Tag Archives: xrp

XRP Tembus $1,47 Setelah Breakout, Trader Bidik Target Baru

Harga XRP mencatat kenaikan sekitar 3% dan menembus level US$1,47 setelah berhasil melewati zona resistensi penting yang sebelumnya menahan pergerakan harga selama beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah reli pasar kripto yang dipimpin oleh Bitcoin.

Lonjakan harga tersebut juga diiringi peningkatan volume perdagangan yang signifikan, dengan aktivitas transaksi melonjak lebih dari 250% selama pergerakan harga berlangsung.

XRP Tembus Resistensi Penting

XRP sebelumnya bergerak dalam fase konsolidasi selama beberapa bulan dan berulang kali gagal mempertahankan kenaikan di atas area pertengahan US$1,40.

Pergerakan terbaru menunjukkan bahwa token tersebut berhasil menembus level resistensi utama di sekitar US$1,426. Setelah menembus level tersebut dengan volume tinggi, harga XRP dengan cepat naik dari sekitar US$1,41 hingga mencapai US$1,47.

Breakout ini menjadi pergerakan signifikan pertama di atas level tersebut sejak awal 2026, sekaligus menggeser momentum jangka pendek ke arah pembeli.

Menurut Tim Research Tokocrypto, breakout ini konstruktif karena untuk pertama kalinya sejak awal 2026 XRP berhasil keluar dari range konsolidasi berbulan-bulan dengan volume yang meyakinkan.

“Tapi level kuncinya sekarang jelas: kalau area US$1,43-US$1,44 berhasil jadi support baru, momentum bisa lanjut ke US$1,50-US$1,55; kalau gagal, harga berisiko balik lagi ke range lama dekat US$1,39-US$1,40,” analisanya.

Baca juga: Trader XRP Mulai Mundur? Data Tunjukkan Tekanan Jual Meningkat

Volume Perdagangan Melonjak

Dilaporkan Coindesk, selama breakout tersebut, volume perdagangan XRP meningkat tajam hingga sekitar 170 juta token.

Lonjakan volume ini menunjukkan meningkatnya aktivitas pasar saat harga melewati level resistensi utama.

Dalam periode 24 jam terakhir, XRP juga tercatat bergerak dalam kisaran intraday sekitar 5%, mencerminkan tingginya volatilitas selama fase kenaikan.

Aktivitas XRP Ledger Terus Meningkat

Meski tidak ada katalis khusus yang secara langsung memicu kenaikan harga XRP, aktivitas di jaringan XRP Ledger dilaporkan terus meningkat.

Salah satu faktor yang diperhatikan pasar adalah pertumbuhan aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan tersebut.

Nilai komoditas yang ditokenisasi di XRP Ledger dilaporkan mendekati US$1,14 miliar selama kuartal pertama tahun ini, menandakan meningkatnya penggunaan jaringan tersebut.

Level Support Baru Jadi Perhatian Trader

Setelah breakout terjadi, pelaku pasar kini mengamati apakah zona resistensi lama dapat berubah menjadi level support baru.

Trader saat ini fokus pada area US$1,43 hingga US$1,44 sebagai zona support utama.

Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, XRP berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area US$1,50 hingga US$1,55.

Namun jika harga kembali turun di bawah US$1,43, breakout tersebut dapat melemah dan membuka kemungkinan penurunan kembali menuju kisaran konsolidasi sebelumnya di sekitar US$1,39 hingga US$1,40.

Dengan momentum yang masih positif, pergerakan XRP dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan level support barunya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Trader XRP Mulai Mundur? Data Tunjukkan Tekanan Jual Meningkat

Aktivitas pasar derivatif XRP menunjukkan tanda-tanda pelemahan minat risiko di kalangan trader. Sejumlah indikator utama di Binance memperlihatkan penurunan posisi terbuka, meningkatnya tekanan jual, serta funding rate yang bergerak ke wilayah negatif dalam waktu yang hampir bersamaan.

Kondisi ini menandakan bahwa banyak pelaku pasar mulai mengurangi eksposur mereka terhadap XRP di tengah ketidakpastian pasar kripto secara keseluruhan.

