Tag: stablecoin

  • Ethereum Dominasi Stablecoin: Volume $850 Miliar!

    Ethereum terus mengukuhkan posisinya sebagai blockchain utama untuk aktivitas stablecoin, dengan USDC senilai $35 miliar dan USDT sebesar $67 miliar yang beredar di ekosistemnya.

    Theblock menyebutkan bahwa keunggulan ini menunjukkan bahwa meskipun banyak blockchain baru bermunculan, Ethereum tetap menjadi lapisan penyelesaian utama untuk transaksi digital berbasis dolar.

    Lonjakan Volume Transaksi Stablecoin

    Selama empat bulan terakhir, volume transaksi stablecoin di Ethereum tetap stabil dengan rata-rata $800 miliar per bulan.

    Pada Februari 2025, total transaksi stablecoin mencapai $850 miliar, dengan USDC dan USDT menyumbang $740 miliar dari angka tersebut.

    Selain itu, jumlah alamat yang mentransfer stablecoin juga terus meningkat, mencapai 600.000 dalam satu minggu terakhir.

    Keunggulan Stablecoin dalam Ekosistem Kripto

    Stablecoin telah menjadi salah satu solusi finansial paling stabil dalam industri kripto. Beberapa keunggulan utamanya meliputi:

    • Penyelesaian transaksi 24/7 tanpa batasan jam operasional bank.
    • Biaya lebih rendah untuk transaksi lintas negara dibandingkan sistem keuangan tradisional.
    • Dapat diprogram melalui smart contract untuk otomatisasi keuangan.
    • Meningkatkan akses keuangan bagi populasi yang belum terjangkau layanan perbankan.

    Regulasi Semakin Jelas, Masa Depan Stablecoin Cerah

    Pemerintah AS tengah mengajukan undang-undang stablecoin yang bertujuan untuk memberikan kerangka kerja regulasi bagi penerbit stablecoin seperti Circle (USDC), Paxos (USDP), dan PayPal (PYUSD). Regulasi yang lebih jelas ini dapat semakin memperkuat posisi stablecoin dalam sistem keuangan global.

    Ethereum dan Stablecoin: Fondasi Masa Depan Keuangan Digital

    Dengan volume transaksi yang tetap tinggi di tengah volatilitas pasar kripto, stablecoin di Ethereum menunjukkan bahwa sektor ini semakin matang.

    Keunggulan dalam efisiensi, biaya rendah, dan fleksibilitas menjadikan stablecoin sebagai pilar utama adopsi keuangan digital di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aturan Kripto OCC Mengubah Permainan untuk XRP, ETH, danBTC

    Dalam langkah besar bagi industri kripto, Kantor Pengawas Mata Uang AS (OCC) telah memberikan izin kepada bank-bank di Amerika Serikat untuk menyimpan aset kripto, termasuk XRP berpartisipasi dalam operasi stablecoin, dan memproses transaksi menggunakan teknologi buku besar terdistribusi (DLT).

    Laporan Zycrypto, menyebutkan keputusan ini, yang diumumkan pada hari Jumat, membuka jalan bagi peningkatan investasi institusional yang dapat mendorong pertumbuhan besar bagi aset kripto seperti XRP, Ethereum, Bitcoin, Cardano, dan lainnya.

    Perubahan Regulasi yang Menguntungkan Kripto

    OCC adalah regulator utama bank nasional di AS yang kebijakan terhadap kripto sering kali berubah seiring pergantian kepemimpinan. Pada pemerintahan pertama Presiden Trump, di bawah kepemimpinan Brian Brooks, OCC bersikap ramah terhadap kripto dan mendorong partisipasi bank.

    Namun, kebijakan ini kemudian diperketat oleh Michael Hsu, yang menerapkan pengawasan lebih ketat terhadap aset digital.

    Kini, dengan pemerintahan yang kembali mendukung inovasi blockchain, OCC telah menghapus persyaratan bagi bank untuk mendapatkan izin khusus dalam mengelola aset kripto. Hal ini mempermudah lembaga keuangan untuk mengadopsi teknologi blockchain tanpa hambatan regulasi yang rumit.

