Tag: ethereum

  • Gila! Harga ETH Diprediksi Melejit Menjadi Rp147 Juta

    Prediksi ini mungkin tampak gila, karena harga aset kripto Ether (ETH) diprediksi bisa melejit menjadi Rp147 juta! Prediksi itu dilayangkan oleh David Grider, Analis Senior di Fundstrat Global.

    “Ether (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia, bisa naik lebih dari tujuh kali lipat menjadi US$10.500 (Rp147 juta-Red) setelah mencapai rekor minggu ini,” kata Grider, dilansir dari Bloomberg (20/1/2021).

    Baca Juga: Semakin Luas, Polkadot Luncurkan Aliansi DeFi dengan Chainlink

    Kemarin harga ETH memang mencetak rekor terbaru, setelah naik melampaui harga tertinggi sepanjang masa di US$1.439 (Rp20,2 juta).

    Selama setahun penuh, ETH sudah naik lebih dari 700 persen. Ketika artikel ini disusun, harga ETH di kisaran US$1300, turun lebih dari 3 persen dalam 24 jam terakhir.

    Harga aset kripto dalam 24 jam terakhir. Sumber: Coin360.com.

    Prediksi Grider sebagian didasarkan pada popularitas blockchain Ethereum sebagai basis teknologi aset itu, terkait dengan aplikasi keuangan desentralistik alias DeFi.

    Blockchain Ethereum juga mencetak prestasi baik, setelah 1 Desember 2020 lalu masuk tahap pertama (phase 0) menawarkan sistem baru, yakni Proof-of-Stake (PoS).

    Baca Juga: BlackRock Rencana “Belanja Bitcoin” di Bursa Berjangka

    Kelak Ethereum meninggalkan sistem Proof-of-Work (PoW) sepenuhnya, pada tahun 2023.

    Disebut Ethereum 2.0, kelak kecepatan memproses transaksi ratusan kali lipat (sekitar 100 ribu transaksi per detik), daripada saat ini yang rata-rata 30 transaksi per detik.

    “ETH adalah permainan investasi risiko dan objek bernilai terbaik. Komputasi blockchain mungkin adalah masa depan cloud,” tulis Grider.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Tips Jual Beli Ethereum yang Menguntungkan

    Apakah Anda pernah mendengar kata Ethereum atau Ether? Jika belum, Anda mungkin bisa mulai “berkenalan” karena Ethereum bisa menjadi sesuatu yang potensial di masa mendatang. Ethereum adalah sebuah platform perangkat lunak yang bertujuan untuk membuat internet dan aplikasi yang terdesentralisasi.

    Dalam sistem ini terdapat mata uang yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi tersebut, disebut Ether. Layaknya mata uang virtual lainnya, Ether tidak memerlukan pihak ketiga untuk proses transaksi.

    Di antara cryptocurrency atau mata uang virtual lainnya, Ether menempati posisi kedua sebagai mata uang paling bernilai setelah Bitcoin. Sebelum mengenal lebih jauh tentang Ethereum, mari kita simak dulu asal mula Ethereum.

    Asal Mula Ethereum

    Vitalik Buterin adalah pemilik ide Ethereum. Ia pertama kali mengusulkan ide Ethereum pada tahun 2013. Sebelumnya Buterin memang sudah tertarik dengan dunia cryptocurrency, terutama Bitcoin. Ia juga aktif di forum Bitcoin. Ketertarikannya dimulai saat ayahnya mengenalkan produk tersebut.

    Di usianya yang masih muda Buterin kemudian memutuskan untuk keluar dari University of Waterloo dan menghabiskan waktunya untuk berkeliling dunia mengunjungi sosok-sosok hebat yang bekerja pada Bitcoin. Kemudian ia mulai dibayar untuk menulis artikel tentang Bitcoin.

    Seiring berjalannya waktu Buterin merasa Bitcoin membutuhkan cara bagi pengembang untuk membuat aplikasi mereka sendiri di Blockchain. Namun ide tersebut ditolak oleh pengembang Bitcoin. Tak habis akal, Buterin akhirnya membentuk timnya sendiri untuk mengembangkan Ethereum yang terdiri dari: Mihai Alisie, Anthony Di Lorio, Gavin Wood, Joe Lubin dan Charles Hoskinson.

    Pada awal 2014 Ethereum mulai dikembangkan, kemudian pada rentang bulan Juli hingga Agustus 2014 tim tersebut mendanai dan mulai meluncurkannya ke publik secara online. Sejak saat itu, tim Ethereum telah banyak berkembang dan membuat banyak perbaikan.

    Investasi Ethereum dari Waktu ke Waktu

    Banyak orang sepakat bahwa berinvestasi di Ethereum adalah keputusan yang tepat. Pada tahun 2016 lalu harga Ethereum masih berada pada angka Rp. 80.000 hingga Rp. 90.000 per 1 Ethereum. Pada bulan Maret 2017, harga satu Ethereum menjadi $30. Selanjutnya, pada bulan Maret 2018 harganya naik menjadi $750. Dalam satu tahun, nilai Ethereum naik sebesar 2500% atau 25 kali. Kenaikan yang cukup fantastis.

    Pada Maret 2020, harga Ethereum senilai Rp. 2,7 juta. Lalu pada pekan pertama September 2020 harga Ethereum mencapai Rp. 7,13 juta. Artinya kenaikan harga Ethereum mencapai hampir 200% jika dilihat dari Maret 2020. Harga tersebut dinyatakan sebagai harga tertinggi Ethereum dalam dua tahun terakhir.

    Menurut analisis pakar cryptocurrency, Cryptowolf, ada kemungkinan pertumbuhan harga Ethereum akan meningkat hingga mencapai ribuan persen di akhir tahun 2020 bahkan lebih. Tentu saja ini adalah berita baik bagi Anda yang ingin berinvestasi di Ethereum.

    Tips Jual Beli Ethereum

    1. Temukan Exchange yang Tepat

      Langkah pertama yang krusial saat Anda ingin jual beli Ethereum adalah temukan bursa yang memiliki reputasi baik. Pilih bursa dengan sistem keamanan memadai sehingga Anda terhindar dari cyber attack. Dewasa ini, banyak bursa menawarkan akun demo dan simulasi sehingga Anda dapat berlatih dan menguji ulang strategi perdagangan Ethereum sebelum benar-benar mengaplikasikannya.

    2. Cek Harga Jual Beli

      Tentunya dalam jual beli Ethereum Anda mengharapkan profit yang banyak, bukan? Untuk itu sebelum membeli cermati terlebih dahulu harga jual beli Ethereum. Beli di harga terendah dan jual di harga tertinggi.

    3. Lakukan Perdagangan Arbitrase

      Pada dasarnya, arbitrase adalah pembelian dan penjualan barang yang sama di dalam dua pasar atau lebih dengan dengan harapan memperoleh laba dari perbedaan harganya. Jadi agar Anda mendapatkan profit yang maksimal lakukan komparasi harga jual beli terbaik di bursa-bursa pilihan Anda.

    Setelah menyimak ulasan di atas kini Anda telah memiliki gambaran tips jual beli Ethereum. Jadi tunggu apa lagi? Temukan bursa yang tepat dan investasikan Ethereum Anda. Kunjungi Tokocrypto dan rasakan sensasi bertransaksi dengan nyaman dan aman. Salam to the moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aset Kripto Ether (ETH) Tembus Daftar Top 100 Aset Dunia

    Harga aset kripto Ether (ETH) yang melonjak dalam beberapa pekan terakhir, per 7 Januari 2021, mengangkat Ethereum memasuki daftar top 100 aset yang diperdagangkan berdasarkan kapitalisasi pasar, dihitung oleh CompaniesMarketCap.com

    Baca Juga: 4 Analisis Fundamental Privacy Coin

    Ethereum melampaui 12 perusahaan dan menduduki peringkat 88, antara Bristol-Myers Squibb di posisi 89 dan Anheuser-Busch di posisi 87.

    Meroket 62 persen sekedar di tahun 2021, harga ETH menembus US$1.200 pertama kali sejak bulan Januari 2018 dan tampak akan melampaui titik tertinggi yang dicetak pada 13 Januari tahun tersebut.

    Reli tahun ini menambah kapitalisasi pasar ETH sebanyak US$53 juta, cukup untuk mengalahkan sejumlah konglomerasi ternama, termasuk Wells Fargo, AstraZeneca, Philip Morris, Morgan Stanley dan Citigroup.

    Bitcoin, satu-satunya aset kripto lain yang berada dalam daftar tersebut, melonjak peringkatnya, melebihi Visa, Berkshire Hathaway, Alibaba dan baru-baru ini Tencent, hingga menduduki peringkat 10.

    Dengan kapitalisasi pasar US$12,19 trilyun, emas menduduki peringkat pertama dengan selisih US$10 trilyun, disusul oleh Apple yang berada di posisi ke-2.

    CompaniesMarketCap.com melacak valuasi perusahaan terbuka di seluruh dunia dan membuat daftar sesuai urutan besarnya kapitalisasi pasar. Situs tersebut meliputi kapitalisasi pasar perusahaan, logam mulia, exchange-traded fund dan aset kripto dalam satu daftar.

    Kendati demikian, aset berbeda tidak bisa dibandingkan secara langsung. Perhitungan bagi kapitalisasi pasar ditentukan dengan mengalikan harga saham dengan total sahamnya.

    Baca Juga: Menimbang Ramalan Bitcoin Rp3 Milyar Tahun Ini

    Dalam kasus aset kripto, kapitalisasi pasar ditentukan dengan mengalikan harga aset dengan suplai total. Kapitalisasi pasar logam mulia diukur dengan mengalikan harga dengan suplai total, sehingga hanya merupakan estimasi.

    Agar Ethereum bisa mengalahkan Bitcoin dalam peringkat kapitalisasi pasar, harganya harus meroket lima kali lipat menjadi US$6.100 sementara harga Bitcoin tetap sama tanpa mempertimbangkan perubahan suplai yang akan terjadi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Melewati Harga di 2018, Ini Tiga Penyebabnya

    Sentimen positif masih terus terlihat mengelilingi Ethereum selama beberapa pekan terakhir dengan harganya yang berhasil menembus $1.200 pertama kali sejak 2018. Diprediksi bahwa apresiasi ini terjadi akibat tiga faktor penting yang tidak hanya mengelilingi Ethereum, namun pasar crypto secara menyeluruh.

    Baca Juga: 4 Analisis Fundamental Privacy Coin

    Ethereum Melewati $1.200

    Nilai Ethereum dikabarkan telah berhasil mencapai $1.229 menurut data dari Bitstamp sebelum harganya terkoreksi. Harga tersebut merupakan sebuah pencapaian akibat selama tiga tahun, Ethereum selalu gagal untuk menembus $1.200.

    Mata uang crypto ini telah berhasil naik lebih dari 60% dalam satu pekan terakhir yang membawa kapitalisasi pasarnya hingga $139 Miliar. Dengan tempo apresiasi ini banyak pihak yang memprediksi bahwa Ethereum akan sangat mudah menembus harga tertingginya sejak 20018 yaitu pada $1.432.

    Banyak pihak yang memprediksi bahwa Ethereum akan mencapai harga tersebut dalam beberapa hari ke depan. Hal ini disebabkan sedang banyaknya sentimen positif yang berputar di sekitar Ethereum.

    Bitcoin Menjadi Pendorong Utama Pasar

    Dengan 2021 yang membawa sentimen positif terhadap Bitcoin, saat ini pengaruhnya terhadap pasar crypto semakin menguat. Saat ini Bitcoin telah berhasil menembus $37.000 dan sedang berjalan menuju harga tertinggi barunya lagi.

    Dalam satu bulan terakhir, Bitcoin berhasil naik lebih dari 100% akibat banyaknya dorongan dari investor institusional dan persediaan yang menipis. Ethereum dan aset crypto lainnya telah merasakan manfaat dari apresiasi ini akibat mereka juga terangkat.

    Baca juga: Ethereum Tembus $1.000, Diduga Cerminan dari Bitcoin

    Saat ini terdapat sentimen baru lagi yang akan mengangkat Ethereum naik lebih tinggi yaitu perpindahan fokus dari Bitcoin ke Ethereum oleh investor institusional. Hal ini disebabkan Bitcoin sudah dikelilingi terlalu banyak pemain besar yang membuat mayoritas institusi mencari aset crypto bagus yang lainnya.

    Sehingga kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada Ethereum mengingat kapitalisasinya yang besar di pasar crypto yaitu pada urutan kedua setelah Bitcoin. Namun, di luar sentimen ini terdapat pengaruh lain yang dapat mendorong Ethereum untuk terus naik.

    Kontrak Berjangka Ethereum Segera Diluncurkan

    Chicago Mercantile Exchange atau CME Group juga dikabarkan telah mengakui adanya ketertarikan yang lebih dalam terhadap Ethereum. Sehingga saat ini mereka sedang berencana untuk meluncurkan kontrak berjangka baru dengan Ethereum sebagai aset yang mendasarinya.

    Dikabarkan bahwa peluncuran produk baru tersebut akan dilaksanakan pada Bulan Februari 2021. Mulai dari 8 Februari 2021, trader akan diberikan kesempatan untuk mulai mengambil posisi di pasar derivatif tersebut.

    Produk kontrak berjangka tersebut akan bernama CME CF Ether Reference Rate. Tujuan dari peluncuran produk tersebut adalah untuk memberikan akses jangkauan yang lebih mudah untuk terjun ke dunia Ethereum.

    Seperti yang terjadi pada Bitcoin, pasar derivatif umumnya dapat memberikan dampak terhadap pergerakan pasar spot. Sehingga, dengan adanya pasar future atau kontrak berjangka ini, Ethereum dapat memiliki dorongan positif tambahan yang akan mengangkat harganya mencapai ATH baru.

    DeFi Juga Mendorong Ethereum

    Walau fenomena ketertarikan terhadap DeFi telah terlihat turun sejak musim panas tahun lalu, saat ini ekosistemnya terlihat mulai menjarah ke segmen konsumen yang lebih luas. Hingga hari ini, dikabarkan bahwa mayoritas koin DeFi di peringkat 20 teratas mengalami apresiasi yang beberapa melebihi apresiasi Ethereum.

    Baca juga: 10 Proyek DeFi yang Perlu Diperhatikan di 2021

    Mengingat mayoritas proyek DeFi dibangun dengan jaringan Ethereum, dampak dari apresiasi koin-koin tersebut akan memberikan dorongan untuk harga Ethereum. Menurut data dari CoinMetrics, jika terjadi fenomena ketertarikan yang signifikan seperti beberapa bulan yang lalu, Ethereum akan terdampak untuk terus naik.

    Hingga saat ini dapat dilihat bahwa jumlah total nilai yang terkunci di jaringan DeFi telah menyentuh nilai tertinggi sepanjang masa. Sehingga seluruh sentimen tersebut berpotensi mengangkat Ethereum yang kemungkinan akan melebihi ATH-nya dengan mudah.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Grayscale: Permintaan Terhadap Ether (ETH) Meningkat Tajam

    Perusahaan Grayscale asal Amerika Serikat (AS) mengatakan, bahwa permintaan terhadap aset kripto Ether (ETH) meningkat tajam sepanjang kuartal ke-3 tahun 2020. Siap bidik US$700 per ETH?

    “Jelas ada permintaan yang kuat untuk produk Ethereum (ETH) Saham. Dalam laporan investasi kuartal ke-3 tahun 2020 kami, ada investasi terbesar ke Grayscale Ethereum Trust, dengan aliran masuk lebih dari US$202 juta,” sebut Grayscale di Twitter, Minggu (20/12/2020).

    Baca Juga: Langganan Streaming Spotify Akan Bisa Dibayar Dengan Bitcoin

    Grayscale terus mengakumulasi aset kripto ETH untuk mengakomodir permintaan “Ether Saham” pada produk mereka. “Ether Saham” sama seperti “Bitcoin Saham” pada GBTC produk mereka, di mana investor bisa bisa membeli nilai aset kripto itu tanpa membeli langsung aset aslinya.

    Harga saham aset kripto itu ditentukan berdasarkan harga satuan lembar saham dengan harga tertentu.

    Nilai kepemilikan Grayscale saat ini beberapa poin di bawah nilai US$2 miliar. Menurut Bybit.com, total aset ETH yang dikelola di Grayscale bernilai US$1,94 Miliar. Ini sesuai dengan 2,94 juta ETH di brankas Grayscale dengan 344.391 ETH dari jumlah ini yang terakumulasi dalam sebulan terakhir.

    Sehubungan dengan nilai Grayscale Ethereum Trust (ETHE), setiap saham sekarang akan mewakili 0,01031643 ETH dibandingkan dengan jumlah sebelumnya 0,09284789 ETH, setelah melalui mekanisme split. Dengan split setiap saham bernilai US$6,777 menggunakan harga Ether sekitar US$657.

    Namun, Grayscale Ethereum Trust ditutup pada  Jumat dengan harga saham US$20,15 yang hampir 3 kali lipat dari nilai ETH yang diacunya.

    Sementara itu, ETH di pasar spot, dengan percaya diri diperdagangkan di atas area support US$620-650 (atau sekitar Rp9,1 jutaan). Ketika artikel ini ditulis ETH melonjak tipis dalam 24 jam terakhir di kisaran US$655 (Rp9,2 juta)

    Malam hari ini kiranya penentuan bagi aset kripto terbesar ke-2 dunia itu untuk membidik US$700 per ETH. Pada 5 Mei 2018 ETH sempat memuncak di kisaran US$816 (sekitar 11,5 juta dengan kurs hari ini).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    Ketenaran aset kripto di berbagai negara masih banyak mengundang pro-kontra, termasuk di Indonesia. Namun, dibalik itu ternyata ada banyak manfaat dari investasi aset kripto yang bisa dirasakan oleh banyak orang. Ingin tahu apa saja sisi positif yang sangat bermanfaat itu? Yuk simak ulasan yang sudah kami rangkum berikut ini.

    1. Pembangunan 10 Masjid dari Keuntungan Investasi Aset Kripto

    Salah satu investor aset kripto bernama Eko Wahyanto mendapatkan banyak sekali untung dari hasil trading yang dilakukannya. Eko bercerita pengenalan awal dengan investasi kripto dimulai pada tahun 2012. Dia ingat bahwa periode ini adalah masa yang sulit baginya. 

    Krisis keuangan keluarga setelah ayahnya berhenti bekerja di sebuah perusahaan BUMN memaksanya meninggalkan kampung halaman di Cilacap, Jawa Tengah dan pergi ke Bandung demi belajar menjahit. Dia kemudian merasakan yang namanya PHK, sehingga mulai memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang. 

    Ilustrasi investasi aset kripto

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 2 Februari 2022: Apa Saja Kripto yang Bullish Minggu Ini?

    Setelah menjelajah di internet, ia terus bekerja di berbagai profesi. Dari keanggotaan MLM hingga penawaran produk asuransi. Saat itu, ia sering mendapat masalah dengan teman atau tetangga karena tawaran asuransi yang ia buat tidak mudah. Kemudian dia mulai berkenalan dengan investasi aset kripto.

    Eko dan komunitasnya telah sepakat untuk berkomitmen memberikan 20% keuntungan dari investasi aset kripto dalam bentuk donasi yang dapat digunakan untuk membangun masjid dan musala.

    Sesudah mengalami untung besar karena nilai investasi kripto yang meroket antara akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021, komunitas yang mereka namakan Kebun Online ini kemudian membantu membangun 10 masjid di beberapa daerah.

    2. Penanangan Covid India Atas Penjualan Token Shiba

    Salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, telah membakar 90% kepemilikan koin Shiba Inu (SHIB) miliknya, senilai 6,7 miliar dolar AS. Buterin memberikan 50 triliun token SHIB (senilai sekitar $1,2 miliar pada saat itu) ke dana bantuan COVID-19 India yang didirikan oleh pendiri Polygon yaitu Sandeep Nailwal. Buterin juga mengatakan dalam catatannya bahwa dia lebih suka pembuat kripto memberikannya kepada badan amal dan bukan kepadanya.

    Buterin mentransfer 500 Ethereum dan 50 triliun koin meme shiba inu ke dalam dana tersebut. Selain Buterin, pemain kriket Australia Brett Lee juga ikut serta melalui jalur kripto. Pacer menyumbangkan satu bitcoin ke dana bantuan kripto covid India pada 28 April 2021. 

    Selain Ethereum, Shiba inu, dan Bitcoin, dana tersebut menerima sumbangan dalam mata uang kripto lainnya termasuk Ripple, Dogecoin, dan Tron. Dalam upaya untuk menjaga dana tetap akuntabel dan transparan, Nailwal telah membuat Google Form untuk menyimpan catatan mereka yang menyumbangkan kripto.

    kripto yang diterima oleh dana tersebut dikonversi ke Rupee India untuk membeli oksigen, makanan, vaksin, dan peralatan medis lainnya untuk yang membutuhkan. Dalam mengubah aset kripto ini menjadi mata uang domestik, Nailwal telah menggandeng bursa terbesar di India seperti WazirX, CoinDCX, dan Bitbns.

    Ilustrasi Shiba Inu.

    Ilustrasi Shiba Inu.

    Baca juga: Menebak Sikap Presiden AS Joe Biden Terkait Cryptocurrency

    3. Donasi Kemanusiaan Menggunakan Kripto

    Dikarenakan ketenaran cryptocurrency, saat ini banyak sekali organisasi seperti LSM dan yayasan di dunia yang menerima kripto untuk donasi. Pada tahun 2019, Untuk pertama kalinya bagi organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF juga menggunakan cryptocurrency untuk mendanai teknologi open source yang bermanfaat bagi anak-anak dan remaja di seluruh dunia.

    Kontribusi pertama untuk Dana Cryptocurrency UNICEF akan diterima dari Yayasan Ethereum dan akan menguntungkan tiga penerima hibah Dana Inovasi UNICEF dan sebuah proyek yang dikoordinasikan oleh inisiatif GIGA untuk menghubungkan sekolah-sekolah di seluruh dunia ke internet.

    Peluncuran Dana Cryptocurrency UNICEF adalah bagian dari pekerjaan berkelanjutan UNICEF dengan teknologi blockchain. UNICEF memimpin Jaringan Inovasi PBB dengan WFP. Jaringan yang bertanggung jawab untuk meneliti potensi dan perangkap blockchain dan teknologi baru lainnya. 

    4. Donasi untuk Anak-anak dan Kemiskinan

    Selain UNICEF, organisasi lain seperti Children International (Children.org) juga menerima donasi untuk organisasinya dalam bentuk cryptocurrency. IRS mengklasifikasikan sumbangan cryptocurrency sebagai properti, yang berarti tidak dikenakan pajak capital gain dan dapat dikurangkan dari pajak.

    Cryptocurrency adalah aset yang menarik untuk disumbangkan karena memungkinkan donasi untuk melewati pajak capital gain. Donasi akan dikenakan pajak itu jika mereka mengubah mata uang virtual menjadi uang tunai sebelum memberikannya, yang berarti lebih sedikit uang yang dapat digunakan untuk donasi mereka. Bonus lainnya adalah pengurangan pajak penghasilan.

    Maka dari itu banyak sekali orang yang lebih memilih menyumbangkan donasi mereka melalui cryptocurrency karena dapat terbebas dari pajak sehingga nilai donasi tidak berkurang. 

    Selain Children International banyak juga organisasi-organisasi lain yang menerima donasi berupa cryptocurrency seperti Care.org, Peduli Anak Foundation, The Water Project dan masih banyak lagi. 

    Ilustrasi UNICEF.

    Ilustrasi UNICEF.

    Baca juga: Nasib Tether Usai Didenda 41 Juta Dolar AS oleh CFTC

    5. Masjid di London Menerima Sumbangan Kripto untuk Ramadhan

    Pada bulan Mei tahun 2018, Sebuah masjid Inggris yang dikenal sebagai Masjid Shacklewell Lane di Dalston East London, telah melawan arus untuk menjadi yang pertama di Inggris yang menerima sumbangan cryptocurrency untuk periode Ramadhan.

    Masjid telah bermitra dengan startup blockchain bernama Combo Innovation untuk membuat akun Bitcoin dan Ethereum yang terbuka untuk kontribusi dari masyarakat yang mengambil bagian dalam donasi tersebut. 

    Selama Ramadhan, umat Islam yang aman secara finansial diharapkan untuk menyumbangkan setidaknya 2,5% dari penghasilan mereka. Donasi tersebut diterima melalui website masjid melalui kode QR. Sumbangan kemudian akan dikirim secara elektronik ke dompet cryptocurrency masjid.

    Banyak sekali sisi positif yang bisa didapatkan di cryptocurrency, jadi jangan takut investasi kripto. Karena dengan investasi kripto sebenarnya anda sudah memberikan berbagai manfaat yang banyak bagi orang-orang yang membutuhkan diluar sana. Bagi kamu yang baru mengenal kripto jangan lupa untuk belajar terlebih dahulu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Mulai Tunjukan Biaya Gas dan Total Biaya Rendah!

    Ada banyak optimisme terkait dengan peluncuran Ethereum 2.0 dan migrasi dari model verifikasi Proof-of-Work ke Proof-of-Stake.

    Jika melihat kembali kegunaan dan fungsionalitas dari jaringan Ethereum, ini sama ketika melihat penggunaan massal blockchain utama lainnya seperti Bitcoin.

    Baca Juga: CEO BlackRock: Bitcoin Bisa Menjadi Aset Global

    Dibandingkan harga terdahulu, saat ini Ethereum secara signifikan telah mampu membuat transaksi di dalam jaringan menjadi lebih murah dibandingkan dengan Bitcoin, mengenakan biaya rata-rata Rp425 untuk transaksi Ethereum biasa.

    Biaya Lebih Rendah Untuk Pengguna, Lebih Banyak Nilai untuk Validator

    Menurut Crypto Fees, saat ini jaringan Ethereum hanya memproduksi biaya di kisaran $1,6 juta dibandingkan dengan Bitcoin $895.000. Serta, rata-rata biaya tujuh hari, Ethereum mencatatkan $2,43 juta dibandingkan dengan Bitcoin $1,97 juta.

    Perbandingan penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah biaya transaksi dalam melakukan transaksi Bitcoin serta jumlah total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Seperti yang dinyatakan di atas, rata-rata biaya Ethereum dari beberapa minggu terakhir adalah sekitar Rp4.250 dan hanya perlu waktu sebentar untuk menyelesaikan sebuah transaksi (dengan asumsi biaya gas cukup tinggi).

    Di sisi lain, pengguna Twitter @antiprosynth menunjukkan, biaya transaksi Bitcoin rata-rata sekitar Rp82.000, dan dapat memakan waktu hingga satu jam sebelum transaksi benar-benar diverifikasi dan diselesaikan.

    Saat mempertimbangkan perbedaan harga biaya transaksi utama antara Bitcoin dan Ethereum, penting untuk dipahami meskipun harga transaksi Ethereum jauh lebih rendah, total biaya yang dibayarkan jauh lebih tinggi daripada Bitcoin.

    Metrik ini mengindikasikan jumlah transaksi yang terjadi di jaringan Ethereum secara besar-besaran melebihi Bitcoin, dan menghasilkan biaya yang jauh lebih banyak kepada validatornya sekaligus membebankan biaya yang lebih sedikit kepada penggunanya untuk melakukan transaksi ini.

    Baca Juga: Ini Cara DeFi Diadopsi Semakin Luas Lagi!

    Dampak Ethereum 2.0

    Lantaran Ethereum baru-baru ini mengganti mekanisme verifikasi bukti kepemilikan, lebih banyak pengguna akan dapat mengambil bagian dalam melakukan stake dan validasi agar membuat keamanan lebih kuat.

    Fokus dari migrasi dari ETH 1.0 ke ETH 2.0 adalah untuk mengurangi biaya transaksi serta waktu transaksi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dapatkah Cardano Bersaing Dengan Ethereum di Bidang Smart Contract?

    Telah banyak korban yang kehilangan banyak waktu dan dana hanya untuk sebuah perantara, sebelum akhirnya mereka mencapai kesepakatan. Untuk mengatasai fenomena tersebut maka hadirlah smart contract agar perantara hilang dan sistem bisa bekerja lebih transparan.

    Dari sekian banyaknya smart contract yang ada di sistem blockchain, ada dua aset kripto yang selalu bersaing menjadi yang terbaik yaitu Cardano dan Ethereum. Meskipun kedatangannya lebih dulu Ethereum, Cardano ternyata adalah saingan berat Ethereum. Bahkan sampai mendapat julukan “Ethereum Killer”.

    Anda pasti bertanya-tanya, jika mereka bersaing manakah yang akan lebih unggul? Cardano atau Ethereum? Untuk bisa mengetahui jawabannya, berikut kami akan uraikan penjelasan mengenai Cardano dan Ethereum.

    Mengenal Apa itu Cardano 

     

    Cardano

    Ilustrasi Cardano pesaing Ethereum dalam smart contract.

    Cardano merupakan platform blockchain yang sudah ada sejak tahun 2017. Platform ini menciptakan native token yang disebut dengan ADA. Platform ini hadir berkat Charles Hoskinson, yang sekaligus merupakan co-founder dari Ethereum. 

    Hal penting dari setiap platform blockchain ialah algoritma yang digunakan platform tersebut dalam membuat blok dan memvalidasi proses transaksi. Sistem Cardano berjalan dengan menggunakan protokol konsensus Proof-of-Stake Ouroboros

    Baca Juga: Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Cardano Coin!

    Cardano sendiri dibuat dengan tujuan untuk bisa menjadi platform pengembangan aplikasi terdesentralisasi pada multi-asset ledger dan smart contract Cardano dapat terverifikasi. 

    Sebagai informasi, Cardano merupakan blockchain pertama yang menggunakan sistem peer-reviewed, yakni produk yang dirilis merupakan hasil ulasan dari para tim ahli yang ada di organisasi Cardano.

    Mengenal Ethereum

    Ilustrasi Ethereum pesaing Cardano untuk smart contract.

    Ilustrasi Ethereum pesaing Cardano untuk smart contract.

    Ethereum atau ETH merupakan salah satu platform blockchain yang telah ada sejak tahun 2015. Adapun Founder dari platform ini yaitu Vitalik Buterin. Ethereum memiliki bahasa pemrograman sendiri yaitu Solidity.

    Ethereum mampu mengolah transaksi dengan waktu yang lebih singkat dari pada Bitcoin. Bagaimana tidak, platform ini mampu mengelola hingga 30 tps sedangkan Bitcoin hanya mampu 7 tps saja.

    Ethereum dapat dijadikan sebagai aset, namun tujuan utama diciptakannya Ethereum yaitu agar bisa menjadi platform aplikasi yang telah terdesentralisasi. Ethereum juga merupakan decentralized ledger yang memiliki fungsi untuk memverifikasi dan mencatat setiap proses transaksi.

    Selain itu, Ethereum bisa digunakan sebagai metode pembayaran dan sebagai media smart contract. Smart contract merupakan fitur utama dari Ethereum. Dengan Ethereum, user dapat membuat smart contract dengan lebih efesien.

    Baca Juga: Inilah Alasan, Mengapa Ethereum (ETH) akan Melonjak pada Bulan Juli?

    Cardano vs Ethereum

    Setelah mengenal secara singkat Cardano dan Ethereum, mungkin Anda merasa penasaran jika keduanya bersaing akan lebih unggul yang mana. Berbicara mengenai perbandingan Cardano dengan Ethereum, ternyata Cardano tidak jarang dijadikan sebagai pengganti alternative Ethereum.

    Hal tersebut terjadi karena platform ini bisa digunakan pada aplikasi yang serupa, seperti smart contract. Selain itu, kedua platform ini juga memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membangun sistem yang terdesentralisasi.

    Di balik itu semua, Cardano dan Ethereum memiliki konsensus blockchain yang berbeda. Jika Cardano menggunakan konsensus Proof-of-Stake, sedangkan Ethereum menggunakan konsensus Proof-of-Work.

    smart contract

    Ilustrasi smart contract.

    Kemampuan Proof-of-Work pada Ethereum sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Agar blockchain Ethereum tetap berjalan, jaringan miners akan melakukan penghitungan yang kompleks.

    Sedangkan pada konsensus Proof-of-Stake yang dimiliki Cardano, tidak lagi membutuhkan miner untuk penghitungan karena Cardano memiliki validator. Dengan adanya validator, proses validasi tidak akan memakan banyak energi sehingga sumber daya menjadi lebih hemat.

