Tag: harga bitcoin

  • Harga Bitcoin Melonjak ke $82K di Tengah Ketidakpastian ETF SEC

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat ke angka $82.000 meskipun sebelumnya sempat jatuh di bawah $78.000.

    Berdasarkan laporan Coinpedia pada Kamis (13/3), lonjakan ini juga mendorong reli kecil di pasar kripto, dengan Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), XRP, dan Cardano (ADA) mengalami kenaikan hingga 3%.

    Meskipun demikian, volatilitas pasar tetap tinggi, terutama karena keputusan penundaan ETF oleh SEC.

    SEC Menunda Keputusan ETF untuk XRP, Dogecoin, dan Litecoin

    Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) kembali menunda keputusan terkait ETF untuk XRP, Dogecoin (DOGE), dan Litecoin (LTC).

    Penundaan ini menciptakan ketidakpastian di kalangan investor, mengingat sebelumnya Bloomberg memperkirakan peluang persetujuan tinggi bagi Litecoin (90%), Dogecoin (75%), dan XRP (65%).

    Namun, dengan ketidakpastian yang masih berlangsung, para pemain kripto masih tetap harus waspada.

    Investor Waspadai Potensi Penurunan ke $74K

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 13 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 13 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Beberapa analis memperkirakan kemungkinan Bitcoin turun ke kisaran $70.000–$74.000 sebelum mengalami rebound yang kuat.

    Keterlibatan lembaga keuangan tradisional yang semakin besar dalam pasar kripto juga menyebabkan harga Bitcoin lebih terikat pada tren pasar saham.

    Meskipun demikian, sejarah menunjukkan bahwa penurunan sebelumnya sering kali menarik minat beli, yang pada akhirnya memicu pemulihan harga.

    Senator Lummis Kembali Ajukan RUU Bitcoin

    Senator Cynthia Lummis kembali memperkenalkan RUU Bitcoin yang mengusulkan agar pemerintah AS membeli 1 juta BTC dalam lima tahun sebagai cadangan strategis.

    Lummis menegaskan bahwa Bitcoin bukan hanya inovasi teknologi, tetapi juga elemen penting dalam mempertahankan kepemimpinan finansial Amerika.

    Berdasarkan RUU ini, dana sebesar $6 miliar dari remiten bank cadangan akan digunakan untuk membeli Bitcoin mulai 2025 hingga 2029.

    Langkah ini memicu optimisme pasar, dengan altcoin seperti XRP, Solana (SOL), dan ADA mengalami kenaikan yang lebih kuat dari perkiraan.

    Prediksi Harga Bitcoin

    Pergerakan harga Bitcoin saat ini mencerminkan ketidakseimbangan antara faktor bullish seperti inisiatif regulasi dan ketidakpastian pasar.

    Di saat para investor menyambut baik gagasan cadangan kripto AS, faktor makroekonomi tetap memainkan peran dalam membentuk sentimen pasar.

    Hingga artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di angka $82.299, naik lebih dari 1% dalam sehari, meskipun masih 24% di bawah harga tertinggi sepanjang masa.

    Bitcoin kembali mencatat kenaikan signifikan setelah sempat turun di bawah $78.000. Namun, penundaan keputusan ETF oleh SEC menimbulkan kekhawatiran di pasar.

    Prediksi harga Bitcoin masih beragam, dengan beberapa analis melihat potensi penurunan ke $74.000 sebelum reli kembali.

    Sementara itu, proposal Senator Lummis untuk cadangan Bitcoin AS meningkatkan optimisme terhadap adopsi institusional. Investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas yang masih tinggi di pasar kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Siap Melonjak Berkat Ledakan Likuiditas Global

    CEO Real Vision sekaligus mantan eksekutif Goldman Sachs, Raoul Pal, memperkirakan bahwa peningkatan likuiditas global akan mendorong harga Bitcoin (BTC) dan aset digital lainnya menuju kenaikan signifikan.

    Dalam sebuah wawancara dengan Dailyhodl, Pal mengatakan bahwa hubungan historis antara Bitcoin dan pasokan uang global (M2) menunjukkan bahwa BTC sedang bersiap untuk breakout besar.

