Tag: bitcoin

  • Bitcoin Anjlok ke US$60.000, INDODAX: Aksi Jual Institusi dan Likuidasi Besar Jadi Biang Keroknya

    Jakarta, 6 Februari 2026 — Harga Bitcoin (BTC) anjlok tajam dan sempat menyentuh level US$60.000 pada perdagangan Jumat (6/2). Tekanan jual yang kuat menyeret Bitcoin ke level terendah intraday di kisaran US$60.000 sebelum bergerak fluktuatif, dengan penurunan hampir 30 persen dalam sepekan terakhir. Hal ini dipicu oleh kombinasi gelombang likuidasi posisi leverage dan meningkatnya tekanan jual dari investor institusional. 

    Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi di pasar kripto tercatat melampaui US$1,8 miliar, dengan mayoritas berasal dari posisi long. Lebih dari 500 ribu trader terdampak, termasuk satu posisi Bitcoin bernilai lebih dari US$12 juta yang terlikuidasi di bursa global.

    Vice President INDODAX, Antony Kusuma, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan reaksi pasar yang berlangsung cepat di tengah tekanan likuiditas. “Ketika tekanan jual terjadi bersamaan, pasar kripto bisa bergerak sangat cepat karena banyak posisi ditutup dalam waktu yang sama,” ujar Antony.

    Aksi likuidasi di pasar kripto juga diikuti oleh aksi jual dari investor besar. Hal ini terlihat dari aktivitas di pasar exchange-traded fund (ETF) Bitcoin. ETF Bitcoin spot milik BlackRock, IBIT, mencatat volume perdagangan harian tertinggi dengan nilai transaksi melampaui US$10 miliar. Lonjakan aktivitas tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan harga IBIT dan diikuti penarikan dana dalam jumlah besar, menunjukkan bahwa investor institusional ikut melepas kepemilikan mereka.

    Dari sisi teknikal, Antony menilai pergerakan Bitcoin juga menunjukkan pelemahan yang signifikan. “Bitcoin telah kehilangan area support di kisaran US$65.000 hingga US$62.000. Jebolnya level tersebut memicu stop-loss beruntun dan membuka ruang penurunan ke area US$60.000,” kata Antony.

    Pelemahan harga tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum (ETH) sempat turun di bawah US$1.800, sementara Solana (SOL) menembus level US$70 untuk pertama kalinya sejak Desember 2023. Tekanan ini menunjukkan aksi jual yang meluas di pasar kripto.

    Antony menegaskan bahwa pelemahan yang terjadi saat ini tidak hanya dialami pasar kripto. “Yang terjadi hari ini bukan hanya soal kripto. Tekanan juga terlihat di pasar saham teknologi dan aset berisiko lain. Di mana, ketika investor global mengurangi eksposur risiko, kripto biasanya juga ikut terdampak,” tegasnya.

    Antony menjelaskan kondisi tersebut mencerminkan fase risk-off di pasar global, di mana investor mulai mengurangi kepemilikan pada aset berisiko di tengah pengetatan likuiditas dan rilis data ekonomi yang mengecewakan dari sejumlah negara. 

    Terkait pergerakan selanjutnya, Antony menegaskan bahwa arah Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan akan sangat bergantung pada stabilitas pasar global dan respons investor terhadap kondisi makro. “Selama sentimen global belum stabil, pergerakan Bitcoin masih akan mudah berfluktuasi,” lanjutnya.

    Meski tekanan masih kuat, Antony menilai kondisi pasar seperti ini perlu disikapi dengan lebih hati-hati. “Karena pergerakan harga kripto bisa berubah sangat cepat, pelaku pasar perlu untuk selalu mencermati manajemen risiko dan mengikuti perkembangan berita ekonomi global yang dapat berdampak langsung ke pasar. Selain itu, penting juga untuk terus memperkaya pemahaman, termasuk dari sisi teknikal, dengan memanfaatkan sumber informasi dan edukasi yang tersedia secara gratis, seperti melalui INDODAX Academy, agar pengambilan keputusan lebih terukur,” jelas Antony.

    Di tengah volatilitas yang masih tinggi, Antony menilai pendekatan bertahap seperti dollar cost averaging (DCA) dapat menjadi salah satu cara bagi pelaku pasar untuk menyikapi kondisi saat ini. “Dalam situasi pasar yang belum stabil, strategi pembelian bertahap bisa membantu mengurangi tekanan dari fluktuasi harga jangka pendek. Yang penting, tetap menyesuaikan dengan kemampuan dan profil risiko masing-masing. Kami juga tidak bosan mengingatkan agar investasi dilakukan menggunakan dana yang memang disiapkan untuk itu atau uang dingin” tutup Antony.

    ***

    Tentang INDODAX

    INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan Blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 9,7 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 450+ aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

    Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015 & 27001:2013.

