasi kasus penggunaan keuangan tradisional inti seperti perdagangan, pinjaman, investasi, manajemen kekayaan, pembayaran dan asuransi di blockchain.

    Sejatinya, DeFi memberikan kemudahan bagi setiap orang yang sebelumnya belum memiliki akses ke perbankan atau layanan keuangan. Dengan teknologi ini, biaya pun dapat diminimalisir dan setiap orang berpenghasilan rendah juga mendapatkan manfaat dari layanan keuangan yang lebih luas. 

    Tulang punggung dari semua protokol dan aplikasi DeFi adalah “smart contract”, yaitu aplikasi kecil yang disimpan di buku besar yang dijalankan oleh banyak komputer dalam sebuah jaringan yang didistribusikan.

    Keuntungan dari smart contract adalah tingkat keamanannya yang tinggi, dimana teknologi ini menjamin eksekusi deterministik (deterministic execution) dan memungkinkan segala perubahan status yang dihasilkan dapat diverifikasi oleh siapapun. Smart contract dikenal sangat transparan dan minimnya resiko akan manipulasi dan intervensi. 

    Baca Juga: Bitcoin Adalah Alternatif Tambah Pendapatan di Masa Pandemi

    Terdapat 5 lapisan utama DeFi, yaitu:

    1. The settlement layer

    terdiri dari blockchain dan protokol aslinya. Lapisan ini memungkinkan jaringan untuk menyimpan informasi kepemilikan dengan aman dan memastikan setiap perubahan yang terjadi mematuhi aturan yang ditetapkan jaringan. 

    2. The asset layer

    terdiri dari semua token yang dikeluarkan diatas settlement layer. Lapisan ini mencakup aset protokol asli serta token tambahan apapun yang didasarkan pada standar token yang didukung blockchain. 

    3. The protocol layer

    memberikan standar khusus untuk penggunaan seperti pertukaran desentralisasi, pasar utang, derivatif dan manajemen aset on-chain. Standar-standar ini biasanya diimplementasikan sebagai sebuah smart contract dan dapat digunakan oleh setiap pengguna.

    4. The application layer

    membuat aplikasi user-oriented yang terhubung ke protokol individu. 

    5. The aggregation layer

    membuat platform yang berfokus kepada user yang terhubung ke beberapa aplikasi atau protokol. Biasanya disediakan alat untuk membandingkan dan menilai layanan, memungkinkan pengguna dengan mudah menghubungkan beberapa protokol secara bersamaan dan menggabungkan informasi yang relevan dengan jelas dan ringkas. 

    DeFi memanfaatkan seperangkat alat yang progresif untuk memberikan kontrol kepada pengguna. Fakta bahwa tren DeFi ini menawarkan fungsi ekstra selain mengurangi resiko operasional menjadikan DeFi sebagai pengganti ideal untuk sistem keuangan saat ini. 

    Lalu, apakah perbedaan antara Decentralized Finance dan Keuangan Tradisional?

    Perbedaan Antara DeFi dan Keuangan Tradisional

    • Dalam Decentralized Finance, blockchain berperan utama mengatur segala pengerjaan di sektor keuangan. Sebaliknya, pemerintah publik yang memerlukan hukum dan lembaga keuangan yang teregulasi bertindak sebagai sumber kepercayaan yang mengatur semua kegiatan dalam keuangan tradisional.
    • Decentralized Finance sangat menarik perhatian sejumlah kalangan karena sistemnya yang lebih terbuka dan transparan daripada keuangan tradisional. Siapapun dapat mengambil bagian dalam membuat layanan dan alat finansial di atas teknologi blockchain.
      Sebaliknya dalam keuangan tradisional, seseorang harus memiliki lisensi dan otorisasi dari pihak yang berwenang atau regulator, sehingga hal ini membatasi inovasi-inovasi dalam sistem keuangan tradisional. 
    • Dalam Decentralized Finance, user dapat melakukan transaksi tanpa perantara, sehingga prosesnya akan lebih cepat dan mudah. Hal ini menyebabkan DeFi juga membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan keuangan tradisional

    Dari poin-poin diatas, dapat dikatakan bahwa kehadiran DeFi dapat menjembatani kesenjangan yang ada dan memungkinkan industri finansial dapat dinikmati oleh segala kalangan, setiap orang tanpa adanya batasan. DeFi membuka peluang besar bagi para pengguna untuk mengakses beberapa instrumen finansial tanpa adanya batasan-batasan umur, ras, agama, kewarganegaraan hingga masalah geografis. 

