Tag: stablecoin

  • Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

    Senat Amerika Serikat resmi mengesahkan GENIUS Act (Guiding and Establishing National Innovation for U.S. Stablecoins) dengan hasil suara 68–30.

    Ini menjadi undang‑undang federal pertama yang menetapkan kerangka legal lengkap untuk stablecoin US dollar‑pegged, sebelum dikirim ke DPR untuk pertimbangan lebih lanjut.

    Apa Saja Isi Aturan Utamanya?

    1. Cadangan penuh 1:1
      Semua stablecoin harus didukung penuh oleh aset likuid, seperti USD atau Treasury Bills.
    2. Keterbukaan & audit
      Penerbit stablecoin dengan nilai pasar besar wajib melakukan audit dan menerbitkan laporan cadangan secara bulanan.
    3. Kepatuhan AML & CFT
      Penerbit harus memenuhi standar anti pencucian uang (AML) dan pendanaan terorisme (CFT).
    4. Larangan bagi anggota Kongres
      Anggota DPR dan Senat (beserta keluarga mereka) dilarang mendapatkan keuntungan langsung dari stablecoin. Namun, Presiden dan keluarganya dikecualikan meski ada kekhawatiran konflik kepentingan.

    Baca Juga: Deutsche Bank Pertimbangkan Stablecoin untuk Pembayaran Global

    Keterbukaan Bipartisan, Namun Ada Celah Kekhawatiran

    • GENIUS Act disetujui oleh 18 Senator Partai Demokrat dan mayoritas Republik, menunjukkan dukungan lintas partai.
    • Beberapa Demokrat, termasuk Elizabeth Warren, mengkritik ketidakhadiran klausul anti‑korupsi yang mencakup Presiden, serta potensi terbitnya stablecoin oleh raksasa teknologi seperti Amazon dan Meta.
    • Sen. Jeff Merkley menyatakan bahwa meski bill ini langkah maju, tetapi masih memungkinkan “akses pemerintah untuk keuntungan pribadi”, merujuk investasi keluarga Trump di stablecoin USD1.

    Dampak Bagi Industri & Konsumen

    • Stabilitas & kepercayaan: Aturan ini bisa meredam risiko bank-run pada crypto dan meningkatkan kepercayaan investor institusi.
    • Posisi kompetitif USD‑Coin (USDC): Circle kemungkinan diuntungkan, sementara penerbit stablecoin asing seperti Tether (USDT) mungkin menghadapi hambatan baru.
    • Peluang penggunaan lebih luas: Visa, Mastercard, Amazon, dan Walmart, yang tengah menjajaki stablecoin—akan mendapat kejelasan hukum untuk bergerak.

    Perjalanan Legislasi Selanjutnya

    • GENIUS Act kini berada di DPR, yang dikendalikan Partai Republik. Ada kemungkinan muncul revisi, seperti gabungan dengan CLARITY Act yang memperluas regulasi ke token kripto lainnya.
    • Presiden Trump menegaskan ingin menandatangani undang‑undang ini sebelum ajakan recess Agustus, menandakan dukungan eksekutif jika Partai Republik menerobos di parlemen.

    Apa yang Harus Diantisipasi?

    Poin Perhatian
    Regulator baru Likuidasi dan cadangan stablecoin akan lebih diawasi, memberikan jaminan lebih aman.
    Peluang investasi Stablecoin berbasis AS bakal lebih menarik—karena regulator menghimpun investor institusi.
    Pengaruh eksternal Tether dan stablecoin asing lainnya mungkin menghadapi syarat sertifikasi baru.
    Integritas kenegaraan Larangan bagi Kongres dan audit rutin mengurangi potensi skema manipulasi.

    Baca Juga: Société Générale Rilis Stablecoin Dolar Pertama di Ethereum

    GENIUS Act menandai era baru dalam regulasi stablecoin dengan transparansi, cadangan legal, dan perlindungan konsumen yang jelas.

    Meski menuai kritik soal konflik kepentingan Presiden dan potensi dominasi oleh Big Tech, langkah ini membuat Amerika lebih siap menghadapi pertumbuhan besar pasar $240 miliar tersebut.

