Tag: stablecoin

  • Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Ini Penjelasan Lengkapnya!

    Apa Itu Terra?

    Terra adalah platform pembayaran blockchain open-source untuk stablecoin algoritmik, yang merupakan cryptocurrency yang melacak harga mata uang atau aset lainnya. Blockchain Terra memungkinkan pengguna untuk membelanjakan, menyimpan, memperdagangkan, atau menukar stablecoin Terra secara instan.

    Protokol Terra menciptakan stablecoin yang secara konsisten melacak harga mata uang fiat apa pun (mata uang yang didukung pemerintah seperti dolar AS atau euro). Ini terdiri dari dua token cryptocurrency utama yakni Terra dan Luna, yang memiliki fitur sebagai berikut:

    Terra : Ini adalah stablecoin yang melacak harga mata uang fiat dan dinamai menurut namanya. Misalnya, stablecoin Terra dasar melacak harga Hak Penarikan Khusus IMF dan diberi nama TerraSDR atau SDT. Denominasi stablecoin Terra lainnya termasuk TerraUSD (UST), yang melacak dolar AS, dan TerraKRW (KRT), yang melacak won Korea Selatan. Pengguna mencetak Terra baru dengan membakar (burning) token Luna.

    Luna : Digunakan untuk tata kelola dan penambangan, Luna adalah token staking protokol Terra yang menyerap volatilitas harga stablecoin Terra. Pengguna mempertaruhkan Luna ke penambang blockchain Terra (disebut “validator”), yang mencatat dan memverifikasi transaksi di blockchain dan menerima hadiah dari biaya transaksi sebagai kompensasi. Seiring bertambahnya penggunaan Terra, nilai Luna juga meningkat.

    Baca jugaJPMorgan Tutup Akun Bank Founder Uniswap, Ada Apa?

    Pengembangan Terra

    Terra telah dikembangkan oleh Terraform Labs yang berbasis di Korea Selatan, yang didirikan pada tahun 2018 oleh Do Kwon dan Daniel Shin. CEO saat ini Kwon sebelumnya dipekerjakan oleh Microsoft; Shin adalah pendiri dan CEO perusahaan teknologi pembayaran Asia Chai, yang merupakan mitra Terra dan sebelumnya adalah pendiri perusahaan e-commerce Korea TMON.

    Bagaimana Cara Kerja Terra?

    Karena nilai utama stablecoin berasal dari stabilitas harga, sehingga menghindari volatilitas khas cryptocurrency, protokol Terra mempertahankan harga stablecoin Terra dengan memastikan bahwa penawaran dan permintaan selalu seimbang.

    Luna adalah penyeimbang variabel untuk stablecoin Terra dan menyerap volatilitasnya. Untuk memahami cara kerja Terra, bayangkan seluruh “ekonomi” Terra terdiri dari pool Terra dan pool Luna.

    Untuk mempertahankan harga Terra, kumpulan pasokan Luna menambah atau mengurangi pasokan Terra; pengguna membakar Luna untuk mencetak Terra dan membakar Terra untuk mencetak Luna.

    Ini dicapai dengan modul pasar algoritmik protokol, yang memberi insentif untuk pencetakan atau pembakaran Terra melalui peluang arbitrase.

    Ekspansi (dari pool Terra) : Ketika Terra diperdagangkan pada harga yang relatif tinggi terhadap pasaknya, implikasinya adalah permintaan untuk stablecoin lebih tinggi daripada penawaran; ini berarti bahwa pasokan Terra harus ditingkatkan untuk memenuhi permintaan.

    Protokol memberi insentif kepada pengguna untuk mencetak Terra dan membakar Luna, yang memiliki efek menurunkan harga Terra (melalui perluasan pasokan) dan meningkatkan harga Luna (dengan mengurangi pasokannya). Pengguna melanjutkan proses arbitrase ini hingga Terra diperdagangkan pada harga pas targetnya.

    Kontraksi (dari pool Terra) : Situasi sebaliknya terjadi ketika Terra diperdagangkan pada harga yang relatif rendah terhadap pasaknya, yang menyiratkan bahwa ada lebih banyak pasokan untuk stablecoin daripada permintaan. Ini akan mengharuskan pengurangan pasokan Terra sampai sesuai dengan permintaan

    Protokol kemudian memberi insentif kepada pengguna untuk membakar Terra dan membuat Luna, yang memiliki efek menaikkan harga Terra (melalui pengurangan pasokan) dan menurunkan harga Luna (dengan meningkatkan pasokannya). Proses arbitrase ini dilanjutkan oleh pengguna hingga Terra diperdagangkan pada harga targetnya.

    Baca juga10 Merek Ternama yang Terbitkan NFT Sendiri

    Contoh Arbitrase

    Modul pasar algoritmik protokol Terra memungkinkan pertukaran atom antara Terra dan Luna, dan antara denominasi stablecoin Terra yang berbeda. Mirip dengan pembuat pasar , modul pasar memastikan bahwa ada pasar yang tersedia dan likuid untuk aset protokol, dengan harga yang stabil dan nilai tukar yang adil di antara keduanya.

    Modul pasar memungkinkan pengguna untuk selalu menukar Luna senilai 1 USD untuk 1 TerraUSD (UST), dan sebaliknya, yang mendorong pengguna untuk mempertahankan harga Terra agar tetap stabil atau seimbang.

