Tag: altcoin

  • Harga Dogecoin Melejit, Elon Musk Pemicu Naiknya Dogecoin?

    Sejak pertengahan 2020 hingga 2021 ketenaran Dogecoin melesat secara signifikan hingga beberapa kali menjadi Trending Topic di media sosial Twitter yang salah satunya terjadi karena cuitan The Dogefather, Elon Musk. Sebelum kita membahas apa yang terjadi dengan Dogecoin, yuk kenalan dulu dengan sejarah koin yang datangnya dari sebuah meme ini!

    Dogecoin: Koin yang Datang dari Sebuah Lelucon

    Yup, Anda tidak salah! Pemilihan anjing Shiba Inu asal Jepang sebagai logo Dogecoin didasari oleh banyaknya meme Shiba Inu yang berseliweran di media sosial pada tahun 2013. 

    Di saat maraknya penggunaan meme tersebut, Desember 2013 Jackson Palmer dan seorang programmer bernama Billy Markus ingin mengubah stigma aset kripto yang terkenal serius dan rumit menjadi fun. Berawal dari pemikiran tersebut, mereka menciptakan sebuah koin yang dinamakan Dogecoin 

    Pemilihan logo Shiba Inu yang tampaknya seperti candaan semata menjadikan koin dengan satuan DOGE ini memiliki image yang lebih fun dan jauh dari kata serius bila dibandingkan dengan aset kripto lainnya.

    Dogecoin Mengadaptasi Model Pendahulunya, Litecoin

    Sebagai koin yang mengadaptasi model Litecoin, Dogecoin hadir dengan sistem open source peer-to-peer (antar pengguna dan tanpa keterlibatan pihak ketiga). Selain itu, Dogecoin juga memiliki kelebihan antara lain memiliki kecepatan waktu transaksi yang tinggi jika dibandingkan dengan bitcoin serta altcoin lainnya.

    Kelebihan Lain Dogecoin

    Selain kecepatan transaksinya yang mengalahkan aset kripto tertua, Dogecoin memiliki biaya transaksi yang jauh lebih murah dan bisa Anda gunakan sebagai reward untuk para blogger, YouTuber, content creator di Reddit, hingga siapapun karena harganya yang relatif murah dan tidak memakan biaya transaksi besar.

    Kenalan dengan Elon Musk: The Dogefather dan Pendiri SpaceX serta Tesla

    Siapa, sih, yang tidak kenal dengan sosok yang satu ini? Sebagai pendiri dari beberapa perusahaan teknologi terkenal seperti SpaceX, Tesla, dan PayPal, Elon Musk ternyata sangat menyukai Dogecoin, lho! 

    Nah, kalau diperhatikan, selama April 2021 hingga Mei 2021 harga Dogecoin mengalami lonjakan-lonjakan besar. Salah satu faktor yang menyebabkan hal itu adalah cuitan Elon Musk  di akun twitter pribadinya pada 18 April 2021 yang berbunyi “Doge Barking at the Moon dan telah di-retweet lebih dari 50,000 kali serta berhasil membuat harga Dogecoin berada di level 0.366238 sehari setelahnya (16/5).

    tweet dogecoin elon musk 1

    Dua minggu setelahnya, Elon Musk kembali membuat harga Dogecoin meroket jauh dengan sebuah cuitan yang mengumumkan dirinya akan tampil pada acara Saturday Night Live (SNL) yang tayang 8 Mei 2021.

    Usai Elon mengabarkan Ia tampil pada Saturday Night Live, Dogecoin berhasil menyentuh level harga tertinggi yaitu $0.736435 atau setara dengan Rp10,443 per 8 Mei 2021 saat acara tersebut tayang.

    tweet dogecoin elon musk 2

    Berdasarkan beberapa poin di atas, kenaikan harga Dogecoin dipicu oleh euforia yang salah satunya diciptakan oleh Elon Musk. karena Elon Musk sendiri adalah tokoh yang sedang naik daun karena berbagai kesuksesannya dalam mendirikan beberapa perusahaan teknologi populer, seperti Tesla Inc. yang bergerak di bidang otomotif dan SpaceX yang bergerak di teknologi antariksa.

    Popularitas itulah yang membuat cuitan dan pendapat Elon Musk seputar aset kripto mendapat atensi besar dari masyarakat, sehingga berpengaruh pula ke dalam pergerakan pasar aset kripto.

    Selain itu, kenaikan harga Dogecoin juga disebabkan karena koin tersebut ramai diperbincangkan oleh sebuah komunitas bernama Satoshi Street Bets pada aplikasi Reddit.

    Sehari Setelah SNL Tayang, Dogecoin Malah Merosot. Ada Apa?

    Setelah rencana kehadiran Elon Musk pada Saturday Night Live membawa angin segar para trader Dogecoin, ternyata harga Dogecoin merosot hingga $0.43022 atau Rp6,101 pada 9 Mei 2021 atau sehari setelah acara tersebut berlangsung.

