Tag: AAVE

  • Analis Ternama Sebut 5 Crypto DeFi Ini Sangat Potensial

    Michaël van de Poppe salah satu analis dan trader ternama di dunia keuangan telah memberikan pernyataannya mengenai beberapa crypto yang potensial.

    5 Crypto Potensial Michaël van de Poppe

    Ia menyatakan bahwa terdapat lima crypto Sektor Decentralized Finance (DeFi) yang memiliki potensi untuk naik lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.

    1. Aave (AAVE)

    Dalam salah satu sesi analisisnya ia menjelaskan bahwa salah satu crypto yang menurutnya akan mengalami apresiasi cukup tinggi adalah AAVE.

    Ia menyatakan bahwa saat ini AAVE sedang bergerak positif jika melihat dari siklusnya, sehingga terdapat potensi apresiasi.

    Saat ini AAVE masih menjadi salah satu platform pinjaman terbaik di Sektor DeFi yang membuat ketenarannya kembali naik.

    Baca Juga: Aave Naik 76% Seminggu, Adopsi Institusional Bertambah

    Apresiasi dari AAVE sendiri terjadi dengan semakin banyaknya adopsi dan crypto yang tersedia pada platformnya, bersama semakin luasnya ekosistem AAVE.

    Selain itu, saat ini AAVE sendiri telah masuk ke ranah Non Fungible Token (NFT) yang saat ini sedang mendapat ketertarikan tinggi.

    Menurut Van de poppe AAVE sendiri masih bisa mengalami apresiasi hingga 300% dari harga saat ini.

    Pernyataan ini cukup mencengangkan pasar akibat saat ini AAVE sendiri telah terlihat naik lebih dari 2.000% sejak November 2020.

    Namun analis tersebut percaya bahwa harganya masih dapat terus naik, terutama dengan semakin

    2. Avalanche (AVAX)

    Pilihan kedua dari Van de Poppe adalah Avalanche (AVAX) salah satu platform utama untuk menerbitkan aplikasi terdesentralisasi atau DApps.

    Perannya sebagai launchpad membuatnya mendapatkan ketertarikan yang cukup tinggi akibat juga dapat berfungsi sebagai tempat penerbitan proyek baru.

    Oleh karena itu, saat ini ketertarikan terhadapnya juga semakin meningkat, dengan semakin banyaknya proyek dan inovasi baru di dunia crypto.

    Menurut Van de Poppe saat ini adalah awal dari apresiasi setelah mengalami koreksi yang cukup dalam. Ia menyatakan bahwa,

    “Saat ini terdapat pergerakan koreksi yang cukup dalam, hingga menuju target posisi pembelian yang cukup baik.”

    Target yang dibentuk oleh Van de Poppe adalah apresiasi sekitar 216% yang ia lihat terutama melalui pergerakannya terhadap Bitcoin.

    3. Kyber Network (KNC)

    Crypto berikutnya adalah Kyber Network yang merupakan penyedia likuiditas dan aggregator untuk menyediakan likuiditas untuk DApps mana pun.

    Crypto berbasis Ethereum ini dikabarkan akan mengalami apresiasi sekitar 110% menurut Van de Poppe yang terlihat dari siklusnya. Ia menyatakan,

    “Saat ini adalah awal siklus apresiasi untuk KNC, jadi menurut saya pribadi, KN dapat mengalami apresiasi bahkan hingga 110%.”

    Saat ini KNC sendiri juga baru saja melakukan migrasi jaringan untuk mempercepat dan meningkatkan kualitasnya sebagai penyedia likuiditas.

    Oleh karena itu, dari sisi fundamental kemungkinan besar jika ketertarikannya terus meningkat, target yang disebut oleh Van de Poppe berpotensi tercapai.

    4. Curve Finance (CRV)

    Menurut Van de Poppe crypto yang berpotensi mengalami apresiasi adalah Curve Finance, salah satu bursa terdesentralisasi atau DeX dengan sistem AMM untuk penjaga likuiditas.

    Menurutunya CRV adalah salah satu proyek yang masih “murah” dalam harganya saat ini akibat kegunaannya yang seharusnya dihargai lebih tinggi.

    Van de Poppe menyatakan bahwa kemungkinan besar CRV dapat mencapai apresiasi hingga 132% dalam beberapa waktu ke depan.

    Ia menyatakan bahwa saat ini apresiasi menjadi sangat mungkin akibat siklus apresiasi ini yang dapat mendorong harganya naik lebih tinggi.

    Saat ini CRV juga memiliki proposal yang kemungkinan dapat membuatnya memiliki kecocokan untuk beroperasi secara lintas blockchain.

    Oleh karena itu, dengan alasan fundamental tersebut, kemungkinan besar apresiasinya akan terjadi bahkan dapat menuju target Van de Poppe.

    5. Yearn Finance (YFI)

    Terakhir adalah YFI yang hingga saat ini sedang mendapatkan ketertarikan yang cukup tinggi akibat sisi fundamentalnya.

    Yearn Finance yang merupakan sebuah aggregator dan generator untuk yield, yang membuat signifikansinya cukup besar di dunia DeFi, terutama investor yang mencari yield tinggi.

    Saat ini Van de Poppe memprediksi bahwa harganya dapat naik hingga 142% walau hingga saat ini sudah mencapai apresiasi hingga 600% lebih hingga saat ini dari November 2020.

    Namun walau juga telah mencapai apresiasi hingga harga tertingginya sekitar 800% lebih, apresiasi ini masih sangat mungkin menurut Van de Poppe.

    Secara teknikal, Poppe merasa bahwa apresiasi ini masih sangat mungkin, terutama melihat harganya yang juga masih terkesan murah saat ini.

    Saat ini juga terdapat kabar terbaru yaitu versi terbaru dari vault atau tempat penyimpanan dananya yang diprediksi dapat membawa sentimen positif untuknya.

    Perlu diingat bahwa artikel ini merupakan lansiran dari pernyataan Michaël van de Poppe dan bukan merupakan ajakan atau saran untuk trading atau investasi.

    Sangat wajib untuk melakukan analisis pribadi sebelum membeli akibat risiko ditanggung oleh investor dan trader masing-masing.

    Baca Juga: Tidur Panjang tapi Rejeki tidak Dipatok Ayam? Ini caranya!

    Disclaimer

    Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi 5 Crypto Berpotensi Cuan Pekan Ini

    Pasar crypto masih terlihat hijau dengan hampir seluruh anggotanya mengalami apresiasi dalam beberapa hari terakhir.

    Apresiasi ini masih terus di pimpin oleh Bitcoin yang saat ini masih terus bergerak naik menuju $60.000 atau Rp847 Juta.

    Sehingga dalam artikel ini akan dibahas lima dari beberapa mata uang crypto yang berpotensi memberikan kalian cuan di pekan ini.

    1. Bitcoin

    Mata uang crypto pertama yang patut dilirik untuk mencari keuntungan pada pekan ini adalah Bitcoin.

    Saat ini Bitcoin masih terlihat bergerak naik dan sedang berada di $55.000 setelah terkoreksi dari titik tertingginya pada sekitar $58.300.