Open Interest XRP di Binance Menurun

Salah satu indikator utama yang diamati adalah Open Interest (OI) di Binance, yang merepresentasikan total nilai kontrak derivatif XRP yang masih aktif di pasar.

Data terbaru menunjukkan bahwa nilai OI mengalami penurunan dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini biasanya menandakan bahwa trader menutup posisi mereka, bukan membuka posisi baru.

Ketika Open Interest turun, aktivitas spekulatif di pasar derivatif biasanya ikut melemah karena jumlah kontrak yang diperdagangkan berkurang.

Tekanan Jual Terlihat di Pasar Derivatif

Selain Open Interest, indikator Perpetual Cumulative Volume Delta (CVD) di Binance juga menunjukkan penurunan.

CVD digunakan untuk mengukur akumulasi tekanan beli dan jual dalam kontrak futures perpetual. Penurunan indikator ini menunjukkan bahwa aktivitas jual saat ini lebih dominan dibandingkan aktivitas beli.

Kondisi tersebut menandakan bahwa pelaku pasar derivatif lebih banyak melakukan aksi jual dibandingkan menambah posisi bullish.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, penurunan cadangan exchange biasanya mengindikasikan suplai XRP yang siap dijual makin tipis karena koin dipindahkan keluar untuk disimpan lebih lama.

“Jika tren ini berlanjut, tekanan jual langsung bisa berkurang, tetapi pasar tetap akan menunggu apakah penyusutan reserve ini benar-benar diikuti oleh pemulihan harga yang lebih berkelanjutan,” katanya.

Baca juga: Sinyal Bottom XRP Muncul, Harga Siap Melonjak?

Pasar Spot Juga Tunjukkan Sentimen Negatif

Dilaporkan Crypto Quant, sinyal pelemahan tidak hanya terjadi di pasar derivatif. Data Spot CVD Binance juga mengalami penurunan.

Indikator ini mengukur perbedaan kumulatif antara volume beli dan jual di pasar spot. Penurunan Spot CVD menunjukkan bahwa tekanan jual juga terjadi di pasar perdagangan langsung.

Ketika pasar spot dan derivatif sama-sama menunjukkan dominasi penjual, hal ini biasanya mencerminkan sentimen pasar yang lebih defensif.

Funding Rate Berubah Negatif

Indikator lain yang memperkuat gambaran tersebut adalah funding rate pada kontrak futures perpetual.

Funding rate merupakan mekanisme pembayaran antara trader posisi long dan short untuk menjaga harga kontrak futures tetap mendekati harga pasar spot.

Dalam beberapa waktu terakhir, funding rate XRP di berbagai bursa kripto bergerak ke wilayah negatif. Kondisi ini menunjukkan bahwa posisi short kini lebih dominan dibandingkan posisi long.

Sebagian besar platform mencatat funding rate negatif, sementara bursa OKX tercatat masih berada di sekitar level netral.

Pasar Bisa Lebih Stabil Setelah Leverage Turun

Meski data ini menunjukkan sikap hati-hati dari pelaku pasar, penurunan leverage spekulatif terkadang dapat memberikan dampak positif dalam jangka menengah.

Ketika posisi berisiko tinggi mulai berkurang, struktur pasar dapat menjadi lebih sehat dan stabil. Dalam kondisi seperti ini, harga aset kripto sering kali memiliki peluang untuk membangun fase konsolidasi sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

Dengan berkurangnya tekanan dari posisi spekulatif, analis menilai pasar XRP berpotensi menemukan keseimbangan baru jika permintaan kembali meningkat dalam waktu dekat.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Bottom XRP Muncul, Harga Siap Melonjak?

Harga XRP saat ini mendekati salah satu sinyal teknikal yang secara historis sering menandai titik dasar pasar. Sejumlah indikator on-chain menunjukkan bahwa aset kripto tersebut berada dalam kondisi undervalued, memunculkan spekulasi bahwa fase pemulihan harga dapat segera terjadi.

Saat ini XRP diperdagangkan di kisaran US$1,36 dan bergerak dalam pola teknikal descending wedge, formasi grafik yang sering dikaitkan dengan potensi pembalikan tren ke arah bullish.

Indikator MVRV Tunjukkan Kondisi Undervalued

Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah MVRV Z-Score, metrik yang membandingkan nilai pasar dengan nilai realisasi dari aset kripto.

Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan bahwa XRP saat ini berada di bawah ambang nilai wajar menurut indikator tersebut. Kondisi ini biasanya menandakan bahwa harga aset berada dalam fase undervaluation.

Secara historis, situasi serupa pada sejumlah aset kripto sering diikuti oleh pemulihan harga setelah tekanan jual mereda.

Meski demikian, analis mencatat bahwa sinyal dari MVRV tidak selalu langsung diikuti oleh kenaikan harga dalam jangka pendek.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan teknikal, narasi seperti ini biasanya menarik karena menggabungkan kondisi sentimen yang tertekan dengan kemungkinan terbentuknya support yang lebih kuat.

“Namun level yang dipantau pasar akan jadi penentu: jika XRP gagal bertahan di area tersebut, sinyal bottom bisa batal total; sebaliknya jika bertahan, potensi relief rally akan terlihat jauh lebih meyakinkan,” analisanya.

Baca juga: Cadangan XRP di Bursa Anjlok, Tanda Supply Makin Menipis?

Rasio Profit dan Loss Mendekati Titik Kapitulasi

Indikator lain yang diamati adalah realized profit/loss ratio, yang mengukur perbandingan antara transaksi yang menghasilkan keuntungan dan transaksi yang terjadi dalam kondisi rugi.

Saat ini rasio tersebut mendekati level 1,0. Angka ini menunjukkan bahwa jumlah transaksi yang direalisasikan dalam kerugian hampir sama dengan transaksi yang menghasilkan keuntungan.

Kondisi tersebut sering dianggap sebagai tanda meningkatnya tekanan kapitulasi di pasar, yaitu fase ketika banyak investor menjual aset mereka dalam kondisi rugi.

Dalam beberapa siklus sebelumnya, fase kapitulasi seperti ini sering menjadi titik awal bagi pemulihan harga.

Level Penting Harga XRP

Secara teknikal, XRP saat ini bergerak di antara area resistance sekitar US$1,39 dan support di sekitar US$1,33.

Jika harga berhasil menembus resistance tersebut, pola descending wedge berpotensi memicu kenaikan sekitar 11% menuju area US$1,43.

Namun jika tekanan jual masih berlanjut, XRP kemungkinan tetap bergerak dalam rentang tersebut atau bahkan turun menuju level US$1,31.

Penurunan ke area tersebut dapat menandai fase kapitulasi yang lebih dalam, yang dalam beberapa kasus sebelumnya justru menjadi titik awal bagi fase pemulihan harga berikutnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cadangan XRP di Bursa Anjlok, Tanda Supply Makin Menipis?

Data on-chain terbaru menunjukkan cadangan XRP di bursa Binance mengalami penurunan signifikan hingga mencapai level terendah dalam sekitar 10 bulan terakhir. Penurunan ini memicu perhatian analis pasar karena dapat mengindikasikan berkurangnya pasokan XRP yang tersedia untuk diperdagangkan secara langsung di bursa.

Dilaporkan Crypto Quant, Binance sendiri merupakan salah satu bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan, sehingga perubahan cadangan aset di platform tersebut sering dianggap sebagai indikator penting dalam membaca dinamika pasar.

Cadangan XRP Turun ke Level Terendah Sejak 2025

Data menunjukkan nilai total cadangan XRP di Binance turun menjadi sekitar US$3,7 miliar pada 10 Maret 2026. Angka ini menjadi level terendah sejak April 2025.

Metrik cadangan ini dihitung berdasarkan nilai dolar AS dari XRP yang tersimpan di bursa. Karena menggunakan denominasi dolar, perubahan harga XRP juga memengaruhi total nilai cadangan yang tercatat.

Penurunan cadangan ini melanjutkan tren yang terlihat beberapa hari sebelumnya. Pada 6 Maret 2026, nilai cadangan XRP di Binance masih berada di sekitar US$3,9 miliar.

Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, penurunan ini cukup signifikan. Pada Januari dan Juli 2025, nilai cadangan XRP di Binance bahkan sempat melampaui US$10 miliar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, penurunan cadangan exchange biasanya mengindikasikan suplai XRP yang siap dijual makin tipis karena koin dipindahkan keluar untuk disimpan lebih lama.

“Jika tren ini berlanjut, tekanan jual langsung bisa berkurang, tetapi pasar tetap akan menunggu apakah penyusutan reserve ini benar-benar diikuti oleh pemulihan harga yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.

Baca juga: Open Interest XRP Anjlok, Tanda Trader Mulai Menyerah?

Cadangan Tinggi Pernah Diikuti Penurunan Harga

Menariknya, periode ketika cadangan XRP di Binance berada di level tertinggi tersebut diikuti oleh penurunan harga yang cukup tajam.

Setelah cadangan mencapai lebih dari US$10 miliar pada 2025, harga XRP kemudian turun lebih dari 60% hingga berada di bawah US$1,20.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa jumlah aset yang tersimpan di bursa dapat berpengaruh terhadap tekanan jual di pasar.

Cadangan Bursa Jadi Indikator Supply

Analis sering menggunakan metrik cadangan bursa untuk memperkirakan seberapa besar pasokan aset yang tersedia untuk dijual dalam jangka pendek.

Ketika cadangan meningkat, hal tersebut biasanya menandakan lebih banyak koin tersedia di bursa dan berpotensi meningkatkan tekanan jual.

Sebaliknya, ketika cadangan menurun, kondisi ini bisa mengindikasikan bahwa investor memindahkan aset mereka dari bursa ke dompet pribadi atau penyimpanan jangka panjang.

Jika tren penurunan cadangan terus berlanjut, kondisi ini dapat memperketat likuiditas XRP di bursa dan berpotensi memengaruhi pergerakan harga di masa mendatang.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Elon Musk Dapat Jabatan dari Donald Trump, Dogecoin Langsung Meroket!


Jakarta

Harga Dogecoin melonjak tinggi pada Selasa malam usai Presiden AS terpilih Donald Trump mengumumkan pembentukan Departemen Efisiensi Pemerintah (Department of Government Efficiency), yang ia sebut sebagai ‘DOGE’.

Melansir dari CNBC International, Rabu (13/11/2024), Trump mengatakan CEO Tesla Elon Musk dan mantan kandidat presiden dari Partai Republik Vivek Ramaswamy, akan memimpin departemen tersebut.

“Mereka akan membuka jalan bagi pemerintahan saya untuk membongkar birokrasi pemerintah, memangkas peraturan yang berlebihan, memotong pengeluaran yang boros, dan merestrukturisasi Badan-Badan Federal,” jelas Trump.


Dogecoin terakhir naik hampir sebesar 20% dan telah menjadi salah satu pemenang terbesar pasca pemilu, memperoleh 153% sejak hari pemilu dibandingkan dengan bitcoin yang kenaikannya sebesar 30% pada periode yang sama. Dogecoin juga melampaui XRP minggu ini untuk menjadi cryptocurrency terbesar keenam berdasarkan kapitalisasi pasar.

Memecoin dipandang sebagai ukuran minat ritel dan selera risiko terhadap kripto. Ketika aktivitas memecoin meningkat, biasanya hal ini menunjukkan bahwa investor ritel berpartisipasi dan memiliki keinginan untuk berspekulasi lebih jauh mengenai kurva risiko.

Trump awalnya melontarkan gagasan komisi efisiensi pada bulan September. Sejak itu, Musk telah mengunggah di kanal media sosialnya X, menyebut komisi tersebut sebagai Departemen Efisiensi Pemerintah atau D.O.G.E.

Dogecoin memperoleh relevansi pada tahun 2021 setelah dukungan Musk dan sensasi terus-menerus di media sosial, yang sejak itu menjadi katalis besar bagi koin tersebut. Pada bulan Mei tahun itu, unggahan Musk memicu kenaikan Dogecoin ke level tertinggi sepanjang masa sebesar 67 sen per Coin Metrics.

Meskipun sebelumnya Musk menyebut Dogecoin sebagai ‘sebuah hiruk pikuk’, membuat harganya anjlok. Pasar kripto lainnya sedang jeda dari reli pasca-pemilu. Bitcoin diperdagangkan datar di sekitar US$ 87.000, setelah sempat menyentuh US$ 90.000 pada perdagangan sore hari. Saham kripto Coinbase dan Strategi Mikro masing-masing lebih rendah sebesar 1% dan 2%, dalam perdagangan yang diperpanjang.