    Setelah mengetahui definisi DeFi dan perbedaannya, nah apa itu kegunaan dan manfaat DeFi itu sendiri? 

    Kegunaan dan Manfaat DeFi

    Terbuka Bagi Siapa Saja

    Manfaat yang utama adalah, teknologi DeFi memungkinkan orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki akses pada layanan finansial dapat berpartisipasi dalam ekonomi global. 

    Berdasarkan data dari World Bank, 1,7 miliar orang di dunia (atau 1 dari 5 orang di dunia) tidak memiliki rekening bank. Artinya, mereka tidak memiliki akses ke rekening bank. Dengan tidak memiliki akses ke layanan finansial, orang-orang tersebut tentu tidak memiliki nilai kredit.

    Padahal nilai kredit ini sangat penting dan terkadang dibutuhkan untuk membuka rekening bank atau melakukan pinjaman dana. DeFi memungkinkan orang-orang mengakses berbagai macam layanan keuangan dengan mudah. 

    Akses ke Bentuk Modal Lain

    Di Decentralized Finance (DeFi), tiap orang tidak perlu menerima modal yang dipusatkan oleh pemerintah. DeFi memberikan alternatif pada tiap orang untuk menyimpan asetnya dalam bentuk lain yang stabil. Misalkan, kita tidak harus menyimpan dana dalam bentuk Rupiah, namun bisa dalam bentuk USDT (USD Tether) yang nilainya setara dengan dolar Amerika. 

    Mudah Diakses

    Bukan hanya pengguna DeFi yang dapat merasakan manfaat teknologi ini, namun banyak dari pencipta produk keuangan juga mulai membangun generasi selanjutnya di atas DeFi.

    Salah satu manfaat utama dari DeFi adalah bahwa sebagian besar protokol, seperti misalanya Ethereum adalah sebuah open source yang artinya dapat diakses dan digunakan oleh siapapun, untuk proyek pribadinya.

    Siapapun yang memiliki akses internet bisa membuat DeFi DApps. Sehingga bukan hanya sebagai produk layanan finansial terbuka bagi penggunanya, tetapi juga bagi pemiliknya. 

    Transparansi Tingkat Tinggi

    Di DeFi, segala informasi mudah tersedia dan dapat diakses secara terbuka. Sistem ini percaya bahwa minimnya transparansi dapat mengurangi akuntabilitas dan motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu secara bertanggung jawab. 

    Meminimalisir Biaya

    DeFi dapat mengurangi biaya transaksi karena tidak dibutuhkan perantara dalam setiap layanannya. 

    Saat ini, DeFi Juga Dapat Digunakan Untuk:

    Pemberian Pinjaman

    Ini adalah salah satu jenis aplikasi terpopuler dari ekosistem DeFi. Jika dibandingkan dengan sistem kredit tradisional, transaksi pinjam-meminjam dalam DeFi dapat dilakukan secara instan serta ada kemampuan untuk menjamin aset digital tanpa pemeriksaan kredit dan adanya potensi standarisasi di masa depan. 

    Layanan Moneter Perbankan 

    Layanan ini dapat mencakup penerbitan stablecoins, hipotek dan asuransi. Harga aset kripto dinilai dapat bergejolak dengan sangat cepat. Hal ini karena teknologi smart contracts yang dapat meminimalisir waktu dan biaya secara signifikan.