    Baca juga: Bitcoin Sentuh Rp739 Juta, Adopsi Investor Institusional Terus Meningkat

    Apresiasi ini terjadi akibat beberapa sentimen positif yang berasal dari investor institusional dengan berlanjutnya pembelian mata uang crypto ini.

    Kabar terbaru berasal dari MicroStrategy dan juga Grayscale yang terlihat berencana dan sedang menambah muatan Bitcoinnya.

    bitcoin
    Grafik 4 Jam Bitcoin

    Dari sisi teknikal nampaknya saat ini Bitcoin masih terus bergerak naik sejak awal Februari 2021, dan belum terlihat melemah kembali.

    Namun setelah menyentuh harga tertingginya, saat ini koreksi nampak masih kuat yang terlihat dari beberapa indikator sehingga tujuan berada di sekitar $55.000.

    Jika naik kembali, saat ini batas atas utama yang perlu ditembus kembali adalah $56.600 sebelum melewati $58.100 dan menuju $60.000 yang bertepatan dengan titik 161,8% Fibonacci.

    Baca Juga: Bobby Lee: Bitcoin US$200 Ribu Akhir 2021

    2. Ethereum

    Bersama apresiasi Bitcoin, umumnya Ethereum akan ikut serta, dan korelasi tersebut masih terbukti benar dengan harganya yang menyentuh daerah atas $2.000 pertama kali dalam sejarah.

    Apresiasi ini disebabkan oleh tiga sentimen yaitu pertumbuhan sektor DeFi yang bergerak di jaringan ETH, kontrak futures yang digemari institusi, dan juga peningkatan dalam staking Ethereum.

    Semua hal tersebut menunjukkan bahwa investor percaya terhadap Ethereum dalam jangka panjang yang membuat sentimen terhadapnya naik secara signifikan.

    Dari sisi teknikal, dapat dilihat bahwa Ethereum juga sedang mengalami koreksi yang membuat kesempatan baik untuk membeli.

    ethereum
    Grafik 4 Jam Ethereum

    Saat ini beberapa indikator juga mendukung koreksi yang kemungkinan akan menuju daerah $1.800. Jikanaik kembali, kemungkinan besar target selanjutnya berada pada $2.100 untuk pekan ini.

    3. Polkadot

    Selain kedua pemain besar tersebut, Polkadot (DOT) juga dapat menjadi perhatian untuk pekan ini. Hal ini disebabkan sentimen positif yang berada di sekitarnya.

    Dua hal utama adalah pembelian Exchange Traded Product (ETP) Polkadot atau semacam reksadana Polkadot yang meningkat oleh investor institusional.

    Selain itu sentimen positif kedua adalah perkembangan pembaharuan sistem yang nampaknya semakin cepat untuk penerbitan parachain barunya.

    Dari sisi teknikal pergerakan DOT juga terlihat sedang terkoreksi setelah menyentuh harga tertingginya di sekitar $42.

    polkadot
    Grafik 4 Jam Polkadot

    Kemungkinan besar tujuan saat ini berada di sekitar $35 hingga $34 sebelum naik kembali menyentuh harga tertinggi barunya.

    Pekan ini kemungkinan besar tujuan selanjutnya adalah pada beberapa batas atas utama yang telah dilewati sebelumnya dan kemudian menyentuh $43 pekan ini.

    4. Aave

    Aave juga menjadi salah satu mata uang crypto yang layak dilirik akibat banyaknya analis yang memprediksi bahwa Aave akan naik pekan ini.

    Salah satu sentimen positif utama adalah pencapaiannya yang didapatkan dari pendapatan pinjaman dan juga jumlah deposit jaminan yang mencapai nilai tertinggi pekan lalu.

    Baca juga: Aave Naik 76% Seminggu, Adopsi Institusional Bertambah

    Aliran dana ini membuktikan bahwa ketertarikan terhadap protokol pinjaman ini terus meningkat yang mendorong harga mata uang cryptonya juga naik secara signifikan.

    aave
    Grafik 4 Jam AAVE

    Dari sisi teknikal, saat ini Aave sedang berkonsolidasi di antara $454 dan $428 setelah keluar dari pergerakan depresiasi beberapa hari terakhir.

    Hal ini menandakan adanya potensi apresiasi bersama beberapa sentimen positif di sekitarnya. Target berikutnya jika bergerak naik ada pada daerah sekitar $500 hingga $550 pekan ini.

    5. Neo

    Neo menjadi crypto terakhir yang terlihat positif untuk pekan ini akibat setelah menyentuh harga tertingginya saat ini pergerakan masih terlihat baik.

    Walau sedang terkoreksi, secara garis besar, pergerakan harga Neo masih positif yang membuat adanya kesempatan beli yang baik.

    Sentimen positif di sekitar Neo saat ini adalah pembaharuan sistemnya dan beberapa adopsi baru yang nampaknya telah menarik perhatian mayoritas pasar.

    neo
    Grafik 4 Jam Neo

    Dari sisi teknikal Neo saat ini terlihat terkoreksi namun masih dalam pergerakan naik yang kemungkinan akan menuju $47,6 sebagai kesempatan untuk membeli.

    Jika kembali naik, kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada $54,9 yang merupakan harga tertinggi sebelumnya.

    Pada pekan ini, kemungkinan target berada pada $59 hingga $62 yang berdekatandengan titik 161,8% Indikator Fibonacci.

    Beberapa mata uang crypto lain yang dapat diperhatikan juga adalah BNB, CAKE, ADA, LINK, SUSHI, UNI, dan XRP yang hari ini akan melaksanakan sidang penentuan.

    *Disclaimer

    Seluruh pandangan yang ditulis dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis pribadi penulis. Keuntungan dan kerugian yang dialami dari analisis ini bukan merupakan tanggung jawab Coinvestasi akibat keputusan investasi murni berasal dari investor.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 6 Cryptocurrency Ini Melonjak Lebih dari 2.000%

    Para pemilik mata uang crypto ini mungkin saat ini sedang menikmati keuntungan yang dihasilkan dari crypto tersebut. Pasalnya, 6 mata uang crypto, ZAP, AAVE, BAND, UBT, CVT, dan YFI meningkat lebih dari 2.000% sepanjang tahun ini. Angka ini jelas mengungguli Bitcoin yang juga naik sebesar 154% sejak awal tahun 2020.

    Bahkan, ZAP dan AAVE berhasil meningkatkan nilai mereka dengan masing-masing nilai 6.000% dan 4.000% sepanjang tahun ini.

    Baca Juga: Si Kembar Winklevoss: Bitcoin Akan Kalahkan Emas

    Harga Koin Melonjak Lebih dari 4.000%

    ZAP, mata uang kripto yang beroperasi di platform Ethereum, mengalami peningkatan persentase terbesar sepanjang tahun sejauh ini. Pada awal tahun, harga ZAP hanya sebesar $0,002 atau setara dengan Rp28,29. Namun, sekarang nilainya menjadi $0,111 atau setara Rp1.569. Ini berarti aset tersebut bertumbuh sebesar lebih dari 6.300% sepanjang tahun ini.

