Tag: stablecoin

  • Bank-Bank Besar AS Bentuk Konsorsium Stablecoin Pembayaran

    Empat bank terbesar Amerika Serikat yang melibatkan JPMorgan Chase, Bank of America, Citigroup, dan Wells Fargo, dilaporkan tengah menjajaki proyek stablecoin bersama.

    Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk bersaing dengan platform aset digital yang semakin berkembang.

    Inisiatif ini bertujuan untuk memodernisasi sistem pembayaran dan memperkuat adopsi aset digital dalam infrastruktur perbankan tradisional.

    Baca Juga: JP Morgan Percaya Bursa Kripto Terpusat Akan Tetap Dominan

    Kolaborasi Strategis dalam Dunia Keuangan Digital

    Menurut laporan dari The Wall Street Journal, pembicaraan awal melibatkan entitas seperti Early Warning Services (EWS), yang mengoperasikan jaringan pembayaran peer-to-peer Zelle, dan The Clearing House (TCH), yang menangani pembayaran real-time antarbank.

    EWS dimiliki bersama oleh tujuh bank besar AS, termasuk JPMorgan Chase, Bank of America, dan Wells Fargo, sementara TCH dimiliki oleh dua lusin bank terbesar dunia.

    Proyek stablecoin ini masih dalam tahap eksplorasi awal dan belum ada keputusan final.

    Namun, langkah ini mencerminkan keseriusan bank-bank besar dalam merespons pertumbuhan pesat aset digital dan kebutuhan akan sistem pembayaran yang lebih efisien dan modern.

    Tujuan dan Manfaat Proyek Stablecoin

    Stablecoin adalah jenis mata uang kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai tetap, biasanya dipatok pada mata uang fiat seperti dolar AS.

    Mereka digunakan secara luas oleh para pedagang kripto untuk memindahkan dana antar token. Dengan meluncurkan stablecoin bersama, bank-bank ini berharap dapat:

    • Meningkatkan Efisiensi Pembayaran: Mempercepat transaksi lintas batas dan rutin dengan biaya lebih rendah.
    • Memperluas Akses Keuangan: Memberikan alternatif pembayaran digital yang aman dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
    • Mempertahankan Daya Saing: Bersaing dengan platform aset digital dan teknologi keuangan baru yang menawarkan layanan serupa.

    Tantangan Regulasi dan Dukungan Politik

    Meskipun proyek ini menjanjikan, tantangan regulasi tetap menjadi perhatian utama. Saat ini, RUU Guiding and Establishing National Innovation for US Stablecoins Act (GENIUS Act) sedang dibahas di Senat AS.

    RUU ini bertujuan untuk menetapkan kerangka kerja bagi penerbitan stablecoin oleh bank dan nonbank.

    Jika disahkan, undang-undang ini dapat memberikan kejelasan hukum yang dibutuhkan untuk meluncurkan stablecoin secara resmi.

    Selain itu, dukungan politik terhadap aset digital semakin meningkat. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menyatakan dukungannya terhadap kripto, dengan tujuan mempromosikan adopsi arus utama dan meningkatkan dominasi dolar AS secara global.

    Langkah-Langkah Awal oleh Bank-Bank Besar

    Beberapa bank telah mengambil langkah awal dalam mengadopsi teknologi blockchain dan aset digital:

    • JPMorgan Chase: Meluncurkan JPM Coin, yang digunakan untuk menyelesaikan transaksi antar klien institusional dalam jaringan internal bank.
    • Wells Fargo: Mengembangkan dan menguji coba Wells Fargo Digital Cash, stablecoin yang dirancang untuk penyelesaian internal dan pembayaran lintas batas dalam jaringan global bank.

    Langkah-langkah ini menunjukkan kesiapan bank-bank besar untuk mengintegrasikan teknologi baru demi meningkatkan layanan dan efisiensi operasional.

    Baca Juga: Société Générale Rilis Stablecoin Dolar Pertama di Ethereum

    Kolaborasi antara bank-bank besar AS dalam merancang stablecoin bersama menandai langkah signifikan dalam evolusi sistem keuangan digital.

    Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, mereka berupaya menciptakan sistem pembayaran yang lebih cepat, efisien, dan inklusif.

    Namun, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kejelasan regulasi dan dukungan politik yang memadai.

    Jika berhasil, inisiatif ini dapat memperkuat posisi bank-bank tradisional dalam era digital dan memberikan alternatif yang kompetitif terhadap platform aset digital yang sudah ada.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Société Générale Rilis Stablecoin Dolar Pertama di Ethereum

    Société Générale, salah satu bank terbesar di Eropa, membuat gebrakan besar dengan meluncurkan stablecoin dolar pertama yang diterbitkan oleh bank global di blockchain publik Ethereum.

    Stablecoin ini diluncurkan melalui anak perusahaan kripto mereka, SG Forge, yang sebelumnya sudah dikenal dalam pengembangan teknologi blockchain dan aset digital di sektor perbankan.

    Langkah ini bukan hanya inovatif tetapi juga menandai tonggak penting dalam perjalanan adopsi stablecoin oleh institusi keuangan besar.

    Baca Juga: Kripto Mei 2025: Ethereum di Bawah $3K, XRP & SHIB Tertekan

    Apa Itu Stablecoin dan Mengapa Ini Penting?

    Stablecoin adalah jenis cryptocurrency yang dirancang untuk memiliki nilai yang stabil, seringkali dengan cara mengaitkan nilai token dengan mata uang atau aset lain, seperti dolar AS atau emas.

