Tag: amerika serikat

  • Kini Dukung RUU Kripto Pasca Kegagalan DPR

    Presiden Donald Trump mengklaim bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) regulasi kripto yang sebelumnya gagal diajukan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kini telah mendapatkan cukup dukungan dari anggota Partai Republik untuk kembali diajukan ke pemungutan suara.

    Pada hari Selasa waktu setempat, Trump mengatakan bahwa para anggota DPR dari Partai Republik yang sebelumnya menolak RUU kripto telah berubah pikiran setelah melakukan pertemuan singkat di Gedung Putih. “Saya berada di Ruang Oval bersama 11 dari 12 anggota Kongres yang diperlukan untuk meloloskan Undang-Undang GENIUS, dan setelah diskusi singkat, mereka semua sepakat untuk memberikan suara besok pagi,” ujar Trump melalui unggahan di platform Truth Social.

    Baca juga: Bitcoin Anjlok ke $117.000 Akibat Ancaman Tarif Trump ke Rusia

    RUU Kripto AS

    Dilaporkan CNBC, sebelumnya, RUU kripto yang didukung oleh Trump gagal melampaui prosedur pengesahan awal, dengan hanya memperoleh 196 suara setuju dan 223 suara menolak. Sebanyak 13 anggota Partai Republik bergabung dengan Partai Demokrat dalam memblokir pengajuan aturan debat untuk undang-undang tersebut, sebuah langkah yang sangat tidak biasa dalam jajaran pendukung Trump.

    RUU yang gagal ini merupakan bagian dari “Crypto Week” yang dinilai sebagai momen penting oleh industri aset digital. Kekalahan tersebut sempat memicu penurunan harga saham perusahaan kripto seperti Circle (turun lebih dari 7%), Coinbase (turun lebih dari 4%), dan MARA Holdings (turun lebih dari 2%).

    Tiga RUU Utama

    Tiga RUU utama yang dibahas mencakup:

    1. Undang-Undang GENIUS, yang telah disahkan oleh Senat dan bertujuan mengatur stablecoin;
    2. Undang-Undang CLARITY, yang akan menetapkan apakah suatu aset dikategorikan sebagai sekuritas di bawah pengawasan SEC atau sebagai komoditas di bawah CFTC;
    3. Sebuah RUU yang akan melarang Federal Reserve mengembangkan mata uang digital bank sentral (CBDC).

    Beberapa anggota Partai Republik, seperti Marjorie Taylor Greene, menyatakan keberatan karena RUU tersebut tidak mencakup larangan eksplisit terhadap CBDC. “Saya memilih TIDAK karena Undang-Undang GENIUS tidak mencakup larangan CBDC, dan kami tidak diberi kesempatan untuk mengajukan amandemen,” tulis Greene dalam unggahan di X (dulu Twitter).

    Pentingnya Regulasi

    Trump sendiri menekankan pentingnya regulasi kripto dalam mendorong dominasi global AS dalam ekonomi digital. “RUU ini akan menjadikan Amerika sebagai pemimpin tak terbantahkan dalam aset digital. Tidak ada yang bisa menandingi kita,” katanya.

    Ketua DPR Mike Johnson juga disebut hadir secara virtual dalam pertemuan Gedung Putih dan menyatakan kesiapan untuk melakukan pemungutan suara sesegera mungkin.

    Dengan perubahan sikap dari sejumlah legislator, industri kripto kini berharap RUU tersebut dapat kembali diajukan dan disahkan dalam waktu dekat—sebuah pergeseran signifikan setelah kegagalan yang dianggap mengecewakan awal pekan ini.

    Baca juga: Trump Ancam Rusia dengan Tarif 100% untuk Kesepakatan Damai


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trump Ancam Rusia dengan Tarif 100% untuk Kesepakatan Damai

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan mengenakan tarif sekunder sebesar 100% terhadap Rusia, jika dalam waktu 50 hari ke depan tidak tercapai kesepakatan damai terkait perang di Ukraina.

    Dilaporkan Coincu, pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Washington, sebagaimana dilaporkan oleh beberapa media internasional pada Minggu (14/7).

    Ancaman tarif ini juga ditujukan kepada negara atau entitas lain yang masih menjalin kerja sama dagang dengan Rusia. Trump menegaskan bahwa sanksi ekonomi tersebut akan menjadi “sangat parah” jika tidak ada kemajuan dalam penyelesaian konflik.