    Dengan berbagai manfaat dan kegunaan yang memberikan kemudahan untuk pengguna, kepopuleran DeFi juga semakin meningkat di masyarakat Indonesia. Hal ini pula yang mendorong Tokocrypto, sebagai salah satu exchange dengan pertumbuhan terbesar di Indonesia meluncurkan proyek DeFi lokal pertama di Indonesia yaitu Toko Token (TKO)

    Toko Token (TKO) Inisiatif DeFi Pertama di Indonesia

    Resmi diluncurkan pada Rabu (31/03/2021), Toko Token (TKO) yang merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang memiliki tujuan untuk memberi kemudahan kepada masyarakat yang belum memiliki akses ke fasilitas layanan perbankan. Selain itu, TKO juga menawarkan model token hybrid yang menggabungkan keunggulan dari CeFi dan DeFi dan dibangun di atas Binance Smart Chain.

    Selain, pada saat peluncurannya. Kehadiran TKO mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat, dibuktikan dengan melambungnya harga dari TKO pada saat pertama kali listing di Tokocrypto sebesar 3000%. 

    Gimana? Sudah paham kan tentang DeFi? dengan banyaknya sisi positif yang dibawa oleh DeFi, tidak heran pula kalau sistem blockchain yang satu ini cepat populer ya. Dan untuk Anda yang ingin mendukung dan berpartisipasi dalam proyek lokal DeFi coin Indonesia yang pertama bisa banget lho Anda dapatkan di sini! Salam to the Moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenal Dekat Kripto Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR)

    Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR) adalah dua dari ribuan aset kripto yang memiliki project menarik di dunia Decentralized Finance (DeFi). Keduanya masih tergolong baru perilisannya, namun mampu mencuri perhatian dengan cepat.

    Secara singkat, Wing adalah platform DeFi berbasis kredit yang didedikasikan untuk pasar pinjaman aset digital, mendukung aset lintas rantai dan interaksi protokol. Sementara, AS Roma Fan Token sudah pasti project kripto yang berhubungan dengan klub sepak bola populer asal Italia, AS Roma.

    Menarik untuk mengenal lebih dekat Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR) yang kini sudah tersedia perdagangannya di platform Tokocrypto.

    Wing Finance (WING)

    Apa Itu Wing Finance (WING)?

    Wing adalah platform terdesentralisasi berbasis kredit yang dirancang untuk pinjaman aset kripto dan komunikasi lintas rantai antara proyek DeFi. Proyek ini bertujuan untuk membuat layanan pinjaman kripto lebih inklusif melalui modul evaluasi kredit yang menghilangkan kebutuhan akan agunan besar.

    Wing disebut juga sebagai platform DeFi lintas-rantai berbasis kredit yang dikembangkan dan dioperasikan oleh tim Ontologi. Platform ini memiliki konsep decentralized autonomous organization (DAO) yang memungkinkan pengguna untuk mengambil bagian dalam pengambilan keputusan, desain produk dan operasi.

    Salah satu tujuan Wing DAO adalah untuk memecahkan masalah kolateralisasi berlebihan yang mengganggu industri DeFi. Wing menggunakan tata kelola terdesentralisasi ditambah dengan mekanisme pengendalian risiko untuk meningkatkan hubungan antara kreditur, peminjam dan penjamin. Ini telah menghasilkan peningkatan dalam jumlah dan aksesibilitas ke proyek DeFi yang menggunakan platform.

    Ilustrasi Wing Finance (WING)
    Ilustrasi Wing Finance (WING).

    Baca juga: Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

    Platform ini memungkinkan pembuatan proyek blockchain baru dan memfokuskan upayanya pada komunitas pemerintahan yang terdesentralisasi dan otonom. Menanggapi masalah yang dihadapi oleh proyek DeFi lainnya, Wing DAO telah membangun protokol DeFi berbasis kredit yang berjalan di blockchain Ontology (ONT). Protokol sepenuhnya dikendalikan oleh pengguna dan tidak memerlukan pihak ketiga untuk mengonfirmasi transaksi.

