Tag: visa

  • VISA Umumkan Kerja Sama dengan USDC, Bukti Adopsi Crypto Makin Luas

    Visa yang terkenal dengan kartu kreditnya hari ini mengumumkan kemitraan dengan Koin Dolar AS [USDC] yang dibangun di atas blockchain ethereum [ETH].

    Visa telah bekerja sama dengan perusahaan layanan blockchain Circle untuk membuat transaksi stablecoin USD Coin (USDC) kompatibel dengan kartu kredit tertentu. USDC sendiri merupakan aset crypto yang dibangun di blockchain Ethereum.

    Baca Juga: Lagi! Robert Kiyosaki Sarankan Beli Bitcoin

    Pengumuman ini datang hanya beberapa hari setelah ethereum menyelesaikan pembaruan ETH 2.0 yang sangat ditunggu-tunggu. Banyak ahli crypto melihat ini sebagai tanda bullish untuk industri crypto.

    “Ini akan menjadi yang pertama, kartu perusahaan yang memungkinkan bisnis dapat membelanjakan saldo USDC, ” kata  Cuy Sheffield, kepala crypto Visa dikutip dari Cointelegraph.

    60 Juta Pedagang di Jaringan Visa Menggunakan USDC

    Kabar kerja sama ini juga dibagikan oleh jurnalis Forbes Michael Del Castillo. Dalam artikelnya ia menyebutkan mata uang digital USDC kini bernilai 2,9 Miliar. Mata uang digital dikembangkan oleh circle internet financial dan sejauh ini telah mengumpulkan lebih dari $270 juta.

    Kemitraan ini akan memungkinkan penerbit kartu kredit Visa terpilih untuk bisa berintegrasi dengan USDC sehingga mereka dapat mengirim dan menerima pembayaran dalam USDC.

    Di masa mendatang, kolaborasi ini akan memfasilitasi transaksi USDC antara perusahaan lintas batas yang ramah Visa. Raksasa pembayaran itu juga mengumumkan kesepakatan dengan BlockFi pada hari Selasa yang akan membawa kartu kredit ke pasar yang membayar poin hadiah dalam Bitcoin (BTC).

    Dua puluh lima penyedia dompet telah mengikuti rencana fast track sebagai penyedia kartu dalam beberapa hari terakhir. Ini akan digunakan untuk perpindahan USDC Visa.

    Baca juga: Dari Hater Jadi Fans, PayPal Ketagihan Beli Bitcoin!

    Adopsi Crypto telah meningkat secara signifikan pada tahun 2020. Dari PayPal yang meluncurkan aset digital pada platformnya hingga pembelian Bitcoin dalam jumlah besar oleh pemain keuangan arus utama besar. Awal tahun ini, Coinbase pun telah  memperoleh kemampuan penerbitan kartu pembayaran dengan bergabung sebagai anggota utama Visa.

    Kerja sama VISA yang notabene merupakan  perusahaan besar diharapkan mampu mendorong adopsi crypto makin meluas. Apakah kerja sama ini bisa menaikkan harga Bitcoin atau Ethereum yang tengah turun? Kita masih perlu menunggunya kembali.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Visa Kembangkan Konsep Transfer Mata Uang Digital Aman

    Jika kamu membeli satu porsi sushi atau minuman jelly kesukaanmu, apakah kamu akan membayarnya menggunakan mata uang rupiah atau memilih scan melalui QR?

    Mungkin sebagian dari kita, penikmat teknologi zaman sekarang, akan memilih langsung scan menggunakan QR. Selain lebih praktis, scan QR juga dinilai lebih higienis. Dan mata uang crypto, sebenarnya sesederhana itu konsepnya.

    Lalu, bagaimana kamu mendapatkan mata uang digital yang berbeda, dengan mengandalkan tumpukan teknologi dan protokol yang berbeda, agar bisa lebih mudah menikmati teknologi seperti analogi di atas?

    Standar kepatuhan dan persyaratan pasar pun nantinya akan berbeda ketika berbicara satu sama lain dalam jaringan nilai yang lebih luas.

    Dan saat ini, tim riset dan produk Visa telah mengembangkan konsep baru untuk mendiskusikan dan menemukan solusi atas pertanyaan di atas.

