Tag: ethereum

  • Ethereum, Blockchain Pertama dengan Transaksi $1 Triliun Setahun

    Munculnya ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi) di industri crypto mengakibatkan jaringan Ethereum (ETH), jaringan dasar DeFi, memproses lebih dari dua kali volume transaksi harian Bitcoin (BTC).

    Baca Juga: Kapitalisasi Pasar USDC Tumbuh Lebih Cepat Dibandingkan Tether

    Menurut data dari platform aggregator pasar crypto Messari, transaksi rata-rata harian selama 30 hari terakhir pada jaringan Ethereum berada di kisaran $7 miliar. Jika tren ini terus berlanjut, Messari memprediksi Ethereum akan menjadi blockchain publik pertama yang memecahkan rekor transaksi sebesar $1 triliun hanya dalam satu tahun.

    Ryan Watkins, salah satu petinggi di Messari, mengatakan lonjakan besar volume transaksi Ethereum berkaitan juga dengan peningkatan volume stablecoin ERC-20. Ditambah juga transaksi Tether (USDT) yang sekarang ada di jaringan Ethereum.

    Watkins juga menambahkan booming-nya platform likuiditas on-chain dari Decentralized Exchange (DEX) seperti Uniswap dan Curve menghasilkan lebih dari $20 miliar volume gabungan hanya pada bulan September.

    Baca Juga: Hal yang Harus Disiapkan untuk Menambang Bitcoin dengan PC

    Jika angka tersebut terus bertambah, bukan tidak mungkin Ethereum akan mencatatkan rekor baru dengan transaksi lebih dari $1 triliun hanya dalam satu tahun.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum dan Projek DeFi Semakin Didekati Investor Institusional

    Ethereum dan sejumlah altcoin berbasi desentralisasi finansial (DeFI) kian digandrungi oleh investor institusional. Hal ini tercermin dari hasil kajian Genesis dalam laporannya bertajuk Q3 2021 – Market Observation Report.

    Laporan tersebut menyoroti aktivitas dari ketertarikan investor institusional pada produk Ethereum karena mereka kini sudah melirik dan menggunakan aplikasi Dapps. Seperti yang kita ketahui, jaringan Ethereum saat ini masih menjadi raja dari platform-platform atau aplikasi Dapps.

    “ETH mendapatkan permintaan yang lebih besar karena institusi crypto-native mengadopsi DeFi,” tulis laporan tersebut.

    Baca jugaShiba Inu Masih Merajai Jumlah Holder Terbanyak di Jaringan Ethereum

    Ethereum saat ini diperdagangkan di harga $4,728.17. Selama 7 hari terakhir ETH naik sebesar 9,3%. Dominasinya pun tercatat terus mengalami peningkatan, saat ini dominasi ETH berada di level 19,5%. Di bulan November 2021, ETH telah mencetak harga tertinggi baru sepanjang masa.

    Baca jugaBTS Masuk Kripto Lewat Penjualan NFT, Digidoy Kebut Kreasi NFT Sendiri

    Tren Bitcoin Menurun di Kalangan Investor Institusional

    Laporan tersebut pun mencatat bahwa tren permintaan investor institusional pada Bitcoin di kuartal 3 2021 cenderung menurun.

    Hal tersebut dipengaruhi oleh tindakan keras China terhadap crypto baru-baru ini. Kebijakan negeri tirai bambu tersebut menyebabkan pergeseran minat investor institusional pada aset digital, yang akibatnya membuat Bitcoin kurang menarik bagi pedagang besar tersebut.

    Selain itu, Genesis mencatat saat ini telah terlihat adanya perubahan struktural yang signifikan di pasar crypto. Salah satunya adalah berkurangnya minat pasar pada spot market.

    “Pada Q1 2021, Genesis pertama kali mencatat penurunan signifikan dalam bobot BTC dalam keseluruhan portofolio kami karena relatif kurangnya peluang perdagangan dalam mata uang BTC. Sementara ini berhenti di Q2, itu dilanjutkan pada kuartal ketiga karena inversi premium GBTC yang berkelanjutan dan perataan kurva dasar, “tulis laporan tersebut.

    sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bull Run Ethereum Lampaui Bitcoin 2022

    Ethereum alami bull run dan naik 57% sejak awal Oktober, sementara Bitcoin membengkak sekitar 50%.

    Kemarin, Ethereum mencapai harga tertingginya sepanjang masa secara singkat melewati $4.700 pada 8 November 2021. Dan tepat hari ini, Bitcoin menyusul rekor tersebut.

    Mengapa Tren Bull Run Terus Terjadi?

    Kejayaan baru kembali terlihat oleh jaringan Ethereum. Hal ini meliputi keuntungan besar lebih 800% dari tahun ke tahun, yang sebelumnya $567 pada November 2020, kemudian meroket menjadi $4.757 pada hari Senin kemarin.

    Namun, keuntungan Bitcoin selama periode yang sama juga tidak kalah memukau. Dari yang sebelumnya diperdagangkan di harga $18.000, berhasil meroket menjadi hampir 1 miliar hari ini.

    Analis Kyle Rodda, mengatakan inflasi dan penurunan produksi telah menarik perhatian trader untuk membeli aset emas dan cryptocurrency karena mereka tidak membayar kupon.

    Baca jugaBinance Smart Chain Lampaui 1,5 Miliar Transaksi!

    Rodda menambahkan, bahwa meningkatnya minat di antara lembaga keuangan dan kurangnya penegakan oleh regulator juga telah berkontribusi pada tren bullish dalam cryptocurrency akhir-akhir ini.

    Sampai saat ini, Bitcoin masih menjadi mata uang digital terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Namun, banyak analis yang percaya jika kemajuan pesat dari ETH sebenarnya memiliki kesempatan untuk melampaui mata uang kripto raksasa tersebut.

    Pada Minggu malam, kapitalisasi pasar Ethereum mencapai $554,5 miliar. Ya, masih sekitar setengah dari $1,226 triliun milik Bitcoin.

    Tetapi, jika dilihat dari tren dan teknologi, tampaknya dalam jangka panjang ETH akan meroket setelah naik 31% selama sebulan terakhir dan 535% selama tahun ini.

    Saat beradaptasi dengan situasi baru yang lebih cepat daripada yang lain, Ethereum telah memulai tren baru di dunia kripto, dengan DeFi atau keuangan terdesentralisasi yang jaringan miliki.

    Ini adalah jenis keuangan berbasis blockchain yang melewati perantara keuangan pusat yang digunakan dalam perbankan atau regulasi.

    Alasan lain untuk kenaikan Ethereum yang terus-menerus adalah karena token non-fungible (NFT) yang menyimpan catatan kepemilikan untuk barang-barang seperti seni online.

    NFT di jaringan Ethereum telah menyaksikan lonjakan aktivitas dengan penjualan token dengan rekor $69 juta di Christie’s Maret ini.

    Baca jugaEthereum dan Projek DeFi Semakin Didekati Investor Institusional

    Akankah Ethereum Menggantikan Bitcoin pada 2022?

    Tidak ada yang pasti di dunia ini, termasuk ruang cryptocurrency yang menyuguhkan banyak fenomena tak terduga sepanjang tahun ini.

    Meski begitu, Ethereum sepertinya tetap baik-baik saja. Mungkin cukup untuk mendefinisikan realitas baru di pasar crypto.

    Ethereum meluncurkan peningkatan gradasi bulan lalu yang disebut Altair. Pada tahun depan, Ethereum dikabarkan untuk sepenuhnya beralih ke model Proof of Stake (PoS). Sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dari mekanisme Proof of Work (PoW) yang ada.

    Cryptocurrency terbesar kedua tersebut bermaksud untuk bergabung dengan Beacon Chain, blockchain PoS baru yang akan mendukung sistem Ethereum 2.0 yang baru.

    Karena inovasi positif tersebut, membuat banyak pakar crypto memperkirakan masa depan paling cerah aset cryptocurrency ada pada Ethereum

    Rahul Rai, manajer dana lindung nilai kripto, mungkin terdengar lebih ambisius dan agresif karena meyakini ETH bisa menyalip BTC sebagai mata uang kripto teratas sekitar pertengahan tahun depan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Makin Tenggelam, Apakah Bulls akan Menyerah?

    Berita ini dikutip dari data harga Ethereum hingga tanggal 4 Mei 2020 pukul 09.00 pagi UTC.

    Ethereum diprediksi gagal melanjutkan di atas resistensi $220 dan turun di bawah $208 terhadap Dolar AS. Harga ETH saat ini sedang diuji di $200 dan tetap berisiko rugi lebih banyak lagi.