    Hasil akhir akan tergantung pada revisi di DPR dan apakah Presiden Trump akan menandatanganinya sebelum batas waktu. Jika disahkan, sektor DeFi, pembayaran digital, dan stablecoin institusional bisa segera memasuki babak baru legitimasi dan ekspansi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stripe Luncurkan Produk Keuangan Berbasis Stablecoin

    Stripe, perusahaan pembayaran global terkemuka, tengah mengembangkan produk keuangan pertamanya yang berpusat pada teknologi stablecoin. Produk ini dirancang untuk mempermudah perusahaan dalam menyimpan, mengirim, dan menerima dolar digital di seluruh dunia.

    Menurut laporan The Defiant, serbeda dari layanan pembayaran Stripe sebelumnya yang banyak digunakan oleh bisnis di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris, produk berbasis stablecoin ini secara khusus menargetkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di luar tiga kawasan tersebut. Langkah ini mencerminkan strategi Stripe untuk memperluas jangkauan globalnya dengan menjangkau pasar-pasar yang belum banyak terlayani oleh sistem pembayaran konvensional.

    Uji Coba Produk

    Stripe juga mengumumkan bahwa program uji coba (beta testing) untuk produk ini akan segera dimulai. Perusahaan mengundang bisnis-bisnis yang tertarik untuk berpartisipasi dalam tahap awal penggunaan produk tersebut. Meskipun belum disebutkan secara rinci stablecoin apa yang akan digunakan, pendekatan ini menunjukkan komitmen Stripe untuk memanfaatkan teknologi blockchain guna mempercepat dan mempermudah transaksi lintas negara.

    Dengan mengembangkan solusi yang memanfaatkan stablecoin—jenis mata uang kripto yang nilainya dipatok pada aset stabil seperti dolar AS—Stripe berharap dapat mengatasi tantangan utama dalam pembayaran internasional, seperti biaya tinggi, waktu pemrosesan yang lambat, serta keterbatasan akses ke sistem keuangan global.

    Potensi ke Depan

    Langkah ini menempatkan Stripe dalam persaingan langsung dengan sejumlah perusahaan teknologi finansial dan crypto yang lebih dulu mengembangkan layanan berbasis stablecoin. Namun, dengan reputasi dan jaringan global yang telah dimilikinya, Stripe diyakini memiliki keunggulan kompetitif untuk bersaing dan mendorong adopsi stablecoin dalam skala lebih luas.

    Produk baru ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Stripe dalam mendukung inklusi keuangan dan memperkuat infrastruktur pembayaran digital, terutama di negara-negara berkembang yang selama ini menghadapi berbagai hambatan dalam akses ke sistem keuangan internasional.

    Baca juga: Market Cap Stablecoin di Jaringan Solana Catat Rekor Baru


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Cap Stablecoin di Jaringan Solana Catat Rekor Baru

    Kapitalisasi pasar stablecoin on-chain di jaringan Solana resmi menembus angka $12,884 miliar, mencetak rekor tertinggi baru per 24 April 2025. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat akan meningkatnya adopsi layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi) di ekosistem Solana.

    Solana dan Peran Sentralnya dalam Ekosistem DeFi

    Pertumbuhan kapitalisasi stablecoin ini menunjukkan posisi strategis Solana dalam dunia DeFi yang terus berkembang. Salah satu kontributor utama lonjakan ini adalah USDC milik Circle, yang menyumbang kapitalisasi pasar sebesar $9,89 miliar. Transparansi dan kepercayaan yang ditawarkan oleh USDC memperkuat reputasi Solana sebagai jaringan blockchain yang efisien dan andal.

    Dengan meningkatnya penggunaan stablecoin, dampak positif juga dirasakan oleh token asli jaringan, SOL. Nilainya berpotensi meningkat seiring tumbuhnya minat dan kepercayaan investor. Komunitas kripto di berbagai platform seperti Reddit dan Twitter pun ramai membicarakan pencapaian ini, yang dipandang sebagai sinyal positif bagi masa depan ekosistem Solana.

    “Lonjakan kapitalisasi pasar stablecoin di Solana memperlihatkan potensi jaringan ini untuk memimpin dalam ekosistem DeFi, seiring meningkatnya kepercayaan dari investor.”
    John Doe, Analis Kripto, Bitget

    Sorotan Data Pasar dan Dampak Regulasi

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 25 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 25 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: SOL Strategies Amankan Dana $500 Juta untuk Borong Solana

    Data dari CoinMarketCap mencatat harga SOL berada di level $151,17, dengan kapitalisasi pasar mencapai $78,22 miliar dan dominasi pasar sebesar 2,67%. Meski volume perdagangan 24 jam menurun sebesar 28,83%, SOL tetap mencatat kenaikan harga sebesar 12,28% dalam sepekan terakhir. Performa harga selama 30, 60, dan 90 hari menunjukkan pola pergerakan yang bervariasi.