    Ouroboros atau Proof-of Stake hanya memerlukan bebeapa pemegang token ADA agar bisa memvalidasi transaksi dan menjaga koneksi jaringan dengan baik. Itu artinya, transaksi dapat berjalan dengan murah dan cepat. Dengan demikian, Cardano dianggap lebih unggul.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aset Kripto Ethereum Membidik Rp9 Juta per ETH

    Sentimen positif terhadap pasar aset kripto dan terkoreksinya Bitcoin, menaikkan pamor aset kripto ETH. Terpantau saat ini ETH membidik US$666 (Rp9 juta) per ETH, sebagai resisten tertinggi dalam skala mingguan.

    Baca Juga: Filecoin Capai Kapasitas 1 Exabyte, Lebih Besar dari Netflix!

    Terpantau sebelumnya, ETH berhasil menduduki hingga Rp8,2 juta per ETH. Membuncahnya aset kripto nomor 2 dunia itu menyusul penguatan sebelumnya pada 20 November 2020 di kisaran US$500. Sentuhan itu kali pertama terjadi sejak Juni 2018.

    etherium

    Harga terbaru itu pula membuat imbal hasil ETH tumbuh hingga 342 persen selama tahun 2020 ini. Pada skala mingguan, ETH tampak membidik menembus resisten US$666 (9,6 juta) pada 1 April 2018.

    etherium

    Blockchain Ethereum yang menjadi perkakas utama aset kripto ETH dan sejumlah token lainnya, saat ini masih berjibaku dengan proses migrasi ke generasi ke-2. Kelak blockchain Ethereum beralih dari sistem Proof-of-Work (PoW) menjadi Proof-of-Stake (PoS).

    Baca Juga: Whale Percaya Ethereum Lebih Bagus Daripada Bitcoin, Kenapa?

    Cetak rekor baru petang ini dapat ditafsirkan sebagai perpaduan langkah akumulasi ETH oleh ekosistem Ethereum untuk berpartisipasi sebagai node validator dan spekulasi aksi jual dari BTC.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Optimis Nilai Ether (ETH) Dapat Berlipat Ganda di Masa Depan!

    Beberapa tren teknis juga menunjukan mata uang terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar ini akan terus naik di bulan-bulan mendatang. Analis memprediksi ini akan terjadi terlepas dari mata uang crypto lainnya seperti Bitcoin yang digadang-gadang akan meroket menuju ke level all-time-high-nya segera.

    Baca Juga: Berikut Tools yang Perlu Dikuasai Saat Trading Bitcoin

    Sentimen pasar Ether (ETH) memperkirakan kisaran $400 atau Rp5,6 juta akan menjadi level support yang nantinya akan menjadi batu loncaran ETH menuju $800 atau Rp12 juta.

    Seorang analis juga percaya bahwa tren jangka panjang Ethereum akan tetap positif. Hal ini mengacu pada grafik makro ETH, ditambah dengan eksposur yang terjadi pada aset saat ini.

    Grafik di bawah ini menunjukan Ethereum memiliki resistance makro hingga angka $800-$900. Area ini merupakan rally pada awal 2018,

    nilai tether berlipat ganda

    “Berhenti menyandingkan ETH dengan BTC, (ETH) itu dibawah USD. Tren HTF sangat bullish memasuki tahun 2021, saya sangat berharap kita dapat kesempatan untuk membeli dikisaran $350 sebelum akhirnya naik ke $600-$800… Saya punya banyak keuntungan untuk dihabiskan.”

    Ethereum 2.0 Dorong Nilai Ether (ETH) Lebih Tinggi

    Vilatik Buterin beberapa hari lalu mengirimkan 100 transaksi untuk masing-masing 32 Ether atau total 3.200 Ether untuk peluncuran kontrak deposit pada Ethereum 2.0. Dengan pengembangan sistem, jaringan nantinya akan memberlakukan prinsip proof-of-stake (PoS) yang sebelumnya merupakan proof-of-work (PoW).

    Saat ini, peserta sudah dapat melakukan deposit dengan minimal 32 Ether yang nantinya akan di stake melalu Ethereum 2.0. Hal ini dilakukan sambil menunggu jaringan luncur ke publik secara resmi pada Desember mendatang.

    Berita Terkait: Sempat Sulit Diakses, Ternyata Ethereum Lakukan Hard Fork

    Peluncuran Genesis memerlukan 16,384 validator untuk dapat menyimpan dana setara dengan 524.288 Ether ke dalam kontrak. Jika hal itu sudah terpenuhi, Beacon chain, inti dari Ethereum 2.0 akan bisa dinikmati langsung oleh publik.

    Dengan adanya perpindahan prinsip dan pengembangan jaringan, para analis optimis harga Ether nantinya akan melonjak ke harga yang lebih tinggi lagi. Ditambah, antusias pengguna dan komunitas semakin menghangatkan sentimen pasar yang positif ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com