    Harga Ethereum Semakin Tenggelam

    Setelah membentuk basis support di atas $202 dan $200, Ethereum sempat pulih di atas $210 melawan Dolar AS. kemudian, harga ETH diperdagangkan di atas level $215 dan tetap jauh di atas grafik rata-rata pergerakan sederhana 100 Jam.

    Namun, kenaikan menghadapi resistensi yang kuat di dekat level $220. Hal ini gagal mendorong harga ke atas $220, dan malah menghasilkan penurunan baru. Selain hal tersebut, terdapat pula sebuah penebusan di bawal level $210 dan di bawah  rata-rata pergerakan sederhana 100 Jam.

    Ethereum sekarang diperdagangkan di dekat level kunci $202 dan $200. Resisten awal pada sisi atas dekat level $207. Itu dekat dengan level retracement Fib 23,6% dari penurunan baru-baru ini dari rendah $220 ke rendah $202.

    Baca juga: Berharap pada Ethereum Sebelum Bitcoin Halving

    Ada juga garis tren bearish utama yang terbentuk dengan resistensi dekat $208 pada grafik 1 Jam ETH/USD. Garis tren ini bertepatan dengan level retreacement Fib 50% dari penurunan baru-baru ini dari rendah $220 ke rendah $202.

    Resisten utama pada sisi atas sekarang dekat dengan $210 dan Simple Moving Average 100 Jam. Untuk pindah ke zona positif, harga harus menembus level resistance $208 dan $210. Resisten utama berikutnya terlihat di dekat level $220, di atas yang mana Ether bisa naik menuju level $230.

    Baca juga: Hasil Audit Ungkap Potensi Kelemahan Ethereum

    Dukungan Uptrend Utama

    Pada sisi negatifnya, ada dukungan penting yang terbentuk di dekat $202 dan $200. Jika Ethereum gagal untuk tetap di atas dukungan kunci $200, itu bisa meluncur ke arah dukungan $192.

    Kerugian lebih lanjut di bawah dukungan $192 dapat membuka pintu untuk penurunan yang lebih besar menuju level dukungan $182 dan $180 dalam 2-3 hari ke depan.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Ini Alasan Banyak Orang Mengoleksi Karya Seni Digital NFT

    Beberapa waktu belakangan ini publik diramaikan oleh kehadiran karya seni digital kripto atau NFT art. Mudahnya, NFT atau Non Fungible Token ini dapat diartikan sebagai sebuah token yang tidak bisa tergantikan maupun dibuat ulang. NFT art sendiri bisa dipahami sebagai karya seni digital yang sudah melalui proses tokenisasi di blockchain dan memiliki kode unik tersendiri yang menandai bahwa karya seni tersebut terjamin keasliannya. 

    Kehadiran NFT art seakan membawa angin segar bagi para seniman yang mengalami kebuntuan karena tak bisa melangsungkan pameran secara langsung dikarenakan pandemi COVID-19. Seiring makin banyaknya seniman yang berpindah haluan untuk tokenisasi karya seni mereka menjadi sebuah NFT art, para kolektor pun turut meramaikan ekosistem ini.

    Alasan NFT Art cocok untuk investasi jangka panjang

    Lantas, apakah yang menyebabkan kolektor pun seakan turut meramaikan ekosistem NFT art? Tentu saja alasan untuk investasi pun diyakini oleh para kolektor selain hanya untuk mengoleksinya. 

    Berikut kami hadirkan beberapa alasan mengapa NFT art cocok digunakan sebagai investasi jangka panjang Anda: 

    1. NFT Art Punya Value yang Tinggi

    Layaknya seperti yang terjadi pada karya seni konvensional, para kolektor tentunya akan memilih sebuah karya yang mereka anggap memiliki value yang tinggi. Nah, hal ini tentunya terjadi pula pada NFT art. Value yang tinggi ini bisa dilihat dari beberapa faktor, misalnya nilai historis atau bisa dari ketenaran kreator yang membuat NFT art tersebut. 

    Mari kita ambil contoh dengan NFT termahal Everydays: The First 500 Days milik “Beeple” Winkelmann seorang seniman digital terkenal. Karena ia sudah memiliki popularitas dan tentunya kredibilitas di kalangannya, tak ayal membuat orang memperebutkan untuk memiliki karyanya. Tak tanggung-tanggung, karya dari Winkelmann ini terjual seharga US$69.3 atau setara Rp 1,009 triliun di rumah lelang seni Christie’s, lho!

    2. Kualitas Karya yang Tidak Diragukan Lagi

    Alasan seorang kolektor dalam memilih karya seni yang ingin dikoleksinya pastinya tak lepas dari kualitas dari karya itu sendiri. Karya yang memiliki value yang tinggi tentunya membutuhkan proses yang panjang dalam pembuatannya. 

    Proses ketika menghasilkan NFT art yang tak mudah inilah yang juga mempengaruhi harga yang ada. Nah, mahalnya harga yang dipengaruhi dari kualitas karya dan value yang ada itulah yang menjadikan NFT art sangat diminati para kolektor. 

    3. Memiliki Potensi di Masa Depan

    Makin banyaknya investor aset kripto tentunya mempengaruhi semakin mahalnya harga-harga dari koin yang ada. Selain itu, ditambah meluasnya adaptasi aset kripto di berbagai lini tentunya menjadikan NFT art memiliki potensi yang baik di masa depan. 

    Mari kita ambil contoh dari NFT pertama “Crypto Kitty”, NFT gambar kucing yang senilai 600 ETH ini menjadi cikal bakal kepopuleran NFT di tahun 2017 silam. Di tahun itu, harga NFT tersebut hanyalah senilai sekitar US$170 ribu. Tak tanggung-tanggung, jika menggunakan rate ETH saat ini harganya mampu mencapai US$ 2,3 juta atau setara hampir 30 miliar! Fantastis, kan

    Cara Mudah Beli Nft Art Di Tokomall untuk Investasi Jangka Panjang

    Kini, Anda tak perlu bersusah payah mencari marketplace terpercaya untuk melihat dan membeli koleksi NFT art dari creators yang ada di Indonesia! TokoMall dari Tokocrypto hadir untuk memudahkan Anda dalam membeli NFT art-nya.

    Caranya mudah, Anda tinggal mengunjungi https://mall.tokoscape.com/  dan klik User pada bar dan halaman Log In akan muncul. Oh iya, sebelumnya pastikan Anda telah mempunyai wallet terlebih dahulu di Metamask. Setelah Anda berhasil menghubungkan wallet milik Anda, maka akan muncul pilihan role dan pilih Kolektor. Isi form profil Anda dan selesaikan registrasi. 

    Setelah berhasil, Anda bisa langsung berselancar untuk melihat-lihat hasil karya dari creators di Indonesia. Yuk, daftarkan diri Anda dan segera koleksi karya seni digital kripto sebagai salah satu sarana investasi Anda sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Aset Kripto yang Berpotensi untuk Investasi di Masa Pandemi

    Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga sekarang membuat semua aspek kehidupan berubah. Salah satunya kini banyak orang yang sudah memulai investasi. Belajar dari situasi yang tidak pasti, investasi di masa pandemi menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan untuk memiliki aset safe haven lainnya. 

    Aset Kripto Diminati di Masa Pandemi

    Dilansir dari Antara News, investor kripto di Indonesia selama pandemi COVID-19 mengalami peningkatan yang amat pesat, khususnya di tahun 2021 ini. Jumlahnya mencapai 8,2 juta investor dan total nilai transaksi menyentuh angka Rp 370 triliun. Ternyata hal ini juga tak hanya terjadi di Indonesia saja, lho! Meningkatnya minat investasi kripto juga terjadi di berbagai belahan dunia. Adapun rata-rata volume perdagangan yang terjadi per harinya mencapai US$109.

    Bagi Anda yang ingin memulai investasi aset kripto di masa pandemi ini, yuk, simak aset kripto mana saja yang bisa Anda pilih!

    4 Aset Kripto yang Meningkat saat Pandemi

    Berikut beberapa aset kripto yang tengah meningkat di masa pandemi dan bisa Anda jadikan investasi di bulan Oktober 2021 ini:

    Aset kripto pertama yang bisa Anda pilih untuk berinvestasi adalah Bitcoin karena ia memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$821 miliar. Bitcoin sendiri pertama kali oleh Satoshi Nakamoto dan diperkenalkan di tahun 2009 dengan harga awal hanya kurang dari US$1. Namun, karena jumlahnya yang terbatas yaitu hanya ada 21 juta koin di dunia membuat harga Bitcoin menjadi terus melonjak. 

    Kini per 30 September 2021, harga satu Bitcoin mampu menyentuh lebih dari US$43.000. Padahal jika kita melihatnya lima tahun yang lalu, harga satu Bitcoin hanya sekitar US$500. Dengan begitu, kini harga Bitcoin bertumbuh hingga 8.600%. 

    Selanjutnya yang menjadi primadona tak lain adalah Ethereum dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$353 miliar. Sama seperti aset kripto lainnya, Ethereum pun juga berjalan di suatu sistem yang bernama blockchain. Alasan lain yang menjadikan Ethereum ini memiliki potensi karena hadirnya NFT atau Non Fungible Token yang berjalan di atas blockchain Ethereum. 

    Nah, Ethereum ini turut mengalami pertumbuhan yang luar biasa, lho! Dengan waktu lima tahun, harganya naik lebih dari 27.000% dari US$11 menjadi US$3.000.

    Selanjutnya ada Tether dengan nilai kapitalisasi pasar lebih dari US$ 68 miliar. Tether sendiri diciptakan oleh Jan Ludovicus van der Velde dan berjalan di blockchain Bitcoin dengan Protokol Layer Omni. Tether merupakan stablecoin, yang berarti nilainya didukung oleh mata uang fiat, yakni Dollar AS.

    Dengan demikian, Tether hadir dengan nilai yang lebih konsisten dibandingkan dengan aset kripto lainnya. Makanya hal inilah yang menjadikan Tether disukai oleh para investor yang waspada dengan volatilitas ekstrim yang terjadi pada koin lain.

    Terakhir, Cardano dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$67 miliar menjadi pilihan aset kripto yang bisa Anda pilih. Cardano dirilis pada tahun 2015 dan tergolong ke dalam generasi ketiga aset kripto, sehingga ia digadang-gadang menjadi aset kripto termutakhir saat ini. 

    Adapun pertumbuhan yang dimiliki oleh token Cardano ini relatif sederhana dibanding dengan aset kripto lainnya. Setidaknya pada 20 September 2021 harga Cardano berada di US$2.10 dan memiliki peningkatan harga lebih dari 10.500% dibandingkan 5 tahun lalu yang hanya memiliki harga US$0.02.

    Jadi, gimana? Apakah Anda sudah menetapkan aset kripto mana yang akan dijadikan investasi di masa pandemi ini? Namun, satu yang tetap harus digarisbawahi adalah investasi harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda sendiri. Yuk, daftarkan diri Anda dan selesaikan KYC Anda segera di www.tokocrypto.com!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Adopsi Kripto Meningkat, Kini Ada Lebih dari 28.000 ATM Bitcoin di Dunia

    Kepopuleran dan tingkat adopsi Bitcoin yang makin tinggi membuat ATM Bitcoin pun ikut bertambah.

    ATM Bitcoin adalah tempat untuk membeli Bitcoin dengan menggunakan mesin sebagai perantara, pembeliannya semudah mengambil uang di rekening bank pada umumnya.

    Jumlah ATM kripto di seluruh dunia yang memungkinkan pelanggan untuk menukar fiat dengan kripto telah tumbuh secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

    Baca Juga5 Crypto dengan Kabar Potensial di Bulan Oktober: HBAR, IOTX, ONE, CRO, FIRO

    Menurut data dari CoinATMRadar menunjukkan ada sekitar 28.000 ATM kripto di 75 negara, dari Kazakhstan hingga Australia. Mayoritas  lebih dari 20.000 berada di Amerika Serikat.

    CoinATMRadar
    CoinATMRadar

    Salah satu negara yang menunjukan peningkatan signifikan terkait mesin tersebut adalah Amerika Utara.

    Di sana jaringan ATM cryptocurrency  dari Bitcoin Depot tercatat telah melebihi 5.000 unit sejak pertama kalinya. 

    Jumlah unit itu meningkat tiga kali lipat dalam enam bulan terakhir yang memberi lebih banyak pengguna akses ke transaksi cryptocurrency tanpa memerlukan bank atau penyedia layanan keuangan pihak ketiga lainnya.

    Baca jugaIMF Berencana Buat Aturan untuk Pasar Kripto

    Kemitraan Bitcoin Depot dan Circle K Jadi Salah Satu Faktor

    Kemitraan Bitcoin Depot dengan toko serba ada Circle K telah menjadi sumber utama pertumbuhan untuk kios kripto mereka.

    Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, kedua perusahaan mengumumkan pada bulan Juli bahwa jaringan toko tersebut akan menjadi rumah bagi ribuan mesin ATM Bitcoin.

    Bitcoin Depot mengklaim memiliki lebih dari 3.500 ATM kripto yang beroperasi di seluruh AS dan Kanada yang memungkinkan pelanggan untuk membeli lebih dari 30 jenis kripto yang berbeda termasuk Bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), dan Ether (ETH).

    Alimentation Couche-Tard, operator Circle K yang berbasis di Kanada, melaporkan bahwa mereknya mengoperasikan sekitar 7.150 toko di AS dan 2.111 di Kanada.

    Pertumbuhan kios kripto dipandang oleh banyak orang sebagai proksi untuk adopsi ritel Bitcoin (BTC) dan aset digital lainnya. Instalasi ATM Crypto telah melonjak di El Salvador.

    Di mana Bitcoin baru-baru ini menjadi alat pembayaran yang sah, memberi orang cara yang lebih mudah untuk bertransaksi di BTC atau mengubahnya menjadi fiat.

    Orang-orang Salvador juga menggunakan dompet cryptocurrency Chivo yang didukung pemerintah. Menurut Presiden Nayib Bukele, lebih dari sepertiga penduduk negara itu “aktif” menggunakan Chivo.

    Namun demikian, pertumbuhan ATM Bitcoin bukan tanpa risiko. Kraken Security Labs, memperingatkan awal pekan ini bahwa mesin tersebut rentan diretas karena administrator tidak pernah mengubah kode QR admin default.

    Tim keamanan mengatakan bahwa jika peretas dapat memperoleh kode admin, mereka pada dasarnya dapat menyusupi ATM.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Paus Ethereum Bertambah Saat Penurunan Harga Terjadi

    Selama penurunan harga beberapa hari ini, setidaknya ada 68 “paus” Ethereum baru yang masuk ke dalam jaringan.

    Menurut pengguna Twitter Crypto Ali Martinez, data dari situs analitik Santiment menunjukan jumlah investor yang memegang Ether (ETH) dengan jumlah antara 1.000-10.000 Ether bertambah sebanyak 68 investor sejak 31 Agustus 2020 lalu. Hal ini terjadi bertepatan dengan penurunan harga ETH lebih dari 30% ke level terendah di $316,77, menurut data dari Coinmarketcap.

    Pasar DeFi yang saat ini sedang berkembang pesat mendorong peningkatan permintaan untuk ETH semenjak bulan Juni lalu. Di sisi lain, hal ini juga membuat kenaikan biaya gas hingga mencapai ke tertingginya di 485 Gwei pada 1 September lalu.

    Baca Juga: Laporan: Pengguna Aktif Ethereum Berlipat Ganda di Kuartal Dua 2020

    Saat ini, harga tersebut kembali menurun dan berada di kisaran 98 Gwei per transaksi menyusul penurunan harga mata uang crypto saat ini. Ditambah, proyek SUSHI yang anjol hingga 88% dalam 5 hari terakhir.

    Selain itu, ETH tetap menjadi aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar dengan nilai hingga mencapai $39,7 miliar, disusul dengan Tether (USDT) yang menempati posisi ketiga dengan kapitalisasi pasar sebesar $14,17 miliar.

    Baca Juga: Apa sih Yield Farming Itu? Panduan Untuk Pemula!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Kembali Pulih, Ini Pemicunya

    Harga Ethereum (ETH) kembali pulih pada hari Minggu kemarin. Hal ini dipicu oleh token asli Ethereum yang melakukan rebound pada hari yang sama.

    Aksi ini kemudian disusul kenaikan nilai tukar Ethereum di angka 3,63% dengan mencapai kisaran harga $3,030 dalam waktu 24 jam.

    Pekan lalu, harga Ethereum turun karena dipicu masalah yang timbul dari Cina.

    Para trader membuang aset crypto secara massal setelah gejolak di pasar properti Cina yang dililit hutang kemudian mendorong aksi jual di pasar saham global.

    Baca Juga : Twitter Luncurkan Fitur Tip dengan Bitcoin

    Langkah Yang Diambil Pihak Ethereum

    Karena aksi jual yang gila-gilaan tersebut, pihak ETH kemudian mengambil langkah rebound yang terjadi di akhir minggu.

    Aksi ini juga dipicu karena 2 hari sebelumnya, tepatnya di hari Jumat, Bank Rakyat China menegaskan kembali bahwa transaksi crypto adalah ilegal.

    Meskipun demikian, bulls Ethereum mempertahankan pijakannya dan mendorong harga kembali di atas $3.000.

    Sentimen serupa juga terjadi di beberapa aset crypto teratas, sebut saja Bitcoin yang mencapai rentan harga $43.767 di Coinbase setelah pergerakan naik 2,49%.

    Sementara itu, aset Uniswap (UNI) juga bernasib lebih baik dengan kenaikan lebih tinggi sebesar 19%. Kenaikan tersebut menjadikan UNI sebagai aset crypto dengan kinerja terbaik dalam 24 jam.

    Di saat bersamaan, rival utama Ethereum yaitu Cardano (ADA) dan Solana (SOL) dilaporkan berkinerja buruk.

    ADA turun lebih dari 5% sementara SOL kehilangan lebih dari 3% pada jangka waktu kurang dari 24 jam.

    Baca JugaTokoMall 101: Semua yang Perlu Kamu Tahu Soal “Kolektor”

    Permintaan Institusional

    Fenomena Ethereum yang pulih juga mengikuti laporan bullish dari JPMorgan & Chase.

    Studi tersebut mencatat bahwa investor institusional mulai meningkatkan eksposur mereka di pasar Ethereum.

    Mengutip data dari Chicago Mercantile Exchange (CME), tercatat sejak bulan Agustus rata-rata Ethereum Futures premium naik menjadi 1% di atas harga spot ETH setelah 21 hari.

    Dan pada saat pers, cadangan ETH bersih pada platform perdagangan telah turun menjadi 18,44 juta ETH, dibandingkan dengan 23,94 juta ETH tahun lalu.

    Analis independen PostyXBT juga mengantisipasi potensi rebound harga lebih lanjut di pasar Ethereum.

    Ia mencatat bahwa penurunan terbaru cryptocurrency telah mendorongnya ke dalam kisaran akumulasi klasik, seperti yang ditunjukkan pada grafik di bawah ini.

    “Penutupan mingguan sama pentingnya untuk ETH hari ini karena harga menguji kisaran tertinggi sebelumnya sebagai support.” Ungkap PostyXBT.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Yearn Finance? Panduan untuk Pemula!

    Yearn Finance merupakan sebuah platform aggregator yield yang berbasis jaringan blockchain Ethereum. Protokol ini dibuat oleh Andre Cronje sebagai solusi dalam mengoptimalkan return atau interest dari mata uang crypto yang dimiliki oleh penggunanya.

    Yearn Finance sendiri masuk ke dalam protokol Decentralized Finance (DeFi) yang menawarkan kegiatan yield farming. Sebagai aggregator, Yearn Finance ini juga menggunakan protokol DeFi lain seperti Curve, Compound, Aave, dan dYDX untuk mengoptimalkan peminjaman token.

    Sebelum Yearn Finance diciptakan, seorang pengguna harus secara manual memeriksa, melihat hasil, dan memasukan mata uang crypto mereka ke dalam protokol-protokol tersebut. Namun, hal itu dibuat mudah dengan Yearn Finance ini.

    Sederhananya, protokol ini merupakan jembatan canggih yang mengalihkan likuiditas ke berbagai sektor protokol DeFi untuk pada akhirnya mendapatkan keuntungan terbaik yang dapat dihasilkan.

    Baca Juga: Whales Pindahkan Aset Setara $300 Juta Saat Pasar Rebound

    Lantas, apa yang membuatnya bisa terhubung ke berbagai protokol? Andre Cronje membuat semacam token yang dapat menjembatani token dari protokol ke protokol disebut yToken.

    Bagaimana yToken Bekerja?

    Ketika seorang pengguna menyimpan token melalui Yearn Finance, token tersebut akan dikonversikan menjadi yToken, seperti yUSDC, yUSDT, dan yDAI. Dari yToken ini penggunanya akan mendapatkan hasil dari biaya pinjaman dan juga biaya tradingpada protokol yang ia pilih. Proses ini membuat Yearn Finance dapat menghasilkan return tahunan dengan interest yang besar kepada penggunanya.

    Selain dari yToken, Yearn Finance juga menghasilkan uang untuk penggunanya dari beberapa hal lainnya, seperti COMP dari Compound, CRV dari Curve.finance, yCRV trading fee, likuiditas, biaya ySwap, bonus likuiditas yLiquidate, dan biaya lainnya.

    Banyak dari para analis yang memuji, Yearn Finance ini, mengingat platform ini dapat memberikan suku bunga pinjaman terbaik.

    Tidak sampai situ, Yearn Finance sendiri mendukung stablecoin seperti DAI, USDC, USDT, TUSD, sUSD, dan banyak token/koin lainnya untuk dipindah alihkan ke dalam platform seperti Compound, Aave, dYdX, dan Curve. Ini tergantung kepada pengguna platform tersebut memilih pools yang menawarkan hasil lebih tinggi.

    Di luar itu, Yearn Finance sendiri memiliki token tata kelola protokolnya yang berbeda dari yTokens tersebut.

    Apa itu Token YFI?

    Token YFI merupakan token ERC-20 yang mengatur ekosistem yearn.finance ini. Token ini didistribusikan kepada penyedia likuiditas (LP) yang memasok yToken tertentu. Tujuan token ini bukan digunakan sebagai alat tukar di dalam protokol, tetapi sebagai hak suara ketika protokol melakukan konsensus.

    Token YFI ini bisa didapatkan dari menggunakan protokol Yearn Finance ataupun membelinya dari bursa pertukaran mata uang crypto global maupun lokal. Lantaran supply token yang hanya berjumlah 30.000 token dengan satu tokennya berfungsi sebagai satu suara di dalam protokol, harga token YFI ini berhasil melampaui nilai Bitcoin sebagai mata uang crypto yang memiliki harga tertinggi saat ini.

    Total Value Locked di dalam Yearn Finance juga terus meningkat. Pasalnya, Yearn Finance terus berinovasi dan membuat banyak layanan pada protokolnya.

    Layanan Protokol Yearn Finance

    1. Earn

    Earn ini merupakan salah satu layanan di dalam protokol Yearn Finance. Penggunanya hanya perlu mendepositkan mata uang crypto yang mereka miliki untuk nantinya secara otomatis mendapatkan return berupa bunga.

    2. Zap

    Zap ini merupakan layanan untuk membantu penggunanya menghemat biaya gas yang diperlukan agar lebih leluasa memindahkan mata uang crypto-nya ke berbagai protokol.

    3. Vaults

    Vaults ini salah satu layanan yang memudahkan penggunanya untuk mencari strategi terbaik dalam memaksimalkan keuntungan yang dari deposito yang dilakukan penggunanya sekaligus mengurangi risiko yang ada.

    4. Yinsure.Finance

    Layanan ini merupakan layanan asuransi dari Yearn Finance dengan dasar Nexus Mutual. Seperti namanya, sistem ini jika dianalogikan secara sederhana bisa diartikan sebagai sistem asuransi dalam protokol Yearn Finance. Sistem ini akan mengurangi risiko jatuhnya nilai dari pools yang “mencurigakan” dan tetap mendapatkan bayaran dari hal tersebut.

    5. StableCredit

    Layanan ini layanan terbaru dari Yearn Finance. StableCredit sendiri nantinya akan menggabungkan stablecoin debt yang sudah ditokenisasi, pinjaman, dan Auto Market Maker Single-Side. Langkah ini dilakukan untuk membuat protokol pinjaman yang sepenuhnya terdesentralisasi.


    Dari awal pembangunan Yearn Finance, Andre Cronje tidak berfokus pada nilai token YFI saja. Justru Andre Cronje memiliki cita-cita agar Yearn Finance ini dapat diadopsi lebih luas lagi dan mempermudah penggunannya dalam mengelola aset crypto mereka.

    Di luar harga token YFI yang terus mengalami kenaikan, pengembang Yearn Finance justru fokus pada inovasi dan pengadopsian terhadap layanan Yearn Finance itu sendiri. Hal ini membuat YFI digadang-gadang sebagai protokol DeFi paling inovatif dari protokol DeFi lainnya.

    Baca Juga: Pelajari Strategi Day Trading Agar Lebih Untung

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com