Tag: altcoin

  • Sebagian Besar Investor Crypto Mayoritas Memegang Bitcoin Lebih dari Altcoin

    Sebuah survei yang menarik mengungkapkan bahwa mayoritas investor crypto telah menyimpan sebagian besar kepemilikannya di Bitcoin, bukan di Altcoin.

    Karena harga Bitcoin (BTC) mencatat harga tertinggi tahunan baru, sebagian besar peserta dalam survei tersebut telah berbagi bahwa mereka memegang sebagian besar kepemilikan mereka di Bitcoin daripada Altcoin.

    Para trader Bitcoin meraup keuntungan karena Oktober telah menjadi bulan yang baik untuk BTC.

    Baca Juga: Kabar PayPal Dukung Crypto, Buat Bitcoin Melambung ke $13.000!

    Komentator dan analis crypto Josh Rager melakukan cuitan di Twitter untuk bertanya kepada pengguna crypto berapa banyak portofolio mereka yang dialokasikan untuk Bitcoin. Para pemilih harus memilih salah satu dari empat opsi yang paling menggambarkan portofolio mereka.

    Hasilnya pun cukup menarik. Sebanyak 35% responden mengungkapkan bahwa mereka mendedikasikan kurang dari 10% portofolio mereka untuk mata uang crypto utama tersebut. Kategori ini Bullish di Altcoin dan memiliki jumlah suara tertinggi dalam jajak pendapat.

    Sebanyak 23,2% responpen menyatakan bahwa Bitcoin memegang persentase yang signifikan dalam portofolio mereka. Menurut hasil, orang-orang ini mendedikasikan antara 51% hingga 89% dari portofolio mereka untuk Bitcoin.

    Kategori tertinggi ketiga terdiri dari maksimalis Bitcoin yang sangat Bullish terhadap Bitcoin. Para pemilih ini, yang menghasilkan 22% dari hasil jajak pendapat, mengatakan bahwa 90 hingga 100% dari portofolio mereka dialokasikan kepada sang crypto utama.

    Terakhir, kategori keempat, yang terdiri dari 18% pemilih, mengatakan mereka mengalokasikan antara 11 hingga 50% untuk BTC.

    Dengan kata lain, hampir 46% responden berbagi bahwa mereka memiliki lebih dari setengah portofolio mereka dalam Bitcoin daripada Altcoin.

    Baca Juga: Perbedaan Bitcoin dan Altcoin, Mana yang Lebih Aman?

    Hal ini menjadi cerminan bahwa kemungkinan, para responden telah memiliki Bitcoin mereka sebelum lonjakan terbarunya, setelah berita Paypal yang akan memasuki ranah crypto, dan juga karena berbagai sentimen positif yang mengiringi BTC telah memicu optimisme tersendiri dari para investor maupun trader. Bagaimana menurut Anda?

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Buff Doge Coin, Token Viral dengan Apresiasi 5000% dalam Sehari

    Token viral berbasis kategori “meme” bernama Buff Doge Coin(DOGECOIN) mengalami apresiasi sekitar 5000% hanya dalam satu hari.

    Token ini nampaknya mengalami ketenaran yang meningkat akibat komunitasnya yang kuat.

    Walau kenaikan harganya menggiurkan, banyak investor dan trader yang FOMO dan tidak mengetahui apa sebenarnya kegunaan token tersebut.

    Dalam artikel ini, akan dijelaskan apa sebenarnya token ini dan mengapa harganya naik hingga 5000% dalam satu hari.

    Mengenal Buff Doge Coin

    Buff Doge Coin (DOGECOIN) merupakan salah satu crypto yang dibentuk dan dipublikasi pada Agustus 2021.

    Token ini memiliki tujuan untuk menjadi token berbasis “meme” yang ingin menjadi versi yang lebih baik dari Dogecoin (DOGE).

    Token ini bergerak pada Binance Smart Chain dan memiliki sifat deflasi akibat adanya mekanisme burn yang cukup tinggi.

    Dikabarkan token burn akan dilakukan dengan jumlah dua kali lipat dari burn sebelumnya tanpa jadwal yang pasti.

    Tapi terdapat tujuan akhir yang cukup tidak lazim dimana tim pencipta pada akhirnya akan menghapus 100% dari persediaan token.

    Baca JugaIni Jumlah Burn Rate Ethereum Setelah London Hard Fork

    Kemungkinan besar 100% yang dimaksud adalah token yang beredar. Sebab, jumlah beredar adalah 888 Triliun, tapi secara keseluruhan terdapat 1.000 Triliun persediaan.

