Tag: pasar kripto

  • Pasar Kripto Tak Bergairah, Ini Penyebabnya Dalam Sepekan Terakhir

    Pasar kripto masih kurang bergairah dalam sepekan terakhir. Bahkan, Bitcoin, Ether, dan semua 10 kripto non-stablecoin teratas lainnya turun dalam perdagangan Jumat (4/8) pagi. Sementara secara keseluruhan, volatilitas harga BTC dan ETH tetap rendah karena sentimen bearish mencengkeram investor, terutama karena aksi harga Bitcoin. 

    Total kapitalisasi pasar kripto turun sekitar 1,7 persen, berjumlah sekitar US$ 1,16 triliun pada hari Jumat pagi. Harga Bitcoin terpantau diperdagangkan sekitar US$ 29.000 mendekati level dukungan penting US$ 28.400. Selain itu, altcoin gagal memanfaatkan kelemahan Bitcoin, menandakan sentimen bearish lebih lanjut.

    Ada beberapa sentimen negatif utama yang membuat pasar kripto tetap lesu di awal Agustus ini, meski kabar MicroStrategy yang akan menjual saham untuk akumulasi lebih banyak Bitcoin tidak cukup mendorong BTC ke zona hijau.

    Pertama, volume perdagangan kripto yang merosot yang menimbulkan investor dan trader kurang bergairah karena likuiditas yang belum stabil. Anehnya, peristiwa halving Litecoin ketiga yang terjadi pada hari Rabu (2/8), tetapi volume perdagangan kripto menyaksikan kemerosotan yang signifikan. Mungkin trader melakukan aksi “buy the rumor, sell the news,” dan kemudian mengambil untung sebelum kenaikan Bitcoin.

    Insiden peretasan Curve Finance dan AAVE Protocol Fiasco atas pinjaman US$ 60 juta USDT, serta kabar SEC mengintensifkan pengawasannya terhadap proyek kripto dan tuntutan terhadap Terraforms Labs dan Don Kwon tetap dilanjutkan, mengikuti keputusan Ripple atas penjualan XRP juga memicu sentimen bearish di pasar.

    Sentimen Bearish

    Ilustrasi Bitcoin Fear and Greed Index pada Jumat, 04 Agustus 2023. Sumber: Alternative.me.
    Ilustrasi Bitcoin Fear and Greed Index pada Jumat, 04 Agustus 2023. Sumber: Alternative.me.

    Baca juga: Bursa Kripto Potensi Kembalikan Gairah Pasar dan Investor di Indonesia

    Rug pull pada BALD menimbulkan ketakutan di kalangan investor kripto, meskipun ada jaminan peningkatan pengawasan peraturan. Data on-chain juga mengungkapkan lonjakan signifikan dalam aktivitas crypto whale, menambah ketakutan keseluruhan akan sentimen bearish yang berlaku di pasar. Banyak whale yang mulai memindahkan asetnya ke exchange untuk siap-siap dalam posisi jual, ketika harga Bitcoin naik.

    Pasar kripto akan cenderung sideways dan turbulensi akan segera menjelang perilisan data ketenagakerjaan AS atau Non-Farm Payroll (NFP) pada Jumat (4/8) malam yangakan menjadi sorotan di mana, investor akan mencari tanda-tanda untuk melihat kondisi inflasi AS.

    Dalam jangka panjang, data CPI Juli pada 10 Agustus dan keputusan pertama SEC yang akan datang pada aplikasi ETF Bitcoin BlackRock pada 12 Agustus juga menjadi perhatian di pekan depan. SEC memiliki tenggat waktu hingga 240 hari untuk menyetujui, menolak, atau menunda aplikasi ETF Bitcoin.

    Sementara itu, kemungkinan dominan di bulan Agustus dan September akan mengalami penurunan harga Bitcoin. Oleh karena itu, Agustus dan September dapat menjadi titik yang potensial untuk melakukan trading atau strategi dollar cost averangi (DCA) untuk mengakumulasi aset.

    Menurut Fear and Greed Index, sentimen pasar terhadap Bitcoin saat ini masih netral, dengan poin berada di 54, yang mengalami kenaikan dari 52 poin. Kenaikan ini masih mencerminkan sikap optimis pelaku pasar menjelas rilis data ekonomi AS menjelang akhir pekan.

    Analisis Harga Bitcoin (BTC)

    BTC/USDT 4H Time Frame by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Proyeksi Pasar Kripto Agustus 2023: Potensi Turun atau Naik?

    Prediksi pergerakan harga Bitcoin dalam 1-2 minggu ke depan adalah mengalami penurunan, dengan target penurunan di sekitar US$ 28.322. Saat ini, Bitcoin sedang konsolidasi di kisaran harga US$ 29.100-US$ 29.500 dan belum menunjukkan adanya breakdown dari level support-nya.

    Namun, apabila harga Bitcoin turun di bawah US$ 29.000, itu dapat menjadi konfirmasi untuk pergerakan harga breakdown. Sebagai investor atau pengguna Bitcoin, sangat penting untuk berhati-hati selama periode tersebut. Jika prediksi penurunan harga terjadi dari harga saat ini sekitar US$ 29.366, maka estimasi penurunan harganya adalah sekitar -3,48%. 

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Proyeksi Pasar Kripto Agustus 2023: Potensi Turun atau Naik?

    Setelah paruh pertama tahun 2023 yang kuat, pasar kripto memulai semester kedua tahun ini dengan kinerja yang lesu. Meskipun ada sejumlah sentimen positif, belum cukup untuk menggerakan pasar kripto ke zona hijau secara terus menerus.

    Menurut indeks Bitcoin Monthly returns, Pergerakan harga Bitcoin pada bulan Juli lalu berakhir dengan minus, karena tidak dapat mempertahankan harga di atas US$ 30.400 hingga tanggal 31 Juli 2023. Meskipun selama tiga tahun berturut-turut (2020, 2021, dan 2022) Bitcoin mengalami tren bullish pada bulan Juli, namun pada tahun ini ditutup dengan koreksi merah. 

    Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, pergerakan Bitcoin di awal semester dua tahun 2023 mengalami koreksi sebesar -4,02%. Bagi para trader, bulan Juli merupakan bulan pertama di kuartal ke-3 yang memiliki banyak harapan, karena pergerakannya dapat menjadi penentu bagi posisi Bitcoin selama tiga bulan ke depan.

