DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pada 7 April 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengeluarkan pernyataan penting yang menyatakan bahwa stablecoin berbasis dolar AS, seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC), tidak dikategorikan sebagai sekuritas.
Keputusan ini sekaligus menandai langkah signifikan dalam regulasi aset kripto, memberikan kejelasan bagi penerbit dan pengguna stablecoin.
Kriteria “Covered Stablecoins”
SEC mendefinisikan “covered stablecoins” sebagai token yang didukung satu banding satu oleh aset likuid berkualitas tinggi, seperti uang tunai atau setara kas, dan dapat ditebus kapan saja dengan nilai penuh.
Stablecoin yang memenuhi kriteria ini dianggap tidak melibatkan penawaran dan penjualan sekuritas, sehingga transaksi penciptaan dan penebusan tidak memerlukan pendaftaran dengan SEC.
Pengecualian untuk Stablecoin Algoritmik dan Berbasis Imbal Hasil
Penting untuk dicatat bahwa pernyataan SEC ini tidak mencakup stablecoin algoritmik atau yang menawarkan imbal hasil kepada pemegangnya.
Pasalnya, stablecoin jenis ini mungkin masih dikategorikan sebagai sekuritas dan tunduk pada regulasi yang berbeda.
Analisis Berdasarkan Tes Hukum
Sebelum sampai pada keputusan final ini, SEC telah menggunakan dua tes hukum utama untuk menentukan status stablecoin dalam regulasi resmi, yaitu:
Tes Reves: Menilai apakah instrumen keuangan dikategorikan sebagai “catatan” dan apakah memiliki fitur pengurangan risiko. Stablecoin yang didukung penuh oleh aset likuid dan dapat ditebus kapan saja dianggap memiliki fitur pengurangan risiko yang signifikan.
Tes Howey: Menentukan apakah ada investasi uang dalam usaha bersama dengan harapan keuntungan dari upaya orang lain. Stablecoin yang digunakan semata-mata sebagai alat pembayaran dan tidak menjanjikan keuntungan tidak memenuhi kriteria sebagai sekuritas berdasarkan tes ini.
Tuai Pro dan Kontra
Heath Tarbert, Presiden Circle, perusahaan di balik USDC, menyambut baik keputusan ini. Ia menyatakan bahwa SEC telah memberikan kejelasan bahwa stablecoin yang didukung satu banding satu dengan aset likuid berkualitas tinggi, seperti USDC, bukanlah sekuritas.
Namun, tidak semua pihak dalam SEC sepakat dengan pernyataan tersebut. Beberapa komisaris menyatakan keprihatinan mengenai risiko yang masih ada terkait stablecoin, terutama yang melibatkan perantara dalam proses penciptaan dan penebusan.
Bagi mereka yang kontra dengan keputusan ini berpendapat bahwa SEC seharusnya menekankan perlunya pengawasan lebih lanjut untuk melindungi investor.
Implikasi bagi Pasar Kripto
Keputusan SEC ini memberikan kejelasan regulasi yang sangat dibutuhkan bagi penerbit dan pengguna stablecoin.
Dengan status non-sekuritas, stablecoin seperti USDT dan USDC dapat terus beroperasi tanpa hambatan regulasi tambahan, selama mereka memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Namun, penerbit stablecoin algoritmik dan berbasis imbal hasil harus mempertimbangkan implikasi regulasi yang mungkin timbul.
Dengan demikian, pernyataan SEC pada 7 April 2025 menandai langkah maju dalam regulasi aset kripto, khususnya stablecoin.
Dengan memberikan kejelasan mengenai status hukum stablecoin yang didukung penuh oleh aset likuid, SEC membantu menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan transparan bagi industri kripto.
Namun, penting bagi semua pemangku kepentingan untuk terus memantau perkembangan regulasi dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Fidelity Investments tengah bersiap untuk merilis stablecoin berbasis dolar AS, menandai langkah signifikan perusahaan dalam ekspansi ke sektor aset digital.
Ekspansi ke Aset Digital
Fidelity, perusahaan manajemen aset asal Boston, dikabarkan telah menyelesaikan tahap pengujian untuk stablecoin barunya melalui divisi aset digital khususnya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memanfaatkan teknologi blockchain dalam modernisasi sistem keuangan.