    Buff Doge Coin yang sudah dihilangkan atau mengalami burn saat ini berada pada sekitar 63 juta token.

    Mekanisme burn terus dilakukan untuk membuat tokennya semakin langka dan mendorong harganya naik agar menguntungkan seluruh pihak.

    Kegunaan dari token serta keuntungan token ini belum jelas, tapi terdapat tujuan yang cukup baik akibat adanya sisi donasi dari tim.

    Tim dari token ini menyatakan salah satu tujuan dari token ini adalah untuk donasi melalui sebagian keuntungan tim.

    Donasi ditujukan untuk perihal lingkungan dan binatang tepatnya kepada perawatan binatang yang ditelantarkan dan konservasi lingkungan.

    Sebab, tim dari Buff Doge Coin percaya bahwa keuntungan tanpa memikirkan dunia dan sisi sosial adalah hal yang buruk sehingga dunia juga harus dijaga.

    Kegunaan Tambahan

    Walau masih terlihat sebagai token “meme” Buff Doge Coin memiliki tujuan tambahan dimana ia juga ingin menjadi alat tukar.

    Dalam rencananya ke depan, ia ingin membuat bursa NFT sendiri yang nampaknya akan menggunakan Buff Doge Coin sebagai alat tukar.

    Namun peluncuran bursa ini nampaknya masih akan terjadi dalam waktu yang cukup lama, sebab rencana ke depannya masih terlihat banyak.

    Untuk saat ini Buff Doge Coin masih berada di fase kedua dimana fase pertama adalah perkenalan melalui media sosial.

    Fase kedua ini adalah melantainya informasi terkait Buff Doge Coin di Coinmarketcap dan Coingecko serta memperkuat komunitasnya.

    Untuk saat ini salah satu hal yang patut diapresiasi dari token ini adalah kekuatan komunitasnya yang terus berkembang dan berhasil meningkatkan ketertarikan.

    Fase ketiga atau fase berikutnya adalah melantainya token ini di bursa-bursa yang lebih terkenal dan juga bursa tersentralisasi.

    Baru di fase keempat nantinya Buff Doge Coin akan menerbitkan bursa NFT sendiri yang kemungkinan akan menggunakan tokennya sebagai alat tukar.

    Fase terakhir adalah tahap pertumbuhan dan juga pemberian donasi kepada Tujuan awal yaitu penyelamatan lingkungan dan binatang.

    Melihat rencana ini, banyak investor yang terus tertarik untuk menyimpan Buff Doge Coin yang dimilikinya. Namun pihak tim memberi insentif lain.

    Insentif ini adalah mekanisme unik dimana setiap terjadinya transaksi Buff Doge Coin, 5% dari transaksi tersebut akan diberikan kepada investor atau holder tokennya.

    Selain itu, 5% tambahan dari transaksi tersebut juga akan diambil untuk kegunaan likuiditas untuk menjaga volume transaksi.

    Jadi setiap transaksi, 10% transaksi token ini akan diambil untuk dikembalikan pada investor atau holder dan juga untuk penguncian penjaga likuiditas.

    Baca jugaKolaborasi Tokocrypto dan CryptoHero, Aplikasi Bot Crypto Untuk Mempermudah Trading Aset Kripto

    Naik 5000% dalam Satu Hari

    Pada 21 September 2021, ketenaran Buff Doge Coin ini mulai meningkat akibat adanya apresiasi yang signifikan sekitar 5000% hanya dalam satu hari.

    Sebelumnya token ini juga sempat naik lebih tinggi, namun hal tersebut dianggap sebagai pergerakan buruk biasa oleh token “meme”.

    Walau sebelumnya mayoritas pasar crypto meremehkannya, token ini membuktikan banyak pihak salah, akibat kenaikannya sekitar 5555%.

    Setelah kenaikan tersebut token ini relatif koreksi dan bergerak sedikit di bawah harga tersebut, namun pada 10 Oktober 2021 hingga 11 Oktober 2021 harganya kembali naik.

    Dikabarkan bahwa harganya naik sekitar 35% setelah adanya kabar kelanjutan dari fase kedua, yaitu melantainya informasi token ini di Coinmarketcap dan Coingecko.

    Kabar ini berhasil mendorong harapan kembali kepada token ini yang juga membuat banyak investor FOMO mulai ramai membeli.

    Melihat apresiasi ini perlu diingat bahwa FOMO akan sangat tinggi sehingga ada baiknya jika investor menganalisis secara pribadi sebelum membeli.

    Sebab walau saat ini positif, ada kemungkinan koreksi yang cukup tinggi melihat harganya yang sudah naik cukup signifikan.

