Tag Archives: aset kripto

Snapshot RNGR Digelar, Ranger Distribusikan 5 Juta USDC ke Holder

Ekosistem kripto kembali menghadirkan program distribusi dana bagi komunitasnya.

Proyek Ranger Token (RNGR) dijadwalkan melakukan snapshot holder sebagai bagian dari rencana distribusi dana sebesar 5.047.250 USDC kepada para pemegang token.

Menurut laporan Coinmarketcal, Snapshot tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret pukul 11 PM UTC, atau sekitar 4 PM PST, dan akan menjadi dasar penentuan siapa saja yang berhak menerima bagian dari distribusi dana tersebut.

Program ini diumumkan oleh MetaDAO, yang menyatakan bahwa dana USDC telah dipindahkan dari treasury dan liquidity pool proyek untuk kemudian dibagikan kepada komunitas pemegang RNGR.

Distribusi ini menarik perhatian pasar karena jumlah dana yang dibagikan tergolong besar dan berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan token menjelang maupun setelah snapshot dilakukan.

Baca Juga: Geger! JPMorgan Terbitkan Surat Utang AS Pertama di Blockchain Solana

Detail Distribusi 5 Juta USDC

Dalam pengumuman resmi, MetaDAO mengonfirmasi bahwa total 5.047.250 USDC telah dialokasikan untuk dibagikan kepada para holder RNGR.

Dana tersebut sebelumnya berada dalam treasury proyek dan liquidity pool, kemudian dipindahkan untuk tujuan distribusi kepada komunitas.

Sebagai bagian dari mekanisme program ini, snapshot akan mencatat jumlah kepemilikan RNGR di setiap wallet pada waktu yang telah ditentukan.

Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan besaran distribusi USDC yang akan diterima masing-masing holder.

Namun, proyek juga memberikan catatan penting terkait kelayakan (eligibility) bagi pemegang token.

Holder RNGR yang menyimpan token di centralized exchange (CEX) atau dalam liquidity pool disarankan untuk memindahkan token mereka ke wallet pribadi sebelum waktu snapshot agar tetap memenuhi syarat menerima distribusi.

Langkah ini penting karena sistem snapshot biasanya hanya menghitung token yang berada di alamat wallet yang dapat diverifikasi secara langsung di blockchain.

Potensi Dampak pada Pergerakan Harga RNGR

Program distribusi dana dalam ekosistem kripto sering kali berdampak langsung terhadap pergerakan harga token terkait.

Menurut analis, skema seperti ini sering memicu akumulasi token menjelang snapshot, karena investor ingin memastikan mereka masuk dalam daftar penerima distribusi.

Sementara itu, Tim Research Tokocrypto menilai bahwa nilai distribusi ini cukup signifikan bagi komunitas RNGR.

“Untuk RNGR, distribusi USDC sebesar ini cukup material dan berfungsi seperti one-time dividend yang bisa mendorong akumulasi menjelang snapshot. Tapi setup seperti ini juga klasik buy the rumor, sell the news: setelah snapshot selesai, tekanan ambil untung bisa meningkat tajam dan volatilitas kemungkinan tetap tinggi di sekitar event,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pola buy the rumor, sell the news memang cukup sering terjadi dalam berbagai event kripto, mulai dari airdrop hingga pembagian reward komunitas.

Investor biasanya membeli token sebelum event berlangsung untuk mendapatkan manfaatnya, kemudian menjual setelah snapshot selesai.

Snapshot dan Airdrop dalam Ekosistem Kripto

Snapshot merupakan mekanisme yang umum digunakan dalam dunia kripto untuk menentukan hak distribusi token, airdrop, atau reward komunitas.

Pada waktu tertentu yang telah ditetapkan, sistem akan mengambil data kepemilikan token di blockchain. Data ini kemudian menjadi dasar pembagian reward kepada holder yang memenuhi syarat.

Program seperti ini sering digunakan oleh proyek kripto untuk meningkatkan partisipasi komunitas, memperkuat loyalitas holder, dan mendorong aktivitas ekosistem.

Namun, di sisi lain, event snapshot juga sering memicu lonjakan volatilitas harga karena adanya perubahan perilaku trading dari investor.

Volatilitas Potensial Setelah Snapshot

Meski program distribusi USDC dapat menarik minat investor, analis juga mengingatkan bahwa volatilitas tinggi kemungkinan terjadi setelah snapshot.

Hal ini disebabkan oleh investor jangka pendek yang hanya ingin memperoleh distribusi reward, kemudian menjual token mereka setelah snapshot selesai.

Jika tekanan jual meningkat setelah event berlangsung, harga RNGR dapat mengalami koreksi dalam jangka pendek.

Karena itu, trader biasanya memantau volume perdagangan, sentimen pasar, dan distribusi token untuk memahami potensi pergerakan harga setelah snapshot.

Baca Juga: Solana dalam Sorotan: Sentimen Terendah dan Tantangan di Depan

Dengan demikian, snapshot RNGR untuk distribusi lebih dari 5 juta USDC menjadi salah satu event menarik dalam ekosistem kripto saat ini.

Dengan jumlah dana yang cukup besar, program ini berpotensi mendorong akumulasi token sebelum snapshot sekaligus meningkatkan aktivitas komunitas.

Namun, seperti banyak event serupa di pasar kripto, investor juga perlu memperhatikan potensi volatilitas setelah snapshot, terutama jika terjadi aksi ambil untung dalam jumlah besar.

