Tag Archives: AAVE

Aave Cetak Rekor: Simpanan Tembus $3 Triliun, Pinjaman Aktif $29 Miliar

Protokol pasar uang terdesentralisasi (DeFi) Aave mencatatkan sejumlah rekor baru seiring meningkatnya adopsi pinjaman kripto. Menurut data Token Terminal, Aave mencapai $3 triliun dalam simpanan kumulatif pada 15 Agustus 2025, sementara pinjaman aktif melampaui $29 miliar pada 13 Agustus.

Pencapaian ini turut didukung oleh lonjakan total nilai terkunci (TVL) yang menembus $40 miliar pada 14 Agustus, berdasarkan data DefiLlama. Kenaikan tersebut terjadi di tengah pertumbuhan sektor peminjaman DeFi, yang kini menjadi kategori terbesar kedua setelah liquid staking dengan TVL gabungan $75,3 miliar.

Aave Dominasi Pasar Pinjaman DeFi

Dilaporkan Cryptoslate, sektor peminjaman DeFi mencatat pertumbuhan kuat dalam sebulan terakhir dengan kenaikan 18,7%, melampaui sebagian besar kategori DeFi lainnya. Pinjaman aktif secara keseluruhan mencapai rekor $43 miliar pada 13 Agustus.

Dalam lanskap ini, Aave menguasai sekitar 66,7% pangsa pasar. Pesaing terdekatnya, Morpho, tercatat hanya memiliki simpanan sebesar $6,3 miliar, atau hampir enam kali lebih kecil dibanding Aave. TVL Aave sendiri tumbuh 25,7% dalam 30 hari terakhir, sementara pinjaman aktif naik sekitar $8 miliar (38%) pada periode yang sama.

Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Aave Perkenalkan Pembaruan Aavenomics, Apa yang Baru?

Dengan volume simpanan tersebut, Aave kini berada pada level yang setara dengan 41 bank komersial teratas di AS, bahkan melampaui lembaga mapan seperti Barclays.

Prospek dan Pertumbuhan Token AAVE

Token asli protokol, AAVE, telah melonjak 138% sejak titik terendahnya pada April 2025. Pendiri Aave, Stani Kulechov, memperkirakan platform ini bisa mencapai $100 miliar simpanan bersih sebelum akhir tahun, menempatkannya sejajar dengan 35 bank terbesar di dunia, setara dengan Deutsche Bank.

Pertumbuhan Aave turut ditopang oleh adopsi institusional dan kemitraan strategis. Perusahaan publik BTCS, yang terdaftar di Nasdaq, menggunakan Aave untuk menghasilkan imbal hasil atas kepemilikan Ethereum. Selain itu, stablecoin USDe Ethereum senilai $6,4 miliar beserta aset terkait juga tersimpan di protokol ini.

Rangkaian pencapaian terbaru ini menegaskan posisi Aave sebagai salah satu infrastruktur keuangan terdesentralisasi terdepan, seiring meningkatnya integrasi lembaga tradisional dengan layanan pinjaman berbasis blockchain.

Baca juga: Harga AAVE Melonjak 22% dalam Sehari, Sentuh Level Tertinggi Baru


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli



Sumber : news.tokocrypto.com

Aave Terima Otorisasi MiCA untuk Layanan Pembayaran Fiat

Aave Labs resmi mendapatkan persetujuan di bawah kerangka aturan Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa untuk mengoperasikan layanan pembayaran fiat di seluruh kawasan. Dengan izin tersebut, Aave menjadi protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) pertama yang dapat menyediakan konversi fiat-ke-stablecoin secara langsung dalam lingkungan yang sepenuhnya diawasi regulator.

DIlaporkan Coindoo, persetujuan ini memungkinkan Aave meluncurkan Push, layanan on-ramp yang memungkinkan pengguna di Eropa mengonversi euro ke stablecoin dan sebaliknya tanpa melalui exchange, aplikasi fintech, atau entitas kustodian. Berbeda dari platform Web2, Push tidak memegang dana pengguna dan tidak melakukan intermediasi transaksi.

Menghilangkan Ketergantungan pada Platform Tersentralisasi

Inovasi utama dari Push adalah hilangnya kebutuhan pihak ketiga dalam proses masuk ke ekosistem DeFi. Selama ini, bank, startup fintech, dan exchange terpusat menjadi pintu utama pengguna untuk mengakses aset kripto. Dengan Push, pintu tersebut kini dapat diakses langsung melalui protokol DeFi di bawah pengawasan otoritas keuangan.

Jika adopsi meningkat, model ini berpotensi mengurangi ketergantungan DeFi terhadap CeFi, mengubah exchange dari layanan wajib menjadi pilihan tambahan bagi pengguna.

Irlandia Muncul sebagai Basis Regulasi DeFi

Untuk meluncurkan layanan tersebut, Aave mendaftarkan operasinya di Irlandia dan berada di bawah pengawasan Central Bank of Ireland. Langkah ini mengikuti pola yang sama dengan Kraken, yang sebelumnya juga memilih Irlandia sebagai yurisdiksi MiCA.

Irlandia dinilai berkembang sebagai basis regulasi bagi bisnis DeFi yang ingin beroperasi secara patuh dan transparan di bawah aturan Uni Eropa. Ini menjadi pertama kalinya protokol peminjaman dengan likuiditas bernilai miliaran dolar memperoleh jalur regulasi resmi di kawasan tersebut.