    Sejak berdiri sebelas tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

    Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

    Telegram                               : https://t.me/indodaxroom

    Instagram                              : https://www.instagram.com/indodax/

    Tiktok                                     : https://www.tiktok.com/@indodax

    Twitter                                    : https://twitter.com/Indodax

    Youtube                                  : https://www.youtube.com/c/indodax

    Facebook                               : https://www.facebook.com/indodax

    INDODAXAcademy            : https://indodax.com/academy

    INDODAXPress Release   https://blog.indodax.com/newsroom-press-release





    Sumber : blog.indodax.com

  • Bitcoin Sempat Turun ke US$74.000, ‘Mega Whale’ Terpantau Tetap Borong Bitcoin

    Jakarta, 2 Februari 2026 – Pasar aset kripto global sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah Bitcoin (BTC) mengalami koreksi tajam ke kisaran level USD74.000 sebelum akhirnya melakukan rebound ke level USD77.000. Kombinasi antara eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, penguatan dolar AS pasca-nominasi kepemimpinan baru Federal Reserve menjadi pemicunya. Penurunan ini tercatat telah menghapus nilai kapitalisasi pasar sekitar USD800 miliar sejak titik tertingginya pada Oktober lalu.

    Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa saat ini Bitcoin sering kali menjadi salah satu aset pertama yang bereaksi terhadap kepanikan global karena sifat pasarnya yang beroperasi 24/7. Fenomena ini tercermin dari risk-off sentiment yang terjadi secara serentak, di mana instrumen hard money tradisional seperti emas dan perak juga menyusul mengalami tekanan jual yang signifikan bersamaan dengan aset digital.

    Namun, data on-chain Glassnode menunjukkan anomali yang menarik di mana terdapat perbedaan perilaku yang kontras antara kelas investor kripto. Saat investor ritel cenderung melakukan penjualan karena panik, kelompok ‘Mega-Whales’ atau pemegang lebih dari 1.000 Bitcoin justru terpantau melakukan akumulasi pembelian Bitcoin secara bertahap untuk menyerap pasokan pasar yang panik.

    Antony menambahkan bahwa meskipun pasar saat ini berada dalam fase ketakutan yang ekstrem, fundamental industri dinilai jauh lebih kokoh dibandingkan siklus serupa di tahun 2022. Kehadiran institusi besar seperti BlackRock dan JPMorgan yang telah terintegrasi dalam ekosistem melalui ETF dan infrastruktur perbankan memberikan bantalan yang lebih kuat terhadap risiko sistemik jangka panjang.

    Sebagai langkah antisipasi, INDODAX mengimbau para investor kripto di Indonesia untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan impulsif berdasarkan emosi sesaat. Penting bagi investor untuk mengevaluasi kembali manajemen risiko mereka.

    Investor disarankan untuk tetap disiplin pada strategi investasi jangka panjang, mencermati dinamika pasar secara proporsional, serta terus membekali diri dengan riset mandiri. Untuk membantu investor tetap mengikuti perkembangan pasar dan memahami konteks pergerakan harga, INDODAX juga menyediakan kanal edukasi melalui INDODAX Academy serta pembaruan informasi pasar melalui INDODAX News. INDODAX berkomitmen untuk terus menyediakan platform yang transparan dan tepercaya guna mendukung seluruh pengguna dalam menghadapi dinamika ekonomi digital global ini.

    ***

    Tentang INDODAX

    INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan Blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 9,7 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 450+ aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

    Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015 & 27001:2013.

    Sejak berdiri sebelas tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

    Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

    Telegram                               : https://t.me/indodaxroom

    Instagram                              : https://www.instagram.com/indodax/

    Tiktok                                     : https://www.tiktok.com/@indodax

    Twitter                                    : https://twitter.com/Indodax

    Youtube                                  : https://www.youtube.com/c/indodax

    Facebook                               : https://www.facebook.com/indodax

    INDODAXAcademy            : https://indodax.com/academy

    INDODAXPress Release   https://blog.indodax.com/newsroom-press-release





    Sumber : blog.indodax.com

  • Hasil FOMC Januari 2026: Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin (BTC) Kembali Koreksi

    Jakarta, 29 Januari 2026 — Harga Bitcoin (BTC) hari ini (29/1) kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) merilis pernyataan Federal Open Market Committee (FOMC) Januari 2026 yang memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Keputusan tersebut sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar, namun tetap memicu respons negatif pada aset berisiko, termasuk kripto. 

    Berdasarkan data pasar global, Bitcoin sempat naik di atas level US$90.000 sehari sebelumnya pada Rabu (28/1), didorong oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang tidak khawatir terhadap penurunan dolar AS. Pada saat yang sama, arus dana institusional juga turut menunjukkan sikap lebih berhati-hati, yang tercermin dari arus keluar pada produk spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat (AS) senilai US$147.37 juta pada Selasa (27/1). 