    “Jika dibandingkan dengan performa Bitcoin pada kuartal I dengan kenaikan sebesar 71,77% dan kuartal II dengan kenaikan 7,19%, prediksi untuk kuartal III adalah bahwa Bitcoin memang akan mengalami pelemahan harga. Namun, tidak ada yang bisa tahu dengan pasti apakah kuartal ini akan ditutup dengan persentase harga minus atau plus. Pergerakan Bitcoin sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan berbagai faktor fundamental yang terjadi di masa depan,” jelas Fyqieh.

    Proyeksi Agustus 2023

    Bitcoin Monthly returns. Sumber: Coinglass.
    Bitcoin Monthly returns. Sumber: Coinglass.

    Baca juga: Riset: Bitcoin Sekarang Lebih Stabil dari Emas, Potensi Bullish BTC?

    Menurut Fyqieh, pergerakan Bitcoin dan aset kripto utama lainnya masih cenderung datar atau sideways sepanjang bulan Agustus 2023. Indikator teknis jangka pendek BTC pada awal Agustus ini berubah menjadi bearish, menandakan adanya kemungkinan penurunan menjadi di bawah US$ 29.000. Namun bisa juga berbalik arah raih kembali di level psikologisnya US$ 30.000, dengan catatan ada kabar positif yang fundamental terjadi di industri kripto dan ekonomi global.

    “Pergerakan harga Bitcoin masih berada di level US$ 30.000 dalam dua minggu terakhir, belum ada sentimen yang kuat mendorong laju BTC ke zona hijau. Kabar MicroStrategy yang akan membeli lebih banyak Bitcoin, juga tak menjadi fondasi kuat. Di samping itu, kondisi ekonomi makro belum stabil untuk menggairahkan pasar,” jelasnya.

    Satu hal yang penting dan akan benar-benar menggerakkan Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan adalah sikap Federal Reserve AS terhadap kenaikan suku bunga. Bitcoin setelah sempat melewati level US$ 31.000 sekarang diperdagangkan dalam kisaran terkonsolidasi karena para investor tampak gelisah. 

    “Meskipun demikian, tidak perlu khawatir terkait dengan koreksi tersebut, karena bisa menjadi kesempatan yang tepat untuk mulai melakukan akumulasi aset Bitcoin. Kita hampir selesai dengan siklus kenaikan suku bunga, sehingga hambatan ekonomi makro saat ini akan segera mulai memudar. Secara bersamaan, kita berjarak sekitar delapan bulan dari peristiwa halving Bitcoin berikutnya, yang secara historis selalu mendorong harga naik secara dramatis,” tutur Fyqieh.

    Sentimen dan Potensi Altcoin

    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.

    Baca juga: D3 Labs Melalui Seaseed Dorong Inovasi Blockchain Enterprise

    Di samping itu, ada sentimen yang patut dicermati oleh pelaku pasar di bulan Agustus, salah satunya soal nasib pengajuan aplikasi ETF Bitcoin spot. SEC memiliki waktu hingga 12 dan 13 Agustus untuk menyetujui, menolak, atau menunda ETF Bitcoin oleh BlackRock, 21Shares dan Ark Invest.

    Tanggal 13 Agustus menandai 45 hari dari batas waktu yang diberikan oleh SEC. Pada tanggal tersebut, SEC akan mengeluarkan keputusan atas produk atau meminta perpanjangan untuk pertimbangan lebih lanjut. SEC sendiri memiliki tenggat waktu bertahap yang dibagi empat periode, mulai 45 hari, 90 hari, 60 hari dan 240 hari.

    Pelaku pasar bisa mempertimbangkan untuk memperhatikan altcoin utama. Menurut Fyqieh, altcoin sejauh ini akan terus mengungguli Bitcoin.Saat dominasi Bitcoin mulai goyah, ada tanda-tanda bahwa musim altcoin baru akan segera tiba.

    “Tingkat Bitcoin Dominance (BTCD)  telah meningkat secara signifikan sejak titik terendahnya di 39% pada September 2022. Peningkatan tersebut mendapatkan momentum padamencapai level tertinggi selama dua tahun terakhir, lebih dari 52% pada akhir Juni, tetapi kemudian turun di bawah 50 persen karena reli altcoin yang dipicu oleh kemenangan Ripple,”tutur Fyqieh.

    Secara historis, ketika dominasi Bitcoin telah meningkat untuk memperhitungkan sebagian besar pasar kripto, itu sering menandakan dimulainya musim altcoin. Ini karena investor mulai merotasi keuntungan mereka dari BTC karena mereka yakin aset digital itu tidak akan naik lebih jauh. Keuntungan ini kemudian masuk ke altcoin, meningkatkan permintaan sebagian besar altcoin dan menyebabkan harganya naik.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Laju Pasar Kripto Sedikit Lambat, tapi Masih Potensi Bullish

    Laju pergerakan pasar kripto dan Bitcoin (BTC) sedikit melambat dan cenderung sideways pada Jumat (23/6) pagi. Sebelumnya kenaikan signifikan terjadi pada Bitcoin hingga akhirnya menembus level US$ 30.000 atau sekitar Rp  449 juta untuk pertama kali sejak April lalu. Apa yang menyebabkan pasar kripto tertahan ini?

    Menurut Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, dari analisa fundamental, data makroekonomi terbaru sedikit menahan laju pasar. Data klaim pengangguran AS tetap stabil atau tidak berubah di angka 264.000 dengan ekspektasi pasar sebelumnya akan terjadi penurunan tipis menjadi 260.000.

    “Data ini membuat pasar kembali melambat untuk menimbang kembali strategi ke depan dan memprediksi gerak kebijakan The Fed di masa mendatang,” kata Fyqieh.

    Sentimen The Fed

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Bitcoin Diyakini Bakal Jadi Bisnis Terbaik Dalam 10 Tahun ke Depan

    Di samping itu pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, dihadapan Komite Perbankan Senat AS pada Kamis (22/6) juga sedikit berdampak ke pasar. Dalam pidatonya, dia telah mengesampingkan kemungkinan pemotongan suku bunga dalam waktu dekat, menyatakan bahwa inflasi dalam perekonomian secara konsisten lebih kuat dari yang diharapkan. 

    The Fed kemungkinan besar tidak akan memangkas suku bunga setidaknya pada tahun 2023, sementara tanda-tanda penurunan inflasi yang konsisten dapat memacu penurunan suku bunga di akhir tahun 2024. Dia menyatakan kurangnya kepercayaan dalam mengambil keputusan penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

    “Pidato Powell menyebabkan beberapa ketidakpastian di pasar kripto karena harga Bitcoin melayang tepat di bawah angka US$ 30.000.  Padahal, pada hari Rabu (21/6), Powell mengatakan jeda suku bunga bersifat sementara, mengatakan inflasi tetap lebih tinggi. Hal ini menyebabkan pemulihan yang disambut baik di pasar kripto,” jelas Fyqieh.

