Tag: xrp

  • Mike Novogratz: Kasus XRP Segera Selesai

    Mike Novogratz, CEO Galaxy Digital mengatakan reli kenaikan XRP secara global mengindikasikan bahwa kasus Ripple Labs dengan SEC mungkin segera selesai.

    “Dengan nilai ekuitas Ripple hanya US$2 milyar di pasar sekunder, saat ini XRP masih tergolong sangat murah. Tapi, jika mungkin kasus ini jauh dari selesai, maka yang terjadi bisa sebaliknya,” katanya.

    Baca Juga: XRP dan BNB Koin Paling Moncer Pekan ini

    XRP mencapai US$1,496, level tertinggi sejak 21 Januari 2018, sebelumnya hari ini di bursa Bitstamp, melonjak lebih dari 281 persen hanya dalam satu bulan.

    Stephen Palley dari Anderson Kill mengklaim bahwa reli XRP ini tidak mungkin terkait dengan dugaan bahwa kasus ini akan selesai.

    “Kecuali memang ada informasi dari orang dalam,” kata Palley.

    Namun Palley mengakui bahwa Ripple Labs telah melakukan langkah lebih baik dari yang diharapkan dalam perselisihan dengan SEC (Komisi Bursa dan Sekuritas) AS.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ternyata Ini Pemicu XRP Naik 50% Lebih dalam Satu Hari!

    Ripple (XRP) baru saja mengalami apresiasi yang cukup signifikan yang mendorong harganya naik hingga lebih dari 50% hanya dalam satu hari.

    Banyak pihak yang terkejut dengan apresiasi ini karena terjadi secara dadakan. Namun, ternyata terdapat beberapa pemicu dibalik tingginya apresiasi ini.

    Rencana Inklusivitas Ekosistem Keuangan XRP

    Rencana dorongan baru untuk inklusivitas keuangan global nampaknya menjadi pemicu apresiasi pertama untuk XRP.

    Hanya dalam satu hari, XRP berhasil naik lebih dari 50%, membentuk pergerakan positif keluar dari depresiasi sejak November 2020.

    Lonjakan volume transaksi pertama terjadi setelah adanya publikasi resmi dari Ripple mengenai situs berjudul “Creating a More Financially Inclusive and Sustainable Future”.

    Situs tersebut memiliki arti menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk masa depan.

    Baca juga: Ripple Ekspansi ke Asia Tenggara, Membeli 40% Perusahaan Ini

    Tertulis bahwa situs membahas rencana proyek tersebut yang bertujuan untuk membentuk kesetaraan kesempatan dalam perekonomian.

    Terdapat beberapa rekan kerja sama seperti perusahaan berbasis keuangan dan teknologi, universitas, perusahaan non-pemerintah (NGO), yayasan, dan wirausahawan sosial.

    Akuisisi Platform Pembayaran

    Lonjakan volume transaksi kedua terjadi setelah adanya kabar mengenai akuisisi platform pembayaran lintas negara oleh Ripple.

    Pemicu tersebut terlihat memberikan dampaknya pada 5 April 2021, dengan adanya pengumuman melalui Twitter resmi Ripple.

    Dengan adanya kedua pengumuman tersebut, XRP telah naik sekitar 257% sejak 4 April 2021 dalam volume perdagangan.

    Di waktu yang sama, harga XRP telah naik sekitar 64,86%, membentuk pemulihan keluar dari pergerakan depresiasi sejak November 2020.

    prediksi xrp
    XRP Keluar dari Depresiasi November 2020

    Ripple juga memiliki potensi kabar positif lain dengan rumor sidang dengan Securities and Exchange Commission (SEC) akan mencapai keputusan.

    Terdapat rumor bahwa akan ada keputusan resmi terhadap kasus sidang Ripple dan SEC pada Hari Rabu, 7 April 2021, namun belum ada kabar resmi.

    Baca Juga: April Bullish! Review Pergerakan Harga Bitcoin, BNB, dan DOT

    Selain itu, terdapat rumor yang beredar bahwa Coinbase akan mendaftarkan kembali (listing) XRP pada bursanya.

    Hingga saat ini belum ada kabar resmi mengenai kedua hal tersebut, tetapi melihat dukungan dari investor dan juga pemilik Token XRP, pergerakan ke depannya masih relatif kuat.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Masih Kuat di Persidangan!