    Dengan harga yang lebih stabil dibandingkan dengan cryptocurrency seperti Bitcoin atau Ethereum, stablecoin telah menjadi pilihan populer dalam dunia keuangan digital, terutama untuk transaksi dan penyimpanan nilai.

    Namun, meskipun stablecoin telah menjadi instrumen populer di kalangan pengguna kripto, sebagian besar stablecoin yang ada selama ini diterbitkan oleh perusahaan swasta seperti Tether (USDT) atau Circle (USDC).

    Dengan meluncurkan stablecoin yang diatur oleh sebuah bank global besar seperti Société Générale, langkah ini membawa stablecoin lebih dekat ke dunia institusi keuangan yang lebih besar dan lebih diatur.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 21 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 21 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Peran SG Forge dalam Peluncuran Stablecoin Dolar

    SG Forge, anak perusahaan yang berfokus pada layanan blockchain dan aset digital, bertugas mengelola dan menerbitkan stablecoin ini.

    Keputusan untuk melibatkan SG Forge sangat penting karena anak perusahaan ini telah beroperasi dalam ekosistem blockchain dengan pendekatan yang mematuhi peraturan keuangan yang ketat.

    Dengan memanfaatkan blockchain publik seperti Ethereum, Société Générale menunjukkan komitmennya untuk menerapkan teknologi terdesentralisasi yang memungkinkan transaksi lebih transparan dan efisien.

    Melalui peluncuran ini, Société Générale membawa stabilitas dan kepatuhan regulasi yang dibutuhkan oleh investor institusional.

    Selain itu, adopsi blockchain publik Ethereum memberikan keunggulan dalam hal transparansi dan likuiditas, serta potensi untuk integrasi lebih mudah dengan berbagai ekosistem dan aplikasi decentralized finance (DeFi).

    Mendorong Adopsi Stablecoin di Dunia Keuangan Institusional

    Sebelumnya, stablecoin yang diterbitkan oleh bank besar seperti JPMorgan hanya beroperasi dalam blockchain privat mereka sendiri, dengan JPM Coin yang digunakan untuk transaksi antara klien institusional mereka.

    Namun, SG Forge melangkah lebih jauh dengan meluncurkan stablecoin di blockchain publik Ethereum, yang memungkinkan akses lebih luas dan transparansi yang lebih besar.

    Langkah Société Générale ini berpotensi mengubah lanskap penggunaan stablecoin dalam transaksi keuangan institusional.

    Banyak institusi besar, seperti bank dan manajer investasi, ragu untuk mengadopsi stablecoin yang diterbitkan oleh entitas swasta tanpa pengawasan yang jelas.

    Dengan meluncurkan stablecoin ini, Société Générale mengatasi keraguan tersebut, dengan menambahkan lapisan kepatuhan dan regulasi yang diperlukan agar institusi besar merasa lebih nyaman menggunakan stablecoin dalam transaksi mereka.

    Baca Juga: Whale Beraksi, Harga Ethereum Berpotensi Kembali ke $2.600

    Dampak terhadap Regulasi dan Lanskap Keuangan Eropa

    Peluncuran stablecoin oleh Société Générale juga membawa dampak besar terhadap kebijakan dan regulasi di Eropa.

    Sebagai bagian dari sektor keuangan global yang diatur dengan ketat, langkah ini membuka potensi bagi regulator di Eropa untuk lebih proaktif dalam merumuskan aturan yang mendukung adopsi stablecoin dan teknologi blockchain lainnya.

    Keterlibatan bank besar seperti Société Générale dapat mendorong regulator untuk merancang kerangka regulasi yang lebih jelas dan mendukung inovasi dalam sektor ini.

    Keberadaan kerangka regulasi yang stabil dan dapat diandalkan dapat mempercepat adopsi stablecoin di pasar Eropa, yang kemungkinan akan membawa dampak global mengingat pentingnya Eropa dalam perekonomian dunia.

    Menuju Masa Depan Keuangan Digital yang Lebih Terintegrasi

    Secara keseluruhan, peluncuran stablecoin dolar oleh Société Générale di blockchain Ethereum adalah sinyal bahwa sektor perbankan tradisional semakin mengakui potensi teknologi blockchain dan stablecoin.

    Dengan dukungan institusional yang lebih besar dan pengawasan regulasi yang lebih ketat, stablecoin dapat memainkan peran kunci dalam masa depan sistem keuangan global.

    Langkah ini juga memperlihatkan bahwa dunia keuangan tradisional dan digital semakin terintegrasi, menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan transparan.

    Ke depannya, kita mungkin akan melihat lebih banyak bank dan institusi besar yang mengadopsi stablecoin sebagai bagian dari strategi mereka untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menyediakan layanan keuangan yang lebih cepat dan aman bagi klien mereka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Volume Stablecoin Ethereum Sentuh Rekor $908 Miliar

    Sepanjang April 2025, Volume transaksi stablecoin di jaringan Ethereum mencapai puncaknya pada angka 908 miliar dolar AS, menandai rekor volume bulanan tertinggi sepanjang masa.

    Lonjakan signifikan ini menggarisbawahi semakin meningkatnya ketergantungan pada stablecoin berbasis Ethereum untuk berbagai aplikasi keuangan, mulai dari perdagangan hingga pembayaran.

    Volume transaksi yang memecahkan rekor ini semakin memperkuat posisi Ethereum sebagai pemimpin dalam infrastruktur pembayaran digital, didorong oleh minat perusahaan yang kuat dan keselarasan peraturan yang semakin jelas di sektor stablecoin.

