Tag: stablecoin

  • Perbedaan Stablecoin dan Aset Kripto Lain, Lebih Untung?

    Aset kripto perlahan mulai dilirik sebagai salah satu instrumen investasi yang menjanjikan. Selain, Bitcoin dan altcoin, aset kripto stablecoin kini mulai dijadikan sebagai pilihan oleh para investor, karena diklaim lebih menjanjikan.

    COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan stablecoin bisa menjadi media investasi yang baru bagi pasar. Stablecoin yang memiliki underlying aset mata uang fiat, seperti rupiah dan dolar menjadi pembeda dari aset kripto lain, dari segi nilai praktis dan kegunaannya.

    “Pada dasarnya stablecoin ini cara kerjanya sama seperti investasi yang sudah ada saat ini. Misalnya stablecoin yang punya underlying asset emas, nilai investasinya bergerak tergantung harga emas di pasaran,” kata Teguh.

    “Penggunaan stablecoin dinilai memberikan manfaat untuk menjaga harga agar stabil sehingga penggunaannya jelas untuk bisa menjadi cara transfer aset yang tepat.”

    illustrasi jenis stable coin

    Ilustrasi stablecoin.

    Apa itu Stablecoin?

    Stablecoin adalah aset kripto yang menawarkan nilai yang terus stabil dikarenakan sudah dijamin oleh aset-aset lain di belakangnya dengan rasio 1:1. Aset lain tersebut bisa bermacam-macam bentuknya, mulai dari uang fiat, sesama aset kripto lain, hingga komoditas.

    Saat ini, stablecoin kerap menjadi buah bibir dan pilihan utama pegiat aset kripto. Selain karena harganya yang cenderung stabil dan berbeda dengan aset kripto lainnya, stablecoin juga dianggap lebih aman karena adanya aset lain yang menjaminnya.

    Baca juga: Stablecoin Booming Selama Virus COVID-19

    Perbedaan Stablecoin dengan Aset Kripto Lain

    Apa saja sebenarnya yang membedakan stablecoin dengan aset kripto lainnya?

    1. Volatilitas

    Perbedaan pertama adalah tingkat volatilitas masing-masing tipe aset kripto. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, stablecoin menawarkan aset kripto dengan tingkat volatilitas yang amat rendah alias harganya stabil. Hal ini membuat naik-turunnya harga stablecoin lebih mudah untuk diprediksi.

    Berbeda dengan aset kripto selain stablecoin yang ada di pasar, di mana aset-aset tersebut memiliki tingkat volatilitas yang amat tinggi dan menyebabkan aset lebih mudah goyah, sehingga bisa naik-turun secara cepat serta arahnya cenderung sulit untuk diprediksi.

    Ilustrasi stablecoin.

    Ilustrasi stablecoin.

    2. Penggunaan

    Stablecoin bisa digunakan untuk pembayaran di dunia nyata, tidak hanya di dunia digital. Hal ini bermula dari Visa yang memungkinkan para nasabahnya untuk menggunakan USDC dalam bertransaksi. Disusul oleh Mastercard yang bekerja sama dengan perusahaan penyalur stablecoin, Paxos dan Circle, dalam mendukung aktivitas transaksi menggunakan USDC.

    Sementara itu, aset kripto lainnya sampai saat ini baru bisa digunakan sebatas transaksi digital saja. Misalnya seperti pertukaran atau jual-beli aset kripto pada exchange, aktivitas trading, pembayaran cross-border, serta pembayaran layanan yang ada pada blockchain.

    Baca juga: Tak hanya Bitcoin, Stablecoin juga Mulai Dilirik Pelaku Pasar

    Tipe-tipe Stablecoin

    Stablecoin Dijamin Uang Fiat

    Stablecoin yang didukung oleh mata uang fiat lainnya adalah jenis yang paling umum. Biasanya stablecoin jenis ini akan dipatok dengan rasio 1:1 dengan mata uang resmi yang umum dan digunakan seperti Euro, Rupiah, atau Dolar AS.

    Contoh: Tether (USDT), USD Coin (USDC), Binance Indonesian Rupiah (BIDR).

    Stablecoin Didukung oleh Aset Kripto

    Stablecoin yang jaminannya mendasari aset kripto lain, bukan uang fiat dan komoditi lain. Proses penerbitan koin jenis ini dilakukan melalui beragam protokol yang dilakukan pada blockchain. Salah satu contohnya stablecoin Maker DAO (DAI).

    gambaran jenis jenis stable coin

    Ilustrasi stablecoin.

    Stablecoin Dijamin Emas

    Ada sejumlah stablecoin yang dibuat dengan nilai yang dijamin 1:1 dengan komoditas seperti emas untuk menjamin kestabilan harganya.

    PAX Gold (PAXG) adalah aset digital yang diterbitkan oleh Paxos. Setiap token PAXG dijamin oleh satu troy ounce (sekitar 31.1 gram) emas batangan yang sudah mendapatkan akreditasi dari London Bullion Market Association (LBMA).

    Tether Gold (XAUT) adalah salah satu penerbit stablecoin dolar AS terbesar, Tether, juga merilis stablecoin dengan jaminan emas yaitu XAUT. Setiap satu XAUT dijamin dengan satu troy ounce emas batangan London Good Delivery.

    Baca juga: Pendiri Apple, Steve Wozniak Yakin Harga Bitcoin Bisa Capai $ 100.000



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Jenis Stablecoin dan Perbedaannya dengan Aset Kripto Lain

    Berbicara soal aset kripto memang tak bisa lepas dari pembahasan mengenai harganya yang mudah naik-turun. Aset kripto yang ada di pasaran hampir tidak bisa ditebak akan ke mana arahnya, mungkin saja saat harganya sedang naik, tidak butuh waktu lama harganya langsung turun bahkan anjlok. Tetapi, ada nih jenis aset kripto yang harganya stabil, namanya Stablecoin

    Terus, apa sih penyebab harganya bisa stabil? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

    Apa itu Stablecoin?

