Tag: harga bitcoin

  • Inilah Data Harga Bitcoin yang Naik dari Tahun Pertama Pembuatan

    Sejak kemunculannya pada Januari 2009, harga Bitcoin terus mengalami perubahan di tiap tahunnya. Di awal kemunculannya, Bitcoin masihlah belum berharga sama sekali. Namun, seiring berjalannya waktu harga Bitcoin mengalami peningkatan. Nah, seperti apa sih harga Bitcoin dari tahun ke tahun? Yuk, simak ulasannya.

    Investasi Kripto Khususnya Bitcoin yang Makin Diminati Investor

    Akhir tahun 2020 menjadi sejarah penting bagi perjalanan aset kripto di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bagaimana tidak? Nilai mata uang kripto khususnya Bitcoin sempat meroket hingga ke angka $19.891 atau sekitar Rp 281 juta per kepingnya dan menjadikannya sebagai harga tertinggi sepanjang masa.  

    Melompatnya harga Bitcoin yang hampir menyentuh angka tertinggi ini disebabkan karena  tingginya permintaan. Apalagi saat ini, masyarakat sudah paham bahwa Bitcoin menjadi aset investasi pelindung terkhusus di tengah pandemi seperti sekarang ini. Dilihat dari harga Bitcoin pada 2020, ia tetap memiliki performa dengan baik dibandingkan dengan aset investasi lainnya seperti deposito, saham, maupun logam mulia dan hal ini menjadikan Bitcoin sebagai investasi yang makin diminati oleh investor.

    Harga Kenaikan Bitcoin dari Tahun ke Tahun

    Harga Bitcoin yang sudah terlihat baik pada tahun 2020 membuatnya menarik untuk melihat perjalanan harganya dari awal kemunculannya. Inilah perjalanan harga bitcoin dari tahun ke tahun.

    Bitcoin ditemukan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008 yang kemudian dirilis secara umum pada awal tahun 2009. Transaksi pertama yang dilakukan antara Nakamoto dengan pengguna awal Bitcoin terjadi pada bulan Januari 2009. Di tahun 2010 untuk pertama kalinya Bitcoin memiliki harga berdasarkan mata uang USD dan memiliki harga sekitar $0,0008 yang kemudian berubah menjadi $0,08 untuk satu koinnya di Juli 2010.  

    Di awal 2011, Bitcoin memiliki harga $1 untuk satu koinnya yang lalu harga tersebut memiliki perubahan harga yang naik menjadi $10 per koinnya. Sedangkan untuk di tahun 2012 harga Bitcoin masih cenderung tetap dan memiliki angka yang cukup kecil.

    Di tahun 2013 harga Bitcoin benar-benar menunjukkan peningkatannya. Dimulai dengan harga sekitar $13,50 per Bitcoin-nya. Harga rally pada awal April  2013 pun sempat mencapai $220 sebelum akhirnya turun kembali di kisaran harga $70 pada pertengahan April. Di bulan Oktober dan November 2013 harga Bitcoin mulai rally yang dihargai sekitar $100 pada awal Oktober hingga mencapai puncaknya sekitar $195 di akhir bulannya dan harga berubah kembali dari $200 menjadi lebih dari $1.075 di bulan November.    

    Di Januari 2014 harga Bitcoin berada di rentang $750-$1.000, sempat melonjak menjadi $1.000 sebentar lalu turun kembali dan menetap di kisaran $800. Bulan berikutnya harga Bitcoin kembali jatuh ke angka $600-$700 yang kemudian harga Bitcoin stabil berada di rentang $500-$800 hingga sampai musim panas tahun 2015.

    Pada tahun 2015 terdapat lonjakan besar tepatnya di awal November harga Bitcoin berubah dari sekitar $75 pada 23 Oktober menjadi sekitar $460 pada 4 November. Sedangkan selama tahun 2016 Bitcoin terus mengalami peningkatan harga dan mampu menembus harga $1.000 di awal tahun 2017. 

    Tahun 2017 merupakan tahun fenomenal bagi Bitcoin karena merupakan puncak kejayaan bagi Bitcoin itu sendiri. Pada bulan Oktober 2017, harga Bitcoin menembus $5.000 dan terus berlipat hingga pada bulan November menjadi $10.000. Tak hanya sampai situ, pada 17 Desember, harga satu Bitcoin mencapai $19.783.

    Setelah mengalami harga tertingginya di tahun 2017, harga Bitcoin di tahun 2018 mengalami penurunan yang sangat cepat, yakni jatuh di bawah $7.000 pada April 2018 dan di bawah $3.500 pada November 2018. Di tahun ini, harga Bitcoin pun kembali mengalami turun naik, bahkan tidak menyentuh harga dua digit. 

    Di tahun 2019, Bitcoin mengalami kebangkitan baru, baik dari harga dan volume. Ia mampu naik secara tiba-tiba menjadi $10.000 pada bulan Juni. Tetapi, harga Bitcoin menjadi turun kembali menjadi sekitar $7.000 pada akhir tahun.