    Secara keseluruhan walau sudah di audit oleh Dessert Finance, token ini memiliki kegunaan yang masih cukup kecil.

    Sehingga masih terdapat potensi tertinggalnya token ini dibandingkan crypto-crypto lain yang lebih stabil, jika fokus untuk jangka panjang.

    *Disclaimer

    Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Shiba (SHIB) Naik Lebih dari 427 % Dalam Satu Bulan, Apa Pemicunya?

    Token Shiba Inu (SHIB) membukukan keuntungan yang sangat mencengangkan selama 30 hari terakhir, sebanyak lebih dari 427%. Aset kripto anjing ini menjadi altscoin dengan keuntungan paling besar di 30 hari terakhir.

    Di mana kenaikan harga ini lagi-lagi didorong oleh cuitan CEO Tesla Elon Musk yang memposting foto anjing shiba inu. Meski tidak spesifik mengatakan token shiba, cuitan Elon tersebut sangat berdampak pada sentimen pasar.

    Selain itu, pemicu harga SHIB saat ini tak lepas dari aksi whales atau investor dengan pembelian besar. Whales dengan alamat wallet 0x7E1Aa2E386F02b398Da7AaD05447C4749d1317C1 tercatat membeli SHIB sebanyak lebih dari 6 triliun token senilai $43 juta.

    Baca jugaSelamat Datang di Bulan Bitcoin, Altcoin Minggir Dulu

    Whales yang sama hari berikutnya pun melakukan pembelian token SHIBA sebanyak 4 kali.  Paus tersebut menjadi salah satu holder terbesar SHIBA dari total 93 alamat yang memegang mayoritas token SHIB.

    Berdasarkan data whalestats.com, pada tanggal 6 Oktober 2021, aktivitas transaksi SHIB melonjak tajam dibanding hari-hari sebelumnya. Jumlah transaksi di tanggal tersebut tercatat sebanyak 197 juta kali.

    Baca jugaTezos (XTZ) dan Kebebasan Bersuara dalam Blockchain

    Shiba Inu didirikan pada bulan Agustus 2020 lalu dan dijuluki sebagai “The Dogecoin Killer”. Ini membuktikan bahwa persaingan kripto meme semakin memanas.

    Kedua pengembang juga terus meningkatkan utilitas cryptocurrency masing-masing. Dogecoin sudah terintegrasi dengan game DogemonGo, juga dilaporkan berencana membangun bridge antara Dogecoin dan Ethereum. Mereka juga dirumorkan bakal memasuki ruang NFT.

    Sedangkan Shiba Inu telah berhasil meluncurkan ShibaSwap beberapa waktu lalu. Informasi terbaru, pengembang SHIB tengah merancang blockchain sendiri yang disebut Shibarium.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Terra Tembus All Time High, Ini 3 Alasannya!

    Terra (LUNA) alami peningkatan besar setelah resmi meluncurkan pembaharuan protokol jaringannya yang disebut Columbus-5. Peluncuran Columbus 5 itu juga menjadi salah satu pemicu Terra kembali raih All Time High.

    Pembaruan protokol menunjukkan dedikasi pengembang untuk memperbaiki bug, menggabungkan permintaan pengguna, serta menambahkan fitur baru yang membuat protokol menjadi kompetitif dan menopang nilai token.

    Menurut data yang dilansir dari TradingView, setelah mencapai level terendah di angka $23,81 pada 21 September kemarin, harga token LUNA melonjak 108% dan mencapai rekor tertinggi baru di angka $49,55 pada 4 Oktober ini.

    Hal itu dikarenakan volume perdagangan 24 jamnya melonjak sebesar $2,5 miliar.

    LUNA/USDT 1-day chart. Source: TradingView

    Dan berikut adalah alasan di balik Terra dengan pencapaiannya kembali meraih All Time High.

    Baca jugaSelamat Datang di Bulan Bitcoin, Altcoin Minggir Dulu

    Peluncuran Columbus-5

    Columbus-5 resmi diluncurkan pada 30 September silam. Menurut pengembang Terra serta beberapa analis independen. Peresmian protokol baru tersebut menjadi peningkatan pada Terra yang paling signifikan hingga saat ini.

    Memodifikasi model tokennomic proyek tersebut adalah penyebab utama token LUNA akhirnya mencetak UST bakar, alih-alih masuk ke kumpulan komunitas.

    Menurut data dari Terra, ada senilai $832 token LUNA yang terbakar pada blok genesis Columbus-5.

    Perubahan ini telah memperkenalkan tekanan deflasi pada pasokan token LUNA dan dapat membantunya meningkatkan harga dalam jangka panjang karena permintaan untuk UST telah tumbuh.