    Stablecoin adalah sederet aset kripto yang menawarkan nilai aset yang terus stabil dikarenakan sudah dijamin oleh aset-aset lain di belakangnya dengan rasio 1:1. Aset lain tersebut bisa bermacam-macam bentuknya, mulai dari uang fiat, sesama aset kripto lain, hingga komoditas.

    Saat ini, stablecoin kerap menjadi buah bibir dan pilihan utama pegiat aset kripto. Selain karena harganya yang cenderung stabil dan berbeda dengan aset kripto lainnya, stablecoin juga dianggap lebih aman karena adanya aset lain yang menjaminnya.

    4 Jenis Stablecoin

    gambaran jenis jenis stable coin

    Dalam dunia aset kripto, stablecoin dibagi lagi ke dalam empat jenis sesuai dengan cara kerjanya. Berikut adalah empat jenis stablecoin, lengkap dengan cara kerja dan contohnya, yaitu:

    1. Fiat-collateralized 

    Seperti namanya, fiat-collateralized berarti jenis stablecoin yang dijamin oleh uang fiat. Umumnya, uang fiat yang digunakan sebagai jaminan adalah uang yang harganya tergolong stabil di pasar, seperti Dollar AS dan Euro. Meski begitu, kini juga sudah ada stablecoin yang dijamin oleh uang fiat lain seperti Rupiah.

    Beberapa contoh dari stablecoin berjenis ini adalah Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) yang memiliki nilai setara dengan Dollar AS, menjadi dua stablecoin yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Selain itu, dalam skala nasional juga hadir Rupiah Token (IDRT), yang nilainya dijamin oleh nilai Rupiah asli.

    2. Commodity-collateralized

    Jenis stablecoin selanjutnya ada commodity-collateralized, yaitu stablecoin yang harganya ditetapkan sesuai dengan harga komoditas, atau aset lain yang bisa dipertukarkan. Komoditas yang digunakan yaitu logam mulia seperti emas atau perak, tetapi ada juga yang menggunakan properti. Layaknya komoditas di dunia nyata, tidak menutup kemungkinan nilai stablecoin jenis ini bisa naik atau turun seiring berjalannya waktu.

    Stablecoin berjenis ini antara lain adalah PAX Gold (PAXG), Tether Gold (XAUT), dan Digix Gold (DGX) yang harganya mengikuti pergerakan harga logam mulia emas. Ada juga Secure Coin (SRC) yang nilainya dijamin oleh portofolio properti di Swiss.

    3. Crypto-collateralized

    Selanjutnya ada stablecoin dengan jenis crypto-collateralized, di mana nilai stablecoin yang ada dijamin oleh aset kripto lainnya. Agar harga stablecoin yang dijamin tetap stabil, maka biasanya aset kripto yang menjaminnya sengaja disiapkan lebih banyak. Hal ini akan menghasilkan stablecoin dalam jumlah sedikit, tetapi harganya tetap stabil.

    Misalnya, dalam menghasilkan stablecoin senilai 2500 USD, maka penerbit harus mempersiapkan aset kripto lain sebagai jaminan dengan nilai 5000. Dalam hal ini, stablecoin berhasil dijamin sebesar 200 persen. Contoh stablecoin berjenis ini adalah MakerDAO (DAI) yang harganya dipatok pada Dollar AS tetapi didukung oleh Ether (ETH).

    4. Non-collateralized

    Terakhir ada stablecoin dengan jenis non-collateralized alias tidak dijamin oleh aset apapun. Tapi, kok, harganya bisa tetap stabil? Sebenarnya, jenis ini tidak sepenuhnya sama sekali tanpa jaminan. Non-collateralized di sini maksudnya adalah tetap menggunakan mekanisme kerja atau algoritma selayaknya bank sentral, sehingga harganya bisa terus stabil.

    Masih bingung? Sederhananya, seperti yang dahulu terjadi pada Dollar AS di mana nilainya sempat dipatok dengan nilai emas yang bertujuan untuk menstabilkan harganya. Namun, setelah tidak lagi dijamin oleh harga emas, ternyata harga Dollar AS tetap stabil karena masyarakat sudah percaya akan nilai dan impact yang dimilikinya. 

    Sama seperti ilustrasi tersebut, ada jenis stablecoin yang dibangun menggunakan algoritma serupa. Akan tetapi, pada aset kripto, diperlukan juga penerapan smart contract pada sebuah platform terdesentralisasi terlebih dulu. Selain itu, untuk mempertahankan stabilitasnya, stablecoin jenis ini harus bisa menunjukkan pertumbuhannya dalam jangka waktu yang cukup panjang.

    Contohnya adalah Ampleforth (AMPL) yang menggunakan algoritma supply-demand. Jadi, apabila terjadi pembelian AMPL dalam jumlah besar, protokol akan secara otomatis meningkatkan supply AMPL agar harganya tetap stabil dan menimbulkan keseimbangan antara supply dan demand.

    Baca juga: Kenalan dengan 5 Jenis Altcoin dan Cara Kerjanya

    Perbedaan Stablecoin dengan Aset Kripto Lain

    perbedaan stable coin dan

    Lalu, apa saja sebenarnya yang membedakan stablecoin dengan aset kripto lainnya? Ada 2 perbedaannya, yakni:

    1. Volatilitas

    Perbedaan pertama adalah tingkat volatilitas masing-masing tipe aset kripto. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, stablecoin menawarkan aset kripto dengan tingkat volatilitas yang amat rendah alias harganya stabil. Hal ini membuat naik-turunnya harga stablecoin lebih mudah untuk diprediksi.