Dikutip Benzinga, stablecoin ini dirancang untuk berfungsi sebagai uang digital di pasar kripto, mengikuti tren global yang berkembang pesat dalam penggunaan tokenisasi aset. Peluncuran ini juga beriringan dengan rencana Fidelity untuk menawarkan versi token dari dana pasar uang pada akhir Mei, bersaing langsung dengan produk serupa dari BlackRock dan Franklin Templeton.
Regulasi dan Dampak di Pasar
Langkah Fidelity ini terjadi di tengah perdebatan regulasi di AS mengenai penerbitan stablecoin. Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, kebijakan terhadap aset kripto mulai beralih ke arah yang lebih mendukung. Trump sebelumnya menyatakan dukungannya terhadap pengembangan stablecoin berbasis dolar yang sah dan mendorong regulasi terkait agar segera disahkan.
“Kami melihat tokenisasi sebagai perubahan transformatif untuk layanan keuangan,” kata Cynthia Lo Bessette, Kepala Manajemen Aset Digital di Fidelity. Ia menambahkan bahwa aset berbasis blockchain dapat meningkatkan efisiensi pasar modal dengan mempercepat proses penyelesaian transaksi dan meningkatkan likuiditas.
Persaingan di Industri Stablecoin
Saat ini, lebih dari $230 miliar stablecoin beredar di seluruh dunia, sebagian besar diterbitkan oleh perusahaan luar negeri seperti Tether. Dengan masuknya lembaga keuangan berbasis AS ke dalam sektor ini, muncul alternatif yang lebih teregulasi bagi pengguna stablecoin.
Fidelity bukan satu-satunya pemain baru di industri ini. Perusahaan seperti Ondo Finance dan Hashnote—yang didukung oleh Circle—juga tengah mengembangkan produk tokenisasi berbunga yang berfungsi sebagai agunan dalam perdagangan. Instrumen ini telah menarik simpanan lebih dari $5 miliar meski masih dalam tahap membangun likuiditas.
Pada saat yang sama, World Liberty Financial, perusahaan kripto yang berafiliasi dengan Trump, mengumumkan rencana peluncuran stablecoin miliknya sendiri, USD1. Koin ini akan sepenuhnya didukung oleh obligasi pemerintah AS jangka pendek dan aset setara kas lainnya.
Dengan semakin banyaknya institusi keuangan yang memasuki pasar stablecoin, persaingan untuk mendominasi sektor ini diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa bulan mendatang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
World Liberty Finance, perusahaan kripto yang memiliki keterkaitan dengan Donald Trump, baru saja mengumumkan peluncuran stablecoin terbaru mereka, yaitu USD1.
Berdasarkan laporan dari Protos pada Selasa (26/3), stablecoin ini akan dipatok ke dolar AS dan diklaim memiliki jaminan 100% berupa surat utang pemerintah AS jangka pendek, simpanan dolar AS, serta aset setara kas lainnya.
Menariknya, stablecoin USD1 dijadwalkan akan tersedia di jaringan Ethereum dan Binance Smart Chain.
Untuk memastikan keamanan dan manajemen asetnya, World Liberty Finance menunjuk BitGo sebagai kustodian utama.
BitGo sendiri telah dikenal sebagai mitra dalam proyek Wrapped Bitcoin (WBTC), yang merupakan salah satu bagian penting dalam portofolio perusahaan ini.
Kontroversi: Tidak Ada Pemungutan Suara dalam Peluncuran USD 1
Keputusan peluncuran USD1 menimbulkan tanda tanya besar di komunitas. Forum tata kelola World Liberty Finance tidak pernah membahas atau mengadakan pemungutan suara terkait proyek ini.
Bahkan, tidak ada satu pun aktivitas dalam forum tersebut sejak 9 Januari 2025. Hal ini memunculkan spekulasi tentang bagaimana keputusan besar seperti ini bisa terjadi tanpa keterlibatan komunitas.
Selain itu, dalam sejarahnya, World Liberty Finance baru pernah mengadakan satu pemungutan suara, yaitu untuk meluncurkan instansi AAVE.
Namun, meskipun pemungutan suara tersebut telah selesai sejak Desember 2024, proyek AAVE tersebut hingga kini belum terealisasi.
