Ethereum menjadi satu crypto yang berpotensi mengalami apresiasi pada pekan ini bersama dengan naiknya harga Bitcoin.
Mata uang crypto ini umumnya selalu memiliki pergerakan yang relatif sama dengan Bitcoin, akibat kedudukannya yang tertinggi di pasar crypto.
Dari sisi fundamental, pada pekan ini, Ethereum akan mengalami Berlin hardfork yang dijadwalkan untuk terjadi pada 14 April 2021.
Hardfork sendiri merupakan pemecahan jaringan dalam blockchain menjadi dua umumnya untuk menerapkan inovasi baru.
Mengingat saat ini permasalahan dalam Ethereum adalah permasalahan kecepatan dan biaya, hardfork ini kemungkinan dapat memberi solusi, dan mengangkat harganya naik kembali.
Secara teknikal saat ini Ethereum sedang berusaha bergerak naik keluar dari zona konsolidasinya sejak awal April 2021.
Grafik Harian ETHUSD
Indikator RSI dan MACD saat ini memperlihatkan bahwa harga masih berada di zona positif bersama MA Cross yang menunjukkan potensi apresiasi akibat ditembus harga.
Saat ini batas atas yang harus dilewati berada di sekitar $2.200 sebelum melanjutkan apresiasi lebih tinggi.
Batas pengaman apresiasi berada di sekitar $2.131hingga $1.965 yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi pekan ini.
Dalam jangka panjang, kemungkinan besar target berikutnya berada pada $3.500, yang berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.
Solana juga menjadi salah satu blockchain yang mata uang cryptonya sedang mendapatkan banyak perhatian dalam beberapa hari terakhir.
Kemungkinan besar, akibat hal tersebut, dorongan positif akan terus berlanjut hingga pekan ini, yang dapat mendorong harganya naik.
Kabar terbaru dari Solana yang kemungkinan akan mendorong harganya naik adalah airdrop dari beberapa proyek baru di blockchainnya.
Airdrop ini dikabarkan terjadi pada bursa terdesentralisasi terbesarnya yaitu Serum (SRM) yang juga nampaknya akan terdampak positif.
Mayoritas analis memprediksi bahwa fenomena airdrop ini akan terus berlanjut dengan semakin banyaknya pihak yang tertarik dengan Solana.
Airdrop ini juga menjadi insentif untuk pengguna baru datang ke blockchain Solana, bersama dengan tingginya biaya blockchain Ethereum.
Dari sisi teknikal, saat ini Solana juga baru saja keluar dari zona konsolidasi singkatnya dan melewati $27,76, untuk bergerak naik.
Grafik Harian SOLUSD
Batas atas yang harus dilewati saat ini berada pada $29,92 yang jika berhasil dilewati dapat membawa apresiasi lebih tinggi pada pekan ini.
Batas pengaman untuk apresiasi berlanjut berada pada $27,76 hingga $25,28 yang jika ditembus dapat membawanya ke $22,33.
Indikator MACD dan RSI menyatakan adanya potensi koreksi akibat sudah berada di zona jenuh, namun MA Cross masih kuat berada di bawah harga.
Potensi koreksi dibutuhkan akibat retest atau uji coba kembali zona konsolidasi sebelum naik lebih tinggi.
Dalam jangka panjang, kemungkinan besar target berikutnya berada pada $48,3 yang berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.
3. Stellar Lumen (XLM)
XLM menjadi salah satu crypto yang juga sedang dibahas oleh mayoritas pasar crypto akibat potensi apresiasi ke depannya.
Saat ini XLM mengalami apresiasi akibat korelasinya yang masih terlihat kembali positif dengan Ripple (XRP) yang juga mengalami apresiasi signifikan.
Menurut data dari MacroAxis saat ini XLM memiliki korelasi positif yang hampir mencapai 100% dengan XRP, membuktikan potensi apresiasi XLM juga kuat.
XLM juga mengalami apresiasi dalam kapitalisasi pasarnya yang sempat membawanya ke peringkat 10 walau tergeser kembali ke 11.
Dengan beberapa rencana integrasi dalam sistem pembayaran yang kemungkinan akan dijalankan dengan Ripple, XLM memiliki dorongan positif ke depannya.
Dari sisi teknikal, saat ini XLM juga masih berada dalam zona apresiasi namun memiliki pergerakan yang belum sesignifikan XRP.
Grafik Harian XLMUSD
Hal tersebut menandakan masih adanya potensi apresiasi pada pekan ini untuk XLM, mengikuti apresiasi XRP.
Kemarin, XLM juga baru saja keluar dari zona konsolidasinya beberapa hari terakhir, dan berhasil naik walau terkoreksi kembali.
Saat ini apresiasi nampaknya akan dimulai kembali dengan potensi retest atau pengujian kembali ke batas bawah sebelum naik lebih tinggi.
Kemungkinan koreksi akan terjadi menuju $0,57 hingga $0,54 sebelum kembali bergerak naik menuju batas atasnya saat ini pada $0,60.
Pekan ini kemungkinan XLM dapat menuju $0,65 bahkan lebih tinggi, jika dorongan beli masih terus kuat.
Batas pengaman apresiasi berada pada $0,48, namun Indikator MA Cross, RSI, dan MACD nampaknya menandakan koreksi ke harga tersebut masih cukup jauh.
Dalam jangka panjang, kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada $1,06 yang berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.