    Standar Komunikasi Antar-Blockchain

    Alasan kedua untuk mendorong momentum LUNA adalah integrasi telah didukung standar Inter-Blockchain Communication (IBC) yang memungkinkan jaringan Terra untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan protokol di ekosistem Cosmos.

    Baca JugaCosmos (ATOM) Terima 1 Juta Transfer Hanya Dalam Satu Bulan!

    Integrasi ini membuka Terra dan stablecoin UST-nya untuk diadopsi secara meluas di seluruh ekosistem Cosmos dan menjadikannya stablecoin pilihan untuk aplikasi dan cross-chain tersebut.

    Dengan kumpulan proyek yang lebih besar yang saat ini telah memiliki akses ke UST. Ini dapat menyebabkan deflasi lebih lanjut dalam pasokan LUNA karena lebih banyak yang perlu dibakar dalam proses pencetakan UST barunya.

    Melonjaknya Nilai yang Terkunci pada Ekosistem Terra

    Alasan ketiga untuk pergerakan harga bullish pada Terra adalah ekosistem jaringannya telah berkembang dalam protokol desentralisasi keuangan (DeFi).

    Hal itu sangat membantu mendorong nilai total yang dikunci pada protokol ke level tertinggi baru sepanjang masa.

    Menurut data dari Defi Llama, nilai total aset yang terkunci di jaringan Terra mencapai rekor $10,07 miliar pada 4 Oktober kemarin dan bertepatan pada harga token LUNA menembus rekor tertinggi baru.

    Total value locked on Terra. Source: Defi Llama

    Saat ini, TVL Terra telah berada di atas $10 miliar dengan platformnya Ancor Protocol (ANC) yang berada di peringkat teratas dengan $3,86 miliar.

    ANC sendiri adalah jalan utama untuk mencetak UST dengan menjaminkan Terra atau Ethereum sebagai jaminannya.

    Protokol DeFi terkenal lainnya di jaringan tersebut adalah Lido (LDO), yang memiliki TVL $3 miliar, Mirror (MIR) dengan TVL $1,38 miliar, dan Terraswap yang memiliki TVL $1,32 miliar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Selamat Datang di Bulan Bitcoin, Altcoin Minggir Dulu

    Bitcoin menginjak harga tertinggi selama 5 bulan terakhir. Pada perdagangan Rabu, 6 Oktober 2021, Bitcoin menginjak harga $ 55 ribu.

    Kenaikan harga ini pun diikuti oleh menanjaknya Bitcoin dominan yang meneyntuh level 44,9%. Level ini pun menjadi titik tertinggi dominasi Bitcoin terhadap alts selama 4 bulan terakhir.

    Berdasarkan analisa tim analis Portalkripto, secara teknikal pergerakan Bitcoin saat ini berada di jalur banteng. Atas analisa teknikal tersebut,, target resistensi Bitcoin terdekat berada di harga $58,9.

    Baca jugaTezos (XTZ) dan Kebebasan Bersuara dalam Blockchain

    Kenaikan harga BItcoin di bulan ini sudah diprediksi oleh sejumlah analis. Oktober akan menjadi tonggak kenaikan harga Bitcoin ke depannya.

    Baca jugaBank of America: Bitcoin dan Industri Kripto Tak Bisa Diabaikan

    Altcoin Minggir dulu

    Berdasarkan indikator ​​blockchaincenter.net, bulan ini menunjukan bahwa Bitcoin akan menguasai pasar. Sedangkan, altcoin akan terpinggirkan untuk sementara waktu hingga pergerakan BTC sideways.

    Seperti pada pergerakan pasar kripto pada umumnya, ketika Bitcoin dominan dan harga BTC sama-sama naik menandakan bahwa altcoin akan cenderung bearish. Altcoin akan kembali pumping ketika harga Bitcoin dominan turun tapi harga BTC terus naik.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Curi Panggung Saat Bitcoin Rebound ke Harga $ 44 Ribu

    Bitcoin rebound ke harga $ 44 ribu setelah tiga hari sebelumnya terperosok ke harga di bawah $ 40 ribu. Titik harga ini sangat positif bagi pergerakan harga BTC ke depan. Apabila mampu bertahan dan melanjutkan rally, kemungkinan besar BTC akan meneruskan tren bullish.

    Pergerakan harga BTC ini sangat berdampak pada performa altcoin. Sejumlah altcoin rebound hingga 30% dalam 24 jam terakhir. Aset kripto seperti COTI, AVAX, ALGO, dan LUNA mampu menembus resistensinya pada perdagangan Kamis, 23 September 2021.