Kondisi ini semakin menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan arah pengelolaan perusahaan.
Indikasi Bocornya Informasi Sebelum Pengumuman Resmi?
Sebelum stablecoin USD1 diumumkan secara resmi, beberapa pemain besar dalam industri kripto tampaknya sudah mengetahui proyek ini.
Changpeng Zhao, pendiri Binance, sempat menyoroti sebuah kontrak di Binance Smart Chain yang memiliki nama serupa dengan stablecoin tersebut.
Selain itu, Wintermute, salah satu market maker kripto terkemuka, juga diketahui telah berinteraksi dengan token ini sebelum pengumuman resmi.
Dengan berbagai spekulasi dan misteri di balik peluncuran USD1, World Liberty Finance kini menghadapi sorotan tajam dari komunitas kripto.
Apakah stablecoin ini akan menjadi proyek yang sukses atau justru memunculkan lebih banyak kontroversi di masa depan? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Backing 1:1 dengan Dolar AS: WLFI diklaim sebagai stablecoin dengan cadangan penuh (fully backed) aset likuid, termasuk obligasi pemerintah AS dan emas fisik. Ini bertujuan mengurangi kekhawatiran volatilitas yang kerap melekat pada aset kripto.
Dibangun di BNB Chain: Pemilihan BNB Chain sebagai jaringan dasar menunjukkan kepercayaan terhadap ekosistem Binance. Ini juga berpotensi meningkatkan penggunaan BNB untuk transaksi gas fee di jaringan.
Tujuan Politik?: WLFI disebut sebagai bagian dari kampanye Trump untuk pemilu 2024. Proyek ini diyakini bertujuan menarik dukungan dari generasi muda dan pemilik aset digital.
Dampak pada Binance Coin (BNB)
Uji coba WLFI di BNB Chain memicu analisis bullish dari para pakar:
Peningkatan Aktivitas Jaringan: Adopsi stablecoin besar seperti WLFI bisa meningkatkan volume transaksi di BNB Chain, yang berimbas pada permintaan BNB untuk biaya gas.
Eksposur Media Global: Kolaborasi dengan figur sebesar Trump berpotensi menarik investor institusional dan retail ke ekosistem Binance.
Sentimen Pasar: Pengumuman ini muncul di tengah kenaikan harga BNB sebesar 25% dalam sepekan terakhir. Saat artikel ini ditulis, BNB diperdagangkan di kisaran $620, mendekati resistance psikologis $650.
Analisis Teknis: Mampukah BNB Tembus USD700?
Beberapa analis menggarisbawahi faktor kunci yang mungkin mendorong BNB ke level tertinggi sepanjang masa (ATH):
Breakout dari Pola Wedge: BNB sedang dalam tren bullish setelah breakout dari pola konsolidasi wedge. Target teknikal jangka pendek berada di $680-700.
Volume Beli yang Kuat: Peningkatan volume perdagangan sebesar 40% dalam 24 jam terakhir mengindikasikan akumulasi oleh whale.
Dukungan Ekosistem Binance: Peluncuran fitur baru seperti Binance Launchpool dan peningkatan keamanan jaringan menjadi katalis tambahan.
Tantangan dan Risiko
Meski prospek menjanjikan, investor perlu waspada terhadap:
Regulasi AS: Proyek Trump berpotensi menghadapi pengawasan ketat dari SEC, terutama terkait status hukum stablecoin.
Volatilitas Pasar: Sentimen makro seperti kebijakan suku bunga The Fed dan gejolak Timur Tengah bisa memengaruhi pergerakan harga.
Kompetisi Stablecoin: WLFI harus bersaing dengan raksasa seperti USDT (Tether) dan USDC yang telah menguasai pasar.
Prediksi Harga BNB: $700 dalam Jangkauan?
Para analis kripto seperti Michaël van de Poppe dan Crypto Rover optimis BNB bisa mencapai USD700 pada Q2 2024 jika momentum positif berlanjut. Namun, kunci utamanya adalah:
Adopsi Massal WLFI: Jika stablecoin Trump mendapatkan traksi, BNB Chain akan menjadi pusat transaksi utama, mendongkrak utilitas BNB.
Dukungan Komunitas: Antusiasme retail investor dan dukungan dari CZ (Changpeng Zhao) sebagai founder Binance menjadi faktor psikologis krusial.
Peluang atau Hype Semata?
Uji coba WLFI di BNB Chain menjadi bukti bahwa kripto semakin diakui sebagai alat politik dan ekonomi masa depan. Untuk BNB, kolaborasi ini bisa menjadi batu loncatan menuju $700, tetapi investor harus tetap memantau perkembangan regulasi dan dinamika pasar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengguncang dunia kripto. Proyek terbarunya, World Liberty (WLFI), resmi meluncurkan stablecoin bernilai $1 dengan di jaringan BNB Chain.
Uji coba transfer pertama telah dilakukan, memicu spekulasi tentang potensi kolaborasi politik dan dampaknya pada ekosistem Binance.
Fakta Menarik Stablecoin WLFI
Saat pertama kali uji coba, harga stablecoin WLFI pegging 1:1 dengan USD. Artinya, nilai 1 koin WLFI sama dengan $1. Didukung cadangan penuh (fully collateralized) dalam bentuk dolar AS dan aset likuid lainnya, WLFI menjanjikan stabilitas nilai di tengah volatilitas pasar kripto.
Di sisi lain, pemilihan BNB Chain sebagai infrastruktur utama menunjukkan kepercayaan Trump terhadap skalabilitas dan keamanan jaringan Binance.
Konon, proyek ini disebut sebagai bagian dari realisasi strategi kampanye Trump untuk Pemilu 2024 lalu, yang menargetkan dukungan dari generasi muda dan pemilik aset digital.
Uji Coba Transfer Pertama: Bagaimana Mekanismenya?
Menurut laporan The Defiant pada Selasa (25/3), tim pengembang WLFI telah melakukan uji coba transfer pertama antara dompet kripto di BNB Chain.
Beberapa poin penting yang dicermati antara lain transparansi cadangan. WLFI mengadopsi sistem audit terbuka untuk memastikan cadangan 1:1, mirip dengan USDC namun dengan tambahan aset fisik seperti emas.
Selain itu, WLFI diklaim memiliki mekanisme burn-and-mint untuk menjaga stabilitas, di mana koin baru hanya dicetak saat ada permintaan yang divalidasi.
Berkat BNB Chain, biaya transaksi WLFI hanya sekitar $0.01-0.05, jauh lebih murah dibandingkan dengan jaringan Ethereum.
Dampak pada BNB Chain
Peluncuran WLFI di BNB Chain memicu optimisme pasar terhadap Binance Coin (BNB).
Adopsi WLFI berpotensi meningkatkan volume transaksi di BNB Chain, yang secara langsung mendongkrak permintaan BNB untuk membayar gas fee.
Kolaborasi dengan figur kontroversial seperti Trump bisa menarik perhatian investor retail dan institusional ke ekosistem Binance.
Seolah menimbulkan efek instan, harga BNB telah naik 18% dalam seminggu terakhir, mendekati level psikologis $650. Analis memprediksi BNB bisa mencapai $700 jika WLFI sukses di pasaran.
Tantangan yang Harus Diwaspadai
Meski menjanjikan, proyek WLFI menghadapi sejumlah risiko, terutama regulasi ketat di Negeri Paman Sam.
Pasalnya, SEC berpotensi menyelidiki status hukum WLFI, terutama terkait kaitannya dengan kampanye politik Trump.
Selain itu, WLFI juga harus bersaing dengan USDT (kapitalisasi $110 miliar) dan USDC ($28 miliar) yang telah mendominasi pasar hingga saat ini.
Jangan lupakan pula isu kredibilitas. Reputasi Trump yang polarisasi bisa memengaruhi kepercayaan publik terhadap stabilitas WLFI.
Respons Komunitas Kripto
Peluncuran WLFI menuai reaksi beragam. Komunitas pro-Trump menyambut positif inisiatif ini sebagai “revolusi finansial berbasis kebebasan”.
Sementara itu, banyak pakar bersikap skeptis dan meragukan transparansi cadangan WLFI, mengingat sejarah proyek kripto Trump sebelumnya yang kerap diwarnai kontroversi.