    Fed perlu menunggu sampai komite merasa yakin bahwa suku bunga turun menuju target. Data lebih lanjut tentang inflasi dapat menandakan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam pertemuan mendatang.  Menurut CME FedWatch Tool pada Jumat (23/6), kemungkinan kenaikan suku bunga Juli sebesar 25 basis poin mencapai 74,4%, naik dari 67% satu minggu sebelumnya.

    Laju Pasar

    Bitcoin Fear and Greed Index.

    Baca juga: IMF Siapkan Platform CBDC untuk Fasilitasi Transaksi Antar Negara

    Di luar kalender ekonomi AS, sentimen pasar terhadap pasar kripto terus membaik. Mulai dari banyak perusahaan layanan keuangan tradisional yang masuk ke industri kripto, seperti BlackRock yang mengajukan ETF Bitcoin terus mendorong harapan masuknya uang institusional ke pasar kripto.

    Laporan IMF tentang Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) kemungkinan berkontribusi pada pengembalian BTC menjadi US$ 30.500. Sambil terus menyerukan regulasi kripto yang lebih besar, IMF mengatakan ini, “Sementara beberapa negara telah sepenuhnya melarang aset crypto karena risikonya, pendekatan ini mungkin tidak efektif dalam jangka panjang.”

    Sentimen aset kripto berdasarkan indeks “Bitcoin Fear and Greed Index” saat ini berada pada level 65, yang menunjukkan adanya ketamakan atau serakah (Greed). Dalam 24 jam terakhir, pasar aset kripto telah menunjukkan tingkat serakah pada poin 65, yang mengindikasikan adanya kecenderungan FOMO (Fear of Missing Out) dan diprediksi akan mengalami koreksi di masa mendatang.

    “Sebaliknya, data yang diberikan oleh Bitcoin Fear and Greed Index minggu lalu menunjukkan angka 47, yang menunjukkan adanya ketakutan (Fear) dalam pasar Bitcoin,” pungkas Fyqieh.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Masih Sideways dan Belum Optimal Reli, Kenapa? –

    Sepanjang akhir pekan kemarin pasar kripto menunjukan sinyal bullish yang kuat, namun kemudian cenderung melewah ketika mulai memasuki awal minggu ke-3 Juni 2023. Apa penyebabnya?

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan perlu diketahui terlebih dahulu, pasar kripto naik pada akhir pekan lalu karena campuran faktor teknis dan fundamental. Dari segi teknikal, sejumlah aset kritpo telah alami pantulan oversold.

    “Seperti Bitcoin (BTC), pada grafik hari Jumat (16/6)  indeks kekuatan relatif harian (Relative Strength Index/RSI) turun hampir ke 30, menunjukkan hampir “oversold.” Dari perspektif teknis, RSI oversold mendorong pemulihan atau konsolidasi harga, sehingga Bitcoin bisa tembus kembali ke level di atas US$ 26.300,” kata Fyqieh.

    Selain pantulan teknis, spekulasi yang berkembang seputar persetujuan Bitcoin ETF pertama oleh BlackRock di AS membantu pasar kripto bangkit. BlackRock mengajukan permohonan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk Bitcoin ETF pada 16 Juni.  Pasar kripto telah meningkat 4,5% sejak aplikasi BlackRock.

    Di samping itu, Binance.US dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan untuk melakukan repatriasi dana pengguna ke Amerika Serikat (AS). Hal ini membuat pelaku pasar sedikit lega, khususnya yang berada di AS.

    Laju Pasar Tertahan

    koin bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Asia Ramah Kripto: Hong Kong Ungkap Potensi Bisnis di Negaranya

    Laju pasar kini melandai setelah dorongan kuat pada akhir pekan lalu. Salah satu penyebabnya adalah mulai banyak trader yang melakukan taking profit dengan posisi short, sehingga membuat gerak pasar melandai. Seperti dilaporkan akun Twitter @WhaleTrades ada sebanyak US$ 5,2 juta dalam bentuk Bitcoin telah dilikuidasi.

    Pasar yang kurang bergairah karena awal pekan ini market AS tengah libur dalam perayaan Juneteenth pada Senin (19/6). Pekan ini pelaku pasar sebagian besar akan fokus pada pidato anggota FOMC. Sorotan akan terjadi pada hari Kamis (22/6), karena Ketua Fed, Jerome Powell bersaksi di depan Kongres, memberikan tinjauan luas tentang ekonomi dan kebijakan moneter.

    “Saat The Fed menghentikan kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya sejak awal 2022, mereka juga memperbarui proyeksi untuk suku bunga Dana Fed pada akhir tahun ini, menaikkannya menjadi 5,6% dari sebelumnya 5,1%. Powell juga mengatakan bahwa inflasi yang tinggi masih menjadi perhatian, dan sebagian besar anggota Komite melihat peningkatan lebih lanjut tahun ini sebagaimana mestinya,” jelas Fyqieh.

    Menurut CME FedWatch Tool pada Senin (19/6), kemungkinan kenaikan suku bunga Juli sebesar 25 basis poin mencapai 74,4%, naik dari 52,8% satu minggu sebelumnya. Secara signifikan, peluang kenaikan suku bunga poin 25 basis September naik dari 50,0% menjadi 67,1% selama seminggu, sementara taruhan pada kenaikan suku bunga poin 50 basis turun dari 15,7% menjadi 11,2%.

    Indeks Fear and Greed Bitcoin.

    Pasar aset kripto sering kali bereaksi terhadap berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter dan pernyataan dari bank sentral. Pengumuman Federal Reserve dapat mempengaruhi pasar secara keseluruhan, termasuk pasar aset kripto, dan menyebabkan volatilitas harga. Investor cenderung menganalisis potensi dampak dari pengumuman tersebut dan mengambil tindakan berdasarkan penilaian mereka.

