Tag: sec

  • Bitcoin Sentuh Harga Tertinggi Baru! Apresiasi Belum Selesai

    Bitcoin baru saja menyentuh harga tertinggi barunya di sekitar Rp949,4 Juta pada Rabu, 14 April 2021, pukul 13.14 WIB.

    Dikabarkan bahwa walau saat ini sedang terkoreksi kembali, apresiasi Bitcoin belum terlihat selesai akibat masih memiliki potensi naik lebih tinggi.

    Komisaris SEC Membantu Mendorong

    Salah satu hal yang memberikan dorongan positif untuk Bitcoin adalah pernyataan dari Komisaris Securities and Exchange Commission (SEC).

    Penyataannya membuat mayoritas investor Bitcoin terlihat tenang akibat kemungkinan adanya dorongan dari SEC terhadap keberlanjutan Bitcoin di pasar keuangan.

    Hester Pierce, Komisaris dari SEC, menyatakan bahwa menurutnya melarang Bitcoin di Amerika, sama seperti melarang penggunaan internet. Ia menyatakan,

    “Seperti yang sebelumnya pernah saya katakan, saya tidak melihat cara untuk melarang Bitcoin di Amerika. Pemerintah akan sangat bodoh untuk mencoba melarang Bitcoin di Amerika.”

    Ia kemudian menyatakan bahwa Bitcoin merupakan sebuah fenomena keuangan yang telah diadopsi dan sudah mendewasa seiring berjalannya waktu.

    Baca Juga: Hester Peirce: SEC Uji Coba Regulasi DeFi

    Menurutnya, sangat penting untuk mendorong keberadaan Bitcoin akibat adopsinya yang semakin luas, dan Amerika yang menurutnya relatif sudah tertinggal dari negara lain.

    Pierce juga menyatakan bahwa regulasi dibutuhkan untuk mendukung keberadaan Bitcoin dan crypto di Amerika. Ia menyatakan,

    “Menurut saya pendekatan produktif untuk Bitcoin bukan dengan membiarkannya bergerak tanpa regulasi. Namun menurut saya diperlukan regulasi untuk mendorong pertumbuhan Bitcoin dan crypto secara menyeluruh.”

    Pernyataan ini nampaknya dianggap positif oleh mayoritas pasar, akibat setelah adanya pernyataan tersebut, Bitcoin mengalami apresiasi yang cukup signifikan.

    Dorongan Positif dari Coinbase

    Apresiasi ke harga tertinggi baru ini dikabarkan juga memiliki hubungan dengan Coinbase, yang akan melaksanakan Initial Public Offering (IPO).

    IPO adalah melantainya sebuah saham perusahaan di pasar modal, dan saham perusahaan Coinbase akan melantai di bursa saham Amerika.

    Coinbase akan memiliki nama saham COIN yang akan menjadi bagian dari indeks Nasdaq-100, akibat tergolong sebagai saham teknologi.

    COIN akan resmi diperdagangkan pada hari ini saat pasar saham Amerika di buka, namun terdapat informasi pasti.

    Walaupun begitu, umumnya melantainya sebuah saham baru terjadi saat pasar akan ditutup, sehingga terdapat prediksi bahwa saham akan resmi di perdagangkan di akhir sesi.

    Bursa crypto dengan volume $2.733.622.598 atau hampir Rp40 Triliun per hari ini, akan menjadi bursa crypto pertama yang melantai di pasar saham.

    Diprediksi bahwa IPO ini akan membentuk jembatan lebih dekat antara saham dan crypto, sehingga adopsi crypto akan menjadi semakin luas.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Diyakini akan Meningkat, Para Miners Pilih Timbun Bitcoin

    Coinbase sendiri memiliki lebih dari 50 crypto yang tersedia untuk diperdagangkan di bursanya, termasuk Bitcoin.

    Perusahaan ini telah memiliki lebih dari 56 Juta pengguna dan mengayomi 7.000 investor institusional, dan 115.000 rekan di lebih dari 100 negara.

    Mengingat hal tersebut, publikasi Coinbase akan semakin besar, yang menandakan potensi pengguna akan semakin meningkat.

    Saham Coinbase dikabarkan akan diperdagangkan pada harga $250 atau Rp3,65 Jutaper lembar.

    Namun harga saham sebelum melantai (Pre-IPO) di FTX terlihat sudah mencapai $592 atau Rp8,66 Juta.

    Perbedaan positif atau Premium tersebut menandakan bahwa ketertarikan terhadap saham Coinbase sangat tinggi, yang dapat mendorong ketertarikan crypto juga lebih tinggi.

    Bitcoin Masih Dapat Terus Naik

    Mengingat Bitcoin adalah mata uang crypto yang paling besar dan paling terkenal, sentimen Coinbase ini diprediksi akan mendorong harganya naik lebih tinggi.

    Beberapa analis dan investor besar seperti Michael Novogratz dari Galaxy Digital, Michael Saylor dari MicroStrategy, dan JPMorgan, menyatakan bahwa harganya masih dapat naik lebih tinggi.

    Mayoritas analis lainnya juga memprediksi bahwa harga Bitcoin dapat naik melewati Rp1 Miliar pada pekan ini.

    Walau saat ini sedang koreksi, tekanan jual masih terlihat belum terjadi secara signifikan, bersama Kontrak Futures Bitcoin yang sudah naik jauh lebih tinggi.