    Sebenarnya, fenomena tersebut sudah sering dijelaskan oleh para ahli. Ketika semua orang beramai-ramai membeli suatu koin dan membuat harga koin tersebut melonjak drastis pada satu titik, maka mereka akan menjual secepatnya untuk menghindari kerugian dan mendapat keuntungan berlipat.

    Momen ketika semua orang menjual aset kripto mereka itulah yang menjadikan harga aset kripto menurun signifikan hanya dalam waktu sesaat. Termasuk ketika para investor besar menjual kembali Dogecoin mereka.

    Pesan Dari The Dogefather: Cryptocurrency is promising, but please invest with caution!

    Setelah melihat perjalanan Dogecoin selama satu bulan terakhir, bisa disimpulkan bahwa untuk memulai investasi aset kripto dibutuhkan edukasi yang matang dan harus berhati-hati atas segala risiko yang akan hadir, karena pergerakan aset kripto sangat fluktuatif. 

    Terpenting adalah selalu ketahui keuntungan dan risiko sebelum trading dan investasi aset kripto apapun, ya! Untuk memulai investasi bitcoin dan aset kripto lainnya, kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 4 Altcoin yang Patut Diamati Disisa Tahun 2020 dan Seterusnya!

    Banyak orang menjadi kaya karena koin ini. Bahkan, trader terkenal di Twitter, Josh Rager, mengatakan bahwa ada kemungkinan besar bahwa YFI bisa mencapai $30.000 atau lebih.

    Disamping itu, dengan DeFi Boom, YFI bisa saja mencapai harga emas saat ini.

    2. Chainlink (LINK)

    Chainlink adalah jaringan oracle terdesentralisasi yang didirikan dengan tujuan tunggal menghubungkan smart contract dengan data dunia nyata. Tokennya, LINK, digunakan untuk membayar operator node yang menjaga integritas jaringan.

    Menjadi token ERC-20, LINK berjalan di blockchain Ethereum dan saat ini menjadi salah satu cryptos terkemuka karena lebih banyak orang terus mengambil bagian dalam potensi keuntungan fenomenal yang menjadi ciri token DeFi.

    Harga Link naik 778% dalam satu tahun, menjadi Rp 230 ribuan.

    Banyak analis mengatakan kalau token ini memiliki masa depan yang sangat cerah, bahkan akan mampu menandingi Bitcoin dalam hal pertumbuhan nilai.

    3. Ethereum (ETH)

    Berbicara DeFi, tentu tidak bisa jika tidak membawa Ethereum (ETH), yang menjadi dasar dari teknologi ini.

    Semua token ERC-20 dibangun di atas blockchainnya dan lebih banyak lagi dibuat setiap hari. Beberapa perubahan telah diamati pada jaringan Ethereum karena proliferasi token DeFi. Ini termasuk peningkatan biaya gas karena aktivitas transaksi yang tinggi serta meningkatnya minat pada token asli, ETH.

    Baca Juga: Harga Ethereum Mungkin Naik Besar-Besaran Karena Hal Ini

    4. Tezos (XTZ)

    Tezos saat ini adalah salah satu mata uang crypto favorit para trader. Ini karena kinerja harga baru-baru ini yang mungkin dipicu oleh aset DeFi.

    Ini adalah proyek yang berfungsi sebagai platform untuk pembentukan proyek DeFi, sehingga jika DeFi bertumbuh (yang memang tengah sangat diminati dan bertumbuh positif), maka XTZ pun masih memiliki potensi masa depan yang sangat positif.

    Semua altcoin tersebut bisa dibeli di Indodax, namun, anda harus melakukan pengecekan yang lebih lanjut.

    Disclaimer: Artikel ini hanya sudut pandang dari penulis dan penulis bukan penasihat keuangan. Cryptoharian, affiliasi, penulis, karyawan, subkontraktor adalah investor dari waktu ke waktu dan mungkin tidak mempunyai cryptocurrency yang ditulis. Anda harus melakukan pengecekan yang lebih detil sebelum melakukan investasi di pasar Bitcoin atau cryptocurrency.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aset Kripto Ini Diprediksi Naik pada Bulan Ini, Termasuk Bitcoin

    Berdasarkan analisis teknikal, saya memprediksi sejumlah aset kripto yang harganya berpotensi naik pada bulan ini, termasuk Bitcoin.

    Bitcoin masih berhasil mempertahankan support-nya di atas US$9.100. Tandanya, masih ada kesempatan bagi para bull untuk menikmati kenaikan harga di pasar aset kripto. Setidaknya beberapa minggu ke depan, di sisa hari pada Juli 2020 ini. Bitcoin sendiri masih berpotensi untuk naik ke wilayah US$9.600.

    Sementara itu, dominasi Bitcoin mulai “melemah” lagi dan menunjukkan tanda-tanda turun dari support di area sekitar 64 persen.

