Tag: sec

  • BlackRock Kejutkan Pasar Kripto, Ajukan ETF Ethereum Staking ke SEC!

    Raksasa manajemen aset dunia, BlackRock, kembali membuat gebrakan di industri kripto. Perusahaan ini resmi mengajukan permohonan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat untuk meluncurkan Exchange-Traded Fund (ETF) Ethereum berbasis staking.

    Langkah ini menyusul kesuksesan besar ETF Bitcoin BlackRock yang diluncurkan pada 2024. Produk tersebut mencatatkan kinerja luar biasa, bahkan melampaui pendapatan tahunan seluruh ETF tradisional BlackRock lainnya yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun. Keberhasilan itu kini menjadi sinyal positif bagi Ethereum, karena berpotensi menarik lebih banyak investor institusional dan konvensional ke ekosistem kripto terbesar kedua di dunia tersebut.

    Apa Itu Staking Ethereum?

    Dilaporkan Cryptonomist, staking merupakan mekanisme di mana pemilik aset kripto “mengunci” koin mereka untuk membantu jaringan memverifikasi transaksi. Sebagai imbalannya, investor akan memperoleh reward staking dalam bentuk aset yang sama, menyerupai dividen pada saham. Untuk Ethereum, imbal hasil staking umumnya berada di kisaran 3–4 persen per tahun (APY).

    Sejak 2022, Ethereum telah beralih dari mekanisme Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS). Perubahan ini menghilangkan proses penambangan dan menjadikan staking sebagai komponen utama dalam validasi transaksi jaringan Ethereum.

    Baca juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust

    ETF Ethereum Staking: Pilihan Baru Investor

    Sebelumnya, BlackRock telah memiliki ETF Ethereum, namun produk tersebut belum mengakomodasi fitur staking karena belum mendapat persetujuan regulator saat peluncuran. Alih-alih mengubah ETF yang sudah ada, BlackRock memilih mengajukan ETF baru khusus Ethereum staking.

    Jika disetujui, investor akan dihadapkan pada dua pilihan: ETF Ethereum yang hanya mengikuti pergerakan harga, atau ETF Ethereum yang sekaligus menghasilkan imbal hasil dari staking. Dengan tingginya minat investor terhadap produk berimbal hasil, ETF staking diperkirakan akan menjadi opsi favorit.

    Sebelum BlackRock, Grayscale tercatat sebagai manajer aset pertama yang meluncurkan ETF Ethereum staking pada Oktober 2025. Kehadiran produk Grayscale disebut membuka jalan bagi masuknya pemain besar lainnya, termasuk BlackRock.

    ETF vs Kepemilikan Langsung Kripto

    Meski ETF menawarkan kemudahan bagi investor tradisional, terdapat perbedaan mendasar dibandingkan kepemilikan kripto secara langsung (self-custody). Dalam ETF, aset kripto disimpan dan dikelola oleh pihak penerbit, sehingga investor tidak memiliki kontrol penuh atas aset tersebut.

    Konsekuensinya, transaksi jual beli hanya bisa dilakukan pada jam perdagangan pasar, serta dikenakan biaya pengelolaan tahunan. Sebaliknya, kepemilikan langsung melalui dompet kripto memungkinkan pengguna memindahkan, menukar, atau menjual aset kapan saja, dengan biaya terbatas pada ongkos transaksi jaringan.

    Karena alasan tersebut, sebagian investor tetap memilih self-custody wallet untuk mengelola aset kripto mereka secara mandiri, termasuk untuk memanfaatkan peluang staking di luar ETF.

    Dampak bagi Pasar

    Pengajuan ETF Ethereum staking oleh BlackRock dinilai sebagai sinyal kuat meningkatnya adopsi kripto oleh institusi keuangan global. Jika disetujui SEC, produk ini berpotensi memperluas akses investor tradisional ke Ethereum sekaligus memperkuat posisi aset kripto sebagai instrumen investasi berimbal hasil di pasar keuangan global.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Diam-Diam Menggebrak! SEC Luncurkan Project Crypto, Investor Heboh!

    Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengguncang dunia keuangan dengan memperkenalkan “Project Crypto”, sebuah inisiatif besar yang menandai langkah resmi Amerika Serikat menuju integrasi teknologi blockchain dalam sistem pasar nasional. Program yang diumumkan langsung oleh Ketua SEC Paul Atkins itu disebut-sebut sebagai perubahan regulasi paling signifikan dalam industri aset digital selama beberapa tahun terakhir.

    Dalam pidato resminya, Atkins menegaskan bahwa blockchain akan menjadi “peningkatan struktural” bagi infrastruktur keuangan, bukan pengganti total sistem yang ada. Ia menekankan bahwa fokus utama Project Crypto adalah tokenisasi aset, bukan transformasi ke sistem berbasis Bitcoin.

    Modernisasi Aturan Pasar AS

    Dilaporkan Coincu, Project Crypto dirancang untuk memperbarui kerangka regulasi sehingga lebih selaras dengan teknologi on-chain yang semakin berkembang. Rencana ini mencakup:

    • Penyederhanaan aturan terkait self-custody aset digital.
    • Penyelarasan lisensi bagi platform yang menawarkan crypto securities dan aset non-sekuritas.
    • Penciptaan lingkungan regulasi yang lebih stabil untuk memikat inovasi dan modal institusional.

