Tag: amerika serikat

  • Donald Trump Rilis Koleksi NFT Pertamanya Harga Rp 1,5 Juta

    Mantan Presiden AS, Donald Trump merilis koleksi NFT pertamanya di tengah kondisi pasar yang tidak dalam situasi terbaiknya saat ini. Hype dan popularitas berbagai koleksi NFT telah anjlok tahun ini karena bear market yang berkepanjangan mempengaruhi harga berbagai kripto.

    Beberapa perusahaan, merek, dan tokoh terkenal mulai melepaskan koleksi NFT mereka satu per satu. Namun, penurunan signifikan baru-baru ini telah mendorong mereka ke sudut karena tidak begitu relevan.

    Koleksi Terbatas

    Donald Trump merilis koleksi NFT pertamanya. Sumber: Getty Images.
    Donald Trump merilis koleksi NFT pertamanya. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: PayPal Bekerja Sama dengan Crypto Wallet, Metamask

    Trump baru-baru ini membagikan postingan di Truth Social, sebuah platform media sosial buatannya. Sesuai perincian dari tweet tersebut, “Donald Trump Digital Trading Card Collection” sebagai koleksi NFT resmi pertamanya.

    Dia mengindikasikan bahwa kartu digital ini akan menjadi seri edisi terbatas dan akan menampilkan seni kehidupan dan kariernya. Trump juga menegaskan bahwa ini sangat mirip dengan kartu bisbol tetapi jauh lebih seru.

    Koleksi aset digital ini hadir tepat selama bulan Desember, dan dia menekankan bahwa itu akan menjadi hadiah Natal yang luar biasa. Banyak yang bahkan berpendapat ini bukan kondisi tepat selama kondisi pasar yang sulit.

    Informasi Harga

    Donald Trump merilis koleksi NFT pertamanya. Sumber: Getty Images.
    Donald Trump merilis koleksi NFT pertamanya. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: The Fed Naikkan Suku Bunga Lagi, Nilai Bitcoin Jatuh

    Menurut informasi resmi di collecttrumpcards.com, aset digital mantan Presiden AS ini dicetak menggunakan blockchain Polygon. Alasan Trump memanfaatkan Polygon adalah karena jaringan tersebut “menggambarkan dirinya ramah lingkungan dan netral karbon, yang menjadikannya lebih baik bagi lingkungan.”

    Trump mengumumkan marketplace untuk menjual 45.000 total kartu NFT dengan harga US$ 99 atau sekitar Rp 1,5 juta per item. Masing-masing NFT menampilkan gambar Trump sebagai pahlawan super, astronot, sheriff Old West, dan serangkaian tokoh fantastis lainnya.

    Pembeli dapat memenangkan hadiah makan malam bersama Donald Trump dan mendapatkan barang koleksi yang bertanda tangan. Setelah trump membuat pengumuman itu, lebih dari 29.000 item telah terjual dan menghasilkan lebih dari US$ 2,8 juta sekitar Rp 43 miliar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Asia Menguasai Pasar Bitcoin dan Kripto, Meninggalkan AS di Belakang!

    Kawasan Asia kini menjadi pasar terbesar Bitcoin (BTC) dan aset kripto secara keseluruhan mengalahkan Amerika Serikat (AS). Pasokan Bitcoin yang dipegang oleh entitas di Asia meningkat sebesar 9,9% pada tahun 2023, karena kawasan tersebut mulai memperkenalkan peraturan ramah kripto dan AS memperketat sikap pengaturannya.

    Tekanan peraturan AS terus mengengkang industri aset kripto, tren baru mulai terbentuk, sehingga mengubah dinamika permintaan global Bitcoin. Lingkungan politik AS tengah berusaha untuk memperketat regulasi perdagangan dan sektor pertambangan kripto.

    Pergeseran ini terbukti membuat perubahan pasokan Bitcoin secara global. Berdasarkan data Glassnode pada tanggal 5 Juni, mengungkapkan perbedaan antara persediaan Bitcoin di AS dan Asia yang dimiliki atau diperdagangkan telah melebar.

    Tercatat bahwa entitas Amerika sekarang memiliki Bitcoin 11% lebih sedikit dibandingkan pada Juni 2022. Selain itu, pasokan yang dipegang oleh entitas Asia telah meningkat hampir 10% pada periode yang sama atau year-over-year (YoY).

    Asia Jadi Raja Kripto

    Perubahan pasokan regional Bitcoin (BTC) dari Amerika Serikat ke kawasan Asia pada periode year-over-year (YoY). Sumber: Glassnode
    Perubahan pasokan regional Bitcoin (BTC) dari Amerika Serikat ke kawasan Asia pada periode year-over-year (YoY). Sumber: Glassnode.

    Baca juga: Mengapa Pasar Kripto dan Bitcoin Naik Hari Ini (7/6)?