    Jika kedua skenario ini berlangsung (Bitcoin masih bullish hingga US$9.600 dan dominasi Bitcoin turun ke bawah 63 persen), maka altseason diprediksi akan masih berlanjut.

    Di antara altcoin yang ada, manakah yang berpotensi untuk memberikan cuan terbesar? Kami berikan 2 altcoin yang berpotensi mengalami kenaikan besar di bulan Juli ini.

    Baca Juga: Mengapa Batas Pasokan Bitcoin Ditetapkan Di Angka 21 Juta?

    Binance Coin (BNB)
    Antisipasi adanya Quarterly Burn atau pengurangan suplai per triwulan, BNB diprediksi akan naik. Secara teknikal, ia berada di atas EMA 50 dan sedang mencoba menembus resistance di US$18,3. Berhasil tembus dari sini, BNB dapat menuju sekitar US$21 (17 persen kenaikan) dan US$25 (38 persen kenaikan).

    Cardano (ADA)
    Melanjutkan hype dari shelley hardfork, Cardano (ADA) juga diprediksi masih bullish. Secara teknikal, Cardano dapat menuju resistance hariannya di US$0,014 (kenaikan 12 persen) dan resistance mingguannya di di US$0,0161 (kenaikan 30 persen).

    Namun demikian, trader selalu dianjurkan agar berhati-hati dan harap memperhatikan perkembangan terkini. [kur]

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 6 Cryptocurrency Ini Melonjak Lebih dari 2.000%

    Para pemilik mata uang crypto ini mungkin saat ini sedang menikmati keuntungan yang dihasilkan dari crypto tersebut. Pasalnya, 6 mata uang crypto, ZAP, AAVE, BAND, UBT, CVT, dan YFI meningkat lebih dari 2.000% sepanjang tahun ini. Angka ini jelas mengungguli Bitcoin yang juga naik sebesar 154% sejak awal tahun 2020.

    Bahkan, ZAP dan AAVE berhasil meningkatkan nilai mereka dengan masing-masing nilai 6.000% dan 4.000% sepanjang tahun ini.

    Baca Juga: Si Kembar Winklevoss: Bitcoin Akan Kalahkan Emas

    Harga Koin Melonjak Lebih dari 4.000%

    ZAP, mata uang kripto yang beroperasi di platform Ethereum, mengalami peningkatan persentase terbesar sepanjang tahun sejauh ini. Pada awal tahun, harga ZAP hanya sebesar $0,002 atau setara dengan Rp28,29. Namun, sekarang nilainya menjadi $0,111 atau setara Rp1.569. Ini berarti aset tersebut bertumbuh sebesar lebih dari 6.300% sepanjang tahun ini.

    Token Aave, AAVE, berada di urutan kedua. Aave merupakan protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang memungkinkan orang meminjamkan dan meminjam aset kripto yang berbeda. Harga token protokol saat ini ada di kisaran $80 atau Rp1,1 juta padahal awal tahun ini nilainya hanya sebesar $0,018 atau Rp254. Ini berarti harga AAVE telah meningkat sebesar 4.288% sejak awal tahun 2020.

    Koin Terbaik dari yang Terbaik

    Token BAND dari Band Protocol berada di urutan ketiga, mengikuti ZAP dan AAVE dengan margin yang besar.

    Baca Juga: CEO BlockFi: Milenial Berperan Tingkatkan Adopsi Bitcoin Masa Depan

    Selama musim panas, BAND mengalami lonjakan harga dari $3,9 pada 27 Juli, menjadi $14,1 pada 10 Agustus. Harganya kemudian turun ke kisaran $6 pada bulan Oktober, dan terus naik sejak saat itu.

    Saat ini dengan harga $6,54, maka BAND telah mencatat kenaikan harga 2.727% tahun ini sejak mulai dari $0,236.

    Tepat seletah BAND adalah token UBT Unibright. Token ini bekerja dalam mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam bisnis yang ada atau biasanya disebut sebagai “token utilitas”. UBT saat ini dihargai $0,530, dengan kapitalisasi pasar hampir mencapai $79 juta. Sejak 1 Januari lalu, harga UBT mengalami kenaikan sebesar 2.665%.

    Selanjutnya, ada Token CVT CyberVein. CyberVein adalah penyedia layanan data besar yang menyediakan solusi kota pintar di seluruh dunia. CVT membuka tahun pada harga $0,005. Dengan harga saat ini $0,012 berarti mewakili peningkatan sebesar 2.295% sejak 1 Januari.

    Lalu yang terakhir ada, token Yearn Finance (YFI) berada di urutan terakhir dalam daftar. YFI adalah token tata kelola utama jaringan Yearn Finance yang merupakan produk DeFi. Tidak seperti token lainnya, YFI baru muncul pada pertengahan tahun 2020, tetapi dapat menorehkan catatan kenaikan yang sangat tinggi.