    Token Aave, AAVE, berada di urutan kedua. Aave merupakan protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang memungkinkan orang meminjamkan dan meminjam aset kripto yang berbeda. Harga token protokol saat ini ada di kisaran $80 atau Rp1,1 juta padahal awal tahun ini nilainya hanya sebesar $0,018 atau Rp254. Ini berarti harga AAVE telah meningkat sebesar 4.288% sejak awal tahun 2020.

    Koin Terbaik dari yang Terbaik

    Token BAND dari Band Protocol berada di urutan ketiga, mengikuti ZAP dan AAVE dengan margin yang besar.

    Baca Juga: CEO BlockFi: Milenial Berperan Tingkatkan Adopsi Bitcoin Masa Depan

    Selama musim panas, BAND mengalami lonjakan harga dari $3,9 pada 27 Juli, menjadi $14,1 pada 10 Agustus. Harganya kemudian turun ke kisaran $6 pada bulan Oktober, dan terus naik sejak saat itu.

    Saat ini dengan harga $6,54, maka BAND telah mencatat kenaikan harga 2.727% tahun ini sejak mulai dari $0,236.

    Tepat seletah BAND adalah token UBT Unibright. Token ini bekerja dalam mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam bisnis yang ada atau biasanya disebut sebagai “token utilitas”. UBT saat ini dihargai $0,530, dengan kapitalisasi pasar hampir mencapai $79 juta. Sejak 1 Januari lalu, harga UBT mengalami kenaikan sebesar 2.665%.

    Selanjutnya, ada Token CVT CyberVein. CyberVein adalah penyedia layanan data besar yang menyediakan solusi kota pintar di seluruh dunia. CVT membuka tahun pada harga $0,005. Dengan harga saat ini $0,012 berarti mewakili peningkatan sebesar 2.295% sejak 1 Januari.

    Lalu yang terakhir ada, token Yearn Finance (YFI) berada di urutan terakhir dalam daftar. YFI adalah token tata kelola utama jaringan Yearn Finance yang merupakan produk DeFi. Tidak seperti token lainnya, YFI baru muncul pada pertengahan tahun 2020, tetapi dapat menorehkan catatan kenaikan yang sangat tinggi.

    Bayangkan saja nilainya pada Juli 2020 masih berada di kisaran $1.000 dan sempat membuat heboh komunitas crypto dan DeFi lantaran nilainya yang naik ke $43.000 dua bulan kemudian.

    Meskipun nilainya saat ini berada di kisaran $24.743 ini berarti nilainya telah mencapai lebih dari 2.141%!

    Antusiasme dan adopsi crypto yang semakin luas akan membuat semakin banyak crypto lain yang juga berpeluang menghasilkan keuntungan yang besar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Proyek DeFi Potensial 2022

    Banyak investor crypto yang mulai panik menuju Tahun 2022 akibat adanya potensi koreksi yang cukup signifikan.

    Sehingga mulai muncul perbincangan mengenai cara mengamankan dana dan bagaimana caranya agar tetap bisa menghasilkan uang.

    Salah satu alternatif yang dituju adalah sektor Decentralized Finance atau DeFi sebagai cara untuk menghasilkan keuntungan.

    Dalam artikel ini akan diberikan lima proyek DeFi potensial dari sisi token dan juga kegunaannya untuk mencari keuntungan di 2022

    Aave (AAVE)

    Pertama adalah Aave, protokol DeFi yang membuka jalan kepada ketenaran DeFi saat ini.

    Aave adalah sebuah aplikasi terdesentralisasi yang bergerak dalam Blockchain Ethereum dan telah berdiri sejak 2018.

    Saat ini Aave telah terintegrasi dengan Blockchain Polygon dan Avalanche.

    Tujuannya adalah untuk memberikan akses penggunaan dengan kecepatan yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah.

    Aave merupakan sebuah protokol yang berfungsi untuk sistem pinjam meminjam crypto secara terdesentralisasi atau tanpa pihak ketiga.

    Baca JugaFakta Menarik XRP, Aset Kripto Diklaim Paling Moncer untuk Investasi

    Aplikasi Aave mempermudah pihak yang ingin meminjam crypto untuk bertemu pihak yang ingin meminjamkan crypto secara cepat.

    Nantinya , semua akan terjadi secara otomatis melalui smart contract dan pihak yang memberi pinjaman mendapat keuntungan dan yang meminjam dikenakan biaya yang wajar.

    Pada Tahun 2021, proyek ini masih memimpin dunia DeFi dengan dana terkunci atau TVL pada $11,88 Miliar.

    Akibat kesuksesan hingga saat ini, banyak investor yang percaya bahwa harga Token AAVE dan proyeknya akan tetap kuat di 2022.

    Dari sisi harga, tidak dapat dipungkiri harganya akan terimbas. Tapi kemungkinan besar proyek ini akan tetap stabil dan berpotensi pulih dengan cepat.

    Dengan potensi perkembangan teknologi dan juga integrasi dengan blockchain lain, kemungkinan Aave akan menarik perhatian di 2022.

    Compound (COMP)

    Selanjutnya adalah Compound, salah satu proyek yang berdiri pada masa awal DeFi dan menjadi salah satu pemimpin utama.

    Sebelum ada Aave, protokol pinjam meminjam pertama adalah Compound dimana tampilannya yang mudah membuat ketertarikannya menarik.

    Compound juga menjadi tempat untuk investor meminjam dan meminjamkan crypto secara cepat dan murah tanpa pihak ketiga.

    Pilihan crypto yang tersedia di Compound juga relatif simpel, sehingga memudahkan penggunanya sejak 2017.

    Compound berdiri pada Blockchain Ethereum, dan umumnya mayoritas proyek DeFi Ethereum relatif akan bertahan lama.

    Dari platform ini pengguna dapat menghasilkan keuntungan melalui meminjamkan crypto yang dimilikinya dan menerapkan pembayaran suku bunga.

    Saat ini Compound telah memiliki sebanyak $9.8 Miliar dalam bentuk crypto yang tersimpan dalam protokolnya.

    Dari sisi harga, melihat kuatnya COMP melewati bear market 2018 dan telah kembali pulih, COMP kemungkinan akan kuat di 2022.

    Yearn Finance (YFI)

    Ketiga adalah Yearn Finance, salah satu proyek yang juga telah berdiri sejak Tahun 2020, menanggapi meledaknya ketenaran dari Sektor DeFi.

    Yearn Finance merupakan salah satu crypto yang valuasi atau harga tokennya, yaitu YFI, memiliki harga yang mendekati Bitcoin.

    Yearn Finance adalah proyek platform aggregator DeFi, terutama yang bergerak di Blockchain Ethereum.

    Umumnya, untuk membandingkan beberapa proyek DeFi, pengguna diharuskan untuk membandingkan secara manual dengan membuka beberapa aplikasi.

    Platform YFI mempermudah pengguna untuk membandingkan produk DeFi dalam satu platform yang sama.

    Sehingga proses tersebut mempermudah pengguna menemukan produk dengan terbaik dan sekaligus langsung menggunakannya tanpa harus pindah platform atau aplikasi.

    Sejak 2020 hingga saat ini, YFI masih terlihat bergerak terus positif, dan penggunanya juga terlihat masih setia sejak DeFi Summer.