    Baca Juga: Ethereum Catat Rekor Volume Stablecoin $908 Miliar

    USDC Memimpin Pertumbuhan, Minat Perusahaan Meningkat

    Stablecoin USDC memimpin pertumbuhan ini, dengan mencatatkan lebih dari 500 miliar dolar AS dalam transaksi selama enam bulan terakhir.

    Stablecoin lainnya, seperti DAI dan USDS, juga menunjukkan kinerja yang kuat, berkontribusi pada keseluruhan peningkatan volume transaksi di Ethereum.

    Minat dari perusahaan-perusahaan besar, termasuk Meta dan Stripe, untuk menjajaki solusi pembayaran berbasis stablecoin semakin memperkuat tren ini.

    Adopsi institusional, didukung oleh kerangka kerja peraturan yang semakin jelas, menjadi pendorong utama ekspansi ini.

    Para pelaku pasar melihat peningkatan ini sebagai indikator positif untuk platform Ethereum dan ekosistem DeFi secara keseluruhan.

    Ethereum Tetap Menjadi Platform Pilihan
    Meskipun menghadapi persaingan dari blockchain lain, Ethereum tetap menjadi platform pilihan untuk aplikasi stablecoin.

    Keunggulan USDC dan adopsi institusional yang terus meningkat menegaskan posisi dominan Ethereum dalam ruang ini.

    Sentimen positif dari komunitas, pengembang, dan institusi mengindikasikan pergeseran strategis sektor stablecoin dari DeFi spekulatif menuju adopsi pembayaran tingkat infrastruktur dan keterlibatan peraturan.

    Hal ini memposisikan stablecoin, dan khususnya Ethereum, sebagai pilar fundamental untuk inovasi keuangan arus utama.

    Konteks Historis dan Data Pasar

    Sebelumnya, volume perdagangan stablecoin di Ethereum pernah melonjak, mencapai 957 miliar dolar AS pada Agustus 2024, sebelum menghadapi tantangan peraturan.

    Lonjakan pada April 2025 menunjukkan kepercayaan yang diperbarui dan keselarasan yang lebih baik dengan kerangka kerja institusional, yang berpotensi mendorong perkembangan DeFi lebih lanjut.

    Pada saat penulisan, menurut CoinMarketCap, Ethereum (ETH) dihargai 2.575,56 dolar AS dengan kapitalisasi pasar 310,94 miliar dolar AS, mewakili dominasi pasar sebesar 9,38%.

    Perdagangan baru-baru ini menunjukkan kenaikan harga sebesar 1,87% selama 24 jam terakhir, dengan keuntungan 30 hari mencapai 62,12%.

    Aktivitas on-chain yang tinggi mencerminkan minat yang kuat terhadap transaksi stablecoin dan potensi pertumbuhan Ethereum di masa depan.

    Baca Juga: Mengapa Harga Ethereum Melejit dalam 7 Hari Terakhir?

    Masa Depan Stablecoin di Ethereum

    Penelitian menunjukkan bahwa integrasi stablecoin ke dalam solusi pembayaran dunia nyata akan terus berkembang, didorong oleh keselarasan peraturan dan minat perusahaan yang kuat.

    Peran Ethereum dalam mempertahankan dominasi transaksi stablecoin menandakan potensinya untuk memanfaatkan keuangan institusional dan ekspansi DeFi di masa mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Visa Berinvestasi di BVNK Perluas Jangkauan Pembayaran Stablecoin

    Perusahaan raksasa di bidang pembayaran global, Visa, resmi menanamkan investasi ke BVNK, sebuah perusahaan infrastruktur pembayaran stablecoin.

    Dilaporkan Dailyhodl, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi Visa untuk memperkuat layanan transaksi antar bisnis (B2B) dengan teknologi yang lebih modern dan efisien.

    Melalui unggahan blog terbaru, CEO sekaligus Co-Founder BVNK, Jesse Hemson-Struthers, mengungkapkan bahwa dana yang diinvestasikan Visa akan digunakan untuk mempercepat otomatisasi serta penyederhanaan sistem pembayaran stablecoin lintas negara.

    “Sejak awal, kami melihat stablecoin sebagai jalur pembayaran global yang instan dan menjadi alternatif kredibel bagi sistem perbankan koresponden tradisional,” ujar Hemson-Struthers.

    “Karena itu, kami membangun infrastruktur kami dari nol untuk mengatur dan mengotomatisasi pembayaran stablecoin dalam skala besar, sehingga bisa diakses oleh berbagai jenis bisnis.”

    Momentum Stablecoin

    Stablecoin yang Wajib Kamu Perhatikan Saat Pasar Koreksi
    Stablecoin USDT

    Baca juga: Mastercard Luncurkan Sistem Pembayaran Stablecoin Global

    Kolaborasi ini juga menjadi momentum penting bagi BVNK, perusahaan yang berbasis di Inggris, untuk memperluas operasinya ke pasar Amerika Serikat. Hemson-Struthers menyebut kerja sama dengan Visa—yang ia sebut sebagai “inovator pembayaran sejati”—akan mendorong transformasi digital dalam operasional bisnis global.

    “Saat ini, kami memproses volume transaksi stablecoin sebesar $12 miliar per tahun. Teknologi kami telah membantu pelanggan memindahkan dana secara internasional dengan kecepatan dan efisiensi yang luar biasa. Kami bersemangat melanjutkan momentum ini dengan ekspansi ke AS tahun ini,” tambahnya.

    Rubail Birwadker, Head of Growth Product and Partnerships di Visa, menyatakan bahwa stablecoin semakin menjadi bagian penting dalam lanskap pembayaran global. “Investasi kami di BVNK mencerminkan komitmen Visa untuk terus berada di garis depan dalam evolusi perdagangan global, serta mendukung mitra dan klien kami dengan teknologi mutakhir.”

