Tag: pasar kripto

  • Pasar Kripto Disambut Bearish di Awal Juni, Apa Penyebabnya?

    Pasar kripto memulai pekan pertama bulan Juni 2023 dengan langkah bearish. Padahal pada akhir pekan lalu, pasar masih menyambut baik kesepakatan plafon utang dan data gaji non-pertanian di AS pada Mei dengan reli yang meyakinkan. 

    Selain hal di atas, menurut Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, ekspektasi bahwa The Fed akan berada dalam mode jeda di pertemuan berikutnya semakin tinggi dan bertindak sebagai katalisator reli pasar kripto. Data FedWatch CME tools menunjukkan kemungkinan jeda 75%, dengan 25% sisanya mengharapkan kenaikan 25 basis poin pada pertemuan 14 Juni.

    “Selama akhir pekan lalu, Bitcoin bahkan nyaman berada pada level di atas US$ 27.000. Namun, pada Senin (5/6), reli BTC telah berhenti jatuh dan mencoba untuk memulai pemulihan. Awal yang bearish untuk hari ini membuat BTC jatuh ke level terendah di US$ 26.963. Ada beberapa penyebab jeda reli Bitcoin ini dan buat pasar kripto bearish,” kata Fyqieh.

    Pertama, investor kini mulai memasuki jeda terlebih dahulu untuk melakukan akumulasi Bitcoin, karena gagal mendorong harga untuk tembus ke level US$ 28.000. Hal ini umum terjadi, ketika BTC koreksi setelah investor gagal menembus level resistensi yang tinggi.

    Selanjutnya, investor juga menanti hasil sidang Komite Pertanian AS pada hari Selasa (6/6) mendatang yang berfokus pada rancangan undang-undang perdagangan spot aset digital (Digital Asset Market Structure Proposal). Sebelumnya, para anggota senior Partai Republik di DPR AS telah merilis rancangan undang-undang yang mengklasifikasikan kripto sebagai komoditas, bukan sekuritas.

    Baca juga: Prediksi Crypto Juni 2023: Hal yang Buruk untuk Bitcoin Belum Berakhir?

    Sentimen Pendorong

    Sidang hari Selasa nanti, harus memberi investor indikasi awal tentang seberapa reseptif Demokrat untuk memberikan kejelasan peraturan demi kepentingan inovasi dan perlindungan konsumen. Pemerintah AS harus mengakhiri kampanye anti-kriptonya dan mendukung rancangan undang-undang untuk mengalihkan sentimen investor ke pasar kripto AS.

    Bitcoin juga terus bereaksi terhadap indikator ekonomi dari AS dan China. Investor juga perlu mempertimbangkan data ekonomi dari China, setelah melihat pertumbuhan mengecewakan dengan adanya perubahan kebijakan nol-COVID. Perilisan data PMI jasa Caixin (Senin) dan angka inflasi China (Kamis) masih jadi fokus investor untuk melangkah ke pasar.

    Kemudian, Indeks Jasa ISM yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) pada Senin (5/6) akan menunjukkan kondisi bisnis di sektor jasa AS, yang menyumbang hampir 80% dari PDB negara dan dengan demikian berfungsi sebagai indikator kondisi perekonomian secara keseluruhan. Pembacaan yang lebih tinggi dari perkiraan akan menyebabkan inflasi, memperkuat alasan The Fed untuk melanjutkan pengetatan moneter.

    Selera investor juga tidak menunjukan semangat tinggi melihat sentimen dari Bitcoin Fear and Greed Index, kini Senin (5/6) berada di level 53, kategori Neutral. Angka ini tidak jauh berbeda dari pekan sebelumnya di angka 52. Keraguan investor bertambah juga didukung dengan indeks dolar AS (DXY) yang terpantau berkinerja positif naik di 104.12 (+0.10%).

    Bitcoin Monthly Returns. Sumber: Coinglass.com.

    Bulan Mei 2023 ditutup dengan koreksi merah sebesar 6,98%, dan ada potensi penurunan yang berlanjut karena bulan Juni cenderung didominasi oleh koreksi. Data historis menunjukkan bahwa kuartal kedua seringkali mengalami penurunan. Oleh karena itu, prediksi tren bulan Juni cenderung bearish.

    “Namun, perlu diingat bahwa prediksi ini mungkin tidak akurat karena banyak faktor yang mempengaruhi harga seperti sentimen pasar, berita terbaru, dan perkembangan baru di dunia kripto. Analisis historis tidak dapat sepenuhnya memprediksi pergerakan harga di masa mendatang<” ucap Fyqieh.

    Dalam konteks halving Bitcoin yang akan datang dalam waktu kurang dari 1 tahun, beberapa orang berpendapat bahwa hal ini dapat memicu lonjakan harga (bull run) setelahnya. Oleh karena itu, tahun 2023 dianggap sebagai waktu yang tepat untuk melakukan akumulasi Bitcoin secara bertahap di saat pasar kripto bearish.

    Analisis Pergerakan Harga 

    Bitcoin (BTC) Masuk ke Area Sideways

    BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pada saat ini, harga Bitcoin mengalami penurunan dan berada sekitar US$ 26.000 setelah mencapai US$ 27.000 sebelumnya. Penyebabnya adalah efek dari psikologis investor yang gagal mendorong BTC melewati level US$ 27.000, yang memberikan sentimen negatif bagi Bitcoin. Secara teknikal, ada kemungkinan besar bahwa Bitcoin akan mencapai level US$ 26.600. 

    Jika berencana untuk membeli Bitcoin, disarankan untuk bersikap sabar dan menunggu beberapa hari ke depan. Rentang pergerakan harga Bitcoin kemungkinan akan berada antara US$ 26.600 dan US$ 27.200 dalam seminggu ke depan, tetapi ini merupakan area volatilitasnya. Jika terjadi penurunan di bawah US$ 26.500, pertimbangkan untuk menutup posisi atau menyiapkan dana tambahan untuk melakukan akumulasi. 

    Pada tanggal 2 Juni 2023, garis Moving Average 200 mingguan Bitcoin menunjukkan bahwa harga Bitcoin berada pada level US$ 27.248, sedangkan support Moving Average berada pada level US$ 26.313. Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada di atas level support dan cenderung bullish karena pergerjakan harganya berada di atas rata-rata.

    Ripple (XRP) Potensi Bullish

    XRP/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Daftar Aset Potensial di Bulan Juni 2023, Saatnya Nabung Kripto!

    XRP sedang mengalami tren bullish karena adanya sentimen positif terkait penggunaan percontohan CBDC Ripple oleh bank sentral Montenegro, Republik Palau, dan Otoritas Moneter Kerajaan Bhutan. Ripple menawarkan solusi seperti stabilitas stablecoin, kecepatan transaksi, dan biaya transaksi yang rendah. Berdasarkan sentimen ini, ada prediksi bahwa XRP akan mengalami tren bullish dan dapat mencapai harga US$ 0,5361.

    “Dalam tren bullish ini, support terdekat XRP berada di sekitar US$ 0,5 dan US$ 0,485. Support merupakan tingkat harga di mana permintaan dianggap cukup kuat untuk mencegah harga turun lebih jauh. Jika harga mendekati level-level support ini, ada kemungkinan terjadi rebound atau peningkatan harga,” jelas analisis Fyqieh.

