Visa yang terkenal dengan kartu kreditnya hari ini mengumumkan kemitraan dengan Koin Dolar AS [USDC] yang dibangun di atas blockchainethereum [ETH].
Visa telah bekerja sama dengan perusahaan layanan blockchain Circle untuk membuat transaksi stablecoin USD Coin (USDC) kompatibel dengan kartu kredit tertentu. USDC sendiri merupakan aset crypto yang dibangun di blockchain Ethereum.
Pengumuman ini datang hanya beberapa hari setelah ethereum menyelesaikan pembaruan ETH 2.0 yang sangat ditunggu-tunggu. Banyak ahli crypto melihat ini sebagai tanda bullish untuk industri crypto.
“Ini akan menjadi yang pertama, kartu perusahaan yang memungkinkan bisnis dapat membelanjakan saldo USDC, ” kata Cuy Sheffield, kepala crypto Visa dikutip dari Cointelegraph.
60 Juta Pedagang di Jaringan Visa Menggunakan USDC
Kabar kerja sama ini juga dibagikan oleh jurnalis Forbes Michael Del Castillo. Dalam artikelnya ia menyebutkan mata uang digital USDC kini bernilai 2,9 Miliar. Mata uang digital dikembangkan oleh circle internet financial dan sejauh ini telah mengumpulkan lebih dari $270 juta.
Kemitraan ini akan memungkinkan penerbit kartu kredit Visa terpilih untuk bisa berintegrasi dengan USDC sehingga mereka dapat mengirim dan menerima pembayaran dalam USDC.
Di masa mendatang, kolaborasi ini akan memfasilitasi transaksi USDC antara perusahaan lintas batas yang ramah Visa. Raksasa pembayaran itu juga mengumumkan kesepakatan dengan BlockFi pada hari Selasa yang akan membawa kartu kredit ke pasar yang membayar poin hadiah dalam Bitcoin (BTC).
Dua puluh lima penyedia dompet telah mengikuti rencana fast track sebagai penyedia kartu dalam beberapa hari terakhir. Ini akan digunakan untuk perpindahan USDC Visa.
Adopsi Crypto telah meningkat secara signifikan pada tahun 2020. Dari PayPal yang meluncurkan aset digital pada platformnya hingga pembelian Bitcoin dalam jumlah besar oleh pemain keuangan arus utama besar. Awal tahun ini, Coinbase pun telah memperoleh kemampuan penerbitan kartu pembayaran dengan bergabung sebagai anggota utama Visa.
Kerja sama VISA yang notabene merupakan perusahaan besar diharapkan mampu mendorong adopsi crypto makin meluas. Apakah kerja sama ini bisa menaikkan harga Bitcoin atau Ethereum yang tengah turun? Kita masih perlu menunggunya kembali.
Terlepas dari kondisi pasar crypto yang sedang merana karena koreksi berkepanjangan sejak November 2021. Ada kabar menarik yang datang dari stablecoin dan mata uang digital bank sentral, atau CBDC, yang berasal dari AS.
Belum lama ini. Ketua Fed AS, Jerome Powell, membahas kemungkinan Federal Reserve untuk mengeluarkan CBDC.
Senator Republik Pat Toomey. Seorang advokat crypto yang terkenal, bertanya apakah Fed yang mengeluarkan CBDC akan menghalangi keberadaan “stablecoin yang diatur dengan baik dan dikeluarkan secara pribadi”.
Ini adalah sikap yang jauh lebih tidak hawkish terhadap stablecoin daripada Powell sampaikan tahun lalu. Pada bulan Juli, dia menyarankan bahwa manfaat utama CBDC adalah untuk menggantikan crypto, termasuk stablecoin.
Namun demikian, stablecoin adalah topik hangat di kalangan regulator saat ini. Baik pemimpin industri dan anggota kongres menyajikan sudut pandang yang saling bertentangan tentang masalah ini selama dengar pendapat bulan lalu.
Sementara industri menganggap stablecoin sebagai pelengkap sistem keuangan. Maxine Waters menyarankan bahwa mereka bisa menjadi ancaman bagi dolar AS. Beberapa bahkan menduga bahwa stablecoin dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas.