    Sebagai informasi tambahan, pada Desember lalu, BVNK berhasil mengamankan pendanaan Seri B senilai $50 juta, dengan partisipasi dari investor ternama termasuk Coinbase Ventures.

    Baca juga: Game Dollar: Stablecoin Inovatif untuk Ekosistem Gaming Web3 di Jaringan Sui


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Game Dollar: Stablecoin Inovatif untuk Ekosistem Gaming Web3 di Jaringan Sui

    Industri game global tengah menyaksikan transformasi signifikan dengan pengenalan Game Dollar, sebuah stablecoin yang dirancang khusus untuk ekosistem gaming.

    Diumumkan pada acara Sui Basecamp di Dubai pada 2 Mei 2025, Game Dollar merupakan hasil kolaborasi antara Playtron, M0 Foundation, dan platform pembayaran Bridge, yang akan diluncurkan secara eksklusif di jaringan blockchain Sui.

    Apa Itu Game Dollar?

    Game Dollar adalah stablecoin yang dapat diprogram, dirancang untuk mendukung transaksi dalam ekosistem game, termasuk pembelian dalam game, langganan, dan sistem hadiah.

    Dengan dukungan dari platform stablecoin M0 dan API pembayaran dari Bridge, Game Dollar bertujuan menjadi lapisan keuangan netral yang memungkinkan pengalaman pembayaran dan hadiah yang konsisten di berbagai platform game.

    Baca Juga: SUI Hadapi Ujian Pasca Unlock Token: Tren Bullish atau Koreksi Harga?

    Integrasi dengan Sui dan GameOS

    Peluncuran Game Dollar akan dilakukan secara eksklusif di jaringan blockchain Sui, yang dikenal dengan kemampuan eksekusi transaksi paralel dan dukungan untuk smart contract melalui bahasa pemrograman Sui Move.

    Stablecoin ini juga akan menjadi komponen utama dalam GameOS, sistem operasi gaming yang dikembangkan oleh Playtron untuk menyatukan berbagai platform dan ekosistem game.

    SuiPlay0X1: Konsol Gaming Web3

    Game Dollar akan tersedia di konsol gaming genggam SuiPlay0X1, yang dijadwalkan mulai dikirimkan kepada pelanggan pada September 2025.

    Konsol ini dirancang untuk mendukung game PC dan AAA terbaru, serta mengintegrasikan teknologi Web3 untuk pengalaman gaming yang lebih imersif.

    Dukungan dari Industri

    Peluncuran Game Dollar mendapat dukungan dari berbagai pihak di industri, termasuk investasi strategis dari perusahaan game Jepang, Square Enix, yang melihat potensi besar dalam integrasi teknologi blockchain dengan ekosistem gaming.

    Baca Juga: Big Time, Game Web3 Hadirkan Token BIGTIME Listing di Tokocrypto

    Dengan pertumbuhan ekonomi virtual dan kebutuhan akan sistem pembayaran yang efisien, Game Dollar menawarkan solusi yang dapat mengurangi gesekan dalam transaksi dan membuka model ekonomi baru dalam industri game.

    Stablecoin ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung keuangan untuk transaksi dalam game, program loyalitas, dan perdagangan antar pemain.

    Maka dari itu, peluncuran Game Dollar menandai langkah maju dalam integrasi teknologi blockchain dengan industri game.

    Dengan dukungan dari jaringan Sui, platform stablecoin M0, dan sistem operasi GameOS, Game Dollar berpotensi merevolusi cara pemain berinteraksi dan bertransaksi dalam ekosistem game digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Stablecoin dan Perbedaannya untuk Pemula

    Apa itu Stablecoin? Stablecoin merupakan aset kripto yang ditautkan pada harga aset tertentu seperti US Dolar, Rupiah, dan Euro.

    Aset kripto seperti stablecoin bisa stabil nilainya karena dijamin oleh aset-aset lain di belakangnya dengan nilai rasio 1:1. Aset lain tersebut bisa bermacam-macam bentuknya, mulai dari uang fiat, sesama aset kripto lain, hingga komoditas.

    Stablecoin memiliki berbagai jenis dan pilihan yang bisa kamu beli, lalu apa saja jenis, contoh, dan perbedaannya? Simak pada penjelasan di bawah ini.

    Jenis-Jenis Stablecoin

    Stablecoin memiliki jaminan aset yang berbeda-beda guna membuatnya stabil, berikut beberapa jenis cadangan yang sering digunakan agar harga stablecoin stabil.

    • Stablecoin yang Didukung Mata Uang

    Jenis stablecoin ini merupakan stablecoin yang dijamin oleh mata uang fiat yang stabil di pasar global, contohnya seperti Dollar AS. 

    • Stablecoin yang Didukung Komoditas

    Stablecoin ini merupakan jenis stable coin yang didukung oleh komoditas seperti emas atau perak. Layaknya komoditas di dunia nyata, tidak menutup kemungkinan nilai stablecoin jenis ini bisa naik atau turun seiring berjalannya waktu.

    • Stablecoin yang Didukung Oleh Kolateral Aset Kripto

    Stablecoin ini memiliki nilai yang stabil karena didukung oleh aset kripto lainnya. Karena aset kripto memiliki harga yang cenderung fluktuatif, biasanya cadangan yang disiapkan akan lebih banyak.

    Menggunakan algoritma untuk menyesuaikan pasokan dan permintaan guna menjaga nilai stabil. Singkatnya, jika harga stablecoin turun di bawah peg, algoritma akan mengurangi jumlah token utama yang beredar untuk menaikkan harga. Sebaliknya, jika harga naik di atas target, algoritma akan menambah jumlah token yang beredar untuk menurunkan harga.

    Contoh Stablecoin dan Perbedaannya

    USDT

    Komposisi reveserve USDT. Sumber Tether.

    USDT merupakan salah satu stablecoin yang paling umum digunakan, USDT termasuk ke dalam jenis stablecoin yang menggunakan kombinasi dari berbagai macam aset untuk mendukung stabilitas harganya. Aset aset yang digunakan sebagai reserve tersebut seperti mata uang fiat, surat berharga, dan sedikit porsi dari Bitcoin.

    Stablecoin USDT banyak digunakan karena memiliki pairing yang cukup banyak, contohnya kamu bisa menemukan berbagai macam aset kripto yang menggunakan pairing USDT di aplikasi Tokocrypto.

    USDP

    USDP dikeluarkan oleh Paxos, sebuah perusahaan yang diatur oleh New York Department of Financial Services (NYDFS), USDP didukung sepenuhnya oleh cadangan dolar AS yang disimpan dalam bentuk cash, sehingga bisa dipastikan bahwa pengguna bisa melakukan penukaran 1:1 saat dibutuhkan.

    Karena USDP di bawah aturan hukum perbankan New York, jika Paxos Trust mengalami kebangkrutan, aset pelanggan tidak akan digunakan untuk membayar utang Paxos. Aset pelanggan terlindung dari kebangkrutan dan disimpan dalam rekening terpisah (segregated accounts). Ini memastikan bahwa aset pelanggan tetap aman dan tidak terpengaruh oleh masalah keuangan yang mungkin dihadapi oleh Paxos.

    Selain itu, laporan bulanan mengenai cadangan yang dimilikinya dirilis secara transparan melalui laman https://www.paxos.com/usdp-transparency dan bisa diakses bebas oleh publik.

    Saat ini stable koin Paxos USDP tidak banyak digunakan, namun jika kamu ingin memiliki Dolar US dalam bentuk Paxos kamu dapat membeli USDP melalui Tokocrypto dengan pairing USDT/USDP.

    TUSD

    Sumber: TrueUSD.

    TrueUSD merupakan stablecoin yang diterbitkan pada tahun 2018, didukung oleh dolar AS dengan perbandingan 1:1. Dikeluarkan oleh TrustToken, TUSD menawarkan transparansi tinggi melalui audit harian yang diverifikasi oleh pihak ketiga.

    Aset yang mendukung TUSD disimpan dalam rekening escrow yang aman, dengan integrasi teknologi Proof of Reserves dari Chainlink untuk mengamankan proses minting dan memastikan transparansi, setiap token TUSD yang beredar benar-benar didukung oleh aset yang setara dalam cadangan

    Berbeda dengan stablecoin lain yang didukung oleh fiat, TUSD menyediakan laporan dalam interval yang lebih pendek, yaitu secara harian. Laporan atestasi ini dilakukan oleh Moore Hong Kong, sebuah firma akuntansi terkemuka di dunia, sehingga memberikan transparansi mengenai kondisi cadangan TUSD serta rincian cadangannya. Laporan ini bisa dengan mudah diakses melalui laman https://tusd.io/transparency.

    TUSD dan beberapa aset kripto yang menggunakan pairing TUSD tersedia dan dapat dengan mudah kamu beli di aplikasi Tokocrypto.

    USDe

    Cara kerja algoritma USDe Ethena. Sumber: Ethena.

    USDe adalah salah satu jenis stablecoin yang menggunakan algoritma yang dikembangkan oleh Ethena Labs dan dirancang untuk menjadi mata uang digital yang stabil, namun tanpa harus bergantung pada sistem perbankan tradisional.

    Berbeda dengan stablecoin seperti USDT yang didukung oleh cadangan dolar US, USDe mempertahankan nilainya menggunakan strategi yang disebut delta-hedging melalui kombinasi staked ETH dan perpetual swaps pada protokol Ethena.

    Strategi ini memungkinkan USDe untuk menjaga kestabilan nilainya terhadap dolar AS tanpa bergantung pada cadangan fiat tradisional. USDe menjadi stablecoin yang yang unik karena terdesentral dan tidak bergantung pada dolar, melainkan pada ETH. 

    Semoga penjelasan dan poin-poin yang di atas bisa memberikan gambaran tentang pengertian, perbedaan jenis stablecoin, contoh-contoh yang ada, serta aspek transparansi dan keamanan yang ditawarkan oleh masing-masing stablecoin.

    Jangan lupa untuk selalu teliti dalam berinvestasi dan gunakan platform terpercaya seperti Tokocrypto yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) & memiliki lisensi Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK), agar aktifitas trading dan investasi kamu selalu aman.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin yang Wajib Kamu Perhatikan Saat Pasar Koreksi

    Stablecoin adalah jenis aset kripto yang nilainya diikat atau terkait dengan aset tradisional seperti mata uang fiat atau komoditas.

    Meskipun akhir-akhir ini pasar kripto sedang dalam fase bull run, memperhatikan stablecoin untuk jaga-jaga saat kamu ingin melakukan rotasi aset saat pasar mengalami koreksi jadi hal penting sekaligus menarik.

    Berikut beberapa stablecoin yang wajib kamu perhatikan saat pasar mengalami koreksi.

    USDT (Tether)

    USDT merupakan stable coin yang diterbitkan oleh perusahaan bernama Tether Limited yang berbasis di Hong Kong.

    Stablecoin USDT bekerja menggunakan sistem cadangan terpusat, dimana setiap kali Tether membuat USDT, mereka mengklaim menyimpan jumlah dolar yang setara di cadangan mereka. Sitem ini meungkinkan untuk menjaga nilai USDT tetap stabil di harga 1 dolar AS.

    USDT merupakan stablecoin yang paling populer dari segi kapitalisasi pasar, USDT menduduki posisi ke tiga secara kapitalisasi pasar kripto secara umum, setelah Bitcoin dan Ethereum.

    Karena likuiditasnya yang tinggi USDT, menjadi salah satu aset kripto yang paling banyak diperdagangkan untuk menghubungkan para investor yang ingin membeli aset kripto lain seperti Bitcoin.

    Cek harga USDT terkini.

    USD0 ($USUAL)

    USD0 merupakan stablecoin dari ekosistem USUAL yang dirancang untuk memberikan stabilitas dan keamanan melalui dukungan Real-World Assets (RWA), seperti US Treasury Bills.

    Sebagai stablecoin yang pertama kali menggunakan konsep Liquid Deposit Token (LDT), USD0 menawarkan solusi yang sepenuhnya terpisah dari bank tradisional, dengan menyediakan akses kepada investor ritel dan pengguna DeFi untuk berpartisipasi dalam pasar yang lebih stabil.

    Untuk memiliki USD0 kamu harus menggunakan fitur DeFi yang ada pada ekosistem USUAL dengan membeli aset kripto USUAL terlebih dahulu di Tokocrypto.

    Cek harga USUAL terbaru.

    USDC

    USD Coin (USDC) merupakan stablecoin yang diterbitkan oleh Circle, sebuah perusahaan keuangan yang teregulasi asal AS.

    Setiap USDC yang beredar didukung oleh cadangan dolar yang disimpan di lembaga keuangan dan diaudit secara berkala. Hal ini membuat USDC dikenal dengan transparansi lebih tinggi karena rutin diaudit oleh firma independen untuk memastikan cadangan dolar yang disimpan.

    USDC cenderung lebih banyak digunakan di kalangan lembaga keuangan dan proyek yang mengutamakan kepatuhan regulasi.

    TUSD

    True USD (TUSD) adalah stablecoin yang diluncurkan pada Januari 2018 oleh Trust Token, sebuah perusahaan yang berbasis di San Francisco, California.

    TUSD dirancang untuk memberikan stabilitas harga dengan memastikan setiap token didukung sepenuhnya oleh dolar AS yang disimpan dalam rekening escrow oleh perusahaan kepercayaan pihak ketiga.

    Salah satu fitur utama TUSD adalah transparansi dan audit berkala oleh firma akuntansi independen, yang memastikan bahwa cadangan dolar yang mendukung TUSD sesuai dengan jumlah token yang beredar.

    Meskipun TUSD belum memiliki pasangan pertukaran yang beragam seperti USDT dan USDT, kamu masih bisa menyimpan TUSD di Tokocrypto.

    Cek harga TUSD saat ini.

    USDe

    USDe adalah stablecoin yang dikembangkan oleh Ethena Labs dan dirancang untuk menjadi mata uang digital yang stabil, namun tanpa harus bergantung pada sistem perbankan tradisional.

    Berbeda dengan stablecoin seperti USDC atau USDT yang didukung oleh cadangan dolar di rekening bank, USDe mempertahankan nilainya menggunakan strategi yang disebut delta-hedging melalui kombinasi staked ETH dan perpetual swaps pada protokol Ethena.

    Strategi ini memungkinkan USDe untuk menjaga kestabilan nilainya terhadap dolar AS tanpa bergantung pada cadangan fiat tradisional.

    USDe menjadi stablecoin yang yang unik karena terdesentral dan tidak bergantung pada dolar, melainkan pada ETH. 

    Oleh karenanya, meskipun USDe menawarkan transparansi dan imbal hasil dari staking, pengguna harus mempertimbangkan risiko volatilitas ETH, perdagangan derivatif, serta potensi masalah keamanan dan regulasi yang dapat mempengaruhi kestabilannya.


    DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.

    Referensi:

    Cointelegraph, Yellow.com, TUSD, Usual



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investasi $20 Miliar Tether Bongkar Sinyal Rahasia: Apa Itu?

    Tether, penerbit stablecoin USDT, tengah menjadi sorotan besar setelah muncul kabar bahwa raksasa investasi seperti SoftBank dan ARK Investment Management mempertimbangkan untuk menanamkan modal dalam proyeknya.

    Menurut laporan Cointelegraph pada Sabtu (27/9), Tether berencana menjual sekitar 3% ekuitasnya dalam putaran pendanaan senilai hingga $20 miliar, yang jika terlaksana bisa membuat valuasi perusahaan menyentuh $500 miliar.

    Langkah ini menunjukkan bahwa Tether tengah mencari modal untuk memperluas jejak operasionalnya melewati model pendapatan semata dari bunga atas cadangan, sekaligus memperkuat posisi sebagai pemain strategis di dunia keuangan kripto dan nyata.

    Baca Juga: Investasi $459 Juta Bitcoin, Tether Bikin Twenty One

    Model Bisnis Tether & Pendapatan dari Instrumen Pendapatan Tinggi

    Model inti Tether selama ini cukup “klasik namun kokoh” di ranah stablecoin.

    Ketika pengguna melakukan deposit fiat (misalnya USD), Tether mencetak USDT dan menempatkan cadangan pendukungnya ke dalam aset berimbal hasil (yield).

    Sebagian besar cadangan tersebut ditempatkan dalam surat utang AS jangka pendek (Treasury bills), yang dianggap paling likuid dan relatif aman.

    Di kuartal kedua 2025, Tether melaporkan laba bersih sebesar $4,9 miliar, lonjakan sekitar 277 % year-on-year.

    Selain pendapatan bunga, Tether turut mengembangkan usaha pemberian pinjaman (secured lending) yang dijamin oleh cadangan mereka sendiri.

    Namun, kenaikan hasil Treasury yang selama ini menjadi sumber pendapatan besar Tether kini mulai mereda dibanding puncaknya, sehingga perusahaan sadar bahwa mengandalkan pendapatan dari bunga saja bukan strategi jangka panjang yang ideal.

    Mengapa Investor Besar Tertarik?

    Beberapa alasan mengapa SoftBank, ARK, dan investor papan atas lainnya dikaitkan dengan putaran pendanaan ini:

    1. Keuntungan luar biasa & profitabilitas terbukti
      Laba Tether mencapai miliaran menunjukkan bahwa model bisnisnya tidak hanya teoretis, tetapi nyata berfungsi di dunia kripto yang sangat kompetitif.
    2. Dominasi pasar stablecoin & status strategis
      USDT adalah stablecoin terbesar dunia secara kapitalisasi pasar (sekitar $173,6 miliar untuk sirkulasi USDT). Posisi ini membuat Tether menjadi entitas keuangan strategis, bukan sekadar pemain kripto.
    3. Potensi ekspansi ke lini bisnis baru
      CEO Tether, Paolo Ardoino, menyebut bahwa perusahaan sedang menjajaki ekspansi ke sektor komoditas, energi, infrastruktur, dan media yang memperluas domain perusahaan di luar keuangan murni.
      Dengan modal besar, Tether bisa melakukan akuisisi, investasi infrastruktur, dan diversifikasi revenue stream.
    4. Valuasi tinggi & daya tarik eksklusif
      Jika pendanaan berhasil, valuasi US$ 500 miliar akan menempatkan Tether di jajaran perusahaan privat terbesar dunia sehingga sejajar dengan nilai yang dirumorkan untuk OpenAI.
      Para investor besar pun cenderung tertarik pada “akses eksklusif” ke peluang pertumbuhan besar yang tidak tersedia di publik.

    Tantangan & Risiko Ekspansi

    Ekspansi sebesar ini tak tanpa risiko. Beberapa hal yang harus diwaspadai:

    • Regulasi & pengawasan keuangan
      Sebagai entitas stablecoin besar, Tether sudah di bawah sorotan regulator global. Ekspansi ke bisnis finansial tradisional dan infrastruktur bisa menarik regulasi lebih ketat.
    • Ketergantungan yield dari Treasury
      Bila imbal hasil Treasury terus menurun, basis pendapatan bunga akan melemah, menambah beban pada lini bisnis baru yang mungkin belum menguntungkan.
    • Risiko eksekusi & diversifikasi
      Memasuki sektor komoditas, energi, atau media bukan hal mudah. Tether harus menguasai domain baru, mengelola risiko operasional, kompetisi sektor, dan modal infrastruktur.
    • Tingkat valuasi yang sangat tinggi
      Valuasi $500 miliar mengundang ekspektasi besar. Jika pertumbuhan atau pendapatan gagal memenuhi ekspektasi pasar, bisa terjadi koreksi valuasi yang signifikan.

    Implikasi & Makna untuk Industri Kripto & Keuangan

    1. Stablecoin menjadi aktor terdepan
      Pendanaan besar terhadap Tether menunjukkan bahwa stablecoin tidak lagi menjadi “alat bantu” pasar kripto semata — melainkan entitas keuangan strategis dengan potensi lintas sektor.
    2. Transformasi model bisnis kripto
      Langkah Tether menjadi contoh bahwa perusahaan kripto yang hanya mengandalkan yield atau transaksi harus berpikir soal diversifikasi — ke bisnis nyata, aset fisik, dan infrastruktur.
    3. Gerbang besar ke modal institusional
      Dengan masuknya SoftBank & ARK (jika jadi), kripto-keuangan menjadi semakin dekat dengan modal institusional besar, mengaburkan batas antara “teknologi baru” dan “modal tradisional”.

    Baca Juga: Bangun Kredibilitas USDT, Tether Perkuat Transparansi Audit Penuh

    Penggalangan dana hingga $20 miliar oleh Tether menarik minat nama besar seperti SoftBank dan ARK menunjukkan bahwa investor besar melihat perusahaan ini bukan sekadar pemain stablecoin, melainkan calon raksasa keuangan global.

    Jika berhasil, valuasi $500 miliar dapat menjadikan Tether salah satu perusahaan privat paling bernilai di dunia.

    Namun, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh dana, melainkan oleh kemampuan Tether melakukan transformasi: mengelola diversifikasi usaha, mempertahankan profitabilitas, dan menavigasi regulasi.

    Bagi pengamat kripto dan investor institusional, ini mungkin menjadi salah satu momen paling menarik dalam evolusi industri blockchain hingga hari ini.




    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Shanghai Jadi Markas Baru Yuan Digital, Dolar AS Terancam?

    China kembali menunjukkan ambisinya di panggung keuangan global. Bank Rakyat China (PBOC) baru saja meresmikan pusat operasi yuan digital di Shanghai, yang akan berfokus pada pembayaran lintas batas, layanan blockchain, hingga platform aset digital.

    Langkah ini dipandang sebagai bagian penting dalam upaya Beijing mempercepat internasionalisasi yuan sekaligus mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat.

    Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Kantor Berita Xinhua pada Kamis (25/9). Menurut laporan tersebut, pusat yuan digital ini akan mengawasi infrastruktur baru untuk memperkuat peran yuan digital dalam sistem keuangan internasional.

    Visi Moneter Multipolar

    Dilaporkan Cointelegraph, peluncuran pusat ini merupakan tindak lanjut dari delapan langkah strategis yang digariskan oleh Gubernur PBOC, Pan Gongsheng, dalam sebuah acara pada Juni lalu. Pan menegaskan visi moneter “multipolar”, di mana ekonomi global tidak lagi bergantung pada satu mata uang tunggal, melainkan didukung oleh beberapa mata uang besar.

    Sementara itu, Tian Xuan, Presiden Institut Penelitian Keuangan Nasional Universitas Tsinghua, menyebut peluncuran pusat yuan digital ini sebagai “langkah penting”. Menurutnya, langkah ini dapat memperkuat pengaruh Tiongkok dalam sistem keuangan internasional dan menjadi “solusi Tiongkok” untuk meningkatkan infrastruktur pembayaran lintas batas.

    Yuan Digital vs Dolar AS

    Tiongkok terlihat semakin serius dalam mengurangi dominasi dolar. Pada Agustus 2025, Reuters melaporkan bahwa Beijing sedang mempertimbangkan otorisasi stablecoin yang didukung yuan. Hal ini ditujukan untuk memperluas jangkauan internasional yuan, terutama dalam perdagangan lintas negara.

    Baca juga: China Siap Legalkan Stablecoin Berbasis Yuan Setelah Larangan Kripto

    Bahkan, AnchorX, perusahaan fintech berbasis di Hong Kong, pekan lalu meluncurkan stablecoin pertama yang dikaitkan dengan yuan internasional (CNH). Token ini diproyeksikan akan memfasilitasi transaksi lintas batas di negara-negara yang tergabung dalam proyek Belt and Road Initiative (BRI), sebuah strategi ambisius Tiongkok membangun jalur infrastruktur dari Asia hingga Eropa.

    Sinyal Perubahan Sikap Tiongkok terhadap Kripto

    Meski sempat melarang perdagangan dan penambangan kripto pada 2021, sinyal terbaru dari Beijing menunjukkan adanya pergeseran kebijakan. Artikel yang diterbitkan oleh media milik negara, Securities Times, pada Juni lalu bahkan mendesak percepatan pengembangan stablecoin di Tiongkok.

    Dengan semua langkah ini, jelas bahwa Tiongkok tidak sekadar meluncurkan yuan digital untuk kebutuhan domestik, melainkan menyiapkan senjata finansial baru dalam pertarungan geopolitik global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Circle Lepas 250 Juta USDC di Solana: Investor Wajib Waspada!

    Circle kembali bikin gebrakan besar di dunia kripto! Pada 19 September 2025, penerbit stablecoin ini resmi mencetak 250 juta USDC di jaringan Solana, menurut laporan Whale Alert. Langkah ini langsung memperkuat ekosistem DeFi Solana yang belakangan semakin jadi pusat perhatian investor.

    USDC Membanjiri Solana: Apa Artinya?

    Dilaporkan Coincu, penerbitan masif ini membawa likuiditas segar ke blockchain Solana. Dengan tambahan pasokan stablecoin, pool perdagangan dan likuiditas di jaringan ini semakin kaya. Efeknya?

    • Suku bunga pinjaman bisa turun.
    • Volume trading berpotensi melonjak.
    • Pasangan pasar populer seperti SOL/USDC makin aktif dimainkan trader.

    Circle sendiri belum memberikan komentar resmi terkait langkah ini, namun jejak transaksi on-chain membuktikan transparansi dan keandalan USDC. Seperti ditegaskan CEO Circle, Jeremy Allaire:

    “Setiap USDC selalu dapat ditukarkan 1:1 dengan dolar AS yang disimpan di lembaga keuangan teregulasi. Semua transaksi dapat diaudit secara publik.”

    Dampak ke Ekosistem Solana

    USDC(USDC), grafik harian, tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 21:35 UTC tanggal 19 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    USDC(USDC), grafik harian, tangkapan layar di CoinMarketCap pada pukul 21:35 UTC tanggal 19 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Baca juga: Harga Solana (SOL) Naik 20% Berkat Alpenglow dan Circle USDC

    Kabar ini langsung memicu sentimen positif di komunitas Solana. Aktivitas pengembang dan partisipasi komunitas meningkat tajam, memperkuat posisi Solana sebagai salah satu jaringan DeFi dengan pertumbuhan tercepat.

    Masuknya USDC ke Solana diprediksi akan membuka lebih banyak pintu:

    • Memperluas akses pembayaran lintas batas.
    • Mendorong inovasi aplikasi DeFi baru.
    • Memberi jalan bagi adopsi stablecoin yang lebih luas secara global.

    Tren Stablecoin & Regulasi Global

    Saat ini, harga USDC berada di sekitar $0,99 dengan kapitalisasi pasar mencapai $74,15 miliar. Meski turun tipis 0,14% dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan harian USDC tetap tinggi di angka $13,31 miliar, membuktikan perannya yang tak tergantikan di pasar kripto.

    Namun, di balik pertumbuhan ini, ada faktor penting lain: regulasi. Tim riset Coincu menilai kerangka hukum baru seperti GENIUS Act bisa semakin memperkuat posisi USDC di sektor institusional dan mempercepat arus likuiditas ke DeFi global.

    Dengan pencetakan 250 juta USDC di Solana, Circle bukan hanya menambah likuiditas, tetapi juga mengokohkan posisi stablecoin sebagai pondasi keuangan digital masa depan. Bagi Solana, ini bisa jadi dorongan besar menuju level selanjutnya di dunia DeFi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com