    Baca JugaApa itu Yearn Finance? Panduan untuk Pemula

    Jumlah dana yang terkunci pada produk-produk yang tersedia di Yearn Finance, terlihat telah mencapai $5.44 Miliar.

    Angka tersebut juga disandingkan dengan pertumbuhan teknologi Yearn Finance, dimana proyeknya telah terintegrasi dengan beberapa blockchain.

    Blockchain-blockchain yang dimaksud adalah Binance Smart Chain, Blockchain Fantom, Avalanche, dan beberapa blockchain lainnya.

    Melihat kekuatan dan pertumbuhannya, banyak yang percaya YFI masih akan terus tumbuh di 2022.

    Curve Finance (CRV)

    Berikutnya adalah Curve Finance, proyek DeFi yang saat ini sedang cukup mendominasi dunia DeFi dari sisi kegunaannya.

    Curve Finance adalah sebuah proyek DeFi yang bergerak sebagai decentralized exchange dan sekaligus tempat penyimpanan berbunga untuk stablecoins.

    Pengguna dapat menukarkan stablecoins seperti USDT, DAI, dan lainnya di Curve Finance sekaligus juga menyimpannya untuk mendapatkan bunga per tahun.

    Keuntungan yang diberikan juga melebihi keuntungan yang didapatkan dibandingkan menyimpan uang di bank.

    Kemungkinan besar hal tersebut yang membuat ketenarannya meningkat, terutama di 2021 saat suku bunga bank relatif terus turun.

    Saat ini Curve Finance juga terlihat telah menyediakan jasa untuk tokenisasi emas.

    Banyaknya stablecoin yang masuk bisa jadi adalah hasil fiat dari bank yang dikeluarkan oeh investor institusional.

    Untuk saat ini, jumlah total dana yang terkunci di Curve Finance adalah dana terbesar dibandingkan platform DeFi lainnya.

    Jumlah total dana yang terkunci yang sebagian besar adalah stablecoin, terlihat berada pada $16.74 Miliar.

    Melihat perkembangan teknologi seperti implementasi Automated Market Maker dan fitur Governance, CRV dapat menjadi salah satu proyek yang kuat di 2022.

    Maker (MKR)

    Terakhir adalah Maker, proyek DeFi yang berfokus kepada stablecoin bernama DAI untuk tempat penyimpanan dan peminjaman, layaknya perbankan.

    Maker merupakan sebuah proyek yang ingin menggantikan sistem perbankan namun bergerak secara terdesentralisasi atau tanpa pihak ketiga yang berkuasa.

    Sejak dicetuskan dalam Blockchain Ethereum pada 2015 dan berdiri di 2017, Maker telah melewati banyak perkembangan dan masalah.

    Namun hingga saat ini, Maker masih menjadi salah satu proyek yang kuat bertahan dan telah menjadi pusat untuk fitur governance di Blockchain Ethereum.

    Untuk saat ini Maker memiliki beberapa aplikasi dalam ekosistemnya dimana salah satu yang saat ini paling utama adalah Oasis.

    Oasis digunakan untuk menjadi platform peminjaman dan penyimpanan crypto, termasuk stablecoin DAI untuk mendapatkan keuntungan secara pasif per tahun.

    Suku bunga yang ditawarkan juga relatif bervariasi, dimana rata-rata suku bunga tersebut lebih menguntungkan dibandingkan sistem perbankan konvensional.

    Saat ini jumlah dana yang terkunci di aplikasi tersebut adalah sebanyak $11.71 Miliar, peringkat keempat dalam jumlah dana terkunci, atau TVL, di Sektor DeFi saat ini.

    Dengan pergerakan MKR yang sudah melalui satu bear market dan kemudian pulih, MKR diprediksi dapat bertahan kuat di 2022.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Ternama Sebut 5 Crypto DeFi Ini Sangat Potensial

    Michaël van de Poppe salah satu analis dan trader ternama di dunia keuangan telah memberikan pernyataannya mengenai beberapa crypto yang potensial.

    5 Crypto Potensial Michaël van de Poppe

    Ia menyatakan bahwa terdapat lima crypto Sektor Decentralized Finance (DeFi) yang memiliki potensi untuk naik lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.

    1. Aave (AAVE)

    Dalam salah satu sesi analisisnya ia menjelaskan bahwa salah satu crypto yang menurutnya akan mengalami apresiasi cukup tinggi adalah AAVE.

    Ia menyatakan bahwa saat ini AAVE sedang bergerak positif jika melihat dari siklusnya, sehingga terdapat potensi apresiasi.

    Saat ini AAVE masih menjadi salah satu platform pinjaman terbaik di Sektor DeFi yang membuat ketenarannya kembali naik.

    Baca Juga: Aave Naik 76% Seminggu, Adopsi Institusional Bertambah

    Apresiasi dari AAVE sendiri terjadi dengan semakin banyaknya adopsi dan crypto yang tersedia pada platformnya, bersama semakin luasnya ekosistem AAVE.

    Selain itu, saat ini AAVE sendiri telah masuk ke ranah Non Fungible Token (NFT) yang saat ini sedang mendapat ketertarikan tinggi.

    Menurut Van de poppe AAVE sendiri masih bisa mengalami apresiasi hingga 300% dari harga saat ini.

    Pernyataan ini cukup mencengangkan pasar akibat saat ini AAVE sendiri telah terlihat naik lebih dari 2.000% sejak November 2020.

    Namun analis tersebut percaya bahwa harganya masih dapat terus naik, terutama dengan semakin

    2. Avalanche (AVAX)

    Pilihan kedua dari Van de Poppe adalah Avalanche (AVAX) salah satu platform utama untuk menerbitkan aplikasi terdesentralisasi atau DApps.

    Perannya sebagai launchpad membuatnya mendapatkan ketertarikan yang cukup tinggi akibat juga dapat berfungsi sebagai tempat penerbitan proyek baru.

    Oleh karena itu, saat ini ketertarikan terhadapnya juga semakin meningkat, dengan semakin banyaknya proyek dan inovasi baru di dunia crypto.

    Menurut Van de Poppe saat ini adalah awal dari apresiasi setelah mengalami koreksi yang cukup dalam. Ia menyatakan bahwa,

    “Saat ini terdapat pergerakan koreksi yang cukup dalam, hingga menuju target posisi pembelian yang cukup baik.”

    Target yang dibentuk oleh Van de Poppe adalah apresiasi sekitar 216% yang ia lihat terutama melalui pergerakannya terhadap Bitcoin.

    3. Kyber Network (KNC)

    Crypto berikutnya adalah Kyber Network yang merupakan penyedia likuiditas dan aggregator untuk menyediakan likuiditas untuk DApps mana pun.

    Crypto berbasis Ethereum ini dikabarkan akan mengalami apresiasi sekitar 110% menurut Van de Poppe yang terlihat dari siklusnya. Ia menyatakan,

    “Saat ini adalah awal siklus apresiasi untuk KNC, jadi menurut saya pribadi, KN dapat mengalami apresiasi bahkan hingga 110%.”

    Saat ini KNC sendiri juga baru saja melakukan migrasi jaringan untuk mempercepat dan meningkatkan kualitasnya sebagai penyedia likuiditas.