    Berbeda dengan aset kripto selain stablecoin yang ada di pasar, di mana aset-aset tersebut memiliki tingkat volatilitas yang amat tinggi dan menyebabkan aset lebih mudah goyah, sehingga bisa naik-turun secara cepat serta arahnya cenderung sulit untuk diprediksi.

    2. Penggunaan

    Selanjutnya terletak pada penggunaannya. Stablecoin bisa digunakan untuk pembayaran di dunia nyata, tidak hanya di dunia digital. Hal ini bermula dari Visa yang memungkinkan para nasabahnya untuk menggunakan USDC dalam bertransaksi. Disusul oleh Mastercard yang bekerja sama dengan perusahaan penyalur stablecoin, Paxos dan Circle, dalam mendukung aktivitas transaksi menggunakan USDC.

    Sementara itu, aset kripto lainnya sampai saat ini baru bisa digunakan sebatas transaksi digital saja. Misalnya seperti pertukaran atau jual-beli aset kripto pada exchange, aktivitas trading, pembayaran cross-border, serta pembayaran layanan yang ada pada blockchain.

    Ternyata, cukup banyak ya stablecoin yang telah diterbitkan di pasar aset kripto. Tidak sedikit pula yang menarik perhatian para investor. 

    Apakah Anda salah satu di antara mereka yang tertarik berinvestasi stable coin? Kalau iya, yuk langsung selesaikan KYC Anda dan beli stable coin hanya di Tokocrypto! Jangan lupa juga untuk gabung di Komunitas Tokocrypto untuk tahu lebih banyak soal dunia aset kripto, ya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin Tumbuh Pesat, Lampaui Fintech Lain Berkat Ethereum

    Stablecoin berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah fintech, dengan total nilai pasar kini melampaui $260 miliar. Pertumbuhan pesat ini memungkinkan lebih dari 4 miliar orang di seluruh dunia untuk menyimpan dan mentransfer dolar AS secara on-chain tanpa perlu menggunakan rekening bank.

    Menurut laporan Crypto Economy, lonjakan adopsi stablecoin ini sebagian besar didorong oleh jaringan Ethereum, yang telah menjelma menjadi rel utama dolar digital. Jaringan terbuka dan tanpa izin ini kini menopang lebih dari $140 miliar stablecoin dan $60 miliar aset keuangan terdesentralisasi (DeFi), menawarkan akses global, keamanan institusional, serta ketahanan terhadap sensor.

    “Stablecoin menyebarkan dolar lebih cepat daripada teknologi keuangan mana pun dalam sejarah. Ethereum menjadi tulang punggung keuangan,” ujar Maria Shen, mitra di Electric Capital.

    Baca juga: China Siapkan Stablecoin Yuan, Bidik Dominasi USDT

    Pertumbuhan stablecoin menciptakan siklus ekonomi yang saling memperkuat. Dolar yang dicetak dalam bentuk stablecoin banyak digunakan sebagai agunan dalam protokol DeFi, yang mendorong permintaan terhadap ETH. Dalam prosesnya, staking ETH meningkat, memperkuat keamanan jaringan sekaligus memperketat suplai ETH yang beredar.

    Dengan regulasi yang semakin jelas dan struktur protokol yang efisien, modal institusional pun mulai mengalir masuk, memperkuat likuiditas dan potensi pengembalian hasil dari ekosistem ini. Situasi ini memperkokoh posisi Ethereum sebagai fondasi infrastruktur keuangan baru di era digital.

    Ethereum juga berhasil meninggalkan para pesaingnya. Bitcoin yang tidak memiliki kontrak pintar dan platform lain yang belum mampu menyaingi keamanan Ethereum menjadikan jaringan ini unggul dalam mendukung pertumbuhan stablecoin. Di sisi lain, sistem perbankan dan jaringan pembayaran konvensional masih terbatas oleh regulasi lokal dan infrastruktur usang.

    Dengan teknologi kontrak pintar yang terus berkembang dan adopsi stablecoin yang masif, Ethereum kini berada di posisi terdepan untuk mendefinisikan ulang sistem keuangan global di masa depan.

    Baca juga: PORTAL Naik 11% Didorong Adopsi Stablecoin dan Game Web3


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • China Siapkan Stablecoin Yuan, Bidik Dominasi USDT

    Dua raksasa teknologi Tiongkok, JD.com dan Ant Group, secara aktif melobi Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) untuk menyetujui penerbitan stablecoin yang dipatok terhadap yuan di wilayah Hong Kong. Langkah ini bertujuan untuk menantang dominasi stablecoin berbasis dolar AS, terutama USDT milik Tether, dalam perdagangan global.

    Dilaporkan Coinpaprika, saat ini, lebih dari 99% stablecoin yang beredar didukung oleh dolar AS, dengan USDT memegang sekitar 68,2% pangsa pasar. Tren ini telah mendorong banyak eksportir Tiongkok untuk menggunakan USDT sebagai alat pembayaran internasional, demi menghindari risiko nilai tukar dan kontrol modal yang ketat di dalam negeri.

    Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).
    Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).

    Baca juga: Mengenal USD1: Stablecoin World Liberty Financial Bidik Pasar Institusi

    Peluncuran Stablecoin

    JD.com dan Ant Group berencana meluncurkan stablecoin yang dipatok terhadap dolar Hong Kong saat peraturan stablecoin baru mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 di Hong Kong. Namun, keduanya menilai stablecoin yang didukung oleh yuan akan lebih strategis dalam mempromosikan penggunaan internasional mata uang nasional Tiongkok.