Ada pertanyaan lain tentang utilitas praktis dari stablecoin yang dikeluarkan secara pribadi jika CBDC ada. Namun, penerbitan CBDC tampaknya masih jauh. Powell sebelumnya telah menyatakan bahwa dia lebih suka “melakukan ini dengan benar daripada melakukannya dengan cepat,” meninggalkan ruang bagi Tether, Pax, dan USDC untuk beroperasi tanpa kehadirannya.
The Fed berencana untuk merilis laporan yang menyelidiki pro dan kontra dari implementasi CBDC dalam beberapa minggu ke depan.
Prioritas utama the FED bukan cryptocurrency. Tetapi, fokus terhadap inflami dimana Amerika memiliki inflasi yang tertinggi selama 40 tahun, yakni di 7%.
Ketua terus memberi sinyal bahwa Fed akan memprioritaskan menaikkan suku bunga sesegera mungkin untuk memerangi masalah ini.
Tentu saja, ini adalah nada menarik bagi penerbit stablecoin karena AS, tidak akan menghalau perkembangannya, yang justru akan hidup berdampingan dengan CBDC. Ini sangat menarik.
Apakah kamu berpikir bahwa trading dengan stablecoin USDC di pasar kripto tidak bisa menghasilkan keuntungan yang signifikan? Terlepas dari sifat stabil harganya, ternyata kamu masih dapat menghasilkan keuntungan dengan berdagang menggunakan aset kripto ini.
Ada berbagai macam aset kripto yang beredar, salah satunya adalah stablecoin, yang memiliki fluktuasi harga yang terbatas. USDC adalah salah satu jenis stablecoin yang dipegang erat pada nilai Dolar AS dengan perbandingan 1:1.
Mungkin kamu belum tahu bahwa Tokocrypto tidak hanya menawarkan pasangan trading dalam mata uang Rupiah (IDR), tetapi juga menyediakan pasangan trading dengan USDC. Ini berarti kamu dapat mengeksplorasi berbagai pasangan aset kripto yang dapat digunakan untuk trading, termasuk USDC.
Stablecoin telah menjadi topik yang hangat dalam dunia kripto dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu stablecoin yang paling terkenal adalah USDC, singkatan dari USD Coin. Di balik popularitasnya, ada beberapa fakta menarik yang mungkin belum Anda ketahui:
1. Stabilitas Harga
USDC berbeda dari Bitcoin atau Ethereum dalam hal volatilitas. Sementara harga Bitcoin dan Ethereum bisa berfluktuasi dengan cepat, USDC didesain untuk tetap stabil, dengan nilai yang selalu setara dengan 1 Dolar AS. Inilah sebabnya mengapa disebut “stablecoin.”
2. Kemitraan Fintech
USDC adalah hasil dari kerja sama antara dua raksasa fintech, Circle dan Coinbase, melalui sebuah konsorsium yang dikenal sebagai CENTRE. USDC diluncurkan pada bulan September 2018 dan sejak itu menjadi salah satu stablecoin terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$30 miliar.
3. Multi-Blockchain
USDC beroperasi di berbagai jaringan blockchain, termasuk Ethereum, Solana, Algorand, Stellar, dan Avalanche. Hal ini memberikan USDC kecepatan, efisiensi, dan interoperabilitas tinggi di antara berbagai platform dan aplikasi.
4. Keamanan dan Transparansi
Setiap USDC yang beredar selalu didukung oleh cadangan Dolar AS yang disimpan di bank-bank terpercaya dan diaudit secara berkala oleh firma akuntansi independen. USDC juga tunduk pada regulasi ketat dari otoritas keuangan AS.
5. Fungsi yang Luas
USDC dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti pembayaran barang dan jasa, pengiriman dan penerimaan uang, penyimpanan nilai, investasi, dan partisipasi dalam ekonomi digital. Stablecoin ini memiliki potensi menjadi mata uang global yang memfasilitasi inklusi keuangan, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.
Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita pahami mengapa seseorang mungkin tertarik untuk berdagang dengan USDC daripada aset kripto lainnya. Meskipun USDC adalah stablecoin dan memiliki fluktuasi harga yang terbatas, ini sebenarnya bisa menjadi keuntungan bagi sebagian trader.