    Untuk tahun 2020 walaupun sempat mengalami penurunan di bulan Maret ke kisaran $4.000, harga Bitcoin berhasil naik kembali. Dari $6000, $10.000, $12.000, $16.000 hingga di 31 November, Bitcoin berhasil meraih harga $19.891.

    Apakah Anda menjadi tertarik dengan investasi Bitcoin setelah melihat ulasan perjalan harga Bitcoin dari tahun ke tahun ini? Namun pastikan Anda melakukannya di platform exchange terpercaya, yaitu Tokocrypto. Kunjungi www.tokocrypto.com untuk melihat harga Bitcoin dan kemudahan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Beberapa Alasan Penyebab Harga Bitcoin Fluktuatif

    Investasi bitcoin kini kian menjadi primadona. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan. Harga bitcoin sendiri terkenal sangat fluktuatif yang berarti harga bitcoin memiliki pergerakan besar (baik naik maupun turun) dalam rentang waktu beberapa hari, jam, dan bahkan menit. Nah, apa sih yang menjadi penyebab harga bitcoin fluktuatif? Simak penjelasannya, yuk!

    Alasan Bitcoin Salah Satu Aset Investasi yang Menjanjikan

    Walaupun bitcoin memiliki harga yang dapat berubah sewaktu-waktu, hal ini tidak mengurangi minat dari para investor baru. Harganya yang terus meroket membuat banyak orang tertarik untuk melakukan investasi bitcoin. Apalagi saat pandemi, harga Bitcoin di tahun 2020 hingga 2021 memiliki performa yang baik dibandingkan dengan aset investasi lainnya, seperti deposito, saham, ataupun logam mulia.

    Alasan Harga Bitcoin Fluktuatif Namun Tetap Cenderung Naik

    Sejak awal kemunculannya, harga bitcoin terus mengalami perubahan yang fluktuatif. Misalnya, di tahun-tahun awal kehadirannya yakni di 2010, harga bitcoin hanya menyentuh $0,08 untuk satu koinnya.

    Dilansir dari Coinvestasi, pada awal tahun 2011, harga Bitcoin yang awalnya hanya $1 berubah menjadi $10 per koinnya dan untuk tahun 2012 harga Bitcoin masih cenderung tetap. Di tahun 2013, harga Bitcoin benar-benar menunjukan peningkatannya, yakni dimulai dengan harga $13,50 menjadi $220 per Bitcoin-nya, untuk kemudian harganya menjadi turun kembali di kisaran harga $70 di pertengahan April.

    Namun seiring berjalannya waktu, kini harga bitcoin tidak lagi mengalami fluktuasi besar seperti yang terjadi pada waktu-waktu sebelumnya. Dilihat dari akhir tahun 2020, pergerakan harga bitcoin walaupun mengalami perubahan harga yang naik-turun namun tetap cenderung naik. Apalagi saat memasuki awal tahun ini, pada tanggal 17 Februari 2021 harga bitcoin menembus level $49.714 atau setara Rp 700,97 juta per koinnya, lho!

    Mungkin Anda bertanya-tanya, apa sih yang menjadi penyebab harga bitcoin memiliki kecenderungan naik ketika fluktuatif? Inilah faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pergerakan harga bitcoin:

    • Bitcoin merupakan teknologi yang masih baru

    Kehadiran bitcoin masihlah relatif baru karena diciptakan pada tahun 2009. Dalam teknologi baru biasanya akan melalui hype cycle. Awalnya tidak banyak orang yang tahu atau menggunakan teknologinya, kemudian teknologi tersebut  secara perlahan mulai dikenal serta banyak orang yang membicarakannya. Pada keadaan ini, akan banyak opini atau pernyataan yang melebih-lebihkan, sehingga “hype” yang ada akan semakin menggila.

    Kemudian hype tersebut akan mereda. Walaupun yang sebenarnya terjadi di baliknya adalah teknologi tersebut terus berkembang dan secara tak sadar menjadi bagian dari kehidupan kita. Kini bitcoin jelaslah sedang berada pada hype cycle, yaitu melalui harganya.

    Fluktuasi harga bitcoin semakin mempertegas hype cycle ini. Bitcoin merupakan teknologi yang baru dan juga merupakan investasi baru. Dengan melakukan investasi pada bitcoin hal ini berarti merupakan pengakuan positif terhadap potensi teknologinya.

    • Jumlah bitcoin yang terbatas

    Jumlah bitcoin yang ada di dunia hanya sebanyak 21 juta koin. Saat ini jumlah koin yang beredar telah mencapai 18,5 juta koin. Kondisi ini dapat membuat kelangkaan di masa yang akan datang. Inilah yang akan menyebabkan peningkatan harga karena semakin banyak orang yang mencarinya.

    • Harga bitcoin sangat mudah dipengaruhi oleh berita-berita.