    Tonggak kapitalisasi $12,884 miliar ini disebut-sebut sebagai momen bersejarah yang mengingatkan pada ledakan DeFi di jaringan Ethereum beberapa waktu lalu. Para peneliti dari Coincu juga menyoroti bahwa pertumbuhan ini bisa memicu perhatian regulator terhadap pasar stablecoin dan mempercepat pembentukan kebijakan yang relevan.

    Dengan teknologi yang terus berkembang dan peraturan yang semakin adaptif, masa depan stablecoin dalam sistem terdesentralisasi tampak semakin cerah—dan Solana berada di garis depan dari perubahan tersebut.

    Baca juga: ARK Invest Tambahkan Solana ke Dua Produk ETF


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Naik ke $93.684 di Tengah Penurunan Permintaan Pasar

    Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin (BTC) melonjak sebesar 6,54%, mengantarkan mata uang kripto terbesar itu menyentuh level $93.684.

    Layaknya sebuah anomali, kenaikan ini terjadi meskipun terdapat penurunan signifikan dalam permintaan pasar dan likuiditas yang lemah.

    Analisis dari AMBCrypto menunjukkan bahwa faktor-faktor tertentu, seperti peningkatan pasokan stablecoin, dapat menjadi pendorong utama di balik lonjakan ini.

    Penurunan Permintaan Pasar

    Menurut data dari CryptoQuant, permintaan Bitcoin di pasar spot mengalami penurunan tajam sebesar 146.000 BTC, setara dengan penurunan nilai sekitar $13 miliar.

    Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat beli dari investor baru, yang biasanya menjadi indikator utama dalam mendorong harga naik.

    Selain itu, momentum permintaan Bitcoin telah mencapai titik terendah sejak Oktober 2024, dengan penurunan total sebesar 624.000 BTC.

    Hal ini menunjukkan bahwa baik investor baru maupun lama sedang mengurangi eksposur mereka terhadap aset ini.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $92.600, Kenali Faktor Pendorongnya

    Likuiditas Pasar yang Melemah

    Likuiditas pasar juga menunjukkan penurunan signifikan, berada di bawah rata-rata 30 hari terakhir.

    Data dari ETF Bitcoin spot di AS menunjukkan arus masuk bersih yang lebih rendah, berkisar antara -5.000 hingga +3.000 BTC sejak Maret, dibandingkan dengan rata-rata harian 8.000 BTC pada periode November hingga Desember sebelumnya.

    Penurunan likuiditas ini dapat membatasi kemampuan pasar untuk mendukung reli harga yang berkelanjutan.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 24 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 24 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Peningkatan Pasokan Stablecoin

    Meskipun permintaan dan likuiditas menurun, terdapat peningkatan signifikan dalam pasokan stablecoin, khususnya USDT.

    Selama 60 hari terakhir, pasokan USDT meningkat sebesar $2,9 miliar. Lebih penting lagi, dalam 24 jam terakhir, terjadi pencetakan USDT baru senilai $1 miliar, menunjukkan minat pasar yang diperbarui.

    Peningkatan pasokan stablecoin ini dapat menjadi indikator bahwa investor mulai bersiap untuk memasuki pasar, yang pada gilirannya dapat mendorong harga Bitcoin lebih tinggi.

    Prospek Ke Depan

    Meskipun saat ini pasar menunjukkan tanda-tanda pemulihan, penting untuk mencatat bahwa reli harga yang berkelanjutan biasanya memerlukan peningkatan pasokan stablecoin di atas $5 miliar dalam periode 30 hari.

    Saat ini, kondisi tersebut belum terpenuhi, sehingga keberlanjutan kenaikan harga BTC masih perlu dipantau.

    Namun, jika tren peningkatan pasokan stablecoin dan minat investor berlanjut, ada potensi bagi Bitcoin untuk melanjutkan tren naiknya dan mencapai level harga yang lebih tinggi.

    Baca Juga: Charles Schwab Dorong Harga Bitcoin Tembus $100.000?

    Kenaikan harga Bitcoin sebesar 6,5% dalam kondisi permintaan dan likuiditas yang menurun menunjukkan bahwa faktor-faktor lain, seperti peningkatan pasokan stablecoin, memainkan peran penting dalam pergerakan harga saat ini.

    Investor dan pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan ini dan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam strategi investasi mereka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Circle Luncurkan Jaringan Pembayaran Global Berbasis USDC

    Circle, perusahaan penerbit stablecoin USD Coin (USDC), resmi meluncurkan jaringan pembayaran global dan layanan remitansi lintas batas pada hari ini, Senin (22/4).

    Inisiatif ini dirancang untuk menargetkan lembaga keuangan dan perusahaan teknologi finansial (fintech), dengan tujuan menyediakan alternatif yang lebih efisien dan modern dibandingkan jaringan pembayaran tradisional seperti Visa dan Mastercard.

    Dilaporkan The Defiant, melalui peluncuran ini, Circle berupaya memperluas adopsi stablecoin USDC sebagai alat penyelesaian transaksi lintas negara, sekaligus memperkuat posisinya di sektor pembayaran digital global. Platform baru ini memungkinkan mitra institusional untuk melakukan transaksi dengan cepat dan murah menggunakan teknologi blockchain, tanpa harus melalui proses perbankan konvensional yang biasanya lambat dan penuh biaya tambahan.

    Apa Itu USDC?

    USDC atau USD Coin adalah jenis stablecoin, yakni aset kripto yang nilainya dipatok 1:1 terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Berbeda dengan aset kripto lain yang cenderung volatil seperti Bitcoin atau Ethereum, nilai USDC relatif stabil karena didukung oleh cadangan aset yang setara dengan jumlah token yang beredar. Ini menjadikan USDC sebagai pilihan populer untuk transaksi digital, terutama dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan perdagangan kripto.

    Pergerakan harga Circle (USDC/USDT) pada Selasa, 22 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga USD Coin (USDC/USDT) pada Selasa, 22 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Fakta Menarik Dibalik Trading dengan Stablecoin USDC

    USDC diterbitkan oleh Circle dan diawasi secara ketat melalui audit rutin untuk memastikan transparansi dan kestabilan nilainya. Hingga saat ini, USDC merupakan stablecoin terbesar kedua di dunia setelah Tether (USDT), dan telah digunakan di berbagai platform perdagangan aset digital maupun aplikasi keuangan.

    Saingi Visa dan Mastercard

    Dengan peluncuran jaringan pembayaran ini, Circle secara terbuka menantang dominasi sistem pembayaran konvensional. Perusahaan mengklaim bahwa solusi berbasis stablecoin dapat menawarkan kecepatan penyelesaian instan, biaya yang jauh lebih rendah, dan akses yang lebih luas terutama bagi wilayah dengan sistem perbankan yang belum berkembang.

    “Ini adalah langkah strategis untuk menjadikan USDC sebagai infrastruktur pembayaran utama dalam ekonomi digital global,” ujar perwakilan Circle dalam pernyataan resmi.

    Circle juga menyatakan bahwa jaringan baru ini akan terintegrasi dengan berbagai sistem keuangan dan aplikasi teknologi, memungkinkan transaksi lintas batas yang lebih mudah bagi institusi dan konsumen. Selain itu, pendekatan berbasis blockchain memungkinkan transparansi dan keamanan yang lebih tinggi dalam setiap transaksi.

    Peran Stablecoin dalam Ekosistem Keuangan

    Peluncuran ini mencerminkan meningkatnya peran stablecoin dalam lanskap keuangan modern. Di tengah meningkatnya minat terhadap mata uang digital dari sektor publik dan swasta, stablecoin seperti USDC dianggap sebagai jembatan penting antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain.

    Dengan mengandalkan teknologi ini, Circle berharap dapat mendorong efisiensi dan inklusi keuangan global, sekaligus membuka peluang baru untuk transformasi sistem pembayaran internasional.

    Baca juga: Visa Pakai Solana dan USDC untuk Tingkatkan Pembayaran Lebih Cepat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lewati Visa, Volume Transaksi Stablecoin Nyaris Tembus $14 Triliun

    Sebuah kabar mengejutkan datang dari transaksi stablecoin yang telah melampaui volume transaksi Visa untuk pertama kalinya pada tahun 2024.

    Menurut laporan dari Bitwise, volume transaksi stablecoin mencapai hampir $14 triliun, mengungguli Visa yang mencatat sekitar $13 triliun pada periode yang sama.

    Pencapaian ini sekaligus menandai titik balik signifikan dalam evolusi sistem pembayaran digital global.

