Tag: harga bitcoin

  • Changpeng Zhao: Harga Bitcoin Bisa Rp2,1 Milyar Per BTC Tahun Ini

    Changpeng Zhao (CZ), Pendiri dan CEO Binance mengatakan bahwa harga Bitcoin bisa menjadi US$150.000 per BTC (sekitar Rp2,1 milyar) pada tahun ini.

    “Bisa naik menjadi US$150.000 lalu menjadi US$400.000. Dan aset kripto lainnya juga turut naik,” katanya dilansir dalam wawancara dengan Forkast, Jumat (15/1/2021).

    Perihal harga Bitcoin yang sempat anjlok lebih dari 20 persen, dia mengatakan itu masih sangat wajar.

    Baca Juga: Perusahaan Penasihat Keuangan Borong Bitcoin?

    Apa Penyebabnya akan Naik Terus?
    Menurut CZ permintaan terhadap Bitcoin yang besar sehingga melejitkan harganya, karena dampak pandemi terhadap ekonomi global.

    “Tahun 2020 itu adalah tahun yang ‘sangat gila’. Pandemi COVID-19 menghentikan semua aktivitas ekonomi secara global, ditambah pelonggaran kuantitatif oleh setiap negara. Dari uang dolar AS yang beredar saat ini, sekitar 20-30 persen diterbitkan pada tahun lalu. Dan mungkin negara lain mengikuti pola serupa,” kata CZ.

    Dia berkesimpulan, pada dasarnya jika Anda terus menyimpan mata uang fiat itu, maka daya beli Anda telah terdevaluasi sebesar 20-30 persen.

    Dan CZ setuju, hal itulah yang mendorong sejumlah perusahaan untuk terus membeli Bitcoin, seperti MicroStrategy, Square dan MassMutual.

    Menurut CZ tren adopsi institusional terhadap aset kripto, khususnya Bitcoin, kemungkinan akan meningkat pada tahun 2021 ini.

    Minat itu memang nyata, setidaknya terlihat dari pembelian saham lebih dari 10 persen oleh Morgan Stanley di MicroSrategy pada pekan lalu.

    Morgan Stanley, bank investasi multinasional asal Amerika Serikat kini mempunyai saham sebesar 10 persen di perusahaan MicroStrategy. Perusahaan itu terkenal memiliki Bitcoin terbanyak di dunia, untuk kategori perusahaan publik, yakni 70.470 BTC.

    Berdasarkan dokumen di Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) AS yang diterbitkan pada 8 Januari 2021, Morgan Stanley telah mengakuisisi 792.627 lembar saham di perusahaan intelijen bisnis MicroStrategy itu.

    Saham sebanyak itu setara dengan 10,9 persen saham di perusahaan yang telah melakukan investasi Bitcoin berskala besar-besaran selama beberapa bulan terakhir.

    Pembelian saham itu terjadi pada 31 Desember 2020. Sedangkan saham MicroStrategy sendiri mengalami kenaikan yang sangat besar, bergerak dari US$289 pada 8 Desember 2020 menjadi US$545 pada 8 Januari 2021.

    Berdasarkan data terkini dari Bitcoin Treasuries, MicroStrategy saat ini menyimpan 70.470 BTC atau lebih dari Rp40,4 triliun!

    Pemilik saham lain di MicroSrategy dalam perusahaan investasi raksasa, Black Rock. Perusahaan asal AS itu juga dikenal beberapa kali membela keunggulan Bitcoin sebagai instrumen melawan inflasi.

    Data dari CNN diterakan, BlackRock memiliki 14,79 persen saham, setara dengan 1.072.819 lembar saham di MicroStrategy.

    Baca Juga: Pantera Capital: Harga Bitcoin Rp1,6 Milyar pada Agustus 2021

    Morgan Stanley Pro Bitcoin
    Morgan Stanley sendiri cukup bullish soal apresiasi publik yang tinggi terhadap Bitcoin. Pada 9 Desember 2020 lalu, Ruchir Sharma, Kepala Strategi Morgan Stanley mengatakan bahwa kehadiran Bitcoin jenis aset kripto lainnya adalah peringatan penting kepada pemerintah soal penerbitan uang fiat yang tak terbatas.

    “Lonjakan harga Bitcoin mungkin masih terbukti menjadi gelembung (bubble), tetapi Bitcoin adalah peringatan pemerintah manapun, terutama di AS yang menerbitkan dalam jumlah yang tak terbatas,” kata Sharma dalam artikel “Will bitcoin end the dollar’s reign?“yang ditulisnya di Financial Times, 9 Desember 2020 lalu.

    Ia juga secara tegas mengatakan, bahwa jangan menganggap bahwa mata uang tradisional Anda adalah satu-satunya penyimpan nilai, atau alat tukar, yang akan dipercaya orang.

    “Orang yang paham teknologi tidak mungkin berhenti mencari alternatif, sampai mereka menemukan atau menciptakannya,” ujarnya.

    Sharma mencoba meyakinkan publik bahwa uang tradisional yang diterbitkan oleh negara sudah gagal.