    Rusia Rampungkan RUU Kripto Sebagai Alat Pembayaran
    Ilustrasi bendera Rusia.

    Baca juga: Trump Umumkan Tarif Baru untuk 8 Negara Mulai 1 Agustus 2025

    Peringatan Tarif 100% Trump dan Dampak Geopolitiknya

    Selain itu, ia mengonfirmasi bahwa AS dan negara-negara anggota NATO akan mengirimkan bantuan sistem pertahanan udara, termasuk rudal Patriot, ke Ukraina. Pendanaan untuk pengiriman senjata ini akan didukung oleh sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Belanda, Denmark, Swedia, Norwegia, dan Kanada.

    Meski begitu, hingga saat ini belum terlihat dampak langsung terhadap pasar aset digital, khususnya mata uang kripto. Harga Bitcoin dan Ethereum masih bergerak stabil dalam rentang normal.

    Reaksi Pasar Kripto

    Menurut data CoinMarketCap, Ethereum (ETH) mencatat kenaikan sebesar 1,03% dalam 24 jam terakhir dan melonjak 87% dalam tiga bulan terakhir, dengan harga saat ini berada di kisaran US$3.024. Volume perdagangan ETH mencapai US$31,90 miliar dengan dominasi pasar 9,70%.

    Para analis menilai bahwa meski pasar belum bereaksi secara signifikan terhadap ancaman ini, ketegangan geopolitik semacam ini secara historis dapat memicu volatilitas jangka pendek. Oleh karena itu, investor tetap disarankan untuk berhati-hati dan mengandalkan data ekonomi aktual dalam mengambil keputusan di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.

    Baca juga: Bitcoin Anjlok ke $117.000 Akibat Ancaman Tarif Trump ke Rusia


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trump Umumkan Tarif Baru untuk 8 Negara Mulai 1 Agustus 2025

    Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, secara resmi mengumumkan kebijakan tarif baru terhadap delapan negara, yakni Brasil, Filipina, Brunei, Moldova, Aljazair, Irak, Libya, dan Sri Lanka. Kebijakan ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Agustus 2025 dan dikenakan tarif antara 20% hingga 50%.

    Dilaporkan Coincu, langkah ini merupakan bagian dari strategi proteksionisme ekonomi “America First” yang kembali digaungkan oleh Trump. Brasil menjadi negara yang paling terdampak dengan tarif sebesar 50%, sementara negara lain seperti Filipina dikenakan tarif 20%.

    “Tarif akan mulai dibayarkan pada 1 Agustus 2025. Tidak ada perubahan hingga saat ini, dan tidak akan ada perubahan. Tidak ada perpanjangan yang akan diberikan,” tegas Trump melalui surat resmi dan unggahan di media sosial.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 10 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 10 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Tarif Bea Masuk Baru Trump Berlaku 1 Agustus, Indonesia Terdampak

    Meskipun langkah ini memicu perhatian di sektor perdagangan global, reaksi pasar keuangan sejauh ini masih relatif tenang. Tidak terlihat dampak signifikan langsung terhadap pasar aset kripto, termasuk Bitcoin.

    Saat ini, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di level $111.512,27 dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,22 triliun. Volume perdagangan 24 jam terakhir tercatat sebesar $57,34 miliar, naik 28,69%, menurut data CoinMarketCap. Pasokan yang beredar mencapai 19,89 juta BTC dari total maksimum 21 juta.

    Tim riset dari Coincu menyebutkan bahwa kebijakan tarif ini mungkin berimplikasi terhadap kondisi ekonomi makro secara global, namun masih belum ada korelasi konkret dengan pergerakan harga aset kripto saat ini. Data on-chain pun belum menunjukkan indikasi keterkaitan langsung antara penerapan tarif dan investasi kripto.

    Meski begitu, para pengamat pasar terus memantau potensi efek domino terhadap perdagangan internasional dan potensi pergeseran arus investasi, termasuk ke dalam aset digital. Sejarah mencatat bahwa dalam ketidakpastian ekonomi, aset seperti Bitcoin kerap dijadikan sebagai lindung nilai alternatif. Namun, pengaruh kebijakan ini terhadap tata kelola aset DeFi maupun regulasi industri kripto secara lebih luas masih perlu dikaji lebih lanjut.

