Tag: aset kripto

  • Wanita Makin Berjaya di Industri Crypto

    Masih banyak anggapan yang melabeli jika investasi hanya cocok untuk pria, namun pada prakteknya investasi bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang gender.

    Wanita pun bisa melakukan investasi, salah satunya adalah investasi crypto yang mudah dan bisa dilakukan di mana saja serta kapan saja.

    Saat ini semakin banyak wanita yang datang ke bidang yang tidak pernah terlihat sebelumnya seperti game dan crypto. Statista menunjukkan evolusi gender dalam industri game dari 2006 hingga 2020 dari porsi kecil menjadi 50%.

    Peningkatan yang sama  yang lebih mengesankan telah diamati di cryptoverse; sebuah survei Gemini menemukan bahwa lebih dari 40% investor kripto Inggris sebenarnya adalah wanita.

    Baca Juga: WOW, Ini Dia 4 Wanita Berpengaruh di Dunia Blockchain

    Untuk kuartal pertama tahun 2020, CoinCorner, pertukaran crypto mengungkapkan bahwa investor  wanita  mengambil bagiaan 14,7%, dan mewakili peningkatan 47%. Juga menurut analis, jumlah wanita di crypto dalam periode waktu tertentu tumbuh 43,24%.

    Meskipun, semua orang akan berpikir wanita kebetulan mulai tertarik pada beberapa tahun terakhir ini, tetapi tidak. Wanita telah berkecimpung di bidang teknis ini pada awalnya seperti pria.

    Wanita yang Sukses di Industri Crypto

    Salah satu wanita yang menginspirasi dalam crypto adalah Caitlin Long. Dia diperkenalkan ke Bitcoin dan mulai mulai mendalaminya  pada tahun 2012.

    Dia kemudian berjuang untuk membuatnya diakui sebagai aset nyata dan Wyoming yang ia kerjakan telah menjadi contoh di AS dan Long sekarang telah mengumpulkan lebih dari $5 juta untuk membuat bank kripto.

    Tokoh lain adalah Abigail Johnson, CEO Fidelity Investments, sebuah perusahaan manajemen aset keuangan dengan total nilai aset pelanggan gabungan sebesar $8,3 triliun.

    Setelah ditunjuk sebagai CEO pada tahun 2014, Fidelity menjadi perusahaan Wall Street pertama yang mendukung ruang cryptocurrency dan meluncurkan operasi penambangan Bitcoin yang menjadikannya unik dalam sejarah layanan keuangan. Alasan mengapa Johnson memperkenalkan Bitcoin ke perusahaannya adalah karena gangguan yang terjadi di pasar keuangan.

    Yang menarik, kedua tokoh ini berasal dari lembaga keuangan tradisional, Long dari Morgan Stanley mengungkapkan fakta bahwa sistem keuangan saat ini merupakan “pelanggaran hak milik” dan perlu dikembangkan.

    Baca Juga: Dampak Pajak Keuntungan Modal Terhadap Pasar Aset Kripto

    Selanjutnya ada Amber Baldet, yang bekerja di JP Morgan sebagai pemimpin program blockchain, juga meninggalkan keuangan tradisional untuk membuat perusahaan blockchain terdesentralisasi miliknya pada tahun 2017.

    Mereka hanya sedikit wanita yang sukses di dunia crypto, di luar sana mungkin masih banyak. Tidak perlu sampai memiliki perusahaan terkait crypto tapi mulai belajar soal teknologi dan crypto sudah merupakan kemajuan yang berhasil menunjukan jika wanita juga bisa sukses dengan investasi di cryptocurrency.

    “ Wanita tidak ingin dilihat dari gender tapi dari pencapaian mereka,” kata CEO Lightnings Labs, Elizabeth Stark dilansir dari Finextra.

    Amber Baldet pun turut membagikan pendapatnya, menurutnya wanita selama ini kurang mendaapatkan sorotan meskipun banyak dari mereka yang sukses di industri ini karena media yang mengaburkan peran wanita .

    “Selalu ada wanita ambisius yang memimpin dan membentuk industri blockchain, tetapi liputan media hanya mengaburkan kontribusi mereka,” katanya.

    Tidak diakui adalah salah satu masalah yang dihadapi perempuan tetapi juga mentalitas industri. Seperti halnya bermain game, crypto pada awalnya sebagian besar didominasi pria dan wanita tidak memiliki tempat yang sama.

    Ketahanan Wanita di Cryptocurrency

    Meskipun kendala wanita yang berkecimpung di dunia crypto muncul, wanita tetap bertahan dan sekarang mendapatkan pengakuan yang pantas mereka terima.

    Langkah selanjutnya adalah mampu mendorong wanita untuk mengambil langkah maju dan mulai berani menyelami industri. Crypto sendiri bukan industri yang memandang gender, dengan prinsip kerja terdesentralisasi artinya semua orang berhak untuk masuk ke industri ini.

    Para wanita juga bisa mulai berinvestasi crypto tanpa perlu bergantung pada pasangan, sebab proses pendaftarannya mudah dan deposit bisa dimulai dari Rp50.000 saja.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dampak Pajak Keuntungan Modal Terhadap Pasar Aset Kripto

    Akhir April 2021 lalu, Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana menaikkan pajak atas keuntungan modal. Apa dan bagaimana dampaknya terhadap pasar aset kripto secara global?

    Menurut pemerintahan Joe Biden, rencana kenaikan pajak itu adalah untuk pendapatan dari setiap investasi yang sudah terealisasi.