4. Cardano (ADA)
Cardano nampaknya mulai kembali menarik perhatian setelah pendirinya, Charles Hoskinson, memberikan beberapa informasi singkat.
Hal tersebut membuat mayoritas pasar mulai tertarik kembali terhadap ADA yang nampaknya telah mengalami apresiasi pada sesi perdagangan hari ini.
Selain itu, ADA juga mulai menarik perhatian kembali setelah mayoritas pasar menyadari bahwa walau terlihat stagnan, koin ini telah naik sekitar 3.600% dalam satu tahun terakhir.
Tapi, perhatian utama nampaknya masih tertuju pada informasi singkat dari Hoskinson yang tertera pada video di Youtube.
Salah satu hal utama yang juga menarik perhatian adalah rencana dari Cardano untuk meluncurkan smart contract di Agustus 2021.
Yang menarik dari smart contract ini adalah penerapannya yang dikabarkan akan mengubah operasional dunia bisnis dan mendorong Sektor Decentralized Finance (DeFi).
Dari sisi teknikal, saat ini ADA terlihat akan memulai apresiasi kembali, membentuk pola bullish rectangle untuk mengangkat harganya naik.
Grafik Harian ADAUSD
Apresiasi ini terjadi setelah keluar dari zona konsolidasi dengan batas atas pada $1,265 sehingga terdapat potensi retest atau pengujian kembal ke harga tersebut.
Setelah itu, kemungkinan besar akan terjadi apresiasi menuju $1,345 yang jika ditembus dapat menuju ke $1,5.
Batas pengaman apresiasi terlihat berada pada $1,158 yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi dalam jangka pendek.
Tujuan berikutnya dalam jangka panjang kemungkinan berada pada $2,5 yang berdekatan dengan daerah 161,8% Fibonacci Extension.
5. Elrond Gold (EGLD)
EGLD menjadi satu crypto yang nampaknya akan terdorong fenomena influencer crypto internasional seperti dari Coin Bureau.
Umumnya, saat satu crypto dibahas oleh mayoritas influencer harganya akan naik cukup signifikan, dan saat ini, nampaknya EGLD akan merasakan dorongan tersebut.
Namun, dari sisi internal fundamentalnya, EGLD saat ini juga mendapatkan dorongan positif akibat resmi digunakan sebagai alat tukar.
EGLD resmi digunakan sebagai alat tukar dalam beberapa platform perdagangan daring besar di dunia seperti Amazon, Ebay, dan platform ritel seperti Wallmart.
Akibat kabar ini, kemungkinan besar harga EGLD dapat mengalami apresiasi yang cukup tinggi, akibat juga adanya insentif berupa diskon.
Dari sisi teknikal, saat ini EGLD masih terlihat bergerak turun akibat sudah mengalami apresiasi yang cukup signifikan.
Grafik Harian EGLDUSD
Namun, koreksi tersebut nampaknya hanya retest atau uji coba kembali batas atas sebelumnya sehingga kemungkinan koreksi akan menuju $225 hingga $218 sebelum naik.
Setelah itu kemungkinan apresiasi akan berlanjut yang dapat membawanya ke $238 hingga $250 pada pekan ini.
Batas pengaman apresiasi terlihat berada di $208 yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi dalam jangka pendek.
Target jangka panjang untuk EGLD berada di sekitar $404,5 yang berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.
Perlu diingat kembali bahwa analisis hanya pandangan penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung pribadi masing-masing.
Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.
Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.
Scott Melker, seorang ahli strategi crypto mengatakan saat ini dirinya memiliki sebanyak 7 altcoin. Trader yang menyebut dirinya sebagai Wolf of All Streets ini setidaknya memiliki dua koin berkapitalisasi besar dan tiga koin berkapitalisasi menengah yang dia yakini memiliki potensi untuk mencetak keuntungan saat altseason baru dimulai.
Altseason Dimulai!
“Saat ini, saya memiliki Cardano (ADA), EOS, Ether (ETH), Litecoin (LTC), dan XRP (masuk sebagian kecil ketika posisi awal setelah mencapai beberapa target) dengan leverage rendah… Altseosen saat ini berlangsung sangat cepat dan dapat berakhir kapan saja, jadi saya akan mengejarnya selagi bisa.”
Analis crypto tersebut juga melihat Polkadot (DOT) mulai menunjukan tanda-tanda momentum bullish.
“RSI mematahkan reistance, biasanya harga akan mengikuti. Saya sudah berada di dalam divergen bullish yang masif, tetapi ini bisa terjadi jika Bitcoin ‘mengizinkannya’.”
Adapun aset keuangan terdesentralisasi yang Melker miliki, seperti Compound (COMP) juga menunjukan tanda-tanda bullishnya.
Melker berpikir jika 7 altcoins tersebut memiliki ruang untuk terus bullish dan mengungguli indeks dominasi yang saat ini dipegang oleh Bitcoin.
“Dominasi Bitcoin sebenarnya dapat berpotensi merusak dukungan ini. Jika hal ini terus berlanjut, setidaknya kita akan memiliki kesempatan berkelamjutan dalam jangka pendek untuk melakukan perdagangan altcoin. Jika ia (BTC) terus turun, musim alt coin akan tercapai.”
Indeks Dominasi Bitcoin Turun, Waktu yang Baik Untuk Altcoin
Jika melihat kerangka waktu jangka panjang dari indeks dominasi Bitcoin, trader tersebut menandai setidaknya dominasi dengan 63% dapat dimanfaatkan pada altcoin.