    Ketua OCC, Rodney Hood, menyatakan bahwa keputusan ini bertujuan untuk “mengurangi beban, mendorong inovasi yang bertanggung jawab, dan meningkatkan transparansi.” Dengan aturan baru ini, aktivitas bank yang terkait dengan teknologi blockchain akan diperlakukan sama seperti layanan keuangan tradisional lainnya.

    Dampak Besar bagi XRP, Ethereum, dan Bitcoin

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Keputusan ini dapat memberikan dampak signifikan bagi XRP dan perusahaan pengembangnya, Ripple.

    Dengan teknologi XRP Ledger (XRPL) yang dirancang untuk transaksi lintas batas yang cepat dan murah, serta peluncuran stablecoin RLUSD oleh Ripple, bank kini memiliki opsi menarik untuk mengintegrasikan solusi pembayaran berbasis blockchain.

    Ethereum dan Bitcoin juga diprediksi akan mendapatkan manfaat besar. Jaringan kontrak pintar Ethereum dapat semakin menarik bagi institusi keuangan yang ingin mengeksplorasi produk berbasis blockchain, sementara Bitcoin bisa semakin kokoh sebagai penyimpan nilai yang diakui dalam sistem keuangan tradisional.

    Bank dan Perusahaan Fintech Mulai Bergerak

    Keputusan OCC ini tidak hanya menjadi angin segar bagi aset kripto, tetapi juga telah mendorong langkah nyata dari berbagai institusi keuangan. Beberapa di antaranya Bank of America yang tengah bersiap meluncurkan stablecoin di jaringan Ethereum, JPMorgan Chase yang menjajaki integrasi stablecoin dengan token deposit digitalnya, dan Revolut, perusahaan fintech asal Inggris, yang mempertimbangkan penerbitan stablecoin dan memperluas layanan kripto mereka.

    Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan yang lebih luas dari pemerintahan AS yang semakin pro-kripto. Perintah eksekutif terbaru dari Presiden Trump terkait aset digital dan pencalonan Jonathan Gould—mantan pengacara Bitfury—sebagai pemimpin OCC semakin mengindikasikan arah kebijakan yang mendukung inovasi blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank AS Kini Dapat Menangani Kripto dan Stablecoin Secara Legal

    Regulator perbankan di Amerika Serikat, Office of the Comptroller of Currency (OCC), telah memberikan izin bagi bank untuk menangani aset kripto dan stablecoin.

    Keputusan ini memungkinkan bank AS untuk menawarkan layanan kustodian aset digital, pemrosesan pembayaran stablecoin, serta menjalankan node blockchain.

    Dampak Besar Bagi Sektor Keuangan

    Ambcrypto melaporkan pada Minggu (9/3) bahwa banyak pengamat pasar percaya bahwa keputusan ini merupakan angin segar bagi industri keuangan digital.

    Dengan keterlibatan bank dalam kripto, adopsi blockchain dalam sistem keuangan tradisional semakin luas.

    Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aset digital, terutama di tengah peralihan pemerintahan yang semakin pro-kripto.

    OCC Menghapus Larangan Sebelumnya

    Sebelumnya, regulator keuangan sempat memberlakukan kebijakan yang membatasi keterlibatan bank dalam aset kripto, yang dikenal sebagai ‘Operation ChokePoint 2.0’.

    Namun, dengan dicabutnya kebijakan tersebut, bank kini memiliki kebebasan lebih besar untuk berpartisipasi dalam sektor kripto tanpa menghadapi kendala regulasi yang ketat.

    Respons Pelaku Pasar

    Jeremy Allaire, pendiri Circle (penerbit stablecoin USDC), menyambut baik keputusan ini dan mengatakan bahwa bank segera akan mulai menggunakan USDC dalam transaksi blockchain.

    Selain itu, Alexander Grieve dari Paradigm menekankan bahwa kebijakan baru ini menandai akhir dari pembatasan bank terhadap aset kripto.

    Potensi Persaingan di Pasar Kustodian Kripto

    Keputusan ini juga membuka peluang baru bagi bank-bank besar seperti JPMorgan, Goldman Sachs, dan BNY Mellon untuk menawarkan layanan kustodian kripto, termasuk penyimpanan ETF Bitcoin.