“Jika WLFI berhasil menarik 1% pangsa pasar stablecoin, BNB Chain bisa menjadi jaringan utama untuk aset digital berbasis USD,” ujar Mati Greenspan, CEO Quantum Economics.
Apa Selanjutnya untuk WLFI dan BNB?
Ke depannya, tim WLFI berencana mengintegrasikan stablecoin ini ke platform DeFi terkemuka seperti PancakeSwap dan Venus Protocol.
Selain itu, Binance dikabarkan akan memasukkan WLFI ke dalam daftar perdagangan pasar kripto untuk memperluas likuiditasnya.
Namun dibalik upaya ini, Trump disebut akan menggunakan WLFI untuk donasi kampanye, sebuah terobosan yang bisa mengubah cara pendanaan politik di AS.
WLFI: Inovasi atau Gimmick Politik?
WLFI bukan sekadar stablecoin, melainkan percobaan ambisius menggabungkan keuangan digital dengan strategi politik.
Keberhasilannya tergantung pada adopsi massal, regulasi, dan kepercayaan pasar. Bagi BNB, kolaborasi ini bisa menjadi katalis menuju rekor harga baru, tetapi investor harus tetap kritis terhadap risikonya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Presiden Donald Trump menyerukan Kongres AS untuk segera mengesahkan RUU stablecoin guna mempertahankan dominasi dolar di pasar global.
Cryptopolitan pada Jumat (21/3) mengabarkan bahwa RUU ini bertujuan untuk mengatur stablecoin yang didukung dolar dan meningkatkan adopsi aset digital dalam transaksi keuangan.
Trump menegaskan bahwa regulasi stablecoin akan mendukung pertumbuhan ekonomi besar-besaran.
Dalam pidatonya di Blockworks Crypto Conference di New York, ia menyatakan bahwa stablecoin berbasis dolar akan membantu memperluas pengaruh mata uang AS secara global.
“Dengan stablecoin yang didukung dolar, Anda akan membantu memperkuat dominasi dolar AS,” ujar Trump.
RUU stablecoin ini sendiri telah mendapat persetujuan dari Komite Perbankan Senat dan dipandang sebagai langkah besar bagi industri kripto.
Selain mendorong regulasi stablecoin, Trump juga menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk Cadangan Bitcoin Strategis.
Langkah ini merupakan janji kampanye yang bertujuan untuk meningkatkan adopsi aset kripto oleh pemerintah AS.
Namun, banyak pihak dalam industri kripto merasa bahwa kebijakan ini masih kurang jelas dalam implementasinya.
Pengaruh Industri Kripto di Washington
Dukungan Trump terhadap stablecoin menunjukkan meningkatnya pengaruh industri kripto dalam politik AS.
Senator Demokrat Kirsten Gillibrand, yang dikenal sebagai pendukung kripto, telah berperan dalam mendorong reformasi pajak kripto dan regulasi stablecoin.
Sementara itu, Ketua Komite Perbankan dari Partai Republik, Tim Scott, juga mendukung kebijakan pro-kripto.
Dana Besar dari PAC Kripto untuk Pemilu
Pemain besar di industri kripto telah menginvestasikan dana besar dalam politik AS.
Fairshake PAC, komite aksi politik yang didanai industri kripto, telah mengumpulkan lebih dari $116 juta untuk mendukung kandidat pro-kripto dalam pemilu 2025.
Dukungan finansial ini menunjukkan bahwa industri kripto semakin kuat dalam memengaruhi kebijakan pemerintah. Dengan meningkatnya dukungan politik dan finansial untuk regulasi stablecoin, masa depan industri kripto di AS tampak semakin cerah.
Jika RUU stablecoin disahkan, ini bisa menjadi langkah besar dalam mendorong inovasi keuangan digital di bawah kepemimpinan Trump.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin kembali menunjukkan pergerakan positif yang menarik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan pernyataan terbaru.
Laporan terbaru dari Cointelegraph pada Jumat (21/3), menyebutkan bahwa mata uang kripto ini sempat mencapai level tertinggi intraday di $87.453 (Rp 1,4 miliar) sebelum turun kembali ke $83,655 (Rp 1,3 miliar).