    Ethereum (ETH) Retest Support Line

    ETH/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH) dalam 1-2 hari ke depan kemungkinan akan mengalami penurunan berdasarkan pola candlestick Bearish Engulfing, yang menunjukkan adanya kepanikan dan kekuatan seller yang lebih besar dari buyer. Saya memprediksi bahwa penurunan ini dapat mencapai harga US$ 1.830, diikuti oleh kemungkinan pullback.

    Rentang harga pergerakan ETH dalam seminggu kedepan diperkirakan berada antara US$ 1.830 hingga US$ 1.900, dengan volatilitas persentase sebesar 3,97%. Area harga ini memungkinan untuk melakukan scalping di area harga tersebut untuk keamanan. Terakhir, jika ETH kembali menembus garis support-nya dan harga jatuh di bawah US$ 1.800 dalam beberapa minggu ke depan. Maka kemungkinan akan terjadi lanjutan penurunan.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Kembali Menguat Didorong Kesepakatan Platfon Utang AS

    Pasar kripto menghijau selama sesi perdagangan Senin (29/5) didorong oleh kesepakatan plafon utang antara Presiden AS, Joe Biden dan anggota kongres utama dari Partai Republik, Kevin McCarthy. Meski pun, perjanjian untuk menangguhkan pagu utang pemerintah AS sebesar US$ 31,4 triliun belum disetujui kongres. Namun demikian, itu telah mendukung selera investor untuk kembali melakukan akumulasi.

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mejelaskan selain platfon utang AS, sentimen positif pasar kripto berasal dari rencana untuk menghidupkan kembali bursa kripto FTX yang bangkrut diyakini akan segera diwujudkan juga mampu mendorong pasar kripto untuk reli.

    “Menurut dokumen pengajuan pengadilan, manajemen baru FTX telah melakukan serangkaian pertemuan dengan kreditur dan debitur dalam satu bulan terakhir untuk membahas rencana memulai kembali operasional dan menyelesaikan persyaratan yang diperlukan agar FTX dapat kembali beroperasi sebagai FTX 2.0,” jelas Fyqieh. 

    Sentimen Positif

    Jika FTX 2.0 kembali beroperasi, maka ini menjadi angin segar untuk aset kripto karena dana nasabah FTX yang dulu tetap aman, namun dengan persyaratan tertentu. FTX 2.0 perlu memperhatikan beberapa hal supaya jangka panjang tetap bisa beroperasi dengan normal, seperti penangguhan sementara untuk aset dengan dihitung berdasarkan volume trade per user agar bisa withdraw atau juga bisa ditangguhkan untuk beberapa bulan sembari FTX mencari dana investor baru.

    Fear & Greed Bitcoin Index by Alternative.me.

    Baca juga: Transaksi Bitcoin Meningkat di Kalangan Investor Jangka Panjang

    Indeks Fear and Greed Bitcoin menunjukkan angka 52, yang menandakan bahwa sentimen terhadap Bitcoin saat ini berada dalam kondisi netral hingga bullish. Pada pekan sebelumnya, indeks Fear and Greed Bitcoin menunjukkan angka 49 yang juga mengindikasikan kondisi netral hingga bearish. Hal ini menunjukkan adanya konsistensi dalam sentimen yang diperlihatkan oleh indeks tersebut, Bitcoin bisa kembali ke arah sentimen bagus dalam beberapa hari ini dan dinilai bullish dalam waktu dekat ini.

    Potensi Pasar

    Namun, penting untuk diingat bahwa indeks Fear and Greed hanyalah satu faktor dalam menganalisis pasar kripto yang menganalisis dalm dari kesepakatan platfon utang AS. Pergerakan harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya, seperti berita dan peristiwa terkait kripto secara keseluruhan, adopsi institusional, sentimen pasar global, serta teknikal dan fundamental lainnya.

    Pada akhir penutupan akhir pekan ditutup dengan kenaikan kenaikan kapitalisasi pasar sebesar US$ 39,25 Miliar Dollar dan dengan kenaikan market kapitalisasi sebesar 3,7% dalam waktu seminggu terakhir. Hal ini bisa menjadi salah satu kabar baik untuk pasar kripto, namun kenaikan ini belum kembali sepenuhnya ke market cap saat Bitcoin bullish di harga US$ 30.000 dengan total kapitalisasi pasar sebesar US$ 1,3 triliun. 

    koin bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    “Prediksi Bitcoin untuk bulan Juni akan mengalami bullish karena pullback dari moving average 200-nya. Sehingga ekspetasi akan mengalami kenaikan setidaknya meretest resisten dari harga Bitcoin di US$ 30.000,” ungkap analisis  Fyqieh.

    Setelah kesepakatan plafon utang AS, investor cenderung memusatkan perhatian mereka pada kenaikan suku bunga The Fed untuk selera di pasar kripto. Data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures) yang panas pada 26 Mei meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed bulan Juni. Probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin telah meningkat dari 17% seminggu kembali menjadi 64% pada 28 Mei, menurut CME FedWatch Tool.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Pasar Kripto Turun Hari Ini (25/5)?

    Pasar kripto terus bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi makro selama lebih dari 12 hari terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) bahkan tetap bertahan di bawah level US$ 27.000.

    Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan pada US$ 26.362, turun sekitar 3,1% selama 24 jam terakhir. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar itu telah melayang dalam kisaran sempit sebelum turun di bawah dukungan US$ 26.500 baru-baru ini pada Kamis (25/5) pagi.

    Sementara, Ethereum (ETH) baru-baru ini berpindah level sekitar US$ 1.800, turun 2,8% dari hari Rabu (24/5) pada waktu yang sama. Kripto besar lainnya sebagian besar berada di zona merah, dengan meme coin populer DOGE dan SHIB baru-baru ini turun masing-masing sekitar 3% dan 4%. Ukuran kinerja pasar kripto, turun 3%.

    Sentimen Negatif Kripto

    Dilaporkan Coindeks, pasar kripto telah diguncang oleh kebuntuan plafon utang pemerintah AS yang sedang berlangsung dan masalah regulasi inflasi dan kripto. Risalah Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan perbedaan pendapat di antara para gubernur bank sentral AS tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut tidak banyak membantu, jika ada, untuk menenangkan pasar aset digital atau lainnya.

    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Holder Jangka Panjang Bitcoin Capai ATH Baru, Saatnya Nabung Kripto

    “Bitcoin tetap terikat dan harus terus berkonsolidasi di dekat batas bawah kisaran perdagangan miring ke bawah, dengan level US$ 25.000 memberikan dukungan besar,” kata Edward Moya, analis pasar senior untuk pembuat pasar valuta asing Oanda.

    Moya menulis bahwa “Bitcoin berada di bawah tekanan seiring meningkatnya risiko gagal bayar AS,” dan bank sentral AS menghadapi prospek untuk melanjutkan pengetatan moneternya.

    “Bitcoin akan menjadi sangat sensitif terhadap lonjakan hasil Treasury karena terlalu banyak perusahaan kripto/blockchain yang akan berjuang dengan pembiayaan,” tulisnya. “Cukup sulit untuk menemukan bank yang akan berurusan dengan kripto, apalagi mengambil pinjaman untuk proyek jangka panjang.”

    Platfon Utang AS dan TVL

    Beberapa analis percaya Bitcoin dapat melihat aliran masuk, jika Amerika Serikat gagal membayar utangnya, ada risiko yang signifikan bahwa Departemen Keuangan AS akan kehabisan dana, yang membuat likuiditas menjadi tegang.