    Ekosistem Terra-Luna

    Dalam upayanya untuk menjadi pembayaran stablecoin e-niaga terkemuka dan penyedia layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi), Terra memiliki ekosistem yang berkembang di ruang kripto dengan lebih dari 100 proyek di seluruh DeFi, Web 3.0 , dan token non-fungible (NFT). Proyek-proyek ini meliputi:

    • Protokol Anchor: Platform hasil tetap dengan hasil pinjaman dan akses tanpa gesekan,
    • Protokol Andromeda: Protokol NFT generasi berikutnya,
    • Chai: Aplikasi pembayaran dengan lebih dari 2 juta pengguna di Korea Selatan,
    • LoTerra: Platform lotere terdesentralisasi yang dibangun di atas blockchain Terra,
    • Protokol Mirror: Memungkinkan pembuatan aset yang sepadan atau “sintetis” yang melacak harga aset dunia nyata,
    • Protokol Talis: Sebuah platform di mana seniman dapat menjual kreasi mereka dan menawarkan layanan,
    • Protokol Vega: Platform untuk mencetak dan memperdagangkan derivatif.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance dan Tokocrypto Resmi Perdagangkan BIDR, Stablecoin Berbasis Rupiah

    Binance, Perusahaan Blockchain global dibelakang pertukaran aset digital terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan dan pengguna bersama Tokocrypto, pedagang aset kripto teregulasi dan terkemuka di Indonesia hari ini resmi meluncurkan Binance IDR (BIDR), stablecoin berbasis Rupiah yang kini dapat diperdagangkan dengan aset kripto lainnya.

    BIDR adalah stabelcoin Binance Chain (BEP-2) yang dipatok ke dalam Rupiah (IDR). BIDR akan tersedia untuk pembelian langsung dan penukaran dengan harga 1 BIDR setara dengan 1 Rupiah.

    Nasabah akan memperoleh BIDR secara instan ketika mereka mendepostikan rupiah ke fiat channel yang ada di Tokocrypto. BIDR juga dapat ditransfer ke platform Binance dan diperdagangkan disana.

    “Ini adalah momen yang sangat membahagiakan dan membanggakan bagi Tokocrypto untuk bekerjasama dengan Binance dalam mendukung proyek BIDR untuk membawa terobosan baru dalam dunia kripto di Indonesia,” kata Pang Xue Kai, Co-founder dan CEO Tokocrypto.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Turun, Bagaimana Analisis Selanjutnya

    Mulai hari ini, BIDR dapat diperdagangkan dengan Bitcoin (BTC), Binance Coin (BNB), Binance USD (BUSD) dan Ethereum (ETH) pada platform Binance.com dan Tokocryto.com.

    Changpeng Zhao (CZ), Founder dan CEO Binance mengatakan, “Pengembangan stablecoin Binance pertama yang didukung Rupiah telah menjadi hasil kerjasama dan kolaborasi yang erat antara Binance dan Tokocrypto. Melalui kehadiran BIDR, kami berharap dapat membuka lebih banyak layanan keuangan untuk ekosistem Blockchain yang lebih besar ”

    ###



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketua Fed: CBDC AS Dan Stablecoin Bisa Berjalan Bersama

    Terlepas dari kondisi pasar crypto yang sedang merana karena koreksi berkepanjangan sejak November 2021. Ada kabar menarik yang datang dari stablecoin dan mata uang digital bank sentral, atau CBDC, yang berasal dari AS.

    Belum lama ini.  Ketua Fed AS, Jerome Powell, membahas kemungkinan Federal Reserve untuk mengeluarkan CBDC.

    Senator Republik Pat Toomey. Seorang advokat crypto yang terkenal, bertanya apakah Fed yang mengeluarkan CBDC akan menghalangi keberadaan “stablecoin yang diatur dengan baik dan dikeluarkan secara pribadi”.

    Baca jugaBagaimana Pergerakan Bitcoin dan Ethereum? TA 12 Januari

    “Tidak, tidak sama sekali,” jawab Powell.

    Ini adalah sikap yang jauh lebih tidak hawkish terhadap stablecoin daripada Powell sampaikan tahun lalu. Pada bulan Juli, dia menyarankan bahwa manfaat utama CBDC adalah untuk menggantikan crypto, termasuk stablecoin.

    Namun demikian, stablecoin adalah topik hangat di kalangan regulator saat ini. Baik pemimpin industri dan anggota kongres menyajikan sudut pandang yang saling bertentangan tentang masalah ini selama dengar pendapat bulan lalu.

    Sementara industri menganggap stablecoin sebagai pelengkap sistem keuangan. Maxine Waters menyarankan bahwa mereka bisa menjadi ancaman bagi dolar AS. Beberapa bahkan menduga bahwa stablecoin dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas.

    Ada pertanyaan lain tentang utilitas praktis dari stablecoin yang dikeluarkan secara pribadi jika CBDC ada. Namun, penerbitan CBDC tampaknya masih jauh. Powell sebelumnya telah menyatakan bahwa dia lebih suka “melakukan ini dengan benar daripada melakukannya dengan cepat,” meninggalkan ruang bagi Tether, Pax, dan USDC untuk beroperasi tanpa kehadirannya.

    Baca jugaBank of America Prediksi Solana Kalahkan Pangsa Pasar Ethereum

    The Fed berencana untuk merilis laporan yang menyelidiki pro dan kontra dari implementasi CBDC dalam beberapa minggu ke depan.

