Blog

  • 10 Efek Tak Terduga Jika Pasutri Jarang Bercinta, Nomor 2 Paling Ditakutkan


    Jakarta

    Berhubungan intim adalah hal yang umum dilakukan bagi pasutri. Aktivitas seksual ini bahkan bermanfaat untuk meningkatkan keintiman bersama pasangan. Namun, beberapa faktor dan kondisi tertentu bisa membuat seseorang tidak lagi berhubungan intim. Apa yang akan terjadi jika seseorang jarang melakukan hubungan intim?

    Dikutip dari Vinmec, kurang atau tidak adanya seks dalam jangka panjang dapat menyebabkan beberapa masalah dengan kehidupan, termasuk kesehatan. Berikut informasinya.

    1. Merasa cemas

    Seks menurunkan jumlah hormon yang dikeluarkan oleh tubuh sebagai respons terhadap stres. Kehidupan seks yang aktif membuat Anda lebih bahagia sehat. Hal ini juga membantu mengurangi tingkat stres dalam hidup. Namun, seks yang sudah lama tidak dilakukan bisa meningkatkan rasa cemas dan stres.


    2. Jantung mungkin tidak bekerja dengan baik

    Penelitian menunjukkan orang yang berhubungan seks satu kali dalam sebulan atau kurang dari itu memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi daripada mereka yang melakukannya dua kali seminggu atau lebih. Pasalnya, bercinta seperti ‘berolahraga’ yang bisa membuat tubuh lebih sehat secara fisik dan mental.

    3. Kehilangan memori

    Ini tidak seserius seperti lupa meletakkan barang-barang, tetapi bisa memengaruhi kehidupan seseorang. Itu karena seks berkaitan dengan ingatan, terutama jika berusia 50-89 tahun.

    4. Sistem kekebalan tubuh melemah

    Bercinta setiap minggu bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh daripada mereka yang jarang berhubungan seks. Hal ini dikarenakan bercinta bisa meningkatkan zat anti-bakteri yang disebut imunoglobulin A, atau IgA. Orang yang berhubungan seks lebih dari 2 kali seminggu memiliki kadar IgA lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak berhubungan seks.

    5. Memengaruhi hubungan dengan pasangan

    Seks membantu ‘mengikat’ seseorang dengan pasangannya untuk waktu yang lama. Tanpanya, Anda mungkin kehilangan kepuasan dalam hubungan tersebut. Jarang berhubungan seks dapat mempersulit membangun kepercayaan dan pengertian kepada pasangan.

    6. Menurunkan kesehatan prostat

    Sebuah penelitian menemukan pria yang ejakulasi kurang dari 7 kali sebulan lebih mungkin terkena kanker prostat daripada pria yang ejakulasi 21 kali sebulan. Namun, perlu diperhatikan bahwa berhubungan seks tanpa pelindung dan sering berganti-ganti pasangan juga dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual (IMS).

    7. Sulit tidur

    Selama berhubungan seks, wanita mendapatkan dorongan estrogen yang lebih tinggi yang membantu tidur lebih nyenyak. Akan tetapi, tidak berhubungan seks dapat membatasi produksi hormon pemicu tidur seperti prolaktin dan oksitosin.

    8. Merasa lelah dan nyeri

    Hal ini terjadi karena wanita tidak mengalami orgasme yang menyebabkan tubuh melepaskan endorfin dan hormon lain. Hormon tersebut membantu meredakan sakit kepala, punggung, dan nyeri kaki. Mereka juga dapat membantu meredakan nyeri sendi dan kram menstruasi.

    9. Meningkatkan masalah seksual

    Beberapa penelitian menunjukkan pria yang berhubungan seks kurang dari 1 kali seminggu memiliki kemungkinan 2 kali lebih tinggi terkena disfungsi ereksi (DE), dibandingkan mereka yang aktif secara seksual setiap minggu.

    10. Menaikkan tekanan darah

    Jarang berhubungan seks berpotensi menaikkan tekanan darah. Hal ini karena seks dapat membuat seseorang merasa lebih baik dan mengurangi kecemasan, sehingga menjaga tekanan darah dalam kisaran normal.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ternyata Wanita Bisa Alami 10 Jenis Orgasme, Apa Saja?