“Candle mingguan tampaknya akan menembus kunci descending resistance. Saat ini terlihat kembali ke bawah. (Jika) penolakan terus terjadi di sini setiap minggu (maka) altcoin akan terus melambung.”
Meskipun altcoin mulai menunjukkan tanda-tanda kekuatan, Melker tetap melakukan pembelian jangka panjang di BTC lantaran ia memperkirakan crypto terbesar tersebut akan mengalami krisis likuiditas dalam sisi jual di tengah permintaan institusional yang kuat.
“Grayscale membeli lebih banyak Bitcoin daripada yang ditambang. CashApp dan PayPal akan segera melakukan hal yang sama. Itu baru tiga perusahaan. Bayangkan ketika setiap perusahaan menginginkan eksposur. Dan Anda juga melakukannya. Gejolak dalam sisi suplai pasti akan terjadi.”
Tahun 2021 akan segera berakhir dalam beberapa hari, menunggu waktu untuk menyambut tahun 2022 yang dipenuhi berbagai proyek crypto potensial untuk berkembang berdasarkan apa yang mereka sajikan untuk industri.
Tentu saja, prospek harganya pun terlihat kian menarik karena proyek-proyek ini masih menjadi salah satu yang terbaik di bidangnya, sehingga investor wajib mengamatinya dengan seksama.
1.Polygon (MATIC)
Menjadi blockchain skalabilitas layer-2 untuk Ethereum, Polygon menghadirkan biaya yang lebih rendah dan kegunaan yang lebih luas. Tentu saja, MATIC memiliki masa depan cerah mengingat Ethereum masih memiliki biaya yang cukup mencekik leher, terutama untuk transaksi bernilai kecil.
Menjadi pesaing kuat Ethereum dan Cardano sebagai blockchain, Solana memiliki kuantitas dan kecepatan transaksi per detik yang mengagumkan. Dengan dukungan konsensus Proof-of-Stake (PoS) dan Proof-of-History (PoH), Solana telah jauh lebih maju untuk memproses dApps, DeFi dan bahkan NFT.
3.Chainlink (LINK)
Menghubungkan data dunia nyata dan blockchain (kontrak pintar) adalah kelebihan yang ditawarkan Chainlink.
Ini memungkinkan penggunaan di sisi bisnis yang akan menjadi terobosan dan sekaligus inovasi di berbagai bidang. Chainlink memegang masa depan cerah dari sini karena blockchain kian populer.
4.Vechain (VET)
Memberikan identitas digital pada semua barang di rantai pasokan pada proyek blockchain membuat nama Vechain sangat dekat dengan adopsi kuat di sistem-sistem bisnis besar dan ritel.
Ini akan memberikan penggunaan nyata yang signifikan seiring peningkatan kesadaran akan teknologi blockchain.
5.Polkadot (DOT)
Membentuk multichain yang saling terhubung menjadikan Polkadot salah satu pemain yang sangat diperhitungan di tahun 2022. Pembaruan demi pembaruan telah hadir dari Polkadot yang siap memecahkan berbagai masalah umum pada blockchain tunggal, salah satunya seperti Ethereum.
Era desentralisasi membawa Theta Network untuk mencoba bersaing dengan Youtube untuk urusan live streaming dan berbagi video.
Mengingat semakin ramainya sosial media berbasis video (pendek dan panjang), Theta digadang akan mampu merebut porsi pasar yang cukup besar karena ini lebih terdesentralisasi.
7.Stellar (XLM)
Memungkinkan peredaran uang secara bebas dengan integrasi sistem keuangan , Stellar akan memberikan banyak sekali manfaat bagi jutaan orang untuk mendapatkan akses layanan keuangan berbiaya rendah. Ini adalah proyek jangka panjang yang sangat potensial.
8.Cardano (ADA)
Menjadi pesaing kuat Ethereum, Cardano hadir dengan kemampuan skalabilitas yang apik dan telah berjalan di konsensus yang lebih ramah lingkungan, Proof-of-Stake (PoS), dibandingkan Ethereum (setidaknya saat ini) dan Bitcoin di konsensus Proof-of-Work (PoW) yang masih dilanda masalah emisi karbon.
Belakangan ini, protokol Cardano tak berhenti mendapat kabar miring. Mulai dari salah satu exchange terbesar dunia yang tidak lagi memperdagangkan ADA, hingga tren turun pada jaringanyang disebut akan berlanjut.
Namun, berita baik kemudian telah datang dari pengembangan Cardano itu sendiri. Charles Hoskinson, selaku pendiri sekaligus pengembang Cardano menyatakan bahwa solusi penskalaan layer-2 jaringan yang disebut Hydra, telah meluncurkan pra-rilis keduanya. Investor merespon pernyataan tersebut secara positif dengan Cardano yang mencatat kenaikan 5,54% dan diperdagangkan $1,31 setelahnya.
Pernyataan tersebut menjadi pemicu lonjakan harga Cardano karena solusi Layer-2 seperti Hydra sangat diperhatikan investor.
Hydra akan memberi skalabilitas yang dibutuhkan jaringan, untuk mempertahankan throughput yang tinggi pada aplikasi di blockchainnya.
Hydra pada Cardano juga akan mengatur tarif biaya dalam jaringan, yang akan memberikan struktur biaya yang dapat diterima pengguna. Tentu, investor akan mendukungkunya.
Sementara itu, sejak 16 November lalu, ADA menembus harga di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, yang bertindak sebagai key resistance level selama beberapa bulan terakhir.