    Prioritas utama the FED bukan cryptocurrency. Tetapi, fokus terhadap inflami dimana Amerika memiliki inflasi yang tertinggi selama 40 tahun, yakni di 7%.

    Ketua terus memberi sinyal bahwa Fed akan memprioritaskan menaikkan suku bunga sesegera mungkin untuk memerangi masalah ini.

    Tentu saja, ini adalah nada menarik bagi penerbit stablecoin karena AS, tidak akan menghalau perkembangannya, yang justru akan hidup berdampingan dengan CBDC. Ini sangat menarik.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Mata Uang Baru BIDR dan Mekanismenya

    Seiring dengan perkembangan dalam dunia kripto, kini tidak hanya koin dan token saja yang semakin bertambah jumlahnya, namun kehadiran inovasi cemerlang berupa stablecoin juga ikut membantu masyarakat dalam melakukan aktivitas finansial. Salah satu stablecoin yang dimunculkan akhir Juni 2020 adalah mata uang baru BIDR.

    Mengenal Stablecoin

    Stablecoin merupakan aset kripto yang nilainya ditetapkan pada harga aset fisik lain dengan harga cukup stabil seperti mata uang fiat (dollar, euro, atau rupiah) dan harga komoditas seperti emas. Tujuan dari diciptakannya stablecoin ini adalah sebagian besar untuk melindungi harga terhadap kenaikan volatilitas yang tinggi pada pasar mata uang kripto.

    Stablecoin juga mata uang bersifat global dengan volatilitas yang rendah, sehingga pengguna dapat menggunakan aset kripto ini untuk pembayaran. Keuntungan lainnya adalah stablecoin menyajikan transaksi dengan kecepatan tinggi dengan harga yang lebih hemat di kantong dan cocok untuk digunakan setiap hari.

    Konsep Mata Uang Baru BIDR

    Pada akhir Juni 2020, perusahaan blockchain global bernama Binance dan Tokocrypto meluncurkan Binance Indonesian Rupiah (BIDR). BIDR merupakan stablecoin Binance Chain BEP-2 yang memungkinkan aktivitas transfer koin di blockchain menjadi cepat dan murah. 

    BIDR memang dirancang untuk menjadi hybrid antara fiat dan aset kripto, dengan tujuan memberi pengguna fleksibilitas untuk bertransaksi BIDR dalam kripto (baik dari dan ke bursa atau wallet lain) dan dalam bentuk fiat (dari dan ke rekening bank) berdasarkan preferensi pribadi.

    Nilai BIDR dan Mekanisme

    Nilai BIDR berpatokan dengan mata uang rupiah (IDR). Saat ini BIDR tersedia untuk pembelian langsung dan penukaran dengan nilai 1 BIDR setara 1 rupiah. Anda bisa memperoleh BIDR secara instan ketika mendepositokan rupiah ke fiat channel di Tokocrypto. 

    BIDR juga dapat di-transfer ke dalam platform Binance dan diperdagangkan di sana. Selain memiliki nilai 1:1 dengan IDR, BIDR kini dapat diperdagangkan dengan aset kripto seperti Bitcoin Cash (BTC), Ethereum (ETH), Binance USD (BUSD), USD Tether (USDT), Binance Coin (BNB) dan sebagainya.

    Harapan Coin BIDR Kedepannya

    Pang Xue Kai, selaku Founder dan CEO Tokocrypto mengatakan bahwa peluncuran BIDR ini merupakan momen yang membanggakan sekaligus membahagiakan bagi Tokocrypto, karena dapat bekerjasama dengan Binance dalam bentuk dukungan proyek BIDR agar Indonesia memiliki terobosan baru dan perkembangan dalam dunia kripto.

    Selain itu, Changpeng Zhao, selaku Founder dan CEO Binance juga mengatakan perkembangan stablecoin Binance pertama berbasis rupiah telah menjadi hasil kolaborasi yang erat antara Binance dan Tokocrypto.

    Dengan kehadiran BIDR di pertengahan 2020, Binance dan Tokocrypto berharap hal tersebut akan membuka lebih banyak layanan keuangan untuk ekosistem blockchain yang lebih besar di Indonesia.

    Peluncuran BIDR Sesuai dengan Visi Tokocrypto

    Peluncuran BIDR sebagai awal perjalanan untuk membuka layanan keuangan berbasis blockchain ini sesuai dengan tujuan awal didirikannya Tokocrypto, yaitu untuk membantu masyarakat Indonesia dalam mendapatkan pengetahuan dan informasi yang lebih luas dan terpercaya mengenai industri kripto.

    Kemudian Tokocrypto juga akan terus berupaya memberikan kemudahan masyarakat untuk mengakses ke teknologi dan ekosistem blochain agar mendapat manfaat yang ada di dalamnya.

    Wah, menarik, kan konsep mata uang baru BIDR ini? Jika Anda tertarik untuk mempelajari dan membelinya, trading di Tokocrypto saja! 

    Temukan berbagai macam artikel khusus pemula maupun berita terkini di website News Tokocrypto dan media sosial kami @Tokocrypto. 

    Salam to the Moon!

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Visa: Stablecoin dan CBDC Punya Peran Penting dalam Pembayaran

    Perusahaan layanan pembayaran, Visa mulai mengerjakan proyek interoperabilitas blockchain untuk mendukung central bank digital currencies (CBDC) dan pengadopsian stablecoin. Mereka yakin CBDC dan stablecoin akan memiliki peran penting dalam layanan pembayaran di masa depan.