    Ketertarikan Asia terhadap Bitcoin memicu pertanyaan tentang kemungkinan faktor pendorong di balik perubahan ini.

    Seperti yang dilaporkan CryptoSlate, meningkatnya regulasi terkait kripto di AS membuat para trader beralih dari Bitcoin dan Ethereum, ke stablecoin yang dirasa lebih aman. Langkah defensif oleh para trader ini menunjukkan dampak nyata yang dapat ditimbulkan oleh regulasi, atau ancamannya, terhadap perilaku dan keputusan pelaku pasar kripto.

    Risiko potensi hukuman dan tindakan keras terkait kepatuhan dapat mendorong permainan yang lebih aman, terkadang dengan biaya investasi hasil tinggi. Sementara pengetatan regulasi membayangi pasar kripto AS, namun di Asia telah mengalami gelombang perubahan peraturan yang lebih positif.

    Peningkatan kehadiran kripto pada akhirnya dapat membantu meningkatkan inklusi keuangan di beberapa negara berkembang terpenting di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Setidaknya ada 70% orang Vietnam tidak memiliki rekening bank, demikian pula sekitar 66% orang Indonesia dan 44% orang Filipina.

    Mengingat potensi manfaat inklusi keuangan dari aset kripto, diharapkan regulator di negara berkembang Asia Tenggara akan secara bertahap mengambil langkah untuk melegalkan penggunaannya. Area abu-abu tempat kripto beroperasi di negara-negara ini sampai sekarang pada akhirnya akan menjadi semakin hitam dan putih.

    Ramah Kripto

    Saldo Bitcoin (BTC) di tiga bursa kripto teratas global. Sumber: Glassnode.
    Saldo Bitcoin (BTC) di tiga bursa kripto teratas global. Sumber: Glassnode.

    Baca juga: Investor Kripto Indonesia Terus Tumbuh Capai 17,25 Juta pada April 2023

    Bukti kawasan Asia lebih ramah terhadap kripto terlihat ketika Komisi Sekuritas dan Futures (SFC) Hong Kong telah membuka jalan bagi investor retail untuk melakukan perdagangan aset digital. Hong Kong telah menciptakan lingkungan yang lebih ramah kripto, menandakan lisensi lebih dari delapan perusahaan kripto pada akhir tahun dan mengurangi persyaratan peraturan untuk bursa kripto.

    Menanggapi perubahan yang mengakomodasi ini, beberapa entitas kripto, seperti CoinEx , secara strategis memanfaatkan aturan yang ramah di Hong Kong. Sementara itu, Bitget telah berkomitmen untuk menginvestasikan US$ 100 juta untuk mendukung ekosistem Web3 Asia.

    Selain itu, meningkatnya spekulasi tentang potensi kepemilikan perbendaharaan Bitcoin di negara Asia Tengah mencerminkan pergeseran sentimen regional terhadap Bitcoin. Sementara, regulator AS telah menindak keras platform perdagangan kripto yang memaksa banyak orang untuk menutup, menangguhkan akun mereka, atau pindah ke luar negeri.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Kembali Menguat Didorong Kesepakatan Platfon Utang AS

    Pasar kripto menghijau selama sesi perdagangan Senin (29/5) didorong oleh kesepakatan plafon utang antara Presiden AS, Joe Biden dan anggota kongres utama dari Partai Republik, Kevin McCarthy. Meski pun, perjanjian untuk menangguhkan pagu utang pemerintah AS sebesar US$ 31,4 triliun belum disetujui kongres. Namun demikian, itu telah mendukung selera investor untuk kembali melakukan akumulasi.

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mejelaskan selain platfon utang AS, sentimen positif pasar kripto berasal dari rencana untuk menghidupkan kembali bursa kripto FTX yang bangkrut diyakini akan segera diwujudkan juga mampu mendorong pasar kripto untuk reli.

    “Menurut dokumen pengajuan pengadilan, manajemen baru FTX telah melakukan serangkaian pertemuan dengan kreditur dan debitur dalam satu bulan terakhir untuk membahas rencana memulai kembali operasional dan menyelesaikan persyaratan yang diperlukan agar FTX dapat kembali beroperasi sebagai FTX 2.0,” jelas Fyqieh. 

    Sentimen Positif

    Jika FTX 2.0 kembali beroperasi, maka ini menjadi angin segar untuk aset kripto karena dana nasabah FTX yang dulu tetap aman, namun dengan persyaratan tertentu. FTX 2.0 perlu memperhatikan beberapa hal supaya jangka panjang tetap bisa beroperasi dengan normal, seperti penangguhan sementara untuk aset dengan dihitung berdasarkan volume trade per user agar bisa withdraw atau juga bisa ditangguhkan untuk beberapa bulan sembari FTX mencari dana investor baru.

