Tag Archives: ethereum

Ketahui Cara Mengenali Dead Cat Bounce dan Penyebabnya

Dead Cat Bounce merupakan salah satu istilah yang digunakan dalam trading aset kripto. Istilah ini digunakan untuk menyebut suatu pola pergerakan aset dalam pasar. Trader yang terjebak Dead Cat Bounce disebut-sebut akan mengalami kerugian. Benarkah demikian? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan mengenai Dead Cat Bounce berikut ini!

Asal Usul Fenomena Dead Cat Bounce

Fenomena Dead Cat Bounce sebenarnya tidak hanya berlaku pada trading aset kripto. Justru sebaliknya, fenomena ini sudah ditemukan jauh sebelum kripto muncul. Istilah ini mulai digunakan di Wall Street untuk menyebut saham yang sejenak naik dan kemudian mengalami penurunan terus-menerus.

Baca juga: Tertarik Trading? Simak Jenis Indikator Trading Paling Akurat!

Saat itu, tepatnya pada Desember 1985, pasar saham Singapura dan Malaysia tiba-tiba mengalami lonjakan setelah sebelumnya terus turun karena resesi. Jurnalis Financial Times, Horace Brag dan Wong Sulong, kemudian menyebut fenomena tersebut dengan istilah “Dead Cat Bounce”.

Memahami Apa Itu Dead Cat Bounce

Apa Itu Dead Cat Bounce

Sebenarnya, istilah Dead Cat Bounce dipilih karena kucing yang sudah mati sekalipun bisa memantul tinggi asal titik jatuhnya juga tinggi. Aset kripto yang mengalami Dead Cat Bounce pun juga sama.

Lalu, apa itu Dead Cat Bounce yang berlaku pada pasar trading kripto? 

Jadi, Dead Cat Bounce dalam aset kripto menggambarkan kondisi di mana sebelumnya posisi aset tinggi dan kemudian mengalami tren penurunan yang berkelanjutan, tetapi akan ada kemungkinan aset tersebut tiba-tiba mengalami lonjakan. Sayangnya, kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama dan justru menjadi “sinyal” untuk penurunan yang lebih besar pada waktu mendatang.

Cara Mengenali Dead Cat Bounce

Cara Mengenali Dead Cat BounceFenomena aset yang memantul ini sebenarnya bisa dikenali. Ini karena Dead Cat Bounce sebenarnya tidak terjadi tiba-tiba, melainkan melalui beberapa tahapan terlebih dahulu. Ada tiga tahapan yang menandai datangnya Dead Cat Bounce yaitu:

1. Tahap pertama

Terjadi penurunan nilai aset yang amat  tajam dan berlangsung dalam durasi yang cukup lama.

2. Tahap kedua

Nilai aset tiba-tiba melonjak, seolah sedang terjadi pembalikan tren.

3. Tahap ketiga

Nilai aset kembali turun, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan penurunan pada tahap pertama. Seperti pada tahap pertama, tren penurunan ini juga akan berlangsung lama.

Jika diperhatikan, fenomena ini mirip dengan technical rebound (TR). Hanya saja, lonjakan nilai aset pada Dead Cat Bounce terjadi dalam waktu yang sangat singkat, bahkan tidak lebih dari satu hari. Koreksi nilai pun sulit untuk diprediksi karena fenomena ini baru dapat dikenali saat tahapannya sudah berlangsung.

Penyebab Terjadinya Dead Cat Bounce

Penyebab Terjadinya Dead Cat Bounce

Fenomena ini terjadi karena beberapa faktor yang saling memengaruhi, hingga kemudian menimbulkan dampak yang besar. Berikut ini faktor penyebab terjadinya Dead Cat Bounce:

1. Spekulasi Investor

Salah satu penyebab utama Dead Cat Bounce adalah adanya spekulasi dari para investor itu sendiri. Saat nilai aset kripto turun, akan banyak yang mengira bahwa penurunan tersebut hanya sementara dan nilai aset akan segera kembali. Hal tersebut diperparah dengan anggapan bahwa aset yang mengalami tren penurunan memang sudah ada di titik terendahnya.

Melihat situasi tersebut, wajar jika investor kemudian membeli banyak aset yang sedang turun. Saat aset banyak terjual, otomatis tren penurunannya akan berhenti. Hal ini menimbulkan ilusi bahwa aset akan kembali naik.

2. Pasar yang Fluktuatif

Penyebab lainnya adalah karena kondisi pasar itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, pasar kripto sangat fluktuatif. Berbagai kondisi bisa memengaruhi naik-turunnya harga aset. Saat terbit pemberitaan negatif, nilai aset akan terjun. Sebaliknya, saat kabar positif muncul, maka nilai aset akan langsung naik.

Situasi yang sangat dinamis tersebut jelas mudah menimbulkan ketertarikan. Satu berita positif saja bisa mendorong investor untuk menjual aset kripto mereka karena nilai aset sedang naik. Dampaknya, akan muncul sentimen pasar positif yang hanya berlangsung sementara.

Fenomena Dead Cat Bounce memang menurunkan peluang untuk mendapat keuntungan dari trading aset kripto. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menghindarinya. Cara terbaik untuk menghindari risiko semacam ini adalah dengan membekali diri dengan pengetahuan mengenai pasar aset kripto.

Nah, Anda bisa mendapatkan berbagai informasi dan update terbaru mengenai pasar aset kripto di Tokonews, outlet berita dari Tokocrypto yang membahas teknologi blockchain, aset digital, dan aset kripto baik dalam maupun luar negeri. Pastikan Anda juga follow Twitter dan Instagram Tokocrypto!





Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Mendapatkan Faucet Crypto dan Hal yang Harus Diwaspadai

Untuk bisa mendapat aset kripto, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Mulai dari cara yang umum seperti jual beli aset ataupun trading hingga cara yang sedikit tidak biasa semacam faucet crypto. Melalui cara tersebut, Anda bahkan bisa mendapatkan aset kripto secara gratis. Bagaimana caranya dan amankah metode tersebut untuk mengumpulkan aset kripto tambahan?

Pengertian Faucet Crypto

Faucet crypto sendiri sebenarnya merupakan sebuah aplikasi atau website yang membagikan bermacam-macam aset kripto dalam jumlah kecil.

Mengapa aplikasi/website tersebut membagikan aset kripto?

Aset tersebut diberikan kepada user sebagai hadiah. Bisa dibilang, metode faucet ini mirip program giveaway. Hanya saja, sebelum bisa mendapatkan aset kripto gratis, Anda diharuskan untuk melakukan beberapa misi.