Efek Pernyataan Trump
Sebelum pernyataan Trump dalam acara Digital Asset Summit di New York, beredar spekulasi bahwa ia akan mengumumkan pajak nol untuk beberapa aset kripto atau kebijakan strategis terkait cadangan Bitcoin AS.
Namun, ekspektasi ini tidak terpenuhi. Trump hanya menegaskan kembali janjinya untuk tidak menjual Bitcoin yang telah disita oleh pemerintah dan mendorong Kongres untuk segera mengesahkan regulasi stablecoin.
Pernyataan paling optimis dari Trump adalah keinginannya untuk menjadikan AS sebagai pemimpin global dalam dunia kripto.
Merespons Spekulasi Pasar
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Seperti yang sering terjadi di pasar kripto, banyak investor membeli Bitcoin berdasarkan spekulasi sebelum pernyataan Trump.
Namun, ketika pengumuman tersebut tidak sesuai dengan harapan, harga Bitcoin mengalami koreksi yang cukup cepat.
Menurut analis pasar Aksel Kibar, terdapat kemungkinan Bitcoin mengalami koreksi lebih lanjut ke level $73,700 (Rp 1,2 miliar) sebelum menentukan tren jangka panjang berikutnya.
Dukungan dari The Fed
Selain faktor Trump, penguatan Bitcoin juga dipengaruhi oleh pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell.
Dalam risalah pertemuan FOMC, Powell mengisyaratkan perlambatan kebijakan pengetatan kuantitatif dan kemungkinan adanya dua kali pemotongan suku bunga pada 2025.
Imbasnya, hal ini memberikan optimisme yang cukup besar di kalangan para investor Bitcoin.
Prediksi Pasar dan Strategi Investor
Arthur Hayes, salah satu pendiri BitMEX, menyebut bahwa kebijakan Federal Reserve kemungkinan besar akan mendukung pergerakan harga Bitcoin.
Namun, ia memperingatkan bahwa volatilitas masih bisa terjadi dan menyarankan investor untuk tetap waspada serta memiliki dana cadangan.
Kembalinya premi Coinbase pada Bitcoin juga menjadi sinyal bahwa permintaan di pasar spot kembali meningkat.
Hal ini bisa menjadi indikator positif bagi pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat.
Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi harga Bitcoin saat ini, investor disarankan untuk tetap fleksibel dan mengikuti perkembangan kebijakan ekonomi global yang dapat mempengaruhi pasar kripto secara signifikan.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Presiden Donald Trump baru saja menyampaikan pidato yang telah direkam sebelumnya di Digital Asset Summit, menandai momen bersejarah sebagai pidato pertamanya mengenai aset digital saat masih menjabat sebagai kepala negara.
Dalam pidato tersebut, Trump menyoroti pencapaian pemerintahannya dalam regulasi kripto serta mengisyaratkan rencana besar bagi stablecoin berbasis dolar.
Dukungan Trump terhadap Stablecoin
Dalam pidatonya, Trump menyampaikan harapannya agar regulasi stablecoin dapat memberikan kepastian hukum yang jelas bagi investor dan pelaku industri. Ia menekankan pentingnya peran Kongres dalam menciptakan aturan yang sederhana dan masuk akal untuk stablecoin serta struktur pasar kripto.
“Saya telah meminta Kongres untuk menetapkan regulasi yang sederhana dan masuk akal untuk stablecoin dan struktur pasar. Dengan kerangka hukum yang tepat, institusi besar maupun kecil dapat berinvestasi, berinovasi, dan mengambil bagian dalam salah satu revolusi teknologi paling menarik dalam sejarah modern,” ujar Trump.
Pernyataan ini memberikan sinyal kuat bahwa pemerintahan Trump melihat potensi besar dalam stablecoin sebagai instrumen keuangan yang dapat memperkuat dominasi dolar AS di kancah global.
Membangun Momentum Positif di Industri Kripto
Pidato ini disampaikan setelah Trump sebelumnya menggelar KTT Kripto di Gedung Putih. Meski acara tersebut tidak berdampak signifikan pada pasar, kehadiran Trump di Konferensi Bitcoin di Nashville berhasil membangkitkan sentimen positif di komunitas kripto. Banyak pelaku industri berharap pidato di Digital Asset Summit kali ini dapat membawa angin segar bagi regulasi aset digital di AS.