Lonjakan Permintaan Stablecoin Jadi Faktor Pendorong

Kenaikan permintaan stablecoin yang telah melampaui US$300 miliar pada tahun ini menjadi konteks penting di balik langkah Aave. Karena sebagian besar likuiditas DeFi berbasis aset fiat tokenized, penyedia on-ramp memegang peran strategis dalam menentukan akses ke pasar likuiditas global.

Aave berupaya mengisi peran tersebut dengan menyediakan jembatan langsung antara sistem perbankan dan smart contract tanpa penguasaan dana pengguna.

Dampak Potensial bagi Ekosistem Crypto

Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Sabtu, 15 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Sabtu, 15 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Aave saat ini mencatat puluhan miliar dolar dalam outstanding debt dan ratusan juta dolar aktivitas harian. Jika sebagian pengguna beralih dari exchange ke Push, pola masuknya modal ke DeFi dapat berubah signifikan.

Potensi dampaknya meliputi:

  • menurunnya dominasi exchange dalam akses fiat,
  • meningkatnya ketersediaan gateway compliant untuk pengembang,
  • serta bertambahnya posisi DeFi sebagai infrastruktur finansial, bukan sekadar sektor investasi.

Dengan persetujuan ini, Aave memasuki kategori layanan yang sebelumnya hanya dapat dijalankan oleh lembaga keuangan tradisional, menandai fase baru dalam integrasi antara DeFi dan regulasi Eropa.

Baca juga: Ubah Peta Industri Kripto, Aave Umumkan Rencana Buyback $50 Juta!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ubah Peta Industri Kripto, Aave Umumkan Rencana Buyback $50 Juta!

Komunitas Aave (AAVE), salah satu pionir di dunia Decentralized Finance (DeFi), baru saja mengguncang pasar dengan proposal besar: rencana pembelian kembali (buyback) token AAVE senilai $50 juta per tahun.

Langkah ambisius ini disusun oleh Aave DAO dan akan dijalankan melalui komite khusus untuk memperkuat nilai jangka panjang protokol serta mendukung harga token di pasar yang tengah bergejolak.

Rencana ini bukan sekadar strategi harga, tetapi sinyal kuat bahwa DeFi semakin matang dan mulai mengadopsi praktik keuangan tradisional (TradFi) dalam hal manajemen perbendaharaan (treasury management) dan tata kelola (governance).

Baca Juga: Harga AAVE Melonjak 22% dalam Sehari, Sentuh Level Tertinggi Baru

Rencana Buyback: Langkah Strategis Aave Menjaga Nilai Token

Dalam proposal yang diajukan ke forum tata kelola, komunitas Aave menyetujui alokasi anggaran tahunan sebesar $50 juta untuk melakukan pembelian kembali token AAVE dari pasar terbuka.

Dana tersebut akan dikelola secara strategis oleh Aave Finance Committee (AFC) — sebuah komite khusus di bawah Aave DAO — yang bertugas menyesuaikan jumlah pembelian setiap minggu berdasarkan kondisi pasar dan volatilitas harga.

“AFC bertanggung jawab untuk mengawasi penggunaan dana pembelian kembali yang fleksibel, menyesuaikan jumlah mingguan berdasarkan kondisi pasar,” tulis Komite Keuangan Aave (AFC) dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip dari Coincu pada Kamis (23/10).

Langkah ini dipandang sebagai cara untuk meningkatkan dukungan terhadap ekosistem Aave, mengurangi jumlah token yang beredar, serta memberikan sinyal kepercayaan terhadap keberlanjutan protokol.

Dalam dunia kripto yang sangat dinamis, kebijakan seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana DAO dapat bertindak layaknya perusahaan publik dengan strategi keuangan yang matang.

Data Pasar AAVE: Harga Turun, Tapi Sentimen Komunitas Tetap Positif

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga AAVE saat ini berada di kisaran $211,49, dengan kapitalisasi pasar mencapai $3,23 miliar. Meski begitu, tren harga beberapa bulan terakhir masih menunjukkan tekanan:

  • 🔻 Perubahan 24 jam: -5,39%
  • 🔻 Perubahan 30 hari: -21,49%

Kinerja negatif ini tidak membuat komunitas kehilangan keyakinan. Sebaliknya, banyak pihak melihat buyback ini sebagai peluang kebangkitan harga jangka menengah, terutama bila pelaksanaannya disiplin dan transparan.

Sementara itu, para analis di Coincu Research menilai bahwa inisiatif ini berpotensi menjadi tolok ukur baru bagi industri DeFi, membuka jalan bagi protokol lain untuk menerapkan kebijakan serupa.

“Rencana pembelian kembali aset kripto dapat memicu adopsi luas strategi manajemen keuangan di sektor DeFi, menjembatani inovasi blockchain dengan praktik stabilitas finansial,” tulis laporan mereka.

Mengapa Rencana Ini Penting untuk DeFi Secara Keseluruhan

Sejak awal berdiri, Aave dikenal sebagai salah satu protokol pinjam-meminjam kripto terdepan, yang membuka jalan bagi berbagai platform DeFi modern seperti Compound dan MakerDAO.

Kini, dengan kebijakan buyback ini, Aave kembali menunjukkan inovasi — bukan pada teknologi semata, melainkan pada tata kelola ekonomi token.

