Tag: USDC

  • Coinbase Tingkatkan Batas Pinjaman Berbasis BTC Hingga $1 Juta

    Coinbase, salah satu platform pertukaran kripto terbesar di dunia, telah meningkatkan batas pinjaman berbasis Bitcoin (BTC) hingga $1 juta dalam bentuk stablecoin USDC.

    Langkah ini diambil setelah melihat pertumbuhan signifikan dalam layanan pinjaman tersebut, dengan total originasi mencapai $130 juta sepanjang tahun 2025.

    Apa Itu Pinjaman Kripto Berbasis BTC?

    Pinjaman kripto memungkinkan pengguna untuk meminjam USDC dengan menjaminkan Bitcoin mereka sebagai agunan.

    Layanan ini difasilitasi melalui integrasi Coinbase dengan protokol pinjaman on-chain Morpho di jaringan Base.

    Lebih lanjut, pengguna dapat mengakses layanan ini langsung melalui antarmuka Coinbase.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Masih Murah? Ini Alasannya Institusi Besar Borong BTC

    Detail Pinjaman

    Pergerakan harga Circle (USDC/USDT) pada Kamis, 1 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga USD Coin (USDC/USDT) pada Kamis, 1 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    • Batas Pinjaman: Hingga $1.000.000 USDC, tergantung pada jumlah BTC yang dijaminkan.
    • Rasio Loan-to-Value (LTV): Menentukan seberapa besar pinjaman dibandingkan dengan nilai agunan. Jika LTV mencapai 86%, agunan dapat dilikuidasi untuk melunasi pinjaman ditambah biaya penalti sebesar 4,38% dari Morpho.
    • Proses Kolateralisasi: BTC yang dijaminkan akan dikonversi menjadi cbBTC dan disimpan dalam kontrak pintar Morpho.

    Dampak dan Prospek

    Peningkatan batas pinjaman ini mencerminkan permintaan yang tinggi terhadap layanan pinjaman kripto, terutama di kalangan pengguna yang ingin memanfaatkan nilai BTC mereka tanpa harus menjualnya.

    Dengan integrasi teknologi DeFi dan peningkatan batas pinjaman, Coinbase menunjukkan komitmennya dalam menyediakan layanan keuangan inovatif yang memenuhi kebutuhan pasar kripto yang berkembang pesat.

    Langkah ini juga menandai kemajuan signifikan dalam adopsi layanan keuangan berbasis kripto, memberikan alternatif baru bagi pengguna untuk mengakses likuiditas tanpa harus melepaskan aset digital mereka.

    Baca Juga: Infini Neobank Diretas, $49,5 Juta USDC Raib


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Circle Lepas 250 Juta USDC di Solana: Investor Wajib Waspada!

    Circle kembali bikin gebrakan besar di dunia kripto! Pada 19 September 2025, penerbit stablecoin ini resmi mencetak 250 juta USDC di jaringan Solana, menurut laporan Whale Alert. Langkah ini langsung memperkuat ekosistem DeFi Solana yang belakangan semakin jadi pusat perhatian investor.

    USDC Membanjiri Solana: Apa Artinya?

    Dilaporkan Coincu, penerbitan masif ini membawa likuiditas segar ke blockchain Solana. Dengan tambahan pasokan stablecoin, pool perdagangan dan likuiditas di jaringan ini semakin kaya. Efeknya?

    • Suku bunga pinjaman bisa turun.
    • Volume trading berpotensi melonjak.
    • Pasangan pasar populer seperti SOL/USDC makin aktif dimainkan trader.

    Circle sendiri belum memberikan komentar resmi terkait langkah ini, namun jejak transaksi on-chain membuktikan transparansi dan keandalan USDC. Seperti ditegaskan CEO Circle, Jeremy Allaire:

    “Setiap USDC selalu dapat ditukarkan 1:1 dengan dolar AS yang disimpan di lembaga keuangan teregulasi. Semua transaksi dapat diaudit secara publik.”