Bagi holder RNGR, memastikan token berada di wallet pribadi sebelum waktu snapshot menjadi langkah penting agar tetap memenuhi syarat menerima distribusi USDC dari program ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

BOB Mainnet Segera Luncurkan Jovian Hardfork

Ekosistem blockchain kembali menghadirkan pembaruan teknis penting.

BOB Mainnet dijadwalkan meluncurkan Jovian Hardfork, sebuah peningkatan jaringan yang menjadi bagian dari implementasi OP Stack Upgrade 17.

Menurut laporan Coinmarketcal, upgrade ini difokuskan pada peningkatan infrastruktur jaringan, terutama bagi operator node eksternal yang menjalankan layanan pada jaringan BOB.

Melalui pembaruan ini, tim pengembang ingin memastikan bahwa jaringan tetap kompatibel dengan standar teknologi terbaru dalam ekosistem layer-2 berbasis OP Stack.

Seiring dengan pengumuman tersebut, operator node di jaringan BOB juga diminta untuk memastikan bahwa infrastruktur mereka telah diperbarui sebelum hardfork diterapkan, guna menghindari potensi gangguan operasional ketika upgrade berlangsung.

Baca Juga: Shentu (CTK) Siap Upgrade Mainnet, Perkuat Stabilitas Harga?

Apa Itu Jovian Hardfork?

Hardfork merupakan salah satu mekanisme pembaruan dalam teknologi blockchain yang memungkinkan perubahan pada aturan protokol jaringan.

Dalam beberapa kasus, hardfork dapat menghadirkan fitur baru, peningkatan keamanan, atau perbaikan performa jaringan.

Dalam konteks Jovian Hardfork, fokus utamanya adalah pada pembaruan teknis dan kompatibilitas infrastruktur, bukan perubahan besar pada sistem ekonomi token.

Upgrade ini merupakan bagian dari integrasi dengan OP Stack, sebuah framework open-source yang banyak digunakan untuk membangun jaringan layer-2 Ethereum.

OP Stack sendiri dikembangkan oleh **Optimism untuk mendukung ekosistem blockchain yang lebih skalabel dan interoperable.

Dengan mengikuti pembaruan dalam OP Stack Upgrade 17, jaringan BOB diharapkan dapat tetap kompatibel dengan perkembangan terbaru di ekosistem layer-2.

Fokus pada Infrastruktur Operator Node

Salah satu aspek utama dalam upgrade ini adalah peningkatan dukungan bagi operator node eksternal.

Node operator memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas jaringan, memproses transaksi, serta memastikan sinkronisasi data blockchain secara akurat.

Melalui Jovian Hardfork, pengembang BOB ingin meningkatkan reliabilitas jaringan serta kompatibilitas dengan komponen teknologi terbaru, sehingga operator node dapat menjalankan sistem dengan performa yang lebih stabil.

Karena itu, operator diingatkan untuk memperbarui perangkat lunak dan infrastruktur mereka sebelum tanggal hardfork agar dapat tetap terhubung dengan jaringan setelah upgrade selesai.

Jika node tidak diperbarui tepat waktu, terdapat kemungkinan node tersebut tidak lagi kompatibel dengan versi jaringan terbaru.

Dampak terhadap Ekosistem dan Pasar

Meskipun upgrade ini penting dari sisi teknologi, analis menilai bahwa dampak langsungnya terhadap pasar kemungkinan tidak terlalu besar.

Menurut Tim Research dari **Tokocrypto, pembaruan ini lebih berfokus pada fondasi teknis jaringan dibandingkan perubahan ekonomi token.

“Untuk BOB, ini adalah upgrade teknis yang penting dari sisi reliabilitas jaringan dan kompatibilitas dengan stack yang lebih luas, tetapi tidak langsung mengubah tokenomics atau insentif pengguna. Efek pasarnya kemungkinan terbatas dan lebih bersifat mendukung fundamental jangka panjang daripada memicu arus spekulatif besar,” kata Tim Research Tokocrypto.

Artinya, meskipun upgrade ini tidak secara langsung memicu lonjakan harga atau aktivitas spekulatif, peningkatan kualitas infrastruktur tetap penting untuk mendukung perkembangan ekosistem dalam jangka panjang.

Pentingnya Upgrade Infrastruktur Blockchain

Dalam dunia blockchain, pembaruan jaringan seperti hardfork merupakan bagian penting dari evolusi teknologi.

Upgrade teknis dapat membantu meningkatkan keamanan, efisiensi transaksi, serta kompatibilitas dengan protokol lain di ekosistem yang lebih luas.

Bagi proyek blockchain yang ingin berkembang secara berkelanjutan, kemampuan untuk terus mengikuti perkembangan teknologi menjadi faktor kunci.

Dengan mengadopsi pembaruan dari OP Stack, BOB Mainnet berupaya memastikan bahwa infrastrukturnya tetap selaras dengan standar teknologi terbaru dalam ekosistem layer-2.

Baca Juga: Rapatkan Barisan, Proyek Token Privasi Gelar “Why Privacy Matters?”

Prospek Jangka Panjang BOB

Walaupun upgrade ini tidak langsung memengaruhi insentif pengguna atau tokenomics, langkah tersebut tetap memiliki arti penting bagi perkembangan jaringan.

Peningkatan reliabilitas dan kompatibilitas dapat membantu menarik lebih banyak pengembang dan operator node untuk membangun aplikasi di atas jaringan BOB.

Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memperkuat fondasi teknis ekosistem, yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan penggunaan dan aktivitas jaringan.

Dengan pelaksanaan Jovian Hardfork pada 12 Maret, BOB Mainnet menunjukkan komitmennya untuk terus memperbarui teknologi dan menjaga stabilitas infrastrukturnya di tengah perkembangan pesat industri blockchain global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

SEC dan CFTC Sepakati Koordinasi Pengawasan Kripto AS

Dua regulator keuangan utama Amerika Serikat, U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) dan U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC), resmi menandatangani kesepakatan kerja sama untuk meningkatkan koordinasi dalam pengawasan pasar kripto dan sektor keuangan terkait.

Langkah ini dipandang sebagai upaya penting untuk memperjelas pendekatan regulasi terhadap industri kripto di Amerika Serikat, yang selama beberapa tahun terakhir kerap menghadapi tumpang tindih kewenangan antara regulator.

Melalui kesepakatan ini, SEC dan CFTC akan memperkuat koordinasi dalam berbagai aspek pengawasan, termasuk pertukaran informasi, investigasi bersama, serta pengembangan kerangka kebijakan yang lebih sinkron.

Bagi industri kripto global, langkah tersebut menjadi sinyal bahwa regulator AS mulai bergerak menuju pendekatan yang lebih terintegrasi setelah lama dikritik karena kebijakan yang sering kali membingungkan pelaku industri.

Baca Juga: Kasus SEC vs Justin Sun Berujung Denda $10 Juta, Tuduhan Dicabut

Mengatasi Tumpang Tindih Regulasi

Selama bertahun-tahun, industri kripto di Amerika Serikat menghadapi ketidakpastian regulasi karena perbedaan pendekatan antara SEC dan CFTC.

SEC biasanya mengklasifikasikan banyak aset kripto sebagai sekuritas, yang membuatnya berada di bawah pengawasan hukum pasar modal.

Sementara itu, CFTC cenderung melihat beberapa aset kripto, terutama Bitcoin dan Ethereum, sebagai komoditas.

Perbedaan perspektif ini sering menimbulkan kebingungan bagi perusahaan kripto yang beroperasi di Amerika Serikat, terutama dalam menentukan regulator mana yang memiliki otoritas utama atas aktivitas mereka.

Dengan adanya kesepakatan koordinasi ini, kedua lembaga berupaya memperbaiki komunikasi dan mengurangi konflik kewenangan yang sebelumnya kerap terjadi.

Langkah ini juga diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan regulasi yang lebih konsisten bagi pelaku industri.

Fokus pada Pengawasan Pasar Kripto

Menurut laporan Cryptobriefing, kesepakatan antara SEC dan CFTC mencakup berbagai aspek penting dalam pengawasan pasar kripto.

Salah satu fokus utama adalah pertukaran data dan informasi antara kedua lembaga untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.

Selain itu, regulator juga akan memperkuat koordinasi dalam investigasi terhadap potensi pelanggaran hukum, termasuk manipulasi pasar, penipuan, dan aktivitas ilegal lainnya di sektor kripto.

Kerja sama ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa pasar keuangan digital berkembang secara lebih transparan dan aman, tanpa menghambat inovasi teknologi blockchain yang sedang berkembang pesat.

Dampak bagi Industri Kripto

Bagi industri kripto, koordinasi antara SEC dan CFTC dapat membawa dua implikasi utama.

Di satu sisi, kerja sama ini berpotensi mengurangi ketidakpastian regulasi yang selama ini menjadi salah satu hambatan terbesar bagi perusahaan kripto di Amerika Serikat.

Dengan pendekatan yang lebih terpadu, perusahaan dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai aturan yang harus mereka patuhi.

Namun di sisi lain, koordinasi yang lebih kuat antara regulator juga dapat berarti pengawasan yang lebih ketat terhadap industri kripto.

Artinya, perusahaan kripto kemungkinan akan menghadapi standar kepatuhan yang lebih tinggi, termasuk dalam hal transparansi operasional dan perlindungan investor.

Pandangan Analis

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kerja sama antara SEC dan CFTC merupakan perkembangan penting bagi arah regulasi kripto di Amerika Serikat.

“Dari sudut regulasi, koordinasi seperti ini penting karena dapat mengurangi abu-abu kelembagaan yang selama ini membebani industri crypto di AS. Jika implementasinya benar-benar serius, hasilnya bisa berupa kerangka pengawasan yang lebih konsisten, meski sekaligus berpotensi memperkuat cakupan kontrol regulator terhadap sektor ini,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Menurut mereka, keberhasilan langkah ini sangat bergantung pada bagaimana kedua lembaga menerjemahkan kesepakatan tersebut ke dalam kebijakan nyata.

Jika koordinasi berjalan efektif, industri kripto di AS dapat memperoleh kepastian hukum yang lebih baik.

Menuju Kerangka Regulasi yang Lebih Jelas

Perkembangan ini juga mencerminkan perubahan pendekatan regulator terhadap industri kripto yang semakin matang.

Seiring dengan meningkatnya nilai pasar dan adopsi teknologi blockchain secara global, regulator keuangan semakin menyadari pentingnya kerangka pengawasan yang jelas dan terkoordinasi.

Bagi investor dan perusahaan kripto, kepastian regulasi sering dianggap sebagai faktor kunci dalam menentukan keputusan investasi dan ekspansi bisnis.

Dengan adanya kerja sama antara SEC dan CFTC, Amerika Serikat berpotensi bergerak menuju model pengawasan kripto yang lebih terstruktur.

Meskipun demikian, industri masih akan memantau bagaimana kesepakatan ini diterapkan dalam praktik, serta apakah koordinasi tersebut benar-benar mampu mengurangi kebingungan regulasi yang selama ini menjadi tantangan utama di pasar kripto AS.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Melonjak 30%, Listing di Kraken Jadi Pemicu Utama Reli

Harga Pi Network (PI) mencatat lonjakan signifikan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Token ini naik sekitar 30,89% ke level $0,290, jauh mengungguli kinerja pasar kripto secara keseluruhan yang hanya naik sekitar 2,64% dalam periode yang sama.

Kenaikan tajam tersebut terutama dipicu oleh konfirmasi listing PI di bursa kripto besar, yang menjadi katalis fundamental baru bagi proyek ini.

Selain itu, faktor teknikal dan sentimen pasar altcoin yang membaik juga turut memperkuat momentum kenaikan.

Reli harga ini menunjukkan bahwa Pi Network untuk sementara berhasil “decouple” dari pergerakan Bitcoin, yang hanya mencatat kenaikan moderat dalam periode yang sama.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,225, Tekanan Pasar Mulai Melanda

Listing Kraken Jadi Katalis Utama

Menurut laporan Coinmarketcap pada Jumat (13/3), pendorong utama reli harga Pi adalah pengumuman bahwa token tersebut akan segera diperdagangkan di Kraken, salah satu bursa kripto besar yang berbasis di Amerika Serikat.

Kraken mengonfirmasi bahwa pasangan perdagangan PI/USDT akan mulai tersedia pada 13 Maret 2026.

Listing ini dianggap sebagai langkah penting bagi proyek Pi Network karena membuka akses ke likuiditas yang lebih besar serta meningkatkan legitimasi di mata investor global.

Sebagai salah satu exchange yang terdaftar di FinCEN dan terhubung dengan sistem pembayaran Federal Reserve AS, kehadiran PI di Kraken dinilai sebagai validasi terhadap proyek tersebut.

Bagi komunitas Pi Network, listing di exchange besar telah lama menjadi salah satu milestone yang dinantikan, terutama karena akses perdagangan sebelumnya relatif terbatas.

Dengan terbukanya pasar baru ini, investor ritel maupun institusional memiliki jalur yang lebih mudah untuk memperdagangkan token PI.

Breakout Teknis Perkuat Momentum

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor fundamental, reli harga Pi juga didukung oleh sinyal teknikal yang kuat.

Harga PI berhasil menembus level resistance penting di $0,23, yang sebelumnya menjadi area penghalang utama bagi kenaikan harga.

Breakout ini dikonfirmasi oleh lonjakan volume perdagangan yang sangat besar, dengan kenaikan volume sekitar 172,85% dalam 24 jam terakhir.

Lonjakan volume tersebut menandakan meningkatnya minat investor terhadap token ini.

Di saat yang bersamaanw, indikator pasar menunjukkan bahwa sentimen terhadap altcoin juga mulai membaik.

Altcoin Season Index tercatat naik sekitar 11,11% dalam satu minggu terakhir, yang menunjukkan bahwa sebagian investor mulai mengalihkan modal dari Bitcoin ke aset kripto alternatif.

Namun demikian, indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di atas level 70, yang mengindikasikan kondisi overbought atau jenuh beli dalam jangka pendek.

Artinya, meskipun tren masih bullish, potensi volatilitas tetap cukup tinggi.

Potensi Target Harga Selanjutnya

Jika momentum beli tetap kuat setelah listing Kraken resmi aktif, harga Pi berpotensi melanjutkan reli menuju zona $0,30 hingga $0,35.

Level tersebut menjadi target jangka pendek berikutnya yang banyak dipantau oleh trader.

Namun, pasar juga harus mewaspadai potensi koreksi jika tekanan jual meningkat.

Data on-chain menunjukkan bahwa lebih dari 450 juta token PI saat ini berada di berbagai exchange, yang dapat menjadi sumber likuiditas sekaligus potensi tekanan jual.

Jika harga turun dan gagal bertahan di atas support $0,25, pasar berpotensi mengalami koreksi cepat menuju $0,23.

Dengan kondisi ini, arah pergerakan harga Pi dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh reaksi pasar setelah listing Kraken benar-benar aktif.

Risiko Volatilitas dan Efek “Sell the News”

Event besar seperti listing di exchange sering kali memicu dua fase pergerakan harga.

Pertama adalah fase akumulasi sebelum event, ketika investor membeli token untuk mengantisipasi kenaikan harga.

Fase kedua adalah potensi “sell the news”, di mana sebagian investor menjual aset setelah event terjadi untuk merealisasikan keuntungan.

Karena itu, trader biasanya memantau data arus masuk dan keluar token di exchange setelah listing berlangsung.

Jika aliran dana masuk (net inflow) tetap kuat, harga berpotensi mempertahankan tren bullish.

Namun jika banyak holder mulai memindahkan token ke exchange untuk dijual, volatilitas harga dapat meningkat secara signifikan.

Baca Juga: Harga Pi Network Melonjak 7%, Momentum Spekulatif Dorong ke $0,232

Prospek Jangka Pendek Pi Network

Secara keseluruhan, lonjakan harga Pi saat ini mencerminkan reaksi pasar terhadap katalis fundamental besar, yaitu akses likuiditas baru melalui exchange besar.