    Indeks Fear and Greed Bitcoin menunjukkan angka 47, yang menandakan bahwa sentimen terhadap Bitcoin saat ini berada dalam kondisi netral hingga bearish. Angka ini mengalami penurunan pada hari Minggu (18/6) yang masih di posisi 49. Hal ini menunjukkan adanya konsistensi dalam sentimen yang diperlihatkan oleh indeks tersebut, Bitcoin bisa kembali ke arah sentimen bagus dalam beberapa hari ini dan dinilai bullish dalam waktu dekat ini

    Bitcoin (BTC) Potensi Rebound ke US$ 27.000

    Pergerakan aset kripto Bitcoin diprediksi akan mengalami rebound setelah menyentuh US$ 25.000 akibat adanya berita buruk selama 2 bulan terkahir seperti kasus SEC. Berita buruk tersebut bisa dianggap sebagai sentimen yang menjadi pemicu Bitcoin melakukan koreksi dari harga US$ 30.000 ke US$ 25.000 dalam 3 bulan terakhir. 

    BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Apa Itu Proof of Work (PoW)?

    “Pergerakan Bitcoin kemungkinan akan mengalami koreksi sedikit hari ini ke harga US$ 26.300 dan kembali mengalami rebound ke harga US$ 26.500 dan kemudian koreksi karena ketahan di garis resisten minornya dan kemudian rebound kembali ke harga US$ 27.000. Potensi profit sebesar lebih dari 5%,” sebut analisis Fyqieh.

    Namun harga bisa kembali mengalami penurunan apabila, Bitcoin kembali menyentuh di bawah harga US$ 24.600 dengan target US$ 23.000 dan harga ini merupakan harga yang cukup baik untuk melakukan Dollar Cost Averaging (DCA). Sebenarnya saat ini waktu yang sangat bagus untuk memulai DCA karena Bitcoin sudah terkoreksi lebih dari 20% dari harga US$ 31.000.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Manfaatkan Stabilisasi Investasi di Koreksi Pasar Kripto dengan Stablecoin

    Di tengah tren penurunan di pasar kripto global dalam sepekan terakhir, investor kripto diminta untuuk semakin bijak dalam mengambil keputusan. Pasar kripto memang terkenal karena volatilitasnya yang tinggi, dengan fluktuasi harga yang sering terjadi. 

    Saat pasar mengalami koreksi atau penurunan harga secara keseluruhan, banyak investor mencari alternatif yang lebih aman dan tenang. Salah satu opsi yang menarik adalah menggunakan stablecoin sebagai instrumen investasi. 

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan stablecoin adalah jenis aset kripto yang nilainya diikat atau terkait dengan aset tradisional seperti mata uang fiat atau komoditas. Dalam kondisi pasar yang lesu ini, data Glassnode melihat aliran masuk stablecoin secara signifikan melebihi aliran masuk Bitcoin dan Ethereum pada kuartal I 2023, koreksi pasar telah menyebabkan pembalikan tren ini.

    “Laporan Glassnode juga menyoroti perkembangan signifikan dalam ruang stablecoin. Pasokan USDT (Tether) telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa, menunjukkan lonjakan permintaan untuk stablecoin populer ini. Sebaliknya, pasokan USDC (USD Coin) dan BUSD (Binance USD) telah menurun ke posisi terendah dalam beberapa tahun,” jelas Fyqieh.

    Ilustrasi stablecoin USDC. SUmber: Shutterstock.
    Ilustrasi stablecoin USDC. SUmber: Shutterstock.

    Baca juga: Apple Vision Pro Diklaim Dapat Mengubah Cara Merancang Metaverse

    Lebih lanjut, Fyqieh menjelaskan bagaimana menggunakan stablecoin untuk mengamankan dan menenangkan investasi kripto saat pasar mengalami koreksi:

    Kelebihan Stablecoin Saat Koreksi Pasar

    Salah satu kelebihan utama stablecoin saat pasar mengalami koreksi adalah stabilitas nilainya. Stablecoin diikat dengan mata uang fiat atau komoditas, yang berarti nilainya cenderung tetap atau memiliki fluktuasi yang lebih kecil dibandingkan dengan aset kripto lainnya. Dengan menggunakan stablecoin, Anda dapat mempertahankan nilai investasi Anda dalam periode volatilitas pasar.

    Mengurangi Risiko Volatilitas

    Investasi kripto dengan stablecoin dapat membantu mengurangi risiko volatilitas yang tinggi saat pasar mengalami penurunan harga. Dengan beralih ke stablecoin, Anda dapat melindungi nilai investasi Anda dan menghindari kerugian besar yang mungkin terjadi.

    Memanfaatkan Fitur Stabilisasi Nilai

    Beberapa stablecoin dilengkapi dengan fitur yang dirancang khusus untuk menjaga stabilitas nilai. Misalnya, beberapa stablecoin menggunakan mekanisme smart contract atau cadangan aset yang memungkinkan untuk stabilisasi nilai yang lebih baik.

    Diversifikasi aset

    Saat pasar kripto mengalami koreksi, penting untuk mengadopsi strategi diversifikasi. Anda dapat menggunakan stablecoin sebagai salah satu komponen dalam portofolio investasi.

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Tokocrypto Maksimalkan Pertumbuhan di Tengah Tantangan Industri Kripto

    Menjaga Ketenangan Pikiran

    Salah satu keuntungan utama menggunakan stablecoin saat pasar koreksi adalah memberikan ketenangan pikiran. Pasar yang tidak menentu sering kali mempengaruhi emosi investor, yang dapat menyebabkan keputusan investasi yang impulsif atau emosional. 

    Penting untuk diingat bahwa investasi kripto tetaplah memiliki risiko, dan stabilitas nilai stablecoin tidak selalu menjamin keuntungan atau perlindungan total terhadap kerugian. Selalu lakukan riset yang cermat sebelum membuat keputusan investasi, dan konsultasikan dengan profesional keuangan jika diperlukan.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Volatilitas Pasar Kripto di Tengah Data CPI dan FOMC

    Keadaan terkini pasar kripto masih menjadi roller coaster, dengan pengaruh yang signifikan dari data CPI (Consumer Price Index) dan FOMC (Federal Open Market Committee). Pasar kripto telah menjadi perhatian utama bagi para investor dan penggemar mata uang digital, dengan fluktuasi harga yang mengguncang dan seringkali sulit diprediksi.

    Pasar kripto, baik Bitcoin (BTC) dan altcoin terpantau ‘berdarah’ sepanjang akhir pekan. Apa penyebabnya?

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan pertama, pasar kripto yang turun masih dipengaruhi oleh sentimen gugatan SEC. Top kripto yang masuk dianggap sekuritas oleh SEC di dalam gugatan ke Binance dan Coinbase, langsung anjlok.

