9. MACD, Definisi dan Jenisnya

Written by

in

9.1 Latar Belakang 

Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah salah satu indikator analisis teknikal yang sering digunakan oleh para trader. 

Sesuai dengan namanya, MACD memiliki beberapa komponen yakni moving average, momentum convergence, dan momentum divergence

Nah, indikator ini terdiri atas dua garis, yaitu garis MACD dan garis sinyal, yang biasanya bergerak lambat.

9.1.1 Apa Itu MACD? 

Moving Average Convergence Divergence (MACD) merupakan indikator dalam analisis teknikal yang menunjukkan hubungan antara dua moving average dalam tren harga aset. 

Moving average sendiri adalah rata-rata harga harian, baik pada saat pembukaan maupun penutupan perdagangan, yang diwakili dalam bentuk garis tren.

Jadi, apa manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan indikator MACD? MACD digunakan oleh para trader untuk memahami kapan harga aset tersebut akan mengalami pergerakan bullish atau bearish.

9.1.2 Sejarah MACD

Ditemukan oleh Gerard Appel pada 1979, indikator ini telah menjadi pilihan utama bagi trader di seluruh dunia selama bertahun-tahun.

Popularitasnya disebabkan oleh kemudahannya dan fleksibilitasnya, memungkinkan penggunaannya untuk menganalisis tren dan momentum.

Oleh karena itu, MACD sering diadopsi oleh trader yang beroperasi di berbagai pasar, termasuk saham, obligasi, komoditas, dan valuta asing.

9.2 Mengenal Jenis-jenisnya

9.2.1 Komponen dari MACD

MACD standar dihitung menggunakan EMA 12 hari dan EMA 26 hari. Kedua EMA didasarkan pada harga penutupan. MACD standar dihitung dengan cara mengurangkan EMA 26 dari EMA 12 hari untuk memperkirakan nilai konvergensi dan divergensi (CD). Grafik garis sederhana dari ini sering disebut sebagai ‘Garis MACD’. 

Mari kita lihat perhitungan matematika-nya terlebih dahulu, kemudian kita akan mencari tahu aplikasi dari MACD

Date Close 12 Day EMA 26 Day EMA MACD Line Signal Line
3-Jul-2023 192        
5-Jul-2023 191        
6-Jul-2023 192        
7-Jul-2023 191        
10-Jul-2023 189        
11-Jul-2023 188        
12-Jul-2023 190        
13-Jul-2023 191        
14-Jul-2023 191        
17-Jul-2023 194        
18-Jul-2023 194        
19-Jul-2023 195        
20-Jul-2023 193 191      
21-Jul-2023 192 191      
24-Jul-2023 193 192      
25-Jul-2023 194 192      
26-Jul-2023 195 192      
27-Jul-2023 193 192      
28-Jul-2023 196 193      
31-Jul-2023 196 193      
1-Aug-2023 196 194      
2-Aug-2023 193 194      
3-Aug-2023 191 194      
4-Aug-2023 182 194      
7-Aug-2023 179 193      
8-Aug-2023 180 192      
9-Aug-2023 178 191 191 -1  
10-Aug-2023 178 189 191 -1  
11-Aug-2023 178 188 190 -2  
14-Aug-2023 179 187 189 -3  
15-Aug-2023 177 185 189 -4  
16-Aug-2023 177 184 189 -5  
17-Aug-2023 174 182 188 -6  
18-Aug-2023 174 180 188 -7  
21-Aug-2023 176 179 187 -8  
22-Aug-2023 177 178 186 -9  
23-Aug-2023 181 177 186 -8 -4
24-Aug-2023 176 177 185 -8 -5
25-Aug-2023 179 177 185 -7 -6
28-Aug-2023 180 177 184 -7 -6
29-Aug-2023 184 177 184 -6 -7
30-Aug-2023 188 178 183 -5 -7
31-Aug-2023 188 179 183 -4 -7
1-Sep-2023 189 180 183 -3 -7
5-Sep-2023 190 181 183 -2 -7
6-Sep-2023 183 182 182 0 -6
7-Sep-2023 178 183 182 1 -5
8-Sep-2023 178 183 181 2 -4
11-Sep-2023 179 183 181 2 -3
12-Sep-2023 176 183 180 3 -2
13-Sep-2023 174 183 180 3 -1
14-Sep-2023 176 182 180 3 -1
15-Sep-2023 175 182 180 2 0
18-Sep-2023 178 181 179 2 1
19-Sep-2023 179 180 179 1 1
20-Sep-2023 175 180 179 0 2
21-Sep-2023 174 178 179 -1 2
22-Sep-2023 175 177 179 -2 2
25-Sep-2023 176 176 179 -3 1
26-Sep-2023 172 176 179 -3 1
27-Sep-2023 170 176 179 -3 0
28-Sep-2023 171 175 179 -4 0
29-Sep-2023 171 175 179 -4 -1
2-Oct-2023 174 174 178 -4 -2
3-Oct-2023 172 174 178 -4 -2
4-Oct-2023 174 174 178 -4 -3
5-Oct-2023 175 174 178 -4 -3
6-Oct-2023 177 173 177 -4 -3
9-Oct-2023 179 173 177 -3 -4
10-Oct-2023 178 174 177 -3 -4
11-Oct-2023 180 174 176 -2 -4
12-Oct-2023 181 174 176 -1 -4
13-Oct-2023 179 175 176 0 -3
16-Oct-2023 179 176 176 0 -3
17-Oct-2023 177 177 176 1 -3
18-Oct-2023 176 177 176 1 -2
19-Oct-2023 175 177 176 2 -2
20-Oct-2023 173 177 176 2 -1
23-Oct-2023 173 177 176 2 0
24-Oct-2023 173 177 176 2 0
25-Oct-2023 171 177 175 2 1
26-Oct-2023 167 176 175 1 1
27-Oct-2023 168 175 175 1 1
30-Oct-2023 170 174 174 0 1
31-Oct-2023 171 173 174 -1 1