(fdl/fdl)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Cetak Rekor, Ini Penyebabnya


Jakarta

Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) mencapai nilai US$89.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar (kurs Rp 15.907) per koin pada kemarin, 12 November 2024. Tren tren positif terjadi sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024

Menurut data dari CoinGecko, kapitalisasi pasar kripto global saat ini melonjak sebesar 6,9% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 3,1 triliun. Reli ini tidak hanya mendorong Bitcoin, tetapi juga berimbas pada beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) yang naik 7,4% menjadi US$ 3.397.

Adapun beberapa aset kripto yang mengalami kenaikan di antaranya altcoin populer, seperti XRP yang mengalami kenaikan sebesar 16,4% ke harga US$0,6782, Cardano (ADA) naik sebesar 8,7% ke angka US$ 0,6317, dan Solana (SOL) naik 4,9% ke harga US$ 220,56.


Selain itu, coin AI juga memiliki tren positif seperti Render (RENDER) mengalami kenaikan sebesar 24% ke angka US$ 7,37 dan SleeplessAI (AI) naik sebesar 10,5% di harga US$ 0,52. Di sisi lain, meme coin pun mengalami kenaikan signifikan, Dogecoin (DOGE) melonjak 52,6% menjadi US$0,42 dengan kapitalisasi pasar US$ 62,1 miliar, SHIB naik 16,4% ke harga US$ 0,00002917 dan PEPE mengalami kenaikan 21,4% ke US$ 0,00001462.

CEO INDODAX Oscar Darmawan mengatakan dengan naiknya berbagai koin membuktikan tren positif sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024 memberi dampak signifikan di kalangan pelaku pasar. Bahkan, Standard Chartered juga memprediksi lonjakan harga Bitcoin hingga US$ 200.000 pada akhir tahun depan.

Proyeksi ini dianggap semakin realistis dengan melihat tren harga Bitcoin saat ini. Selain Bitcoin, dia juga menyebut Ethereum diperkirakan akan mencatatkan rekor tertinggi baru di level US$ 10.000 dalam setahun mendatang. Sementara itu, Solana diproyeksikan memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi daripada kedua aset utama tersebut di pasar kripto.

“Lonjakan harga Bitcoin yang mencapai ATH adalah momen penting bagi pasar kripto, menandakan kepercayaan dan adopsi yang terus meningkat terhadap Bitcoin sebagai aset digital yang terdesentralisasi,” ujar Oscar dalam keterangannya, dikutip Kamis (14/11/2024).

Menurut Oscar, pencapaian ini juga berpotensi membuka peluang Bitcoin mencapai harga yang lebih tinggi lagi, didukung oleh sejumlah faktor eksternal seperti perkembangan kebijakan global dan minat dari institusi keuangan besar.

“Ke depan, saya optimistis Bitcoin akan menjadi lebih menarik, tidak hanya bagi investor ritel tetapi juga bagi institusi yang mencari diversifikasi aset di tengah ketidakpastian ekonomi global,” tambahnya.

Oscar menilai Bitcoin semakin mengukuhkan diri sebagai ‘digital gold’. Sama halnya dengan emas yang telah lama dianggap sebagai penyimpan nilai, dia bilang bitcoin kini mulai mendapatkan pengakuan yang serupa.

Menurutnya, Bitcoin menawarkan peluang bagi investor untuk melindungi kekayaan mereka di saat ketidakstabilan pasar tradisional. Dengan kenaikan harga ini, Oscar juga melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aset digital.

“Bitcoin telah membuktikan dirinya sebagai aset yang tidak hanya terdesentralisasi tetapi juga transparan. Kami di INDODAX percaya bahwa adopsi yang lebih luas akan semakin memperkuat keamanan dan daya tarik Bitcoin,” jelas Oscar.

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Kembali Cetak Rekor!


Jakarta

Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi mencapai US$ 91.589 atau Rp 1,449 miliar (kurs Rp 15.830), Sabtu (16/11). Rekor sebelumnya harga Bitcoin mencapai US$ 89.000.

Menurut data dari Coin Market Cap, kapitalisasi pasar kripto global saat ini melonjak 4,22% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 3,03 triliun. Reli ini tidak hanya mendorong Bitcoin, tetapi juga berimbas pada beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) yang naik 1,63% menjadi US$ 3.106.

