“Seperti kajian kami sebelumnya, kami masih bullish terhadap ETH dan BTC. Untuk ETH bisa mencapai US$10.500 (Rp150 juta-Red) dan BTC US$100 ribu (Rp1,4 milyar-Red). Itu bisa tercapai pada tahun ini juga,” sebut Grider.
Khusus soal kenaikan harga BTC, prediksi hingga US$100 ribu per BTC, karena permintaan terhadap aset kripto itu akan terus didominasi oleh perusahaan besar.
Sebelumnya ini sudah dimulai sejak tahun 2020, oleh MicroStrategy, Grayscale. Teslasendiri memulainya pada Januari 2021.
Selain itu fakro makro ekonomi juga turut andil. Berdasarkan catatan Grider, prediksi harga Bitcoin disebabkan oleh menurunnya nilai mata uang dolar, akibat dari pasokannya yang kian banyak.
Hal lainnya, imbal hasil bunga di bank semakin kecil. Ini yang mendorong arus masuk dana ke pasar aset kripto.
Saat ini harga ETHterus mencetak rekor terbaru, di kisaran Rp50,9 juta per Kamis (6/5/2021).
Sedangkan Bitcoin masih terkoreksi tipis di kisaran Rp829 juta. Harga tertingginya adalah Rp913 juta (15 April 2021).
Secara umum, Fundstrat meramalkan kenaikan harga aset kripto lainnya. Sebab mereka yakin kapitalisasi pasar aset kripto bisa menembus US$5 triliun dari saat ini US$2 triliun.
Perusahaan kendaraan listrik Tesla Inc baru saja melaporkan keuntungan bersih perusahaan selama kuartal pertama 2021. Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk ini melaporkan mendapatkan keuntungan bersih dari penjualan produknya senilai US$ 438 juta selama kuartal pertama 2021.
Di samping laba bersih dari penjualan produk dan aktivitas perdagangan perusahaan lainnya, Tesla pun mendapat keuntungan US$272 juta dari penjualan sebagai aset Bitcoin yang dimilikinya.
Seperti kita ketahui, Tesla memiliki aset Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar yang mereka beli pada bulan Februari 2021. Kepemilikan aset tersebut pun digenapi dengan kebijakan perusahaan yang menerima pembelian produknya menggunakan Bitcoin.
Dalam laporan keuangannya, Tesla menyebutkan bahwa keuntungan perusahaan pun disumbangkan oleh penjualan aset Bitcoin yang mereka miliki. Total keuntungan bersih dari penjualan aset digital ini hampir separuh dari nilai laba bersih perusahaan.
Sehingga Tesla mendapat keuntungan dari penjualan sebagian aset BTC sebesar US$272 juta dan dari penerimaan perusahaan di luar BTC sebesar US$ 438 juta.
“Tahun demi tahun, perusahaan mendapat dampak positif dari pertumbuhan volume, pertumbuhan pendapatan kredit regulasi, peningkatan margin kotor didorong oleh pengurangan biaya produk lebih lanjut dari penjualan Bitcoin,” tulis laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan.
Dalam sebuah cuitan, CEO Tesla mengatakan, bahwa “Tesla menjual 10% dari kepemilikannya pada dasarnya untuk membuktikan likuiditas Bitcoin sebagai alternatif untuk menyimpan uang tunai di neraca,” tulis Elon dalam cuitannya, Selasa, 27 April 2021.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan yang sangat signifikan. Terlihat pada 17 April 2021 hingga 21 April 2021 harga BTC turun sebesar 18.73%. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab dari penurunan harga BTC, yaitu pernyataan dari United States Securities and Exchange Commission (SEC), terjadinya insiden Blackout di China.
Selain itu faktor alur supply yang tinggi menyebabkan beberapa holder BTC menjual aset mereka sebagai aksi untuk ambil keuntungan (Take Profit).
Walau sempat beberapa kali melakukan perlawan hingga menunjukan indikasi untuk pullback, tetapi trend bearish untuk BTC saat ini masih kuat.Terlihat pada 23 April 2021 harga BTC kembali merosot dan menyentuh Area Support nya pada range harga US$ 50,423 – US$ 50,976. Ada 2 kemungkinan setelah harga BTC menyentuh area support tersebut yaitu :
BTC/USDT 4h Binance
1. Harga BTC akan kembali pullback hingga harga US$54,977-US$56,376, dan untuk selanjutnya konsolidasi menentukan arah apakah akan kembali koreksi atau mencoba pullback dan mengubah trend menjadi bullish.
2. Harga BTC akan terus koreksi lebih dalam hingga Area Support berikutnya yaitu pada range harga US$46,293-US$47,215.
Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.
Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.
Coindesk membuat sebuah laporan kuartal pertama 2021 yang fokus memantau aktivitas perdagangan mata uang kripto dari bulan Januari hingga Maret 2021. Salah satu isi dari laporan tersebut menyebutkan bahwa para trader Bitcoin lebih menyukai spot market dibandingkan futures.
“Volume perdagangan berjangka (futures) BTC bergerak datar di kuartal pertama, dengan lonjakan sesekali,” tulis laporan tersebut yang dikutip dari laman Coindesk.
Sedangkan di perdagangan spot pada kuartal pertama ini menunjukan peningkatan. Investor institusional dan jangka panjang cenderung menyukai pertukaran spot.
Di samping itu, pada kuartal pertama tahun ini ditandai dengan bertambahnya investor ketengan dan dan investor baru. Hal ini mendorong arus investasi baru di pasar mata uang kripto.
Baca Juga: April Bullish! Review Pergerakan Harga Bitcoin, BNB, dan DOT
Hasil laporan tersebut bisa jadi menandakan bahwa saat ini mata uang kripto khususnya Bitcoin dipercaya sebagai aset perdagangan dan investasi yang menguntungkan. Fenomena tersebut terkonfirmasi dengan peningkatan volume kapitalisasi pasar Bitcoin yang mencapai US$1 triliun di kuartal pertama tahun ini.
Menurut laporan tersebut, peran investor institusional seperti Tesla, MicroStrategy dan yang lainnya masih memegang peranan pada grafik harga BTC, meskipun peningkatannya saat ini masih melambat.
“Aktivitas dari investor institusional tampaknya melambat, tetapi mereka masih menjadi kunci, dan beberapa pencapaian kuartal ini menunjukkan bahwa tren adopsi BTC oleh investor institusional akan terus berlanjut setidaknya dalam beberapa bulan ke depan,” tulis laporan tersebut.
Disclaimer:
Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.
Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.
Sejumlah kabar baik menyambut pasar mata uang kripto pada akhir Maret 2021. Kebijakan Tesla, PayPal, Goldman Sachs, yang akan mengadopsi mata uang kripto terutama Bitcoin pada sistem transaksi mereka merangsang pergerakan pasar melaju di area bullish.
Di awal bulan April, pergerakan sejumlah coin seperti Bitcoin, Binance (BNB), Ethereum, dan Polkadot (DOT), terus merangsek ke area resistensinya.
BNB
BNB menjadi salah satu koin yang paling gacor di satu pekan terakhir ini. Berdasarkan data dari Coinmarketcap, BNB naik 41,22% dalam tujuh tahun terakhir. Hari ini, 2 April 2021, harga BNB menginjak angka US$ 341,82 atau setara dengan Rp 4,9 juta.
Sementara itu Bitcoin, pada hari ini, kembali menginjak harga US$60 ribu, masuk pada resistensinya setelah mengalami koreksi yang cukup dalam di pekan ketiga Maret.
Pasar mata uang kripto di bulan April ini memang menunjukkan sinyal bullish yang kuat. Sejumlah sentimen positif mendorong laju pergerakan sejumlah koin ke area bullish.
Di awal April ini pula total kapitalisasi pasar seluruh mata uang kripto pun mencetak rekor harga tertingginya. Pada 1 April 2021, total kapitalisasi pasar mata uang kripto hampir menyentuh US$ 2 triliun.
Yang cukup mengejutkan adalah pergerakan Polkadot (DOT). Pelan tapi pasti, DOT telah menembus zona resistensinya di harga US$ 34,35. Hari ini, DOT sempat menginjak harga US$ 38.99.
Apabila tren bullish ini terus berlanjut, pergerakan harga DOT mungkin dapat mendorong harga dari area downtren nya.
Dan apabila berhasil, DOT bisa saja kembali menginjak harga tertingginya di $ 42,28. Jika momentum bisa menaklukkan resisten ini, koin ini mungkin akan memulai langkah berikutnya yang bisa saja mencapai $ 53,50.
Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.
Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.
Memasuki bulan April 2021, ditandai dengan momen bullish sejumlah koin mata uang kripto, termasuk Bitcoin. Meski di bulan ini, Bitcoin dominance menunjukan penurunan, namun sejarah mencatat setiap bulan April harga BTC selalu meyakinkan.
Per tanggal 4 April 2021, tren Bitcoin memang sedang berada di zona sideways. Sejak tanggal 1, Bitcoin hanya mampu mengejar resistensi di harga US$ 60 ribu. Selebihnya, grafik Bitcoin terkesan melayang-layang.
Tercatat, selama tiga hari ini harga Bitcoin mengalami koreksi yang tipis ke harga US$57.168. Namun, pergerakan setelahnya masih berkutat di harga US$ 58-59 ribu.
Namun, data berbicara bahwa April kerap menjadi bulan yang baik bagi mata uang kripto terbesar di dunia ini. Sejak tahun 2011 hingga 2020, persentase pengembalian atau keuntungan Bitcoin di bulan April selalu dominan di antara bulan-bulan yang lain.
April tahun 2011, merupakan momentum kenaikan harga Bitcoin paling tinggi, sebesar 346,09%.
Di April tahun ini, bisa saja Bitcoin kembali mengulang suksesnya. Sejumlah analis memprediksi bulan April ini akan menjadi momentum bagi Bitcoin untuk kembali menginjak harga tertingginya.
Berdasarkan analisa teknikal kami, mayor resistensi Bitcoin saat ini berada di harga Rp 886,456,753. Apabila berhasil menembus angka tersebut BTC bisa saja melanjutkan trennya untuk memperbesar harganya.
Lebih ekstrim lagi analisa dari CEO CoinCorner, Danny Scott, yang menyebutkan bahwa harga Bitcoin di bulan ini bisa saja menembus harga US$ 83.000 atau sekitar Rp 1,2 miliar. Menurutnya, selama 10 tahun ke belakang, bulan April memberikan keuntungan 51% bagi BTC.
“Law Average (hukum rata-rata) menunjukan harga #Bitcoin bisa mencapai harga $ 83.000 pada bulan April. Rata-rata lebih dari 10 tahun kebelakang di bulan April + 51%,” tulis Danny melalui akun Twitternya, pada 27 Maret 2021.
Law of averages gives #Bitcoin an $83,000 price target for April.
Baca Juga: Inilah 3 Coin yang Akan Menjadi Tren di 2021
Fundamental
Secara fundamental, harga Bitcoin di bulan ini pun akan dipengaruhi oleh kemerosotan harga Dollar AS. Kemerosotan harga dollar ini dipengaruhi oleh sejumlah hal, di antaranya bakal terjadinya fenomena de-dolarisasi yang dilakukan Rusia.
Pemerintah Rusia telah menganjurkan kepada pemilik dollar di negaranya agar memindahkannya ke emas.
Hal tersebut terkonfirmasi oleh analisis Holger Zschaepitz. Di akun Twitternya, seorang analis pasar di Welt ini mengatakan pangsa dolar AS dari cadangan global menurun dengan cepat karena negara-negara seperti Rusia sedang mengejar strategi de-dolarisasi dan memilih emas.
“OOPS! Dolar merosot. Sementara bagian Dolar dari cadangan global pada awalnya meningkat pada awal pandemi, ia telah menurun & sekarang berada di hanya 59% —1.5pp penurunan QoQ & terendah sejak 1995. Sebagian dari penurunan karena depresiasi, tetapi juga karena penjualan USD aktif,” tulis Holger pada 3 April 2021.
OOPS! Dollar in decline. While Dollar’s share of global reserves initially increased at start of pandemic, it has since decreased & now stands at just 59%—1.5pp decline QoQ & lowest since 1995. Part of decline due to depreciation, but also due to active USD selling. (via Goldman) pic.twitter.com/VqLeIN7Xxw
— Holger Zschaepitz (@Schuldensuehner) April 3, 2021
Belajar pada kejadian awal-awal pandemi, ketika dalam kondisi seperti ini, sejumlah pemegang aset dollar akan memindahkan uang tunainya tersebut ke sejumlah sektor untuk menjadi pelindung nilainya.
Pada kuartal pertama 2020, banyak orang yang memindahkan aset mereka ke Bitcoin dan emas.
Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.
Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.
Pekan ini adalah pekan terakhir untuk Bulan Maret yang juga berarti pekan terakhir untuk kuartal pertama perekonomian global.
Pada Bulan Maret, Pasar Crypto terlihat dihadapi oleh koreksi yang cukup signifikan, namun nampaknya semua sudah mulai terlihat pulih.
5 Crypto Potensial Pekan Akhir Maret
Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dituliskan lima crypto potensial untuk mengakhiri Bulan Maret dengan keuntungan bersama pasar yang mulai pulih.
Crypto pertama adalah Bitcoin yang nampaknya telah mulai bergerak keluar dari zona koreksi pekan lalu.
Saat ini Bitcoin sedang mengalami konsolidasi setelah berhasil keluar dari zona koreksi, namun kemungkinan akan menguji kembali zona tersebut sebelum naik kembali.
Dengan mulai meredanya beberapa volatilitas dalam perekonomian akibat mulai transisi ke kuartal kedua, beberapa aset berisiko, seperti saham dan crypto berpotensi mengalami pemulihan.
Sehingga, Bitcoin memiliki potensi untuk pulih pada beberapa hari ke depan.
Oleh karena itu, saat ini ZIL memiliki banyak dorongan dari sentimen positif secara fundamental, dan sisi teknikal mendukung hal tersebut.
Grafik Harian ZILUSD
Saat ini, dari sisi teknikal, ZIL masih memperlihatkan pergerakan apresiasi yang sangat baik, bahkan sejak beberapa pekan terakhir.
ZIL juga baru saja keluar dari zona koreksi dalam jangka menengah yang membuat potensi apresiasinya menjadi semakin kuat.
Batas pengaman ZIL saat ini berada pada $0,16 hingga $0,15 yang jika ditembus, dapat menghilangkan potensi apresiasi.
Namun, jika terus naik, pekan ini kemungkinan besar dapat mencapai $0,18 hingga $0,21. Mengingat sentimen di sekitarnya potensi tersebut nampaknya masih kuat.
Solana (SOL) menjadi crypto yang cukup direkomendasikan oleh beberapa analis di pasar untuk pekan ini, akibat pergerakannya.
Saat ini dari sisi fundamental, Solana baru saja mengadakan kerja sama bersama dengan OkeX, salah satu bursa terbesar di dunia.
Selain itu, Solana juga baru saja menjalankan peresmian kerja sama juga dengan AscendEX, yang menjadi sentimen positif tambahan untuk Solana.
Hal ini terjadi akibat inovasi yang terus diciptakan, serta perbaikan sistem yang terus dilakukan oleh SOL sebagai blockchain.
Oleh karena itu, harga SOL terus mengalami apresiasi beberapa pekan terakhir, yang membuat harganya juga naik cukup signifikan.
Grafik Harian SOLUSD
Dari sisi teknikal, SOL baru saja bergerak naik, keluar dari konsolidasinya dalam satu bulan terakhir, membawa potensi adanya pola bullish pennant.