Stabilitas Harga
Karena nilainya selalu dipegang pada Dolar AS, USDC memberikan perlindungan terhadap fluktuasi harga yang ekstrem di pasar kripto. Ini memungkinkan trader untuk mengelola risiko dengan lebih baik, terutama saat pasar mengalami penurunan atau ketidakpastian.
Likuiditas Tinggi
USDC seringkali memiliki likuiditas yang tinggi di berbagai bursa. Ini berarti mudah untuk membeli atau menjual USDC tanpa mengganggu harga terlalu banyak.
Transfer Cepat dan Biaya Rendah
Dibandingkan dengan transfer mata uang tradisional, USDC seringkali lebih cepat dan memerlukan biaya yang lebih rendah.
Strategi Trading dengan USDC
Seorang trader dapat memanfaatkan stablecoin seperti USDC untuk berbagai strategi:
Hedging: Ketika pasar kripto tidak stabil, seorang trader dapat memindahkan asetnya ke dalam USDC sebagai bentuk lindung nilai. Ini membantu melindungi nilai aset dari penurunan harga yang signifikan.
Arbitrase: Karena perbedaan harga antar bursa, peluang arbitrase mungkin muncul. Seorang trader bisa membeli USDC di satu bursa dengan harga lebih rendah dan menjualnya di bursa lain dengan harga lebih tinggi.
Penyimpanan Nilai: Jika seseorang ingin keluar sejenak dari pasar kripto namun tidak ingin mengkonversi asetnya ke mata uang fiat, menyimpannya dalam bentuk USDC bisa menjadi pilihan yang baik.
Kesimpulan
Stablecoin seperti USDC mungkin tidak menawarkan potensi keuntungan sebesar mata uang kripto lain yang lebih fluktuatif. Namun, dengan pendekatan yang tepat dan strategi yang matang, trading dengan USDC masih bisa menghasilkan keuntungan. Memahami kelebihan dan potensi yang ditawarkan oleh stablecoin ini dapat membantu trader membuat keputusan yang lebih baik di pasar kripto.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.
Perusahaan layanan keuangan global, Visa mendalami dunia blockchainSolana dan stablecoin USDC untuk meningkatkan kecepatan transaksi pembayaran lintas batas. Perusahaan yang berbasis di San Francisco itu, telah memperluas kemampuan penyelesaian stablecoin-nya dengan USDC Circle ke blockchain Solana (SOL), yang dirancang untuk menawarkan kinerja berkecepatan tinggi.
Visa mengumumkan perluasan kemampuan penyelesaian stablecoin-nya dengan menyertakan blockchain Solana, selain kemampuan yang ada di Ethereum. Perusahaan mengatakan pihaknya bermitra dengan pengakuisisi pedagang Worldpay dan Nuvei untuk program percontohan.
Sebagai bagian dari uji coba langsung, Visa telah memindahkan jutaan USDC antara mitranya melalui jaringan blockchain Solana dan Ethereum untuk menyelesaikan pembayaran dalam mata uang fiat yang disahkan melalui VisaNet.
Cuy Sheffield, Head of Crypto di Visa, menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian lintas batas dan menyediakan opsi pembayaran stablecoin untuk klien.
“Dengan memanfaatkan stablecoin seperti USDC dan jaringan blockchain global seperti Solana dan Ethereum, kami membantu meningkatkan kecepatan penyelesaian lintas batas dan memberikan opsi modern bagi klien kami untuk dengan mudah mengirim atau menerima dana dari perbendaharaan Visa,” kata Sheffield.
Worldpay dan Nuvei adalah perusahaan fintech yang melayani merchant di berbagai sektor. Dengan dukungan Visa, mereka berharap dapat menawarkan opsi kepada pedagang untuk menerima pembayaran dalam stablecoin seperti USDC.
Pengumuman ini juga menandai masuknya Solana oleh Visa sebagai blockchain yang didukung untuk penyelesaian, menjadikannya salah satu perusahaan pembayaran besar pertama yang melakukannya.
Perkembangan ini merupakan tonggak sejarah bagi lembaga keuangan tradisional yang memanfaatkan teknologi blockchain. Pasar stablecoin berpotensi tumbuh hingga US$ 2,8 triliun dalam lima tahun ke depan karena platform keuangan dan konsumen global memanfaatkan token pada blockchain publik untuk menggerakkan pertukaran nilai pada platform mereka, kata firma riset Bernstein.