    Tim riset Visa kemudian menyebutnya Saluran Pembayaran Universal (UPC) yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan Blockchain dan memungkinkan transfer mata uang digital yang aman.

    Anggap saja sebagai ‘adaptor universal’ di antara Blockchain, yang memungkinkan bank sentral, bisnis, dan konsumen untuk bertukar nilai dengan mulus, tidak melihat apapun faktor bentuk mata uangnya.

    Visa dengan senang hati membagikan mekanisme UPC dalam makalah penelitiannya.

    Makalah tersebut dirangkum dalam panduan kebijakan untuk bank sentral dan regulator tentang implikasi penelitian dari Institut Pemberdayaan Ekonomi Visa.

    Baca jugaPolygon Meroket 330% Dalam Waktu Singkat!

    Alasan Interoperabilitas Lintas-Rantai Penting Bagi CBDC

    Meskipun mata uang digital mungkin tidak menjadi bagian dari kehidupan keuangan harian kamu hari ini, kemungkinan mata uang tersebut akan memainkan peran penting di masa depan.

    Selama dua tahun terakhir, bank sentral di seluruh dunia telah menjabarkan data jika minat terlihat terus meningkat untuk mengeksplorasi CBDC yang dapat digunakan oleh semua khalayak.

    Di tahun-tahun mendatang, banyak bank sentral kemungkinan akan menerapkan beberapa bentuk buku besar versi digital.

    Bank sentral di masa depan kemudian memilih tumpukan teknologi dan protokol desain yang paling masuk akal bagi konstituen mereka.

    Langkah selanjutnya hanya perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti tata kelola, persyaratan pasar, penyedia teknologi, standar kepatuhan, dan prioritas khusus negara.

    Ketika jumlah jaringan mata uang digital meningkat, maka masing-masing karakteristik desain yang unik. Seperti kemungkinan konsumen, bisnis, dan pedagang yang bertransaksi di jaringan yang sama, akan mengurangi penggunaan jenis mata uang yang sama.

    Tim Visa ungkap bahwa mereka percaya jika ingin CBDC berhasil, mereka harus memiliki dua unsur penting. Yaitu pengalaman konsumen yang hebat dan penerimaan pedagang yang luas.

    Ini berarti, harus ada kemampuan hebat untuk melakukan dan menerima pembayaran, terlepas dari apa mata uangnya, apa salurannya, atau faktor bentuk fisiknya. Dan disitulah mekanisme saluran pembayaran universal Visa masuk.

    Baca jugaTrading Kripto Anti FOMO dengan CryptoHero

    Konsep Dibalik UPC Milik Visa

    Konsep UPC akan menghubungkan jaringan Blockchain yang berbeda dengan membangun saluran pembayaran khusus.

    Dan Blockchain baru yang terpercaya akan dapat dengan mudah ditambahkan ke jaringan-jaringan tersebut dengan membuat saluran pembayaran yang baru.

    Lebih dari memajukan visi untuk interoperabilitas, UPC juga memiliki implikasi untuk mempercepat transaksi dalam mata uang digital.

    Nantinya, jaringan pembayaran modern saat ini dapat menangani puluhan ribu transaksi per-detik. Sedangkan beberapa jaringan Blockchain terbesar yang ada saat ini hanya dapat menangani sebagian kecil dari volume tersebut.

    UPC juga nantinya akan dibuat dari Blockchain dan memanfaatkan smart contract untuk mengkomunikasikan kembali dengan berbagai jaringan Blockchain.

    Kemudian, saluran tersebut akan memberikan throughput transaksi yang tinggi dengan aman serta meningkatkan kecepatan secara keseluruhan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Visa Gunakan Blockchain, Bantu Integrasi Mata Uang Digital Bank Sentral

    Dilansir dalam wawancara bersama Forbes, dua eksekutif Visa, Cuy Sheffield, yang menjabat sebagai Direktur dan Kepala bagian cryptocurrency, dan Terry Angelos, Kepala FinTek Global SVP di Visa, sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya dari perusahaan dalam meningkatkan adopsi pembayaran berbasis blockchain pada klien visa.

    Rencananya perusahaan ini juga akan membantu bank-bank sentral dunia dalam memanfaatkan peluang dari pengintegrasian sistem Mata Uang Digital Bank Sentral ini.