Mari lihat tabel di atas mulai dari kiri:

  1. Kolom pertama merupakan tanggal, dimulai dari 3 Juli 2023.
  2. Di sebelah tanggal, terdapat harga penutupan dari emiten AAPL.
  3. Bila dilihat, terdapat 12 data pertama yang tidak memiliki nilai. Ini dikarenakan 12 data pertama (harga penutupan AAPL) digunakan untuk menghitung EMA 12 hari.
  4. Serupa dengan EMA 12 hari, EMA 26 hari menggunakan 26 data pertama untuk menghitung EMA 26 hari.
  5. Begitu kedua EMA 12 dan 26 hari berjalan sejajar (23 Agustus 2023), nilai MACD dapat dihitung.
  6. Nilai MACD = [EMA 12 hari – EMA 26 hari]. Sebagai contoh, pada 24 Agustus 2023, EMA 12 hari adalah 177, dan EMA 26 hari adalah 186. Oleh karena itu, MACD akan menjadi 177 – 186 = -8.

Ketika menghitung nilai Moving Average Convergence Divergence menggunakan EMA 12 & 26 hari dan menggambarkannya sebagai grafik, kita mendapatkan garis MACD, yang bergerak ke atas dan ke bawah melintasi garis tengah (garis 0).

Trader umumnya berpendapat bahwa saat menunggu garis MACD untuk melintasi garis tengah, sebagian besar pergerakan mungkin sudah terjadi, dan mungkin terlambat untuk mengambil posisi buy/sell.

Untuk mengatasi ini, terdapat penyempurnaan terhadap garis MACD.

Penyempurnaan ini datang dalam bentuk komponen Moving Average Convergence Divergence tambahan yang disebut garis sinyal (signal line) 9 hari. Garis sinyal 9 hari adalah rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) dari garis MACD. Jika Anda memikirkannya, sekarang kita memiliki dua garis:

  1. Garis MACD
  2. EMA 9 hari dari garis MACD yang disebut juga garis sinyal.

Garis sinyal (signal line) biasanya digambarkan dengan warna merah dan garis yang berwarna biru adalah garis MACD.