Stablecoin adalah bagian dari mata uang kripto dengan harga yang dipatok pada aset eksternal, terutama terhadap dolar AS, dan semakin banyak digunakan untuk pengiriman uang dan sarana tabungan di wilayah berkembang.
Perusahaan fintech PayPal baru-baru ini mengeluarkan stablecoinnya sendiri yang disebut PYUSD di blockchain Ethereum.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.
Stablecoin USDC perlahan tapi pasti pulih kembali pasca terimbas runtuhkan Silicon Valley Bank yang dinyatakan bangkrut. Nilai USDC pada Senin (13/3) pagi mulai mencapai harga US$ 1 lagi, setelah sempat turun drastis sejak akhir pekan lalu.
USDC dikenal sebagai stablecoin, yang berarti nilai aset tersebut seharusnya dipatok ke mata uang referensi, yakni dolar AS. USDC dirancang untuk diperdagangkan pada nilai US$ 1, tetapi pada akhir pekan lalu turun di bawah 87 sen pada hari Sabtu (11/3), menurut data dari CoinDesk.
Penurunan nilai atau disebut depeg tersebut disebab oleh perusahaan pengembang USDC, Circle mengungkapkan bahwa mereka memiliki hampir 8% dari cadangan US$ 40 miliar yang disimpan di Silicon Valley Bank (SVB). Seperti yang diketahui, SVB telah dinyatakan bangkrut karena kesulitan likuidasi.
SVB Bangkrut
Regulator menutup SVB pada hari Jumat (12/3)dan menyita simpanannya. Peristiwa ini diklaim menjadi kegagalan perbankan AS terbesar sejak krisis keuangan 2008. Ledakan spektakuler perusahaan dimulai Rabu (10/3)malam ketika mengejutkan investor dengan berita bahwa SVB perlu mengumpulkan US$ 2,25 miliar untuk menopang neraca keuangannya. Yang terjadi selanjutnya adalah keruntuhan yang cepat dari bank yang sangat dihormati yang tumbuh bersama klien teknologinya.
Dalam tweet Jumat, Circle mengatakan memiliki US$ 3,3 miliar sisa cadangan di SVB. Perusahaan menyerukan kelangsungan bank dan mengatakan akan mengikuti panduan dari regulator.
1/ Following the confirmation at the end of today that the wires initiated on Thursday to remove balances were not yet processed, $3.3 billion of the ~$40 billion of USDC reserves remain at SVB.
Industri aset kripto masih mengambil bagian setelah keruntuhan tiba-tiba FTX tahun lalu , dan terobosan USDC dengan dolar AS dapat menandakan lebih banyak masalah di masa depan. Stablecoin, seperti bank, rentan untuk dijalankan.
Jika pemegang USDC ketakutan atau khawatir tidak ada cukup uang cadangan, mereka juga bisa terburu-buru menjual atau menukar koin mereka.
USDC Bangkit
Circle menyatakan akan menggunakan sumber daya perusahaan dan “modal eksternal jika perlu” untuk memastikan bahwa USDC dapat ditukarkan dengan Dolar AS. Dalam sebuah posting blog , Circle menulis bahwa perusahaan secara hukum berkewajiban untuk “berdiri di belakang” USDC dan akan menutupi kekurangan apa pun menggunakan sumber daya perusahaan—dan “modal eksternal jika perlu”—untuk memastikan bahwa stablecoin dapat ditebus dengan rasio 1:1 dengan Dolar AS.
CEO Jeremy Allaire menegaskan kembali komitmen tersebut dalam sebuah utas Twitter. Circle menegaskan kembali klaimnya bahwa USDC dijamin 100% dengan uang tunai dan Departemen Keuangan AS.
“USDC saat ini dijamin 77% ($32,4 miliar) dengan US Treasury Bills (dengan periode jatuh tempo tiga bulan atau kurang), dan 23% ($9,7 miliar) dengan uang tunai yang disimpan di berbagai institusi, di mana SVB hanya satu,” tulis pernyataan Circle.