    Apa yang Membuat Wing Finance (WING) Unik?

    Salah satu fitur unik Wing adalah memungkinkan pengguna untuk membuat proposal DAO atau menjadi investor di platform, bahkan tanpa pengetahuan atau interaksi sebelumnya dengan jaringan blockchain tersebut. Wing menawarkan pengembang proyek kesempatan untuk menerima crowdfunding, ketika mereka mengajukan proposal.

    Investor memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pengambilan keputusan dan sebagai imbalannya mendapatkan bagian dari keuntungan masa depan melalui smart contract.

    Kemudian, Wing dibangun di atas blockchain Ontology karena kemampuannya untuk membuat kumpulan jaminan di berbagai blockchain. Ontologi memungkinkan digitalisasi aset baru dan yang sudah ada.

    Blockchain juga memiliki fitur yang disebut OScore, yang merupakan sistem penilaian kredit. OScore mengevaluasi riwayat peminjaman/peminjaman dan informasi aset digital pengguna.

    Ilustrasi Wing Finance (WING).
    Ilustrasi Wing Finance (WING).

    Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

    Pengguna di platform memiliki kontrol penuh atas akun mereka dan dapat mengakses OScore mereka dengan aman untuk memastikan privasi data. Selain itu, karena peminjam harus mengandalkan data OScore mereka untuk pinjaman, agunan yang diperlukan untuk memberikan pinjaman di platform berkurang.

    Wing juga dapat pengguna diberi insentif untuk mempertahankan skor kredit yang baik. Pengguna yang membayar kembali pinjaman mereka tepat waktu dapat menikmati penurunan suku bunga pinjaman mereka. Beberapa platform DeFi yang mirip dengan Wing termasuk Uniswap dan AAVE.

    Peringkat WING di situs CoinMarketCap pada Selasa (5/7) jam 08.00 WIB adalah #655, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 13.804.191. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 2.647.027 koin WING dan maksimal pasokan 5.000.000 koin WING.

    AS Roma Fan Token (ASR)

    Apa Itu AS Roma Fan Token (ASR)?

    AS Roma Fan Token (ASR) adalah salah satu dari 40 lebih Fan Token dari berbagai klub sepak bola internasional di bawah Socios. Project kripto ini memungkinkan penggemar memiliki kepentingan dalam pengambilan keputusan klub, mendapatkan hadiah VIP dan membuka akses ke promosi eksklusif, games, chatting serta mendapatkan kesempatan untuk diakui sebagai superfan.

    ASR adalah token utilitas di Chiliz Chain (dibangun oleh Chiliz —sebuah perusahaan blockchain fintech) yang dibangun di atas Ethereum. Seperti token penggemar lainnya, fan token ASR memberi kesempatan penggemar AS Roma memiliki pengaruh dalam cara tim beroperasi, dengan memberikan suara pada jajak pendapat yang harus dipertimbangkan oleh tim.

    Ilustrasi AS Roma Fan Token (ASR).
    Ilustrasi AS Roma Fan Token (ASR).

    Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

    Utilitas atau kegunaan dari token ASR ini adalah perubahan yang dapat dilakukan oleh pemegangnya termasuk memilih desain jersey, memberi nama tempat pelatihan, dan memilih acara penggemar berikutnya.

    ASR bisa bertindak sebagai pintu gerbang ke setiap kesempatan penggemar AS Roma untuk menunjukkan kesetiaan dan dukungan mereka kepada tim dengan mendapatkan poin hadiah, mendapatkan pengalaman VIP dan membeli merchandise klub. Seperti banyak platform kripto lainnya, semakin besar jumlah token yang dimiliki, maka memiliki tingkat pengaruh yang lebih tinggi di tokenbase.

    Apa yang Membuat AS Roma Fan Token (ASR) Unik?