    Sampai saat ini, harga kripto masih berkorelasi tinggi dengan Dow dan S&P 500 dan sebagian bank besar masih memperkirakan AS akan mengalami resesi tajam di beberapa titik di tahun 2023. Menurut analisis Bank AS yang menggabungkan lebih dari 1.000 titik data, sentimen investor tentang keadaan ekonomi saat ini masih rendah.

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Bitcoin Bangkit: Investasi di 4 Altcoin Ini Jadi Pilihan Menarik

    Ketua The Fed, Jerome Powell tampaknya berkomitmen untuk mengurangi inflasi melalui kenaikan lebih lanjut. Pasar tampaknya percaya diri bahwa The Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga. Tapi, FedWatch CME Tools menunjukkan kemungkinan yang meningkat bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi. Beberapa analis Bitcoin percaya dua kenaikan suku bunga lagi akan terjadi, menciptakan volatilitas yang sangat besar.

    Sementara itu, metrik terkunci nilai total (TVL) adalah cara umum untuk memeriksa kesehatan dan sentimen pasar. Menurut DeFiLlama, TVL di semua protokol turun 1,65% dalam 24 jam terakhir dan kehilangan US$ 23 miliar sejak 12 Juni 2022.

    Volume perdagangan juga tetap tidak terdengar. Setelah volume perdagangan mencapai level tertinggi tahun ini pada 11 Maret sebesar US$ 24,9 miliar, volume perdagangan pada 23 Mei hanya US$ 2,3 miliar. Dengan hambatan makro yang berat dan volume yang rendah, kemungkinan volatilitas akan tetap ada.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Trailing Stop dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

    Dalam trading, para trader seringkali memanfaatkan order demi kelancaran trading. Order sendiri dapat membantu trader dalam mengantongi cuan. Salah satu order yang sering digunakan untuk mengamankan profit adalah Trailing Stop yang merupakan bagian dari Stop Loss. 

    Nah, sebelum memahami Trailing Stop adalah teknik yang seperti apa, mari lebih dulu membahas sedikit mengenai Stop Loss!

    Apa itu Stop Loss?

    Stop Loss merupakan suatu order untuk menutup posisi trading, yang biasanya disediakan oleh platform trading kripto. Gunanya adalah untuk menandai batas bawah harga yang diincar oleh trader, sehingga jika ternyata harga menurun drastis, trader masih bisa terselamatkan dari kerugian dengan batas yang ditentukan tersebut.

    Lalu, apa yang membuat Trailing Stop berbeda dengan Stop Loss? Yuk, simak informasi selengkapnya mengenai Trailing Stop!

    Apa Itu Trailing Stop?

    Seperti yang dibahas sebelumnya, Trailing Stop adalah salah satu jenis dari Stop Loss dalam trading, yang berguna untuk meminimalisir kerugian yang akan dihadapi oleh trader. Sebab dengan Trailing Stop, penetapan batas bawah harga lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan pergerakan harga pasar. Hal inilah yang membedakan Trailing Stop dengan Stop Loss biasa yang level maksimum-nya bersifat fixed.

    Dalam Trailing Stop, terdapat nilai yang disebut dengan Trailing Distance. Trailing Distance ini adalah selisih antara harga pasar saat ini dan nilai maksimum atau harga yang ditetapkan trader untuk buy/sell. Setelah ditetapkan oleh trader, nantinya nilai ini akan ikut bergerak, sesuai arah pergerakan harga saat di posisi buy maupun sell.

    Cara Menggunakan Trailing Stop dalam Trading

    Cara menggunakan Trailing stop

    Sebenarnya, cara menggunakan Trailing Stop bergantung pada platform trading yang Anda gunakan. Akan tetapi, secara umum, Trailing Stop bisa digunakan dalam dua keadaan, yaitu:

    1. Saat Buy

    Pada saat dipasang di posisi beli, secara otomatis perintah Trailing Stop akan mengikuti harga aset di pasar saat harga mulai meningkat. Jadi, saat harga pasar saat itu meningkat dengan nilai yang sama dengan Trailing Distance yang telah ditetapkan sebelumnya, trader melakukan buy.

    2. Saat Sell

    Pada saat posisi jual, order akan mengikuti harga pasar saat mulai menurun. Pasalnya, Trailing Stop akan berguna dalam membatasi kerugian yang akan diperoleh trader jika harga terus menurun. Sesaat harga pasar saat itu menurun dan bernilai sejumlah Trailing Distance, otomatis trader akan mengunci profit di angka tersebut dengan melakukan sell. Para trader pada umumnya memasang Trailing Stop di posisi jual.

    Contoh Penggunaan Trailing Stop dalam Trading

    Contoh Penggunaan Trailing Stop

    Misalnya, seorang trader memasang Trailing Stop di posisi sell dengan Trailing Distance sebesar 10. Harga pasar saat pemasangan Trailing Stop adalah 1000, sehingga dengan perhitungan dasar Stop Loss, sesaat harga mencapai 990, aset tersebut akan secara otomatis dijual.

    Lain halnya jika harga pasar saat ini berkisar di antara 990 hingga 1000 saat pemasangan Trailing Stop, dengan Trailing Distance yang sama yaitu 10. Selama harga terus naik-turun, Trailing Stop akan tetap bertahan di 990 dan tidak akan ikut bergerak naik maupun turun.

    Kemudian, jika harga meningkat menjadi 1010, Trailing Stop akan bergerak dan berpindah ke angka 1000 agar tetap memiliki selisih sebesar Trailing Distance. Lalu, apabila ternyata harga terus naik hingga mencapai 1020, Trailing Stop juga akan mengikuti dan berhenti di 1010. Hal ini berlaku seterusnya apabila terjadi kenaikan di pasar.

    Inilah yang dikatakan bahwa Trailing Stop dalam posisi sell akan terus mengikuti pergerakan harga ketika naik, dan tidak akan bergerak saat mengalami penurunan. Namun, sesaat harga pasar saat ini hampir menyentuh Trailing Distance, secara otomatis dilakukan penjualan untuk meminimalisir kerugian trader. Dan hal sebaliknya akan terjadi jika trader memasang di posisi buy.

    Baca juga: Gunakan Strategi Trading Bitcoin Berikut Agar Untung

    Kelebihan dari Trailing Stop

    Kelebihan Trailing Stop

    Sebagai modifikasi dari Stop Loss, Trailing Stop tentunya memiliki beberapa kelebihan yang bisa dimanfaatkan oleh trader, di antaranya:

    1. Cocok untuk Day Trading

    Kelebihan pertama dari Trailing Stop adalah cocok digunakan untuk Day Trading, dikarenakan trader bisa membatasi jumlah kerugian yang ia akan terima saat trading. Jadi, trader tidak akan terlalu kaget jika harga pasar turun, karena nilai kerugian telah ditetapkan sebelumnya dan hanya akan ikut bergerak saat harga pasar naik.

    2. Bisa Menghindari Kerugian Besar

    Seperti contoh yang dipaparkan sebelumnya, Trailing Stop bisa membantu trader dalam menghindari kerugian besar. Sebab, sesaat Trailing Stop posisi sell dipasang dan harga pasar mendekati Trailing Distance yang sudah ditetapkan, aset tersebut akan secara otomatis terjual dan profit berhasil terkunci.