    Meski China secara resmi melarang aktivitas mata uang kripto sejak 2021, otoritas di negara tersebut mulai menunjukkan ketertarikan terhadap potensi penggunaan stablecoin untuk transaksi lintas batas. Peraturan baru di Hong Kong memungkinkan perusahaan mengajukan lisensi penerbitan stablecoin dalam kerangka regulasi yang lebih jelas dan terbuka.

    Jika disetujui, penerbitan stablecoin berbasis yuan di bawah otorisasi Hong Kong bisa menjadi langkah besar dalam mengubah pendekatan Tiongkok terhadap aset digital, sekaligus memperkuat posisi yuan dalam sistem keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pi Network dan Ironi Harga di Bawah $0,5, Bagaimana Potensinya?

    Token Pi Coin (PI) saat ini menghadapi tekanan signifikan karena peningkatan minat terhadap stablecoin yang menawarkan kestabilan harga.

    Pi Coin sempat turun lebih dari 3% hari ini dan melorot di bawah level $0,50 yang sebelumnya sempat dicapai, memasuki fase volatilitas tajam yang menandakan volatilitas tinggi dalam jangka pendek .

    Tekanan Harga & Signal Teknis

    • Harga PI saat ini diperkirakan sekitar $0,4908, dengan volume perdagangan harian sekitar $92,6 juta atau menurun sekitar 1%.
    • Indeks RSI mendekati area oversold sekitar level 35, menunjukkan kemungkinan terjadi rebound teknikal jangka pendek .

    Baca Juga: Awas, Pi Network Bisa Ukir Sejarah Terburuk Sepanjang Masa!

    Stablecoin Menyapu Minat Pasar

    • Stablecoin semakin populer karena memberikan harga tetap, jaminan aset fiat, dan kepatuhan regulatif yang membuat Pi kalah bersaing untuk memikat trader.
    • Sementara itu, RUU GENIUS Act yang mendukung stablecoin makin memperkuat kepercayaan terhadap stablecoin—memberi mereka posisi unggul di tangan investor konservatif.

    Tantangan Teknis & Regulatif

    Pi Coin juga menghadapi hambatan lain, antara lain:

    • Volatilitas tinggi dan tidak banyak diperdagangkan di exchange besar, membatasi likuiditas.
    • Kendala regulasi dan listing: Pi masih minim dukungan dari institusi dan belum banyak listing utama.
    • Risiko unlock token di bulan Juli yang dapat menambah supply dan menekan harga lebih lanjut.

    Kekuatan Unik Pi yang Belum Dimanfaatkan

    Meski begitu, Pi memiliki nilai intrinsik:

    • Ekosistem komunitas besar: Lebih dari 65 juta pengguna yang tetap aktif walau ambiente volatil.
    • Arsitektur mobile mining: Pengguna hanya perlu tap via aplikasi yang mempermudah adopsi dibanding stablecoin.
    • Pengembangan Pi App Studio berbasis AI yang membuka potensi adopsi nyata dan peningkatan utilitas jangka panjang.

    POTENSI MASA DEPAN & STRATEGI PASAR

    Skenario Level Harga Peristiwa & Rekomendasi
    Bear case < $0,40 Jika pressure stablecoin kuat dan token unlock pada Juli memengaruhi harga; strategi mitigasi seperti sell/hedge diperlukan.
    Neutral base $0,40–$0,50 Konsolidasi menunggu momentum dari event besar atau berita listing. Batasi risiko di support ini.
    Bull case > $0,60 Jika Pi2Day atau peluncuran AI App Studio memberi katalis kuat, bisa kenaikan signifikan. Target jangka menengah: $0,60–$0,80 .

    Rekomendasi Investor & Trader

    • Trader Harian: Pertimbangkan buy dekat $0,49–$0,50, exit di $0,55–$0,60. Gunakan stop-loss ketat di bawah $0,48.
    • Swing Trader: Masuk jika terjadi rebound di atas $0,52–$0,55 dengan volume akumulasi meningkat.
    • Investor Jangka Menengah: Masuk bertahap dan pantau perkembangan ekosistem Pi, khususnya penggunaan nyata, listing institusional, dan kepastian teknis.

    Baca Juga: Pembayaran Kuliah Pakai Pi Coin, Pi Network Sasar Mahasiswa

    Pi Coin kini menghadapi tantangan serius karena stablecoin menarik sebagian besar investor global. Penurunan di bawah $0,50 merupakan alarm awal, sementara risiko token unlock di bulan Juli menambah kekhawatiran.

    Namun, peluang pemulihan masih terbuka jika Pi Network mampu memanfaatkan event besar seperti Pi2Day, AI App Studio, dan potensi listing baru.

    Investor disarankan untuk tetap waspada, menerapkan manajemen risiko yang baik, dan mengikuti perkembangannya secara aktif.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Protokol Stablecoin Akan Bakar 6 Juta Token

    Protokol stablecoin Resupply sedang menghadapi krisis kritis setelah terbaru dibobol sekitar $9,5 juta oleh peretas.

    Menanggapi peristiwa tersebut, tim Resupply kini mengusulkan untuk membakar (burn) sebanyak 6 juta token guna menjaga stabilitas ekosistem dan memulihkan kepercayaan investor.

    Bagaimana Eksploitasi Terjadi?

    Pada empat hari lalu, peretas berhasil mengeksploitasi pasar berlikuiditas rendah di Resupply, memungkinkan mereka menguras dana senilai hampir $9,5 juta.