    Fear & Greed Bitcoin Index by Alternative.me.

    Baca juga: Transaksi Bitcoin Meningkat di Kalangan Investor Jangka Panjang

    Indeks Fear and Greed Bitcoin menunjukkan angka 52, yang menandakan bahwa sentimen terhadap Bitcoin saat ini berada dalam kondisi netral hingga bullish. Pada pekan sebelumnya, indeks Fear and Greed Bitcoin menunjukkan angka 49 yang juga mengindikasikan kondisi netral hingga bearish. Hal ini menunjukkan adanya konsistensi dalam sentimen yang diperlihatkan oleh indeks tersebut, Bitcoin bisa kembali ke arah sentimen bagus dalam beberapa hari ini dan dinilai bullish dalam waktu dekat ini.

    Potensi Pasar

    Namun, penting untuk diingat bahwa indeks Fear and Greed hanyalah satu faktor dalam menganalisis pasar kripto yang menganalisis dalm dari kesepakatan platfon utang AS. Pergerakan harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya, seperti berita dan peristiwa terkait kripto secara keseluruhan, adopsi institusional, sentimen pasar global, serta teknikal dan fundamental lainnya.

    Pada akhir penutupan akhir pekan ditutup dengan kenaikan kenaikan kapitalisasi pasar sebesar US$ 39,25 Miliar Dollar dan dengan kenaikan market kapitalisasi sebesar 3,7% dalam waktu seminggu terakhir. Hal ini bisa menjadi salah satu kabar baik untuk pasar kripto, namun kenaikan ini belum kembali sepenuhnya ke market cap saat Bitcoin bullish di harga US$ 30.000 dengan total kapitalisasi pasar sebesar US$ 1,3 triliun. 

    koin bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    “Prediksi Bitcoin untuk bulan Juni akan mengalami bullish karena pullback dari moving average 200-nya. Sehingga ekspetasi akan mengalami kenaikan setidaknya meretest resisten dari harga Bitcoin di US$ 30.000,” ungkap analisis  Fyqieh.

    Setelah kesepakatan plafon utang AS, investor cenderung memusatkan perhatian mereka pada kenaikan suku bunga The Fed untuk selera di pasar kripto. Data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures) yang panas pada 26 Mei meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed bulan Juni. Probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin telah meningkat dari 17% seminggu kembali menjadi 64% pada 28 Mei, menurut CME FedWatch Tool.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa yang Terjadi pada Bitcoin dan Ethereum Jika AS Gagal Bayar Utang?

    Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah dihadapi risiko gagal bayar utang yang bisa berdampak pada aset berisiko seperti saham dan kripto, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Menariknya, Bitcoin dan Ethereum diprediksi akan mengalami lebih banyak kerugian daripada saham.

    Amerika Serikat sedang menuju momen yang dapat memiliki konsekuensi bersejarah bagi pasar global, menjalankan risiko gagal bayar utangnya untuk pertama kali. Ini adalah peristiwa black swanpotensial, seperti gagal bayar utang AS dapat berdampak besar pada Bitcoin, Ethereum, dan pasar kripto lainnya.

    Menteri Keuangan AS, Janet Yellen memperingatkan berminggu-minggu yang lalu bahwa pemerintah akan segera kehabisan dana, jika pagu utang tidak ditangguhkan atau dinaikkan—mungkin paling cepat 1 Juni. Jika anggota parlemen tetap menemui jalan buntu dan tidak dapat mencapai kesepakatan tentang pengeluaran, Washington tidak akan mampu membayar tagihannya, katanya.

    Guncang Market

    Kebuntuan serupa atas plafon utang telah mengguncang pasar di masa lalu, seperti ketidaksepakatan berkepanjangan atas plafon utang yang membuat S&P 500 jatuh 16% pada tahun 2011, mengejutkan investor sebelum resolusi tercapai.

    Kali ini, Wall Street menguap. S&P 500 turun kurang dari 1% sejak Yellen mengeluarkan pernyataan seriusnya pada 1 Mei. Namun, Bitcoin telah jatuh lebih dari 7% dan Ethereum turun hampir 3% selama periode yang sama, menurut CoinGecko.

    Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Nabung Kripto Sekarang, Potensi Panen Cuan saat Halving Bitcoin

    Direktur Amberdata, Greg Magadini, mengakui bahwa default utang AS masih jauh dari meja. “Rasanya seperti permainan yang cukup intens sekarang,” katanya. “Dan mengingat betapa gilanya hal-hal yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, saya pikir segala sesuatu mungkin terjadi.”

    Jika pemerintah gagal membayar utangnya, aset berisiko seperti saham dan kripto akan menghadapi kesulitan jangka pendek, kata Magadini. Dia menjelaskan itu karena penurunan kualitas utang yang didukung pemerintah kemungkinan akan meningkatkan biaya pinjaman, secara berlawanan meningkatkan imbal hasil dan memperkuat dolar AS dibandingkan aset lainnya.

    Demikian pula, dolar dapat menguat selama default karena trader di AS cenderung menempatkan dolar mereka — menukar mata uang asing dan aset untuk greenback — selama acara risk-off, Kepala Riset CoinShares, James Butterfill dikutip Decrypt.

    “Secara teknis, dolar AS harus dijual jika terjadi default, tetapi itu tidak akan terjadi karena orang cenderung mengambil dolar mereka dalam periode tekanan pasar,” katanya. “Dolar AS mungkin benar-benar menguat, sebaliknya, karena orang-orang menjadi khawatir, dan itu sebenarnya tidak terlalu bagus untuk Bitcoin.”

    Bitcoin Mantul

    Bitcoin dan Ethereum dapat bereaksi secara berbeda jika terjadi default, kata Magadini dari Amberdata. Bitcoin mungkin memantul bersama emas setelah penurunan awal — sebagai cek pada mata uang yang dikeluarkan pemerintah — sementara Ethereum kemungkinan akan tetap tertekan bersama saham teknologi, katanya.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

    Baca juga: Survei: Bitcoin Masuk 3 Aset Potensial, Jika AS Gagal Bayar Utang

    Sentimen itu digaungkan oleh Co-Head of Trading Genesis, Gordon Grant, yang mengatakan bahwa Bitcoin memiliki lebih banyak keuntungan daripada Ethereum, jika pemerintah AS tidak dapat lagi memenuhi kewajiban utangnya, tetapi kedua koin tersebut akan menghadapi tekanan pada awalnya.

    “Mungkin ada kelemahan awal, karena aset berisiko benar-benar dihancurkan, karena pasar saham akan hancur,” katanya. “Tapi Bitcoin mungkin akan lebih tinggi.”

    Untuk Ethereum, Grant mengatakan bahwa kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar sering dikaitkan dengan indeks yang melacak saham teknologi seperti NASDAQ, membuatnya cenderung berkinerja buruk dibandingkan dengan Bitcoin jika default terjadi.

    “Tidak masalah apakah menurut saya itu perbandingan yang adil,” katanya, mencatat bahwa begitulah model tertentu memperdagangkan hubungan antara hal-hal seperti NASDAQ dan Ethereum. “Jadi, kami cenderung mengharapkan kinerja Ethereum yang buruk.”



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Masuk 3 Aset Potensial, Jika AS Gagal Bayar Utang

    Sebuah survei yang dilakukan Bloomberg mengungkap bahwa Bitcoin (BTC) bisa menjadi tiga aset potensial teratas, jika terjadi gagal bayar utang teoretis di Amerika Serikat. Bitcoin akan menjadi tempat berlindung yang lebih populer daripada dolar AS, yen Jepang, atau franc Swiss, menurut sebuah survei tersebut.

    Dilaporkan Cointelegraph, saat Presiden AS, Joe Biden bersiap untuk bertemu dengan Kongres pada 16 Mei lalu, untuk membahas plafon utang AS, investor mencari lindung nilai untuk melindungi tabungan mereka jika terjadi gagal bayar.

    Emas, Treasurys AS, dan Bitcoin akan menjadi tiga aset teratas, jika AS gagal menaikkan plafon utangnya dan gagal membayarnya, menurut data dari survei Markets Live Pulse dari Bloomberg. Survei dilakukan dari 8-12 Mei, melibatkan total 637 responden, termasuk investor profesional dan ritel.

    Lebih dari 50% profesional keuangan akan membeli emas, jika pemerintah AS tidak bisa menghindari gagal bayar utang. Treasurys AS akan menjadi yang kedua, dengan Bitcoin sebagai alternatif paling populer ketiga bagi investor ritel.

    Data dari survei Bloomberg Markets Live Pulse. Sumber: Bloomberg.
    Data dari survei Bloomberg Markets Live Pulse. Sumber: Bloomberg.

    Baca juga: Mengapa Pasar Kripto Turun Hari Ini (25/5)?

    Bitcoin Pilihan Teratas

    Ini menjadikan Bitcoin pilihan yang lebih populer daripada dolar AS, yen Jepang, atau franc Swiss. Menurut data survei, sekitar 8% responden investor profesional dan 11% responden investor ritel mengatakan bahwa mereka lebih bersedia membeli Bitcoin.

    Jajak pendapat tersebut dilakukan karena pasar semakin gelisah tentang plafon utang AS. Pada awal Mei, Menteri Keuangan Janet Yellen memperingatkan bahwa AS berisiko mengalami default bencana segera setelah 1 Juni jika batas utang tidak ditangguhkan atau dinaikkan. Presiden Biden kemudian menyatakan bahwa “seluruh dunia” akan berada dalam masalah jika AS gagal membayar utangnya.

    Menurut survei Bloomberg, hampir 60% responden mengatakan risiko kali ini lebih besar daripada tahun 2011. Empat puluh satu persen responden juga percaya bahwa default langsung mengancam dolar AS sebagai mata uang cadangan global utama.

    Analisis Harga Bitcoin

    Kegagalan pemerintah AS dan Partai Republik untuk mencapai kesepakatan tentang plafon utang membebani aset berisiko. Kurangnya kemajuan menuju kesepakatan plafon utang meningkatkan prospek gagal bayar AS yang dapat membuat BTC membalikkan keuntungan dari tahun tersebut.

    Risalah pertemuan FOMC juga menguji selera pembeli. Risalah rapat FOMC tidak memberikan kejutan untuk mengalihkan perhatian investor dari krisis plafon utang. Tidak ada indikasi kuat tentang apa yang diharapkan investor di bulan Juni. Namun, anggota FOMC mengangkat kekhawatiran tentang plafon utang.

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Bitcoin Naik Kecil Saat Hong Kong Umumkan Pelonggaran Peraturan

    BTC harus bergerak melalui pivot US$ 26.550 untuk menargetkan Level Perlawanan Utama Pertama (R1) di US$ 27.033. Pengembalian ke US$ 26.500 akan menandakan sesi bullish yang diperpanjang. Indikator ekonomi AS dan berita terkait plafon utang AS dapat mendukung reli yang diperpanjang.

    Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji Level Resistensi Utama Kedua (R2) di US$ 27.722 dan resistensi di US$ 28.000.

    Jika gagal untuk bergerak melalui pivot akan meninggalkan Level Dukungan Utama Pertama (S1) di US$ 25.861 dalam permainan. Namun, kecuali aksi jual lain yang memicu risiko, BTC harus menghindari di bawah US$ 25.000.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Utang Amerika dan Krisis Perbankan Jadi Faktor Harga Bitcoin Turun

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) sempat tembus ke level US$ 28.000 pasca perilisan data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat pada Kamis (11/5) dinihari. Tingkat inflasi tahunan Amerika Serikat akhirnya mengalami pelambatan menjadi 4,9% pada April 2023. Ini menjadi kabar baik karena mengalami penurunan dibanding bulan Maret lalu, ketika CPI mencapai 5%.

    Meskipun data CPI terbaru menunjukkan inflasi yang melambat, harga kripto tetap mengalami tekanan penurunan hingga Jumat (12/5) siang bahkan Bitcoin turun diperdagangkan di bawah US$ 27.000. Apa penyebabnya?

    Penyebab Bitcoin Turun

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi harga aset kripto di semua pasar, termasuk krisis perbankan yang sedang berlangsung dan ancaman gagal bayar utang oleh pemerintah Amerika Serikat.

    “Laporan CPI Amerika Serikat memberikan dukungan Bitcoin singkat, sentimen terhadap kebijakan moneter The Fed dan berita tentang penjualan BTC oleh Pemerintah AS membebani selera investor. Tercatat wallet diduga milik pemerintah AS telah menjual 9.800 Bitcoin yang berasal dari hasil sitaan dark web Silk Road oleh pemerintah AS,” jelas Fyqieh.

    koin bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Elon Musk Mundur dari CEO Twitter, Akhir dari DOGE?

    Walau demikian, kebenaran aksi jual oleh pemerintah AS ini masih diragukan. Di samping itu langkah The Fed selanjutnya setelah rilis data CPI April masih membayangi investor kripto. Menurut CME FedWatch Tool, kemungkinan kenaikan suku bunga Juni sebesar 25 basis poin turun dari 21,2% menjadi 5,0% sebagai respons terhadap Laporan CPI. Namun, peluang penurunan suku bunga Juni tetap di 0%.

    “Meskipun tingkat inflasi AS bulan April membaik, namun inflasi utama masih jauh dari target The Fed 2%. Inflasi inti sesuai ekspektasi, mencapai 5,5% per tahun dan naik 0,4% setiap bulan. Bila level inflasi terus menurun, hal ini juga dapat menjadi sinyal kebijakan suku bunga yang diyakini akan di-pause pada Juni, dan bisa jadi berbalik arah mendorong harga Bitcoin dan pasar kripto keseluruhan,” tutur Fyqieh.

    Analisis Bitcoin

    Bitcoin (BTC) menghadapi tekanan jual sepanjang dua hari terakhir. Harganya turun dari level tertinggi harian sebesar US$ 27.735 menjadi terendah sebesar US$ 26.650.

    Fyqieh memprediksi bahwa nantinya akan kerugian besar di kalangan investor, hingga mencapai level support berikutnya sekitar US$ 25.000. Analis teknikal memperlihatkan harga kontrak berjangka Bitcoin bulan Mei melemah, mencerminkan kesulitan yang dihadapi oleh kripto utama ini.

    “Harga BTC saat ini bergerak dalam tren penurunan secara perlahan, memberikan keuntungan teknis jangka pendek yang sedikit bagi para trader jika terjadi kenaikan. Investor perlu waspada dan wait and see untuk memutuskan melakukan penjualan atau pembelian Bitcoin di posisi saat ini,” saran Fyqieh.

    Bitcoin perlu bergerak melalui pivot US$ 27.155 untuk menargetkan Level Perlawanan Utama Pertama (R1) di US$ 27.515. Pengembalian ke level $27.500 akan menandakan sesi bullish yang diperpanjang.

    Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji Level Resistensi Utama Kedua (R2) di US$ 28.014. Level Perlawanan Utama Ketiga (R3) berada di US$ 28.873. Namun, jika gagal akan menuju level support terdekat di US$ 26.656 dan terjauh dalam rentang saat ini di US$ 25.437.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Market Kripto Tetap Perkasa, saat The Fed Naikkan Suku Bunga

    Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) akhirnya menaikan suku bunga pertamanya dalam lebih dari tiga tahun terakhir pada Kamis (17/3). Kenaikan ini sempat mengkhawatirkan market kripto, namun ketika keluar justru disambut suka cita yang menguat.

    Bank sentral AS mengumumkan bahwa mereka menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase dan mengisyaratkan beberapa kenaikan lagi di tahun 2022. Kenaikan tersebut sesuai dengan ekspektasi. 

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat kenaikan suku bunga The Fed yang awalnya direspons negatif oleh investor, kini malah berbalik arah. kenaikan suku bunga mungkin bukan berita bearish untuk kripto dalam jangka panjang.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Investor nampaknya tidak akan kaget lagi dengan arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Pasalnya, The Fed sudah membeberkan jumlah kenaikan bunga acuan yang akan dilakukan pada tahun ini.

    “Kenaikan ini memberi sinyal bahwa investor terbagi atas dampak potensial perubahan nilai tukar pada pasar kripto. Market tampaknya telah menerima berita tersebut dengan tenang. Harga Bitcoin memang sempat turun sekitar 3% segera setelah berita tersebut keluar, tetapi dengan cepat pulih dan saat ini diperdagangkan masih di angka $ 40.000,” kata Afid.

    Baca juga: Mengenal ApeCoin, Kripto Unik & Eksklusif dari Pendiri NFT Bored Ape Yacht Club

    Investor Bisa Atur Strategi Jangka Panjang

    Lebih lanjut, Afid menerangkan pelaku pasar kemungkinan bisa segera mengatur portofolio investasinya sedini mungkin dan tak akan mengubahnya dalam jangka waktu dekat, sehingga pasar bisa tetap stabil.

    Hammer candlestick

    Ilustrasi candlestick di investor aset kripto.

    Kemudian, respons pasar yang tenang terhadap kenaikan suku bunga, mungkin menunjukkan bahwa keputusan The Fed tidak terbukti menjadi pendorong utama pergerakan kripto saat ini. Sudah banyak institusi, baik perusahaan dan pemerintah yang masuk dalam industri aset kripto, sehingga membuat market memiliki pondasi yang lebih kuat.

    Meski, begitu investor masih berhati-hati. Secara umum, market tengah berkonsolidasi setelah dirundung banyak sentimen dalam beberapa terakhir. konflik berkelanjutan di Ukraina juga akan mempengaruhi keputusan investor.

    “Investor tidak berpuas diri dulu. Pasalnya, market kripto terlihat masih volatil, seiring sikap wait and see mengingat risiko geopolitik dan makroekonomi,” jelas Afid.

    Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Belajar dari Joe Biden Soal Kripto: Langkah Besar ke Arah yang Benar

    Presiden Amerika Serikat, Joe Biden akhirnya mengeluarkan perintah eksekutif tentang aset kripto yang telah lama ditunggu-tunggu. Seketika surat perintah eksekutif itu dirilis, market aset kripto bersuka cita dan masuk zona hijau dalam 24 jam terakhir pada Kamis (10/3).

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, menganggap surat perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Joe Biden ini tak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan aset kripto di AS, tapi bisa berdampak di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

    “Saya sangat optimis tentang perkembangan aset kripto. Sikap Joe Biden ini merupakan arahan yang telah lama ditunggu yang telah membuat industri kripto gelisah secara berlarut-larut. Ini adalah pengakuan bahwa kripto adalah ruang yang berkembang dan penting. Pada akhirnya, kita berada pada titik di mana kegunaan aset kripto dan blockchain di belakangnya telah terbukti sangat jelas,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Efek Kebijakan Kripto Presiden Joe Biden, Market Bisa Bull Run?

    Ubah Cara Pandang Aset kripto

    Lebih lanjut, Manda mengungkap sikap pemerintah Amerika Serikat dalam melihat perkembangan aset kripto bisa dijadikan referensi dan pembelajaran banyak pihak. Perintah eksekutif ini mengubah cara pandang sebuah pemerintah mendekati sektor aset kripto dan akan membantu menciptakan jalan menuju kejelasan peraturan yang diperlukan untuk adopsi institusional massal bagi Bitcoin dan aset digital lainnya.

    “Pesan yang saya ambil dari perintah eksekutif ini adalah bahwa pemerintah AS melihat aset kripto sebagai bagian yang sah, serius, dan penting bagi ekonomi dan masyarakat. Saya pikir ini sebuah langkah ke arah yang benar dan sikap ini baik untuk diikuti oleh institusi maupun pemerintah negara lain untuk serius melihat aset kripto dari berbagai perspektif dengan pandangan terbuka,” ungkapnya.

    Lindungi Investor dan Penggiat Aset Kripto

    Pemerintah AS telah mengambil pendekatan yang lebih terukur dan umumnya terbuka untuk aset digital sebagai landasan untuk sistem keuangan masa depan. Ini sangat bertentangan dengan pandangan naif, bahwa kripto hanya sesuatu yang digunakan untuk tindakan kejahatan dan mengancam stabilitas keuangan nasional.

    illustrasi token bitcoin sebagai aset kripto

    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: NanoByte Listing di Tokocrypto, Ikuti Kompetisi Trading Hadiah Rp 1 Miliar

    Langkah ini juga membuka diskrusus yang mendalam untuk mempelajari aset kripto dan menemukan ide-ide tentang cara untuk melindungi investor dan masyarakat dari risiko keuangan dibanding jenis aset lainnya.

    Dalam membangun industri aset kripto di Indoneisa, Aspakrindo pun selalu menyambut diskusi dengan semua stakeholder dan akan terus berkontribusi untuk membangun pemahaman yang lebih dalam dengan berbagai perspektif lebih luas.

    “Bersamaan dengan itu, upaya edukasi terus dilakukan untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang manfaat industri aset kripto yang sehat,” jelas Manda.

    Data Investor Aset Kripto di Indonesia

    Saat ini sudah ada lebh dari 11 juta investor aset kripto sampai akhir tahun 2021. Persentase kenaikan 180% YoY dari tahun 2020 yang hanya 4 juta. Sementara, jumlah investor pasar modal pada akhir tahun 2021, sebesar 7,48 juta menurut data Single Investor Identification (SID) Kustodian Sentral Efek Indonesia.

    Nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia sepanjang tahun 2021 telah mencapai Rp 859,4 triliun atau rata-rata Rp 2,35 triliun per hari. Adapun, rata-rata pertumbuhan nilai transaksi mencapai sebesar 16,2% per bulannya.

    Baca juga: Perdagangan NFT Naik 21.000% Capai Rp 242,8 Triliun di Tahun 2021



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Efek Kebijakan Kripto Presiden Joe Biden, Market Bisa Bull Run?

    Presiden Amerika Serikat, Joe Biden telah menandatangani perintah eksekutif yang meminta pemerintahannya untuk memeriksa risiko dan manfaat aset kripto. Perintah eksekutif ini mencoba untuk memperbaiki kurangnya kerangka kerja untuk pengembangan aset kripto di AS, yang telah disambut secara luas oleh industri dan investornya.

    Pelaku pasar menganggap hal ini sebagai dukungan terhadap perkembangan aset kripto di AS. Imbasnya market kembali bergairah, sejumlah kripto big cap terpantau masuk zona hijau pada Kamis (10/3), bahkan Bitcoin mengalami kenaikan hingga 10%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengakui adanya sentimen positif di market kripto, pasca kebijakan baru dari Joe Biden. Market sempat pull back dengan rata-rata kenaikan sejumlah aset kripto mulai dari 8-10%.

    “Dalam jangka pendek, langkah pemerintah AS dapat menciptakan “kebisingan” dan volatilitas di pasar kripto. Investor bisa diuntungkan oleh situasi ini. Namun, saran bagi investor tidak langsung membuat perubahan pada strategi investasi jangka panjang mereka. Investor harus lihat lagi sentimen lainnya yang bisa menggerakan market,” kata Afid.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Market Aset Kripto Bisa Tertahan

    Afid menjelaskan sudah sewajarnya market aset kripto dipengaruhi oleh sentimen dari pemberitaan global. Jika, ada pemberitaan bagus, market akan langsung cenderung reli. Begitu, pula sebaliknya saat terjadi pemberitaan yang merugikan kripto, market akan langsung anjlok.

    kebijakan baru dari Joe Biden bisa menyebabkan sedikit bull run, namun tertahan seiring kabar yang kurang baik dari sisi makroekonomi. Investor saat ini, sepertinya bereaksi keras dengan sikap bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada pertemuan Kamis (10/2/) yang akan melakukan tapering total pada September mendatang.

    “Melonjaknya inflasi menempatkan ECB di bawah tekanan untuk mengikuti bank-bank sentral AS dan Inggris mengakhiri stimulus ekonominya dan segera menaikkan suku bunga. Pasalnya, jika semakin banyak bank sentral bersikap hawkish, maka investor tentu akan memilih keluar di pasar aset spekulatif. Akibatnya, aksi jual berjamaah di pasar kripto akan susah dibendung,” ungkap Afid.

    Investor juga dalam waktu dekat juga masih tampak ragu-ragu menggairahkan pasar kripto, seiring resolusi damai Ukraina dan Rusia yang menemui jalan buntu, karena kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan tentang gencatan senjata.

    “Investor cenderung mengurangi eksposur mereka terhadap risiko selama masa tekanan pasar. Akhirnya, mereka pun memilih menyalurkan dana di pasar aset yang terbilang safe heaven,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Presiden AS, Joe Biden Rilis Aturan Baru Aset Kripto Disambut Suka Cita

    Market kripto bersuka cita, pasca Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengumumkan perintah eksekutif yang sangat dinanti pada aset digital dan akhirnya mengambil sikap mendukung terhadap industri tersebut.

    Di dalam siaran pers bertanggal 9 Maret 2021, Joe Biden menyatakan dukungannya terhadap inovasi aset digital kripto yang bertanggung jawab. Selain itu, Departemen Keuangan AS juga akan bekerja sama dengan otoritas lainnya untuk menentukan masa depan uang fiat dan sistem pembayaran.

    Pelaku pasar menganggap hal ini sebagai dukungan terhadap perkembangan aset kripto di AS. Imbasnya market kembali bergairah, sejumlah kripto big cap terpantau masuk zona hijau pada Kamis (10/3) pagi pukul 08.00 WIB, bahkan Bitcoin alami kenaikan hingga 8%.

    Ilustrasi aset kripto.

    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 9 Maret 2022: Pasar Perlahan Bangkit, tapi…

    Dukung Manfaat Aset Kripto

    Presiden AS, Joe Biden telah menandatangani perintah eksekutif yang meminta pemerintahannya untuk memeriksa risiko dan manfaat aset kripto. Ini merupakan arahan yang telah lama ditunggu-tunggu yang telah membuat industri kripto gelisah.

    Perintah eksekutif ini mencoba untuk memperbaiki kurangnya kerangka kerja untuk pengembangan aset kripto di AS, yang telah disambut secara luas oleh industri dan investornya.

    Para kritikus mengatakan kurangnya kejelasan peraturan dapat menahan laju AS, ketika kripto sudah diterima oleh seluruh dunia. Kurangnya kejelasan peraturan juga sering disebut sebagai penghalang untuk adopsi institusional yang lebih besar di pasar crypto.

    “Sangat mudah untuk melupakan seberapa banyak landasan yang telah dicakup oleh ekosistem ini dalam dua tahun terakhir, dalam hal legitimasi dan pendirian dari pemerintah AS. Tetapi perintah eksekutif ini menjelaskan bahwa pemerintah AS tidak melarang crypto, melainkan merangkulnya,” kata Travis Kling, CEO Ikigai Asset Management dilansir CNBC.

    Ilustrasi aset kripto.

    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: 5 Crypto dengan Kabar Potensial Pekan Ini: LUNA, KAVA, IOTX, FIL, POSI

    Melindungi Konsumen Aset Kripto

    Dalam perintah eksekutif yang ditanda tangani oleh Joe Biden, setidaknya ada enam hal yang jadi fokus utama. Tujuannya memastikan pengawasan dan perlindungan yang memadai terhadap risiko keuangan sistemik yang ditimbulkan oleh aset digital.

    Keenam fokus utama tersebut adalah:

    1. Perlindungan konsumen dan investor.
    2. Stabilitas keuangan.
    3. Membasmi aktivitas ilegal di ruang kripto.
    4. Tingkat Daya saing AS di panggung global.
    5. Ciptakan Inklusi keuangan.
    6. Inovasi yang bertanggung jawab.

    Dalam instruksinya, Biden mengatakan bahwa AS harus tetap mempertahankan kepemimpinannya di bidang teknologi di tengah pertumbuhan yang pesat.

    “Membangun kerangka kerja untuk mendorong daya saing dan kepemimpinan AS, dan memanfaatkan teknologi aset digital,” tegasnya.

    Baca juga: Perempuan Semakin Tertarik Investasi Kripto, tapi Minim Ilmu



    Sumber : news.tokocrypto.com