    Baca juga: RUU Pajak Trump Disahkan, Pasar Kripto Bakal Bergelombang?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tarif Bea Masuk Baru Trump Berlaku 1 Agustus, Indonesia Terdampak

    Presiden Donald Trump kembali memicu ketegangan dagang global dengan mengirimkan surat resmi kepada 14 negara terkait kebijakan tarif impor baru yang akan diberlakukan Amerika Serikat mulai 1 Agustus 2025. Dalam surat yang dipublikasikan langsung melalui platform Truth Social, Trump menyebut kebijakan ini sebagai langkah untuk “menyeimbangkan perdagangan” dan “membangun persahabatan yang kuat.”

    Dilaporkan Cryptopolitan, negara-negara yang menerima surat tersebut meliputi Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Kazakhstan, Afrika Selatan, Laos, Myanmar, Bosnia dan Herzegovina, Tunisia, Indonesia, Bangladesh, Serbia, Kamboja, dan Thailand. Surat tersebut mencantumkan tarif impor baru yang bervariasi antara 25% hingga 40%, tergantung pada hubungan dagang masing-masing negara dengan AS.

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak, dengan tarif bea masuk sebesar 32%. Sementara itu, negara-negara seperti Laos dan Myanmar dikenakan tarif tertinggi sebesar 40%. Trump memperingatkan bahwa jika negara-negara tersebut melakukan pembalasan tarif, maka tarif tambahan akan langsung diberlakukan.

    “Barang yang dikirim ulang untuk menghindari tarif juga akan dikenakan bea masuk lebih tinggi,” tulis Trump dalam suratnya. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku terpisah dari bea masuk sektoral lainnya.

    Baca juga: RUU Pajak Trump Disahkan, Pasar Kripto Bakal Bergelombang?

    Gedung Putih menyatakan bahwa tenggat waktu sebelumnya yang seharusnya berakhir pekan ini telah diperpanjang hingga 1 Agustus. Langkah ini memberi waktu tambahan bagi negara-negara yang dituju untuk menanggapi atau menyesuaikan kebijakan dagangnya.

    Karoline Leavitt, juru bicara Presiden Trump, mengonfirmasi bahwa lebih banyak surat akan dikirim dalam beberapa hari ke depan. Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan ini merupakan kelanjutan dari tarif “Hari Pembebasan” yang diumumkan pada April lalu, yang saat itu menetapkan tarif 24% untuk Jepang dan 25% untuk Korea Selatan.

    Defisit Perdagangan Amerika Serikat

    Trump menyebut defisit perdagangan sebagai alasan utama di balik langkah ini. Jepang tercatat memiliki defisit perdagangan sebesar $68,5 miliar dengan AS pada 2024, sementara Korea Selatan sebesar $66 miliar. Beberapa negara lain seperti Myanmar memiliki defisit yang jauh lebih kecil, yakni sekitar $579,3 juta.

    Meskipun menuai kritik dari kalangan ekonom dan tuntutan hukum, Trump bersikukuh bahwa kebijakan tarif ini dapat disesuaikan jika negara-negara tersebut menghapus hambatan tarif dan non-tarif terhadap produk AS. “Tarif ini bisa dinaikkan atau diturunkan tergantung hubungan kita dengan negara Anda,” tulis Trump, yang menutup setiap suratnya dengan kalimat, “Anda tidak akan pernah kecewa dengan Amerika Serikat.”

    Pasar merespons negatif terhadap pengumuman tersebut. Dow Jones turun 422 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah 0,79% dan 0,92%. Meski begitu, tim Trump menyatakan tetap optimis dapat mencapai sejumlah kesepakatan dagang dalam waktu dekat, meskipun hingga kini baru ada kerangka awal dengan Inggris, Vietnam, dan China.

    Kebijakan ini juga menghadapi tantangan hukum. Pengadilan federal sempat memutuskan bahwa Trump tidak memiliki dasar hukum untuk memberlakukan tarif secara luas berdasarkan undang-undang darurat nasional. Namun, keputusan tersebut tengah dalam proses banding, sehingga tarif tetap berlaku sementara waktu.