    “Kedua, beberapa platform perdagangan kripto juga memilih untuk menghentikan perdagangan koin tertentu dan memutuskan untuk calm down terlebih dahulu. Seperti, Binance US bakal stop terima USD, Robinhood delisting token yg dicap sekuritas, dan Crypto.com hentikan layanan investasi institusi di AS,” jelas Fyqieh.

    Dua aset kripto yang kerap menjadi patokan, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), juga anjlok lebih dalam. BTC jatuh 4%  hingga masuk zona US$ 25.000, sedangkan ETH turun sekitar 6% berada di US$ 1.700. Kapitalsasi pasar kripto juga roboh lebih dari 5% secara keseluruhan. Sedangkan Fear & Greed Index mencatat sentimen investor kripto ada di level netral di bawah 50 poin. Terpantau pada Senin (12/6) berada di 47 poin.

    Setelah minggu yang bearish, Bitcoin akan membutuhkan dukungan anggota parlemen AS untuk mengubah narasi yang dilontarkan oleh SEC. Kecuali intervensi, peningkatan aktivitas SEC akan tetap menjadi penghambat laju pasar kripto ke depan.

    Pasar Kripto Bersiap Data CPI dan FOMC

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: ‘Paus’ Bitcoin Akumulasi 57.578 BTC saat Pasar Kripto Lesu, Sinyal Apa?

    Diketahui sejumlah senator di DPR AS dalam upaya memperkenalkan kejelasan regulasi. Awal bulan ini, anggota parlemen AS dari Partai Republik, Patrick McHenry dan Glen “GT” Thompson merilis RUU Struktur Pasar Aset Digital. RUU ini bertujuan untuk kejelasan peraturan, untuk menghilangkan kesenjangan dan mendorong inovasi.

    Di luar sentimen regulasi dan SEC itu sendiri, laporan data makroekonomi minggu ini dapat memberikan pemicu nasib pasar kripto.  Data Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Mei akan jatuh tempo pada 13 Juni, bersamaan dengan rilis data rilis indeks harga produsen (PPI) dan pembaruan kebijakan The Fed yang akan menggelar FOMC di hari yang sama pada 14 Juni, yang akan memutuskan langkah selanjutnya untuk suku bunga acuan. Selain itu ada pembukaan data klaim pengangguran pada 15 Juni. 

    Menurut CME FedWatch Tool, pada FOMC di 14 Juni mendatang diperkirakan terdapat peluang sebesar 73% The Fed berpotensi akan mempertahankan suku bunga di level saat ini yaitu 5%-5,25% dan 27% yakin akan ada kenaikan level 5,25-5,50%. Kendati demikian, kemungkinan The Fed meningkatkan suku bunga masih terbuka, menyusul kondisi inflasi AS masih jauh di atas target mereka, yaitu 2%. 

    “The Fed masih akan memantau data inflasi yang dirilis pada Slasa (13/6) sebagai bahan pertimbangan kebijakan moneter. Inflasi secara keseluruhan diproyeksikan turun menjadi 4,1 persen. Meskipun masih sangat tinggi, inflasi yang secara bertahap melandai memberikan ruang bagi bank sentral untuk memberi jeda pengetatan kebijakan moneter,” ungkap Fyqieh.

    Salah satu indikator adalah data Nonfarm Payrolls (NFP) naik sebesar 339 ribu pada Mei 2023. Selain itu, Data angka klaim tunjangan pengangguran AS kini melonjak ke level tertinggi sejak 2021. Klaim data pengangguran awal di AS naik menjadi 261.000, dibandingkan ekspektasi 235 ribu. 

    Secara garis besar para pelaku pasar akan wait and see terlebih dahulu, memperhatikan data inflasi AS dan hasil FOMC. Situasi tersebut cocok untuk strategi nabung kripto dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA) yang mengakumulasi aset kripto, karena cenderung bergerak sideways.

    Analisis Pergerakan Harga 

    Bitcoin (BTC) Masuk Area Sideways

    BTC/USD  by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pada akhir-akhir ini, sentimen yang tidak baik dan ketidakpastian di pasar kripto telah menyebabkan penurunan dalam pergerakan Bitcoin. Gejolak geopolitik, FUD yang mengenai Binance dan Coinbase, serta isu tentang Debt Ceiling telah menciptakan perubahan yang signifikan dalam aset kripto selama seminggu terakhir. Berita tentang suku bunga acuan The Fed yang dijadwalkan untuk Juni 2023 juga dianggap sebagai faktor penentu. 

    “Target suku bunga acuan FED berada di kisaran 5-5,25%, dan pada bulan Mei 2023, target tersebut sudah tercapai. Jika FOMC pada bulan Juni mengindikasikan kenaikan lebih lanjut, maka Bitcoin dan komoditas lainnya mungkin mengalami pelemahan karena menguatnya nilai tukar dolar AS,” analisis Fyqieh.

    Dalam situasi seperti ini, kemungkinan Bitcoin akan mengalami penurunan atau performa negatif dalam bulan Juni. Target negatif yang dekat adalah di kisaran harga US$ 25.300 atau bahkan US$ 23.500. Jika sentimen negatif terus berlanjut, ini dapat dianggap sebagai kesempatan untuk melakukan pembelian (buying opportunity).

    Ethereum (ETH) Sideways Cenderung Bearish

    ETH/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Manfaatkan Stabilisasi Investasi di Koreksi Pasar Kripto dengan Stablecoin

    Pergerakan harga ETH (Ethereum) kemungkinan mengalami koreksi dan menuju ke harga base sideways di kisaran US$ 1.720 hingga US$ 1.780. Jika ETH berhasil break down di bawah level US$ 1.720 dengan penutupan candlestick 4 jam di bawahnya, maka ada kemungkinan harga ETH akan melanjutkan penurunan menuju harga US$ 1.728. 

    Dalam timeframe yang lebih besar, ETH telah breakout dari resisten linennya dan saat ini masih berada di atas resisten tersebut. Namun, adanya berita FUD (Fear, Uncertainty, and Doubt) membuat ETH tertahan di area sideways. Jika harga ETH berhasil menutup harga harian di atas US$ 1.830, kemungkinan akan terjadi kenaikan lanjutan dengan target terdekat di sekitar US$ 1.920.

    Cardano (ADA) Bearish All Time Low 3 Bulan terakhir

    ADA/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan harga Cardano saat ini mengalami penurunan yang signifikan dan menuju ke harga terendah dalam tiga bulan terakhir. Prediksi menunjukkan bahwa Cardano kemungkinan akan terus mengalami penurunan dan mencapai area harga US$ 0,3 sebagai target sementara. Ada juga kemungkinan harga akan melanjutkan penurunan hingga mencapai harga US$ 0,267. 