Circle mengatakan 23% sisanya, sekitar US$ 9,7 miliar, dalam bentuk tunai, dan Circle menyetor US$ 5,4 miliar dengan BNY Mellon untuk “mengurangi risiko bank.” Perusahaan mengatakan bahwa Consumer Bank memiliki cadangan US$ 1 miliar lagi dalam USDC, menambahkan bahwa Circle mempertahankan rekening transaksi dan penyelesaian untuk USDC dengan Signature Bank.
Mastercard, salah satu perusahaan pembayaran terbesar di dunia, telah mengumumkan peluncuran sistem pembayaran stablecoin global.
Langkah ini diambil untuk menghubungkan dan memungkinkan transaksi menggunakan stablecoin di lebih dari 150 juta merchant di seluruh dunia.
Inisiatif ini menandai langkah besar dalam integrasi teknologi blockchain dan keuangan tradisional, membuka jalan bagi adopsi kripto yang lebih luas dalam ekosistem pembayaran global.
Kemitraan Strategis dengan OKX dan Penggunaan USDC
Dalam peluncuran ini, Mastercard bekerja sama dengan OKX, salah satu platform perdagangan kripto, untuk memperkenalkan kartu pembayaran yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi menggunakan stablecoin USD Coin (USDC).
USDC, yang dikeluarkan oleh Circle, adalah stablecoin yang dipatok 1:1 dengan dolar AS dan telah mendapatkan kepercayaan luas di komunitas kripto karena transparansi dan kepatuhannya terhadap regulasi.
Melalui kemitraan ini, pengguna OKX dapat dengan mudah mengonversi USDC mereka menjadi mata uang lokal saat melakukan pembelian di merchant yang menerima Mastercard, tanpa perlu melalui proses konversi yang rumit atau biaya tambahan yang signifikan.
Integrasi Teknologi Blockchain dalam Infrastruktur Pembayaran
Peluncuran sistem pembayaran stablecoin ini merupakan bagian dari upaya Mastercard untuk mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam infrastruktur pembayarannya.
Dengan memanfaatkan kecepatan, efisiensi, dan transparansi yang ditawarkan oleh blockchain, Mastercard bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pembayaran bagi konsumen dan merchant.
Selain itu, inisiatif ini juga mencerminkan komitmen Mastercard dalam mendukung inovasi di sektor keuangan digital dan memperluas akses ke layanan keuangan bagi populasi yang belum terlayani.
Dampak terhadap Adopsi Kripto dan Ekosistem Keuangan Global
Peluncuran sistem pembayaran stablecoin oleh Mastercard diperkirakan akan memiliki dampak signifikan terhadap adopsi kripto secara global.
Dengan menyediakan cara yang mudah dan aman bagi konsumen untuk menggunakan stablecoin dalam transaksi sehari-hari, Mastercard membantu menjembatani kesenjangan antara keuangan tradisional dan aset digital.
Bagi merchant, integrasi ini membuka peluang untuk menjangkau basis pelanggan yang lebih luas, termasuk pengguna kripto yang sebelumnya mungkin mengalami kesulitan dalam menggunakan aset digital mereka untuk pembelian barang dan jasa.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Meskipun peluncuran ini merupakan langkah maju yang signifikan, masih ada tantangan yang perlu diatasi, termasuk kepatuhan terhadap regulasi di berbagai yurisdiksi, volatilitas pasar kripto, dan kebutuhan akan edukasi konsumen mengenai penggunaan stablecoin.
Namun, dengan dukungan dari institusi keuangan besar seperti Mastercard dan kemitraan strategis dengan platform kripto seperti OKX, prospek adopsi stablecoin dalam sistem pembayaran global terlihat menjanjikan.
Secara keseluruhan, peluncuran sistem pembayaran stablecoin global oleh Mastercard menandai era baru dalam integrasi keuangan digital dan tradisional.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain dan stablecoin seperti USDC, Mastercard membuka jalan bagi transaksi yang lebih efisien, inklusif, dan aman di seluruh dunia.
Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Mastercard sebagai pemimpin dalam inovasi pembayaran, tetapi juga mendorong adopsi kripto ke arus utama ekonomi global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Circle, perusahaan penerbit stablecoin USD Coin (USDC), resmi meluncurkan jaringan pembayaran global dan layanan remitansi lintas batas pada hari ini, Senin (22/4).
Inisiatif ini dirancang untuk menargetkan lembaga keuangan dan perusahaan teknologi finansial (fintech), dengan tujuan menyediakan alternatif yang lebih efisien dan modern dibandingkan jaringan pembayaran tradisional seperti Visa dan Mastercard.
Dilaporkan The Defiant, melalui peluncuran ini, Circle berupaya memperluas adopsi stablecoin USDC sebagai alat penyelesaian transaksi lintas negara, sekaligus memperkuat posisinya di sektor pembayaran digital global. Platform baru ini memungkinkan mitra institusional untuk melakukan transaksi dengan cepat dan murah menggunakan teknologi blockchain, tanpa harus melalui proses perbankan konvensional yang biasanya lambat dan penuh biaya tambahan.
Apa Itu USDC?
USDC atau USD Coin adalah jenis stablecoin, yakni aset kripto yang nilainya dipatok 1:1 terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Berbeda dengan aset kripto lain yang cenderung volatil seperti Bitcoin atau Ethereum, nilai USDC relatif stabil karena didukung oleh cadangan aset yang setara dengan jumlah token yang beredar. Ini menjadikan USDC sebagai pilihan populer untuk transaksi digital, terutama dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan perdagangan kripto.
Pergerakan harga USD Coin (USDC/USDT) pada Selasa, 22 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
USDC diterbitkan oleh Circle dan diawasi secara ketat melalui audit rutin untuk memastikan transparansi dan kestabilan nilainya. Hingga saat ini, USDC merupakan stablecoin terbesar kedua di dunia setelah Tether (USDT), dan telah digunakan di berbagai platform perdagangan aset digital maupun aplikasi keuangan.
Saingi Visa dan Mastercard
Dengan peluncuran jaringan pembayaran ini, Circle secara terbuka menantang dominasi sistem pembayaran konvensional. Perusahaan mengklaim bahwa solusi berbasis stablecoin dapat menawarkan kecepatan penyelesaian instan, biaya yang jauh lebih rendah, dan akses yang lebih luas terutama bagi wilayah dengan sistem perbankan yang belum berkembang.
“Ini adalah langkah strategis untuk menjadikan USDC sebagai infrastruktur pembayaran utama dalam ekonomi digital global,” ujar perwakilan Circle dalam pernyataan resmi.
Circle juga menyatakan bahwa jaringan baru ini akan terintegrasi dengan berbagai sistem keuangan dan aplikasi teknologi, memungkinkan transaksi lintas batas yang lebih mudah bagi institusi dan konsumen. Selain itu, pendekatan berbasis blockchain memungkinkan transparansi dan keamanan yang lebih tinggi dalam setiap transaksi.
Peran Stablecoin dalam Ekosistem Keuangan
Peluncuran ini mencerminkan meningkatnya peran stablecoin dalam lanskap keuangan modern. Di tengah meningkatnya minat terhadap mata uang digital dari sektor publik dan swasta, stablecoin seperti USDC dianggap sebagai jembatan penting antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain.
Dengan mengandalkan teknologi ini, Circle berharap dapat mendorong efisiensi dan inklusi keuangan global, sekaligus membuka peluang baru untuk transformasi sistem pembayaran internasional.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pada 7 April 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengeluarkan pernyataan penting yang menyatakan bahwa stablecoin berbasis dolar AS, seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC), tidak dikategorikan sebagai sekuritas.
Keputusan ini sekaligus menandai langkah signifikan dalam regulasi aset kripto, memberikan kejelasan bagi penerbit dan pengguna stablecoin.
Kriteria “Covered Stablecoins”
SEC mendefinisikan “covered stablecoins” sebagai token yang didukung satu banding satu oleh aset likuid berkualitas tinggi, seperti uang tunai atau setara kas, dan dapat ditebus kapan saja dengan nilai penuh.
Stablecoin yang memenuhi kriteria ini dianggap tidak melibatkan penawaran dan penjualan sekuritas, sehingga transaksi penciptaan dan penebusan tidak memerlukan pendaftaran dengan SEC.
Pengecualian untuk Stablecoin Algoritmik dan Berbasis Imbal Hasil
Penting untuk dicatat bahwa pernyataan SEC ini tidak mencakup stablecoin algoritmik atau yang menawarkan imbal hasil kepada pemegangnya.
Pasalnya, stablecoin jenis ini mungkin masih dikategorikan sebagai sekuritas dan tunduk pada regulasi yang berbeda.