    Terry mengakui perusahaan nantinya akan terlibat langsung dengan perkembangan pembangunan produk berbasis blockchain dan memberikan peluang untuk para kliennya sebagai aktor yang berperan secara tidak langsung dalam pembangunan mata uang digital ini.

    Baca Juga: Whales Pindahkan Aset Setara $300 Juta Saat Pasar Rebound

    Tidak hanya itu, nantinya perusahaan juga akan berfokus pada jaringan yang akan terus bekerja dalam membantu peningkatan dalam layanan Visa. Cuy Sheffield juga menambahkan Visa nantinya akan terus mengembangkan teknologi berbasis blockchain di dalam sistem operasinya, seiring juga dengan meningkatkan opsi pembayaran dengan mata uang crypto.

    Meningkatnya Adopsi Mata Uang Crypto

    Dengan Visa yang terus meningkatkan teknologinya berbasis blockchain dan layanan mata uang crypto. Ini menunjukan bahwa ada peningkatan minat yang signifikan terhadap mata uang crypto. Visa sendiri merupakan perusahaan layanan keuangan terbesar di dunia dengan 60 juta transaksi perdagangan setiap harinya di dalam jaringan. Saat ini, setidaknya Visa telah mendukung sekitar 25 perusahaan blockchain termasuk wallet dan exchange crypto di seluruh dunia.

    Keterlibatan Visa dengan Mata Uang Digital Bank Sentral

    Cuy Sheffield selanjutnya mengatakan keterlibatan Visa dengan bank sentral di seluruh dunia terbilang sangat erat, ditambah mata uang digital bank sentral yang kian diminati. Terlebih, informasi terkait dengan aksesibilitas, penerimaan oleh para pedagang, dan kegunaan mata uang tersebut akan memberikan peluang besar bagi perusahaan untuk masuk dan mengambil andil dalam pembangunan sistem operasi ini.

    Perusahaan tersebut juga berencana akan mengajukan hak paten terkait dengan mata uang digital berbasis blockchain dengan sistem komputer terpusat.

    Baca Juga: Perbedaan Bitcoin dan Altcoin, Mana yang Lebih Aman?

    artikel ini dapat dibaca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mastercard Meningkatkan Fitur Dompet Crypto dan Bisnis Pertukaran

    Industri crypto telah menarik banyak minat, termasuk para pemain besar dan utama disektor ini, dan Mastercard adalah salah satunya.

    Mastercard belum lama ini mengumumkan akan meningkatkan fungsi dan eksperimennya untuk dompet dan pertukaran cryptocurrency ke klien mereka. Penerbit kartu bekerja sama dengan beberapa perusahaan crypto untuk mempermudah konversi crypto dan uang fiat tradisional.

    Dalam sebuah pernyataan , Mastercard mengungkapkan ambisinya untuk meningkatkan program kartu crypto yang ada dengan banyak mitra.

    Sementara itu, Paxos dan Circle akan menggunakan platform mereka untuk mengubah crypto menjadi fiat melalui stablecoin yang didukung fiat, kelas cryptocurrency yang menawarkan stabilitas harga dan didukung oleh aset cadangan.

    Raj Dhamodharan, wakil presiden eksekutif aset digital dan produk & kemitraan blockchain di Mastercard, menyambut baik kemitraan tersebut dan berkata:

    “Tidak semua perusahaan crypto memiliki infrastruktur dasar untuk mengubah cryptocurrency menjadi mata uang fiat tradisional dan kami membuatnya lebih mudah… Mastercard berharap dapat memenuhi janji pilihan konsumen kami untuk memberikan opsi kepada orang-orang di seluruh dunia tentang bagaimana dan kapan harus membayar.”

    Baca Juga: Analisa Teknikal 22 Juli: Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)

    Mastercard memahami meningkatnya permintaan pembayaran digital dari pelanggannya. Lebih dari 93% klien mempertimbangkan untuk mengadopsi metode pembayaran inovatif, seperti biometrik, mata uang digital, dan kode QR.

    Oleh karena itu, platform pembayaran telah mengumumkan pada bulan Februari untuk mendukung pembayaran crypto langsung dengan memungkinkan pemegang kartu untuk bertransaksi crypto di jaringannya tahun ini secara langsung.