    Baca JugaAnalisis Harga BNB, Akankah Tembus Harga $500?

    LUNA dan COTI memimpin rombongan altcoin yang naik panggung dengan total kenaikan harga yang signifikan. LUNA terapresiasi 29% dalam 24 jam terakhir, sedangkan COTI melonjak 28,4% pada periode yang sama.

    Baca JugaTwitter Luncurkan Fitur Tip dengan Bitcoin

    Pemulihan pasar dan harga Bitcoin saat ini sangat dipengaruhi oleh sikap Evergrande yang telah memberi tahu investor bahwa ia akan melakukan pembayaran tepat waktu atas utangnya.

    Efek Evergrande ini sebelumnya sangat mempengaruhi kondisi pasar tiga hari ke belakang. Selain itu isu kebijakan tapering dari Bank Sentral AS The Fed cukup membuat investor memasang kuda-kuda sehingga mempengaruhi kondisi pasar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Milyuner Ini Prediksi ADA Tembus $4 Tahun Ini

    Cardano (ADA) terpantau memiliki kinerja yang patut diperhitungan. ADA mencatat lonjakan 1,027% dan berhasil diperdagangkan dengan normal di level $2,15. Dengan pencapaian tersebut, milyuner optimis ADA akan tembus $4 pada akhir tahun ini.

    Meskipun Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) adalah 2 cryptocurrency terbesar dan terkenal saat ini. Tetapi ADA perlahan-lahan menyusul sampai tiga besar setelah kenaikan spektakuler tahun ini.

    Narasi Bullish Akan Dimulai

    Milyuner yang disebutkan tadi adalah CEO dari salah satu perusahaan konsultan keuangan terbesar di dunia, Nigel Green dari deVere Group.

    Ia berbicara dengan Business Insider dan mengungkapkan pandangan optimisnya untuk Alt yang sedang tren ini.

    “Cardano akan menetapkan harga tertinggi baru berkat reli crypto yang lebih luas. Terutama karena peningkatan teknologi baru-baru ini. Hal ini bisa membuka jalan Cardano untuk mencapai harga tertinggi baru bahkan sampai $4 pada akhir tahun 2021.” Ungkap Green dalam sebuah wawancara.

    Baca JugaPlatform DeFi dan DEX Layer 2 Alami Lonjakan Luar Biasa

    Green menambahkan jika Cardano telah berada pada lintasan yang jelas dan tidak ada alasan untuk berpikir bahwa ini akan berhenti dalam waktu dekat.

    Menurut Green, jika orang-orang mengatakan ADA adalah token yang datang ‘entah dari mana’ kemudian berhasil ‘sukses dalam semalam’, sebenarnya bukan itu poinnya.

    Karena ADA sendiri dibuat oleh salah satu pendiri Ethereum, Charles Hoskinson yang kemudian diluncurkan pada tahun 2017 silam.

    Tidak hanya Hoskinson, para ahli juga ikut membantu penelitian ADA secara serius. Dan token ADA baru bisa menarik perhatian publik setelah lebih dari 18 bulan terombang ambing, dan itu bukan lah waktu yang singkat.

    Sementara itu, bulan lalu Green juga memprediksi Cardano akan mencapai $3. Prediksi itu pun terbukti akurat.

    Altcoin berhasil memuncak di angka $3,10 pada 2 September. Namun, harganya memang sedikit runtuh pada saat hari penulisan.

    Terlepas dari itu, Green tetap yakin bahwa Cardano akan bangkit kembali bersama dengan cryptocurrency teratas lainnya sambil mendapatkan keuntungan dari  green cred.

    Baca JugaNFT Proyek Cardano Diprediksi Memiliki Masa Depan Terbaik!

    Pendapat Green Tentang Penggemar Cardano Jangka Panjang

    Menurut Green, ADA sebenarnya sudah lama alami bullish jika dibandingkan dengan token cryptocurrency lainnya.

    Fakta menarik untuk dicatat, Cardano telah ditambahkan ke deVere Crypto sesuai dengan blog resminya.

    Dengan itu, Cardano berhasil bergabung dengan mata uang digital utama lainnya termasuk Bitcoin, Ethereum, Dash, Bitcoin Cash, XRP, dan Dogecoin.

    Kesimpulannya, tidak ada yang perlu di khawatirkan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Survei: Ethereum Tetap Akan Menjadi Platform DeFi Terbaik

    Membahas masa depan DeFi, CryptoCompare menemukan bahwa sebagian besar hasil survei mengatakan “Ethereum (ETH) tidak akan digantikan dalam jaringan blockchain DeFi ” setidaknya selama 3 tahun ke depan.