    Katanya, pejabat AS yakin bahwa, sebagai tanggapan terhadap dampak ekonomi akibat COVID-19, mereka dapat menerbitkan dolar dalam jumlah yang tidak terbatas tanpa merusak status mata uang cadangannya,

    “Tetapi kelas aset baru sebagai pesaing muncul, yakni cryptocurrency/aset kripto yang beroperasi di jaringan peer-to-peer yang tidak diatur oleh negara mana pun. Aset kripto seperti Bitcoin adalah uang alternatif yang demokratis dan desentralistik,” ujarnya.

    Jauh sebelum itu, pernyataan positif Morgan Stanley pernah diutarakan pada tahun 2018 silam, ketika Bitcoin masih terkoreksi sangat parah.

    Katanya kala itu, Investor institusi semakin dalam terlibat di Bitcoin dan uang kripto lain, sementara jumlah investor ritel tetap stagnan.

    Zhao memprediksi itu akan mendorong harga Bitcoin dan aset kripto lainnya naik secara signifikan. Kapitalisasi pasar aset kripto pun bisa naik 100 hingga 1000 kali lipat.

    “Tapi tentu saja, ada juga kemungkinan kita memasuki musim dingin aset kripto lagi, namun peluangnya bisa lebih kecil,” kata Zhao.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jangan Panik! Lakukan Tips Ini Saat Harga Bitcoin Anjlok

    Baru-baru ini, harga Bitcoin anjlok, pasalnya pada minggu terakhir di Bulan Mei 2021 Bitcoin mengalami penguatan sebesar 11,33%, sehingga Bitcoin mengalami kenaikan seharga Rp 522,69 juta. Namun, baru-baru ini Bitcoin justru kembali mengalami penurunan harga. 

    Tentunya, turunnya harga Bitcoin membuat sejumlah trader menjadi panik karena hal ini berpengaruh kepada aset kripto yang mereka miliki. Sebelum membahas tips yang dapat Anda lakukan ketika harga kripto anjlok. Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui penurunan harga Bitcoin dan DOGE!

    Penurunan Harga Bitcoin dan DOGE

    Pada hari Selasa (8/6), harga Bitcoin jatuh menuju titik terendah setelah lebih dari seminggu terakhir. Berdasarkan data yang dikutip melalui CoinDesk, harga Bitcoin semula seharga $ 32.825 turun sebanyak 10,49% menjadi seharga $ 32.211, menyusul prospek perubahan kebijakan moneter Amerika Serikat serta pengetatan regulasi aset kripto di China.

    Sementara itu, di saat yang bersamaan harga DOGE berada di $ 0,325488 atau turun sebanyak 13,13% jika dibandingkan dengan posisi sehari sebelumnya pada jam yang sama. Aset kripto yang berasal dari sebuah meme ini sempat terjungkal ke level $ 0,316550.

    Penurunan Bitcoin dan DOGE: Hal yang Normal atau Tidak?

    Terjadinya penurunan harga aset kripto yang terjadi pada Bitcoin dan DOGE baru-baru ini, merupakan hal yang normal terjadi. Pasalnya, penurunan harga aset kripto dapat disebabkan oleh banyak faktor misalnya sentimen dari orang terkenal di dunia seperti yang pernah dilakukan oleh CEO Tesla, Elon Musk pada pertengahan bulan Mei lalu.

    Selain itu, beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah setempat terhadap aset kripto juga memiliki pengaruh yang kuat terhadap pergerakan harga aset kripto di pasar. Penurunan harga akan menjadi semakin parah, apabila banyak trader yang ramai menjual aset kripto mereka lantaran khawatir akan mengalami kerugian yang lebih besar.

    Ketika Harga Kripto Turun, Jangan Panik! Lakukan Tips Berikut

    Anda tidak perlu panik ketika harga kripto turun, sebisa mungkin untuk membuat diri Anda tetap tenang dan tidak terlalu panik, agar Anda dapat berpikir untuk mencari tahu hal yang menyebabkan harga kripto menjadi turun. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar tidak panik ketika harga di market sedang turun, yaitu:

    • Kuatkan Mental dan Psikologis

    Ketika harga kripto turun, tentunya Anda akan merasa takut, khawatir, dan gelisah bahwa nilai aset-aset kripto akan jatuh. Sebisa mungkin Anda menguatkan kondisi psikologis setelah dirusak oleh kekhawatiran dan asumsi, maka Anda tidak akan mudah panik dan terbawa emosi. 

    • Cobalah Untuk Menggunakan Logika

    Pergunakan logika Anda untuk menganalisa keadaan, Anda harus pandai dalam menyaring berita atau informasi. Hal yang wajar, jika terdapat trader yang kemakan informasi yang salah dan hanya ikut-ikutan saja tanpa menganalisis pergerakan harga aset kripto tersebut.

    Ketika Anda melihat berita FUD atau rumor, cobalah untuk menanyakan kepada diri sendiri “apakah kabar ini benar adanya?”, “apakah berita ini akan mempengaruhi pasar secara signifikan?”, “apakah benar dapat terjadi dalam waktu dekat ini?”