    Sementara itu, Visa, salah satu pesaing utama Mastercard, pemegang kartu visa mereka telah menghabiskan lebih dari $1 miliar crypto dalam enam bulan pertama tahun ini oleh konsumen secara global.

    Baca Juga: Mengenal NFT: Peluang Besar Industri Kreatif di Indonesia Merambah Pasar Global

    Baru-baru ini, Visa memperluas bisnisnya di Australia dengan menyetujui CryptoSpend startup Australia untuk mengeluarkan kartu debit bagi pelanggannya untuk dikonsumsi melalui cryptocurrency.

    Dengan banyak perusahaan besar masuk ke dunia crypto, bisa dinyatakan bahwa pasar crypto tidak akan mati (BTC=0) dan sebuah koreksi adalah hal yang wajar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Visa: Stablecoin dan CBDC Punya Peran Penting dalam Pembayaran

    Perusahaan layanan pembayaran, Visa mulai mengerjakan proyek interoperabilitas blockchain untuk mendukung central bank digital currencies (CBDC) dan pengadopsian stablecoin. Mereka yakin CBDC dan stablecoin akan memiliki peran penting dalam layanan pembayaran di masa depan.

    CEO Visa, Al Kelly, tetap yakin bahwa solusi teknologi blockchain dapat diintegrasikan ke dalam layanan dan penawarannya untuk menggerakkan pembayaran generasi berikutnya. Kelly secara singkat membagikan rencana perusahaan untuk CBDC dan stablecoin dalam adopsi di industri pembayaran digital.

    “Ini masih sangat awal, tetapi kami terus percaya bahwa stablecoin dan mata uang digital bank sentral memiliki potensi untuk memainkan peran yang berarti dalam ruang pembayaran, dan kami memiliki sejumlah inisiatif yang sedang berjalan,” kata Kelly dikutip Cointelegraph.

    Investasi Visa

    Huobi dan Visa kolaborasi rilis kartu debit kripto buat belanja.
    Huobi dan Visa kolaborasi rilis kartu debit kripto buat belanja.

    Baca juga: Stablecoin Berbasis Cardano Siap Rilis, Harga ADA Bakal Naik?

    Selama bertahun-tahun, Visa telah mengerjakan sejumlah inisiatif terkait blockchain dan kripto.

    “Kami memiliki jumlah investasi yang tidak material dalam dana dan perusahaan kripto saat kami berusaha untuk berinvestasi dalam ekosistem pembayaran,” jelas CEO yang akan mundur dari Visa pada Februari mendatang.

    Kelly juga mengonfirmasi bahwa neraca Visa tidak terpengaruh oleh beberapa “kegagalan profil tinggi” yang mengguncang dunia aset kripto pada tahun 2022 lalu.

    “Kami tidak mengalami kerugian kredit terkait kegagalan ini […] Dalam segala hal yang kami lakukan, ketahuilah bahwa kami sangat fokus untuk menjaga integritas sistem pembayaran Visa dan sistem pembayaran secara keseluruhan dan tentu saja, reputasi merek kami berdiri untuk kepercayaan,” jelasnya.

    Fokus Blockchain dan kripto

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Sambut Imlek, Tokocrypto Gelar Kompetisi Trading Hadiah Rp 200 Juta

    Tim riset Visa sendiri mulai mengerjakan proyek interoperabilitas blockchain pada September 2021 bernama inisiatif Universal Payment Channel (UPC). Proyek ini dirancang untuk membangun jaringan untuk CBDC dan stablecoin pribadi untuk melewati berbagai saluran pembayaran.

    Namun, Visa belum memberikan pembaruan tentang UPC selama lebih dari 12 bulan.

    Baru-baru ini, pada 20 Desember 2022, Visa mengumumkan sedang menyusun rencana untuk memungkinkan pembayaran tagihan otomatis dari dompet bertenaga Ethereum milik pengguna.