Jika berhasil terus keluar setelah menguji zona konsolidasi, kemungkinan besar pekan ini SOL dapat mencapai $19,5 hingga $24.
Bata pengaman saat ini berada pada $17 hingga $15 yang jikaditembus dapat membawa potensi apresiasi untuk mereda.
5. Kusama (KSM)
Terakhir adalah Kusama (KSM), salah satu crypto yang terkait kuat dengan Polkadot, dalam pengembangan Parachainnya.
Dari sisi fundamental, KSM masih terdorong bersama Polkadot yang juga mulai mengalami apresiasi kembali.
Kusama menjadi crypto yang sering dibahas oleh influencer crypto secara internasional, sehingga memiliki potensi apresiasi yang baik pekan ini.
Saat ini Kusama menjalankan kerja sama bersama Enjin, yang membuat sentimen positif, mengingat Enjin yang terikat dengan NFT.
Kusama juga terus melakukan uji coba dan evaluasi jaringan untuk memastikan skalabilitas dari Parachain Polkadot terus berjalan dengan lancar.
Dengan fitur cross-chain atau lintas blockchain yang masih terus di dorong oleh Kusama, KSM menjadi crypto yang baik untuk dipertimbangkan
Grafik Harian KSMUSD
Dari sisi teknikal, saat ini KSM masih bergerak sangat positif sejak beberapa pekan terakhir, dan bertahan di zona apresiasi.
Kemungkinan besar saat ini akan terjadi koreksi kecil sebelum naik lebih tinggi, melanjutkan pergerakan apresiasinya.
Saat ini batas pengaman berada pada $521 hingga $491 yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi.
Ke depannya, jika bergerak naik kembali, KSM dapat menyentuh $543 hingga $576 pada pekan ini, yang juga akan terjadi bersama pemulihan pasar crypto.
Disclaimer
Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.
Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.
Mayoritas trader options di Amerika, menyatakan bahwa Bitcoin dapat mencapai Rp 1,15 Triliun sekitar Bulan Mei 2021.
Data dari perusahaan analisis, Skew, menyatakan bahwa ada kemungkinan sebesar 6% bahwa mereka akan benar dalam prediksinya.
Trader Options Prediksi Bitcoin Rp1,15 Triliun
Dengan antisipasi terhadap melantainya Coinbase di pasar saham Amerika , para trader options memperkirakan Bitcoin akan naik.
Pada 24 Maret 2021, pendiri dari perusahaan analisis crypto, Glassnode, menytakan mayoritas trader options di Deribit, menyatakan Bitcoin akan mencapai Rp1,15 Triliun.
Salah satu hal yang mendukung adalah volume di sekitar kontrak derivatif yang memiliki target di Rp1.73 Triliun untuk Bitcoin.
Hal tersebut berarti bahwa jika mereka benar, ada kemungkinan bahwa Bitcoin dapat naik hingga harga tersebut dalam Bulan April 2021.
Namun, menurut Skew, kemungkinan prediksi tersebut menjadi benar hanya 2,15% yang menandakan kemungkinannya masih sangat kecil.
Tapi, volume pihak yang memprediksi bahwa Bitcoin akan turun juga terlihat signifikan.
Sehingga masih ada kemungkinan bahwa prediksi harga di sekitar Rp1 Triliun sulit dicapai.
Skew memperlihatkan bahwa kontrak options Bitcoin kadaluarsa 30 April 2021 adalah kontrak ketiga terbesar dalam volume di pasar derivatif Bitcoin.
Saat ini, volume pembukaan kontrak tersebut telah mencapai nilai yang setara dengan 38.700 BTC, menandakan besarnya volume Bitcoin tersebut.
Kontrak dengan kadaluarsa 21 Juni 2021 untuk Bitcoin menjadi peringkat kedua dengan volume pembukaan setara dengan 42.300 Bitcoin.
Walau terdapat persaingan dari Chicago Mercantile Exchange (CMEE) ke dalam sektor kontrak derivatif Bitcoin di 2020, Deribit masih mendominasi dalam volume.
Sehingga, data riset yang didapatkan oleh Skew memperlihatkan data yang tidak bias dan dapat dijadikan acuan.
Skew memprediksi bahwa 91% kontrak options yang diperdagangkan dalam 24 jam terakhir, terjadi di Deribit.
Angka tersebut diikuti Bit.com sebesar 5%, OKEx dengan 2% dan CME serta LedgerX masing-masing 1%.
Hari ini, terdapat kontrak options senilai 117,900 BTC yang akan kadaluarsa dengan nilai sekitar Rp85,6 Triliun.
Sehingga terdapat kemungkinan volatilitas pada perdagangan di pasar Bitcoin hari ini.
Ini menguatkan sinyal, bahwa perusahaan itu mendukung kuat nilai Bitcoin, setelah aset kripto besar itu dibeli oleh Tesla senilai US$1,5 milyarpada beberapa lalu.
Namun, Elon memastikan pembelian menggunakan Bitcoin itu untuk sementara hanya berlaku untuk wilayah Amerika Serikat.
“Pembelian dari wilayah di luar AS, berikutnya pada tahun ini juga,” lanjut Elon.
Pembelian Bitcoin berskala besar oleh Tesla beberapa waktu lalu, dilatarbelakangi oleh klaim, bahkan nilai uang dolar akan berpotensi terus meluruh di masa depan.
Itu yang disebut Tesla sebagai ancaman serius bagi kas perusahaan pembuat mobil listrik itu.
Kinerja koin asli Ripple, XRP nampak melemah di pasar. Namu ternyata, data dari platform informasi Santiment menunjukkan hal yang berbeda yaitu pertumbuhan whale XRP meningkat pesat. Setidaknya peningkatan terjadi di antara whale dengan 100.000 sampai 10.000.000 XRP.
Melansir zycrypto, whale dengan 100.000 menjadi 1.000.000, ini meningkat 19,7 persen dari 14.525 menjadi 17.387 whale sehingga menjadi kategori whale dengan kenaikan tertinggi. Whale yang memegang 10.000.000 atau lebih XRP meningkat 10,4 persen dari 280 menjadi 309.
Sementara mereka yang memegang 1.000.000 menjadi 10.000.000 koin tercatat peningkatan sekitar 2,2 persen, dari 1.307 menjadi 1.336 whale.
Sejak XRP tembus ATH pada Januari 2018 seharga $ 3,53, harganya terus menurun hingga hanya diperdagangkan senilai $ 0,274. Penurunan XRP terlepas dari kinerja altcoin lainnya seperti LINK yang mampu menjadi cryptocurrency terbaik.
Hal itu juga terlepas dari pertumbuhan Theter USDT yang stagnan hingga mampu meraih posisi ke-3 terbesar berdasarkan kapitalisasi pasarnya.
Dengan meningkatnya jumlah whale pada XRP, menunjukkan kepercayaan investor pada koin ini sekaligus menunjukkan masa depan yang cerah untuk XRP.
Komunitas XRP atau yang dikenal sebagai XRP army merupakan komunitas crypto terkuat di dunia. Komunitas ini sudah bertahan lama, dan mereka percaya bahwa XRP akan mampu tembus harga $ 589.
Optimisme komunitas XRP menuai kritik, tapi adopsi harga secara masal adalah hal penting untuk mendorong tren harga naik. Semakin banyak whale yang terus menumpuk koin, maka harganya akan mengikuti. Meski pun, tidak tahu pasti kapan ini akan terjadi di XRP.
Pasar sempat mengalami kemunduran dengan Bitcoin yang mundur kembali ke $ 13.000, tapi Bitcoin telah bangkit dan begitu juga dengan XRP.
Melihat perkembangan Bitcoin, banyak ahli pasar yang percaya bahwa XRP juga akan mengikuti perkembangan kemudian. Meski tidak tahu kapan ini akan terjadi, tapi XRP merupakan altcoin yang siap tampil saat terjadi ledakan di pasar.