Tag: stablecoin

  • Transfer USDC Meledak, Volume Stablecoin Tembus Rekor $1,8 Triliun

    Aktivitas transaksi stablecoin mencatat rekor baru pada Februari 2026 setelah volume transfer bulanan mencapai sekitar US$1,8 triliun. Menariknya, stablecoin USDC justru mendominasi sebagian besar aktivitas tersebut dan melampaui Tether (USDT) dalam volume transaksi.

    Data dari platform analitik Allium menunjukkan bahwa sekitar 70% dari total volume transaksi stablecoin pada Februari berasal dari USDC. Angka ini menjadikan USDC sebagai stablecoin dengan aktivitas transfer terbesar selama periode tersebut.

    USDC Salip USDT dalam Volume Transaksi

    Dilaporkan Cointelegraph, volume transaksi USDC tercatat mencapai sekitar US$1,26 triliun sepanjang Februari. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan volume transaksi USDT yang berada di sekitar US$514 miliar.

    Perkembangan ini dinilai cukup mengejutkan oleh sebagian analis karena kapitalisasi pasar USDC masih jauh lebih kecil dibandingkan USDT.

    Saat ini USDC memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$77,4 miliar, sedangkan USDT mencapai sekitar US$184 miliar.

    Meski demikian, pendiri Moonrock Capital Simon Dedic mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir USDC secara konsisten melampaui USDT dalam hal volume transfer.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, implikasi besarnya adalah stablecoin semakin berfungsi sebagai infrastruktur settlement inti, bukan sekadar tempat parkir dana di exchange.

    “Bagi pasar, kenaikan volume transfer ini mendukung pandangan bahwa pembayaran, trading, dan perpindahan modal onchain semakin terkonsolidasi di aset berbasis dolar sebagai lapisan likuiditas utama crypto,” analisanya.

    Baca juga: Stablecoin Tanpa Bunga Jadi Standar? OCC Buka Babak Baru Regulasi

    Pasokan USDC Tumbuh Cepat

    Selain volume transaksi yang meningkat, pasokan USDC juga tercatat tumbuh lebih cepat dibandingkan USDT dalam beberapa pekan terakhir.

    Perusahaan analitik blockchain Arkham melaporkan bahwa lebih dari US$3 miliar USDC telah dicetak sejak awal Maret. Sementara itu, pasokan USDT relatif tidak mengalami perubahan signifikan dalam periode yang sama.

    Kinerja ini sejalan dengan laporan keuangan Circle Internet Group, penerbit USDC, yang mencatat hasil kuat pada kuartal keempat 2025 berkat pertumbuhan bisnis pembayaran dan peningkatan penggunaan USDC.

    Likuiditas Stablecoin Dorong Daya Beli Pasar

    Meningkatnya aktivitas stablecoin juga menjadi sinyal penting bagi pasar kripto secara keseluruhan.

    Indikator Stablecoin Supply Ratio (SSR), yang membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan kapitalisasi pasar stablecoin, menunjukkan tren pemulihan setelah sempat turun tajam pada Februari.

    Menurut analis CryptoQuant Sunny Mom, perbaikan SSR menunjukkan bahwa daya beli mulai kembali ke pasar.

    Pasokan stablecoin di bursa kripto juga meningkat. Data CryptoQuant menunjukkan jumlah stablecoin di exchange mencapai sekitar US$66,5 miliar, level tertinggi dalam tiga minggu terakhir.

    Arus Masuk Stablecoin ke Bursa Meningkat

    Lonjakan likuiditas juga terlihat dari arus masuk stablecoin ke bursa kripto.

    Pada 5 Maret, total stablecoin yang dipindahkan ke exchange mencapai sekitar US$5,14 miliar, meningkat signifikan dibandingkan sekitar US$1,14 miliar pada 1 Maret.

    Dalam siklus pasar sebelumnya, meningkatnya pasokan stablecoin di bursa sering menjadi indikator meningkatnya daya beli investor terhadap aset kripto.

    Jika tren ini berlanjut, likuiditas yang kembali ke pasar dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung pemulihan harga aset kripto, termasuk Bitcoin.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • $5 Miliar USDT Masuk Bursa, Tapi Investor Bitcoin Justru Panik?

    Data on-chain terbaru menunjukkan divergensi menarik di pasar kripto. Di satu sisi, cadangan USDT di bursa Binance melonjak tajam hingga miliaran dolar. Namun di sisi lain, investor Bitcoin jangka pendek justru mengalami tekanan kerugian yang semakin dalam.

    Perbedaan kondisi ini memunculkan pertanyaan baru di kalangan analis: apakah pasar sedang bersiap untuk reli baru atau justru menghadapi tekanan jual lanjutan.

    Cadangan USDT di Binance Melonjak

    Dilaporkan Crypto Quant, data transaksi USDT melalui jaringan TRON (TRC20) menunjukkan lonjakan signifikan pada cadangan stablecoin di bursa kripto.

    Dalam periode sekitar satu bulan, cadangan USDT di Binance berubah drastis dari sekitar minus US$460 juta pada 8 Januari menjadi lebih dari US$4,55 miliar pada 7 Februari. Artinya, terjadi arus masuk likuiditas lebih dari US$5 miliar.

    Sepanjang Februari, cadangan tersebut juga tercatat tetap berada di atas US$4 miliar.

    Lonjakan ini sering dianggap sebagai indikator adanya “dry powder”, yakni likuiditas siap pakai yang dapat digunakan investor untuk membeli aset kripto.

    Tekanan Berat pada Investor Jangka Pendek

    Di tengah meningkatnya likuiditas, data lain menunjukkan kondisi berbeda pada investor Bitcoin jangka pendek atau short-term holders (STH).

    Indikator STH realized capitalization menunjukkan penurunan tajam hingga sekitar minus US$62,5 miliar per 3 Maret 2026.

    Level ini terakhir kali terlihat pada September 2024, periode yang kemudian diikuti pembentukan dasar harga Bitcoin di sekitar US$53.000.

    Penurunan ini menandakan banyak investor jangka pendek sedang menanggung kerugian belum terealisasi.

    Kondisi tersebut sering memicu tekanan psikologis di pasar karena kelompok investor ini cenderung lebih cepat menjual aset ketika mengalami kerugian.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi ini berarti likuiditas siap tembak telah berkumpul, tapi banyak holder jangka pendek masih dalam posisi rugi dan rawan jual panik.

    “Setup historis bisa jadi dasar bottoming, tapi timing entry tetap butuh konfirmasi,” jelasnya.

    Baca juga: LayerZero Dilirik Tether! USDT0 Disebut Sudah Pindah US$70 Miliar

    Kapitulasi Investor Mulai Terlihat

    Data juga menunjukkan penurunan signifikan pada realized capitalization milik investor jangka pendek dalam beberapa bulan terakhir.

    Sejak November 2025 hingga 2 Maret 2026, nilai realized cap kelompok ini turun dari sekitar US$658 miliar menjadi US$535 miliar. Artinya, terjadi penurunan sekitar US$123 miliar.

    Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan turunnya harga Bitcoin dari sekitar US$88.000 ke bawah US$66.000.

    Dalam siklus pasar sebelumnya, penurunan tajam seperti ini sering terjadi saat fase kapitulasi, yaitu ketika investor yang rentan mulai keluar dari pasar.

    Setelah fase tersebut selesai dan tekanan jual mereda, pasar sering kali memasuki fase pemulihan yang lebih kuat.

    Divergensi Pasar Jadi Sorotan

    Kombinasi antara meningkatnya cadangan USDT di bursa dan tekanan pada investor jangka pendek menciptakan situasi yang cukup unik di pasar kripto.

    Di satu sisi, likuiditas besar menunjukkan potensi daya beli yang sedang terbentuk. Namun di sisi lain, tekanan kerugian pada investor jangka pendek dapat memicu aksi jual tambahan.

    Para analis menilai arah pasar selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah likuiditas baru tersebut benar-benar digunakan untuk membeli Bitcoin atau justru menunggu kondisi pasar yang lebih stabil.

    Baca Juga: Jelajahi Interoperabilitas Blockchain: Memahami LayerZero (ZRO)


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • X Money Muncul ke Publik, Platform Elon Musk Segera Integrasi Kripto?

    Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) mulai memperlihatkan tampilan pertama layanan finansial barunya, X Money. Peluncuran gambar antarmuka awal ini langsung memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan integrasi aset kripto dalam layanan tersebut.

    Dilaporkan BeInCrypto, X Money merupakan bagian dari ambisi Elon Musk untuk mengubah X menjadi super-app keuangan yang mampu menangani berbagai transaksi finansial dalam satu platform.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ambisi Musk untuk mengubah X menjadi “Everything App” memerlukan infrastruktur pembayaran yang skalabel dan efisien.

    “Jika integrasi kripto beneran terwujud, X bakal jadi katalis adopsi massal terbesar dalam sejarah pembayaran digital global,” ucapnya.

    Tampilan Pertama X Money Terungkap

    Informasi mengenai X Money pertama kali dibagikan oleh aktor William Shatner, yang dikenal melalui perannya sebagai Captain Kirk dalam serial Star Trek. Ia juga mengajak pengguna untuk mencoba program beta layanan tersebut.

    Dari tangkapan layar yang beredar, antarmuka X Money terlihat sederhana dan berfokus pada tiga menu utama, yakni Account, Rewards, dan Activity.

    Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mengirim dan menerima uang, meminta pembayaran, serta melakukan deposit dana. Salah satu fitur yang menarik perhatian adalah kemampuan menerima direct deposit dan memperoleh imbal hasil hingga sekitar 6% APY.

    Baca juga: Dogecoin Tembus US$0,12, Melejit Usai Elon Musk Puji CEO Nvidia

    Spekulasi Integrasi Kripto Muncul

    Kemunculan X Money memicu diskusi mengenai kemungkinan integrasi kripto di dalam platform tersebut. Akun analisis Teslaconomics memperkirakan bahwa layanan ini pada akhirnya akan mendukung berbagai aktivitas finansial, termasuk investasi saham, pinjaman, rekening pasar uang, hingga pengelolaan aset digital.