Beberapa aset kripto yang mengalami kenaikan di antaranya altcoin populer, seperti XRP yang mengalami kenaikan sebesar 9,53% ke harga US$0,887, Cardano (ADA) naik 23,84% ke US$ 0,7276, dan Solana (SOL) naik 5,26% ke US$ 219,41.


Meme coin juga mengalami kenaikan, Dogecoin (DOGE) melonjak 3,93% menjadi US$0,38 dengan kapitalisasi pasar US$ 62,1 miliar.

Terakhir, harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi mencapai nilai US$ 89.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar (kurs Rp 15.907) per koin pada, 12 November 2024. Tren tren positif terjadi sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024.

(ada/ara)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Cetak Rekor Lagi, Begini Pergerakannya


Jakarta

Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi. Kenaikan mencapai rekor tertinggi telah terjadi beberapa kali dalam dua minggu terakhir.

Menurut data dari Coin Market Cap, Sabtu (16/11) harga Bitcoin mencapai US$ 91.589 atau Rp 1,449 miliar (kurs Rp 15.830). Rekor sebelumnya harga Bitcoin mencapai US$ 89.000.

Kapitalisasi pasar kripto global saat ini melonjak 4,22% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 3,03 triliun. Reli ini tidak hanya mendorong Bitcoin, tetapi juga berimbas pada beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) yang naik 1,63% menjadi US$ 3.106.


Beberapa aset kripto yang mengalami kenaikan di antaranya altcoin populer, seperti XRP yang mengalami kenaikan sebesar 9,53% ke harga US$0,887, Cardano (ADA) naik 23,84% ke US$ 0,7276, dan Solana (SOL) naik 5,26% ke US$ 219,41.

Meme coin juga mengalami kenaikan, Dogecoin (DOGE) melonjak 3,93% menjadi US$0,38 dengan kapitalisasi pasar US$ 62,1 miliar.

Harga Bitcoin melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH) sejak pemilu di Amerika Serikat (AS) yang sedang berlangsung pada bulan lalu. Hal itu jadi faktor utama dalam lonjakan harga Bitcoin.

Harga Bitcoin sempat tercatat berada di US$ 75.100 atau sekitar Rp 1,18 miliar (kurs Rp 15.800).

Kemudian, harga Bitcoin menyentuh level US$ 80.000 atau Rp 1,25 miliar (kurs Rp 15.619) untuk pertama kalinya setelah Donald Trump mengalahkan Kamala Harris dalam pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS).

Harga Bitcoin melonjak ke rekor tertinggi karena dukungan Donald Trump terhadap aset digital dan kemungkinan adanya anggota parlemen pro-kripto di Kongres.

Lalu, halarga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) mencapai nilai US$89.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar (kurs Rp 15.907) per koin pada kemarin, 12 November 2024. Tren tren positif terjadi sepekan pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024.

Menurut data dari CoinGecko, kapitalisasi pasar kripto global saat ini melonjak sebesar 6,9% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 3,1 triliun. Reli ini tidak hanya mendorong Bitcoin, tetapi juga berimbas pada beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) yang naik 7,4% menjadi US$ 3.397.

(ada/ara)



Sumber : finance.detik.com

Bitcoin Tembus US$ 100.000, Ini Pemicunya


Jakarta

Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan rekor baru tembus US$ 100.000. Momentum ini dinilai menunjukkan level resistensi psikologis, sekaligus membentuk level support baru yang kuat.

CEO INDODAX Oscar Darmawan mengatakan hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perkembangan politik dan meningkatnya adopsi institusional dan pola musiman seperti Santa Claus Rally.

“Kenaikan Bitcoin ke harga US$ 100.000 menandai tonggak sejarah dalam perjalanan pasar aset kripto. Ini adalah bukti nyata dari meningkatnya kepercayaan terhadap teknologi blockchain dan adopsi aset digital secara global. Pasar kripto kini menjadi instrumen investasi keuangan yang semakin diakui, baik oleh investor ritel maupun institusi besar,” ujar Oscar dalam keterangan resmi, Jumat (6/12/2024).