Belakangan ini, pasar kripto menghadapi tekanan akibat kekhawatiran resesi di AS, yang menyebabkan banyak investor ragu untuk masuk ke dalam industri ini. Namun, regulasi stablecoin yang lebih jelas dapat menjadi jembatan untuk integrasi yang lebih luas antara dunia kripto dan ekonomi global.
Stablecoin sebagai Pilar Dominasi Dolar AS
Trump menegaskan bahwa stablecoin berbasis dolar dapat membantu memperkuat posisi mata uang AS di kancah internasional. Ia menyoroti bagaimana langkah-langkah strategis dapat diambil untuk memastikan bahwa dolar AS tetap menjadi mata uang utama dunia.
“Dengan stablecoin yang didukung dolar, komunitas kripto akan membantu memperluas dominasi dolar AS selama bertahun-tahun ke depan. Dolar AS akan tetap berada di puncak, dan di situlah kami ingin mempertahankannya,” tambahnya.
Pernyataan ini memberikan indikasi bahwa pemerintahan Trump mungkin akan mendukung pengembangan stablecoin baru atau bahkan menciptakan stablecoin yang didukung langsung oleh pemerintah. Kabar yang beredar juga menyebutkan bahwa beberapa pihak dalam lingkaran Trump tengah berdiskusi dengan Binance terkait pengembangan aset digital ini.
Dampak bagi Pasar Kripto dan Ekonomi AS
Dengan kemungkinan dukungan dari pemerintah AS, stablecoin berbasis dolar dapat menyediakan likuiditas besar bagi pasar keuangan domestik. Selain itu, regulasi yang lebih jelas dapat memberikan keamanan bagi investor serta mendorong lebih banyak adopsi stablecoin di berbagai sektor industri.
Saat ini, Komite Senat telah meloloskan The GENIUS Act dengan dukungan bipartisan dan sedang menunggu persetujuan kongres. Jika regulasi ini diterapkan, ekosistem stablecoin di AS dapat berkembang pesat, membawa manfaat bagi ekonomi digital dan memperkuat kepercayaan pasar.
Secara keseluruhan, pidato Trump di Digital Asset Summit menunjukkan bahwa pemerintahannya semakin terbuka terhadap inovasi di industri kripto. Dengan regulasi yang tepat, stablecoin dapat menjadi elemen kunci dalam menjaga dominasi dolar AS serta mempercepat adopsi teknologi blockchain di skala global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Securities and Exchange Commission (SEC) membatalkan bandingnya terhadap Ripple yang selama empat tahun terakhir tak kunjung usai.
Sementara SEC tidak lagi melanjutkan kasusnya terhadap perusahaan tersebut, Ripple masih mengajukan banding atas denda sebesar $125 juta dan putusan yang mengharuskannya untuk mendaftarkan penjualan XRP institusional sebagai sekuritas.
Putusan Hakim Analisa Torres pada bulan Agustus 2023: yang memutuskan bahwa XRP bukanlah sekuritas saat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi penjualan XRP institusional kepada investor terakreditasi diklasifikasikan sebagai sekuritas, masih berlaku.
Imbasnya, harga XRP melonjak hampir 11% menjadi $2,52 setelah berita tersebut meluas, menurut data dari CoinGecko.
Alasan Tuntut Balik
Setelah bertahun-tahun berproses hukum, SEC akhirnya menarik diri, akan tetapi Ripple belum menganggap kasus tersebut selesai.
CEO Ripple Brad Garlinghouse berbincang dengan Bloomberg pada hari Rabu (19/3) dan menjelaskan mengapa perusahaan tersebut tetap mengajukan banding.
“SEC telah membatalkan banding mereka. Itu berarti kami berubah dari tergugat menjadi penggugat,” kata Brad dalam wawancara tersebut.
Brad juga membahas berapa banyak biaya hukum yang telah dikeluarkan Ripple sejak kasus ini dimulai pada Desember 2020.
“Kami telah menghabiskan lebih dari $150 juta untuk membela kasus ini, bukan hanya untuk kami, tetapi untuk seluruh industri kripto,” katanya.
Ia menyebut strategi SEC di bawah pimpinan Gary Gensler sebagai upaya untuk menggertak industri kripto melalui tindakan hukum.
“SEC ingin memaksakan kekuasaannya atas kripto melalui tuntutan hukum. Itu sudah berakhir sekarang,” tambahnya.
Dalam wawancara tersebut, Brad mengakui bahwa mencabut banding adalah sebuah pilihan.
Akan tetapi karena denda tersebut berasal dari penjualan XRP pada tahun 2015 dan 2016, di mana SEC belum menerapkan regulasi seperti dalam tuduhan, dinilai Brad sebagai transaksi yang tidak merugikan investor mana pun.
“Tidak ada kerugian bagi investor, tidak ada uang yang hilang, jadi mengapa kita ada di sini?” tanyanya.
Keputusan SEC untuk membatalkan banding menandakan adanya perubahan dalam pendekatannya terhadap penegakan hukum kripto.
Brad mengatakan bahwa pemerintahan baru Donald Trump dan perubahan dalam kepemimpinan SEC telah berperan dalam hal ini.
“Saya pikir jika Anda bertanya kepada Paul Atkins dan David Sacks, mereka akan setuju bahwa kasus ini seharusnya tidak pernah diajukan,” kata Brad.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
IPO bukan prioritas Ripple
Pada kesempatan yang sama, Brad menepis spekulasi bahwa Ripple akan go public, dengan mengatakan bahwa IPO bukanlah prioritas saat ini.
“Go public adalah sesuatu yang dapat kami pertimbangkan, tetapi kami tidak perlu melakukannya untuk saat ini,” papat Brad.
Tidak seperti kebanyakan perusahaan yang go public untuk mengumpulkan modal, Ripple mampu tumbuh secara organik tanpa pendanaan dari luar.
Rencana Akuisisi
Alih-alih tidak menggelar IPO, Ripple sebenarnya justru tengah mempertimbangkan akuisisi.
Brad mengonfirmasi bahwa perusahaan tersebut tengah aktif mencari cara untuk membeli perusahaan infrastruktur blockchain.
“Waktu tepatnya belum pasti. Tapi, akan ada konsolidasi tahun ini, dan kami akan menjadi bagian darinya,” sambung Brad.
Lembaga keuangan juga mulai memikirkan kembali pendekatan mereka terhadap kripto, seperti yang ditunjukkan Brad, bank-bank besar AS yang sebelumnya tidak ingin berurusan dengan kripto, kini berubah pikiran.
Dua bidang utama yang diminati bank adalah penyimpanan dan pembayaran kripto. Seiring dengan semakin populernya stablecoin dan tokenisasi aset dunia nyata, lembaga keuangan tengah menjajaki cara untuk mengintegrasikan layanan kripto.
“Bank perlu menyimpan aset kripto dengan aman dan infrastruktur pembayaran sudah ketinggalan zaman,” kata Brad.
Selain akuisis, Ripple telah memperluas bisnis stablecoinnya, meluncurkan RL USD tahun lalu.
Sasaran perusahaan adalah menjadikannya salah satu dari lima stablecoin teratas pada akhir tahun.
“Sasarannya adalah pada akhir tahun RLUSD menjadi salah satu dari lima teratas di pasar pada akhir tahun. Dan saya pikir seluruh pasar akan tumbuh secara dramatis tahun ini,” lanjut Brad optimis.
Untuk diketahui, pasar stablecoin saat ini bernilai $230 miliar, dan beberapa analis percaya pasar ini dapat tumbuh 10x selama lima tahun ke depan.
Maka dari itu, Brad berambisi bahwa Ripple ingin memanfaatkan momen tersebut semaksimal mungkin.
Tetap Transparan
Ketika ditanya tentang manajemen pasokan XRP, Brad menepis kekhawatiran bahwa kepemilikan Ripple atas 42% pasokan token memberinya keuntungan yang tidak adil.
“Kami telah transparan tentang kepemilikan XRP kami selama bertahun-tahun. Tidak ada yang berubah,” katanya.
Selaras dengan pernyataan Brad, perusahaan selalu menerbitkan Laporan Pasar XRP secara berkala, untuk merinci berapa banyak yang dijual perusahaan ke pasar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.