    Hal ini berpotensi menciptakan persaingan langsung dengan platform kripto seperti Coinbase, yang selama ini mendominasi layanan tersebut.

    Masa Depan Kripto dalam Sistem Perbankan

    Dengan regulasi yang lebih terbuka, blockchain dan stablecoin semakin mendapat tempat dalam sistem keuangan tradisional.

    Langkah ini tidak hanya mempercepat inovasi di sektor keuangan, tetapi juga memperkuat legitimasi aset digital dalam dunia perbankan.

    Ke depan, perkembangan ini berpotensi mengubah lanskap keuangan global dengan lebih banyak integrasi antara teknologi blockchain dan sistem perbankan konvensional.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Akumulasi 1,10 Juta Ethereum, Sinyal Bullish atau Strategi?

    Dalam dua hari terakhir, investor besar atau whale telah mengakumulasi 1,10 juta Ethereum (ETH).

    Sebagaimana dilaporkan Ambcrypto pada Minggu (9/3), langkah ini memicu spekulasi di pasar kripto mengenai kemungkinan pergeseran besar atau bahkan potensi breakout.

    Meskipun akumulasi besar-besaran ini terjadi, harga Ethereum masih berada dalam tren menurun, menunjukkan adanya tarik-menarik antara tekanan jual dan akumulasi oleh pemain besar.

    Strategi atau Tanda Perubahan Pasar?

    Total pasokan Ethereum saat ini mencapai sekitar 120 juta ETH. Dengan jumlah akumulasi sebesar 0,92% dari total pasokan, aksi whale ini menjadi perhatian utama.

    Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka memiliki wawasan atau informasi yang belum diketahui pasar secara luas.

    Pola Akumulasi Whale di Awal 2025

    Akumulasi besar-besaran oleh whale bukanlah kejadian yang terisolasi. Pada Januari 2025, para pemegang besar telah membeli lebih dari 330.000 ETH dalam satu minggu, senilai lebih dari $1 miliar.

    Hal ini mengindikasikan adanya pola yang berulang, terutama di tengah pergerakan harga Ethereum yang lesu.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Apa yang Mendorong Lonjakan Aktivitas Whale?

    Beberapa faktor yang mendorong akumulasi whale antara lain dukungan dari pemerintah Amerika Serikat (AS).

    Pada 2 Maret lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana cadangan kripto strategis AS dan menyatakan dukungannya terhadap Ethereum.

    Selain itu, tren ini juga dipengaruhi penyelenggaraan White House Crypto Summit. Acara yang dijadwalkan pada 7 Maret ini menambah sentimen positif di kalangan investor.

    Terakhir, karena dominasi Ethereum di pasar stablecoin. Dengan kepemilikan 56% dari total nilai stablecoin, Ethereum tetap menjadi aset kripto yang krusial.

    Menariknya, meskipun ada akumulasi besar dari whale, harga ETH masih dalam tren turun. Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran $2.195 (Rp 35 juta), dengan indikator teknikal menunjukkan dominasi tekanan jual.

    Indikator Teknis: Bearish Masih Kuat

    RSI (Relative Strength Index) di 37,32 menunjukkan ETH mendekati wilayah oversold.

    MACD (Moving Average Convergence Divergence) masih berada di zona negatif, menandakan momentum bearish masih akan berlanjut.

    Sementara itu, grafik harga menunjukkan pola lower highs dan lower lows, yang memperkuat tren penurunan.

    Level Penting: Support dan Resistance ETH

    Tanpa adanya katalis positif yang kuat, ETH bisa menguji level support $2.000 (Rp 32 juta) dalam waktu dekat.

    Untuk membalikkan tren bearish ini, ETH perlu menembus level resistance di $2.500 (Rp 40 juta). Jika gagal, tekanan jual bisa semakin kuat.

    Akumulasi besar-besaran oleh whale menunjukkan keyakinan terhadap Ethereum dalam jangka panjang. Namun, tanpa dorongan fundamental atau katalis kuat, harga ETH masih dalam tekanan.

    Investor sebaiknya tetap waspada dan memperhatikan level teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Bekukan 27 Juta USDT di Bursa Kripto Rusia Garantex

    Tether, operator stablecoin USDT, telah membekukan dana sebesar 27 juta USDT di bursa kripto Rusia, Garantex.

    Sekadar informasi, Tether atau yang sering disebut dengan simbol USDT adalah mata uang kripto dengan token yang resmi dikeluarkan oleh Tether Limited berbasis di Hong Kong dan sekaligus dikendalikan oleh pemilik Bitfinex.

    Pembekuan dana tersebut mendorong Tether untuk menghentikan operasionalnya sementara waktu.

    Alasan Pembekuan USDT

    Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Ihodl, Garantex mengungkapkan, “Tether telah memasuki perang melawan pasar kripto Rusia dan memblokir dompet kami senilai lebih dari 2,5 miliar rubel ($27 juta/439 miliar).”

    Akibatnya, bursa tersebut telah menangguhkan seluruh layanannya, termasuk penarikan dana, sambil melakukan pemeliharaan pada situs webnya.

    Pembekuan dana ini terjadi setelah Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Garantex pada 26 Februari lalu. Sanksi ini merupakan bagian dari paket ke-16 yang berkaitan dengan “perang agresi Rusia terhadap Ukraina.”

    Keputusan ini menambah tekanan terhadap bursa kripto yang beroperasi di Rusia, terutama yang telah masuk dalam daftar sanksi internasional.

    Tanggapan Tether

    Tether belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah ini. Namun, tindakan tersebut menunjukkan peningkatan pengawasan terhadap penggunaan stablecoin di bursa yang terkena sanksi.

    Sementara itu, komunitas kripto Rusia menanggapi keputusan ini dengan berbagai reaksi, termasuk kekhawatiran atas dampaknya terhadap likuiditas dan akses terhadap aset digital.

    Dengan situasi yang terus berkembang, masih belum jelas bagaimana Garantex akan menangani pembekuan dana tersebut serta dampak jangka panjangnya terhadap pasar kripto di Rusia.

    Pihak terkait di industri keuangan digital kini menunggu respons lebih lanjut dari Tether dan regulator terkait mengenai langkah selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Deutsche Bank Pertimbangkan Stablecoin untuk Pembayaran Global

    Deutsche Bank tengah menjajaki penerapan teknologi stablecoin untuk memperbarui sistem pembayaran internasional.

    Langkah ini mencerminkan komitmen bank asal Jerman tersebut dalam mengadopsi inovasi digital guna meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi lintas batas.

    Apa Itu Stablecoin?

    Stablecoin adalah aset kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai stabil dengan mengaitkannya pada aset tradisional seperti dolar AS atau euro.

    Berbeda dengan cryptocurrency lain yang nilainya sangat fluktuatif, stablecoin menawarkan kestabilan yang penting untuk transaksi keuangan.

    Baca Juga: Deutsche Bank hingga Fidelity Bikin Bitcoin Bergairah, Optimis Naik Tinggi

    Inisiatif Deutsche Bank dalam Stablecoin

    Deutsche Bank, melalui anak perusahaannya DWS, berencana meluncurkan stablecoin euro yang sepenuhnya diatur oleh BaFin, otoritas pengawas keuangan Jerman.

    Proyek ini, yang dinamakan AllUnity, merupakan hasil kolaborasi dengan Galaxy Digital dan Flow Traders.

    Stablecoin ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan investor institusional dan perusahaan di Eropa.

    DWS menargetkan peluncuran stablecoin ini dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, setelah memperoleh lisensi e-money dari BaFin.

    Ilustrasi Standard Chartered yang prediksi harga bitcoin. Sumber: Standard Chartered.
    Ilustrasi Standard Chartered. Sumber: Standard Chartered.

    Kolaborasi dengan Standard Chartered: Uji Coba UDPN

    Selain itu, Deutsche Bank bersama Standard Chartered telah menguji coba sistem pembayaran berbasis blockchain yang disebut Universal Digital Payments Network (UDPN).

    Sistem ini memungkinkan transaksi antar stablecoin dan mata uang digital bank sentral (CBDC) dengan menggunakan pesan digital, mirip dengan sistem SWIFT yang digunakan dalam perbankan tradisional.

    Dalam uji coba tersebut, kedua bank berhasil melakukan transfer dan pertukaran stablecoin seperti USDC dan EURS secara real-time.

    UDPN dirancang untuk mendukung interoperabilitas antara berbagai jaringan blockchain sambil memastikan kepatuhan terhadap standar identitas digital terdesentralisasi.

    Potensi dan Tantangan

    Penerapan stablecoin dalam sistem pembayaran global menawarkan berbagai keuntungan, antara lain:

    • Efisiensi Biaya dan Waktu: Mengurangi biaya transaksi dan waktu penyelesaian dibandingkan dengan metode pembayaran tradisional.
    • Aksesibilitas Global: Memungkinkan akses ke layanan keuangan bagi individu dan perusahaan di berbagai belahan dunia.
    • Transparansi dan Keamanan: Meningkatkan transparansi dan keamanan transaksi melalui teknologi blockchain.

    Namun, terdapat juga tantangan yang perlu diatasi, seperti:

    • Kepatuhan Regulasi: Memastikan bahwa stablecoin mematuhi regulasi yang berlaku di berbagai yurisdiksi.
    • Interoperabilitas: Mencapai interoperabilitas antara berbagai platform dan sistem pembayaran.
    • Kepercayaan Pasar: Membangun kepercayaan pasar terhadap stabilitas dan keamanan stablecoin.

    Prospek Masa Depan

    Langkah Deutsche Bank dalam mengadopsi teknologi stablecoin menunjukkan bahwa bank-bank besar mulai melihat potensi digitalisasi dalam sistem pembayaran global.

    Dengan dukungan regulasi yang semakin jelas, seperti penerapan Markets in Crypto Assets Regulation (MiCAR) di Uni Eropa, diharapkan adopsi stablecoin akan semakin meluas.

    Baca Juga: Standard Chartered Ramal Harga XRP Tembus $12,50

    Inisiatif ini tidak hanya akan menguntungkan bagi institusi keuangan, tetapi juga bagi konsumen yang mencari solusi pembayaran yang lebih efisien dan aman.

    Dengan terus berkembangnya teknologi dan regulasi di sektor ini, Deutsche Bank dan institusi keuangan lainnya diharapkan dapat memainkan peran kunci dalam transformasi sistem pembayaran global menuju era digital yang lebih maju.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tron Hadirkan Fitur ‘Gas Free’ untuk Transaksi USDT

    Tron, salah satu blockchain yang dikenal sebagai pilihan utama untuk transaksi stablecoin USDT, akan segera menghadirkan fitur baru yang memungkinkan transaksi bebas komisi atau “Gas Free”.

    Dilaporkan Cointelegraph, fitur ini dijadwalkan meluncur dalam minggu depan, seperti yang diumumkan oleh pendiri Tron, Justin Sun, pada 25 Februari 2025.

    Mengembalikan Tron sebagai Jaringan Transfer USDT Termurah

    Dulu, Tron dikenal sebagai jaringan paling hemat biaya untuk transfer USDT dibandingkan dengan blockchain lainnya, terutama Ethereum. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, biaya gas untuk transaksi TRC-20 USDT melonjak drastis, bahkan sempat mencapai lebih dari $9 per transaksi pada akhir tahun 2024.

    Data terbaru dari Tether menunjukkan bahwa saat ini, biaya gas untuk TRC-20 USDT berada di kisaran $3,20 hingga $6,50, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan biaya transfer USDT di Ethereum yang hanya sekitar $0,40.

    Kondisi ini membuat banyak pengguna mengeluhkan tingginya biaya transaksi, yang berlawanan dengan reputasi Tron sebagai opsi termurah untuk transfer stablecoin. “USDT pada Tron dulunya merupakan opsi termurah, tetapi sekarang sudah tidak lagi,” ujar salah satu pengguna di media sosial X pada pertengahan Desember 2024.

    Bagaimana Fitur ‘Gas Free’ Bekerja?

    Dengan hadirnya fitur “Gas Free”, pengguna USDT di Tron tidak lagi memerlukan token TRX untuk membayar biaya transaksi. Hal ini tentu akan memudahkan para pengguna, terutama mereka yang tidak memiliki saldo TRX dalam dompet mereka.

    Sun juga mengundang berbagai tim dan pengembang dompet digital untuk mendukung fitur ini melalui JustLend DAO, platform pinjaman resmi di Tron.

    Tron Foundation telah bekerja untuk mengembangkan solusi bebas gas ini sejak pertengahan 2024. Sun awalnya berencana untuk memperkenalkan fitur ini pada kuartal keempat 2024, dan akhirnya akan segera terealisasi dalam waktu dekat.

    Dampak Bagi Pengguna dan Industri Blockchain

    Peluncuran fitur ini diharapkan dapat mengembalikan daya saing Tron dalam ekosistem stablecoin dan menarik lebih banyak pengguna serta proyek ke jaringannya. Dengan biaya transaksi yang lebih rendah, fitur ini juga dapat mempercepat adopsi stablecoin secara luas di berbagai sektor bisnis.

    “Saya yakin layanan ini akan memudahkan perusahaan besar dalam mengadopsi stablecoin di blockchain, serta mendorong adopsi massal ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Sun.

    Sementara itu, pihak JustLend DAO mengonfirmasi bahwa mereka akan segera merilis pernyataan resmi terkait peluncuran fitur “Gas Free” ini.

    Dengan inovasi ini, Tron berupaya kembali menjadi pilihan utama untuk transaksi stablecoin USDT yang cepat, efisien, dan kini lebih hemat biaya. Bagaimana pendapatmu tentang fitur baru ini? Apakah akan membawa dampak besar bagi pengguna crypto?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • RLUSD Resmi Terdaftar di Dubai

    Ripple, perusahaan blockchain dibalik XRP, kembali mencatatkan pencapaian yang penting.

    RLUSD, stablecoin terbarunya yang di-backing dolar AS, telah mendapatkan status resmi sebagai Recognized Crypto Token di Dubai.

    Persetujuan ini dikeluarkan oleh Dubai Virtual Assets Regulatory Authority (VARA), memperkuat posisi Ripple dalam ekosistem kripto global.

    Apa Itu RLUSD dan Mengapa Pengesahan di Dubai Penting?

    RLUSD (Ripple USD) adalah stablecoin yang dirancang untuk memberikan stabilitas nilai dengan 1:1 terhadap dolar AS. Kehadirannya di Dubai memiliki implikasi strategis karena:

    • Legalitas Jelas: Dubai melalui VARA dikenal memiliki regulasi kripto yang progresif namun terukur.
    • Akses Pasar Timur Tengah: Dubai menjadi hub finansial global, membuka pintu bagi adopsi RLUSD di kawasan EMEA (Eropa, Timur Tengah, Afrika).
    • Persaingan dengan USDT & USDC: RLUSD kini masuk dalam daftar stablecoin yang diakui di Dubai, bersaing langsung dengan Tether dan Circle.

    Baca Juga: Harga XRP Terancam Turun: Gagal Tembus $0,50, Ada Apa?

    Detail Regulasi dan Dampaknya bagi Ripple

    VARA memberikan persetujuan setelah RLUSD memenuhi sejumlah persyaratan ketat, termasuk Transparansi Cadangan (Proof of Reserves), Kepatuhan Anti-Pencucian Uang (AML), dan Audit Keuangan Berkala.

    Brad Garlinghouse, CEO Ripple, menyatakan bahwa ini adalah langkah penting untuk ekspansi global perusahaan.

    Dubai adalah pasar kunci bagi inovasi fintech. Persetujuan RLUSD membuka peluang kolaborasi dengan institusi finansial di kawasan ini,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Livebitcoinnews pada Rabu (4/6).

    Apa Artinya bagi Investor XRP dan Pasar Kripto?

    1. Potensi Kenaikan Permintaan XRP – RLUSD akan terintegrasi dengan produk Ripple seperti On-Demand Liquidity (ODL), yang menggunakan XRP sebagai aset jembatan. Ini bisa meningkatkan utilitas dan nilai XRP.
    2. Stablecoin sebagai Penopang DeFi – RLUSD dapat digunakan dalam protokol DeFi di Dubai, bersaing dengan USDT di platform seperti Ethereum dan Solana.
    3. Sinyal Positif Regulasi – Pengakuan RLUSD menunjukkan bahwa regulator mulai menerima aset kripto dengan kerangka hukum jelas, berpotensi memicu rally pasar.
    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis Harga XRP Pasca-Pengumuman

    Meskipun berita ini bullish, harga XRP belum menunjukkan reaksi signifikan. Beberapa faktor yang memengaruhi:

    • Sentimen Pasar Secara Keseluruhan – Tren Bitcoin dan kebijakan Fed masih dominan.
    • Tahap Awal RLUSD – Masih perlu waktu untuk melihat dampak adopsi riil.

    Namun, analis memprediksi bahwa jika Ripple berhasil menarik mitra institusi di Dubai, harga XRP bisa menembus $0.70–$0.80 dalam beberapa bulan ke depan.

    Tantangan ke Depan

    • Persaingan Ketat – RLUSD harus bersaing dengan USDT yang menguasai 70% pasar stablecoin.
    • Regulasi AS yang Belum Jelas – Ripple masih berurusan dengan SEC, yang mungkin memengaruhi kepercayaan investor.

    Baca Juga: Harga XRP Kembali Melemah, Apakah Koreksi Lebih Dalam Akan Terjadi?

    Langkah Strategis Ripple

    Persetujuan RLUSD di Dubai adalah bukti bahwa Ripple terus memperluas pengaruhnya di luar XRP.

    Bagi investor, ini bisa menjadi momentum untuk memantau perkembangan Ripple di kawasan Timur Tengah dan potensi partnership baru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin USDT Kuat, Sinyal Reli Altcoin di Depan Mata?

    Pasar kripto kembali diramaikan dengan meningkatnya pasokan stablecoin, terutama Tether (USDT) dan USD Coin (USDC), yang kini mencapai rekor tertinggi.

    Menurut laporan Coinspeaker, kondisi ini memicu optimisme di kalangan analis, yang meyakini bahwa pasar altcoin bisa segera mengalami reli besar.

    Stablecoin: “Bubuk Kering” yang Siap Meledak

    Analis kripto Miles Deutscher menyebut stablecoin sebagai “bubuk kering” yang siap mengalir kembali ke pasar ketika momen yang tepat tiba. Saat ini, meskipun kondisi pasar sedang lesu, meningkatnya cadangan stablecoin menunjukkan adanya potensi pergerakan besar dalam waktu dekat.

    “Sekarang yang dibutuhkan hanyalah percikan untuk menyalakan kembali momentum pasar,” ujar Deutscher.

    Sejak awal bulan ini, Tether (USDT) mencatat arus masuk terbesar ke bursa kripto. Fenomena ini menarik perhatian investor, karena pergerakan besar stablecoin sering kali menjadi pertanda lonjakan aktivitas perdagangan serta perubahan signifikan dalam strategi pasar.

    Sinyal Dimulainya Musim Altcoin

    CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, bahkan secara gamblang menyatakan bahwa musim altcoin telah dimulai. Ia menyoroti adanya rotasi dana dari Bitcoin ke altcoin, yang terlihat dari meningkatnya volume perdagangan altcoin hingga 2,7 kali lipat dibanding Bitcoin.

    Menurut Ju, dominasi Bitcoin bukan lagi satu-satunya indikator musim altcoin. Kini, volume perdagangan menjadi faktor utama dalam menentukan momentum pasar. Jika tren ini berlanjut, altcoin dapat mengalami lonjakan harga dalam waktu dekat.

    Pola Pembalikan Tren Altcoin

    Analis kripto Rekt Capital juga melihat sinyal positif bagi altcoin. Setelah sempat turun ke bawah $220 miliar, total kapitalisasi pasar altcoin kini stabil di sekitar $250 miliar, menunjukkan pembentukan basis yang solid.

    Selain itu, pola grafik yang muncul menunjukkan kemungkinan pembalikan tren. “Penutupan harian dan pengujian ulang di atas level resistensi akan mengonfirmasi pola ini, menandakan potensi kenaikan harga altcoin,” jelas Rekt Capital.

    Kesimpulan: Saatnya Bersiap?

    Dengan meningkatnya pasokan stablecoin, arus masuk USDT ke bursa, serta pergeseran dana ke altcoin, banyak analis percaya bahwa reli altcoin bisa terjadi dalam waktu dekat. Jika pola ini terus berlanjut, investor yang sudah mempersiapkan strategi dengan baik bisa mendapatkan keuntungan dari momentum ini.

    Apakah ini saat yang tepat untuk mulai mengoleksi altcoin? Semua mata kini tertuju pada pergerakan stablecoin dan volume perdagangan, yang menjadi kunci dalam menentukan langkah pasar berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • USDC Catat Rekor Aktivitas Tertinggi di Jaringan Ethereum

    Aktivitas USDC (USD Coin) di jaringan Ethereum mencapai titik tertinggi sepanjang masa, menandai tonggak penting dalam adopsi stablecoin dan pertumbuhan ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    Data dari Token Terminal menunjukkan bahwa volume transfer bulanan USDC di Ethereum mencapai sekitar $635 miliar, dengan jumlah transaksi bulanan melonjak ke rekor baru sekitar 7,2 juta transaksi.

    Lonjakan Aktivitas Menunjukkan Adopsi yang Meluas

    Meskipun pasokan USDC di Ethereum tetap stabil di kisaran $40 miliar, peningkatan signifikan dalam volume dan frekuensi transfer menunjukkan bahwa USDC semakin digunakan dalam transaksi sehari-hari, perdagangan, dan aktivitas DeFi.

    Lonjakan ini mencerminkan kepercayaan yang tumbuh terhadap USDC sebagai alat pembayaran yang andal dan efisien di ekosistem Ethereum.

    Baca Juga: Pengembang Token TRUMP Tarik Likuiditas USDC Senilai $4,6 Juta

    Ethereum Tetap Menjadi Infrastruktur Utama untuk Stablecoin

    Peningkatan aktivitas USDC menegaskan posisi Ethereum sebagai infrastruktur utama untuk settlement stablecoin.

    Meskipun pasokan USDC tidak mengalami pertumbuhan signifikan, peningkatan aktivitas transaksi menunjukkan bahwa pengguna semakin mengandalkan USDC untuk transaksi berfrekuensi tinggi dan biaya rendah di seluruh ekosistem Ethereum.

    Hal ini memperkuat peran kritis jaringan Ethereum dalam menjembatani sistem keuangan tradisional dengan layanan berbasis blockchain.

    Implikasi untuk Masa Depan Stablecoin dan DeFi

    Lonjakan aktivitas USDC di Ethereum memiliki implikasi luas untuk masa depan stablecoin dan DeFi.

    Pertama, ini menunjukkan bahwa stablecoin seperti USDC semakin diterima sebagai alat pembayaran dan penyimpan nilai yang stabil di dunia kripto.

    Kedua, peningkatan penggunaan USDC dalam transaksi DeFi menunjukkan bahwa stablecoin memainkan peran penting dalam menyediakan likuiditas dan stabilitas harga di pasar DeFi yang volatil.

    Tantangan dan Peluang ke Depan

    Meskipun pertumbuhan aktivitas USDC di Ethereum menunjukkan tren positif, ada tantangan yang perlu diatasi.

    Biaya gas yang tinggi di jaringan Ethereum dapat menjadi hambatan bagi pengguna yang melakukan transaksi kecil.

    Namun, perkembangan solusi Layer 2 dan peningkatan efisiensi jaringan dapat membantu mengatasi masalah ini.

    Selain itu, persaingan dari stablecoin lain dan platform blockchain alternatif juga dapat mempengaruhi dominasi USDC di masa depan.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 26 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 26 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Ethereum Bangkit Pasca Upgrade Pectra: Aliran Dana Tembus $785 Juta

    Pencapaian rekor aktivitas USDC di jaringan Ethereum menandai langkah penting dalam evolusi stablecoin dan adopsi DeFi.

    Dengan meningkatnya penggunaan USDC dalam transaksi sehari-hari dan aktivitas DeFi, stablecoin ini menunjukkan potensinya sebagai komponen kunci dalam ekosistem keuangan digital yang terus berkembang.

    Namun, untuk mempertahankan momentum ini, penting bagi pengembang dan komunitas untuk terus meningkatkan skalabilitas, efisiensi, dan keamanan jaringan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com