Tujuan utama dari rencana ini adalah untuk:

  1. Mendukung harga token AAVE agar tetap stabil dalam jangka panjang.
  2. Mengurangi sirkulasi token di pasar, meningkatkan kelangkaan dan nilai intrinsik.
  3. Memperkuat kas internal DAO, tanpa harus bergantung pada mitra institusional eksternal.

Namun, tidak semua pihak setuju. Sebagian anggota komunitas mempertanyakan apakah dana sebesar $50 juta sebaiknya digunakan untuk pengembangan produk atau ekspansi ekosistem alih-alih buyback.

Perdebatan ini menyoroti dilema klasik di dunia kripto: antara menjaga nilai token dan mendorong inovasi teknologi.

Apakah Buyback Akan Menjadi Tren Baru di DeFi?

Diskusi di forum Aave menunjukkan kombinasi optimisme dan kehati-hatian.

Banyak pemangku kepentingan percaya kebijakan ini bisa meningkatkan kepercayaan investor, terutama di tengah ketidakpastian pasar global.

Jika strategi Aave terbukti berhasil, bukan tidak mungkin protokol DeFi lain seperti Uniswap, Curve, atau MakerDAO akan mengikuti langkah serupa — menciptakan tren “DeFi Buyback Season.”

Bagi investor, kebijakan ini menunjukkan bahwa DAO kini semakin matang, bukan hanya berfokus pada inovasi teknis, tetapi juga pada kestabilan ekonomi token dan nilai jangka panjang bagi komunitas.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem DeFi, Plasma Gabung Chainlink SCALE dan Aave

Langkah Berani Aave Bisa Jadi Titik Balik DeFi

Rencana pembelian kembali token AAVE senilai $50 juta menandai tonggak baru dalam evolusi tata kelola DeFi.

Terlepas dari perdebatan internal, inisiatif ini menunjukkan keseriusan komunitas dalam mengelola aset digital secara profesional dan berkelanjutan.

Dengan harga AAVE yang masih di bawah tekanan, strategi buyback ini bisa menjadi katalis untuk memulihkan kepercayaan pasar, sekaligus menjadi model bagi proyek DeFi lain dalam menghadapi fase baru industri keuangan terdesentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Perkuat Ekosistem DeFi, Plasma Gabung Chainlink SCALE dan Aave

Plasma, blockchain Layer 1 yang baru diluncurkan yang dibangun dengan fokus pada stablecoin, telah bermitra dengan Chainlink dan Aave untuk memperkuat ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Plasma yang baru diluncurkan minggu lalu, bersama token aslinya XPL, telah bergabung dengan program SCALE Chainlink dan mengadopsi Chainlink sebagai penyedia oracle resminya.

SCALE (Sustainable Chainlink Access for Layer 1 and 2 Enablement) membantu blockchain dan rollup baru memanfaatkan layanan Chainlink dengan biaya lebih rendah dengan mensubsidi biaya operasional melalui dukungan ekosistem.

Baca Juga: SBI dan Chainlink Bersinergi: Misi Tokenisasi Aset Riil

Percepar Pertumbuhan DeFi

Sementara itu, Aave yang merupakan protokol likuiditas terbesar dengan total nilai terkunci (TVL) hampir $46 miliar, kini juga terintegrasi dengan Plasma.

Token asli Aave, AAVE, saat ini diperdagangkan pada harga $291, stagnan pada hari ini, tetapi naik 8% selama seminggu.

Langkah ini menggarisbawahi bagaimana blockchain baru semakin mencari integrasi awal dengan proyek-proyek mapan untuk mempercepat pertumbuhan.

Hal ini juga menyoroti pentingnya mendapatkan dukungan langsung dari protokol DeFi terkemuka untuk membangun kredibilitas dan menarik adopsi.

“Plasma sedang membangun infrastruktur untuk sistem keuangan global ini, dan kami sangat senang bergabung dengan Chainlink Scale dan mengadopsi standar data dan interoperabilitas Chainlink,” ujar Paul Faecks, founder dan CEO Plasma sebagaimana dikutip dari The Defiant pada Sabtu (4/10).

Dengan Chainlink, lanjut Faecks, Plasma dapat meningkatkan skala ekosistem on-chain perusahaan, memperkuat jalur stablecoin, dan mewujudkan adopsi arus utama.

Perbaikan Pasar

Total kapitalisasi pasar sektor stablecoin kini telah melampaui $300 miliar, naik hampir 50% dari $206 miliar pada awal tahun, menurut data dari DeFiLlama.

Kabar integrasi ini muncul setelah pekan yang kurang ideal bagi Plasma, yang saat ini memiliki TVL lebih dari $5,6 miliar.

Token aslinya, XPL, telah turun hampir 34% sejak diluncurkan dan saat ini diperdagangkan pada harga $0,87.

Token tersebut memulai debutnya dengan valuasi $10 miliar dan sempat melonjak di atas $1,60 sebelum aksi jual dimulai, sebagian didorong oleh spekulasi bahwa anggota tim internal memindahkan dana dalam jumlah besar ke bursa.

Namun, Faecks kemudian mengklarifikasi bahwa semua alokasi tetap terkunci selama tiga tahun dan tidak ada token yang dijual.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aave Tembus $1 Triliun! Raksasa DeFi Ini Kian Dominan

Protokol decentralized finance (DeFi) Aave resmi melampaui $1 triliun dalam volume pinjaman kumulatif, menjadikannya platform pertama di industri DeFi yang mencapai tonggak tersebut.

