Tag: ethereum

  • Mampukah Ether (ETH) Masuk ke US$300?

    Mampukah Ether (ETH) masuk ke US$300? Itu adalah pertanyaan paling penting setelah ETH menikmati keuntungan besar sepanjang akhir pekan. Altcoin itu masuk ke perdagangan akhir pekan dalam kisaran yang memukau setelah kenaikan moderat pada akhir minggu.

    Penembusan di atas kisaran US$210-215 ini pada awal akhir pekan, telah menyebabkan “aksi parabola”. Sekarang, diperdagangkan di sekitar US$245-237, ETH hampir mencapai target jangka pendeknya sebesar USUS$250 sebagai titik resisten.

    Perubahan ini sebenarnya tidak mengejutkan, mengingat indikator harga terbaru dan aktivitas tinggi di aset kripto besar itu.

    Berita Terkait: Berharap pada Ethereum Sebelum Bitcoin Halving

    Sebagai permulaan, ETH telah berada dalam fase akumulasi besar selama beberapa minggu terakhir. ETH juga, hanya beberapa hari yang lalu, penggunaan jaringan blockchain-nya telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa.

    Menuju US$300

    Bull di ETH setidaknya mencari posisi di US$250 dalam beberapa jam ke depan, tetapi didahului dengan penurunan yang kuat.

    Dalam skenario pullback, kenaikan perlu mempertahankan di US$230 agar tren naik bisa terkonfirmasi dalam beberapa hari mendatang. Penurunan lebih lanjut bisa ke US$220.

    Dengan perkembangan proyek dan peluncuran Ethereum 2.0 pada tahun ini, kendati terus akan menurun, diharapkan ETH bisa menembus di atas US$250 dan US$300 dalam beberapa minggu ke depan.

    Mengingat Ethereum 2.0 adala event yang besar dan penting, maka FOMO akan memainkan peran utama menuju US$300 per ETH. [Zycrypto/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Ethereum 2.0 Akan Tetap Rilis pada Juli 2020 Nanti?

    Peluncuran Ethereum 2.0 diantisipasi akan berlangsung seperti yang direncanakan sebelumnya. Peluncuran dijadwalkan akan rilis pada bulan Juli 2020 nanti.  Vitalik Buterin, co-founder platform telah menepis rumor yang mengatakan perilisan tersebut akan ditunda. Ia menambahkan bahwa tidak akan ada perubahan pada jadwal. Namun, pengembang Ethereum menolak sentimen itu dan mengatakan itu adalah miskomunikasi.

    Co-founder itu juga menambahkan platform 2.0 testnet telah beroperasi dan fase implementasi pertamanya sudah mulai dilakukan. Setelah implementasi tersebut selesai, anggota jaringan Ethereum akan bermigrasi ke protokol Proof-of-Stake (PoS). Hal ini  diantisipasi untuk mengantarkan era baru bagi altcoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Baca juga: Hasil Audit Ungkap Potensi Kelemahan Ethereum 2.0

    Tanggal Rilis ETH Serenity Dikaitkan dengan Buterin

    Seluruh rumor tentang peluncuran Ethereum 2.0 dimulai ketika Afri Schoeden, salah satu pengembang inti Ethereum diduga mengungkapkan keadaan yang sebenarnya dari testnet “Schlesi”. Kemudian, rumor mulai menyebar dengan kemungkinan-kemungkinan kapan peluncuran mainnet dan merujuk pada pertengahan Juli 2020 nanti.

    Spekulasi dipicu oleh pernyataan dari salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, baru-baru ini. Selama konferensi virtual Konsensus 2020, terdapat laporan-laporan yang berspekulasi bahwa Buterin memberikan jawaban ‘ya’ untuk jawaban apakah Ethereum 2.0 akan diluncurkan pada bulan Juli.

    Baca juga: Hasil Audit Ungkap Potensi Kelemahan Ethereum 2.0

    Spekulasi Waktu Perilisan ETH Serenity Sama Sekali Tidak Membantu

    Dalam sebuah tweet, Schoeden menepis spekulasi ini dengan mengatakan bahwa ini adalah sebuah miskomunikasi. Merujuk pada berita yang dikeluarkan Buterin, pengembang Ethereum mengatakan perilisan tanggal (peluncuran Ethereum 2.0) dengan panel atau mengatakannya di atas panggung sama sekali tidak membantu. Meskipun Schoeden mengklaim dia belum melihat tweet dari Buterin, ia masih tidak bisa berpikir bahwa Buterin benar-benar menyebutkan bulan Juli.

    Buterin juga mengkonfirmasi pernyataan Schoeden. Dia menanggapi tweet tersebut dengan mengatakan dia tidak menyebutkan bulan Juli. Meskipun terdapat konfirmasi dari para jurnalis yang menyebutkan pertanyaan peluncuran ini di bulan Juli, salah satu pendiri Ethereum tersebut berkomentar, dia bahkan tidak mendengar pertanyaan itu.

    Kenapa Ditunda?

    Sebagian dari masalah yang diangkat oleh pengembang ini ditunjukan untuk pengembangan testnet, yang belum diluncurkan. Schoeden mengatakan testnet belum siap, dan masih akan membutuhkan periode kurang lebih dua bulan untuk menggunakannya tanpa cacat sebelum diteruskan ke Mainnet.

    Kerangka kerja testnet multi-klien dianggap sebagai jalur kritis menuju Serenity. Oleh karena itu, tidak bisa ditentukan peluncuran Ethereum 2.0 akan terlaksana pada bulan Juli 2020 nanti.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berharap pada Ethereum Sebelum Bitcoin Halving

    Bitcoin sempat melakukan rally yang cukup ganas di akhir bulan April lalu. Namun, raja aset kripto tadi gagal menembus resisten kunci di 9400, langsung “dump” ke zona 8400-8500, dan sekarang mulai “recovery” menuju arah 9000 USD. Bagaimana dengan harga Ethereum?

    Jika dilihat di analisa time frame besar, masih ada kemungkinan Bitcoin menuju 9000-9200 USD sebelum halving, dengan potensi turun setelah halving. Bagaimanakah para trader bisa meng-kapitalisasi kesempatan ini?

    Baca Juga: Ayo Bitcoin Halving, Tunjukkan Taringmu!

    Altcoin terbesar, Ethereum menunjukkan kesempatan bullish di tengah-tengah gonjang-ganjing volatilitas aset kripto dan pasar finansial lainnya.

    Saat ini harga harga ETH menembus zona putih dan garis hijau yng ada dalam gambar. Zona putih adalah resistance mingguan, dan garis hijau adalah resistance yang didapat dengan menggambar trendline di timeframe 1 bulan.

    Saat semuanya tertembus, kemungkinan bullish untuk jangka pendek-menengah (paling tidak sampai bitcoin halving) terbentuk. Terlebih lagi, Ethereum telah melakukan retest di area zona putih, mempersiapkan pondasi untuk naik lebih lanjut.

    Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin: US$10 Ribu Sebelum Halving, US$19 Ribu Setelah Halving

    Diperkirakan bahwa halving 11 Mei akan membuat crypto turun cukup keras, dengan sedikit bullish dari sekarang hingga hari-H.

    Target kenaikan Ethereum, harga bisa naik hingga daily resistance yang terbentuk (zona kuning) atau bahkan area trendline wick-ke-wick bulanan, hingga saat sekitaran halving BTC , semuanya turun besar-besaran.

    Secara sepintas, Ethereum mempunyai potensi gain yang lebih besar daripada Bitcoin hingga halving nanti



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Semakin Digilai oleh Investor Institusional, Bagaimana dengan Bitcoin?

    Ethereum semakin mendekati dominasi Bitcoin sebagai koin yang paling diburu oleh investor institusional. Cryptocurrency terbesar kedua dari segi kapitalisasi pasar ini kini telah mewakili lebih dari seperempat aset yang dikelola (assets under management ) dari produk investasi kripto.

    Hal tersebut diungkapkan oleh laporan mingguan CoinShares, yang berjudul June 1 Digital Asset Fund Flows Weekly. Laporan tersebut menyebutkan arus masuk institusional pada akhir-akhir ini melonjak signifikan sebesar US$ 74 juta.