    AS Roma Fan Token (ASR) unik karena menghubungkan pemain sepak bola yang merupakan seorang figur publik dengan penggemar biasa. Token membawa dukungan penggemar ke tingkat berikutnya dan memungkinkan mereka kesempatan untuk lebih dekat dan intim dengan tim dan pemain favorit mereka, melalui hadiah seperti undangan VIP, temu sapa dan merchandise yang ditandatangani.

    Ilustrasi AS Roma Fan Token (ASR).
    Ilustrasi AS Roma Fan Token (ASR).

    Baca juga: Kenal Lebih Kripto Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS)

    ASR membuka jalan dengan menghubungkan dua arena yang sangat berbeda: Olahraga dan aset kripto, aktivitas yang tampaknya terpisah dari dua dunia ini, namun dapat saling menguntungkan melalui aplikasi berbasis token. Penggemar sekarang dapat berperan dalam kehidupan pemain dan organisasi olahraga dapat terhubung dengan penggemar mereka tidak seperti sebelumnya.

    Peringkat ASR di situs CoinMarketCap pada Senin (5/7) jam 08.00 WIB adalah #851, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 6.377.764. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 2.163.854 koin ASR dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Wing Finance (WING) dan AS Roma Fan Token (ASR).

    Trading WING/BTC, WING/USDT, WING/BUSD, ASR/BUSD, ASR/USDT dan ASR/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 01 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran WING dan ASR di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    DISCLAIMERBukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Uniswap? – Tokocrypto News

    Decentralized Exchange (DEX) atau bursa pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi semakin marak digandrungi para penggemar kripto. Salah satu DEX yang sedang naik daun di kalangan penggemar kripto adalah Uniswap.

    Uniswap sendiri hadir dengan solusi dan teknologi mutakhir terkait dengan Decentralized Finance (DeFi) yang sedang hangat diperbincangkan belakangan ini. Terlebih banyak proyek DeFi termasuk Uniswap yang menawarkan fasilitas pengolahan aset kripto penggunanya untuk mendapatkan keuntungan atau pendapatan dengan hanya memasukan aset tersebut ke dalam protokol.

    Pada artikel ini, Coinvestasi akan menjelaskan secara ringkas apa itu Uniswap dan cara kerja platform ini dalam memberikan pendapatan dengan mata uang kripto kepada penggunanya.

    Berita Terkait: Baru Rilis, UNI Sudah Jadi 20 Token DeFi Teratas!

    Apa itu Uniswap ?

    Uniswap adalah protokol yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar token ERC20 mereka tanpa harus menggunakan buku pesanan atau perantara lain. Protokol yang dikembangkan oleh Hayden Adams ini, beroperasi dengan tidak membebankan biaya platform ataupun biaya perantara selain membebankan biaya gas pada jaringan Ethereum.

    Selain itu, jika kebanyakan bursa lainnya menentukan nilai tukar berdasarkan pada penjual dan pembeli dalam pasar, nilai tukar token-token di platform ini didasarkan pada persamaan algoritma matematika yang akan secara otomatis menghitung saldo antara kedua token tersebut dan membandingkannya dengan permintaan aktual dari pasangan tukar ini.

    Fitur Unik dari Uniswap

    Uniswap hadir memberikan perbedaan warna tersendiri pada dunia bursa pertukaran terdesentralisasi. Ini terkait dengan mekanisme penetapan harga yang unik dari Uniswap atau dikenal sebagai “Constant Product Market Maker Model”.

    Mekanisme ini membuat token ERC20 apa pun dapat ditambahkan ke dalam protokol Uniswap. Tentunya nilai ini akan setara dengan ETH dan token ERC20 yang diperdagangkan nantinya.

    Selain itu, Uniswap hadir memberikan solusi terkait masalah likuiditas yang ada pada bursa pertukaran biasa lainnya. Platform Uniswap menghadirkan penyediaan likuiditas secara otomatis. Sehingga, tidak lagi bergantung pada mekanisme pembeli dan penjual yang biasanya harus ada untuk menciptakan likuiditas itu sendiri.

    Lalu, bagaimana cara kerja Uniswap?

    Cara Kerja Uniswap

    Jika kamu memiliki Ethereum sejumlah tertentu dan ingin menukarkannya dengan altcoin lain misalnya Token XXX, kamu akan merilis smart contract Uniswap baru untuk Token XXX tersebut dan membuat kumpulan likuiditas dari token XXX tersebut senilai $10 dan ETH senilai $10.

    Cara kerja ini menggunakan persamaan X * Y = K.

    X dan Y ini merepresentasikan jumlah token ETH dan ERC20 yang tersedia. Sedangkan K merupakan konstanta yang dapat diatur oleh pembuat kontrak pertukaran di Uniswap. Nilai K ini nilai yang paling penting dengan alasan nilai X dikalikan dengan Y harus sama dengan K.

    Persamaan ini menggunakan keseimbangan antara token ETH dan ERC20 dalam menetukan harga token tertentu. Misalnya saja, setiap kali ada seseorang yang membeli Token XXX dengan ETH, persedian token XXX akan menurun sementara pasokan harga ETH meningkat. Dengan begitu harga token XXX ini akan naik.

    Ini berarti harga token-token yang ada di Uniswap dapat berubah ketika transaksi perdagangan terjadi. Inti dasar dari Uniswap ini adalah menyeimbangkan nilai token, dan menukarnya berdasarkan seberapa banyak orang yang ingin membeli atau menjual token tersebut.

    Cara Token Uniswap Diproduksi

    Setiap kali token ETH/ERC20 baru dimasukkan atau dikontribusikan ke dalam kumpulan likuiditas Uniswap, kontributor tersebut akan membuat semacam “Kumpulan Token atau Pool Token”, yang juga merupakan token ERC20.

    Perlu diingat, bahwa Uniswap ini bersifat permission less atau tanpa izin. Jadi, setiap token memiliki smart contract dan liquidity pools-nya sendiri. Jika token memiliki kedua aspek tersebut, maka siapa pun dapat melakukan perdagangan token atau berkontribusi ke kumpulan likuiditas tersebut.

    Setelah semuanya siap, kumpulan token akan dibuat setiap kali dana disimpan ke dalam kumpulan likuiditas di dalam protokol. Ini membuat token ERC20 yang berada pada kumpulan token tersebut dapat dengan bebas ditukar, dipindahkan, dan digunakan di dalam dApps lain.

    Saat dana ditarik, maka kumpulan token ini akan dihancurkan sehingga tidak ada lagi kumpulan token tersebut di dalam jaringan. Setiap kumpulan token ini mewakili bagian pengguna dari total aset pools dan bagian dari biaya trading sebesar 0,3% di dalam pools tersebut.

    Cara Uniswap Menghasilkan Keuntungan

    Keuntungan yang didapat jika kamu berpartisipasi menjadi penyedia likuiditas uniswap adalah dari biaya trading. Caranya, kamu hanya tinggal berpartisipasi dalam kumpulan likuiditas tertentu dengan memberikan jumlah token ETH dan ERC20 yang sama dengan kontrak pertukaran Uniswap.

    Sebagai imbalannya, setiap kali seseorang melakukan swap, swapper harus membayar biaya sebesar 0,3% per swap. Biaya ini kemudian ditambahkan ke dalam kolam likuiditas. Selanjutnya, penyedia likuiditas menerima bagian dari biaya transaksi tersebut yang sebanding dengan bobot mereka berkontribusi dalam kumpulan tersebut.

    Keunggulan dan Kekurangan Uniswap

    Perkembangan DeFi Uniswap ini memberikan warna baru di dalam industri kripto. Pasalnya platform ini membuat gebrakan baru terkait dengan penggunaan mata uang kripto itu sendiri. Tidak hanya itu Uniswap juga memiliki keunggulan yang cukup baru untuk diterapkan di dalam industri ini.

    Keunggulan tersebut mencakup aspek seperti token baru dapat langsung mengakses likuiditas dengan menambahkan token mereka ke dalam pertukaran dengan Uniswap V2 router contract, tidak hanya itu perdagangan terbilang berbiaya rendah dibandingkan dengan DEX atau bursa tersentralisasi, tidak sampai disitu penyedia likuiditas mendapat keuntungan dengan hanya memasukan dananya ke kolam likuiditas, dan tentunya yang paling dasar platform ini bersifat desentralisasi.

    Di sisi lain, pastinya setiap hal memiliki kekurangan yang dimiliki. Kekurangan ini juga dimiliki oleh Uniswap seperti kemungkinan adanya serangan terhadap fitur flash loan/swap, masih bergantung pada perdagangan arbitrase untuk menghilangkan ketidakseimbangan pasar, memiliki daftar token palsu karena sifatnya yang permission less, dan terakhir harga gas yang tinggi.

    Token UNI dari UNISWAP

    Token UNI dirilis pada 16 September 2020 sebagai token tata kelola dalam protokol Uniswap. Kemunculan token ini disambut hangat oleh para pengguna dan komunitas Uniswap ini sendiri. Pasalnya, Uniswap kemudian membagikan token ini secara cuma-cuma kepada pengguna yang pernah memasukan asetnya ke dalam liquidity pools platform tersebut.

    Nantinya token ERC-20 ini akan tersedia di dalam protokol dengan fungsi sebagai token konsensus. Terlebih satu miliar token yang dirilis ke dalam jaringan 60%nya akan dialokasikan kepada anggota komunitas, 21,51% untuk “anggota tim dan calon karyawan”, serta 17,80% lainnya akan dialokasikan untuk para investor dengan siklus vesting empat tahunan.

    Token UNI ini juga terdaftar di beberapa platform exchange ternama dunia dengan beberapa pairing token lainnya.

    Baca Juga: Founder Cardano Rencanakan Sistem Operasi Finansial dengan ADA

    Kesimpulan

    Menarik sekali bukan platform Uniswap ini? Jika kamu memiliki aset cukup banyak dan ingin memiliki pendapatan dari kripto tersebut, Uniswap bisa digunakan sebagai platform pertukaran yang dapat memberikan keuntungan tersebut.

    Perlu diingat juga, bahwa penggunaan Uniswap ini masih tergolong kepada pengelolaan aset yang risikonya tinggi. Tetap gunakan manajemen risiko dan aset kamu sebaik mungkin, terlebih pelajari lebih lanjut tata kelola dari Uniswap ini. Selamat trading!

    artikel ini dapat anda baca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu SpookySwap? Mengenal DEX Terbesar dalam Jaringan Fantom

    Saat ini, dunia kripto semakin mendapatkan banyak perhatian. Banyak pengembang menciptakan layanan jual beli aset kripto. Dalam hal jual beli aset kripto, diperlukan adanya bursa yang bisa memfasilitasi kegiatan tersebut. Salah satunya adalah Fantom sebagai aplikasi decentralized finance (DeFi) yang populer. Di dalam Fantom terdapat banyak sekali jaringan, yang salah satu yang terkenal dan populer yaitu SpookySwap. 

    Simak penjelasan lebih lanjut untuk mengetahui pengertian dan cara kerjanya di bawah ini!

    Apa Itu SpookySwap?

    SpookySwap adalah pertukaran terdesentralisasi atau decentralized exchange (DEX) yang paling besar dalam jaringan Fantom. Berdasarkan DeFiLlama per Februari 2022, saat ini menjadi protokol aplikasi DeFi dengan nilai USD 1,33 miliar. Aplikasi ini memiliki tampilan UI yang sangat mudah dimengerti. Karena itu, SpookySwap sangat digemari dan mendapat perhatian lebih. 

    Anda bisa melakukan banyak aktivitas langsung di halaman utama mereka. Aplikasi ini bisa menjadi jembatan dari jaringan blockchain lain ke Fantom ataupun sebaliknya. Selain itu, SpookySwap juga memiliki koleksi NFT tersendiri yang bernama MagiCat yang nantinya akan terintegrasi dengan ekosistem DEX serta token BOO. Token BOO itu bisa Anda beli atau dapatkan sebagai imbalan sebagai penyedia likuiditas atau LP.

    Perkembangan SpookySwap

    bentuk ilustrasi web3

    Sama seperti kebanyakan aplikasi pada umumnya, SpookySwap pun terus melakukan perkembangan. Saat ini, aplikasi ini sudah masuk dalam tahap pengembangan kemitraan. Pengembang juga sedang melakukan penyesuaian penambangan yang berdasarkan kinerja, whitelisting token, serta memperbaiki bug website dan memperbaiki kualitasnya.

    Ke depannya, SpookySwap akan menjadi platform yang lebih baik dengan BOO buybacks yang terdesentralisasi, implementasi Prop-015 atau Protocol Owned Liquidity dari Trade Fees, CEX listing, serta pemanfaatan NFT yang lebih kuat lagi.

    Fitur apa saja yang tersedia?

    SpookySwap merupakan Automated Market Maker atau AMM untuk menyediakan likuiditas dalam pool likuiditas. Harganya ditentukan secara otomatis dan juga berubah tergantung pada jumlah token yang ada dalam likuiditas. 

    Anda bisa melakukan pembelian dengan harga tertentu, namun pembelian itu baru akan terverifikasi jika harganya tercapai. Artinya, Anda bisa tidak dikenakan biaya sampai pembelian Anda diproses. Fitur tersebut terbukti signifikan meningkatkan fleksibilitas perdagangan serta merencanakan masa depan.

    Selain itu, fitur yang bisa Anda dapatkan yaitu:

    1. Swap Token 

    Fitur pertama yang bisa Anda dapatkan adalah swap token. Fitur ini, memungkinkan Anda untuk menukarkan berbagai macam token dengan biaya transaksi yang murah

    2. Staking BOO

    Staking BOO berguna saat Anda menjadi LP atau penyedia likuiditas. Setelah mendapat imbalan BOO, Anda bisa melakukan staking yang nantinya dapat dijual atau digunakan untuk staking berikutnya

    3. Memindahkan Token 

    Kemudian, fitur lainnya adalah memindahkan token dari jaringan blockchain ke Fantom. Proses ini hanya membutuhkan waktu minimal sepuluh menit hingga beberapa jam saja. 

    Baca juga: Pahami Pengertian Leverage Adalah dan Fungsinya dalam Kripto!

    Lebih Jauh tentang Token SpookySwap (BOO)

    Seperti yang sudah sempat disebutkan sebelumnya, BOO merupakan token resmi SpookySwap. Token BOO ini akan memberi pemegang sebuah hak kuasa atas perubahan platform di masa depan. Para pemegang BOO juga bisa memperoleh bagian pendapatan dari biaya perdagangan. 

    Para pemegang token diharapkan bisa menggunakan hak suaranya dengan bijak. Untuk harga BOO sendiri diperkirakan akan mencapai level tertingginya selama tahun 2022 ini, yakni di angka USD 25. Bahkan pada 2023, harga BOO bisa mencapai sekitar USD 63. Harga tersebut tentunya diprediksi akan terus meningkat.

    Baca juga: Perbedaan yang Perlu Diketahui antara Koin dan Token pada Aset Kripto

    Sebagai salah satu jaringan terbesar dalam Fantom, SpookySwap membuktikan bahwa mereka dapat bertahan lama serta banyak melakukan transaksi dan mampu menyediakan layanan yang tak ada sebelumnya di Fantom sehingga sukses meraih popularitas.Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih banyak mengenai SpookySwap, kunjungi website Tokonews sekarang juga!. Bergabunglah juga dalam Telegram dan Discord Tokocrypto dan mulai berinvestasi serta trading kripto di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com