    Penyedia data pasar crypto tersebut mengumpulkan respons dan data melalui sebuah survei yang dilakukan pada beberapa protokol DeFi seperti : Augur (REP), Argent, DDEX, Balancer (BAL), Nexus Mutual, Kyber Network (KNC), Loopring (LRC), dan Staked.

    Ketika pertanyaan survei mengarah ke Ethereum : akankah Ethereum digantikan dalam jaringan DeFi selama 3 tahun ke depan?

    Baca Juga: Paus Ethereum Bertambah Saat Penurunan Harga Terjadi

    Sebanyak 62,5% responden menjawab sangat tidak setuju dan 25% netral. Ini menandakan bahwa hampir semua responden masih percaya bahwa ETH masih menjadi raja untuk platform DeFi.

     

    Kemudian pertanyaan mengarah pada kekurangan Ethereum dalam kondisi saat ini, responden menyatakan mereka paling khawatir dengan keamanan Ethereum di DeFi, pengalaman pengguna, pemasaran, dan kekurangan infrastruktur untuk produk yang benar-benar terdesentralisasi.

    Sebanyak 50% responden, memberikan nilai 8 dari 10 atas kekhawatiran soal keamanan Ethereum di masa depan. Sementara, sebanyak 37% lainnya memberikan nilai 10 untuk pentingnya asuransi terhadap hlangnya dana, tapi ada juga yang memberikan nilai 3.

    CryptoCompare mengatakan hal tersebut seperti: menunjukkan perbedaan yang jelas dalam pendapat tentang masalah ini.

    Terkait kenaikan biaya transaksi yang tinggi juga masih menuai perbedaan pendapat. Banyak responden tidak melihat biaya tinggi sebagai masalah yang paling mendesak.

    Beberapa responden “menunjuk ke solusi penskalaan lapisan dua” karena biaya transaksi yang lebih tinggi akan “menciptakan lebih banyak urgensi pada solusi.”

    Sementara yang lain mengatakan bahwa biaya tinggi merupakan beban bagi sebagian pengguna, dan bukan masalah bagi yang lain, seperti bagi pengguna aktif bulanan “yang menyetor selama berbulan-bulan”.

    Seorang Manajer Pemasaran di protokol likuiditas on-chain Kyber Network beranam Shane Hong, mengatakan bahwa, “menurut pendapat saya, adopsi massal memang sulit dicapai mengingat kondisi biaya transaksi saat ini. Tetapi akan selalu ada grup pengguna yang mencari peluang menghasilkan keuntungan bahkan dengan biaya tinggi.”

    Tetapi, Argent mengatakan bahwa masih ada kebutuhan untuk “membangun kasus penggunaan yang memecahkan masalah yang signifikan bagi audiens arus utama”.

    Ledakan DeFi terjadi, menurut CryptoCompare karena bisa mengambil pinjaman yang didukung crypto; menabung dan mendapatkan bunga atas kepemilikan seseorang yang dapat dikaitkan dengan nilai USD berkat stablecoin.

    Survei tersebut dilakukan CryptoCompare dengan menanyakan kepada Top DeFi. Namun, pihak CryptoCompare tidak memberitahukan nama-nama DeFi tersebut.

    Baca Juga: Semula Hanya Lelucon, Token $MEME Jadi Proyek Crypto Miliaran Dolar



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Dominance Bergerak Turun, Altcoins Season Diprediksi Terjadi

    Bitcoin Dominance seringkali dijadikan alat untuk memprediksi pergerakan mayoritas Altcoins, akibat berdasarkan data umumnya ada korelasi antar keduanya.

    Korelasi tersebut adalah saat Bitcoin Dominance turun, maka Altcoins relatif bergerak naik, namun kondisi ini umumnya terjadi saat harga Bitcoin mulai naik.

    Saat ini Bitcoin Dominance diprediksi akan turun lagi dan membuat mayoritas pasar memprediksi adanya pergerakan naik pada Altcoins.

    Namun masih banyak investor yang sulit untuk memahami apa sebenarnya Bitcoin Dominance itu dan bagaimana dampaknya ke pasar.

    Baca Juga: Siap-siap! Amazon Akan Segera Masuk ke Pasar Kripto

    Dampak Bitcoin Dominance untuk Altcoins

    Bitcoin Dominance akhir-akhir ini terlihat bergerak terus menurun dan sedang berada di daerah sekitar 48%.

    Angka tersebut berarti 48 % dana yang beredar di pasar crypto tersimpan pada Bitcoin, dan sisanya tersimpan pada Altcoins.

    Dalam kondisi tersebut, terdapat asumsi bahwa saat ini permintaan pasar terhadap Altcoins sedang lebih besar dibandingkan terhadap Bitcoin.

    Oleh karena itu sangat masuk akan jika mayoritas investor memprediksi pergerakan Atcoins berdasarkan Bitcoin Dominance akibat pernyataan tersebut.

    Umumnya kondisi positif untuk Altcoins terjadi saat Bitcoin Dominance mengalami penurunan setelah harga Bitcoin naik.

    Bisa dilihat bahwa saat hal yang sama terjadi, yang juga mencerminkan kondisi pada awal 2021 saat mayoritas crypto mengalami apresiasi.

    Saat kondisi ini terjadi, umumnya apresiasi harga akan dipimpin oleh Ethereum yang akan mendorong mayoritas Altcoins lain naik.

    Hal ini disebabkan Ethereum yang telah lama menjadi pemimpin untuk Altcoins akibat kapitalisasi pasarnya yang tinggi.

    Selain itu potensi apresiasi ini juga diperkuat dengan adanya London Hard Fork, pembaruan jaringan dari Blockchain Ethereum.

    Dengan adanya pembaruan ini, blockchain Ethereum dikabarkan akan lebih efisien dan lebih rendah dalam biaya.

    Salah satu hal penting lainnya adalah mekanisme burn dimana nantinya jumlah Ethereum yang beredar akan berkurang sekitar 1,4% per tahun.

    Mekanisme ini dilakukan dengan menghilangkan 70% dari biaya transaksi yang ada pada Ethereum setelah digunakan.

    Oleh karena itu ada kemungkinan Ethereum akan semakin langka yang dapat membuat harganya naik lebih tinggi jika permintaannya naik.

    Jika Ethereum naik, ada kemungkinan mayoritas Altcoins lainnya dapat naik lebih tinggi akibat adanya sentimen positif berdasarkan pergerakan sebelumnya.

    Baca Juga: CZ Lakukan Pertemuan dengan Regulator, Kabar Baik untuk Binance

    Dampak untuk Bitcoin

    Perlu diketahui bahwa Altcoins yang naik dalam dominasi pasar bukan berarti akan menurunkan harga dari Bitcoin.

    Hal ini disebabkan saat mayoritas harga Altcoins naik bersama permintaannya, tidak selalu berarti akan ada tekanan jual untuk Bitcoin.

    Bitcoin bisa jadi akan terus bergerak dalam konsolidasi jika Altcoins naik akibat umumnya kondisi tersebut yang terjadi saat pasar mulai positif.

    Dominasi Bitcoin yang turun juga merupakan hal yang wajar akibat bersama dengan perkembangan teknologi, sangat mungkin untuk muncul proyek baru.

    Proyek crypto baru ini dapat menciptakan ketertarikan tinggi yang membuat dominasi berpindah sedikit dari Bitcoin.

    Saat ketertarikan proyek tersebut naik maka ketertarikan Altcoins naik karena crypto selain Bitcoin disebut dengan Altcoins.

    Sehingga apresiasi dari Altcoins tidak akan menurunkan nilai Bitcoin, namun akan banyak investor yang menyebut Altcoin Season.

    Altcoin Season ini adalah istilah untuk masa dimana Altcoins naik lebih tinggi daripada Bitcoin yang mencerminkan ketertarikan lebih tinggi pada Altcoins.

    grafik btc.d
    Grafik Bitcoin Dominance (BTC.D)

    Untuk saat ini dapat dilihat bahwa Bitcoin Dominance sedang berada pada batas atasnya dan kemungkinan akan terus turun di daerah tersebut.

    Tujuan selanjutnya jika turun berada pada 46% yang dapat membuat adanya apresiasi dalam Altcoins jika harga Bitcoin tetap stagnan.

    Namun untuk saat ini pasar masih menunggu kedaluwarsa kontrak options Bitcoin yang kemungkinan dapat mempengaruhi sentimen pasar di Agustus.

    Hal ini disebabkan posisi terbukanya kontrak options dapat menjadi salah satu pandangan bagaimana Agustus akan terjadi.

    Sebab hubungan antara derivatif dan spot adalah hubungan yang dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam menentukan arah pasar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 10 Altcoin Ini Capai All-Time-High Baru di Tengah Pergolakan Bitcoin dan Ethereum

    Pekan lalu, harga Bitcoin turun dari tertinggi $ 9.800 ke terendah $ 8.900. Ethereum turun lebih dari 10% dari $ 248 menjadi $ 215. Di lain sisi, sementara aset crypto populer tersebut harganya tampak terus menurun, beberapa altcoin dengan kapitalisasi rendah mencatat rekor all-time-high baru mereka.