    CEO Visa, Al Kelly, tetap yakin bahwa solusi teknologi blockchain dapat diintegrasikan ke dalam layanan dan penawarannya untuk menggerakkan pembayaran generasi berikutnya. Kelly secara singkat membagikan rencana perusahaan untuk CBDC dan stablecoin dalam adopsi di industri pembayaran digital.

    “Ini masih sangat awal, tetapi kami terus percaya bahwa stablecoin dan mata uang digital bank sentral memiliki potensi untuk memainkan peran yang berarti dalam ruang pembayaran, dan kami memiliki sejumlah inisiatif yang sedang berjalan,” kata Kelly dikutip Cointelegraph.

    Investasi Visa

    Huobi dan Visa kolaborasi rilis kartu debit kripto buat belanja.
    Huobi dan Visa kolaborasi rilis kartu debit kripto buat belanja.

    Baca juga: Stablecoin Berbasis Cardano Siap Rilis, Harga ADA Bakal Naik?

    Selama bertahun-tahun, Visa telah mengerjakan sejumlah inisiatif terkait blockchain dan kripto.

    “Kami memiliki jumlah investasi yang tidak material dalam dana dan perusahaan kripto saat kami berusaha untuk berinvestasi dalam ekosistem pembayaran,” jelas CEO yang akan mundur dari Visa pada Februari mendatang.

    Kelly juga mengonfirmasi bahwa neraca Visa tidak terpengaruh oleh beberapa “kegagalan profil tinggi” yang mengguncang dunia aset kripto pada tahun 2022 lalu.

    “Kami tidak mengalami kerugian kredit terkait kegagalan ini […] Dalam segala hal yang kami lakukan, ketahuilah bahwa kami sangat fokus untuk menjaga integritas sistem pembayaran Visa dan sistem pembayaran secara keseluruhan dan tentu saja, reputasi merek kami berdiri untuk kepercayaan,” jelasnya.

    Fokus Blockchain dan kripto

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Sambut Imlek, Tokocrypto Gelar Kompetisi Trading Hadiah Rp 200 Juta

    Tim riset Visa sendiri mulai mengerjakan proyek interoperabilitas blockchain pada September 2021 bernama inisiatif Universal Payment Channel (UPC). Proyek ini dirancang untuk membangun jaringan untuk CBDC dan stablecoin pribadi untuk melewati berbagai saluran pembayaran.

    Namun, Visa belum memberikan pembaruan tentang UPC selama lebih dari 12 bulan.

    Baru-baru ini, pada 20 Desember 2022, Visa mengumumkan sedang menyusun rencana untuk memungkinkan pembayaran tagihan otomatis dari dompet bertenaga Ethereum milik pengguna.

    Visa juga telah meluncurkan beberapa kartu debit aset kripto “tanpa biaya” akhir-akhir ini termasuk perjanjian yang sekarang dihentikan dengan FTX dan kemitraan dengan Blockchain.com pada 26 Oktober, yang masih berlaku.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fakta Menarik Dibalik Trading dengan Stablecoin USDC

    Apakah kamu berpikir bahwa trading dengan stablecoin USDC di pasar kripto tidak bisa menghasilkan keuntungan yang signifikan? Terlepas dari sifat stabil harganya, ternyata kamu masih dapat menghasilkan keuntungan dengan berdagang menggunakan aset kripto ini.

    Ada berbagai macam aset kripto yang beredar, salah satunya adalah stablecoin, yang memiliki fluktuasi harga yang terbatas. USDC adalah salah satu jenis stablecoin yang dipegang erat pada nilai Dolar AS dengan perbandingan 1:1.

    Mungkin kamu belum tahu bahwa Tokocrypto tidak hanya menawarkan pasangan trading dalam mata uang Rupiah (IDR), tetapi juga menyediakan pasangan trading dengan USDC. Ini berarti kamu dapat mengeksplorasi berbagai pasangan aset kripto yang dapat digunakan untuk trading, termasuk USDC.

    Apa Itu USDC?

    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Shawanoleader.com.
    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Shawanoleader.com.

    Baca juga: Citigroup Luncurkan Citi Token untuk Mitra Institusi Adopsi Kripto

    Stablecoin telah menjadi topik yang hangat dalam dunia kripto dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu stablecoin yang paling terkenal adalah USDC, singkatan dari USD Coin. Di balik popularitasnya, ada beberapa fakta menarik yang mungkin belum Anda ketahui:

    1. Stabilitas Harga

    USDC berbeda dari Bitcoin atau Ethereum dalam hal volatilitas. Sementara harga Bitcoin dan Ethereum bisa berfluktuasi dengan cepat, USDC didesain untuk tetap stabil, dengan nilai yang selalu setara dengan 1 Dolar AS. Inilah sebabnya mengapa disebut “stablecoin.”

    2. Kemitraan Fintech

    USDC adalah hasil dari kerja sama antara dua raksasa fintech, Circle dan Coinbase, melalui sebuah konsorsium yang dikenal sebagai CENTRE. USDC diluncurkan pada bulan September 2018 dan sejak itu menjadi salah satu stablecoin terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$30 miliar.