Analisis Berdasarkan Tes Hukum
Sebelum sampai pada keputusan final ini, SEC telah menggunakan dua tes hukum utama untuk menentukan status stablecoin dalam regulasi resmi, yaitu:
Tes Reves: Menilai apakah instrumen keuangan dikategorikan sebagai “catatan” dan apakah memiliki fitur pengurangan risiko. Stablecoin yang didukung penuh oleh aset likuid dan dapat ditebus kapan saja dianggap memiliki fitur pengurangan risiko yang signifikan.
Tes Howey: Menentukan apakah ada investasi uang dalam usaha bersama dengan harapan keuntungan dari upaya orang lain. Stablecoin yang digunakan semata-mata sebagai alat pembayaran dan tidak menjanjikan keuntungan tidak memenuhi kriteria sebagai sekuritas berdasarkan tes ini.
Tuai Pro dan Kontra
Heath Tarbert, Presiden Circle, perusahaan di balik USDC, menyambut baik keputusan ini. Ia menyatakan bahwa SEC telah memberikan kejelasan bahwa stablecoin yang didukung satu banding satu dengan aset likuid berkualitas tinggi, seperti USDC, bukanlah sekuritas.
Namun, tidak semua pihak dalam SEC sepakat dengan pernyataan tersebut. Beberapa komisaris menyatakan keprihatinan mengenai risiko yang masih ada terkait stablecoin, terutama yang melibatkan perantara dalam proses penciptaan dan penebusan.
Bagi mereka yang kontra dengan keputusan ini berpendapat bahwa SEC seharusnya menekankan perlunya pengawasan lebih lanjut untuk melindungi investor.
Implikasi bagi Pasar Kripto
Keputusan SEC ini memberikan kejelasan regulasi yang sangat dibutuhkan bagi penerbit dan pengguna stablecoin.
Dengan status non-sekuritas, stablecoin seperti USDT dan USDC dapat terus beroperasi tanpa hambatan regulasi tambahan, selama mereka memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Namun, penerbit stablecoin algoritmik dan berbasis imbal hasil harus mempertimbangkan implikasi regulasi yang mungkin timbul.
Dengan demikian, pernyataan SEC pada 7 April 2025 menandai langkah maju dalam regulasi aset kripto, khususnya stablecoin.
Dengan memberikan kejelasan mengenai status hukum stablecoin yang didukung penuh oleh aset likuid, SEC membantu menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan transparan bagi industri kripto.
Namun, penting bagi semua pemangku kepentingan untuk terus memantau perkembangan regulasi dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
BlackRock Inc., manajer aset terbesar di dunia, dilaporkan segera melakukan langkah yang dapat berpengaruh pada pasar kripto.
Pasalnya, BlackRock berencana untuk mengakuisisi sekitar 10% saham yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana (IPO) Circle Internet Group Inc., perusahaan di balik stablecoin USD Coin (USDC).
Detail IPO Circle
Circle, yang mengelola USDC, stablecoin terbesar kedua setelah Tether (USDT), berencana untuk menawarkan 24 juta saham Kelas A dalam IPO-nya.
Dari jumlah tersebut, 9,6 juta saham akan diterbitkan oleh perusahaan, sementara sisanya berasal dari pemegang saham yang ada, termasuk CEO dan salah satu pendiri Jeremy Allaire.
Harga saham diperkirakan berada dalam kisaran $24 hingga $26 per saham, dengan target penggalangan dana sebesar $624 juta.
Kabarnya, saham ini akan diperdagangkan dengan simbol ticker “CRCL”.
Selain BlackRock, ARK Investment Management yang dipimpin oleh Cathie Wood juga menunjukkan minat untuk membeli saham dalam IPO ini, dengan rencana investasi hingga $150 juta.
Permintaan terhadap saham Circle dilaporkan melebihi jumlah yang tersedia, menunjukkan minat yang kuat dari investor terhadap perusahaan ini.
BlackRock sudah memiliki hubungan dengan Circle melalui pengelolaan Circle Reserve Fund, sebuah dana pasar uang pemerintah yang memegang sekitar 90% dari cadangan yang mendukung USDC.
Pada akhir April 2024, dana ini melaporkan aset bersih hampir $30 miliar.