    Langkah ini dinilai sebagai titik balik kebijakan SEC, yang sebelumnya dikenal sangat ketat terhadap industri crypto.

    Respons Pasar: Hati-hati Tapi Optimistis

    Pelaku industri memberikan sambutan hangat namun tetap waspada. Komisaris SEC Hester Peirce memuji inisiatif tersebut sebagai upaya nyata mengurangi hambatan bagi perusahaan aset digital. Pemimpin industri lainnya menilai perubahan ini membawa harapan menuju pendekatan regulasi yang lebih seimbang.

    Meskipun begitu, reaksi pasar masih bercampur. Banyak investor menunggu implementasi teknis dari kebijakan baru ini sebelum mengambil langkah besar.

    Dampak ke Bitcoin: Harga Berfluktuasi, Minat Tetap Tinggi

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 7 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 7 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Di tengah pengumuman besar SEC, Bitcoin (BTC) tercatat diperdagangkan pada $89.343,97 dengan kapitalisasi pasar $1,78 triliun. Meski mengalami kenaikan 1,05% dalam 24 jam terakhir, BTC masih mencatat penurunan tajam sebesar 26,75% dalam 60 hari terakhir.

    Para analis dari Coincu Research menyebut Project Crypto berpotensi mempercepat adopsi aset digital oleh institusi besar. Meskipun volatilitas harga masih tinggi, fokus pada tokenisasi diprediksi membuka pintu bagi partisipasi yang lebih luas di masa depan.

    Dengan peluncuran Project Crypto, banyak pihak menilai bahwa AS mulai memasuki fase baru, fase di mana aset digital bukan lagi eksperimen pinggiran, melainkan bagian dari sistem keuangan modern.

    Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kasus SEC vs Justin Sun Berujung Denda $10 Juta, Tuduhan Dicabut

    Otoritas pasar modal Amerika Serikat, U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), resmi menutup gugatan hukum terhadap pengusaha kripto Justin Sun dan ekosistem TRON setelah tercapai kesepakatan penyelesaian dengan pembayaran denda sebesar $10 juta.

    Denda tersebut dilaporkan dibayarkan oleh perusahaan Rainberry, entitas yang sebelumnya dikenal sebagai BitTorrent Inc., yang kini berada di bawah ekosistem Tron.

    Dengan kesepakatan ini, sejumlah tuduhan yang sebelumnya diajukan oleh regulator, termasuk manipulasi pasar dan praktik wash trading, resmi dicabut.

    Menariknya, penyelesaian ini dilakukan tanpa Justin Sun mengakui ataupun membantah tuduhan yang sebelumnya diajukan oleh SEC.

    Baca Juga: Prediksi Harga Ethereum ala Justin Sun: Tembus $10.000

    Latar Belakang Gugatan

    Sebagaimana dikutip dari Cointelegraph, SEC sebelumnya menggugat Justin Sun dan beberapa perusahaan terkait pada tahun 2023.

    Dalam gugatan tersebut, regulator menuduh Sun melakukan berbagai pelanggaran hukum sekuritas, termasuk manipulasi pasar terhadap token kripto tertentu.

    Salah satu tuduhan utama adalah praktik wash trading, yaitu aktivitas perdagangan yang dilakukan untuk menciptakan kesan adanya volume transaksi tinggi tanpa perubahan kepemilikan aset secara nyata.

    SEC juga menuding adanya promosi token yang dianggap melanggar aturan sekuritas Amerika Serikat.

    Kasus tersebut menjadi salah satu dari sejumlah langkah penegakan hukum yang dilakukan regulator AS terhadap industri kripto selama beberapa tahun terakhir.

    Namun setelah proses hukum berjalan, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan yang mengakhiri sengketa tersebut.

    Penyelesaian Tanpa Pengakuan Kesalahan

    Pengusaha kripto, Justin Sun

    Dalam kesepakatan tersebut, pembayaran denda dilakukan tanpa adanya pengakuan kesalahan dari pihak Justin Sun.

    Model penyelesaian seperti ini cukup umum dalam kasus yang melibatkan SEC. Dengan pendekatan tersebut, regulator dapat menutup kasus melalui penyelesaian finansial tanpa harus melalui proses pengadilan panjang.

    Bagi pihak yang dituduh, mekanisme ini juga memungkinkan mereka menghindari risiko keputusan pengadilan yang berpotensi lebih merugikan.

    Dengan tercapainya kesepakatan ini, kasus yang sebelumnya menjadi perhatian besar di industri kripto akhirnya resmi berakhir.

    Sinyal Perubahan Pendekatan Regulasi

    Beberapa analis menilai penyelesaian kasus ini juga mencerminkan perubahan dinamika dalam pendekatan regulasi kripto di Amerika Serikat.

    Tim Research Tokocrypto menilai nilai denda yang relatif kecil dibandingkan dengan skala bisnis Justin Sun menunjukkan bahwa regulator mungkin sedang berupaya menyelesaikan sejumlah kasus lama.

    “$10 juta itu receh buat Justin Sun, apalagi dibanding dana investasi $75 juta dia di proyek World Liberty-nya Trump. Ini bukti SEC lagi mode pembersihan kasus lama Gary Gensler demi iklim yang lebih ramah di bawah administrasi baru,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut merujuk pada perubahan kepemimpinan dan kebijakan yang berpotensi memengaruhi pendekatan regulator terhadap industri kripto.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Penutupan kasus ini dapat memberikan sinyal penting bagi pelaku industri kripto, terutama terkait arah regulasi di Amerika Serikat.

    Selama beberapa tahun terakhir, SEC dikenal cukup agresif dalam mengambil tindakan hukum terhadap berbagai proyek kripto.

    Gugatan terhadap perusahaan, bursa, maupun individu menjadi salah satu strategi utama regulator untuk menegakkan aturan sekuritas di sektor aset digital.

    Namun dengan penyelesaian sejumlah kasus melalui mekanisme settlement, beberapa pengamat melihat adanya kemungkinan perubahan pendekatan menuju lingkungan regulasi yang lebih stabil.

    Bagi ekosistem Tron, penyelesaian ini juga dapat menghilangkan salah satu ketidakpastian hukum yang sebelumnya membayangi proyek tersebut.

    Baca Juga: Diam-Diam Menggebrak! SEC Luncurkan Project Crypto, Investor Heboh!

    Masa Depan Tron dan Justin Sun

    Sebagai salah satu tokoh paling dikenal di industri kripto, Justin Sun kerap menjadi sorotan publik karena berbagai inisiatif bisnis dan investasi yang ia lakukan.

    Selain mengembangkan ekosistem Tron, Sun juga dikenal aktif melakukan investasi di berbagai proyek blockchain dan teknologi finansial.

    Dengan ditutupnya kasus SEC ini, perhatian pasar kemungkinan akan kembali berfokus pada pengembangan ekosistem Tron serta berbagai proyek baru yang terkait dengan Justin Sun.

    Ke depan, dinamika hubungan antara regulator dan industri kripto di Amerika Serikat akan tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi arah perkembangan pasar global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC Tengah Hancurkan Perlindungan Investor, Ekonomi AS Bisa Terpuruk!

    Dalam langkah yang mengejutkan banyak pihak, Securities and Exchange Commission (SEC) di bawah pimpinan Paul Atkins dikritik keras karena dianggap sedang menghancurkan perlindungan investor yang telah menjadi misi utama lembaga ini sejak 1934.

    Menurut Dennis M. Kelleher, Amanda Fischer, dan Benjamin Schiffrin dari Better Markets, perubahan ini bukan sekadar soal investor kecil atau regulasi niche seperti ESG atau DEI. Dampaknya meluas hingga seluruh pasar finansial dan ekonomi AS.

    Sejak awal kepemimpinan Atkins, SEC bergerak menjauh dari tujuan historisnya untuk melindungi investor dan pasar, dan malah lebih fokus melindungi kepentingan manajemen dan industri keuangan. Ini termasuk pembatasan hak investor untuk mengajukan gugatan, pengurangan keterbukaan informasi, dan melemahkan alat pengawasan seperti Consolidated Audit Trail (CAT). Bahkan tindakan penegakan hukum terhadap potensi penipuan dan industri kripto kini jauh berkurang.

    Dampak Ekonomi AS

    Baca juga: Akankah XRP Capai ke $5, Jika SEC Setujui ETF Bulan Ini?

    Akibatnya, investor berisiko menghadapi informasi yang lebih sedikit, keputusan investasi yang salah arah, dan pasar yang kurang efisien. Langkah-langkah ini juga berpotensi merusak proses pembentukan modal, harga aset yang adil, dan bahkan standar hidup masyarakat Amerika. Kritik tajam muncul karena banyak kebijakan ini diambil tanpa konsultasi publik atau transparansi memadai, termasuk pencabutan aturan terkait pengungkapan ESG dan gaji eksekutif, serta pembatasan akses investor terhadap tindakan hukum kolektif.

    Yang lebih mengkhawatirkan, SEC kini mempermudah investor ritel masuk ke pasar privat tanpa proteksi yang memadai. Dengan dorongan legislasi yang memungkinkan penerbit crypto menawarkan token hingga miliaran dolar tanpa pengungkapan signifikan, investor publik berisiko menghadapi kerugian besar tanpa jalur hukum yang jelas.

    Sementara itu, CAT, alat utama untuk memantau pasar dan mencegah manipulasi, dihadapkan pada upaya pemangkasan data dan pembiayaan, mengurangi kemampuan SEC untuk menegakkan hukum.

    Secara keseluruhan, pergeseran ekstrem SEC dari perlindungan investor ke kepentingan korporasi dan manajemen dapat menggerus kepercayaan pada pasar keuangan AS, menurunkan efisiensi pasar, dan mengancam ekonomi secara keseluruhan.

    Jika tren ini berlanjut, bukan hanya investor yang rugi—semua warga Amerika bisa merasakan dampaknya melalui penurunan kekayaan, kesempatan, dan standar hidup.

    Baca juga: SEC Akhirnya Setujui 21Shares ETF Solana, Jalan Terbuka Menuju $300?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NYSE Arca Kantongi Izin SEC, Perdagangan Opsi Multi-Aset Kripto

    Regulator pasar modal Amerika Serikat kembali mengambil langkah progresif dalam integrasi aset kripto ke dalam sistem keuangan tradisional.

    Cryptobriefing menyebut, Securities and Exchange Commission (SEC) resmi menyetujui perubahan aturan yang memungkinkan NYSE Arca untuk mencatat opsi atas trust berbasis komoditas yang memegang beberapa aset kripto sekaligus.