    Serangan ini menggunakan mekanisme manipulasi harga exchange rate untuk menarik token lewat smart contract, sebuah vektor yang dikenal dalam DeFi dan stablecoin di mana mekanisme harga tidak cukup kuat untuk menangani pergerakan besar.

    Baca Juga: Mengenal USD1: Stablecoin World Liberty Financial Bidik Pasar Institusi

    Proposal Burn 6 Juta Token sebagai Jawaban

    Sebagai langkah krisis, tim Resupply mengajukan usulan untuk melakukan token burn sebanyak 6 juta token sebagai bentuk emasif deflasi untuk membatasi supply dan diharapkan dapat meredam efek negatif dari kerugian akibat eksploit.

    • Itu setara dengan sekitar 60% dari supply yang dicuri, dan mewakili 85% dari volume exploit estimate berbentuk token.
    • Rencana tersebut masih dalam diskusi komunitas: tim pengembang menyiapkan forum voting dan audit tambahan untuk memastikan keamanan setiap tindakan.

    Tujuan Utama dan Harapan Komunitas

    Rencana pengurangan token ini bertujuan untuk:

    1. Menyeimbangkan supply agar eksposur modal tidak terlalu longgar akibat eksploit.
    2. Meningkatkan kepercayaan pasar, menunjukkan komitmen nyata tim meski krisis terjadi.
    3. Mengurangi tekanan jual dari akumulasi pendanaan yang tentang setelah exploit.

    Banyak anggota komunitas dan investor menyampaikan dukungan terbatas, tetapi sebagian lainnya meminta audit tambahan dan transparansi penuh sebelum proses burn dilaksanakan.

    Risiko dan Tantangan Proses Burn

    Meski strategi token burn bisa membantu, ada banyak risiko yang perlu dihadapi:

    • Legal & compliance: Token burning memerlukan hoki pemangku kepentingan, termasuk investor tahap awal—tanpa dukungan mereka, tindakan ini bisa berujung sengketa hukum.
    • Efektivitas terbatas: Jika burn tidak cukup besar atau belum diikuti kepercayaan kembali, harga token bisa tetap tertekan.
    • Kerentanan kontrak: Setelah serangan baru-baru ini, audit smart contract lanjutan sangat penting agar token burn tidak menjadi tragedi berikutnya.

    Proyeksi dan Prospek Pulih

    Jika rencana burn disetujui:

    • Kejatuhan harga saat ini bisa dikendalikan karena supply turun drastis.
    • Token berpotensi naik kembali jika investor yakin exploit sudah ditangani dan ekosistem kembali stabil.
    • Adanya roadmap pasca-burn seperti penggantian protokol harga otomatis, audit berkelanjutan, dan peningkatan likuiditas menjadi kunci pemulihan jangka menengah.

    Namun jika inisiatif abort atau gagal menaikkan kepercayaan, protokol bisa kehilangan integritas dan pengguna.

    Baca Juga: Maple Finance Hadirkan Pinjaman Stablecoin Berbasis stETH

    Serangan exploit senilai hampir $10 juta menjadi ujian besar bagi Resupply. Usulan burn 6 juta token menunjukkan tim berusaha mengambil langkah tanggung jawab untuk memulihkan ekosistem.

    Namun rencana ini juga penuh tantangan legal dan teknis; audit dan transparansi penuh kini menjadi kebutuhan mutlak.

    Apa yang perlu dilakukan selanjutnya:

    • Menyelesaikan voting komunitas dan persetujuan investor.
    • Melaksanakan audit smart contract menyeluruh.
    • Menerbitkan roadmap kepercayaan jangka panjang, termasuk peningkatan protokol harga dan likuiditas.

    Protokol DeFi mana pun dapat belajar dari kasus ini: respons cepat dan transparansi publik adalah kunci untuk bertahan kala krisis tak terduga datang.

    Resupply tampak berada di ujung jalan pemulihan—tapi apakah mereka dapat membuktikan kesiapan dan kredibilitasnya di mata komunitas? Waktu dan hasil burn akan menjadi jawabannya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Ledger: Fitur Kepatuhan Ripple Dorong Adopsi Aset Dunia Nyata

    Ripple semakin memperkuat posisi XRP Ledger (XRPL) sebagai platform unggulan tokenisasi aset dunia nyata (RWA) berkat pengumuman terbaru di konferensi Apex 2025.

    Dalam event tersebut, Ripple membocorkan sejumlah inovasi penting: tokenized treasuries, fitur kepatuhan lanjutan, dan infrastruktur kelas institusi.

    Seluruh fitur tersebut dirancang untuk memperluas basis pengguna XRPL, mulai dari ritel hingga lembaga besar.

    Tokenized Treasuries & Dominasi Stablecoin

    Pembaharuan terbesar adalah hadirnya tokenized treasuries di XRPL, obligasi dan surat berharga negara yang dijadikan digital token, sehingga meningkatkan likuiditas dan meminimalkan manajemen pihak ketiga.

    Di samping itu, Ripple meluncurkan lima stablecoin baru, termasuk USDC, USDB, USDP, USRG, dan RLUSD yang semakin membuka XRPL sebagai ekosistem aset dunia nyata.

    Baca Juga: Whale XRP Raup $20.000/Hari dari Cloud Mining, Jadi Tren Baru?

    Fitur Kepatuhan Kelas Institusi

    XRPL kini dilengkapi dengan protokol kepatuhan lanjutan seperti KYC/AML, permissioned domains, dan token escrow otomatis.

    Hal ini menjawab kebutuhan regulasi lembaga keuangan, dan menjadikan XRPL layak untuk adopsi institusional.