    Visa juga telah meluncurkan beberapa kartu debit aset kripto “tanpa biaya” akhir-akhir ini termasuk perjanjian yang sekarang dihentikan dengan FTX dan kemitraan dengan Blockchain.com pada 26 Oktober, yang masih berlaku.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Huobi dan Visa Kolaborasi Rilis Kartu Debit Kripto Buat Belanja

    Sebagai salah satu bursa kripto terkemuka di dunia, Huobi mengumumkan rencana kolaborasi dengan Visa, pemimpin dunia dalam pembayaran digital, untuk menerbitkan Kartu Visa Huobi di seluruh dunia.

    Dalam pengumuman resminya, kolaborasi ini bertujuan untuk menghadirkan gateway fiat-to-crypto yang lebih efisien bagi penggunanya dan mempromosikan pengembangan industri aset digital.

    “Peluncuran Kartu Visa Huobi ini menandai tonggak penting dalam upaya Huobi untuk menyediakan aset virtual bagi semua orang. Huobi dan Visa adalah pemimpin terkemuka di industrinya masing-masing, dan dengan kartu bermerek Huobi, kami berharap dapat berkontribusi terhadap inklusi keuangan global,” kata anggota Dewan Penasihat Global Huobi, Justin Sun.

    Pasar Eropa

    Kartu Visa Huobi akan tersedia di beberapa pasar Eropa selama peluncuran awal, dan dijadwalkan akan dirilis di wilayah lain segera setelahnya. Peluncuran Kartu Visa Huobi menandakan niat kuat Huobi dalam mempromosikan adopsi aset virtual di seluruh dunia.

    “Visa ingin menjadi jembatan antara ekosistem crypto dan jaringan global pedagang dan lembaga keuangan kami,” kata Cuy Sheffield, Kepala Crypto di Visa.

    Huobi dan Visa kolaborasi rilis kartu debit kripto buat belanja.
    Huobi dan Visa kolaborasi rilis kartu debit kripto buat belanja.

    Baca juga: Indonesia Diproyeksikan Masuk Jajaran Market Kripto Teratas Global

    “Kami senang dapat bekerja dengan platform inovatif seperti Huobi untuk memudahkan dan tanpa hambatan bagi konsumen untuk berbelanja dari saldo kripto mereka di mana pun Visa diterima.”

    Kartu Visa Huobi akan ditautkan ke akun pengguna Huobi. Dengan kartu ini, pengguna Huobi dapat dengan mudah mengonversi saldo aset kripto di akun Huobi mereka untuk membayar barang dan jasa di 80 juta lokasi pedagang di seluruh dunia yang menerima Visa.

    Utamakan keamanan

    Didirikan pada tahun 2013, Huobi mengklaimnya sebagai salah satu bursa aset virtual terbesar di dunia. Huobi melayani jutaan pengguna di seluruh pasar internasional.

    Sejak didirikan, Huobi telah berkomitmen untuk menyediakan layanan investasi aset virtual kelas satu. Infrastruktur Huobi yang kuat, inovasi produk, dan kekuatan modal menyediakan lingkungan perdagangan yang benar-benar berpusat pada pelanggan dan aman untuk membantu pengguna internasional kami mencapai tujuan investasi mereka.

    kemitraan dengan Visa ini menjadikan posisi yang kuat untuk Houbi. Keduanya menjanjikan untuk membantu mempromosikan popularitas industri aset kripto secara luas. Menurut laporan Visa saat ini beroperasi di setidaknya 200 negara dan menawarkan basis pelanggan sekitar 3,3 miliar orang.

    Baca juga: Bappebti: Indonesia Negara Pengadopsi Pengaturan Kripto Tercepat



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Visa Luncurkan NFT Buat Penggemar Sepak Bola Piala Dunia 2022

    Perusahaan fintech global, Visa telah meluncurkan koleksi NFT (non-fungible token) untuk menyambut gelaran akbar Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar. Koleksi NFT ini menyasar penggemar sepak bola seluruh dunia.

    Visa yang menjadi mitra teknologi pembayaran resmi FIFA untuk acara Piala Dunia tahun ini, menjalin kerja sama dengan Crypto.com, yang juga merupakan sponsor platform perdagangan kripto FIFA. Keduanya berkolaborasi meluncurkan koleksi NFT “Visa Masters of Movement.”

    Visa Masters of Movement menampilkan karya seni digital unik, berupa avatar, dan koleksi lainnya yang dikurasi dari kompetisi Piala Dunia dan Piala Dunia Wanita.

    Inspirasi Koleksi NFT Visa

    Visa luncurkan koleksi NFT buat penggemar sepak bola Piala Dunia 2022. Foto: Visa.
    Visa luncurkan koleksi NFT buat penggemar sepak bola Piala Dunia 2022. Foto: Visa.

    Baca juga: Instagram Bakal Izinkan Pengguna Minting dan Juat NFT di Aplikasi

    NFT yang dibuat Visa terinspirasi oleh gol ikonik yang dicetak oleh lima bintang sepak bola populer, seperti Jared Borgetti, Tim Cahill, Carli Lloyd, Michael Owen, dan Maxi Rodriguez. Momen itu dicetak menjadi NFT untuk penggemar di seluruh dunia.

    Karya seni digital tersebut tersedia di Crypto.com dan penggemar yang tertarik bisa berpartisipasi dalam pelelangan yang dimulai tanggal 1 hingga 8 November 2022. Koleksi tersebut akan resmi debut akhir bulan ini di FIFA Fan Festival mendatang di Doha, Qatar mulai 19 November hingga 18 Desember 2022.

    NFT Visa Master of Movement ini dapat dibuat secara gratis oleh penggemar mana pun dan akan diterbitkan sebagai NFT di crypto.com. Di antara semua NFT ini, yang dapat menawar dengan harga tertinggi akan dapat menerima token kripto mereka dari platform bersama dengan memorabilia yang ditandatangani dari pemain legendaris.

    NFT yang Unik

    Visa luncurkan koleksi NFT buat penggemar sepak bola Piala Dunia 2022. Foto: Visa.
    Visa luncurkan koleksi NFT buat penggemar sepak bola Piala Dunia 2022. Foto: Visa.

    Baca juga: NGOBRAS Season 2: Dampak Elon Musk Akuisisi Twitter ke Market Kripto

    Visa Masters of Movement akan memungkinkan penggemar untuk membuat NFT khusus mereka sendiri yang terinspirasi oleh momen sepak bola favorit mereka. Aset tokenized akan dicetak Crypto.com.

    Kreator yang memenuhi syarat juga akan memiliki kesempatan untuk memilih skema warna favorit mereka berdasarkan warna nasional pilihan mereka. Karya seni digital juga akan berfungsi sebagai hadiah dan suvenir. Pemenang dapat memilih untuk mencetak koleksi yang dirancang sebagai NFT yang unik.

    Semua token NFT yang dibuat dan dikumpulkan oleh semua penggemar selama proses kontes akan disimpan selamanya di blockchain. Konten akan dapat bekerja pada integrasi sepak bola bersama dengan seni dan teknologi.

    Dari perspektif Visa, Piala Dunia kali ini membuatnya begitu unik dan di antara para penggemar yang sangat bersemangat dengan atlet legendaris yang sangat mereka kagumi dalam waktu singkat akan memberikan kemampuan untuk membawa dunia menjadi satu kesatuan dalam pola yang sangat terhubung melalui NFT.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Exchange Ini Tawarkan Penarikan Kripto Via Visa dan Mastercard

    Exchange kripto, Coinbase sekarang menawarkan penarikan “instan” di hampir 40 negara, termasuk Ameirka Serikat dan Inggris. Fitur baru ini bisa dilakukan melalui layanan Visa dan Mastercard.

    Dikutip The Block, Coinbase mengatakan pelanggannya di AS, Inggris, dan Eropa akan dapat menarik dana dengan kartu debit Visa yang ditautkan. Di AS, exchange kripto ini juga dapat menarik dengan Mastercard mereka.

    “Dengan mengaktifkan penarikan kartu secara real-time melalui kemampuan Visa Direct, Coinbase memberikan pengalaman yang lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih terhubung bagi penggunanya — membuatnya lebih mudah untuk mengubah saldo kripto menjadi fiat, yang dapat dihabiskan di lebih dari 60 juta lokasi pengguna di mana Visa diterima,” kata Terry Angelos, SVP and global head of fintech at Visa.

    10 Merek Ternama yang Terbitkan NFT Sendiri
    Ilustrasi Visa card.

    Baca juga: Coinbase Luncurkan NFT Marketplace, Tampilan Mirip Instagram

    Kerja Sama Google

    Sherri Haymond, wakil presiden eksekutif kemitraan digital di Mastercard, mengatakan Coinbase akan memanfaatkan Mastercard Send, memungkinkan pelanggannya untuk menarik dan menggunakan dana mereka di mana pun debit Mastercard diterima.

    Sebelumnya, Coinbase telah bekerja sama dengan Google. Kemitraan ini dilakukan untuk saling memanfaatkan layanan keduanya. Salah satu hasil kerja sama itu, Coinbase akan memindahkan beberapa aplikasinya ke Google Cloud dari Amazon Web Services.

    Bangun Kerja Sama

    Kemudian, Google juga mengeksplorasi bagaimana ia dapat menggunakan Coinbase Prime, layanan yang menyimpan kripto untuk institusi dengan aman dan memungkinkan mereka untuk melakukan perdagangan.

    Google akan mulai mengizinkan sebagian pelanggannya untuk membayar layanan cloud dengan aset kripto awal tahun 2023. Selain itu, Google mengatakan akan mengeksplorasi penggunaan Coinbase Prime, layanan untuk menyimpan dan memperdagangkan kripto.

    Baca juga: Google Masuk Dunia Blockchain: Terima Pembayaran Kripto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Visa Buka Banyak Lowongan Kerja Developer Kripto, Berapa Gajinya?

    Visa, pemimpin layanan keuangan global, melakukan langkah untuk memperluas tim ahli kripto mereka, menandakan dedikasi perusahaan untuk tetap unggul dalam sektor aset digital yang berkembang pesat. Untuk menarik bakat terbaik, Visa menyediakan gaji yang kompetitif untuk pengembang kripto, mencerminkan peningkatan permintaan untuk tenaga profesional terampil di bidang ini.

    Seiring meningkatnya adopsi kripto dan platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) menjadi lebih umum, Visa berkomitmen untuk menjaga keunggulan inovatifnya dengan memperkuat tim kripto mereka. Perusahaan berusaha merekrut pengembang berpengalaman dengan keterampilan dalam teknologi blockchain, aset digital, dan smart contracts.

    Meskipun angka gaji yang tepat belum diungkapkan, penawaran menggiurkan Visa untuk pengembang kripto menunjukkan tekad perusahaan untuk mendapatkan profesional kelas atas dengan menyediakan paket kompensasi yang sesuai atau melampaui tarif pasar saat ini.

    Komitmen Kembangkan Kripto

    Kecerdasan buatan memudahkan investasi aset kripto.
    Kecerdasan buatan memudahkan investasi aset kripto. Foto: iStock

    Baca juga: Riset: Kuartal I Tahun 2023 Pasar Kripto Tumbuh Signifikan, Bitcoin Juara

    Pendekatan ini sejalan dengan tren yang lebih luas dari organisasi dalam lingkup kripto yang bersaing untuk pengembang terbaik dengan menawarkan gaji yang menarik, tunjangan, dan peluang kemajuan karier.

    Dorongan perekrutan ini, menunjukkan bahwa Visa tetap berkomitmen untuk tetap unggul dalam dunia keuangan digital yang bergerak cepat. Dengan mengembangkan tim yang fokus pada kripto, Visa bermaksud untuk menjaga fondasi yang kuat untuk proyek mata uang digital dan berbasis blockchain yang akan datang.

    Singkatnya, strategi perekrutan tegas Visa dan gaji kompetitif yang ditawarkan untuk pengembang kripto menekankan permintaan yang meningkat untuk tenaga profesional terampil di sektor kripto.

    Seiring industri terus berkembang dan meluas, kebutuhan akan pengembang yang berkualitas diharapkan akan meningkat, membuka jalan bagi lebih banyak peluang menguntungkan bagi mereka yang memiliki keahlian yang tepat.

    Gaji Pengembang Kripto

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: Investor Diminta Tetap Tenang di Tengah Penurunan Harga Bitcoin

    Kisaran gaji untuk pengembang kripto dapat bervariasi secara luas tergantung pada pengalaman, keterampilan, lokasi, dan ukuran perusahaan. Angka gaji yang tepat untuk pengembang kripto di Visa tidak diungkapkan dalam artikel yang diberikan, tetapi jelas bahwa Visa menawarkan gaji yang kompetitif untuk menarik bakat terbaik di industri ini.

    Secara umum, per September 2021, kisaran gaji untuk pengembang kripto di Amerika Serikat bisa berkisar antara US$ 70.000 hingga US$ 200.000 atau sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 2,9 miliar lebih per tahun. Perlu diingat bahwa angka-angka ini mungkin telah berubah sejak saat itu, jadi sangat penting untuk meneliti tren pasar saat ini untuk informasi yang lebih akurat. Faktor seperti pengalaman, keterampilan, lokasi, dan ukuran perusahaan dapat mempengaruhi gaji pengembang.

    Untuk menemukan informasi yang paling akurat dan terbaru tentang gaji pengembang kripto, konsultasikan sumber-sumber seperti papan pekerjaan, situs perbandingan gaji, dan laporan industri.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin dan CBDC Punya Peran Penting dalam Pembayaran

    Perusahaan layanan pembayaran, Visa mulai mengerjakan proyek interoperabilitas blockchain untuk mendukung central bank digital currencies (CBDC) dan pengadopsian stablecoin. Mereka yakin CBDC dan stablecoin akan memiliki peran penting dalam layanan pembayaran di masa depan.

    CEO Visa, Al Kelly, tetap yakin bahwa solusi teknologi blockchain dapat diintegrasikan ke dalam layanan dan penawarannya untuk menggerakkan pembayaran generasi berikutnya. Kelly secara singkat membagikan rencana perusahaan untuk CBDC dan stablecoin dalam adopsi di industri pembayaran digital.

    “Ini masih sangat awal, tetapi kami terus percaya bahwa stablecoin dan mata uang digital bank sentral memiliki potensi untuk memainkan peran yang berarti dalam ruang pembayaran, dan kami memiliki sejumlah inisiatif yang sedang berjalan,” kata Kelly dikutip Cointelegraph.

    Investasi Visa

    Huobi dan Visa kolaborasi rilis kartu debit kripto buat belanja.
    Huobi dan Visa kolaborasi rilis kartu debit kripto buat belanja.

    Baca juga: Stablecoin Berbasis Cardano Siap Rilis, Harga ADA Bakal Naik?

    Selama bertahun-tahun, Visa telah mengerjakan sejumlah inisiatif terkait blockchain dan kripto.

    “Kami memiliki jumlah investasi yang tidak material dalam dana dan perusahaan kripto saat kami berusaha untuk berinvestasi dalam ekosistem pembayaran,” jelas CEO yang akan mundur dari Visa pada Februari mendatang.

    Kelly juga mengonfirmasi bahwa neraca Visa tidak terpengaruh oleh beberapa “kegagalan profil tinggi” yang mengguncang dunia aset kripto pada tahun 2022 lalu.

    “Kami tidak mengalami kerugian kredit terkait kegagalan ini […] Dalam segala hal yang kami lakukan, ketahuilah bahwa kami sangat fokus untuk menjaga integritas sistem pembayaran Visa dan sistem pembayaran secara keseluruhan dan tentu saja, reputasi merek kami berdiri untuk kepercayaan,” jelasnya.

    Fokus Blockchain dan kripto

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Sambut Imlek, Tokocrypto Gelar Kompetisi Trading Hadiah Rp 200 Juta

    Tim riset Visa sendiri mulai mengerjakan proyek interoperabilitas blockchain pada September 2021 bernama inisiatif Universal Payment Channel (UPC). Proyek ini dirancang untuk membangun jaringan untuk CBDC dan stablecoin pribadi untuk melewati berbagai saluran pembayaran.

    Namun, Visa belum memberikan pembaruan tentang UPC selama lebih dari 12 bulan.

    Baru-baru ini, pada 20 Desember 2022, Visa mengumumkan sedang menyusun rencana untuk memungkinkan pembayaran tagihan otomatis dari dompet bertenaga Ethereum milik pengguna.

    Visa juga telah meluncurkan beberapa kartu debit aset kripto “tanpa biaya” akhir-akhir ini termasuk perjanjian yang sekarang dihentikan dengan FTX dan kemitraan dengan Blockchain.com pada 26 Oktober, yang masih berlaku.



    Sumber : news.tokocrypto.com