    Koreksi Bitcoin Hanya Sementara

    Pal menyatakan bahwa saat ini harga Bitcoin masih merasakan dampak dari penguatan dolar AS dan kenaikan suku bunga pada kuartal keempat 2024.

    Namun, ia meyakini bahwa fase ini hampir berakhir seiring dengan pelonggaran kondisi keuangan dan kenaikan kembali M2 ke level tertinggi baru.

    Menurutnya, ini hanyalah koreksi reguler yang sering terjadi dalam siklus pasar.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 12 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 12 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Pola Pergerakan Serupa dengan 2017

    Lebih lanjut, Pal membandingkan kondisi saat ini dengan tahun 2017, ketika Bitcoin mengalami koreksi tajam sebelum melesat tinggi.

    Saat itu, kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebabkan penguatan dolar dan kenaikan suku bunga, yang kemudian berbalik arah dan mendorong pasar kripto naik pesat.

    Analisis Logarithmic Regression Channel

    Pal juga menyoroti bahwa Bitcoin terus bergerak dalam saluran regresi logaritmik, alat analisis teknikal yang digunakan untuk memperkirakan tren jangka panjang.

    Ia percaya bahwa meskipun posisi BTC bisa tetap di zona utama (garis merah), ada kemungkinan besar bahwa harga bisa melonjak lebih tinggi dari standar deviasi sebelumnya seiring berkembangnya siklus pasar.

    Bitcoin Mencapai Level $80.703

    Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin diperdagangkan di angka $80.703 (Rp 1,3 miliar), mengalami kenaikan 1,4% dalam 24 jam terakhir.

    Dengan likuiditas global yang terus meningkat, banyak analis optimis bahwa BTC dan aset kripto lainnya akan memasuki fase bullish yang kuat dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Terancam Anjlok ke $63.000? Ini Alasannya

    Mengacu laporan terbaru Newsbtcn pada Minggu (9/3), harga Bitcoin yang sempat turun di bawah $90.000 (Rp 1,4 miliar) mengejutkan komunitas kripto, terutama di tengah ekspektasi reli pasar bullish yang berkelanjutan.

    Namun, menurut analis kripto dari TradingView, Alixjey, Bitcoin bisa jatuh lebih dalam hingga ke level $63,000 (Rp 1 miliar), jika gagal menembus level resistensi tertentu.

    Resistensi Kunci di $99.500

    Alixjey menekankan bahwa Bitcoin harus menembus level $99.500 (Rp 1,6 miliar) agar tetap bergerak naik.

    Jika gagal, maka harga Bitcoin kemungkinan besar akan mengalami penurunan tajam hingga menyentuh kisaran $60.000 (Rp 977 juta) hingga $65.000 (Rp 1,1 miliar).

    Tentunya, hal ini akan menjadi pukulan berat bagi investor, terutama setelah sebelumnya Bitcoin mencapai puncaknya di $104.000 (Rp 1,7 miliar) pada tahun 2024.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Kesempatan Pembelian bagi Investor Jangka Panjang

    Meskipun potensi penurunan ini mengkhawatirkan, Alixjey melihatnya sebagai peluang bagi investor jangka panjang untuk mengakumulasi Bitcoin pada harga rendah.

    Ia menyebut bahwa kisaran $60.000 (Rp 977 juta) hingga $65.000 (Rp 1,1 miliar) bisa menjadi titik ideal untuk kembali masuk ke pasar sebelum potensi rebound pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2025.

    Faktor Eksternal yang Memicu Volatilitas

    Selain faktor teknikal, data Non-Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis dalam waktu dekat juga bisa memperburuk volatilitas Bitcoin.

    Alixjey memperingatkan bahwa laporan ekonomi utama seperti ini sering kali memicu pergerakan besar di pasar kripto dan saham, sehingga investor perlu berhati-hati.

    Skenario Terburuk: Bitcoin Bisa Jatuh ke $40.000?

    Analis lain, Herbert Sim, yang menjabat sebagai CMO AICean, memperkirakan bahwa Bitcoin bisa jatuh lebih dalam hingga ke $40.000 (Rp 651 juta) dalam waktu beberapa minggu atau bulan ke depan.

    Namun, ia meyakini bahwa penurunan ini akan bersifat sementara dan Bitcoin memiliki potensi untuk kembali menguat dalam jangka panjang.