    Apa sebenarnya yang menyebabkan altcoin yang diunggulkan ini mengalami rally sedangkan aset crypto utama terus berjuang di bawah kondisi pasar yang sama?

    Bitcoin dan Ethereum Terus Berjuang Dengan Perlawanan

    Bitcoin dan Ethereum terus berjuang dengan perlawanan masing-masing di atas $ 10.000 dan $ 250. Kabar buruk yang ada sekarang ini kedua aset cryptocurrency utama yang mendominasi pasar ini, sedang mengalami kesulitan dengan level di bawahnya.

    Adanya ketidakpastian pasar saham dan munculnya kasus-kasus baru dari krisis pandemi Covid-19 ini membawa kekhawatiran kembali terjadi di pasar crypto.

    Peluang pemulihan berbentuk V memudar dari hari ke hari. Alih-alih, sebagian besar aset utama tidak melakukan apa pun selain menetapkan tinggi harga rendahnya, yang merupakan tanda tren turun yang akan datang.

    Harga lebih rendah dari terendah hari ini bisa saja terjadi di kemudian hari, membenarkan adanya tren turun yang lebih dalam lagi. Risiko seperti itu saja telah mengurangi momentum bullish yang dimiliki aset-aset ini pada awal tahun 2020 dan dalam beberapa minggu terakhir.

    Lebih lanjut, sementara aset crypto yang paling populer ini mengalami kesulitan, altcoin dengan kapitalisasi rendah telah melonjak dalam kondisi dan sentimen yang sama. Mengapa hal ini terjadi?

    Baca Juga: Tahun 2020, Debat Bitcoin vs Altcoins Kembali Memanas!

    10 Altcoin dengan Kapitalisasi Pasar Rendah Menciptakan Rekor All-Time-High Baru Selama Tren Turun Crypto

    Pekan lalu, sementara Bitcoin dan Ethereum tampaknya semakin tenggelam, altcoin dengan kapitalisasi pasar rendah tidak hanya melonjak, mereka membuat rekor baru. Menurut data, 10 altcoin tersebut berada di enam bursa berbeda menetapkan rekor all-time-high baru.

    10 Altcoin itu meliputi:

    • Universal Market Access (UMA)
    • Ren (REN)
    • DMM: Governance (DMG)
    • Synthetic Network Token (SNX)
    • Celsius Network (CEL)
    • THORChain (RUNE)
    • Reserve Rights Token (RSR)
    • pNetwork (PNT)
    • Balancer (BAL)
    • Aleph.im (ALEPH)

    Hanya sedikit dari daftar yang telah memasuki seratus cryptocurrency teratas berdasarkan kapitalisasi pasar. Jika digabungkan, kesepuluh cryptocurrency di atas bahkan tidak bernilai $ 1 miliar dalam kapitalisasi pasar dengan total lebih dari $ 775 juta.

    Selain sebagai altcoin dengan kapitalisasi rendah, aset-aset ini memiliki beberapa kesamaan. Dengan sedikit korelasi, tampaknya tidak ada rima atau alasan tertentu mengapa aset crypto ini terus naik sementara Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan lebih jauh.

    Daya pikat peluang di tempat lain pada pasar crypto mungkin mendorong aksi ambil untung dalam Bitcoin dan Ethereum. Teori lain hanya menunjuk pada aset likuiditas rendah ini terdorong naik melalui suntikan modal yang sangat sedikit.

    Dengan total modal di bawah $ 1 miliar, dan dengan beberapa proyek senilai hanya $ 1 juta dalam kapitalisasi pasar, dibutuhkan sedikit uang untuk menggerakkan harga aset-aset ini.

    Dengan kapitalisasi pasar yang rendah dan volume perdagangan yang ada, aktivitas apa pun dalam aset ini dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar. “Paus” yang ada telah mengetahui hal ini dan bisa menggunakan altcoin tersebut dalam meningkatkan kepemilikan BTC dan ETH mereka sebelum akhirnya breakout.

    Pada akhirnya, pengambilan laba dikatakan mengalir keluar dari altcoin-altcoin tersebut, ke altcoin dengan kapitalisasi menengah. Dari sana, uang akhirnya kembali ke altcoin besar seperti Ethereum, lalu kembali ke Bitcoin. Saat itulah pasar bull dapat dimulai, dan kemudian siklus akan berulang kembali.

    Informasi ini dapat dibaca kembali di sini

    Baca Juga: Harga Bitcoin Turun, Bagaimana Analisis Selanjutnya?



    Sumber : news.tokocrypto.com