Tag: ethereum

  • Ethereum (ETH) Kembali Injak All Time High, Di Harga Berapa Puncaknya?

    Semenjak breakout dari bullish trendline nya, pergerakan harga Ethereum (ETH) bisa dikatakan masih dalam kondisi strong bullish. Bagaimana tidak, jika dilihat dari Chart ETH/USDT timeframe 1D market Binance, bisa dibilang pergerakan ETH sangat mulus, bahkan koreksi pun hanya ada sekali yaitu pada tanggal 4 Mei 2021.

    Ada beberapa faktor yang menjadikan ETH dalam kondisi strong bullish seperti sekarang, bahkan condong kebal terhadap dominasi BTC :

    1. Utility

    Kegunaan ETH dalam dunia crypto tidak perlu diragukan lagi karena Blockchain ETH merupakan pionir dalam perkembangan smart contracts, bahkan sekarang sudah merambat ke DeFi dan NFT. Hal tersebut menjadikan ketertarikan khusus untuk menjadikan ETH sebagai investasi jangka panjang

    2. Events

    Pada 2021 ini ETH menjadwalkan beberapa upgrade pada blockchain nya, seperti Berlin hard fork pada April, dan London Hard Fork pada Juni mendatang, menjadikan ekosistem ETH makin ok, terutama pengurangan gas fee dalam jaringan blockchain nya, apa lagi untuk long term nya para ETH Fans Boy masih menunggu untuk upgrade ETH 2.0

    3. Dominasi 

    Seiring kenaikan harga ETH yang tiap Minggu berhasil menciptakan harga ATH baru, dominasi ETH pun naik, ini menjadikan market ETH makin diminati oleh para trader atau investor.

    Baca Juga: Lebih Dekat dengan Ethereum, Beserta Analisis Teknikalnya

    Kemana arah harga ETH selanjutnya ?

    Secara teknikal, pergerakan harga ETH masih sangat bullish, beberapa kali pergerakan harga ETH menembus harmonic resistance pada fibonacci retracement nya, dan beberapa hari ini pergerakan harga ETH cenderung membuat harga ATH (All Time High) baru.

    Dengan kondisi Strong Bullish saat ini , next target dari pergerakan pergerakan harga ETH adalah pada area harga US$4,389 – US$4,587.

    Baca Juga:Teknik Trading Sederhana Tapi Profit dan Mudah Untuk Pemula

     

    Disclaimer :

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Kenalan dengan Mata Uang Digital Populer di Indonesia!

    Akhir Desember 2020 hingga awal tahun 2021, bitcoin menjadi topik yang ramai diperbincangkan oleh warganet di Twitter. Kenaikan harganya yang sangat fantastis membuat sebagian warganet semakin kepo untuk mengulik lebih dalam dan bahkan tak jarang ada yang langsung membelinya. Lantas, bagaimana cara kerjanya dan apa saja mata uang digital yang populer di Indonesia? Yuk, kita bahas!

    Cara Kerja Mata Uang Digital

    Aset kripto merupakan mata uang digital yang digunakan untuk bertransaksi melalui jaringan internet. Pemerintah Indonesia sendiri melegalkan aset kripto sebagai aset yang dapat diperdagangkan di bursa efek berjangka, bukan sebagai alat pembayaran.

    Tidak seperti fiat currency yang diterbitkan oleh pemerintah dan memerlukan pihak perantara untuk melakukan transaksi, aset kripto dibuat dari sistem komputasi dan terdesentralisasi yang artinya tidak ada pihak yang dapat mengaturnya. Selain itu, ada salah satu teknologi yang membuat transaksi aset kripto menjadi aman, yaitu blockchain

    Secara sederhana, blockchain merupakan teknologi yang terdiri dari blok dan berfungsi untuk mencatat setiap transaksi yang dilakukan oleh pengguna aset kripto. Masing-masing blok tersebut saling terkait melalui kriptografi dan membentuk jaringan yang tidak dapat diubah maupun dihapus (immutable).

    Konsep desentralisasi yang telah disebut di atas juga membuat transaksi bitcoin semakin aman, karena informasi transaksi akan disimpan di banyak tempat dan tidak membutuhkan pihak ketiga. Apabila seseorang ingin membobol aset kripto, berarti Ia harus membobol setidaknya kurang lebih 1 juta komputer pengguna yang bekerja sebagai miner (penambang).

    Mata Uang Digital yang Populer di Indonesia

    Setelah mengetahui cara kerja aset kripto, yuk, simak mata uang digital yang populer di Indonesia beberapa waktu belakangan ini!

    Memasuki tahun 2021, banyak ahli mengatakan BTC akan memiliki masa depan yang cerah. Bagaimana tidak, BTC berhasil bertengger di harga $47,066 USD dengan nilai rupiah sebesar Rp 659 juta per btc pada 9 Februari 2020. Padahal Juli 2020 BTC berada di level harga $11,200 atau setara dengan Rp 162 juta.