Selain Bitcoin, Altcoin seperti Ethereum (ETH), Ripple (XRP) dan Solana (SOL) juga mencatatkan kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Altcoin Season Index berada di angka 80, mengonfirmasi bahwa Altcoin Season tengah berlangsung.

“Angka ini mencerminkan semakin banyaknya Altcoin yang menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan Bitcoin dalam periode 90 hari terakhir. Ethereum, Ripple, dan Solana adalah contoh utama yang semakin menarik perhatian investor,” tutur Oscar.

Berdasarkan catatan INDODAX, Ethereum kini diperdagangkan di atas US$ 3.900, didukung oleh lonjakan minat institusional dan peningkatan volume pada pasar berjangka yang mencapai US$ 25 miliar atau sekitar 5% dari total market cap Ethereum.

Kemudian Ripple (XRP) mengalami lonjakan dari US$ 0,5 di 1 November 2024, lalu sempat naik hingga US$ 2,9 pada 3 Desember 2024.

Lalu Solana (SOL) juga menjadi sorotan, di mana koin ini mencatatkan harga di atas US$ 240 dengan pertumbuhan hampir 100% dari Oktober-November 2024.

Dengan peningkatan volume perdagangan dan sentimen positif menjelang tahun baru, Oscar melihat momentum ini akan berlanjut hingga 2025. Meski begitu, ia menekankan pentingnya kehati-hatian mengingat volatilitas pasar kripto sangat tinggi.

“Sejarah menunjukkan bahwa periode akhir tahun sering kali didorong oleh optimisme yang lebih besar dan ini terlihat jelas di pasar kripto. Dengan peningkatan volume perdagangan dan sentimen positif menjelang tahun baru, kami bisa melihat momentum ini berlanjut hingga 2025,” terang Oscar.

(aid/hns)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Terjun Bebas, Ini Penyebabnya


Jakarta

Harga mata uang kripto, Bitcoin (BTC) terjun bebas setelah menembus level US$ 100.000 pada awal Desember lalu. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin anjlok 5% menjadi US$ 95.519 pada Senin (9/12) kemarin.

Mengutip Coindesk, Selasa (10/12/2024) kapitalisasi pasar kripto global turun. Bitcoin kembali turun ke level US$ 95.000 atau 5% selama 24 jam terakhir. Sementara itu, Ether (ETH) turun 10% menjadi US$ 3.590.

Berdasarkan Indeks CoinDesk20, penurunan juga terjadi di beberapa aset kripto. Bahkan penurunan 20% untuk Cardano (ADA), Avalanche (AVAX), dan XRP (XRP).


Ada beberapa tanda menurunnya momentum di pasar kripto, termasuk menurunnya volume dan aksi ambil untung besar-besaran oleh pemegang jangka panjang. Pendiri 10x Research, Markus Thielen mengatakan fase ini merupakan salah satu fase konsolidasi sementara sebelum pasar kembali bullish.

“Namun, para trader sekarang harus memperhatikan dengan seksama posisi mana yang berkinerja lebih baik dan mana yang berkinerja buruk, karena reli memasuki fase di mana tidak semuanya akan terus meningkat,” kata Thielen.

Dia mengimbau agar para trader menjauhi segmen yang lebih lemah dan fokus pada aset kripto pilihan masing-masing. Hal ini dilakukan agar para trader dapat menavigasi pasar kripto secara efektif.

“Untuk menavigasi pasar ini secara efektif, para trader harus menjauhi segmen yang lebih lemah dan berfokus pada posisi inti mereka yang memiliki keyakinan tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, perusahaan perdagangan aset kripto terkemuka di Singapura, QCP Capital dalam laporannya menyebut kondisi tersebut disebabkan beberapa hal, di antaranya para trader di pasar semakin memposisikan diri untuk dalam kondisi sideways hingga akhir tahun, mengambil untung dari tren bullish mereka sebelumnya, hingga berpotensi memperpanjang posisi hingga awal tahun depan.

“Meskipun kami masih bullish secara struktural, (harga) spot kemungkinan seperti sekarang selama sisa musim liburan,” tulis laporan tersebut.

Lihat juga Video: Cara Situs Judi Online Samarkan Transaksi: Pakai Kripto-Money Changer

[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)



Sumber : finance.detik.com