    Oleh karena itu, dari sisi fundamental kemungkinan besar jika ketertarikannya terus meningkat, target yang disebut oleh Van de Poppe berpotensi tercapai.

    4. Curve Finance (CRV)

    Menurut Van de Poppe crypto yang berpotensi mengalami apresiasi adalah Curve Finance, salah satu bursa terdesentralisasi atau DeX dengan sistem AMM untuk penjaga likuiditas.

    Menurutunya CRV adalah salah satu proyek yang masih “murah” dalam harganya saat ini akibat kegunaannya yang seharusnya dihargai lebih tinggi.

    Van de Poppe menyatakan bahwa kemungkinan besar CRV dapat mencapai apresiasi hingga 132% dalam beberapa waktu ke depan.

    Ia menyatakan bahwa saat ini apresiasi menjadi sangat mungkin akibat siklus apresiasi ini yang dapat mendorong harganya naik lebih tinggi.

    Saat ini CRV juga memiliki proposal yang kemungkinan dapat membuatnya memiliki kecocokan untuk beroperasi secara lintas blockchain.

    Oleh karena itu, dengan alasan fundamental tersebut, kemungkinan besar apresiasinya akan terjadi bahkan dapat menuju target Van de Poppe.

    5. Yearn Finance (YFI)

    Terakhir adalah YFI yang hingga saat ini sedang mendapatkan ketertarikan yang cukup tinggi akibat sisi fundamentalnya.

    Yearn Finance yang merupakan sebuah aggregator dan generator untuk yield, yang membuat signifikansinya cukup besar di dunia DeFi, terutama investor yang mencari yield tinggi.

    Saat ini Van de Poppe memprediksi bahwa harganya dapat naik hingga 142% walau hingga saat ini sudah mencapai apresiasi hingga 600% lebih hingga saat ini dari November 2020.

    Namun walau juga telah mencapai apresiasi hingga harga tertingginya sekitar 800% lebih, apresiasi ini masih sangat mungkin menurut Van de Poppe.

    Secara teknikal, Poppe merasa bahwa apresiasi ini masih sangat mungkin, terutama melihat harganya yang juga masih terkesan murah saat ini.

    Saat ini juga terdapat kabar terbaru yaitu versi terbaru dari vault atau tempat penyimpanan dananya yang diprediksi dapat membawa sentimen positif untuknya.

    Perlu diingat bahwa artikel ini merupakan lansiran dari pernyataan Michaël van de Poppe dan bukan merupakan ajakan atau saran untuk trading atau investasi.

    Sangat wajib untuk melakukan analisis pribadi sebelum membeli akibat risiko ditanggung oleh investor dan trader masing-masing.

    Baca Juga: Tidur Panjang tapi Rejeki tidak Dipatok Ayam? Ini caranya!

    Disclaimer

    Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Aave (AAVE)? – Tokocrypto News

    AAVE adalah token yang mendasari protokol Aave, sebuah inovasi dalam ekosistem DeFi di Ethereum. Bagi pemegang aset kripto berbasis Ethereum, AAVE bukan hanya sekadar koin digital biasa, melainkan juga merupakan sarana partisipasi dalam pengambilan keputusan dan perubahan arah proyek ini melalui proses voting terbuka.

    Dalam dunia yang sedang berkembang pesat seperti DeFi (Decentralized Finance), Aave memegang peran penting sebagai salah satu protokol terdesentralisasi terkemuka. Karena itu, AAVE adalah salah satu koin DeFi terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Melalui Aave, pemegang Ethereum dapat dengan mudah meminjamkan dan meminjamkan aset kripto mereka dengan cara yang sepenuhnya terdesentralisasi.

    Pengenalan

    Pusat dari semua ekosistem keuangan modern adalah kemampuan pengguna untuk meminjam dan meminjamkan aset mereka. Proses meminjam memberikan kesempatan untuk meningkatkan modal untuk berbagai keperluan, sementara meminjamkan memungkinkan seseorang untuk meraih pendapatan yang konsisten dan aman dari aset yang tidak digunakan.

    Para pengembang di dunia kripto telah dengan cepat menyadari kebutuhan akan layanan semacam ini dan memperkenalkan apa yang disebut sebagai pasar kripto. Aave adalah salah satu yang terbesar dan paling sukses di antaranya.

    Apa Itu Aave?

    Aave adalah sebuah platform pasar uang yang berbasis di Ethereum. Di platform ini, pengguna memiliki kemampuan untuk meminjam dan meminjamkan berbagai jenis aset digital, termasuk stablecoin dan altcoin. Manajemen protokol Aave dilakukan oleh para pemegang AAVE.

    Untuk memahami sepenuhnya apa itu token AAVE, kita perlu memahami protokol Aave yang menjadi dasarnya. Mari kita eksplorasi lebih dalam.

    Asal Usulnya: ETHLend

    Sejarah Aave dimulai pada tahun 2017 dengan peluncuran ETHLend. Stani Kulechov dan tim pengembangnya memulai perjalanan ini dengan Initial Coin Offering (ICO) pada bulan November 2017. Tujuan utama ETHLend adalah memfasilitasi peminjaman dan peminjaman mata uang kripto antar pengguna dengan cara memungkinkan mereka untuk mengajukan permintaan dan tawaran pinjaman.

    Meskipun ETHLend dan token LEND-nya adalah konsep yang baru saat itu, proyek ini mengalami tantangan selama pasar berada dalam kondisi bear market pada tahun 2018. Salah satu masalah utama adalah kurangnya likuiditas dan kesulitan dalam mencocokkan permintaan dan penawaran pinjaman.

    Menghadapi tantangan tersebut, tim ETHLend memutuskan untuk mengubah dan menyempurnakan produk mereka, yang kemudian menghasilkan Aave pada awal tahun 2020.

    Dalam sebuah wawancara podcast, Stani Kulechov menyatakan bahwa kondisi bear market sebenarnya menjadi peluang emas bagi ETHLend. Selama periode tersebut, ia dan timnya memiliki waktu untuk mengubah konsep peminjaman aset kripto terdesentralisasi, dan itulah yang menjadi dasar dari Aave seperti yang kita kenal sekarang.

    Bagaimana Aave Bekerja

    Aave yang baru dan ditingkatkan tetap mempertahankan konsep dasar yang mirip dengan ETHLend, yaitu memungkinkan pengguna Ethereum untuk meminjamkan dan meminjamkan aset kripto mereka. Namun, di balik layar, ada perbedaan yang signifikan.

    Aave adalah pasar uang algoritmik, yang berarti pinjaman diberikan melalui pool yang terdesentralisasi, bukan melalui proses pencocokan individual dengan pemberi pinjaman. Tingkat bunga yang dikenakan tergantung pada “tingkat pemanfaatan” dari aset dalam suatu pool. 

    Ketika hampir semua aset dalam pool digunakan, tingkat bunga akan naik untuk menarik lebih banyak penyedia likuiditas. Sebaliknya, jika pool memiliki sedikit penggunaan, tingkat bunga akan turun untuk mendorong peminjaman.

    Aave juga memungkinkan pengguna untuk mengambil pinjaman dalam mata uang kripto yang berbeda dari yang mereka setorkan. Misalnya, seorang pengguna dapat menyetor Ethereum (ETH), kemudian mengambil stablecoin, dan bahkan menyetorkan stablecoin tersebut ke Yearn.finance (YFI) untuk menghasilkan yield reguler.