Namun pergerakan harga tersebut masih berada di bawah rata-rata pergerakan 50 hari, yang merupakan tolak ukur dari overselling.
MA 200 vs. MA 50 Cardano
Sisi positifnya, aktivitas dalam blockchain Cardano meningkat pesat pada bulan tersebut, dengan daily active addresses yang meningkat empat kali lipat menjadi 216 ribu.
Transaksi bulanan juga menyentuh level tertingginya sepanjang masa dengan peningkatan sebesar 75,8% menjadikannya 4,62 juta.
Dengan memulihnya Harga Cardano dari zona $1,22, Relative Strength Index jaringan akhirnya memisahkan diri dari downtrend triple bottom.
Pergerakan Harga Cardano
Resistance utama untuk Cardano yang berikutnya berada di level $1,37 yang akan memperkuat pemulihan harga.
Jika Cardano dapat menembus resistance tersebut, harganya kemungkinan besar dapat merebut kembali level di atas $2. Dengan peluncuran pra-rilis kedua Hydra dan segala skenario di atas, Cardano diharapkan naik 2x lipat dari harganya saat ini menjadi $3.
Pertukaran terdesentralisasi (DEX) berbasis Cardano yang telah lama ditunggu-tunggu, SundaeSwap, sebentar lagi siap diluncurkan ke testnet publik.
Tim SundaeSwap mengungkapkan, testnet akan membantu mengidentifikasikan bug apa pun yang akan muncul, yang disebabkan oleh ribuan aktif users yang menggunakannya sekaligus.
Ini juga akan membantu mengidentifikasi situasi tak terduga yang mungkin muncul untuk platform baru.
Sementara itu, formulir yang akan diisi oleh penguji disediakan untuk mengumpulkan informasi tentang bug yang ditemui users lebih lanjut.
Sebelumnya, Cardano adalah salah satu dari puluhan aset crypto yang alami koreksi masalminggu kemarin.
Cardano pun mencatat kerugian yang cukup besar, dengan masing-masing 5,1% dan 18,1% di grafik harian dan mingguan.
Grafik Cardano Pada Saat Tren Turun. Source: TradingView
Pada saat penulisan, CoinGecko melansir koin ADA diperdagangkan dengan kisaran $1,45.
Dengan DEX pertamanya yang siap diluncurkan pada jaringan, Pengembang serta investor mengharapkan ini dapat menargetkan Cardano ke pop harga yang tertinggi.
SundaeSwap Mengajak Komunitas Ikut Merayakan
Tim dibalik SundaeSwap merayakan peluncuran DEX pertama mereka melalui cuitan resminya di Twitter dan mengundang komunitas Cardano untuk berpartisipasi.
Untuk berpartisipasi, anggota komunitas hanya perlu mengisi formulir yang telah disediakan serta mengikuti arahan.
Semoga saja dengan DEX yang telah siap diluncurkan, reaksi negatif pasar terhadap Cardano bisa segera memulih.
Karena seperti yang kita tahu, beberapa bulan terakhir ini, Cardano alami koreksi beransur yang berpuncak ketika pertukaran crypto terbesar dunia, e-Toro, umumkan penghapusan jaringan Cardano dari protokolnya.
Tidak terpuruk dalam koreksi harga, ekosistem Cardano dikabarkan siap untuk meluncurkan sederet inovasi menarik di masa depan.
Pada bulan November, Cardano adalah blockchain ketiga yang paling aktif dikembangkan, setelah mencatat 118 komitmen GitHub untuk jaringan.
Hal tersebut kemudian di dukung oleh Ardana, decentralized stablecoin hub yang akan membawa DeFiyang diperlukan untuk bootstrap & mempertahankan ekonomi dalam Cardano.
Selain itu ada Empawa, yang digambarkan sebagai proyek RealFi, disebut-disebut akan menggabungkan teknologi baru, pembangunan berkelanjutan, serta decentralised financial inclusion untuk jaringan.
Jaringan Cardano (ADA) mencapai tonggak sejarah baru setelah berhasil memproses lebih dari 20 juta transaksi sejak diluncurkan pada 2017.
Meningkatkanya jumlah transaksi ini disebabkan karena perkembangan Cardano yang semakin baik.
Pencapaian ini ditemukan pertama kali oleh pengguna Reddit. Pihak tersebut mengatakan jaringan Cardano belum pernah mengalami downtime lebih dari 1.500 hari sejak diluncurkan.
Data Transaksi Cardano
Namun beberapa pengguna menemukan bahwa Cardano sempat mengalami sedikit downtime.
Saat itu pengguna tidak dapat melakukan transaksi akibat bug teknis, namun hal tersebut dapat teratasi.
Seperti yang dilaporkan CryptoGlobe, data juga menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif di Cardano baru-baru ini melonjak.
Lonjakan tercatat terjadi dari sekitar 150.000 per hari menjadi lebih dari 480.000, sebelum turun kembali ke 200.000.
ADA Paling Banyak Distake
Demikian pula, jumlah alamat Cardano yang melakukan staking cryptocurrency tumbuh lebih dari 100.000 hanya dalam dua bulan karena lebih banyak investor melakukan staking pada cryptocurrency dan ekosistemnya.
Data menunjukkan ada ADA senilai $37,67 miliar yang distake di 2.957 aktif pool, ini mewakili lebih dari 72% pasokan ADA.
Awal tahun ini harga ADA melesat menjelang peluncuran hard fork Alonzo yang banyak diantisipasi, yang membawa kontrak pintar ke dalam jaringan dan memungkinkannya untuk bersaing dengan Binance Smart Chain (BSC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL).
Harga ADA mulai turun di tengah koreksi massal pasar cryptocurrency. Sementara beberapa aset kripto sudah mulai pulih, data dari CryptoCompare menunjukkan ADA terus menurun dan sekarang diperdagangkan dikisaran harga $1,57.
Di media sosial, pengguna berspekulasi bahwa aktivitas di blockchain Cardano akan meningkat ketika platform pinjam memimjam yang dibangun di atasnya mulai mendapatkan pengguna baru.
Sementara aktivitas DeFi di Cardano perlahan bergerak maju, volume transaksi on-chain jaringan pun perlu diperhatikan.
Data menunjukkan bahwa volume transaksi on-chain Cardano sempat secara singkat melampaui Ethereum.
Dalam periode 24 jam, volume Cardano adalah $18,24 miliar, sedangkan Ethereum sekitar $9,3 miliar.
Akhir-akhir ini harga Bitcoin sudah mencapai lebih dari 900 juta rupiah. Bagi kamu yang berinvestasi di BTC (BitCoin) pastinya sudah profit banyak sekali bukan? Ada banyak sekali kripto yang mengalami kenaikan harga lebih dari seratus persen akhir-akhir ini seperti Solana dan Polkadot. Tapi apakah kamu tahu kripto terbaik di Bulan Oktober 2021 ini? Jika kamu baru mengenal kripto alangkah baiknya kamu juga harus mengenal kripto dengan kapitalisasi pasar terbaik. Yuk simak ulasan lengkap tentang 6 Aset Kripto terbaik bulan Oktober 2021 berikut ini.
1. Bitcoin ($BTC)
Kripto terbaik pertama yaitu Bitcoin, dibuat pada tahun 2009 oleh seorang dengan nama anonym Satoshi Nakamoto, Bitcoin (BTC) merupakan cryptocurrency asli dan pertama di dunia. Seperti Kripto yang lainnya BTC (Bitcoin) berjalan di atas blockchain atau transaksi catatan buku yang besar dan terdistribusi di jaringan ribuan computer di seluruh dunia. Karena penambahan ke dalam buku besar yang terdistribusi harus diverifikasi dengan memecahkan teka-teki kriptografi. Hal ini menajdikan Bitcoin menjadi sebuah kripto yang aman digunakan.
Pada saat lima tahun yang lalu kamu bisa membeli Bitcoin dengan harga sekitar 500 US Dollar. Pada 30 September kemarin harga satu Bitcoin sudah mencapai 43000 US Dollar (mengalami pertumbuhan 8.600%) dan pada 21 Oktober 2021 Harga Bitcoin mencapai lebih dari 60.000 USD Dollar (meningkat lebih dari 12.000 % sejak 500 US Dollar). Jika kamu berminat untuk membeli kripto Bitcoin kamu bisa membelinya di Pasar Kripto Indonesia yakni Tokocrypto. Kamu juga bisa melihat kapitalisasi pasar Bitcoin di Tokocrypto
Baik dari segi platform cryptocurrency maupun blockchain Ethereum merupakan yang favorit di kalangan para developer program karena Ethereum memiliki aplikasi yang potensial seperti Smart Contract yang secara otomatis dijalankan pada saat kondisi dan syarat terpenuhi serta berbagai token non fungible (NFT).
Ethereum juga sudah mengalami kenaikan harga yang sangat luar biasa. Hanya dalam lima tahun saja harganya naik dari 11 US Dollar hingga menjadi 4.000 US Dollar pada tanggal 21 Oktober 2021. Jika kamu berminat untuk memiliki ETH (Ethereum) kamu bisa melakukan pembelian secara langsung di Tokocrypto.
Binance Coin merupakan salah satu Kripto yang dapat kamu gunakan untuk berdagang dan untuk pembayaran di aplikasi Binance maupun Tokocrypto. Binance merupakan platform Exchange Kripto terbesar di dunia
Sejak diluncurkan pada tahun 2017, Binance mulai berkembang dengan memfasilitasi perdangangan kripto di Platformnya. Untuk sekarang platform Binance sudah dapat digunakan untuk perdagangan, proses pembayaran dan juga bisa untuk pemesanan traveling. Harganya pada tahun 2017 hanya 0,10 US Dollar dan pada tanggal 20 Oktober 2021 sudah meningkat menjadi 500 US Dollar.
4. Cardano ($ADA)
Cardano merupakan salah satu kripto yang diluncurkan pada September 2017. Cardano mengalami pertumbuhan yang sangat baik karena memiliki potensi pasar yang tinggi. Selain itu transaksi Cardano juga termasuk cepat dan efektif sehingga dapat mengurangi penggunaan energi. Cardano juga memiliki Cardano Smart Contract seperti Binance dan Ethereum, selain itu juga memiliki aplikasi terdesentralisasi (dApps).
Perkembangan Harga Cardano relative stabil dengan harga awal pada tahun 2017 seharga 0,02 US Dollar dan memiliki ATH di harga 3,1 US Dollar pada tanggal 2 September 2021 walaupun mengalami koreksi akan tetapi harga Cardano tetap berada di 1,8 US Dollar. Pada tanggal 21 Oktober 2021 harga Cardano sebesar 2,2 US Dollar.
5. Ripple ($XRP)
XRP merupakan salah satu kripto yang dibuat oleh beberapa pendiri dari Ripple. XRP merupakan sebuah teknologi digital dengan tujuan untuk memproses pembayaran. XRP dapat digunakan di jaringan untuk memfasilitasi pertukaran berbagai jenis mata uang termasuk mata uang FIAT maupun mata uang kripto yang lainnya.
Pada awal tahun 2017, harga XRP adalah $0,006. Pada tanggal 14 April 2021 XRP mencapai ATH nya di harga 1,96 US Dollar. Sedangkan pada tanggal 21 Oktober 2021 harga XRP berada di 1,16 US Dollar. Ini membuktikan bahwa XRP mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan sejak 2017 hingga saat ini.
6. Solana ($SOL)
Solana dikembangkan untuk mendukung penggunaan DeFi (keuangan terdentralisasi), dApps (apilikasi terdesentralisasi) dan Smart Contract. Solana berjalan pada sistem blockchain dengan mekanisme bukti kepemilikan dan bukti Riwayat yang unik yang membuatnya dapat memproses transaksi dengan cepat dan aman.
Solana atau SOL mulai diluncurkan pada tahun 2020 dengan harga awal 0,77 US Dollar dan pada tahun ini tepatnya pada tanggal 21 Oktober 2021 harga Solana sudah mencapai 194,21. Peningkatan harga yang begitu cepat pada kripto ini karena dipengaruhi beberapa faktor seperti berhasil meluncurkan project Wormhole dan terjun ke dalam NFT.
Nah itulah 6 Kripto terbaik di bulan Oktober 2021 ini. Jika kamu baru mengenal kripto ataupun blockchain kamu dapat memulainya dengan Tokocrypto yang menyediakan begitu banyak pasar kripto yang bisa kamu beli dan jual di Tokocrypto. Di Tokocrypto terdapat banyak fitur yang bisa kamu gunakan seperti CryptoHero, Tokoscape, Toko NFT dan ada juga edukasi kripto untuk kamu yang baru belajar.
Trader dan analis Crypto popular, Alex Krüger, baru-baru ini menulis sebuah komentar di laman Twitter pribadinya mengenai alasan aset Cardano (ADA) yang mungkin menjadi aset paling dicari para investor baru.
Alex Krüger juga menghubungkan popularitas Cardano dengan podcast. Meskipun ada banyak podcast kripto yang populer, Krüger lebih merujuk pada podcast yang dipandu oleh Charles Hoskinson.
Krüger mengakui taktik jitu ala Hoskinson selaku salah satu pendiri dan CEO IOHK, perusahaan di belakang Cardano, memang pintar mempromosikan asetnya melalui media sosial.
Sementara pencipta Bitcoin saja dirahasiakan identitasnya.
Hoskinson sendiri diketahui cukup aktif di platform media sosial. Di laman pribadinya, ia menjelaskan konsep yang mencakup proposal pembaruan Cardano, tantangan kripto global, serta melakukan sesi AMA reguler atau ‘ask me anything‘.
Dengan kata lain, investor pemula yang baru ingin coba-coba investasi akan lebih yakin untuk membeli ADA sebagai pilihannya karena sang CEO yang rutin memberikan update dan kejelasan tentang aset mereka.
Namun selain faktor external tersebut, sebenarnya apa sih yang membuat Cardano menjadi naik daun?
Cardano Memiliki Banyak Pembaharuan
Cardano berada di bagian depan soal pemutakhiran dan pembaharuan.
Komunitas mereka merilis pembaruan statusnear-term pada 8 Oktober. Disebutkan bahwa tim sedang mengerjakan pemutakhiran dan pemeliharaan tersebut bersama dengan beberapa penerapan ERC20 lagi.
Namun sebelum itu, Cardano telah resmi merilis smart contractmiliknya pada tanggal 12 September 2021, dan menyiptakan stablecoinyang akan diterbitkan oleh COTI. Koin stabil tersebut bernama Djed.
Sang pemilik juga telah mencatat bahwa untuk peningkatan desentralisasi. Mereka telah memperbarui dependensi node milik Cardano yang diikuti dengan menerapkan kembali modal konfirmasi transaksi.
Selain itu, tim Cardano sedang meninjau beberapa testnet seperti Daedalus testnet v.4.3.2 dan berfokus pada debugging (proses menghapus bug di dalam code). Guna men-support peningkatan lainnya.
Menurut laporan terbaru dari Grayscale Investments, mereka memperkirakan bahwa jaringan Cardano kerap kali menunjukkan tren fundamental yang positif.
Lebih lanjut dalam waktu dekat, laporan tersebut menyatakan bahwa peluncuran Dapp, NFT, dan token baru dapat menyebabkan pemegang ADA mengalihkan alokasi mereka ke aset ini.
Sementara itu, jaringan apapun memang tidak pernah lepas dari ancaman persaingan.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa pesaing terbesar ADA adalah blockchain Layer 1 dengan kemampuan smart contract yang juga dimiliki Ethereum, Solana, Internet Computer Protocol, Avalanche, dan lainnya.
Namun perlu dicatat, bahwa Cardano Foundation baru-baru ini mengumumkan beberapa kemitraan strategis dengan nama-nama seperti COTI, Chainlink, Rival, dll. di Cardano Summit 2021.
Kemitraan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan adopsi dan penggunaan jaringan Cardano dalam beberapa hari mendatang.
“Mitra ekosistem baru kami mencakup berbagai tantangan dan peluang di garis depan masyarakat global saat ini, termasuk perubahan iklim, NFT, keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan identitas digital, dan mereka akan memainkan peran penting dalam membantu kami mewujudkan visi kami. ” Ungkap Frederik Gregaard, CEO Cardano Foundation.
Terlepas dari momentum perkembangannya, akhir bulan lalu memanglah bukan waktu yang tepat bagi Cardano.
Karena rata-rata jumlah transaksi besar secara on-chain telah menunjukkan penurunan yang tajam.
Laporan arus dana mingguan CoinShares, untuk periode hingga 1 Oktober, menunjukkan bahwa Cardano hanya menerima $1,1 juta dalam arus masuk modal.
Bulan September merupakan bulan yang terkenal mengalami konsolidasi atau pergerakan sideways untuk pasar crypto.
Umumnya pergerakan ini terjadi akibat Bulan Agustus, terutama dalam fase bull run, harga mayoritas crypto mengalami peningkatan cukup signifikan.
Oleh karena itu, Septemberumumnya membawa konsolidasi akibat adanya penyesuaian untuk kemudian membuka jalan untuk naik lebih tinggi.
Namun dalam fase konsolidasi ini terdapat beberapa crypto yang berpotensi memiliki sentimen positif dan dapat membawa harganya naik.
Kenaikan harga ini kemungkinan besar juga akan terjadi dalam jangka panjang melihat sentimen positif yang akan dibawakannya.
Dalam artikel ini, akan diberikan analisis lima crypto potensial yang berpotensi naik di Bulan September dan seterusnya akibat kabar positif.
Cardano (ADA)
Pertama adalah Cardano yang dikabarkan akan memiliki kemungkinan dua sentimen positif pada September 2021 ini.
Kabar yang paling signifikan nampaknya adalah Alonzo Hard Fork yang merupakan pembaruan jaringan terhadap Blockchain Cardano.
Dikabarkan Alonzo Hard Fork ini akan membawa Smart Contracts baru yang intinya akan berguna untuk membuat lebih banyak proyek pada Blockchain Cardano.
Jika berhasil membawa lebih banyak proyek baru, kemungkinan besar volume transaksi pada Blockchain Cardano akan naik.
Sehingga jika mengalami kenaikan volume transaksi kemungkinan besar akan terjadi peningkatan kebutuhan terhadap ADA sehingga dapat mendorong harganya naik.
Selain Alonzo Hard Fork, akan ada dua acara yang dapat memperkenalkan Cardano kepada lebih banyak investor.
Acara tersebut adalah Cardano Summit 2021 pada 25 dan 26 September 2021. Acara ini adalah acara konferensi untuk memperkenalkan ekosistem dan teknologi Blockchain Cardano.
Dengan dua kabar ini, kemungkinan besar ADA dapat mengalami dorongan positif yang cukup signifikan, di September maupun dalam jangka panjang.
Dari sisi teknikal saat ini ADA terlihat akan koreksi melihat pergerakannya yang telah naik cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Grafik Harian ADAUSD
Kemungkinan jika terus koreksi, batas bawah berikutnya berada pada $2.4 atau Rp34.464 hingga $2.17 atau Rp31.162.
Jika ditembus pergerakan dapat membawa ADA menuju $1.9 atau Rp27.284 hingga $1.67 atau Rp23.981.
Jika batas bawah saat ini pada $2.7 atau Rp38.772 masih terus terjaga, tujuan berikutnya, jika berhasil menembus $3 atau Rp43.080 adalah pada $4.8 atau Rp68.928 hingga $5 atau Rp71.800 yang berada pada titik 161,8% Fibonacci Extension.
Berikutnya adalah THETA crypto yang dikabarkan juga akan melakukan beberapa pembaruan terhadap blockchainnya.
Dikabarkan akan ada tiga pembaruan untuk jaringannya dimana pembaruan ini akan terjadi pada Theta Edge Node atau aplikasi utama penggerak jaringan.
Nantinya akan ada pembaruan terhadap kegunaan baru yaitu kegunaan untuk membuat Blockchain memiliki fitur Machine Learning dan Artificial Intelligence.
Selain itu, nantinya juga jaringan Theta akan diperbarui untuk dapat mewadahi beberapa hal baru seperti game dan juga pembaruan perangkat lunak lainnya.
Kabar signifikan lainnya adalah peluncuran pembaruan aplikasi streaming yang digunakan oleh THETA.
Tujuannya adalah meningkatkan kualitas video dan juga penyimpanan video yang lebih efisien pada Blockchain THETA.
Semuanya dijadwalkan terjadi pada akhir kuartal ketiga 2021, yang berarti berada di sekitar akhir September 2021 ini.
Dari sisi teknikal, saat ini THETA sedang bergerak turun namun relatif masih dalam pergerakan konsolidasi yang cukup besar.
Grafik Harian THETAUSD
Selama $6.38 atau Rp91.617 hingga $5.72 atau Rp82.139 masih dapat terjaga, THETA dapat naik menuju $7.88 atau Rp113.159 hingga $8.8 atau Rp126.368.
Apa bila bergerak turun, kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada batas bawah sejak Januari 2021 kembali yaitu di $4.36 atau Rp62.609 hingga $3.72 atau Rp53.419.
Ketiga adalah Terra yang merupakan salah satu blockchain dengan ketenaran yang sedang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Dikabarkan bahwa pada September ini akan ada pembaruan pada Blockchain Terra yang dapat meningkatkan kualitasnya.
Pembaruan ini bernama Colombus-5 dimana akan ada beberapa teknologi baru yang akan membuat jaringan Terra lebih lancar.
Mengingat Terra memiliki stablecoins sendiri bernama UST, dalam pembaruan ini akan ada mekanisme perubahan terhadap UST yang nilainya didasari oleh LUNA.
Colombus-5 untuk Terra dianggap sebagai London Hard Fork untuk Ethereum, karena akan membawa perubahan besar.
Dengan pembaruan ini nantinya investor dapat menghilangkan atau burn LUNA untuk menerbitkan UST, sehingga dapat membuat LUNA lebih langka.
Selain itu akan diimplementasikan teknologi IBC atau Inter-Blockchain Communication yang intinya adalah fitur Cross Chain.
Dalam pembaruan ini juga akan muncul proyek baru bernama Ozone yang merupakan proyek Decentralized Finance terkait Asuransi.
Berikutnya juga akan ada proyek baru bernama Wormhole untuk menyambungkan Terra dengan Solana.
Dari sisi teknikal, saat ini LUNA masih bergerak koreksi setelah naik secara signifikan. Dengan kabar ini, kemungkinan harganya dapat naik lebih tinggi.
Grafik Harian LUNAUSD
Kemungkinan besar selama batas bawah pada $30.65 atau Rp440.134 hingga $27.2 atau Rp390.592 masih dapat terjaga, LUNA masih dapat naik menuju $34 atau Rp488.240 hingga $37.8 atau Rp542.808.
Jika terus naik tujuan selanjutnya terlihat berada pada titik 161,8% Fibonacci Extension yaitu pada harga $61.35 atau Rp880.986.
Hedera Hashgraph (HBAR)
Keempat adalah HBAR yang merupakan salah satu blockchain yang masih terus aktif sejak beberapa bulan terakhir untuk meningkatkan kualitasnya.
Pada Bulan September 2021 ini dikabarkan bahwa HBAR memiliki dua sentimen positif yaitu peluncuran dan peningkatan kualitas jaringan utama barunya.
Dikabarkan bahwa pada 2 September 2021, HBAR akan meluncurkan jaringan utama barunya yaitu Mainnet V0.17.3 yang akan diperbarui.
Selain itu nantinya di September ini, di sekitar 30 September 2021, akan ada pembaruan yang fokus kepada Non Fungible Token.
Pembaruan ini akan dilakukan melalui HTS atau Hedera Token Service yang nantinya akan membuat penerbitan NFT lebih murah dan efisien dibanding blockchain lain.
Kabar ini adalah kelanjutan dari banyaknya pembaruan terhadap jaringan HBAR dalam beberapa pekan terakhir.
Sehingga kemungkinan besar kabar ini dapat meneruskan sentimen positif terhadap HBAR dalam bulan ini dan juga dalam jangka panjang.
Dari sisi teknikal, saat ini HBAR terlihat masih kuat berada pada zona batas atasnya dan jika masih bertahan, dapat terus naik.
Grafik Harian HBARUSD
Batas bawah saat ini berada pada $0.249 atau Rp3.576 yang jika ditembus kemungkinan dapat menuju $0.214 atau Rp3.973 hingga $0.188 atau Rp2.700.
Namun jika kembali naik, tujuan berikutnya berada pada $0.318 atau Rp 4.567 hingga $0.343 atau Rp4.926 jika berhasil menembus $0.275 atau Rp3.949.
Reef Finance (REEF)
Terakhir adalah Reef Finance, yang merupakan salah satu proyek yang fokus kepada sektor DeFi atau Decentralized Finance.
Setelah redup beberapa pekan terakhir akibat belum adanya publikasi pembaruan atau adopsi lanjutan, saat ini REEF mulai aktif kembali.
REEF merupakan salah satu proyek dengan kabar terbanyak di September 2021 dimana ia memiliki tiga kabar positif.
Ketiga kabar ini sayangnya belum memiliki tanggal yang jelas namun semua diprediksi akan terjadi pada 30 September 2021.
Pertama adalah peluncuran aplikasi Smart Phone “Init” yang nantinya akan mempermudah transaksi dengan Reef Finance untuk perdagangan crypto dan mencari keuntungan pasif.
Kedua adalah peluncuran kartu debit resmi dari Reef Finance yang membuat investor dapat menggunakan crypto untuk membayar apa pun.
Sistemnya kemungkinan besar akan dipublikasi mendekati peluncuran, namun kemungkinan REEF akan mengubah crypto kepada fiat secara otomatis untuk digunakan.
Ketiga adalah peluncuran reksadana NFT yang sekarang dijuluki sebagai NFT Basket. Nantinya investor dapat mengumpulkan dana bersama dan kemudian membeli suatu NFT.
Sehingga nantinya akan ada pembagian kepemilikan NFT tersebut sehingga bersifat seperti reksadana berbasis NFT.
Dari sisi teknikal, saat ini REEF masih terlihat bergerak naik namun masih dalam pergerakan konsolidasi, sehingga belum ada pergerakan jelas.
Grafik Harian REEFUSD
Kemungkinan besar jika berhasil menembus $0.027 atau Rp388 harganya dapat terus naik lebih tinggi menuju $0.031 atau Rp445 hingga $0.040 atau Rp575.
Apa bila kembali turun, batas bawahnya saat ini berada pada $0.022 atau Rp316 hingga $0.019 atau Rp273 yang jika ditembus dapat terus bergerak turun.
*Disclaimer
Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.