    Baca juga: Bitcoin Tembus $107.000, Komentar Trump Dorong Permintaan Aset Keras


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trump Serangan Udara AS ke Situs Nuklir Iran, Bitcoin Anjlok Lalu Pulih

    Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer Amerika Serikat telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran pada Sabtu (21/6) malam.

    Dilaporkan Crypto Briefing, serangan ini memicu gejolak di pasar kripto, dengan harga Bitcoin sempat jatuh drastis sebelum akhirnya bangkit kembali.

    Serangan Langsung ke Situs Nuklir

    Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa target serangan mencakup fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Esfahan — lokasi yang telah lama menjadi sorotan internasional terkait ambisi nuklir Iran. Aksi militer ini menjadi eskalasi terbaru dalam konflik yang telah meningkat antara Iran dan Israel, serta menyusul ultimatum diplomatik yang gagal selama dua minggu terakhir.

    Baca juga: Tren Bitcoin 23-27 Juni 2025: The War Is Not Over Yet by Hoteliercrypto

    “Semua pesawat telah meninggalkan wilayah udara Iran dan sedang dalam perjalanan pulang dengan selamat,” ujar Trump, seraya menegaskan bahwa langkah ini adalah respons atas meningkatnya ancaman di kawasan.

    Dampak Langsung ke Pasar Kripto

    Menanggapi kabar serangan tersebut, harga Bitcoin sempat anjlok hingga menyentuh $101.000 di bursa Binance. Namun penurunan ini hanya berlangsung singkat, karena tak lama kemudian harga pulih dan kembali diperdagangkan di atas $103.000.

    Fluktuasi tajam ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian geopolitik, sekaligus menunjukkan bagaimana pasar kripto kini menjadi barometer respons global terhadap peristiwa besar.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Risiko Eskalasi Regional

    Serangan udara AS ini dikhawatirkan dapat memicu pembalasan dari pihak Iran, baik terhadap aset militer AS maupun sekutu di kawasan Timur Tengah. Meski Gedung Putih dan Pentagon belum merilis pernyataan resmi, langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa jalur diplomasi antara AS dan Iran semakin menipis.

    Sementara itu, pihak Teheran belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan tersebut, dan hingga kini belum ada laporan pasti mengenai korban jiwa maupun kerusakan yang ditimbulkan.

    Presiden Trump dijadwalkan menyampaikan pidato resmi kepada rakyat Amerika Serikat pada pukul 10 malam waktu setempat untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

    Situasi di Timur Tengah kini berada di ambang eskalasi lebih lanjut, dengan pasar global — termasuk kripto — terus memantau perkembangan terbaru. Serangan ini tidak hanya mengubah dinamika politik internasional, tetapi juga menegaskan peran geopolitik sebagai salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan aset digital seperti Bitcoin.

    Baca juga: Bitcoin $100K–$110K: Short Meningkat, Kejutan untuk Bear?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

    Senat Amerika Serikat resmi mengesahkan GENIUS Act (Guiding and Establishing National Innovation for U.S. Stablecoins) dengan hasil suara 68–30.

    Ini menjadi undang‑undang federal pertama yang menetapkan kerangka legal lengkap untuk stablecoin US dollar‑pegged, sebelum dikirim ke DPR untuk pertimbangan lebih lanjut.

    Apa Saja Isi Aturan Utamanya?

    1. Cadangan penuh 1:1
      Semua stablecoin harus didukung penuh oleh aset likuid, seperti USD atau Treasury Bills.
    2. Keterbukaan & audit
      Penerbit stablecoin dengan nilai pasar besar wajib melakukan audit dan menerbitkan laporan cadangan secara bulanan.
    3. Kepatuhan AML & CFT
      Penerbit harus memenuhi standar anti pencucian uang (AML) dan pendanaan terorisme (CFT).
    4. Larangan bagi anggota Kongres
      Anggota DPR dan Senat (beserta keluarga mereka) dilarang mendapatkan keuntungan langsung dari stablecoin. Namun, Presiden dan keluarganya dikecualikan meski ada kekhawatiran konflik kepentingan.