    Rencana kenaikan pajak dari 20 persen menjadi 39,6 persen itu “sukses” membuat bursa saham di AS dan pasar aset kripto global terkoreksi cukup dalam.

    Pajak 39,6 persen itu pun masih ditambah dengan 3,8 peren untuk membiayai program Obamacare. Sehingga totalnya menjadi 43,4 persen.

    Namun ini hanya berlaku bagi setiap orang yang menghasilkan keuntungan di atas US$1 juta.

    Baca Juga: Bitcoin Semakin Diburu Perusahaan AS?

    Pajak pendapatan investasi ini dibebankan dengan persentase yang berbeda, sesuai di mana orang tersebut tinggal.

    Bagi warga yang tinggal di negara bagian California dan New York, mereka harus membayar pajak dengan persentase tertinggi sebesar 56,7 persen dan 54,3 persen.

    Untuk melihat perbedaan pada pajak, dapat dilihat pada peta di bawah ini.

    Namun berdasarkan kajian kami, hal ini tidak terlalu membebankan warga AS itu sendiri. Berdasarkan laporan dari Internal Revenue Service (IRS) dan United States Census Bureau pada tahun 2018, hanya 47 persen populasi yang taat membayar pajak.

    Dari 47 persen tersebut, hanya 0,35 persen yang mempunyai penghasilan di atas 1 juta dollar.

    Angka terbilang sangat kecil. Koreksi pada pasar sebelumnya, itu hanyalah panick selling gegara kabar rencana pajak baru itu.

    Baca Juga: Apa itu ICO (Initial Coin Offering)? Dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Jual Atau Tahan?

    Di AS, pajak untuk keuntungan dari investasi pun dibagi menjadi dua yang terdiri dari jangka pendek dan jangka panjang.

    Jangka pendek jika melepas investasi tersebut di bawah 12 bulan dan jangka panjang apabila menahannya lebih dari 12 bulan.

    Pajak yang dikenakan pun dibagi lagi dengan status orang tersebut dan pendapatan yang didapatkan, dapat dilihat perbedaannya pada tabel di bawah ini.

    Beban pajak terhadap warga AS berdasarkan pendapatannya, terkait jangka waktu investasi yang pendek. Sumber: IRS.
    Beban pajak terhadap warga AS berdasarkan pendapatannya, terkait jangka waktu investasi yang panjang. Sumber: IRS.

    Mungkin ada yang berpikir jika kita menahan aset investasi kita dan tidak pernah menjualnya, namun memakai aset investasi tersebut sebagai pembayaran, maka kita akan terhindari dari pajak.

    Seperti contoh, membeli mobil Tesla menggunakan Bitcoin. Namun sayangnya, IRS tidak peduli akan hal itu.

    Mereka akan tetap membebankan pajak keuntungan investasi jika tetap ada keuntungan dari aset investasi yang dipegang, meskipun tidak dijual untuk mendapatkan uang, melainkan untuk membeli produk lain.

    Oleh karena itu, di zaman yang berkembang pesat ini, terdapat sistem peminjaman baik di pasar tradisional maupun pasar aset kripto.

    Baik yang tersentralisasi maupun terdesentralisasi, di dunia aset kripto keduanya berkompetisi untuk mengeluarkan produk peminjaman mereka.

    Terdapat banyak tempat bursa kripto yang mengeluarkan fitur itu bagi penggunanya, seperti Binance, FTX, Coinbase, dan lain sebagainya.

    Relasi Investasi

    Lalu apa hubungannya sistem peminjaman ini dengan pajak untuk keuntungan hasil investasi ini?

    Kita ambil contoh, Elon Musk sebagai salah satu orang terkaya di dunia, si pemilik Tesla. Pada tahun 2020, Elon masih mengambil pinjaman dari bank besar Amerika seperti Morgan Stanley sebesar US$548 juta.

    Dengan kekayaan sebesar US$40,5 milyar pada saat itu, mengapa dia masih perlu meminjam uang yang banyak?

    Jawabannya adalah kekayaan dia sebagian besar berasal dari saham yang dia pegang di perusahaannya.

    Elon Musk enggan menjual sahamnya, karena pajak yang dikenakan terlalu tinggi, bahkan ia tidak memberikan gaji dirinya sendiri sebagai CEO Tesla.

    Hal ini dilakukan untuk menghindari pajak yang dikenakan dan untuk mencukupi kebutuhannya, maka dia pun mengajukan pinjaman dari bank dan memberikan sahamnya sebagai jaminan.

    IRS pun tidak dapat mengenakan pajak untuk hasil keuntungan aset investasi, dikarenakan Elon Musk bertujuan untuk melakukan pinjaman, bukan menjual asetnya yang sebenarnya dia menjual asetnya namun tidak langsung untuk menghindari pajak.

    Secara keseluruhan, memang akan sulit bagi rakyat AS memiliki kemampuan bertahan di dalam investasi mereka, sebab mayoritas tidak memiliki aset likuid dan kerap kali perlu mengeluarkan investasi mereka (baik terdapat laba maupun rugi) untuk membayar kebutuhan mereka.

    Tetapi, dengan adanya kenaikan pajak dan infrastruktur serta ekosistem aset kripto yang semakin membaik ke depannya, orang-orang tersebut akan memiliki insentif lebih untuk menahan investasinya di kripto, dengan harapan suatu hari kripto dapat menjadi aset kolateral yang valid bagi institusi keuangan untuk mendapat pinjaman atau hal serupa.

    Bursa Aset Kripto Seperti Bank

    Banyak bursa aset kripto yang berinovasi, misalnya dengan menerbitkan “kartu kripto fisik” selayaknya kartu debit ataupun kartu kredit.