    Keputusan ini menandai pergeseran penting dari kebijakan sebelumnya yang hanya mengizinkan produk berbasis satu aset (single-asset trust).

    Dengan aturan baru ini, pasar kini membuka jalan bagi produk multi-asset trust, yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap beberapa kripto dalam satu instrumen sekaligus.

    Baca Juga: SEC Menyerah? Regulasi Kripto Tak Lagi Keras

    Evolusi Produk Kripto Terstruktur

    Langkah ini mencerminkan evolusi signifikan dalam pengembangan produk kripto terstruktur. Sebelumnya, investor yang ingin melakukan hedging atau strategi derivatif harus berurusan dengan aset tunggal seperti Bitcoin atau Ethereum secara terpisah.

    Kini, dengan adanya opsi berbasis multi-asset trust, investor dapat mengelola risiko dan eksposur secara lebih efisien dalam satu produk.

    Ini sangat relevan bagi institusi yang membutuhkan fleksibilitas tinggi dalam mengelola portofolio kripto mereka.

    Namun demikian, akses terhadap produk ini tidak dibuka secara bebas. SEC tetap menerapkan standar yang ketat untuk memastikan hanya aset kripto yang matang dan likuid yang dapat masuk ke dalam trust tersebut.

    Syarat Ketat untuk Setiap Aset

    Dalam aturan baru ini, setiap aset kripto yang ingin dimasukkan ke dalam trust harus memenuhi sejumlah kriteria penting.

    Salah satu syarat utama adalah memiliki nilai pasar harian rata-rata minimal US$700 juta selama periode 12 bulan.

    Selain itu, aset tersebut juga harus terhubung dengan pasar derivatif yang memiliki surveillance-sharing agreement dengan NYSE Arca.

    Mekanisme ini dirancang untuk meningkatkan transparansi dan mencegah manipulasi pasar, yang selama ini menjadi perhatian utama regulator.

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa meskipun SEC mulai membuka ruang inovasi, pengawasan tetap menjadi prioritas utama.

    Dampak bagi Investor dan Industri

    Persetujuan ini membawa implikasi besar bagi investor, khususnya institusi. Dengan hadirnya opsi multi-asset, strategi hedging menjadi lebih fleksibel dan efisien.

    Investor tidak lagi perlu membuka posisi terpisah untuk setiap aset, melainkan dapat mengelola risiko dalam satu instrumen terintegrasi.

    Selain itu, produk ini juga membuka peluang diversifikasi yang lebih luas tanpa harus keluar dari kerangka regulasi yang ketat.

    Ini menjadi nilai tambah penting, terutama bagi institusi yang memiliki batasan kepatuhan dalam berinvestasi di aset kripto.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah ini merupakan tonggak penting dalam perkembangan pasar derivatif kripto.

    “Ini ekspansi regulasi yang penting karena pasar opsi untuk produk multi-asset memberi investor kanal hedging dan eksposur yang jauh lebih fleksibel dengan guardrail yang tetap ketat. Dampaknya jelas positif buat legitimasi produk kripto terstruktur, tapi akses tetap disaring keras sehingga cuma aset besar dan cukup matang yang bisa lolos,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa manfaat utama dari kebijakan ini adalah peningkatan legitimasi, bukan sekadar ekspansi akses.

    Seleksi Ketat, Pasar Lebih Kredibel

    Meskipun membuka peluang baru, aturan ini secara tidak langsung juga menyaring aset kripto yang dapat berpartisipasi.

    Hanya aset dengan kapitalisasi besar, likuiditas tinggi, dan infrastruktur pasar yang matang yang berpotensi memenuhi kriteria.

    Hal ini berpotensi memperkuat dominasi aset kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum dalam produk-produk keuangan terstruktur.

    Di sisi lain, aset dengan kapitalisasi kecil atau likuiditas rendah kemungkinan besar akan tetap berada di luar radar produk institusional.

    Namun, pendekatan ini justru dapat meningkatkan kredibilitas pasar secara keseluruhan. Dengan standar yang jelas dan pengawasan yang ketat, risiko manipulasi dan ketidakstabilan dapat ditekan.

    BacaJuga: NYSE Siap Tokenisasi Saham, Sinyal Bullish Besar untuk Kripto

    Menuju Integrasi yang Lebih Dalam

    Persetujuan SEC terhadap opsi multi-asset trust di NYSE Arca menjadi sinyal bahwa integrasi antara pasar kripto dan keuangan tradisional semakin dalam.

    Produk-produk yang sebelumnya dianggap kompleks kini mulai mendapatkan tempat dalam kerangka regulasi yang jelas.

    Bagi industri kripto, ini adalah langkah maju menuju adopsi yang lebih luas, khususnya di kalangan institusi. Sementara bagi regulator, ini menunjukkan pendekatan yang semakin adaptif terhadap inovasi, tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.

    Ke depan, perkembangan ini berpotensi membuka jalan bagi lebih banyak produk turunan berbasis kripto yang lebih kompleks, namun tetap berada dalam pengawasan yang terstruktur dan transparan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kasus BitClout Disetop SEC, Angin Segar Buat Kripto?

    Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC), secara resmi menghentikan kasus hukum terhadap pendiri BitClout, Nader Al-Naji, setelah proses yang berlangsung selama dua tahun.

    Keputusan ini diambil dengan status dismissed with prejudice, yang berarti SEC tidak dapat mengajukan kembali tuntutan yang sama terhadap Al-Naji dalam perkara tersebut.

    Langkah ini langsung memicu perhatian luas di industri kripto karena berpotensi mencerminkan perubahan pendekatan regulator terhadap sektor aset digital.

    Baca Juga: Sinyal SEC: Gugatan Airdrop Dicabut, Aturan Token Berubah?

    Latar Belakang Kasus BitClout

    Sebagaimana dikutip dari Cointelegraph, kasus ini bermula dari tuduhan bahwa Al-Naji menghimpun lebih dari $257 juta melalui penjualan token BTCLT yang terkait dengan proyek BitClout.

    SEC juga menuduh adanya penyalahgunaan dana lebih dari $7 juta untuk kepentingan pribadi.

    Selain itu, proyek tersebut disebut menyesatkan investor dengan klaim desentralisasi yang tidak sepenuhnya akurat.

    Namun, setelah meninjau ulang bukti dan mempertimbangkan perkembangan terbaru dalam kebijakan internal, SEC memutuskan untuk menghentikan kasus tersebut.

    Peran Crypto Task Force

    Keputusan penghentian ini tidak terlepas dari pengaruh crypto task force yang dibentuk SEC pada Januari 2025.

    Tim ini bertugas mengevaluasi ulang pendekatan regulator terhadap industri kripto, termasuk kasus-kasus yang sedang berjalan.

    Langkah ini menunjukkan adanya upaya untuk menyesuaikan strategi penegakan hukum dengan dinamika industri yang terus berkembang.

    Apa Arti “Dismissed with Prejudice”?

    Status hukum ini memiliki implikasi penting: kasus tidak dapat diajukan ulang oleh SEC, memberikan kepastian hukum bagi pihak terdakwa, dan menutup peluang litigasi lanjutan untuk tuduhan yang sama.

    Dengan kata lain, Al-Naji dan pihak terkait kini terbebas dari ancaman hukum atas kasus tersebut secara permanen.

    Tentang Regulasi, Bukan Adopsi

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, perkembangan ini harus dilihat sebagai isu regulasi, bukan sinyal adopsi pasar.

    “Ini jelas isu regulasi karena intinya adalah rollback penegakan hukum oleh SEC, bukan adopsi pasar atau peluncuran produk. Implikasi lebih besarnya brutal: pasar akan membaca langkah ini sebagai sinyal bahwa pendekatan enforcement-first era lama makin dilepas, tapi SEC sendiri sudah menegaskan hasil ini sangat case-specific, jadi jangan bodoh dan menganggap semua kasus crypto bakal ambruk otomatis,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun keputusan ini signifikan, dampaknya tidak bisa digeneralisasi ke seluruh industri.

    Sinyal Perubahan Pendekatan SEC?

    Selama beberapa tahun terakhir, SEC dikenal dengan pendekatan enforcement-first, di mana regulator lebih fokus pada penegakan hukum dibandingkan memberikan panduan yang jelas.

    Namun, penghentian kasus ini bisa diartikan sebagai evaluasi ulang strategi lama, upaya mengurangi ketidakpastian hukum, dan pendekatan yang lebih selektif terhadap kasus.

    Meski demikian, SEC menegaskan bahwa keputusan ini bersifat spesifik untuk kasus tertentu.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Keputusan ini memiliki beberapa implikasi penting:

    1. Sentimen Pasar

    Pelaku pasar bisa melihat ini sebagai sinyal pelonggaran tekanan regulasi.

    2. Preseden Hukum

    Meski tidak bisa dijadikan acuan umum, kasus ini tetap menjadi referensi penting.

    3. Strategi Proyek Kripto

    Proyek lain mungkin akan lebih berhati-hati dalam desain token dan komunikasi kepada investor.

    Risiko Interpretasi Berlebihan

    Salah satu risiko terbesar dari keputusan ini adalah overinterpretation oleh pasar. Banyak pelaku industri mungkin menganggap bahwa SEC mulai melonggarkan semua kasus kripto.

    Padahal, setiap kasus memiliki konteks yang berbeda, termasuk struktur proyek, cara distribusi token, bukti yang tersedia, dan dampak terhadap investor.

    Baca Juga: Kasus SEC vs Justin Sun Berujung Denda $10 Juta, Tuduhan Dicabut

    Penghentian kasus BitClout oleh SEC menjadi salah satu perkembangan paling menarik dalam lanskap regulasi kripto saat ini.

    Keputusan ini menunjukkan adanya perubahan pendekatan, meskipun masih bersifat terbatas dan spesifik.

    Bagi industri, ini adalah pengingat bahwa regulasi tetap menjadi faktor kunci yang tidak bisa diabaikan. Sementara itu, bagi investor dan pelaku pasar, penting untuk tidak menarik kesimpulan berlebihan dari satu kasus.

    Ke depan, arah kebijakan SEC akan menjadi penentu utama apakah industri kripto akan menghadapi lingkungan yang lebih kondusif atau tetap berada di bawah tekanan ketat regulator.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gugatan Airdrop Dicabut, Aturan Token Berubah?

    Perkembangan penting datang dari industri kripto Amerika Serikat setelah DeFi Education Fund bersama Beba secara sukarela mencabut gugatan mereka terhadap U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) terkait klasifikasi airdrop.

    Gugatan yang diajukan pada 2024 tersebut sebelumnya menyoroti pendekatan regulator yang dianggap tidak jelas dalam menilai apakah token yang didistribusikan secara gratis (airdrop) termasuk kategori sekuritas.

    Meski gugatan dicabut, kedua pihak tetap mempertahankan hak untuk mengajukan ulang di masa depan jika diperlukan.

    Baca Juga: Monad Resmi Meluncurkan Mainnet dan Airdrop Token MON

    Airdrop di Area Abu-Abu Regulasi

    Airdrop merupakan salah satu metode distribusi token yang populer di dunia kripto, biasanya digunakan untuk meningkatkan adopsi awal, memberikan insentif kepada komunitas, hingga mendistribusikan token secara luas tanpa penjualan langsung.

    Namun, di mata regulator seperti SEC, airdrop sering kali menjadi perdebatan. Jika dianggap sebagai sekuritas, maka proyek kripto harus mematuhi aturan ketat yang biasanya berlaku untuk penawaran saham.

    Ketidakjelasan ini menciptakan ketidakpastian hukum bagi banyak proyek blockchain yang beroperasi di AS.

    Sinyal Perubahan dari SEC

    Menurut laporan Cointelegraph, keputusan mencabut gugatan airdrop tidak terjadi secara tiba-tiba.

    Langkah ini muncul setelah adanya sinyal perubahan pendekatan dari dalam SEC, khususnya melalui diskusi dalam Crypto Task Force dan pernyataan dari Hester Peirce.

    Peirce, yang dikenal lebih terbuka terhadap inovasi kripto, mengindikasikan bahwa token yang didistribusikan secara gratis tidak selalu memenuhi kriteria sebagai sekuritas.

    Pandangan ini membuka kemungkinan bahwa regulator akan mengadopsi pendekatan yang lebih fleksibel terhadap airdrop.

    Dampak Potensial bagi Industri Kripto

    Jika sinyal ini berkembang menjadi kebijakan resmi, dampaknya bisa sangat besar bagi industri kripto, khususnya di Amerika Serikat.

    Beberapa perubahan yang mungkin terjadi:

    1. Penurunan Risiko Hukum

    Proyek kripto dapat lebih leluasa mendistribusikan token tanpa khawatir melanggar aturan sekuritas.

    2. Inovasi Tokenomics

    Desain peluncuran token bisa menjadi lebih kreatif dan fleksibel, termasuk penggunaan airdrop sebagai strategi utama.

    3. Peningkatan Aktivitas Pasar

    Dengan berkurangnya ketidakpastian, lebih banyak proyek dapat diluncurkan di AS.

    Regulasi Masih Jadi Faktor Utama

    Meski terlihat sebagai kabar positif, langkah ini tetap berada dalam ranah regulasi, bukan adopsi pasar.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa perubahan ini berpotensi besar, namun masih bergantung pada kejelasan kebijakan ke depan.

    “Inti ceritanya adalah perubahan arah pendekatan SEC terhadap klasifikasi airdrop, bukan ekspansi produk atau adopsi pasar. Kalau sinyal ini berujung ke safe harbor atau exemption framework yang jelas, tekanan hukum atas distribusi token gratis bisa turun drastis dan itu bakal mengubah desain peluncuran token di AS,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menyoroti bahwa arah kebijakan SEC akan menjadi penentu utama dampak jangka panjang.

    Safe Harbor: Kunci yang Ditunggu

    Salah satu skenario yang paling dinantikan adalah munculnya safe harbor atau kerangka pengecualian yang jelas untuk airdrop.

    Jika ini terwujud, maka proyek kripto memiliki panduan hukum yang pasti. Risiko litigasi dapat ditekan sehingga ekosistem menjadi lebih stabil.

    Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari SEC terkait hal tersebut.

    Risiko yang Masih Mengintai

    Meski ada sinyal positif, beberapa risiko tetap perlu diperhatikan:

    • Ketidakpastian kebijakan yang belum final
    • Perbedaan interpretasi hukum antar regulator
    • Potensi perubahan arah politik dan regulasi

    Selain itu, tidak semua jenis airdrop mungkin akan mendapatkan perlakuan yang sama.

    Baca Juga: Kasus SEC vs Justin Sun Berujung Denda $10 Juta, Tuduhan Dicabut

    Pencabutan gugatan terhadap SEC terkait airdrop menjadi sinyal awal perubahan pendekatan regulasi di Amerika Serikat.

    Meski belum final, arah kebijakan yang lebih fleksibel dapat membuka peluang besar bagi inovasi di industri kripto.

    Namun, kepastian hukum tetap menjadi faktor kunci yang menentukan apakah perubahan ini akan benar-benar menguntungkan pasar.

    Bagi pelaku industri, perkembangan ini menjadi momen penting untuk memantau arah regulasi dan menyesuaikan strategi, terutama dalam desain distribusi token di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC dan CFTC Sepakati Koordinasi Pengawasan Kripto AS

    Dua regulator keuangan utama Amerika Serikat, U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) dan U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC), resmi menandatangani kesepakatan kerja sama untuk meningkatkan koordinasi dalam pengawasan pasar kripto dan sektor keuangan terkait.

    Langkah ini dipandang sebagai upaya penting untuk memperjelas pendekatan regulasi terhadap industri kripto di Amerika Serikat, yang selama beberapa tahun terakhir kerap menghadapi tumpang tindih kewenangan antara regulator.

    Melalui kesepakatan ini, SEC dan CFTC akan memperkuat koordinasi dalam berbagai aspek pengawasan, termasuk pertukaran informasi, investigasi bersama, serta pengembangan kerangka kebijakan yang lebih sinkron.

    Bagi industri kripto global, langkah tersebut menjadi sinyal bahwa regulator AS mulai bergerak menuju pendekatan yang lebih terintegrasi setelah lama dikritik karena kebijakan yang sering kali membingungkan pelaku industri.

    Baca Juga: Kasus SEC vs Justin Sun Berujung Denda $10 Juta, Tuduhan Dicabut

    Mengatasi Tumpang Tindih Regulasi

    Selama bertahun-tahun, industri kripto di Amerika Serikat menghadapi ketidakpastian regulasi karena perbedaan pendekatan antara SEC dan CFTC.

    SEC biasanya mengklasifikasikan banyak aset kripto sebagai sekuritas, yang membuatnya berada di bawah pengawasan hukum pasar modal.

    Sementara itu, CFTC cenderung melihat beberapa aset kripto, terutama Bitcoin dan Ethereum, sebagai komoditas.

    Perbedaan perspektif ini sering menimbulkan kebingungan bagi perusahaan kripto yang beroperasi di Amerika Serikat, terutama dalam menentukan regulator mana yang memiliki otoritas utama atas aktivitas mereka.

    Dengan adanya kesepakatan koordinasi ini, kedua lembaga berupaya memperbaiki komunikasi dan mengurangi konflik kewenangan yang sebelumnya kerap terjadi.

    Langkah ini juga diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan regulasi yang lebih konsisten bagi pelaku industri.

    Fokus pada Pengawasan Pasar Kripto

    Menurut laporan Cryptobriefing, kesepakatan antara SEC dan CFTC mencakup berbagai aspek penting dalam pengawasan pasar kripto.

    Salah satu fokus utama adalah pertukaran data dan informasi antara kedua lembaga untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.

    Selain itu, regulator juga akan memperkuat koordinasi dalam investigasi terhadap potensi pelanggaran hukum, termasuk manipulasi pasar, penipuan, dan aktivitas ilegal lainnya di sektor kripto.

    Kerja sama ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa pasar keuangan digital berkembang secara lebih transparan dan aman, tanpa menghambat inovasi teknologi blockchain yang sedang berkembang pesat.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Bagi industri kripto, koordinasi antara SEC dan CFTC dapat membawa dua implikasi utama.

    Di satu sisi, kerja sama ini berpotensi mengurangi ketidakpastian regulasi yang selama ini menjadi salah satu hambatan terbesar bagi perusahaan kripto di Amerika Serikat.

    Dengan pendekatan yang lebih terpadu, perusahaan dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai aturan yang harus mereka patuhi.

    Namun di sisi lain, koordinasi yang lebih kuat antara regulator juga dapat berarti pengawasan yang lebih ketat terhadap industri kripto.

    Artinya, perusahaan kripto kemungkinan akan menghadapi standar kepatuhan yang lebih tinggi, termasuk dalam hal transparansi operasional dan perlindungan investor.

    Pandangan Analis

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kerja sama antara SEC dan CFTC merupakan perkembangan penting bagi arah regulasi kripto di Amerika Serikat.

    “Dari sudut regulasi, koordinasi seperti ini penting karena dapat mengurangi abu-abu kelembagaan yang selama ini membebani industri crypto di AS. Jika implementasinya benar-benar serius, hasilnya bisa berupa kerangka pengawasan yang lebih konsisten, meski sekaligus berpotensi memperkuat cakupan kontrol regulator terhadap sektor ini,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Menurut mereka, keberhasilan langkah ini sangat bergantung pada bagaimana kedua lembaga menerjemahkan kesepakatan tersebut ke dalam kebijakan nyata.

    Jika koordinasi berjalan efektif, industri kripto di AS dapat memperoleh kepastian hukum yang lebih baik.

    Menuju Kerangka Regulasi yang Lebih Jelas

    Perkembangan ini juga mencerminkan perubahan pendekatan regulator terhadap industri kripto yang semakin matang.

    Seiring dengan meningkatnya nilai pasar dan adopsi teknologi blockchain secara global, regulator keuangan semakin menyadari pentingnya kerangka pengawasan yang jelas dan terkoordinasi.

    Bagi investor dan perusahaan kripto, kepastian regulasi sering dianggap sebagai faktor kunci dalam menentukan keputusan investasi dan ekspansi bisnis.

    Dengan adanya kerja sama antara SEC dan CFTC, Amerika Serikat berpotensi bergerak menuju model pengawasan kripto yang lebih terstruktur.

    Meskipun demikian, industri masih akan memantau bagaimana kesepakatan ini diterapkan dalam praktik, serta apakah koordinasi tersebut benar-benar mampu mengurangi kebingungan regulasi yang selama ini menjadi tantangan utama di pasar kripto AS.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kripto Anjlok US$ 270 M, Bitcoin Sempat Jatuh ke Level US$ 54.000


    Jakarta

    Nilai pasar kripto secara keseluruhan anjlok pada hari Minggu kemarin hingga US$ 270 miliar atau sekitar Rp 4.347 triliun dalam jangka waktu 24 jam. Hal ini disebabkan karena investor berbondong-bondong menjual aset berisiko seperti bitcoin dan ether.

    Dikutip dari CNBC Internasional, Senin (5/8/2024), data CoinGecko menunjukkan, Bitcoin turun hingga 11% dan ether turun 21% dalam waktu 24 jam. Hal ini membuat nilai keseluruhan mata uang kripto anjlok sekitar US$ 270 miliar.

    Kondisi ini bertepatan dengan penurunan ekuitas di pasar Asia-Pasifik. Nikkei 225 Jepang anjlok hingga 7%, memperpanjang kerugian yang dimulai minggu lalu, setelah Bank of Japan mengumumkan akan menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 16 tahun.


    Lalu di Amerika Serikat (AS), Nasdaq merosot 3,4% minggu lalu ke wilayah koreksi, mengakhiri tiga minggu terburuk indeks yang sarat teknologi itu sejak September 2022. Saham Amazon dan Nvidia berkontribusi terhadap penurunan tersebut.

    “Penurunan saham minggu lalu sebagian terkait dengan laba yang mengecewakan, laporan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, pengangguran yang lebih tinggi, dan sektor manufaktur yang menurun,” tulis CNBC.

    Di tengah kondisi tersebut, Federal Reserve AS memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil dan tidak menjanjikan penurunan suku bunga pada bulan September. Suku bunga yang lebih rendah cenderung berkorelasi dengan kinerja yang lebih baik untuk aset berisiko.

    Bitcoin Merosot ke Level US$ 54.000

    Sementara itu, harga Bitcoin telah mencapai level terendah sejak Februari. Mata uang kripto terbesar di dunia itu diperdagangkan sekitar US$ 54.000 atau sekitar Rp 869,4 juta. Meski demikian, harganya masih mencatatkan kenaikan hampir 23% tahun ini.

    Sedangkan harga ether, token asli yang menopang blockchain ethereum, turun menjadi sekitar US$ 2.300 atau setara Rp 37,03 juta dan telah menghapus keuntungannya untuk tahun ini. Token BNB Binance turun lebih dari 15% dan Solana diperdagangkan 10% lebih rendah.

    Kondisi hancurnya pasar kripto diproyeksikan akan segera dirasakan oleh basis investor yang lebih luas. Hal ini imbas atas Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui dana yang diperdagangkan di bursa spot baru atau ETF bitcoin spot untuk bitcoin dan ether.

    ETF telah melihat ratusan juta dolar mengalir ke koin tersebut. Pada hari Jumat lalu, CNBC melaporkan bahwa Morgan Stanley akan segera mengizinkan 15.000 penasihat keuangannya untuk menawarkan ETF bitcoin kepada kliennya. Ini merupakan langkah pertama di antara bank-bank besar Wall Street untuk mengadopsi kripto ke dalam portofolio investasinya.

    (shc/das)



    Sumber : finance.detik.com

  • Presiden El Salvador Pamer Cuan Rp 5,2 T dari Bitcoin, Begini Respons Elon Musk


    Jakarta

    Presiden El Salvador Nayib Bukele memamerkan pencapaiannya usai Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan all time high (ATH) dan menembus level psikologis US$ 100.000.Hal tersebut itu pun direspons salah satu orang terkaya dunia, Elon Musk.

    Melalui unggahan di akun X (dulunya Twitter) pribadinya, Bukele membagikan tangkapan layar atas kepemilikan BTC senilai US$ 603,34 juta atau setara Rp 9,53 triliun (kurs Rp 15.800). Terlihat nilainya kini meroket 117,74% secara year to date (ytd).

    Bukele sendiri terkenal sebagai investor besar Bitcoin. Dari unggahan tersebut, juga terlihat bahwa total keuntungan yang diperolehnya selama berinvestasi sebesar US$ 333,59 juta atau setara Rp 5,27 triliun.


    Unggahan tersebut ternyata mendapat respons dari CEO Tesla, Elon Musk. Dikenal sebagai sosok yang pro kripto, ia turut berkomentar terhadap pencapaian dari investasi Bukele.

    “Impressive (menakjubkan),” ujar Musk melalui akun X pribadinya, dikutip Kamis (5/12/2024).

    Harga bitcoin sendiri telah mengalami kenaikan sejak kemenangan Donald Trump di Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Sejak pengumuman kemenangan, harganya telah melonjak lebih dari 40%. Janji Trump untuk mendorong regulasi yang ramah kripto dan menjadikan Bitcoin sebagai cadangan aset nasional memicu optimisme di pasar.

    Sementara itu, dikutip dari Coinmarketcap, harga Bitcoin hari ini mencapai US$ 103.587 atau setara Rp 1,64 miliar pada pukul 11.05. Kondisi ini pun menyebabkan para investor kini tengah berpesta menikmati hasilnya.

    Kondisi ini juga didorong oleh optimisme pasat usai Trump memilih Paul Atkins untuk mengepalai Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), menggantikan Gary Gensler. Adapun Atkins sendiri dipandang sebagai pilihan yang ramah terhadap kripto untuk posisi tersebut.

    Kenaikan ini telah mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin di atas US$ 2 triliun untuk pertama kalinya, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu aset paling berharga di dunia. Meskipun pertumbuhannya pada 2024 cukup signifikan, namun bukan yang paling dramatis dalam sejarah Bitcoin. Bitcoin pernah mengalami lonjakan 1.900% pada tahun 2017 dan lonjakan 1.250% selama pandemi COVID-19.

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com