    3. Multi-Blockchain

    USDC beroperasi di berbagai jaringan blockchain, termasuk Ethereum, Solana, Algorand, Stellar, dan Avalanche. Hal ini memberikan USDC kecepatan, efisiensi, dan interoperabilitas tinggi di antara berbagai platform dan aplikasi.

    4. Keamanan dan Transparansi

    Setiap USDC yang beredar selalu didukung oleh cadangan Dolar AS yang disimpan di bank-bank terpercaya dan diaudit secara berkala oleh firma akuntansi independen. USDC juga tunduk pada regulasi ketat dari otoritas keuangan AS.

    5. Fungsi yang Luas

    USDC dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti pembayaran barang dan jasa, pengiriman dan penerimaan uang, penyimpanan nilai, investasi, dan partisipasi dalam ekonomi digital. Stablecoin ini memiliki potensi menjadi mata uang global yang memfasilitasi inklusi keuangan, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

    Mengapa Trading dengan USDC Menarik?

    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Mudrex.
    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Mudrex.

    Baca juga: Perbandingan Stablecoin USDT dan BUSD: Mana Lebih Baik?

    Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita pahami mengapa seseorang mungkin tertarik untuk berdagang dengan USDC daripada aset kripto lainnya. Meskipun USDC adalah stablecoin dan memiliki fluktuasi harga yang terbatas, ini sebenarnya bisa menjadi keuntungan bagi sebagian trader.

    Stabilitas Harga

    Karena nilainya selalu dipegang pada Dolar AS, USDC memberikan perlindungan terhadap fluktuasi harga yang ekstrem di pasar kripto. Ini memungkinkan trader untuk mengelola risiko dengan lebih baik, terutama saat pasar mengalami penurunan atau ketidakpastian.

    Likuiditas Tinggi

    USDC seringkali memiliki likuiditas yang tinggi di berbagai bursa. Ini berarti mudah untuk membeli atau menjual USDC tanpa mengganggu harga terlalu banyak.

    Transfer Cepat dan Biaya Rendah

    Dibandingkan dengan transfer mata uang tradisional, USDC seringkali lebih cepat dan memerlukan biaya yang lebih rendah.

    Strategi Trading dengan USDC

    Seorang trader dapat memanfaatkan stablecoin seperti USDC untuk berbagai strategi:

    1. Hedging: Ketika pasar kripto tidak stabil, seorang trader dapat memindahkan asetnya ke dalam USDC sebagai bentuk lindung nilai. Ini membantu melindungi nilai aset dari penurunan harga yang signifikan.
    2. Arbitrase: Karena perbedaan harga antar bursa, peluang arbitrase mungkin muncul. Seorang trader bisa membeli USDC di satu bursa dengan harga lebih rendah dan menjualnya di bursa lain dengan harga lebih tinggi.
    3. Penyimpanan Nilai: Jika seseorang ingin keluar sejenak dari pasar kripto namun tidak ingin mengkonversi asetnya ke mata uang fiat, menyimpannya dalam bentuk USDC bisa menjadi pilihan yang baik.

    Kesimpulan

    Stablecoin seperti USDC mungkin tidak menawarkan potensi keuntungan sebesar mata uang kripto lain yang lebih fluktuatif. Namun, dengan pendekatan yang tepat dan strategi yang matang, trading dengan USDC masih bisa menghasilkan keuntungan. Memahami kelebihan dan potensi yang ditawarkan oleh stablecoin ini dapat membantu trader membuat keputusan yang lebih baik di pasar kripto.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbandingan Stablecoin USDT dan BUSD: Mana Lebih Baik?

    Banyak stablecoin yang beredar di pasar kripto saat ini, salah duanya yang memiliki kapitalisasi besar adalah USDT (Tether) dan BUSD (Binance USD). Namun, di antara ke duanya mana yang lebih baik?

    Secara keseluruhan, baik USDT maupun BUSD menawarkan kelebihan dan fitur-fitur yang berbeda. USDT unggul dalam hal popularitas, ketersediaan, dan dukungan multi-platform. Sementara BUSD menonjolkan dukungan dari Binance, keamanan yang lebih transparan, dan integrasi yang kuat dengan ekosistem dari bursa kripto terbesar di dunia. 

    Kelebihan USDT 

    1. Popularitas USDT adalah salah satu stablecoin paling populer dan banyak digunakan di pasar kripto. Banyak bursa dan platform mendukung dan menggunakannya sebagai salah satu pasangan perdagangan utama. Di Tokocypto, ada 297 pasangan perdagangan untuk pair USDT.
    2. Ketersediaan supply USDT telah beredar cukup lama dan karenanya, mudah ditemukan dan diperdagangkan di banyak bursa kripto. 
    3. Karena popularitasnya, USDT cenderung memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, berarti Tokonauts dapat membeli dan menjual dengan mudah tanpa mempengaruhi harga secara signifikan.
    4. Dukungan ke berbagai blockchain. USDT aslinya berjalan di blockchain Bitcoin (Omni Layer), tetapi sekarang tersedia di berbagai jaringan blockchain, termasuk Ethereum (ERC-20), Tron (TRC-20), dan lainnya.
    Ilustrasi stablecoin BUSD dan USDT. Sumber: Mudrex.
    Ilustrasi stablecoin BUSD dan USDT. Sumber: Mudrex.