    Untuk melakukan itu, Binance, FTX, Huobi dan OKEx bekerjasama dengan Visa dan Mastercard. Tujuannya agar lebih mudah ditransaksikan di jaringan perusahaan keuangan itu.

    Ada juga bursa yang menerbitkan aset kripto mereka sendiri, selayaknya bank sentral.

    Digunakan mirip dengan sistem point, kripto digunakan untuk rabat biaya trading, staking program seperti produk deposito dan banyak fungsi lain.

    Namun, nilai transaksinya jauh lebih kecil dibandingkan bank pada umumnya, katakanlah dibandingkan JPMorgan untuk kuartal pertama tahun 2020 lalu.

    Mari kita lihat pada tabel di bawah. Tiga bursa aset kripto terbesar di dunia berdasarkan nilai 3 aset kripto besar, yakni Bitcoin (BTC), Ether (ETH) dan Tether (USDT) pada akhir kuartal pertama tahun 2020.

    Harga BTC saat itu sekitar US$6.440 dan ETH sebesar US$133,76.

    Sumber: Glassnode.

    Nilai Aset US$20 Milyar

    Jika tren naik aset kripto saat ini terus berlanjut, kami memprakirakan Binance sendiri akan mengelola aset sebesar US$20 milyar, dari BTC dan ETH saja.

    Dari sini kita bisa melihat, bahwa pasar aset kripto maju sangat pesat, berkat inovasinya.

    Adopsi oleh perusahaan besar, seperti Microstrategy, Tesla, JP Morgan, Nexon dan lain sebagainya, sangat penting sebagai awal perkembangan baru aset kripto di masa depan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Bakal Punya Bursa Uang Kripto, Apa Keuntungan Bagi Trader?

    Indonesia dalam waktu dekat bakal memiliki bursa khusus mata uang kripto. Rencana tersebut dibuat di tengah masyarakat Indonesia yang makin berminat pada aset digital ini.

    Pertumbuhan pelaku perdagangan aset kripto di Indonesia memang tak bisa dianggap sebelah mata. Volume rata-rata transaksi harian di seluruh spot exchange lokal pun senilai Rp 3-7 triliun.

    Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Sidharta Utama mengatakan, bursa kripto tak lama lagi akan diluncurkan. Saat ini prosesnya sudah mencapai 90 persen

    “Kami akan menyelenggarakan pasar fisik aset kripto di bursa berjangka yang dilaksanakan oleh pedagang. Persiapan sudah 80-90 persen mudah-mudahan enggak lama lagi. Harapannya semester II 2021 mulai berjalan,” ujar Sidharta dalamsebuah wawancara di acara talkshow KompasTV, Kamis, 29 April 2021.

    Baca Juga: Menilik Arah Kebijakan Pemerintah Indonesia Pada Perdagangan Cryptocurrency

    Menurut Sidharta, terdapat sejumlah pihak yang akan dilibatkan dalam pengoperasian bursa kripto yang kelak diberi nama Digital Futures Exchange (DFX) ini.

    Beberapa pihak yang dilibatkan itu diantaranya: PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia, Lembaga Kliring Indonesia Clearing House (ICH) dan 13 calon pedagang kripto yang sudah mengantongi izin dari Bappebti.

    Apa Keuntungan Indonesia Punya Bursa Kripto?

    Bursa kripto nantinya akan sangat berperan dalam pelindungan ekosistem pasar mata uang kripto di Indonesia. Hal tersebut meliputi pengawasan transaksi dan jaminan hukum untuk semua pelaku pasar.

    “Dengan ekosistem ini, maka akan terdapat check and balance untuk memastikan perdagangan aset kripto berjalan dengan baik,” ujar Sidharta.

    Baca Juga: 5 Crypto Potensial Awal Bulan Buat Profit Altseason!

    Rencana pembuatan bursa kripto ini pun disambut baik oleh sejumlah pelaku pasar cryptocurrency di Indonesia. COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda (Manda), mengatakan, kebijakan yang bakal dikeluarkan pemerintah tersebut secara langsung mendukung iklim perdagangan aset kripto untuk semakin kondusif.

    Selain itu, dengan adanya kebijakan tersebut pemerintah nampaknya berupaya untuk meningkatkan kepastian dan perlindungan hukum, serta kepastian berusaha di sektor komoditas digital atau aset kripto.

    “Kami tentunya mendukung berbagai kebijakan pemerintah terkait aset kripto, dimana tujuan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, khususnya di bidang blockchain dan investasi aset kripto, termasuk dalam mendukung BAPPEBTI dalam menghadapi Mutual Evaluation Review (MER) agar Indonesia mendapatkan keanggotaan penuh FATF,” ujar Manda.

    Tujuan FATF adalah untuk menetapkan standar dan mempromosikan pelaksanaan yang efektif dari langkah-langkah hukum, peraturan dan operasional untuk memberantas pencucian uang, pendanaan teroris dan ancaman terkait lainnya terhadap integritas sistem keuangan internasional.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 10 Peluang Bisnis Paling Menguntungkan di Masa Pandemi

    Dampak buruk akibat pandemi ini menjadikan sebagian orang yang bekerja harus dirumahkan dan beberapa bisnis harus terpaksa ditutup, terlebih bagi mereka yang hanya memiliki satu sumber penghasilan. Tak heran muncul berbagai peluang bisnis di masa pandemi.

    Mereka yang harus bekerja di rumah, akhirnya memiliki waktu luang untuk untuk memulai bisnis rumahan guna mendapatkan penghasilan tambahan. Bisnis apa aja sih yang berpeluang di masa pandemi? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

    Keuntungan Bisnis dari Rumah

    Terdapat berbagai macam jenis usaha yang menjanjikan dan memiliki prospek yang baik, salah satunya adalah bisnis rumahan. Bisnis ini lebih mudah dijalankan, karena tidak perlu bingung mencari tempat sewa atau ruko untuk berjualan. Terlebih bisa dilakukan sambil bekerja di rumah.

    Selain bisnis ini lebih banyak dilakukan di rumah, bisnis rumahan juga tidak memerlukan modal yang banyak. Bisa dimulai dengan modal yang kecil dapat terus berkembang menjadi besar. Ketika bisnis sudah menjadi besar, Anda dapat membuka lapangan pekerjaan untuk membantu masyarakat yang terdampak karena terkena PHK. 

    Peluang Bisnis yang Menguntungkan di Masa Pandemi

    Bagi Anda yang masih kebingungan untuk memulai usaha yang menjanjikan, Anda dapat mencoba salah satu jenis usaha berikut:

    Kesehatan menjadi hal yang paling utama di masa pandemi. Langkah mudah dalam menjaga kekebalan tubuh dengan mengonsumsi ramuan herbal seperti jahe. Mengolah jahe atau ramuan herbal lainnya menjadi minuman literan merupakan usaha yang berpeluang memiliki daya jual tinggi dan ramai peminat.

    Makanan beku dapat menjadi pilihan bisnis karena makanan beku cenderung awet, sehingga mengurangi intensitas orang-orang untuk pergi keluar rumah. Selain itu, untuk menyajikannya tidak memerlukan waktu yang lama. Makanan beku yang bisa dijual seperti dimsum, nugget, dan lumpia.

    Selama pandemi kegiatan sekolah dilakukan secara daring, tak jarang beberapa siswa mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran. Tak banyak orang tua yang paham dengan pelajaran sekolah, dapat memanfaatkan jasa bimbel online dalam membantu anak mereka.

    Selama pandemi transaksi secara langsung di toko sangat tidak memungkinkan. Hal tersebut bisa dimanfaatkan dengan menjadi Dropshipper Online Shop. Anda dapat berjualan produk yang dicari konsumen seperti aksesoris atau pakaian. 

    Kesuksesan bisnis online dibutuhkan pemahaman digital marketing, tak banyak pebisnis yang menguasai hal tersebut. Membuka jasa digital marketing dapat menjadi peluang bisnis di masa pandemi. Jasa yang ditawarkan seperti membuat konten sosial media serta caption untuk membantu pemasaran produk tersebut secara online.

    • Menjual Strap Masker Online

    Di era pandemi setiap orang diwajibkan untuk menggunakan masker, masker menjadi barang yang tidak boleh tertinggal. Sering kali direpotkan menaruh masker saat sedang makan, kemudian lupa. Berjualan strap masker merupakan salah satu peluang bisnis di masa pandemi yang dapat dimanfaatkan.

    • Menjual Foto di Shutterstock atau Platform Jualan Foto Lainnya

    Jika Anda termasuk orang yang senang mengabadikan momen dengan berfoto. Cobalah untuk mengecek galeri foto Anda, dibandingkan hanya untuk disimpan. Anda dapat menjual foto tersebut di beberapa platform untuk mendapatkan penghasilan tambahan. 

    Selama pandemi banyak waktu yang dihabiskan di rumah, penting untuk membuat rumah terasa nyaman. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan menjual aneka dekorasi kriya yang dapat menambahkan kenyamanan tersendiri bagi pemiliknya. 

    Kondisi ekonomi yang tidak pasti membuat orang-orang lebih berhati-hati dalam berinvestasi. Emas menjadi salah satu pilihan yang aman untuk investasi. Pasalnya emas jarang terpengaruh inflasi.

    Semenjak pandemi aset kripto mengalami kenaikan, persentase kenaikannya lebih dari 600%. Harga XLM Rp 4.218 per koinnya, nilai yang sangat fantastis dibanding tahun 2020 yang hanya Rp 625. Volume perdagangan harian di Tokocrypto mencapai lebih dari US$ 135 juta meningkat 66,7%.

    Sebagai pemula di aset kripto, Tokocrypto hadir dengan user-friendly platform sehingga trader pemula tidak kebingungan. Selain itu, Anda tidak perlu khawatir dengan legalitas Tokocrypto, karena Tokocrypto telah terdaftar secara legal dan resmi di BAPPEBTI juga tersertifikasi ISO 27001. Bahkan, hanya bermodalkan Rp. 50.000 saja, Anda sudah dapat memiliki bisnis menguntungkan saat pandemi seperti ini!

    Tunggu apa lagi? Yuk, gabung dan memulai investasi di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tiga Informasi Fundamental Dunia Crypto yang Bakal Membalikan Keadaan Pasar

    Pekan ini adalah tonggak resistensi dari pasar mata uang kripto secara global. Setelah pekan kemarin, pasar kripto berdarah-darah akibat dipengaruhi oleh sejumlah sentimen dan situasi teknikal yang mengubah arah psikologis para trader ataupun investor.

    Berdasarkan data coinmarketcap, di pekan terakhir bulan April 2021 ini secara grafik volume pasar mata uang kripto global sedang berada dalam tren bullish. Dalam 24 jam terakhir (26-27 April), volume pasar naik 8,55%. Hingga saat ini total volume pasar mata uang kripto berada di angka US$2,01 triliun.

    Sejumlah koin bervolume besar pun tampak terkonsolidasi. Tiga koin bervolume besar saat ini, Bitcoin (BTC), Ether (ETH), dan Binance Coin (BNB), rata-rata mengalami peningkatan 6-8% dalam 24 jam terakhir.

    Baca Juga:Tenang, Volume Pasar Crypto Masih Bullish Kok

    Di tengah konsolidasi pasar, terdapat sejumlah sentimen atau berita baik yang sepertinya akan berdampak positif bagi pergerakan dan kepercayaan pasar. Berikut Tiga informasi yang menurut portalkripto.com bakal mempengaruhi pergerakan pasar ke tren bullish selanjutnya.

    Pemerintah Turki Mempertimbangkan Membuat Regulasi Khusus Kripto

    Sebelumnya, Bank Sentral Turki mengumumkan akan membuat regulasi yang melarang mata uang kripto sebagai alat pembayaran di negaranya. Namun, beberapa hari setelahnya kebijakan tersebut seolah ditarik kembali.

    Bank Sentral Turki malah akan menyiapkan regulasi untuk mendukung ekosistem cryptocurrency. hal ini pun bertepatan dengan insiden salah satu exchange kripto di Turki yang diduga membawa kabur uang para nasabahnya.

    Berita tentang larangan tersebut memicu aksi jual Bitcoin, yang berdampak pada penurunan harganya. Karena, sebagian orang khawatir negara lain dapat mengikuti jejak Turki.

    Komisi Sekuritas dan Exchange (SEC) AS Punya Ketua Baru yang Paham Cryptocurrency

    Senat (DPR) Amerika Serikat telah memutuskan menunjuk Gary Gensler sebagai ketua Securities and Exchange Commission (SEC) AS. Penunjukan Gary sebagai pemimpin komisi yang saat ini sangat berpengaruh bagi pasar mata uang kripto di AS ini dinilai merupakan kabar baik bagi pasar.

    Gensler merupakan mantan ketua Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka (CFTC) AS ini dinilai sebagai pejabat yang sudah cukup akrab dengan dunia cryptocurrency. Ia dinilai sangat paham dengan ekosistem blockchain dan cryptocurrency secara holistik.

    Dari sejumlah pernyataannya pun, Gensler kerap menitikberatkan inovasi dalam setiap pendekatan kebijakan. Termasuk cryptocurrency yang menurutnya adalah sebuah inovasi dalam dunia keuangan.

    Baca Juga: Berikut Cara Memahami Pola Cup dan Handle

    JPMorgan Chase Menyiapkan Layanan Investasi Cryptocurrency

    Perusahaan layanan perbankan dan investasi terkemuka JPMorgan Chase tengah bersiap menyediakan layanan investasi menggunakan mata uang kripto.

    Kabar ini bisa saja sangat mempengaruhi kekuatan pasar mata uang kripto. JPMorgan sebagai salah satu bank dan institusi keuangan yang sangat berpengaruh di AS ini bisa jadi mendorong sejumlah bank besar untuk mengikuti langkahnya.

    Apabila hal tersebut terjadi, adopsi massal cryptocurrency tidak akan lama lagi. JPMorgan sebelumnya dikenal sebagai penentang garis keras cryptocurrency. Namun, di tahun 2020, sedikit demi sedikit JPMorgan mulai menerima inovasi baru dalam dunia keuangan ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Kenalan dengan Mata Uang Digital Populer di Indonesia!

    Akhir Desember 2020 hingga awal tahun 2021, bitcoin menjadi topik yang ramai diperbincangkan oleh warganet di Twitter. Kenaikan harganya yang sangat fantastis membuat sebagian warganet semakin kepo untuk mengulik lebih dalam dan bahkan tak jarang ada yang langsung membelinya. Lantas, bagaimana cara kerjanya dan apa saja mata uang digital yang populer di Indonesia? Yuk, kita bahas!

    Cara Kerja Mata Uang Digital

    Aset kripto merupakan mata uang digital yang digunakan untuk bertransaksi melalui jaringan internet. Pemerintah Indonesia sendiri melegalkan aset kripto sebagai aset yang dapat diperdagangkan di bursa efek berjangka, bukan sebagai alat pembayaran.

    Tidak seperti fiat currency yang diterbitkan oleh pemerintah dan memerlukan pihak perantara untuk melakukan transaksi, aset kripto dibuat dari sistem komputasi dan terdesentralisasi yang artinya tidak ada pihak yang dapat mengaturnya. Selain itu, ada salah satu teknologi yang membuat transaksi aset kripto menjadi aman, yaitu blockchain

    Secara sederhana, blockchain merupakan teknologi yang terdiri dari blok dan berfungsi untuk mencatat setiap transaksi yang dilakukan oleh pengguna aset kripto. Masing-masing blok tersebut saling terkait melalui kriptografi dan membentuk jaringan yang tidak dapat diubah maupun dihapus (immutable).

    Konsep desentralisasi yang telah disebut di atas juga membuat transaksi bitcoin semakin aman, karena informasi transaksi akan disimpan di banyak tempat dan tidak membutuhkan pihak ketiga. Apabila seseorang ingin membobol aset kripto, berarti Ia harus membobol setidaknya kurang lebih 1 juta komputer pengguna yang bekerja sebagai miner (penambang).

    Mata Uang Digital yang Populer di Indonesia

    Setelah mengetahui cara kerja aset kripto, yuk, simak mata uang digital yang populer di Indonesia beberapa waktu belakangan ini!

    Memasuki tahun 2021, banyak ahli mengatakan BTC akan memiliki masa depan yang cerah. Bagaimana tidak, BTC berhasil bertengger di harga $47,066 USD dengan nilai rupiah sebesar Rp 659 juta per btc pada 9 Februari 2020. Padahal Juli 2020 BTC berada di level harga $11,200 atau setara dengan Rp 162 juta.

    Kenaikan BTC yang sangat fantastis terjadi sehari setelah Tesla, perusahaan mobil asal Amerika Serikat yang dipimpin oleh Elon Musk membeli BTC senilai 1,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 21 Triliun. Karena itulah, BTC menjadi buah bibir warganet dan menjadi trending topic di Twitter.

    Meskipun sempat mengalami penurunan harga, dua bulan setelah pembelian dalam jumlah masif oleh Tesla, BTC berada di level $58,644.49 atau 850 juta rupiah. 

    Koin dengan logo Shiba Inu ini diciptakan oleh dua orang yang ingin mengubah stigma serius dari aset kripto, yaitu Jackson Palmer dan Billy Markus. Popularitas DOGE dimulai pada Juli 2020 lalu melalui unggahan tiktok dari akun “Jamezg97”. Hanya dalam sehari saja,  DOGE menguat dari harga 33 rupiah menjadi 61 rupiah.

    Sempat berada di harga stagnan, 9 Februari 2021 DOGE meroket hingga mencapai harga 1.143 rupiah. Melesatnya harga DOGE tersebut juga diakibatkan oleh melonjaknya harga BTC setelah pembelian oleh Tesla dalam jumlah besar.

    Dikarenakan jumlah koin yang beredar relatif banyak, ETH memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Mengikuti jejak BTC, harga ETH juga meroket. 6 Desember 2020 lalu ETH berada di level $590.89 atau setara dengan 8 juta rupiah. 

    Empat bulan berselang atau 6 April 2020, ETH berhasil menyentuh di harga $2,120.60 atau 30 juta rupiah. Hal itu membuat segelintir masyarakat membicarakannya dan mencoba untuk terjun langsung dalam dunia investasi aset kripto.

    BNB merupakan aset kripto yang diterbitkan oleh Binance Exchange dan diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di jaringan ethereum. Pada awal perkembangannya, BNB hanya diperuntukkan untuk biaya perdagangan, biaya pencatatan, biaya pertukaran, dan biaya lainnya pada Binance Exchange.

    Perkembangan harga yang pesat menjadikan BNB berada di peringkat #3 setelah BTC dan ETH. Menurut Coinmarketcap, per hari Rabu (07/03/2021), BNB berada di level harga $405.44 atau setara dengan 5,8 juta rupiah. BNB termasuk koin yang banyak dicari masyarakat karena memiliki likuiditas yang baik.

    Toko Token (TKO)

    TKO merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menghadirkan model token hybrid unik dengan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi) yang telah diluncurkan awal April 2021 kemarin.

    Proyek ini didukung langsung oleh Binance sehingga menjadikan TKO sebagai salah satu mata uang digital yang populer di Indonesia. Yang lebih mengejutkan, TKO bahkan mengalami kenaikan lebih dari 3000% dalam 30 menit pertama pada saat listing di Tokocrypto. Wow!

    Gimana, tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang TKO? Simak informasi terbaru kami di instagram TKO dan dapatkan TKO di sini!! Salam to the Moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 3 Coin yang Akan Menjadi Tren di 2021

    Dilansir dari Kontan, Asosiasi Perdagangan Aset Kripto (Aspakrindo) menuturkan,  sepanjang awal tahun 2021 di bulan Januari hingga Februari terdapat tiga aset kripto yang memiliki pergerakan harga yang menarik yakni bitcoin, doge dan ethereum. Lalu seperti apa sih tren harga dari ketiga koin tersebut? Yuk, simak penjelasannya!

    Kenaikan Harga Bitcoin 2021

    Aset kripto satu ini memang terus memperlihatkan kilaunya. Bitcoin dinilai akan menjadi aset investasi di masa depan. Harganya yang terus meningkat tak menyurutkan minat para investor untuk terus berinvestasi di aset kripto ini. Setelah membuktikan sebagai salah satu aset instrumen investasi yang memiliki perubahan harga yang stabil ketika pandemi berlangsung.  Bahkan bitcoin mampu mencapai harga tertingginya sebesar US$ 23.794 di (21/12/2020).

    Tak hanya sampai situ. Berdasarkan data dari Coinmarketcap, pada awal tahun 2021 harga bitcoin terus mengalami kenaikan hingga menyentuh di harga US$ 40.399 pada (9/1/2021). Walaupun di pekan selanjutnya, harga bitcoin mengalami fluktuatif dan sempat menyentuh harga US$ 31.085 pada (28/1/2021). Namun ini tak berlangsung lama, harga bitcoin akhirnya terus mengalami kenaikan di bulan Februari.

    Perlahan  namun pasti, pada minggu kedua di bulan Februari harga bitcoin mengalami kenaikan hingga menyentuh di harga US$ 47.790 pada (13/2/2021), lalu menjadi US$ 52.177 pada (18/2/2021) dan akhirnya menyentuh di harga tertingginya yakni US$ 56.614 pada (21/2/2021).

    3 Coin yang Menjadi Tren 2021

    Inilah 3 koin yang diprediksikan menjadi tren di tahun 2021.

    Koin pertama yang akan menjadi tren di tahun 2021 ini tentunya masih datang dari bitcoin. Meningkatnya harga bitcoin di awal tahun 2021 ini bukan tanpa sebab. Jumlah bitcoin yang terbatas yakni hanya ada sebanyak 21 juta bitcoin, membuat semakin dicarinya bitcoin oleh para investor. Inilah yang membuat harga bitcoin terus mengalami kenaikan karena semakin banyaknya permintaan padahal jumlah yang ada di market terbatas.

    Selain itu, minat perusahaan yang semakin banyak untuk mengadopsi mata uang kripto sebagai alat pembayaran juga berdampak pada harga bitcoin akan hal inilah yang mengakibatkan harga bitcoin berpotensi terus mengalami kenaikan.

    Dilansir dari Warta Ekonomi, ethereum merupakan aset kripto yang memiliki segi kapitalisasi pasar terbesar kedua. Ethereum mampu mencapai puncak dengan harga US$1.938 pada (18/2/2021). Kenaikan harga ethereum juga disebabkan karena adanya lonjakan minat investor institusional.

    Menurut salah satu pendiri Aragon, Luis Cuende mengungkapkan bahwa ethereum mampu mencapai US$ 2.500 di 3 bulan ke depan. 

    Koin ketiga adalah Dogecoin. Koin yang pertama kali diluncurkan pada Desember 2013 ini memiliki branding yang unik dibandingkan dengan mata uang kripto lainnya. Dogecoin memiliki peminat yang cukup cepat. Hal ini terbukti dari naiknya nilai mata uang kripto ini sebesar 300 persen dalam 72 jam pertama sejak peluncurannya. Harganya mampu meningkat dari US$0,00026 menjadi US$0,00095.

    Berdasarkan data dari Coinmarketcap pada Senin (8/2/2021) harga dogecoin mengalami kenaikan sebesar 1.212% ke level 0,0748. Menariknya, kenaikan harga koin ini melebihi pertumbuhan harga bitcoin yang sebesar 34% dan ethereum yang sebesar 126% di waktu yang sama.

    Nah itulah penjelasan mengenai tren harga koin pada aset kripto. Bagaimana? Menarik kan? Jika Anda ingin melakukan investasi pada koin-koin tersebut, Anda bisa lho melakukannya di Tokocrypto! Tokocrypto hadir dengan berbagai transaksi jual beli mata uang dan aset kripto yang bisa Anda pilih seperti: bitcoin (BTC), ethereum (ETH), binance coin (BNB), tether (USDT), ripple (XRP),  dogecoin (DOGE) dan masih banyak yang lainnya. Tunggu apalagi? Yuk daftarkan diri Anda di www.tokocrypto.com.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berkenalan dengan Non-Fungible Token – Tokocrypto News

    Bitcoin saat ini masih menjadi perbincangan hangat hampir di semua kalangan terutama trader dan investor, terlebih ketika Elon Musk, yang bisa dikatakan memilki pengaruh besar di dunia Crypto Currency memberikan cuitan yang mampu membuat bitcoin mengalami kenaikan hingga 4,39% saat membahas tentang Tesla yang menerima pembayaran dengan bitcoin.

    Jika dilihat dari Marketcap, Bitcoin mengalami kenaikan sebesar 4,32%, disusul Ethereum yang mengalami kenaikan 2,36%  dan Binance coin kemudian disusul oleh Cardano, Polkadot, XRP, Tether dan Litecoin. 

    Yang mendasari terciptanya NFT adalah blockchain dan smart contract, jadi bisa dikatakan bahwa NFT merupakan panduan dari blockchain dan smart contract, dimana dasar dari NFT tersebut dibangun diatas teknologi smart contract yang untuk saat ini banyak diadopsi dari Ethereum.

    NFT bisa kita katakan token atau asset digital yang tidak bisa dipertukarkan dengan definisi utamanya adalah langka, unik dan tidak bisa dipertukarkan. 

    Untuk memahami lebih dalam apa itu Non-Fungible Token (NFT), kita bisa simak dua hal penting berikut ini:

    NFT bisa dikatakan sebagai nilai yang objektif ataupun subjektif.  Nilai objektif disini maksudnya adalah barang yang memiliki nilai yang objektif atau berharga untuk kita seperti air, udara, hal yang tidak bisa terlepas dari diri kita. Sedangkan nilai subjektif yaitu barang yang memiliki nilai yang didapat dari persepsi seseorang tentang aset atau barang tersebut.

    • Fungible dan Non Fungible

     Istilah fungible sudah ada sebelum era digitalisasi, aset fungible memiliki harga, bisa terlihat oleh kasat mata dan bisa disentuh misalnya seperti rumah, karya seni (lukisan monalisa) yang ada bentuknya, ada harganya dan juga memiliki nilai. Secara garis besar aset fungible adalah aset yang bisa dilihat oleh kasat mata, bisa disentuh dan memiliki nilai. Namun berbeda dengan non fungible token (NFT) yang merupakan aset yang tidak bisa dilihat, tidak bisa disentuh tetapi memiliki nilai contohnya hak cipta pembuat lagu dimana si pembuat lagu mendapatkan royalti dari karyanya tersebut. 

    Melalui teknologi smart contract dan blockchain, pembuat lagu tidak lagi menggunakan manajemen sebagai perantara untuk mendapatkan royalti tapi mendapatkan langsung royaltinya melalui teknologi blockchain. 

    Baca Juga: Mengenal Binance Smart Chain

    Dengan berkembangnya teknologi ada 6 hal yang mengkoordinasi blockchain dengan NFT:

    • Standarisasi, yang bisa diterapkan untuk bisa membuat NFT. 
    • Intro probability, mempermudah untuk menjual karya contoh bisa menjual NFT di OpenSea atau marketplace lainnya yang memperjualbelikan NFT. 
    • Trade ability, bisa menggunakan NFT sebagai instrumen trading.
    • Liquidity, dimana karya yang dihasilkan bisa cepat terjual di marketplace yang tersedia, misalnya OpenSea. 
    • Immutability, ketetapan hak cipta yang tidak bisa di copy sama sekali, sudah tercatat di blockchain yang kekal.
    • Programmability, Siapapun yang berminat membuat NFT di smart contract yang sudah tersedia seperti Cardano, Ethereum dan juga bisa ikut berpartisipasi dalam adopsi NFT.

    NFT bisa dikatakan sebagai  barang yang langka, unik dan tidak bisa dipertukarkan. NFT sendiri dapat diperjual-belikan namun tidak dapat ditukarkan, karena nilai antar NFT pasti berbeda.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bertambah Lagi Perusahaan yang Akan Adopsi Mata Uang Kripto

    Tahun ini sepertinya akan menjadi musim adopsi mata uang kripto (cryptocurrency) oleh sejumlah perusahaan atau investor institusional.

    Setelah Tesla, MicroStrategy, Meitu dan lainnya, kini giliran perusahaan investasi (hedge fund) Brevan Howard Asset Management yang berencana mengadopsi mata uang kripto.

    Dilansir dari Bloomberg, perusahaan yang dipimpin oleh Aron Landy ini disinyalir telah mengalokasikan dana investasi sebesar US$ 5,6 miliar atau setara dengan 1,5% dana lindung nilai utamanya.

    Alokasi awal investasi tersebut akan diawasi oleh salah satu pendiri perusahaan investasi crypto Distributed Global, Johnny Steindorff &Tucker Waterman.

    Baca Juga: Investasi Modal Kecil untuk Pemula di 2021

    Bloomberg menggarisbawahi informasi tersebut didapatkan dari seseorang yang enggan disebutkan namanya, dengan alasan informasi tersebut bersifat internal.

    Langkah tersebut bisa jadi merupakan sinyal yang baik bagi ekosistem mata uang kripto. Hal tersebut pun seakan hampir menggenapkan kepercayaan investor pada aset digital ini. Setelah sebelumnya, Coinbase Global Inc resmi telah melantai di bursa saham Amerika Serikat.

    Investasi kyang dilakukan Brevan Howard ini pun akan berpengaruh pada peningkatan nilai aset digital, dan akan mendistribusikan yang lebih luas bagi koin di luar Bitcoin.

    Baca Juga: Data Berbicara: April Bulan yang Baik Bagi Harga Bitcoin

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Karena Manchester City, Aset Kripto CHZ Naik 1400 Persen?

    Klub sepak bola Manchester City bakal punya token penggemar (fans token). Token digital berteknologi blockchain itu terkait dengan aset kripto Chiliz (CHZ). CHZ duluan melesat dari Rp704 menjadi Rp11 ribuan sejak 1 Maret 2021.

    Ini bukan kali pertamanya klub sepak bola menerbitkan aset kripto dalam bentuk token digital. Tapi, ditambah Manchester City dan greget aset kripto, nuansanya semakin membahana.

    “Penggemar Manchester City di seluruh dunia akan dapat menggunakan token penggemar ‘CITY’ untuk mengakses hadiah super eksklusif, promosi klub, permainan, fitur yang mendukung augmented reality (AR), dan hak suara dalam jajak pendapat,” sebut Manchester City dalam keterangannya 19 Maret 2021 lalu.

    Token CITY bakal diluncurkan resmi di aplikasi Socios dan bisa didapatkan secara gratis. Namun, ada sejumlah syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi.

    “Kami sangat bersemangat untuk meluncurkan token penggemar Manchester City. CITY akan memberikan bagi para penggemar kami di seluruh dunia agar semakin dekat dengan klub yang mereka cintai ini,” kata Stephan Cieplik, Wakil Presiden City Football Group.

    Baca Juga: 5 Crypto Potensi Profit Saat Pasar Volatil Pekan Ini!

    Aset Kripto Chiliz (CHZ)
    Token CITY itu diterbitkan di blockchain Chiliz yang memiliki aset kripto tersendiri, yakni CHZ. Sejak pengumuman itu, harga CHZ mulai naik kembali.

    Pada 21 Maret 2021, setara Rp8.600. Raihan tertinggi pada 13 Maret 2021 lalu di Rp11 ribuan per CHZ. Harga terendah adalah Rp229 pada 8 Juli 2019.

    Berdasarkan data di Coinmarketcap, kenaikan sangat cepat terjadi pada 1 Maret 2021 lalu. CHZ melesat dari Rp704 menjadi Rp11 ribuan. Artinya sudah naik 1.462,5 persen.

    Andaikata penggunaan token CITY kian membludak dan memang disambut baik oleh penggemarnya, bukan tidak mungkin aset kripto CHZ bisa mencetak harga all time high baru lagi. Maklumlah, setiap transaksi token CITY pastilah menggunakan CHZ sebagai biaya transaksinya.

    Baca Juga: Kelak Ada NFT di Game Ubisoft Ini?

    Terpantau di Coinmarketcap.com, CHZ diperdagangkan di Binance, Houbi Global, Kucoin, FTX dan sejumlah bursa besar lainnya.

    Volume terbesar dipimpin oleh Binance dengan volume harian mencapai Rp6,1 triliun, per 22 Maret 2021 dini hari di harga Rp8.320.



    Sumber : news.tokocrypto.com