    Kenaikan BTC yang sangat fantastis terjadi sehari setelah Tesla, perusahaan mobil asal Amerika Serikat yang dipimpin oleh Elon Musk membeli BTC senilai 1,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 21 Triliun. Karena itulah, BTC menjadi buah bibir warganet dan menjadi trending topic di Twitter.

    Meskipun sempat mengalami penurunan harga, dua bulan setelah pembelian dalam jumlah masif oleh Tesla, BTC berada di level $58,644.49 atau 850 juta rupiah. 

    Koin dengan logo Shiba Inu ini diciptakan oleh dua orang yang ingin mengubah stigma serius dari aset kripto, yaitu Jackson Palmer dan Billy Markus. Popularitas DOGE dimulai pada Juli 2020 lalu melalui unggahan tiktok dari akun “Jamezg97”. Hanya dalam sehari saja,  DOGE menguat dari harga 33 rupiah menjadi 61 rupiah.

    Sempat berada di harga stagnan, 9 Februari 2021 DOGE meroket hingga mencapai harga 1.143 rupiah. Melesatnya harga DOGE tersebut juga diakibatkan oleh melonjaknya harga BTC setelah pembelian oleh Tesla dalam jumlah besar.

    Dikarenakan jumlah koin yang beredar relatif banyak, ETH memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Mengikuti jejak BTC, harga ETH juga meroket. 6 Desember 2020 lalu ETH berada di level $590.89 atau setara dengan 8 juta rupiah. 

    Empat bulan berselang atau 6 April 2020, ETH berhasil menyentuh di harga $2,120.60 atau 30 juta rupiah. Hal itu membuat segelintir masyarakat membicarakannya dan mencoba untuk terjun langsung dalam dunia investasi aset kripto.

    BNB merupakan aset kripto yang diterbitkan oleh Binance Exchange dan diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di jaringan ethereum. Pada awal perkembangannya, BNB hanya diperuntukkan untuk biaya perdagangan, biaya pencatatan, biaya pertukaran, dan biaya lainnya pada Binance Exchange.

    Perkembangan harga yang pesat menjadikan BNB berada di peringkat #3 setelah BTC dan ETH. Menurut Coinmarketcap, per hari Rabu (07/03/2021), BNB berada di level harga $405.44 atau setara dengan 5,8 juta rupiah. BNB termasuk koin yang banyak dicari masyarakat karena memiliki likuiditas yang baik.

    Toko Token (TKO)

    TKO merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menghadirkan model token hybrid unik dengan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi) yang telah diluncurkan awal April 2021 kemarin.

    Proyek ini didukung langsung oleh Binance sehingga menjadikan TKO sebagai salah satu mata uang digital yang populer di Indonesia. Yang lebih mengejutkan, TKO bahkan mengalami kenaikan lebih dari 3000% dalam 30 menit pertama pada saat listing di Tokocrypto. Wow!

    Gimana, tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang TKO? Simak informasi terbaru kami di instagram TKO dan dapatkan TKO di sini!! Salam to the Moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 3 Coin yang Akan Menjadi Tren di 2021

    Dilansir dari Kontan, Asosiasi Perdagangan Aset Kripto (Aspakrindo) menuturkan,  sepanjang awal tahun 2021 di bulan Januari hingga Februari terdapat tiga aset kripto yang memiliki pergerakan harga yang menarik yakni bitcoin, doge dan ethereum. Lalu seperti apa sih tren harga dari ketiga koin tersebut? Yuk, simak penjelasannya!

    Kenaikan Harga Bitcoin 2021

    Aset kripto satu ini memang terus memperlihatkan kilaunya. Bitcoin dinilai akan menjadi aset investasi di masa depan. Harganya yang terus meningkat tak menyurutkan minat para investor untuk terus berinvestasi di aset kripto ini. Setelah membuktikan sebagai salah satu aset instrumen investasi yang memiliki perubahan harga yang stabil ketika pandemi berlangsung.  Bahkan bitcoin mampu mencapai harga tertingginya sebesar US$ 23.794 di (21/12/2020).

    Tak hanya sampai situ. Berdasarkan data dari Coinmarketcap, pada awal tahun 2021 harga bitcoin terus mengalami kenaikan hingga menyentuh di harga US$ 40.399 pada (9/1/2021). Walaupun di pekan selanjutnya, harga bitcoin mengalami fluktuatif dan sempat menyentuh harga US$ 31.085 pada (28/1/2021). Namun ini tak berlangsung lama, harga bitcoin akhirnya terus mengalami kenaikan di bulan Februari.

    Perlahan  namun pasti, pada minggu kedua di bulan Februari harga bitcoin mengalami kenaikan hingga menyentuh di harga US$ 47.790 pada (13/2/2021), lalu menjadi US$ 52.177 pada (18/2/2021) dan akhirnya menyentuh di harga tertingginya yakni US$ 56.614 pada (21/2/2021).

    3 Coin yang Menjadi Tren 2021

    Inilah 3 koin yang diprediksikan menjadi tren di tahun 2021.

    Koin pertama yang akan menjadi tren di tahun 2021 ini tentunya masih datang dari bitcoin. Meningkatnya harga bitcoin di awal tahun 2021 ini bukan tanpa sebab. Jumlah bitcoin yang terbatas yakni hanya ada sebanyak 21 juta bitcoin, membuat semakin dicarinya bitcoin oleh para investor. Inilah yang membuat harga bitcoin terus mengalami kenaikan karena semakin banyaknya permintaan padahal jumlah yang ada di market terbatas.

    Selain itu, minat perusahaan yang semakin banyak untuk mengadopsi mata uang kripto sebagai alat pembayaran juga berdampak pada harga bitcoin akan hal inilah yang mengakibatkan harga bitcoin berpotensi terus mengalami kenaikan.

    Dilansir dari Warta Ekonomi, ethereum merupakan aset kripto yang memiliki segi kapitalisasi pasar terbesar kedua. Ethereum mampu mencapai puncak dengan harga US$1.938 pada (18/2/2021). Kenaikan harga ethereum juga disebabkan karena adanya lonjakan minat investor institusional.

    Menurut salah satu pendiri Aragon, Luis Cuende mengungkapkan bahwa ethereum mampu mencapai US$ 2.500 di 3 bulan ke depan. 

    Koin ketiga adalah Dogecoin. Koin yang pertama kali diluncurkan pada Desember 2013 ini memiliki branding yang unik dibandingkan dengan mata uang kripto lainnya. Dogecoin memiliki peminat yang cukup cepat. Hal ini terbukti dari naiknya nilai mata uang kripto ini sebesar 300 persen dalam 72 jam pertama sejak peluncurannya. Harganya mampu meningkat dari US$0,00026 menjadi US$0,00095.

    Berdasarkan data dari Coinmarketcap pada Senin (8/2/2021) harga dogecoin mengalami kenaikan sebesar 1.212% ke level 0,0748. Menariknya, kenaikan harga koin ini melebihi pertumbuhan harga bitcoin yang sebesar 34% dan ethereum yang sebesar 126% di waktu yang sama.

    Nah itulah penjelasan mengenai tren harga koin pada aset kripto. Bagaimana? Menarik kan? Jika Anda ingin melakukan investasi pada koin-koin tersebut, Anda bisa lho melakukannya di Tokocrypto! Tokocrypto hadir dengan berbagai transaksi jual beli mata uang dan aset kripto yang bisa Anda pilih seperti: bitcoin (BTC), ethereum (ETH), binance coin (BNB), tether (USDT), ripple (XRP),  dogecoin (DOGE) dan masih banyak yang lainnya. Tunggu apalagi? Yuk daftarkan diri Anda di www.tokocrypto.com.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Uniswap Uji Coba Kontrak V3 di Testnet Ethereum, Ini Tanggal Peluncurannya

    Bursa Terdesentralisasi (DeX) terbesar di dunia, Uniswap (UNI) telah meluncurkan empat smart contract di Tesnet Ethereum.

    Peluncuran tersebut membuat semakin dekatnya Uniswap dengan pembaruan V3 yang dikabarkan akan terjadi dalam waktu dekat.

    Pembaruan Uniswap V3 Semakin Dekat

    Peluncuran kontrak tersebut merupakan sebuah pencapaian akibat berhasil menjalankannya dengan lancar di jaringan uji coba atau Testnet Ethereum.

    Pada 21 April 2021, pengumuman Uniswap Labs menyatakan bahwa protokol inti Uniswap V3 dan smart contracts yang terikat dengannya telah diluncurkan.

    Empat kontrak tersebut telah diuji coba ke empat jaringan uji coba di Ethereum yaitu Ropsten, Rinkeby, Kovan, dan Goerli.

    Alamat Testnet dan inti kontrak smart contracts telah dipublikasi ke Github, dengan Uniswap mengingatkan bahwa alamat tersebut bukan alamat akhir.

    Maksud pernyataan tersebut adalah Uniswapmemiliki kemungkinan untuk merubahnya sehingga masih perlu perhatian lagi oleh pengguna.

    Baca Juga: BTC Koreksi, Ke mana Arah Selanjutnya ?

    Saat ini, “perlombaan” untuk mendapatkan imbalan dari menemukan kekurangan jaringan telah dimulai sejak 23 Maret 2021.

    Terdapat hadiah sebesar $500.000 atau Rp7,25 Miliar untuk pihak yang bisa menemukan kekurangan atau kerusakan pada kontrak V3.

    Menurut sumber resmi Uniswap, kemungkinan besar Mainnet atau peluncuran resmi akan terjadi pada 5 Mei 2021.

    Dalam pembaruan ini, Uniswap melakukan perubahan terhadap sistem pendapatan dari farming liquidity provision yang berbeda.

    Volume Perdagangan Bursa Meningkat

    Uniswap sebagai DeX juga mengalami apresiasi dalam volume perdagangan, yang mencapai $10 Miliar atau Rp145,16 Triliun pertama kali dalam sejarah.

    Pendiri Uniswap membuat cuitan menyatakan bahwa angka ini adalah angka tertinggi sejak enam bulan yang lalu dengan apresiasi volume mingguan sebesar 25,7%.

    Apresiasi ini terlihat menarik akibat dapat terus terjadi walau biaya transaksi di Blockchain Ethereum yang masih tinggi.

    Dengan tingkat volume saat ini, pendiri Uniswap menyatakan volume perdagangan tahun ini dapat melebihi $500 Miliar atau Rp7.258,3 Triliun.

    Uniswap saat ini menjadi pusat utama dalam sektor DeFi, dengan semakin banyaknya proyek yang terhubung ke DeX tersebut.

    Baca Juga: Uniswap Raih Volume Transaksi $100 Miliar! Ini Target Harga Selanjutnya

    Beberapa proyek tersebut berusaha untuk mengurangi permasalahan di Sektor DeFi, dan Uniswap kemungkinan akan mendapatkan dampak positifnya.

    Pertumbuhan di Sektor DeFi ini telah berhasil mendorong harga UNI naik cukup signifikan, dan berada di atas $36 atau Rp523.000 saat ini.

    Kemungkinan besar apresiasi ini akan berlanjut karena pergerakannya yang masih terlihat positif walau sedang kesulitan menembus batas atas harga.

    Grafik Harian UNIUSD

    Saat ini kemungkinan besar UNI akan mengalami koreksi terlebih dahulu sebelum naik lebih tinggi akibat masih terlihat positif.

    Ke depannya, jika batas atas pada Rp561.000 dapat ditembus, kemungkinan besar apresiasi akan terus berlanjut.

    Namun apresiasi hanya akan berlanjut jika batas bawah pada Rp520.000 hingga Rp490.000 masih terus terjaga untuk menjaga pergerakan apresiasi.

    Target jangka panjang UNI kemungkinan besar berada pada sekitar Rp906.000 yang berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.

    Indikator RSI dan MACD masih terlihat berada di zona beli yang menandakan potensi pergerakan positif ke depannya.

    Dengan harga yang masih berada di atas MA Cross dan banyaknya sentimen positif di sekitar UNI, pergerakan ke depannya diprediksi masih akan positif.

    Namun diperlukan analisis pribadi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli UNI akibat risiko ditanggung oleh masing-masing trader dan investor.

    Disclaimer

    Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jelang Berlin Hardfork, Ether (ETH) Cetak Harga Tertinggi Baru

    Sehari menjelang hajatan terbesar Ethereum, Berlin Hardfork, yang akan digelar pada tanggal 14 April 2021, mata uang kripto Ether (ETH) mencetak harga tertinggi barunya. Pada Selasa, 13 April, ETH menginjak harga US$ 2,265.

    Kapitalisasi pasar Ether pun saat ini telah melebihi US$ 250 miliar. Nilai ini menjadi kapitalisasi pasar terbesar Ether sepanjang sejarah. Jumlah kapitalisasi pasar ETH ini menyamai nilai kapitalisasi pasar BItcoin pada akhir Oktober 2020.

    Baca Juga: Mike Novogratz: Kasus XRP Segera Selesai

    Pada Berlin Hardfork, Ethereum akan mengupgrade protokol yang yang berada pada blockchainnya. Peningkatan tersebut akan dihidupkan pada mainnet Ethereum di blok 12.244.000.

    Pembaharuan tersebut akan menyasar empat protokol Ethereum, yakni: EIP-2565, yang berupaya untuk mengurangi biaya pra-kompilasi ModExp dan akan membantu menghitung biaya gas.

    Selain itu protokol EIP-2929 pun akan diperbaharui, guna “meningkatkan” biaya gas. Setelah itu protokol EIP-2718, yang memperkenalkan modul transaksi baru pun akan ditingkatkan kapasitasnya. Dan yang terakhir, EIP-2930, yang mencakup jenis transaksi dengan daftar akses opsional.

    Namun sejumlah pihak menilai Berlin Hardfork ini tidak akan berdampak signifikan dalam jangka pendek. Namun untuk jangka panjang, pengembangan salah satu blockchain terbaik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi ekosistem dan penggunanya.

    Pada pekan ini, ETH bukan satu-satunya koin yang menginjak harga tertinggi baru. Koin lain seperti Bitcoin, BNB, dan XRP, dalam pekan ini menunjukan peningkatan yang luar biasa.

    Baca Juga: Bloomberg: Harga Bitcoin Bisa Mencapai US$ 400 Ribu

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Harga Tertinggi Baru Bersama Kencangnya Apresiasi Bitcoin

    Ethereum saat ini sedang bergerak naik membentuk harga tertinggi barunya di sekitar $1.825 bersama dengan Bitcoin.

    Diprediksi bahwa harganya masih akan terus naik bersama banyaknya sentimen positif di sekitar Ethereum.

    Ethereum Harga Tertinggi Baru Bersama Bitcoin

    Sejak 8 Februari 2021 pukul 19.00 WIB, harga Bitcoin terlihat mengalami apresiasi yang signifikan sekitar 22,8%.

    Apresiasi ini terjadi akibat Tesla yang baru saja membeli Bitcoin senilai $1,5 Miliar atau setara dengan Rp21 Triliun.

    Dana tersebut merupakan 7,7% dari keseluruhan dana kas yang dimiliki oleh Tesla.

    Baca juga: Tesla Beli Bitcoin $1,5 Miliar, Apple Bakal Ikutan?

    Apresiasi dari Bitcoin nampaknya memberikan dorongan positif untuk beberapa mata uang crypto lainnya, terutama Ethereum.

    Di saat yang bersamaan dengan apresiasi Bitcoin, harga Ethereum naik sekitar 10% hingga harga tertinggi barunya.

    Oleh karena itu, dengan masih kencangnya apresiasi Bitcoin, diprediksi bahwa Ethereum akan terus naik bahkan mencapai angka signifikan.

    Potensi Sentimen Positif EIP-1559

    Salah satu sentimen positif utama yang nampaknya akan mendorong Ethereum naik lebih tinggi adalah Proposal bernama EIP-1559.

    Proposal ini akan menghilangkan masalah biaya transaksi Ethereum yang berasal dari mahalnya biaya gas.

    Ethereum telah mencapai biaya transaksi tertingginya pada $25 walau telah bergerak di sekitar $23 dan $25 saat ini.

    Baca juga: Ini Dia Waktu yang Tepat untuk Transaksi dengan Gas Fee Rendah

    Akibat apresiasi biaya ini, penambang Ethereum dilihat paling diuntungkan.

    Pendapatan penambang naik ke nilai tertinggi pada $55 Juta dalam satu hari akibat dari naiknya biaya transaksi.

    Biaya transaksi yang tinggi ini menjadi salah satu permasalahan besar yang berpotensi menghalang pertumbuhan Ethereum ke depannya.

    Namun, akibat proposal baru ini, kemungkinan masalah tersebut akan hilang.

    Jika masalah tersebut hilang, Ethereum memiliki potensi untuk naik, bahkan mencapai $20.000 atau Rp28 Juta.

    Prediksi tersebut dibuat oleh Ryan Berckmans, pendiri dari Predictions.Global yang yakin akibat adanya beberapa hal.

    Yang pertamabiaya transaksi yang tinggi namun sedang ditangani, membuat banyak pihak berubah menjadi investor atau hodler.

    Oleh karena itu, kemungkinan besar tekanan jual terhadap Ethereum akan terlihat berkurang yang akan menjaga stabilitas apresiasi dalam jangka panjang.

    Baca Juga: Kisah Inspiratif 2 TKO Angels Setelah Investasi di Tokocrypto

    Proposal EIP-1559 juga menjadi penyebab utama mengapa Ethereum dapat terus mengalami apresiasi.

    Selain mengurangi biaya, sistem ini akan mengurangi persediaan Ethereum akibat penerapan sistem proof-of-stake (POS).

    Dengan sistem ini, para penambang akan berubah menjadi investor akibat jika dibandingkan dengan saat ini mereka tidak perlu menjual hasil tambangannya sebanyak sekarang untuk menutup biaya.

    Hasilnya dengan berkurangnya tekanan jual bersama investor ritel, harga Ethereum memiliki potensi untuk naik lebih tinggi.

    Dengan EIP-1559 yang sudah mulai diuji coba dan direncanakan untuk diluncurkan tahun ini, sentimen positif menjadi sangat kuat.

    Bersama volume perdagangan Ethereum yang pekan lalu menggarap 80% dari keseluruhan volume transaksi di pasar crypto, kemungkinan besar apresiasi ke $20.000 menjadi sangat mungkin.

    Namun jika ingin membeli Ethereum, manajemen risiko dan penggunaan “uang dingin” tetap harus dilakukan untuk menjaga kondisi finansial pribadi jika terjadi kerugian.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Teknikal 16 September: Bitcoin dan Ethereum

    Dalam beberapa hari lalu, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) telah mencoba pulih dari tekanan kuat Bears pada minggu sebelumnya, yang menyiratkan upaya bertumbuh dari para optimisme crypto, sehingga peluang inilah yang akan menjadi dasar analisa teknikal kita kali ini.

    Pada analisa ini, kita akan mencoba melihat masih ada tidaknya peluang bagi Bullish untuk melanjutkan upaya pemulihan beberapa hari lalu.

    Dan dalam artikel ini, kami akan berbagai pandangan kami dalam analisa teknikal untuk peluang trend BTC dan ETH untuk beberapa hari kedepan.

    BTCUSD

     

    Dalam analisa kami, pada time frame Daily, BTC pulih secara konsisten setelah mampu bertahan diatas level $ 10.000, sang Support kunci kita pada analisa minggu lalu.Ini menyiratkan upaya pemulihan dari level Lower High jangka menengah, sehingga dalam analisa kami, Resistance kunci, $ 11.000, akan menjadi titik validasi utama kita untuk kekuatan Bullish yang akan dibentuk dari reaksi pasar terhadap pemulihan sebelumnya ini.

    Baca Juga: 6 Terobosan Proyek Harmony

    Perlu digarisbawahi, harga menguat saat RSI belum membentuk Oversold, sehingga kita perlu mewaspadai kembalinya RSI ke ranah bawah jika harga mencoba bergerak kurang kuat dalam aksi beli dikisaran level $ 11.000, dimana breakout kuat pada level ini, bisa membawa potensi untuk mencapai Resistance kunci lainnya, yaitu di level $ 12.000.

    Dari time frame 4 jamnya, BTC berlanjut dalam struktur Bullish dari pergerakan ranging sebelumnya, hingga memasuki Area Resistance kunci yang akan menjadi kunci untuk beberapa hari kedepean.

    Jika dilihat dari fundamental, harga Bitcoin akan sideways untuk sementara waktu, ranging di sekitar resistance. Breakout akan terjadi jika ada berita yang mengejutkan.

    Ini tanggal yang harus anda tahu untuk pergerakan harga BTC:

    ETHUSD

    Dalam analisa kami, pada time frame Daily, ETH telah mampu mengumpulkan kekuatan dengan tetap bertahan diatas level Support kunci $ 310 dan level Resistance kunci sebelumnya, $ 370.

    Baca Juga: Cara Staking Aset Crypto Menggunakan Staking Pool

    Price Action pada $ 370 akan menjadi dasar analisa kita untuk kekuatan trend jangka menengah, dimana faktor DeFi akan juga mempengaruhi ETHUSD dalam sisi fundamental yang jangan sampai diabaikan.

    Pada time frame 4 jam ini, ETH telah bangkit dari Area Support kunci, dimana dalam analisa kali ini, kami telah memetakan adanya Area Resistance kunci yang digambarkan dari titik Swing di histori chart, yang sifatnya jangka pendek / menengah, sehingga reaksi harga pada Area ini akan sangat penting di analisa kami, untuk membaca sinyal trend.Jika dilihat dari fundamental ETH, sangat mungkin harga akan turun, sebelum naik di bulan Oktober-November karena ETH 2.0.

    Note: Artikel ini bukan nasihat investasi, lakukan trading dengan bijaksana.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Resistance Ditembus, Analis Prediksi Harga Ethereum ke Rp 10 Juta!

    Ethereum (ETH) meledak lebih tinggi sejak posisi terendah di wilayah Rp6,9 juta dan sempat hampir menyentuh wilayah Rp8,2 Juta. Saat penulisan dilakukan Ethereum diperdagangkan di kisaran Rp8 juta.

    Aksi harga ETH ini diperkirakan akan bergerak ke lebih tinggi lagi dalam beberapa hari atau minggu mendatang menurut beberapa analis. Ada sejumlah tren teknis dan fundamental yang diprediksi dapat mendorong ETH jauh lebih tinggi lagi, seperti peluncuran jaringan ETH2, pertumbungan ruang DeFi, dan jika dilihat dari tren teknis, hambatan koin tersebut menuju Rp10 Juta sangat sedikit. Tidak hanya itu, keadaan pasar Bitcoin yang bullish diperkirakan juga dapat menjadi pendorong harga ETH melonjak.

    Harga Ethereum Hari Ini
    Harga Ethereum Hari Ini

    Baca juga: Ethereum Buat All-Time-High Baru dengan Tembus $500!

    Analis: Harga Ethereum Akan Meledak Lebih Tinggi

    Analis berpendapat Ethereum dapat diatur agar bisa mendaki harga yang lebih tinggi lagi saat berhasil menembus kisaran makro dan resistensi makro terdahulu yang pernah dicapai pertama kalinya sejak 2018. Mengacu pada grafik di bawah ini, ada indikasi terkait dengan terobosan aksi harga makro ETH,

    Baca Juga: Indeks Fear and Greed Crypto Meningkat, Apakah Beli Bitcoin Saat ini Tepat ?

    “$ETH/USD mengalami penutupan harian bullish yang sangat besar, jika mingguan ditutup di kisaran ini, dan level resistensi selanjutnya akan berada di $750 (Rp10 Juta lebih)… Bagaimana tidak bullish jika saat ini seperempat juta ETH terkunci selama lebih dari satu tahun…”

    harga ethereum

    Tekanan Jual di Masa Mendatang

    Sementara pandangan jangka panjang mengenai Ethereum jauh lebih baik selama beberapa minggu terakhir, seorang trader membagikan grafik di bawah ini.

    Grafik tersebut mengindikasikan catatan pemesanan ETH di bursa teratas. Rupanya, ada banyak tekanan jual yang mengarah ke bawah.

    “Pembelian pasar yang serius sedang terjadi, tetapi di sisi lain permintaan (jual) menumpuk. Saya tidak terlalu berharap ETH menembus 600 (USD) hari ini,” ujar salah satu analis dengan data tersebut.

    harga ethereum

    sumber.

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenali Ethereum 2 untuk Mengurangi Kemacetan Transaksi

    Sepanjang tahun 2020, ETH mengalami peningkatan harga yang pesat. Pada awal tahun 2020, ETH berada di harga 1,8 juta rupiah. Lalu menjelang penghujung tahun, harga ETH melonjak hingga 200% dengan kisaran harga mencapai 5,8 juta rupiah. Tentunya, harga ETH diprediksi meningkat terus karena kehadiran ethereum 2.0.

    Lho, apa itu ethereum 2.0? Apa bedanya dengan ethereum 1.0?  Mari bahas satu persatu!

    Mengenal DeFi dan Ethereum 2.0

    Sebelum mengenal ethereum 2.0, ethereum sendiri merupakan tempat untuk hampir seluruh aset kripto yang bergerak dalam Decentralized Finance (DeFi). Secara umum, DeFi adalah sistem yang memberi kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan transaksi dengan tidak melibatkan pihak ketiga dan nasabah memiliki kendali penuh.

    Maka, Ethereum 2.0 merupakan pembaruan dan peningkatan blockchain Ethereum. Dikenal juga sebagai Serenity, Ethereum 2.0 memiliki pembaruan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan efisiensi, kecepatan, serta skalabilitas dalam jaringan Ethereum.

    Pembaruan ini memiliki kegunaan yang sangat penting, karena Ethereum 2.0 dapat memproses lebih banyak transaksi sehingga mengurangi kemacetan dari antrean transaksi yang menumpuk.

    Perbedaan Ethereum 1.0 dengan Ethereum 2.0

    Perbedaan yang paling mendasar dari Ethereum 1.0 dengan Ethereum 2.0 terletak pada mekanisme konsensusnya. 

    Ethereum menggunakan Proof of Work (PoW) yang dimana miners menggunakan komputer untuk memecahkan teka-teki matematika dan melakukan verifikasi transaksi. Lalu mereka akan mendapat hadiah berupa aset kripto jika berhasil melakukannya.

    Dikarenakan PoW menghabiskan banyak waktu dan energi, maka Ethereum 2.0 menggunakan Proof of Stake (PoS).  PoS adalah ketika validator transaksi mempertaruhkan aset kripto untuk memverifikasi transaksi dan tergantung kepada berapa banyak aset kripto yang dimilikinya.

    Kelebihan Ethereum 2.0 Dibandingkan Ethereum 1.0

    Jika melihat perbedaan mekanisme konsensus pada keduanya, Ethereum 2.0 jauh lebih hemat bila dibandingkan dengan Ethereum 1.0. Seperti yang kita tahu, PoW membutuhkan daya listrik yang sangat besar dan dapat mengakibatkan pemborosan sumber daya.

    Hal ini menjadikan PoS merupakan langkah tepat karena merupakan konsensus yang tidak begitu mahal serta ramah lingkungan karena tidak membutuhkan daya komputasi sebesar PoW.

    • Jumlah Transaksi Per Detik

    Pada awalnya Ethereum 1.0 hanya dapat melakukan sebanyak 30 transaksi per detik. Hal ini tentu mengakibatkan antrean yang panjang dan transaksi akan memakan waktu yang lebih lama.

    Nah, Ethereum 2.0 menjanjikan dapat melakukan transaksi hingga 100,000 transaksi per detik. Tentu sebuah angka yang sangat besar bila dibandingkan dengan Ethereum 1.0.

    Dalam prosesnya, Ethereum 2.0 memang dirancang untuk meningkatkan keamanan bagi penggunanya. Ini dikarenakan, PoS memiliki sekumpulan validator yang membuat sistem lebih terdesentralisasi dan menurunkan risiko terganggunya keamanan jaringan.

    Mengapa Ethereum 2.0 Dapat Memengaruhi Harga ETH?

    Kembali lagi dengan tujuan pembuatan Ethereum 2.0 yang dimana salah satunya untuk meningkatkan skalabilitas, yang dapat melakukan hingga 100,000 transaksi per detik.

    Maka, dapat dianalogikan, semakin banyak skalabilitas yang dilakukan, maka semakin banyak pula jumlah penggunaan dan pada akhirnya permintaan pun semakin meningkat. Maka secara teori harga ETH pasti akan terdorong ke level yang lebih tinggi.

    Gimana, menarik bukan kehadiran Ethereum 2.0 ini? Oh iya, perkembangan Ethereum 2.0 akan terus berjalan hingga beberapa waktu ke depan. Kalau Anda ingin mendapatkan update terbaru seputar Ethereum 2.0, ikuti terus website News Tokocrypto dan media sosial kami @Tokocrypto.

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Habis ATH, Ethereum Langsung Koreksi, Saatnya Beli?

    Ethereum baru saja menyentuh harga tertingginya pada sekitar $1.475 menurut data dari Bitstamp. Harga ini resmi mengalahkan harga tertinggi sebelumnya pada Tahun 2018 yang membuat persepsi positif saat ini masih kuat terhadap Ethereum.

    Namun setelah menyentuh harga tertinggi pada pukul 07.00 WIB, Ethereum terlihat terkoreksi kembali. Koreksi ini memunculkan pertanyaan “Apakah ETH saat ini layak untuk dibeli?”, yang akan dijawab dalam artikel ini.

    Ethereum Koreksi Setelah Sentuh Harga Tertinggi

    Walau pekan lalu terdapat $1,5 Miliar Ethereum yang keluar dari bursa akibat tekanan jual yang cukup signifikan, saat ini ETH berhasil menyentuh harga tertinggi baru kembali. Belum diketahui secara jelas apa yang menyebabkan dorongan beli ini akibat terjadi secara perlahan.

    Kemungkinan besar dorongan beli ini terjadi akibat transaksi dari investor ritel dan beberapa investor institusional yang mengakumulasi secara perlahan. Akumulasi ini terjadi saat ETH jatuh bersama Bitcoin pada pekan lalu dalam salah satu koreksi pasar crypto terbesar sepanjang masa.

    Baca Juga: Inilah 3 Top Cryptocurrency yang Performanya Stabil di 2020

    Belum ada publikasi rinci mengenai investor institusional yang melakukan pembelian Ethereum, namun melihat pergerakan sebelumnya, dapat diasumsikan terjadi tekanan beli yang kuat oleh pemain besar akibat apresiasi signifikan.

    Namun, setelah menyentuh harga tertinggi barunya, Ethereum terlihat mengalami koreksi yang cukup dalam sejak pukul 08.00 WIB. Koreksi ini terjadi hanya satu jam setelah ETH menyentuh harga tertinggi dan memunculkan pertanyaan apakah saat ini tepat untuk melakukan pembelian.

    Kesempatan Beli Terlihat Signifikan, Namun Belum Pasti

    Jawaban ini dapat dilihat dari sisi teknikal jika ingin menganalisis dalam jangka pendek. Saat ini, candlestick pergerakan harga Ethereum dalam jangka waktu 1 Jam memperlihatkan adanya pola koreksi.

    Pola ini umumnya disebut sebagai bearish harami yang saat ini terus berubah menjadi dark cloud cover. Umumnya pola ini menunjukkan bahwa harga akan terus bergerak turun akibat teori pola candlestick.

    Pola ini dilengkapi dengan Indikator RSI yang menunjukkan bahwa harga telah menyentuh zona overbought. Zona ini menandakan bahwa harga mengalami kejenuhan akibat sudah mengalami transaksi beli yang berlebihan.

    beli ETH
    Grafik Harga Ethereum 1 Jam

    Umumnya jika kedua pola tersebut bertemu, ada kemungkinan besar bahwa harga akan turun. Tetapi, penurunan tersebut masih memiliki dua kemungkinan dimana harga dapat mengalami retest atau depresiasi yang lebih dalam.

    Melihat harga yang naik sebelumnya dari titik 61,8% Fibonacci yang merupakan rasio emas untuk menandakan apresiasi, kemungkinan besar penurunan hanya koreksi sementara. Sehingga dalam jangka panjang kemungkinan Ethereum untuk naik lebih tinggi masih sangat besar.

    Kemungkinan Depresiasi Juga Masih Kuat

    Tetapi, melihat grafik pergerakan Ethereum jangka waktu 1 Jam tersebut, potensi depresiasi lebih dalam masih mungkin. Potensi ini ditunjukkan oleh pergerakan sebelumnya saat Ethereum menyentuh All Time High sebelum hari ini.

    Saat itu, dapat dilihat bahwa ETH menyentuh harga tertinggi barunya pada sekitar $1.437. Setelah menyentuh harga tersebut, Ethereum mengalami depresiasi yang cukup dalam sekitar 27,5%.

    Pada saat itu terdapat beberapa tanda koreksi dan depresiasi yaitu pola candlestick yang bersamaan dengan RSI bergerak ke zona overbought. Pada saat itu, candlestick membentuk pola bearish engulfing bersama dengan RSI yang bergerak ke zona overbought.

    Baca juga: Mulai Terkoreksi dari Harga Tertinggi, Ethereum Diprediksi Meroket Lagi

    Mengingat saat ini hal yang sama sedang terjadi, investor dan trader harus berhati-hati dan mengutamakan manajemen risiko. Hal ini disebabkan walau apresiasi masih mungkin, koreksi yang berujung pada depresiasi seperti sebelumnya ke batas bawah zona apresiasi jangka panjang masih mungkin.

    Oleh karena itu, jika investor atau trader ingin melakukan pembelian, ada baiknya implementasi strategi manajemen risiko seperti dollar cost averaging dapat diterapkan. Strategi ini dianjurkan agar jika setelah membeli ternyata harga turun, masih terdapat dana lain sehingga kerugian dapat diminimalisir.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com