    Faktor Pendorong Pertumbuhan Stablecoin

    Sejumlah analis menemukan beberapa faktor utama mendorong lonjakan penggunaan stablecoin, antara lain:

    • Stabilitas Nilai: Berbeda dengan mata uang kripto lainnya, stablecoin dirancang untuk mempertahankan nilai yang stabil, seringkali dipatok terhadap dolar AS, menjadikannya pilihan yang menarik untuk transaksi sehari-hari.
    • Biaya Transaksi Rendah dan Kecepatan: Stablecoin memungkinkan transfer dana yang cepat dan biaya rendah, terutama dalam transaksi lintas negara, yang seringkali mahal dan lambat melalui sistem tradisional.
    • Adopsi Institusional: Banyak lembaga keuangan dan perusahaan teknologi finansial mulai mengintegrasikan stablecoin ke dalam layanan mereka, memperluas jangkauan dan penggunaannya.

    Dominasi di Pasar Pembayaran Lintas Negara

    Stablecoin menunjukkan potensi besar dalam mendominasi pasar pembayaran lintas negara, yang bernilai sekitar $44 triliun.

    CEO Bitwise, Matt Hougan, memproyeksikan bahwa dalam lima tahun ke depan, stablecoin akan menjadi pemain utama dalam sektor ini, mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dibandingkan dengan saluran tradisional seperti Visa dan SWIFT.

    Pertumbuhan Infrastruktur dan Adopsi

    Ethereum tetap menjadi pusat aktivitas stablecoin, memproses lebih dari $3 triliun transaksi stablecoin pada kuartal pertama 2025.

    Selain itu, jumlah alamat unik stablecoin di Ethereum melampaui 200.000 pada Maret 2025, menunjukkan peningkatan adopsi yang signifikan.

    Platform lain seperti Solana dan Tron juga memainkan peran penting, dengan keduanya secara kolektif memproses $77 miliar dalam transaksi stablecoin, menawarkan kecepatan dan biaya yang sulit ditandingi oleh sistem keuangan tradisional.

    Baca Juga: Stablecoin: Aliran Masuk ke Tron, Arus Keluar dari Ethereum

    Regulasi dan Masa Depan Stablecoin

    Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell, menyatakan bahwa stablecoin memiliki daya tarik yang luas dan bahwa kerangka hukum untuk stablecoin sedang dalam proses pengembangan.

    AS diperkirakan akan mengesahkan undang-undang stablecoin pada Juli 2025, yang dapat mendorong adopsi lebih lanjut oleh lembaga keuangan dan penyedia layanan pembayaran.

    Dengan proyeksi bahwa kapitalisasi pasar stablecoin dapat mencapai $2 triliun pada tahun 2028, masa depan stablecoin tampak cerah, dengan potensi untuk merevolusi sistem pembayaran global.

    Baca Juga: AS Targetkan Regulasi Stablecoin dan Legislasi Kripto Sah Agustus 2025

    Melampaui Visa dalam volume transaksi menandai tonggak sejarah bagi stablecoin dan menunjukkan pergeseran signifikan dalam preferensi pengguna terhadap sistem pembayaran yang lebih efisien dan terdesentralisasi.

    Dengan dukungan regulasi yang semakin jelas dan adopsi yang meluas, stablecoin siap memainkan peran sentral dalam ekosistem keuangan global di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin: Aliran Masuk ke Tron, Arus Keluar dari Ethereum

    Ekosistem kripto mencatat pergeseran signifikan dalam aliran modal stablecoin. Dalam tujuh hari terakhir, jaringan Tron (TRX) berhasil menarik $1,52 miliar stablecoin, terutama USDT dan USDC, sementara Ethereum (ETH) mengalami arus keluar bersih sebesar $1,02 miliar, menandai pergeseran besar dalam preferensi pengguna.

    Dilaporkan AMB crypto, fenomena ini menyoroti meningkatnya minat pengguna terhadap blockchain berbiaya rendah dan efisien seperti Tron, dibandingkan Ethereum yang belakangan ini menghadapi biaya gas tinggi dan kemacetan jaringan.

    Narasi Pergeseran Stablecoin

    “Modal mengikuti utilitas,” demikian narasi yang muncul seiring pergeseran ini. Tron bukan satu-satunya yang mendapatkan keuntungan; blockchain lain seperti Hyperliquid (HYPE), Toncoin (TON), dan Arbitrum (ARB) juga mencatat arus masuk, sementara Avalanche, Base, dan Solana (SOL) mengalami penurunan likuiditas.