    VP INDODAX, Antony Kusuma, menilai pergerakan ini mencerminkan reaksi pasar terhadap kebijakan moneter yang sebelumnya telah diantisipasi. “Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga sebenarnya sudah tercermin dalam ekspektasi pasar. Namun, kebijakan tersebut dinilai belum memberikan dorongan baru bagi pasar,” ujar Antony.

    Antony juga menekankan bahwa volatilitas jangka pendek pasca pengumuman kebijakan moneter merupakan pola yang kerap terjadi di pasar kripto global. “Peristiwa seperti FOMC sering menjadi momen evaluasi bagi investor. Pergerakan harga yang terjadi mencerminkan proses penyesuaian pasar terhadap informasi yang sudah dikonfirmasi secara resmi,” lanjutnya.

    Di sisi lain, sentimen positif datang dari sisi adopsi pemerintah dan institusional. Negara bagian AS, South Dakota, resmi mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) pembentukan cadangan Bitcoin (Bitcoin Reserve) yang berasal dari pendapatan pemerintah negara bagian. Melalui aturan ini, South Dakota berpotensi mengalokasikan hingga 10% dari total dana kelolaan negara ke Bitcoin sebagai bagian dari strategi cadangan aset.

    Antony menilai langkah tersebut mencerminkan penguatan fundamental Bitcoin di luar pergerakan harga jangka pendek. “Di tengah koreksi jangka pendek saat ini, ada juga perkembangan positif yang patut dicermati para investor. Adopsi Bitcoin di level pemerintah dan institusional yang menunjukkan bahwa fundamental Bitcoin terus berkembang, terlepas dari dinamika harga harian,” ujar Antony.

    Menurut Antony, volatilitas yang terjadi di pasar kripto saat ini tidak terlepas dari tekanan geopolitik dan kebijakan moneter global, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap lebih selektif dalam mengambil keputusan. Ia juga menyarankan agar pelaku pasar tetap berhati-hati dan mencermati perkembangan faktor makroekonomi yang memengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek.

    Antony menambahkan, di tengah dinamika makroekonomi global yang cepat berubah, investor perlu aktif mengikuti perkembangan informasi dan memahami konteks risiko sebelum mengambil keputusan. “Investor perlu menjaga disiplin dan terus memperbarui wawasan. Contohnya dengan memanfaatkan pendekatan bertahap, seperti Dollar Cost Averaging (DCA) atau membeli secara berkala guna menekan risiko fluktuasi harga yang tajam. Untuk membantu strategi investasi di tengah volatilitas saat ini, pelaku pasar juga dapat memanfaatkan sumber edukasi dan berita seperti INDODAX Academy yang menyediakan pembahasan rutin terkait berita dan dinamika pasar terkini,” tutup Antony.

    ***

    Tentang INDODAX

    INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan Blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 9,7 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 450+ aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

    Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015 & 27001:2013.

    Sejak berdiri sebelas tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

    Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

    Telegram                               : https://t.me/indodaxroom

    Instagram                              : https://www.instagram.com/indodax/

    Tiktok                                     : https://www.tiktok.com/@indodax

    Twitter                                    : https://twitter.com/Indodax

    Youtube                                  : https://www.youtube.com/c/indodax

    Facebook                               : https://www.facebook.com/indodax

    INDODAXAcademy            : https://indodax.com/academy

    INDODAXPress Release   https://blog.indodax.com/newsroom-press-release





    Sumber : blog.indodax.com

  • Bitcoin Koreksi ke Bawah US$90.000, INDODAX: Tensi Geopolitik Global Picu Aksi Jual

    Jakarta, 21 Januari 2026 — Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah dan turun ke bawah level psikologis US$90.000 pada perdagangan Rabu (21/1), seiring meningkatnya tensi geopolitik dan aksi jual di pasar aset berisiko. Pelemahan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang tarif Amerika Serikat (AS) terhadap Eropa, yang dikaitkan dengan tekanan Washington kepada Denmark agar mempertimbangkan kembali kendalinya atas Greenland, serta gejolak di pasar obligasi Jepang yang memicu sentimen risk-off secara luas.

    Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sempat menyentuh kisaran US$87.000 sebelum bergerak fluktuatif. Tekanan tidak hanya terjadi di pasar kripto, tetapi juga meluas ke pasar saham global. Indeks utama Wall Street, termasuk S&P 500 dan Nasdaq, ditutup melemah lebih dari dua persen, sementara imbal hasil obligasi pemerintah bergejolak dan harga emas melonjak sebagai aset lindung nilai.

    Menanggapi kondisi ini, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai pergerakan ini mencerminkan keterkaitan kripto yang semakin erat dengan dinamika makroekonomi dan geopolitik global. “Dalam situasi seperti ini, Bitcoin tidak berdiri sendiri. Ketika pasar global masuk ke fase risk-off akibat ketegangan geopolitik, kebijakan perdagangan, dan tekanan di pasar obligasi, aset berisiko cenderung mengalami koreksi secara bersamaan akibat aksi jual.” ujar Antony.