    Tak jauh berbeda dengan instrumen investasi lainnya seperti, saham, atau mata uang asing, harga bitcoin turut dipengaruhi oleh berita yang beredar. Adapun bahan berita yang dapat mempengaruhi kenaikan harga bitcoin adalah pembahasan seperti berita regulasi maupun tindakan baru dari bank pemerintah, berita peretasan atau pembobolan, atau rumor yang berisikan informasi yang keliru.

    Nah itulah penjelasan lengkapnya mengenai penyebab harga bitcoin fluktuatif. Jika Anda tertarik untuk melakukan investasi bitcoin, pastikan Anda melakukannya di platform yang terpercaya, yaitu Tokocrypto. Yuk kunjungi www.tokocrypto.com untuk melihat harga bitcoin dan dapatkan kemudahan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Penyebab Harga Bitcoin Melambung Tinggi

    Siapa sih yang nggak terpikat oleh cuan dari bitcoin? Setelah mampu melewati tahun yang bersejarah di 2020, kini bitcoin semakin diminati oleh para investor maupun  trader baru. Hal inilah yang berdampak terhadap melonjaknya harga koin ini. Nah, pada artikel kali ini akan dibahas beberapa penyebab dari naiknya harga bitcoin.

    Apa aja sih? Yuk, simak ulasannya!

    Tren Bitcoin di 2020-2021

    Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat penting bagi perjalanan aset kripto di seluruh dunia. Khususnya bitcoin. Harga bitcoin tetap stabil dan cenderung naik disaat harga aset lainnya mengalami penurunan harga selama pandemi Covid-19 berlangsung. Permintaan bitcoin yang tinggi saat 2020 tentunya membuktikan bahwa orang-orang memahami jika bitcoin ialah aset safe haven bagi mereka.

    Dilansir dari Coinmarketcap, tercatat di tahun 2020  harga bitcoin mampu menyentuh harga tertingginya di level US$ 29.006 atau sekitar Rp 403 juta pada 31 Desember 2020. Padahal di awal tahun 2020 bitcoin hanya dijual pada harga sekitar Rp 99 juta saja.

    Seakan ingin terus melanjutkan kesuksesannya di tahun 2020, bitcoin mengawali tahun 2021 dengan terus menunjukkan tren penguatan. Harga bitcoin tercatat naik 4,73% ke level US$ 38.863 per btc. Nah penguatan ini melanjutkan tren positif bitcoin di sepanjang tahun kemarin yang menguat hingga 275,17%.

    Walaupun di pekan ketiga bulan Januari harga bitcoin mengalami penurunan. Tapi hal ini tidak berlangsung lama. Sepanjang akhir Januari hingga Februari, harga bitcoin terus mengalami tren harga yang naik. Bahkan pada Senin (21/2/21), harga bitcoin menyentuh di level US$ 56.559 atau sekitar Rp 796 juta.

    Penyebab Bitcoin Semakin Melonjak

    Setelah Anda mengetahui tren harga di tahun 2020-2021 yang semakin melonjak, pasti Anda bertanya-tanya. Apa sih yang menyebabkan harga bitcoin semakin melonjak? Nah, inilah beberapa penyebabnya!

    Dilansir dari Kontan, kini secara umum masyarakat telah mempercayai bahwa aset kripto adalah alternatif yang paling bagus untuk store of value. Hal inilah yang membuat beberapa investor maupun investor yang non kripto, kini melirik ke markey kripto ini. Inilah yang merupakan angin segar bagi pertumbuhan aset kripto ke depan.

    Jika dilihat secara khusus, ada beberapa penyebabnya. Mendapatkan bitcoin sangat erat kaitannya dengan istilah “menambang”. Dalam sistem bitcoin, orang memerintahkan komputer mereka untuk memproses transaksi bagi semua orang. Untuk bisa melakukan proses perhitungan yang sangat rumit, komputer diatur sedemikian rupa. Nah dari situ, pemilik komputer mendapatkan imbalan berupa bitcoin.

    Mudahnya, kegiatan ini digambarkan dari proses komputer untuk mendapatkan bitcoin, yang diibaratkan seperti menambang emas.

    Akan tetapi, bitcoin telah mengatur sistemnya sedemikian rupa agar proses perhitungan yang diperlukan untuk mendapatkan bitcoin semakin sulit. Hal ini dilakukan agar tidak terlalu banyak bitcoin yang dihasilkan, dan akhirnya beredar.

    Seperti yang sudah diketahui, jumlah bitcoin yang ada di dunia ialah terbatas, hanya 21 juta keping. Sedangkan yang sudah tersebar di market adalah sekitar 18 juta keping. Sisa koin yang masih tersedia tentunya semakin menipis, dan bisa saja menuju kelangkaan. Padahal permintaan di market besar sedangkan jumlah yang tersedia semakin menipis. Nah hal inilah yang menjadi salah satu penyebab harga bitcoin semakin melonjak.

