Tag: stablecoin

  • Masa Depan Stablecoin: Regulasi Ketat dan Pertumbuhan Pasar Global

    Stablecoin semakin memainkan peran penting dalam ekosistem kripto maupun sistem keuangan global. Riset ini disusun oleh tim Riset Tokocrypto untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang evolusi stablecoin, mulai dari fase awal hingga era regulasi ketat yang membentuk masa depannya.

    Dari sekadar solusi volatilitas, kini stablecoin berkembang menjadi infrastruktur pembayaran digital yang menjembatani blockchain dan sistem keuangan tradisional. Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $280 miliar, stablecoin telah menjadi fondasi utama perdagangan kripto, pembayaran lintas negara, hingga settlement institusional.

    Apa Itu Stablecoin?

    Stablecoin adalah aset kripto yang nilainya dipatok pada mata uang fiat, seperti dolar AS, untuk menghadirkan stabilitas harga. Dengan sifat ini, stablecoin menawarkan keunggulan kripto—cepat, murah, tanpa batas, dan tersedia 24 jam—namun tetap mempertahankan kestabilan nilai dolar. Hal ini menjadikannya instrumen penting bagi aplikasi Web3, DeFi, hingga pembayaran global.

    Perjalanan Stablecoin

    • 2014–2017: Era Awal
      Tether (USDT) lahir sebagai stablecoin pertama, pionir yang membuka jalan bagi aset serupa.
    • 2018–2020: Era Alternatif
      Muncul stablecoin alternatif seperti USDC (Circle/Coinbase) yang populer di AS, DAI (MakerDAO) yang berbasis aset kripto, dan BUSD yang didukung Binance & Paxos.
    • 2021–2022: Krisis Stablecoin
      Runtuhnya UST (Terra/LUNA) menjadi salah satu peristiwa “black swan” terbesar dalam sejarah kripto, menghapus lebih dari $18 miliar nilai pasar.
    • 2023–2025: Era Regulasi & Integrasi Global
      Regulasi mulai diterapkan di berbagai negara: MiCA di UE, FSMA di Inggris, hingga GENIUS Act di AS. Aturan ini menekankan cadangan 1:1, transparansi, serta lisensi resmi.
    Stablecoin Market Share by Token. Sumber: Artemis
    Stablecoin Market Share by Token. Sumber: Artemis.

    Jenis-Jenis Stablecoin

    1. Fiat-Backed
      • Tether (USDT): Pioneer sejak 2014, kini terbesar dengan cadangan >$65 miliar.
      • USD Coin (USDC): Diluncurkan 2018, salah satu stablecoin terpopuler di AS.
      • DAI (MakerDAO): Stablecoin desentralisasi berbasis ETH dan aset kripto lain.
    2. Eksperimen & Generasi Baru
      • UST (Terra Luna): Gagal mempertahankan peg, runtuh di 2022.
      • USDe (Ethena): Mengusung mekanisme delta-neutral hedging untuk stabilitas.
      • USD1 (World Liberty Financial): Diposisikan untuk lembaga keuangan besar.
      • RLUSD (Ripple USD): Fokus pada transaksi lintas batas dan integrasi DeFi.

    Pasar Stablecoin On-Chain

    Stablecoin Supply by Chain. Sumber: Artemis.
    Stablecoin Supply by Chain. Sumber: Artemis.
    • Dominasi USDT & USDC
      Per Agustus 2025, total pasar stablecoin mencapai $282 miliar, dengan USDT menguasai 60% ($169 miliar) dan USDC 26% ($72,9 miliar).
    • Pertumbuhan Pemain Baru
      USDe, DAI, USDS, dan USD1 mulai menunjukkan tren positif meski pangsanya masih kecil.
    • Rantai Dominan
      Ethereum ($157,1 miliar) dan Tron ($79,2 miliar) menguasai lebih dari 80% total suplai stablecoin.

    Adopsi Stablecoin

    Stablecoin kini digunakan dalam berbagai sektor:

    • Perdagangan & DeFi: Sebagai unit akun utama di exchange dan protokol pinjaman.
    • Remitansi Global: Alternatif murah dan cepat untuk transfer lintas negara.
    • Pembayaran Ritel: Digunakan dalam checkout e-commerce hingga kartu debit berbasis stablecoin.
    • Settlement Institusi: Bank dan fintech mulai memanfaatkan stablecoin untuk transaksi wholesale.
    • Pasar Berkembang: Negara seperti Nigeria, Turki, dan Argentina memanfaatkan stablecoin sebagai alternatif dolar fisik.

    Selain itu, integrasi dengan Real World Assets (RWA) seperti US Treasury tokenized semakin memperluas fungsi stablecoin, menjadikannya bagian dari infrastruktur keuangan digital.

    Regulasi Global Stablecoin

    Stablecoin Supply by Token. Sumber: Artemis.
    Stablecoin Supply by Token. Sumber: Artemis.

    Berbagai yurisdiksi mulai memperketat aturan:

    • Uni Eropa (MiCA): Penerbit stablecoin wajib otorisasi dan cadangan likuid 1:1.
    • Inggris (FSMA): Stablecoin pembayaran diatur FCA & Bank of England.
    • Jepang (PSA): Hanya bank berlisensi dapat menerbitkan stablecoin, wajib fully backed.
    • Singapura (MAS): Stablecoin G10 wajib cadangan 1:1.
    • Kanada (OSFI): Stablecoin fully backed dianggap risiko rendah.
    • Hong Kong (Stablecoin Ordinance): Penerbit wajib lisensi HKMA dengan tata kelola ketat.
    • AS (GENIUS Act): Regulasi komprehensif, mencakup cadangan, transparansi, dan sanksi berat (hingga denda $1 juta/hari + 5 tahun penjara).

    Kesimpulan

    Stablecoin telah berevolusi menjadi jembatan utama antara sistem keuangan tradisional dan blockchain. Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $280 miliar, dominasi USDT dan USDC, munculnya stablecoin generasi baru seperti USDe dan USD1, serta regulasi global yang semakin ketat, stablecoin kini bukan hanya instrumen kripto, melainkan fondasi keuangan digital global yang siap menopang era Web3.

    Baca juga: Caldera (ERA): Metalayer yang Ubah Total Ekosistem Ethereum


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin Lokal Pertama Kanada Siap Meluncur 2026!

    Kanada bersiap memasuki babak baru dalam dunia keuangan digital, terutama stablecoin. Tetra Digital Group baru saja mengamankan $10 juta pendanaan dari jajaran bank besar dan perusahaan fintech papan atas untuk meluncurkan stablecoin pertama yang didukung penuh oleh dolar Kanada (CAD).

    Investor yang terlibat dalam putaran ini bukan sembarangan. Ada Wealthsimple dari Toronto, Purpose Unlimited, Shakepay di Montreal, ATB Financial di Edmonton, National Bank, raksasa e-commerce Shopify di Ottawa, hingga Urbana, perusahaan publik yang berfokus pada layanan keuangan inovatif.

    “Hari ini menandai momen penting bagi inovasi keuangan Kanada,” ujar Didier Lavallée, CEO Tetra Digital Group.
    Menurutnya, stablecoin ini bukan sekadar aset digital, melainkan solusi lokal untuk menjaga kedaulatan ekonomi Kanada.

    Target 2026: Stablecoin Made in Canada

    Tetra menargetkan stablecoin ini siap meluncur pada 2026, menjadikannya yang pertama di Kanada. Koin digital ini akan didukung 1:1 oleh cadangan dolar Kanada, menggunakan infrastruktur penyimpanan tingkat institusional milik Tetra.

    Dengan dukungan regulasi dan keamanan, stablecoin ini diharapkan menjadi alat pembayaran digital stabil, aman, dan patuh hukum, baik untuk bisnis maupun konsumen.

    Baca juga: Siapkan Dompet! Bank of China Hong Kong Tancap Gas Menuju Stablecoin

    Dukungan dari Raksasa Keuangan & Teknologi

    Blair Wiley, Chief Legal Officer Wealthsimple, menilai proyek ini sebagai momen penentu bagi ekonomi digital Kanada.

    “Tetra berhasil memicu antusiasme nasional dari bank berusia seabad, pemimpin teknologi, hingga pelopor inovasi keuangan,” ujarnya.

    Som Seif, CEO Purpose Unlimited, menyebut inisiatif ini sebagai “masa depan keuangan Kanada”, sementara Daniel Ordibehesht dari ATB Financial menekankan pentingnya stablecoin teregulasi untuk membuka peluang baru dalam pembayaran dan perdagangan digital.

    Fondasi Kuat di Dunia Kripto

    Didirikan pada 2019, Tetra sebelumnya dikenal sebagai perusahaan perwalian pertama di Kanada dengan lisensi untuk menyimpan aset digital. Mereka juga pernah bermitra dengan nama besar seperti Coinbase, Coinsquare, dan Figment. Tahun ini, Tetra Trust sudah menjalin kerja sama dengan Wealthsimple sebagai kustodian aset digital pertama di Kanada.

    Langkah Tetra ini bisa menjadi game changer yang mempercepat adopsi kripto dan memperkuat posisi Kanada di panggung keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Siapkan Dompet! Bank of China Hong Kong Tancap Gas Menuju Stablecoin

    Bank of China (Hong Kong) (BOCHK) kini menambah sejarah melalui persiapan pengajuan untuk menjadi salah satu penerbit resmi stablecoin berlisensi pertama di Hong Kong.

    Kerangka regulasi untuk stablecoin fiat, yang disahkan Am July 1, 2025, mempersyaratkan entitas penerbit memiliki modal minimum HK$25 juta dan dukungan 100% aset likuid untuk menopang token mereka, domain yang masih jarang dijamah.

    Siap Jadi Pusat Stablecoin Global

    Hong Kong secara resmi telah menerapkan Undang-Undang Stablecoin (Stablecoins Ordinance) sejak 1 Agustus 2025.

    Rezim ini membatasi penerbitan stablecoin kepada pihak berlisensi yang sebelumnya belum ada satupun pihak yang disetujui.

    Dengan demikian, BOCHK berpeluang menjadi pionir dalam pasar stablecoin teregulasi.

    Langkah BOCHK juga sejalan dengan inisiatif bagi stabilisasi keuangan digital di wilayah global. Program ini mencerminkan minat pemerintah dalam mengembangkan uang digital yang sah dan aman bagi investasi maupun transaksi lintas batas.

    Baca Juga: China Siap Legalkan Stablecoin Berbasis Yuan Setelah Larangan Kripto

    Permintaan Global Yuan & Demo Teknologi Digital

    Hong Kong bakal izinkan penuh perdagangan aset kripto. Foto: REUTERS/Tyrone Siu.
    Hong Kong bakal izinkan penuh perdagangan aset kripto. Foto: REUTERS/Tyrone Siu.

    China kini tengah memerankan stablecoin sebagai alat untuk memperkuat peranan renminbi (yuan) dalam keuangan global.

    Pemerintah pusat sedang mempertimbangkan penggunaan stablecoin dengan backing yuan untuk meningkatkan adopsi internasional mata uang tersebut.

    Hong Kong, dengan status finansial unik dan undang-undangnya sendiri, dipandang ideal sebagai zona uji coba yang paling tepat.

    Lembaga Domestik & Investasi Strategis

    Selain BOCHK, bank-bank China dan grup teknologi seperti JD.com atau Ant Group juga menunjukkan ketertarikan untuk menerbitkan stablecoin dalam kerangka hukum Hong Kong.

    Aset ini bukan sekadar instrumen perdagangan, tetapi didorong sebagai jembatan antar-ekonomi digital dan sistem perbankan tradisional.

    Mengurangi Risiko Volatil & Meningkatkan Kepercayaan

    Regulasi stablecoin di Hong Kong menerapkan syarat cadangan penuh dengan aset berkualitas tinggi seperti obligasi negara jangka pendek dan prosedur transaksi transparan.

    Ditambah, persyaratan anti-pencucian uang ketat, licence-only issuance, dan lini audit yang kuat menjadi kunci menumbuhkan kepercayaan publik dan institusi terhadap aset digital stabil ini.

    Dampak & Harapan bagi Industri

    1. Akses Ekonomi Digital Formal – Pengguna dapat menggunakan stablecoin dengan keyakinan bahwa perangkat mereka sudah diatur dan bersertifikat, membuka adopsi lebih luas di retail dan institusi.
    2. Dominasi Yuan yang Terpoles – Stablecoin renminbi dapat memperkuat strategi internasionalisasi, terutama jika bank dan korporasi besar menjadi penerbit pertama dan paling tepercaya.
    3. Lonjakan Investasi Lintas Industri – Jika BOCHK sukses menjadi penerbit resmi, dampaknya bisa melebar ke sektor fintech, perdagangan lintas batas, dan pembayaran digital.
    4. Standar Global Baru – Hong Kong bisa menjadi blueprint global untuk stabilitas dan efisiensi stablecoin, ditiru oleh otoritas finansial lain yang ingin memformalkan ekonomi digital.

    Baca Juga: Menatap Masa Depan Stablecoin: Partisipasi Publik Dalam GENIUS Act

    Pengajuan lisensi stablecoin oleh Bank of China Hong Kong bukan hanya sekadar langkah bisnis. ini adalah langkah strategis yang bisa mengguncang pasar stablecoin global.

    Hong Kong kini di posisi unik: sebagai pionir regulasi dan eksperimen yuan digital, sekaligus pintu masuk China ke ranah keuangan digital internasional.

    Dengan pasar yang haus stabilitas dan regulasi yang memberikan kepercayaan, ini bisa menjadi titik kebangkitan baru bagi stablecoin di Asia dan dunia.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • China Siap Legalkan Stablecoin Berbasis Yuan Setelah Larangan Kripto

    China bersiap mencatat sejarah baru di sektor keuangan digital dengan langkah besar: melegalkan stablecoin yang dipatok pada yuan pada akhir Agustus ini. Keputusan ini akan mengakhiri 12 tahun larangan penuh atas aset kripto, sejak tindakan keras yang memuncak pada tahun 2021.

    Beijing Tetapkan Aturan Stablecoin di Tengah Tekanan Dolar AS

    Dilaporkan Cryptopolitan, rencana legalisasi ini akan ditinjau oleh Dewan Negara, lembaga administratif tertinggi China, sebagai bagian dari strategi besar mendorong yuan menjadi mata uang global. Peta jalan regulasi mencakup peran regulator domestik, pemantauan arus modal, hingga kepatuhan lintas batas.

    Langkah ini muncul di tengah meningkatnya dominasi stablecoin berbasis dolar AS dalam pembayaran internasional. Banyak eksportir China lebih memilih menggunakan USDT atau USDC, sehingga menekan ambisi Beijing untuk memperluas peran yuan.

    Meski menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia, yuan hanya menyumbang 2,88% dari total pembayaran global pada Juni 2025, jauh di bawah dominasi dolar AS di angka 47,19%, menurut data SWIFT.

    Dengan stablecoin berbasis yuan, Beijing berharap dapat menantang dominasi dolar sekaligus mendorong penggunaan yuan lintas batas tanpa harus membuka rekening modal sepenuhnya.

    Hong Kong dan Shanghai Jadi Pusat Peluncuran

    Jika disetujui, Hong Kong dan Shanghai akan menjadi pusat penerapan aturan stablecoin. Dua kota ini dipilih sebagai “uji coba” karena posisinya sebagai pusat finansial internasional dan inovasi digital.

    • Hong Kong sudah lebih dulu menerapkan aturan stablecoin sejak 1 Agustus 2025, menjadikannya salah satu yurisdiksi dengan regulasi kripto yang jelas. Huang Yiping, penasihat Bank Rakyat China (PBOC), bahkan menyebut penerbitan stablecoin yuan di Hong Kong sebagai “kemungkinan nyata.”
    Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.
    • Shanghai, di sisi lain, sedang membangun pusat internasional untuk yuan digital dan baru-baru ini menggelar pertemuan membahas pengelolaan stablecoin serta aset kripto lainnya.

    Bank Rakyat China (PBOC) akan menjadi otoritas utama dalam pengawasan peluncuran, termasuk teknis, regulasi, dan penegakan hukum.

    Strategi Geopolitik Menjelang KTT SCO

    Legalitas stablecoin yuan juga diperkirakan akan menjadi agenda penting pada KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin, 31 Agustus–1 September 2025. China kemungkinan akan memanfaatkan forum tersebut untuk membuka pembicaraan dengan negara mitra mengenai penerimaan pembayaran berbasis yuan.

    Saat ini, lebih dari 99% pasokan stablecoin global berbasis dolar AS, menurut data Bank for International Settlements. Kondisi ini memicu kekhawatiran Beijing karena penggunaan stablecoin dolar semakin meluas dalam bisnis internasional sehari-hari.

    Asia Bergerak Cepat ke Era Stablecoin

    China bukan satu-satunya negara di Asia yang melangkah maju. Korea Selatan tengah mengembangkan infrastruktur stablecoin berbasis won, sementara Jepang berencana merilis stablecoin berbasis yen pada musim gugur ini.

    Pasar stablecoin global kini bernilai sekitar $247 miliar menurut CoinGecko, namun diproyeksikan melonjak hingga $2 triliun pada 2028, berdasarkan laporan Standard Chartered Bank.

    Dengan masuknya China, transformasi lanskap stablecoin global tampaknya akan semakin cepat, membuka babak baru persaingan mata uang digital di panggung internasional.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Wyoming Luncurkan Stablecoin FRNT Didukung Visa di 7 Blockchain

    Wyoming resmi mengumumkan peluncuran mainnet Frontier Stable Token (FRNT), menjadikannya salah satu negara bagian pertama di Amerika Serikat yang menerbitkan stablecoin resmi berbasis undang-undang.

    Stablecoin dengan Cadangan 102%

    Menurut Komisi Token Stabil Wyoming, FRNT merupakan stablecoin beragunan penuh yang didukung oleh surat utang pemerintah AS jangka pendek dan dolar AS, dengan persyaratan cadangan minimum sebesar 102% sebagaimana diatur dalam hukum negara bagian.

    Stablecoin ini telah terintegrasi pada tujuh jaringan blockchain besar, yakni Ethereum, Solana, Arbitrum, Avalanche, Polygon, Optimism, dan Base. Namun, meskipun mainnet telah aktif, FRNT belum tersedia untuk publik akibat kendala regulasi yang masih berlangsung.

    Peresmian di Wyoming Blockchain Symposium

    Dilaporkan Cointelegraph, peluncuran ini bertepatan dengan Wyoming Blockchain Symposium, acara tahunan yang diselenggarakan oleh platform keuangan SALT dan bursa kripto Kraken.

    Gubernur Wyoming, Mark Gordon, menyatakan bahwa peluncuran FRNT merupakan kelanjutan dari peran negara bagian sebagai pionir regulasi blockchain.

    Komisi Token Stabil Wyoming menekankan bahwa FRNT tidak tersedia untuk dibeli saat peluncuran. Sumber: Stabletoken.wyo.gov.
    Komisi Token Stabil Wyoming menekankan bahwa FRNT tidak tersedia untuk dibeli saat peluncuran. Sumber: Stabletoken.wyo.gov.

    Baca juga: Lonjakan $130 Miliar Stablecoin Ethereum, Tanda Awal Altcoin Frenzy?

    “Selama bertahun-tahun, Wyoming telah menjadi negara bagian terdepan dalam regulasi blockchain, mata uang kripto, dan aset digital, dengan lebih dari 45 undang-undang yang disahkan sejak 2016. Peluncuran Frontier Stable Token akan memberdayakan warga dan bisnis kita dengan cara bertransaksi yang modern, efisien, dan aman di era digital,” ujarnya.

    Komisi Token Stabil Wyoming juga bekerja sama dengan protokol LayerZero untuk memastikan FRNT dapat digunakan lintas jaringan blockchain.

    Dukungan Visa dan Integrasi Pembayaran

    Salah satu terobosan besar adalah penerimaan FRNT oleh Visa, sehingga stablecoin ini dapat digunakan di berbagai saluran pembayaran, baik melalui Apple Pay, Google Pay, dompet digital, maupun kartu fisik Visa.

    Dengan dukungan tersebut, FRNT berpotensi menjembatani aset digital dengan sistem pembayaran global, menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih luas dan nyata bagi masyarakat.

    Rencana Distribusi Publik

    Meski belum dapat dibeli secara langsung pada saat peluncuran, FRNT diharapkan segera tersedia di bursa kripto Kraken yang berbasis di Wyoming, dengan tahap awal penjualan dilakukan melalui jaringan Solana.

    Komisi Token Stabil Wyoming menegaskan bahwa ketersediaan publik akan diumumkan secara resmi melalui kanal pemerintah dan komisi terkait.

    Pergeseran Paradigma dalam Tata Kelola

    Direktur Eksekutif Komisi Token Stabil Wyoming, Anthony Apollo, menyebut penerbitan FRNT sebagai sebuah paradigm shift atau pergeseran paradigma.

    “Dari membayar vendor dalam hitungan detik hingga memungkinkan pengembalian pajak dan tunjangan sosial secara on-chain, FRNT membawa aksi negara ke era yang dapat diprogram,” ungkapnya.

    Sebelumnya, stablecoin ini dikenal dengan nama Wyoming Stable Token (WYST) atau Wyoming Electronic Stable Token (WEST) sebelum secara resmi diluncurkan dengan identitas baru sebagai Frontier Stable Token (FRNT).

    Baca juga: Menatap Masa Depan Stablecoin: Partisipasi Publik Dalam GENIUS Act


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menatap Masa Depan Stablecoin: Partisipasi Publik Dalam GENIUS Act

    Departemen Keuangan AS baru saja membuka ruang partisipasi publik dalam merancang regulasi stablecoin melalui undangan komentar atas GENIUS Act.

    Menurut laporan Cointelegraph pada Selasa (19/8), Upaya pemerintah AS ini dinilai sebagai sebuah langkah penting dalam konsolidasi aset digital.

    Panggilan Publik untuk Mengimplementasikan GENIUS Act

    Pada 18 Agustus 2025, Departemen Keuangan AS resmi mengumumkan permintaan komentar publik terkait pelaksanaan Guiding and Establishing National Innovation for US Stablecoins (GENIUS) Act, yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Presiden Trump pada 18 Juli.

    Komentar publik dapat diajukan hingga 17 Oktober 2025 melalui situs resmi pemerintahan, sebagai bagian dari kewajiban regulasi aktif.

    Tujuan utama pengumpulan masukan ini adalah menemukan metode inovatif, seperti API, AI, digital ID, atau pengawasan blockchain untuk mendeteksi dan mencegah aktivitas keuangan ilegal yang melibatkan aset digital, sesuai ketentuan UU.

    Baca Juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

    Digital ID, AI, dan Smart Contracts: Masa Depan Kepatuhan

    Salah satu skema menarik adalah integrasi digital identity verification dalam smart contract DeFi, yang memungkinkan protokol otomatis memverifikasi identitas pengguna sebelum transaksi dilakukan.

    Sekadar informasi, ini adalah representasi nyata integrasi KYC dan AML langsung dalam layer blockchain.

    Langkah ini disebut-sebut dapat menekan biaya kepatuhan sambil menjaga privasi dan keamanan data, meski masih menyisakan tantangan etis dan teknis.

    Genius Act

    Kerangka Regulasi Baru: Genangan Stabilitas dan Kekhawatiran Dominasi

    GENIUS Act adalah regulasi federal pertama yang secara khusus mengatur stablecoin (token kripto yang dipatok dengan dolar AS) dan memberikan jalur legal bagi lembaga keuangan untuk mengeluarkannya.

    Rangkaian UU pelengkap yang sudah disahkan mencakup Stablecoin Transparency and Accountability (STABLE) Act, serta pembatasan CBDC (Central Bank Digital Currency), menunjukkan bahwa Kongres membentuk fondasi hukum baru di industri kripto.

    Dampak Makro: Mendorong Adopsi atau Melembagakan Risiko?

    UU ini dianggap jadi tonggak baru dalam elevasi stablecoin menuju mainstream.

    Sektor keuangan tradisional seperti Bank of America, JP Morgan, dan Citi telah menunjukkan keseriusan untuk terlibat—apakah sebagai penerbit stablecoin atau infrastruktur pendukung.

    Meski demikian, pengawas konsumen menyuarakan kekhawatiran soal potensi konflik kepentingan, terutama jika produk stablecoin diluncurkan oleh entitas besar atau tokoh politisi aktif.

    Selain itu, perbedaan aturan antara penerbit swasta dan lembaga terdaftar masih jadi titik kelemahan regulasi.

    Baca Juga: Larangan Imbal Hasil Stablecoin: UU GENIUS, Alternatif Tokenisasi TradFi

    Antara Inovasi dan Kontrol

    Pendekatan “komentari dulu, undangkan belakangan” memperlihatkan karakter legislatif inovatif: bukan hanya memberi kepastian hukum, tapi juga mengundang kolaborasi.

    Pembaruan ini memungkinkan masyarakat sipil dan pelaku industri menyuarakan pandangan tentang efektivitas teknologi deteksi kejahatan digital.

    Setelah periode komentar berakhir, Departemen Keuangan akan merangkum rekomendasi dan menyampaikannya ke Senate Banking Committee dan House Financial Services Committee

    Kenapa Ini Berarti untuk Publik dan Industri?

    1. Stabilitas Pasar Stablecoin – Regulasi jelas bakal meningkatkan kepercayaan, memperlancar adopsi stablecoin dalam transaksi sehari-hari.
    2. Integrasi Teknologi dalam Kepatuhan – AI, blockchain monitoring, dan verifikasi digital menjadi tumpuan utama menuju sistem finansial digital yang lebih aman.
    3. Model Kolaborasi Pemerintah-Khusus – Pendekatan ini bisa menjadi blueprint pembuatan kebijakan kripto di masa depan yang lebih transformatif dan responsif.

    Dengan membuka peluang kontribusi publik, AS memperkuat arah menuju sistem keuangan digital yang inklusif dan diasah teknologi.

    Namun keberhasilan GENIUS Act tidak hanya tergantung pada teks hukum, tapi juga komitmen kolektif dalam memastikan stablecoin menjadi alat intermediasi yang aman, transparan, dan inovatif.

    Jika Anda atau organisasi Anda tertarik dalam digital assets, ini adalah kesempatan untuk ikut merancang masa depan regulasi keuangan digital. Mari manfaatkan momentum ini untuk menciptakan ekosistem stablecoin yang kuat dan terpercaya!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lonjakan $130 Miliar Stablecoin Ethereum, Tanda Awal Altcoin Frenzy?

    Pasar kripto tengah bersiap menghadapi potensi gelombang altcoin selanjutnya.

    Materi aushul di balik lonjakan ini: total likuiditas stablecoin di jaringan Ethereum kini menembus rekor tertinggi (ATH) sebesar $130 miliar, menandai momentum besar yang bisa memicu “altcoin frenzy” selanjutnya. Mari kita bedah detailnya.

    Stablecoin ETH Pecahkan Rekor $130 Miliar

    Menurut laporan AMBCrypto pada Senin (18/8), volume stablecoin di Ethereum, yang dianggap sebagai pusat issuance terbesar, telah mencapai ATH sekitar $130 miliar.

    Tren ini mencerminkan dominasi ETH dalam ekosistem stablecoin dan menunjukkan bagaimana perusahaan publik mulai serius membangun infrastruktur di atas blockchain Ethereum.

    Lonjakan ini bukan kejadian sekali. Sejak level terendah di Agustus 2023, supply stablecoin terus merangkak naik secara konsisten.

    Aliran masuk stablecoin ini bisa diartikan sebagai:

    • profit taking dari investor kripto besar, atau
    • persiapan untuk mengalirkan modal ke aset kripto lain yang lebih spekulatif berupa altcoin.

    Baca Juga: Menuju ATH, Harga Ethereum Melesat ke Level $4.481

    Apa yang Mendorong Lonjakan Ini?

    Berikut beberapa faktor utama di balik lonjakan likuiditas stablecoin:

    • Ekspansi Across Multiple Blockchains
      Token seperti PayPal’s PYUSD nyaris menyentuh $1 miliar supply di Ethereum, sedangkan di Solana jumlahnya mencapai $250 juta. Tak hanya itu, transfer harian USDC di blockchain Aptos tembus $8,6 miliar, dengan 23,2 juta transaksi.
    • Rotasi Modal dari BTC ke Stablecoin
      USDT, stablecoin terbesar, mencatat pertumbuhan signifikan, terutama karena rotasi modal yang masuk melalui TRON dari exchange, menandakan strategi proteksi likuiditas sementara.
    • Masa Depan Stabilitas: Regulasi AS yang Mendukung
      Dua RUU penting: GENIUS Act dan STABLE Act, diterbitkan untuk membawa transparansi dan perlindungan konsumen di sektor stablecoin. Ini memperkuat legitimasi stablecoin dan mendorong adopsi lebih luas.

    Apakah Altcoin Season Siap Dimulai?

    Salah satu pertanyaan yang mencuat adalah: apakah pertumbuhan likuiditas stablecoin ini menjadi katalis bagi altcoin terkini? Beberapa indikator memberikan jawaban menarik:

    • Chart Stability Analitik
      Dominasi stablecoin—sekitar 4,22%—telah membentuk pola exhaustion. Jika level ini terpecahkan, altcoin bisa mulai reli besar
    • Dominasi Bitcoin Perlu Menurun
      Sementara itu, dominasi BTC di pasar turun dari 62,5% ke 59,56% dalam dua minggu terakhir. Turunnya dominasi BTC biasanya mengarah ke rotasi modal ke altcoin.

    Baca Juga: Pecahkan Rekor, Arus Masuk ETF Ethereum Tembus Miliaran!

    Potensi altcoin boom tampak nyata dengan tumpukan likuiditas stablecoin di atas ETH.

    Jika investor besar mulai mengalirkan stablecoin ke proyek altcoin yang menjanjikan, kita bisa menyaksikan altcoin frenzy sekelas 2017 atau 2021, tapi dengan fondasi yang lebih stabil dan terstruktur.

    Namun investor tetap harus berhati-hati. Meskipun likuiditas berlimpah dan regulasi semakin jelas, altcoin tetap berisiko tinggi.

    Strategi diversifikasi dan pemahaman fundamental tetap menjadi tameng utama menghadapi volatilitas pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pembayaran Stablecoin Tembus $5 Triliun, Tantangan Biaya Valuta Asing

    Transaksi stablecoin global mencapai tonggak sejarah baru sebesar $5 triliun pada 2025, melonjak 47% sejak kemenangan Donald Trump pada Pemilu AS November 2024.

    Lonjakan ini didorong oleh sentimen positif investor, regulasi yang lebih jelas, serta meningkatnya adopsi oleh perusahaan. Namun, di balik perkembangan pesat ini, biaya valuta asing (FX) masih menjadi hambatan utama untuk efisiensi pembayaran lintas batas.

    Stablecoin: Janji Lama yang Kini Terwujud

    Laporan Visa dan firma analisis blockchain Allium mencatat lebih dari satu miliar pembayaran stablecoin terjadi tahun ini, dengan nilai gabungan pasar stablecoin kini mencapai $255 miliar. Teknologi ini mulai membuktikan manfaatnya: pengiriman dana yang dulunya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Dampaknya sangat terasa di negara-negara yang kurang terlayani sistem keuangan tradisional, membuka akses baru bagi konsumen dan bisnis.

    Namun, biaya konversi mata uang tetap menjadi masalah besar.
    Mike Robertson, CEO AbbeyCross, mengingatkan bahwa meskipun teknologi blockchain efisien, setiap mata uang memiliki dinamika unik. Spread, biaya perantara, dan slippage tetap terjadi, terutama saat uang berpindah dari blockchain ke rekening bank (on-ramp dan off-ramp). Ia menilai asumsi bahwa teknologi dapat menghapus seluruh hambatan FX adalah pandangan yang terlalu optimistis.

    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Shawanoleader.com.
    Ilustrasi stablecoin USDC. Sumber: Shawanoleader.com.

    Baca juga: UU GENIUS Picu Lonjakan Stablecoin: Pasar Kripto Menuju $300 Miliar?

    Startup Membidik Jalur “Eksotis”

    Sejumlah startup mulai fokus pada rute pembayaran lintas negara yang jarang tersentuh pemain besar.
    BVNK, perusahaan pembayaran asal London, menggarap jalur seperti Sri Lanka–Kamboja, yang biasanya mahal dan lambat karena melibatkan banyak perantara. Menurut Sagar Sarbhai, Managing Director BVNK Asia Pasifik, stablecoin memang belum murah, tetapi jauh lebih cepat dan efisien dari sisi modal. BVNK memproses sekitar $15 miliar transaksi per tahun.

    Pemain lain seperti Thunes (Singapura) dan Aquanow (Kanada) membangun koneksi antara perdagangan blockchain dan “last mile” pembayaran ke mata uang lokal, bekerja sama dengan penerbit stablecoin maupun perusahaan besar.

    Regulasi Dorong Pertumbuhan Institusional

    Perkembangan besar datang dari regulasi. Undang-Undang GENIUS yang disahkan di AS pada 18 Juli 2025 mewajibkan stablecoin didukung penuh 1:1 dengan aset berkualitas tinggi, diaudit secara berkala, dan transparan. Bank of America memperkirakan aturan ini dapat menambah pasokan stablecoin hingga $75 miliar.

    Visa juga sedang menguji konsep “sandwich stablecoin”, yaitu menggunakan stablecoin sebagai jembatan antar mata uang fiat untuk menghindari jaringan SWIFT, dengan penyelesaian hanya dalam hitungan menit. Fitur ini melengkapi platform tokenisasi Visa yang diluncurkan Oktober 2024.

    Industri pun mulai bergerak cepat:

    • Ripple mengakuisisi platform pembayaran stablecoin Rail senilai $200 juta.
    • Thunes mengamankan pendanaan $150 juta pada April 2025 untuk memperluas integrasi dengan jaringan stablecoin.

    Menurut Sagar Sarbhai, fase pertumbuhan pesat ini baru awal. “Butuh lima tahun membangun fondasinya, tapi pertumbuhan dramatis bisa terjadi hanya dalam 12 bulan ke depan,” ujarnya.

    Baca juga: China Siap Luncurkan Stablecoin Yuan, Tantang Dominasi Dolar AS


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • China Siap Luncurkan Stablecoin Yuan, Tantang Dominasi Dolar AS

    Harga Bitcoin melonjak mendekati $90.000 sementara dunia keuangan global dikejutkan oleh kabar dari China: pemerintah bersiap untuk menyetujui peluncuran stablecoin Yuan pertama, menandai langkah besar dalam strategi negara itu untuk menyaingi dominasi dolar Amerika Serikat dalam sistem moneter internasional.

    Pusat Operasi Internasional e-CNY Dibuka di Shanghai

    Gubernur Bank Rakyat China (PBoC), Pan Gongsheng, baru-baru ini mengumumkan pendirian pusat operasi internasional untuk mata uang digital bank sentral (CBDC) China, e-CNY, di Shanghai. Langkah ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Beijing semakin membuka diri terhadap adopsi arus utama teknologi aset digital dan blockchain.

    Dilaporkan Coinpedia, China juga melonggarkan pendekatan regulasi terhadap kripto, terutama melalui Hong Kong yang telah dijadikan “laboratorium” uji coba produk-produk kripto dan blockchain. Hal ini memungkinkan inovasi dilakukan tanpa melanggar batas hukum ketat yang masih berlaku di daratan utama.

    Stablecoin Yuan: Langkah Strategis Melawan Dolar

    Setelah bertahun-tahun membatasi pengembangan stablecoin berbasis Yuan, pemerintah China kini menunjukkan minat kuat untuk mengeksplorasi potensi stablecoin domestik maupun luar negeri. Stablecoin ini diharapkan dapat digunakan baik secara internal maupun global — suatu langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Partai Komunis China (PKC).

    Sebelumnya, pada 2018, perusahaan Tether sempat mencoba meluncurkan stablecoin Yuan lepas pantai bernama CNHT, namun proyek ini gagal berkembang karena tekanan regulasi. Kini, dengan pendekatan baru yang lebih strategis, China tampaknya siap untuk memimpin sendiri inisiatif ini.

    Daftar aset kripto yang dilabeli 'koin China' sedang masuk fase bullish. Sumber: Getty Images.
    Daftar aset kripto yang dilabeli ‘koin China’ sedang masuk fase bullish. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: China Siapkan Stablecoin Yuan, Bidik Dominasi USDT

    Dominasi Stablecoin Masih Dipegang Dolar

    Saat ini, pasar stablecoin global bernilai lebih dari $275 miliar, dengan lebih dari 98% didominasi oleh stablecoin berbasis USD seperti USDT (Tether) dan USDC (Circle). Keberhasilan Amerika Serikat dalam mempertahankan status USD sebagai mata uang cadangan global tak lepas dari regulasi yang semakin pro-kripto, termasuk pengesahan Undang-Undang GENIUS yang memperkuat kepercayaan investor terhadap ekosistem stablecoin.

    Namun, dengan diperkenalkannya stablecoin Yuan yang dikelola langsung oleh otoritas China, pangsa pasar ini berpotensi mulai terdisrupsi dalam beberapa tahun ke depan.

    Pasar China Kembali Dibuka, Dampak Global Tak Terelakkan

    China selama ini membolehkan kepemilikan aset kripto oleh individu, namun melarang kegiatan perdagangan kripto secara langsung. Sikap ini kini perlahan melunak. Dengan dibukanya jalur resmi pengembangan stablecoin melalui Hong Kong, para pelaku industri kripto dan perusahaan Web3 global diprediksi akan membanjiri Hong Kong untuk mendapatkan lisensi operasional dan akses ke pasar China.

    Ini bukan hanya soal Yuan digital atau stablecoin, tapi langkah awal China untuk kembali menjadi pemain utama dalam revolusi blockchain global. Efek domino dari kebijakan ini kemungkinan besar akan mempercepat adopsi teknologi blockchain dan kripto secara luas di Asia dan dunia.

    Baca juga: China Serius Garap Stablecoin-RWA, Ubah Peta Aset Digital Global


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • UU GENIUS Picu Lonjakan Stablecoin: Pasar Kripto Menuju $300 Miliar?

    Disahkannya Undang-Undang GENIUS pada Juli lalu telah mengubah lanskap stablecoin secara drastis. Regulasi baru yang melarang penerbit menawarkan imbal hasil secara langsung justru memicu lonjakan permintaan terhadap stablecoin berbasis staking, yakni stablecoin yang menawarkan imbal hasil secara tidak langsung melalui protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    USDe dan USDS Catat Pertumbuhan Pesat

    Dilaporkan Tradersunion, salah satu dampak paling mencolok terlihat dari performa stablecoin berbasis Ethereum, USDe, yang melonjak hingga 70% menjadi $9,49 miliar dalam kapitalisasi pasar. Ini menjadikannya stablecoin terbesar ketiga di dunia. Sementara itu, USDS milik Sky juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 23%, dengan total suplai mencapai $4,81 miliar, naik ke posisi keempat dalam peringkat stablecoin global.

    Lonjakan ini tidak hanya menggarisbawahi daya tarik imbal hasil staking, tapi juga memicu reli pada token tata kelola protokol terkait seperti ENA, yang mencatatkan kenaikan harga hampir 60% sejak pertengahan Juli.

    Baca juga: Aturan Stablecoin GENIUS: Maju, Penerbit Asing Buram

    Investor Beralih ke Imbal Hasil dari Protokol Staking

    Dengan larangan atas penawaran hasil langsung, investor kini mencari alternatif melalui protokol DeFi yang memungkinkan staking stablecoin untuk mendapatkan return. Dua aset yang kini paling menonjol adalah sUSDe dan sUSDS, yang masing-masing menawarkan APY sebesar 10,86% dan 4,75%. Setelah disesuaikan dengan inflasi AS, tingkat pengembalian riilnya mencapai 8,16% dan 2,05%.

    Julio Moreno dari CryptoQuant menjelaskan bahwa pendekatan ini menghindari pelanggaran hukum karena imbal hasil diberikan langsung dari dalam protokol, bukan oleh penerbit stablecoin. Perusahaan analitik Artemis bahkan menyebut stablecoin staking ini sebagai “pemenang mengejutkan” dari era pasca-UU GENIUS.

    Stablecoin Bisa Capai $300 Miliar di Akhir 2025

    Menurut data DefiLlama, total kapitalisasi pasar stablecoin telah naik dari $205 miliar di awal tahun menjadi $268 miliar saat ini—kenaikan 23,5%. Dengan tren ini, proyeksi pasar bisa menembus angka $300 miliar sebelum akhir 2025.

    Namun, tidak tanpa tantangan. Sektor keuangan tradisional juga mulai bergerak cepat, dengan tokenisasi dana pasar uang yang kini mulai menyaingi stablecoin dalam hal utilitas—dengan kejelasan regulasi yang lebih tinggi.

    Meski begitu, permintaan terhadap produk imbal hasil terdesentralisasi tetap tinggi, terutama karena hasil yang ditawarkan jauh mengungguli laju inflasi. Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa lingkungan regulasi yang dinamis justru memperkuat adopsi aplikasi DeFi, khususnya di jaringan Ethereum.

    Asia Bergerak Cepat: Korea Selatan Jadi Contoh

    Menanggapi dinamika global, lembaga keuangan terkemuka di Korea Selatan disebut telah bergerak agresif untuk memanfaatkan peluang di sektor stablecoin dan kripto. Mereka bersiap menghadapi potensi reformasi legislatif yang lebih ramah terhadap aset digital—sebuah langkah strategis untuk tetap kompetitif di tengah inovasi teknologi finansial global.

    Baca juga: Larangan Imbal Hasil Stablecoin: UU GENIUS, Alternatif Tokenisasi TradFi


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com