    Menurut Antony, kepanikan jangka pendek kerap muncul ketika investor global berusaha menyeimbangkan ulang portofolio investasi mereka di tengah ketidakpastian. Hal ini terlihat dari meningkatnya volatilitas, lonjakan volume perdagangan, serta tekanan di pasar derivatif kripto. “Yang perlu dicermati adalah bahwa pergerakan ini lebih didorong oleh faktor eksternal, bukan perubahan fundamental di ekosistem Bitcoin dan kripto. Dinamika suku bunga, likuiditas global, dan arah kebijakan geopolitik saat ini menjadi variabel utama yang memengaruhi harga.” lanjutnya.

    Ia menambahkan bahwa sejarah pasar kripto menunjukkan fase koreksi tajam sering kali beriringan dengan guncangan makro, terutama ketika Bitcoin semakin diperlakukan sebagai bagian dari aset global oleh investor institusional. “Partisipasi institusi membuat Bitcoin lebih responsif terhadap isu global. Ini adalah konsekuensi dari maturasi pasar, di mana kripto semakin terintegrasi dengan sistem keuangan global,” kata Antony.

    Meski demikian, Antony menekankan bahwa volatilitas tetap menjadi karakter inheren pasar kripto. Investor, menurutnya, perlu memahami konteks pergerakan harga secara menyeluruh dan tidak semata melihat fluktuasi jangka pendek. “Periode seperti ini menegaskan pentingnya perspektif jangka panjang dan pemahaman risiko. Pasar kripto akan terus bergerak mengikuti arus global, dan ketahanan investor diuji justru saat ketidakpastian meningkat,” tutup Antony.

    Antony menekankan bahwa volatilitas tinggi seringkali memicu perilaku fear of missing out (FOMO) di kalangan investor. Dalam situasi seperti ini, ia menilai penting bagi pelaku pasar untuk tetap disiplin melakukan do your own research (DYOR), memahami risiko, serta tidak mengambil keputusan investasi berdasarkan tekanan emosi jangka pendek di tengah ketidakpastian global.

    ***

    Tentang INDODAX

    INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan Blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 9,7 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 450+ aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

    Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015 & 27001:2013.

    Sejak berdiri sebelas tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

    Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

    Telegram                               : https://t.me/indodaxroom

    Instagram                              : https://www.instagram.com/indodax

    Tiktok                                     : https://www.tiktok.com/@indodax

    Twitter                                    : https://twitter.com/indodax

    Youtube                                  : https://www.youtube.com/c/indodax

    Facebook                               : https://www.facebook.com/indodax

    INDODAXAcademy            : https://indodax.com/academy

    INDODAXPress Release   : https://blog.indodax.com/newsroom-press-release





    Sumber : blog.indodax.com

  • Bitcoin Menguat ke $97.000, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto

    Jakarta, 15 Januari 2026 – Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan sempat menembus level $97.000 sebelum terkoreksi tipis ke level US$95.000–US$96.000 pada Kamis (15/1) setelah rilis data inflasi Amerika Serikat Desember 2025 yang cenderung sesuai dengan ekspektasi pasar. 

    Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), inflasi AS tercatat naik 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan, sementara inflasi inti (core inflation rate) tetap terkendali di level 0,2% m/m dan 2,6% y/y. Kenaikan inflasi tersebut terutama didorong oleh sektor perumahan (shelter) yang naik 0,4% m/m. Dalam kondisi inflasi yang relatif stabil dan terkendali, bank sentral (The Federal Reserve) umumnya memiliki ruang untuk mempertahankan, atau dalam kondisi tertentu menurunkan, suku bunga guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

    Menanggapi data tersebut, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menilai stabilnya inflasi memberi ruang bagi pasar kripto untuk bergerak lebih leluasa setelah periode konsolidasi yang cukup panjang. “Angka inflasi Desember 2025 masih sejalan dengan ekspektasi, sehingga pasar relatif lebih tenang. Dalam kondisi seperti ini, investor global biasanya mulai kembali melirik aset berisiko, termasuk kripto, karena ketidakpastian kebijakan moneter menurun dan likuiditas global berpotensi tetap terjaga. Untuk saat ini pelaku pasar akan fokus menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed sambil mencermati data ekonomi berikutnya,” ujar Antony.

    Selain faktor makro, penguatan Bitcoin juga terjadi di tengah aksi pembelian oleh institusi besar. Strategy Inc. mengumumkan penambahan kepemilikan Bitcoin senilai lebih dari US$1 miliar di awal 2026, yang menjadi pembelian terbesarnya sejak pertengahan 2025. Langkah tersebut memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar dan turut memberi dorongan sentimen pasar, meskipun permintaan ritel global masih cenderung terbatas.