    Baca juga: Pasar Kripto Koreksi: Amankan Investasi dengan Stablecoin

    Kelebihan BUSD

    1. BUSD dikeluarkan oleh Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Dukungan dari bursa terkenal ini memberikan keyakinan bagi banyak pengguna kripto. Saat ini Tokocrypto memiliki 199 pasangan perdagangan BUSD. Jika dibandingkan dengan USDT, BUSD memiliki pair yang lebih kecil serta volume transaksi lebih kecil.
    2. Terkait dengan Keamanan, BUSD didukung oleh dana yang sesuai dalam bentuk mata uang fiat di bank, yang membantu memastikan stabilitas nilainya.
    3. Selain berjalan di blockchain Binance sendiri (Binance Chain), BUSD juga tersedia sebagai token BEP-20 di Binance Smart Chain (BSC), yang memungkinkan transaksi dengan biaya lebih rendah dan kecepatan yang lebih tinggi daripada Ethereum. USDT saat ini juga sudah support blockchain BEP-20 dan di ekosistem blockchain Binance Chain sendiri secara likuiditas lebih besar USDT dibanding dengan BUSD. 
    4. BUSD terintegrasi dengan berbagai layanan dan produk di ekosistem Binance, seperti Binance Exchange, Binance Launchpad, dan layanan keuangan terpusat lainnya di Binance.

    Pilih Mana: USDT atau BUSD?

    Keputusan untuk menggunakan salah satu dari stablecoin antara USDT dan BUSD, ini akan tergantung pada preferensi pribadi, tujuan, dan situasi pasar pada saat tertentu. Namun, Tokonauts juga perlu mengetahui tentang isu terkini terkait BUSD.

    Paxos, platform infrastruktur blockchain yang berbasis di Amerika Serikat telah menghentikan penerbitan stablecoin BUSD. Meskipun demikian, perusahaan akan terus mendukung BUSD hingga setidaknya Februari 2024. Peristiwa ini mungkin akan berdampak pada perkembangan BUSD ke depannya.

    Ilustrasi stablecoin BUSD dan USDT. Sumber: Thefipharmacist.com.
    Ilustrasi stablecoin BUSD dan USDT. Sumber: Thefipharmacist.com.

    Baca juga: Manfaatkan Stabilisasi Investasi di Koreksi Pasar Kripto dengan Stablecoin

    Kemungkinan besar likuiditas dari pasangan perdagangan yang melibatkan BUSD akan mengalami penurunan. Hal ini dapat mempengaruhi aktivitas perdagangan dan volatilitas harga dalam pasar yang terkait dengan BUSD.

    Para trader dan investor yang memiliki pairing dengan BUSD harus mewaspadai potensi penurunan aktivitas perdagangan pada pasangan tersebut. Kondisi ini bisa berpengaruh pada strategi trading dan keputusan investasi yang melibatkan BUSD.

    Tetap Tenang

    Tokonauts jangan khawatir dan tetap tenang, karena masih bisa memilih stablecoin lain, seperti USDT sebagai alternatif aktivitas perdagangan dan investasi yang dapat Anda pertimbangkan. Untuk melakukan trading BUSD ke USDT di Tokocrypto bisa melalui link ini.

    Namun, tak perlu khawatir bagi Tokonauts yang ingin tetap menggunakan BUSD. Tokocrypto tetap mendukung proses perdagangan dan penarikan menggunakan BUSD sebagai salah satu pilihan yang tersedia. 

    Sebagai platform perdagangan yang terpercaya, Tokocrypto selalu mengutamakan keamanan aset pelanggannya. Keamanan adalah hal yang sangat penting dan Tokocrypto berkomitmen untuk melindungi aset-aset para penggunanya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PayPal Meluncurkan Stablecoin PYUSD untuk Pembayaran dan Transfer

    PayPal telah memperdalam langkahnya ke industri kripto dengan meluncurkan stablecoin yang didukung dolar AS yang dijuluki PayPal USD (PYUSD). Langkah tersebut menjadikan PayPal salah satu perusahaan keuangan besar AS pertama yang meluncurkan stablecoin-nya sendiri meskipun ada ketidakpastian peraturan seputar aset kripto di negara tersebut.

    Sebagai stablecoin yang dipatok dalam USD, PayPal USD mempertahankan nilai tetap terhadap dolar AS, dan akan dikeluarkan oleh pembuat stablecoin populer Paxos Trust Co. Seperti stablecoin yang dipatok dalam USD lainnya, PYUSD didukung oleh deposit USD, perbendaharaan jangka pendek, dan setara kas lainnya, menurut laporan Fortune pada hari Senin (7/8).

    Untuk saat ini, pengguna hanya dapat menggunakan PYUSD untuk kripto dan aktivitas terkait web3, seperti pembayaran dalam game dan perdagangan dengan aset kripto lainnya. Namun dalam jangka panjang, PayPal bermaksud menggunakan PYUSD untuk memfasilitasi pembayaran dan transfer berbiaya rendah di antara pengguna dan trader di seluruh dunia.

    Peluncuran PYUSD

    Ilustrasi stablecoin PayPal USD (PYUSD). Sumber: Paypal.
    Ilustrasi stablecoin PayPal USD (PYUSD). Sumber: Paypal.

    Baca juga: Pasar Kripto Stagnan Bersiap Tunggu Data Inflasi AS Terbaru

    Paypal mengatakan akan meluncurkan mata uang digital baru secara bertahap kepada pelanggan di AS dalam beberapa minggu mendatang. Kemudian pelanggan dapat mentransfer stablecoin ERC-20 ke dompet eksternal, melakukan transaksi peer-to-peer, dan mengubahnya menjadi aset kripto lain yang didukung oleh ekosistem PayPal.

    Dan Schulman, presiden dan CEO PayPal, percaya bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat posisinya di industri pembayaran digital, karena ada kebutuhan akan aset yang stabil untuk menjembatani kesenjangan antara dunia tradisional dan digital.

    Pergeseran menuju mata uang digital membutuhkan instrumen stabil yang asli secara digital dan mudah terhubung ke mata uang fiat seperti dolar AS, kata Schulman dalam sebuah pernyataan.

    Perusahaan telah menambahkan dukungan untuk mata uang kripto lainnya, seperti Bitcoin dan Ethereum, sejak tahun 2020, dan pengguna dapat menukar PYUSD untuk semua aset digital yang didukung di platform.

    Kritik buat PayPal

    Baca juga: 4 Kripto Ini Bisa Turun ke Harga Terendah Baru di bulan Agustus 2023

    Namun, anggota komunitas mengkhawatirkan aspek terpusat PayPal. Sebagai entitas terpusat, PayPal dapat menunda pembayaran pelanggan, menuntut informasi tertentu dalam berbagai hal.

    Menurut Bloomberg, Jose Fernandez da Ponte, kepala tim blockchain dan mata uang digital PayPal, percaya ada peningkatan permintaan untuk stablecoin alternatif karena meningkatnya dominasi di pasar.

    Pangsa pasar stablecoin kini menunjukkan bahwa USDT Tether memiliki dominasi 67,18%, sedangkan USDC Circle memiliki dominasi 20,55% di pasar. Sedangkan stablecoin yang tersisa berbagi 12% sisanya.

    Sementara PYUSD PayPal belum menerima sambutan hangat dari komunitas kripto, ia memiliki peluang untuk memanfaatkan pengguna platform yang ada. Menurut Statista, PayPal memiliki 431 juta akun aktif pada kuartal kedua tahun 2023.

    Hanya periode mendatang yang bisa menjawab jika PYUSD PayPal berhasil mengganggu duopoli USDT dan USDC.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether (USDT) Jadi Stablecoin Favorit, Punya Cadangan Aset Besar

    Tether (USDT) masih menjadi stablecoin favorit para pelaku pasar aset kripto sehingga nilai cadangan asetnya terus melonjak. Karena hal penting bagi USDT adalah mempertahankan cadangan, bahkan setelah disesuaikan dengan inflasi.

    Dilaporkan Cryptonomist, Tether merilis laporan keuangan stablecoin USDT untuk kuartal kedua tahun 2023. Sejak The Fed menaikkan suku bunga ke level tertinggi, investasi Tether di obligasi pemerintah AS mulai menghasilkan lebih banyak dari biasanya.

    Berkat keuntungan selama kuartal tersebut, Tether mampu meningkatkan kelebihan cadangan aset sebanyak US$ 850 juta menjadi total US$ 3,3 miliar. Keabsahan laporan ini dikonfirmasi oleh auditor independen BDO, salah satu dari lima besar kantor akuntan publik independen dunia, yang menyatakan sesuai dengan data yang sebenarnya.

    Berkat semua ini, per 30 Juni 2023, Tether memiliki aset hampir US$ 86,5 miliar, tetapi hanya liabilitas US$ 83,2 miliar, di mana 83.178.020.411 di antaranya adalah token digital yang diterbitkan.

    Cadangan Tether untuk USDT

    Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).
    Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).

    Baca juga: Perbandingan Stablecoin USDT dan BUSD: Mana Lebih Baik?

    Kelebihan cadangan adalah aset yang tidak digunakan untuk menutupi nilai pasar dari token yang dikeluarkan, namun sebenarnya merupakan surplus, yang dilakukan dengan kehati-hatian sederhana.

    Dengan kata lain, tidak hanya semua token yang diedarkan oleh Tether tercakup dalam cadangan standar, tetapi dalam laporan itu diklaim, perusahaan juga memiliki kelebihan cadangan sebesar US$ 3,3 miliar untuk digunakan, jika terjadi ‘peristiwa’ yang tidak biasa.

    Misalnya, pada bulan Maret lalu, ketika Silicon Valley Bank bangkrut, pesaing stablecoin utama Tether, yaitu USDC, tiba-tiba kehilangan akses ke cadangan lebih dari US$ 3 miliar, sehingga kehilangan cakupan token penuh dan pasak dengan dolar AS.

    Kelebihan cadangan dapat berguna dalam kasus seperti itu, yaitu ketika bagian dari cadangan aset yang menjamin stablecoin hilang karena alasan apa pun, bahkan tidak terkait dengan pengelola.

    Pada tahun 2018, Tether mengalami masalah yang sama, ketika sekitar US$ 800 juta dibekukan karena penyitaan aset bank yang digunakan sebagai tempat cadangannya. Dana tersebut kemudian dikeluarkan, tetapi butuh waktu berbulan-bulan, selama itu USDT tidak lagi tercakup 100%.

    Perusahaan telah lama memutuskan untuk memasukkan keuntungan bersihnya ke dalam cadangan tambahan, tepatnya untuk membangun semacam perbendaharaan yang dapat digunakan dalam keadaan darurat.