    Jakarta

    Beberapa pasangan meyakini orgasme sebagai puncak kenikmatan dalam aktivitas seksual. Dikutip dari Health, menurut Sherry Ross, MD, OB-GYN orgasme adalah refleks fisik yang terjadi ketika otot menegang selama gairah seksual. Kemudian, mengendur melalui serangkaian kontraksi berirama.

    Pada wanita, ada 10 jenis orgasme. Setiap jenisnya memiliki titik rangsangan dan sensasi yang berbeda. Berikut ini 10 jenis orgasme yang bisa dialami wanita.

    1. Orgasme Klitoris

    “Klitoris adalah bagian yang sangat sensitif dari anatomi wanita, terdiri dari jutaan ujung saraf yang mirip dengan penis,” ungkap Dr Ross.


    Rangsangan pada klitoris secara langsung atau menyentuh labia yang mengelilingi klitoris dapat mendorong peningkatan aliran darah ke area tersebut. Klitoris pun membesar dan mampu melepaskan orgasme.

    Studi pada 2018 menemukan bahwa memainkan klitoris secara intens dapat memicu orgasme. Sebanyak 36,6 persen orang mengatakan mereka membutuhkan rangsangan klitoris untuk orgasme saat berhubungan seks. 36 persen lainnya mengatakan orgasme terasa lebih baik dengan rangsangan klitoris meskipun mereka bisa mencapai orgasme tanpa itu.

    2. Orgasme G-spot

    Merangsang G-spot adalah cara lain untuk mencapai orgasme melalui seks penetrasi. G-spot terletak di dinding depan vagina sekitar setengah jalan antara lubang vagina dan leher rahim.

    Menyentuh G-spot dengan jari, penis, atau mainan seks dapat menyebabkan orgasme G-spot. Beberapa orang juga melaporkan orgasme G-spot terasa sangat intens dibandingkan jenis orgasme lainnya.

    “Saat Anda terangsang secara seksual, G-spot akan terisi darah dan membengkak,” kata Dr Ross.

    3. Orgasme Squirting

    Selama orgasme, beberapa wanita mengeluarkan semburan cairan bening (urine) yang disebut sebagai squirting. Stimulasi G-spot dan merangsang area di sekitar uretra dapat menghasilkan squirting.

    “Kadang-kadang ketika wanita terangsang atau dirangsang secara seksual, ada pengeluaran cairan dari kelenjar di sekitar uretra atau permukaan anterior vagina selama atau sebelum orgasme,” kata Dr Ross .

    4. Orgasme Vagina

    Orgasme dari seks penetrasi yang tidak sengaja merangsang klitoris dan G-spot dianggap sebagai orgasme vagina. Selain klitoris, vagina memiliki zona sensitif seksual tambahan. A-spot atau forniks anterior terletak di bagian depan dinding vagina. Area ini bisa memicu orgasme vagina yang dalam jika disentuh dengan cara yang benar. Beberapa orang mungkin juga orgasme karena menyentuh leher rahim itu sendiri.

    “Itu bisa menyebabkan seluruh rahim berkontraksi selama orgasme dengan kontraksi masif di seluruh area karena area ini mengandung ligamen dengan saraf yang sangat sensitif,” ujar Dr. Prudence Hall, MD, seorang ginekolog asal California Selatan.

    5. Orgasme Anal

    Seks anal dapat membantu wanita cepat mencapai klimaks dengan merangsang daerah sensitif seksual di sekitarnya secara tidak langsung. Ini karena anus dan rektum sangat dekat dengan vagina serta klitoris.

    Untuk mengalami orgasme anal, rangsang anus dengan jari atau mainan seks. Sebelum penetrasi, oleskan banyak pelumas dan minta pasangan memasuki Anda secara perlahan. Anda harus mengomunikasikan apa yang terasa enak dan menemukan ritme yang tepat untuk mencapai orgasme.