    Penurunan ke harga US$ 0,3 adalah potensi terdekat, dan area tersebut juga merupakan level support dan memiliki signifikansi psikologis. Di sisi lain, harga US$ 0,267 adalah area harga terendah dalam tiga bulan terakhir untuk Cardano (All-Time Low). Jika Anda saat ini memiliki Cardano (ADA), maka dapat mempertimbangkan melakukan DCA (Dollar Cost Averaging) di harga tersebut.

    Penurunan ini juga dipengaruhi oleh berita yang kurang baik dalam hal geopolitik yang mempengaruhi seluruh aset kripto. Harap diingat bahwa prediksi harga aset kripto memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi dan bisa berubah dengan cepat. Adanya berita, sentimen pasar, dan peristiwa geopolitik dapat mempengaruhi pergerakan harga secara signifikan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis yang cermat, memperhatikan sumber informasi yang terpercaya, dan mempertimbangkan risiko sebelum membuat keputusan investasi.

    Chromium (CHR) Bearish

    CHR/BUSD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan harga CHR (Chromia) telah dikonfirmasi mengalami penurunan setelah menghadapi penolakan di level resisten sebelumnya yang sekarang berfungsi sebagai level support di harga US$ 0,1457.

    Setelah penolakan tersebut, harga CHR saat ini berada di area support base sideways di sekitar harga US$ 0,14, dan ada kemungkinan akan terus melemah menuju area US$ 0,1353. Dalam jangka waktu mingguan, potensi penurunan mungkin mencapai harga US$ 0,1262 dengan penurunan harian saat ini mencapai -10,11%.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto dan Bitcoin Mulai Bangkit, namun Belum Optimal

    Sepanjang sepekan terakhir pasar kripto dibuat gonjang-ganjing oleh kebijakan Securities Exchange Commission (SEC) yang melakukan gugat terhadap dua bursa kripto terbesar di dunia. Tekanan SEC sempat membuat pasar kripto anjlok dalam jangka pendek, namun kini sudah mulai bangkit. Apakah akan terus bangkit?

    Menurut Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, secara jangka pendek, pasar kripto dan Bitcoin (BTC) terpantau naik tipis pada Jumat (9/6) pagi. Kenaikan harga Bitcoin yang bertahan di level US$ 26.400-26.500 didorong karena sebagian besar investor tetap tidak terpengaruh oleh tuntutan hukum SEC dan melihat ke arah keputusan kebijakan moneter The Fed selanjutnya di minggu depan.

    Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin naik tipis menjadi US$ 26.500 Jumat pagi dari level terendah Rabu (7/9) malam di bawah US$ 26.150. BTC turun di bawah US$ 25.400 pada hari Selasa (6/6) setelah berita gugatan Coinbase dan Binance. 

    Sementara, Ethereum (ETH) naik mendekati US$ 1.840 pada hari Jumat dari level terendah US$ 1.822 pada hari Rabu. ETH jatuh ke US$ 1.796 pada hari Senin (5/6) dari tertinggi hari Minggu (4/6) di US$ 1.912 sebelum pengumuman SEC. 

    Keresahan Investor

    “Di samping investor masih resah dengan tuntutan SEC, kini data makroekonomi AS terbaru yang mengecewakan ketika pasar menunggu pertemuan The Fed pekan depan. Data angka klaim tunjangan pengangguran AS kini melonjak ke level tertinggi sejak 2021. Klaim data pengangguran awal di AS naik menjadi 261.000, dibandingkan ekspektasi 235 ribu,” kata Fyqieh. 

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Masa Depan Terang Blockchain: Sentimen Positif Terhadap Kripto

    Lonjakan tersebut mendorong klaim pengangguran awal ke level tertinggi sejak Oktober 2021, sebuah tanda bahwa pasar tenaga kerja yang terus-menerus ketat. Pasar tenaga kerja yang ketat dipandang sebagai hambatan selama usaha The Fed untuk memperlambat inflasi.

    Kenaikan klaim pengangguran memicu ekspektasi pasar bahwa The Fed mungkin tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakannya minggu depan, sehingga meredam pasar kripto, yang pada gilirannya mendukung emas.

    Menurut CME Fedwatch Tools, kemungkinan suku bunga tidak akan naik atau tetap pada tingkat target saat ini 5%-5,25% adalah 71,4%, turun dari 72,5% sehari sebelumnya.

    Selera investor juga tidak menunjukan semangat tinggi melihat sentimen dari Bitcoin Fear and Greed Index, pada Jumat (9/6) berada di level 50, kategori Neutral. Angka ini bahkan tidak berubah pada sehari sebelumnya. Keraguan investor bertambah juga didukung dengan indeks dolar AS (DXY) yang terpantau berkinerja positif naik di 103,39 (+0,04%).

    “Para pelaku pasar sekarang memperhatikan data inflasi AS yang akan dirilis pada Selasa (13/6), sehari menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed. Sehingga kemungkinan besar pasar kripto masih akan sideways dan cenderung koreksi. Situasi tersebut cocok untuk strategi nabung kripto dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA) yang mengakumulasi aset kripto saat harga ‘diskon’,” jelas Fyqieh.

    Analisis Pergerakan Harga 

    Bitcoin (BTC) Masuk ke Area Sideways, Konfirmasi Tren Bearish

    BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Berdasarkan analisis teknikal, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan arah menuju level support di harga US$ 26.400. Pola channel menunjukkan bahwa BTC telah menembus ke bawah (break down) dan mengkonfirmasi tren bearish dalam jangka pendek. Namun, terdapat support yang mencegah penurunan lebih lanjut di area harga US$ 26.400. 

    Jika bitcoin berhasil menembus level support ini dan terkonfirmasi dengan penutupan harga di bawahnya pada time frame 4 jam, kemungkinan harga akan menuju ke level support kedua di sekitar US$ 26.000.

    Meskipun ada potensi pergerakan bullish, jika Bitcoin bergerak menuju level US$ 27.550, namun potensi tersebut dianggap cukup kecil berdasarkan analisis teknikal. Bitcoin cenderung melanjutkan pergerakan bearish dalam jangka pendek.

    Solar (SXP) Bullish dan Terkonfirmasi Break Out

    SXP/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Prediksi ChatGPT: 5 Faktor Memicu Pasar Bull Bitcoin Berikutnya

    Pergerakan harga SXP atau Solar mengalami pembalikan tren yang awalnya downtrend menjadi uptrend. Harga telah berhasil menembus garis resisten pada level US$ 0,3845, dan saat ini juga telah melewati area resisten sebelumnya di harga US$ 0,343. Hal ini menunjukkan adanya konfirmasi breakout dan harga bergerak menuju resisten selanjutnya di harga US$ 0.398.

