Tag: ethereum

  • Milyuner Ini Prediksi ADA Tembus $4 Tahun Ini

    Cardano (ADA) terpantau memiliki kinerja yang patut diperhitungan. ADA mencatat lonjakan 1,027% dan berhasil diperdagangkan dengan normal di level $2,15. Dengan pencapaian tersebut, milyuner optimis ADA akan tembus $4 pada akhir tahun ini.

    Meskipun Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) adalah 2 cryptocurrency terbesar dan terkenal saat ini. Tetapi ADA perlahan-lahan menyusul sampai tiga besar setelah kenaikan spektakuler tahun ini.

    Narasi Bullish Akan Dimulai

    Milyuner yang disebutkan tadi adalah CEO dari salah satu perusahaan konsultan keuangan terbesar di dunia, Nigel Green dari deVere Group.

    Ia berbicara dengan Business Insider dan mengungkapkan pandangan optimisnya untuk Alt yang sedang tren ini.

    “Cardano akan menetapkan harga tertinggi baru berkat reli crypto yang lebih luas. Terutama karena peningkatan teknologi baru-baru ini. Hal ini bisa membuka jalan Cardano untuk mencapai harga tertinggi baru bahkan sampai $4 pada akhir tahun 2021.” Ungkap Green dalam sebuah wawancara.

    Baca JugaPlatform DeFi dan DEX Layer 2 Alami Lonjakan Luar Biasa

    Green menambahkan jika Cardano telah berada pada lintasan yang jelas dan tidak ada alasan untuk berpikir bahwa ini akan berhenti dalam waktu dekat.

    Menurut Green, jika orang-orang mengatakan ADA adalah token yang datang ‘entah dari mana’ kemudian berhasil ‘sukses dalam semalam’, sebenarnya bukan itu poinnya.

    Karena ADA sendiri dibuat oleh salah satu pendiri Ethereum, Charles Hoskinson yang kemudian diluncurkan pada tahun 2017 silam.

    Tidak hanya Hoskinson, para ahli juga ikut membantu penelitian ADA secara serius. Dan token ADA baru bisa menarik perhatian publik setelah lebih dari 18 bulan terombang ambing, dan itu bukan lah waktu yang singkat.

    Sementara itu, bulan lalu Green juga memprediksi Cardano akan mencapai $3. Prediksi itu pun terbukti akurat.

    Altcoin berhasil memuncak di angka $3,10 pada 2 September. Namun, harganya memang sedikit runtuh pada saat hari penulisan.

    Terlepas dari itu, Green tetap yakin bahwa Cardano akan bangkit kembali bersama dengan cryptocurrency teratas lainnya sambil mendapatkan keuntungan dari  green cred.

    Baca JugaNFT Proyek Cardano Diprediksi Memiliki Masa Depan Terbaik!

    Pendapat Green Tentang Penggemar Cardano Jangka Panjang

    Menurut Green, ADA sebenarnya sudah lama alami bullish jika dibandingkan dengan token cryptocurrency lainnya.

    Fakta menarik untuk dicatat, Cardano telah ditambahkan ke deVere Crypto sesuai dengan blog resminya.

    Dengan itu, Cardano berhasil bergabung dengan mata uang digital utama lainnya termasuk Bitcoin, Ethereum, Dash, Bitcoin Cash, XRP, dan Dogecoin.

    Kesimpulannya, tidak ada yang perlu di khawatirkan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lark Davis: Ethereum di Atas $10.000 Akan Terjadi

    Ethereum terlihat sangat positif setelah berhasil menjalankan pembaruan London yang mengubah wajah Ethereum menjadi lebih baik.

    Mekanisme pembakaran (burn) yang menjadikan Ether (ETH) anti-inflasi, telah menjadi daya tarik tersendiri untuk para investor lama, maupun baru.

    Belum lama ini, pedagang cryptocurrency dan influencer YouTube, Lark Davis, mengatakan bahwa Ether siap untuk rally 190% dalam perjalanan untuk mencapai harga lima digit.

    Dalam sebuah video baru, Davis memberi tahu ratusan ribu pelanggan YouTube-nya bahwa aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut sedang bersiap untuk terapresiasi di atas $10.000 berdasarkan faktor fundamental utama.

    Davis mengatakan salah satu alasan mengapa harga Ethereum ditetapkan lebih dari dua kali lipat adalah karena penurunan pasokan di bursa.

    Baca Juga: Mastercard Inggris dan Jose Mourinho Akan Luncurkan NFT Khusus

    Menurut Davis, pasokan platform kontrak pintar terkemuka di bursa berada dalam tren turun yang kuat selama setahun terakhir karena pemegang mengunci Ethereum mereka dalam protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) atau menggunakan ETH mereka untuk membeli token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT).

    “Dengan mekanisme pasokan yang bekerja sebagaimana adanya, hanya masalah waktu sebelum krisis pasokan Ethereum akhirnya mendongkrak harga secara serius,” ujarnya.

    Davis juga mengutip cuitan dari platform intelijen blockchain IntoTheBlock, yang mengatakan bahwa jumlah bersih Ethereum yang keluar dari pertukaran crypto baru-baru ini mencapai rekor tertinggi baru.

    “Jumlah bersih Ethereum yang meninggalkan bursa baru saja mencapai rekor baru. Ethereum senilai lebih dari $1,2 miliar meninggalkan bursa terpusat kemarin. Itu adalah angka yang mengejutkan.”

    Davis juga menambahkan bahwa ketika Ethereum bernilai lebih dari satu miliar dolar sebelumnya meninggalkan pertukaran terpusat, harga crypto terbesar kedua naik dengan poin persentase dua digit dalam waktu sekitar empat minggu.

    “Dan yang menarik, seperti yang ditunjukkan IntoTheBlock, terakhir kali Ethereum meninggalkan pertukaran terpusat satu miliar dolar atau lebih, Ethereum meningkat 60% dalam 30 hari.”

    Baca Juga: Bagaimana Nasib Bitcoin Di Bulan Oktober Mendatang?

    Davis juga mengatakan mengutip penelitian oleh perusahaan analitik blockchain Glassnode, yang menunjukkan bahwa sebagian besar pasokan Ethereum tidak bergerak dalam 90 hari terakhir. Ia pun mengatakan:

    “87% dari pasokan Ethereum belum bergerak secara on-chain selama tiga bulan atau lebih. 87% dari pasokan! Itu adalah kegilaan..

    Orang-orang bertahan untuk harga yang lebih tinggi, mereka tidak menjual di bawah level tertinggi sebelumnya. Mereka tahu puncak sepanjang masa baru akan datang. Mereka tahu penemuan harga akan datang. Mereka menonton dan melihat apa yang terjadi secara ekonomi dengan Ethereum saat ini. Mereka melihat berapa banyak, misalnya, Ethereum sedang dibakar saat ini…”

    Secara fundamental, apa yang digaungkan oleh Davis itu terdengaar masuk akal. Kebutuhan yang meningkat pesat di tengah pasokan yang minim akan menggerek harga dengan cepat menuju angkasa dan memberi keuntungan yang mungkin tak terbayangkan. Kita lihat saja!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Binance Harapkan Lebih Banyak Defi Berbasis Ethereum Untuk Bergabung

    CEO Binance Changpeng Zhao mengharapkan lebih banyak proyek DeFi berbasis Ethereum untuk bergabung dengan platform Binance Smart Chain. Zhao mengutarakan hal ini dalam sebuah diskusi dengan pengguna Twitter lain.

    Menurut Zhao, langkah ini akan mengurangi beban di jaringan Ethereum yang pada saatnya akan menurunkan biaya gas Ethereum.

    Zhao kemudian menekankan bahwa Binance Smart Chain bukanlah pengganti atau pesaing jaringan Ethereum, melainkan Binance kompatibel dengan Ethereum. Zhao menambahkan bahwa Binance Smart Chain justru memberikan pembuat kontrak pintar lebih banyak pilihan.

    “Binance Smart Chain tidak pernah bertujuan untuk menggantikan ETH, Binance Smart Chain hanya kompatibel dengan ETH. BSC memberi penggunanya lebih banyak pilihan. Opsi dengan biaya lebih murah,” kata Zhao.

    Baca Juga: Ketahui Cara Trading yang Simple Tapi Untung

    Zhao menyimpulkan komentarnya bahwa volume transaksi Binance Smart Chain baru-baru ini mencapai 10% dari jaringan Ethereum beberapa hari yang lalu.

    Platform Binance Smart Chain diluncurkan pada 1 September dengan dana investasi $ 100 juta yang dikhususkan untuk proyek yang dibangun di Smart Chain.

     

    Dalam Tweet terpisah, Zhao berbicara tentang keputusan Binance untuk menambahkan proyek DeFi terbaru bahkan saat perusahaan gagal mendaftarkan SushiSwap.

    Binance Smart Chain sekarang menjadi tuan rumah BurgerSwap dan melihat sejumlah besar transaksi hanya dalam 24 jam dalam proyek DeFi terbaru itu.

    “Di masa lalu, saya biasanya mencoba untuk tidak mengomentari proyek atau koin tertentu. Untuk selanjutnya, saya akan Tweet lebih banyak tentang proyek di #BinanceSmartChain. Itu bukan dukungan. Hanya cara untuk mempromosikan komunitas,” ungkap Zhao.

    Dia juga menambahkan bahwa di balik sebagian besar proyek DeFi yang gagal, investor tidak disarankan untuk menginvestasikan uang jika tidak sanggup kehilangan uang tersebut.

    “Beberapa mungkin menawarkan keuntungan jangka pendek, tetapi mereka juga memiliki risiko yang sangat tinggi. Jangan menginvestasikan uang yang Anda tidak bisa kehilangan (uang tersebut),” kata Zhao menegaskan.

    Baca Juga: Yearn Finance Hadirkan Inovasi Baru Berupa StableCredit



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Survei: Ethereum Tetap Akan Menjadi Platform DeFi Terbaik

    Membahas masa depan DeFi, CryptoCompare menemukan bahwa sebagian besar hasil survei mengatakan “Ethereum (ETH) tidak akan digantikan dalam jaringan blockchain DeFi ” setidaknya selama 3 tahun ke depan.

    Penyedia data pasar crypto tersebut mengumpulkan respons dan data melalui sebuah survei yang dilakukan pada beberapa protokol DeFi seperti : Augur (REP), Argent, DDEX, Balancer (BAL), Nexus Mutual, Kyber Network (KNC), Loopring (LRC), dan Staked.

    Ketika pertanyaan survei mengarah ke Ethereum : akankah Ethereum digantikan dalam jaringan DeFi selama 3 tahun ke depan?

    Baca Juga: Paus Ethereum Bertambah Saat Penurunan Harga Terjadi

    Sebanyak 62,5% responden menjawab sangat tidak setuju dan 25% netral. Ini menandakan bahwa hampir semua responden masih percaya bahwa ETH masih menjadi raja untuk platform DeFi.

     

    Kemudian pertanyaan mengarah pada kekurangan Ethereum dalam kondisi saat ini, responden menyatakan mereka paling khawatir dengan keamanan Ethereum di DeFi, pengalaman pengguna, pemasaran, dan kekurangan infrastruktur untuk produk yang benar-benar terdesentralisasi.

    Sebanyak 50% responden, memberikan nilai 8 dari 10 atas kekhawatiran soal keamanan Ethereum di masa depan. Sementara, sebanyak 37% lainnya memberikan nilai 10 untuk pentingnya asuransi terhadap hlangnya dana, tapi ada juga yang memberikan nilai 3.

    CryptoCompare mengatakan hal tersebut seperti: menunjukkan perbedaan yang jelas dalam pendapat tentang masalah ini.

    Terkait kenaikan biaya transaksi yang tinggi juga masih menuai perbedaan pendapat. Banyak responden tidak melihat biaya tinggi sebagai masalah yang paling mendesak.

    Beberapa responden “menunjuk ke solusi penskalaan lapisan dua” karena biaya transaksi yang lebih tinggi akan “menciptakan lebih banyak urgensi pada solusi.”

    Sementara yang lain mengatakan bahwa biaya tinggi merupakan beban bagi sebagian pengguna, dan bukan masalah bagi yang lain, seperti bagi pengguna aktif bulanan “yang menyetor selama berbulan-bulan”.

    Seorang Manajer Pemasaran di protokol likuiditas on-chain Kyber Network beranam Shane Hong, mengatakan bahwa, “menurut pendapat saya, adopsi massal memang sulit dicapai mengingat kondisi biaya transaksi saat ini. Tetapi akan selalu ada grup pengguna yang mencari peluang menghasilkan keuntungan bahkan dengan biaya tinggi.”

    Tetapi, Argent mengatakan bahwa masih ada kebutuhan untuk “membangun kasus penggunaan yang memecahkan masalah yang signifikan bagi audiens arus utama”.

    Ledakan DeFi terjadi, menurut CryptoCompare karena bisa mengambil pinjaman yang didukung crypto; menabung dan mendapatkan bunga atas kepemilikan seseorang yang dapat dikaitkan dengan nilai USD berkat stablecoin.

    Survei tersebut dilakukan CryptoCompare dengan menanyakan kepada Top DeFi. Namun, pihak CryptoCompare tidak memberitahukan nama-nama DeFi tersebut.

    Baca Juga: Semula Hanya Lelucon, Token $MEME Jadi Proyek Crypto Miliaran Dolar



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Naik Besar-Besaran? Inilah Penyebabnya!

    Ethereum 2.0 sebelumnya memang memiliki banyak sekali informasi dan aktivitas seputar pengembangan dan kemajuan fasennya, tetapi tanggal peluncuran yang spesifik masih belum diketahui.

    Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, dan timnya telah bekerja sangat keras untuk tetap membuat hal ini menarik bagi industri crypto ditengah pandemi yang sepertinya tidak cukup membantu proyek ini untuk bersinar.

    Spekulasi tentang peluncuran Ethereum 2.0 pada kuartal kedua 2020 memuncak pada awal tahun ini sebelum pandemi mengambil alih seluruh kedigdayaan manusia disemua sektor.

    Transisi ke Proof of Stake (PoS) pada proyek ini, jika memang dilakukan tahun ini, itu akan dapat menyelesaikan masalah skalabilitas Ethereum dan memicu peristiwa Bullish hebat, dengan mempertaruhkan peningkatan permintaan ETH secara signifikan.

    Peluncuran parsial pertama dijadwalkan pada 30 Januari lalu, sebagaimana dinyatakan oleh Peneliti Ethereum Foundation ,Justin Drake.

    Drake mengatakan bahwa Fase 0 bisa berada dalam langkah untuk diluncurkan pada 30 Juni, seperti juga dikonfirmasi dalam laporan Juni yang dirinci oleh perusahaan perbankan digital SEBA.

    Baca Juga: Analisa: Level Bitcoin Yang Perlu Untuk Diperhatikan 12 Juli 2020

    Namun, Drake baru-baru ini menyatakan bahwa peluncuran dapat diperpanjang hingga awal Januari 2021, tetapi hal itu dengan cepat ditolak oleh Vitalik Buterin yang menegaskan bahwa ETH 2.0 harus diluncurkan tahun ini.

    Tetapi, tetap masih belum disebutkan tanggal peluncuran pada laporan komprehensif terbaru tentang keadaan Ethereum 2.0, yang diperbarui pada bulan Juni oleh Peneliti dan Pengembang Ethereum, Danny Ryan.

    Namun ia menyatakan bahwa fase 0 terasa seperti “sekejap saja” tetapi Roadmap masih “terdengar agak terlalu lama”, dengan pemrosesan yang melibatkan terlalu banyak validator, shard, dan klien:

    “Eth2 adalah upaya besar untuk memberikan konsensus terdesentralisasi kepada Ethereum yang ditingkatkan, generasi mendatang, sangat skalabel dan aman. Ada lusinan tim dan ratusan individu yang bekerja setiap hari untuk mewujudkannya. Jalan yang kita pilih sulit, tetapi kemajuan besar telah dan terus dilakukan.”

    Tim penelitian dan pengembangan Ethereum 2.0 memang tengah memikul beban yang berat, untuk mengungguli diri mereka sendiri karena kesalahan yang tak termaafkan dalam migrasi PoS yang secara tidak sengaja dapat membuat Ethereum menjadi lebih mahal.

    ConsenSys juga mengonfirmasi bahwa Ethereum 2.0 akan diluncurkan pada tahun 2020, tetapi tidak ada tanggal yang spesifik juga dari mereka, dengan mengatakan:

    “Fase 0 dari Ethereum 2.0 akan diluncurkan pada tahun 2020. Fase 1 diantisipasi pada tahun 2021. Fase 2 dan selanjutnya diantisipasi untuk tahun 2021 atau lebih baru.”

    Baca Juga: Laporan Pengguna Aktif Ethereum Berlipat Ganda di Kuartal Dua 2020



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Prediksi : ETH Akan Bull Berkat Koin Satu Ini

    Jagat Twitter baru-baru ini diramaikan dengan munculnya rumor peluncuran produk ‘brankas’ dari Yearn Finance, yaitu yETH.

    Analis memperkirakan dengan adanya peluncuran yETH dalam waktu dekat, bisa memicu lonjakan baru dalam pembelian ETH. Bagaimana tidak? Pemilik token YFI, jika membeli produk atau brankas ini, akan secara otomatis mendapatkan hasil tertinggi dari deposit ETH.

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Ethereum dan Bitcoin

    Dengan ‘brankas’ ini, Yearn Finance bermaksud menjamin keuntungan tertinggi dengan mengumpulkan dana-dan untuk mengurangi biaya gas (biaya transaksi dalam ETH) dan ini akan memperbanyak keuntungan yang diperoleh lebih maksimal.

    Belum lagi adanya euforia kenaikan salah satu token Yearn Finance belakangan ini, diharapkan sebagai kesempatan untuk meningkatkan permintaan ETH dan akhirnya harga ETH akan lebih tinggi dari sekarang.

    Pendiri Nuggets News, Alex Saunders juga percaya bahwa yETH memiliki potensi besar.

    “Produk baru yang membuat saya bersemangat & bahkan lebih bullish di ETH, adalah yETH. Ini menambah daftar panjang katalis untuk Ethereum, tetapi juga mengurangi pasokan yang tersedia. Siapapun yang memiliki ETH dapat memperoleh hasil terbaik secara otomatis dengan HODLing yETH,” katanya dilansir dari cointelegraph.

    Namun, beberapa media kripto melaporkan bahwa pemilihan suara terkait ‘brankas’ tersebut sudah dilakukan tadi malam. Akun Twitter DeFi Farmer John pada 31 Agustus juga mengumumkan yETH sudah diluncurkan.

    Tapi, terlepas dari itu semua, Saunders percaya masih banyak trader yang meremehkan ruang yang dikembangkan untuk YFI mengingat pasokan maksimumnya hanya 30.000 token.

    Di sisi lain, Ryan Watkins menilai bahwa orang-orang terlalu konservatif dengan target YFI mereka karena mengharapkan penawaran sampai $ 1 miliar adalah sesuatu yang tidak jelas.

    Pada saat pers, harga YFI masih berada di Rp 500 juta-an. Ada penurunan besar pada hari Minggu (30/8), yang membuat YFI turun ke Rp 367 juta.

    Namun, dengan sangat cepat kembali ke Rp 500 juta setelah adanya rumor yETH. Ini juga terjadi dengan Ethereum dimana harga menjadi 6.7 Juta, kenaikan 9.64%.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Coca-Cola akan Menggunakan Teknologi Blockchain Ethereum

    CONA (Coke One North America), salah satu perusahaan dari Coca Cola, akan mencoba Baseline Protocol, teknologi blockchain Ethereum publik yang menargetkan untuk penggunaan perusahaan.

    Startup Blockchain Unibright dan Provide mengumumkan proyek tersebut, yang sudah dikonfirmasi di LinkedIn oleh Direktur Inovasi CONA.

    CONA adalah platform yang menyediakan alat untuk dua belas mitra pembotolan Coca-Cola Company terbesar di Amerika Utara agar mereka dapat berkolaborasi sebagai satu perusahaan.

    Pada tahun 2019, beberapa pembotolan Coca-Cola Amerika Utara telah mengadopsi dan mengimplementasikan CONA, dimana tujuannya adalah untuk membuat transaksi rantai pasokan lintas organisasi lebih efisien, tanpa gesekan, dan transparan..

    CONA sekarang pindah untuk membuat transaksi yang efisien antara pemasok botol jaringan internal dan pemasok eksternal bahan baku.

    Oleh karena itu, ia menggunakan Baseline Protocol, seperangkat alat untuk memberikan privasi untuk adopsi perusahaan blockchain Ethereum publik.

    Teknologi ini diluncurkan beberapa bulan yang lalu oleh Ernst & Young dan dikembangkan dalam kerjasama dengan ConsenSys dan Microsoft.

    Tujuannya di sini adalah untuk membangun “Pelabuhan Pembotolan Coca-Cola,” sehingga akan dapat memungkinkan proses onboarding jaringan penghalang rendah untuk pemasok, yang seharusnya membawa lebih banyak manfaat bagi pemasok pembotolan internal dan eksternal, kata para mitra.

    Pengumuman berlanjut untuk mendaftar sejumlah poin yang mereka klaim akan dapat proyek buktikan. Ini termasuk:

    • Suatu faktur dapat di tokenisasi dalam proses dasar;
    • Implementasi berbasis Hyperledger yang ada dapat memperluas, mengubah atau mengintegrasikan dengan Protokol Dasar;
    • Membuat versi dokumen komersial (mis. pesanan pembelian, pesanan penjualan, pengiriman, penerimaan barang, dll.) dapat menghilangkan masalah koordinasi ketika semua pihak menyetujui versi terbaru, versi resmi;
    • Menyetujui versi dasar terbaru dari “kebenaran yang diinginkan” yang dapat digunakan untuk membahas penanganan kesalahan atau pengiriman ulang sebagian, dll.

    Proyek ini diharapkan menunjukkan hasil awal pada kuartal terakhir tahun ini.

    Selain itu, kemitraan pada proyek ini juga berarti CONA akan memperoleh akses ke Chainlink (LINK), penyedia jaringan yang terdesentralisasi. Kita lihat saja bagaimana perkembangannya nantinya!

    Baca Juga: Tokocrypto Kembali Gelar Indonesia Blockchain Week yang Ke-2

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Laporan: Pengguna Aktif Ethereum Berlipat Ganda di Kuartal Dua 2020

    Kuartal kedua 2020 mungkin merupakan titik capaian tinggi aplikasi desentralisasi pada jaringan Ethereum.

    Berdasarkan laporan kuartal dua tahun 2020 dari Dapp.com, pengguna aktif pada aplikasi berbasis Ethereum berlipat ganda dalam hanya satu kuartal dengan total kumulatif lebih dari 1 juta pengguna.

    Aplikasi DeFi mendukung peningkatan ini, dengan volume transaksi mencapai $ 5,7 miliar di bulan Juni dan mencakup lebih dari 97% aktivitas di blockchain Ethereum. Laporan tersebut menunjukkan betapa pentingnya Ethereum bagi keberhasilan keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan banyak DeFi mendominasi jaringan Ethereum dalam beberapa bulan terakhir.

    Rilisnya token Compound COMP pada Juni lalu membantu mendorong kenaikan DeFi di kuartal kedua ini, lebih dari dua kali lipat total volume transaksi DeFi dibandingkan dengan Mei lalu dan mendorong total volume DeFi Ethereum menjadi lebih dari $ 10,3 miliar pada kuartal penuh. EOS dan TRON, dua pesaing terdekat Ethereum di dunia DeFi, masing-masing mencatat volume $ 1,89 miliar dan $ 260 juta setiap kuartalnya.

    Pengguna Aktif Jaringan Ethereum Berlipat Ganda

    Di semua jaringan blockchain, volume transaksi 24-Jam DeFi mencapai tertinggi sepanjang masa lebih dari $ 600 juta pada 21 Juni 2020.

    Dapp.com mengukur pengguna dapp aktif sebagai total kumulatif semua pengguna yang berinteraksi dengan aplikasi dapp pada keseluruhan kuartal. Pengguna dapp aktif di Ethereum tumbuh dari sekitar 637.000 pada kuartal pertama menjadi lebih dari 1,25 juta pada kuartal kedua. Pengguna DeFi aktif setiap hari, dengan kategori alamat dompet yang secara teratur berinteraksi dengan produk DeFi berbasis Ethereum, juga tumbuh dari sekitar 7.700 di kurtal pertama menjadi lebih dari 11.200 pengguna di kuartal kedua.

    Laporan Pasar Kuartal Dua Tahun 2020 ini juga mencatat bahwa token BAT dari browser Brave menduduki puncak peringkat dalam total volume transaksi pada kuartal tersebut, dengan jumlah masuk lebih dari $ 930 juta. Volume yang mengesankan ini dipicu oleh ‘hasil panen’ yang diambil dari keuntungan diakibatkan adanya semacam keriput kecil di sistem distribusi COMP dalam meningkatkan pendapatan mereka.

    Aktivitas rahasia ini menghasilkan pemilihan tata kelola baru dalam menyesuaikan distribusi COMP untuk mendorong lebih banyak volume dan likuiditas yang diarahkan ke token dengan kasus penggunaan yang lebih luas, seperti DAB dan stablecoin USDC.

    Baca Juga: Ethereum, DeFi Pecahkan Rekor Juni 2020, Bagaimana dengan Kategori Lain?

    Kategori DeFi Lainnya

    Jaringan Ethereum sendiri digunakan pada 45 aplikasi baru yang diluncurkan pada kuartal kedua ini, sedangkan pesaing terdekat berikutnya, TRON, mencatat 33 aplikasi baru. Data ini menunjukkan pengembang mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu pada aplikasi yang sudah ada daripada merilis yang baru. Hal ini mengingat hanya 99 aplikasi baru yang dirilis di semua jaringan blockchain pada kuartal kedua, dibandingkan dengan 135 aplikasi selama kuartal pertama 2020.

    Kuarta kedua ini juga menjadi dominasi lain dari jaringan Ethereum. Hal ini mengingat ia berhasil mencatatkan peningkatan besar dalam pengguna dan transaksi harian baik secara berurutan atau juga dengan dibandingkan dengan protokol saingan seperti TRON dan EOS. Dengan peningkatan dan momentum DeFi berbasis Ethereum yang terus meningkat, tampaknya akan semakin sulit bagi penantang lain untuk menggeser posisi DeFi Ethereum ini dari posisinya saat ini.

    Informasi ini dapat dibaca kembali di sini

    Baca Juga: Pernyataan dari COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda terkait Perlindungan Pelanggan Aset Kripto di Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Vitalik Buterin Si Pencipta Ethereum Tawarkan Solusi Scaling Transaksi ETH

    Biaya transaksi rata-rata di jaringan Ethereum mencapai titik tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir. Hal ini terkait dengan masalah di dalam jaringan yang mengalami kemacetan parah.

    Sementara itu, pencipta Ethereum Vitalik Buterin mengkonfirmasi pada tanggal 30 Juni lalu bahwa jaringan masih harus bergantung pada solusi scaling off-chain saat ini untuk paling tidak dua tahun ke depan. Hal itu sampai kemampuan penskalaan yang telah lama direncanakan pada jaringan Ethereum 2.0 berhasil.

    Lonjakan Biaya Transaksi Median Ethereum

    Menurut data dari Bitinfocharts, dalam 48 jam menjelang penutupan bulan Juni, biaya transaksi median pada blockchain Ethereum melonjak hingga 60%, naik dari $ 0,23 menjadi $ 0,37. Lonjakan mendadak ini menandai kelanjutan tren yang pernah menghadapi lonjakan biaya transaksi ETH hingga 510% sejak pergantian tahun ketika biaya rata-rata hanya $ 0,06.

    Saat menghitung biaya transaksi rata-rata, jumlah semua biaya dibagi dengan jumlah transaksi. Data statistik ini dapat menyesatkan jika melihat biaya khas penggunaan Ethereum karena beberapa transaksi besar dapat mendorong jumlahnya.

    Biaya median memberikan gambaran yang lebih baik tentang jenis pembayaran apa yang dibayarkan secara lebih teratur oleh pengguna Ethereum. Dalam hal ini, biaya transaksi median yang terus meningkat menunjukkan peningkatan biaya penggunaan jaringan setiap harinya.

    Ini juga bisa menjadi tanda lebih banyak orang menggunakan Ethereum dalam level dasar. Ini didukung oleh sebagian data yang menunjukkan peningkatan hingga 140 persen dalam jumlah transaksi Ethereum sejak Januari, ditambah dengan penurunan yang stabil dalam nilai transaksi ETH rata-rata sejak 2018.

    Baca juga: Seseorang Pecahkan Rekor Biaya Transaksi ETH Senilai $2,5 Juta!

    Vitalik Buterin Berikan Rencana Scaling Sementara untuk Dua Tahun ke Depan

    Di tengah meningkatnya biaya penggunaan Ethereum, pencipta jaringan blockchain ini, Vitalik Buterin memberikan beberapa informasi mengenai rencana penskalaan jangka pendek pada Ethereum 2.0. Salah satu pendiri Ethereum itu menawarkan ringkasan teknis mengenai bagaimana Ethereum, dan Ethereum 2.0, dapat meningkatkan skala dalam jangka pendek.

    Vitalik Buterin memberikan cuitan pribadinya di Twitter,

    Penskalaan ETH2 pada data akan segera tersedia *sebelum* penskalaan ETH2 pada perhitungan umum. Hal ini menyiratkan bahwa akan ada rollup yang menjadi paradigma penskalaan dominan dengan setidaknya pada beberapa tahun ini: pertama ~ 2-3k TPS dengan eth1 sebagai lapisan data, kemudian ~ 100k TPS dengan eth2 (fase 1). Menyesuaikan dengan hal tersebut.

    – vitalik.eth (@VitalikButerin) 30 Juni 2020

    Dalam istilah Layman, Ethereum 2.0 akan dapat menangani data dalam jumlah besar sebelum memiliki kemampuan dalam menghitung data tersebut. Oleh karena itu, untuk sementara, teknologi yang dikenal sebagai ZK-rollups akan digunakan sebagai stop-gap untuk dua tahun ke depan.

    Roll-up ZK beroperasi dengan menumpuk banyak transaksi ke dalam satu smart-contract, tanpa harus divalidasi oleh rantai utama. Kontrak kemudian divalidasi pada rantai utama di kemudian hari. Hal ini bertindak sebagai solusi penskalaan layer-2 pada Ethereum karena pengguna dapat mempertahankan fungsionalitas penuh, sementara tekanan pada blockchain berkurang.

    Buterin kemudian menyarankan bagi orang-orang yang baru saja memindahkan token di Ethereum harus melihat ke dalam jaringan menggunakan alat ZK-rollup ini (banyak yang sudah melakukannya).

    “Siapa pun yang *hanya* memindahkan token ETH / ERC20 / ERC721 harus melihat cara masuk ke rollup hari ini. Harga transaksi pada rantai dasar mungkin akan sangat rendah jika hanya digunakan pada hal-hal yang lebih kompleks,” kata Buterin pada 30 Juni.

    Mengingat bahwa ini akan menyebabkan menurunnya biaya transaksi rata-rata dan rata-rata Ethereum, sebagian besar pengguna Ethereum mungkin akan memiliki sentimen berbeda dari Buterin.

    Informasi ini dapat dibaca kembali di sini

    Baca Juga: Minat Boomer dan Gen-X Terhadap Bitcoin Melonjak Sejak Pandemi



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Skenario Bullish Untuk Ethereum – Tokocrypto News

    Dengan mulai banyaknya negara yang “dibuka kembali” pasca pandemi COVID-19, kita dapat ekspektasikan sebagian besar aset yang ada di pasar finansial untuk mulai mengalami “recovery”. Salah satunya adalah Ethereum (ETH).

    Harapan tadi diperkuat dengan skenario bullish secara teknikal.

    Di timeframe harian, Ethereum sedang membentuk pola konsolidasi triangle, yang idealnya mengikut pada konteks trend sebelumnya, yaitu naik.

    Baca Juga: Mampukah Ether (ETH) Masuk ke US$300?

    Jika skenario ini terjadi, target kenaikan dapat ditentukan dengan menggunakan fib extension di angka 1.618.

    Dengan menggunakan hal tersebut, kita mendapatkan potensi kenaikan Ethereum dapat mencapai 273 USD.

    Skenario ini valid jika harga Ethereum tidak keluar dari pola triangle (di bawah 236 USD)



    Sumber : news.tokocrypto.com