Misi yang dikerjakan pun tidak terlalu sulit. Kebanyakan aplikasi atau website hanya meminta Anda untuk menonton video iklan, menjawab pertanyaan kuis, mengunduh aplikasi, hingga yang paling sederhana, mengklik link. Semakin sulit misi yang harus dikerjakan, maka semakin besar pula jumlah aset yang akan diberikan.

Faucet crypto pada dasarnya bukanlah cara instan untuk mendapatkan aset kripto dalam jumlah besar. Kebanyakan website bahkan menerapkan sistem deposit. Artinya, Anda baru bisa menarik aset yang terkumpul jika sudah mencapai angka tertentu.

Cara mendapatkan faucet crypto

Untuk mendapatkan aset kripto melalui metode faucet ini tidak sulit, 2 cara umum untuk mendapatkannya adalah:

1. Kunjungi website penyedia layanan faucet

Anda cukup mengunjungi website atau mengunduh aplikasi yang memang menyediakan layanan faucet. Tiap mata uang kripto memiliki website tersendiri. Namun, ada juga situs besar yang mengumpulkan beberapa website penyedia layanan faucet.

2. Ikuti petunjuk misi

Dalam situs-situs tersebut, Anda tinggal mengikut instruksi untuk bisa mendapat aset tambahan. Tiap situs punya aturan yang berbeda-beda. Ada yang mengharuskan Anda untuk mengunduh sebuah aplikasi, tapi ada juga yang memberikan tugas ringan seperti mengisi captcha.

Setelah berhasil, aset yang Anda dapat akan tersimpan dalam dompet mikro dan bisa diambil saat telah mencapai jumlah tertentu.

Jenis faucet crypto

Jenis-jenis faucet crypto dibedakan menurut mata uang kripto yang akan Anda dapatkan. Jadi, ada faucet tersendiri untuk Bitcoin, Ethereum, Litecoin, hingga ZCash. Berikut adalah beberapa website yang bisa Anda tuju untuk mendapatkan aset melalui faucet:

1. BestFaucetSites

Faucet site

Sumber:https://bestfaucetsites.com/

Website satu ini menghubungkan Anda pada beberapa aplikasi atau website lain untuk mengumpulkan mata uang Bitcoin. Melalui Bestfaucetsites, Anda bisa mendapat Bitcoin dalam jumlah kecil, mulai dari 1 Satoshi atau sepersatujuta Bitcoin (0,00000001 BTC).

2. Allcoins-pw

Allcoin Faucet

Sumber: https://allcoins.pw/

Lebih memilih untuk mengumpulkan ETH atau altcoin lainnya? Anda bisa coba kunjungi Allcoins.pw. Website yang satu ini memang menawarkan aset kripto gratis melalui faucet. Anda cukup menyelesaikan beberapa tugas sederhana untuk mendapatkan ETH dan altcoin lain. Di website ini, Anda juga bisa menemukan beberapa jenis game.

Baca Juga: Perbedaan Bitcoin dan Altcoin, Mana yang Lebih Aman?

3. Moon Litecoin

Moon Litecoin hadir bagi Anda untuk meraup mata uang Litecoin atau LTC. Website ini terhubung dengan Coinpot.co, sebuah website yang mengelola dompet mikro untuk menyimpan aset kripto dalam jumlah kecil. Apabila Anda sudah mendapat cukup koin, bisa langsung ditarik tanpa ada fee tambahan.

Tips mengidentifikasi faucet crypto yang resmi

Faucet tips

Meski faucet crypto menawarkan kemudahan untuk mendapatkan aset kripto tambahan, Anda sebaiknya tetap berhati-hati. Saat ini ada banyak website palsu yang mengiming-imingi pengunjungnya dengan aset faucet. Alih-alih memberikan aset, website tersebut justru berpotensi mengancam keamanan Anda.

Mengenali situs faucet abal-abal tidak terlalu sulit. Biasanya, situs scam akan meminta data pribadi Anda seperti private key. Jika Anda menemukan website dengan ciri-ciri meminta data diri apalagi private key, segera tutup dan berpindah pada website lainnya.

Melalui faucet crypto, Anda bisa mendapatkan aset kripto gratis dengan mudah. Namun, pastikan untuk selalu berhati-hati dalam memilih website atau aplikasi penyedia faucet. Sebab, ada beberapa website palsu yang bisa mengancam keamanan data Anda.

Ada cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk menghindari website faucet palsu, yaitu dengan menyimak informasi mengenai kripto di Tokocrypto. Tokocrypto punya fitur andalan bernama Tokonews yang berisi informasi up-to-date tentang kripto, termasuk informasi mengenai faucet crypto. Klik di sini untuk langsung menuju Tokonews!



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Ethereum Borong 1,6 Triliun Token Shiba Inu (SHIB), Siapa Dia?

Token meme yang saat ini tengah terkoreksi cukup dalam, Shiba Inu (SHIB), tampaknya masih menarik minat beberapa investor, bahkan yang berdana besar atau investor whale.

Diketahui, seorang whale Ethereum dengan lebih dari $800 juta dalam berbagai cryptocurrency di dompetnya, telah mengumpulkan token Shiba Inu, sehingga sekarang memiliki lebih dari 1,67 triliun token SHIB di dompetnya.

Pada saat pers, harga Shiba masih $0.00003635, turun 57.8% dari ATH menurut Coingecko.

Whale tersebut telah membeli cryptocurrency senilai hampir $1,8 juta selama beberapa hari terakhir untuk menambahkan 50 miliar token tambahan ke simpanannya. Transaksi ini pertama kali ditemukan oleh WhaleStats, yang melaporkan aktivitas dari 1.000 dompet terbesar di jaringan Ethereum.

Baca jugaFund Abu Dhabi Berinvestasi dalam Ekosistem Crypto

Dompet tersebut, yang dijuluki Jiraiya, telah membuat taruhan besar lainnya pada SHIB atas Binance Smart Chain juga, baru-baru ini meraup lebih dari 100 miliar token seharga $3,5 juta. Dompetnya, menurut data Etherscan, menunjukkan Whale itu telah memegang lebih dari 200 aset berbeda.

Holding terbesarnya bukan Shiba Inu, melainkan Bitpanda Ecosystem Token (BEST), karena Whale memiliki cryptocurrency senilai lebih dari $350 juta. Kepemilikan terbesar berikutnya adalah Ethereum, di mana ia  memiliki lebih dari $ 180 juta.

Berikutnya adalah Pantos Token (PAN), token asli Pantos. Pantos adalah proyek penelitian sumber terbuka yang didirikan oleh tim di balik pertukaran Bitpanda. Ini bertujuan untuk “menetapkan standar terbuka untuk transfer token lintas-blockchain yang benar-benar terdesentralisasi dan interoperabilitas blockchain.”