Kinerja Keuangan Circle
Menurut pernyataan pendaftaran Form S-1, Circle mencatat pendapatan sebesar $1,67 miliar pada tahun 2024, meningkat 16% dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, laba bersih perusahaan menurun dari $267,6 juta pada tahun 2023 menjadi $155,7 juta pada tahun 2024, penurunan sebesar 41,8%.
Langkah BlackRock untuk mengakuisisi saham signifikan dalam IPO Circle menunjukkan kepercayaan institusional terhadap masa depan stablecoin yang diatur seperti USDC.
Ini juga mencerminkan integrasi yang semakin dalam antara keuangan tradisional dan aset digital.
Dengan dukungan dari institusi besar seperti BlackRock dan ARK Invest, Circle berada dalam posisi yang kuat untuk memperluas pengaruhnya di pasar stablecoin dan mempercepat adopsi USDC dalam ekosistem keuangan global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Aktivitas USDC (USD Coin) di jaringan Ethereum mencapai titik tertinggi sepanjang masa, menandai tonggak penting dalam adopsi stablecoin dan pertumbuhan ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Data dari Token Terminal menunjukkan bahwa volume transfer bulanan USDC di Ethereum mencapai sekitar $635 miliar, dengan jumlah transaksi bulanan melonjak ke rekor baru sekitar 7,2 juta transaksi.
Lonjakan Aktivitas Menunjukkan Adopsi yang Meluas
Meskipun pasokan USDC di Ethereum tetap stabil di kisaran $40 miliar, peningkatan signifikan dalam volume dan frekuensi transfer menunjukkan bahwa USDC semakin digunakan dalam transaksi sehari-hari, perdagangan, dan aktivitas DeFi.
Lonjakan ini mencerminkan kepercayaan yang tumbuh terhadap USDC sebagai alat pembayaran yang andal dan efisien di ekosistem Ethereum.
Ethereum Tetap Menjadi Infrastruktur Utama untuk Stablecoin
Peningkatan aktivitas USDC menegaskan posisi Ethereum sebagai infrastruktur utama untuk settlement stablecoin.
Meskipun pasokan USDC tidak mengalami pertumbuhan signifikan, peningkatan aktivitas transaksi menunjukkan bahwa pengguna semakin mengandalkan USDC untuk transaksi berfrekuensi tinggi dan biaya rendah di seluruh ekosistem Ethereum.
Hal ini memperkuat peran kritis jaringan Ethereum dalam menjembatani sistem keuangan tradisional dengan layanan berbasis blockchain.
Implikasi untuk Masa Depan Stablecoin dan DeFi
Lonjakan aktivitas USDC di Ethereum memiliki implikasi luas untuk masa depan stablecoin dan DeFi.
Pertama, ini menunjukkan bahwa stablecoin seperti USDC semakin diterima sebagai alat pembayaran dan penyimpan nilai yang stabil di dunia kripto.
Kedua, peningkatan penggunaan USDC dalam transaksi DeFi menunjukkan bahwa stablecoin memainkan peran penting dalam menyediakan likuiditas dan stabilitas harga di pasar DeFi yang volatil.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meskipun pertumbuhan aktivitas USDC di Ethereum menunjukkan tren positif, ada tantangan yang perlu diatasi.
Biaya gas yang tinggi di jaringan Ethereum dapat menjadi hambatan bagi pengguna yang melakukan transaksi kecil.
Namun, perkembangan solusi Layer 2 dan peningkatan efisiensi jaringan dapat membantu mengatasi masalah ini.
Selain itu, persaingan dari stablecoin lain dan platform blockchain alternatif juga dapat mempengaruhi dominasi USDC di masa depan.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 26 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pencapaian rekor aktivitas USDC di jaringan Ethereum menandai langkah penting dalam evolusi stablecoin dan adopsi DeFi.
Dengan meningkatnya penggunaan USDC dalam transaksi sehari-hari dan aktivitas DeFi, stablecoin ini menunjukkan potensinya sebagai komponen kunci dalam ekosistem keuangan digital yang terus berkembang.
Namun, untuk mempertahankan momentum ini, penting bagi pengembang dan komunitas untuk terus meningkatkan skalabilitas, efisiensi, dan keamanan jaringan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.