    Potensi bullish ini diprediksi akan berlanjut selama satu bulan ke depan, mengindikasikan kemungkinan kenaikan harga yang lebih lanjut. Namun, penting untuk diingat bahwa prediksi pasar kripto dapat berubah secara dinamis, dan pergerakan harga dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti sentimen pasar, berita fundamental, dan perubahan kondisi pasar secara umum.

    Avalanche (AVAX) Double Bottom Support, Tunggu untuk Konfirmasi Break Out

    AVAX/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan harga AVAX menunjukkan pola double bottom support, yang mengindikasikan sinyal bullish. Target resisten berikutnya diharga US$ 13,8. Namun, setelah mencapai harga ini, AVAX mengalami penolakan (rejection) dan bergerak kembali ke area support untuk melakukan retest terhadap resistennya. Potensi penurunan AVAX bisa mencapai US$ 13,55 sebelum mencoba kembali bergerak menuju US$ 13,8.

    Jika AVAX berhasil menembus resisten di US$ 13,9, kemungkinan harga bisa menuju US$ 14,32 dengan potensi keuntungan sebesar 5,65%. Saat ini, disarankan untuk melakukan DCA (Dollar Cost Averaging) secara berkala jika diperlukan, karena terdapat indikasi bahwa AVAX akan mengalami rebound.

    Namun, jika AVAX turun di bawah US$ 14,55, kemungkinan akan terjadi koreksi lanjutan dengan potensi penurunan mendekati harga US$ 14,00.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Koreksi: Amankan Investasi dengan Stablecoin

    Di tengah tren penurunan berkelanjutan di pasar kripto global, firma analitik on-chain, Glassnode melaporkan beberapa pergerakan signifikan yang tercatat di Bitcoin (BTC) dan stablecoin. Menurut Glassnode, dominasi aliran Bitcoin dan stablecoin telah mengalami “pergeseran dramatis” selama bertahun-tahun.

    Glassnode merilis laporan baru-baru ini yang menyoroti lanskap yang berkembang dari kepemilikan pasokan Bitcoin dan dinamika seputar stablecoin. Temuan mereka mengungkapkan pergeseran signifikan dalam dominasi pasokan kripto Bitcoin dan distribusi kepemilikan stablecoin, menunjukkan perubahan perilaku investor dan potensi migrasi likuiditas menuju aset digital berisiko rendah.

    Menurut laporan, dominasi pasokan BTC telah menyaksikan transformasi penting selama dua tahun terakhir. Entitas AS sekarang memiliki Bitcoin 11% lebih sedikit dibandingkan pada Juni 2022, sementara investor yang aktif selama jam perdagangan Asia telah meningkatkan kepemilikan mereka sebesar 9,9%.

    Pembalikan keberuntungan ini menunjukkan perubahan berbeda dari tren yang diamati selama siklus bullish 2020-2021, menandakan pergeseran dalam dinamika pasar dan preferensi investor.

    Dinamika Stablecoin

    Dominasi volume abadi BTC vs ETH. Sumber: Glassnode.
    Dominasi volume abadi BTC vs ETH. Sumber: Glassnode.

    Baca juga: Asia Menguasai Pasar Bitcoin dan Kripto, Meninggalkan AS di Belakang!

    Laporan Glassnode juga menyoroti perkembangan signifikan dalam ruang stablecoin. Pasokan USDT (Tether) telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa, menunjukkan lonjakan permintaan untuk stablecoin populer ini. Sebaliknya, pasokan USDC (USD Coin) dan BUSD (Binance USD) telah menurun ke posisi terendah dalam beberapa tahun.

    Divergensi ini menunjukkan bahwa stablecoin tanpa bunga, seperti USDT, menarik lebih banyak perhatian dan modal, sehingga berpotensi karena kegunaannya dalam perdagangan dan penyediaan likuiditas.

    Selanjutnya, analisis Glassnode tentang aliran on-chain mengungkapkan penurunan permintaan sejak April. Sementara aliran masuk stablecoin secara signifikan melebihi aliran masuk Bitcoin dan Ethereum pada kuartal pertama, koreksi pasar telah menyebabkan pembalikan tren ini.

    Aman dengan Stablecoin

    Perubahan pasokan regional Bitcoin (BTC) dari Amerika Serikat ke kawasan Asia pada periode year-over-year (YoY). Sumber: Glassnode
    Perubahan pasokan regional Bitcoin (BTC) dari Amerika Serikat ke kawasan Asia pada periode year-over-year (YoY). Sumber: Glassnode

    Baca juga: Daftar Aset Kripto Potensi Bullish Akhir Mei 2023

    Glassnode sekarang mengamati arus masuk BTC dan Ethereum yang lebih besar, kemungkinan menunjukkan aktivitas sisi jual karena pelaku pasar menyesuaikan posisi mereka sebagai respons terhadap lanskap yang berkembang.

    Temuan ini secara kolektif menunjukkan rotasi modal bersih dan migrasi likuiditas menuju aset digital berisiko rendah. Data Glassnode selaras dengan pengamatan bahwa volume perdagangan berjangka BTC semakin mendominasi pasar, melampaui Ethereum dan aset digital lainnya pada tahun 2023.

    Peningkatan dominasi volume Bitcoin baru-baru ini, melebihi 65%, mendukung anggapan bahwa Bitcoin dianggap sebagai aset digital yang relatif berisiko lebih rendah dalam ranah aset digital.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Pasar Kripto dan Bitcoin Naik Hari Ini (7/6)?

    Investor dan trader dikejutkan dengan menguatnya pasar kripto dan Bitcoin (BTC) yang kembali menduduki posisi level US$ 27.000. Bitcoin dan kripto lainnya naik, meskipun ada tindakan baru dari Securities and Exchange Commission (SEC).

    Dikutip CoinDesk, Bitcoin kembali naik di atas US$ 27.000 pada hari Rabu (7/6) malam untuk pertama kalinya sejak akhir pekan. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar baru-baru ini diperdagangkan pada US$ 27.200, naik 4,3% selama 24 jam terakhir.

    Ethereum (ETH) juga menghabiskan sebagian besar hari Selasa (6/6) untuk kenaikan perdagangan mendekati US$ 1.900, kenaikan 4% dari hari Senin (5/6), waktu yang sama. BNB, token asli Binance, yang turun baru-baru ini naik sekitar 2% sehari setelah terjun lebih dari 10%.

    Kripto ADA dan SOL, token dari platform smart contract, Cardano dan Solano, mendapatkan kembali sebagian kerugian yang hilang, naik sekitar setengah poin persentase dan yang terakhir lebih dari 1%. Platform blockchain layer-2, Polygon (MATIC) turun sekitar 1,5%. Dalam pengajuannya, SEC mengidentifikasi token tersebut di antara 13 sebagai sekuritas yang tidak terdaftar.

    Bitcoin Bangkit

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Apple Vision Pro Diklaim Dapat Mengubah Cara Merancang Metaverse

    Pasar kripto dan Bitcoin sempat tenggelam mendekati US$ 25.400 pada hari Senin (6/6) beberapa jam setelah SEC mengumumkan gugatan terhadap Binance, bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan.

    Meski sempat turun, Bitcoin mulai naik tipis sejak Selasa (6/6) malam dan melanjutkan jalurnya bahkan ketika SEC mengumumkan gugatan kedua terhadap saingan Binance, Coinbase pada hari yang sama, dan kemudian pada hari itu juga, meminta pengadilan Federal untuk memberikan perintah penahanan sementara untuk membekukan aset yang diikat ke Binance.US.

    “Fakta bahwa pasar telah pulih membuat saya percaya bahwa ini setidaknya harga yang harus terjadi,” tulis Joshua Franklin, CEO dan salah satu pendiri The Tie. “Tidak ada yang terkejut dengan tindakan Gensler.”

    Ethereum Naik

    Pemantulan ETH di pasar kripto terlihat menariknya, karena langkah tersebut menyertai keputusan SEC untuk tidak menyebut Ethereum sebagai “keamanan” dalam tuntutan hukumnya terhadap Binance dan Coinbase.

    Grafik harian ETH/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian ETH/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Investor Kripto Indonesia Terus Tumbuh Capai 17,25 Juta pada April 2023

    Pada bulan September 2022, Ketua SEC, Gary Gensler mengatakan bahwa token proof-of-stake seperti Ether termasuk dalam kategori sekuritas menurut “Howey Test”. Namun pendapatnya berbeda dengan pendahulunya William Hinman, yang mengatakan Ether bukanlah sekuritas dalam pidatonya tahun 2018 lalu.

    Selain itu, pada April 2023, Gensler mengesampingkan pertanyaan tentang status Ethereum di hadapan Komite Layanan Keuangan DPR AS. Dan sekarang, SEC menghilangkan Ether dalam daftar aset kripto yang dianggapnya aman — termasuk stablecoin BUSD, Solana (SOL),dan Cardano (ADA)— telah meningkatkan keunggulan kompetitifnya di pasar blockchain layer-1.

    Pada hari Senin, saldo staking ETH bersih anjlok sebesar 94,93% menjadi surplus 2.750 ETH, setara dengan US$ 5,23 juta. Setoran berjumlah 23.590 ETH versus penarikan 20.840 ETH.

    Menurut TokenUnlocks, total penarikan tertunda mencapai 19.130 ETH, setara dengan sekitar US$ 34,73 juta. Khususnya, APR yang dipertaruhkan mencapai 7,09%, turun 14,27% selama 24 jam.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Pasar Kripto dan Bitcoin Turun Hari Ini (6/6)?

    Pasar kripto dan Bitcoin (BTC) secara mendadak terpantau turun pada hari ini, Selasa (6/6). Apa yang terjadi? Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan sekitar US$ 25.668, turun hampir 5% selama 24 jam terakhir.

    Ethereum (ETH), kripto terbesar kedua dalam nilai pasar, baru-baru ini berpindah tangan di bawah US$ 1.800, turun lebih dari 5% dari hari Minggu (4/6). ETH dan altcoin utama lainnya mengikuti jalur yang sama seperti yang dilakukan Bitcoin dengan sebagian besar penurunan di atas 4%.

    BNB dan SOL, aset kripto asli dari blockchain Solana, baru-baru ini anjlok lebih dari 10%. ADA dan MATIC, masing-masing token dari platform smart contract, Cardano dan Polygon, dan koin meme populer DOGE baru-baru ini turun lebih dari 8%. Bahkan Litecoin, yang telah naik beberapa minggu terakhir, turun lebih dari 9%.

    Kinerja pasar kripto secara keseluruhan turun lebih dari 6%. Keenam sektor yang menyusun Indeks, termasuk DeFi, komputasi dan budaya, dan hiburan tersandung ke wilayah negatif. Indeks Fear & Greed Index tetap netral berada di angka 44 atau turun dari posisi 53 sehari sebelumnya, di mana sebagian besar telah bertahan hampir sepanjang tahun.

    Pasar Anjlok

    Ilustrasi pasar kripto dan Bitcoin turun hari ini (6/6). Sumber: CoinMarketCap.
    Ilustrasi pasar kripto dan Bitcoin turun hari ini (6/6). Sumber: CoinMarketCap.

    Baca juga: Pasar Kripto Disambut Bearish di Awal Juni, Apa Penyebabnya?

    Dikutip Coindesk, sebagian besar penurunan pasar kripto dan Bitcoin dipicu oleh Securities and Exchange Commission (SEC) yang mengajukan gugatan terhadap Binance. SEC menuduh raksasa bursa kripto itu melanggar undang-undang sekuritas.

    Tuduhan terhadap Binance menghidupkan kembali kekhawatiran tentang integritas industri dan niat regulator untuk melakukan kontrol lebih besar atas pertukaran. Binance – dan bursa lainnya – telah menghadapi pengawasan regulasi selama bertahun-tahun.

    “Berita Binance jelas menyebabkan aksi jual besar-besaran, tetapi berita itu sendiri tidak terlalu mengejutkan,” kata Bob Ras, salah satu pendiri Sologenic. “Rumor telah beredar selama beberapa waktu tentang tindakan yang akan datang terhadap Binance.”

    Tetapi Ras menambahkan bahwa dia tidak yakin “bahwa kita akan mengalami likuidasi besar-besaran,” mirip dengan yang terjadi setelah ledakan Luna, Celsius, dan FTX tahun 2022.

    “Saat itu, kami melihat banyak sekali penjual paksa. Saya tidak berpikir ada banyak penjual paksa sekarang seperti saat itu. Saya menduga bahwa kita kemungkinan besar akan pulih secara bertahap di sini.”

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com