    Menurut Antony, konsistensi akumulasi oleh institusi besar memperkuat pandangan bahwa Bitcoin semakin dipandang sebagai aset dengan fundamental yang kuat. “Institusi tidak masuk karena momentum sesaat. Akumulasi yang dilakukan secara berkelanjutan mencerminkan keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin, terlepas dari volatilitas jangka pendek yang masih terjadi,” ujarnya.

    Selain Bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainnya juga mencatatkan penguatan dalam periode yang sama. Ethereum, Solana, dan beberapa altcoin besar bergerak lebih agresif, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko setelah tekanan makro mereda.

    INDODAX turut mengimbau pelaku pasar untuk tetap mengedepankan manajemen risiko yang disiplin dan melakukan riset secara mandiri atau Do Your Own Research (DYOR), mengingat volatilitas masih menjadi karakter utama dalam pasar aset kripto.

    ***

    Tentang INDODAX

    INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan Blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 9,6 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 450+ aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

    Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (PAKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015 & 27001:2013.

    Sejak berdiri sebelas tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

    Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

    Telegram                               : https://t.me/indodaxroom

    Instagram                              : https://www.instagram.com/indodax

    Tiktok                                     : https://www.tiktok.com/@indodax

    Twitter                                    : https://twitter.com/indodax

    Youtube                                  : https://www.youtube.com/c/indodax

    Facebook                                : https://www.facebook.com/indodax

    INDODAX Academy           : https://indodax.com/academy

    INDODAX Press Release   : https://blog.indodax.com/newsroom-press-release





    Sumber : blog.indodax.com

  • IOST, ATT and ENERGI Listing on Indodax

    [For English Version See Below]

    Halo Member Indodax,

    Dengan senang hati kami mengumumkan tiga aset kripto baru yang akan ditambahkan ke marketplace Indodax yaitu IOST (IOST), Attila (ATT) dan Energi (NRG). Deposit IOST, ATT dan NRG dimulai hari Rabu, 29 Juli 2020 jam 14:00 WIB dan trading dimulai hari Kamis, 30 Juli 2020 jam 14:00 WIB.

    IOST, ATT dan NRG merupakan Aset Kripto pilihan manajemen Indodax yang telah melalui tahap Due Diligence. Untuk informasi hasil Due Diligence dalam Bahasa Indonesia dapat diakses melalui link berikut IOST, ATT dan NRG.

    Tentang IOST
    IOST (IOST) adalah jaringan blockchain yang sangat cepat dan terdesentralisasi berdasarkan pada algoritma konsensus generasi berikutnya, Proof of Believability (PoB). IOST berada di peringkat ke-90* dari 5784 aset kripto dengan harga Rp. 84,-. Total pasokan adalah 21,998,275,399 IOST.
    Untuk informasi lebih lengkap mengenai IOST, silakan kunjungi link berikut.

    Tentang ATT
    Attila (ATT) adalah protokol komunikasi informasi terdesentralisasi yang didasarkan pada teknologi blockchain yang berkomitmen untuk menyediakan solusi komunikasi lintas platform yang otonom untuk jejaring sosial global. Attila berada di peringkat ke-233* dari 5784 aset crypto dengan harga Rp1,979-. Total pasokan adalah 3,000,000,000 ATT.
    Untuk informasi selengkapnya Tentang ATT, silakan klik link berikut.

    Tentang NRG
    Energi (NRG) adalah cryptocurrency pendanaan mandiri yang dioptimalkan secara ekonomi, dikombinasikan dengan kemampuan smart contract dan tata kelola terdesentralisasi. NRG berada di peringkat ke-104* dari 5784 aset crypto dengan harga Rp.32,067-. Sirkulasi pasokan adalah 31,319,217 NRG. Terkait standard keamanan yang baru, NRG meningkatkan konfirmasi yang dibutuhkan untuk melakukan deposit menjadi 5.000 (artikel lengkap silakan klik link berikut)
    Untuk informasi selengkapnya Tentang NRG, silakan klik link berikut.

    *Harga dan peringkat berdasarkan Coinmarketcap.com pada 27 Juli 2020 pukul 11.00 WIB.

    Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi [email protected] atau melalui Call Center kami 021-50525588.

    Salam,
    INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange

    ~

    Hello Indodax Member,

    We are pleased to announce three new Crypto Assets that will be added to the Indodax marketplace, IOST (IOST), Attila (ATT) and Energi (NRG). IOST, ATT and NRG deposits start on Wednesday, July 29, 2020, at 02:00 PM and trading starts on Thursday, July 30, 2020, at 02:00 PM.

    IOST, ATT and NRG are three Crypto Assets that has passed the Due Diligence process and will be listed based on indodax management choice. For more information on the results of Due Diligence, can be accessed via the following link IOST, ATT and NRG.