    CTO Ripple, David Schwartz, menyatakan bahwa XRPL kini siap untuk layanan keuangan tradisional seperti pinjaman, pembayaran dan investasi pensiun, yang cukup menggunakan infrastruktur blockchain yang cepat dan hemat biaya.

    Infrastruktur Institusi di Apex 2025

    Apex 2025 menampilkan ecosystem XRPL yang dirancang untuk institusi:

    • Tokenized treasuries dari partner seperti Guggenheim Treasury Services;
    • Integrasi stablecoin institusional seperti RLUSD (US$500 juta volume Q2) dan USDC;
    • Platform tokenisasi tambahannya, khususnya untuk instrumen keuangan dan multi-mata uang.

    Semua ini memperkuat posisi XRPL sebagai “regulatory-ready” blockchain yang ideal untuk penggunaan trad-fi.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 26 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 26 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Lonjakan Aktivitas & Adopsi

    Menurut laporan News Bitcoin pada Kamis (26/6), dampak strategis Ripple sudah terlihat nyata:

    • XRPL mencatat rekor transaksi harian tertinggi, menunjukkan peningkatan penggunaan oleh institusi dan individu.
    • Data CryptoNews menyebut bahwa stablecoin seperti USDC, XSGD, EURØP, USDB, dan RLUSD sudah live dan digunakan dalam solusi lintas batas di XRPL.

    Dragon: volume besar ini memperkuat peran XRP sebagai aset likuid yang mendukung penyelesaian transaksi di XRPL.

    Kenapa Ini Penting untuk XRP dan Investor?

    1. Likuiditas & Utilitas: XRPL kini bukan hanya untuk pembayaran & spekulasi, tapi juga untuk aset berdenominasi fiat berstandar institusional.
    2. Tembus Pasar Tradisional: Tokenized treasuries dan stablecoin makin membuka celah bagi bank, hedge fund, dan lembaga tradisional untuk masuk ke blockchain.
    3. Daya Saing Teknis: Solusi kepatuhan dan fungsionalitas terintegrasi membuat XRPL menjadi platform blockchain kelas dunia, mengungguli platform lain dalam aspek legal dan infrastruktur.

    Baca Juga: Ripple dan SEC Ajukan Petisi Bersama untuk Revisi Putusan XRP

    Secara keseluruhan, ekspansi terbaru oleh Ripple melalui tokenisasi treasuries, stablecoin institusional, dan infrastruktur compliant berpotensi membuat XRP Ledger menjadi tulang punggung sistem keuangan dunia nyata berbasis blockchain.

    XRPL kini unggul dari sisi kecepatan, biaya rendah, dan dukungan regulatory-ready, menjadikannya pesaing utama di industri tokenisasi aset.

    Investor dan pengembang harus mengawasi perkembangan ini: aktivitas meningkat, jumlah stablecoin tumbuh, dan institusi semakin percaya XRPL.

    Jika momentum ini terus berlanjut, XRP berpeluang mengalami renaissance baru, dari aset spekulatif menjadi aset utilitas yang mapan di ranah keuangan modern.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal USD1: Stablecoin World Liberty Financial Bidik Pasar Institusi

    World Liberty Financial Inc. (WLFI) memperkenalkan stablecoin USD1 pada Maret 2025 sebagai solusi aset digital yang dipatok langsung ke dolar AS. Dirancang untuk mengisi celah antara keuangan tradisional dan dunia DeFi, USD1 menyasar baik investor ritel maupun institusi dengan janji stabilitas dan keamanan berbasis cadangan yang transparan.

    WLFI, yang terinspirasi oleh figur politik Donald J. Trump, memposisikan USD1 sebagai stablecoin “institusi-ready.” Dengan dukungan penuh dari aset seperti obligasi pemerintah AS dan simpanan dolar, token ini beroperasi di jaringan Ethereum dan BNB Chain, dengan rencana ekspansi ke blockchain lain di masa mendatang.

    Fitur dan Fondasi USD1

    USD1 merupakan stablecoin yang mempertahankan rasio 1:1 terhadap dolar AS, memungkinkan setiap token dapat ditebus secara langsung ke mata uang fiat. Proses kustodinya ditangani oleh BitGo, penyedia kustodi aset digital terkemuka, yang menyimpan cadangan berupa kas, obligasi pemerintah jangka pendek, dan setara kas lainnya. BitGo juga menawarkan layanan perdagangan institusi melalui BitGo Prime, yang memberikan likuiditas mendalam dalam kerangka regulasi yang kuat.

    Tidak seperti stablecoin algoritmis yang kompleks, USD1 mengadopsi pendekatan konservatif dan sederhana untuk mempertahankan stabilitas harga. Mekanisme arbitrase terbuka—di mana harga pasar yang lebih rendah dari $1 memungkinkan pembelian diskon dan penebusan penuh—membantu menjaga nilai USD1 tetap stabil.

    World Liberty Financial USD (USD1).
    World Liberty Financial USD (USD1).

    Pertumbuhan Pesat dan Daya Tarik Institusional

    Dalam waktu hanya satu bulan sejak peluncurannya, USD1 berhasil mencatat kapitalisasi pasar sebesar $2,1 miliar. Lonjakan ini sebagian besar didorong oleh kemitraan strategis, termasuk kesepakatan senilai $2 miliar antara MGX Abu Dhabi dan Binance, yang diumumkan di ajang Token2049 Dubai oleh co-founder WLFI, Zach Witkoff. USD1 dipilih sebagai stablecoin utama dalam transaksi besar tersebut, mempertegas posisinya sebagai aset yang diminati oleh institusi.