    Seperti ETHLend, semua pinjaman dalam Aave dijamin berlebih atau overcollateralized. Artinya, jika seseorang ingin meminjamkan aset kripto senilai $100 melalui Aave, ia harus menyetor lebih dari nilai tersebut sebagai jaminan. Untuk mengatasi volatilitas dalam kripto, Aave juga mengimplementasikan proses likuidasi. 

    Jika nilai jaminan Anda turun di bawah rasio jaminan yang ditentukan oleh protokol, maka jaminan Anda dapat dilikuidasi. Penting untuk selalu memahami risiko yang terkait dengan menyetor dana ke dalam Aave sebelum Anda melibatkan diri dalam proses ini.

    Fitur Penting Lainnya

    Aave telah memperluas jangkauannya melampaui pasar uang konvensional. Platform ini semakin dikenal sebagai tempat di mana pengguna DeFi dapat dengan cepat mengakses pinjaman kilat atau flash loan.

    Pada umumnya, pool likuiditas dalam Aave seringkali lebih besar daripada jumlah pinjaman yang diminta oleh peminjam. Likuiditas yang tersedia yang tidak digunakan ini dapat dimanfaatkan oleh mereka yang mengambil flash loan, yaitu jenis pinjaman tanpa jaminan yang hanya tersedia dalam satu blok Ethereum.

    Secara sederhana, flash loan memungkinkan pengguna untuk meminjam sejumlah besar mata uang kripto tanpa jaminan, lalu mengembalikannya dalam satu transaksi (dengan membayar biaya bunga satu blok).

    Hal ini memberikan peluang bagi pengguna yang tidak memiliki modal besar untuk melakukan arbitrase dan mengambil keuntungan dari peluang yang muncul, semuanya dalam satu transaksi di blockchain. Misalnya, jika Anda melihat Ethereum diperdagangkan dengan harga 500 USDC di Uniswap dan 505 USDC di bursa terdesentralisasi lainnya, Anda dapat mencoba mengambil keuntungan dari selisih harga tersebut dengan meminjam sejumlah besar USDC dan melakukan trading kilat.

    Selain fitur flash loan dan berbagai fitur lainnya, Aave juga memasuki dunia game dengan menciptakan token non-fungible (NFT) yang dikenal dengan nama Aavegotchi.

    Mengenal AAVE

    Meskipun ETHLend telah berganti nama menjadi Aave, token LEND masih ada. Ini menjadi perhatian karena LEND tidak memiliki mekanisme pengendalian yang sejalan dengan visi tim Aave. Pemegang LEND tidak memiliki kendali langsung terhadap arah perkembangan protokol Aave.

    Hal ini menjadi permasalahan karena Aave terus mengumpulkan likuiditas yang semakin besar, sementara pengguna tidak memiliki kontrol langsung terhadap protokol. Sebagai solusi, diusulkan agar token LEND akan dialihkan menjadi koin baru bernama AAVE dengan rasio 100 LEND untuk satu AAVE.

    AAVE, sebagai token ERC-20 baru yang berbasis di Ethereum, membawa sejumlah use case yang juga baru.

    Pertama-tama, pemegang AAVE akan berperan sebagai penopang protokol. Peluncuran AAVE memperkenalkan konsep baru yang dikenal dengan istilah “Modul Keamanan”, yang berfungsi melindungi sistem dari potensi kekurangan modal. Dengan kata lain, jika ada kekurangan modal dalam protokol untuk menutupi dana pemberi pinjaman, AAVE dalam Modul Keamanan akan dijual untuk mendapatkan aset yang diperlukan guna menutupi defisit tersebut.

    Hanya AAVE yang disimpan dalam modul ini yang dapat dilikuidasi saat terjadi defisit. Setoran ke dalam modul ini didorong oleh insentif dari yield reguler yang dibayarkan dalam bentuk token AAVE.

    Use case penting kedua berkaitan dengan tata kelola protokol Aave. Pemegang token memiliki hak untuk berpartisipasi dalam diskusi dan melakukan voting terhadap Proposal Peningkatan Aave. Proposal tersebut dapat diterapkan jika mendapat persetujuan dengan jumlah minimum token AAVE yang telah ditentukan. Tata kelola ini mencakup pengaturan parameter dalam pasar uang Aave, serta pengelolaan dana di cadangan ekosistem. Seperti umumnya dalam token yang berfungsi sebagai alat tata kelola, satu token AAVE setara dengan satu suara.

    AAVE memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan desentralisasi aplikasi DeFi dan menjadi penyeimbang penting untuk mengurangi risiko peristiwa tak terduga.

    Tantangan yang Dihadapi Aave

    Salah satu tantangan yang dihadapi oleh Aave adalah bahwa semua pinjaman di dalamnya harus memiliki jaminan berlebih atau overcollateralized. Berbeda dengan sistem keuangan tradisional yang mungkin memerlukan sedikit jaminan formal, pengguna Aave harus menyediakan mata uang kripto dengan nilai yang jauh lebih tinggi daripada jumlah pinjaman yang mereka minta.

    Batasan ini mengimplikasikan bahwa Aave adalah sistem modal yang kurang efisien. Dalam upaya melindungi kreditor, Aave memaksa pengguna untuk mengunci jumlah modal yang signifikan untuk mendapatkan pinjaman, yang pada gilirannya bisa menjadi hambatan bagi pengguna yang memiliki modal terbatas. Meskipun ini dilakukan demi keamanan, namun sistem ini secara alami membatasi ukuran pinjaman agregat di Aave.

    Kesimpulan

    Pasar uang terdesentralisasi seperti Aave dan Compound telah membuka pintu menuju sistem keuangan yang lebih terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja. Aave merupakan proyek DeFi yang menarik, yang memungkinkan pengguna kripto untuk mengakses dana dan layanan secara transparan.

    Token AAVE juga menawarkan perkembangan yang menjanjikan. Aset ini memungkinkan pemegangnya untuk memiliki pengaruh terhadap perkembangan protokol Aave dan pada saat yang sama, melindungi protokol dari risiko peristiwa tak terduga.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Altcoin yang Potensi Ungguli Bitcoin pada September 2024

    Tiga altcoin, yakni Tron, Aave, dan Cardano, diprediksi akan memiliki performa yang lebih baik dibandingkan Bitcoin pada bulan September 2024. Berikut adalah alasan di balik perkiraan tersebu menurut laporan BeInCrypto:

    1. Tron (TRX)

    Tron (TRX), yang dikenal sebagai mata uang kripto terkait dengan Justin Sun, baru-baru ini mencapai harga tertingginya dalam tiga tahun terakhir, yaitu $0,17. Pencapaian ini membantu Tron masuk ke dalam jajaran 10 besar mata uang kripto berdasarkan kapitalisasi pasar, melampaui Cardano (ADA). Dalam 30 hari terakhir, harga TRX meningkat sebesar 15%, mengungguli Bitcoin dalam periode yang sama.