    3. Tidak Perlu Dipantau 24/7

    Berhubungan dengan poin sebelumnya, dikarenakan batas harga akan mengikuti pergerakan di pasar alias tidak fixed di satu nilai tertentu saja. Maka, trader tidak perlu lagi memantau trading selama 24/7 karena pasti akan selalu ter-update dengan sendirinya mengikuti kondisi harga di pasar.

    Sekarang, Anda sudah tahu, kan, Trailing Stop adalah order yang seperti apa? Meski terkesan mudah, diperlukan pemahaman yang mendalam dalam menggunakannya. Selain itu, Trailing Stop juga harus dibarengi dengan analisis teknikal, ya, agar strategi trading Anda tetap bisa berjalan sesuai rencana. Untuk informasi seputar trading kripto lainnya, segera kunjungi Tokonews dan mulai investasi aset kripto di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Pasar Kripto Turun Hari Ini (17/5)?

    Pasar kripto turun hari ini, Rabu (17/5) karena ketakutan investor atas tindakan keras peraturan pada sektor industri aset digital masih tetap ada dan pertarungan untuk menaikkan plafon utang pemerintah AS terus berlanjut.

    Banyak analis melihat bahwa Bitcoin (BTC) turun sempat di bawah US$ 27.00 karena disebabkan oleh beberapa hal. BTC melanjutkan konsolidasi yang sedikit menurun karena investor terus memperhatikan negosiasi plafon utang pemerintah AS di Washington.

    Aset kripto terbesar itu berdasarkan kapitalisasi pasar baru-baru ini diperdagangkan pada US$ 26.950, turun sekitar 1,3% dalam 24 jam, menurut data CoinMarketCap. Selama 24 jam terakhir, harga BTC berkisar antara US$ 26.800-US$ 27.400.

    Bergerak Negatif

    Kinerja pasar kripto dalam grafik 1 hari. Sumber: Coin360.
    Kinerja pasar kripto dalam grafik 1 hari. Sumber: Coin360.

    Baca juga: Analis Sebut Bitcoin Ada Tanda Baik Karena Pertahankan Target Harga

    Bitcoin berada di titik puncak untuk menunjukkan tanda-tanda penembusan harga, di mana pasar kripto berbalik ke sisi negatifnya di tengah meningkatnya ketidakpastian peraturan. Harga Bitcoin mencapai titik terendah 7 hari pada 16 Mei di US$ 26.950 karena pedagang khawatir bahwa penurunan harga yang lebih besar mungkin terjadi, dan celah CME duduk di US$ 24.000.

    Kekhawatiran serupa ada untuk Ethereum (ETH) turun dan berada di level US$ 1.826. ETH sempat diperdagangkan di atas level US$ 2.100 setelah peningkatan Shapella hanya untuk diikuti oleh level terendah intraday di US$ 1.804 pada 16 Mei. Penurunan terjadi karena pasar aset digital terus menyusut, melihat arus keluar melebihi US$ 200 juta.

    Di antara aset digital lainnya, LDO , token tata kelola untuk platform liquid staking, Lido, melanjutkan kekuatan hari Senin (15/5) untuk naik 3% lagi. Layer 2 blockchain Token MATIC asli Polygon turun 2,8% menjadi berkisar sekitar US$ 0,82.

    Sentimen Lain

    Penurunan harga kripto juga terjadi sehari setelah pengacara SEC mengajukan tanggapan atas gugatan Coinbase untuk kejelasan tentang apa itu token sekuritas , menyebut gugatan itu tidak berdasar.

    Lebih lanjut mengulangi sikap bahwa sebagian besar token kripto adalah sekuritas, Ketua SEC, Gary Gensler berbicara di Konferensi Pasar Keuangan tahunan ke-27 pada 15 Mei mengatakan kripto, “Model bisnis, bagaimanapun, cenderung dibangun di atas ketidakpatuhan. Model bisnis mereka cenderung dibangun di atas dana pelanggan, mencampurkannya, mereka penuh dengan konflik.”

    Ilustrasi pemerintah Amerika Serika (AS). SUmber: Getty Images.
    Ilustrasi pemerintah Amerika Serika (AS). SUmber: Getty Images.

    Baca juga: Dompet Bitcoin yang Simpan 1 BTC Capai Satu Juta, Sinyal Apa?

    Harga kripto mendapat pukulan lain dengan Demokrat di badan legislatif Amerika Serikat yang berusaha memperkuat otoritas SEC atas kripto, yang mungkin berarti sebagian besar token diklasifikasikan sebagai sekuritas. Industri aset kripto dan regulator memiliki sejarah panjang yang tidak sejalan baik karena berbagai kesalahpahaman atau ketidakpercayaan atas kasus penggunaan aset digital yang sebenarnya.

    Setelah ledakan FTX dan krisis perbankan yang memengaruhi beberapa bank yang memiliki kripto di pembukuan, beberapa merasa anggota parlemen AS marah dengan industri aset digital ini.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Alami Lonjakan Pending Transaksi Bikin Pasar Kripto Merah

    Bitcoin pada hari ini Senin (8/5) mengalami koreksi setelah sideways, selama satu pekan kemarin dan tidak mengalami lonjakan transaksi. Bitcoin kembali turun di bawah US$ 28.500 dan terus melakukan penurunan secara signifikan. Koreksi ini disebabkan karena adanya lonjakan transaksi di jaringan Bitcoin dengan total transaksi yang belum diselesaikan per hari ini yaitu lebih dari 390.000 transaksi dengan total block yang perlu diselesaikan sebesar 179 block.

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, melihat hal tersebut juga menyebabkan adanya efek “bottleneck,” yang membuat kemacetan transaksi di jaringan Bitcoin. Untuk menyelesaikan transaksi ini diperlukan tambahan satu hari dengan catatan hari ke depannya tidak ada transaksi di Bitcoin. Karena kebanyakan transaksi ini membuat biaya pengiriman Bitcoin mengalami lonjakan hampir 330%. Biaya normal ketika jaringan Bitcoin berjalan normal hanya sebesar US$ 0,16-US$ 0,4 dan untuk pengiriman instan sebesar US$ 2,2-US$ 2,5, namun sekarang untuk penyelesaian transaksi instan lebih dari US$ 8 per transaksi. 

    Hal ini terjadi juga pada bursa kripto, Binance yang memiliki total transaksi aset kripto tertinggi di dunia membatasi penarikan Bitcoin di platformnya karena ada masalah dengan transaksi pending yang terjadi di jaringan blockchain Bitcoin. Tentu ini menjadi isu yang buruk, karena dana mereka tidak bisa ditarik dalam bentuk Bitcoin. Sehingga para trader dan investor menjual Bitcoin mereka karena masalah ini, membuat harga BTC terjun 2,8 persen pada hari ini. Binance juga telah memberikan komitmen bahwa aset kripto milik mereka tetap ama. Binance per hari ini, 2x membatasi penarikan Bitcoin dan belum ada keterangan hingga kapan untuk pembukaan penarikan kembali. 

    Crypto Heat Map by Coin360.com.