Nah, jika nilai MACD berada di atas garis sinyal artinya harga memiliki kecenderungan trend naik, begitupun sebaliknya, jika garis MACD berada di bawah garis sinyal artinya harga cenderung turun.

9.3 Cara Bacanya

MACD AAPL, Sumber: TradingView (2023)

Trader biasanya mengenal dua jenis Moving Average Convergence Divergence dalam analisis teknikal, yakni crossover dan divergence.

Crossover adalah seni melihat tren garis MACD jika dibandingkan garis sinyalnya. 

Sebuah harga aset akan memasuki zona bearish jika garis MACD melintang di bawah garis sinyal. Yang artinya, trader harus segera melepas asetnya.

Sinyal bullish akan terjadi jika garis MACD melintang di atas garis sinyal, memberi petunjuk bahwa trader harus buru-buru membeli aset tersebut.

Beberapa trader akan langsung beraksi ketika garis MACD bergerak cepat mendekati garis sinyal, baik menuju ke bawah maupun ke atas.

Kendati, sebagian lain memilih untuk beraksi setelah garis MACD benar-benar memotong garis sinyal agar terhindar dari “jebakan”. Namun, hasil crossover akan lebih terpercaya jika mengulang tren yang pernah terjadi sebelumnya.

Sementara itu, divergence adalah suatu kondisi di mana garis MACD membentuk titik tertinggi dan terendah yang berseberangan dengan titik tertinggi dan terendah harga aset tersebut.

Kondisi bullish akan tercipta jika dua posisi terendah di garis MACD berkorespondensi dengan dua garis terbawah di harga aset.

9.4 Penggunaannya

Moving Average Convergence Divergence telah dikenal memiliki berbagai penggunaan di antara para trader, mulai dari mengikuti tren hingga metodologi kontrarian.

Penggunaan paling dasar diberikan dengan mengevaluasi tanda MACD, dengan tanda positif (fast EMa > slow EMA) menunjukkan tren naik dan tanda negatif (fast EMa < slow EMA) menunjukkan tren turun. 

Sobat Cuan bisa melihat bahwa penggunaan ini tidak berbeda dari penggunaan strategi simple MA cross.

Pengguna juga mungkin mengalami keterlambatan berlebih yang dihasilkan oleh pendekatan yang bersifat sederhana ini.

Keunggulan indikator dapat datang dari penggunaan Moving Average Convergence Divergence dengan garis sinyal dan histogram. 

Pendekatan yang lebih tepat waktu akan mengidentifikasi tren naik ketika indikator itu berada di atas garis sinyalnya (histogram di atas 0) dan tren turun ketika MACD berada di bawah garis sinyal (histogram di bawah 0). 

Pendekatan ini lebih baik memanfaatkan karakteristik puncak osilator Moving Average Convergence Divergence, sehingga memberikan wawasan yang lebih prediktif. Namun, peningkatan dalam waktu tidak datang tanpa biaya, dengan perdagangan yang lebih sering terjadi whipsaw.

MACD Pada S&P500, Sumber: TradingView (2022)

Perhatikan pada gambar di atas bagaimana penggunaan indikator itu dengan garis sinyal memungkinkan deteksi tren yang lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan Moving Average Convergence Divergence saja. 

Kita juga dapat melihat bahwa penggunaan indikator ini lebih responsif terhadap perubahan harga dalam jangka waktu singkat, yang dapat menyebabkan perdagangan yang tidak stabil. Hal ini terjadi karena osilator cenderung meningkatkan kebisingan dalam rangkaian input.

Mungkin juga menggabungkan keduanya untuk mengatasi kelemahan masing-masing, seperti membuka perdagangan berdasarkan sinyal MACD dan keluar dari perdagangan saat Moving Average Convergence Divergence melintasi garis sinyal.

Namun, tantangan utama muncul ketika pengguna harus menyesuaikan pengaturan indikator. Jika hanya menggunakan Moving Average Convergence Divergence, pengguna perlu mengoptimalkan dua pengaturan. Sebaliknya, jika menggunakan histogram, pengguna perlu mengoptimalkan tiga pengaturan, yang memerlukan lebih banyak daya komputasi.



Sumber : pluang.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *