Tag: visa

  • Lewati Visa, Volume Transaksi Stablecoin Nyaris Tembus $14 Triliun

    Sebuah kabar mengejutkan datang dari transaksi stablecoin yang telah melampaui volume transaksi Visa untuk pertama kalinya pada tahun 2024.

    Menurut laporan dari Bitwise, volume transaksi stablecoin mencapai hampir $14 triliun, mengungguli Visa yang mencatat sekitar $13 triliun pada periode yang sama.

    Pencapaian ini sekaligus menandai titik balik signifikan dalam evolusi sistem pembayaran digital global.

    Faktor Pendorong Pertumbuhan Stablecoin

    Sejumlah analis menemukan beberapa faktor utama mendorong lonjakan penggunaan stablecoin, antara lain:

    • Stabilitas Nilai: Berbeda dengan mata uang kripto lainnya, stablecoin dirancang untuk mempertahankan nilai yang stabil, seringkali dipatok terhadap dolar AS, menjadikannya pilihan yang menarik untuk transaksi sehari-hari.
    • Biaya Transaksi Rendah dan Kecepatan: Stablecoin memungkinkan transfer dana yang cepat dan biaya rendah, terutama dalam transaksi lintas negara, yang seringkali mahal dan lambat melalui sistem tradisional.
    • Adopsi Institusional: Banyak lembaga keuangan dan perusahaan teknologi finansial mulai mengintegrasikan stablecoin ke dalam layanan mereka, memperluas jangkauan dan penggunaannya.

    Dominasi di Pasar Pembayaran Lintas Negara

    Stablecoin menunjukkan potensi besar dalam mendominasi pasar pembayaran lintas negara, yang bernilai sekitar $44 triliun.

    CEO Bitwise, Matt Hougan, memproyeksikan bahwa dalam lima tahun ke depan, stablecoin akan menjadi pemain utama dalam sektor ini, mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dibandingkan dengan saluran tradisional seperti Visa dan SWIFT.

    Pertumbuhan Infrastruktur dan Adopsi

    Ethereum tetap menjadi pusat aktivitas stablecoin, memproses lebih dari $3 triliun transaksi stablecoin pada kuartal pertama 2025.

    Selain itu, jumlah alamat unik stablecoin di Ethereum melampaui 200.000 pada Maret 2025, menunjukkan peningkatan adopsi yang signifikan.

    Platform lain seperti Solana dan Tron juga memainkan peran penting, dengan keduanya secara kolektif memproses $77 miliar dalam transaksi stablecoin, menawarkan kecepatan dan biaya yang sulit ditandingi oleh sistem keuangan tradisional.

    Baca Juga: Stablecoin: Aliran Masuk ke Tron, Arus Keluar dari Ethereum

    Regulasi dan Masa Depan Stablecoin

    Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell, menyatakan bahwa stablecoin memiliki daya tarik yang luas dan bahwa kerangka hukum untuk stablecoin sedang dalam proses pengembangan.

    AS diperkirakan akan mengesahkan undang-undang stablecoin pada Juli 2025, yang dapat mendorong adopsi lebih lanjut oleh lembaga keuangan dan penyedia layanan pembayaran.

    Dengan proyeksi bahwa kapitalisasi pasar stablecoin dapat mencapai $2 triliun pada tahun 2028, masa depan stablecoin tampak cerah, dengan potensi untuk merevolusi sistem pembayaran global.

    Baca Juga: AS Targetkan Regulasi Stablecoin dan Legislasi Kripto Sah Agustus 2025

    Melampaui Visa dalam volume transaksi menandai tonggak sejarah bagi stablecoin dan menunjukkan pergeseran signifikan dalam preferensi pengguna terhadap sistem pembayaran yang lebih efisien dan terdesentralisasi.

    Dengan dukungan regulasi yang semakin jelas dan adopsi yang meluas, stablecoin siap memainkan peran sentral dalam ekosistem keuangan global di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Visa Berinvestasi di BVNK Perluas Jangkauan Pembayaran Stablecoin

    Perusahaan raksasa di bidang pembayaran global, Visa, resmi menanamkan investasi ke BVNK, sebuah perusahaan infrastruktur pembayaran stablecoin.

    Dilaporkan Dailyhodl, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi Visa untuk memperkuat layanan transaksi antar bisnis (B2B) dengan teknologi yang lebih modern dan efisien.

    Melalui unggahan blog terbaru, CEO sekaligus Co-Founder BVNK, Jesse Hemson-Struthers, mengungkapkan bahwa dana yang diinvestasikan Visa akan digunakan untuk mempercepat otomatisasi serta penyederhanaan sistem pembayaran stablecoin lintas negara.

    “Sejak awal, kami melihat stablecoin sebagai jalur pembayaran global yang instan dan menjadi alternatif kredibel bagi sistem perbankan koresponden tradisional,” ujar Hemson-Struthers.

    “Karena itu, kami membangun infrastruktur kami dari nol untuk mengatur dan mengotomatisasi pembayaran stablecoin dalam skala besar, sehingga bisa diakses oleh berbagai jenis bisnis.”

    Momentum Stablecoin

    Stablecoin yang Wajib Kamu Perhatikan Saat Pasar Koreksi
    Stablecoin USDT

    Baca juga: Mastercard Luncurkan Sistem Pembayaran Stablecoin Global

    Kolaborasi ini juga menjadi momentum penting bagi BVNK, perusahaan yang berbasis di Inggris, untuk memperluas operasinya ke pasar Amerika Serikat. Hemson-Struthers menyebut kerja sama dengan Visa—yang ia sebut sebagai “inovator pembayaran sejati”—akan mendorong transformasi digital dalam operasional bisnis global.

    “Saat ini, kami memproses volume transaksi stablecoin sebesar $12 miliar per tahun. Teknologi kami telah membantu pelanggan memindahkan dana secara internasional dengan kecepatan dan efisiensi yang luar biasa. Kami bersemangat melanjutkan momentum ini dengan ekspansi ke AS tahun ini,” tambahnya.

    Rubail Birwadker, Head of Growth Product and Partnerships di Visa, menyatakan bahwa stablecoin semakin menjadi bagian penting dalam lanskap pembayaran global. “Investasi kami di BVNK mencerminkan komitmen Visa untuk terus berada di garis depan dalam evolusi perdagangan global, serta mendukung mitra dan klien kami dengan teknologi mutakhir.”

    Sebagai informasi tambahan, pada Desember lalu, BVNK berhasil mengamankan pendanaan Seri B senilai $50 juta, dengan partisipasi dari investor ternama termasuk Coinbase Ventures.

    Baca juga: Game Dollar: Stablecoin Inovatif untuk Ekosistem Gaming Web3 di Jaringan Sui


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pembayaran Stablecoin Tembus $5 Triliun, Tantangan Biaya Valuta Asing

    Transaksi stablecoin global mencapai tonggak sejarah baru sebesar $5 triliun pada 2025, melonjak 47% sejak kemenangan Donald Trump pada Pemilu AS November 2024.

    Lonjakan ini didorong oleh sentimen positif investor, regulasi yang lebih jelas, serta meningkatnya adopsi oleh perusahaan. Namun, di balik perkembangan pesat ini, biaya valuta asing (FX) masih menjadi hambatan utama untuk efisiensi pembayaran lintas batas.

    Stablecoin: Janji Lama yang Kini Terwujud

    Laporan Visa dan firma analisis blockchain Allium mencatat lebih dari satu miliar pembayaran stablecoin terjadi tahun ini, dengan nilai gabungan pasar stablecoin kini mencapai $255 miliar. Teknologi ini mulai membuktikan manfaatnya: pengiriman dana yang dulunya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Dampaknya sangat terasa di negara-negara yang kurang terlayani sistem keuangan tradisional, membuka akses baru bagi konsumen dan bisnis.

    Namun, biaya konversi mata uang tetap menjadi masalah besar.
    Mike Robertson, CEO AbbeyCross, mengingatkan bahwa meskipun teknologi blockchain efisien, setiap mata uang memiliki dinamika unik. Spread, biaya perantara, dan slippage tetap terjadi, terutama saat uang berpindah dari blockchain ke rekening bank (on-ramp dan off-ramp). Ia menilai asumsi bahwa teknologi dapat menghapus seluruh hambatan FX adalah pandangan yang terlalu optimistis.

    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Shawanoleader.com.
    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Shawanoleader.com.

    Baca juga: UU GENIUS Picu Lonjakan Stablecoin: Pasar Kripto Menuju $300 Miliar?

    Startup Membidik Jalur “Eksotis”

    Sejumlah startup mulai fokus pada rute pembayaran lintas negara yang jarang tersentuh pemain besar.
    BVNK, perusahaan pembayaran asal London, menggarap jalur seperti Sri Lanka–Kamboja, yang biasanya mahal dan lambat karena melibatkan banyak perantara. Menurut Sagar Sarbhai, Managing Director BVNK Asia Pasifik, stablecoin memang belum murah, tetapi jauh lebih cepat dan efisien dari sisi modal. BVNK memproses sekitar $15 miliar transaksi per tahun.

    Pemain lain seperti Thunes (Singapura) dan Aquanow (Kanada) membangun koneksi antara perdagangan blockchain dan “last mile” pembayaran ke mata uang lokal, bekerja sama dengan penerbit stablecoin maupun perusahaan besar.

    Regulasi Dorong Pertumbuhan Institusional

    Perkembangan besar datang dari regulasi. Undang-Undang GENIUS yang disahkan di AS pada 18 Juli 2025 mewajibkan stablecoin didukung penuh 1:1 dengan aset berkualitas tinggi, diaudit secara berkala, dan transparan. Bank of America memperkirakan aturan ini dapat menambah pasokan stablecoin hingga $75 miliar.

    Visa juga sedang menguji konsep “sandwich stablecoin”, yaitu menggunakan stablecoin sebagai jembatan antar mata uang fiat untuk menghindari jaringan SWIFT, dengan penyelesaian hanya dalam hitungan menit. Fitur ini melengkapi platform tokenisasi Visa yang diluncurkan Oktober 2024.

    Industri pun mulai bergerak cepat:

    • Ripple mengakuisisi platform pembayaran stablecoin Rail senilai $200 juta.
    • Thunes mengamankan pendanaan $150 juta pada April 2025 untuk memperluas integrasi dengan jaringan stablecoin.

    Menurut Sagar Sarbhai, fase pertumbuhan pesat ini baru awal. “Butuh lima tahun membangun fondasinya, tapi pertumbuhan dramatis bisa terjadi hanya dalam 12 bulan ke depan,” ujarnya.

    Baca juga: China Siap Luncurkan Stablecoin Yuan, Tantang Dominasi Dolar AS


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Visa Tambah 3 Stablecoin dan 2 Blockchain Baru

    Raksasa pembayaran global, Visa, kembali menegaskan komitmennya terhadap teknologi blockchain dengan memperluas dukungan untuk aset kripto, khususnya stablecoin, sebagai bagian dari infrastruktur penyelesaian global mereka.

    Dalam siaran pers terbaru, Visa mengumumkan bahwa mereka kini mendukung tiga stablecoin tambahan dan dua jaringan blockchain baru, memperluas jangkauan dan fleksibilitas solusi kripto mereka untuk mitra dan pelanggan di seluruh dunia.

    Kemitraan Baru, Dukungan Lebih Luas

    Lewat kemitraan strategis dengan Paxos, Visa kini mendukung dua stablecoin berbasis dolar AS lainnya, yaitu:

    • Global Dollar (USDG)
    • PayPal USD (PYUSD)

    Keduanya disebut sebagai stablecoin yang “tepercaya dan transformatif”, yang akan melengkapi opsi stablecoin yang sebelumnya sudah digunakan dalam jaringan Visa.

    Tak hanya menambah aset, Visa juga memperluas jangkauan blockchain yang didukung. Jika sebelumnya Visa hanya mendukung Ethereum dan Solana, kini mereka juga menambahkan Stellar dan Avalanche ke dalam sistem penyelesaian mereka.

    Dilaporkan Daily Hodl, Visa bahkan mulai menjajaki stablecoin lintas mata uang, termasuk integrasi EURC dari Circle yang didukung oleh euro, memperluas cakupan geografis dan mata uang dari sistem pembayarannya.

    Baca juga: Stablecoin Tumbuh Pesat, Lampaui Fintech Lain Berkat Ethereum

    Fondasi Multi-Koin dan Multi-Rantai

    Rubail Birwadker, Kepala Produk Pertumbuhan dan Kemitraan Strategis Global Visa, menjelaskan visi jangka panjang perusahaan:

    “Visa sedang membangun fondasi multi-koin dan multi-rantai untuk membantu memenuhi kebutuhan mitra kami di seluruh dunia. Kami percaya bahwa ketika stablecoin tepercaya, terukur, dan dapat dioperasikan, stablecoin dapat mengubah secara fundamental cara uang bergerak di seluruh dunia.”

    Stablecoin dan Regulasi: Visa Bersiap untuk Akselerasi

    Langkah agresif Visa ini datang di tengah momentum regulasi yang mulai berpihak pada stablecoin. CEO Visa, Ryan McInerney, dalam pernyataannya bulan lalu menyebut bahwa perusahaan telah bertahun-tahun mempersiapkan diri untuk era stablecoin:

    “Kami telah membangun selama bertahun-tahun, mempersiapkan momen ini. Dengan disahkannya Undang-Undang GENIUS di Senat dan kemungkinan besar akan lolos di DPR, kami melihat regulasi stablecoin mulai jelas. Visa telah memungkinkan penerbitan kredensial Visa di atas stablecoin dan memodernisasi infrastruktur penyelesaian kami dengan teknologi ini.”

    McInerney menambahkan bahwa Visa siap meluncurkan berbagai inovasi berbasis stablecoin secara global, menandai era baru dalam pembayaran digital yang cepat, aman, dan transparan.

    Baca juga: China Serius Garap Stablecoin-RWA, Ubah Peta Aset Digital Global


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Visa Mulai Pakai Stablecoin untuk Settlement Global

    Visa resmi menjadikan stablecoin sebagai bagian inti dari sistem penyelesaian transaksi internasional. Langkah besar ini diterapkan di kawasan Central and Eastern Europe, Middle East, dan Africa (CEMEA), menjadikannya salah satu implementasi blockchain paling agresif dari Visa hingga kini.

    Dilaporkan Coindoo, perusahaan menggunakan USDC sebagai alat settlement melalui kerja sama dengan perusahaan infrastruktur kripto Aquanow.

    Fokus di Balik Layar Sistem Perbankan

    Alih-alih menyasar pengguna ritel atau kartu Web3, Visa menargetkan area yang tidak terlihat oleh konsumen: mekanisme backend yang menentukan seberapa cepat uang bergerak antarbank.
    Dengan stablecoin, transaksi lintas negara bisa diselesaikan kapan saja, termasuk di luar jam kerja bank, akhir pekan, dan hari libur.

    Mengapa Visa Melakukannya Sekarang

    Bank dan penyedia pembayaran di kawasan CEMEA menuntut settlement lebih cepat, terutama untuk jalur transaksi ber-volume tinggi. Sistem lama masih bergantung pada rantai bank koresponden yang panjang.
    Melalui USDC, institusi kini bisa:

    • memindahkan dana internasional tanpa menunggu jam operasional bank
    • menekan biaya settlement terkait FX dan perantara
    • menyelesaikan transaksi langsung di blockchain, bukan jaringan lama

    Visa menegaskan langkah ini adalah modernisasi, bukan disrupsi.

    Stablecoin
    Stablecoin

    Tren Global: Stablecoin Tinggalkan Dunia Kripto

    Stablecoin semakin berkembang menjadi alat likuiditas institusional di luar ekosistem kripto.
    Deutsche Börse mengumumkan rencana integrasi stablecoin EURAU untuk layanan custody dan settlement. Sebelumnya, mereka bekerja sama dengan Circle (EURC) dan Société Générale-Forge (EURCV).
    Jika ekspansi ini meluas, stablecoin berpeluang lebih cepat masuk ke sistem keuangan arus utama dibanding CBDC.

    Langkah Visa ini juga memicu diskusi regulasi baru. Komite Basel meninjau ulang bobot risiko 1.250% untuk eksposur aset kripto, sementara Bank of England menyatakan kemungkinan Inggris akan selaras dengan regulasi stablecoin Amerika Serikat.

    Dampak Jangka Panjang

    Penerapan stablecoin di CEMEA menjadi sinyal kuat bahwa pergeseran dari infrastruktur pembayaran lama menuju settlement berbasis blockchain sedang berlangsung.

    Dampak potensialnya meliputi:

    • settlement global 24/7 untuk bank dan fintech
    • berkurangnya ketergantungan pada SWIFT
    • sistem keuangan hybrid antara fiat dan blockchain

    Visa sendiri tidak membongkar sistem lamanya. Perusahaan justru membangun infrastruktur paralel yang mampu menangani kecepatan dan reliabilitas yang tak bisa dipenuhi jaringan tradisional.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pudgy Penguins Gandeng Visa? Bocoran Kartu Kredit Bareng KAST

    Pudgy Penguins kembali menarik perhatian pasar setelah memberikan teaser terkait peluncuran kartu kredit hasil kemitraan dengan Visa dan KAST. Informasi ini langsung memicu spekulasi mengenai ekspansi proyek NFT tersebut ke sektor pembayaran global.

    Meski detail lengkap belum diungkap, kolaborasi dengan Visa, salah satu jaringan pembayaran terbesar di dunia, dinilai sebagai langkah strategis yang dapat memperluas utilitas ekosistem Pudgy Penguins di luar ranah NFT dan Web3.

    Kartu Kredit Pudgy Penguins Segera Hadir?

    Dalam pengumuman singkatnya, Pudgy Penguins menyebut akan menghadirkan kartu kredit melalui kerja sama dengan Visa dan KAST. Langkah ini mengindikasikan potensi integrasi antara aset digital dan sistem pembayaran tradisional.

    Kehadiran kartu kredit berbasis brand Web3 seperti Pudgy Penguins dapat membuka peluang penggunaan kripto atau aset digital dalam transaksi sehari-hari. Namun, hingga saat ini belum ada rincian mengenai apakah kartu tersebut akan terhubung langsung dengan token PENGU atau menawarkan manfaat khusus bagi pemegang NFT dan tokennya.

    Kemitraan ini juga menandai semakin banyaknya proyek kripto yang berusaha menjembatani dunia Web3 dengan infrastruktur keuangan konvensional.

    Baca Juga: Kebangkitan NFT: Pudgy Penguins Melejit 16%, Render Tembus $2,3

    Harga PENGU Turun ke $0,0059 di Tengah Teaser Kolaborasi

    Di tengah kabar kemitraan tersebut, harga token Pudgy Penguins (PENGU) tercatat berada di kisaran $0,0059 atau turun sekitar 4,6% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar PENGU saat ini mencapai sekitar $371 juta, dengan volume perdagangan harian sekitar $67 juta.

    Secara historis, PENGU masih berada dalam tren koreksi tajam. Dalam 30 hari terakhir, harga token ini tercatat turun lebih dari 50%, sementara dalam 90 hari terakhir melemah hampir 60%.

    Pergerakan harga Pudgy Penguin (PENGU/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Pudgy Penguin (PENGU/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Ekspansi Brand Web3 ke Dunia Pembayaran

    Kolaborasi dengan Visa dan KAST dinilai sebagai langkah ekspansi brand Pudgy Penguins ke sektor pembayaran global. Jika terealisasi, kartu kredit ini dapat menjadi salah satu jembatan antara ekosistem NFT dan penggunaan finansial di dunia nyata.

    Namun, pasar masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai mekanisme kartu tersebut, termasuk potensi dampaknya terhadap utilitas dan permintaan token PENGU.

    Sementara itu, meski harga token masih berada dalam tekanan, pengumuman kemitraan ini menunjukkan bahwa Pudgy Penguins terus berupaya memperluas ekosistemnya di tengah kondisi pasar kripto yang volatil.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kolaborasi dengan jaringan kartu global menggeser narasi dari sekadar brand/NFT ke produk konsumen yang lebih “mainstream”.

    “Jika realisasi produk berjalan (onboarding, reward/utility), ini bisa memperluas basis pengguna non-kripto dan meningkatkan relevansi ekosistemnya di sisi payments,” jelasnya.

    Baca juga: Harga PENGU Hari Ini Melonjak 24%: Pudgy Penguins Catat Reli Besar


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Persaingan Visa vs Mastercard di Dunia Kripto Semakin Panas

    Raksasa pembayaran global Mastercard resmi meluncurkan Crypto Partner Program dengan menggandeng lebih dari 85 perusahaan aset digital. Program ini bertujuan membangun infrastruktur pembayaran baru berbasis kripto, termasuk untuk transfer lintas negara, pembayaran antar bisnis (B2B), dan sistem pembayaran global.

    Dikutip Crypto Briefing, langkah ini menjadi salah satu ekspansi terbesar Mastercard ke dalam ekosistem aset digital, terutama di tengah meningkatnya penggunaan stablecoin yang mulai menantang sistem pembayaran tradisional.

    Mastercard Bangun Ekosistem Pembayaran Berbasis Kripto

    Program kemitraan ini dirancang untuk menghubungkan berbagai pelaku industri kripto, mulai dari bursa aset digital, penyedia wallet, penerbit stablecoin, hingga perusahaan infrastruktur blockchain.

    Semua pihak tersebut akan terhubung melalui platform Mastercard Multi-Token Network (MTN), sebuah jaringan yang memungkinkan penyelesaian transaksi secara real-time menggunakan berbagai jenis aset digital.

    Melalui jaringan ini, bank tradisional dan perusahaan kripto dapat memproses transaksi pada infrastruktur yang sama. Salah satu institusi keuangan besar yang telah terhubung ke jaringan ini adalah JPMorgan Chase, yang menggunakan sistem tersebut untuk penyelesaian transaksi stablecoin.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, langkah Mastercard penting karena memperluas legitimasi crypto sebagai komponen infrastruktur pembayaran, bukan hanya aset spekulatif.

    “Jika kolaborasi dengan puluhan mitra ini menghasilkan produk nyata, adopsi crypto di pembayaran global bisa bergerak lebih cepat lewat rel yang sudah dipercaya pengguna dan institusi besar,” jelasnya.

    Lonjakan Penggunaan Stablecoin Dorong Inovasi

    Ekspansi Mastercard ke sektor kripto terjadi di tengah pertumbuhan pesat penggunaan stablecoin di seluruh dunia.

    Pada Februari 2026 saja, volume transaksi stablecoin mencapai sekitar US$1,26 triliun, dengan USDC menyumbang sekitar 70% dari total aktivitas tersebut.

    Secara tahunan, transaksi stablecoin bahkan telah mencapai sekitar US$27,6 triliun sepanjang 2025. Nilai ini disebut telah melampaui total volume transfer yang diproses oleh jaringan pembayaran tradisional seperti Visa dan Mastercard.

    Selain itu, penggunaan stablecoin untuk pembayaran melalui kartu meningkat tajam. Pada 2025, transaksi kartu berbasis stablecoin mencapai sekitar US$4,5 miliar, meningkat sekitar 673% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Baca juga: Gagal Akuisisi Rp32 Triliun, Mastercard Kini Bidik Investasi Strategis Kripto

    Pembayaran Antar Perusahaan Tumbuh Pesat

    Salah satu segmen yang berkembang paling cepat adalah pembayaran business-to-business (B2B). Nilai transaksi stablecoin untuk pembayaran antar perusahaan kini diperkirakan mencapai sekitar US$226 miliar per tahun.

    Pertumbuhan ini mencapai sekitar 733% secara tahunan, menunjukkan bahwa stablecoin mulai digunakan dalam aktivitas bisnis nyata seperti pembayaran vendor, pengiriman dana lintas negara, dan pengelolaan kas perusahaan.

    Mastercard menilai teknologi ini dapat mempercepat proses pembayaran global yang selama ini masih bergantung pada sistem perbankan koresponden yang memakan waktu tiga hingga lima hari.

    Dengan stablecoin, pembayaran lintas negara berpotensi diselesaikan dalam hitungan detik.

    Persaingan Raksasa Pembayaran Semakin Ketat

    Mastercard bukan satu-satunya perusahaan pembayaran global yang berinvestasi dalam teknologi kripto.

    Visa juga telah memperluas layanan penyelesaian transaksi stablecoin ke lebih dari 40 negara, dengan volume penyelesaian yang mencapai sekitar US$3,5 miliar pada 2025.

    Di sisi lain, pasar stablecoin juga semakin kompetitif dengan munculnya berbagai penerbit baru. Ripple telah meluncurkan stablecoin RLUSD, sementara SoFi memperkenalkan SoFiUSD yang menjadi stablecoin pertama dari bank nasional di Amerika Serikat.

    Meski demikian, USDC yang diterbitkan oleh Circle masih menjadi salah satu stablecoin terbesar di pasar.

    Stablecoin Jadi Infrastruktur Keuangan Baru

    Dengan semakin banyak perusahaan besar yang mengintegrasikan stablecoin ke dalam sistem pembayaran mereka, teknologi ini mulai dipandang sebagai bagian dari infrastruktur keuangan global.

    Mastercard menilai bahwa masa depan pembayaran global akan melibatkan kombinasi sistem keuangan tradisional dan teknologi blockchain.

    Melalui kemitraan dengan puluhan perusahaan kripto, Mastercard berharap dapat membangun jaringan pembayaran baru yang lebih cepat, efisien, dan dapat diakses secara global.

    Baca juga: Visa Mulai Pakai Stablecoin untuk Settlement Global


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Transaksi Kripto Makin Aman, Ini Standar Keamanan Global yang Kini Diadopsi


    Jakarta

    Keamanan transaksi kripto kini makin ditingkatkan. Bursa mata uang kripto internasional BingX baru saja meraih sertifikasi keamanan global PCI DSS versi terbaru, yang selama ini jadi standar emas di industri pembayaran.

    Sertifikasi Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS) v4.0.1 ini dikeluarkan oleh PCI Security Standards Council-lembaga yang dibentuk oleh raksasa global seperti Visa, Mastercard, American Express, Discover, dan JCB. Sertifikasi ini menetapkan protokol ketat untuk melindungi data pembayaran sensitif, mulai dari penyimpanan, transmisi, hingga pemrosesan.

    Dengan sertifikasi ini, BingX menjadi salah satu bursa kripto pertama di dunia yang menerapkan standar PCI DSS untuk bisnis fiat-nya. Artinya, pengguna kini bisa bertransaksi-termasuk deposit dan pembayaran dengan kartu-dalam ekosistem yang lebih aman dan terpercaya.


    “Keamanan selalu menjadi inti operasional BingX. Meraih sertifikasi PCI DSS v4.0.1 lebih dari sekadar tonggak kepatuhan-ini merupakan komitmen kepada pengguna kami bahwa setiap transaksi ditangani dengan standar keamanan global tertinggi,” kata Chief Business Officer BingX, Daniel Lai.

    Ia menambahkan, “Seiring konvergensi aset digital dan mata uang fiat, melindungi pengguna melalui perlindungan yang ketat bukanlah pilihan-ini adalah inti dari misi kami di BingX.”

    BingX menyebut sertifikasi ini memperkuat kerangka keamanan mereka yang sudah komprehensif. Mulai dari sistem anti-pencucian uang (AML), audit Proof of Reserves (PSO) rutin untuk transparansi aset, pemantauan real-time terhadap aktivitas mencurigakan, hingga proteksi dana lewat Shield Fund senilai US$150 juta.

    Selain itu, platform ini juga melakukan tinjauan manual untuk penarikan yang tak biasa, audit rutin dari pihak eksternal, pembaruan sistem berkala, serta penggunaan teknologi enkripsi dan autentikasi terbaru. Semua langkah ini dirancang untuk memastikan lingkungan perdagangan yang aman, transparan, dan mengutamakan perlindungan pengguna.

    Langkah BingX ini menandai tren baru di dunia Web3: bursa kripto mulai menyesuaikan diri dengan standar keamanan global yang biasanya hanya ditemui di sektor perbankan dan kartu kredit.

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Beasiswa Pertukaran Pelajar 2025 TechGirls, Belajar STEM di AS


    Jakarta

    Beasiswa pertukaran pelajar ke Amerika Serikat TechGirls 2025 sedang membuka pendaftaran. Siswa perempuan usia 15-17 tahun dari Indonesia bisa mendaftar sebelum 6 Desember 2024.

    Beasiswa TechGirls adalah program pertukaran musim panas di AS bagi siswa perempuan. Program ini diinisiasi Biro Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Luar Negeri AS, seperti dilansir laman resminya.

    Rangkaian pelatihan pengembangan keterampilan langsung di TechGirls mendukung potensi mengenyam pendidikan tinggi dan karier di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Sebanyak 111 siswa perempuan berbagai negara akan dibimbing selama tiga minggu di AS dan total tujuh bulan termasuk pra dan pascapertukaran.


    Program Pertukaran ke Amerika Serikat 2025 TechGirls

    Para peserta TechGirls akan menjalani perkemahan teknologi dengan bimbingan dari Pusat Peningkatan Keanekaragaman Teknik (CEED) milik perguruan tinggi Virginia Tech. Pendidikan ini antara lain meliputi 38 jam pendidikan dasar STEM dan kunjungan ke laboratorium untuk mempelajari penelitian inovatif.

    Sejak 2019, kegiatan TechGirls juga meliputi kunjungan ke Pusat Penerbangan Antariksa Goddard milik Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA). Peserta dapat mengenal dan menanyakan saran tentang karier di bidang STEM secara langsung dari para wanita karier di NASA.

    Di samping itu, Smithsonian Institution juga bekerja sama dengan TechGirls untuk memungkinkan peserta bicara langsung dengan ilmuwan kelautan hingga ruang angkasa. Kunjungan ke pameran interaktif di National Museum of Natural History AS juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mengenal peluangnya di dunia STEM dan sinerginya dengan disiplin ilmu lain.

    Sejumlah manfaat rangkaian pertukaran pelajar ke AS ini yaitu:

    • Mengenal jenis pendidikan yang dibutuhkan untuk memasuki karier yang diminati.
    • Berjejaring dengan calon pemberi kerja di masa depan.
    • Mengetahui apakah karier yang diinginkan sesuai dengan minat dan kemampuan
    • Membuka peluang untuk membimbing sesama perempuan di bidang teknologi
    • Membangun kepercayaan diri siswa perempuan untuk kuliah dan berkarier di bidang teknologi
    • Mengenal dunia kerja dan kehidupan di AS
    • Menjajal lingkungan kerja yang kolaboratif dan berlatih berpikir inovatif.

    Tahap Seleksi

    • Peninjauan lamaran
    • Wawancara bersama personel Kedutaan Besar AS untuk Indonesia bagi kandidat semifinalis terpilih

    Syarat Pendaftaran

    • Warga Negara Indonesia dan penduduk tetap
    • Usia 15-17 tahun pada awal pertukaran pada tanggal 12 Juli 2025
    • Lahir pada atau antara 13 Juli 2007 dan 12 Juli 2010
    • Punya keterampilan tingkat lanjut dan minat serius terhadap sains, teknologi, teknik, dan/atau matematika dalam studi akademis
    • Berniat untuk mengejar pendidikan tinggi dan/atau karier di bidang STEM, khususnya teknologi
    • Memiliki keterampilan bahasa Inggris menengah tingkat lanjut
    • Menunjukkan kedewasaan, fleksibilitas, dan keterbukaan pikiran
    • Memiliki setidaknya satu semester sisa di sekolah menengah setelah kembali ke Indonesia
    • Berkomitmen untuk menyelesaikan proyek berbasis komunitas setelah kembali ke rumah
    • Pendaftar yang memiliki pengalaman terbatas atau belum pernah ke Amerika Serikat akan diprioritaskan
    • Calon pendaftar yang sudah pernah melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dalam tiga tahun terakhir sebagai bagian dari program pertukaran Biro Pendidikan dan Kebudayaan Deplu AS tidak boleh melamar.
    • Bukan anggota keluarga staf Kedutaan Besar atau Konsulat AS atau karyawan Departemen Luar Negeri AS, anggota keluarga staf Legacy International atau organisasi mitra
    • Warga Amerika yang memiliki kewarganegaraan ganda dan tinggal di luar negeri tidak memenuhi syarat untuk bepergian ke AS melalui program ini atau mendapatkan visa J-1.
    • Siswa penyandang disabilitas didorong melamar.

    Komponen Beasiswa TechGirls

    • Biaya visa
    • Tiket pesawat pulang pergi dari negara asal peserta ke Amerika Serikat
    • Tiket pesawat pulang pergi domestik dari kota asal peserta
    • Tempat tinggal selama program
    • Akomodasi asrama di Virginia Tech
    • Akomodasi hunian di hotel di Washington, DC
    • Makanan selama program
    • Sarapan, makan siang, dan makan malam
    • Transportasi lokal ke acara program kelompok
    • Acara budaya yang diselenggarakan oleh Legacy International
    • Asuransi kesehatan darurat
    • Jaminan lingkungan aman:
      • – Pengawasan 24 jam sehari termasuk pertolongan pertama dan CPR
      • – Waktu dan ruang ibadah pada Jumat dan Minggu
      • – Kafetaria universitas dan prasmanan hotel sesuai keyakinan masing-masing

    Berminat ikut pertukaran pelajar ke AS, detikers? Cek informasi pendaftaran beasiswa TechGirls 2025 lebih lanjut di https://techgirlsglobal.org/.

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Itinerary Keliling Jakarta Seharian dengan Transportasi Umum



    Jakarta

    Traveler yang sedang mencari ide liburan untuk mengisi Natal dan tahun baru, detikTravel punya rekomendasinya, nih. Destinasi ini bisa digapai dengan naik transportasi umum.

    Traveler mau liburan dengan tema apa nih? Memperkaya edukasi anak, me time atau seru-seruan bersama bestie? detikTravel telah menyusun rangkaian tempat yang bisa kamu kunjungi seharian di Jakarta dengan transportasi umum.

    Pagi (08.00 WIB-12.00 WIB)

    1. Monas

    Destinasi pertama yang bisa kamu kunjungi untuk membuka petualangan kamu adalah Monumen Nasional alias Monas. Traveler bisa nih menikmati indahnya kota Jakarta dengan naik ke puncak Monas atau melihat-lihat di museumnya.


    Untuk bisa naik ke Puncak Monas, harga tiketnya Rp 24 ribu untuk dewasa, Rp 13 ribu untuk mahasiswa, dan Rp 6.000 untuk anak-anak. Operasionalnya mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

    Sedangkan harga tiket ke Museum Sejarahnya Rp 8.000 untuk orang dewasa, Rp5.000 untuk mahasiswa dan Rp 3.000 untuk anak-anak.

    Cara menuju Monas dengan transportasi umum adalah dengan naik Transjakarta dan berhenti di Halte Monas.

    2. Museum Nasional

    Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024).Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024). (Weka Kanaka/detikcom)

    Setelah puas bermain di Monas, kamu bisa lanjut ke Museum Nasional yang berada di seberangnya. Kamu harus tahu nih, Museum Nasional makin cantik dan kekinian lho. Dijamin berkeliling museum tidak membosankan!

    Untuk harga tiket anak-anak (usia 3-12 tahun) Rp 15 ribu/orang, pengunjung dewasa Rp 25 ribu/orang, tikey Imersifa Rp 35 ribu dan untuk turis asing Rp 50 ribu per orangnya. Untuk jam operasionalnya Selasa-Kamis 08.00-16.00 WIB, Jumat-Minggu 08.00-20.00 WIB dan hari Senin tutup.

    Di sini, kamu bisa menjelajahi koleksi arkeologi, etnografi, seni rupa, dan ragam pameran. Dan yang sedang digemari sekarang adalah pameran wajah nusantara. Di sini kamu bisa melihat dan mencari tahu keturunan suku menggunakan Augmented Reality, berdasarkan lukisan karya RM Pirngadie. Keren, kan?

    Siang (12.00-15.00 WIB)

    3. Kota Tua

    Sebelum berkeliling Kota Tua, kamu bisa nih mencari makan siang di sekitaran sana. Banyak pilihan kok, mulai dari Cafe Batavia, Taman Fatahillah Food Court, Kedai Kopi Taman Fatahillah dan lainnya. Namun bila ingin makan hemat, banyak pedagang kaki lima yang bisa kamu temui di pinggiran Kota Tua kok.

    Setelah makan siang, kamu bisa nih menikmati Kota Tua dengan mendatangi museum-museumnya. Ada Museum Keramik, museum Fatahilla, Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, dan lainnya.

    4. Ikut workshop di Museum Seni Rupa dan Keramik

    Banyak cara untuk melepas penat keseharian. Salah satu caranya dengan mengikuti kelas membuat keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua, Jakarta.Mengikuti kelas membuat keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua, Jakarta. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Salah satu kegiatan yang bisa kamu coba untuk me time adalah mengikuti workshop membuat gerabah di Mudeum Seni Rupa. Harganya Rp 50 ribu untuk sekali sesi dan kamu akan mendapatkan pemandu, tanah liat, serta box pembungkus agar bisa dibawa pulang.

    Sore (15.00-18.00 WIB)

    5. M Blok Space

    Destinasi terakhir yang bisa kamu kunjungi adalah kawasan Blok M yang memang sedang hits di tengah anak muda. Menuju kawasa Blok M juga mudah dengan transporrasti umum kok.

    Bila naik Transjakarta, kamu bisa turun di beberapa halte, diantaranya Halte CSW, Halte Kejaksaan, dan Halte Blok M.

    Bila naik MRT, kamu turun saja di Stasiun MRT Blok M.

    Tempat pertama yang bisa kamu kunjungi adalah M Blok Space. Di sini tak hanya untuk kulineran di berbagai kedai saja, namun banyak pameran menarik yang bisa kamu lihat lho.

    M Blok Space sering mengadakan bazaar atau pop-up market yang menampilkan berbagai produk kreatif karya lokal. Kadang juga ada konser mini atau live musik dari seniman lokal.

    Kamu yang ingin menambahkan keahlian visa juga mengikuti ragam workshop kreatif dan cari saja jadwalnya di medsos M Blok Space ya.

    6. Berburu kuliner viral

    Uma Oma Cafe di Blok M, Jakarta SelatanUma Oma Cafe di Blok M, Jakarta Selatan (Syanti Mustika/detikcom)

    Setelah puas di M Blok Space, kita bergeser ke kawasan Blok M Square. Di sini kamu bisa menemui ragam makanan dan minuman viral.

    Sebut saja Haka Dimsum, Claypot Popo, Uma Oma Cafe, Fitago Ya, Bakmi Tjo Kin, London Layers, Little Salt Bread, Kopi Tuku, Filosofi Cafe, Fumo Chicken Bar, RM Loklin dan banyak lainnya.

    7. Taman Literasi

    Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M.Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M. (Muhammad Lugas Pribady)

    Setelah seharian berkegiatan, kamu bisa nih menikmati sore di Taman Literasi. Banyak juga kafe-kafe yang bisa kamu pilih untuk lokasi ngobrol, bertemu teman atau sekedar me time.

    Namun banyak kok kawasan gratis yang bisa kamu duduki di Taman Literasi. Biasanya yang sering dilakukan di sini adalah duduk menghadap ke arah jalur MRT. Bila kamu beruntung, bisa mendapatkan pemandangan kereta MRT lewat dengan latar ciamik langit Jakarta berwarna jingga.

    Malam (19.00-20.00 WIB)

    8. Makan gultik

    Gultik Barito: Gultik Viral yang Habiskan 100 Liter Kuah Gulai per HariGultik Barito: Gultik Viral yang Habiskan 100 Liter Kuah Gulai per Hari (Andi Annisa DR/detikcom)

    Menutup hari ini kamu bisa menikmati kuliner gultik yang begitu identik dengan kawasan Blok M. Beberapa rekomendasi diantaranya Gultik Agus Budi (Bulungan), Gultik Barito (Depan Gereja Barito), Gultik Sticker, Gultik Mas Tri, Gultik Pak Roni dan Gultik Mas Adit.

    Harga kuliner hits ini mulai Rp 10 ribuan.

    (sym/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker