Cardano (ADA) terpantau memiliki kinerja yang patut diperhitungan. ADA mencatat lonjakan 1,027% dan berhasil diperdagangkan dengan normal di level $2,15. Dengan pencapaian tersebut, milyuner optimis ADA akan tembus $4 pada akhir tahun ini.
Meskipun Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) adalah 2 cryptocurrency terbesar dan terkenal saat ini. Tetapi ADA perlahan-lahan menyusul sampai tiga besar setelah kenaikan spektakuler tahun ini.
Narasi Bullish Akan Dimulai
Milyuner yang disebutkan tadi adalah CEO dari salah satu perusahaan konsultan keuangan terbesar di dunia, Nigel Green dari deVere Group.
Ia berbicara dengan Business Insider dan mengungkapkan pandangan optimisnya untuk Alt yang sedang tren ini.
“Cardano akan menetapkan harga tertinggi baru berkat reli crypto yang lebih luas. Terutama karena peningkatan teknologi baru-baru ini. Hal ini bisa membuka jalan Cardano untuk mencapai harga tertinggi baru bahkan sampai $4 pada akhir tahun 2021.” Ungkap Green dalam sebuah wawancara.
Green menambahkan jika Cardano telah berada pada lintasan yang jelas dan tidak ada alasan untuk berpikir bahwa ini akan berhenti dalam waktu dekat.
Menurut Green, jika orang-orang mengatakan ADA adalah token yang datang ‘entah dari mana’ kemudian berhasil ‘sukses dalam semalam’, sebenarnya bukan itu poinnya.
Karena ADA sendiri dibuat oleh salah satu pendiri Ethereum, Charles Hoskinson yang kemudian diluncurkan pada tahun 2017 silam.
Tidak hanya Hoskinson, para ahli juga ikut membantu penelitian ADA secara serius. Dan token ADA baru bisa menarik perhatian publik setelah lebih dari 18 bulan terombang ambing, dan itu bukan lah waktu yang singkat.
Sementara itu, bulan lalu Green juga memprediksi Cardano akan mencapai $3. Prediksi itu pun terbukti akurat.
Altcoin berhasil memuncak di angka $3,10 pada 2 September. Namun, harganya memang sedikit runtuh pada saat hari penulisan.
Terlepas dari itu, Green tetap yakin bahwa Cardano akan bangkit kembali bersama dengan cryptocurrency teratas lainnya sambil mendapatkan keuntungan dari green cred.
Pada hari Senin kemarin, tepatnya 20 September 2021, seorang analis crypto sekaligus pembawa acara YouTube “BitBoy Crypto” yang sangat populer, Ben Armstrong, berbicara mengenai sektor NFT proyek Cardano yang terpantau berhasil berkembang dengan baik.
Armstrong mengatakan bahwa proyek NFT tersebut akan memiliki masa depan yang paling baik, meski tergolong masih berusia muda ruang NFT.
Tidak hanya sebuah prediksi, Armstrong kemudian melanjutkan pembahasan untuk menyebutkan beberapa proyek NFT bertenaga Cardano dengan masa depan terbaik versinya.
Clay Nation adalah koleksi NTF proyek Cardano lainnya yang memiliki 10 karakter.
Masing-masing karakter terdiri dari kurang lebih 100 handcrafted clay traits dengan 8 kategori yang berbeda.
Setiap karakter NFT juga bisa berfungsi ganda. Bisa sebagai entri ke Clay Nation atau zona anggota eksklusif dengan suasana festival.
Menurut laporan, koleksi Clay Nation berhasil terjual habis pada 9 September silan dengan setiap karakter yang dihargai 40 ADA.
Berikut adalah contoh karakter Clay Nation yang saat ini tersedia untuk dijual di CNFT.IO, yang pada bulan Juli menjadi pasar pertama untuk NFT di Cardano.
Bersumber dari pengakuan Armstrong sendiri, ini adalah koleksi NFT favorit Armstrong untuk Cardano.
Baru-baru ini, analis dan trader crypto populer, Benjamin Cowen, beberkan bagaimanaCardano(ADA) dapat mengikuti jejakEthereum(ETH) untuk mencapai kesuksesan yang diperkirakan setara atau bahkan lebih besar.
Dalam sebuah video yang dirilis pada malam acara hard fork combinator (HFC) Alonzo, dimana smart contract di mainnet Cardano akhirnya diluncurkan secara resmi.
Cowen memberitahu lebih dari 538 ribu subscriber YouTube-nya bahwa Cardano dapat membangun kesuksesan yang setara dengan Ethereum dengan menekankan aplikasi adopsi.
Di dalam video tersebut, Cowen lebih menyoroti penggunaan luas Ethereum untuk beberapa protokol, termasuk token NFT dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang menyebabkan pengguna menimbun dan menghabiskan Ethereum.
Ahli strategi pasar juga memberi pernyataan serupa. Ia menjelaskan jika aplikasi Ethereum telah menjadi kontributor besar untuk kapitalisasi pasarnya.
Menurut Cowen, Cardano memang belum bisa mencapai tingkat adopsi penggunaan aplikasi yang serupa.
Namun, Cowen memperkirakan ekosistem dan efek jaringan Cardano akan terus tumbuh dan berkembang dengan pesat.
Hal ini tentu akan mengarah pada dampak positif harga. Ujung-ujungnya, semua upgrade dan perbaikan masing-masing token akan mementingkan sudut pandang ‘cuan’.
“Tak satupun dari kita, saya tidak berpikir untuk mengklaim bahwa ekosistem Cardano saat ini lebih besar dari Ethereum. Tetapi saya berpikir bahwa Cardano akan tumbuh seiring waktu, dan saya berpikir bahwa karena lebih banyak utilitas yang benar-benar dibangun di platform tersebut, ini akan berdampak positif pada harga.” Ungkap Cowen yang dilansir The Daily Hodl.
Cowen kemudian melihat pasangan perdagangan $ADA-$ETH dan menyebutkan jika trader melihat titik tertinggi yang baru, itu bisa membuat satu token Cardano bernilai sebanyak $4,50.
Tepat hari ini, Cardano (ADA) secara resmi memiliki kemampuan smart contracts untuk lebih meningkatkan ekosistemnya.
Penantian panjang akhirnya berakhir. Setelah bertahun-tahun meneliti dan menghasilkan banyak makalah peer-review tentang struktur jaringan, potensi, ide, tujuan, dan hal mendetail lainnya.
Pembaharuan Alonzo
Sebagaimana yang dilansir dari CryptoPotatosebelumnya, jaringan smart contract memiliki fungsionalitas yang dibangun ke dalam testnet Alonzo di awal September silam.
Cordano menggunakan Plutus sebagai bahasa pemrogramannya. Plutus diharapkan mampu membantu pengguna membuat smart contract yang mudah diaplikasikan dan aman.
Inti Plutus digunakan untuk menentukan parameter model UTXO yang diperluas. Menurut tim, ini menawarkan keunggulan unik dibandingkan model akuntansi lainnya.
Selain itu, Plutus Application Framework (PAF) juga menyediakan akses dalam aplikasi dan layanan yang berjalan di jaringan.
Layanan itu hanya bisa diakses ketika kita menyertakan interoperabilitas browser web secara lengkap.
Sampai sekarang, Cardano sudah mematangkan hard fork dan Alonzo siap membantu dengan aktif di mainnet.
Hard forksendiri adalah sebuah pecahan yang dilakukan dalam aset kripto untuk membangun sistem baru yang berbeda dari aslinya.
Biasanya hard fork diciptakan untuk mengembangkan jaringan menjadi lebih baik.
Dengan adanya pembaharuan Alonzo, siapa saja dapat membuat dan menerapkan smart contract mereka sendiri di blockchain Cardano. Pembaruan ini tentunya dapat membuka jalan bagi decentralized apps (Dapps)
Dengan begitu, jaringan mendukung smart contract, memungkinkan berbagai tim dan proyek untuk mulai membangun dan menerapkan protokol mereka langsung di Cardano.
Bukan Perjalanan Yang Mudah
Peluncuran smart contract ini bukan tanpa hambatan. Baru-baru ini, dikemukakan bahwa ada masalah konkurensi mendasar dalam desain dasar kemampuan smart contract Cardano.
Dengan kata lain, akan ada banyak pengguna yang tidak bisa berinteraksi dengan protokol secara bersamaan.
Namun, Charles Hoskinson, serta Input Output (tim di belakang Cardano), menjelaskan secara mendalam tentang jaringan smart contract dan bagaimana ini tidak akan menjadi dampak yang buruk.
Beberapa hari yang lalu juga, Input Output telah menerbitkan blog baru yang menjelaskan pendekatan EUTXO Cardano untuk eksekusi smart contract dan bagaimana ia menawarkan keamanan yang lebih besar.
Bagaimanapun, lika-liku persiapan smart contract ADA sebelumnya, ini menandai era baru untuk proyek ADA dan menarik untuk melihat bagaimana hal itu akan berdampak pada ekosistemnya ke depan.
Jaringan Cardano telah secara resmi menjalankan hard fork Alonzo yang dipuji-puji.
Pencipta Cardano, Charles Hoskinson, mengatakan dia yakin setelah melalui yang jalan panjang, platform ini bisa menuju era smart contract yang akan bermanfaat bagi seluruh industri kripto.
Kripto Cardano, ADA, menyita perhatian publik setelah terus menguat hingga mencapai level tertinggi sepanjang masanya (ATH). Mungkinkah harganya bisa mencapai setara Rp72 ribu, seperti yang disebutkan Michael van de Poppe?
Pembaruan Alonzo yang akan datang tampaknya menjadi “dalang” di balik peningkatan minat investor, yang sepertinya masih belum akan berhenti, setidaknya hingga akhir tahun ini.
Tentu saja, apreasiasi nilai yang fantastis ini telah memicu beberapa pandangan positif dan prediksi harga yang cukup berani.
Belum lama ini, analis pasar Michael van de Poppe, menyerukan kepada 115.000 pelanggan kanal YouTube-nya, bahwa dia yakin kenaikan meteorik ADA belum berakhir.
Harga ADA mencetak rekor tertinggi baru beberapa hari lalu, terdorong pembaruan Alonzo pada September 2021 mendatang, di mana fitur smart contract perdana akan diluncurkan. Sumber: Tradingview.com.
Melalui sebuah video, van de Poppe membagikan pandangan optimistis disertai gambaran teknis dari pergerakan harga ADA.
“Level yang harus diperhatikan adalah apa pun dalam kisaran [US$2,00-US$2,50] ini. Jika itu berlaku, saya berasumsi US$3,45 dan US$5,00 berikutnya untuk,” ujar van de Poppe, dilansir dari DailyHodl, Sabtu (21/8/2021).
Selain itu ia juga berpandangan, jika Bitcoin melewati ATH siklus ini, analis terkemuka ini memperkirakan keuntungan “gila” yang mungkin akan diraih para pemegang ADA dalam jangka panjang.
Menurutnya, jika Bitcoin bisa bertumbuh sekitar 8 hingga 10 kali lipat dari harga saat ini, harga kripto besutan Charles Hoskinson ini kemungkinan dapat mencapai US$10 hingga US$20.
Mengingat kinerja dan tingkat adopsi Bitcoin, serta kepopularan ADA belum lama ini, langkah ini masih dianggap masuk akal dari sudut pandang “dunia kripto”.
Diketahui, van de Poppe menggunakan indikator Fibonacci Extension untuk menunjukkan potensi sasaran harga jangka pendek saat naik ke ATH terbarunya.
“Level Fibonacci Extension berikutnya adalah [US$3,50] dan [US$5,00] untuk ADA dalam gelombang impuls berikutnya. Itu didasarkan pada titik tertinggi baru-baru ini [US$2,50], serta titik terendah baru-baru ini [US$1,02],” ujar analis itu.
Meroketnya harga kripto ini hingga mencapai ATH-nya, datang setelah pengumuman terbaru Cardano tentang tanggal target untuk pembaruan Alonzo yang akan datang. Ini akan membawa fungsionalitas smart contract ke ekosistem Cardano.
ADA yang saat ini duduk di posisi ketiga kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, tampaknya akan terus mencetak prestasi baru.
Saat pembaruan tiba dan diterapkan, tentu akan semakin memicu keyakinan baru, yang berakhir dengan meroketnya harga. Itulah salah satu faktor yang paling disukai dari aset digital seperti kripto.
Pada awal pekan ini nampaknya mayoritas crypto berusaha untuk bergerak naik, membuka harapan baru untuk awal Juli 2021.
Dengan mulai bergerak naiknya Bitcoin (BTC) kemungkinan besar mayoritas Altcoins akan mencoba mengikuti pergerakan tersebut.
Dalam artikel ini akan dituliskan lima crypto dengan kabar potensial yang kemungkinan dapat membawanya bergerak naik bersama dengan Bitcoin pada pekan ini.
1. Cardano (ADA)
Pertama adalah Cardano (ADA) yang pekan ini memiliki beberapa kabar positif yang dapat membawa harganya untuk naik.
Pada pekan ini, Cardano nampaknya akan kembali menjalankan proyek Afrikanya dengan kemungkinan publikasi kelanjutan pada acara Africa Blockchain Week.
Kemungkinan besar dalam acara tersebut, Cardano akan memberikan paparan mengenai rencana lanjutannya dalam membangun ekosistem keuangan terdesentralisasi di Afrika.
Selain kabar tersebut, terdapat kabar positif bahwa saat ini Cardano telah mencapai lebih dari 650.000 alamat dompet staking.
Dengan semakin bertambahnya pihak yang melakukan staking, kemungkinan besar jumlah ADA yang beredar akan semakin langka.
Jika permintaannya terus naik, kemungkinan besar harganya akan terus naik, terutama mengingat Cardano juga menggunakan sistem mekanisme Proof of Stake.
Dari sisi teknikal, saat ini ADA baru saja keluar dari pola segitiga simetris dan kemungkinan dapat membuka jalan untuk harganya bergerak naik lebih tinggi.
Grafik 4 Jam ADAUSD
Kemungkinan besar saat ini ADA akan bergerak turun untuk menguji kembali batas sebelumnya pada sekitar $1.3 atau Rp18.796.
Jika berhasil naik kemungkinan besar target selanjutnya beradap pada $1.4 atau Rp20.242 hingga $1.6 atau Rp23.134.
Namun, jika gagal menjaga batas pengaman pada $1.3 atau Rp18.796, kemungkinan besar ADA akan kembali turun menuju $1.2 atau Rp17.350.
2. Pancakeswap (CAKE)
Berikutnya adalah CAKE yang dikabarkan akan melakukan pembaruan sistem yang cukup signifikan pada pekan ini.
Terdapat kabar bahwa pekan ini akan terjadi migrasi versi Pancakeswap secara resmi dari versi 1 (V1) ke versi 2 (V2) yang membuat tidak lagi didukungnya versi sebelumnya.
Selain itu saat ini juga terdapat beberapa kabar adopsi dan pembaruan sistem yang akan didatangkan bersama banyaknya crypto baru yang masuk ke ekosistem Pancakeswap.
Oleh karena itu, kemungkinan besar akan ada beberapa sentimen positif pada pekan ini yang dapat membuat ketertarikan terhadap CAKE meningkat bersama harganya.
Dari sisi teknikal, saat ini pergerakan CAKE hampir mirip dengan pergerakan ADA karena mayoritas crypto sedang bergerak selaras.
Grafik 4 Jam CAKEUSD
Kemungkinan besar setelah koreksi menuju batas bawah pada $12.7 atau Rp183.627, jika kembali naik,tujuan berikutnya berada pada $13.6 atau Rp196.640 hingga $16 atau Rp231.341.
Namun, jika batas bawah tersebut gagal untuk dijaga dan CAKE terus bergerak turun, kemungkinan besar harganya akan turun menuju $12 atau Rp173.506 hingga $11 atau Rp159.047.
3. Theta Network (THETA)
THETA juga menjadi salah satu crypto yang berpotensi mengalami apresiasi akibat adanya kabar pembaruan jaringan pada akhir Juni 2021.
Dikabarkan bahwa Theta Network akan resmi migrasi ke versi 3.0 yang juga akan memulai proses staking untuk validator, mengingat konsensusnya menggunakan mekanisme Proof of Stake.
Saat ini Bursa Non Fungible Token atau NFT dari THETA yaitu ThetaDrop juga telah mulai beroperasi yang dapat membuat aktivitas transaksi pada Blockchain Theta lebih ramai.
Oleh karena itu, melihat adanya pembaruan jaringan ini dan ekosistemnya yang terus berkembang, kemungkinan besar THETA akan mendapatkan sentimen positif.
Sentimen positif ini juga dapat dirasakan oleh Theta Fuel (TFUEL) yang merupakan crypto utama selain THETA, pada ekosistem Theta Network.
Dari sisi teknikal, dapat dilihat bahwa pergerakannya juga masih terlihat sama dengan crypto yang sebelumnya di analisis.
Grafik 4 Jam THETAUSD
Kemungkinan besar, jika batas bawah pada $6.7 atau Rp96.874 terus terjaga, THETA dapat terus naik menuju $7.3 atau Rp105.549 hingga $8.7 atau Rp125.791.
Namun, jika batas bawah tersebut berhasil di lewati, kemungkinan besar THETA akan terus turun menuju $6.18 atau Rp89.355.
Solana menjadi salah satu crypto yang masih terlihat terus bergerak kuat walau terdapat koreksi pasar yang cukup signifikan beberapa hari terakhir.
Walaupun begitu, pergerakannya masih tetap mencerminkan mayoritas pergerakan crypto di pasar saat ini.
Tapi kemungkinan besar akan ada kabar baik yang dapat mendorong harganya untuk naik lebih tinggi dalam pekan ini.
Kabar tersebut adalah kabar mengenai ekosistemnya yang terus berkembang dalam kecepatan yang di atas rata-rata.
Perkembangan ekosistem ini membuat Solana menjadi salah satu blockchain dengan ekosistem terlengkap mulai dari proyek tersentralisasi hingga terdesentralisasi.
Selain itu, Solana juga baru saja menjalankan kerja sama bersama dengan salah satu perusahaan pengelola aset digital.
Kerja sama tersebut bertujuan untuk menerbitkan saham yang telah ditokenisasi dengan sistem free floating atau terbuka untuk diperdagangkan oleh siapa pun.
Oleh karena kabar tersebut, kemungkinan besar Solana dapat naik bersama dengan mayoritas crypto yang sedang berusaha naik.
Dari sisi teknikal saat ini Solana sedang berusaha keluar dari zona segitiga simetris sama seperti beberapa crypto sebelumnya.
Grafik 4 Jam SOLUSD
Saat ini kemungkinan besar jika batas bawah pada $31 atau Rp448.224 terus terjaga, harga dapat terus naik menuju $32.9 atau Rp475.696 hingga $37.5 atau Rp542.206.
Tapi jika batas bawah berhasil dilewati, kemungkinan besar tujuan berikutnya akan berada pada $28.8 atau Rp416.414 hingga $26.7 atau Rp386.051.
Terakhir adalah MATIC yang pekan ini akan mendapat beberapa crypto baru dalam ekosistemnya yang kemungkinan dapat mendorong harganya naik.
Semakin banyak crypto yang masuk ke dalam ekosistemnya, berarto semakin besar volume transaksi yang terjadi pada ekosistemnya.
Beberapa crypto yang dikabarkan akan mulai masuk ke ekosistem MATIC pada pekan ini adalah Auto (AUTO), Xend Finance (XEND), Vox Finance (VOX), dan PhoenixDAO (PHNX).
Selain itu, saat ini Polygon sedang dalam proses untuk meningkatkan efisiensi dalam solusi lapisan keduanya untuk beberapa blockchain termasuk Ethereum.
Dengan beberapa kabar ini, terutama peningkatan efisiensi pada solusi lapisan kedua, kemungkinan besar MATIC akan kembali mendapat ketertarikan yang naik.
Dari sisi teknikal, saat ini MATIC baru saja keluar dari zona descending triangle yang kemungkinan dapat memulai apresiasi baru.
Grafik 4 Jam MATICUSD
Jika batas bawah pada $1.07 atau Rp15.470 terus terjaga, kemungkinan besar MATIC dapat terus naik menuju $1.12 atau Rp16.193 hingga $1.21 atau Rp17.495.
Namun, jika gagal menjaga batas bawahnya saat ini, kemungkinan besar MATIC dapat terus turun menuju $1 atau Rp14.458.
*Disclaimer
Perlu diingat bahwa artikel ini hanya merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan ajakan atau saran untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.
Dikabarkan Cardano (ADA) dan Orion Protoccol (ORN) akan melakukan kerja sama untuk memberikan hal baru di dunia crypto.
Nantinya kerja sama ini akan membuat ekosistem Cardano menjadi semakin luas dan akan membuat Orion lebih dikenal di dunia crypto.
Kerja Sama Cardano dan Orion Protoccol
Orion, salah satu proyek Decentralized Finance (DeFi) bersama dengan salah satu Blockchain terbesar di dunia crypto, Cardano, dikabarkan akan melakukan kerja sama.
Pengumuman ini terjadi pada 23 Juni 2021 melalui Twitter resmi kedua belah pihak yang terlihat antusias mendekati kerja sama ini.
Kerja sama ini adalah integrasi terminal trading ke dalam Blockchain Cardano dengan tujuan meningkatkan efisiensi perdagangan crypto.
Orion terminal ini mempermudah pengguna untuk mengakses beberapa platform perdagangan crypto besar hanya melalui satu jalur, yaitu jalur Orion.
Tujuan penciptaan terminal ini adalah untuk menghindari proses pendaftaran yang panjang.
Selain itu tujuannya adalah untuk efisiensi dalam menemukan harga terbaik dari seluruh bursa yang ada.
Jadi Orion ini berperan sebagai aggregator untuk menemukan harga terbaik di seluruh bursa dan membuka banyak bursa namun hanya melalui satu jalur atau satu aplikasi.
Dengan integrasi ke Blockchain Cardano, Orion akan mendapatkan sistem operasional yang lebih efisien dan lebih ramah lingkungan.
Hal ini disebabkan mekanisme Proof of Stake Cardano yang bergerak lebih efisien dan menghabiskan energi listrik yang lebih sedikit.
Kerja sama ini juga akan menguntungkan Blockchain Cardano, akibat akan meningkatkan volume transaksi pada blockchainnya.
Pihak Cardano percaya bahwa kerja sama ini akan membuka jalan untuk perkembangan ekosistem Cardano dan crypto secara menyeluruh kepada masyarakat.
Selain itu, kerja sama ini dianggap sebagai salah satu cara untuk membuktikan bagaimana efisiennya dunia crypto bekerja sehingga dapat menjadi salah satu bukti kemajuan teknologi crypto.
Tujuan Jangka Panjang
Melalui kerja sama ini, Orion memiliki tujuan jangka panjang untuk menggabungkan akses kepada jasa keuangan tradisional dan pasar Non Fungible Token (NFT).
Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan blockchain yang kuat serta efisien dan Cardano menjadi Blockchain yang tepat.
Pihak Orion mengatakan bahwa salah satu faktor yang penting dari sebuah Blockchain adalah kemampuan skalabilitas. Dikatakan bahwa,,
“Skalabiltias adalah salah satu aspek yang penting untuk Orion untuk mencapai adopsi yang tinggi, untuk menjadi gerbang utama ke pasar digital. Untuk itu, kami membutuhkan infrastruktur blockchain yang efektif dan efisien. Kami rasa Cardano adalah salah satu blockchain yang memiliki kapasitas sesuai kebutuhan kami, oleh karena itu kerja sama ini menjadi kerja sama yang cocok.”
Jika semua berjalan dengan lancar kerja sama ini dikabarkan akan resmi terjadi pada akhir Tahun 2021.
Kerja sama ini juga akan mendorong nama kedua pihak lebih tinggi, terutama dengan semakin banyaknya transaksi crypto.
Orion akan memberikan solusi yang baik untuk perdagangan crypto yang lebih efisien dan Cardano akan terus maju dalam ekosistemnya sebagai salah satu pesaing kuat Ethereum.
Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) baru saja mempublikasi artikel risetmengenai crypto.
Artikel tersebut bersifat lebih seperti jurnal, dan memiliki informasi lengkap untuk memulai pemahaman tentang crypto, blockchain, dan hal lain untuk memahami crypto.
WEF juga membahas beberapa crypto yang dianggap sangat bagus untuk kegunaan dan nilainya dalam jangka panjang.
Banyak pihak yang menganggap bahwa artikel yang dipublikasi ini adalah sentimen positif akibat dianggap sebagai persetujuan WEF terhadap proyek tersebut.
World Economic Forum Dukung Crypto
Kabar dukungan WEF terhadap crypto nampaknya membawa kejutan untuk mayoritas pelaku pasar crypto.
Hal ini disebabkan sebelumnya mayoritas pihak pemerintah dan otoriter dunia terlihat memiliki pandangan negatif yang bercampuran terhadap crypto.
Salah satu contohnya adalah Kepala Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, yang pada awal tahun ini menyatakan bahwa Bitcoin adalah sebuah hal yang mengkhawatirkan.
Kekhawatiran tersebut muncul akibat menurutnya Bitcoin dapat digunakan untuk pencucian uang dan kegiatan kriminalitas lainnya.
Pernyataan ini juga didukung oleh Menteri Keuangan Amerika, Janet Yellen yang menyatakan bahwa Bitcoin dapat digunakan untuk kegiatan yang melanggar hukum.
Pernyataan-pernyataan tersebut nampaknya juga mendapatkan banyak kritik dari publik akibat sebenarnya uang fiat juga telah digunakan untuk hal yang sama.
Namun tidak semua pihak pemerintah terlihat menolak crypto akibat Swiss yang menjadi salah satu pendukung.
Pihak dari Swiss tersebut nampaknya adalah organisasi internasional, pelaku sektor swasta, dan bahkan akademisi yang terlihat mendukung crypto.
Saat ini dukungan tersebut juga bertambah akibat WEF yang sebenarnya memiliki peran besar, terutama terhadap perkembangan dunia.
Dengan dukungan dari WEF sebagai salah satu organisasi dunia yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan dunia, dukungan terhadap crypto ini menjadi hal yang besar.
Dalam artikel jurnal yang dipublikasi oleh WEF, terdapat pernyataan dukungan terhadap Bitcoin dan Ethereum, dengan menggarisbawahkan teknologi menyangkut Ethereum.
Selain itu, WEF juga membahas bahwa terdapat beberapa proyek crypto yang memiliki teknologi sangat baik dan signifikan untuk masa depan keuangan.
Proyek-proyek tersebut adalah Algorand (ALGO), Cardano (ADA), Celo (CELO), Ripple (XRP), Solana (SOL), dan Stellar Lumen (XLM).
Keterbukaan Terhadap Perubahan Masa Depan Keuangan
Dalam masa pandemi Covid-19 WEF telah menarik perhatian banyak pihak akibat semakin besar perannya untuk memulihkan perekonomian dunia.
Banyak pihak yang juga menyatakan kritiknya terhadap WEF yang dirasa akan membawa perekonomian dunia untuk lebih tersentralisasi.
Asumsi ini telah membuat banyak pihak berpikir bahwa masa depan akan lebih terpusat dan lebih dikendalikan oleh satu pihak dan rentan terhadap manipulasi.
Kritik dan Asumsi ini muncul setelah WEF mempublikasi proyeksi masa depan hingga 2030 dalam rangka memulihkan perekonomian.
Hal ini disebabkan judul targetnya yang bertuliskan “own nothing and be happy” yang berarti tidak memiliki apa pun dan menjadi senang.
Banyak pihak yang berasumsi bahwa nantinya akibat pernyataan tersebut, masyarakat akan kehilangan kendali terhadap perihal pribadi karena akan diatur pemerintah.
Namun, Reuters telah memberikan komentarnya terhadap banyaknya asumsi yang beredar dan menyatakan bahwa semua asumsi tersebut adalah hal yang tidak benar.
“Salah, World Economic Forum tidak memiliki tujuan untuk menghilangkan kendali dari perihal pribadi oleh masyarakat. Namun agenda 2030 tersebut bertujuan untuk hal yang sebaliknya dimana WEF akan mendorong kendali terhadap perihal pribadinya.”
Oleh karena itu nampaknya dukungan terhadap crypto dan blockchain terlihat didasari oleh pernyataan tersebut.
Hal tersebut disebabkan dengan adanya blockchain dan crypto semua jadi lebih transparan, jelas, efektif, dan terdesentralisasi.
Transparansi dan kejelasan menjadi dua hal utama, terutama jika membicarakan masalah kepemilikan.
Hal ini juga menjadi penyebab banyak pihak mulai mempelajari blockchain dan crypto.
Pergerakan sejumlah altcoin tengah memasuki area hijau. Bahkan, sejumlah koin, hampir menyentuh take profit area dan mengejar breakout. Kendati demikian, Bitcoin masih stagnan di harga US$ 36-37 ribu.
Salah satu coin berperforma baik pada perdagangan, Selasa, 1 Juni 2021, adalah Cardano (ADA). Harga ADA naik 3,95% dalam 24 jam terakhir, dan menyentuh level harga US$ 1,72. ADA pun menjadi salah satu koin paling profit di antara 10 besar koin versi Coinmarektcap, dalam 7 hari terakhir.
Saat laporan ini ditulis, kapitalisasi pasar ADA mencapai $55,249,590,965. Hal ini menjadikan ADA berada di lima besar koin dengan kapitalisasi pasar terbesar versi CMC.
ADA/USDT 1 Day/ Tradingview
Sementara itu, berdasarkan analisa teknikal tim portalkripto.com, saat ini ADA sudah memasuki profit area pertama. Apabila trader membeli ada di buy area yang direkomendasikan pada artikel sebelumnya,saat ini sudah bisa menikmati profit.
Adapun, pergerakan Bitcoin terbilang mengambang. Saat ini BTC terlihat masih berusaha mengejar breakout di harga US$ 40.000. Pada perdagangan Selasa, 1 Juni 2021, BTC sempat menyentuh harga US$ 38 ribu, namun kembali memantul ke harga US$ 36 ribu.
Dilihat dari dominasinya, BTC nampaknya masih menunggu momentum untuk mengejar breakout. Saat ini dominasi BTC berada di angka 42,4%.
Disclaimer:
Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.
Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.
Semua informasi yang ada dalam berita ini bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.
Anda penggemar teknologi blockchain Cardano yang beraset kripto ADA? Bersiap-siaplah, karena ujicoba smart contract perdana mereka akan dimulai Juni 2021 mendatang. Bagaimana nasib aset kripto ADA karena use case-nya bisa semakin luas?
Fitur smart contract itu memastikan penerbitan token dan aplikasi lain di Cardano.
Langkah pengembang inti Cardano tampaknya semakin jelas. Menurut IOHK, divisi khusus pengembangan Cardano mengungkapkan, bahwa ujicoba smart contract itu dimulai secara bertahap.
“Jadwalnya bermula Juni 2021 hingga September 2021 mendatang rampung masuk ke main net blockchain Cardano,” kata Shruti Appiah, Manajer Produk di IOHK belum lama ini diblog-nya.
Menyematkan smart contract perdana mereka ini sampai selesai, masuk di fase Alonzo.
Sedangkan saat ini sudah masuk fase Goguen yang berpangkal dari fase Marlowe sejak tahun lalu.
Tahap-tahap pengembangan smart contractawal sebenarnya sudah berjalan di fase Shelley.
Shelley adalah tonggak penting bagi Cardano. Ini menandai peralihan ke algoritma konsensus Proof-of-Stake, yang lebih efisien dan menawarkan fungsionalitas tambahan ke blockchain.
Berdasarkan rencana mereka dan secara teknologi, penerapan smart contract akan menjadi perkembangan Cardanoyang paling signifikan.
Itu pula yang menentukan masa depan Cardano dan aset kripto ADA di masa depan.
Ini serupa dengan blockchain lainnya yang memiliki fitur smart contract lengkap.
Blockchain Ethereum dengan popularitas smart contract-nya, memungkinkan penerbitan token, aplikasi keuangan seperti decentralized exchange, wallet, NFT dan lain sebagainya.
Dengan kata lain, penggunaan smart contract sebagai basis pemrograman akan memperluas use case dari aset kripto ADA itu sendiri, serupa dengan perluasan penggunaan aset kripto Ether (ETH).
Jadi, jikalau smart contract Cardano disambut baik oleh programer dan developer sama luasnya seperti di Ethereum ataupun Binance Smart Chain, itu menjadi basis fundamental nilai aset kripto ADA di masa depan.
Lihat saja nilai pasar DeFisaat ini mencapai US$61,53 milyar. Sedangkan pasar NFTterus masih memanas bernilai triliunan rupiah per hari.
Pemainnya juga semakin banyak dari perusahaan media massa, telekomunikasi, film hingga musik.
Namun yang perlu perhatian berikutnya adalah soal perluasan penerapan smart contract di bisnis mainstream, seperti perbankan, remitansi, logistik dan lain sebagainya.
Hal itu sangatlah penting guna meningkatkan jumlah pengguna blockchain Cardano, berikut use case dari aset kripto ADA.