CEO Aave Labs, Stani Kulechov, menyebut pencapaian ini sebagai bukti bahwa Aave kini menjadi tulang punggung sistem pinjaman on-chain global. Ia menegaskan bahwa Aave menargetkan posisi sebagai jaringan likuiditas terbesar dan paling efisien di dunia, yang dapat diakses oleh pengembang, bank, hingga perusahaan fintech secara default.

Tonggak ini memperkuat posisi Aave sebagai pemimpin di sektor lending DeFi yang semakin berkembang.

Ekspansi ke Institusi Lewat Aave Horizon

Dikutip Cointelegraph, pertumbuhan Aave tidak lepas dari ekspansi ke sektor keuangan tradisional. Pada Agustus lalu, Aave Labs meluncurkan Aave Horizon, pasar pinjaman berbasis Ethereum yang dirancang khusus untuk institusi keuangan.

Melalui platform ini, institusi dapat meminjam stablecoin dengan jaminan aset dunia nyata (real-world assets/RWA). Beberapa nama besar seperti VanEck, WisdomTree, dan Securitize tercatat sebagai peserta awal dalam penawaran institusional tersebut.

Langkah ini menandai upaya Aave menjembatani DeFi dan TradFi, sekaligus memperluas basis pengguna di luar komunitas kripto.

Baca jjuga: BGD Labs Hengkang dari Aave DAO, Ini Intaian Risiko yang Menanti

TVL Capai $27,2 Miliar, Fee $83,3 Juta dalam 30 Hari

Saat ini, Aave mengamankan lebih dari $27,2 miliar dalam total value locked (TVL), menjadikannya salah satu protokol lending terbesar di DeFi. Pengguna dapat menyetor aset kripto untuk memperoleh bunga atau meminjam secara instan dengan jaminan kripto.

Dalam 30 hari terakhir, Aave menghasilkan lebih dari $83,3 juta dalam pendapatan biaya (fees), hampir empat kali lebih besar dibanding pesaing terdekatnya, Morpho.

Aave memimpin sejumlah platform lending lain seperti Morpho, JustLend, SparkLend, Maple, Kamin Lend, dan Compound Finance, yang masing-masing memiliki TVL di atas $1 miliar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, angka T adalah bukti dominasi mutlak Aave sebagai tulang punggung (backbone) likuiditas on-chain global.

“Meskipun ada konflik internal terkait pendanaan DAO vs Labs, performa pendapatan yang 4x lipat lebih besar dari kompetitor terdekatnya (Morpho) menunjukkan bahwa efek jaringan (network effect) Aave hampir mustahil untuk digoyang dalam waktu dekat,” jelasnya.

Visi Tokenisasi Aset Dunia Nyata

Kulechov juga menyoroti potensi tokenisasi “abundance assets” seperti energi surya, baterai penyimpanan energi, dan robotika tenaga kerja. Ia memperkirakan nilai gabungan sektor tersebut bisa mencapai $50 triliun pada 2050.

Menurutnya, tokenisasi aset-aset tersebut dapat membuka peluang likuiditas baru bagi DeFi dan memperluas utilitas protokol seperti Aave dalam sistem keuangan global.

Perdebatan Internal Soal Pendanaan Aave Labs

Di tengah pencapaian tersebut, Aave juga menghadapi dinamika internal. Komunitas Aave tengah memperdebatkan proposal DAO yang menawarkan paket pendanaan hingga $42,5 juta dalam stablecoin dan 75.000 token AAVE kepada Aave Labs.

Sebagai imbalannya, Aave Labs akan mengalihkan seluruh pendapatan dari produk bermerek Aave ke treasury DAO dalam model operasional yang didanai DAO.

Proposal ini memicu perbedaan pandangan di antara pemegang token mengenai pembagian kendali pendapatan antara Aave Labs dan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO).

Dengan volume pinjaman yang telah menembus $1 triliun dan ekspansi institusional yang terus berkembang, Aave mempertegas posisinya sebagai pemain utama dalam lanskap DeFi—meski tantangan tata kelola internal masih menjadi bagian dari perjalanan berikutnya.

Baca Juga: Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

BGD Labs Hengkang dari Aave DAO, Ini Intaian Risiko yang Menanti

Ekosistem decentralized finance (DeFi) kembali diguncang kabar penting.

Sebagaimana dilansir dari News Bitcoin, BGD Labs mengumumkan akan mengakhiri kerja samanya dengan Aave DAO, efektif mulai 1 April 2026.

Keputusan ini mengakhiri empat tahun kolaborasi strategis, di mana BGD Labs berperan sebagai kontributor utama dalam pengembangan teknis dan keamanan protokol Aave.

Dalam pernyataan resminya, BGD Labs menyebut adanya ketidakseimbangan organisasi sebagai alasan utama tidak diperpanjangnya kontrak kerja sama tersebut.

Mereka menyoroti dominasi Aave Labs, yang dinilai memiliki kontrol signifikan terhadap brand dan proses voting dalam ekosistem Aave.

Baca Juga: AAVE Naik 5% Usai Semua Revenue Dialihkan ke DAO Treasury

Isu Sentralisasi dalam DAO

Sebagai organisasi otonom terdesentralisasi (DAO), Aave selama ini diposisikan sebagai protokol yang dikelola komunitas melalui mekanisme tata kelola berbasis token.

Namun, BGD Labs menilai struktur saat ini berpotensi menciptakan risiko sentralisasi.

Dominasi entitas komersial dalam pengambilan keputusan dinilai bertentangan dengan prinsip dasar desentralisasi.

Ketika satu pihak memiliki pengaruh besar terhadap arah pengembangan dan branding, muncul kekhawatiran bahwa independensi DAO dapat tergerus.

Isu ini bukan hal baru di dunia DeFi. Banyak DAO menghadapi dilema antara efisiensi operasional dan desentralisasi murni.

Ketika proyek berkembang pesat dan membutuhkan koordinasi skala besar, entitas komersial sering kali mengambil peran sentral untuk memastikan eksekusi berjalan lancar.

Namun, situasi tersebut juga berpotensi menimbulkan ketegangan internal, seperti yang kini terjadi di Aave.

Dampak terhadap Infrastruktur Teknis

BGD Labs dikenal sebagai salah satu pilar teknis utama dalam pengembangan Aave, khususnya dalam aspek keamanan smart contract dan audit teknis.

Kepergian mereka memunculkan pertanyaan tentang kesiapan DAO dalam menjaga stabilitas protokol ke depan.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai kehilangan signifikan bagi ekosistem Aave.

“Keluarnya BGD Labs adalah kehilangan besar bagi infrastruktur teknis Aave. Ini mencerminkan tensi internal klasik dalam DAO antara entitas komersial (Aave Labs) dan kontributor independen. Pergeseran ini bisa memperlambat migrasi ke Aave v4 dan memaksa DAO untuk mencari auditor atau pengembang baru dalam waktu singkat guna menjaga stabilitas protokol,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Potensi Dampak ke Aave v4

Salah satu agenda besar yang tengah dinanti komunitas adalah migrasi ke Aave v4. Versi terbaru ini diharapkan membawa peningkatan efisiensi modal, fleksibilitas arsitektur, serta sistem manajemen risiko yang lebih canggih.

Namun, tanpa dukungan teknis dari BGD Labs, proses transisi tersebut berpotensi mengalami penundaan.

DAO kini dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk menunjuk kontributor teknis baru, baik dalam bentuk firma audit independen maupun tim pengembang tambahan.

Keterlambatan dalam migrasi dapat berdampak pada daya saing Aave di tengah persaingan ketat protokol lending DeFi lainnya.

Tantangan Tata Kelola DAO

Kasus ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai tata kelola DAO.

Apakah model desentralisasi penuh dapat berjalan efektif tanpa ketergantungan pada entitas komersial? Atau justru keseimbangan antara keduanya yang menjadi kunci keberlanjutan?

Bagi investor dan pengguna Aave, fokus utama saat ini adalah stabilitas protokol dan keamanan dana yang terkunci (TVL).

Selama tata kelola berjalan transparan dan proses transisi dilakukan secara terstruktur, dampak jangka pendek mungkin dapat dikelola.

Namun dalam jangka panjang, keseimbangan kekuasaan dalam DAO akan menjadi faktor krusial bagi reputasi dan keberlanjutan proyek.

Baca Juga: Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?

Keputusan BGD Labs untuk hengkang dari Aave DAO menandai babak baru dalam dinamika internal salah satu protokol DeFi terbesar.

Isu sentralisasi, tata kelola, dan kesiapan teknis kini menjadi sorotan utama komunitas.

Ke depan, kemampuan Aave DAO dalam mencari mitra teknis baru dan menjaga momentum pengembangan, khususnya menuju Aave v4, akan menjadi ujian penting bagi ketahanan ekosistemnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

AAVE Naik 5% Usai Semua Revenue Dialihkan ke DAO Treasury

Protokol decentralized finance (DeFi) Aave mengumumkan langkah strategis baru dengan mengalihkan seluruh pendapatan produk langsung ke treasury Aave DAO. Keputusan ini menandai pergeseran besar menuju tata kelola berbasis komunitas, sekaligus memperkuat posisi DAO sebagai pusat keuangan utama dalam ekosistem Aave.

Kabar tersebut langsung memicu respons positif pasar. Harga token AAVE dilaporkan melonjak sekitar 5% tak lama setelah pengumuman, mencerminkan meningkatnya optimisme investor terhadap arah baru Aave.

Seluruh Pendapatan Produk Dialihkan ke Treasury DAO

Dalam pernyataan resminya, Aave menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari “Aave Will Win Framework”, sebuah kerangka baru yang menekankan model token-centric dengan tujuan memperkuat pendapatan komunitas.

Dikutip Coin Turk, Aave menyatakan bahwa 100% pendapatan dari berbagai lini produk, termasuk aplikasi mobile Aave, kartu debit, serta tiga produk unggulan lainnya, akan disalurkan langsung ke treasury DAO. Langkah ini diyakini dapat meningkatkan fleksibilitas keuangan DAO dalam mendanai inovasi, memperkuat keberlanjutan protokol, dan memberikan ruang lebih besar untuk pengembangan ekosistem jangka panjang.

Baca juga: Aave Resmi Tinggalkan Brand Avara, Fokus Kembali Garap DeFi

Aave V4 Jadi Pilar Monetisasi Baru

Selain pendapatan dari sisi produk, Aave juga menyoroti potensi peningkatan revenue dari sisi protokol melalui pengembangan Aave V4. Dalam proposal tersebut, Aave menjelaskan bahwa V4 akan membawa fitur monetisasi baru yang diposisikan sebagai pilar strategis bagi pendapatan DAO di masa depan.

Aave juga meminta dukungan pendanaan DAO untuk mempercepat pengembangan di Aave Labs, sekaligus mengusulkan pembentukan entitas khusus untuk mengelola dan melindungi brand Aave agar tetap selaras dengan kepentingan komunitas.

Aave Perkuat Dominasi di Pasar Lending DeFi

Aave saat ini disebut menguasai sekitar 60% pangsa pasar decentralized lending. Protokol ini menilai penguatan treasury DAO akan menjadi fondasi penting untuk mempertahankan dominasi di sektor pinjaman, sekaligus membuka jalan ekspansi ke sektor lain seperti tokenisasi aset.

Dengan mengarahkan seluruh aliran pendapatan ke DAO, Aave menegaskan strategi bahwa kekuatan finansial dan keputusan strategis harus berada di tangan pemegang token serta partisipan institusi yang aktif dalam tata kelola.

Harga AAVE Bertahan di Atas $112

Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Pasca pengumuman, token AAVE diperdagangkan di kisaran $112, dengan kenaikan harian sekitar 2–3%. Kapitalisasi pasar AAVE tercatat berada di sekitar $1,73 miliar, sementara volume perdagangan 24 jam mencapai lebih dari $468 juta.

Pergerakan ini memperlihatkan bahwa pasar merespons positif perubahan struktur revenue Aave, terutama karena kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat value capture untuk DAO dan mendukung inovasi protokol dalam jangka panjang.

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah ini menandai evolusi signifikan dalam tokenomics Aave, yang secara efektif menyelaraskan kesuksesan ekonomi protokol langsung dengan kekuatan finansial DAO dan kegunaan token AAVE.

“Hal ini memperkuat keberlanjutan jangka panjang dan menciptakan narasi ‘real yield’ yang menguntungkan pemegang token,” jelasnya.

Baca juga: Ubah Peta Industri Kripto, Aave Umumkan Rencana Buyback $50 Juta!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aave Resmi Tinggalkan Brand Avara, Fokus Kembali Garap DeFi

Aave Labs resmi menghentikan penggunaan brand payung Avara dan menutup produk Family wallet sebagai bagian dari langkah strategis untuk kembali memfokuskan bisnis pada sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi). Keputusan ini diumumkan di tengah dinamika hubungan yang memanas antara Aave Labs dan Aave DAO terkait kendali atas protokol Aave.

Avara sebelumnya berfungsi sebagai brand induk bagi sejumlah proyek Web3 yang dikembangkan Aave Labs, termasuk protokol media sosial terdesentralisasi Lens dan dompet kripto Family. Namun, Aave Labs menyatakan seluruh produk saat ini dan ke depan — seperti Aave Mobile App, Aave Pro, dan Aave Kit — akan sepenuhnya berada di bawah nama Aave Labs.

“Perubahan ini menyederhanakan struktur brand kami dan memungkinkan fokus penuh pada pembangunan Aave serta pengenalan DeFi kepada jutaan pengguna di seluruh dunia,” tulis Avara melalui akun resmi di platform X.

Fokus AAVE

Baca juga: Aave Terima Otorisasi MiCA untuk Layanan Pembayaran Fiat

Langkah tersebut menandai pergeseran arah Aave Labs yang sebelumnya, melalui rebrand Avara pada 2023, ingin berekspansi ke berbagai vertikal Web3 di luar DeFi. Kini, perusahaan kembali memusatkan perhatian pada protokol pinjam-meminjam Aave, yang saat ini menjadi sistem kredit on-chain terbesar di jaringan Ethereum.

Keputusan ini juga muncul di tengah perdebatan berkepanjangan antara Aave Labs sebagai entitas pengembang awal dan Aave DAO yang dikelola oleh pemegang token AAVE. DAO selama ini mengendalikan kontrak pintar, parameter risiko, serta pendapatan protokol, sementara Aave Labs menguasai aspek off-chain seperti antarmuka resmi aave.com, merek dagang, domain, dan produk yang berhadapan langsung dengan pengguna.

Dilaporkan The Block, ketegangan meningkat pada Desember lalu ketika Aave Labs mengintegrasikan CoW Swap ke situs resmi Aave dan mengalihkan biaya swap yang sebelumnya masuk ke kas DAO ke dompet privat milik Aave Labs. Peristiwa tersebut memicu perdebatan soal siapa yang sebenarnya memiliki dan mengendalikan Aave.

Upaya komunitas DAO untuk mengambil alih kekayaan intelektual dan aset Aave Labs melalui proposal yang dikenal sebagai “poison pill” gagal disahkan dalam voting tata kelola. Meski demikian, pendiri Aave Stani Kulechov kemudian menyatakan keterbukaan untuk membagikan pendapatan non-protokol kepada pemegang token AAVE serta meninjau ulang isu kepemilikan IP dan brand.

Perjalanan Penting AAVE

Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Pada Januari lalu, Aave Labs juga mengumumkan penjualan protokol Lens dan rencana penghentian seluruh proyek terkait Family wallet. “Brand Avara tidak lagi dibutuhkan saat kami total membawa Aave ke masyarakat luas,” ujar Kulechov di X.

Sebelumnya, Aave memperkenalkan versi terbaru aplikasi Aave yang menawarkan produk tabungan dengan imbal hasil hingga 9% serta perlindungan simpanan hingga US$1 juta. Aave juga menyatakan ambisi jangka panjang untuk mendorong aktivitas keuangan on-chain hingga skala triliunan dolar, setelah berakhirnya investigasi regulator AS terhadap perusahaan tersebut.

Di sisi lain, laporan Bloomberg pada Selasa menyebut Kulechov membeli rumah mewah senilai £22 juta di kawasan Notting Hill, London, yang memicu kritik dari sebagian komunitas kripto.

Baca juga: Ubah Peta Industri Kripto, Aave Umumkan Rencana Buyback $50 Juta!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aave V4 Resmi di Ethereum: Era Baru Likuiditas Terintegrasi

Aave kembali membuat gebrakan di sektor DeFi dengan meluncurkan Aave V4 secara resmi di jaringan Ethereum mainnet.

Dilansir dari Cryptobriefing, upgrade ini menghadirkan perubahan fundamental dalam cara likuiditas dikelola, sekaligus membuka potensi baru bagi pengembangan aplikasi keuangan terdesentralisasi.

Peluncuran ini menandai langkah besar Aave dalam berevolusi dari sekadar protokol lending menjadi infrastruktur likuiditas yang lebih modular dan fleksibel.

Baca Juga: Aave Perkenalkan Pembaruan Aavenomics, Apa yang Baru?

Arsitektur Hub-and-Spoke: Likuiditas Lebih Efisien

Salah satu inovasi utama dalam Aave V4 adalah penggunaan arsitektur hub-and-spoke, yang membagi likuiditas ke dalam tiga liquidity hub utama: Core, Prime, dan Plus.

Pendekatan ini memungkinkan likuiditas tidak lagi terfragmentasi dalam pool terpisah seperti pada versi sebelumnya, melainkan menjadi lapisan bersama yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai use case DeFi.

Dengan sistem ini, efisiensi modal berpotensi meningkat karena aset dapat digunakan secara lebih fleksibel di berbagai skenario, termasuk lending, borrowing, hingga strategi DeFi lanjutan.

Rollout Bertahap dengan Cap Konservatif

Meski membawa inovasi besar, Aave memilih pendekatan rollout bertahap dengan menetapkan supply dan borrow cap yang konservatif.

Strategi ini bertujuan untuk mengurangi risiko sistemik, memberikan waktu adaptasi bagi pengguna, hingga memastikan stabilitas protokol sebelum ekspansi lebih luas.

Pendekatan hati-hati ini mencerminkan fokus Aave pada keamanan dan keberlanjutan, terutama mengingat kompleksitas arsitektur baru yang diperkenalkan.

Aave Pro: Antarmuka Baru yang Lebih Canggih

Sebagai bagian dari upgrade, Aave juga memperkenalkan Aave Pro, sebuah antarmuka baru yang dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih komprehensif.

Melalui Aave Pro, pengguna dapat memantau interest rates secara real-time, mengelola health factor posisi mereka, dan melihat risk premium di berbagai liquidity hub.

Fitur ini menjadi penting karena arsitektur baru membawa kompleksitas tambahan, sehingga transparansi data menjadi kunci dalam pengambilan keputusan pengguna.

Transformasi Menuju Infrastruktur Likuiditas

Dengan Aave V4, protokol ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai platform pinjam-meminjam, tetapi mulai bertransformasi menjadi lapisan likuiditas bersama untuk ekosistem DeFi.

Konsep ini membuka peluang integrasi dengan berbagai aplikasi lain, termasuk derivatif on-chain, structured products, dan protokol yield optimization.

Jika berhasil, Aave dapat menjadi fondasi utama bagi berbagai inovasi finansial di blockchain.

Perspektif Industri: Upgrade Besar Tapi Bertahap

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, peluncuran ini merupakan langkah strategis yang signifikan, namun dampaknya kemungkinan tidak instan.

“Ini upgrade besar karena Aave tidak lagi cuma mengandalkan pasar lending yang silo, tapi mulai mengubah likuiditas jadi lapisan bersama untuk use case DeFi yang lebih modular. Kalau eksekusinya mulus, AAVE bisa makin mengunci dominasi di lending onchain, tapi cap konservatif berarti ekspansi volume kemungkinan bertahap, bukan langsung meledak,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pandangan ini menegaskan bahwa meskipun potensinya besar, pasar tetap perlu waktu untuk mengadopsi dan memvalidasi model baru ini.

Dampak ke Token AAVE

Dari sisi token, peluncuran Aave V4 berpotensi memberikan dorongan positif, terutama jika diikuti oleh peningkatan penggunaan dan likuiditas.

Namun, dengan adanya batasan awal yang konservatif, lonjakan volume kemungkinan tidak terjadi secara langsung.

Investor cenderung akan memantau beberapa indikator utama, yaitu pertumbuhan TVL di masing-masing hub, aktivitas borrowing dan lending, serta adopsi Aave Pro oleh pengguna.

Baca Juga: Harga AAVE Melonjak 22% dalam Sehari, Sentuh Level Tertinggi Baru

Peluncuran Aave V4 di Ethereum menjadi tonggak penting dalam evolusi DeFi, dengan membawa pendekatan baru dalam pengelolaan likuiditas.