    Penyebab lain juga datang dari mulai banyaknya institusi besar ataupun korporasi yang mengakumulasi aset kripto, seperti Grayscale, Paypal, dan Square.  Salah satu yang paling menarik perhatian publik ialah pengadopsian bitcoin Tesla yang menggadang-gadangkan jika ia telah memborong bitcoin di bulan Februari 2021 ini.Apakah Anda semakin tertarik untuk berinvestasi setelah membaca ulasan penyebab harga bitcoin yang naik ini? Yuk, lakukan investasi bitcoin yang aman di www.tokocrypto.com!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Terus Jatuh, Metrik Tunjukan Fase Extreme Fear

    Penurunan harga Bitcoin (BTC) dalam beberapa pekan ini, membuat metrik Fear and Greed Index menunjukan posisi fase ketakutan ekstrem atau Extreme Fear. Faktanya, metrik tersebut berada dalam kondisi yang terburuk sejak akhir Januari lalu, ketika harga aset turun menjadi $33.000.

    Berdasarkan pantauan situs CoinMarketCap, nilai Bitcoin terus anjlok hingga hari Selasa (10/5) pukul 08.00 WIB, harga BTC berada di $ 31.027,13, turun 9,15% dalam 24 jam terakhir. Sementara, laporan data dari Coingecko, harga BTC anjlok 13,4 persen dalam dua pekan terakhir.

    Jatuhnya harga BTC yang hebat ini mengakibatkan perubahan dalam sentimen pasar secara keseluruhan, yang ditunjukkan oleh Bitcoin Fear dan Green Index. Dengan memeriksa posting media sosial komunitas, survei, volatilitas, volume perdagangan dan lainnya menentukan perasaan umum terhadap aset kripto terpopuler tersebut.

    Bitcoin Fear dan Green Index
    Bitcoin Fear dan Green Index masuk fase Extreme Fear.

    Baca juga: Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

    Investor Bitcoin Merasa Takut

    Metrik Bitcoin Fear dan Green Index menunjukkan hasil akhir dari 0 (ketakutan ekstrem) hingga 100 (ketamakan ekstrem). Hasilnya Bitcoin telah berada di wilayah ketakutan sejak pertengahan April, tetapi penurunan harga terbaru mendorongnya ke ketakutan yang ekstrem.

    Menurut laporan Crypto Potato, metrik menunjukan posisi BTC yang berada di posisi terendah sejak penurunan akhir Januari lalu. Performa Bitcoin di awal Mei juga tidak begitu bagus.

    Anjloknya harga BTC membuat para investor dan trader mengalami ketakutan hingga melakukan penjualan. Aksi jual ini turut memicu penurunan harga BTC. Tidak berhenti sampai di situ, anjloknya harga Bitcoin turut memicu penurunan harga altcoin.

    Tren Bitcoin Bakal Terus Turun

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat dari analisis teknikal, harga BTC lagi berusaha mempertahankan posisi di supportnya $ 34.000. Sekarang masih berada di bawah level support-nya dan menunggu konfirmasi pada candle daily.

    “Jika harga menutup di bawah garis level support, berarti ini konfirmasi bahwa harga akan terus mengalami penurunan ke level selanjutnya di sekitar $ 30.000. Tapi, mungkin Bitcoin akan bertahan di level support $ 34.000 selama beberapa hari baru akan ada konformasi selanjutnya, yaitu terus mengalami penurunan hingga capai $ 30.000,” kata Afid.

    Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.
    Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.

    Baca juga: Proyeksi Analis: Harga Bitcoin Menguat Pasca $ 25 Ribu, November 2022

    Bulan Mei biasanya merupakan periode musiman yang kuat untuk saham dan kripto. Alasannya secara historis, Bitcoin telah mengalami kenaikan transaksi 17% di bulan Mei dalam 9 tahun terakhir.

    Hal ini dapat memberikan kesempatan bagi investor untuk memasuki pasar setelah tiga bulan melakukan perdagangan sideways. Namun, melihat penurunan yang hebat dan banyaknya sentimen negatif, membuat pergerakan naik akan jauh lebih sulit.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Dekati Level Kunci $92.000: Sinyal Ledakan Altcoin?

    Harga Bitcoin (BTC) saat ini berada di ambang level teknikal penting yang dapat memicu lonjakan besar di pasar altcoin.

    Menurut analis kripto Dan Gambardello, jika BTC berhasil menembus dan menutup di atas $92.000, hal ini bisa menjadi katalis untuk reli besar di sektor altcoin.

    Analisis RSI Mingguan: Indikator Momentum Kuat

    Gambardello menyoroti bahwa BTC sedang menguji garis tren RSI mingguan yang telah terbentuk selama beberapa bulan terakhir. Dalam analisis teknikal, RSI (Relative Strength Index) digunakan untuk mengukur kekuatan dan momentum harga.

    Jika BTC berhasil menembus garis tren ini, sejarah menunjukkan bahwa ini sering kali diikuti oleh kenaikan harga yang signifikan.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Naik ke $84.950 di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

    Selain itu, Gambardello mencatat bahwa penutupan mingguan di atas $92.000 akan menjadi konfirmasi kuat bahwa BTC telah memasuki fase bullish baru.