    Baca juga: Deloitte Integrasi Jaringan Blockchain untuk Kredensial Digital

    Pasar Aset Kripto mengalami pemerosotan efek dari terganggunya jaringan Bitcoin sehingga menimbulkan lonjakan transaksi pada hari ini. Dominan harga mengalami koreksi dengan rata rata penurunan sebesar 2-4% untuk aset yang berada di top 10 berdasarkan kapitalisasi pasar. Bitcoin berada pada harga US$ 28,344, ETH US$ 1,865, BNB $320 dan XRP US$ 0,439. Kapitalisasi aset bitcoin dengan dominasi sebesar 46,39%. 

    Sentimen Pasar Kripto

    Sentimen lainnya yang berdampak pada pasar kripto adalah Ketua The Fed, Jerome Powell memperingatkan, jika Amerika Serikat gagal bayar terhadap utangnya, maka akan terjadi bencana ekonomi dan keuangan. Ekonomi AS sedang di tahap yang mengkhawatirkan karena funds rate dari The Fed berada pada 5-5,25 persen yang merupakan titik tertinggi setelah agustus 2007 lalu. 

    Tentu kenaikan ini membuat bank-bank yang berada di AS mengalami pemerosotan harga saham lebih dari -50 persen dengan pencatatan 778 bank. Banyak negara juga mulai meninggalkan dollar AS (dedollarisasi). Ini merupakan ancaman yang nyata untuk ekonomi AS dan mungkin menjadi kabar baik untuk pasar aset kripto dan bisa saja menjadi sentimen tambahan ketika Bitcoin bull run di 2024

    Fear & Greed Bitcoin Index by alternative.me.

    Sentimen positif aset kripto mengalami penurunan dibanding dengan minggu lalu yang sempat mencoba retest harga di US$ 30.000 namun hanya mencapai $29800. pada saat ini Fear and Greed Index berada pada poin 64. Per Senin (8/5) mengalami penurunan empat poin akibat adanya penurunan hari ini dan sentimen buruk tentang terkendalanya jaringan blockchain Bitcoin. Diprediksi akan terjadi penurunan lanjutan untuk poin Fear and Greed index.

    Untuk pekan ini bisa menjadi minggu yang tenang bagi pasar kripto. Tidak ada indikator ekonomi AS yang menarik minat investor. Hanya satu laporan ekonomi terkait core CPI AS yang melihatkan kenaikan harga konsumen bisa menjadi fokus perhatian investor, karena para ekonom akan mencoba untuk mengukur apakah pasar kerja yang lebih kuat dari perkiraan menambah kekakuan inflasi di AS.

    Analisis Pergerakan Harga BTC, ADA, JASMY

    Bitcoin (BTC) Potensi Terkoreksi

    BTC/USDT Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Bitcoin terkonfirmasi breakdown dari channel nya dan potensi koreksi harga ke harga US$ 25.000. Namun sebelum ke harga ini tentu ada beberapa support seperti pada harga US$ 27.300 sebagai support terakhir sebelum jatuh ke harga US$ 25.300. Pada area US$ 27.000 Bitcoin kemungkinan akan mengalami sideways dan pull back sedikit. 

    Untuk para trader diharapkan memperhatikan kunci support pada harga US$ 27.300 dan US$ 25.000. Apabila trader scalper bisa menunggu pada area tersebut untuk melakukan pembelian atau Dollar Cost Averaging (DCA). Secara jangka panjang Bitcoin tetap pada track on bullish, namun untuk kuartal kedua diprediksi akan mengalami penurunan harga

    PancakeSwap (Cake) Sell dan tinggalkan

    CAKE/USD BINANCE by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: 5 Aset Kripto dengan Potensi Kenaikan Terbaik di Minggu Ini

    PancakeSwap adalah platform pertukaran desentralisasi pertama dan terbesar yang ada di jaringan Binance Smart Chain. Native tokennya bernama CAKE potensi mengalami koreksi yang sangat dalam diakibatkan adanya pengajuan proposal untuk insentif bagi liquidity provider dan orang yang stake CAKE. Proposal ini mengubah APY dan APR yang sebelumnya berkisar 60%-90% per tahun menjadi 10-18% pertahun. Penurunan APR dan APY ini disebabkan karena pengembang CAKE ingin mengurangi efek inflasi dari token yang tercetak di blockchain dan sepenuhnya reward bagi stakers hanya dari fee transaksi di platform Pancakeswap saja. 

    Dengan adanya perubahan ini maka CAKE sudah tidak menarik lagi bagi stakers dan investor. Maka secara berjamaah mulai meninggalkan CAKE dan mencari DEX lain dengan APR dan APY yang lebih menarik seperti Biswap. Token CAKE mengalami penurunan lebih dari -45% setelah proposal ini di luncurkan. Cake terus menyentuh swing low-nya dan bahkan kemungkinan CAKE akan terus mengalami penurunan harga di bawah US$ 1.

    Dogecoin (Doge) Potensi Koreksi

    DOGE/USD Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan DOGE potensi mengalami penurunan walaupun akhir-akhir ini sedang booming token kripto meme seperti PEPE, MONK, dan FLOKI. Namun, DOGE sebagai inisiator token meme pertama mengalami pelemahan. Ada banyak sebab penurunan ini seperti DOGE sudah tidak booming, adanya kompetitor proyek memecoin lain serta kondisi pasar aset kripto seperti Bitcoin yang mengalami pelemahan. 

    Potensi penurunan DOGE berada di harga US$ 0,0664. Memang secara fundamental, token memecoin hampir tidak ada fungsinya kecuali untuk keperluan transaksi komunitasnya. DOGE juga perlu sentimen tambahan seperti sentimen dari Elon Musk untuk menaikkan harga. Token memecoin tidak cocok untuk disimpan jangka waktu lama karena bersifat gambling dan minim utilitas. Bahkan proyek yang memiliki utilitas juga bisa mengalami penurunan hingga di bawah harga pembukaan pasarnya. Namun bagi trader, koin meme dinilai memiliki fluktuasi yang bagus untuk hedging atau sekadar scalping.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kuartal I Tahun 2023 Pasar Kripto Tumbuh Signifikan, Bitcoin Juara

    Pasar kripto memulai awal yang kuat pada tahun 2023, setelah mengakhiri kuartal I dengan total kapitalisasi market sebesar US$ 1,2 triliun. Dibandingkan dengan kinerjanya pada tahun 2022 yang berakhir pada angka US$ 829 miliar, ini mencerminkan keuntungan sebesar 48,9% atau US$ 406 miliar secara absolut.

    Riset yang dilakukan oleh Coingecko, agregator data kripto terkemuka menyoroti tren dan perkembangan penting di ruang kripto. Laporan ini menawarkan wawasan berharga tentang kinerja pasar, tren yang muncul, dan statistik industri, yang dapat membantu investor membuat keputusan yang tepat.

    Volume perdagangan harian pada awal 2023 juga rata-rata juga meningkat. Tercatat peningkatan sebesar 30% QoQ dari -33% pada Q4 2022 menjadi total US$ 77 miliar pada Q1 2023. Volume perdagangan mengalami peningkatan pada Januari 2023, ketika pasar mulai reli. Kemudian melonjak sesaat pada awal Maret karena meningkatnya volatilitas dari krisis perbankan.

    5 Kripto Teratas

    Bitcoin adalah aset dengan kinerja terbaik pada Q1 2023, menandai kenaikan sebesar 72,4% QoQ, diikuti oleh indeks NASDAQ (15,7%) dan emas (8,4%). Sumber: Coingecko.
    Bitcoin adalah aset dengan kinerja terbaik pada Q1 2023, menandai kenaikan sebesar 72,4% QoQ, diikuti oleh indeks NASDAQ (15,7%) dan emas (8,4%). Sumber: Coingecko.

    Baca juga: Ridwan Kamil Jadi Pembicara Utama di Bitcoin Conference 2023

    Kuartal pertama tahun 2023 menyaksikan pertumbuhan signifikan dalam kapitalisasi pasar total, melonjak sekitar 24% dibandingkan dengan Q4 2022. Pertumbuhan ini dapat diatribusikan pada adopsi kripto yang semakin meningkat dan sentimen pasar yang positif.

    Lima kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar mempertahankan dominasinya, dengan Bitcoin (BTC) memimpin, diikuti oleh Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Cardano (ADA), dan Solana (SOL). Bitcoin adalah aset dengan kinerja terbaik pada kuartal I 2023, menandai kenaikan sebesar 72,4% QoQ, diikuti oleh indeks NASDAQ (15,7%) dan emas (8,4%).

    Semua kelas aset utama mengakhiri kuartal di zona hijau, kecuali minyak mentah yang turun -6,1%. Hasil ini tidak mengejutkan karena minyak mentah adalah salah satu dari hanya dua aset yang mengakhiri tahun 2022 dengan kenaikan. Minyak mentah awalnya merosot ke level -17,2% karena laporan inflasi AS mengutip penurunan permintaan minyak, di atas krisis perbankan AS — tetapi berhasil mengurangi kerugian ini menjelang akhir Maret.

    Indeks Dolar AS (DXY), bersama dengan mata uang fiat lainnya, tetap relatif datar selama periode yang sama, akibat dari data inflasi yang lebih dingin dari perkiraan.

    Adopsi dan Tantangan

    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Prediksi Nilai Bitcoin Setelah Tembus Harga Rp 445 Juta

    Kuartal I 2023 melihat peningkatan minat institusional dalam kripto, karena semakin banyak perusahaan mulai berinvestasi dalam aset digital dan menggabungkan teknologi blockchain ke dalam operasinya. Laporan tersebut mengidentifikasi beberapa investasi profil tinggi, seperti pengumuman Tesla untuk menerima Bitcoin sebagai pembayaran dan ekspansi Fidelity yang terus berlanjut ke pasar kripto. Perkembangan ini menandakan pasar yang matang dan potensi pertumbuhan lebih lanjut di masa depan.

    Regulasi memainkan peran penting dalam membentuk lanskap kripto selama kuartal I 2023. Laporan tersebut membahas implikasi dari berbagai perkembangan regulasi di berbagai yurisdiksi, seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan China. Secara khusus, laporan tersebut menekankan pentingnya regulasi yang jelas dan seimbang dalam mendorong inovasi sekaligus mengurangi risiko yang terkait dengan kripto.

    Meskipun sentimen pasar secara keseluruhan positif, lanskap kripto tidak lepas dari risiko dan tantangan. Laporan tersebut mengakui keberadaan volatilitas tinggi, potensi manipulasi pasar, dan masalah keamanan. Investor dan pengguna harus tetap waspada dan terinformasi tentang risiko ini agar dapat menjelajahi pasar secara efektif.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Flag Pattern dalam Tren Pasar Kripto?

    Flag pattern merupakan suatu indikator yang digunakan oleh banyak trader kripto untuk melihat tren pasar. Pola grafik ini akan membantu mereka dalam memprediksi tren pasar. Dengan begitu, trader dapat menyusun strategi agar meraup keuntungan besar sekaligus meminimalisir potensi kerugian.

    Apa Itu Flag Pattern

    Flag pattern sendiri merupakan sebuah pola khusus pada grafik pasar. Ciri khasnya adalah tren balik yang sangat berlawanan dengan tren sebelumnya. Pola ini biasanya digunakan untuk memprediksi pergerakan aset saham. Namun, ternyata, pembacaan pola grafik ini juga bisa diterapkan untuk menganalisis tren pasar kripto. Bagaimana caranya?

    5 Komponen Yang Ada Pada Flag Pattern

    Untuk bisa menganalisis pergerakan tren pasar kripto dengan flag pattern, Anda perlu tahu komponen-komponen di dalamnya. Berikut adalah penjelasan tentang lima komponennya:

    ilustrasi trading chart

    1. Tren sebelumnya yang sedang berjalan (flag pole)

    Untuk bisa mengetahui pola ini, Anda harus mempelajari tren sebelumnya atau tren yang sedang berjalan saat ini. Pola pada tren sebelumnya disebut dengan istilah flag pole. Dengan mempelajari tren sebelumnya, Anda akan lebih mudah memprediksi pergerakan tren pasar selanjutnya.

    2. Periode konsolidasi, akumulasi, tren relatif flat (bullish atau bearish)

    Secara sederhana, bullish atau bearish flag dapat dipahami sebagai periode yang menunjukkan kemungkinan adanya kenaikan atau penurunan harga. Saat bullish, akan muncul lebih banyak pembelian sehingga harga pun terkatrol naik. Sementara itu, bearish menunjukkan tingkat pembelian rendah yang menyebabkan harga turun.

    3. Titik pembalikan harga (retracement)

    Pada titik pembalikan harga, tren akan berbalik arah, namun sifatnya tidak lama. Kadang, retracement juga disebut sebagai koreksi. Itu artinya, harga aset bergerak melawan tren pasar kripto dalam jangka waktu pendek.

    4. Breakout

    Dalam dunia trading, istilah breakout mengacu pada sebuah kondisi ketika aset melampaui resistance level, tapi masih berada di bawah support level. Hal ini bisa dipicu oleh beberapa faktor. Salah satu yang sering terjadi adalah akibat pemberitaan terkait aset. Bisa juga karena suatu isu yang berdampak langsung pada pasar kripto.

    5. Target harga yang bergerak sesuai tren flag pole

    Suatu pola grafik aset kripto baru bisa dikatakan flag pattern jika setelah breakout, target harga bergerak sesuai tren flag pole. Biasanya, trader akan mengukur panjang flag pole dan kemudian meneruskannya hingga breakout. Sering kali pola selesai saat harga keluar dari tren yang sedang berjalan, tapi terdapat kemungkinan tertentu yang menyebabkan pola terus berlanjut.

    flag pattern chart

    Jenis-jenis Flag Pattern beserta Contoh-contohnya

    Memiliki dua jenis pola: bullish flag pattern (tren harga naik) serta bearish flag pattern (tren harga turun). Jika dilihat sekilas, keduanya memiliki tampilan yang serupa. Hanya saja, saat diperhatikan, arah tren dan pola volumenya berbeda. Berikut penjelasan untuk masing-masing jenis pola flag pattern.

    Apa Itu Bullish Flag Pattern?

    bullish flag pattern

    Bullish flag pattern adalah pola yang  menunjukkan potensi kenaikan harga. Biasanya, pola ini akan muncul saat tekanan beli tinggi. Di saat tekanan beli aset kripto tinggi, maka otomatis harga akan cenderung naik. Jika sudah masuk fase tersebut, momentum pun akan terus berjalan.

    Salah satu contohnya terjadi pada Bitcoin (BTC) di bulan Maret 2018. Pada 18-21 Maret 2018, harga BTC membentuk pola flag pole. Lalu, pada 22 Maret 2018 dini hari, harga mulai menunjukkan pola bullish flag dan kemudian memasuki fase breakout menjelang pergantian hari ke tanggal 24 Maret.

    Baca juga: Kenalan dengan Wedge Pattern, Trader Kripto Wajib Tahu!

    Apa Itu Bearish Flag Pattern?

    bearish flag pattern

    Selain pola bullish, ada juga pola bearish. Sebenarnya, pola bearish mirip dengan bullish, hanya saja strukturnya terbalik. Pada pola bullish, bagian tiang atau flag pole bergerak naik. Sedangkan pada pola bearish, tiang bergerak turun. Ini karena pada pola bearish, harga aset sedang mengalami penurunan akibat tingkat pembelian yang rendah.

    Pola ini terjadi pada aset Ethereum (ETH) di tanggal 7 Februari 2021. Pada pukul 03:30, harga ETH berada pada level US$ 1717.58. Namun, seiring berjalannya waktu, harga ETH mengalami penurunan bertahap. Hingga akhirnya pada pukul 10:00 jatuh ke level US$ 1580.36 dan membentuk pola tiang turun. Setelahnya, ETH mengalami tren pembalikan ke level US$ 1655.02 pada pukul 15:30.

    Baca juga: Tertarik Trading? Simak Jenis Indikator Trading Paling Akurat!

    Dengan mempelajari flag pattern, Anda bisa memprediksi bagaimana harga suatu aset kripto pada periode waktu selanjutnya. Di Tokocrypto, grafik pergerakan harga bisa diakses dengan mudah sehingga untuk melakukan pengamatan pun tidak sulit. Cukup dengan satu klik saja pada aset kripto yang diinginkan, Anda sudah bisa mengetahui ada tidaknya flag pattern. Yuk, mulai investasi kripto Anda di Tokocrypto, dan jangan lupa gabung ke komunitas Tokocrypto untuk info lebih lengkap di Telegram dan juga Discord sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Bitcoin Aman? Inilah Status Legalitasnya di Indonesia

    Seiring dengan popularitas Bitcoin sebagai salah satu mata uang kripto, masih banyak orang awam yang ragu dengan keamanannya ketika akan memulai investasi di pasar kripto. Pertanyaan seperti “Apakah Bitcoin aman dan legal untuk digunakan di Indonesia?,” pastinya sempat muncul di kepala. Untuk itu, artikel ini akan mengupas mengenai bagaimana negara menyikapi keberadaan Bitcoin dan instrumen investasi kripto. Yuk, simak selengkapnya!

    Bitcoin, Aset yang Tawarkan Kemudahan dan Keuntungan

    Jika dahulu investasi banyak dilakukan dengan cara membeli emas di Pegadaian, kini pilihan instrumen investasi sudah lebih beragam, salah satunya adalah kripto. Kepopuleran kripto sebagai salah satu instrumen investasi dilatarbelakangi oleh beberapa hal, antara lain kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan.

    Pasalnya, orang tak perlu repot jika ingin melakukan investasi di pasar kripto karena semuanya bisa dilakukan secara online dari mana pun Anda berada. Selain itu, keuntungan yang ditawarkan juga tak kalah legit karena mata uang kripto kerap mengalami kenaikan pada saat-saat tertentu. Nah, salah satu aset yang diburu dalam investasi kripto adalah Bitcoin.

    Apa itu Bitcoin?

    Bitcoin merupakan salah satu aset digital kripto. Aset yang satu ini merupakan aset yang pertama kali ada dalam dunia kripto, yakni diluncurkan pada tahun 2009 oleh pihak bernama Satoshi Nakamoto. Bisa dikatakan, Bitcoin menjadi ‘gerbang masuk’ bagi aset-aset lain yang kini populer, seperti Ethereum, Solana, Shiba Inu, dan lainnya. Hal ini pula yang menyebabkan tidak sedikit aset kripto lain yang harganya ‘berkiblat’ pada pergerakan harga Bitcoin.

    Sejak awal kemunculannya, Bitcoin bisa diperoleh melalui jual-beli di Digital Exchanger dan juga penambangan atau mining. Saat ini, Bitcoin menduduki peringkat pertama sebagai aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasarnya. Selain karena merupakan aset kripto tertua, Bitcoin juga memiliki supply koin yang terbatas di pasar. Per tanggal 25 Februari 2022, sirkulasi Bitcoin di pasar telah mencapai 18.9 juta keping dari total 21 juta. 

    Hal tersebut membuat banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkannya sebelum menjadi langka dan harganya terus menjulang. Kelangkaan dan popularitas dari Bitcoin ini juga yang membuat masyarakat akhirnya memutuskan untuk menginvestasikan Bitcoin dalam jangka waktu tertentu.

    Baca juga: Apa Itu Bitcoin dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

    Apakah Bitcoin Aman dari Perspektif Hukum?

    apakah bitcoin aman dari perspektif hukum

    Meski banyak diburu, sebenarnya apakah Bitcoin merupakan instrumen investasi yang aman? 

    Fenomena Bitcoin sebagai aset yang diperjualbelikan dalam pasar kripto menjadi perkara cukup rumit bagi awam yang tidak mengetahui tentang sah atau tidaknya barang ini digunakan. Sebenarnya, dari perspektif hukum Indonesia secara umum, Bitcoin masih diperbolehkan menjadi salah satu aset kripto yang diperdagangkan di bursa berjangka.

    Akan tetapi, Bitcoin tidak diakui sebagai mata uang yang sah di Indonesia. Pasalnya, Bitcoin bukan termasuk sebagai alat pembayaran yang sah untuk memproses transaksi keuangan di tanah air. Di samping itu, keberadaan Bitcoin juga bisa dibilang masih baru, terbukti dengan masih banyaknya orang yang tidak familiar dengan aset digital satu ini.

    Walaupun begitu, keberadaan Bitcoin di Indonesia adalah sah dan telah diatur di bawah hukum yang berlaku sebagai sebuah komoditi. Untuk mengawasi keamanan proses investasi yang berlangsung di pasar kripto, terdapat Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) sebagai badan turun langsung untuk memastikan pengembangan dan penyelenggaraan pasar tersebut.

    Bagaimana Kelegalan Bitcoin di Indonesia?

    bagaimana kelegalan bircoin di indonesia

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Bitcoin telah sah diakui sebagai salah satu komoditi atau aset yang dijual di bursa berjangka pasar kripto. Proses penjualannya juga berada di bawah pengawasan Bappebti selaku Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi di Indonesia. Namun, apakah sudah ada hukum yang resmi mengatur mengenai Bitcoin?

    Keberadaan Bitcoin sebagai sebuah komoditi telah diatur dalam Pasal 1 F Peraturan Bappebti Nomor 3 Tahun 2019 tentang Komoditi yang Dapat Dijadikan Subjek Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah dan/atau Kontrak Derivatif Lainnya yang Diperdagangkan di Bursa Berjangka. Dengan demikian, jika membahas tentang apakah Bitcoin aman sebagai sebuah aset sah, maka jawabannya adalah iya.

    Akan tetapi, di sisi lain, Bitcoin juga dilarang sebagai sebuah mata uang. Hal ini jelas dinyatakan dalam UU Pasal 33 Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Artinya, Bitcoin tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Kebijakan ini juga turut meningkatkan harga Bitcoin yakni sebagai sebuah aset investasi.

    Bitcoin bisa dijadikan sebagai sebuah aset investasi yang diperjualbelikan pada pasar kripto apabila sudah memenuhi syarat-syarat yang berlaku, sesuai dengan peraturan dalam Pasal 3 Ayat (2) Peraturan Kepala Bappebti Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka. Syarat tersebut meliputi:

    1. Distributed Ledger Technology, bisa berupa utility crypto atau crypto-backed asset
    2. Memiliki kapitalisasi pasar yang termasuk ke dalam 500 besar
    3. Listing di exchange kripto yang besar
    4. Memiliki manfaat ekonomi
    5. Telah dilakukan penilaian risiko  

    Baca juga: Inilah Pengertian Mata Uang Kripto dan Cara Kerjanya

    Selain itu, keamanan transaksi jual beli Bitcoin di pasar kripto juga telah diatur dalam Peraturan Bappebti Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka. Meski demikian, kripto atau Bitcoin tetap saja tidak memiliki topangan fundamental dari sebuah negara tertentu atau biasa disebut sebagai ‘stateless’.

    Maka dari itu, penting untuk memiliki pengetahuan yang mendalam terkait karakteristik aset kripto. Pengetahuan tersebut akan menolong Anda saat memilih aset kripto apa yang akan dibeli dan seberapa besar risiko yang dimilikinya. Pada akhirnya, semua instrumen investasi mempunyai risikonya masing-masing dan Anda bisa memilih risiko investasi seperti apa yang siap Anda tanggung.

    Jadi, apakah Bitcoin aman dijadikan sebagai aset investasi? Jawabannya adalah aman. Akan tetapi, kembali lagi pada risiko yang dimilikinya. Apakah Anda sudah siap menanggung risikonya? Jika sudah, saatnya Anda memulai investasi Bitcoin melalui Tokocrypto, exchange aset kripto yang sudah memiliki izin resmi dari Bappebti. Kunjungi juga Tokonews dan Komunitas Tokocrypto untuk informasi menarik lain seputar dunia aset kripto, ya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Laporan Pasar Kripto Q2 2025: Bitcoin Melesat, TradFi Melirik

    Pasar kripto mencatat sejumlah perkembangan signifikan sepanjang Kuartal II 2025. Laporan terbaru dari Research Analyst Tokocrypto menunjukkan dominasi Bitcoin yang menguat, pelemahan pada altcoin utama seperti Ethereum, serta meningkatnya adopsi aset digital oleh institusi keuangan tradisional.

    Dominasi Pasar: Bitcoin Naik, Ethereum Turun

    Bitcoin (BTC) mencatat lonjakan dominasi pasar hingga 63%, tertinggi sejak awal 2021. Lonjakan ini mencerminkan pergeseran preferensi investor ke aset yang dianggap lebih aman di tengah gejolak global. Sementara itu, Ethereum (ETH) justru mengalami penyusutan pangsa pasar selama enam bulan terakhir. Solana (SOL) menunjukkan kestabilan, sementara altcoin lainnya mengalami tekanan signifikan.

    Analisis historis juga menunjukkan bahwa pergerakan harga Bitcoin sejak siklus terendah tahun 2022 sempat menyerupai pola 2015–2018, namun mulai menyimpang pada Q1 2025 akibat aksi de-risking oleh investor. Untuk Ethereum, pola serupa terjadi namun diikuti oleh penurunan harga yang lebih drastis.

    Ekspansi Kepemilikan Bitcoin oleh Perusahaan Global

    Data menunjukkan kepemilikan BTC secara korporat kini didominasi oleh MicroStrategy dengan lebih dari 592.000 BTC. Perusahaan besar non-kripto seperti Tesla dan GameStop juga tercatat menambah alokasi aset digital mereka, menandai tren adopsi lintas sektor dan wilayah.

    Peristiwa Utama: Ketegangan Geopolitik hingga IPO Circle

    Kuartal II juga dipenuhi peristiwa global yang mempengaruhi sentimen pasar:

    • April: Trump mengumumkan kebijakan tarif baru, memicu perang dagang dengan Tiongkok. Ketegangan mencapai puncak pada 9 April sebelum diikuti jeda 90 hari.
    • Mei: CoinShares meluncurkan tujuh ETP kripto baru di Eropa. Peretasan besar pada Cetus Protocol mengakibatkan kerugian sebesar $223 juta. Circle, penerbit USDC, mengajukan IPO dengan valuasi $6,7 miliar.
    • Juni: Pakistan umumkan rencana cadangan Bitcoin, Connecticut melarang investasi kripto oleh pemerintah, dan Texas menjadi negara bagian AS pertama yang meluncurkan cadangan Bitcoin resmi. Konflik antara Israel dan Iran juga menyebabkan penurunan harga Bitcoin hingga $104.000.

    Aktivitas On-Chain: Ethereum dan Solana Pimpin DeFi, BSC Kuat di DEX

    Ethereum tetap menjadi pusat ekosistem DeFi dengan lebih dari 4.499 protokol dan TVL mencapai $71,7 miliar. Solana berada di peringkat kedua dengan TVL sebesar $8,5 miliar.

    Dalam volume perdagangan DEX, BNB Smart Chain (BSC) mendominasi sepanjang kuartal. Pada 22–29 Juni, BSC mencatat volume sebesar $5,7 miliar. Ethereum dan Solana bersaing ketat di posisi selanjutnya.

    Pasar derivatif (perpetual futures) dikuasai oleh Hyperliquid L1 dengan dominasi 59,57%, diikuti Ethereum (14,57%) dan BSC (9,32%).

    Untuk stablecoin, kapitalisasi pasar total mencapai $253,6 miliar. USDT (62,5%) dan USDC (24,2%) menjadi pemimpin pasar, dengan pertumbuhan sebesar +2,51% selama 30 hari terakhir.

    Tren Sektor: Lending Naik Tajam, AI Pulih, RWA Tumbuh

    • Memecoin: TRUMP memimpin dengan rasio volume perdagangan tertinggi (226,57), menggantikan dominasi sebelumnya oleh WIF. Sektor ini tetap sangat fluktuatif dan cepat berubah.
    • RWA (Real World Asset): Kapitalisasi pasar mencapai $7,5 miliar, dipimpin oleh BlackRock ($2,8 miliar) dan Ondo Finance ($1,3 miliar). Persaingan terjadi antara institusi keuangan tradisional dan entitas kripto.
    • Lending: Total deposit lending naik dari $50 miliar menjadi $64,3 miliar. Aave memimpin dengan pangsa lebih dari 60% atau $38,9 miliar.
    • AI Crypto: Setelah volatilitas tinggi di akhir 2024, sektor ini pulih sebagian dengan kapitalisasi pasar sekitar $22 miliar. TAO menjadi token terbesar di sektor ini.

    Proyeksi Kuartal III 2025

    Analisis Tokocrypto memproyeksikan dominasi Bitcoin akan tetap kuat, didukung oleh akumulasi institusi dan minat pada produk ETF. Sementara itu, altcoin diperkirakan akan stagnan kecuali muncul katalis besar seperti peluncuran ETF spot baru atau inovasi teknologi besar.

    Sektor RWA, lending, dan stablecoin diprediksi akan terus tumbuh seiring meningkatnya partisipasi institusi dan kejelasan regulasi. Sektor AI dan DeFi pun memiliki peluang untuk bangkit secara bertahap.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com