    Dampak ke Ekosistem Solana

    USDC(USDC), grafik harian, tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 21:35 UTC tanggal 19 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    USDC(USDC), grafik harian, tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 21:35 UTC tanggal 19 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Baca juga: Harga Solana (SOL) Naik 20% Berkat Alpenglow dan Circle USDC

    Kabar ini langsung memicu sentimen positif di komunitas Solana. Aktivitas pengembang dan partisipasi komunitas meningkat tajam, memperkuat posisi Solana sebagai salah satu jaringan DeFi dengan pertumbuhan tercepat.

    Masuknya USDC ke Solana diprediksi akan membuka lebih banyak pintu:

    • Memperluas akses pembayaran lintas batas.
    • Mendorong inovasi aplikasi DeFi baru.
    • Memberi jalan bagi adopsi stablecoin yang lebih luas secara global.

    Tren Stablecoin & Regulasi Global

    Saat ini, harga USDC berada di sekitar $0,99 dengan kapitalisasi pasar mencapai $74,15 miliar. Meski turun tipis 0,14% dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan harian USDC tetap tinggi di angka $13,31 miliar, membuktikan perannya yang tak tergantikan di pasar kripto.

    Namun, di balik pertumbuhan ini, ada faktor penting lain: regulasi. Tim riset Coincu menilai kerangka hukum baru seperti GENIUS Act bisa semakin memperkuat posisi USDC di sektor institusional dan mempercepat arus likuiditas ke DeFi global.

    Dengan pencetakan 250 juta USDC di Solana, Circle bukan hanya menambah likuiditas, tetapi juga mengokohkan posisi stablecoin sebagai pondasi keuangan digital masa depan. Bagi Solana, ini bisa jadi dorongan besar menuju level selanjutnya di dunia DeFi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • USDC Salip USDT, Perusahaan Mulai Tinggalkan Transfer Bank?

    Stablecoin semakin memainkan peran penting dalam sistem keuangan global. Terbaru, USD Coin (USDC) dilaporkan berhasil melampaui Tether (USDT) dalam volume transfer, seiring semakin banyak perusahaan yang menggantikan transfer bank tradisional dengan transaksi berbasis stablecoin.

    Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran struktural dalam cara perusahaan memindahkan dana, terutama karena stablecoin menawarkan kecepatan transaksi yang lebih tinggi, biaya lebih rendah, dan akses ke sistem pembayaran berbasis dolar digital yang lebih fleksibel.

    Volume Stablecoin Capai Rekor Baru

    Volume transaksi stablecoin global mencapai rekor baru sebesar US$1,8 triliun pada Februari 2026. Dalam periode tersebut, USDC mencatat volume transfer lebih tinggi dibandingkan USDT, yang selama bertahun-tahun mendominasi pasar stablecoin.

    Menurut data riset industri, perubahan ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya penggunaan stablecoin oleh institusi, bukan oleh investor ritel. Banyak perusahaan kini memilih menggunakan stablecoin sebagai alternatif sistem pembayaran tradisional.

    Total kapitalisasi pasar stablecoin juga terus meningkat dan kini mencapai sekitar US$314 miliar. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan Januari 2024 yang berada di kisaran US$131 miliar.

    Transaksi Stablecoin Lampaui Visa

    Penggunaan stablecoin juga berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2025, transaksi stablecoin secara global mencapai sekitar US$33 triliun.

    Nilai tersebut bahkan disebut mencapai sekitar dua kali lipat volume transaksi tahunan jaringan pembayaran Visa.

    Pertumbuhan ini juga tercermin dari meningkatnya jumlah pengguna aktif yang naik sekitar 146% di lebih dari 100 negara.

    Pembayaran lintas negara antar perusahaan (B2B) menjadi salah satu segmen yang tumbuh paling cepat, dengan peningkatan sekitar 733% hingga mencapai nilai transaksi US$226 miliar.

    Selain itu, stablecoin juga semakin banyak digunakan untuk remitansi, otomatisasi pembayaran gaji, serta lindung nilai terhadap inflasi di sejumlah negara berkembang.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, dominasi USDC dalam transfer volume penting karena menunjukkan bahwa pasar semakin menghargai stablecoin yang kuat dari sisi kepatuhan dan integrasi institusional.

    “Jika tren ini berlanjut, pertarungan stablecoin akan makin ditentukan oleh siapa yang paling dipercaya untuk transaksi perusahaan dan infrastruktur keuangan, bukan sekadar kapitalisasi pasar,” jelasnya.

    Baca juga: Transfer USDC Meledak, Volume Stablecoin Tembus Rekor $1,8 Triliun

    Perusahaan Mulai Tinggalkan Transfer Bank

    Contoh penggunaan stablecoin dalam dunia korporasi terlihat dari langkah Circle Internet Group yang menggunakan USDC untuk menyelesaikan transaksi internal senilai US$68 juta.

    Transaksi tersebut dilakukan antara delapan entitas perusahaan dan berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit.

    Jika menggunakan sistem transfer bank tradisional, proses yang sama biasanya membutuhkan waktu antara satu hingga tiga hari.

    CEO Circle Jeremy Allaire mengatakan sistem ini berhasil menyelesaikan sekitar 90% transaksi internal perusahaan dalam satu hari, sehingga mempercepat proses penutupan laporan keuangan bulanan.

    Sistem pembayaran ini juga dapat beroperasi sepanjang waktu tanpa bergantung pada jam operasional perbankan.

    Persaingan Stablecoin Semakin Ketat

    Seiring meningkatnya adopsi stablecoin, persaingan di sektor ini juga semakin intens.

    Analis dari Bernstein bahkan memproyeksikan saham Circle dapat naik sekitar 71%, menyebut perusahaan tersebut sebagai salah satu pemain utama dalam industri stablecoin karena keunggulan regulasi, kemitraan strategis, likuiditas, dan teknologi.

    Circle sendiri mencatat pendapatan sekitar US$2,7 miliar pada 2025, naik 64% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan dari transaksi menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat, meningkat 112% secara tahunan.

    Namun, pesaing juga mulai bermunculan. Tether baru-baru ini meluncurkan stablecoin baru bernama USAT yang dirancang untuk pasar Amerika Serikat.

    Selain itu, sejumlah perusahaan teknologi finansial seperti PayPal, Stripe, hingga Klarna juga mulai mengembangkan infrastruktur stablecoin mereka sendiri.

    Dengan semakin luasnya penggunaan stablecoin dalam pembayaran lintas negara, treasury perusahaan, hingga sistem pembayaran digital, persaingan untuk memimpin pasar stablecoin diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Transfer USDC Meledak, Volume Stablecoin Tembus Rekor $1,8 Triliun

    Aktivitas transaksi stablecoin mencatat rekor baru pada Februari 2026 setelah volume transfer bulanan mencapai sekitar US$1,8 triliun. Menariknya, stablecoin USDC justru mendominasi sebagian besar aktivitas tersebut dan melampaui Tether (USDT) dalam volume transaksi.

    Data dari platform analitik Allium menunjukkan bahwa sekitar 70% dari total volume transaksi stablecoin pada Februari berasal dari USDC. Angka ini menjadikan USDC sebagai stablecoin dengan aktivitas transfer terbesar selama periode tersebut.

    USDC Salip USDT dalam Volume Transaksi

    Dilaporkan Cointelegraph, volume transaksi USDC tercatat mencapai sekitar US$1,26 triliun sepanjang Februari. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan volume transaksi USDT yang berada di sekitar US$514 miliar.

    Perkembangan ini dinilai cukup mengejutkan oleh sebagian analis karena kapitalisasi pasar USDC masih jauh lebih kecil dibandingkan USDT.

    Saat ini USDC memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$77,4 miliar, sedangkan USDT mencapai sekitar US$184 miliar.

    Meski demikian, pendiri Moonrock Capital Simon Dedic mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir USDC secara konsisten melampaui USDT dalam hal volume transfer.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, implikasi besarnya adalah stablecoin semakin berfungsi sebagai infrastruktur settlement inti, bukan sekadar tempat parkir dana di exchange.

    “Bagi pasar, kenaikan volume transfer ini mendukung pandangan bahwa pembayaran, trading, dan perpindahan modal onchain semakin terkonsolidasi di aset berbasis dolar sebagai lapisan likuiditas utama crypto,” analisanya.

    Baca juga: Stablecoin Tanpa Bunga Jadi Standar? OCC Buka Babak Baru Regulasi

    Pasokan USDC Tumbuh Cepat

    Selain volume transaksi yang meningkat, pasokan USDC juga tercatat tumbuh lebih cepat dibandingkan USDT dalam beberapa pekan terakhir.

    Perusahaan analitik blockchain Arkham melaporkan bahwa lebih dari US$3 miliar USDC telah dicetak sejak awal Maret. Sementara itu, pasokan USDT relatif tidak mengalami perubahan signifikan dalam periode yang sama.

    Kinerja ini sejalan dengan laporan keuangan Circle Internet Group, penerbit USDC, yang mencatat hasil kuat pada kuartal keempat 2025 berkat pertumbuhan bisnis pembayaran dan peningkatan penggunaan USDC.

    Likuiditas Stablecoin Dorong Daya Beli Pasar

    Meningkatnya aktivitas stablecoin juga menjadi sinyal penting bagi pasar kripto secara keseluruhan.

    Indikator Stablecoin Supply Ratio (SSR), yang membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan kapitalisasi pasar stablecoin, menunjukkan tren pemulihan setelah sempat turun tajam pada Februari.

    Menurut analis CryptoQuant Sunny Mom, perbaikan SSR menunjukkan bahwa daya beli mulai kembali ke pasar.

    Pasokan stablecoin di bursa kripto juga meningkat. Data CryptoQuant menunjukkan jumlah stablecoin di exchange mencapai sekitar US$66,5 miliar, level tertinggi dalam tiga minggu terakhir.

    Arus Masuk Stablecoin ke Bursa Meningkat

    Lonjakan likuiditas juga terlihat dari arus masuk stablecoin ke bursa kripto.

    Pada 5 Maret, total stablecoin yang dipindahkan ke exchange mencapai sekitar US$5,14 miliar, meningkat signifikan dibandingkan sekitar US$1,14 miliar pada 1 Maret.

    Dalam siklus pasar sebelumnya, meningkatnya pasokan stablecoin di bursa sering menjadi indikator meningkatnya daya beli investor terhadap aset kripto.

    Jika tren ini berlanjut, likuiditas yang kembali ke pasar dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung pemulihan harga aset kripto, termasuk Bitcoin.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • USDC Makin Agresif! Circle Kerja Sama dengan Polymarket

    Circle resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan Polymarket, platform prediction market terbesar di dunia. Kolaborasi ini disebut bertujuan mendukung evolusi terbaru pasar keuangan berbasis on-chain, khususnya pada sektor prediction market yang kini semakin berkembang sebagai instrumen finansial berbasis informasi.

    Dalam pengumuman resminya, Circle menyebut bahwa kemitraan ini akan memperkuat fondasi stablecoin di ekosistem prediction market dengan menghadirkan infrastruktur stablecoin yang transparan dan sepenuhnya didukung cadangan (fully-reserved). Langkah ini dinilai penting karena prediction market kini mulai berkembang lebih luas dan membutuhkan sistem penyelesaian transaksi yang lebih kuat dan andal.

    Fokus Kemitraan: Stablecoin Transparan dan Settlement Lebih Mulus

    Circle menjelaskan bahwa kerja sama dengan Polymarket akan difokuskan pada tiga hal utama. Pertama, membawa infrastruktur stablecoin yang transparan dan fully-reserved ke pasar prediksi agar pengguna memiliki keyakinan lebih tinggi terhadap sistem transaksi.

    Kedua, meningkatkan reliabilitas settlement serta mengurangi hambatan transaksi seiring meningkatnya skala pasar. Dengan aktivitas prediction market yang semakin besar, proses settlement yang cepat dan minim friction dianggap menjadi kebutuhan utama untuk menjaga efisiensi dan kenyamanan pengguna.

    Ketiga, memperkuat kepercayaan pasar ketika partisipasi dan likuiditas semakin tumbuh. Circle menilai bahwa stablecoin seperti USDC dapat berperan sebagai pilar utama dalam mendorong sistem keuangan baru yang lebih terbuka dan berbasis data.

    Circle Sebut Prediction Market Mulai Jadi Alat Keuangan Dunia Nyata

    Circle menegaskan bahwa prediction market kini mulai berkembang dari sekadar platform spekulasi menjadi alat finansial berbasis informasi yang dapat digunakan dalam konteks dunia nyata. Kemitraan ini menjadi sinyal bahwa Circle melihat prediction market sebagai bagian penting dari masa depan sistem keuangan on-chain.

    Dalam pernyataannya, Circle juga menekankan bahwa USDC dan infrastrukturnya berpotensi menjadi jalur utama (foundational rails) untuk mendukung ekosistem pasar prediksi yang lebih matang dan terintegrasi, terutama ketika permintaan dan volume transaksi semakin meningkat.

    Kemitraan Circle dan Polymarket ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperluas penggunaan USDC, sekaligus memperkuat posisi stablecoin sebagai infrastruktur inti dalam perkembangan pasar keuangan on-chain generasi berikutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, integrasi infrastruktur Circle ke dalam Polymarket melegitimasi pasar prediksi sebagai sektor finansial on-chain yang serius. Penggunaan USDC yang fully-reserved akan meningkatkan kepercayaan pengguna dan likuiditas platform secara signifikan.

    Baca juga: Circle Lepas 250 Juta USDC di Solana: Investor Wajib Waspada!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Guncang Market! Stablecoin Tak Boleh Lagi Beri Imbal Hasil?

    Pasar kripto dikejutkan oleh penurunan tajam saham Circle (CRCL) yang anjlok sekitar 18% dalam satu hari, menghapus nilai kapitalisasi pasar hingga 4,6 miliar dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh draft terbaru dari CLARITY Act yang berpotensi melarang pemberian imbal hasil (yield) pada stablecoin seperti USDC.

    Perkembangan ini tidak hanya berdampak pada harga, tetapi juga memunculkan perubahan besar terhadap peran dan fungsi stablecoin dalam ekosistem keuangan digital.

    Regulasi Mulai Ubah Model Stablecoin

    Selama ini, stablecoin tidak hanya berfungsi sebagai representasi dolar digital, tetapi juga sebagai aset yang dapat memberikan imbal hasil pasif. Namun, regulasi terbaru mengarah pada pembatasan tersebut, di mana hanya insentif berbasis aktivitas yang diperbolehkan.

    Dilaporkan Crypto Quant, perubahan ini menunjukkan bahwa regulator tidak sekadar mengatur, tetapi juga membentuk ulang struktur pasar. Di sisi lain, perbankan tradisional melihat stablecoin sebagai ancaman terhadap dana simpanan, sementara platform kripto bergantung pada insentif untuk menjaga likuiditas.

    Dinamika ini mencerminkan persaingan langsung dalam memperebutkan arus dana di sistem keuangan global.

    Arus Dana Diperkirakan Bergeser

    Meskipun potensi larangan yield dapat mengurangi daya tarik stablecoin sebagai instrumen investasi, permintaan terhadap imbal hasil diperkirakan tidak akan hilang. Sebaliknya, arus dana kemungkinan akan berpindah ke sektor lain seperti DeFi, obligasi pemerintah berbasis token (tokenized Treasuries), atau pasar luar negeri.

    Fenomena ini mirip dengan pergeseran dana ke money market fund pada masa pembatasan suku bunga simpanan di sektor perbankan.

    Dengan demikian, perubahan regulasi ini lebih mencerminkan redistribusi likuiditas daripada pengurangan total permintaan di pasar.

    Baca juga: Selandia Baru: Stablecoin Bukan Produk Keuangan

    Stablecoin Beralih Jadi Infrastruktur

    Tanpa fitur imbal hasil, peran utama stablecoin diperkirakan akan bergeser menjadi alat utilitas, seperti untuk pembayaran, settlement, jaminan (collateral), dan likuiditas.

    Transformasi ini menempatkan stablecoin sebagai infrastruktur penting dalam sistem keuangan digital, bukan sekadar produk investasi.

    Data on-chain juga menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif stablecoin telah mencapai level tertinggi sepanjang masa, mengindikasikan peningkatan penggunaan riil di berbagai sektor.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa potensi pelarangan yield pada stablecoin merupakan langkah besar yang dapat mengubah lanskap industri secara fundamental.

    Menurut mereka, stablecoin kemungkinan akan semakin difokuskan sebagai alat transaksi dan likuiditas, bukan sebagai instrumen penghasil imbal hasil. Hal ini justru dapat memperkuat peran stablecoin dalam ekosistem keuangan digital jangka panjang.

    Namun, Tim Research Tokocrypto juga menyoroti bahwa permintaan terhadap yield tidak akan hilang, melainkan berpindah ke sektor lain yang lebih fleksibel secara regulasi, seperti DeFi.

    Mereka menambahkan bahwa kejelasan regulasi, meskipun bersifat restriktif, dapat meningkatkan kepercayaan institusi dan mendorong adopsi yang lebih luas.

    Transformasi, Bukan Kemunduran

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri stablecoin sedang berada di titik perubahan penting. Alih-alih mengalami penurunan, stablecoin justru berpotensi berevolusi menjadi fondasi utama dalam sistem keuangan digital global.

    Ke depan, arah perkembangan stablecoin akan sangat bergantung pada bagaimana regulator dan pelaku industri menyeimbangkan inovasi dengan stabilitas pasar.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin Diam-diam Jadi Tulang Punggung Kripto, Bukan Bitcoin

    Stablecoin kini semakin menunjukkan peran penting dalam ekosistem kripto, dengan data on-chain terbaru mengindikasikan bahwa aset ini telah berkembang menjadi infrastruktur utama dalam keuangan digital berbasis blockchain.

    DIlaporkan Crypto Quant, pertumbuhan jumlah pengguna dan kapitalisasi pasar yang signifikan menjadi bukti bahwa stablecoin tidak lagi sekadar alat trading, tetapi juga digunakan secara luas dalam berbagai aktivitas finansial.

    Adopsi Stablecoin Terus Meningkat

    Data blockchain menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif yang menggunakan stablecoin berbasis ERC-20 meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

    Saat ini, total kapitalisasi pasar stablecoin telah mencapai sekitar US$300 miliar. Aset seperti USDT dan USDC mendominasi pasar dan menjadi sumber likuiditas utama dalam perdagangan aset digital.

    Selain digunakan di bursa kripto, stablecoin juga banyak dimanfaatkan dalam ekosistem DeFi, termasuk untuk aktivitas pinjam-meminjam, penyediaan likuiditas, hingga pembayaran on-chain.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, artinya, pertumbuhan stablecoin sekarang lebih mencerminkan utilitas finansial nyata daripada spekulasi murni.

    “Selama permintaan untuk pembayaran digital, transfer lintas negara, dan infrastruktur DeFi terus naik, stablecoin akan tetap jadi rel utama adopsi onchain,” analisanya.

    Baca juga: Stablecoin Cetak Rekor Baru, Tapi Dana Tak Masuk ke Kripto?

    Digunakan Berbeda di Setiap Negara

    Penggunaan stablecoin juga menunjukkan perbedaan signifikan di berbagai wilayah, tergantung pada kondisi ekonomi masing-masing negara.

    Di negara dengan inflasi tinggi atau mata uang yang tidak stabil, stablecoin sering digunakan sebagai alternatif “dolar digital”. Nigeria menjadi salah satu contoh dengan tingkat adopsi yang tinggi, di mana masyarakat memanfaatkan USDT dan USDC untuk melindungi nilai aset dan melakukan transaksi peer-to-peer.

    Sementara itu, di India dan Filipina, stablecoin banyak digunakan untuk pembayaran lintas negara dan remitansi. Di Amerika Serikat, penggunaan lebih terfokus pada pasar keuangan sebagai sumber likuiditas untuk trading dan aliran modal institusional.

    Jadi Infrastruktur, Bukan Sekadar Alat Trading

    Perbedaan pola penggunaan ini menunjukkan bahwa stablecoin telah bertransformasi menjadi infrastruktur finansial yang fleksibel dan menyesuaikan dengan kebutuhan lokal.

    Jepang juga mulai memasuki ruang ini setelah adanya perubahan regulasi, dengan munculnya stablecoin berbasis yen seperti JPYC yang berpotensi menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan teknologi blockchain.

    Secara keseluruhan, data on-chain memperlihatkan bahwa stablecoin kini berkembang dari sekadar pasangan trading menjadi fondasi utama dalam sistem keuangan digital global.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com