Dukungan teknikal yang kuat serta sentimen positif terhadap altcoin juga turut memperkuat momentum kenaikan.

Namun, dengan indikator teknikal yang sudah menunjukkan kondisi overbought, pasar kemungkinan akan tetap sangat volatil dalam jangka pendek.

Investor kini akan memantau apakah listing Kraken mampu menghadirkan arus pembelian baru yang berkelanjutan, atau justru memicu aksi ambil untung setelah reli besar yang terjadi menjelang momentum tersebut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik ke $71.335, Uji Zona Resistance

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Jumat (13/3), BTC saat ini diperdagangkan di sekitar $71.335 per koin, naik sekitar 2,78% dalam sehari.

Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin kembali menembus $1,42 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Sementara itu, aktivitas perdagangan juga tetap tinggi, dengan volume transaksi harian mencapai $45,69 miliar.

Penguatan harga ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap Bitcoin masih kuat, meskipun pasar kripto sebelumnya mengalami fase koreksi dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Bitcoin Harus Tembus Level Ini Dulu, Baru Bull Market Dimulai?

Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar.

Data menunjukkan bahwa BTC sempat menyentuh level terendah di $69.230, sebelum naik hingga mencapai puncak harian sekitar $71.995.

Saat ini harga berada di kisaran $71.300, menandakan bahwa pasar sedang mencoba mempertahankan momentum kenaikan setelah menembus kembali area psikologis $70.000.

Dalam jangka sangat pendek, pergerakan harga terlihat relatif stabil. BTC hanya mengalami perubahan sekitar -0,09% dalam satu jam terakhir, yang menunjukkan fase konsolidasi setelah reli yang cukup cepat.

Performa Bitcoin dalam Beberapa Periode

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari performa dalam berbagai periode waktu, Bitcoin menunjukkan tren yang beragam.

Dalam 7 hari terakhir, BTC tercatat naik sekitar 1,04%, menandakan pemulihan perlahan setelah volatilitas sebelumnya.

Sementara itu, dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin mengalami kenaikan sekitar 5,62%, menunjukkan adanya peningkatan sentimen positif di pasar kripto.

Namun, jika melihat periode yang lebih panjang, Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan setelah koreksi besar.

Dalam 60 hari terakhir, BTC turun sekitar 22,49%, dan dalam 90 hari terakhir terkoreksi sekitar 21,08%.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun tren jangka pendek mulai menguat, pasar masih berusaha pulih dari tekanan sebelumnya.

Kapitalisasi Pasar dan Suplai Bitcoin

Bitcoin saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar $1,426 triliun, menjadikannya aset digital dengan nilai terbesar di industri kripto.

Jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai sekitar 20 juta BTC, atau sekitar 95,25% dari total suplai maksimum sebesar 21 juta koin.

Karena suplai Bitcoin terbatas, banyak investor menganggap aset ini sebagai penyimpan nilai jangka panjang, sering disebut sebagai “emas digital”.

Jika seluruh suplai maksimum telah beredar, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,49 triliun.

Jarak dari Rekor Harga Tertinggi

Meskipun saat ini berada di kisaran $71.000, harga Bitcoin masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $126.198.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa BTC masih memiliki ruang kenaikan yang signifikan jika tren bullish kembali terbentuk di pasar kripto global.

Namun sebelum menuju level tersebut, Bitcoin harus mampu menembus beberapa zona resistance penting di kisaran $72.000 hingga $75.000.

Level Support dan Resistance yang Perlu Dipantau

Dalam analisis teknikal jangka pendek, ada beberapa level harga penting yang menjadi perhatian trader.

Area $70.000 saat ini berfungsi sebagai support psikologis utama bagi Bitcoin. Jika level ini mampu dipertahankan, BTC berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance di sekitar $72.000.

Jika harga berhasil menembus zona tersebut, target berikutnya bisa berada di kisaran $74.000 hingga $75.000.

Namun jika tekanan jual meningkat dan harga turun kembali di bawah $70.000, pasar berpotensi menguji support berikutnya di sekitar $68.000 hingga $69.000.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $69.500 Meski Pasar Tertekan

Prospek Pergerakan Bitcoin

Secara keseluruhan, kenaikan harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya pemulihan sentimen di pasar kripto.

Volume perdagangan yang tetap tinggi menandakan bahwa aktivitas investor masih kuat, baik dari trader jangka pendek maupun investor jangka panjang.

Jika momentum beli dapat dipertahankan, Bitcoin berpotensi melanjutkan kenaikan dan mencoba menembus kembali zona resistance utama di sekitar $72.000.

Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga masih kemungkinan dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global, arus modal di pasar kripto, serta dinamika sentimen investor.

Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, pergerakan Bitcoin tetap menjadi indikator utama arah pasar kripto secara keseluruhan, termasuk bagi berbagai altcoin yang biasanya mengikuti tren yang dibentuk oleh BTC.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Meme Coin Kembali Viral, Sinyal Pasar Kripto Masuk Fase Spekulasi?

Meme coin kembali menjadi sorotan di pasar kripto seiring meningkatnya perhatian investor terhadap aset digital berbasis komunitas ini. Berbeda dengan banyak proyek kripto lain yang mengandalkan teknologi atau utilitas tertentu, pergerakan harga meme coin lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen komunitas dan penyebaran di media sosial.