    6. Orgasme Puting

    Payudara dan puting adalah zona sensitif seksual utama. Menurut Dr. Ross, wanita bisa mengalami orgasme dengan merangsang area tersebut. Puting terutama bereaksi terhadap sentuhan karena memiliki ujung saraf dan kulit sensitif. Beberapa orang mengatakan bahwa puting yang dibelai, dicium, atau dihisap dapat menghasilkan orgasme yang kuat. Penelitian menemukan stimulasi puting mengaktifkan bagian otak yang mengontrol stimulasi genital.

    7. Orgasme Campuran

    Orgasme campuran adalah klimaks yang terjadi ketika lebih dari satu zona sensitif seksual dirangsang secara bersamaan. Misalnya klitoris dengan G-spot, klitoris dengan vagina, dan lainnya.

    Jika ingin mengalami orgasme campuran, cobalah posisi seks woman on top. Pada posisi tersebut, tangan pasangan bisa leluasa menyentuh klitoris atau payudara selama penetrasi.

    8. Orgasme Berulang

    Wanita dapat mengalami orgasme berkali-kali karena mereka tidak membutuhkan banyak waktu istirahat antara orgasme dan gairah yang kembali bangkit.

    Untuk mengalami orgasme berulang, Dr. Hall menyarankan untuk mengontraksikan otot panggul (dengan meremas dan melepaskan seperti menahan aliran urin). Ini membuat aliran darah tetap tinggi yang meningkatkan kepekaan dan membuat orgasme kedua lebih mudah dicapai.

    9. Coregasm

    Orgasme ini terjadi pada wanita ketika berolahraga. Sebuah studi dari Universitas Indiana menemukan 370 dari 530 wanita mengalami orgasme atau kenikmatan seksual saat berolahraga, biasanya dari core exercise.

    “Jika seseorang memiliki otot dasar panggul yang sangat berkembang dan selama latihan mereka benar-benar mulai berkontraksi, saya pikir orgasme sangat mungkin terjadi selama itu,” jelas Dr Hall.

    10. Orgasme Nokturnal

    Serupa dengan ‘mimpi basah’ yang dialami pria, wanita mungkin mengalami orgasme saat tidur. Orgasme ini kemungkinan besar dimulai dengan mimpi erotis yang menyebabkan peningkatan aliran darah ke alat kelamin dan lubrikasi sehingga membuat tubuh orgasme saat tidur.

    Studi pada 1950-an menemukan 37 persen wanita mengalami orgasme nokturnal saat mereka berusia 45 tahun.

    (Celine Kurnia/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Posisi Seks Ini Berisiko Bikin Mr P Patah, Termasuk ‘Woman On Top’?


    Jakarta

    Masing-masing pasangan memiliki tempo yang berbeda-beda ketika berhubungan seks. Beberapa dari mereka mungkin lebih menyukai bermain ‘kasar’ dengan pasangannya. Bahkan, tak jarang beberapa dari mereka bereksplorasi dengan posisi-posisi seks yang tidak biasa. Namun inga, pasangan perlu berhati-hati ketika berhubungan badan. Posisi penis yang salah bisa-bisa menyebabkannya patah.

    Dikutip dari Mayo Clinic, patah penis berbeda dengan patah tulang di tubuh lain karena penis tidak memiliki tulang. Selama ereksi, penis membesar dengan darah yang mengisi dua silinder (corpora cavernosa). Jika penis yang membesar ditekuk secara tiba-tiba atau dengan paksa, hal ini dapat merusak lapisan luar salah satu atau dua dari silinder (tunica albuginea). Inilah yang dapat mengakibatkan penis patah.

    Patah penis paling sering terjadi saat berhubungan seksual, seperti ketika penis terlepas dari vagina dan secara tidak sengaja terdorong ke panggul. Namun, patah tulang penis dapat juga terjadi karena hal berikut:


    • Penekukan penis yang terlalu kuat saat berhubungan
    • Pukulan tajam ke penis yang ereksi saat jatuh atau kecelakaan
    • Berguling di tempat tidur disaat penis ereksi
    • Mastrubasi

    Gejala Patah Penis

    Patah penis adalah cedera yang menyakitkan. Berikut adalah tanda bahaya yang mungkin mengindikasikan terjadinya patah penis

    • Terdengar suara gertakan atau letupan
    • Tiba-tiba kehilangan ereksi
    • Sakit parah setelah cedera atau kecelakaan
    • Memar gelap di atas area yang terluka
    • Penis bengkok
    • Darah bocor dari penis
    • Sulit buang air kecil

    Faktor Risiko

    Meskipun fraktur penis dapat terjadi akibat cedera selama posisi apapun dalam berhubungan seksual, terdapat posisi tertentu yang dapat meningkatkan risiko penis patah. Posisi yang dimaksud adalah ‘women on top’.

    Ketika penis tersumbat sesaat di pintu masuk vagina, beban tubuh perempuan dapat secara paksa membengkokkan ereksi. Patah penis juga dapat terjadi ketika wanita bergoyang terlalu jauh ke depan atau ke belakang sehingga menekuk batang penis.

    Segeralah temui dokter jika merasa penis patah. Jika tidak diobati, patah tulang bisa membuat penis rusak secara permanen. Patah penis juga dapat menyebabkan kesulitan ereksi.

    (Dinda Zahra/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Buah Ini Efektif Dongkrak Libido, Bikin Pagi Hari Makin Bergairah


    Jakarta

    Beberapa orang merasa, aktivitas seksual lebih enak dilakukan pagi hari dibandingkan malam hari. Ternyata betul, penelitian menyebut pagi hari merupakan waktu terbaik untuk bercinta.

    Dikutip dari Mens Journal, penelitian membuktikan bahwa pagi hari merupakan waktu paling pas untuk melakukan hubungan seksual. Pasalnya, kadar hormon seks paling tinggi pada pagi hari.

    Kadar hormon seks ini juga berpengaruh pada gairah seksual seseorang. Dengan kondisi hormon seksual yang optimal, seseorang juga akan mampu memberikan respons seksual yang optimal bagi pasangannya.


    Penelitian juga telah membuktikan bahwa seks di pagi hari memiliki sederet manfaat baik bagi tubuh. Morning sex dipercayai mampu menghilangkan stres dan membuat tubuh lebih energetik serta bersemangat sebelum memulai hari. Aktivitas ini juga dinilai efektif dalam membakar kalori tubuh sebagai bentuk olahraga pagi.

    Berikut adalah 5 buah-buahan yang dapat dikonsumsi untuk mempersiapkan tubuh sebelum morning sex dan bikin pengalaman morning sex semakin optimal.

    1. Stroberi

    Biji stroberi memiliki kandungan zinc yang tinggi sehingga bermanfaat untuk meningkatkan gairah seksual pada pria ataupun wanita. Kadar zinc yang tinggi dapat membuat tubuh lebih mudah mempersiapkan diri untuk berhubungan seksual. Selain itu, zinc pada pria dapat membantu meningkatkan produksi sperma.

    2. Alpukat

    Buah ini mengandung asam folat dan vitamin B6 yang sangat bermanfaat bagi gairah seksual yang sehat. Asam folat memompa tubuh dengan energi, sedangkan vitamin B6 membantu menstabilkan hormon dalam tubuh.

    3. Semangka

    Semangka terbukti dapat meningkatkan ereksi dan gairah seksual seseorang. Buah ini juga mengandung sitrulina yang membantu melepaskan asam amino dan argina. Sitrulina membantu melemaskan pembuluh darah dan melancarkan aliran darah dalam tubuh, sedangkan argina bermanfaat bagi kesehatan jantung.

    4. Buah Persik

    Meski tak begitu populer di Indonesia, buah yang satu ini mengandung kadar vitamin C yang tinggi dan dapat meningkatkan jumlah serta kualitas dari sperma pria. Tak hanya pada pria, persik juga bermanfaat bagi kesuburan pada wanita.

    5. Pisang

    Kandungan potasium di pisang dapat meningkatkan gairah seksual. Potasium juga membantu meningkatkan kekuatan otot dan kontraksi yang dapat membantu orgasme. Selain itu, buah ini mengandung enzim bromelain yang juga bermanfaat dalam produksi hormon testosterone.

    (Charina Elliani/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy