Tag: usdt

  • Purwarupa Dolar Digital Digelar Juli 2021

    Purwarupa dolar digital digelar pada Juli 2021, hasil kajian Bank Sentral AS alias The Fed bersama MIT (Massachusetts Institute of Technology).

    Purwarupa dolar digital ini adalah jawaban The Fed terhadap desakan publik, bahwa AS harus mengadopsi bentuk digital murni uang fiat itu.

    Desakan itu terkait dengan lebih dulunya Bank Sentral Tiongkok (PBoC) menerbitkan dan berkali-kali mengujicoba yuan digital sejak Mei 2020.

    Baca Juga: Saatnya Anda Setting Bollinger Band Agar Lebih Akurat

    Pada awal tahun, Ketua The Fed, Jerome Powell menegaskan, bahwa pihaknya tidak perlu terburu-buru menerbitkan bentuk baru dari dolar AS. Baginya, yang penting adalah tepat, bukan cepat.

    MIT memang sejak tahun lalu ditunjuk sebagai lembaga pengkaji peluang dan risiko dolar digital itu.

    James Cunha, Kepala Proyek Dolar Digital di The Fed Boston, menyatakan peneliti MIT telah mengantongi dua purwarupa, di mana pengguna bisa menyimpan dan bertransaksi memakai dolar digital.

    Kendati demikian, ia tidak menjelaskan apakah kedua platform itu memakai teknologi blockchain, mirip seperti stablecoin bernilai dolar, USDT.

    “Kami pikir penting tidak menunggu perdebatan kebijakan, sebab akan telat setahun atau lebih. Hal ini akan menjangkau industri dan memicu perdebatan serius,” tambah Cunha.

    Purwarupa itu pun kini berjuluk “Fedcoin”, uang digital AS yang dapat menciptakan alternatif elektronik bagi dolar berwujud fisik. Namun, sejumlah pemain di industri keuangan tradisional justru tak senang.

    “Banyak orang takut dolar digital akan mendisrupsi pemain lama dengan bentuk pembayaran baru,” sebut Michael Del Grosso, Analis di Compass Point Research & Trading.

    Baca Juga: The Fed: Bitcoin adalah Pengganti Emas

    Pekan lalu, Jerome Powell mengatakan bahwa dolar digital dapat hidup berdampingan dengan uang tunai tradisional jika diatur secara tepat. Powell mengutip laporan oleh BIS (Bank for International Settlements).

    Salah satu dari tiga prinsip kunci yang disorot laporan itu adalah CBDC harus berdampingan dengan uang tunai fisik dan bentuk uang lain yang elektronis, dalam sistem pembayaran yang luwes dan inovatif, tambah Powell.

    Sementara itu, perusahaan pembayaran seperti Visa dan Mastercard sudah mulai mencari cara untuk mendukung mata uang digital bank sentral di platform mereka. Mastercard juga telah memfasilitasi dolar digital di Bahamas.

    “Kami berdiskusi dengan bank sentral soal rancangan mata uang digital mereka. Kami berbicara tentang cara berpikir perancangan mereka,” jelas Oliver Jenkyn, presiden Visa Amerika Utara.

    Jenkyn menambahkan, ada banyak diskusi tetapi ada banyak juga aksi. Desember lalu, Visa mengajukan sistem pembayaran luring bagi CBDC (Central Bank Digital Currency) yang dapat menandatangani transaksi tanpa koneksi Internet.

    Perusahaan pembayaran blockchain Ripple juga belum lama ini mengungkap proyek rintisan khusus untuk mata uang digital bank sentral.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Melonjak Menyusul Bertambahnya Pasokan USDT (Tether) US$300 Juta

    Harga Bitcoin (BTC) melonjak 7,16 persen dalam 24 jam terakhir di kisaran US$6.691. Penguatan itu menyusul bertambahnya pasokan USDT (Tether) US$300 juta ke dalam pasar aset kripto secara global pada pekan lalu. Menurut Whale Alerts, pada hari kemarin saja, sekitar US$60 juta USDT sudah diterbitkan.
    Bitcoin naik lebih dari 7 persen dalam 24 jam terakhir. Sumber: Cryptocompare.

    Pasokan besar sebelumnya terjadi pada pekan lalu. Pada 30 Maret 2020, US$120 juta USDT diterbitkan, mengikuti US$120 juta pada 26 Maret 2020. Secara total, US$300 juta USDT diterbitkan dalam seminggu terakhir.

    Penerbitan USDT oleh perusahaan Tether yang lebih banyak ke dalam pasar adalah respons semakin banyak permintaan terhadap stablecoin bernilai dolar AS itu.

    Decrypt sebelumnya telah melaporkan tentang hubung kait antara pergerakan harga Bitcoin dengan pasokan USDT yang bertambah.

    Menurut Digital Assets Data kala itu, bahwa pasokan USDT yang lebih sedikit justru berdampak lebih besar terhadap pasar, daripada yang sebaliknya.

    “Penambahan pasokan USDT pada prinsipnya berdampak nyata pada dinamika pasar aset kripto, khususnya Bitcoin. Tetapi berikutnya mungkin berbeda atau tidak seperti yang kami harapkan sebelumnya,” kata Ryan Alfred, Presiden Digital Assets Data.

    Perusahaan swasta Tether bukanlah satu-satunya pihak yang membanjiri pasar dengan stablecoin bernilai dolar. Dolar sesungguhnya juga digelontorkan dalam jumlah masif oleh Bank Sentral AS alias The Fed, yakni US$1 juta per detik. Para pengamat berpendapat, itu sangat baik bagi Bitcoin karena bisa mendorong permintaan terhadap Raja Aset Kripto itu. [Decrypt/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbandingan Stablecoin USDT dan BUSD: Mana Lebih Baik?

    Banyak stablecoin yang beredar di pasar kripto saat ini, salah duanya yang memiliki kapitalisasi besar adalah USDT (Tether) dan BUSD (Binance USD). Namun, di antara ke duanya mana yang lebih baik?

    Secara keseluruhan, baik USDT maupun BUSD menawarkan kelebihan dan fitur-fitur yang berbeda. USDT unggul dalam hal popularitas, ketersediaan, dan dukungan multi-platform. Sementara BUSD menonjolkan dukungan dari Binance, keamanan yang lebih transparan, dan integrasi yang kuat dengan ekosistem dari bursa kripto terbesar di dunia. 

    Kelebihan USDT 

    1. Popularitas USDT adalah salah satu stablecoin paling populer dan banyak digunakan di pasar kripto. Banyak bursa dan platform mendukung dan menggunakannya sebagai salah satu pasangan perdagangan utama. Di Tokocypto, ada 297 pasangan perdagangan untuk pair USDT.
    2. Ketersediaan supply USDT telah beredar cukup lama dan karenanya, mudah ditemukan dan diperdagangkan di banyak bursa kripto. 
    3. Karena popularitasnya, USDT cenderung memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, berarti Tokonauts dapat membeli dan menjual dengan mudah tanpa mempengaruhi harga secara signifikan.
    4. Dukungan ke berbagai blockchain. USDT aslinya berjalan di blockchain Bitcoin (Omni Layer), tetapi sekarang tersedia di berbagai jaringan blockchain, termasuk Ethereum (ERC-20), Tron (TRC-20), dan lainnya.
    Ilustrasi stablecoin BUSD dan USDT. Sumber: Mudrex.
    Ilustrasi stablecoin BUSD dan USDT. Sumber: Mudrex.

    Baca juga: Pasar Kripto Koreksi: Amankan Investasi dengan Stablecoin

    Kelebihan BUSD

    1. BUSD dikeluarkan oleh Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Dukungan dari bursa terkenal ini memberikan keyakinan bagi banyak pengguna kripto. Saat ini Tokocrypto memiliki 199 pasangan perdagangan BUSD. Jika dibandingkan dengan USDT, BUSD memiliki pair yang lebih kecil serta volume transaksi lebih kecil.
    2. Terkait dengan Keamanan, BUSD didukung oleh dana yang sesuai dalam bentuk mata uang fiat di bank, yang membantu memastikan stabilitas nilainya.
    3. Selain berjalan di blockchain Binance sendiri (Binance Chain), BUSD juga tersedia sebagai token BEP-20 di Binance Smart Chain (BSC), yang memungkinkan transaksi dengan biaya lebih rendah dan kecepatan yang lebih tinggi daripada Ethereum. USDT saat ini juga sudah support blockchain BEP-20 dan di ekosistem blockchain Binance Chain sendiri secara likuiditas lebih besar USDT dibanding dengan BUSD. 
    4. BUSD terintegrasi dengan berbagai layanan dan produk di ekosistem Binance, seperti Binance Exchange, Binance Launchpad, dan layanan keuangan terpusat lainnya di Binance.

    Pilih Mana: USDT atau BUSD?

    Keputusan untuk menggunakan salah satu dari stablecoin antara USDT dan BUSD, ini akan tergantung pada preferensi pribadi, tujuan, dan situasi pasar pada saat tertentu. Namun, Tokonauts juga perlu mengetahui tentang isu terkini terkait BUSD.

    Paxos, platform infrastruktur blockchain yang berbasis di Amerika Serikat telah menghentikan penerbitan stablecoin BUSD. Meskipun demikian, perusahaan akan terus mendukung BUSD hingga setidaknya Februari 2024. Peristiwa ini mungkin akan berdampak pada perkembangan BUSD ke depannya.

    Ilustrasi stablecoin BUSD dan USDT. Sumber: Thefipharmacist.com.
    Ilustrasi stablecoin BUSD dan USDT. Sumber: Thefipharmacist.com.

    Baca juga: Manfaatkan Stabilisasi Investasi di Koreksi Pasar Kripto dengan Stablecoin

    Kemungkinan besar likuiditas dari pasangan perdagangan yang melibatkan BUSD akan mengalami penurunan. Hal ini dapat mempengaruhi aktivitas perdagangan dan volatilitas harga dalam pasar yang terkait dengan BUSD.

    Para trader dan investor yang memiliki pairing dengan BUSD harus mewaspadai potensi penurunan aktivitas perdagangan pada pasangan tersebut. Kondisi ini bisa berpengaruh pada strategi trading dan keputusan investasi yang melibatkan BUSD.

    Tetap Tenang

    Tokonauts jangan khawatir dan tetap tenang, karena masih bisa memilih stablecoin lain, seperti USDT sebagai alternatif aktivitas perdagangan dan investasi yang dapat Anda pertimbangkan. Untuk melakukan trading BUSD ke USDT di Tokocrypto bisa melalui link ini.

    Namun, tak perlu khawatir bagi Tokonauts yang ingin tetap menggunakan BUSD. Tokocrypto tetap mendukung proses perdagangan dan penarikan menggunakan BUSD sebagai salah satu pilihan yang tersedia. 

    Sebagai platform perdagangan yang terpercaya, Tokocrypto selalu mengutamakan keamanan aset pelanggannya. Keamanan adalah hal yang sangat penting dan Tokocrypto berkomitmen untuk melindungi aset-aset para penggunanya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether (USDT) Jadi Stablecoin Favorit, Punya Cadangan Aset Besar

    Tether (USDT) masih menjadi stablecoin favorit para pelaku pasar aset kripto sehingga nilai cadangan asetnya terus melonjak. Karena hal penting bagi USDT adalah mempertahankan cadangan, bahkan setelah disesuaikan dengan inflasi.

    Dilaporkan Cryptonomist, Tether merilis laporan keuangan stablecoin USDT untuk kuartal kedua tahun 2023. Sejak The Fed menaikkan suku bunga ke level tertinggi, investasi Tether di obligasi pemerintah AS mulai menghasilkan lebih banyak dari biasanya.

    Berkat keuntungan selama kuartal tersebut, Tether mampu meningkatkan kelebihan cadangan aset sebanyak US$ 850 juta menjadi total US$ 3,3 miliar. Keabsahan laporan ini dikonfirmasi oleh auditor independen BDO, salah satu dari lima besar kantor akuntan publik independen dunia, yang menyatakan sesuai dengan data yang sebenarnya.

    Berkat semua ini, per 30 Juni 2023, Tether memiliki aset hampir US$ 86,5 miliar, tetapi hanya liabilitas US$ 83,2 miliar, di mana 83.178.020.411 di antaranya adalah token digital yang diterbitkan.

    Cadangan Tether untuk USDT

    Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).
    Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).

    Baca juga: Perbandingan Stablecoin USDT dan BUSD: Mana Lebih Baik?

    Kelebihan cadangan adalah aset yang tidak digunakan untuk menutupi nilai pasar dari token yang dikeluarkan, namun sebenarnya merupakan surplus, yang dilakukan dengan kehati-hatian sederhana.

    Dengan kata lain, tidak hanya semua token yang diedarkan oleh Tether tercakup dalam cadangan standar, tetapi dalam laporan itu diklaim, perusahaan juga memiliki kelebihan cadangan sebesar US$ 3,3 miliar untuk digunakan, jika terjadi ‘peristiwa’ yang tidak biasa.

    Misalnya, pada bulan Maret lalu, ketika Silicon Valley Bank bangkrut, pesaing stablecoin utama Tether, yaitu USDC, tiba-tiba kehilangan akses ke cadangan lebih dari US$ 3 miliar, sehingga kehilangan cakupan token penuh dan pasak dengan dolar AS.

    Kelebihan cadangan dapat berguna dalam kasus seperti itu, yaitu ketika bagian dari cadangan aset yang menjamin stablecoin hilang karena alasan apa pun, bahkan tidak terkait dengan pengelola.

    Pada tahun 2018, Tether mengalami masalah yang sama, ketika sekitar US$ 800 juta dibekukan karena penyitaan aset bank yang digunakan sebagai tempat cadangannya. Dana tersebut kemudian dikeluarkan, tetapi butuh waktu berbulan-bulan, selama itu USDT tidak lagi tercakup 100%.

    Perusahaan telah lama memutuskan untuk memasukkan keuntungan bersihnya ke dalam cadangan tambahan, tepatnya untuk membangun semacam perbendaharaan yang dapat digunakan dalam keadaan darurat.

    Apa Itu Tether (USDT)?

    gambaran jenis jenis stable coin
    Ilustrasi stablecoin.

    Baca juga: MicroStrategy Mau Borong BTC Lagi, Pasar Kripto dan Harga Bitcoin Naik

    Tether adalah salah satu jenis stablecoin yang dikeluarkan oleh Tether Limited. Nilainya diikatkan pada mata uang fiat, seperti dolar AS (USD), untuk menciptakan stabilitas harga. Tether menjadi solusi bagi para trader dan investor dalam industri mata uang kripto yang ingin mempertahankan nilai aset mereka tanpa harus meninggalkan ekosistem kripto.

    Tether menawarkan stabilitas nilai karena nilainya diikat pada mata uang fiat. Hal ini membantu menghindari fluktuasi harga yang tinggi yang sering terjadi pada kripto lainnya. Sebagai stablecoin yang paling umum diperdagangkan, Tether menawarkan likuiditas tinggi, memudahkan para pengguna untuk masuk dan keluar dari posisi perdagangan dengan mudah.

    Tether telah diadopsi secara luas oleh para trader, investor, dan perusahaan di seluruh dunia. Keberadaannya yang luas membuatnya menjadi salah satu stablecoin terdepan dalam industri kripto.

    Sebagai alat yang penting dalam industri, Tether terus menjadi pilihan utama para pelaku pasar untuk melindungi nilai aset mereka dan memfasilitasi perdagangan dan investasi di dunia kripto.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • USDT Depeg Adalah Serangan Terencana Bikin Kripto Anjlok

    Chief Technology Officer (CTO) Tether, Paolo Ardoino, memberi klarifikasi atas stablecoin Tether (USDT) yang mengalami depeg atau sedikit menyimpang dari patokan dolar Amerika Serikat. Dia menyatakan kejadian itu sebagai serangan terencana terhadap Tether. Tetap saja, perusahaan telah dipersiapkan dengan baik dan telah muncul lebih kuat dari sebelumnya.

    Dikutip BeInCrypto, Ardoino dengan tegas menilai kejadian USDT depeg yang terjadi pada Kamis (15/6) adalah serang terencana. “Hari ini adalah hari yang baik di Tether,” dia memulai, menyoroti kekuatan dan kesiapan stablecoin untuk melindungi komunitasnya dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai serangan.

    Ardoino menyarankan bahwa depegging USDT adalah upaya yang dirancang untuk melemahkan kepercayaan pada stablecoin . Tetap saja, dia berpendapat bahwa Tether tidak menyembunyikan apa pun dan lebih kuat dari sebelumnya.

    Stablecoin Tether (USDT) kehilangan nilai pasaknya terhadap dolar AS pada Kamis (15/6). Sumber: TradingView.
    Stablecoin Tether (USDT) kehilangan nilai pasaknya terhadap dolar AS pada Kamis (15/6). Sumber: TradingView.

    Baca juga: Manfaatkan Stabilisasi Investasi di Koreksi Pasar Kripto dengan Stablecoin

    USDT Depeg

    Apa yang disebut “serangan” oleh Ardoino dimulai ketika USDT menyimpang dari patokan biasanya ke dolar AS untuk aset 1:1. Insiden itu disebabkan karena ketidakseimbangan aset di 3pool Curve.

    Harga USDT turun menjadi sekitar US$ 0,997 karena bobotnya di 3pool Curve meningkat menjadi 70 persen dari biasanya 33 persen. Penyimpangan ini terjadi disebabkan oleh alamat whale atau ‘paus’ yang disebut CZSamSun. Ia meminjam 31,5 juta USDT dan menukarnya dengan USDC, menyebabkan sedikit fluktuasi dalam nilai pasak dolar AS USDT.

    Sementara volatilitas harga seperti itu tidak biasa di pasar kripto yang bergejolak. Menariknya, depegging USDT terjadi bertepatan dengan rilis informasi yang signifikan oleh Kantor Kejaksaan Agung New York memberikan CoinDesk dokumen yang berkaitan dengan laporan triwulanan Tether, menyusul keputusan perusahaan untuk menghentikan penentangannya terhadap pengungkapan tersebut.

    Kurva 3Pool TVL. Sumber: Kaiko.
    Kurva 3Pool TVL. Sumber: Kaiko.

    Baca juga: Pasar Kripto Koreksi: Amankan Investasi dengan Stablecoin

    Transparan

    Terlepas dari tantangannya, Tether telah menunjukkan ketangguhan dan tetap berkomitmen pada transparansi. Ardoino menekankan komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap keterbukaan dan litigasi yang tidak produktif yang mengalihkan perhatian dari masalah nyata yang dihadapi industri.

    “Dalam periode ini, lebih dari sebelumnya, setelah begitu banyak kegagalan, ketidakpastian, keraguan, industri kita perlu memiliki stabilitas dan kepastian. Tether tidak menyembunyikan apa pun. Belum pernah,” kata Ardoino.

    CTO Tether juga menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk melindungi data pelanggan dan fokusnya untuk menjaga keakuratan angka keuangannya.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pangsa Pasar Stablecoin Tether USDT Naik ke Level Tertinggi

    Dominasi USDT Tether meningkat di antara stablecoin lain di tengah perombakan pasar kripto. Market share atau pangsa pasar stablecoin sendiri kini mencapai senilai US$ 136 miliar, data dari CoinGecko.

    Pangsa pasar USDT di antara stablecoin melampaui 54% pada hari Senin (6/3), level tertinggi sejak November 2021, setelah pasar kripto bull mencapai puncaknya . Kenaikan Tether sebagian besar datang dari saingannya Binance USD (BUSD), yang telah mengalami penurunan cepat sejak kasus Paxos.

    Perusahaan kripto, Paxos, mengumumkan pada 13 Februari lalu, bahwa ia akan menghentikan pencetakan token BUSD baru karena tekanan dari Departemen Layanan Keuangan New York, regulator tertinggi negara bagian. Sejak itu, BUSD menyusut di bawah US$ 9 miliar dari kapitalisasi pasar US$ 16 miliar.

    USDT Tumbuh

    gambaran jenis jenis stable coin
    Ilustrasi stablecoin.

    Baca juga: Alasan Kripto ‘Koin China’ Filecoin hingga VeChain Hasilkan Untung Besar

    Dilaporkan Coindesk, kapitalisasi pasar USDT telah tumbuh sekitar US$ 5,3 miliar tahun ini, menjadi US$ 71,6 miliar, dengan keuntungan US$ 3 miliar setelah pertengahan Februari. Stablecoin saingan Circle, koin USD (USDC), juga telah memperoleh US$ 3 miliar sejak pengumuman Paxos, namun kapitalisasi pasarnya sebesar US$ 44 miliar masih lebih rendah dibandingkan awal tahun 2023.

    Posisi Tether sebagai penerbit stablecoin yang dominan di dunia menentang pelaporan yang secara historis buram tentang cadangannya yang mendukung nilai USDT dan pengawasan ketat terhadap transaksi internalnya.

    Pekan lalu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Tether menggunakan rekening bank yang diakses oleh dokumen palsu pada tahun 2018. Pada bulan September, seorang hakim New York memerintahkan Tether untuk menunjukkan catatan keuangan aset cadangan USDT dalam gugatan yang menuduh Tether berkonspirasi mengeluarkan USDT untuk menopang harga Bitcoin (BTC), CoinDesk melaporkan .

    Stablecoin Utama

    Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.
    Ilustrasi stablecoin Tether USDT.

    Baca juga: Masuk Bisnis Web3, Amazon Bakal Rilis NFT Marketplace pada April 2023

    USDT adalah aset kripto yang paling banyak diperdagangkan dengan volume perdagangan sekitar US$ 27 miliar dalam 24 jam terakhir, menurut CoinGecko, lebih besar dari BTC .

    Stablecoin telah menjadi tulang punggung ekonomi kripto dalam beberapa tahun terakhir, menggelembung ke puncak kapitalisasi pasar sebesar US$ 188 miliar pada Mei 2022.

    Stablecoin mematok harganya stabil terhadap aset eksternal, seperti dolar AS, dan berfungsi sebagai fasilitator untuk perdagangan di pertukaran dan melakukan transaksi antara uang fiat yang dikeluarkan bank sentral dan dunia aset digital.

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Lakukan Chain Swap Besar-Besaran, Apa Dampaknya?

    Berdasarkan informasi di akun X Tether pada 6 November 2024, mereka bekerja sama dengan salah satu bursa ternama akan melakukan chain swap yang cukup besar. Chain swap ini akan mengubah sebagian saldo $USDt (USDT) dari berbagai blockchain menjadi $USDt di jaringan Ethereum (ETH).

    Hal yang perlu dicatat adalah total suplai $USDt tidak akan berubah selama proses ini berlangsung.

    Artinya proses ini hanyalah perubahan alokasi jaringan, bukan penciptaan atau pengurangan USDT baru.

    Menurut informasi yang diberikan, Tether akan mengonversi sejumlah USDT dari berbagai jaringan ke Ethereum, dengan rincian berikut:

    • 1 miliar USDT dari jaringan TRC20 (Tron) ke ETH
    • 600 juta USDT dari jaringan AVAX (C-Chain) ke ETH
    • 300 juta USDT dari jaringan NEAR ke ETH
    • 75 juta USDT dari jaringan CELO ke ETH
    • 60 juta USDT dari jaringan EOS ke ETH

    Apa Dampaknya untuk Trader Kripto?

    Langkah ini menarik perhatian para trader, terutama mereka yang berfokus pada token USDT dan likuiditasnya di berbagai jaringan blockchain.

    Chain swap sebesar ini dapat memiliki beberapa dampak langsung dan tidak langsung bagi pasar:

    1. Kenaikan Likuiditas di Ethereum: Dengan bertambahnya suplai USDT di Ethereum, likuiditas pada bursa-bursa yang menggunakan jaringan Ethereum mungkin meningkat. Ini bisa memudahkan trader untuk melakukan transaksi dengan spread lebih kecil, terutama untuk pasangan perdagangan yang menggunakan USDT di jaringan Ethereum.
    2. Pengurangan Likuiditas di Jaringan Lain: Sebaliknya, jaringan TRC20, AVAX, NEAR, CELO, dan EOS bisa mengalami sedikit penurunan likuiditas USDT. Hal ini mungkin berdampak pada biaya transaksi dan waktu konfirmasi bagi trader yang menggunakan jaringan-jaringan tersebut.
    3. Stabilitas Harga USDT: Karena tidak ada perubahan total suplai USDT, harga USDT kemungkinan tetap stabil. Namun, trader yang bergantung pada likuiditas di jaringan non-ETH harus berhati-hati dalam menyesuaikan strategi trading mereka selama proses ini.

    Perpindahan ini menunjukkan betapa pentingnya Ethereum sebagai jaringan untuk perdagangan kripto yang berbasis stablecoin. Trader diharapkan mengikuti perkembangan lebih lanjut dan menyesuaikan strategi sesuai dampak yang mungkin muncul di pasar masing-masing.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERArtikel ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • China Siapkan Stablecoin Yuan, Bidik Dominasi USDT

    Dua raksasa teknologi Tiongkok, JD.com dan Ant Group, secara aktif melobi Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) untuk menyetujui penerbitan stablecoin yang dipatok terhadap yuan di wilayah Hong Kong. Langkah ini bertujuan untuk menantang dominasi stablecoin berbasis dolar AS, terutama USDT milik Tether, dalam perdagangan global.

    Dilaporkan Coinpaprika, saat ini, lebih dari 99% stablecoin yang beredar didukung oleh dolar AS, dengan USDT memegang sekitar 68,2% pangsa pasar. Tren ini telah mendorong banyak eksportir Tiongkok untuk menggunakan USDT sebagai alat pembayaran internasional, demi menghindari risiko nilai tukar dan kontrol modal yang ketat di dalam negeri.

    Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).
    Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).

    Baca juga: Mengenal USD1: Stablecoin World Liberty Financial Bidik Pasar Institusi

    Peluncuran Stablecoin

    JD.com dan Ant Group berencana meluncurkan stablecoin yang dipatok terhadap dolar Hong Kong saat peraturan stablecoin baru mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 di Hong Kong. Namun, keduanya menilai stablecoin yang didukung oleh yuan akan lebih strategis dalam mempromosikan penggunaan internasional mata uang nasional Tiongkok.

    Meski China secara resmi melarang aktivitas mata uang kripto sejak 2021, otoritas di negara tersebut mulai menunjukkan ketertarikan terhadap potensi penggunaan stablecoin untuk transaksi lintas batas. Peraturan baru di Hong Kong memungkinkan perusahaan mengajukan lisensi penerbitan stablecoin dalam kerangka regulasi yang lebih jelas dan terbuka.

    Jika disetujui, penerbitan stablecoin berbasis yuan di bawah otorisasi Hong Kong bisa menjadi langkah besar dalam mengubah pendekatan Tiongkok terhadap aset digital, sekaligus memperkuat posisi yuan dalam sistem keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sentimen Kripto Berubah: Tron, Tether, Dogecoin Panas!

    Beberapa aset kripto kini mendominasi diskusi di komunitas online seperti Twitter, Reddit, dan Telegram.

    Menurut analisis Sentiment, ada tiga nama utama yang menjadi sorotan antara lain sebagai berikut:

    1. Tron (TRX)

    Tron mencuri perhatian sebagai jaringan utama untuk transaksi Tether (USDT), memperlihatkan pertumbuhan ekosistem yang robust:

    • Struktur token deflasi mendorong minat holder.
    • Biaya gas rendah dan staking via aplikasi TronLink/Tronscan memikat pengguna.
    • Spekulasi listing di NASDAQ dan rencana reverse merger senilai $210 juta menambah ekspektasi institusi.
    • Dengan naiknya aktivitas DeFi, NFT, dan dApps, TRX baru-baru ini menggeser Dogecoin dari peringkat ke-8 berdasarkan kapitalisasi pasar.
    Pergerakan harga Tron (TRX/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Tron (TRX/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    2. Tether (USDT)

    Sebagai stablecoin utama, USDT terus dipakai secara luas:

    • Dipakai untuk likuiditas tinggi, airdrop, posisi futures, dan listing di bursa besar seperti Binance.
    • perannya krusial dalam menyediakan infrastruktur keuangan di dunia kripto.

    3. Dogecoin (DOGE)

    Dogecoin kembali baris ramai di diskusi publik:

    • Penyebabnya antara lain pasokan tak terbatas, volatilitas harga, dan profitabilitas penambangan .
    • Spekulasi integrasi DOGE ke platform Elon Musk, X, memicu perdebatan mengenai utilitas dan nilainya.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Selain itu, Bitcoin (BTC) tetap menjadi titik acuan utama:

    • Dibahas sebagai penyimpan nilai jangka panjang Dan menarik investor saat kekhawatiran inflasi meningkat.

    Proyek DeFi & Stablecoin Lainnya:

    • Nexo disorot pengguna karena layanan lending, suku bunga, dan fitur cashback, terutama setelah publikasi regulasi MiCA di Uni Eropa.
    • Polkadot (DOT) muncul dalam diskusi tentang supply tetap, stabilitas harga, dan ketahanan saat pasar melemah.

    Baca Juga: Harga Dogecoin Terkoreksi di Tengah Konflik Israel-Iran

    Mengapa Ini Terjadi?

    1. Urbanisasi USDT di Tron:
      • Tron menjadi pilihan dominan untuk transaksi stablecoin, yaitu ˜65% dari USDT on-chain mengalir di Tron jaringan, khususnya via Binance ($2–3 miliar per hari).
    2. Bullish Institusional pada TRX:
      • Reverse merger dan spekulasi listing NASDAQ memunculkan minat besar dari investor korporat.
    3. Meme coin Dogecoin masih relevan:
      • Meskipun memanas kembali, menunjukkan ketertarikan komunitas terhadap aset yang bersifat viral.
    4. Kebutuhan likuiditas pasar kripto:
      • USDT terus menjadi tulang punggung bagi aktivitas perdagangan—baik spot, futures, maupun airdrop .

    Rekomendasi untuk Pelaku Pasar

    Fokus Strategi
    TRX Pantau resistance di $0,276 dan support di $0,267; breakout dapat memicu rally lanjutan.
    DOGE Diskusi intens lanjutan terkait supply & integrasi ke X; nilainya bisa terbentu oleh kepanitiaan komunitas.
    USDT Sebagai stablecoin dominan, USDT tetap menjadi inti arus capital, terutama di ekosistem spot dan derivatif.
    Proyek DeFi (Nexo, DOT) Awasi adopsi feature lending, suku bunga, dan ketahanan terhadap regulasi (MiCA).

    Baca Juga: Harga Dogecoin Masuki Zona Alarm, Akankah Terjadi Pergerakan Besar?

    Perubahan sentimen pasar menjadikan Tron, Tether, dan Dogecoin tengah ramai dibicarakan:

    • Tron memperlihatkan kekuatan lewat dominasi USDT, DeFi, dan rencana institusional.
    • USDT tetap menjadi tulang punggung likuiditas.
    • Dogecoin kembali menghangat diskusi memecoin meskipun sifatnya spekulatif.

    Aset lainnya seperti Nexo dan Polkadot menunjukkan bahwa sentimen juga meluas ke sektor lending, DeFi, dan stabilitas teknis menandai ekosistem kripto yang terus matang dan semakin kompleks.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis Lengkap BSW di Tokocrypto: Peluang di Tengah Dinamika Pasar

    Pasangan perdagangan BSW/USDT di Tokocrypto menarik perhatian para trader dan investor kripto di Indonesia.

    Dengan fluktuasi harga yang signifikan dan volume perdagangan yang tinggi, BSW/USDT menawarkan peluang menarik, namun juga disertai dengan risiko yang perlu dipahami.

    Apa Itu BSW dan Biswap?

    Biswap (BSW) adalah token asli dari Biswap, sebuah platform pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang dibangun di atas BNB Chain.

    Biswap dikenal dengan biaya transaksi yang rendah dan berbagai fitur DeFi, termasuk pertanian hasil (yield farming), staking, dan integrasi dengan aplikasi GameFi. Platform ini juga menawarkan program afiliasi yang menarik bagi pengguna.

    BSW digunakan dalam ekosistem Biswap untuk berbagai tujuan, seperti membayar biaya transaksi, mendapatkan imbal hasil melalui staking, dan berpartisipasi dalam program insentif lainnya.

    Dengan ekosistem yang terus berkembang, BSW menjadi salah satu token yang patut diperhatikan di pasar kripto.

    Baca Juga: Tokocrypto Prestige: Solusi Eksklusif untuk VIP & Institusi

    Performa Harga Terkini BSW/USDT

    Menurut data terbaru dari Tokocrypto, harga BSW saat ini berada di kisaran $0.0318, dengan harga tertinggi intraday mencapai $0.0472 dan harga terendah di $0.0180.

    Perubahan harga ini mencerminkan volatilitas yang tinggi, yang dapat memberikan peluang bagi trader jangka pendek namun juga menimbulkan risiko yang signifikan.

    Volume perdagangan harian untuk pasangan BSW/USDT mencapai 169,21 juta BSW, setara dengan sekitar $2,5 juta.

    Volume yang tinggi ini menunjukkan likuiditas yang cukup baik, memungkinkan eksekusi perdagangan yang efisien bagi para trader.

    Analisis Teknikal dan Sinyal Perdagangan

    Pergerakan harga Biswap (BSW/USDT) pada Jumat, 25 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Biswap (BSW/USDT) pada Jumat, 25 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis teknikal menunjukkan bahwa BSW sedang berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami penurunan harga.

    Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 59,68, yang mengindikasikan bahwa momentum bullish mulai terbentuk namun belum memasuki wilayah overbought.

    Level support terdekat berada di $0.0347, sementara level resistance berada di $0.0375. Jika harga berhasil menembus resistance ini, ada potensi kenaikan lebih lanjut.

    Sebaliknya, jika harga turun di bawah level support, kemungkinan akan terjadi koreksi lebih dalam.

    Fitur dan Inovasi Biswap

    Biswap terus mengembangkan fitur-fitur baru untuk menarik pengguna dan meningkatkan utilitas token BSW.

    Salah satu inovasi terbaru adalah peluncuran fitur liquid staking, yang memungkinkan pengguna untuk mengonversi ETH menjadi WBETH dan mendapatkan imbal hasil staking sambil tetap dapat memperdagangkan aset mereka.

    Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pengguna dalam ekosistem Biswap dan memberikan nilai tambah bagi pemegang BSW.

    Legalitas dan Keamanan di Indonesia

    BSW termasuk dalam daftar aset kripto yang legal dan terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Indonesia.

    Hal ini memberikan kepastian hukum bagi investor dan menunjukkan bahwa BSW telah memenuhi standar kepatuhan yang ditetapkan oleh otoritas terkait.

    Baca Juga: Event Tokocrypto Minggu Ini

    Pasangan BSW/USDT di Tokocrypto menawarkan peluang menarik bagi trader dan investor yang mencari aset dengan potensi pertumbuhan dan likuiditas yang baik.

    Dengan ekosistem Biswap yang terus berkembang dan berbagai fitur inovatif, BSW memiliki prospek yang menjanjikan.

    Namun, penting untuk diingat bahwa volatilitas harga yang tinggi juga membawa risiko yang signifikan.

    Oleh karena itu, investor disarankan untuk melakukan analisis menyeluruh dan mempertimbangkan strategi manajemen risiko yang tepat sebelum berinvestasi dalam BSW.

    Dengan memahami dinamika pasar dan fitur-fitur Biswap, investor dapat membuat keputusan yang lebih informasi dan memanfaatkan peluang yang ada di pasar kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com