Dilaporkan Crypto Quant, fenomena ini menciptakan pola siklus perhatian (attention cycle) yang sering terlihat dalam pasar kripto, di mana popularitas meme coin dapat melonjak dengan cepat sebelum kembali mereda.

Meme Coin Didorong Sentimen Komunitas

Meme coin adalah jenis cryptocurrency yang biasanya lahir dari meme internet, tren online, atau narasi viral di komunitas digital. Permintaan terhadap aset ini sering kali dipicu oleh popularitas di media sosial dan pertumbuhan komunitas, bukan oleh nilai fundamental dari produk atau teknologi.

Akibatnya, harga meme coin sangat sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. Ketika minat publik meningkat, harga dapat melonjak tajam dalam waktu singkat.

Namun ketika perhatian publik menurun, harga juga dapat terkoreksi dengan cepat, menciptakan pola siklus yang berulang.

Kapitalisasi Pasar Meme Coin

Data pasar menunjukkan bahwa sektor meme coin memiliki kapitalisasi sekitar US$31 miliar pada Maret 2026. Meski hanya mewakili sebagian kecil dari keseluruhan pasar kripto, sektor ini sempat mengalami pertumbuhan sangat cepat selama periode spekulasi tinggi.

Pada akhir 2024, kapitalisasi pasar meme coin bahkan pernah melampaui US$150 miliar sebelum kembali turun ketika kondisi pasar mulai mendingin.

Lonjakan dan penurunan tersebut menunjukkan bagaimana sektor meme coin sangat dipengaruhi oleh siklus minat investor.

Baca juga: Bukan Meme Coin, 3 Altcoin Generative AI Ini Justru Paling Bersinar

Aktivitas On-Chain Ikuti Siklus Perhatian

Data on-chain juga memperlihatkan pola yang serupa. Volume perdagangan meme coin sering meningkat tajam pada tahap akhir kenaikan harga yang signifikan.

Lonjakan volume ini biasanya mencerminkan meningkatnya minat publik serta fenomena fear of missing out (FOMO) di kalangan investor.

Dalam banyak kasus, kenaikan harga itu sendiri dapat memicu permintaan tambahan karena semakin banyak investor yang tertarik untuk ikut berpartisipasi di pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, pola ini penting karena meme coin sering menjadi barometer psikologi pasar retail: Ketika volume spot dan perhatian sosial melonjak, appetite risiko biasanya ikut memanas.

“Namun gambar juga menekankan bahwa lonjakan perhatian tidak identik dengan keberlanjutan, jadi fase overhype di meme coin lebih tepat dibaca sebagai indikator spekulasi ekstrem ketimbang fondasi pertumbuhan jangka panjang,” ungkapnya.

Indikator Psikologi Pasar Kripto

Karena sifatnya yang sangat dipengaruhi sentimen, meme coin sering dianggap sebagai indikator psikologi investor dalam pasar kripto.

Lonjakan aktivitas perdagangan dan interaksi di media sosial sering menandakan meningkatnya selera risiko di kalangan pelaku pasar.

Sebaliknya, ketika aktivitas tersebut menurun, pasar biasanya memasuki fase yang lebih berhati-hati.

Risiko di Balik Popularitas Meme Coin

Meski dapat memberikan peluang bagi sebagian investor, popularitas meme coin juga membawa sejumlah risiko.

Narasi viral dan momentum komunitas yang kuat tidak selalu mencerminkan keberlanjutan jangka panjang sebuah proyek.

Dalam periode hype yang tinggi, investor disarankan untuk tetap berhati-hati serta memeriksa informasi terkait proyek, struktur token, dan likuiditas sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Persaingan Visa vs Mastercard di Dunia Kripto Semakin Panas

Raksasa pembayaran global Mastercard resmi meluncurkan Crypto Partner Program dengan menggandeng lebih dari 85 perusahaan aset digital. Program ini bertujuan membangun infrastruktur pembayaran baru berbasis kripto, termasuk untuk transfer lintas negara, pembayaran antar bisnis (B2B), dan sistem pembayaran global.

Dikutip Crypto Briefing, langkah ini menjadi salah satu ekspansi terbesar Mastercard ke dalam ekosistem aset digital, terutama di tengah meningkatnya penggunaan stablecoin yang mulai menantang sistem pembayaran tradisional.

Mastercard Bangun Ekosistem Pembayaran Berbasis Kripto

Program kemitraan ini dirancang untuk menghubungkan berbagai pelaku industri kripto, mulai dari bursa aset digital, penyedia wallet, penerbit stablecoin, hingga perusahaan infrastruktur blockchain.

Semua pihak tersebut akan terhubung melalui platform Mastercard Multi-Token Network (MTN), sebuah jaringan yang memungkinkan penyelesaian transaksi secara real-time menggunakan berbagai jenis aset digital.

Melalui jaringan ini, bank tradisional dan perusahaan kripto dapat memproses transaksi pada infrastruktur yang sama. Salah satu institusi keuangan besar yang telah terhubung ke jaringan ini adalah JPMorgan Chase, yang menggunakan sistem tersebut untuk penyelesaian transaksi stablecoin.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, langkah Mastercard penting karena memperluas legitimasi crypto sebagai komponen infrastruktur pembayaran, bukan hanya aset spekulatif.

“Jika kolaborasi dengan puluhan mitra ini menghasilkan produk nyata, adopsi crypto di pembayaran global bisa bergerak lebih cepat lewat rel yang sudah dipercaya pengguna dan institusi besar,” jelasnya.

Lonjakan Penggunaan Stablecoin Dorong Inovasi

Ekspansi Mastercard ke sektor kripto terjadi di tengah pertumbuhan pesat penggunaan stablecoin di seluruh dunia.

Pada Februari 2026 saja, volume transaksi stablecoin mencapai sekitar US$1,26 triliun, dengan USDC menyumbang sekitar 70% dari total aktivitas tersebut.

Secara tahunan, transaksi stablecoin bahkan telah mencapai sekitar US$27,6 triliun sepanjang 2025. Nilai ini disebut telah melampaui total volume transfer yang diproses oleh jaringan pembayaran tradisional seperti Visa dan Mastercard.

Selain itu, penggunaan stablecoin untuk pembayaran melalui kartu meningkat tajam. Pada 2025, transaksi kartu berbasis stablecoin mencapai sekitar US$4,5 miliar, meningkat sekitar 673% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Gagal Akuisisi Rp32 Triliun, Mastercard Kini Bidik Investasi Strategis Kripto

Pembayaran Antar Perusahaan Tumbuh Pesat

Salah satu segmen yang berkembang paling cepat adalah pembayaran business-to-business (B2B). Nilai transaksi stablecoin untuk pembayaran antar perusahaan kini diperkirakan mencapai sekitar US$226 miliar per tahun.

Pertumbuhan ini mencapai sekitar 733% secara tahunan, menunjukkan bahwa stablecoin mulai digunakan dalam aktivitas bisnis nyata seperti pembayaran vendor, pengiriman dana lintas negara, dan pengelolaan kas perusahaan.

Mastercard menilai teknologi ini dapat mempercepat proses pembayaran global yang selama ini masih bergantung pada sistem perbankan koresponden yang memakan waktu tiga hingga lima hari.

Dengan stablecoin, pembayaran lintas negara berpotensi diselesaikan dalam hitungan detik.

Persaingan Raksasa Pembayaran Semakin Ketat

Mastercard bukan satu-satunya perusahaan pembayaran global yang berinvestasi dalam teknologi kripto.

Visa juga telah memperluas layanan penyelesaian transaksi stablecoin ke lebih dari 40 negara, dengan volume penyelesaian yang mencapai sekitar US$3,5 miliar pada 2025.

Di sisi lain, pasar stablecoin juga semakin kompetitif dengan munculnya berbagai penerbit baru. Ripple telah meluncurkan stablecoin RLUSD, sementara SoFi memperkenalkan SoFiUSD yang menjadi stablecoin pertama dari bank nasional di Amerika Serikat.

Meski demikian, USDC yang diterbitkan oleh Circle masih menjadi salah satu stablecoin terbesar di pasar.

Stablecoin Jadi Infrastruktur Keuangan Baru

Dengan semakin banyak perusahaan besar yang mengintegrasikan stablecoin ke dalam sistem pembayaran mereka, teknologi ini mulai dipandang sebagai bagian dari infrastruktur keuangan global.

Mastercard menilai bahwa masa depan pembayaran global akan melibatkan kombinasi sistem keuangan tradisional dan teknologi blockchain.

Melalui kemitraan dengan puluhan perusahaan kripto, Mastercard berharap dapat membangun jaringan pembayaran baru yang lebih cepat, efisien, dan dapat diakses secara global.

Baca juga: Visa Mulai Pakai Stablecoin untuk Settlement Global


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Harus Tembus Level Ini Dulu, Baru Bull Market Dimulai?

Pergerakan harga Bitcoin dinilai masih berada dalam fase pasar bearish hingga mampu menembus level harga tertentu yang menjadi acuan bagi investor besar atau whale baru. Data terbaru menunjukkan bahwa whale yang memegang Bitcoin kurang dari 155 hari memiliki rata-rata harga beli sekitar US$85.600.

Level tersebut kini menjadi salah satu titik resistensi penting dalam siklus pasar Bitcoin saat ini. Selama harga Bitcoin masih berada di bawah rata-rata biaya akumulasi kelompok investor tersebut, potensi bull market dinilai belum sepenuhnya terbentuk.

Harga Bitcoin dan Siklus Pergerakan Whale

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 12 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dilaporkan Crypto Quant, dalam siklus pasar sebelumnya, terdapat pola yang relatif konsisten antara harga Bitcoin dan perilaku whale jangka pendek atau short-term holder (STH). Ketika harga Bitcoin turun di bawah harga rata-rata pembelian kelompok ini, pasar cenderung memasuki fase bearish.

Sebaliknya, ketika harga Bitcoin kembali naik dan mampu bertahan di atas level tersebut, pasar biasanya memasuki fase bullish.

Dalam siklus terbaru, level US$85.600 menjadi indikator penting karena mewakili harga rata-rata pembelian whale baru yang memasuki pasar dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dalam siklus saat ini, area US$85.600 terlihat sebagai resistance paling kritikal karena pada Januari 2026 level tersebut sempat diuji, tertahan sebagai resistance, lalu Bitcoin kembali jatuh ke area US$60.000.

“Artinya, selama BTC belum reclaim dan hold di atas cost basis new whales, struktur pasar masih lebih dekat ke fase pemulihan rapuh daripada awal bull market yang bersih,” katanya.

Baca juga: Bitcoin Masuk Fase Paling Melelahkan, Investor Mulai Ragu?

Level US$85.600 Jadi Resistensi Penting

Level tersebut sempat diuji pada Januari 2026, namun gagal ditembus dan berubah menjadi area resistensi kuat. Setelah penolakan di area tersebut, harga Bitcoin kemudian turun kembali hingga mendekati US$60.000.

Peristiwa ini memperkuat pandangan bahwa level harga rata-rata whale jangka pendek masih menjadi penghalang utama bagi pemulihan pasar yang lebih luas.

Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, banyak whale baru berpotensi kembali berada dalam kondisi profit.

Sentimen Pasar Bisa Berubah

Perubahan kondisi dari rugi menjadi profit bagi kelompok investor besar sering kali berdampak signifikan terhadap sentimen pasar. Ketika whale mulai mencatat keuntungan, tekanan jual biasanya berkurang dan minat beli baru dapat meningkat.

Kondisi tersebut berpotensi menjadi pemicu awal bagi fase bullish berikutnya.

Namun selama harga Bitcoin masih berada di bawah rata-rata biaya akumulasi whale jangka pendek, analis menilai pasar masih berada dalam fase konsolidasi dan belum memasuki bull market secara penuh.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

OJK Ambil Alih Pengawasan Kripto Paling Lambat Awal 2025


Jakarta

Aset kripto akan diatur dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini sesuai dengan amanat Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Hasan Fawzi mengatakan, peralihan kewenangan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini paling lama 2 tahun sejak UU P2SK efektif.

“Di dalam undang-undang tersebut di amanahkan bahwa peralihan tugas kewenangan dari otoritas pengatur dan pengawas saat ini yaitu di Kemendag Bappebti akan dilakukan selambatnya 2 tahun setelah resmi efektif berlakunya Undang-undang P2SK yang diberlakukan di 12 Januari 2023,” kata Hasan di Jakarta, Jumat (9/8/2024).


“Jadi selambatnya di Januari 2025 yang akan datang peralihan kewenangan tugas pengaturan pengawasan itu akan terjadi di OJK,” tambahnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, terkait peralihan kewenangan ini pihaknya intensif berdiskusi dengan Kementerian Perdagangan, Bappebti dan Bank Indonesia. Dia mengatakan, peralihan ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar.

“Tentu tujuan akhirnya kita ingin menciptakan kondisi yang kondusif agar peralihan tugas nanti berlangsung dengan lancar, aman dan baik tanpa ada gangguan berarti pada industri yang memang sudah berjalan selama ini di otoritas yang sebelumnya,” ujarnya.

(acd/rrd)

Sumber : finance.detik.com

Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis baca koran
ilustrasi sumber : unsplash.com / adeolu eletu

OJK Putar Otak Awasi Perdagangan Aset Kripto


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap, hingga saat ini belum ada yang mutlak dalam handling (pengelolaan) aset kripto maupun aset keuangan digital. Artinya, belum ada pengaturan atau standar baku di dunia internasional terkait dengan aset kripto.

Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Djoko Kurnijanto, menyatakan bahwa aset kripto sudah ditetapkan sebagai aset keuangan digital. Hal ini kemudian diatur dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

“Pengaturan di P2SK mengamanatkan kepada OJK untuk melakukan pengaturan dan pengawasan, yang sebelumnya telah diawasi oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), dan memang sebelumnya dengan kelas aset komoditas,” ucap Djoko di acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2025, di Jakarta Convention Center, Selasa (11/2/2025).


Maka dari itu, Djoko bilang, dalam masa peralihan pengawasan dari Bappebti ke OJK, pihaknya perlu mempersiapkan dengan baik masa peralihan ini. Hal ini lantaran, di saat yang bersamaan, para pegiat kripto sudah melakukan transaksi aset kripto.

“Ada bursa juga, ada custody juga, ada penyelenggara jasa pembayaran (PJP). Pun demikian, ada aktivitas penunjang lain. Kita harus berpindah ke ‘rel’ yang lain, di saat ‘kereta’ ini tetap berjalan dengan kencang,” tambahnya.

Djoko membeberkan pihaknya telah menyetel tiga fase untuk dapat menyiapkan hal ini. Pertama, adalah dengan menyiapkan transisi yang yang mulus.

“Jadi, soft landing ini merupakan target utama kami. Nanti setelah soft landing, fase berikutnya kami akan memperkuatnya. Fase ketiga adalah fase development,” ujarnya menambahkan.

“Undang-undang mengamanatkan adanya Peraturan Pemerintah (PP), keluar. Kemudian, PP-nya pun juga mengamanatkan adanya Nota Kesepahaman (NK) antara OJK dengan Bapebbti. Kemudian, Berita Serah Terima (BST) juga sudah ada. Transaksinya tetap dapat berjalan terus, investor juga tetap dapat melakukan transaksinya,” tambahnya.

Djoko bilang, fase soft landing ini sudah terjadi dan akan melakukan pengaturan dan pengawasan dalam hal aset kripto. Yang paling krusial, menurutnya, adalah soal proses perizinan dapat terus berjalan.

“Karena perizinan ini sudah ada yang dari Bappebti. Ada yang sudah menjadi pedagang aset fisik, dan ada juga masih ada yang calon pedagang aset fisik. Ini yang akan kami kejar terus. Karena sudah diklasifikasikan sebagai aset keuangan, ini pengaturannya harus sejajar dengan lembaga jasa keuangan di bidang lain” tambahnya.

(eds/eds)

Sumber : finance.detik.com

Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis uang dolar
ilustrasi sumber : unsplash.com / adam nir