Kepemilikan besar lainnya di dompet tersebut termasuk Chiliz (CHZ), Chainlink (LINK), Decentraland (MANA) dan Polygon (MATIC). Jiraiya adalah salah satu dari beberapa Whale Ethereum yang baru-baru ini ditemukan mengumpulkan SHIB dalam jumlah besar.

Data menunjukkan bahwa transaksi Whale telah membantu mendorong kenaikan harga Shiba Inu tahun ini. Menurut perusahaan analitik cryptocurrency Santiment, transaksi SHIB yang melebihi $ 100.000 umumnya melonjak  menjelang kenaikan harga cryptocurrency.

Baca jugaCrypto Semakin Diminati Institusi, Ini Alasannya!

Khususnya, Whale mungkin telah dan akan mengumpulkan lebih banyak cryptocurrency sebelum kenaikan tersebut.

Menurut Tim Cryptoharian, token meme seperti Shiba-Inu sudah berubah dari token Meme dan akan menjadi token yang mungkin akan mempunyai dampak terhadap Bitcoin Dominance.

Pertama karena mereka mempunyai Shiba Army yang akan mendukung token tersebut.

Kedua, mereka juga dilirik oleh para Whale yang membelinya dalam jumlah besar. Negatifnya adalah dump besar.

Ketiga adalah mereka juga akan memasuki metaverse yang akan mempunyai dampak ke dunia nyata di 2022 dan tahun-tahun selanjutnya.

Pengembangan lebih lanjut dari Shiba Inu masih dinanti, seperti game blockchain dan blockhainnya sendiri, sehingga prospek ini mungkin menjadi apa yang dilihat oleh para Whale. Bagaimana menurut Anda?.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pertumbuhan Jaringan Ethereum Melonjak Di Tahun 2020 Ini

Jelajahcoin.com – Tingkat pertumbuhan jaringan Ethereum (ETH) meningkat secara nyata. Meskipun sebelumnya terjadi penurunan substansial dalam harga ETH dalam beberapa minggu terakhir. Ini menunjukkan bahwa prospek jangka panjang Ethereum tetap sangat positif.

Sejak Januari 2020, bagan alamat Ethereum milik Santiment menunjukkan peningkatan dari 40.000 menjadi lebih dari 70.000 dalam empat bulan. Menunjukkan bahwa lebih banyak pengguna yang menggunakan jaringan blockchain Ethereum.

Untuk jaringan blockchain apa pun, pertumbuhan alamat yang unik adalah faktor fundamental penting untuk pertumbuhan jangka menengah dan panjang. Investor papan atas seperti Brian Kelly, CEO BKCM, telah secara konsisten menggunakan statistik untuk memprediksi tren harga cryptocurrency utama termasuk Ethereum dan Bitcoin. Peneliti di Santiment mengatakan:

“Ini adalah indikator utama potensi jangka panjang Ethereum yang terus terlihat menjanjikan. Pertumbuhan jaringan menunjukkan jumlah alamat baru yang dibuat pada jaringan masing-masing proyek setiap hari. Pada dasarnya, bagan ini menggambarkan adopsi pengguna dari waktu ke waktu. Dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kapan proyek mendapatkan atau kehilangan daya tarik.”

Sejak akhir 2019, kenaikan popularitas platform desentralisasi keuangan (DeFi). Untuk pinjaman dengan menggunakan Ethereum sebagai jaminan telah memicu permintaan untuk ETH. Ketika pasar DeFi pulih dari flash crash pasar cryptocurrency pada 12 Maret di mana harga Bitcoin turun ke level $3.600. Jaringan blockchain Ethereum diperkirakan akan melihat pemulihan stabil menuju paruh kedua tahun 2020.

Stabilitas harga akan menyebabkan alamat Ethereum meningkat

Menurut data dari defipulse.com, nilai total yang dikunci dalam platform DeFi turun hampir setengah dari $1,2 miliar menjadi $600 juta sejak pertengahan Maret. Karena banyak pinjaman DeFi dilikuidasi dan margin disebut. Itu memaksa mayoritas peminjam untuk menutup pinjaman mereka, menyebabkan pasar DeFi menyusut.

Ketika pasar DeFi mulai pulih, yang kemungkinan akan terjadi setelah harga Ethereum rebound. Hal itu diperkirakan akan menyebabkan peningkatan aktivitas pengguna. Jika jumlah pengguna melonjak dalam beberapa bulan mendatang pada platform DeFi, itu akan menyebabkan jaringan Ethereum semakin meluas. Meningkatkan jumlah alamat unik dalam protokol.

Apakah harga Ethereum dan seluruh pasar cryptocurrency memiliki faktor fundamental yang cukup untuk mendorong kenaikan yang lebih lama masih harus dilihat. Beberapa berpendapat bahwa pemulihan bentuk-V Bitcoin dari $3.600 menjadi $6.700 membuat seluruh pasar crypto rentan untuk koreksi tajam lainnya. Mungkin pengujian ulang dari kisaran $ 4.000 hingga kisaran $5.000.

Perundingan lain untuk cryptocurrency utama menimbulkan risiko terhadap pertumbuhan jaringan Ethereum dalam jangka pendek, karena hal itu dapat mengurangi kepercayaan pengguna sehari-hari dalam stabilitas aplikasi terdesentralisasi.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pengertian Mata Uang Kripto, Penjelasan dan Cara Kerjanya

Selama pandemi COVID-19 yang dimulai sejak Maret 2020, tren investasi mengalami peningkatan yang signifikan. Meski harga saham sempat anjlok, bagi beberapa orang kondisi tersebut justru merupakan momen untuk membeli saham dalam jumlah besar. Akhirnya, investasi pun menjadi tren, tak hanya untuk saham, tapi juga instrumen lainnya seperti emas, reksa dana, hingga kripto.

Saat ini, mata uang kripto menjadi instrumen investasi yang tengah naik daun. Tidak hanya populer di Indonesia, kripto juga populer di berbagai negara. Mata uang digital ini menawarkan berbagai keuntungan yang akhirnya membuat sebagian besar orang penasaran dan mencoba untuk berinvestasi. 

Apa Itu Mata Uang Kripto dan Bagaimana Cara Kerjanya? 

Mata uang kripto adalah jenis mata uang digital yang terpusat pada sebuah jaringan bernama Blockchain. Mata uang ini dijamin oleh kriptografi, yaitu sebuah metode untuk melindungi informasi dan saluran komunikasi dengan menggunakan kode. 

Mata uang digital ini bisa digunakan untuk bertransaksi secara peer-to-peer tanpa perantara pihak ketiga. Salah satu negara yang sudah sangat akrab dengan kripto adalah Nigeria. Di Nigeria, mata uang kripto bisa digunakan untuk melakukan pembayaran di toko online dengan memanfaatkan smartphone

Cara kerja mata uang kripto bisa disederhanakan melalui tiga kata kunci, yakni digital, terenkripsi, dan terdesentralisasi. Tidak seperti mata uang konvensional yang dikontrol oleh otoritas sentral, mata uang kripto sepenuhnya dikontrol dan dikelola oleh pengguna melalui internet.

5 Mata Uang Kripto yang Tren pada November 2021

Banyak mata uang kripto yang mengalami peningkatan harga setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut ini beberapa aset kripto yang sedang tren pada November 2021:

1. Shiba Inu (SHIB)

Shiba Inu atau SHIB baru dibuat pada pertengahan 2020. Saat ini, memecoin ini begitu viral dan populer di kalangan investor kripto. Shiba Inu berdiri di atas blockchain Ethereum. Meski harganya masih di bawah satu sen, Shiba Inu menunjukkan peningkatan yang signifikan beberapa kali. 

Dengan harga awal hanya sebesar $0.0000000014, kini SHIB mengalami peningkatan pesat hingga menjadi $0.00007392 saat memasuki bulan November 2021. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah didongkrak dengan cuitan Elon Musk, peluncuran DEX tersendiri bernama ShibaSwap, juga diborong secara besar-besaran oleh whale beberapa waktu lalu.

2. Dogecoin (DOGE)

Mata uang kripto satu ini memiliki logo yang sama dengan SHIB, yakni anjing ras Jepang Shiba Inu. Berkat pengusaha nyentrik Elon Musk, Dogecoin (DOGE) menjadi topik yang viral dan menarik banyak sekali investor. Meski berawal dari sebuah candaan pada 2013 lalu, kini Dogecoin menjadi salah satu mata uang kripto yang paling diminati. 

Tidak seperti kebanyakan kripto lainnya yang memiliki batasan jumlah uang yang dibuat, Dogecoin tidak memiliki hal itu. Dogecoin bebas membuat jumlah uang sebanyak apa pun. Harga Dogecoin (DOGE) pada 2017 hanyalah sebesar $0,0002. Pada November 2021, harganya berhasil meningkat dan berada di $0.3304.

3. Ether (ETH)

Jika berbicara soal mata uang kripto, sebagian besar orang pasti sudah mengenal Ether (ETH). Mata uang kripto ini kerap kali menjadi pilihan para investor untuk menanamkan uangnya. Ether menjadi kesukaan para pembuat program karena berfungsi sebagai penggerak blockchain kenamaan Ethereum yang menjanjikan berbagai fitur dan pengembangan, seperti smart contract dan NFT. 

Selama lima tahun terakhir, Ether menunjukkan perkembangan yang begitu mengagumkan. Harganya meningkat hampir 40.000%, mulai dari $11 menjadi lebih dari $4,800 saat memasuki bulan November. Selain itu, kapitalisasi pasar Ether juga telah mencapai lebih dari $520 miliar.

4. Cardano (ADA)

Mata uang kripto satu ini terkenal karena metode validasi bukti kepemilikannya. Metode tersebut dapat mempercepat waktu transaksi serta mengurangi penggunaan energi dan dampak lingkungan. Caranya dengan menghilangkan aspek kompetitif dan pemecahan masalah dari verifikasi transaksi.

Layaknya ETH yang mendukung Ethereum, ADA juga mendukung platform-nya sendiri, Cardano, yang memiliki smart contract dan aplikasi terdesentralisasi. ADA mengalami peningkatan harga sebesar 10.000% yang tercatat sejak 2017. Harga ADA saat itu adalah $0.02, sedangkan saat memasuki bulan November  2021, harganya meningkat menjadi $2,2786.

Baca Juga: Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Cardano Coin!

5. Solana (SOL)

SOL merupakan altcoin yang diluncurkan pada 2020 oleh Solana Foundation. Koin yang satu ini menjadi salah satu primadona trader dan investor karena kenaikannya yang signifikan. Bagaimana tidak, harga SOL pada 17 Februari 2021 berada di angka $8.2226 atau berkisar Rp 117 ribu. Lalu 9 bulan kemudian tepatnya 17 November 2021, SOL berada di level harga $213.79 atau Rp 3 juta! 

Nah, salah satu penyebab SOL mengalami kenaikan drastis adalah inovasi pada blockchain-nya yang sedang berjalan dan menunjukkan progress positif.

Itulah beberapa jenis mata uang kripto yang melonjak saat pandemi. Tertarik untuk berinvestasi? Langsung saja memulai investasi melalui Tokocrypto, platform pertukaran mata uang kripto termudah dan teraman. Anda bisa menjual, membeli, dan berinvestasi berbagai jenis mata uang kripto. 

Tokocrypto juga menyediakan informasi-informasi penting yang bisa menambah wawasan Anda mengenai mata uang kripto. Jangan lupa follow media sosial Instagram dan Twitter Tokocrypto untuk mendapatkan informasi menarik lainnya!





Sumber : news.tokocrypto.com

Solusi Scaling Matic Untuk Game Berbasis Ethereum

Jelajahcoin.com – TSB Games, perusahaan di balik game VR The Sandbox, mengumumkan kemitraan dengan solusi scaling lapisan kedua Matic. Menurut pengumuman 19 Maret, Matic akan memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (DApp) untuk melakukan transaksi lebih cepat. Dan menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Kemitraan ini juga dimaksudkan untuk memfasilitasi transaksi desentralisasi pada platform dengan lebih baik. Sebagai bagian dari kemitraan. Matic juga berpartisipasi dalam putaran kedua Sandobox tentang penjualan LAND virtual yang diwakili oleh non-fungible token (NFTs).

Solusi scaling yang dipertaruhkan oleh Matic akan digunakan untuk membantu memperkenalkan komunitas proyek ke NFT dan DApps. Pengumuman itu berbunyi:

“Ini akan menjadi kesempatan bagi komunitas kami untuk membiasakan diri dengan sisi lain dari proyek mereka dan bertemu di LAND eksklusif mereka.”

Dunia virtual di tanah blockchain

Sandbox adalah contoh terbaru dari proyek VR berbasis blockchain yang memungkinkan para penggunanya untuk membeli persediaan terbatas tanah virtual. Seperti yang dilaporkan dalam analisis baru-baru ini tentang proyek-proyek serupa. Para pengguna Decentraland dunia VR yang berbasis Ethereum telah menghabiskan lebih dari $1 juta untuk lahan digital.

Sandbox baru-baru ini mengumumkan pra-penjualan tanah ketiganya setelah permainanpembuatan ponselnya telah melihat lebih dari 40 juta unduhan. Game ini juga menarik perhatian veteran industri game Square Enix, yang dikenal karena merilis franchise Final Fantasy. Raksasa video game ini telah menginvestasikan $2 juta dalam proyek ini.

The Sandbox: Game Berbasis Blockchain Umumkan Pre-sale Ketiga

Seperti yang dilaporkan oleh Jelajahcoin sebelumnya, Pengguna Ethereum akan segera dapat mengambil keuntungan dari game berbasis blockchain lain bernama The Sandbox, dengan teknologi token yang tidak dapat dipertukarkan. The Sandbox (TSB), sebuah game kreasi mobile dengan lebih dari 40 juta unduhan.

Mengumumkan pada 12 Maret bahwa mereka akan mengadakan pre-sale ketiga dari ruang virtual game. Disebut sebagai LAND, mulai tanggal 31 Maret pukul 1:00 PM GMT. The Sandbox dengan cepat menjadi salah satu game blockchain yang paling didambakan di pasar.

Pre-sale pertama dari game ini adalah pada bulan Desember 2019 lalu. Yang menjual lebih dari 3000 copy dalam empat jam. The Sandbox mengumumkan presale kedua pada 16 Februari 2020 kemarin, yang menjual sekitar 6.192 buah, menghasilkan 800 ETH, atau sekitar 206.000 US Dolar.





Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Dapat Membantu Ekonomi Global Sembuh Dari Resesi COVID-19

Jelajahcoin.comEthereum (ETH) memiliki peran dalam pemulihan dari resesi COVID-19 (Coronavirus). Sementara ekonomi global masih menunggu efek terburuk dari penguncian massal, PHK, dan kerugian.

Ethereum dan ekosistem platform keuangannya menunggu di sayap untuk membuat pemulihan akhir yang lebih mudah. Ethereum telah menawarkan beragam platform DeFi(keuangan terdesentralisasi) yang menjadikan keuangan lebih mudah diakses dan efisien bagi penggunanya.

Dan menurut angka-angka yang bekerja di dalam ekosistem Ethereum, desentralisasi, transparansi, keterbukaan, dan kecepatan platform ini dapat memainkan peran kunci dalam melumasi ekonomi global dari resesi COVID-19.

Yang mengatakan, wabah COVID-19 dan resesi yang dihasilkannya tidak serta merta berdampak langsung pada adopsi Ethereum. Itu akan datang hanya dengan pemulihan, perbaikan yang diperlukan dari Ethereum itu sendiri. Dan pengembangan aplikasi pembunuh asli yang memecahkan masalah nyata.

Pandemi coronavirus membuat area yang tumbuh di dunia terkunci. Dan bahkan setelah pandemi terburuk berakhir, pembatasan pergerakan masih tetap berlaku hingga satu tahun di berbagai negara. Sekitar satu tahun atau lebih dari penguncian sebagian tidak terdengar terlalu bagus.

Namun, seperti yang dijelaskan oleh Graeme Moore, kepala tokenization di Polymath Network(POLY). Itu berpotensi menjanjikan untuk Ethereum dan berbagai platform DeFi berdasarkan pada blockchain Ethereum. Ia mengatakan:

“Saya penggemar bagaimana aplikasi DeFi mempercepat transisi ke infrastruktur keuangan first-global. Dalam resesi yang disebabkan oleh virus korona, siapa yang ingin pergi ke cabang bank fisik untuk mendapatkan pinjaman? Tim DeFi adalah orang pertama yang berpikir di internet, yang pertama di dunia, yang akan membuatnya lebih mudah bagi semua orang di seluruh dunia untuk mengakses infrastruktur keuangan penting tanpa meninggalkan rumah mereka.”

Dari platform tokenization seperti Polymath Network dan Harbour, hingga platform peminjaman crypto seperti BlockFi dan Compound. Solusi DeFi berbasis Ethereum memiliki keuntungan yang jelas bahwa mereka sepenuhnya digital. Mereka tidak bergantung pada cabang, dan dapat terus melayani pelanggan bahkan ketika kita semua terjebak di rumah.

Platform DeFi sebagai pendorong besar

Selain itu, ketika lembaga keuangan dan bisnis berupaya mengurangi biaya dalam ekonomi pasca coronavirus, efisiensi yang lebih besar yang diberikan oleh platform DeFi mungkin merupakan pendorong besar adopsi.

“Saya percaya Keuangan Terdesentralisasi akan memiliki momen untuk bersinar dalam ekonomi pasca-coronavirus,” kata Mariano Conti, kepala kontrak pintar di MakerDAO (MKR). Ia melanjutkan:

“Apa yang banyak dari kita di ekosistem sudah terima begitu saja, seperti transparansi, desentralisasi, protokol tanpa izin dan waktu penyelesaian yang cepat, akan dicari oleh industri lain yang mencari peluang baru untuk menavigasi resesi yang akan datang.”

Sudah ada tanda-tanda bahwa bank, misalnya, tertarik menggunakan teknologi blockchain untuk meningkatkan operasi mereka. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Business Insider pada bulan Desember. 66% dan 56% dari lembaga keuangan mengidentifikasi “pembayaran” dan “penyelesaian efek” sebagai dua kasus penggunaan teratas untuk teknologi berbasis blockchain.

Demikian pula, survei dari Pelacak Pembayaran Lebih Cepat PYMNTS.com menunjukkan bahwa semakin banyak bisnis dan pekerja lepas yang menginginkan akses ke pembayaran dan keuangan waktu-nyata. Dengan kata lain, sudah ada selera yang kuat untuk jenis manfaat yang dapat diberikan oleh produk keuangan berbasis Ethereum.

Dan mengingat bahwa sebagian besar dunia sudah mengalami penurunan ekonomi. Kemungkinan akan ada nafsu makan yang lebih besar dalam beberapa bulan mendatang. Serta meningkatnya intoleransi terhadap sistem keuangan lama yang tidak bekerja sebaik mungkin.

Obligasi Ethereum

Sudah, teknologi berbasis Ethereum membuat terobosan ke dalam sistem keuangan warisan. Pada bulan September, Santander meluncurkan obligasi end-to-end pertama di blockchain Ethereum. Sementara bursa saham nasional Seychelles meluncurkan sekuritas tokenized berdasarkan Ethereum pada bulan Agustus.

Sementara itu, perusahaan investasi alternatif seperti Cadence telah mulai menggunakan mainnet Ethereum dalam integrasi dengan Terminal Bloomberg untuk memberi token pada sekuritas.

Sebagaimana Graeme Moore menjelaskan, kemungkinan aplikasi Ethereum seperti itu akan meningkat jumlahnya dalam beberapa bulan dan tahun mendatang. Dengan demikian membantu mempercepat ekonomi global.“Uang, dan penciptaan instrumen keuangan yang sebelumnya tidak mungkin adalah apa yang saya lihat sebagai dua kasus penggunaan paling menarik dari teknologi blockchain secara umum,” katanya. Melanjutkan:

“‘Tokenisasi segalanya’ akan, dalam 5-10 tahun ke depan, terbukti menjadi kasus penggunaan terbesar dalam istilah dolar (dan ketentuan bitcoin (BTC)) yang dimungkinkan oleh blockchains.”

Mariano Conti sebagian besar setuju dengan ramalan ini, memperkirakan bahwa Ethereum bisa menjadi pilihan utama bagi sebagian besar entitas yang ingin mencatat aset pada blockchain.

“Karena lebih banyak aset dunia nyata terwakili di blockchain, Ethereum akan menjadi lapisan penyelesaian bagi sebagian besar dari mereka,” katanya. “Ini memiliki awal yang sangat baik baik dalam ekosistem pengembang maupun operabilitas dalam protokol yang berbeda.”





Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah 10 coin yang bagus untuk investasi 2021

Semakin banyaknya investor dunia yang memiliki dan investasi aset coin kripto di 2021 terutama masyarakat Indonesia mungkin membuat Anda tertarik juga untuk berinvestasi. Tapi, satu hal yang harus diperhatikan sebelum memulainya adalah Anda harus paham terlebih dahulu aset kripto mana yang akan dipilih. Nah inilah rekomendasi aset kripto di 2021!!

Yuk, simak selengkapnya.

Tren Aset Coin Kripto di 2021

Tahun 2020 merupakan tahun yang bersejarah pada aset kripto, popularitasnya melonjak jauh. Bagaimana tidak? Di saat instrumen investasi lainnya mengalami penurunan karena Pandemi Covid-19, bitcoin sebagai salah satu dari aset kripto mampu memiliki tren harga yang positif. Akhirnya banyak orang yang percaya jika aset kripto merupakan aset safe haven.

Tahun 2021 pun dimulai dengan tren harga yang positif, seperti contoh bitcoin ataupun ethereum. Kedua aset ini bahkan mampu mencapai ATH nya terbaru di angka US$ 57.000 per btc pada 20 Februari 2021 dan US$ 1.899 per etc pada 18 Februari 2021.

Tidak hanya kedua koin tersebut saja lho yang diprediksikan akan diminati serta memiliki tren harga yang baik. Namun masih banyak lagi lainnya.

Rekomendasi Coin yang Bagus Untuk Investasi 2021

1. Bitcoin (BTC)

BitcoinMata uang digital yang masih bertengger di posisi pertama tentunya adalah Bitcoin. Bitcoin ini pun sudah menyandang gelar mata uang digital paling populer sejak kemunculannya, lho! Bahkan para pakar aset kripto pun menjulukinya sebagai King of Cryptocurrency. Bukan tanpa sebab, jumlah bitcoin yang sangat terbatas sementara permintaannya yang tinggi menyebabkan harganya melambung tinggi.

2. Ethereum (ETH)

Eth coin

Ethereum menduduki posisi kedua sebagai aset kripto yang punya tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan mata uang yang beredar cukup banyak. Sehingga pencairannya lebih mudah dilakukan dibandingkan mata uang digital lainnya.

Ethereum pun bernasib sama seperti bitcoin. Nilai tukar atau harganya sempat mengalami penurunan pada tahun 2018. Namun, kini ethereum telah bangkit kembali pada 2020.

3. Doge

Doge coin

Dogecoin diluncurkan pertama kali tahun 2013 dan menggunakan teknologi yang berasal dari Litecoin. Pada awalnya doge dijadikan sebagai mata uang lelucon saja.

Awal tahun 2021, penggemar doge semakin meningkat. Apalagi ditambahnya cuitan twItter dari CEO Tesla, Elon Musk yang membahas doge. Pada awal Januari 2021, harga doge masihlah berkisar puluhan perak. Hanya dalam waktu satu bulan, per 29 Januari 2021 doge berhasil menembus harga Rp 1000.

4. Binance Coin (BNB)

BnB coinBNB Coin diluncurkan pada tahun 2017 oleh Changpeng Zhao. Binance coin ini diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di atas jaringan ethereum. Nah sejak peluncurannya, binance memang digunakan pada platform pertukaran mata uang kripto Binance.

Dengan begitu, Anda dapat menggunakan binance untuk membayar biaya trading di Binance Exchange dan alat pembayaran lainnya yang digunakan beberapa vektor tertentu. Saat ini harga binance sudah mencapai lebih US$ 588, lho!

5. Toko Token (TKO)

TKO token

Token yang baru diluncurkan pada awal April 2021 ini mendapatkan antusiasme yang cukup besar dari masyarakat, Token besutan Tokocrypto yang memiliki model token hybrid antara token DeFi dan CeFi ini merupakan proyek aset kripto lokal pertama yang diluncurkan. 

TKO yang didukung langsung oleh Tokocrypto, Binance, serta ahli finansial dan blockchain percaya bahwa TKO akan meroket nantinya. Hal ini didukung juga dengan fundamental TKO sebagai token DeFi yang mumpuni dengan fitur-fitur yang terus bertambah.

6. Ripple (XRP)

XRP coinRipple memiliki jaringan layangan pembayaran seperti bank maupun bisnis layanan keuangan lainnya yang dikembangkan bernama RippleNet. Nah, ripple ini memang dirancang sebagai sistem pembayaran sehari-hari.

Ripple sendiri memiliki perbedaan dengan bitcoin dan ethereum. Ripple tidak menggunakan blockchain, sedangkan kedua koin tersebut menggunakannya.

7. Litecoin (LTC)

LTC coin

Karena memiliki tingkat likuiditas tinggi serta pangsa pasar yang besar, litecoin kerap disebut sebagai mata uang digital terbaik. Mata uang digital ini bisa disejajarkan dengan BTC dan ETH. Untuk saat ini, litecoin yang berada bebas di market berjumlah 84 juta ltc.

Litecoin ini sangat layak dimiliki karena memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya adalah proses mining yang cepat dan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit. Tak heran jika para investor lebih melirik LTC dibandingkan mata uang digital yang lain.

8. Tron (TRX)

TRX coin

Tron merupakan platform terdesentralisasi berbasis blockchain, tron sendiri menggunakan jaringan aset kripto nya sendiri yang disebut Tron (TRX). Nah tron sendiri memiliki tujuan untuk membangun sistem hiburan konten digital global gratis dengan teknologi penyimpanan yang terdistribusi, dan memberikan biaya untuk berbagi konten digital. 

Tron yang digadang-gadangkan sebagai alat bayar akses premium ini diprediksi akan semakin banyak digunakan di masa mendatang. Itu semua karena sudah banyak orang yang mau membayar akses konten-konten premium.

9. Basic Attention Token (BAT)

BAT coinBAT dikembangkan oleh perusahaan bernama Brave Browser. Cara kerjanya adalah dengan memberikan bonus atau tip yang diberikan kepada content creator.

Nah, tip yang akan didapatkan oleh content creator ini bergantung kepada sedikit atau banyaknya informasi yang mereka berikan.

Nah, itulah rekomendasi coin yang bagus untuk investasi di tahun 2021 ini. Jika Anda tertarik untuk berinvestasi setelah melihat rekomendasi aset kripto tersebut, yuk daftarkan diri Anda sekarang di Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Fundamental Avalanche, Pesaing Ethereum dalam Biaya Gas dan Kecepatan

Avalanche (AVAX) terus menunjukan performa positif di bulan November 2021. Token nativ dari blockchain Avalanche ini naik lebih dari 100% dalam tiga pekan terakhir. Di akhir bulan Oktober, AVAX diperdagangkan di harga $69, dan pada perdagangan hari ini  AVAX berada di level $130.

Kenaikan harga AVAX ini menunjukan bahwa performa jaringan blockchain Avalanche mulai diperhitungkan. Blockchain ini dinilai memiliki kecepatan tinggi dengan biaya gas yang murah. Banyak analis menilai, Avalanche merupakan pesaing dari Ethereum.

Performa AVAX di tiga pekan terakhir membuat token ini hampir masuk dalam jajaran 10 besar aet kripto berkapitalisasi pasar terbesar. Token ini sekarang bernilai $134,74 dan memiliki kapitalisasi pasar $30,19 miliar. AVAX telah menginjak harga tertinggi sepanjang masa di level $146,22.

Baca jugaSi Kembar Winklevoss Mengumpulkan Pendanaan Ratusan Juta Dolar untuk Metaverse

Fundamental Avalanche

Avalanche bertujuan untuk menggeser Ethereum sebagai blockchain yang memiliki keunggulan dalam hal smart contract.  Blockchain ini memiliki output transaksi yang lebih tinggi hingga 6.500 transaksi per detik tanpa mengorbankan skalabilitas.

Baca jugaPemulihan Pasar! Berikut Analisis Harga ADA, COTI, ICP

Adapun, jaringan Avalanche terdiri dari tiga blockchain individu: X-Chain, C-Chain dan P-Chain. Setiap rantai memiliki tujuan yang berbeda, yang sangat berbeda dari pendekatan yang digunakan Bitcoin dan Ethereum, yaitu membuat semua node memvalidasi semua transaksi. Blockchain ini menggunakan mekanisme konsensus yang berbeda berdasarkan kasus penggunaannya.

Bisakah Menggeser Ethereum?

Kenaikan harga AVAX ini tak lepas dari cuitan CEO perusahaan manajemen investasi asal Singapura Three Arrows Capital, Zhu Su,. Ia  mentweet bahwa dirinya telah meninggalkan Ethereum meskipun sebelumnya ia merupakan pendukung dari jaringan tersebut.

Meskipun demikian, pernyataan Zhu Su itu nampak bias, karena perusahaanya Three Arrows telah banyak berinvestasi di Avalanche. Bersama dengan Polychain Capital, Three Arrows memimpin putaran pendanaan senilai $230 juta di Avalanche pada bulan September.

“Ethereum telah meninggalkan penggunanya meskipun mendukung mereka di masa lalu. Gagasan duduk-duduk sambil menyentak menonton pembakaran dan meramu tes kemurnian, sementara tidak ada pendatang baru yang mampu membeli rantai, itu menjijikkan, ” tweetnya hari ini.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Suka NFT? Mari Berkenalan Dulu dengan ERC-721, Standar Pendukungnya

Anda pasti sudah sangat sering membaca dan mendengar tentang NFT (Non-Fungible Token) atau mungkin membelinya di toko NFT popular seperti OpenSea. Namun, Anda wajib memahami dasar teknologinya, yakni ERC-721.

OLEH: Dimaz Ankaa Wijaya, Ph.D
Peneliti Teknologi Blockchain di Universitas Deakin, Australia

Dunia aset kripto memang sudah berkembang sangat pesat dibandingkan dengan saat pertama kali saya terjun ke industri ini pada tahun 2015.

Saat itu, Bitcoin jadi topik yang paling banyak dibicarakan sebagai mata uang digital baru. Penggunaannya pun ya satu itu: sebagai alat bayar, yang memang jadi tujuan utama Satoshi menciptakan Bitcoin.

Bitcoin punya fitur pemrograman, meski sederhana. Tak banyak yang bisa diciptakan dengan menggunakan model pemrograman sesederhana itu, meskipun ada Colored Coin yang cukup fenomenal, dan ternyata memantik pemikiran Vitalik Buterin untuk menciptakan sebuah aset kripto baru dengan fitur pemrograman yang lebih fleksibel.

Beberapa tahun kemudian, Vitalik, Gavin Wood, dan beberapa orang lainnya meluncurkan Ethereum. Belakangan Gavin Wood menciptakan Polkadot yang juga tak kalah popular.

Ethereum dan Pemrograman Blockchain

Ethereum memberikan kebebasan bagi pemrogram blockchain untuk membuat banyak hal di atas blockchain. Tokenisasi memberikan kesempatan bagi pengembang perangkat lunak untuk menyusun sistem ekonomi baru di atas platform Ethereum.

Standardisasi memberikan angin segar, tidak hanya mempermudah penulisan kode kontrak pintar (smart contract), namun juga memastikan kompatibilitas antarkontrak.

Standar seperti ERC-20 diadopsi sangat luas, tidak hanya dalam lingkup Ethereum saja, melainkan juga platform blockchain berbasis kontrak pintar lain seperti Binance Smart Chain, Solana, NEAR, Polkadot, dan banyak lainnya, yang meski punya nama berbeda tetapi berorientasi pada desain ERC-20. ERC adalah singkatan dari Ethereum Request for Comments.

Baca jugaMengenal Rentible, Marketplace Pertama untuk Properti Metaverse

ERC-20 dan Fungible Token

ERC-20 punya era keemasan di sekitar tahun 2016-2017, saat banyak sekali Initial Coin Offering (ICO) diadakan demi mengumpulkan dana publik.

ERC-20, seperti koin Ether biasa, memiliki karakteristik seperti uang. Token ERC-20 dapat dipertukarkan tanpa kehilangan nilai token tersebut.

Sebuah token ERC-20 dapat ditukar dengan sebuah token ERC-20 lain. Itulah mengapa ERC-20 disebut dengan istilah fungible token (FT).

NFT dan ERC-721

Sementara itu, ada pula standar ERC lain yang karakteristiknya berkebalikan dengan ERC-20. Non-fungible Token atau NFT merupakan istilah yang diberikan pada standar token ERC-721.

Setiap token pada NFT merepresentasikan “benda” unik. Setiap token memiliki kode unik yang disebut tokenID.

TokenID ini dapat merepresentasikan apa saja, yang umumnya merupakan benda digital (meskipun tidak selalu demikian). Misalnya, gambar digital dan dokumen multimedia lain seperti gambar ataupun video.

FT dan NFT

FT dan NFT, keduanya merupakan token yang dapat berpindah kepemilikan. Catatan atas histori kepemilikan pun dapat dilacak di dalam blockchain, begitu juga informasi pemilik termutakhir.

Namun, FT lebih fokus pada informasi tentang jumlah token. Sementara itu, NFT lebih menitikberatkan pada manajemen tokenID yang unik di setiap token.

Operasi NFT sebenarnya tidak jauh berbeda dibandingkan FT. Fungsi-fungsi standar seperti transfer, approvemint dan burn, tersedia pada standar ERC-721.

Namun tentu saja, yang ditransaksikan adalah tokenID dan bukan jumlah token. Berikut adalah potongan kode ERC-721 yang diambil dari library milik 0xcert.

/**
* @notice Does NO checks.
* @dev Actually performs the transfer.
* @param _to Address of a new owner.
* @param _tokenId The NFT that is being transferred.
*/
function _transfer(address _to,uint256 _tokenId) internal {
address from = idToOwner[_tokenId];
_clearApproval(_tokenId);
_removeNFToken(from, _tokenId);
_addNFToken(_to, _tokenId);
emit Transfer(from, _to, _tokenId);
}

Fungsi _transfer di atas memindahkan kepemilikan _tokenId kepada pemilik baru yang alamatnya ada pada variabel _to.

Bandingkan misalnya, potongan kode ERC-20 di bawah yang diambil dari sini.

function transfer(address to, uint tokens) public returns (bool success) {
balances[msg.sender] = safeSub(balances[msg.sender], tokens);
balances[to] = safeAdd(balances[to], tokens);
emit Transfer(msg.sender, to, tokens);
return true;
}


Terlihat bagaimana fungsi di atas mentransaksikan sejumlah token (pada variabel tokens) kepada alamat yang teridentifikasi pada variabel to.

Baca jugaIni Cara Elon Musk Bantu Luncurkan Satelit Dogecoin (DOGE)

Seperti sudah dibahas sebelumnya, kontrak pintar ERC-20 mengorganisasikan saldo (jumlah token) dalam setiap alamat pemiliknya.

Valuasi atas token tersebut umumnya didasarkan atas tokenomics atau utilitas yang ditawarkan oleh sistem eksternal yang menggunakan token tersebut.

Artinya, harus ada aplikasi terdesentralisasi (Decentralised Application atau dApp) berbasis token tersebut yang memberikan nilai tambah atas token dan menggerakkan pengguna untuk bertransaksi menggunakan token tersebut.

Sementara itu, ERC-721 yang lebih berfokus pada tokenisasi benda lain seperti gambar digital, memiliki satu fasilitas untuk menjaga konektivitas antara kode token dengan gambar digital tersebut, yakni tokenURI. Informasi di dalam tokenURI (URI merupakan Uniform Resource Identifier) bisa berupa tautan atau URL (Uniform Resource Locator), yang cara kerjanya identik dengan tautan pada sebuah laman situs web.

Seorang pengguna harus menuju tautan tersebut untuk mengetahui detail benda apa yang direpresentasikan oleh sebuah token ERC-721 tersebut.

Karena, pada dasarnya sebuah kontrak ERC-721 tidak punya fasilitas untuk menyimpan informasi lain atas gambar tersebut secara on-chain karena mahalnya ongkos penyimpanan di dalam blockchain.

Seorang pengembang NFT bisa menyimpan benda digital yang di-NFT-kan di dalam peladen (server) independen, ataupun menggunakan perangkat alternatif seperti IPFS (Inter-Planetary File System) dan memastikan aksesibilitasnya menggunakan layanan seperti Pinata.

Apabila valuasi FT bergantung pada valuasi terhadap tokenomics atau utilitas dApp, maka nilai atas NFT bergantung sepenuhnya pada persepsi orang terhadap benda digital yang di-NFT-kan.

Pasar NFT jadi tidak jauh berbeda dengan pasar seni tradisional. Semakin terkenal artis pembuatnya, semakin mahal pula harga barang seni tersebut di pasaran.

Pun, harga barang seni tidak dapat dijamin semakin naik apabila diperjual-belikan di pasar sekunder, karena selera pasar yang berubah-ubah.

Dalam industri NFT saat ini, kompetisi yang ketat dan masifnya jumlah barang di pasaran juga tak menjamin sustainability harga NFT dalam jangka panjang.

Banyak juga detail yang harus dipahami oleh pembeli NFT dari sisi teknologi. Token NFT berbasis ERC-721 memang bisa menjamin keunikan sebuah token.

Namun, hal ini sama sekali tidak menjamin keunikan benda digital yang direpresentasikan token tersebut.

Bisa jadi, sebuah tokenURI direpresentasikan oleh lebih dari satu token. Atau bahkan, sebuah tokenURI dipakai di banyak kontrak NFT.

Kalau sudah begini, pengguna bisa dirugikan apabila tidak ada jaminan nilai dan due-diligence dari pihak terpercaya.

Tulisan singkat ini mengulas sedikit tentang implementasi NFT yang menggunakan standar ERC-721, yang menjadi pondasi industri NFT di sistem blockchain seperti Ethereum.

Terlihat bagaimana standar ERC-721 sendirian tidak dapat menjamin bahwa sebuah benda digital hanya dapat ditokenisasi ke dalam satu token unik, yang tentu harus menjadi bahan pertimbangan sebelum berbelanja NFT.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com