    Apa Itu Tether (USDT)?

    gambaran jenis jenis stable coin
    Ilustrasi stablecoin.

    Baca juga: MicroStrategy Mau Borong BTC Lagi, Pasar Kripto dan Harga Bitcoin Naik

    Tether adalah salah satu jenis stablecoin yang dikeluarkan oleh Tether Limited. Nilainya diikatkan pada mata uang fiat, seperti dolar AS (USD), untuk menciptakan stabilitas harga. Tether menjadi solusi bagi para trader dan investor dalam industri mata uang kripto yang ingin mempertahankan nilai aset mereka tanpa harus meninggalkan ekosistem kripto.

    Tether menawarkan stabilitas nilai karena nilainya diikat pada mata uang fiat. Hal ini membantu menghindari fluktuasi harga yang tinggi yang sering terjadi pada kripto lainnya. Sebagai stablecoin yang paling umum diperdagangkan, Tether menawarkan likuiditas tinggi, memudahkan para pengguna untuk masuk dan keluar dari posisi perdagangan dengan mudah.

    Tether telah diadopsi secara luas oleh para trader, investor, dan perusahaan di seluruh dunia. Keberadaannya yang luas membuatnya menjadi salah satu stablecoin terdepan dalam industri kripto.

    Sebagai alat yang penting dalam industri, Tether terus menjadi pilihan utama para pelaku pasar untuk melindungi nilai aset mereka dan memfasilitasi perdagangan dan investasi di dunia kripto.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Koreksi: Amankan Investasi dengan Stablecoin

    Di tengah tren penurunan berkelanjutan di pasar kripto global, firma analitik on-chain, Glassnode melaporkan beberapa pergerakan signifikan yang tercatat di Bitcoin (BTC) dan stablecoin. Menurut Glassnode, dominasi aliran Bitcoin dan stablecoin telah mengalami “pergeseran dramatis” selama bertahun-tahun.

    Glassnode merilis laporan baru-baru ini yang menyoroti lanskap yang berkembang dari kepemilikan pasokan Bitcoin dan dinamika seputar stablecoin. Temuan mereka mengungkapkan pergeseran signifikan dalam dominasi pasokan kripto Bitcoin dan distribusi kepemilikan stablecoin, menunjukkan perubahan perilaku investor dan potensi migrasi likuiditas menuju aset digital berisiko rendah.

    Menurut laporan, dominasi pasokan BTC telah menyaksikan transformasi penting selama dua tahun terakhir. Entitas AS sekarang memiliki Bitcoin 11% lebih sedikit dibandingkan pada Juni 2022, sementara investor yang aktif selama jam perdagangan Asia telah meningkatkan kepemilikan mereka sebesar 9,9%.

    Pembalikan keberuntungan ini menunjukkan perubahan berbeda dari tren yang diamati selama siklus bullish 2020-2021, menandakan pergeseran dalam dinamika pasar dan preferensi investor.

    Dinamika Stablecoin

    Dominasi volume abadi BTC vs ETH. Sumber: Glassnode.
    Dominasi volume abadi BTC vs ETH. Sumber: Glassnode.

    Baca juga: Asia Menguasai Pasar Bitcoin dan Kripto, Meninggalkan AS di Belakang!

    Laporan Glassnode juga menyoroti perkembangan signifikan dalam ruang stablecoin. Pasokan USDT (Tether) telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa, menunjukkan lonjakan permintaan untuk stablecoin populer ini. Sebaliknya, pasokan USDC (USD Coin) dan BUSD (Binance USD) telah menurun ke posisi terendah dalam beberapa tahun.

    Divergensi ini menunjukkan bahwa stablecoin tanpa bunga, seperti USDT, menarik lebih banyak perhatian dan modal, sehingga berpotensi karena kegunaannya dalam perdagangan dan penyediaan likuiditas.

    Selanjutnya, analisis Glassnode tentang aliran on-chain mengungkapkan penurunan permintaan sejak April. Sementara aliran masuk stablecoin secara signifikan melebihi aliran masuk Bitcoin dan Ethereum pada kuartal pertama, koreksi pasar telah menyebabkan pembalikan tren ini.

    Aman dengan Stablecoin

    Perubahan pasokan regional Bitcoin (BTC) dari Amerika Serikat ke kawasan Asia pada periode year-over-year (YoY). Sumber: Glassnode
    Perubahan pasokan regional Bitcoin (BTC) dari Amerika Serikat ke kawasan Asia pada periode year-over-year (YoY). Sumber: Glassnode

    Baca juga: Daftar Aset Kripto Potensi Bullish Akhir Mei 2023

    Glassnode sekarang mengamati arus masuk BTC dan Ethereum yang lebih besar, kemungkinan menunjukkan aktivitas sisi jual karena pelaku pasar menyesuaikan posisi mereka sebagai respons terhadap lanskap yang berkembang.

    Temuan ini secara kolektif menunjukkan rotasi modal bersih dan migrasi likuiditas menuju aset digital berisiko rendah. Data Glassnode selaras dengan pengamatan bahwa volume perdagangan berjangka BTC semakin mendominasi pasar, melampaui Ethereum dan aset digital lainnya pada tahun 2023.

    Peningkatan dominasi volume Bitcoin baru-baru ini, melebihi 65%, mendukung anggapan bahwa Bitcoin dianggap sebagai aset digital yang relatif berisiko lebih rendah dalam ranah aset digital.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com