    Anda harus tetap disiplin dalam melakukan analisis pribadi, selalu ingat tujuan dan strategi awal Anda. Karena FUD dan FOMO sering kali menjadi penyebab seseorang untuk mengikuti jejak orang lain, hal ini tentunya dapat menghilangkan kedisiplinan. 

    Cobalah untuk melihat dari berbagai sudut pandang, memang betul jika harga kripto turun akan mempengaruhi harga jual aset kripto yang Anda miliki. Namun, di lain sisi justru dapat dijadikan sebagai peluang bagi Anda untuk menambah lagi aset kripto Anda dengan membeli aset kripto yang sedang mengalami penurunan harga. 

    Keadaan market yang volatil mengharuskan Anda untuk memiliki pemahaman fundamental serta mindset yang baik, agar Anda tidak gegabah dalam mengambil keputusan serta tetap bisa berpikir rasional.

    Suatu ketika, apabila Anda menjumpai harga bitcoin anjlok, Anda dapat menerapkan tips di atas. Jika Anda memilih untuk tetap melakukan Buy the Dip, bermodalkan Rp 50.000 Anda sudah dapat memulai investasi di Tokocrypto, lho. Yuk, mulai investasi di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Kembali Bergerak Ke Atas $8.000 Karena Optimisme Halving

    Jelajahcoin.comBitcoin berdetak sekali lagi sebagai obrolan tentang meroketnya halving mendatang platform media sosial dan outlet berita. Bitcoin kembali di atas $8.000 sepenuhnya menghapus semua kerugian yang terjadi selama Kamis Hitam.

    Momentum bullish tampaknya dipicu oleh ekspektasi tinggi bahwa para pelaku pasar memiliki tentang apa yang ditawarkan separuh yang akan datang. Sementara pencarian Google untuk kata kunci “bitcoin halving” mencapai tertinggi sepanjang masa.

    Santiment melaporkan bahwa obrolan seputar topik ini di beberapa platform media sosial juga meledak. Analisis perilaku awal menegaskan bahwa tingkat bunga meningkat di samping harga menunjukkan tanda-tanda optimisme di antara investor. Santiment berkata:

    “Tingkat bunga sebagian besar berkorelasi dengan momentum positif, yang berarti konsensus kerumunan secara luas optimis tentang peristiwa ini meskipun tidak ada jaminan ledakan harga (di kedua arah) pada saat separuh akhirnya dieksekusi.”

    Pola serupa dapat dilihat dalam penggunaan kata “membagi dua” dalam artikel berita yang diterbitkan tentang Bitcoin, jelas The TIE. Perusahaan data alternatif menyatakan bahwa sebagian besar publikasi yang terkait dengan cryptocurrency andalannya merujuk pada separuh lebih tinggi dari penyebutan emas dan coronavirus.

    Sementara itu, acara pengurangan hadiah blok memiliki “coronavirus terkalahkan sebagai narasi dominan untuk Bitcoin” di Twitter. TIE menyatakan:

    “Ada 1.278 tweet tentang Bitcoin yang terbelah dua dalam 24 jam terakhir dengan 68% positif. “Menambang” juga merupakan salah satu dari sepuluh kata yang paling sering digunakan dalam tweet Bitcoin hari ini untuk pertama kalinya sejak setidaknya 2017.”

    Implikasi harga Bitcoin yang tidak pasti

    Meskipun pelaku pasar tampaknya tumbuh sangat bullish, data mengungkapkan bahwa hasil jangka pendek setelah separuh tidak selalu optimal. Menyusul acara pengurangan hadiah blok 2016, misalnya, Bitcoin menukik 27 persen. Dan, setelah satu bulan berlalu masih turun lebih dari 11 persen.

    Saat emosi memanas di sekitar acara ini, analis teknis Michaël van de Poppe menyarankan bahwa Bitcoin dapat naik lebih jauh ke level resistensi $8.400. Namun, model IntoTheBlock “Masuk / Keluar dari Uang di Sekitar Harga” mengungkapkan bahwa bulls mungkin mengalami kesulitan mendorong harga menuju target ini.

    Indeks fundamental ini memperkirakan bahwa hampir 570.000 alamat membeli lebih dari 340.000 BTC antara $8.170 dan $8.400. Tembok suplai besar seperti itu bisa menghentikan pemberontakan cryptocurrency.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Berkinerja Baik, Berisiko Bearish dan Bullish Karena Sedang Sideways

    Bitcoin berkinerja sangat baik selama seminggu terakhir, dan berhasil naik ke US$7.727. Level itu berisiko bearish dalam, namun berpeluang bullish dalam beberapa hari mendatang.

    Terhitung sejak 23 Maret 2020 siang, Raja Aset Kripto itu mampu naik cepat dari US$7.020.00 ke US$7.727 hanya dalam 7 jam saja. Selang beberapa menit, pada malam hari turun tipis ke level terendah, US$7.387. Siang hari ini harga Bitcoin mentereng di level US$7.555 dalam situasi relatif sideways (1 menitan).