    Bayangkan saja nilainya pada Juli 2020 masih berada di kisaran $1.000 dan sempat membuat heboh komunitas crypto dan DeFi lantaran nilainya yang naik ke $43.000 dua bulan kemudian.

    Meskipun nilainya saat ini berada di kisaran $24.743 ini berarti nilainya telah mencapai lebih dari 2.141%!

    Antusiasme dan adopsi crypto yang semakin luas akan membuat semakin banyak crypto lain yang juga berpeluang menghasilkan keuntungan yang besar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin vs Altcoins Kembali Memanas di Tahun 2020

    Debat Bitcoin vs Altcoins memanas sekali lagi! Hal ini disebabkan karena raja cryptocurrency, Bitcoin yang mendominasi pasar dengan selisih yang sangat jauh.

    Saat ini pangsa pasar raja cryptocurrency Bitcoin, telah mencapai dua kali lipat dari posisi terendahnya atau naik sebesar 33 persen. Hal tersebut menjaga dominasi Bitcoin pada pasar cryptocurrency tetap utuh. Sementara di sisi lain, berbagai macam altcoin telah kehilangan kekuatan mereka karena masalah pendanaan dan tidak adanya rasa ingin tahu publik.

    Namun, hal ini tidak membuat gentar pengembang Altcoins. Secara kumulatif Altcoin-Altcoin yang mungkin sudah bernilai ratusan bahkan ribuan dollar ini, tetap menjanjikan bahwa mereka akan dapat mengungguli Bitcoin atau setidaknya menggeser posisi Bitcoin saat ini.

    Sementara itu dalam menanggapi hal ini, Max Keiser, pada salah satu ‘Keiser Report’ dan salah satu bull BTC paling awal menyatakan bahwa Altcoin itu tidak memiliki nilai bawaan.

    Baca juga: Harga Bitcoin Tak Akan Jatuh Lagi ke US$6 Ribu, Tapi Naik Menjadi US$100 Ribu

    Bitcoin Mungkin Lebih Kuat Daripada Altcoin

    Dalam wawancara terakhir dengan London Actual, Max Keiser tampaknya memperdalam sentimennya mengenai Bitcoin vs Altcoins, hal ini dirasa jika dibandingkan Bitcoin, Altcoins hampir tidak memiliki nilai.

    Agar pendapat Keiser mengenai Bitcoin vs Altcoins ini tidak menambah panas isu yang sedang beredar, hal tersebut merupakan jawabannya saat ditanya oleh pewawancara, Brian Rose. Pertanyaan tersebut mengenai apakah ada mata uang crypto lain yang “sepadan dengan Bitcoin”, kemudian dengan suara biasa saja dan ekspresi tenang Keiser menjawab “Tidak”.

    Selain itu, ia menyatakan bahwa tidak ada koin crypto yang dapat melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Bitcoin atau yang dapat Bitcoin lakukan dalam beberapa waktu ke depan.

    Dia juga menambahkan bahwa keamanan Bitcoin dari sebagian besar energi hash dan bagian besar di pasar crypto membuat Bitcoin menjadi pertaruhan yang lebih baik daripada altcoin apa pun

    Sentimen Luas Bitcoin vs Altcoins

    Keiser bukan satu-satunya yang menggembar-gemborkan sentimen mengenai altcoin lebih “tidak berwarna” dibandingkan dengan Bitcoin, terlepas dari perkembangan teknis dan miliaran dolar pendanaan.

    Selain itu, dalam debat Bitcoin vs Altcoins dengan Kevin Rose, salah satu pendiri Digg, sebuah situs web media digital belakangan ini menjadi penasihat TechCrunch, menyatakan bahwa sekitar 99 persen orang yang terlibat dalam sebuah proyek hanya mengejar keuntungan finansial. Selain itu, ada banyak sampah juga di dalam proyek-proyek tersebut. Seluruh situasi ini pada akhirnya akan menciptakan skenario yang tidak menguntungkan, hal ini disebabkan akan banyak proyek-proyek berkualitas tinggi yang terseret ke bawah, yang pada akhirnya justru akan mencemari ruang cryptocurrency.

    Informasi selengkapnya dapat dibaca di sini

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Memprediksi Altseason akan Datang pada Awal Tahun Depan

    Pergerakan kuat dari Bitcoin (BTC) minggu ini telah mengubah Altcoin dalam prosesnya. Dalam 24 jam terakhir, crypto utama ini telah mendapatkan keuntungan lebih dari 8% yang sempat menyentuh Rp 260 juta.

    Dengan bentuknya saat ini, banyak analis mengharapkan Bitcoin segera menembus level tertinggi sebelumnya. Analis ConnorNix memperkirakan kita akan melihat pengujian ulang $17.100 (Rp 242 juta), yang akan diikuti oleh kenaikan menjadi $ 20.000 (Rp 283 juta).