    Langkah besar lainnya terjadi pada 22 Mei 2025, ketika Binance resmi melisting USD1 di pasar spot dan membuka akses perdagangan terhadap USDT, memperluas ketersediaan dan likuiditas token ini.

    Tantangan dan Isu yang Perlu Dicermati

    Meski menjanjikan, USD1 belum sepenuhnya lepas dari sorotan kritis. Hingga Mei 2025, komposisi cadangan USD1 belum dipublikasikan secara rinci, berbeda dengan kompetitor seperti USDC dan USDT yang rutin menyediakan laporan audit. WLFI menyatakan komitmennya terhadap audit independen rutin, tetapi ketiadaan transparansi awal ini bisa menjadi kekhawatiran bagi sebagian investor.

    Selain itu, asosiasi politik antara WLFI dan mantan Presiden Donald J. Trump berpotensi memunculkan persepsi bias, terutama dari kalangan institusi atau pengguna yang menghindari afiliasi politik dalam pilihan aset investasinya.

    Posisi USD1 di Ekosistem Stablecoin

    USD1 memasuki arena kompetitif yang dikuasai oleh USDT dan USDC, dua stablecoin ritel dengan pangsa pasar dominan. Namun, USD1 tampil dengan strategi berbeda: menargetkan adopsi institusional melalui pendekatan konservatif dan kemitraan strategis tingkat tinggi. Model cadangan fiat sepenuhnya tanpa mekanisme yield kompleks dinilai lebih menarik bagi institusi yang mengedepankan keamanan dan kestabilan.

    i Mana Anda Bisa Membeli World Liberty Financial USD (USD1)?
    World Liberty Financial USD (USD1) tersedia untuk dibeli di beberapa bursa kripto besar seperti Tokocrypto. Pembelian USD1 bisa dilakukan melalui bursa kripto seperti Tokocrypto dengan langkah-langkah yang sederhana seperti masuk ke akun Tokocrypto, mencari pasangan perdagangan USD1/USDT , lalu menempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.

    Penutup

    USD1 adalah stablecoin baru dari World Liberty Financial yang menargetkan pangsa pasar institusional dengan pendekatan berbasis cadangan fiat yang konservatif. Beroperasi di jaringan Ethereum dan BNB Chain serta disimpan oleh BitGo, USD1 hadir dengan janji kestabilan, transparansi, dan potensi ekspansi lintas chain.

    Dengan dukungan institusi besar dan pencapaian kapitalisasi pasar yang impresif, USD1 menandai kehadiran serius di ekosistem stablecoin global, meski masih perlu membuktikan komitmennya terhadap transparansi dan netralitas politik demi jangka panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank of America Adopsi Stablecoin: Era Baru Kripto di Perbankan

    Dua raksasa perbankan Amerika Serikat, Bank of America dan US Bank, mengisyaratkan langkah besar menuju integrasi mata uang kripto, khususnya stablecoin, ke dalam sistem keuangan tradisional. Ini menjadi bagian dari transformasi signifikan yang mulai mengguncang lanskap industri perbankan global.

    Langkah Progresif di Tengah Kejelasan Regulasi

    Dalam sebuah konferensi industri di New York, para eksekutif dari Bank of America, US Bank, dan Fifth Third Bancorp menunjukkan optimisme tinggi terhadap adopsi stablecoin. Antusiasme ini didorong oleh upaya regulator AS untuk segera mengesahkan Undang-Undang GENIUS (Guidance and National Innovation for U.S. Stablecoins Act), yang akan menjadi kerangka hukum komprehensif bagi penerbitan dan penggunaan stablecoin.

    Dilaporkan Franknez, CEO Bank of America, Brian Moynihan, menyatakan bahwa industri harus merangkul perubahan ini. Menurutnya, selama ini ketidakjelasan regulasi menjadi penghambat utama inovasi di sektor perbankan. Dengan adanya kepastian hukum dari UU GENIUS, bank-bank kini mulai aktif mengeksplorasi peluang baru di ranah aset digital.

    Bank of America Tak Ingin Terburu-buru Masuk Kripto
    Bank of America Tak Ingin Terburu-buru Masuk Kripto

    Baca juga: Trump Media Siap Rilis ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat

    Kolaborasi dan Efisiensi Lintas Bank

    Bank of America juga dikabarkan tengah menjajaki kolaborasi dengan lembaga keuangan besar lainnya seperti JPMorgan Chase dan Citigroup dalam pengembangan stablecoin bersama. Inisiatif ini ditujukan untuk menciptakan stablecoin yang sesuai regulasi namun tetap fleksibel untuk berbagai kebutuhan transaksi finansial.

    Bryan Preston, CFO Fifth Third Bancorp, menambahkan bahwa stablecoin bisa menjadi solusi efisien untuk transaksi lintas negara, terutama dalam mempercepat proses perdagangan internasional.

    US Bank Kembali ke Layanan Kripto

    Gunjan Kedia, CEO US Bancorp, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat meluncurkan layanan penyimpanan aset kripto, namun inisiatif tersebut terhambat oleh ketidakpastian regulasi saat itu. Kini, dengan situasi yang lebih kondusif, US Bank siap melanjutkan inovasi dan sedang mengevaluasi penggunaan stablecoin untuk layanan pembayaran.

    “Kami sangat mampu menyediakannya,” ujar Kedia, mengindikasikan kesiapan US Bank dalam menyediakan kembali produk-produk berbasis kripto untuk nasabah institusional.

    Ilustrasi stablecoin.
    Ilustrasi stablecoin. Foto: David Sandron/Shutterstock.com.