    Dari sisi teknikal, saat ini koreksi sedang terjadi namun belum memperlihatkan adanya tekanan jual yang terlalu signifikan.

    Hal tersebut menandakan bahwa mayoritas investor dan trader masih terlihat positif dan masih memiliki persepsi bahwa Bitcoin akan terus naik.

    Namun, umumnya setelah mencapai harga tertinggi yang diikuti oleh pergerakan keluar dari zona sebelumnya, koreksi untuk menguji kembali zona sebelumnya umumnya akan terjadi.

    prediksi btc
    Grafik 4 Jam BTCIDR

    Jika teori tersebut benar, maka kemungkinan besar koreksi akan kembali menuju sekitar Rp917 Juta hingga Rp887 Juta sebelum naik kembali.

    Indikator RSI dan MACD memperlihatkan bahwa dorongan beli sudah terlihat jenuh sehingga mendukung potensi koreksi.

    Namun melihat MA Cross yang masih berada di bawah harga dan masih terlihat positif, nampaknya koreksi hanya akan terjadi secara singkat sebelum naik kembali.

    Saat ini batas atas yang harus ditembus berada di sekitar Rp940 Juta hingga Rp950 Juta sebelum dapat naik melebihi Rp1 Miliar.

    Melihat banyaknya sentimen positif di sekitar Bitcoin dan crypto saat ini, kemungkinan besar target tersebut akan tercapai pada pekan ini.

    Baca Juga: Jelang Berlin Hardfork, Ether (ETH) Cetak Harga Tertinggi Baru

    Disclaimer

    Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Masih Kuat di Persidangan!

    Kasus persidangan Ripple dengan Securities and Exchange Commission (SEC) nampaknya masih terus berlanjut, dan Ripple terlihat masih kuat.

    Pengacara Ripple, Jeremy Hogan, telah memberikan komentarnya mengenai sidang terakhir antara Ripple dan SEC, dimana SEC terlihat mulai terpojok.

    Baca Juga: Berikut Cara Menggunakan Fibonacci Retracement dengan Tepat

    Ripple Masih Kuat dalam Pengadilan

    Hogan menyatakan bahwa dalam sidang terakhir, hakim pengadilan memberikan pernyataan yang cukup mencekam, dimana ia memotong pernyataan pengacara CEO Ripple. Ia menyatakan,

    “Pengetahuan saya tentang XRP adalah aset ini tidak hanya memiliki nilai seperti mata uang namun memiliki nilai kegunaan yang membuatnya beda dengan Bitcoin dan Ethereum.”

    Pengacara CEO Ripple, Matthew Solomon, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pernyataan hakim dan menyatakan bahwa XRP mirip dengan Ethereum.

    Tapi, dengan pernyataan tersebut, hakim terlihat yakin dengan adanya nilai kegunaan dan nilai seperti mata uang, oleh XRP.

    Dengan adanya pernyataan dari hakim tersebut, argumen SEC bahwa Ripple adalah sebuah saham dapat membuat kredibilitas SEC hilang di pengadilan.

    Selain itu, pernyataan tersebut juga menyetujui adanya nilai kegunaan XRP, yang merupakan argumen awal dari Ripple saat dituntut.

    Hakim juga mempertanyakan teori yang dibentuk oleh pengacara dari SEC yaitu pernyataan,

    “Semua yang menjual XRP, termasuk anda dan saya, telah melakukan penjualan terhadap saham secara ilegal.”

    Kemudian, pengacara dari SEC menjawab keraguan teori tersebut dengan menyatakan bahwa,

    “Jika mengacu pada bagian 4, maksud dari pernyataan tersebut adalah, hanya Ripple dan yang terikat dengan Ripple telah melakukan penjualan XRP secara ilegal.”

    Pernyataan tersebut walau terlihat mengelak, telah membuka kejelasan untuk bursa di Amerika dapat mengembalikan XRP ke dalam daftar aset yang diperdagangkannya.

    Masih Mempertahankan Hak dan Berkembang

    Hingga saat ini, Ripple masih terlihat kuat untuk mempertahankan haknya dalam kasus sebagai pihak yang benar. Dalam beberapa tanggapannya, Ripple menyatakan,

    “Kami tidak pernah menawarkan atau menjual XRP sebagai alat investasi dan para pemilik XRP tidak memiliki hak atas Ripple sebagai perusahaan dalam segi kepemilikan maupun keuntungan.”

    Sebagai tambahan, Ripple juga berargumen bahwa nilai nyata dari XRP tergantung dari transaksi yang terjadi di sekitarnya. Pihak Ripple menyatakan,

    “Memperlakukan XRP sebagai saham sangat berlawanan dengan sifat nyata XRP akibat adanya beberapa hal yang terikat dalam penerbitan saham.”

    Dari 23 yurisdiksi besar di pasar keuangan, sembilan masih belum melakukan peneguran terhadap perusahaan terkait crypto.

    14 yurisdiksi lainnya masih terlihat menggunakan strategi yang lebih lembut dibandingkan SEC yang mulai “menyerang” crypto.

    Namun, untuk XRP sendiri, walau masih menghadapi tekanan, nampaknya perusahaan masih terus melangkah untuk memberikan perkembangan dalam sisi operasional.

    Baca juga: Masih Menghadapi Ketidakpastian, XRP Tetap Naik 130% di 2021

    Saat ini XRP juga masih mendapat dukungan dari para investor dan pemilik tokennya, walau belum diberikan izin oleh Ripple.

    Selain itu, XRP juga dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk mengayomi mata uang digital bank sentral, walau belum ada kepastian.

    Sehingga, saat ini masih terdapat sentimen positif di sekitar XRP, yang kemungkinan besar dapat membuat harganya terus bergerak positif, melanjutkan beberapa hari terakhir.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sayap Ripple di Asia Pasifik Tak Terpengaruh Kasus dengan SEC

    Brad Garlinghouse, CEO Ripple Labs mengaku perluasan sayap perusahaannya di Asia Pasifik tidak terpengaruh kasus dengan SEC di Amerika Serikat.

    Ripple belum mengalami dampak apa pun dalam bisnisnya di Asia Pasifik setelah dituntut oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), kata Garlinghouse, Jumat (5/3/2021), dilansir dari Reuters.

    Pada akhir Desember 2020, SEC menuntut Ripple di pengadilan, terkait aset kripto XRP. Ripple dianggap melanggar aturan sekuritas. Menurut SEC, XRP tergolong penawaran sekuritas (kontrak investasi terhadap publik) senilai US$1,3 miliar.

    Kabar buruk itu, memaksa sejumlah bursa aset kripto di Amerikat Serikat dan di sejumlah negara lain, menangguhkan perdagangan XRP, sembari menantikan kepastian hukumnya.

    Baca Juga:  Coingate tangguhkan perdagangan xrp mulai 15 januari

    Maklumlah, XRP tergolong aset kripto “amat penting” karena berkapitalisasi pasar sangat tinggi, masuk 10 besar versi Coinmarketcap.com.

    “Tuntutan itu telah menghambat aktivitas di Amerika Serikat, tetapi tidak benar-benar memengaruhi apa yang terjadi pada kami di Asia Pasifik,” kata Garlinghouse.

    Katanya, Ripple dapat terus mengembangkan bisnis di Asia, khususnya di Jepang, karena kami memiliki kejelasan peraturan di pasar tersebut.

     

    Ia menambahkan, dia tidak mengetahui adanya bursa di luar Amerika Serikat yang telah menghentikan perdagangan XRP.

     

    “XRP diperdagangkan di lebih dari 200 bursa di seluruh dunia. Sebenarnya hanya tiga atau empat bursa di Amerika Serikat yang menghentikan perdagangan, ”ujarnya.

    Garlinghouse adalah salah satu dari dua eksekutif perusahaan yang dituduh oleh SEC pada Desember 2020, secara pribadi mendapatkan sekitar US$600 juta dari hasil penjualan XRP.

    Baca Juga: Soros dan Morgan Stanley Semakin Kepincut Bitcoin

    Gary Gensler, yang dicalonkan oleh Presiden Joe Biden untuk memimpin SEC, mengatakan dalam sidang di Kongres beberapa waktu lalu, untuk memberikan panduan dan kejelasan soal pasar aset kripto di negeri itu.

    Meskipun Bitcoin dianggap sebagai komoditas oleh regulator keuangan AS, sebagian besar aset kripto lainnya belum diklasifikasikan sebagai komoditas atau sekuritas.

    Ini adalah dampak dari ketidakjelasan peraturan, mengingat aset ini adalah kelas aset baru yang belum ada sebelumnya.

    Ripple sendiri telah menandatangani lebih dari 15 kontrak baru dengan sejumlah bank secara global sejak SEC mengajukan gugatannya, kata Garlinghouse, menambahkan bahwa ia percaya kurangnya kejelasan di Amerika Serikat telah menjadi “penghalang” untuk inovasi.

    “Kami melihat aktivitas likuiditas XRP tumbuh di luar Amerika Serikat dan terus tumbuh di Asia, tentunya di Jepang,” ujarnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC Setujui Revolusi Industri Kripto, Begini Dampaknya

    Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) telah setujui Revolusi Industri Kripto Volt dan ETF Teknologi. Hal ini memberi dampak positif serta kemudahan akses antara perusahaan dan eksposur signifikan terhadap Bitcoin (BTC).

    Dana yang diperdagangkan di bursa akan mendefinisikan sebagai entitas yang memegang mayoritas aset bersih mereka pada BTC.

    Atau jika tidak, menurut pengajuan dari SEC, mereka akan memperoleh sebagian besar pendapatan mereka dari Bitcoin, termasuk menambang, meminjamkan, serta bertransaksi.

    Kabarnya, 80% dari kepemilikan dana tersebut akan dialokasikan ke perusahaan-perusahaan yang sudah di sepakati.

    ETF sendiri baru akan muncul sebagai daftar New York Stock Exchange Arca di bawah simbol ticker BTCR.

    Sementara itu, regulator SEC memang telah mempertimbangkan wacana ini selama bertahun-tahun. Dan Jumat lalu, SEC mengumumkan akan menunda keputusan pada 4 Bitcoin EFT pertama yang didiskusikan selama 45 hari.

    Baca JugaBitcoin Naik Usai Ketua SEC Tegaskan Tidak Melarang Crypto

    SEC kemudian memundurkan timelinenya pada Global X Bitcoin Trust, Valkyrie XBTO Bitcoin Futures Fund, WisdomTree Bitcoin Trust, dan Kryptoin Bitcoin ETF pada masing-masing 21 November, 8, 11, dan 24 Desember.

    Tidak seperti proposal lain untuk Bitcoin ETF yang didukung secara fisik, dana Volt Equity langsung disetujui bahkan tanpa melacak harga Bitcoin atau menahan aset terlebih dahulu.

    Sebaliknya, Volt Equity mencari eksposur ke perusahaan yang menghasilkan sebagian besar bisnis mereka dari aktivitas yang berkaitan dengan Bitcoin.

    Dengan demikian, Volt Equity adalah jalan terdekat yang dimiliki investor Amerika Serikat dengan Bitcoin EFT untuk saat ini. Banyak spekulasi yang merajalela seputar tanda-tanda SEC yang semakin dekat akan menyetujui Bitcoin EFT.

    Namun nyatanya, menurut analis Bloomberg, Eric Balchunas, yang ia ungkap di laman Twitter pribadinya, regulator masih terus dalam proses mempertimbangkan dimana tempat terbaik untuk Bitcoin EFT dan Bitcoin futures untuk benar-benar disahkan.

    Optimisme seputar persetujuan potensial mungkin telah berkontribusi pada reli harga Bitcoin di awal minggu ini.

    Baca jugaApa yang Seru di Dunia Kripto Minggu Ini?

    Rasa aset kripto tersebut terpantau melonjak menjadi $ 55.000 pada hari Rabu karena total kapitalisasi pasar aset kembali ke $ 1 triliun. Hal itu juga menandai tonggak pertama dalam rentan waktu sekitar empat bulan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik Usai Ketua SEC Tegaskan Tidak Melarang Crypto

    Dominasi Bitcoin naik karena harganya melonjak menjadi $51.500. Kenaikan tersebut bertepatan dengan komentar Gary Gensler, Ketua SEC yang mengkonfirmasi bahwa Amerika Serikat tidak memiliki rencana untuk melarang crypto.

    Tak berjarak jauh dengan itu, salah satu Bank terbesar di Amerika Serikat juga mengungkapkan akan meluncurkan solusi penyimpanan crypto yang didukung oleh NYDIG

    Sayangnya, untuk saat ini solusi tersebut hanya akan menawarkan Bitcoin, dengan maksud untuk mendukung koin tambahan dari waktu ke waktu.

    Baca JugaGubernur The Fed Tegaskan Mereka Tidak Melarang Crypto!

    “Bulan ini semua mata tertuju pada persetujuan potensial SEC atas Bitcoin ETF. Semua itu akan lebih relevan mengingat dua perkembangan terakhir pada konferensi minggu lalu”.  Ungkap Gary Gensler menyinggung preferensinya untuk Bitcoin ETF.

    Selain tidak berniat melarang cryptocurrency, Gensler juga mencatat jika masalah stabilitas keuangan akan dapat terangkat oleh stablecoin sebagai prioritas agensi.

    Perwakilan anggota DPR Amerika Serikat. Patrick McHenry kemudian membidik tindakan dan sikap yang diambil oleh SEC mengenai aset digital di bawah kepemimpinan Gensler selama persidangan.

    McHenry menuduh kepala SEC gagal bertindak sesuai dengan praktik lama yang dipegang oleh agensi untuk memperhatikan komentar tentang pembuatan peraturan dan prosedur.

    “Beberapa komentar yang dibuat telah menimbulkan pertanyaan di pasar dan membuat segalanya menjadi kurang jelas. Orang-orang seharusnya membuat pernyataan yang tampaknya tidak masuk akal lebih dulu tanpa mengabaikan pembuatan aturan dengan mengeluarkan pernyataan tanpa proses yang semestinya. Lagipula, pada dasarnya orang-orang tersebut telah bertindak kasar terhadap investor Amerika.” Gensler memberi konfirmasi bahwasanya SEC mengikuti tindakan prosedur administratif.

    McHenry juga mengutip komentar yang dibuat oleh Gensler kepada Komite pada tahun 2019 ketika ia mengajar di MIT dan mengkritik keputusan sebelumnya dari SEC yang mengklasifikasikan BTC dan ETH sebagai komoditas.

    Baca jugaDC Comics Akan Meluncurkan NFT Batman dan Superman

    Ketika ditanya tentang pandangannya saat ini tentang masalah terkait masalah tersebut, Gensler menyatakan,

    “Saya tidak akan masuk ke satu token pun, tetapi saya pikir undang-undang sekuritas cukup jelas dan jika mereka mengumpulkan uang kemudian investasi publik dan memiliki ekspektasi keuntungan yang wajar berdasarkan upaya orang lain, itu telah sesuai dengan undang-undang sekuritas.”

    Sementara itu, sidang dilakukan pada hari yang sama ketika McHenry mengusulkan Clarity for Digital Tokens Act of 2021, yang sangat mengacu pada proposal safe harbour yang diajukan oleh Komisaris SEC pro-crypto, Hester Peirce, pada Februari 2020.

    Selama persidangan, McHenry menekan Gensler apakah dia telah meluangkan waktu untuk meninjau proposal Peirce.

    “Komisaris Peirce dan saya telah membicarakan pemikirannya tentang potensi pelabuhan yang aman. Saya pikir tantangan bagi publik Amerika adalah jika kita tidak mengawasi ini dan membawa perlindungan investor, orang akan dirugikan.”

    Gensler pun mengelak dan menjawab apakah dia telah meninjau proposal Peirce secara khusus.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hester Peirce: SEC Uji Coba Regulasi DeFi

    Dalam sebuah wawancara, Hester Peirce, regulator yang dikenal sebagai “Crypto Mom” yang bulan lalu dilantik sebagai komisaris di Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyatakan rencananya untuk lima tahun ke depan dan mengungkapkan beberapa hal terkait dengan regulasi DeFi.

    Keuangan terdesentralisasi atau DeFi memang menjadi topik hangat di kalangan pemangku kepentingan dan juga industri mata uang kripto. Ini mengingat proyek-proyek DeFi menjadi proyek berharga miliaran dolar bahkan lebih dan masih terbilang sangat baru.

    SEC sendiri merasa topik ini akan sulit untuk ditangani terkait dengan sistem protokol pinjaman non-kustodian, aset dan bursa sintetis, dan belum lagi referensi-referensi lainnya. Beberapa pengacara mengajukan kajian terkait dengan distribusi aset dalam DeFi. Namun, jelas DeFi mengusung protokol desentralisasi, yang kontrol dan kendali dalam jaringan bukan dibebankan kepada hanya satu entitas.

    Baca Juga: Perbedaan Decentralized Finance (DeFi) dan Keuangan Tradisional

    Prioritas Utama Hester Peirce

    “Tujuan DeFi, dari perspektif yang saya pahami, adalah untuk menghilangkan perantara dan memungkinkan orang untuk terlibat satu sama lain secara langsung,” ujar Hester Peirce. “Dan biasanya, cara regulator mengatur sistem keuangan adalah dengan mengatur perantara (yang terlibat) tersebut.”

    Dikenal sebagai salah satu pendukung mata uang kripto, Pierce ingin mengubah peraturan yang ada, untuk lebih memudahkan masyarakat Amerika dalam mengakses pasar mata uang kripto yang telah diregulasi. Nantinya, regulasi ini akan membuat lebih banyak perusahaan kripto untuk mengatur dan menggalang dana dalam kerangka kerja yang wajar.

    “Prioritas utama saya, terkait banyak hal, dan bukan hanya mencakup lingkup kripto, adalah membuat cara untuk memungkinkan banyak orang di pasar untuk terlibat dalam transaksi yang saling menguntungkan.” ujarnya.

    Salah satu rencata utama Peirce untuk lingkup kripto adalah melakukan revisi draf kebijakan “safe harbor” yang akan memberikan perusahaan mata uang kripto waktu selama tiga tahun untuk mengalihkan kekuasaannya kepada komunitas yang mereka miliki.

    Di luar semua hal tersebut, banyak orang di dunia kripto berharap Peirce akan menjadi penyelamat industri ini. Namun, Peirce sendiri hanya bisa mengikuti kebijakan yang ada. Terlebih masih banyak rekan komisaris lain yang sikapnya kurang mendukung industri ini.

    Baca Juga: Rusia Bangun Sistem Pemantauan Transaksi Kripto Gunakan AI

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peter Brandt Memiliki Pandangan Bullish untuk XRP, Bahkan Mencetak ATH Baru

    Koin dari Ripple Labs, XRP, telah cukup kehilangan kabar beberapa waktu ini karena tergeser beberapa berita utama dari Bitcoin, pembaruan Ethereum, Solana dan juga pembaruan Alonzo Cardano yang baru saja terjadi beberapa hari lalu.

    Dengan perselisihan Ripple dengan SEC AS, token ini seakan tenggelam dan hanya berjalan di antara para penggemarnya saja.

    Namun, rupanya Altcoin ini telah mempertahankan dukungan on-chain yang kuat dan aktivitas jaringan yang meningkat. Tentunya, ini diperkirakan akan dapat membantunya menembus level tertinggi baru (ATH).

    Pedagang veteran Peter Brandt juga melihat potensi jangka panjang yang konstruktif di XRP, dengan membenarkan bahwa itu akan mengalami ledakan harga.

    Baca Juga: Analis Kripto Populer Beberkan Alasan Cardano Akan Setara Dengan Ethereum

    Brandt menunjuk ke arah pembentukan pola “Head and Shoulder” Bullish pada grafik jangka panjang yang menunjukkan bahwa itu bisa bersiap untuk pergerakan naik berikutnya. Resistance kunci berikutnya untuk Altcoin tini erletak di $1,17, menembus yang dapat meretest titik High tiga bulan sebelumnya yang diikuti oleh High tahunan.

    Aktifitas Jaringan XRP Meningkat

    Aktivitas jaringan untuk altcoin telah meningkat ke level tertinggi baru, jumlah alamat aktif yang berinteraksi dengan jaringan mencapai 6.700 minggu ini, melihat lompatan 394% dari minggu lalu. Kenaikan jumlah alamat dompet sering diikuti oleh kenaikan harga karena banyaknya pengguna baru dengan harapan mendapat untung dari lonjakan harga yang masuk.

    Koin Ripple ini juga bisa mendapatkan keuntungan dari pertempuran hukum yang sedang berlangsung dengan SEC dimana terdakwa Ripple telah menawarkan kasus yang kuat terhadap argumen keamanan SEC.

    Gugatan SEC memainkan peran penting dalam menghentikan aksi harga XRP ketika pasar crypto lainnya booming. Namun, hal yang sama dapat membalikkan keadaan dan seperti yang diharapkan oleh banyak pendukung XRP, hasil positif dapat mengubah harga menjadi menguntungkan.

    Baca Juga: Glassnode: Tekanan Pasokan Bitcoin Dapat Memicu Siklus Bulls Baru

    Perkembangan terbaru dalam kasus ini tampaknya tergantung pada Tes Howey dan mengapa Ethereum mendapat izin gratis saat XRP sedang diburu.

    SEC baru-baru ini mengakui secara resmi bahwa mereka gagal memberi tahu pihak ketiga dan Ripple tentang status keamanan XRP. Ini pada gilirannya dapat menempatkan kesaksian Hinman baru-baru ini di bawah pemindai dan perintah pengadilan berdasarkan itu dapat membantu lonjakan token ke level tertinggi baru. Kita lihat saja!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketua SEC Akhirnya Buka Suara Bahas Regulasi Crypto!

    Ketua dari Securities and Exchange Commission (SEC) baru saja memberikan pandangannya terhadap pasar crypto secara menyeluruh.

    Dari beberapa pandangannya, salah satu hal yang dijadikan sorotan utama oleh publik adalah pandangannya mengenai regulasi.

    Ketua SEC Buka Suara Tentang Regulasi Crypto

    Gary Gensler, Ketua SEC terbaru, baru saja memberikan pandangannya mengenai kondisi pasar crypto dan kebutuhan regulasi di Amerika Serikat.

    Ia menyatakan bahwa saat ini crypto merupakan sebuah hal yang baru dan masih sangat rentan terhadap adanya perilaku kecurangan.

    Pernyataan tersebut ia sampaikan akibat banyaknya transaksi yang tidak legal dan juga penipuan yang bergerak di pasar crypto.

    Oleh karena itu setelah mendapatkan tuntutan dari pemerintah dan publik untuk memberi pandangannya, ia akhirnya menyampaikan suara.

    Gensler menyatakan bahwa pasar crypto merupakan sebuah hal yang perlu diregulasi dengan ketat terutama oleh SEC.

    Ia merasa dengan adanya regulasi yang lebih ketat dan juga adanya pengawasan dari SEC crypto di Amerika dapat tumbuh lebih baik.

    Pandangan yang ia berikan bertujuan untuk melindungi investor di Amerika untuk mengadopsi crypto dengan cara yang lebih aman.

    Selanjutnya, ia juga menyatakan bahwa nantinya regulasi akan lebih ketat terhadap crypto namun tidak akan membatasinya.

    Gary Gensler juga memperingatkan bahwa nantinya SEC akan lebih ketat mengawasi bursa crypto dan juga perusahaan terkait crypto.

    Ia bahkan mengajak pihak-pihak tersebut untuk kerja sama agar dapat dibantu dan dipandu pertumbuhannya juga oleh SEC.

    Intinya melalui beberapa pernyataan resminya terkait regulasi, saat ini Gary Gensler memperingatkan bahwa regulasi terhadap crypto akan lebih ketat.

    Baca Juga: Cara Bijak Atur Keuangan Awal Bulan, Check!

    Masih Mendukung Crypto

    Untuk diperjelas, Gary Gensler tidak menentang pertumbuhan crypto, bahkan ia menjadi salah satu pihak di pemerintah yang mengakui baiknya inovasi ini.

    Ia mengakui bahwa Satoshi Nakamoto telah menciptakan suatu hal yang penting terutama dalam mendorong teknologi blockchain dan kriptografi.

    Pandangan terhadap Satoshi Nakamoto dari Gary Gensler adalah sebuah pandangan yang positif sehingga dapat dianggap sebagai sebuah dukungan.

    Gensler menyatakan bahwa apa yang dibawa oleh Satoshi Nakamoto dalam inovasinya di 2008 adalah sebuah hal yang mendorong adopsi internet lebih tinggi.

    Ia juga menambahkan bahwa apa yang terjadi saat ini bukan sebuah hal yang akan pudar dengan cepat namun dapat bertahan.

    Berikutnya ia juga menyatakan bahwa walau banyak pihak di pemerintah yang ingin crypto hilang, ia percaya teknologi ini dapat membawa hal positif.

    Namun satu hal yang perlu diketahui bahwa nampaknya Gensler hanya terfokus pada Bitcoin akibat ia juga menyatakan bahwa,

    “Saya sudah mempelajari bidang ini secara menyeluruh. Saya bisa menyatakan bahwa Bitcoin adalah satu-satunya inovasi nyata.”

    Pernyataan tersebut diartikan banyak hal oleh pasar, namun sebagian besar menganggap hal tersebut sebagai dukungan untuk Bitcoin namun tidak untuk crypto.

    Pandangan tersebut diperkuat dengan Gary Gensler yang menyatakan bahwa crypto adalah sebuah aset spekulatif dengan risiko tinggi untuk menyimpan kekayaan.

    Kemungkinan Menyetujui ETF Bitcoin

    Dengan banyaknya pernyataan yang terlihat mendukung teknologi Bitcoin dan inovasinya di pasar keuangan, muncul narasi baru.

    Narasi tersebut adalah kemungkinan persetujuan terhadap perizinan Reksadana ETF Bitcoin yang selama ini belum disetujui SEC.

    Dari pernyataan Gensler, nampaknya investor menganggap bahwa SEC dalam langkah untuk menyetujui Bitcoin ETF.

    Pernyataan yang diambil dari Gary Gensler dalam potensi persetujuan ini adalah saat ia menyatakan bahwa ETF Bitcoin yang teregulasi akan aman untuk investor.

    Ia juga menyinggung adanya kemungkinan untuk menciptakan ETF berbasis Kontrak Berjangka Bitcoin yang diterbitkan oleh CME atau Chicago Merchantile Exchange.

    Namun satu hal yang membuat pasar bimbang adalah pernyataannya yaitu ETF akan berada di bawah regulasi Mutual Fund.

    Mutual Fund berada di bawah regulasi yang sama dengan saham di Amerika, sehingga dapat membuat kerancuan antara crypto sebagai saham atau komoditas.

    Baca Juga: Alasan Kepala SEC Baru Berdampak Positif untuk Pasar Crypto

    Tapi untuk saat ini nampaknya SEC masih dalam tahap pendalaman mengenai permasalahan tersebut agar regulasi terbentuk dengan baik.

    Satu hal yang pasti adalah Gary Gensler menganggap saat ini perlindungan terhadap investor melalui regulasi masih sangat kurang.

    Sehingga ke depannya akan ada beberapa regulasi dan syarat ketat sebelum ETF Bitcoin atau ETF crypto lainnya tercipta.

    Jadi, terciptanya dan disetujuinya Bitcoin ETF masih menjadi sebuah hal yang mungkin, namun masih belum diketahui kapan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kelanjutan dan Prediksi Dampak Hasil Sidang Ripple dan SEC

    Terdapat kabar terbaru lagi mengenai sidang Ripple (XRP) dengan Securities and Exchange Commission (SEC).

    Setelah sebelumnya dikabarkan telah mendapatkan akses untuk mencari data dari rekan luar negeri Ripple, saat ini SEC mulai terhambat lagi.

    Kelanjutan Sidang Ripple dengan SEC

    Hambatan bagi pihak SEC ini datang dari hakim yang nampaknya membatasi SEC dalam haknya untuk mencari data terkait kasus penjualan XRP.

    Sebelumnya SEC telah melakukan pengajuan permohonan pencarian data lebih dalam terhadap Ripple.

    Permohonan tersebut untuk dapat melihat percakapan yang telah terjadi antara pengacara Ripple dengan Ripple.

    Permintaan tersebut ditolak oleh hakim, sehingga SEC tidak dapat mencari data atau “menggeledah” Ripple lebih dalam lagi.

    Hal tersebut menjadi hambatan untuk SEC mencari bukti lanjutan untuk membuktikan bahwa Ripple adalah pihak yang salah.

    Memang perlu diakui juga bahwa permintaan SEC tersebut cukup melewati batas, mengingat percakapan tersebut adalah percakapan dan strategi pribadi Ripple.

    Hal ini dinilai kurang etis jika satu pihak dalam kasus sidang melihat strategi pribadi lawannya karena itu merupakan hak dari pihak Ripple.

    Perlu diketahui bahwa sebelumnya SEC sudah mendapatkan hak untuk “menggeledah” beberapa rekan Ripple dari luar negeri.

    Melihat permintaan untuk melihat lebih dalam lagi, nampaknya dapat dikatakan bahwa SEC mulai kehabisan langkah untuk membuktikan Ripple sebagai pihak yang salah.

    Baca Juga: Bitcoin Masih Ngambang, Cardano (ADA) Sentuh Profit Area

    Ripple Terlihat Unggul

    Selain penolakan tersebut, saat ini terdapat satu perdebatan yang terjadi, dimana saat ini Ripple yang menyerang SEC.

    Ripple menyatakan bahwa SEC juga bersalah sejak awal kasus ini akibat mereka terlambat untuk menegur atau menuntut Ripple terhadap penjualan XRP.

    Seharusnya SEC menegur saat penjualan tersebut terjadi, namun kenyataannya penuntutan terjadi 8 Tahun kemudian, di 2020, setelah XRP mengalami apresiasi yang signifikan.

    Hal tersebut juga disetujui oleh hakim pengadilan, Sarah Netburn, yang menyatakan bahwa SEC terlambat 8 Tahun untuk melakukan penuntutan.

    Baca Juga: Mengenal Ripple Lebih Dekat.

    Hakim juga melanjutkan bahwa kesalahan seharusnya berada di SEC yang gagal untuk menyediakan informasi kepada Ripple mengenai regulasi yang tepat untuk XRP dianggap sebagai crypto.

    Namun untuk saat ini hakim masih belum membuat keputusan apa pun mengenai siapa pihak yang bersalah dan masih akan memberi waktu untuk kedua pihak melakukan pembelaan.

    Jika kita melihat dari kabar ini nampaknya Ripple saat ini masih berada di pihak yang unggul, melihat kondisi di sekitarnya dan pandangan hakim terhadap kasus saat ini.

    Prediksi Dampak Hasil

    Sejak awal memang Ripple tidak ingin menyelesaikan kasus dengan jalur “damai” karena mereka ingin membela hak crypto di Amerika.

    Sehingga kemungkinan besar jika kasus ini telah berakhir dan Ripple memenangkan kasusnya, kejayaan tidak hanya akan dirasakan oleh Ripple tapi untuk seluruh pasar crypto.

    Untuk Ripple sendiri nampaknya jika kasus telah dimenangkan, adopsinya nampak terlihat akan lebih luas.

    Hal ini tercermin dari Ripple yang walau masih menghadapi kasus juga masih tetap mengalami peningkatan adopsi, sehingga dapat membuka jalan untuk adopsi lebih luas ketika tidak lagi terikat kasus.

    Saat ini Ripple juga terlihat fokus untuk membuat jaringan ledger untuk mewadahi Central Bank Digital Currency (CBDC) atau Mata Uang Digital Bank Sentral.

    Adopsi ini cukup mungkin akibat Ripple yang masih memiliki sifat sentralisasi sehingga nampaknya dapat menarik perhatian bank sentral.

    Beberapa bursa juga terlihat akan mendaftarkan kembali XRP untuk diperdagangkan.

    Salah satu bursa terlihat telah mempimpin dengan mendaftarkan XRP kembali untuk diperdagangkan yaitu platform Gemini.

    Oleh karena itu, nampaknya saat ini sentimen positif terhadap XRP terlihat cukup banyak, tapi memang semua masih bergantung pada hasil sidang.

    Namun perlu diketahui juga bahwa XRP adalah salah satu crypto yang masih memiliki sifat sentralisasi yang tinggi.

    Hal tersebut juga terlihat dari alokasi XRP dimana 80% dikendalikan dan disimpan oleh perusahaan yang membuatnya rentan terhadap manipulasi.

    Kerawanan ini juga terlihat dengan mudahnya perpindahan XRP dalam jumlah banyak terjadi oleh Ripple, dimana kemarin menjadi contohnya.

    Kabar baiknya semua XRP tersebut terlihat dikunci dan tidak dijual oleh Ripple, sehingga bukan menandakan manipulasi.

    Namun pergerakan dana ini mengingatkan kembali betapa besarnya pengaruh Ripple terhadap pergerakan XRP, yang dapat dijadikan pertimbangan.

    Tapi Ripple sendiri memiliki teknologi yang cukup efisien dan juga ramah lingkungan sehingga dari sisi teknologi XRP layak jadi unggulan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • JPMorgan Ungkapkan Perkiraan Tanggal Persetujuan ETF Bitcoin Spot

    Analis JPMorgan telah mengungkapkan bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) perlu memberikan persetujuan untuk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin Spot. Mereka memprediksi bahwa persetujuan ini dapat terjadi dalam waktu dekat.

    Analis yang dipimpin oleh Nikolaos Panigirtzoglou memperkirakan bahwa beberapa aplikasi ETF Bitcoin akan disetujui oleh SEC “dalam beberapa bulan” mendatang. Mereka menekankan kemungkinan terjadinya persetujuan sebelum batas waktu pengajuan Ark Invest pada tanggal 10 Januari 2024, serta pengajuan 21Shares.

    Optimisme mengenai persetujuan ETF Bitcoin ini diperkuat oleh keputusan SEC untuk tidak mengajukan banding terhadap keputusan pengadilan baru-baru ini yang mendukung Grayscale Investments.

    Pada pekan lalu, SEC membiarkan kasus Grayscale berakhir di tingkat banding, yang dimenangkan oleh perusahaan dalam pengadilan bulan sebelumnya.

    Optimis ETF Bitcoin Disetujui

    The seal of the U.S. Securities and Exchange Commission hangs on the wall at SEC headquarters in Washington, June 24, 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.
    The seal of the U.S. Securities and Exchange Commission hangs on the wall at SEC headquarters in Washington, June 24, 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.

    Baca juga: SEC Sudahi Gugatan Kasus Ripple, Harga XRP Melejit!

    Para analis mencatat bahwa perkembangan ini telah meningkatkan optimisme terhadap kemungkinan persetujuan beberapa ETF Bitcoin spot. Mereka juga mengindikasikan bahwa keputusan pengadilan dapat memaksa SEC untuk memberikan persetujuan ETF Bitcoin spot.

    Saat ini, Grayscale Bitcoin Trust merupakan dana Bitcoin terbesar di dunia dengan aset yang dikelola (AUM) mencapai US$ 17,7 miliar. Diperkirakan bahwa Grayscale akan menghadapi tekanan untuk mengurangi biaya produknya jika ETF Bitcoin spot disetujui.

    Para analis juga memperkirakan bahwa diskon yang biasanya terjadi pada Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) terhadap nilai aset bersih kemungkinan akan menghilang karena adanya mekanisme arbitrase penebusan/penciptaan saham dalam struktur ETF.

    Menurut laporan JPMorgan, menghilangkan diskon ini dapat memberi investor keuntungan sebesar US$ 2 miliar. Analis juga menegaskan bahwa SEC tidak mungkin memberikan keuntungan sebagai penggerak pertama bagi pemohon ETF Bitcoin mana pun dan kemungkinan akan menyetujui beberapa ETF sekaligus.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com