    Level ini juga bertepatan dengan rata-rata pergerakan 20 minggu, yang dalam siklus pasar sebelumnya telah menjadi indikator penting untuk menentukan arah tren.

    Dampak Potensial terhadap Altcoin

    Sejarah pasar kripto menunjukkan bahwa ketika BTC mengalami kenaikan signifikan, altcoin sering kali mengikuti dengan lonjakan yang lebih besar dalam hal persentase.

    Hal ini disebabkan oleh investor yang mengambil keuntungan dari BTC dan kemudian mengalokasikan dana ke altcoin yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

    Dengan BTC mendekati level kunci, banyak analis percaya bahwa pasar altcoin bisa segera mengalami “ledakan” harga.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 16 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 16 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Kondisi Pasar Saat Ini: Waspada dalam Jangka Pendek

    Meskipun indikator mingguan menunjukkan potensi bullish, Gambardello memperingatkan bahwa dalam jangka pendek, BTC menghadapi beberapa resistensi.

    Saat ini, BTC sedang berjuang untuk menembus garis tren penurunan yang terbentuk sejak puncak harga di bulan Januari.

    Selain itu, BTC juga menghadapi resistensi dari rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari, yang masing-masing berada di sekitar $87.000 dan sedikit di atasnya.

    Ini berarti bahwa meskipun prospek jangka menengah hingga panjang terlihat positif, investor harus tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek dan potensi penolakan harga Bitcoin di level resistensi ini.

    Baca Juga: Grayscale Ungkap 40 Altcoin Pilihan yang Potensial di Q2 2025

    Dengan demikian, Bitcoin berada di titik kritis yang dapat menentukan arah pasar kripto dalam beberapa bulan ke depan.

    Jika BTC berhasil menembus dan menutup di atas $92.000, ini bisa menjadi sinyal kuat untuk dimulainya fase bullish baru, tidak hanya untuk BTC tetapi juga untuk altcoin.

    Namun, hingga konfirmasi tersebut terjadi, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memantau pergerakan pasar dengan cermat.

    Dengan dinamika pasar yang terus berkembang, penting bagi investor untuk tetap terinformasi dan siap mengambil tindakan berdasarkan analisis yang matang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Naik ke $84.950 di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

    Pada pertengahan April 2025, harga Bitcoin mengalami kenaikan yang signifikan, mencapai sekitar $84.950, mencerminkan peningkatan sebesar 1,5% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran konsumen AS terhadap inflasi dan ketidakpastian kebijakan tarif pemerintah.

    Ekspektasi Inflasi Konsumen Meningkat

    Survei bulanan dari Federal Reserve Bank of New York menunjukkan bahwa konsumen AS memperkirakan inflasi akan mencapai 3,6% dalam setahun ke depan.

    Hal ini merupakan tingkat kekhawatiran ekonomi tertinggi sejak April 2020. Sebanyak 44% responden juga percaya bahwa tingkat pengangguran akan lebih tinggi dalam setahun mendatang.

    Kekhawatiran ini lebih menonjol di kalangan rumah tangga dengan pendapatan tahunan di bawah $50.000, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemungkinan kehilangan pekerjaan.

    Dampak Kebijakan Tarif Pemerintah

    Kenaikan harga Bitcoin terjadi setelah Gedung Putih mengindikasikan bahwa chip komputer dan smartphone akan dikecualikan dari tarif “resiprokal”.

    Namun, klarifikasi dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa “TIDAK ADA yang dibebaskan” dan bahwa tarif lain masih diterapkan pada elektronik menyebabkan ketidakpastian di pasar.

    Akibatnya, hal ini mempengaruhi harga Bitcoin, yang sempat melemah pada hari Minggu.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 15 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 15 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus Resistance Penting Menuju $94.000?

    Perhatian Terhadap Kebijakan The Fed

    Pelaku pasar menantikan pernyataan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, pada hari Rabu, untuk mendapatkan petunjuk tentang sikap bank sentral terhadap kemungkinan resesi.

    Carlos Guzman, analis riset di GSR, menyatakan bahwa ketika tarif “Liberation Day” diumumkan, kekhawatiran utama adalah bahwa hal itu akan menyebabkan kontraksi ekonomi besar.

    Investor bahkan memperkirakan hingga empat kali penurunan suku bunga tahun ini.

    Kinerja Pasar Saham dan Aset Kripto Lainnya

    Selain Bitcoin, Ethereum naik 3,4% menjadi $1.650, sementara Solana meningkat 2,4% menjadi $131.

    Saham perusahaan terkait kripto juga mengalami kenaikan; saham Strategy naik 4,3% menjadi $312, dan saham Coinbase naik 1,4% menjadi $178. Indeks saham utama seperti Nasdaq dan S&P 500 juga ditutup di wilayah positif, masing-masing naik hampir satu persen.