    Dengan resistensi kuat di $99.500, harga Bitcoin berada di persimpangan penting. Jika tidak mampu menembus level ini, Bitcoin berisiko turun hingga $63.000 atau bahkan $40.000.

    Namun, bagi investor jangka panjang, momen ini bisa menjadi kesempatan emas untuk masuk sebelum harga kembali naik.

    Sebagai langkah bijak, para trader disarankan untuk selalu memantau kondisi pasar dan faktor eksternal yang mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Bullish: $900 Juta BTC Keluar dari Bursa, Sinyal Positif?

    Bitcoin kembali menunjukkan tren bullish setelah data on-chain mengungkap bahwa sekitar $900 juta (Rp 14,6 triliun) BTC telah keluar dari bursa dalam tujuh hari terakhir.

    Berdasarkan laporan dari Newsbtc pada Sabtu (8/3), indikator Exchange Netflow mencatat aliran keluar Bitcoin lebih besar dibandingkan aliran masuknya.

    Exchange Netflow Bitcoin Berada di Zona Negatif

    Exchange Netflow adalah metrik yang mengukur jumlah bersih BTC yang masuk atau keluar dari dompet yang terkait dengan bursa terpusat.

    Jika angkanya positif, berarti lebih banyak Bitcoin yang masuk ke bursa, yang sering kali dikaitkan dengan potensi penjualan dan tekanan bearish.

    Sebaliknya, jika negatif, berarti lebih banyak BTC yang ditarik dari bursa ke dompet pribadi, yang biasanya menunjukkan kepercayaan investor dalam jangka panjang.

    Investor Tetap Optimis Meski Pasar Volatil

    Dalam seminggu terakhir, metrik ini menunjukkan angka negatif meskipun pasar mengalami volatilitas di kedua arah.

    Hal ini mengindikasikan bahwa investor tetap percaya pada potensi kenaikan harga Bitcoin. IntoTheBlock mencatat bahwa meskipun ada ketakutan di pasar, trader tetap menarik BTC dari bursa sebagai tanda keyakinan mereka terhadap aset ini.

    Peran Stablecoin dalam Tren Bitcoin Selain Bitcoin, stablecoin juga berperan dalam pergerakan pasar kripto.

    Biasanya, aliran masuk stablecoin ke bursa menunjukkan bahwa investor bersiap untuk membeli aset volatil seperti Bitcoin.

    Menurut data dari CryptoQuant, cadangan stablecoin di Binance baru saja mencapai titik tertinggi sepanjang masa (ATH), yang dapat menjadi sinyal kuat bahwa pasar akan mengalami lonjakan permintaan terhadap BTC dalam waktu dekat.

    Harga Bitcoin Saat Ini

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 8 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meskipun tren Bitcoin bullish terlihat dari aliran keluar transaksi dan meningkatnya cadangan stablecoin, namun harga BTC masih mengalami tekanan dan belum bisa mempertahankan pemulihannya.

    Saat ini, Bitcoin kembali turun ke level $88.600 (Rp 1,4 miliar), menunjukkan bahwa volatilitas masih menjadi tantangan utama dalam pergerakan harga.

    Tren terbaru menunjukkan bahwa aliran keluar Bitcoin dari bursa bisa menjadi sinyal positif bagi harga BTC dalam jangka panjang.

    Dengan meningkatnya cadangan stablecoin di Binance, ada potensi pembelian besar dalam waktu dekat yang bisa mendorong harga lebih tinggi.

    Namun, volatilitas tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan oleh investor sebelum mengambil keputusan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin $88.204 Terancam Jebol, Atau Justru Menuju $98.000?

    Harga Bitcoin saat ini berada dalam kisaran $88.204 (Rp 1,44 miliar) hingga $89.251 (Rp 1,45 miliar) per 6 Maret 2025.

    Dengan volatilitas tinggi, Bitcoin mengalami pergerakan tajam di tengah tarik-menarik antara bullish dan bearish.

    Kapitalisasi pasar mencapai $1,74 triliun. Sementara volume perdagangan harian melonjak menjadi $46,19 miliar.

    Level Dukungan dan Resistensi Penting

    Menurut laporan Bitcoin News pada Jumat (7/3), Bitcoin sedang menguji level dukungan kuat di kisaran $88.000–$89.000 (Rp 1,43 miliar – Rp 1,45 miliar).

    Jika gagal bertahan, harga bisa turun lebih dalam ke $87.000 (Rp 1,42 miliar) atau bahkan $78.000–$82.000 (Rp 1,2 miliar – Rp 1,3 miliar).

    Namun sebaliknya, resistensi kuat berada di $92.000–$95.000, yang menjadi batas kritis untuk potensi breakout ke $98.000 (Rp 1,6 miliar).

    Indikator Teknis Menunjukkan Sinyal Campuran

    Sementara itu, analisis grafik harian menunjukkan pergerakan Bitcoin tengah memasuki fase koreksi setelah puncaknya di angka $106.447.

    Osilator seperti RSI di 43 dan CCI di -32 menunjukkan tren netral, sementara MACD di -2.619 memberikan sinyal bearish. Namun, momentum di -3.686 mengisyaratkan potensi bullish jika Bitcoin berhasil bertahan di atas $88.000 (Rp 1,43 miliar).

    Prediksi Jangka Pendek dan Panjang

    Dalam jangka pendek, tekanan jual masih tergolong tinggi, dengan EMA (10) di $89.039 dan EMA (20) di $91.035 mengindikasikan tren bearish.

    Namun, dalam jangka panjang, SMA (200) di $82.891 menunjukkan bahwa investor dapat melihat penurunan sebagai peluang akumulasi.

    Pengaruh KTT Kripto di Gedung Putih

    Para pedagang dan investor kini menunggu dan mencermati hasil KTT Kripto di Gedung Putih, yang dapat menjadi katalis besar bagi pergerakan Bitcoin di masa depan.

    Jika ada keputusan regulasi positif, harga bisa menembus resistensi $92.000 dan menuju $95.000–$98.000. Namun, ketidakpastian dapat memicu aksi jual serta mendorong harga kembali ke $87.000 atau lebih rendah.

    Pantau Tren Volume dan Resistensi

    Di sisi lain, Bitcoin menghadapi tantangan besar di level $92.000–$92.500. Jika berhasil menembusnya, reli ke $95.000–$98.000 menjadi mungkin.

    Namun, jika gagal, tekanan jual bisa membawa harga kembali ke $87.000–$88.000. Trader harus memantau tren volume dan indikator teknis sebelum mengambil keputusan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kebijakan Baru Trump Dongkrak Harga Bitcoin Hingga Rp 1,5 Miliar

    Harga Bitcoin melonjak hampir 10% ke level tertinggi $95,152 (Rp 1,5 miliar) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembentukan Strategic Crypto Reserve jelang digelarnya White House Crypto Summit.

    Cryptonews melaporkan pada Selasa (4//3) bahwa kebijakan ini awalnya mencakup XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA), tetapi kemudian diperluas untuk memasukkan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

    Keputusan ini meningkatkan kepercayaan pasar terhadap aset digital. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $92.000 setelah mengalami koreksi.

    Faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga BTC meliputi regulasi yang semakin ramah dan meningkatnya minat institusional terhadap aset kripto.

    Dampak Regulasi terhadap Bitcoin

    Pemerintahan Trump telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk mendukung industri kripto, termasuk menghentikan gugatan terhadap perusahaan besar seperti Coinbase dan menghentikan investigasi terhadap berbagai perusahaan blockchain.

    Selain itu, Gedung Putih berencana menggelar Crypto Summit pertamanya, yang memperkuat komitmen pemerintah terhadap aset digital.

    Reaksi pasar terhadap kebijakan ini cukup positif, dengan Bitcoin naik 10% dalam 24 jam terakhir dan beberapa altcoin mengalami lonjakan hingga 60%.

    Dengan Amerika Serikat berambisi menjadi pemimpin global dalam industri kripto, adopsi mainstream terhadap aset digital diprediksi akan semakin meningkat.

    Metaplanet: Langkah Berani Perusahaan Jepang dalam Bitcoin

    Di luar kebijakan pemerintah, adopsi institusional juga menjadi pendorong utama kenaikan Bitcoin.

    Perusahaan investasi Jepang, Metaplanet, baru saja membeli 156 BTC senilai $13,4 juta, meningkatkan total kepemilikan mereka menjadi 2.391 BTC atau setara dengan ¥29,8 miliar.