    Tren Global dan Pandangan Kontras

    Adopsi stablecoin tidak hanya terjadi di AS. Di Eropa, Société Générale dari Prancis berencana meluncurkan stablecoin berbasis dolar AS, USD CoinVertible, pada Juli 2025. Ini mempertegas tren global di mana stablecoin mulai diakui sebagai instrumen keuangan sah yang dapat mempercepat dan menyederhanakan transaksi lintas batas.

    Namun, tidak semua pihak bersikap proaktif. CEO Regions Financial, John Turner Jr., mengaku masih skeptis terhadap kripto dan memilih mengambil pendekatan lebih hati-hati. “Kami bukan penggemar besar kripto. Jadi kami akan menjadi pengikut, bukan pemimpin,” ucapnya.

    Menatap Masa Depan

    Komitmen Bank of America dan US Bank terhadap adopsi stablecoin menandai langkah penting menuju digitalisasi sektor perbankan. Seiring kemajuan regulasi dan meningkatnya kepercayaan terhadap aset digital, para pelaku industri keuangan dihadapkan pada peluang sekaligus tantangan untuk menavigasi era baru keuangan berbasis teknologi blockchain.

    Dengan integrasi yang semakin nyata, stablecoin berpotensi merevolusi efisiensi transaksi dan membuka akses terhadap layanan keuangan yang lebih luas dan cepat—baik di dalam negeri maupun secara global.

    Baca juga: 21Shares Ajukan ETF Dogecoin Spot di Amerika Serikat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • JP Morgan Luncurkan JPMD: Token Digital Deposit di Jaringan Base

    JP Morgan Chase terus bertransformasi. Kini, salah satu bank terbesar di Amerika Serikat itu semakin dalam menjelajahi dunia blockchain.

    Teraktual, JP Morgan meluncurkan token digital deposit bernama JPMD, yang beroperasi di public blockchain Base dari Coinbase.

    Apa Itu JPMD?

    • JPMD adalah token yang mewakili deposit dolar AS secara langsung di blockchain menggunakan teknologi tokenisasi deposit tradisional.
    • Dikeluarkan dalam fase pilot di Jaringan Base, token ini diperuntukkan bagi klien institusi yang masuk whitelist dan tersedia melalui wallet digital JPMorgan hingga pertukaran Coinbase.
    • Menurut Naveen Mallela, co-head blockchain JPMorgan, “Token deposit adalah alternatif yang lebih baik daripada stablecoin” karena langsung dijamin deposit bank dan memungkinkan settlement 24/7 serta akses instan ke ekosistem Ethereum.

    Perbedaan dengan Stablecoin & JPM Coin

    • Berbeda dengan stablecoin umum atau JPM Coin sebelumnya (token internal dalam ekosistem bank), JPMD adalah representasi langsung dari deposito fiat yang telah tersedia di rekening bank, sehingga mengurangi potensi risiko cadangan yang kurang jelas.
    • JPMD juga mencakup berbagai layanan: transfer digital, kliring, hingga payment processing, sementara stablecoin sering bergantung pada pondasi USD yang dikelola pihak ketiga.

    Baca Juga: JP Morgan dan SEC Diskusikan Opsi Pemindahan Pasar Modal Tradisional ke Blockchain

    Dampak untuk Ekosistem & Layanan Keuangan

    1. Integrasi cepat DeFi dan on‑chain settlement: Klien institusi kini bisa langsung memindahkan dana fiat mereka ke aplikasi blockchain sambil mempertahankan tagihan bank tradisional.
    2. Efisiensi biaya dan kecepatan: Tanpa roll‑back time konvensional, transaksi dana bisa diproses 24/7 di jaringan publik.
    3. Pemicu adopsi tokenisasi deposit: Sebagai “deposit token” pertama yang diujicobakan di public chain, JPMD membuka jalan bagi lembaga lain untuk segera mengeksplorasi solusi serupa.
    4. Dukungan regulasi: JPMorgan telah mengajukan trademark JPMD untuk layanan seperti trading aset digital dan crypto‑settlement, menandakan kesiapan produk ini secara regulatif.

    Dari Reddit (r/CryptoCurrency), warganet bereaksi dengan menunjukkan bahwa pasar melihat langkah JP Morgan sebagai strategi jitu dengan “menyebrang” ke dunia digital dengan basis institusional dan regulasi yang kuat.

    Prospek & Tantangan

    • Untuk institusi & FinTech: JPMD bisa jadi pembuka era baru dalam hal transisi instan antara dunia fiat dan blockchain, mempermudah transaksi internasional dan model finansial hybrid.
    • Regulasi & adopsi: Keberhasilan JPMD akan tergantung pada penerimaan regulator, integrasi dengan sistem payment perbankan, serta keberlanjutan pipeline on‑chain.
    • Peluang tokenisasi lanjut: JPMD bisa diikuti oleh token deposito dalam mata uang lain, token saham, obligasi, atau produk digitalisasi aset tradisional.

    Baca Juga: JP Morgan Percaya Bursa Kripto Terpusat Akan Tetap Dominan

    Peluncuran JPMD oleh JP Morgan merupakan langkah penting dalam evolusi keuangan, membawa deposit konvensional ke blockchain publik.

    Dengan sifatnya sebagai representasi Fiat 1:1, token ini menawarkan kecepatan, transparansi, dan kepastian hukum yang tidak dimiliki stablecoin tradisional.

    Bagi institusi keuangan, ini adalah jembatan baru antara dunia bank klasik dan sistem on‑chain. Rezoning ini dipantau ketat, baik dari sisi regulasi maupun efektivitas teknis.

    Jika JPMD berhasil, era tokenisasi massal aset tradisional di blockchain publik bisa segera terbuka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com