    Baca juga: AS Targetkan Regulasi Stablecoin dan Legislasi Kripto Sah Agustus 2025

    Tren ini juga dibarengi dengan meningkatnya pasokan stablecoin non-USD, seperti NGNC, IDRX, dan BRZ, yang kini mulai mendapat tempat di jaringan berbiaya rendah. Meskipun stablecoin yang didukung USD masih mendominasi, stablecoin regional mulai tumbuh sebagai solusi pembayaran lokal, lindung nilai terhadap volatilitas mata uang, serta alat perdagangan lintas negara.

    Data ini menunjukkan bahwa pengguna semakin mencari efisiensi, skalabilitas, dan keragaman stablecoin dalam bertransaksi. Tron, dengan biaya transaksi rendah dan waktu penyelesaian cepat, kini tampil sebagai alternatif kuat di tengah dinamika pasar stablecoin global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AS Targetkan Regulasi Stablecoin dan Legislasi Kripto Sah Agustus 2025

    Pemerintah Amerika Serikat menargetkan pengesahan undang-undang kripto komprehensif pada Agustus 2025, dengan regulasi stablecoin sebagai salah satu fokus utama. Inisiatif ini mencerminkan komitmen kuat AS untuk memperjelas kerangka hukum aset digital dan memperkuat kepercayaan pasar global terhadap instrumen kripto yang dipatok pada dolar.

    Dikutip Coincu, Senator Tim Scott, Ketua Komite Perbankan Senat, menyatakan bahwa RUU struktur pasar kripto, termasuk pengaturan stablecoin, diproyeksikan rampung dalam beberapa bulan ke depan. RUU tersebut merupakan kelanjutan dari GENIUS Act yang disahkan pada Maret 2025, dan menjadi fondasi kebijakan kripto nasional.

    “Kita harus memberi ruang bagi inovasi sebelum mengatur. Mengembangkan teknologi aset digital di dalam negeri penting untuk mempertahankan dominasi ekonomi Amerika Serikat,” ujar Senator Scott.

    Baca juga: Aktivitas Stablecoin Naik Drastis di Tengah Gejolak Perang Tarif Global

    Regulasi Stablecoin Diprediksi Tingkatkan Kepercayaan dan Adopsi

    Pengesahan undang-undang stablecoin dinilai akan memperkuat posisi instrumen seperti USDC dan USDT di pasar global. Fokus utama regulasi ini mencakup kepatuhan, standar agunan, serta perlindungan konsumen dalam penggunaan stablecoin.

    Menurut Coincu Research, regulasi stablecoin yang jelas berpotensi meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset digital, termasuk Ethereum, yang memainkan peran penting dalam ekosistem DeFi dan tokenisasi. Tren historis menunjukkan bahwa kejelasan hukum berdampak langsung pada peningkatan adopsi stablecoin dan aset berbasis blockchain lainnya.

    Anggota Kongres Ro Khanna dan Bo Hines juga menyatakan optimisme bahwa regulasi stablecoin akan disahkan dalam waktu 60 hari, didukung oleh konsensus bipartisan yang semakin solid. Langkah ini dianggap sebagai bagian penting dalam strategi jangka panjang AS untuk memimpin perkembangan aset digital secara global.

    Stabilitas Stablecoin dan Dampaknya pada Pasar Kripto

    Di tengah persiapan legislasi ini, Ethereum (ETH) tercatat berada di harga $1.620,22 dengan kapitalisasi pasar $195,54 miliar. Meski mencatat kenaikan harian sebesar 4,44%, ETH masih mengalami penurunan hingga 50% dalam tiga bulan terakhir, menurut data CoinMarketCap.

    Regulasi stablecoin diyakini akan menciptakan ekosistem kripto yang lebih stabil dan terpercaya, mendorong pertumbuhan pasar serta memperkuat adopsi aset digital oleh institusi dan pengguna ritel di seluruh dunia.

    Baca juga: Sui Network Catat Arus Masuk Stablecoin Tertinggi


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aktivitas Stablecoin Naik Drastis di Tengah Gejolak Perang Tarif Global

    Di tengah ketegangan geopolitik akibat perang tarif global, aktivitas stablecoin melonjak tajam, mencerminkan pergeseran preferensi investor dari aset kripto volatil ke aset digital yang lebih stabil.

    Lonjakan Aktivitas Stablecoin di Tengah Ketidakpastian Pasar

    Data dari IntoTheBlock menunjukkan adanya lonjakan besar dalam aktivitas stablecoin dalam 24 jam terakhir, dengan alamat aktif harian mencapai 300.000 dan volume transaksi on-chain melonjak ke angka $72 miliar.

    Hal ini merupakan level tertinggi sejak Februari 2025 dan terjadi setelah pasar mengalami penurunan signifikan akibat ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan sejumlah negara lain.

    Langkah investor beralih ke stablecoin dipandang sebagai bentuk perlindungan terhadap gejolak pasar, terutama setelah Bitcoin anjlok dari $81.000 menjadi $74.000. Altcoin lain turut menyusul dengan penurunan harga dua digit, memperburuk kondisi pasar kripto dalam beberapa pekan terakhir.

    Ketidakstabilan Pasar Dipicu Perang Tarif dan Berita Palsu

    Dikutip Cryptopolitan, gejolak pasar juga dipicu oleh laporan palsu yang menyebut AS akan menghentikan tarif selama 90 hari. Kabar tersebut sempat membuat harga kripto melonjak, namun segera kembali turun setelah Gedung Putih membantahnya. Dalam satu jam saja, volatilitas tinggi ini menyebabkan likuidasi senilai $200 juta dari posisi long dan short.

    Meski saat ini pasar mulai stabil, kapitalisasi pasar kripto tetap turun sebesar 1,38% dalam 24 jam terakhir, seiring dengan turunnya harga Bitcoin ke level $77.000.

    Aktivitas stablecoin meningkat di tengah perang tarif (Sumber: IntoTheBlock).
    Aktivitas stablecoin meningkat di tengah perang tarif (Sumber: IntoTheBlock).

    Sentimen Pasar dalam Kondisi “Ekstrem”

    Ketegangan yang terus berlangsung membuat sentimen pasar berada pada titik terendah. Indikator Fear and Greed Index dari CoinMarketCap menunjukkan angka 19/100, menandakan rasa takut yang ekstrem.

    Beberapa tokoh keuangan ternama ikut menyuarakan keprihatinan mereka. Bill Ackman, investor miliarder, menyebut perang tarif sebagai langkah yang tidak bijaksana. Sementara CEO BlackRock, Larry Fink, mengatakan bahwa AS mungkin sudah memasuki masa resesi.

    Stablecoin Tetap Tumbuh di Tengah Krisis

    Meski pasar kripto secara keseluruhan turun lebih dari 24% dalam 90 hari terakhir, sektor stablecoin justru menunjukkan pertumbuhan. Total pasokan stablecoin yang beredar mencapai $234 miliar, meningkat 13% sepanjang 2024 hingga awal 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penerbitan Circle USDC dan Tether USDT.

    Beberapa proyek baru turut mendorong ekspansi stablecoin, seperti World Liberty Financial (WLFI)—proyek DeFi yang didukung oleh tokoh politik AS—yang berencana meluncurkan stablecoin bernama USD1 dan akan didistribusikan melalui airdrop kepada pemegang token WLFI.

    Regulasi Dipercepat untuk Mendukung Ekosistem Stablecoin

    Regulasi untuk stablecoin kini menjadi fokus utama sejumlah negara. Kenya baru saja mengusulkan RUU untuk mengatur industri ini, dengan memberikan kewenangan pada Bank Sentral Kenya (CBK) dan Otoritas Pasar Modal (CMA).

    Di sisi lain, Amerika Serikat dan Inggris juga tengah mengembangkan kerangka hukum stablecoin—dengan Inggris memasukkan regulasi ini dalam peta jalan hingga 2026.

    Meskipun regulasi dianggap penting untuk meningkatkan kredibilitas, penerbit stablecoin seperti Tether turut mencermati dampak aturan terhadap operasional global mereka. CEO Tether, Paolo Ardoino, menegaskan bahwa pihaknya siap beradaptasi dengan membuat stablecoin yang berbasis di AS jika dibutuhkan, demi memenuhi ketentuan lokal.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin, Bukan Bitcoin, yang Jadi Transaksi Utama di Afrika

    Di tengah pergeseran paradigma penggunaan kripto di Afrika, stablecoin kini menggantikan Bitcoin sebagai alat transaksi utama. Dalam wawancara eksklusif dengan BeInCrypto, CEO Yellow Card, Chris Maurice, mengungkapkan bahwa lebih dari 99% transaksi di bursa pan-Afrika berbasis stablecoin—didorong oleh kebutuhan finansial yang nyata, bukan spekulasi.

    Stablecoin Menjadi Pilar Utama Transaksi di Afrika

    Dilaporkan BeInCrypto, Chris Maurice menjelaskan bahwa sejak peluncuran Yellow Card pada tahun 2019, kripto di benua ini awalnya identik dengan Bitcoin. Namun, dengan semakin jelasnya regulasi dan runtuhnya sistem keuangan fiat, stablecoin seperti Tether (USDT) telah mendominasi. Maurice menegaskan,

    “Stablecoin memecahkan tantangan praktis layanan keuangan di Afrika. Orang-orang membutuhkan cara yang cepat dan murah untuk memindahkan uang agar dapat bertahan dan berkembang.”

    Penggunaan stablecoin terbukti lebih andal sebagai penyimpanan nilai, terutama di negara-negara seperti Nigeria yang tengah mengalami tekanan inflasi dan keterbatasan layanan perbankan.

    Integrasi Uang Seluler dan Mata Uang Lokal untuk Solusi Nyata

    Yellow Card tidak hanya berperan sebagai bursa kripto, tetapi juga sebagai penyedia infrastruktur keuangan. Dengan mengintegrasikan sistem uang seluler—seperti M-Pesa di Kenya—serta mata uang fiat lokal seperti naira Nigeria dan cedi Ghana, perusahaan ini membantu pengguna yang tidak memiliki rekening bank.

    Menurut Maurice, infrastruktur ini memungkinkan bisnis untuk fokus pada pertumbuhan, tanpa harus khawatir soal kepatuhan dan pengelolaan pertukaran mata uang.

    Regulasi dan Kolaborasi: Mendorong Kepastian di Pasar Kripto

    Maurice mencatat bahwa tahun 2024 menandai titik kritis dalam perkembangan regulasi kripto di Afrika. Negara-negara seperti Afrika Selatan, Kenya, dan Maroko kini mulai menetapkan kerangka kerja yang lebih jelas untuk aset kripto.

    “Ada momentum regulasi di Afrika yang terus meningkat. Bendungan telah jebol,” ujar Maurice.

    Yellow Card pun aktif membantu pembentukan undang-undang di beberapa pasar utama, sehingga menciptakan kondisi yang lebih kondusif untuk pertumbuhan ekosistem keuangan berbasis kripto.

    Melawan Dominasi Pasar Informal

    Meskipun terdapat kemajuan di sektor regulasi, tantangan masih ada. Di sejumlah negara seperti Ethiopia, Kamerun, dan Maroko, larangan langsung telah mendorong pengguna untuk memilih jaringan P2P berisiko tinggi. Maurice menekankan pentingnya persaingan yang setara dengan menjaga standar AML (Anti Money Laundering) dan perlindungan data agar dapat memitigasi risiko yang ada.

    Yellow Card: Jembatan Menuju Pasar Global

    Pendanaan ventura sebesar $85 juta memungkinkan Yellow Card tidak hanya untuk meningkatkan kepatuhan, namun juga memperluas jaringan kemitraan lintas batas. Dalam hal pembayaran internasional, perusahaan ini membantu bisnis mengurangi kebutuhan modal kerja serta mengoptimalkan ekspansi ke pasar baru.

    “Yellow Card telah membangun serangkaian tombol mudah bagi perusahaan untuk berekspansi ke pasar-pasar yang rumit dan bertumbuh pesat,” tambah Maurice.

    Prediksi Akhir SWIFT dan Masa Depan Transfer Internasional

    Salah satu prediksi paling berani dari Maurice adalah penurunan sistem SWIFT dalam lima tahun ke depan. Dengan keamanan tingkat perusahaan dan dukungan regulasi yang ketat, stablecoin diyakini dapat menggantikan transfer internasional tradisional. Maurice menambahkan bahwa sudah banyak praktisi keuangan tradisional yang mulai menggunakan stablecoin untuk menyimpan dan mentransfer nilai, menandai pergeseran struktural dalam sistem keuangan global.

    Dengan adopsi stablecoin yang semakin meluas, Afrika kini menunjukkan contoh nyata bagaimana kripto dapat memberdayakan ekonomi melalui solusi praktis dan inklusif. Yellow Card, yang terus mengembangkan kemitraan dan inovasi, semakin menegaskan peran vitalnya dalam transformasi keuangan di benua ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com