    Aset kripto lain juga mencetak kinerja yang sama mengesankannya. Sebagian darinya berhasil melampaui penguatan Bitcoin beberapa minggu terakhir.

    Kekuatan aset kripto pada minggu ini datang ketika pasar saham mulai stagnan di kisaran 2.800-2.900 poin, yang sepertinya merespons bahwa pertumbuhan ekonomi tetaplah suram.

    Stagnasi ini dapat mengindikasikan bahwa RUU stimulus baru US$$500 juta yang disahkan oleh Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat AS minggu ini mungkin tidak akan cukup, dengan tingkat pengangguran AS terus meningkat, lebih dari 25 juta dalam lima minggu terakhir.

    Kendati berpotensi bearish dalam situasi sideways saat ini, trader Bitcoin, Josh Rager, berpendapat bahwa faktanya Bitcoin berhasil mencetak dua penutupan harian berturut-turut di atas US$7.400.

    Baca Juga: Glassnode: Pasar Bitcoin Kian Sehat, Sambut Halving

    “Ada kemungkinan perlanjutan bullish dalam beberapa hari mendatang,” katanya. [Newsbtc/red]





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jika Sejarah Berulang, Bitcoin Akan Rally Besar-Besaran

    Bitcoin (BTC) berkinerja sangat bagus untuk beberapa hari terakhir. Setelah naik Rp 8 juta pada pekan kemaren, harga BTC masih naik Rp 2 juta dalam 24 jam, menjadi Rp 120 juta-an, di CoinGecko.

    Menurut seorang pedagang crypto yang populer, rally tersebut yang sedang berlangsung mengingatkan kita pada aksi harga yang terlihat pada bulan Februari 2019, yang menandai kenaikan dari Rp 45 juta-an menjadi Rp 199 juta dalam 5 bulan.

    Meskipun konsolidasi Bitcoin selama tiga hari terakhir telah meyakinkan para analis bahwa cryptocurrency sedang membangun momentum, pedagang crypto “Kaleo” yakin bahwa itu sebenarnya adalah tanda kekuatan.

    Kaleo, analis dan juga pedagang di Twitter, mengatakan bahwa ada kesamaan yang menakutkan antara breakout Februari dari level $ 3.300 menjadi $ 4.000 dan pergerakan yang sedang berlangsung:

    “Februari 2019 menandai pembalikan Bulls Flag dari pasar Bearish 14-bulan. April 2020 sepertinya bisa menyiapkan breakout serupa. Ini peringatanmu. Beli Bitcoin.”

    Aksi harga ini sangat penting karena ketika ia menulis, breakout di bulan Februari 2019 mengakhiri trend bearish di tahun 2018.

    Jika sejarah terjadi, harga Bitcoin akan naik 5-10% dalam beberapa hari kedepan, sebelum rally besar-besaran. Ini bertepatan dengan momen halving yang akan terjadi pada bulan Mei 2020.

    Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Pada Tahun 2020 Oleh Pakar Crypto

    Apakah 100% Akan Naik?

    Skenario ini sangat ideal. NAMUN, hal ini bisa gagal karena ada pandemic dan krisis ekonomi diseluruh dunia, terutama di China dan Amerika. Kedua negara ini bisa menggerakan harga Bitcoin.

    NebraskanGooner, analis lainnya di Twitter, mengatakan hal sebaliknya. Harga BTC hanya akan rally jika bisa bertahan di $7.637, jika tidak harga akan turun ke $7.300-$7.400.

    Pada saat pers, harga di Binance melebih harga tersebut, yakni $7.740.

    Jika tidak ada pandemic, harga BTC kemungkinan besar akan naik. Namun, di saat seperti ini, harga BTC mungkin akan rally besar setelah Halving dan diikuti oleh perubahan trend.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bloomberg: Harga Bitcoin Bisa Melompat Menjadi $ 500.000

    Pada beberapa minggu terakhir, pertumbuhan Bitcoin terlihat sangat bagus, banyak yang memprediksi bahwa harga bisa mencapai Rp 200 juta pada bulan ini.

    Namun, semuanya salah karena USD menguat dan juga penambang menjual BTC-nya ke bursa.

    BTC yang sudah mencapai $12.000 di Binance dan Rp 186 juta di Indodax, sangat cepat turun menjadi $10.000-an di bursa luar dan Rp 154 juta di Indodax.

    Pada saat penulisan artikel ini, harga semakin turun di semua bursa, luar dan Indonesia. Binance menunjukkan harga $10.200, sementara, Indodax memperjualbelikan di Rp 152 juta-an.

    Tidak hanya pasar kripto, S&P 500 dan emas juga mengalami koreksi yang sama.

    Mengenai langkah Bitcoin selanjutnya, analis top di Bloomberg, Mike McGlone, telah mengindikasikan bahwa crypto utama ini bisa saja meroket menjadi $ 500.000. Namun, dia tidak menulis kapan ini akan terjadi.

    McGlone menyatakan bahwa Bitcoin saat ini berada di pasar Bullish walaupun adanya penurunan Rp 30 juta dari harga tertinggi tahun ini.

    Dia juga menulis bahwa level resistensi yang lama di $10.000 sudah menjadi level support yang kuat.

    Dia juga mengamati bahwa pasar kripto saat ini hampir sama dengan pasar Bullish 2017.

    Satu-satunya perbedaan saat ini termasuk adanya pertukaran desentralisasi yang berkembang pesat (DEX) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), keduanya merupakan bahan bakar untuk harga Bitcoin yang belum ada pada 2017.

    McGlone lebih lanjut berpendapat bahwa pasokan Bitcoin yang terbatas akan semakin meningkatkan kenaikan harga di masa depan.

    Berita Terkait: Makin Gila! Analis PlanB Memprediksi Bitcoin Bisa Mencapai $ 864.000 pada 2024

    Selain itu, volatilitas yang menurun akan semakin memperkuat status Bitcoin sebagai penyimpan nilai yang lebih baik daripada aset lainnya.

    “Pasokan terbatas vs. peningkatan permintaan adalah intinya untuk Bitcoin, dengan dasar makroekonomi yang mendukung pergerakannya menuju kapitalisasi pasar emas, dengan harga $ 500.000 menurut beberapa perkiraan. Atau bisa gagal. Penurunan volatilitas – terutama vs. ekuitas dan emas – menunjukkan bahwa Bitcoin semakin unggul.”

    Target harga $ 500.000 didasarkan pada premis bahwa patokan crypto pada akhirnya akan melampaui kapitalisasi pasar emas sekitar $ 9 triliun, dimana Bulls Bitcoin Anthony Pompliano memperkirakan bahwa ini akan terjadi dalam waktu kurang dari 10 tahun.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai $ 195 miliar, yang berarti bahwa kapitalisasi pasar emas masih 45 kali lebih besar daripada BTC pada saat penulisan ini.

    Banyak top analis dari perusahaan besar memprediksi BTC akan naik di masa depan. Bahkan, perusahaan besar Microstrategy juga membeli BTC untuk menjadi aset cadangan.

    Tapi tetap saja, popularitas BTC masih perlu diwaspadai karena pengaruh fundamental tak terduga masih bisa terjadi yang tentu bisa menjadikan harganya jatuh ke jurang nol. Kita lihat saja.

    Baca Juga: Ketahui Cara Trading yang Simple Tapi Untung



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Naik Rp 8 Juta Dalam 7 Hari, Koq Bisa?

    Bitcoin (BTC) naik pesar dalam 7 hari terakhir. Kemarin, harga Bitcoin naik Rp 3 juta dan hari ini, harga sudah menembus Rp 116 juta.

    Level support yang kuat di Rp 110 juta berhasil ditembus dan berakhir di Rp 116 juta di pialang lokal.

    Menurut data dari Skew.com, yang melacak turunan crypto, mencatat bahwa posisi Short hampir $ 70 juta pada BitMEX yang sepenuhnya dilikuidasi selama perpindahan – jumlah likuidasi harian terbesar dalam sebulan.

    harga_bitcoin

    3 Alasan Bitcoin Naik

    1.Tingkat Pendanaan Negatif BitMEX

    Sebagaimana dibagikan oleh pedagang dan ekonom Alex Kruger, tingkat pendanaan Bitcoin pada BitMEX – yang merupakan jumlah yang posisi Long, bayar pada posisi Sell- telah cenderung negatif sejak 12 Maret yang disebut “Crash Kamis Hitam.”

    Tingkat pendanaan negatif, yang berarti bahwa pedagang Short membayar pemegang Long untuk menjaga posisi mereka tetap terbuka, meningkatkan kemungkinan Short Squeeze akan terjadi karena ini menunjukkan “kehadiran Short yang lebih agresif daripada rata-rata Long.”

    Baca Juga: Apa itu Bitcoin

    Short Squeeze adalah peristiwa teknikal di pasar di mana pemegang Short dipaksa keluar dari posisi mereka, menciptakan kaskade pesanan pembelian yang menciptakan aksi harga vertikal untuk periode waktu singkat

    Fakta bahwa posisi senilai $ 70 juta dilikuidasi dalam pergerakan hari ini, yang semuanya terjadi dalam waktu satu jam, pergerakan Bitcoin hari ini sebagiannya hanya diisi oleh tekanan Short Squeeze.

    2.Pasar Saham Terus Berbalik Menguat

    terakhir, pasar saham telah berbalik lebih tinggi dan lebih tinggi, mendapatkan kekuatan meskipun laporan klaim pengangguran yang mengerikan, yang menunjukkan bahwa setidaknya 26 juta orang Amerika telah menjadi pengangguran sejak pandemi melanda.

    Dan kemarin, S&P 500 telah mencoba menguji level tertinggi lokal dekat 2.900 lagi, sesuai dengan kenaikan 15% dalam bulan terakhir perdagangan.

    Bitcoin, tentu saja, mendapat manfaat dari trend ini.

    Sebelumnya, Federal Reserve Bank of Kansas City baru-baru ini menemukan bahwa selama “periode penuh tekanan,” Bitcoin memiliki korelasi positif dengan indeks S&P 500 ke “level signifikan 5%.”

    Di sisi lain, selama periode penuh tekanan, obligasi Treasury 10-tahun dan harga emas telah beroperasi dengan korelasi yang sedikit negatif dengan S&P 500, yang menunjukkan bahwa BTC belum mencapai status safe haven.

    Harga_Bitcoin

    3.Hype dari Halving Bitcoin

    Akhirnya, data menunjukkan bahwa di seluruh dunia, hype di sekitar blok hadiah Bitcoin yang akan berkurang separuh meningkat dengan cepat.

    Baru kemarin, dilaporkan bahwa istilah China untuk “Halving Bitcoin” baru-baru ini menyebar di Weibo, juga disebut Twitter China.

    Topiknya adalah yang paling dicari keenam dalam 24 jam terakhir, menunjukkan minat nyata pada acara tersebut, meskipun China secara efektif melarang pembelian Bitcoin melalui Yuan.

    Tidak hanya Bitcoin, seluruh pasar cryptocurrency juga mengalami kenaikan. Jika dilihat gambar dibawah, hampir semua altcoin mengalami kenaikan (hijau).

    harga_bitcoin

    Disamping itu, harga di $7.500-an sangat penting untuk perdagangan Bitcoin di tahun 2019 dan 2020.

    Teddy, analis cryptocurrency di Twitter, mengatakan bahwa pada saat ini, BTC lagi melakukan testing apakah bisa bertahan di harga tersebut (Rp 116 juta).

    https://twitter.com/TeddyCleps/status/1253355931741696000?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1253355931741696000&ref_url=https%3A%2F%2Fcryptoharian.com%2Fharga-bitcoin-naik-rp-8-juta-dalam-7-hari-koq-bisa%2F

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Awal Pekan: Harga Kripto Masih Kuat, Apa Penyebabnya?

    Market aset kripto pada Senin (12/9) pagi tampak masih bergerak optimis. Harga Bitcoin dan beberapa aset kripto utama lainnya terpantau naik tipis ke zona hijau.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) naik tipis 1,07% ke US$ 21.806 dalam sehari terakhir. BTC kembali berhasil berada di atas level psikologisnya. Sementara, Ethereum (ETH) tampaknya sedang alami sedikit koreksi turun 1,23% ke US$ 1.741 di waktu yang sama.

    Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) juga kompak naik lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan kembalinya market kripto ke zona hijau pada awal pekan ini, mungkin disebabkan investor yang mulai optimis dengan market bisa membawa keuntungan dalam jangka pendek. Hal itu bisa dilihat dari indeks dolar AS (DXY) yang masih melemah Senin pagi ini berada di posisi 108,63 (-0,34%).

    Kemudian, kabar kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa sebesar 75 basis poin justru membuat investor semangat masuk pasar, karena keyakinan mereka inflasi bisa segera turun di Benua Biru itu.

    “Kabar dari industri, seperti FTX Ventures membeli 30% saham di SkyBridge Capital milik Anthony Scaramucci memberi secercah harapan baik di ekosistem kripto yang masih bergairah,” kata Afid.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Peneliti Ini Riset Cari Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia

    Indeks Saham Dorong Market Kripto

    Afid juga menjelaskan indeks saham AS juga menyebabkan market kripto melaju optimis. Terpantau, nilai trio indeks saham Amerika Serikat (AS) berkinerja baik pada sesi perdagangan Jumat (9/9). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 1,2%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq masing-masing 1,5% dan 2,1%.

    “Indeks saham AS perkasa berkat gerak lincah saham teknologi. Performa saham membuat kripto juga bergerak optimis dan seolah-olah mengabaikan rentetan komentar pejabat The Fed yang menekankan pentingnya kenaikan suku bunga acuan,” terangnya.

    Antisipasi Sentimen Market Kripto

    Ada pula sentimen yang bisa berdampak market pada pekan ini, menurut Afid adalah adanya antisipasi perilisan data inflasi AS Agustus pada Selasa (13/9) mendatang. Pasalnya, data itu akan memberikan sinyal terkait kebijakan moneter The Fed ke depan. “Dan biasanya data tersebut buat market gerak naik dan turun lebih cepat.”

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

    Selain itu, penantian pembaruan jaringan Ethereum atau disebut The Merge, yang digadang akan meluncur pada 15 September mendatang. Dalam pembaruan tersebut, Ethereum berencana mengubah algoritma konsensusnya dari Proof-of-Stake menjadi Proof-of-Work dan digadang-gadang bisa menaikan harga ETH dan altcoin lainnya.

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Dari segi analisis teknikalnya, Bitcoin berhasil breakout resistance pada level US$ 20.701. Target naik selanjutnya berada pada level US$ 22.370, jika pergerakan harga BTC berhasil menjaga laju bullish dan didukung aksi beli yang tinggi. Level US$ 20.527 menjadi support terdekat untuk menjaga penurunan apabila harga terkoreksi.

    Sementara, Ethereum (ETH) sebagian besar lebih tinggi untuk memulai pekan, karena token melonjak melewati level resistensinya.

    “Mirip dengan Bitcoin, tampaknya ETH juga melaju bullish terus menargetkan US$ 1.800, namun untuk menangkap titik ini, kekuatan harga perlu mengatasi hambatan yang akan datang, seperti kegagalan The Merge dan dampaknya,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Nilai Bitcoin Setelah Tembus Harga Rp 445 Juta

    Nilai Bitcoin akhirnya menembus level US$ 30.000 atau sekitar Rp 445 juta yang merupakan level psikologi terkuat saat ini. Saat posisi nilai ini terjadi banyak para trader melenyapkan jutaan posisi short. Bagaimana prediksi Bitcoin ke depan?

    Dalam dua hari terakhir, posisi short Bitcoin senilai US$ 107 juta telah dilikuidasi di seluruh bursa kripto utama, menurut situs analitik derivatif kripto, CoinGlass. Sekitar US$ 60 juta dalam posisi short ini telah dilikuidasi pada hari Selasa (11/4)saja.

    Pada hari Selasa, Bitcoin (BTC) naik sebesar 1,95%. Menyusul reli 4,57% pada hari Senin (10/4), BTC mengakhiri hari di US$ 30.190.

    Sentimen Pendorong Bitcoin

    Dua hari ini sedang mengalami masa tenang, tanpa indikator ekonomi AS untuk mempengaruhi sentimen investor. Kurangnya statistik membuat pasar terus bertaruh pada kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin di bulan Mei mendatang.

    Menurut CME FedWatchTool, ada peluang 69,2% dari kenaikan suku bunga 25 basis pada bulan Mei, naik dari 44,8% pada 4 April. Pergeseran sentimen terhadap The Fed membebani Indeks Komposit NASDAQ, yang turun 0,43% pada hari Selasa.

    Faktor penyumbang lain untuk kembali reli di atas US$ 30.000 termasuk diamnya SEC menjelang sidang sub-komite aset digital pada 18 April di Capitol Hill. Selain itu juga ketidaksepakatan antara Ketua SEC, Gary Gensler dan Ketua CFTC, Rostin Behnam tentang klasifikasi kripto sebagai sekuritas dan komoditas harus memberikan perhatian yang lebih besar pada dengar pendapat.

    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Bagaimana Upgrade Ethereum Shanghai Bisa Pengaruhi Harga ETH?

    Hakim yang memimpin kasus terkait kripto telah menyoroti masalah yang dihadapi investor maupun trader. Ketidaksepakatan di antara regulator, komentar Hakim yang menguntungkan, dan dukungan aset kripto yang meningkat di luar perbatasan AS telah meredam efek peraturan SEC dengan penegakan hukum.

    Sentimen Jangka Pendek

    Pasar kripto akan dihadapi oleh hari yang sibuk di kalender ekonomi AS. Laporan CPI AS dan risalah rapat FOMC akan mempengaruhi pergerakan pasar beberapa hari ke depan.

    Setelah Laporan Pekerjaan AS, pasar bertaruh pada kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada bulan Mei. Laporan CPI dan risalah rapat FOMC dapat memperkuat kenaikan suku bunga menjadi 5,25%.

    Sementara Laporan CPI kemungkinan akan menjadi pendorong utama, investor harus memantau berita kripto untuk aktivitas regulasi dan komentar anggota parlemen.

    Pertemuan IMF/World Bank Spring Meetings akan berlangsung pada Rabu (12/4). Kripto cenderung menjadi topik hangat. Bersamaan dengan Pemerintahan AS, IMF telah mengambil sikap anti-kripto, dengan seruan untuk meningkatkan pengawasan regulasi yang mungkin menjadi tema umum.

    Namun, pembaruan dari kasus SEC vs Ripple yang sedang berlangsung dan berita terkait Binance dan Coinbase perlu dipertimbangkan.

    Prediksi Harga Bitcoin

    Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: TradingView.

    Baca juga: 6 Tips Mengatur Uang THR untuk Investasi Aset Kripto Bagi Pemula

    Dikutip FX Empire, Indikator teknis prediksi pergerakan harga Bitcoin bisa dilihat dari analisis teknikalnya. BTC perlu menghindari pivot US$ 30.088 untuk menargetkan Level Resistensi Utama Pertama (R1) di US$ 30.596. Pergerakan melalui tertinggi di US$ 30.494 akan menandakan sesi bullish yang diperpanjang.

    Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji Level Resistensi Utama Kedua (R2) di US$ 31.003. Level Resistensi Utama Ketiga (R3) berada di US$ 31.918.

    Namun bila terjadi penurunan melalui pivot akan memainkan Level Dukungan Utama Pertama (S1) di US$ 29.681. Namun, kecuali aksi jual yang memicu risiko, BTC harus menghindari di bawah US$ 29.500 dan Level Dukungan Utama Kedua (S2) di US$ 29.173. Level Dukungan Utama Ketiga (S3) berada di US$ 28.258.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Tren Harga Bitcoin di Desember Tahun 2020

    Jika Anda tertarik dengan dunia investasi Anda mungkin perlu mempertimbangkan jenis investasi yang satu ini, yaitu Bitcoin. Bitcoin adalah cryptocurrency atau mata uang digital yang kini popularitasnya tengah naik daun. Selain Bitcoin, ada beberapa mata uang digital lainnya seperti Ethereum, Litecoin, Ripple, dan Monero. Menempati urutan teratas, Bitcoin menjadi mata uang digital yang paling digandrungi saat ini karena nilainya yang tinggi. Seperti apakah tren harga Bitcoin dari tahun ke tahun? Sebelum itu, mari kita melihat sejarah singkat perjalanan Bitcoin.

    Pada Januari 2009, seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto pertama kali menciptakan Bitcoin. Menganut sistem peer to peer, Bitcoin disebut sebagai alat transaksi langsung yang tidak membutuhkan perantara layaknya bank konvensional. Namun, Anda tidak perlu ragu dengan keamanan bertransaksi dengan Bitcoin. Bitcoin menggunakan kriptografi sebagai fungsi keamanan dasar, misalnya memastikan bahwa penggunaannya hanya dapat digunakan oleh pemiliknya dan tidak boleh dilakukan lebih dari satu kali. 

    Dewasa ini banyak orang yang memperjualbelikan Bitcoin sebagai salah satu kegiatan berinvestasi dan memperoleh profit yang cukup banyak. Hal ini dikarenakan harga Bitcoin yang melejit hingga ratusan juta rupiah pada tahun 2017 silam. Seperti apa perjalanan Bitcoin dari tahun ke tahun? Mari kita simak ulasannya.

    Tren Harga Bitcoin dari Tahun ke Tahun

    Pada awal kemunculannya di tahun 2010, satu keping Bitcoin atau satu BTC terhadap rupiah dihargai senilai Rp. 451. Tiga tahun kemudian, harganya berubah menjadi Rp. 800 ribu per koin. Dapat disimpulkan bahwa dalam tiga tahun nilai Bitcoin melonjak sebesar 177.383% atau naik 1.773,83 kali dari nilai awalnya. 

    Selang satu tahun kemudian, harga BTC mencapai lebih dari Rp. 266 juta per keping. Artinya, dalam empat tahun Bitcoin kembali naik sebesar 33.250% atau 332,5 kali lipat dari nilainya pada tahun 2013 yaitu Rp. 800 ribu.  

    Di tahun 2017, Bitcoin mencapai puncak tertingginya sebesar $20.000 atau senilai Rp. 285.71 juta rupiah. Harga yang sangat menggiurkan. Tidak hanya itu, Bitcoin pun telah mendorong lebih dari 1.600 mata uang digital lainnya untuk memasuki pasar. 

    Namun, sangat disayangkan pertumbuhan nilai Bitcoin yang terus melejit terhenti sampai di situ dikarenakan China melarang penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran untuk transaksi. Saat itu Bitcoin terhadap rupiah diperjualbelikan seharga kisaran Rp. 58 juta per satu BTC. 

    Tren Harga Bitcoin pada Tahun 2020

    Di tahun 2020, pertumbuhan nilai Bitcoin kembali menggeliat. Di bulan Mei 2020, harga Bitcoin diperjualbelikan senilai $9.040 per satu BTC atau setara dengan Rp. 135,6 juta dan relatif stagnan di kisaran $9000-$9.500. Lalu, pada bulan Juli 2020 nilai Bitcoin mengalami kenaikan di kisaran antara $10.200 dan $11.800 dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 15%. Untuk pertama kalinya harga Bitcoin kembali melewati angka $11.000 sejak 2019. 

    Di bulan November 2020, harga Bitcoin kembali meningkat senilai $15.002 per satu BTC. Nilai tersebut dianggap sebagai nilai tertinggi sejak pencapaian rekor tertingginya di akhir tahun 2017 lalu. Kenaikan harga tersebut dikarenakan pasar mulai menganggap aset investasi lain terlalu tinggi sehingga aset kripto menjadi tujuan utama. 

    Harga Bitcoin Desember 2020

    Di akhir tahun 2020, harga Bitcoin menyentuh $28,990. Hal ini berkaitan dengan adanya rencana halving. Halving adalah proses di mana pendapatan berupa Bitcoin yang didapatkan penambang dari proses mengurai algoritma matematika berkurang setengahnya. Proses ini bertujuan mengurangi pasokan Bitcoin yang masuk ke pasar sehingga bisa mendongkrak harga.

    Prediksi ini sejalan dengan perkiraan Jeth Soetoyo selaku pendiri dan CEO bursa aset kripto Pintu. Ia memprediksi di akhir tahun ini harga Bitcoin berpeluang naik menjadi $15.000 atau setara dengan Rp. 222 juta. Menurutnya hal itu sangat mungkin terjadi bergantung pada permintaan pasar. 

    Setelah menyimak ulasan di atas Anda mungkin berpikir berinvestasi Bitcoin adalah investasi yang menjanjikan. Namun Anda tetap harus berhati-hati dan jangan mudah tergiur. Pastikan Anda memilih bursa yang tepat dan aman untuk bertransaksi. Kunjungi Tokocrypto untuk melihat tren harga Bitcoin dan kemudahan berinvestasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com