    About IOST
    IOST (IOST) is an ultra-fast, decentralized blockchain network based on the next-generation consensus algorithm Proof of Believability (PoB). IOST is ranked 90th* out of 5784 crypto assets at price of Rp.84. The Total supply is 21,998,275,399 IOST.
    For more complete information About IOST, please visit the following link.

    About Attila
    Attila (ATT) is a decentralized information communication protocol based on blockchain technology. It is committed to providing an autonomous cross-platform communication solution for global social networks. Attila is ranked 233th* out of 5784 crypto assets at a price of Rp.1,979-. Total supply is 3,000,000,000 ATT.
    For complete information About Attila and ATT, please visit the following link.

    About Energi
    Energi (NRG) is a powerful economically-optimized self-funding cryptocurrency, combined with smart contract capabilities and decentralized governance. NRG is ranked 104th* out of 5784 crypto assets at a price of Rp.32,067-. Circulating supply is 31,319,217 NRG. Regarding the new standard of security, NRG increased the number of confirmations needed to deposit to 5.000 (For reference, please visit the following link).
    For complete information About NRG, please visit the following link.

    *Prices and rankings are based on Coinmarketcap.com on July 27, 2020, at 11.00 am.

    For further questions, please contact [email protected] or through our Call Center 021-50525588.

    Regards,
    INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





    Sumber : blog.indodax.com

  • Situasi Market Cryptocurrency: Profit dengan Trading NXT mencapai 24% hanya dalam waktu 5,5 jam!

    Harga buka Bitcoin hari ini masih stabil di angka 3 juta rupiah per BTC meskipun tadi siang sempat menyentuh harga 3,1 juta selama beberapa saat saja. Melihat pergerakan harga Bitcoin sejak tadi malam terus berada di bawah 1%, mungkin Anda akan merasa jenuh menunggu harga Bitcoin bergerak lagi untuk mendapatkan profit. Bagaimana kalau kita pantau pasar lain yang jauh lebih fluktuatif dan menguntungkan?

    Kemarin, tepatnya tanggal 19 Mei 2015, harga NXT mengalami peningkatan yang cukup drastis! Jika Anda pantau pergerakan harga NXT di pasar Poloniex dini hari ini, Anda dapat melihat bahwa dalam waktu 5,5 jam saja, profit dengan trading NXT bisa mencapai angka 24%! Sudahkah Anda mencoba bermain dengan coin ini?

    Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan grafik berikut ini.

    tumblr_nomlb8r3AS1u0fj9bo1_1280

     

    Lihatlah garis merah di atas. Kenaikan harganya cukup ekstrim, bukan? Dan jika Anda perhatikan pergerakan harga selanjutnya setelah titik tersebut, NXT juga terus mengalami penurunan dan kenaikan harga yang jauh lebih fluktuatif daripada Bitcoin hari ini. Ada baiknya jika Anda tukarkan sedikit BTC Anda ke NXT untuk menambah profit dan memperbanyak BTC Anda sebelum dijual kembali ke Rupiah.

    Harga dibuka pada pukul 03.30 WIB dini hari kemarin di angka 0.00003787 BTC/NXT. Dari titik tersebut, harga terus beranjak naik sampai menyentuh titik puncak 0.00004696 BTC/NXT

    Jika dibandingkan dengan harga buka pada jam 03.30 WIB, maka NXT mengalami peningkatan harga sebanyak 24% dalam waktu 5,5 jam saja!

    Di VIP indodax.com kini juga sudah tersedia NXT yang bisa Anda tukarkan secara gratis dengan Bitcoin Anda. Tidak hanya itu, VIP juga menyediakan berbagai alternate coins lain yang rata-rata memiliki pergerakan harga yang jauh lebih fluktuatif daripada Bitcoin. Coba tukarkan BTC Anda ke alt coins favorit Anda di VIP dan nikmati kemudahan trading dengan biaya transaksi 0%!

    indodax.com, your trusted Bitcoin solution!





    Sumber : blog.indodax.com

  • Cara Trading Short Selling – Peringatan : Expert only

    Salam Trader Bitcoiners,

    Sudah lama saya tidak menulis di blog ini kembali. Sebelumnya saya pribadi ingin menggucapkan Selamat Tahun Baru untuk para Bitcoiner – semoga tahun ini menjadi tahun yang barokah dan penuh dengan profit.

    Sebuah awal tahun yang menggila untuk kita sesama Bitcoiners khususnya dengan turunnya harga Bitcoin kembali sebagai aksi taking profit dan menjelang perayaan Chinese New Year yang membuat para investor china sebagaimana biasanya menjual aset komoditas nya untuk persiapan perayaan tahun baru. Chinese New Year itu seperti budaya Lebaran kalau di Indonesia – di rayakan secara sangat besar-besaran nationalwide dan konsumtif 🙂

    Berangkat dari situasi yang membuat harga Bitcoin cenderung turun ini saya ingin sedikit membagi sebuah teknik trading sederhana yang tetapi tidak disarankan bagi orang yang baru pertama-tama belajar trading : “Short Selling”

    Untuk para pemaen forex atau trader komoditas tentunya teknik short selling ini bukan lah hal yang awam karena fungsi ini ada pada bawaan trading platform sehingga bahkan trader tidak mengetahui sebenarnya bagaimana skema short selling pada teorinya (biasanya tau secara praktek yaitu  pokoknya profit kalau harga turun). Note : bedakan cut loss dan short selling. Ini dua hal yang berbeda !

    Jual kosong atau short selling adalah suatu istilah yang dipergunakan dalam dunia keuangan adalah suatu cara untuk memperoleh profit dari penurunan harga. Short selling adalah suatu cara yang digunakan dalam penjualan komoditas di mana investor/trade menjual komoditas  dengan harga tinggi dengan harapan akan membeli kembali dan mengembalikan pijaman komoditas pada saat komoditas turun.

    Beberapa platform Bitcoin trading di luar negeri sudah menerapkan fungsi short selling ini seperti HUOBI, OKcoin, dan lainnya (biarpun feature ini mempunyai banyak  masalah finance yang membuat website seperti Bitstamp, Itbit, Indodax.com tidak mau menerapkan feature ini untuk menghindari resiko liquiditas).

    Tetapi tahukah Anda sebenarnya platform marketplace seperti Indodax.com dapat kita lakukan short selling untuk menambah profit ?

    Untuk melakukan teknik ini dibutuhkan 2 syarat :

    • Anda mencintai Bitcoin (karena butuh stok bitcoin diawal yang tidak mau anda cairkan)
    • Anda yakin bahwa market yang mau di shorting akan mengalami penurunan harga

    Syarat pertama sangat mudah dipenuhi karena kita semua Bitcoiners 😀  Bagaimana syarat kedua ? Syarat kedua juga sangat mudah untuk dipastikan. Bagaimana cara melihatnya ? Cukup lakukan dua checkbox ini dan kalau kedua syarat terpenuhi biasanya harga market tersebut cenderung akan turun:

    • Market Bitcoin tersebut memiliki volume transaksi kurang dari 5% market dunia sehingga harga di market tersebut tidak begitu mempengaruhi market luar negeri
    • Selisih harga market tersebut lebih dari 1% dari harga rata-rata Bitcoin international (lihat index harga coindesk).

    Dan biasanya Indodax sering sekali memenuhi 2 syarat itu sehingga pergerakan harganya cenderung lebih mudah ditebak. Biasanya market yang mempunyai beda harga lebih dari 1% dari harga international akan cenderung secara perlahan tapi pasti mendekati harga international.

    Nah sekarang untuk menjelaskan teknik shorting ini kita perlu mengingat kembali prinsip utama trading itu hanya satu pasang :  “Beli Murah – Jual Mahal”  bukan “Beli Mahal – Jual Murah” Tetapi urutan nya tidak harus berurutan. Artinya Anda boleh melakukan “Jual Mahal – Beli Murah”

    Selama urutan itu terpenuhi berarti anda profit, kalau urutan itu tidak terpenuhi artinya anda rugi. Itu Golden Rules trading yang tidak boleh dilanggar.

    Sekarang mari kita jelaskan cara shorting ini dengan sebuah cerita agar mudah dipahami :

    Budi adalah seorang trader yang sangat mencintai bitcoin. Dia sangat percaya Bitcoin secara jangkan panjang akan mengalami kenaikan harga sehingga dia membeli Bitcoin setiap bulannya 1 juta rupiah. Pada akhirnya dia memiliki  100juta rupiah dan 10 bitcoin sebagai modal tradingnya. Dia sangat mencintai 10btc nya dan tidak ingin kehilangan 10 bitcoinnya.

    Bitcoin di dalam perjalannya kadang mengalami kenaikan dan kadang mengalami penurunan. Suatu kali dia melihat ada selisih harga dimana Indodax lebih tinggi 200ribu dibandingkan Huobi yang merupakan pertanda jelas bahwa harga Indodax akan mengalami penurunan. Lalu kalau Anda menjadi Budi apa yang akan Anda lakukan ? Apakah Anda akan diam saja melihat harga bitcoin turun atau Anda akan memanfaatkan momen turun yang jelas akan terjadi ini ?

    Budi sebagai seorang trader ulung menghitung dengan baik berapa rupiah dan Bitcoin yang dimilikinya lalu dia memutuskan menjual 10 btc yang dia miliki di harga 6.100.000 (huobi 5.900.000) lalu setelah itu dia memasang harga beli saat itu juga di harga 6.001.000 sambil terus memantau pasar.  Ternyata setelah satu hari benar harga Indodax mengalami penurunan hingga 5.970.000 biarpun market international terjadi bounce back oleh Huobi ke harga 5.950.000. 

    Maka Budi mendapatkan kembali bitcoin yang dimiliki + profit rupiah dengan perhitungan sebagai berikut :

    Jual : 10 btc  * 6.100.000 – (biaya market 10 btc  * 6.100.000 *  0.3% ) = 60,817,000  

    Beli : 10 btc * 6.001.000 = 60.10.000  (tanpa biaya karena limit)

    Profit :  807.000

    Budi mendapatkan kembali saldo 100.807.000 rupiah dan 10 btc nya kembali. Menarik bukan ?

    Perlu diingat ada beberapa catatan dalam menerapkan teknik ini:

    • Hitung biaya trading jangan sampai terjadi kesalahan hitung
    • Jarak harga jual dan harga beli jangan terlalu jauh – ingat prinsip jual mahal beli murah. Jangan serakah
    • Lakukan memasang order buy dengan market limit segera atau berarti anda bukan menerapkan teknik shorting tetapi menerapkan teknik cut lose (Biasanya justru akan membuat terjadi kecendrungan “jual murah – beli mahal” )
    • Jual dengan teknik instan karena akan mendorong penonton market untuk ikut turun / panik sell
    • Jarak jual dan beli jangan terlalu jauh dan tetap diatas market international agar memastikan anda tidak terkena efek rebound
    • Apabila terjadi rebound di market international, segera beli kembali bitcoin anda dengan market instan.
    • Jangan panik dan tetap tenang perhatikan kekuatan orderbook market sell untuk memastikan anda sempat untuk membeli balik pada saat terjadi market rebound di market international
    • Teknik ini super efektif pada saat terjadi downtrend
    • Teknik Short Selling ini pada intinya meminjam bitcoin dari diri sendiri untuk dibeli kembali di masa depan

    Semoga teknik ini bisa membantu para trader memanfaatkan momen gap antara Indodax dan pasar international !

    Salam Profit,

    Ourteam_IMG_2390
    Oscar Darmawan
    Bitcoin Trader

    Catatan : Semua keputusan untuk menjual atau membeli Bitcoin adalah keputusan pribadi. Kami  tidak bertanggungjawab atas kerugian yang tercipta, baik secara langsung maupun tidak langsung, dan pada saat ini atau di masa depan atas transaksi Digital Currency yang Anda lakukan.





    Sumber : blog.indodax.com

  • Bitcoin Gathering in Semarang 25 April 2015

    Halo, Bitcoiners!

    Bergabunglah dengan komunitas Bitcoin Indonesia dalam acara “Bitcoin Gathering” di Semarang!

    Acara ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 25 April 2015 di Food Court DP Mall Semarang. Acara yang juga dihadiri oleh CEO Indodax.com, Bapak Oscar Darmawan, akan berlangsung dari pukul 14.00 WIB hingga selesai. Dalam acara ini, Anda dapat berbagi pengalaman dengan para Bitcoiners di Indonesia, sekaligus menambah pengetahuan baru mengenai perkembangan-perkembangan baru seputar dunia Bitcoin dan pasarnya di Indonesia.

    Untuk info lebih lanjut, Anda dapat mengkontak langsung Bapak Aditya Suseno di nomor 0817 0575 557 atau berkunjung ke forum melalui link ini.

    Sampai ketemu besok di Semarang, Bitcoiners!





    Sumber : blog.indodax.com

  • Bergabunglah dalam Konferensi Inside Bitcoins di Hong Kong!

    Halo, Bitcoiners!

    indodax.com mengajak Anda untuk bergabung dalam Konferensi Inside Bitcoins di Hong Kong Convention and Exhibition Center yang akan berlangsung pada tanggal 14-15 Mei 2015. Para CEO ternama dari perusahaan-perusahaan Bitcoin internasional termasuk Roger Ver yang merupakan salah satu pendiri Bitcoin Foundation, akan hadir sebagai pembicara dalam membahas regulasi Bitcoin, perkembangan dan masa depan Bitcoin di Asia, serta berbagai hal lainnya. CEO indodax.com, Oscar Darmawan, juga akan tampil sebagai salah satu speaker yang akan membahas tentang “Bitcoin for Brick-and-Mortar merchants” di Indonesia.

    Anda berkesempatan untuk hadir di acara ini dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui link ini. Khusus untuk keluarga besar indodax.com, Anda mendapatkan diskon 50% untuk pembelian tiket masuk dengan cara memasukkan kode 50Darmawan ketika register. Tentu saja, Anda dapat membayar semuanya dengan Bitcoin!

    Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan klik disini.

    Sampai jumpa di Hong Kong, Bitcoiners!





    Sumber : blog.indodax.com