    Prediksi tersebut juga menyebut kemungkinan integrasi kripto langsung di dalam timeline X, memungkinkan pengguna melihat harga aset dan melakukan transaksi secara langsung dari platform.

    Elon Musk sendiri me-repost unggahan tersebut, yang dianggap sebagai sinyal tidak langsung bahwa fitur-fitur tersebut bisa menjadi bagian dari rencana pengembangan X Money.

    Stablecoin Diprediksi Jadi Fokus

    Sebelumnya muncul spekulasi bahwa X Money akan menerima pembayaran menggunakan Dogecoin atau XRP. Namun analis pasar Chamath Palihapitiya menilai kemungkinan terbesar adalah penggunaan stablecoin sebagai fondasi sistem pembayaran di platform tersebut.

    Menurutnya, model tersebut berpotensi menciptakan sistem finansial yang memungkinkan keuntungan lebih besar bagi pengguna dibandingkan platform.

    Meski Elon Musk belum secara langsung mengonfirmasi integrasi kripto, komentarnya menunjukkan dukungan terhadap arah pengembangan tersebut.

    Menuju Super-App Keuangan

    Dengan lebih dari 600 juta pengguna aktif bulanan, integrasi layanan finansial di X berpotensi memberikan dampak besar terhadap industri pembayaran digital.

    Proyek X Money sendiri telah memperoleh lisensi pengiriman uang di lebih dari 40 negara bagian di Amerika Serikat, yang menjadi langkah penting menuju peluncuran layanan secara nasional.

    Seiring meningkatnya persaingan di sektor pembayaran berbasis stablecoin yang juga melibatkan perusahaan besar seperti Visa, Stripe, dan Meta, X Money diperkirakan akan menjadi salah satu pemain utama dalam ekosistem keuangan digital yang sedang berkembang.

    Baca juga: Dogecoin Tertekan Jelang Akhir Tahun, Harga Terjebak di $0,12


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Likuiditas Kripto Lemah? Cadangan Stablecoin Bursa Kripto Anjlok 19%

    CryptoQuant menyebut cadangan stablecoin di Binance turun 18,6% sejak November dan kini berada di level yang terakhir terlihat pada Oktober. Menurut analis CryptoQuant Darkfost, cadangan stablecoin di bursa biasanya bergerak mengikuti permintaan investor, sehingga arus stablecoin dapat menjadi proksi untuk membaca dinamika likuiditas di pasar kripto.

    Walau cadangan menurun, Binance disebut masih memegang sekitar 64% dari total cadangan stablecoin di seluruh bursa. Namun, karena skala Binance yang besar, perubahan perilaku di platform ini dinilai menjadi sinyal yang penting untuk dipantau. Darkfost menilai pasar membutuhkan arus masuk stablecoin yang kembali menguat agar tren likuiditas saat ini bisa berbalik dan kondisi pasar lebih stabil.

    Apa Arti Penurunan Cadangan Stablecoin di Bursa

    Baca juga: Cadangan Bitcoin Binance Tembus Level Tertinggi Sejak 2024

    Dilaporkan Cointelegraph, kontraksi cadangan stablecoin di bursa umumnya diartikan sebagai penarikan likuiditas dari pasar kripto, misalnya ketika investor menukar stablecoin kembali ke fiat alih-alih menyimpannya di bursa untuk re-entry. Darkfost menambahkan, salah satu tekanan utama yang membebani pasar saat ini adalah minimnya likuiditas baru yang masuk, dan dari perspektif lintas pasar, kondisi dinilai tidak mudah membaik dalam waktu dekat.

    Data DeFiLlama menunjukkan kapitalisasi pasar stablecoin global cenderung mendatar di kisaran sedikit di atas US$300 miliar sejak Oktober. Setelah dua tahun bertumbuh kuat—dengan sirkulasi stablecoin naik sekitar 150%—pasar kini masuk fase datar. Periode penurunan besar terakhir disebut terjadi pada pertengahan 2022 pasca runtuhnya Terra/Luna, dan pemulihannya baru terlihat kembali pada November 2023, sekitar 18 bulan kemudian.

    Faktor Suku Bunga AS Masih Menahan Likuiditas

    Likuiditas juga dipengaruhi oleh suku bunga AS. Dalam laporan tersebut, Federal Reserve Governor Christopher Waller disebut membuka kemungkinan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret jika data tenaga kerja Februari menunjukkan kondisi yang “lebih solid”.

    Sementara itu, pasar futures CME memproyeksikan probabilitas 95,5% suku bunga tetap tidak berubah pada Maret, yang dinilai menambah hambatan bagi pemulihan likuiditas pasar kripto.

    kalau kamu mau, aku bisa bikinkan 5–7 opsi judul alternatif yang lebih “tajam” dengan gaya media yang kamu pakai (misal lebih dramatis, lebih data-driven, atau lebih netral).

    Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan cadangan stablecoin sebesar 0 miliar di Binance adalah indikator makro on-chain yang mengkhawatirkan bagi kelanjutan reli pasar.

    “Binance menguasai 64% total cadangan stablecoin global, sehingga pergeseran perilaku investor di sana menjadi sinyal ‘early warning’ akan adanya krisis likuiditas. Selama arus masuk (inflow) stablecoin baru belum terlihat, volatilitas harga aset kripto cenderung tetap tinggi dengan risiko penurunan lanjutan,” jelasnya.

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Potensi Transaksi Lintas Negara Sentuh Triliunan Dolar, Blockchain Jadi Infrastruktur Masa Depan

    Jakarta, 19 November 2025 – Permintaan transaksi lintas negara (cross-border payment) terus meningkat seiring pertumbuhan perdagangan internasional, pariwisata, remitansi, dan ekspansi ekonomi digital global. Di tengah dorongan kuat untuk menghadirkan pembayaran yang lebih cepat, murah, dan transparan, teknologi blockchain mulai muncul sebagai fondasi baru bagi sistem transaksi internasional di era digital.

    Cross-border payment mencakup seluruh arus transaksi dari satu negara ke negara lain, baik untuk kebutuhan perusahaan, konsumen, hingga remitansi pekerja migran. Menurut data Statista, nilai total transaksi global diperkirakan mencapai US$194,6 triliun pada 2024 dan berpotensi melonjak hingga US$320 triliun pada 2032. Dengan skala ekonomi sebesar itu, peningkatan efisiensi sekecil apa pun akan memberikan dampak besar bagi pelaku usaha maupun konsumen.

    Namun, sistem pembayaran lintas negara tradisional masih terbebani berbagai persoalan seperti biaya tinggi, proses yang lambat, keterbatasan transparansi status transaksi, kompleksitas regulasi lintas yurisdiksi, hingga volatilitas nilai tukar. Laporan Financial Stability Board (FSB) bahkan menilai target G20 untuk menurunkan biaya pembayaran ritel lintas negara menjadi 1 persen pada 2027 kemungkinan besar tidak tercapai jika infrastruktur saat ini tidak diperbarui.

    Blockchain Muncul sebagai Rel Baru Transaksi Global

    Teknologi blockchain menawarkan karakteristik transaksi real-time, transparansi tinggi, keamanan kuat, serta ketersediaan layanan 24 jam. Sejumlah inisiatif global menunjukkan bagaimana teknologi ini mulai menjadi rel baru bagi transaksi lintas negara.

    Ripple, misalnya, memanfaatkan aset digital XRP untuk menghadirkan transaksi lintas negara yang jauh lebih cepat dibanding jaringan koresponden bank. Di Asia, proyek multi-CBDC mBridge memungkinkan pembayaran dan penyelesaian valas secara peer-to-peer hanya dalam hitungan detik. Pilot berskala besar telah dilakukan dengan transaksi bernilai riil, melibatkan 22 peserta sektor swasta dalam skenario perdagangan, remitansi, hingga pembiayaan rantai pasok.

    Logo Swift terlihat dalam ilustrasi ini, diambil di Bosnia dan Herzegovina, 25 Februari 2022. REUTERS/Dado Ruvic.
    Logo Swift. Sumber: REUTERS/Dado Ruvic.

    Di tingkat internasional, SWIFT dan Visa turut mengembangkan solusi berbasis blockchain, tokenisasi, dan stablecoin. SWIFT tengah menguji kemampuan jaringannya memproses aset tokenisasi bekerja sama dengan konsorsium bank dan Consensys. Sementara Visa sedang menguji pemanfaatan stablecoin untuk mempercepat cross-border settlement sekaligus mengurangi kebutuhan pelaku usaha menyimpan saldo di banyak mata uang.

    Meski menjanjikan, adopsi blockchain juga menghadapi tantangan strategis: kepastian regulasi aset digital, kebutuhan interoperabilitas antar platform, risiko siber, hingga kesiapan infrastruktur lembaga keuangan. Bank for International Settlements (BIS) menekankan bahwa tata kelola lintas yurisdiksi harus diperjelas sebelum ekosistem pembayaran berbasis multi-CBDC dapat diterapkan secara luas.

    Instrumen Strategis untuk Stabilitas dan Kesejahteraan Era Digital

    Dalam lanskap pembayaran modern, inovasi digital, termasuk instrumen cross-border, tidak hanya berfungsi meningkatkan efisiensi transaksi. Ia juga merupakan instrumen strategis untuk memperkuat stabilitas keuangan, memastikan relevansi sistem pembayaran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di era digital.

    Pemanfaatan teknologi seperti blockchain, stablecoin, dan CBDC harus diiringi dengan sinergi, kehati-hatian, serta tata kelola kuat agar mampu menciptakan manfaat luas yang berkelanjutan, tidak hanya bagi sistem keuangan tetapi juga kesejahteraan masyarakat.

    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

    Lonjakan volume pembayaran lintas negara membuka peluang bisnis yang sangat besar bagi sektor perbankan, teknologi finansial, dan penyedia infrastruktur digital. Segmen B2B diperkirakan mendominasi lebih dari US$31,6 triliun transaksi pada 2024. Sementara total pendapatan industri cross-border payment diprediksi mencapai US$320 miliar pada 2030.

    Blockchain, stablecoin, dan CBDC kini tidak lagi sekadar eksperimen teknologi. Dalam banyak model bisnis dan kebijakan moneter modern, ketiganya mulai diposisikan sebagai kandidat utama untuk membangun pondasi transaksi internasional yang mampu mengakomodasi skala triliunan dolar per tahun.

    Jika tantangan interoperabilitas dan regulasi dapat diatasi, dunia akan memasuki fase baru di mana pembayaran lintas negara berlangsung secepat mengirim pesan, dengan biaya rendah, risiko minimal, dan akses yang lebih luas. Pada akhirnya, inovasi ini tidak hanya mereformasi infrastruktur pembayaran global, tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di era digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • $625 Juta Dicetak Dalam 7 Hari: PYUSD PayPal Bikin Pasar Kripto Heboh

    Dunia kripto kembali digegerkan oleh langkah mengejutkan dari raksasa fintech PayPal. Stablecoin besutannya, PYUSD, baru saja mencatat lonjakan suplai 22% hanya dalam tujuh hari, menambah lebih dari $600 juta ke peredarannya.

    Angka yang membuat banyak pelaku pasar menoleh dua kali, apa yang sebenarnya sedang terjadi?

    PYUSD Jadi Bintang Baru Stablecoin Minggu Ini

    Dilaporkan The Defiant, data terbaru menunjukkan bahwa PYUSD memimpin pertumbuhan stablecoin selama sepekan terakhir. Sejak 10 November, telah dicetak $625 juta PYUSD baru. Ini menempatkannya di posisi ketiga pertumbuhan positif dalam skala bulanan, tepat di bawah dua raksasa—USDT milik Tether dan USDS dari Sky.

    Di ekosistem Ethereum, suplai PYUSD kini mencapai $2.38 miliar, atau sekitar 70% dari total suplai yang beredar. Ethereum tetap menjadi rumah utama bagi berbagai stablecoin besar, dan PYUSD tampaknya semakin mengakar kuat di jaringan ini.

    Setelah Insiden ‘Salah Cetak’ $300 Triliun

    Kenaikan suplai ini datang hanya sebulan setelah insiden mengejutkan: Paxos, penerbit PYUSD, secara tidak sengaja mencetak $300 triliun PYUSD di Ethereum. Untungnya, kesalahan itu cepat diperbaiki dan seluruh token yang salah cetak langsung dibakar. Namun insiden itu sempat mengundang diskusi hangat soal keamanan dan tata kelola penerbit stablecoin.

    Makin Kokoh di Puncak DeFi

    Dengan lonjakan terbaru ini, PYUSD kini resmi naik peringkat menjadi stablecoin terbesar ke-6 dalam dunia DeFi. Meskipun baru menguasai sekitar 1% dari pasar stablecoin global yang bernilai $303 miliar, pertumbuhan cepatnya membuatnya menjadi pemain yang harus diperhatikan.

    Sebagai perbandingan:

    • USDT masih berada di puncak dengan kapitalisasi $183 miliar
    • USDC menyusul di posisi kedua dengan $74 miliar

    PYUSD mungkin belum menembus jajaran elite, tetapi kecepatannya dalam menarik pangsa pasar hanya dalam waktu singkat membuat banyak analis yakin PayPal sedang merancang strategi besar di ruang kripto.

    Baca juga: Gak Pakai Ribet! PayPal Bikin Transfer Kripto Segampang Kirim SMS

    Apa Artinya untuk Masa Depan?

    Kenaikan pesat ini menunjukkan bahwa stablecoin yang didukung oleh institusi besar seperti PayPal bisa menjadi kekuatan baru dalam ekosistem DeFi. Dengan kepercayaan merek dan akses pengguna global, PYUSD berpotensi menjadi salah satu stablecoin paling relevan dalam beberapa tahun ke depan.

    Satu hal pasti: pertarungan dominasi stablecoin belum selesai, dan PYUSD baru saja memijakkan kaki lebih kuat di arena.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kirgistan Kejutkan Dunia: Luncurkan Stablecoin di BNB Chain

    Kirgistan resmi memasuki babak baru dalam transformasi keuangan digitalnya. Negara di Asia Tengah ini meluncurkan stablecoin baru bernama KGST yang dipatok 1:1 dengan som Kirgistan, sekaligus mengonfirmasi rencana peluncuran mata uang digital bank sentral (CBDC) di masa mendatang.

    Stablecoin KGST berjalan di BNB Chain, dan bahkan BNB (BNB) disebut akan menjadi bagian dari cadangan kripto nasional bila rencana tersebut terealisasi. Langkah ini menegaskan ambisi Kirgistan untuk menjadi salah satu pionir di kawasan Asia Tengah dalam mengadopsi aset digital.

    Didukung Langsung oleh CZ dan Pemerintah Kirgistan

    Peluncuran KGST diumumkan setelah pertemuan kedua Dewan Nasional untuk Pengembangan Aset Virtual dan Teknologi Blockchain pada Jumat lalu, yang dihadiri langsung oleh Presiden Sadyr Japarov dan mantan CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao.

    Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi pertama pada April lalu, saat CZ ditunjuk sebagai penasihat strategis komite kripto Kirgistan.
    Media lokal KG24 melaporkan bahwa komite tersebut kini memiliki mandat untuk:

    • Mendaftarkan stablecoin KGST di platform internasional, dan
    • Menyusun proposal pembentukan cadangan kripto nasional dalam dua bulan ke depan.

    Langkah ambisius ini menandai pergeseran signifikan dalam pendekatan negara terhadap aset digital—dari pengawasan pasif menjadi eksperimen langsung dengan stablecoin dan CBDC.

    Uji Coba Som Digital Dimulai

    Dilaporkan Cointelegraph, Presiden Japarov juga telah menginstruksikan Kementerian Ekonomi dan Perdagangan untuk mempercepat kerangka hukum bagi aset virtual, serta meminta Bank Nasional Republik Kirgistan memulai uji coba “som digital”, versi digital dari mata uang resmi negara.

    Uji coba ini akan dilakukan dalam tiga tahap:

    1. Integrasi antar bank komersial untuk transfer dana domestik,
    2. Koneksi dengan Kas Negara Pusat guna mendukung pembayaran sosial dan layanan pemerintah,
    3. Pengujian transaksi offline dan area berinternet rendah sebelum diluncurkan secara nasional.

    “Setelah ketiga fase ini berhasil, platform akan diluncurkan secara nasional dan diperluas,” ungkap pihak Bank Nasional.

    Meski demikian, lembaga tersebut menegaskan bahwa keputusan final terkait penerbitan CBDC belum akan diambil hingga akhir tahun 2026.

    Langkah Strategis di Tengah Tren Global

    Penjelasan Mengenai Central Bank Digital Currency (CBDC). Sumber; Binance Academy.
    Penjelasan Mengenai Central Bank Digital Currency (CBDC). Sumber; Binance Academy.

    Data dari cbdctracker.org mencatat, lebih dari 100 negara telah memulai proyek CBDC, tetapi hanya tiga yang sudah beroperasi penuh:

    • Sand Dollar (Bahamas),
    • e-Naira (Nigeria), dan
    • JAM-DEX (Jamaika).

    Kirgistan kini tampaknya ingin bergabung dengan jajaran eksklusif tersebut, menggunakan stablecoin dan CBDC sebagai alat untuk meningkatkan transparansi, inklusi keuangan, serta menarik investasi asing.

    Fokus pada Edukasi dan Pengembangan SDM

    Tak hanya infrastruktur finansial, Kirgistan juga menekankan pentingnya pendidikan dan literasi digital. Presiden Japarov meminta Kementerian Sains, Pendidikan Tinggi, dan Inovasi untuk menyiapkan program pelatihan di bidang blockchain dan kecerdasan buatan (AI).

    Sebagai bagian dari kerja sama dengan Binance, Binance Academy akan terintegrasi dengan 10 universitas terkemuka di Kirgistan. CZ juga mengonfirmasi bahwa aplikasi Binance akan sepenuhnya dilokalkan agar lebih mudah diakses masyarakat lokal.

    Langkah ini menunjukkan bahwa Kirgistan tak hanya ingin menjadi pengguna teknologi blockchain, tetapi juga pusat pengembangan dan inovasi digital di kawasan Asia Tengah.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!

    Dunia kripto dibuat geger! Paxos, mitra blockchain resmi PayPal, secara tidak sengaja mencetak stablecoin PYUSD senilai $300 triliun (sekitar Rp4,8 kuadriliun) akibat kesalahan teknis internal.

    Dilaporkan CNBC, insiden ini pertama kali terdeteksi oleh pengamat blockchain di Etherscan, yang melihat lonjakan besar jumlah PYUSD baru dicetak pada Rabu malam waktu AS. Paxos kemudian mengonfirmasi bahwa pencetakan tersebut merupakan bagian dari proses transfer internal yang keliru.

    “Ini adalah kesalahan teknis internal. Tidak ada pelanggaran keamanan, dan dana pelanggan tetap aman,” tulis Paxos melalui pernyataan di media sosial.

    Kesalahan tersebut langsung diperbaiki, dan seluruh token yang dicetak secara tidak sengaja dibakar (burned) hanya sekitar 20 menit setelah kejadian.

    Jumlah $300 triliun ini tentu mustahil dicetak dengan dukungan nyata, karena jumlah itu bahkan lebih dari dua kali lipat total PDB dunia yang diperkirakan sekitar $135 triliun.

    PYUSD Stablecoin Terbesar ke-6

    Ilustrasi stablecoin PayPal USD (PYUSD). Sumber: Paypal.
    Ilustrasi stablecoin PayPal USD (PYUSD). Sumber: Paypal.

    Meskipun PYUSD diklaim sepenuhnya didukung oleh simpanan dolar AS, surat utang pemerintah AS, dan instrumen kas sejenis, insiden ini menunjukkan bahwa proses pencetakan stablecoin tidak otomatis terhubung langsung dengan cadangan dolar yang ada.

    PYUSD kini menjadi stablecoin terbesar ke-6 di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2,6 miliar, menurut data CoinMarketCap. Popularitasnya meningkat seiring PayPal memperluas adopsi kripto di layanannya.

    Meski sempat menimbulkan kehebohan, Paxos memastikan tidak ada dampak terhadap nilai maupun keamanan aset pengguna. Namun, insiden ini jadi pengingat bahwa bahkan pemain besar di dunia kripto pun tidak kebal dari kesalahan teknis.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • $4,5 Miliar Stablecoin Baru Dicetak: Uang Segar Akan Banjiri Pasar Kripto?

    Setelah kejatuhan pasar kripto yang mengguncang beberapa hari terakhir, tiba-tiba muncul kabar mengejutkan: Tether (USDT) dan Circle (USDC) mencetak stablecoin baru senilai $4,5 miliar. Langkah ini memicu spekulasi luas, apakah ini pertanda bahwa “uang baru” siap mengalir kembali ke Bitcoin dan altcoin?

    Likuiditas Baru Masuk ke Pasar

    Dalam empat hari terakhir, dompet multisig milik Tether melakukan tiga transaksi besar, masing-masing senilai $1 miliar USDT. Tak mau ketinggalan, Circle juga mencetak beberapa batch $250 juta USDC, sehingga total suplai stablecoin baru mencapai $4,5 miliar.

    Langkah ini terjadi tepat setelah kejatuhan pasar, memberi isyarat bahwa penerbit stablecoin sedang menyiapkan amunisi likuiditas baru untuk mendukung potensi pemulihan harga aset digital.

    Ethereum Jadi Mesin Ganda Keuangan Digital

    Menariknya, Ethereum (ETH) kini kembali menjadi pusat pergerakan dana ini. Pasokan USDC di jaringan tersebut telah pulih mendekati $45 miliar, sementara dana BUIDL BlackRock — yang mewakili eksposur pada US Treasury yang ditokenisasi, melonjak hingga $2 miliar.

    Kombinasi pertumbuhan stablecoin dan tokenisasi aset tradisional menandakan perubahan besar:

    Blockchain kini bukan hanya tempat untuk kripto, tetapi juga rumah bagi uang dan instrumen keuangan dunia nyata.”

    Stablecoin
    Stablecoin

    Baca juga: Plasma (XPL) Ancam Ethereum: Era Baru Transaksi Stablecoin Instan

    Rotasi Likuiditas Sedang Dimulai?

    Namun, data terbaru menunjukkan dominasi USDT masih dalam tren turun jangka panjang. Meskipun ada pencetakan baru, stablecoin tersebut tampaknya tidak disimpan diam-diam di kas.

    Sebaliknya, investor mungkin bersiap untuk rotasi modal besar-besaran ke aset berisiko seperti Bitcoin (BTC) dan altcoin utama. Jika pola ini berlanjut, pasar kripto bisa segera menyerap aliran dana segar dan memulai fase pemulihan baru.

    Lonjakan Stablecoin

    Dilaporkan AMBCrypto, lonjakan pencetakan stablecoin $4,5 miliar ini bisa jadi bukan kebetulan. Ini mungkin merupakan tanda awal kembalinya likuiditas yang sangat dibutuhkan setelah periode turbulensi ekstrem.

    Dengan Ethereum menjadi tulang punggung bagi uang digital dan rotasi modal mulai tampak di cakrawala, pasar kripto mungkin akan segera mendapatkan napas baru.

    Apakah ini awal dari relief rally besar berikutnya? Pasar sedang menahan napas menunggu jawabannya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Plasma (XPL) Ancam Ethereum: Era Baru Transaksi Stablecoin Instan

    Artikel riset yang disusun oleh Tim Research Tokocrypto ini memperkenalkan Plasma (XPL), pendatang baru yang tengah menarik perhatian di dunia blockchain. Berperan sebagai Layer-1 sidechain Bitcoin yang kompatibel dengan EVM dan didukung oleh konsensus PlasmaBFT, Plasma hadir dengan misi meningkatkan efisiensi transaksi stablecoin.

    Jaringan ini memungkinkan transfer USDT secara instan, tanpa biaya, dan mampu memproses lebih dari 1.000 transaksi per detik, menawarkan perpaduan ideal antara kecepatan, efisiensi, dan keamanan setara Bitcoin bagi pengguna maupun pengembang.

    Teknologi Inti di Balik Plasma

    Plasma mengandalkan sejumlah inovasi teknis yang membedakannya dari blockchain lain, termasuk Ethereum:

    • Zero-Fee USDT Transfers — Pengguna bisa memindahkan USDT tanpa gas fee sama sekali.
    • PlasmaBFT Consensus — Sistem konsensus berperforma tinggi yang mampu memproses ribuan transaksi per detik.
    • Bitcoin-Level Security — Jaringan Plasma terikat dengan mekanisme keamanan Proof-of-Work Bitcoin.
    • Full EVM Compatibility — Developer dapat langsung menggunakan smart contract berbasis Solidity tanpa penyesuaian tambahan.

    Keunggulan ini menjadikan Plasma sebagai “stablecoin-first blockchain” yang mengutamakan efisiensi transaksi tanpa mengorbankan keamanan.

    Tokenomics: Transparansi dan Komitmen Jangka Panjang

    3. Tokenomics Plasma. Source by Tokenomist.
    Tokenomics Plasma. Source by Tokenomist.

    Struktur tokenomics Plasma menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan ekosistem dan insentif jangka panjang:

    • Ecosystem (40%): Insentif bagi developer dan adopsi pengguna, 20% sudah ter-unlock.
    • Investors (25%): Masih 0% ter-unlock dengan 1-year cliff.
    • Team (25%): 0% ter-unlock dengan 1-year cliff, menunjukkan komitmen jangka panjang tim pengembang.
    • Public Sale (10%): 50% sudah ter-unlock untuk menyediakan likuiditas awal.

    Insight: Total 13% token telah ter-unlock di TGE, berasal dari kategori Ecosystem (8%) dan Public Sale (5%).

    Pertumbuhan On-Chain: TVL Meledak, Adopsi Meroket

    Holder USDT0 Plasma. Source by Dune.
    Holder USDT0 Plasma. Source by Dune.

    Dalam waktu singkat, Total Value Locked (TVL) Plasma melonjak hingga $5,53 miliar, menunjukkan adopsi besar-besaran dari pengguna dan protokol DeFi.

    • Pengguna Baru: 82,2% pengguna adalah new users, indikasi kuat minat organik.
    • Holders Stablecoin: Hampir 10.000 address kini memegang USDT₀ di jaringan Plasma.
    • Total Stablecoin Supply: Mencapai $7,03 miliar, didominasi oleh USDT₀ ($4,73B).

    Tren ini memperlihatkan bagaimana stablecoin menjadi fondasi utama dalam ekosistem Plasma — memperkuat klaimnya sebagai “home for stablecoins.”

    Plasma vs Ethereum: Duel Infrastruktur Stablecoin

    Aspek Plasma Ethereum
    Precision Timestamp Milidetik Detik
    Optimized for Stablecoins Native zero-fee USDT Tidak tersedia
    Zero-Fee via Paymasters Gas disubsidi protokol Perlu custom solution
    Gas Token ERC-20 (termasuk stablecoin) Hanya ETH
    Bitcoin Bridge Native bridge ke EVM Harus wrapped BTC

    Dengan kemampuan menggunakan stablecoin sebagai gas fee dan integrasi langsung ke ekosistem Bitcoin, Plasma menghadirkan paradigma baru: blockchain yang ramah pengguna, tanpa hambatan biaya, dan terhubung langsung dengan likuiditas terbesar di dunia kripto.

    Potensi dan Risiko: Di Antara “Pump” dan “Dump

    Onchain Plasma TVL, source by Dune.
    Onchain Plasma TVL, source by Dune.

    Potensi Kenaikan (Catalyst Pump):

    • Adopsi masif stablecoin-first chain dengan TVL >$5 miliar hanya dalam hitungan hari.
    • Fitur zero-fee transfers dan custom gas tokens menarik bagi pengguna ritel.
    • 100+ protokol DeFi yang telah terintegrasi memperkuat likuiditas dan utilitas XPL.

    Potensi Tekanan (Catalyst Dump):

    • Token unlock besar dari tim dan investor setelah masa cliff bisa menekan harga.
    • Konsentrasi holders kecil rawan panic sell saat volatilitas meningkat.
    • Risiko regulasi stablecoin dan ketergantungan pada Bitcoin bridge masih perlu diwaspadai.

    Kesimpulan: “The Stablechain Era Has Begun”

    Total Stablecoin Supply, Source by Dune.
    Total Stablecoin Supply, Source by Dune.

    Plasma (XPL) tampil sebagai inovasi signifikan di era stablecoin, dengan zero-fee USDT transfer, keamanan Bitcoin, dan ekosistem DeFi yang berkembang pesat. Dengan TVL menembus $5 miliar dan pertumbuhan pengguna baru yang eksplosif, Plasma berpotensi menjadi katalis utama dalam evolusi blockchain ke depan.

    Namun, investor tetap perlu waspada terhadap potensi tekanan pasca unlock besar dan isu regulasi yang bisa memengaruhi momentum jangka panjang.

    Jika Ethereum adalah pionir smart contract, maka Plasma bisa jadi pelopor era baru stablecoin-native blockchain — cepat, aman, dan tanpa biaya.

    Apakah Plasma (XPL) akan menjadi “Ethereum Killer” berikutnya? Waktu dan adopsi pasar yang akan menjawabnya.

    Cara Membeli XPL di Tokocrypto

    $XPL tersedia untuk dibeli di beberapa bursa kripto besar seperti Tokocrypto. Pembelian bisa dilakukan dengan langkah sederhana: login ke akun Tokocrypto, cari pasangan perdagangan XPL/USDT atau XPL/USDC, lalu tempatkan order pembelian sesuai kebutuhan. Untuk pengguna baru atau yang ingin lebih praktis, pembelian juga bisa dilakukan melalui fitur Beli/Jual Instan di aplikasi Tokocrypto.

    Baca juga: WLFI: Dari Politik Trump ke Blockchain, Token Ini Jadi Bintang Baru DeFi?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com