    Kasus persidangan Ripple dengan Securities and Exchange Commission (SEC) nampaknya masih terus berlanjut, dan Ripple terlihat masih kuat.

    Pengacara Ripple, Jeremy Hogan, telah memberikan komentarnya mengenai sidang terakhir antara Ripple dan SEC, dimana SEC terlihat mulai terpojok.

    Baca Juga: Berikut Cara Menggunakan Fibonacci Retracement dengan Tepat

    Ripple Masih Kuat dalam Pengadilan

    Hogan menyatakan bahwa dalam sidang terakhir, hakim pengadilan memberikan pernyataan yang cukup mencekam, dimana ia memotong pernyataan pengacara CEO Ripple. Ia menyatakan,

    “Pengetahuan saya tentang XRP adalah aset ini tidak hanya memiliki nilai seperti mata uang namun memiliki nilai kegunaan yang membuatnya beda dengan Bitcoin dan Ethereum.”

    Pengacara CEO Ripple, Matthew Solomon, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pernyataan hakim dan menyatakan bahwa XRP mirip dengan Ethereum.

    Tapi, dengan pernyataan tersebut, hakim terlihat yakin dengan adanya nilai kegunaan dan nilai seperti mata uang, oleh XRP.

    Dengan adanya pernyataan dari hakim tersebut, argumen SEC bahwa Ripple adalah sebuah saham dapat membuat kredibilitas SEC hilang di pengadilan.

    Selain itu, pernyataan tersebut juga menyetujui adanya nilai kegunaan XRP, yang merupakan argumen awal dari Ripple saat dituntut.

    Hakim juga mempertanyakan teori yang dibentuk oleh pengacara dari SEC yaitu pernyataan,

    “Semua yang menjual XRP, termasuk anda dan saya, telah melakukan penjualan terhadap saham secara ilegal.”

    Kemudian, pengacara dari SEC menjawab keraguan teori tersebut dengan menyatakan bahwa,

    “Jika mengacu pada bagian 4, maksud dari pernyataan tersebut adalah, hanya Ripple dan yang terikat dengan Ripple telah melakukan penjualan XRP secara ilegal.”

    Pernyataan tersebut walau terlihat mengelak, telah membuka kejelasan untuk bursa di Amerika dapat mengembalikan XRP ke dalam daftar aset yang diperdagangkannya.

    Masih Mempertahankan Hak dan Berkembang

    Hingga saat ini, Ripple masih terlihat kuat untuk mempertahankan haknya dalam kasus sebagai pihak yang benar. Dalam beberapa tanggapannya, Ripple menyatakan,

    “Kami tidak pernah menawarkan atau menjual XRP sebagai alat investasi dan para pemilik XRP tidak memiliki hak atas Ripple sebagai perusahaan dalam segi kepemilikan maupun keuntungan.”

    Sebagai tambahan, Ripple juga berargumen bahwa nilai nyata dari XRP tergantung dari transaksi yang terjadi di sekitarnya. Pihak Ripple menyatakan,

    “Memperlakukan XRP sebagai saham sangat berlawanan dengan sifat nyata XRP akibat adanya beberapa hal yang terikat dalam penerbitan saham.”

    Dari 23 yurisdiksi besar di pasar keuangan, sembilan masih belum melakukan peneguran terhadap perusahaan terkait crypto.

    14 yurisdiksi lainnya masih terlihat menggunakan strategi yang lebih lembut dibandingkan SEC yang mulai “menyerang” crypto.

    Namun, untuk XRP sendiri, walau masih menghadapi tekanan, nampaknya perusahaan masih terus melangkah untuk memberikan perkembangan dalam sisi operasional.

    Baca juga: Masih Menghadapi Ketidakpastian, XRP Tetap Naik 130% di 2021

    Saat ini XRP juga masih mendapat dukungan dari para investor dan pemilik tokennya, walau belum diberikan izin oleh Ripple.

    Selain itu, XRP juga dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk mengayomi mata uang digital bank sentral, walau belum ada kepastian.

    Sehingga, saat ini masih terdapat sentimen positif di sekitar XRP, yang kemungkinan besar dapat membuat harganya terus bergerak positif, melanjutkan beberapa hari terakhir.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ada apa dengan Ripple XRP?

    Kinerja koin asli Ripple, XRP nampak melemah di pasar. Namu ternyata, data dari platform informasi Santiment menunjukkan hal yang berbeda yaitu pertumbuhan whale XRP meningkat pesat. Setidaknya peningkatan terjadi di antara whale dengan 100.000 sampai 10.000.000 XRP.

    Melansir zycrypto, whale dengan 100.000 menjadi 1.000.000, ini meningkat 19,7 persen dari 14.525 menjadi 17.387 whale sehingga menjadi kategori whale dengan kenaikan tertinggi. Whale yang memegang 10.000.000 atau lebih XRP meningkat 10,4 persen dari 280 menjadi 309.

    Sementara mereka yang memegang 1.000.000 menjadi 10.000.000 koin tercatat peningkatan sekitar 2,2 persen, dari 1.307 menjadi 1.336 whale.

    Sejak XRP tembus ATH pada Januari 2018 seharga $ 3,53, harganya terus menurun hingga hanya diperdagangkan senilai $ 0,274. Penurunan XRP terlepas dari kinerja altcoin lainnya seperti LINK yang mampu menjadi cryptocurrency terbaik.

    Hal itu juga terlepas dari pertumbuhan Theter USDT yang stagnan hingga mampu meraih posisi ke-3 terbesar berdasarkan kapitalisasi pasarnya.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Naik, Kenapa Harga Koin Lain Turun?

    Dengan meningkatnya jumlah whale pada XRP, menunjukkan kepercayaan investor pada koin ini sekaligus menunjukkan masa depan yang cerah untuk XRP.

    Komunitas XRP atau yang dikenal sebagai XRP army merupakan komunitas crypto terkuat di dunia. Komunitas ini sudah bertahan lama, dan mereka percaya bahwa XRP akan mampu tembus harga $ 589.

    Optimisme komunitas XRP menuai kritik, tapi adopsi harga secara masal adalah hal penting untuk mendorong tren harga naik. Semakin banyak whale yang terus menumpuk koin, maka harganya akan mengikuti. Meski pun, tidak tahu pasti kapan ini akan terjadi di XRP.

    Pasar sempat mengalami kemunduran dengan Bitcoin yang mundur kembali ke $ 13.000, tapi Bitcoin telah bangkit dan begitu juga dengan XRP.

    Melihat perkembangan Bitcoin, banyak ahli pasar yang percaya bahwa XRP juga akan mengikuti perkembangan kemudian. Meski tidak tahu kapan ini akan terjadi, tapi XRP merupakan altcoin yang siap tampil saat terjadi ledakan di pasar.

    Baca Juga: Bank DBS Singapura Hadirkan Layanan Aset Digital

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sayap Ripple di Asia Pasifik Tak Terpengaruh Kasus dengan SEC

    Brad Garlinghouse, CEO Ripple Labs mengaku perluasan sayap perusahaannya di Asia Pasifik tidak terpengaruh kasus dengan SEC di Amerika Serikat.

    Ripple belum mengalami dampak apa pun dalam bisnisnya di Asia Pasifik setelah dituntut oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), kata Garlinghouse, Jumat (5/3/2021), dilansir dari Reuters.

    Pada akhir Desember 2020, SEC menuntut Ripple di pengadilan, terkait aset kripto XRP. Ripple dianggap melanggar aturan sekuritas. Menurut SEC, XRP tergolong penawaran sekuritas (kontrak investasi terhadap publik) senilai US$1,3 miliar.

    Kabar buruk itu, memaksa sejumlah bursa aset kripto di Amerikat Serikat dan di sejumlah negara lain, menangguhkan perdagangan XRP, sembari menantikan kepastian hukumnya.

    Baca Juga:  Coingate tangguhkan perdagangan xrp mulai 15 januari

    Maklumlah, XRP tergolong aset kripto “amat penting” karena berkapitalisasi pasar sangat tinggi, masuk 10 besar versi Coinmarketcap.com.

    “Tuntutan itu telah menghambat aktivitas di Amerika Serikat, tetapi tidak benar-benar memengaruhi apa yang terjadi pada kami di Asia Pasifik,” kata Garlinghouse.

    Katanya, Ripple dapat terus mengembangkan bisnis di Asia, khususnya di Jepang, karena kami memiliki kejelasan peraturan di pasar tersebut.

     

    Ia menambahkan, dia tidak mengetahui adanya bursa di luar Amerika Serikat yang telah menghentikan perdagangan XRP.

     

    “XRP diperdagangkan di lebih dari 200 bursa di seluruh dunia. Sebenarnya hanya tiga atau empat bursa di Amerika Serikat yang menghentikan perdagangan, ”ujarnya.

    Garlinghouse adalah salah satu dari dua eksekutif perusahaan yang dituduh oleh SEC pada Desember 2020, secara pribadi mendapatkan sekitar US$600 juta dari hasil penjualan XRP.

    Baca Juga: Soros dan Morgan Stanley Semakin Kepincut Bitcoin

    Gary Gensler, yang dicalonkan oleh Presiden Joe Biden untuk memimpin SEC, mengatakan dalam sidang di Kongres beberapa waktu lalu, untuk memberikan panduan dan kejelasan soal pasar aset kripto di negeri itu.

    Meskipun Bitcoin dianggap sebagai komoditas oleh regulator keuangan AS, sebagian besar aset kripto lainnya belum diklasifikasikan sebagai komoditas atau sekuritas.

    Ini adalah dampak dari ketidakjelasan peraturan, mengingat aset ini adalah kelas aset baru yang belum ada sebelumnya.

    Ripple sendiri telah menandatangani lebih dari 15 kontrak baru dengan sejumlah bank secara global sejak SEC mengajukan gugatannya, kata Garlinghouse, menambahkan bahwa ia percaya kurangnya kejelasan di Amerika Serikat telah menjadi “penghalang” untuk inovasi.

    “Kami melihat aktivitas likuiditas XRP tumbuh di luar Amerika Serikat dan terus tumbuh di Asia, tentunya di Jepang,” ujarnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Memasuki Siklus Bull Baru yang Bisa Membawanya Melonjak Menuju $1

    Ketika Bitcoin (BTC) menetapkan level tertinggi baru, XRP tampaknya akan memulai gelombang Bull barunya. Seorang analis cryptocurrency telah mengamati bahwa indikator teknikal tertentu menunjukkan adanya kemungkinan aset tersebut melonjak lebih dari 192% menuju $ 1.

    Wilayah $ 0,30 telah menjadi sangat penting untuk trend keseluruhan XRP selama beberapa tahun terakhir. Pada bulan Agustus tahun lalu, level tersebut bertindak sebagai Support kokoh yang membantu token menghindari kerugian besar selama Pullback.

    Namun, sejak itu, wilayah $ 0,30 telah bertindak sebagai Resistance alot yang menghalangi setiap upaya rally.

    Baca Juga: Survei: Pandemi Covid-19 Tingkatkan Minat Beli Bitcoin

    Sekarang, analis Magic melihat bahwa XRP dapat memulai pasar Bullish yang sangat dinantikan. Catatan ajaib bahwa XRP baru-baru ini telah menembus pola Falling Wedge yang besar. Analis memproyeksikan bahwa Altcoin ini dapat segera menargetkan kisaran $ 0,80- $ 0,92. Ini akan menandai apresiasi lebih dari 192% dari level harga saat ini, dikisaran $ 0,28.

     

    “Berdasarkan ukuran pola Falling Wedge, saya telah menemukan bahwa target naik seharusnya berada di sekitar level 0,80. Namun, penelusuran kembali 23,6% untuk seluruh pasar Bears ada di sekitar 0,92. Jadi, ada kemungkinan XRP bisa rally jauh di atas level 0,80 untuk menguji level 0,92. MACD mencetak ekspansi yang kuat ke atas, meningkatkan kemungkinan dorongan ke tingkat yang lebih tinggi.”

    xrp bullishSementara analisis Magic adalah musik untuk telinga investor XRP, analis memperingatkan bahwa mencapai harga setinggi langit ini tidak akan mudah.Sebagai permulaan, XRP harus mengatasi Resistance di $ 0,30 dan $ 0,35. Magic percaya ada kemungkinan besar bahwa crypto terbesar keempat akan melenyapkan rintangan ini dan selanjutnya akan membuka jalan untuk $ 0,55 dan $ 0,80. Ia pun mengatakan:

    “Jadi, sementara ada beberapa level Resistance yang kuat untuk dihadapi, saya pikir XRP bisa berada di ambang pasar Bullish kuat berikutnya yang kita semua telah tunggu-tunggu.” 

    Meningkatnya jumlah Whale XRP dalam beberapa bulan terakhir menambah kepercayaan pada sebuah teori bahwa XRP siap untuk rally parabola. Whale yang melahap XRP adalah tanda bahwa investor besar mengharapkan harga naik dalam waktu dekat.

    Baca Juga: Harga YFI Melonjak Drastis Seminggu Terakhir, Ini Kata Analia

    Secara teknikal, harga yang mulai mencoba bangkit bisa menjadi sinyal awal dari pandangan optimisme dalam artikel ini, namun tetap saja, pengaruh BTC akan selalu membayangi yang akan menentukan juga, sekuat apakah pandangan investor pada Altcoin ini untuk dijadikan kendaraan investasi untuk meraih keuntungan karena selama beberapa bulan lamanya, XRP hanya ada dikisaran lemah tanpa prospek. Kita lihat saja!

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Memberi Sinyal yang Bullish Meskipun Kinerja Lambat

    Pasar cryptocurrency telah berkinerja sanga baik dalam beberapa hari, tetapi XRP tidak mampu menyamai kenaikan signifikan yang terlihat oleh Bitcoin, Ethereum, dan banyak altcoin besar lainnya.

    Trend ini tampak jelas karena token ini hanya diperdagangkan secara marginal sementara Ethereum telah melonjak lebih dari 4% dan Bitcoin melonjak lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir.

    Terlepas dari kelemahan jangka pendek ini, analis mencatat bahwa token Ripple ini dapat diposisikan dengan baik untuk melihat kenaikan penting di hari-hari mendatang, yang mungkin memungkinkannya untuk naik menuju level Resistance kunci berikutnya di sekitar Rp 3.300.

    Pada saat pers, XRP diperdagangkan secara nominal dikisaran level Rp 2.980, ada kenaikan 0.4% dalam 24 jam.

    Dalam seminggu terakhir, crypto tersebut telah mampu menunjukkan beberapa tanda kekuatan karena naik dari Rp 2.820 ke level tertinggi yang ditetapkan sebelumnya hari ini. Jika dibandingkan dengan Bitcoin, XRP naik dikisaran 5% dan BTC naik hampir 9%.

    Token Ripple ini juga tertinggal di belakang banyak rekan-rekan lainnya, termasuk Ethereum, yang telah melihat kenaikan penting selama seminggu terakhir – mendorong dari level terendah Rp 2.6 juta ke level tertinggi Rp 3 juta-an pada hari ini.

    Kinerja XRP yang kurang baik dari pasar crypto adalah hal yang normak, karena pecinta crypto, secara konsisten, melihat aksi harga yang kurang bergairah dalm 3 tahun terakhir. Terlebih lagi, banyak yang mengatakan harga XRP diatur oleh pihak-pihak berkepentingan.

    BigCheds, analis crypto dengan 77.5k followers, men-tweet bahwa grafik hariannya terlihat “sedih dan kesepian.”

    Terlepas dari kinerjanya yang lamban, analis populer lainnya mencatat dalam cuitanya bahwa ia yakin XRP bisa menjadi Altcoin terbaik yang siap untuk melonjak dalam waktu dekat, menetapkan target naik sekitar 15% pada $ 0,22.

    “Selalu merasa aneh untuk mengatakan ini tetapi dari sebagian besar grafik yang saya lihat sekarang, XRP mencari dalam bentuk terbaik untuk Reversal bagi saya. 15% – pindah ke 0,22 tidak terasa terlalu keterlaluan.”

    Walaupun, tidak naik secara signifikan, harga crypto yang ini sangat stabil jika dibandingkan dengan BTC. Kenaikan harga akan terjadi jika BTC naik dan ada berita positif tentang XRP.

    sumber

     





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Grayscale Menghapus XRP, Bagaimana Nasib Harga XRP?

    XRP mulai kehilangan kekuatannya di ruang crypto dalam beberapa minggu terakhi karena gugatan SEC terhadap Ripple yang telah menyebabkan dampak buruk pada kinerja cryptocurrency dan posisinya dimata para investor.

    Laporan terbaru telah mengungkapkan beberapa kasus berbagai bursa teratas yang menghapus XRP dari layanan perdagangan mereka, sehingga mengakibatkan penurunan harga yang signifikan.

    Baca Juga: Tom Lee: Harga Bitcoin Bisa Lebih dari US$40 Ribu Pada Tahun Ini

    Menyusul laporan hari Selasa dari OTC Markets, perusahaan manajemen aset digital terbesar di dunia, Grayscale Investments, telah bergabung dalam daftar investor institusi yang menghapus XRP dari daftar crypto di kustodiannya.

    Dengan kata lain, Grayscale telah menjadi investor institusi terbaru yang menghapus XRP karena perusahaan dilaporkan telah menjual semua aset XRP dalam Grayscale Digital Large Cap Fund, dengan demikian, menggunakan hasil yang dihasilkan dari penjualan untuk membeli token tambahan dari Komponen Fund yang tersisa seperti Bitcoin dan ETH.

    Berdasarkan laporan tersebut, langkah untuk menghapus XRP dari daftar aset digital dalam portofolio Fund dilakukan oleh pengumuman sebelumnya yang dibuat oleh partisipan resmi Grayscale, Genesis Global Trading Inc.

    Baca Juga: Meneropong Potensi Blockchain dan Dapps di Tahun 2021

    Perusahaan mengumumkan akan menghentikan sementara perdagangan untuk XRP efektif mulai 15 Januari. Langkah untuk menghapus XRP sejalan dengan tinjauan triwulanan IMF. Dokumentasi Fund mengungkapkan;

    “Manajer dapat memutuskan untuk mengecualikan aset digital dari portofolio Reksa Dana meskipun memenuhi Kriteria Penyertaan Dana, termasuk, tetapi tidak terbatas pada jika Partisipan Resmi tidak memiliki kemampuan untuk memperdagangkan atau mendukung aset digital tersebut.”

    Pialang cryptocurrency di AS seperti Binance US, Coinbase, eToro mengumumkan akan men-delist XRP. Pialang Uphold akan mengambil keputusan tentang XRP ketika pengadilan sudah mengambil keputusan.

    Sejauh ini, grafik XRP turun dari Rp 8000 hingga Rp 3000-an, dan trading sideways sampai saat ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Litecoin Geser XRP dalam Kapitalisasi Pasar, Ini Penyebabnya

    Litecoin dan XRP terlihat baru saja bertukar posisi dalam urutan kapitalisasi pasar setelah Litecoin naik secara signifikan. Apresiasi dari Litecoin terlihat terjadi bersama dengan XRP yang masih terus turun walau saat ini sudah berkonsolidasi.

    Banyak pihak yang terlihat senang dan terkejut akibat kabar pertukaran posisi ini akibat sentimen XRP yang masih negatif. Namun banyak pihak yang masih bertanya, apa penyebab dari pertukaran posisi ini.

    Baca Juga: Riset: Hanya 4,2 Juta Bitcoin yang Likuid, Tanda Kenaikan Besar Lagi?

    Litecoin Menggeser XRP

    Secara singkat, pertukaran posisi ini terjadi akibat adanya apresiasi pada Litecoin dan depresiasi pada XRP. Pertukaran ini terlihat terjadi pada Hari Minggu kemarin, dimana Litecoin naik sekitar 12% dan XRP turun sekitar 25%.

    Saat itu, kapitalisasi pasar Litecoin naik menjadi $9,95 Miliar yang membawanya untuk mengalahkan kapitalisasi pasar XRP. Pada saat itu, perbedaan kapitalisasi pasar hanya berbeda $1 Juta yang membuat kondisinya rentan.

    Baca juga:XRP Makin Terpuruk, Adakah Harapan Untuk Bangkit?

    Hasilnya, pergantian posisi ini tidak bertahan lama akibat saat ini kapitalisasi pasar XRP sudah naik kembali. Saat ini perbedaan kapitalisasi sudah terlihat signifikan, dimana kapitalisasi XRP berada di $10,4 Miliar dan Litecoin di $9,86 Miliar.

    Hasilnya saat ini urutan kembali normal dimana XRP menduduki peringkat ke empat dan Litecoin menduduki peringkat ke lima. Kembalinya bergeser posisi ini terlihat terjadi akibat XRP yang naik dan mulai berkonsolidasi.

    Dikabarkan bahwa pergantian posisi ini disebabkan oleh adanya dua sentimen yang berbeda sehingga kedua koin terpengaruh secara signifikan. Perbedaan kedua sentimen ini diakibatkan satu sentimen berasal dari fundamental dan satu sentimen dari eksternal.

    Sentimen Pengaruh Pergeseran Posisi

    Untuk XRP sentimen yang terlihat masih sama yaitu kasus persidangan dengan SEC atau Securities and Exchange Commision. Hingga saat ini mayoritas pasar masih menunggu keputusan tuntutan dan nasib XRP ke depannya.

    Nasib XRP juga dibuat semakin buruk akibat banyaknya perlakuan delisting dari beberapa bursa besar secara internasional. Hasilnya saat ini sentimen terhadap XRP masih sangat negatif, namun harganya berhasil konsolidasi setelah turun sekitar 73% sejak adanya tuntutan.

    Untuk Litecoin, saat ini harganya masih terlihat positif walau sedang terkoreksi. Apresiasinya yang membawa posisinya naik diprediksi pasar terjadi akibat sentimen positif yang dibawa Bitcoin.

    Baca juga:Michaël van de Poppe: Bitcoin Berpotensi Mengangkat Altcoins

    Saat Bitcoin naik, dari $20.000 hingga saat ini, Cointelegraph menemukan bahwa terjadi apresiasi yang cukup signifikan dalam pasar crypto. Signifikansi ini terlihat dari volume perdagangan yang terus naik terutama di akhir Desember 2020.

    Oleh karena itu, mengingat Bitcoin masih punya kekuatan untuk naik setelah pemulihannya kemarin dan XRP yang masih terjerat kasus, kemungkinan Litecoin geser XRP kembali masih dapat terjadi. Tetapi kemungkinan besar hal ini dapat terjadi setelah Bitcoin naik kembali melewati $34.000.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lima Koin Teratas Mulai Bangkit dari Sell Off!

    Lima koin teratas BTC, ETH, XRP, litecoin, dan chainlink telah menunjukkan kebangkitannya setelah aksi jual minggu ini.

    Harga BTC naik menjadi lebih dari $18.000 setelah jatuh ke $16.000 pada hari Kamis karena ETH, XRP, Litecoin, dan chainlink mencatatkan  swing yang lebih liar.

    Baca Juga: Meski Turun Tajam, Ini Alasan Bitcoin Masih Bullish

    Kenaikan dipimpin oleh XRP, yang mengalami kenaikan lebih dari 10% selama 24 jam terakhir, diikuti Bitcoin, Ethereum, litecoin, dan chainlink naik sebesar sekitar 5%.

    Gabungan nilai cryptocurrency sudah berayun sekitar $100 miliar minggu ini setelah Bitcoin hampir mencapai level tertingginya sepanjang masa hampir $20.000 saat 2017 lalu.

    Aksi jual, yang membuat harga Bitcoin menurun 10% dalam hitungan jam, dianggap oleh pengamat pasar Bitcoin dan cryptocurrency adalah hanyalah koreksi sementara saja.

    “Harga BTC bisa menunjukkan fluktuasi yang tajam, jadi hal utama yang perlu diketahui adalah tahapan ini diperlukan untuk melanjutkan reli,” kata Alex Kuptsikevich, analis keuangan senior FxPro.

    “Indikator teknis telah berada di wilayah overbought yang ekstrim untuk waktu yang lama. Reli mulai tersendat menuju $20.000. Ini adalah level psikologi dan teknis yang serius dari resistensi untuk pasar, dan tidak ada keraguan bahwa hambatan ini akan terjadi dan menguji optimisme investor.”

    koin teratasBitcoin telah mengalami kenaikan sebesar 40% hingga November, didorong oleh kepopulerannya yang berkembang sebagai emas digital. Karena bunga bank-bank besar yang masih kalah jauh dengan tingkat pengembalian yang diberikan oleh Bitcoin. Oleh karenanya, bank-bank besar di Wall Street, dan sekumpulan investor terkenal memberikan nama kepada Bitcoin sebagai emas digital “lindung nilai potensial terhadap inflasi”.

    Baca Juga: Rumor Peraturan Baru, CEO Coinbase “Amerika Akan Tertinggal Soal Crypto”

    Reli Bitcoin dipicu oleh perusahaan pembayaran raksasa PayPal yang berencana menambahkan layanan pembelian dan penjualan Bitcoin. Hal ini menyebabkan cryptocurrency yang memiliki nilai yang lebih kecil, termasuk koin teratas di pasar seperti XRP, ETH, Ripple, litecoin, dan chainlink melonjak. Di bulan November ini saja, XRP sudah mengalami kenaikan sebesar 150%.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com