    Kenaikan harga ini sebagian besar dipicu oleh peluncuran generator koin meme, SunPump, yang diluncurkan pada bulan Agustus. Hal ini meningkatkan permintaan TRX, yang juga terlihat dari peningkatan dominasi sosial Tron menjadi 6,23%. Peningkatan ini menunjukkan adanya perhatian lebih terhadap proyek Tron.

    Analisis Harian Tron. Sumber: TradingView.
    Analisis Harian Tron. Sumber: TradingView.

    Secara teknis, indikator On Balance Volume (OBV) Tron menunjukkan adanya tekanan beli yang kuat, yang sering kali menjadi pertanda kenaikan harga lebih lanjut. Jika tren akumulasi TRX berlanjut, harga dapat turun sementara ke $0,14 sebelum kembali naik ke $0,17, dan bahkan berpotensi mencapai $0,19 pada bulan September.

    Namun, prediksi optimis ini bisa berubah jika Bitcoin menunjukkan performa yang lebih kuat dari altcoin pada bulan depan. Dalam skenario ini, momentum kenaikan TRX mungkin akan tertahan, membuat target harga yang diprediksi lebih sulit dicapai.

    2. Aave (AAVE)

    Dalam 30 hari terakhir, harga AAVE telah naik sebesar 18,68%. Token ini berfungsi sebagai token tata kelola untuk protokol DeFi Aave dan baru-baru ini menarik minat besar dari investor besar, menempatkan AAVE di antara altcoin yang berpotensi mengungguli Bitcoin pada bulan September.

    Aave juga berencana untuk memperluas keterlibatannya dalam sektor Aset Dunia Nyata (RWA) dengan mengintegrasikan infrastruktur BUIDL dari BlackRock. Jika rencana ini disetujui, hal ini dapat mendorong permintaan untuk AAVE.

    Analisis Harian altcoin Aave. Sumber: TradingView.
    Analisis Harian Aave. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Cerita Eks Karyawan Goldman Sachs Bikin Ondo Finance

    Pada awal Agustus, harga AAVE sempat turun di bawah $80, namun kemudian pulih dan mencapai $146,49 pada 24 Agustus. Pada titik ini, indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bahwa token telah memasuki wilayah overbought, yang menandakan momentum bullish.

    Untuk melanjutkan tren bullish ini, harga AAVE perlu bertahan di atas level support $118,01 dan menembus resistance di $129,64. Jika berhasil, AAVE bisa menjadi salah satu altcoin yang mengungguli Bitcoin pada bulan September. Namun, jika harga turun di bawah $118,01, AAVE bisa mengalami penurunan yang signifikan.

    3. Cardano (ADA)

    Prediksi bullish untuk Cardano terutama didorong oleh pembaruan besar yang dijadwalkan pada 1 September, yaitu hard fork Chang. Pembaruan ini akan memperkenalkan tata kelola on-chain ke blockchain Cardano, menandai langkah awal menuju tujuan proyek yang lebih besar, Voltaire.

    Optimisme di kalangan pemegang ADA meningkat menjelang pembaruan ini. Pada tahun 2021, hard fork serupa pada jaringan Cardano menyebabkan lonjakan harga sebesar 130% dalam sebulan. Jika sejarah terulang, ADA bisa mengalami kenaikan harga yang signifikan pada bulan September.

    Analisis Harian altcoin ADA. Sumber: TradingView.
    Analisis Harian ADA. Sumber: TradingView.

    Saat ini, ADA diperdagangkan di sekitar $0,35, turun dari $0,40 dalam tiga hari terakhir. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan adanya momentum bullish, yang bisa menjadi sinyal untuk membeli. Jika tren ini berlanjut, harga ADA bisa pulih ke $0,40 dan mungkin mencapai $0,44 jika tekanan beli meningkat.

    Namun, ada risiko bahwa harga ADA bisa turun menjadi $0,32 jika pembaruan ini ternyata menjadi “sell the news” event, di mana harga turun setelah pembaruan yang diantisipasi terjadi.

    Dengan potensi yang dimiliki oleh ketiga altcoin ini, mereka mungkin bisa mengungguli Bitcoin pada bulan September 2024, meskipun risiko tetap ada.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Altcoin yang Diprediksi Akan Ungguli Bitcoin pada Agustus 2024

    Altseason atau musim altcoin biasanya dimulai ketika lebih dari 75% dari 50 altcoin teratas mengungguli Bitcoin (BTC) selama tiga bulan. Saat ini, hanya 18 dari altcoin tersebut yang lebih baik daripada BTC dalam 90 hari terakhir, yang berarti musim altcoin belum tiba. Namun, tiga altcoin—Book of Meme (BOME), Bitcoin Cash (BCH), dan Aave (AAVE)—tampaknya memiliki potensi untuk mengungguli Bitcoin di bulan Agustus ini, menurut laporan BeInCrypto.

    Analisis Harga BOME. Sumber:  TradingView
    Analisis Harga BOME. Sumber: TradingView

    Pada hari Senin, harga Book of Meme (BOME), sebuah koin meme berbasis Solana, menembus batas atas saluran horizontal yang telah membatasi pergerakannya sejak 29 Juni. Sejak saat itu, harga BOME naik hampir 10%. Penembusan ini menunjukkan potensi tren kenaikan yang berkelanjutan dan sinyal bahwa pasar mulai bergerak positif.

    Saat ini, BOME diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20 hari, yang menunjukkan kekuatan tren jangka pendek dan dominasi tekanan beli. Jika tren positif ini berlanjut, harga BOME bisa mencapai $0,011, level harga terakhir yang tercapai pada 7 Juni.

    2. Bitcoin Cash (BCH)

    Analisis Harga altcoin Bitcoin Cash. Sumber: TradingView.
    Analisis Harga Bitcoin Cash. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Harga XRP Melonjak Karena Efek Kasus SEC Ripple Segera Selesai

    Bitcoin Cash (BCH) telah melihat lonjakan harga sebesar 15% dalam tujuh hari terakhir. Pada sesi perdagangan intraday hari Senin, harga BCH mencapai level tertinggi bulanannya di $453,80. Meskipun mengalami koreksi sebesar 4%, sentimen positif masih kuat. Saat ini, BCH diperdagangkan di $436,11.

    Indeks Kekuatan Relatif (RSI) BCH menunjukkan nilai 65,36, menandakan bahwa pembelian jauh mengungguli penjualan. Selain itu, Chaikin Money Flow (CMF) BCH berada di angka 0,16, menunjukkan adanya aliran likuiditas positif ke pasar. Jika tren ini berlanjut, BCH dapat naik ke $453,10.

    3. Aave (AAVE)

    Analisis Harga altcoin Aave. Sumber: TradingView.
    Analisis Harga Aave. Sumber: TradingView.

    Aave (AAVE), token tata kelola dari protokol peminjaman Aave, juga mengalami kenaikan harga sebesar 11% dalam tujuh hari terakhir, diperdagangkan pada $105,62 saat berita ini ditulis. Kenaikan harga ini disertai dengan meningkatnya minat terbuka di pasar derivatif AAVE, yang naik 36% dalam periode yang sama. Saat ini, minat terbuka berjangka AAVE mencapai $76 juta.

    Peningkatan ini menunjukkan bahwa lebih banyak pedagang baru membuka posisi beli di pasar berjangka AAVE, yang menjadi sinyal bullish. Jika AAVE mempertahankan trennya, harga bisa melonjak ke $111,86, tetapi jika terjadi aktivitas ambil untung, harga dapat turun ke $101,98.

    Dengan potensi pertumbuhan yang menjanjikan ini, ketiga altcoin ini bisa menjadi pilihan menarik untuk dipertimbangkan pada bulan Agustus.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aave Perkenalkan Pembaruan Aavenomics, Apa yang Baru?

    Pendiri Chan Initiative, Marc Zeller, baru saja mengajukan proposal Aave Request for Comment (ARFC) yang bertujuan untuk memperbarui Aavenomics, sistem ekonomi token AAVE.

    Dilaporkan The Block, proposal ini menyoroti beberapa perubahan penting, termasuk peningkatan tokenomics AAVE, redistribusi pendapatan berlebih protokol, manajemen likuiditas sekunder, dan penghentian resmi token LEND.

    Pembaruan Aavenomics: Langkah Besar bagi Aave

    Dalam unggahannya di platform X, Zeller menyebutkan bahwa proposal ini merupakan salah satu yang paling penting dalam sejarah Aave.

    “Setelah setengah dekade kerja keras, bersama ACI, kami bangga mempersembahkan proposal Aavenomics terbaru kepada Aave DAO. Kami menganggapnya sebagai proposal terpenting dalam sejarah kami, silakan baca dan berikan masukan,” tulisnya.

    ACI sendiri adalah delegasi dan penyedia layanan dalam Aave DAO yang bertanggung jawab atas tata kelola, pembuatan proposal, dan pengembangan strategi protokol.

    Pembaruan ini merupakan kelanjutan dari tinjauan awal Aavenomics yang telah disetujui pada Agustus 2024. Salah satu dampak dari perubahan ini adalah potensi peralihan biaya yang memungkinkan sebagian dari pendapatan bersih platform dikembalikan kepada pengguna utama Aave.

    Dengan dominasi pasar yang terus meningkat dan cadangan kas yang bertumbuh 115% menjadi $115 juta, Aave kini berada dalam posisi strategis untuk meluncurkan pembaruan ini sambil tetap menjaga daya saingnya.

    Program Pembelian Kembali AAVE Senilai $1 Juta per Minggu

    Salah satu komponen utama dalam proposal ini adalah pembentukan Komite Keuangan Aave (AFC) yang bertugas mengelola kepemilikan treasury dan strategi likuiditas protokol.

    AFC akan mengawasi program pembelian kembali AAVE senilai $1 juta per minggu selama enam bulan, dengan kemungkinan peningkatan skala berdasarkan kondisi keuangan protokol melalui proposal lanjutan.

    Selain itu, optimalisasi insentif likuiditas sekunder juga menjadi fokus. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi biaya likuiditas tahunan sebesar $27 juta dengan menggunakan sistem yang lebih efisien.

    Salah satu langkah yang diusulkan adalah transisi bertahap dari sistem insentif berbasis hadiah menjadi pembelian kembali token AAVE dari pasar.

    Peningkatan Keamanan melalui Modul Umbrella dan Anti-GHO

    Aave juga memperkenalkan modul keamanan baru bernama Umbrella, yang dirancang untuk melindungi pengguna dari risiko utang buruk dengan kapasitas perlindungan hingga miliaran dolar.

    Di sisi lain, sistem Anti-GHO diperkenalkan sebagai mekanisme pengalihan biaya baru. Sistem ini akan mendistribusikan sebagian pendapatan stablecoin GHO kepada pemegang saham AAVE, menggantikan model diskon GHO yang saat ini digunakan.

    Penghentian Token LEND dan Pengambilan Kembali 320.000 AAVE

    Pergerakan harga AAVE (AAVE/USDT) pada Rabu, 5 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga AAVE (AAVE/USDT) pada Rabu, 5 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Proposal ini juga mencakup penghentian kontrak migrasi LEND ke AAVE. Dengan demikian, sebanyak 320.000 token AAVE yang tidak diklaim senilai sekitar $65 juta akan dikembalikan ke cadangan ekosistem Aave. Sebagai informasi, LEND merupakan token tata kelola Aave sebelum akhirnya digantikan oleh AAVE pada tahun 2020.

    Langkah Selanjutnya: Konsensus dan Pemungutan Suara

    Proses selanjutnya adalah mengumpulkan umpan balik dari komunitas untuk mencapai konsensus sebelum proposal ini masuk ke tahap pemungutan suara di luar rantai melalui Snapshot. Jika mendapat persetujuan, langkah berikutnya adalah pengajuan proposal tata kelola resmi di dalam rantai (AIP) untuk kemudian dieksekusi secara final.

    Meskipun optimis, Zeller mengakui bahwa hasil pemungutan suara tidak bisa dipastikan sepenuhnya. Namun, ia yakin bahwa proses peninjauan yang melibatkan semua delegasi Aave DAO akan memperbesar peluang keberhasilan proposal ini.

    Setelah pengumuman proposal ini, harga token AAVE mengalami lonjakan 7,8% dari $174,10 menjadi $187,71, menunjukkan respons positif dari pasar terhadap perubahan yang diusulkan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga AAVE Melonjak 22% dalam Sehari, Sentuh Level Tertinggi Baru

    Harga AAVE mengalami lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir, naik sebesar 22,52% dan diperdagangkan di kisaran US$266,87 atau sekitar Rp4,38 juta. Ini merupakan level tertinggi sejak Februari lalu, didorong oleh sentimen positif dari ekosistem Aave.

    Dilaporkan CCN, peningkatan harga ini terjadi setelah tim pengembang Aave mengumumkan penerapan Aave V3 di jaringan blockchain Aptos pada 19 Mei. Langkah ini menandai ekspansi penting dalam pinjaman kripto lintas rantai (cross-chain lending), yang dinilai sebagai katalis kuat bagi pertumbuhan DeFi (Keuangan Terdesentralisasi).

    Selain itu, Total Value Locked (TVL) Aave tercatat mencapai titik tertinggi sepanjang masa, menembus angka US$24 miliar. Peningkatan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap layanan DeFi yang ditawarkan Aave.

    Analisis AAVE

    Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Selasa, 20 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Selasa, 20 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Apa Itu Aave (AAVE)?

    Volume perdagangan AAVE dalam 24 jam terakhir mencapai 440.956,20 AAVE, dengan volume setara USDT sebesar US$110 juta. Harga tertinggi harian tercatat di US$270,43, sementara level terendah berada di US$216,78.

    Secara teknikal, AAVE tengah membentuk tren naik jangka panjang, dengan indikator RSI dan MACD menunjukkan sinyal bullish. Harga juga diperkirakan sedang dalam gelombang kelima dari siklus kenaikan, yang bisa mendorong AAVE menuju target berikutnya di kisaran US$335 hingga US$340.

    Dengan tren ini, AAVE menjadi salah satu aset kripto dengan performa terbaik bulan ini, mencatat kenaikan lebih dari 130% sejak awal April.

    Baca juga: Aave Perkenalkan Pembaruan Aavenomics, Apa yang Baru?

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com