    Strategi Metaplanet yang dikenal sebagai “21 Million Plan” bertujuan untuk memperluas cadangan Bitcoin mereka melalui penerbitan saham dan obligasi.

    Dengan pendekatan ini, Metaplanet mengikuti jejak MicroStrategy dalam menjadikan Bitcoin sebagai aset utama perbendaharaan perusahaan.

    Prediksi Harga Bitcoin: Bullish atau Tertahan di Resistensi?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 3 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Secara teknikal, Bitcoin masih berada dalam tren bullish, tetapi menghadapi resistensi kuat di level $95.100.

    Saat ini, BTC diperdagangkan di sekitar $92.260, dengan titik tertinggi harian di $93.315. Jika Bitcoin mampu menembus $95.100, maka target selanjutnya berada di kisaran $99.500 hingga $102.600.

    Namun, jika BTC turun di bawah $91.160, koreksi lebih lanjut bisa terjadi ke level $87.300 atau bahkan $83.200.

    Dengan indikator teknikal seperti EMA 50 hari di $88.920 yang masih bertahan sebagai support kuat, investor akan terus memantau pergerakan harga dengan cermat.

    BTC Bull: Token Inovatif dengan Imbalan Bitcoin

    Di sisi lain, BTC Bull ($BTCBULL) menarik perhatian komunitas kripto sebagai token berbasis komunitas yang memberikan imbalan dalam bentuk Bitcoin.

    Dengan sistem airdrop otomatis saat BTC mencapai harga tertentu, token ini menawarkan insentif jangka panjang bagi para investor.

    Selain itu, BTC Bull memiliki fitur staking dengan imbal hasil tinggi hingga 154% APY, menarik minat besar dari komunitas.

    Saat ini, harga presale BTC Bull adalah $0.00239 per token, dengan dana yang telah terkumpul mencapai $3.07 juta dari target $3.66 juta.

    Kebijakan pro-kripto dari pemerintahan Donald Trump telah membawa angin segar bagi Bitcoin dan pasar aset digital secara keseluruhan.

    Dengan dukungan institusional seperti Metaplanet dan inovasi seperti BTC Bull, momentum bullish Bitcoin dapat terus berlanjut.

    Namun, investor tetap harus memperhatikan level resistensi kunci sebelum BTC mampu mencapai level harga yang lebih tinggi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jangan Ketinggalan, Saat Bitcoin Terkoreksi Jadi Peluang Emas!

    Bitcoin baru-baru ini mengalami koreksi harga setelah sempat mendekati angka psikologis $100K, turun hingga $80K dalam sepekan terakhir, berdasarkan laporan terbaru dari Newsbtc.

    Kondisi ini memicu kepanikan di kalangan investor, tetapi bagi para penggemar kripto, koreksi ini justru menjadi peluang emas untuk membeli Bitcoin dengan harga lebih murah.

    Penyebab Turunnya Harga Bitcoin

    Penurunan harga Bitcoin tidak terjadi secara terisolasi, melainkan bersamaan dengan jatuhnya indeks saham utama di Amerika Serikat.

    Salah satu faktor utama yang mempengaruhi sentimen pasar adalah kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump, terhadap Kanada dan Meksiko.

    Tarif ini memicu ketidakpastian pasar, memperkuat nilai dolar AS, dan akhirnya memberikan tekanan pada harga Bitcoin. Menurut analisis dari Matrixport, penguatan dolar AS menurunkan likuiditas yang tersedia untuk aset kripto, termasuk Bitcoin.

    Hal ini menyebabkan tekanan jual yang lebih besar, mendorong harga BTC ke bawah setelah bertahan dalam kisaran dua bulan sebelumnya.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 2 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Saatnya Membeli di Harga Rendah

    Di tengah tren penurunan ini, investor melihat peluang untuk membeli Bitcoin dengan harga diskon.

    Menurut Santiment, jumlah percakapan mengenai “buy the dip” berada pada titik tertinggi sejak Juli 2024, yang sebelumnya diikuti oleh lonjakan harga Bitcoin ke level tertinggi baru.

    Tokoh-tokoh ternama seperti Michael Saylor juga menegaskan bahwa menjual Bitcoin di saat ini bukanlah pilihan terbaik.

    Sementara itu, Standard Chartered memprediksi bahwa harga Bitcoin bisa mencapai $500K di masa depan, menguatkan optimisme di kalangan investor jangka panjang.

    BTC Bull Token: Alternatif Investasi Menjanjikan

    Bagi investor yang ingin memanfaatkan koreksi ini dengan lebih cerdas, presale BTC Bull Token ($BTCBULL) bisa menjadi opsi menarik.

    Token ini menawarkan mekanisme unik di mana pemegangnya mendapatkan airdrop Bitcoin gratis setiap kali harga BTC melewati level tertentu, seperti $150K, $200K, hingga $250K.

    Selain itu, proyek ini menerapkan sistem deflasi dengan mekanisme pembakaran token setiap kali Bitcoin mencapai harga tertentu, yang dapat meningkatkan nilai $BTCBULL di masa depan.

    Dengan alokasi dana pemasaran yang besar, Token BTC Bull diprediksi akan tetap diminati oleh komunitas kripto.

    Koreksi harga Bitcoin saat ini bukanlah hal yang mengejutkan dan justru dapat menjadi peluang investasi bagi mereka yang ingin membeli di harga lebih rendah.

    Selain membeli Bitcoin langsung, berinvestasi dalam proyek yang berkaitan dengan Bitcoin, seperti Token BTC Bull, bisa menjadi strategi cerdas untuk mendiversifikasi portofolio.

    Namun, seperti halnya investasi lainnya, penting untuk melakukan riset dan menerapkan manajemen risiko yang baik sebelum mengambil keputusan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Harga Bitcoin Sempat Anjlok di Bawah $80.000

    Harga Bitcoin kembali mengalami penurunan drastis, turun hingga di bawah $80.000 (Rp 1,32 miliar).

    Pada Jumat pagi, harga Bitcoin sempat menyentuh $78,433 (Rp 1,30 miliar) akibat arus keluar besar-besaran dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.

    Mengutip laman Benzinga pada Sabtu (1/3), Ethereum, XRP, dan Dogecoin juga mengalami penurunan signifikan dalam gelombang koreksi pasar kripto yang lebih luas.

    Arus Keluar Besar dari ETF Bitcoin

    Menurut data SoSoValue, ETF Bitcoin spot di AS mengalami arus keluar bersih sebesar $3,2 miliar dalam delapan hari terakhir, sekakigus mencatat rekor terpanjang untuk tren negatif sejak debut ETF Bitcoin.

    Hingga Februari ini, total arus keluar bersih mencapai $3,65 miliar, dengan hanya empat hari mencatat arus masuk positif.

    Bitcoin dan Kripto Lainnya Jatuh

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 1 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 1 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Harga Bitcoin anjlok 6,9% ke level $80.345. Ethereum juga mengalami penurunan yang tajam sebesar 9,3%, dengan harga turun ke $2.131.

    XRP dan Dogecoin masing-masing turun 8,8% dan 10,8%. Pasar kripto secara keseluruhan menyusut 8,7% dalam sehari, dengan kapitalisasi pasar turun menjadi $2,76 triliun.

    Dampak Kebijakan Tarif Trump

    Koreksi pasar kripto ini diperparah oleh kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump terhadap Kanada, Meksiko, dan China.

    Investor semakin khawatir bahwa ketidakstabilan kebijakan perdagangan dapat berdampak lebih luas pada aset berisiko, termasuk kripto.

    Indeks Ketakutan Kripto Menyentuh Level Ekstrem

    Penurunan harga ini juga memicu lonjakan ketakutan di kalangan investor. Indeks Fear & Greed Crypto menunjukkan angka 10, yang menandakan “ketakutan ekstrem”.

    Ini merupakan level terendah sejak runtuhnya Terra-Luna dan Three Arrows Capital pada 2022.

    Apakah Bitcoin Akan Segera Pulih?

    Para analis masih terpecah dalam menilai apakah Bitcoin telah mencapai titik terendahnya.

    CryptoQuant menunjukkan bahwa indikator NVT Golden Cross mengindikasikan kondisi oversold. Namun, beberapa pakar memperingatkan bahwa tekanan jual masih bisa berlanjut.

    Dalam beberapa hari ke depan, pergerakan pasar akan menjadi krusial dalam menentukan apakah harga Bitcoin dan kripto lainnya dapat kembali stabil atau justru semakin terpuruk.

    Maka dari itu, investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas pasar yang masih tinggi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Harga Bitcoin Hari Ini (26/2/2025) Turun di Bawah $89.000

    Dalam seminggu yang ditandai oleh fluktuasi pasar yang intens, harga BitcoinBTC ) telah jatuh ke titik terendah baru, sementara sentimen investor telah bergeser secara dramatis.

    Indikator-indikator utama menunjukkan penurunan yang signifikan, dengan indeks ketakutan kripto sekarang berada di zona “ketakutan ekstrem”.

    Akibatnya, harga Bitcoin turun dan telah jatuh di bawah $89.000 di tengah ketakutan ekstrem yang melanda di kalangan para investor.

    Selain itu, arus keluar yang substansial dari ETF Bitcoin AS telah memperparah tekanan ke bawah pada harga Bitcoin.

    Di tengah turbulensi ini, pasar kripto yang lebih luas telah melihat penurunan tajam pada Altcoin utama, seperti pada Solana dan XRP.

    Sementara itu, perkembangan regulasi baru dan langkah-langkah strategis oleh para pemain industri utama terus membentuk lanskap.

    Harga Bitcoin Anjlok di Tengah Arus Keluar ETF Bitcoin AS

    Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam, turun di bawah angka $89.000 untuk pertama kalinya dalam tiga bulan.

    Penurunan ini merupakan bagian dari tren penurunan harga yang lebih luas di pasar kripto, yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

    Indeks keserakahan kripto, ukuran sentimen pasar, telah anjlok hingga 26, yang menandakan meningkatnya kegugupan investor.

    Bersamaan dengan itu, ETF Bitcoin AS telah melaporkan arus keluar terbesar kedua tahun ini, dengan perdagangan dasar turun di bawah 5%.

    Puncak dari faktor-faktor ini telah mengakibatkan kerugian $1,2 miliar dalam taruhan kripto yang bullish, karena pasar bergulat dengan meningkatnya likuidasi.

    Hal yang menambah tekanan, pergerakan harga Bitcoin telah mencerminkan pergerakan pasar tradisional, yang telah mengalami volatilitasnya sendiri.

    Kontrak berjangka Nasdaq telah merosot, dan kekhawatiran atas yen Jepang telah memicu perilaku menghindari risiko di kalangan investor.

    Sebagaimana dilaporkan The Tokenist pada Rabu (26/2), Analis telah mencatat bahwa rentang perdagangan Bitcoin saat ini kurang momentum, yang menyebabkan periode kontraksi di pasar kripto.

    Kontraksi ini semakin diperburuk oleh aksi jual pasar kripto, yang telah menyebabkan Solana dan XRP jatuh masing-masing sebesar 14% dan 8%.

    Sentimen Industri

    Tindakan regulasi dan inisiatif strategis terus memengaruhi ruang kripto. Dalam perkembangan yang signifikan, penegak hukum AS telah menyita $31 juta dalam bentuk kripto yang terkait dengan peretasan Uranium Finance, yang menggarisbawahi tantangan keamanan dan regulasi yang sedang berlangsung dalam industri blockchain.

    Sementara itu, Ethena Labs telah mengintegrasikan oracle bukti cadangan milik Chaos Labs, yang bertujuan untuk memperkuat manajemen risiko dalam menghadapi ketidakstabilan pasar.

    Di sisi korporat, Binance telah melihat peningkatan taruhan berjangka Bitcoin terbuka lebih dari $1 miliar, bahkan saat mata uang kripto tersebut menunjukkan pola candlestick bearish.

    Pergerakan ini mencerminkan posisi strategis oleh para pedagang yang mengantisipasi penyesuaian harga lebih lanjut.

    Selain itu, cuitan terbaru Sam Bankman-Fried telah meningkatkan minat terhadap FTT, yang menyoroti pengaruh angka-angka penting pada dinamika pasar.

    Meskipun terjadi penurunan saat ini, beberapa investor memanfaatkan peluang di tengah kekacauan ini.

    Khususnya, El Salvador dan Metaplanet telah meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka, dengan membeli pada harga masing-masing sekitar $94.050 dan $96.185.

    Akuisisi strategis ini menunjukkan perspektif jangka panjang, karena entitas ini memposisikan diri untuk keuntungan di masa mendatang saat pasar stabil.

    Seiring berjalannya minggu ini, para pelaku pasar tetap waspada, memantau perkembangan dengan saksama, dan menyesuaikan strategi mereka.

    Dengan harga Bitcoin saat ini yang berkisar di $88.402,93, beberapa hari mendatang akan sangat penting dalam menentukan arah pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Anjlok, Investor Panik Jual: Akankah BTC Segera Pulih?

    Bitcoin (BTC) mengalami volatilitas tinggi dalam 24 jam terakhir, memicu aksi jual panik dari pemegang jangka pendek (STH) seperti dikabarkan oleh Ambcrypto pada Senin (24/2).

    Penurunan harga Bitcoin ini dipicu oleh kabar peretasan Bybit, yang membuat banyak investor buru-buru menjual aset mereka untuk menghindari kerugian lebih besar. Lantas, bagaimana dampaknya terhadap masa depan BTC?

    Bitcoin Turun Akibat Panic Selling

    Kejatuhan harga BTC dalam waktu singkat membuat STH mengalami kerugian besar. Analisis dari 90-Day Active Supply menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

    Hal ini mengindikasikan bahwa banyak pemegang BTC jangka pendek telah keluar dari pasar.

    Sementara itu, indikator teknikal menunjukkan tren bearish. Grafik BTC pada time frame 4 jam di Binance mencatat beberapa indikator bearish.

    EMA (Exponential Moving Average) menunjukkan crossover bearish, dengan EMA 9 melintas di bawah EMA 26, menandakan tren turun dalam jangka pendek.

    Selain itu, Relative Strength Index (RSI) berada di level 46,05, menunjukkan bahwa BTC masih dalam fase konsolidasi. Jika RSI naik di atas 50, sentimen bullish bisa kembali dan mendukung pemulihan harga.

    Meskipun tekanan jual termasuk tinggi, tapi tetap ada potensi titik balik. Data dari CryptoQuant mencatat bahwa Short-Term Holder Profit & Loss (P&L) to Exchanges Sum menunjukkan puncak kerugian mencapai -43,9K BTC.

    Mayoritas aksi jual terjadi di kisaran harga $90K (Rp 1,4 juta) hingga $95K (1,5 juta), menunjukkan kepanikan besar di kalangan investor jangka pendek.

    Tren ini mengingatkan pada pola yang terjadi di awal 2022, di mana aksi jual besar-besaran akhirnya membuka peluang untuk pemulihan harga dalam waktu singkat.

    Likuiditas BTC Berkurang, Sinyal Pemulihan?

    Secara terpisah, analisis dari 90-Day Active Supply menunjukkan bahwa pasokan aktif BTC terus berkurang. Pada awal 2025, jumlah pasokan aktif hanya sekitar 4 juta BTC, turun dari 6 juta BTC pada akhir 2024.

    Dalam sejarah Bitcoin, penurunan pasokan aktif sering kali mengarah pada stabilisasi harga. Hal serupa terjadi pada 2018, di mana penurunan pasokan aktif mendahului pemulihan harga setelah aksi jual besar-besaran.

    Di sisi lain, data dari IntoTheBlock menunjukkan bahwa netflow BTC di bursa mengalami penurunan tajam dalam 24 jam terakhir, dengan total net outflow sebesar -546,11 BTC.

    Nilai tersebut berbanding terbalik dengan rata-rata inflow +1,29K BTC dalam 30 hari terakhir. Penurunan netflow ini menunjukkan bahwa pemegang BTC mulai menarik aset mereka ke dompet pribadi, yang biasanya menandakan berkurangnya tekanan jual.

    Sebelumnya, fenomena ini pernah terjadi pada pertengahan 2021, atau ketika harga BTC kembali naik.

    Saat itu, aksi jual panik dari investor jangka pendek mungkin menandai titik terendah lokal BTC, membuka peluang pemulihan harga dalam waktu dekat.

    Meskipun volatilitas jangka pendek masih tinggi, indikator fundamental menunjukkan potensi pemulihan seiring berkurangnya tekanan jual di bursa.

    Namun, investor tetap perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan, mengingat pasar kripto masih sangat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal.

    _______________

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com