    Baca Juga: New York Ingin Pembayaran Pajak Pakai Bitcoin dan Ethereum

    Dengan demikian, kenaikan harga Bitcoin di tengah kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian kebijakan tarif menunjukkan peran aset kripto sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.

    Investor dan pelaku pasar akan terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah dan pernyataan dari Federal Reserve untuk menentukan arah pasar selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Tembus Resistance Penting Menuju $94.000?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali menarik perhatian setelah berhasil menembus rata-rata pergerakan 50 hari (50-day SMA), sebuah indikator teknikal penting yang selama ini menjadi batas resistance kuat.

    Momentum ini menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa para “bull” kembali mendominasi, dengan potensi besar untuk membawa harga Bitcoin ke level yang jauh lebih tinggi, yakni $94.000.

    Arah Tren Mulai Jelas

    Setelah beberapa pekan bergerak sideways dan mengalami tekanan dari berbagai arah, baik makroekonomi maupun sentimen regulasi, Bitcoin akhirnya menunjukkan kekuatan baru.

    Penembusan garis 50-day SMA mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda, dan pembeli mulai mengambil alih kontrol pasar.

    Hal ini diperkuat dengan volume perdagangan yang meningkat, serta indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) yang mendekati zona bullish namun belum menunjukkan overbought, menandakan ruang kenaikan masih terbuka.

    Baca Juga: Tren Bitcoin 14-18 April 2025: Minggu Tenang By Hoteliercrypto

    Faktor-Faktor Pendukung Kenaikan Harga

    Menurut laporan The Coin Republic pada Senin (14/4), beberapa faktor turut mendorong optimisme pasar terhadap reli harga Bitcoin saat ini:

    1. Minat Institusional yang Kembali Menguat
      Banyak institusi keuangan besar mulai meningkatkan eksposur mereka terhadap aset digital, khususnya Bitcoin. ETF Bitcoin spot yang semakin populer juga membantu mengalirkan modal baru ke pasar.
    2. Lingkungan Makro yang Lebih Stabil
      Meskipun inflasi global belum sepenuhnya jinak, stabilitas suku bunga dan kebijakan moneter yang tidak seketat tahun lalu menciptakan ruang bagi aset berisiko seperti kripto untuk kembali diminati.
    3. Arah Regulasi yang Lebih Jelas
      Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, mulai menunjukkan sinyal regulasi yang lebih kondusif terhadap aset digital. Ini memberikan kepercayaan lebih bagi investor ritel maupun institusi.

    Target Harga $94.000: Apakah Realistis?

    Target harga Bitcoin menuju $94.000 didasarkan pada analisis teknikal jangka menengah hingga panjang.

    Jika momentum bullish ini berlanjut, maka level resistance utama berikutnya berada di sekitar $75.000, sebelum akhirnya menguji ATH baru di kisaran $94.000.

    Model prediktif seperti Fibonacci extension dan channel uptrend menunjukkan bahwa skenario tersebut bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, meski tetap harus disertai volume dan sentimen positif yang konsisten.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 14 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 14 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, pasar kripto terkenal dengan volatilitas tinggi. Oleh karena itu, koreksi teknikal dalam jangka pendek tetap mungkin terjadi. Koreksi tersebut justru bisa menjadi peluang bagi investor untuk masuk kembali sebelum reli lanjutan.

    Sentimen Pasar Saat Ini

    Data dari beberapa platform analitik menunjukkan bahwa sentimen pasar mulai bergeser ke zona optimistis. Indeks Fear and Greed menunjukkan level “Greed”, meskipun belum ekstrem.

    Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap reli saat ini cukup solid, namun belum memasuki fase euforia.

    Di sisi lain, analis memperingatkan agar investor tetap waspada terhadap potensi retracement atau fake breakout. Manajemen risiko tetap menjadi kunci utama di pasar seperti ini.

    Baca Juga: Anggota Parlemen Swedia Ajukan Bitcoin Jadi Cadangan Devisa Nasional

    Maka dari itu, penembusan Bitcoin terhadap garis SMA 50 hari menandai perubahan penting dalam arah tren harga.

    Dengan dukungan sentimen positif, faktor fundamental yang menguat, serta potensi teknikal menuju $94.000, BTC tampaknya sedang dalam jalur bullish yang kuat.

    Namun demikian, pasar kripto tetap membutuhkan pendekatan rasional dan disiplin.

    Meskipun prospek jangka menengah terlihat menjanjikan, volatilitas tetap menjadi tantangan utama bagi semua pelaku pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Turun 26,62%, Terburuk Dalam Siklus Bull Market

    Kabar kurang menyenangkan datang dari Bitcoin yang tengah menghadapi penurunan terbesar dalam siklus Bull Market saat ini.

    Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan sebesar 26,62% dari puncaknya di $109.500, yang sekaligus menandai koreksi terdalam dalam siklus bull market.

    Meskipun signifikan, penurunan ini masih lebih rendah dibandingkan dengan koreksi pada siklus sebelumnya, seperti penurunan 83% pada 2018 dan 73% pada 2022.

    Analisis Korelasi dengan Nasdaq 100

    Menurut analisis dari ‘ecoinometrics’, terdapat korelasi antara kinerja Bitcoin dan Nasdaq 100.

    Ketika Nasdaq 100 berada di bawah rata-rata return tahunannya, pertumbuhan Bitcoin cenderung melambat dan berisiko mengalami koreksi lebih dalam.

    Saat ini, Nasdaq 100 sedang menunjukkan performa datar secara year-on-year, yang berpotensi menghambat pemulihan harga Bitcoin.

    Strategi Investasi Korporasi dan Dampaknya

    Perusahaan seperti Strategy, yang dikenal karena investasi besar mereka dalam Bitcoin, menghadapi tantangan akibat penurunan harga ini.

    Antara 31 Maret dan 6 April, Strategy tidak menambah kepemilikan BTC mereka. Data dari Strategytracker menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah menginvestasikan $35,65 miliar dalam Bitcoin, dengan return sekitar 17% selama lima tahun terakhir.

    Level Support dan Indikator Teknis

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Secara teknis, Bitcoin menguji rata-rata pergerakan eksponensial 50-minggu (50-W EMA) untuk pertama kalinya sejak September 2024.

    Penutupan mingguan di bawah indikator ini sebelumnya menandai awal dari pasar bearish. Level support penting saat ini berada di $74.000, dengan zona permintaan antara $65.000 dan $69.000, yang juga bertepatan dengan puncak harga pada 2021.

    Indeks Kekuatan Relatif (RSI) dan Prediksi Analis

    Di sisi lain, RSI mingguan Bitcoin mencapai nilai terendah 43 sejak Januari 2023. Dalam beberapa kasus sebelumnya, RSI pada level ini memicu pemulihan harga. Namun, pada 2022, ketika RSI turun di bawah 40, pasar bearish mendominasi.

    Analis anonim, Rekt Capital, memperkirakan bahwa harga Bitcoin mungkin mencapai titik terendah antara harga saat ini hingga sekitar $70.000 berdasarkan tren RSI harian.

    Dengan demikian, penurunan harga Bitcoin saat ini mencerminkan tantangan dalam siklus bull market, dengan faktor eksternal seperti kinerja Nasdaq 100 dan strategi investasi korporasi memainkan peran penting.

    Menghadapi situasi ini, investor disarankan untuk memantau indikator teknis dan level support utama guna membuat keputusan investasi yang tepat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Terjun Bebas di Bawah $77.000 Efek Tarif 104% ke China

    Pada 8 April 2025, harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan, diperdagangkan di bawah $77.000.

    Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan tarif sebesar 104% pada impor dari China, yang meningkatkan ketegangan perdagangan global.

    Pengumuman tarif tersebut memicu volatilitas di berbagai aset berisiko. Indeks S&P 500 dan Nasdaq awalnya mencatat kenaikan intraday sekitar 4%, namun kemudian kehilangan sebagian besar keuntungan tersebut.

    Menurut laporan Cryptobriefing pada Rabu (9/4), Bitcoin mengikuti pola serupa. Meski sempat melonjak di atas $80.000, namun pada akhirnya turun di bawah level $77.000.

    Sebelum penerapan tarif, Presiden Trump mengadakan pembicaraan dengan sekutu seperti Korea Selatan dan Jepang, yang sempat memicu optimisme pasar.

    Gedung Putih melaporkan bahwa hampir 70 negara telah menghubungi AS untuk mencari kesepakatan perdagangan. Namun, Trump menegaskan bahwa tarif 104% pada impor China akan tetap diberlakukan mulai 9 April.

    China menanggapi dengan keras, berjanji untuk “berjuang hingga akhir” dan menolak apa yang mereka sebut sebagai “pemerasan AS,” menunjukkan kecilnya kemungkinan kompromi.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dampak Kebijakan Trump

    Dalam skala yang lebih luas, dampak ekonomi dari eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi.

    Goldman Sachs meningkatkan probabilitas resesi AS menjadi 45%, mengutip kondisi keuangan yang semakin ketat dan ketidakpastian perdagangan yang meningkat.

    Sementara itu, JPMorgan memperkirakan Federal Reserve akan memulai serangkaian pemotongan suku bunga mulai Juni 2025, dengan satu pemotongan pada setiap pertemuan dan tambahan pemotongan pada Januari, membawa batas atas suku bunga kebijakan menjadi lebih rendah.

    Penurunan Bitcoin ini juga mempengaruhi saham terkait kripto. MicroStrategy, yang dikenal karena kepemilikan Bitcoinnya yang signifikan, mengalami penurunan saham hampir 5%.

    Saham Coinbase Global, bursa kripto utama, turun sekitar 2%, sementara Mara Holdings, perusahaan penambangan Bitcoin, merosot lebih dari 4%.

    Selain itu, pasar saham AS mengalami penurunan tajam karena ketidakpastian seputar langkah tarif Presiden Trump.

    Indeks S&P 500 turun 1,6%, Dow Jones kehilangan 320 poin, dan Nasdaq jatuh 2,1%. Kanada memberlakukan tarif balasan 25% pada impor mobil AS, sementara negara lain seperti China, Thailand, Sri Lanka, dan Indonesia memulai pembicaraan perdagangan atau mengajukan keluhan.

    Harga minyak global juga anjlok, dengan Brent crude turun 2,29% menjadi $62,74 dan minyak mentah AS jatuh ke $59,58 per barel.

    Saham energi seperti Occidental Petroleum dan ExxonMobil mengalami penurunan signifikan. Sementara itu, emas mengalami rebound setelah penurunan sebelumnya.

    Klaim Sepihak

    Di tengah gejolak ini, Presiden Trump mengklaim bahwa tarif tersebut memperkaya AS sebesar $2 miliar per hari.

    Namun, para pemimpin politik, termasuk perdana menteri Inggris dan Italia, mendesak negosiasi daripada memikirkan pembalasan untuk Trump.

    Sentimen publik AS cenderung negatif terhadap tarif China, dan imbal hasil Treasury meningkat, mencerminkan kegelisahan pasar.

    Potensi Pemulihan

    Sementara itu, beberapa analis melihat potensi pemulihan di pasar kripto. Meskipun Bitcoin mengalami penurunan, kinerjanya masih lebih baik dibandingkan indeks saham utama seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite, yang masing-masing turun sekitar 11% sejak 2 April, sementara Bitcoin hanya turun 7% dari puncaknya sebelum pengumuman tarif.

    Analis menyarankan bahwa Bitcoin semakin dipandang sebagai aset signifikan yang responsif terhadap peristiwa ekonomi seperti halnya pasar tradisional.

    Secara keseluruhan, pengumuman tarif baru oleh pemerintahan Trump telah memicu ketidakpastian signifikan di pasar keuangan global, mempengaruhi berbagai kelas aset termasuk saham, komoditas, dan mata uang kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Efek Trump: Harga Bitcoin Stabil di Dekat $85.000 atau Rp 1,4 Miliar

    Harga Bitcoin kembali menunjukkan pergerakan positif yang menarik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan pernyataan terbaru.

    Laporan terbaru dari Cointelegraph pada Jumat (21/3), menyebutkan bahwa mata uang kripto ini sempat mencapai level tertinggi intraday di $87.453 (Rp 1,4 miliar) sebelum turun kembali ke $83,655 (Rp 1,3 miliar).

    Efek Pernyataan Trump

    Sebelum pernyataan Trump dalam acara Digital Asset Summit di New York, beredar spekulasi bahwa ia akan mengumumkan pajak nol untuk beberapa aset kripto atau kebijakan strategis terkait cadangan Bitcoin AS.

    Namun, ekspektasi ini tidak terpenuhi. Trump hanya menegaskan kembali janjinya untuk tidak menjual Bitcoin yang telah disita oleh pemerintah dan mendorong Kongres untuk segera mengesahkan regulasi stablecoin.

    Pernyataan paling optimis dari Trump adalah keinginannya untuk menjadikan AS sebagai pemimpin global dalam dunia kripto.

    Merespons Spekulasi Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Seperti yang sering terjadi di pasar kripto, banyak investor membeli Bitcoin berdasarkan spekulasi sebelum pernyataan Trump.

    Namun, ketika pengumuman tersebut tidak sesuai dengan harapan, harga Bitcoin mengalami koreksi yang cukup cepat.

    Menurut analis pasar Aksel Kibar, terdapat kemungkinan Bitcoin mengalami koreksi lebih lanjut ke level $73,700 (Rp 1,2 miliar) sebelum menentukan tren jangka panjang berikutnya.

    Dukungan dari The Fed

    Selain faktor Trump, penguatan Bitcoin juga dipengaruhi oleh pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell.

    Dalam risalah pertemuan FOMC, Powell mengisyaratkan perlambatan kebijakan pengetatan kuantitatif dan kemungkinan adanya dua kali pemotongan suku bunga pada 2025.

    Imbasnya, hal ini memberikan optimisme yang cukup besar di kalangan para investor Bitcoin.

    Prediksi Pasar dan Strategi Investor

    Arthur Hayes, salah satu pendiri BitMEX, menyebut bahwa kebijakan Federal Reserve kemungkinan besar akan mendukung pergerakan harga Bitcoin.

    Namun, ia memperingatkan bahwa volatilitas masih bisa terjadi dan menyarankan investor untuk tetap waspada serta memiliki dana cadangan.

    Kembalinya premi Coinbase pada Bitcoin juga menjadi sinyal bahwa permintaan di pasar spot kembali meningkat.

    Hal ini bisa menjadi indikator positif bagi pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat.

    Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi harga Bitcoin saat ini, investor disarankan untuk tetap fleksibel dan mengikuti perkembangan kebijakan ekonomi global yang dapat mempengaruhi pasar kripto secara signifikan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com