    Investor terlembaga ini nampaknya berusaha untuk memanfaatkan kejatuhan pasar yang dimulai sejak 19 April 2021. Selama kurang lebih satu bulan, sejumlah koin kehilangan lebih dari 50% keuntungannya.

    Dalam situasi seperti itu, ETH nampaknya menjadi cryptocurrency yang paling disukai oleh investor institusional. Lebih dari 63% dari total arus masuk investasi tersebut disuntikan ke ETH. Jumlahnya sekitar US$ 46,8 juta.

    Baca Juga: Investor Positif Terhadap Ethereum 2.0, Ini Buktinya!

    “Produk ether sekarang mewakili 27% dari AUM (assets under management) gabungan untuk produk investasi kripto — pangsa tertinggi yang pernah ada,” tulis laporan tersebut.

    Selain ETH, coin lain yang menjadi incaran investor kakap adalah Cardano (US$ 5,2 juta), XRP (US$ 4,5 juta), dan Polkadot ($ 3,8 juta). Selain itu, investor institusional juga menyuntikan ke sejumlah produk aset kripto  sebesar US$11,1 juta.

    Sementara itu, arus keluar Bitcoin dilaporkan melambat. Arus keluar BTC selama tiga minggu terakhir tercatat sebesar US$246 juta.

    Meskipun demikian,  arus masuk Bitcoin selama 30 hari sebesar $47,9 juta saat ini setara dengan kira-kira sepertiga dari $147,7 juta Ether. Maka dari itu, Bitcoin masih mendominasi arus masuk tahun ini dengan hampir $4,4 miliar dibandingkan dengan $973 juta dari ETH.

    Baca Juga: Bitcoin Bisa Kembali Sentuh Harga US$ 58 Ribu, Begini Skemanya

    Namun, momentum ETH baru-baru ini telah memunculkan spekulasi mengenai persaingannya dengan BTC. Ethereum saat ini mengalahkan “dewa” cryptocurrency crypto dengan jumlah transaksi, volume, dan biaya, dan volume perdagangan.

    Berdasarkan data CoinGecko, ETH saat ini adalah aset kripto yang paling banyak diperdagangkan kedua dengan volume harian $38,8 miliar, peringkat di belakang hanya $103 miliar Tether. BTC senilai sekitar $32,9 berpindah tangan selama 24 jam terakhir.

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    Semua informasi pada artikel ini bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Vitalik Buterin: Mekanisme Blockchain Ethereum ke Depan akan Lebih Hemat Energi

    Pendiri Ethereum Vitalik Buterin berkomitmen akan membangun mekanisme konsensus pada blockchain Ethereum yang lebih hemat energi, dengan menggunakan sistem proof of stake (POS).

    Dalam sebuah wawancara pada sebuah forum virtual StartmeupHK yang diselenggarakan dari Hong Kong, Buterin mengatakan, meskipun hingga saat ini mekanisme konsensus proof of stake masih belum teruji dalam hal performanya, namun, ia meyakini bahwa mekanisme ini bisa mengurangi konsumsi energi rantai lebih dari 10.000 x.

    “Hal yang sedang kami bangun ini bukan hanya sebatas coba-coba lagi. Tapi ini adalah bagian penting dari era baru,” ujarnya

    Isu energi pada cara kerja blockchain ini menjadi tema utama yang kerap dibahas di komunitas cryptocurrency. Pemicunya adalah statement CEO Tesla Elon Musk yang meninjau ulang penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran perusahaannya karena dinilai Bitcoin diproses oleh mekanisme yang boros energi.

    Baca Juga: Pemilik Ethereum Bantah Argumentasi Elon Musk Soal DOGE 

    Pada cuitan lainnya di Twitter,  dia juga meminta Dogecoin untuk meningkatkan efisiensinya di beberapa metrik utama agar lebih efisien dan hemat energi.

    Selama ini blockchain Bitcoin dan Ethereum masih menggunakan mekanisme proof-of-work. Sistem ini dinilai sangat menguras energi,  karena dalam algoritma proof-of-work penambang berlomba untuk memecahkan teka-teki matematika yang kompleks.

    Karena teka-teki ini memiliki kesulitan yang terus meningkat, penambang perlu menjalankan komputer yang lebih kuat, mengoperasikan perangkat keras dan listrik dengan kecepatan yang sangat menguras energi.

    Baca Juga: Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis dengan Lembaga Kliring ICH Untuk Meningkatkan Kepercayaan Investor Aset Kripto

    Sebaliknya, algoritma bukti kepemilikan (proof of stake) memungkinkan mereka yang memiliki jumlah koin terbesar untuk memvalidasi transaksi secara mandiri.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga ETH Bisa Naik Gegara Burn Tahun Ini

    Faktor meningkatnya harga Ether (ETH) masih sama dengan sebelumnya. Platform Decentralized Finance (DeFi) dan penjualan Non-Fungible token (NFT) yang sedang booming adalah penentu utamanya.

    Dua platform tersebut banyak menggunakan blockchain Ethereum. Bahkan, NFT banyak menggunakan ETH proses pembuatan token, termasuk dalam pembeliannya.

    Jika dilihat dari awal tahun 2021, kenaikan harga ETH sekitar 6 kali lipat. Semula hanya Rp10 juta dan yang terbaru berada di Rp60 juta.

    Kenaikan itu malah lebih tinggi daripada kenaikan Bitcoin, yakni hanya dua kali lipat, dari  Rp400 jutaan menjadi Rp860 jutaan.

    Baca Juga: Samsung Kian Sokong Bitcoin Cs

    Harga ETH Bisa Naik karena Burn

    Walaupun harga ETH terus mencetak rekor baru, harganya kemungkinan besar akan terus naik.

    Ada sejumlah faktor, yakni proses hijrahnya Ethereum menjadi Ethereum 2.0. Itu memastikan akan menggunakan sistem Proof-of-Stake.

    Blockchain popular itu sedang dalam masa pembenahan. Selain itu, akan ada upgrade EIP-1159 pada pertengahan tahun ini.

    Upgrade itu memungkinkan adanya burn alias pemusnahan terhadap pasokan ETH yang beredar.

    Artinya unit ETH akan berkurang dan jauh lebih langka daripada sebelumnya. Jika permintaan dan penggunaan ETH terus meningkat di masa depan, maka harganya kemungkinan besar bisa naik terus.

    Baca Juga: Analis Ternama Sebut 5 Crypto DeFi Ini Sangat Potensial

    Harga ETH di Ethereum 2.0

    Berdasarkan penelusuran Blockchainmedia.id, Ethereum menuju Proof-of-Stake prosesnya cukup lama dan sulit dipastikan kapan akan tuntas.

    Namun, uji coba dan pembenahan memang sedang terjadi khususnya di layanan Node Validator ETH2.0.

    Itu memastikan kelak proses penambangan ETH tak memerlukan energi listrik yang tinggi lagi.

    Peserta di Node Validator berperan sama seperti penambangan yang memverifikasi transaksi.

    Hanya saja mereka akan mendapatkan imbalan berupa ETH dalam persen secara tahunan.

    Masing-masing node validator juga wajib men-stake minimal 32 ETH. Mereka juga harus menjaga node selalu stabil agar transaksi bisa berjalan mulus.

    Menjadi node validator juga bukan tanpa risiko. Ketika satu node kedapatan berbuat curang, maka saldo ETH mereka bisa “auto hangus”.

    Itu adalah mekanisme punishment agar setiap partisipan di jaringan bersikap lebih bijaksana.

    Ethereum 2.0 juga memastikan volume transaksi per detik ratusan kali lipat daripada saat ini.

    Hal itu sangat penting, karena transaksi besar akan berjubel di jaringan versi baru itu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Adopsi Kripto Tahun 2022: Jumlah Wallet Bitcoin dan ETH Terus Tumbuh

    Adopsi aset kripto pada tahun 2022 dilaporkan mengalami kenaikan. Indikator kenaikan tersebut dilihat dari jumlah wallet Bitcoin (Bitcoin) dan Ethereum (ETH) mengalami pertumbuhan.

    Menurut laporan CoinGecko, Jumlah alamat Bitcoin dan Ethereum dengan setidaknya US$ 1.000 atau sekitar Rp 14 juta tumbuh lebih dari 27%, bahkan saat harga kripto turun pada tahun 2022.

    Tercatat pada tahun 2022 lalu, sejumlah harga aset kripto terbesar atau big cap kehilangan lebih dari setengah nilainya di tengah bear market. Harga BTC saja turun 64,2% sepanjang tahun, dari US$ 46.320 pada 1 Januari menjadi US$ 16.604 pada 31 Desember 2022. Selama periode yang sama, ETH mengalami penurunan yang sedikit lebih tinggi sebesar 67,5%, dari US$ 3.686 menjadi US$ 1.199.

    Peningkatan Jumlah Wallet

    Adopsi kripto tahun 2022: Pemegang Bitcoin dan ETH terus tumbuh. Sumber: CoinGecko.
    Adopsi kripto tahun 2022: Pemegang Bitcoin dan ETH terus tumbuh. Sumber: CoinGecko.

    Baca juga: Harga Ethereum Ditargetkan Capai US$ 2.000 Setelah Shanghai Upgrade

    Terlepas dari situasi market yang buruk, ada peningkatan yang stabil dalam jumlah wallet dengan lebih dari atau sama dengan 0,1 Bitcoin (≥0,1 BTC) dan 1 ETH (≥1 ETH), yang minimal berjumlah US$ 1.000 sepanjang tahun.

    Jumlah ≥0,1 wallet BTC naik 27,5% sepanjang tahun, dari 3,40 juta pada 1 Januari, menjadi 4,20 juta pada 31 Desember 2022. Sementara itu, jumlah ≥1 wallet ETH naik 28,1%, dari 1,41 juta menjadi 1,73 juta.

    Setiap tiga bulan, jumlah wallet ≥0,1 BTC naik rata-rata sebesar 7,3%, dibandingkan dengan penurunan harga sebesar 25,0%. Demikian pula, jumlah ≥1 wallet ETH naik rata-rata sebesar 7,0%, dibandingkan dengan penurunan harga sebesar 18,7%.

    Ini menunjukkan bahwa investor mengumpulkan atau mempertahankan investasi kripto mereka, yang pada gilirannya menandakan kepercayaan pada masa depan industri. Peningkatan walllet juga berpotensi menunjukkan lebih banyak peserta memasuki ruang dan mendorong adopsi aset kripto.

    Bitcoin Tetap Primadona

    ilustrasi Bitcoin
    ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Riset: Nilai Pasar NFT Indonesia Bisa Capai Rp 200 T pada Tahun 2028

    Jumlah ≥1 wallet ETH tumbuh sedikit lebih cepat daripada ≥0,1 wallet BTC tahun lalu, dengan selisih 0,6 poin persentase. Namun demikian, Bitcoin terus menjadi aset yang lebih banyak dipegang, mengungguli popularitas Ethereum .

    Secara absolut, jumlah ≥0,1 wallet BTC tumbuh sebesar 0,91 juta tahun lalu, lebih dari dua kali lipat 0,38 juta yang diperoleh untuk ≥1 wallet ETH. Pada akhir tahun, jumlah ≥0,1 wallet BTC telah mencapai 4,20 juta, melampaui jumlah ≥1 wallet ETH sebanyak 2,4 kali lipat.

    Salah satu alasan yang mungkin adalah bahwa BTC dimaksudkan untuk menjadi ’emas digital’ dan karenanya lebih umum digunakan sebagai penyimpan nilai. Selain itu, BTC memiliki keunggulan penggerak pertama dalam adopsi kripto, sejak Bitcoin dibuat pada tahun 2009 dan mendahului Ethereum selama enam tahun.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trend Analysis Mingguan : Bitcoin, Ethereum & Ripple

    BITCOIN

    Harga Bitcoin mengalami pergerakan yang cukup fluktuatif di akhir pekan lalu. Setelah kehilangan dukungan $ 6.000, Bitcoin terjun ke level dukungan yang disebutkan berikutnya, dan sejak itu, melihat kembalinya yang layak ke area harga dari mana terjunnya dimulai. Untuk menyimpulkan ini, itu adalah perjalanan liar kembali ke tujuan yang sama.

    Mengikuti analisis harga terbaru itu, kami menyebutkan bahwa ‘terendah baru’ di bawah $6K akan segera hadir. Akhir pekan ini melihat BTC mencatat $ 5850 sebagai terendah mingguan baru saat ini, dan itu bukan kebetulan.

    Area $ 5900 memegang dukungan kuat karena itu juga tingkat retracement Fibonacci 38,2% dari dump besar 12 Maret. Melihat grafik harian berikut, dua tingkat Fib utama – 38,2% (~ $ 5900) dan 61,8% (~ $ 7168) bermain dengan baik sebagai level support / resistance.

    Secara general, anjuran mingguan untuk BTC ada di posisi sell.

    BTC/USD:
    Support: $6550
    Resistance: $6000

    ETHEREUM

    Menjelang sisi positifnya, level pertama resistance berada di $ 135. Ini segera diikuti oleh resistance di batas atas di $140. Di atas ini, resistensi terletak di $ 146, $ 155, dan $ 165 (bearish .382 Fib Retracement).

    Dari bawah, level pertama dukungan terletak pada $ 130. Di bawah ini, batas bawah segitiga diharapkan memberikan dukungan yang kuat. Di bawah segitiga, dukungan terletak di $ 125, $ 120, $ 110, dan $ 105.

    RSI naik kembali ke level 50 tetapi masih melayang di bawahnya untuk menunjukkan kenaikkan masih belum mengambil kendali dari momentum pasar. Penembusan di atas tidak diragukan lagi akan membantu ETH mulai naik di atas pola konsolidasi ini.

    Secara general, anjuran mingguan untuk ETH ada di posisi sell.

    ETH/USD:
    Support: $130, $123, $120.
    Resistance: $135, $140, $150.

    RIPPLE



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Abad 20 Telah Mati, Begini Tanggapan Salah Satu Pendiri Ethereum

    Salah satu Pendiri Ethereum dan Pendiri Cardano, Charles Hoskinson mengungkapkan “tatanan ekonomi abad ke-20” telah mati dalam video streaming Youtube baru-baru ini.

    Hoskinson menjelaskan bahwa sistem ekonomi hierarkis terpusat yang dibangun melalui “serangkaian perjanjian” dan dibuat oleh lembaga-lembaga besar. Sistem ekonomi ini dibangun untuk masa “ketika informasi tidak instan”, dan ketika kebanyakan orang bersedia menerima diktum “big brother”.

    Hoskinson mengatakan bahwa penurunan pasar baru-baru ini disebabkan oleh ketidaksesuaian tatanan hierarkis yang diciptakan oleh lembaga-lembaga besar seperti pemerintah, perusahaan, organisasi internasional, di mana beberapa entitas yang kuat menentukan nasib miliaran. Struktur hierarkis terpusat ini tidak lagi mewakili dunia tempat kita hidup, dunia yang menjadi datar dan terdesentralisasi, katanya.

    Menurut Hoskinson, tatanan desentralisasi baru yang diiringi oleh teknologi blockchain dimaksudkan untuk memecahkan beberapa masalah modernitas yang paling mendesak seperti kepemilikan data, privasi, dan identitas serta data yang harus memerlukan persetujuan CEO atau presiden.

    Hoskinson percaya bahwa jalinan tatanan dunia terurai di depan mata kita

    Apa yang kita lihat saat ini adalah terbongkarnya tatanan ekonomi abad ke-20. Dimana dengan asumsi tertentu tentang bagaimana kekuasaan harus bekerja, bagaimana uang harus bekerja, bagaimana kredit harus bekerja, bagaimana keuangan harus bekerja, bagaimana keuangan seharusnya bekerja, bagaimana informasi perlu mengalir, sistem ekonomi ini berkelanjutan dan stabil saat informasi tidak instan.

    Dalam sistem ekonomi seperti ini berarti satu atau dua negara-bangsa menjadi yang tertinggi di atas yang lain dan menetapkan semua aturan dan peraturan.

    Akankah Uni Eropa bertahan?

    Hoskinson mengklaim bahwa sistem ekonomi lama dengan hal-hal seperti kredit mudah, yang menyebabkan “peningkatan lima kali lipat” dalam hutang nasional Amerika Serikat dalam waktu kurang dari 20 tahun. Dalam kasus Jepang, Olimpiade seharusnya memicu ekonomi stagnan negara itu, tetapi itu tidak akan terjadi karena “pandemi global” yang dikenal sebagai coronavirus. Lalu, Dia beralih ke Italia, di mana “16 juta orang”

    berpotensi dikarantina. Hoskinson yakin ini akan mengarah pada pemilihan pemerintah populis:

    “Dan kita mungkin akan melihat Brexit versi Italia datang. Dan bisakah Uni Eropa bertahan jika Italia pergi? Mungkin Prancis selanjutnya. “

    Setelah mengecam pemerintah internasional, Hoskinson juga membahas tentang Amerika Serikat

    “Presiden kita dan partai oposisi bisa mengesampingkan persaingan kecil mereka dan mengatakan itu untuk kebaikan rakyat kita. Kita harus bekerja sama sebagai gantinya. Tapi apa yang mereka lakukan? Mereka melihatnya seperti permainan politik. Dan mereka berkata, hei, mari kita lanjutkan dan lihat siapa yang bisa mencetak poin terbanyak. Resesi buruk bagi presiden yang sedang menjabat. Dan sementara itu, pihak lain mengabaikan fakta bahwa kita memasuki pandemi dan jutaan orang bisa mati karena mereka tidak ingin pasar runtuh. Itu menjijikkan.”

    Tidak perlu otoritas pusat

    Hoskinson percaya bahwa pembentukan selama 10 tahun terakhir tidak memperhatikan peringatan epidemiologis tentang “pandemi global yang dapat membunuh dua ratus juta orang dan menghancurkan ekonomi global. Itu adalah salah satu prioritas [terakhir] tatanan dunia. ”

    Dia merangkum,

    “Anda melihat kurangnya integritas mendasar. Orang-orang tidak memiliki keyakinan bahwa lembaga yang kita miliki dapat melindungi kita dan memungkinkan kita untuk mengatasi masalah abad ke-21. ”

    Dia juga dengan tegas menyatakan:

    “Kami tidak lagi membutuhkan otoritas pusat. Kita tidak lagi membutuhkan presiden, raja, gubernur, pemimpin, CEO untuk menyelesaikan sesuatu. ”

    Crypto bukan tentang “pengembalian cepat”

    Hoskinson menyatakan bahwa industri cryptocurrency bukan tentang “pengembalian cepat” atau “harga Bitcoin,” tetapi ini tentang mengganti cara lama dalam melakukan sesuatu.

    Gerakan desentralisasi dibangun di atas “aturan abadi” yang tidak tunduk pada aturan, tidak peduli dengan politik, bencana alam, atau wabah. Aturan-aturan ini seperti “hukum fisika,” dan karena itu, industry cryptocurrency perlu dibangun.

    Orang-orang di seluruh dunia ingin mengendalikan aset digital mereka sendiri
    Hoskinson percaya bahwa banyak orang sudah bosan dan tidak suka dengan lembaga dunia lama yang mana mengendalikan akun keuangan, data, dan identitas mereka. Menurutnya, mereka siap mengambil alih kendali atas aset mereka sendiri.

    Dia juga mengamati bahwa “peramban yang tumbuh paling cepat saat ini” adalah Brave, yang dibangun di atas “dasar mata uang kripto.” Pada tingkat adopsi saat ini, Brave mungkin lebih populer daripada Google Chrome dalam lima tahun ke depan.

    Komunitas crypto bisa hidup tenang

    Di akhir pembicaraan, Hoskinson menghimbau kepada komunitas crypto dengan kata-kata yang menenangkan, menyatakan bahwa industri crypto lebih tangguh daripada pasar tradisional, yang panik saat turun 10%, sementara ruang crypto digunakan untuk runtuh 90%.

    Dia percaya bahwa penting untuk melihat gambaran besar dan mengatakan apa yang sedang dibangun industri ini akan secara mendasar mengubah cara masyarakat beroperasi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Enam Pertimbangan Penting untuk Harga Ethereum di Q4 2023

    Harga Ethereum (ETH) telah lesu sejak Juni, namun ada enam pertimbangan yang harus dicermati oleh investor untuk perkembangannya di kuartal 4 2023.

    Ethereum adalah aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar. Kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 180 miliar saat kita memasuki paruh kedua Oktober 2023. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bitcoin adalah sekitar US$ 530 miliar.

    Harga Ether telah terjebak dalam kelesuan sejak bulan Maret. Meluncur ke level US$ 1.550 minggu lalu, ETH sekarang setara dengan nilai tukar bulan Maret terhadap dolar AS.

    Setelah reli yang curam namun berumur pendek di paruh pertama bulan April, mencapai harga tertinggi YTD sebesar US$ 2.120, Ether kini diperdagangkan pada harga terendah dalam tujuh bulan dengan dua minggu tersisa hingga bulan November.

    Sebagai hasil dari peluncuran Ethereum pada tahun 2022 dengan kenaikan tajam untuk mencairkan salju musim dingin kripto pada bulan Januari ini, ETH naik 30% YTD. Ini memulai tahun perdagangan dengan harga US$ 1.200.

    Namun pada grafik enam bulan, harga Ether turun 25%, dengan penurunan 4,72% dalam 30 hari terakhir. Investor sangat ingin mengetahui langkah selanjutnya di bursa kripto utama.

    Ilustrasi Ethereum.
    Ilustrasi Ethereum.

    Baca juga: Altcoin yang Wajib Dipantau, Potensi Kenaikan di Atas 5% Pekan Ini

    Berikut adalah 6 faktor utama yang perlu dipertimbangkan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang dikutip Crypto Potato:

    Biaya Rendah Mendorong Inflasi Ethereum

    Ethereum telah mengalami perkembangan pesat dengan biaya transaksi yang lebih rendah, menarik lebih banyak pengguna dan pengembang ke platform. Namun, hal ini juga berdampak pada inflasi Ether karena lebih sedikit token dibakar daripada yang diterbitkan.

    Harga Ether dalam Perspektif Waktu

    Meskipun harga Ether turun dalam setahun terakhir, Ethereum masih dianggap sebagai komputer terdesentralisasi terkemuka di dunia. Harga Ether tampak murah jika kita melihatnya dalam jura 1 tahun dan 5 tahun.

    Penurunan Permintaan Staking ETH

    Jumlah antrean validator untuk mempertaruhkan Ether telah turun drastis sejak Juni, yang mungkin disebabkan oleh munculnya opsi staking likuid. Namun, ini juga membawa risiko tambahan bagi Ethereum.

    Harga Ether dan Permintaan Institusional

    Investor institusional semakin tertarik pada Ether karena dianggap lebih hemat energi dan ramah lingkungan dibandingkan Bitcoin. Sebuah bank Inggris, Standard Chartered, memperkirakan pertumbuhan nilai Ether hingga US$ 8.000 per 1 ETH pada akhir 2026.

    Ancaman Regulasi

    Ketidakpastian dalam regulasi, khususnya di Amerika Serikat, masih menjadi faktor yang mempengaruhi aksi institusi keuangan tradisional. Mereka cenderung menunggu hingga aturan dan regulasi lebih jelas sebelum melakukan investasi besar.

    Ekonomi Penawaran dan Permintaan Harga Ether

    Ethereum, bersama dengan mata uang kripto lainnya, memiliki rekam jejak ROI tinggi yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter, penawaran, dan permintaan. Faktor ekonomi makro seperti kebijakan moneter AS dan siklus separuh Bitcoin juga dapat memengaruhi harga Ether.

    Harga Ether saat ini mencapai level terendah dalam lima tahun di bursa kripto, yang tetap menjadi pertimbangan penting dalam analisis ekonomi penawaran dan permintaan yang mendasari harga Ether.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com