    Baca Juga: Deutsche Bank Pertimbangkan Stablecoin untuk Pembayaran Global

    Keterbukaan Bipartisan, Namun Ada Celah Kekhawatiran

    • GENIUS Act disetujui oleh 18 Senator Partai Demokrat dan mayoritas Republik, menunjukkan dukungan lintas partai.
    • Beberapa Demokrat, termasuk Elizabeth Warren, mengkritik ketidakhadiran klausul anti‑korupsi yang mencakup Presiden, serta potensi terbitnya stablecoin oleh raksasa teknologi seperti Amazon dan Meta.
    • Sen. Jeff Merkley menyatakan bahwa meski bill ini langkah maju, tetapi masih memungkinkan “akses pemerintah untuk keuntungan pribadi”, merujuk investasi keluarga Trump di stablecoin USD1.

    Dampak Bagi Industri & Konsumen

    • Stabilitas & kepercayaan: Aturan ini bisa meredam risiko bank-run pada crypto dan meningkatkan kepercayaan investor institusi.
    • Posisi kompetitif USD‑Coin (USDC): Circle kemungkinan diuntungkan, sementara penerbit stablecoin asing seperti Tether (USDT) mungkin menghadapi hambatan baru.
    • Peluang penggunaan lebih luas: Visa, Mastercard, Amazon, dan Walmart, yang tengah menjajaki stablecoin—akan mendapat kejelasan hukum untuk bergerak.

    Perjalanan Legislasi Selanjutnya

    • GENIUS Act kini berada di DPR, yang dikendalikan Partai Republik. Ada kemungkinan muncul revisi, seperti gabungan dengan CLARITY Act yang memperluas regulasi ke token kripto lainnya.
    • Presiden Trump menegaskan ingin menandatangani undang‑undang ini sebelum ajakan recess Agustus, menandakan dukungan eksekutif jika Partai Republik menerobos di parlemen.

    Apa yang Harus Diantisipasi?

    Poin Perhatian
    Regulator baru Likuidasi dan cadangan stablecoin akan lebih diawasi, memberikan jaminan lebih aman.
    Peluang investasi Stablecoin berbasis AS bakal lebih menarik—karena regulator menghimpun investor institusi.
    Pengaruh eksternal Tether dan stablecoin asing lainnya mungkin menghadapi syarat sertifikasi baru.
    Integritas kenegaraan Larangan bagi Kongres dan audit rutin mengurangi potensi skema manipulasi.

    Baca Juga: Société Générale Rilis Stablecoin Dolar Pertama di Ethereum

    GENIUS Act menandai era baru dalam regulasi stablecoin dengan transparansi, cadangan legal, dan perlindungan konsumen yang jelas.

    Meski menuai kritik soal konflik kepentingan Presiden dan potensi dominasi oleh Big Tech, langkah ini membuat Amerika lebih siap menghadapi pertumbuhan besar pasar $240 miliar tersebut.

    Hasil akhir akan tergantung pada revisi di DPR dan apakah Presiden Trump akan menandatanganinya sebelum batas waktu. Jika disahkan, sektor DeFi, pembayaran digital, dan stablecoin institusional bisa segera memasuki babak baru legitimasi dan ekspansi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Paul Atkins Resmi Gantikan Gary Gensler sebagai Ketua SEC di AS

    Paul Atkins resmi dilantik sebagai Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), menggantikan Gary Gensler yang selama ini dikenal sebagai figur tegas terhadap industri kripto. Pelantikan ini menandai arah baru bagi SEC, dengan prospek regulasi aset digital yang lebih ramah di bawah kepemimpinan Atkins.

    Menurut laporan Coindesk, Atkins, yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris SEC dan penasihat di berbagai perusahaan kripto, dilantik setelah dinominasikan oleh Presiden Donald Trump dan disetujui oleh Senat AS dengan suara 52-44. Dalam pernyataan perdananya, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan berkomitmen menjadikan AS sebagai tempat terbaik dan teraman untuk berinvestasi dan berbisnis.

    “Bersama-sama kita akan bekerja untuk memastikan bahwa AS adalah tempat terbaik dan teraman di dunia untuk berinvestasi dan berbisnis,” ujar Atkins.

    Pendekatan Baru ke Kripto

    Stempel Komisi Sekuritas dan Bursa AS tergantung di dinding kantor pusat SEC di Washington, 24 Juni 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.
    Stempel Komisi Sekuritas dan Bursa AS tergantung di dinding kantor pusat SEC di Washington, 24 Juni 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.

    Baca juga: SEC Hentikan Investigasi terhadap Proyek Gaming NFT CyberKongz

    Atkins bergabung dengan dua komisaris Partai Republik lainnya di SEC — Mark Uyeda dan Hester Peirce — yang dalam beberapa bulan terakhir telah mendorong pendekatan lebih terbuka terhadap aset digital. Inisiatif mereka mencakup pembentukan gugus tugas kripto, penghapusan sejumlah tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan kripto, serta penyelenggaraan diskusi meja bundar bersama pelaku industri.

    Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap regulasi aset digital di AS. Masa jabatan Atkins dimulai saat komisi hanya memiliki empat dari lima kursi yang aktif. Satu-satunya anggota dari Partai Demokrat, Caroline Crenshaw, saat ini menjabat di luar masa jabatan resmi, sementara dua posisi lainnya masih kosong dan belum diisi oleh Gedung Putih.

    Kehadiran Atkins di SEC juga menimbulkan perhatian terkait potensi konflik kepentingan, mengingat Presiden Trump memiliki hubungan bisnis pribadi dengan proyek-proyek kripto, termasuk stablecoin dari World Liberty Financial dan token meme $TRUMP.

    Namun, arah regulasi ke depan diperkirakan akan sangat bergantung pada rancangan undang-undang yang kini menjadi prioritas Kongres. Atkins sendiri diprediksi akan memperkuat posisi SEC sebagai mitra konstruktif dalam perkembangan industri kripto nasional.

    Baca juga: SEC Beri Lampu Hijau Pada Perdagangan Opsi ETF Ethereum Spot


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AS Targetkan Regulasi Stablecoin dan Legislasi Kripto Sah Agustus 2025

    Pemerintah Amerika Serikat menargetkan pengesahan undang-undang kripto komprehensif pada Agustus 2025, dengan regulasi stablecoin sebagai salah satu fokus utama. Inisiatif ini mencerminkan komitmen kuat AS untuk memperjelas kerangka hukum aset digital dan memperkuat kepercayaan pasar global terhadap instrumen kripto yang dipatok pada dolar.

    Dikutip Coincu, Senator Tim Scott, Ketua Komite Perbankan Senat, menyatakan bahwa RUU struktur pasar kripto, termasuk pengaturan stablecoin, diproyeksikan rampung dalam beberapa bulan ke depan. RUU tersebut merupakan kelanjutan dari GENIUS Act yang disahkan pada Maret 2025, dan menjadi fondasi kebijakan kripto nasional.

    “Kita harus memberi ruang bagi inovasi sebelum mengatur. Mengembangkan teknologi aset digital di dalam negeri penting untuk mempertahankan dominasi ekonomi Amerika Serikat,” ujar Senator Scott.

    Baca juga: Aktivitas Stablecoin Naik Drastis di Tengah Gejolak Perang Tarif Global

    Regulasi Stablecoin Diprediksi Tingkatkan Kepercayaan dan Adopsi

    Pengesahan undang-undang stablecoin dinilai akan memperkuat posisi instrumen seperti USDC dan USDT di pasar global. Fokus utama regulasi ini mencakup kepatuhan, standar agunan, serta perlindungan konsumen dalam penggunaan stablecoin.

    Menurut Coincu Research, regulasi stablecoin yang jelas berpotensi meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset digital, termasuk Ethereum, yang memainkan peran penting dalam ekosistem DeFi dan tokenisasi. Tren historis menunjukkan bahwa kejelasan hukum berdampak langsung pada peningkatan adopsi stablecoin dan aset berbasis blockchain lainnya.

    Anggota Kongres Ro Khanna dan Bo Hines juga menyatakan optimisme bahwa regulasi stablecoin akan disahkan dalam waktu 60 hari, didukung oleh konsensus bipartisan yang semakin solid. Langkah ini dianggap sebagai bagian penting dalam strategi jangka panjang AS untuk memimpin perkembangan aset digital secara global.

    Stabilitas Stablecoin dan Dampaknya pada Pasar Kripto

    Di tengah persiapan legislasi ini, Ethereum (ETH) tercatat berada di harga $1.620,22 dengan kapitalisasi pasar $195,54 miliar. Meski mencatat kenaikan harian sebesar 4,44%, ETH masih mengalami penurunan hingga 50% dalam tiga bulan terakhir, menurut data CoinMarketCap.

    Regulasi stablecoin diyakini akan menciptakan ekosistem kripto yang lebih stabil dan terpercaya, mendorong pertumbuhan pasar serta memperkuat adopsi aset digital oleh institusi dan pengguna ritel di seluruh dunia.

    Baca juga: Sui Network Catat Arus Masuk Stablecoin Tertinggi


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Peristiwa Ekonomi AS yang Berdampak pada Pasar Kripto Minggu Ini

    Lima indikator ekonomi utama Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan pelaku pasar kripto pekan ini. Data tersebut diperkirakan dapat memengaruhi sentimen investor terhadap Bitcoin (BTC) dan aset digital lainnya, di tengah tekanan bearish yang tengah melanda pasar.

    Dilaporkan BeInCrypto, pengaruh kebijakan dan data ekonomi AS terhadap kripto semakin signifikan. Oleh karena itu, pelaku pasar memperhatikan rilis indikator makroekonomi pekan ini untuk menentukan arah pergerakan harga.

    1. Risalah Rapat FOMC Maret

    Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Maret dijadwalkan rilis pada Rabu (10/4). Dokumen ini akan memberikan pandangan terkini terkait arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), terutama menyangkut suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.

    Nada agresif dari risalah yang mengindikasikan kebijakan ketat dapat menekan harga Bitcoin karena investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman seperti obligasi. Sebaliknya, sinyal dovish yang mengarah pada kemungkinan pemangkasan suku bunga dapat meningkatkan minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

    JPMorgan sebelumnya memprediksi potensi resesi di AS dan menyebut Fed mungkin perlu memangkas suku bunga lebih cepat dari jadwal. Namun, hingga kini tidak ada indikasi akan adanya rapat darurat sebelum pertemuan FOMC berikutnya pada 6–7 Mei 2025.

    2. Klaim Pengangguran Awal

    Data mingguan klaim pengangguran awal akan dirilis pada Kamis (11/4). Indikator ini mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja dan menjadi acuan bagi pelaku pasar untuk menilai kesehatan ekonomi.

    Jumlah klaim yang lebih rendah dari 219.000 akan mencerminkan kekuatan ekonomi AS, namun bisa mengurangi daya tarik Bitcoin. Sebaliknya, lonjakan klaim dapat mendorong kekhawatiran resesi dan meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed, yang umumnya mendukung harga kripto.

    Daftar peristiwa ekonomi Amerika Serikat.
    Daftar peristiwa ekonomi Amerika Serikat periode 7-11 April 2025.

    3. Indeks Harga Konsumen (CPI)

    Indikator inflasi utama, Consumer Price Index (CPI), juga akan diumumkan pada Kamis (11/4). Jika inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan, pasar dapat mengantisipasi kebijakan moneter ketat dari Fed, yang berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan harga kripto.

    CPI bulan Maret diperkirakan naik 2,6% secara tahunan. Apabila realisasinya lebih tinggi, Bitcoin berisiko tertekan. Namun jika data lebih rendah, kripto bisa mendapat dorongan sebagai lindung nilai terhadap pelonggaran kebijakan moneter.

    4. Indeks Harga Produsen (PPI)

    Pada Jumat (12/4), data Indeks Harga Produsen (PPI) akan memberikan gambaran tentang inflasi di tingkat grosir. Kenaikan PPI di atas 3,3% secara tahunan bisa menandakan meningkatnya tekanan biaya produksi, termasuk bagi sektor pertambangan kripto.

    PPI yang tinggi berpotensi memicu respons hawkish dari The Fed, yang dapat mengurangi likuiditas di pasar dan menekan kripto. Sebaliknya, data yang lebih lemah bisa mendukung narasi pemangkasan suku bunga.

    5. Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan

    Juga pada Jumat (12/4), data awal indeks sentimen konsumen Universitas Michigan akan dirilis. Angka yang lebih tinggi dari ekspektasi (54,5) menandakan optimisme konsumen, yang bisa mendorong pengambilan risiko dan mendukung harga Bitcoin. Namun, angka yang lebih rendah bisa menimbulkan kekhawatiran inflasi atau ketidakpastian pekerjaan.

    Selain mencerminkan keyakinan ekonomi, indeks ini juga memuat ekspektasi inflasi, yang menjadi acuan tambahan bagi narasi Bitcoin sebagai lindung nilai.

    Pekan ini menjadi periode penting bagi pasar kripto dengan jadwal padat rilis data ekonomi makro. Pelaku pasar diimbau untuk mencermati indikator tersebut serta memperhatikan reaksi pasar guna menyusun strategi investasi yang matang.

    Baca juga: Tren Bitcoin 24-28 Maret 2025: PCE adalah Kunci by Hoteliercrypto


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Peristiwa Ekonomi AS yang Mempengaruhi Sentimen Bitcoin Pekan Ini

    Bitcoin (BTC) dan pasar kripto secara keseluruhan diprediksi akan dipengaruhi oleh sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat pekan ini. Sementara harga BTC masih bertahan di kisaran $87.000, investor menantikan katalis yang dapat mendorong pergerakan harga lebih lanjut.

    Dilaporkan BeInCrypto, berikut lima data ekonomi utama yang berpotensi membentuk sentimen pasar kripto dalam beberapa hari ke depan.

    1. PMI Jasa dan Manufaktur

    Data Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor jasa dan manufaktur AS dari S&P Global akan dirilis pada Senin, 24 Maret. Angka sebelumnya menunjukkan manufaktur bertahan di level 52,7, sementara jasa berada di 51,0.

    PMI yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat mendorong selera risiko investor dan berpotensi mengangkat Bitcoin. Sebaliknya, jika angka PMI turun di bawah 50, hal ini dapat memicu kekhawatiran resesi dan menarik dana keluar dari aset berisiko, termasuk kripto.

    2. Indeks Kepercayaan Konsumen

    Pada Selasa (25/3), The Conference Board akan merilis data Indeks Kepercayaan Konsumen. Bulan sebelumnya, indeks ini turun ke 98,3, penurunan terbesar sejak 2021. Perkiraan terbaru menunjukkan kemungkinan pemulihan ke level 95,0.

    Jika kepercayaan konsumen meningkat, pasar ritel yang mendukung Bitcoin bisa mendapatkan dorongan. Sebaliknya, pelemahan lebih lanjut dapat meningkatkan ekspektasi kebijakan dovish dari Federal Reserve (The Fed), yang memiliki dampak beragam bagi BTC.

    3. Klaim Pengangguran Awal

    Laporan Klaim Pengangguran Awal pada Kamis akan menjadi indikator penting untuk kekuatan pasar tenaga kerja AS. Pekan lalu, klaim pengangguran berada di 223.000, sedikit lebih rendah dari ekspektasi 224.000. Pekan ini, perkiraan median menunjukkan kenaikan kecil menjadi 226.000.

    Jika klaim meningkat signifikan, kekhawatiran resesi bisa muncul dan mendorong investor mencari aset alternatif seperti Bitcoin. Namun, jika angka klaim tetap rendah, pasar ekuitas bisa lebih menarik dibandingkan aset kripto.

    4. Pertumbuhan PDB

    Revisi kedua Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal IV 2024 akan dirilis pada Kamis. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 2,3%, dengan angka tahunan 2024 menunjukkan peningkatan 3%.

    Jika pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari ekspektasi, investor bisa lebih memilih saham daripada Bitcoin. Sebaliknya, angka yang lebih rendah dapat memicu spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed, yang berpotensi meningkatkan permintaan BTC sebagai aset lindung nilai.

    5. Indeks PCE

    Pada Jumat (28/3), pasar akan mencermati rilis Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), indikator inflasi pilihan The Fed. Pada Januari, indeks ini naik 2,5% secara tahunan.

    Jika angka PCE lebih tinggi dari perkiraan, potensi penundaan pemangkasan suku bunga dapat menekan harga Bitcoin. Namun, jika inflasi lebih rendah dari prediksi, ekspektasi pelonggaran moneter bisa meningkat dan mendukung kenaikan harga BTC.

    Pergerakan Harga Bitcoin

    Menurut data BeInCrypto, BTC saat ini diperdagangkan di level $86.712, mencatat kenaikan lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir. Dengan sejumlah rilis ekonomi penting dalam beberapa hari ke depan, investor kripto akan terus mencermati dampaknya terhadap pasar.

    Pekan ini bisa menjadi penentu arah pergerakan Bitcoin, terutama di tengah dinamika kebijakan ekonomi AS dan kebijakan pemerintahan Trump yang baru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com