Dengan arsitektur hub-and-spoke dan integrasi likuiditas, Aave berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu protokol lending terbesar di industri.

Namun, dengan strategi rollout yang konservatif, dampak terhadap pasar kemungkinan akan terjadi secara bertahap, seiring meningkatnya adopsi dan kepercayaan pengguna terhadap sistem baru ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Aave Resmi Live di X Layer OKX, Permudah Akses DeFi

Aave resmi memperluas jangkauannya dengan meluncur di X Layer, jaringan milik OKX. Integrasi ini membuka akses baru bagi pengguna OKX Wallet untuk langsung menggunakan layanan DeFi tanpa perlu setup tambahan yang rumit.

Langkah ini dinilai sebagai salah satu ekspansi paling strategis bagi Aave, karena menggabungkan kekuatan protokol DeFi dengan basis pengguna besar dari ekosistem exchange.

Akses DeFi Langsung dari Wallet

Dengan integrasi ini, pengguna kini dapat langsung memasok berbagai aset ke dalam protokol Aave melalui OKX Wallet.

Sebagai permulaan, terdapat beberapa aset yang didukung antara lain Tether, USDG, GHO, xBTC, xETH, xSOL, xBETH, dan juga xOKSOL.

Pengguna dapat memperoleh yield yang compounding otomatis, tanpa harus memindahkan aset ke platform lain atau menyerahkan kustodi ke pihak ketiga.

Pendekatan ini menjadi solusi bagi pengguna retail yang selama ini enggan masuk ke DeFi karena kompleksitas teknis seperti bridging, setup wallet tambahan, atau risiko keamanan.

Baca Juga: Aave Perkenalkan Pembaruan Aavenomics, Apa yang Baru?

Fitur Pinjam dengan LTV Tinggi

Selain fitur penyimpanan dan yield, Aave di X Layer juga menghadirkan kemampuan untuk meminjam aset langsung dari wallet dengan menjaminkan aset yang dimiliki.

Menariknya, platform ini menawarkan hingga 88% loan-to-value (LTV) pada enam kategori eMode tertentu.

Ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna dalam mengelola likuiditas tanpa harus menjual aset mereka.

Fitur ini menjadi salah satu daya tarik utama, karena menggabungkan kemudahan akses dengan efisiensi penggunaan modal.

Ekspansi TVL ke Ekosistem Baru

Sebagai salah satu protokol DeFi terbesar, The Block melaporkan bahwa Aave saat ini memiliki total value locked (TVL) sekitar $23,8 miliar.

Dengan masuk ke X Layer, Aave tidak hanya menambah jaringan baru, tetapi juga memperluas distribusi ke basis pengguna OKX yang sangat besar.

Yang membedakan langkah ini dari ekspansi chain lainnya adalah pendekatan integrasi yang langsung ke wallet exchange, sehingga mengurangi friksi pengguna secara signifikan.

Tidak diperlukan bridging manual atau konfigurasi kompleks, yang sering menjadi hambatan utama dalam adopsi DeFi.

Perspektif Industri: Katalis Adopsi Nyata

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa integrasi ini merupakan katalis nyata bagi pertumbuhan Aave.

“Ini jelas katalis adopsi yang nyata karena distribusinya menempel langsung ke wallet exchange besar, bukan cuma menambah chain demi headline,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Menurutnya, penggunaan di X Layer benar-benar tumbuh, Aave bisa menang bukan cuma dari TVL, tapi dari akses ke arus user retail yang jauh lebih luas dan malas ribet.

Pernyataan ini menyoroti bahwa kekuatan utama dari langkah ini bukan hanya pada teknologi, tetapi pada distribusi dan kemudahan akses bagi pengguna.

Dampak ke Ekosistem DeFi

Integrasi Aave ke X Layer mencerminkan tren yang lebih luas di industri kripto: penyederhanaan akses ke DeFi.

Selama ini, DeFi sering dianggap terlalu kompleks bagi pengguna awam. Dengan integrasi langsung ke wallet exchange, hambatan tersebut mulai dihilangkan.

Jika model ini berhasil, bukan tidak mungkin akan diikuti oleh protokol lain, menciptakan ekosistem di mana DeFi menjadi fitur default dalam wallet, bukan layanan terpisah.

Potensi untuk Token AAVE

Dari sisi token, ekspansi ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap AAVE, terutama jika diikuti oleh peningkatan penggunaan nyata.

Namun, seperti biasa, pasar akan menunggu data konkret seperti pertumbuhan pengguna aktif di X Layer, volume transaksi dan pinjaman, dan peningkatan TVL dari integrasi ini.

Tanpa metrik tersebut, dampak terhadap harga kemungkinan akan terbatas pada sentimen jangka pendek.

Baca Juga: Harga AAVE Melonjak 22% dalam Sehari, Sentuh Level Tertinggi Baru

Peluncuran Aave di X Layer OKX menjadi langkah strategis yang menggabungkan teknologi DeFi dengan distribusi massal melalui wallet exchange.

Dengan kemudahan akses, fitur pinjam fleksibel, dan potensi yield otomatis, integrasi ini membuka peluang besar untuk memperluas adopsi DeFi ke pengguna retail.

Jika berhasil menarik pengguna dalam skala besar, Aave tidak hanya akan memperkuat posisinya sebagai protokol DeFi terdepan, tetapi juga menjadi pionir dalam membawa DeFi ke arus utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com