    Baca Juga: Perbandingan Pasar Bitcoin dan Forex

    Dampak ke Pasar Altcoin

    Sebelumnya, kita melihat dampatk ke Altcoin, yang telah mengalami pendarahan selama rally hampir tujuh minggu Bitcoin. Dominasi Bitcoin turun serendah 62%, membuat harga altcoin naik sebentar.

    Namun, itu hanya berumur pendek. Dominasi Bitcoin kembali naik dan altcoin mengalami penurunan.

    Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai 67% dari total kapitalisasi pasar crypto menurut CoinMarketCap.

    Namun, semuanya tidak hilang begitu saja. Analis bernama akun @Stillman__ melihat adanya kesamaan dengan Altseason sebelumnya, dalam pola crypto Altcoin utama saat ini.

    Dia menyimpulkan bahwa pasangan ALT / BTC telah mencapai atau mendekati titik terendah.

    “Jika Alt Action menyerupai 2016, – maka Alt terendah pada pasangan ALT-BTC yang kuat kemungkinan besar akan masuk atau hampir masuk. Saya menekankan kata kuat di sini karena sampel kami dari 2016 semuanya berakhir dengan performa terbaik. – Posisi terendah USD bahkan lebih mungkin sudah masuk .”

    altseason@CryptoMichNL berbagi pandangan serupa. Seperti ConnorNix, @CryptoMichNL percaya bahwa Bitcoin akan mengalami koreksi.

    Baca Juga: Apa Yang Bisa Kita Beli Dengan Bitcoin?

    Ini, dia memperkirakan, akan diikuti oleh pergerakan harga selama berminggu-minggu untuk BTC, memberikan bantuan pada Altcoin dari serangan gencar yang mereka derita hingga saat ini.

    altseasonSetelah ini, ia memperkirakan penurunan Bitcoin terakhir akan mendahului Altseason baru yang diperkirakan akan terjadi pada Januari – Maret 2021.

    Namun, dia juga menambahkan bahwa jika BTC turun, altcoin juga ikut turun.

    Bagaimana aksi harga Bitcoin hingga akhir tahun ini akan menjadi pembuktian dari pandangan Altseason ini karena membutuhkan penyusutan dari minat beli terhadap sang crypto utama yang tentu saja masih terlihat kurang potensial jika melihat struktur pergerakan Bitcoin saat ini. Kita lihat saja!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketahui Cara Mengenali Dead Cat Bounce dan Penyebabnya

    Dead Cat Bounce merupakan salah satu istilah yang digunakan dalam trading aset kripto. Istilah ini digunakan untuk menyebut suatu pola pergerakan aset dalam pasar. Trader yang terjebak Dead Cat Bounce disebut-sebut akan mengalami kerugian. Benarkah demikian? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan mengenai Dead Cat Bounce berikut ini!

    Asal Usul Fenomena Dead Cat Bounce

    Fenomena Dead Cat Bounce sebenarnya tidak hanya berlaku pada trading aset kripto. Justru sebaliknya, fenomena ini sudah ditemukan jauh sebelum kripto muncul. Istilah ini mulai digunakan di Wall Street untuk menyebut saham yang sejenak naik dan kemudian mengalami penurunan terus-menerus.

    Baca juga: Tertarik Trading? Simak Jenis Indikator Trading Paling Akurat!

    Saat itu, tepatnya pada Desember 1985, pasar saham Singapura dan Malaysia tiba-tiba mengalami lonjakan setelah sebelumnya terus turun karena resesi. Jurnalis Financial Times, Horace Brag dan Wong Sulong, kemudian menyebut fenomena tersebut dengan istilah “Dead Cat Bounce”.

    Memahami Apa Itu Dead Cat Bounce

    Apa Itu Dead Cat Bounce

    Sebenarnya, istilah Dead Cat Bounce dipilih karena kucing yang sudah mati sekalipun bisa memantul tinggi asal titik jatuhnya juga tinggi. Aset kripto yang mengalami Dead Cat Bounce pun juga sama.

    Lalu, apa itu Dead Cat Bounce yang berlaku pada pasar trading kripto? 

    Jadi, Dead Cat Bounce dalam aset kripto menggambarkan kondisi di mana sebelumnya posisi aset tinggi dan kemudian mengalami tren penurunan yang berkelanjutan, tetapi akan ada kemungkinan aset tersebut tiba-tiba mengalami lonjakan. Sayangnya, kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama dan justru menjadi “sinyal” untuk penurunan yang lebih besar pada waktu mendatang.

    Cara Mengenali Dead Cat Bounce

    Cara Mengenali Dead Cat BounceFenomena aset yang memantul ini sebenarnya bisa dikenali. Ini karena Dead Cat Bounce sebenarnya tidak terjadi tiba-tiba, melainkan melalui beberapa tahapan terlebih dahulu. Ada tiga tahapan yang menandai datangnya Dead Cat Bounce yaitu:

    1. Tahap pertama

    Terjadi penurunan nilai aset yang amat  tajam dan berlangsung dalam durasi yang cukup lama.

    2. Tahap kedua

    Nilai aset tiba-tiba melonjak, seolah sedang terjadi pembalikan tren.

    3. Tahap ketiga

    Nilai aset kembali turun, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan penurunan pada tahap pertama. Seperti pada tahap pertama, tren penurunan ini juga akan berlangsung lama.

    Jika diperhatikan, fenomena ini mirip dengan technical rebound (TR). Hanya saja, lonjakan nilai aset pada Dead Cat Bounce terjadi dalam waktu yang sangat singkat, bahkan tidak lebih dari satu hari. Koreksi nilai pun sulit untuk diprediksi karena fenomena ini baru dapat dikenali saat tahapannya sudah berlangsung.

    Penyebab Terjadinya Dead Cat Bounce

    Penyebab Terjadinya Dead Cat Bounce

    Fenomena ini terjadi karena beberapa faktor yang saling memengaruhi, hingga kemudian menimbulkan dampak yang besar. Berikut ini faktor penyebab terjadinya Dead Cat Bounce:

    1. Spekulasi Investor

    Salah satu penyebab utama Dead Cat Bounce adalah adanya spekulasi dari para investor itu sendiri. Saat nilai aset kripto turun, akan banyak yang mengira bahwa penurunan tersebut hanya sementara dan nilai aset akan segera kembali. Hal tersebut diperparah dengan anggapan bahwa aset yang mengalami tren penurunan memang sudah ada di titik terendahnya.

    Melihat situasi tersebut, wajar jika investor kemudian membeli banyak aset yang sedang turun. Saat aset banyak terjual, otomatis tren penurunannya akan berhenti. Hal ini menimbulkan ilusi bahwa aset akan kembali naik.

    2. Pasar yang Fluktuatif

    Penyebab lainnya adalah karena kondisi pasar itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, pasar kripto sangat fluktuatif. Berbagai kondisi bisa memengaruhi naik-turunnya harga aset. Saat terbit pemberitaan negatif, nilai aset akan terjun. Sebaliknya, saat kabar positif muncul, maka nilai aset akan langsung naik.

    Situasi yang sangat dinamis tersebut jelas mudah menimbulkan ketertarikan. Satu berita positif saja bisa mendorong investor untuk menjual aset kripto mereka karena nilai aset sedang naik. Dampaknya, akan muncul sentimen pasar positif yang hanya berlangsung sementara.

    Fenomena Dead Cat Bounce memang menurunkan peluang untuk mendapat keuntungan dari trading aset kripto. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menghindarinya. Cara terbaik untuk menghindari risiko semacam ini adalah dengan membekali diri dengan pengetahuan mengenai pasar aset kripto.

    Nah, Anda bisa mendapatkan berbagai informasi dan update terbaru mengenai pasar aset kripto di Tokonews, outlet berita dari Tokocrypto yang membahas teknologi blockchain, aset digital, dan aset kripto baik dalam maupun luar negeri. Pastikan Anda juga follow Twitter dan Instagram Tokocrypto!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Mendapatkan Faucet Crypto dan Hal yang Harus Diwaspadai

    Untuk bisa mendapat aset kripto, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Mulai dari cara yang umum seperti jual beli aset ataupun trading hingga cara yang sedikit tidak biasa semacam faucet crypto. Melalui cara tersebut, Anda bahkan bisa mendapatkan aset kripto secara gratis. Bagaimana caranya dan amankah metode tersebut untuk mengumpulkan aset kripto tambahan?

    Pengertian Faucet Crypto

    Faucet crypto sendiri sebenarnya merupakan sebuah aplikasi atau website yang membagikan bermacam-macam aset kripto dalam jumlah kecil.

    Mengapa aplikasi/website tersebut membagikan aset kripto?

    Aset tersebut diberikan kepada user sebagai hadiah. Bisa dibilang, metode faucet ini mirip program giveaway. Hanya saja, sebelum bisa mendapatkan aset kripto gratis, Anda diharuskan untuk melakukan beberapa misi.

    Misi yang dikerjakan pun tidak terlalu sulit. Kebanyakan aplikasi atau website hanya meminta Anda untuk menonton video iklan, menjawab pertanyaan kuis, mengunduh aplikasi, hingga yang paling sederhana, mengklik link. Semakin sulit misi yang harus dikerjakan, maka semakin besar pula jumlah aset yang akan diberikan.

    Faucet crypto pada dasarnya bukanlah cara instan untuk mendapatkan aset kripto dalam jumlah besar. Kebanyakan website bahkan menerapkan sistem deposit. Artinya, Anda baru bisa menarik aset yang terkumpul jika sudah mencapai angka tertentu.

    Cara mendapatkan faucet crypto

    Untuk mendapatkan aset kripto melalui metode faucet ini tidak sulit, 2 cara umum untuk mendapatkannya adalah:

    1. Kunjungi website penyedia layanan faucet

    Anda cukup mengunjungi website atau mengunduh aplikasi yang memang menyediakan layanan faucet. Tiap mata uang kripto memiliki website tersendiri. Namun, ada juga situs besar yang mengumpulkan beberapa website penyedia layanan faucet.

    2. Ikuti petunjuk misi

    Dalam situs-situs tersebut, Anda tinggal mengikut instruksi untuk bisa mendapat aset tambahan. Tiap situs punya aturan yang berbeda-beda. Ada yang mengharuskan Anda untuk mengunduh sebuah aplikasi, tapi ada juga yang memberikan tugas ringan seperti mengisi captcha.

    Setelah berhasil, aset yang Anda dapat akan tersimpan dalam dompet mikro dan bisa diambil saat telah mencapai jumlah tertentu.

    Jenis faucet crypto

    Jenis-jenis faucet crypto dibedakan menurut mata uang kripto yang akan Anda dapatkan. Jadi, ada faucet tersendiri untuk Bitcoin, Ethereum, Litecoin, hingga ZCash. Berikut adalah beberapa website yang bisa Anda tuju untuk mendapatkan aset melalui faucet:

    1. BestFaucetSites

    Faucet site

    Sumber:https://bestfaucetsites.com/

    Website satu ini menghubungkan Anda pada beberapa aplikasi atau website lain untuk mengumpulkan mata uang Bitcoin. Melalui Bestfaucetsites, Anda bisa mendapat Bitcoin dalam jumlah kecil, mulai dari 1 Satoshi atau sepersatujuta Bitcoin (0,00000001 BTC).

    2. Allcoins-pw

    Allcoin Faucet

    Sumber: https://allcoins.pw/

    Lebih memilih untuk mengumpulkan ETH atau altcoin lainnya? Anda bisa coba kunjungi Allcoins.pw. Website yang satu ini memang menawarkan aset kripto gratis melalui faucet. Anda cukup menyelesaikan beberapa tugas sederhana untuk mendapatkan ETH dan altcoin lain. Di website ini, Anda juga bisa menemukan beberapa jenis game.

    Baca Juga: Perbedaan Bitcoin dan Altcoin, Mana yang Lebih Aman?

    3. Moon Litecoin

    Moon Litecoin hadir bagi Anda untuk meraup mata uang Litecoin atau LTC. Website ini terhubung dengan Coinpot.co, sebuah website yang mengelola dompet mikro untuk menyimpan aset kripto dalam jumlah kecil. Apabila Anda sudah mendapat cukup koin, bisa langsung ditarik tanpa ada fee tambahan.

    Tips mengidentifikasi faucet crypto yang resmi

    Faucet tips

    Meski faucet crypto menawarkan kemudahan untuk mendapatkan aset kripto tambahan, Anda sebaiknya tetap berhati-hati. Saat ini ada banyak website palsu yang mengiming-imingi pengunjungnya dengan aset faucet. Alih-alih memberikan aset, website tersebut justru berpotensi mengancam keamanan Anda.

    Mengenali situs faucet abal-abal tidak terlalu sulit. Biasanya, situs scam akan meminta data pribadi Anda seperti private key. Jika Anda menemukan website dengan ciri-ciri meminta data diri apalagi private key, segera tutup dan berpindah pada website lainnya.

    Melalui faucet crypto, Anda bisa mendapatkan aset kripto gratis dengan mudah. Namun, pastikan untuk selalu berhati-hati dalam memilih website atau aplikasi penyedia faucet. Sebab, ada beberapa website palsu yang bisa mengancam keamanan data Anda.

    Ada cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk menghindari website faucet palsu, yaitu dengan menyimak informasi mengenai kripto di Tokocrypto. Tokocrypto punya fitur andalan bernama Tokonews yang berisi informasi up-to-date tentang kripto, termasuk informasi mengenai faucet crypto. Klik di sini untuk langsung menuju Tokonews!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 60% Pembeli Bitcoin Pindah ke Altcoin

    Jelajahcoin.com – Cryptocurrency exchange utama, Coinbase, mengklaim bahwa meskipun sebagian besar penggunanya pada awalnya mendukung bitcoin (BTC). Sekarang sebagian besar telah berpindah untuk memperdagangkan altcoin dan aset digital lainnya. Dalam sebuah posting blog, Coinbase menulis:

    “Di antara pelanggan dengan setidaknya lima pembelian, 60% mulai dengan bitcoin tetapi hanya 24% tetap eksklusif untuk BTC.”

    Ini berarti bahwa 60% pembeli BTC pada Coinbase akhirnya berpindah ke altcoin. Secara total, ia mengklaim bahwa “lebih dari tiga perempat” pelanggannya “akhirnya membeli aset lain” yaitu altcoin. Lebih lanjut, Coinbase mengatakan para pelanggannya memperdagangkan aset non-Bitcoin dengan tingkat kira-kira 3% lebih tinggi daripada batas pasar relatif mereka.

    Baca Juga: Tokocrypto, Pedagang Aset Kripto Pertama yang Teregulasi di Indonesia, Berhasil Raih Pendanaan dari Binance

    coinbase-volume

    Dominasi kapitalisasi pasar Bitcoin (hampir 67% hari ini) telah tidak tertandingi sejak awal. Tetapi klaim Coinbase tampaknya menunjukkan bahwa, bagi sebagian orang Bitcoin (BTC) adalah pintu gerbang untuk investasi lebih lanjut, dan membuat altcoin semakin populer.

    Coinbase melihat tren bull market meningkat

    Penulis blog menulis bahwa Coinbase melihat tren di mana bull market menunjukkan peningkatan daya tarik di antara aset alternatif. Coinbase bisa karena berbagai alasan. Penulis menjelaskan:

    “Karena orang merasa senang dengan investasi awal kripto mereka (dalam bitcoin). Mereka bercabang untuk menemukan kemungkinan pemenang kategoris lainnya (seperti yang terlihat pada bull run 2017).”

    Namun, bitcoin tetap menjadi jaring pengaman sebagian besar investor, menurut penulis, yang menambahkan, bahwa “kebalikannya juga mungkin terjadi, karena harga turun dan ketakutan mencengkeram pasar (2018–2019), penerbangan ke tempat crypto safety mendorong bitcoin kembali ke yang terdepan. ”

    Strategi Bisnis

    Coinbase mengakui bahwa “peningkatan dorongan” terhadap aset non-BTC ini “sebagian karena” strategi bisnisnya sendiri yang telah melibatkan “penambahan berkelanjutan” altcoin baru dan token lainnya. Namun, itu mengklaim bahwa “volatilitas harga secara signifikan mengayunkan perilaku konsumen terhadap aset non-BTC.”

    Perpindahan dari BTC terjadi pada tahun 2017, dan “sekarang terbukti dalam paku besar”. Dengan drive awal 2020 menuju ethereum (ETH), tezos (XTZ) dan chainlink (LINK). Penulis mengakhiri dengan puitis, menulis:





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penjualan Ripple (XRP) Turun Tajam

    Jelajahcoin.com – Perusahaan fintech yang berafiliasi dengan XRP, Ripple, sekali lagi mengurangi penjualan dari kepemilikan besar-besaran token XRP mereka. Kali ini mencapai penjualan kuartalan terendah yang pernah ada.

    Menurut laporan baru mereka, kuartal pertama tahun ini melihat penjualan XRP oleh Ripple sebesar $1,75 juta. Angka baru datang setelah perusahaan melaporkan token penjualan sebesar $13 juta pada kuartal keempat 2019. Yang merupakan pengurangan 80% dari kuartal sebelumnya.

    Pada Q1 2020, “Ripple melanjutkan jeda penjualan terprogram, dengan hanya berfokus pada penjualan over-the-counter (OTC) untuk membangun utilitas XRP dan likuiditas di wilayah strategis termasuk [Eropa, Timur Tengah dan Afrika] dan Asia,” kata perusahaan.

    Baca Juga: XRP Mendekati Posisi Level Terendah Selama 3 Tahun

    Tidak jelas apakah penjualan OTC ini termasuk token XRP yang didiskontokan yang telah diakui perusahaan kepada beberapa klien institusi.

    Seperti yang diberitakan, Ripple telah bekerja untuk mengurangi penjualan XRP mereka selama beberapa kuartal terakhir. Namun, mengingat pengakuan sebelumnya dari CEO Ripple Brad Garlinghouse bahwa perusahaannya “tidak akan menguntungkan” tanpa menjual XRP.

    Baca Juga: Menakar Dominasi Bitcoin dan Menebak Tibanya Altseason

    Mungkin ada batasan berapa banyak Ripple, yang memperoleh pendanaan USD 200 juta pada Desember lalu, mampu mengurangi penjualannya . Juga dalam laporan triwulanan, Ripple mengatakan bahwa penggunaan dunia nyata meningkat untuk layanan Likuiditas Berdasarkan Permintaan (ODL) yang menggunakan XRP untuk memfasilitasi transaksi lintas batas.

    Menurut perusahaan, nilai dolar AS yang dirahasiakan bertransaksi dengan cara ini meningkat lebih dari 294% pada kuartal pertama dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Sebagian berkat kemitraan baru dengan perusahaan pengiriman uang yang berbasis di Inggris Azimo.

    Hari ini, XRP diperdagangkan sebagian besar sejalan dengan pasar crypto yang lebih luas. Naik 2% selama 24 jam terakhir ke harga USD 0,223 pada waktu pers. Ini dibandingkan dengan keuntungan 1% untuk bitcoin (BTC) dan 2% untuk ethereum (ETH) selama periode waktu yang sama.





    Sumber : news.tokocrypto.com